Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Kulon Progo. Ditetapkan di Wates pada tanggal 4 Februari 2026 BUPATI KULON PROGO Cap/ttd R. AGUNG SETYAWAN Diundangkan di Wates pada tanggal 4 Februari 2026 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN KULON PROGO Cap/ttd TRIYONO BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO TAHUN 2026 NOMOR 9 LAMPIRAN PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 9 TAHUN 2026 TENTANG MASTERPLAN SMART CITY TAHUN 2026-2034 MASTERPLAN SMART CITY TAHUN 2026-2034 PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 1 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 2 KATA PENGANTAR Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera bagi kita semua, Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, karunia, dan petunjuk-Nya sehingga proses penyusunan Buku Masterplan Smart City Kabupaten Kulon Progo Tahun 2025–2034 dapat diselesaikan dengan baik. Dokumen ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta yang memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih cerdas, inklusif, dan berkelanjutan. Transformasi menuju Smart City bukan sekadar tren global, melainkan sebuah keniscayaan dalam menghadapi tantangan zaman. Kota-kota besar seperti Tokyo, Seoul, Amsterdam, dan Singapura telah membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi digital yang terintegrasi dengan partisipasi masyarakat mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas hidup warganya. Kabupaten Kulon Progo pun mengambil langkah strategis untuk tidak hanya mengikuti arus perubahan, tetapi menjadi pelopor inovasi daerah yang berakar pada kearifan lokal dan berorientasi pada masa depan. Melalui Masterplan ini, Kabupaten Kulon Progo menetapkan arah pembangunan berbasis enam dimensi Smart City: Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment. Visi yang ingin diwujudkan adalah: " Terwujudnya Kulon Progo yang makmur, mandiri, religius, berbudaya, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi cerdas, inovasi, dan kolaborasi yang inklusif." Visi ini menjadi landasan dalam merancang program, kebijakan, dan infrastruktur digital yang selaras dengan RPJMD, SNI ISO 37122, dan agenda pembangunan nasional. Akhir kata, semoga Buku Masterplan Smart City ini tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi, rujukan strategis, dan pemantik kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Kulon Progo yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing melalui pendekatan Smart City. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kabupaten Kulon Progo, September 2025 Bupati Kulon Progo Dr. H. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., MM MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 3 SAMBUTAN DEWAN SMART CITY Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera bagi kita semua, Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Smart City hingga penyusunan Buku Masterplan Smart City Kabupaten Kulon Progo Tahun 2025–2034 dapat berjalan dengan baik dan lancar. Smart City merupakan wujud nyata dari inovasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang berorientasi pada pemanfaatan teknologi, data, dan kolaborasi lintas sektor. Konsep ini hadir sebagai jawaban atas berbagai tantangan pembangunan daerah, mulai dari efisiensi layanan, peningkatan partisipasi masyarakat, hingga penguatan daya saing daerah di era digital. Oleh karena itu, seluruh jajaran perangkat daerah, camat, dan pemangku kepentingan di Kabupaten Kulon Progo telah menyatakan komitmen bersama untuk mendukung transformasi menuju Kabupaten Cerdas yang inklusif dan berkelanjutan. Dewan Smart City Kabupaten Kulon Progo berperan sebagai pengarah dan pengawal strategi, memastikan bahwa setiap langkah pembangunan Smart City senantiasa selaras dengan visi daerah, RPJMD, dan standar nasional maupun internasional. Kami percaya bahwa sinergi antara perencanaan, pengembangan, dan implementasi akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan ekosistem digital yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Harapan kami, melalui Masterplan ini, Kabupaten Kulon Progo dapat membangun fondasi yang kuat untuk menghadirkan layanan publik yang lebih cerdas, meningkatkan produktivitas sumber daya, serta memperkuat identitas dan daya saing daerah di tingkat nasional maupun global. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kabupaten Kulon Progo, September 2025 Sekretaris Dewan Smart City .......................... MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 4 TABLE OF CONTENTS KATA PENGANTAR.................................................................................................. ii SAMBUTAN DEWAN SMART CITY ........................................................................ iii DAFTAR GAMBAR .................................................................................................. vi DAFTAR TABEL...................................................................................................... vii BAB I ......................................................................................................................... 1 PENDAHULUAN........................................................................................................ 1 1.1 Latar Belakang ................................................................................................................ 1 1.2 Tentang Kabupaten Kulon Progo ................................................................................. 2 1.3 Tujuan Masterplan .......................................................................................................... 3 BAB II ANALISIS MASA DEPAN .............................................................................. 4 2.1 Analisis Pembangunan Daerah .................................................................................... 4 2.1.1 Visi Kabupaten Kulon Progo 4 2.2 Analisis Kondisi Eksternal ..........................................................................................18 2.2.1 Analisis Politik Kabupaten Kulon Progo 18 2.2.2 Analisis Ekonomi Kabupaten Kulon Progo 19 2.2.3 Analisis Sosial Kabupaten Kulon Progo 20 2.2.4 Analisis Teknologi Kabupaten Kulon Progo 21 2.2.5 Analisis Lingkungan Kabupaten Kulon Progo 22 2.2.6 Analisis Legal Kabupaten Kulon Progo 23 BAB III ANALISIS KESIAPAN DAERAH ................................................................ 25 3.1 Nature ............................................................................................................................ 25 3.2 Structure ........................................................................................................................28 3.2.1 Kualitas Sumber Daya Manusia (People) 28 3.2.2 Kualitas Sumber Daya Pemerintahan (Managerial) 35 3.2.3 Kapasitas Keuangan Daerah (Capital) 41 3.3 Infrastructure ................................................................................................................45 3.3.1 Analisis Kesiapan Infrastruktur Fisik Daerah 45 3.3.2 Analisis Kesiapan Infrastruktur Digital Daerah 52 3.3.3 Analisis Kesiapan Infrastruktur Sosial Daerah 53 3.4 Suprastructure ..............................................................................................................54 BAB IV ANALISIS STRATEGIS PEMBANGUNAN SMART CITY......................... 58 4.1 Analisis Kesenjangan ..................................................................................................58 4.1.1 Smart Governance 60 4.1.2 Smart Branding 61 4.1.3 Smart Economy 64 4.1.4 Smart Living 66 4.1.5 Smart Society 69 4.1.6 Smart Environment 71 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 5 4.2 Analisis SWOT TOWS ..................................................................................................72 4.2.1 Smart Governance 72 4.2.2 Smart Branding 73 4.2.3 Smart Economy 76 4.2.4 Smart Living 79 4.2.5 Smart Society 81 4.2.6 Smart Environment 85 BAB V ANALISIS VISI PEMBANGUNAN SMART CITY ........................................ 87 5.1 Visi dan Misi Smart City Kab. Kulon Progo............................................................... 87 5.2 Sasaran Smart City Kab Kulon Progo .......................................................................87 5.2.1 Smart Governance (G) 87 5.2.2 Smart Branding (B) 88 5.2.3 Smart Economy (Ec) 89 5.2.4 Smart Living (Lv) 89 5.2.5 Smart Society (S) 90 5.2.6 Smart Environment (En) 90 BAB VI ..................................................................................................................... 92 PENUTUP ................................................................................................................ 92 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 6 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. 1 Peta Administrasi Kabupaten Kulon Progo 2 Gambar 1. 2 Enam Dimensi Smart City 7 Gambar 3. 1 Lokasi Geografis Kabupaten Kulon Progo 26 Gambar 3. 2 Kawasan Pesisir Kabupaten Kulon Progo 26 Gambar 3. 3 Kawasan Pegunungan Kabupaten Kulon Progo 27 Gambar 3. 4 Piramida Penduduk Kabupaten Kulon Progo 32 Gambar 3. 5 Pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kab. Kulon Progo 32 Gambar 3. 6 Indeks Pembangunan Gender Kulon Progo 33 Gambar 3. 7 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Semester I 2025 34 Gambar 3. 8 Perbandingan Tingkat Pengangguran Terbuka dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Kab. Kulon Progo 35 Gambar 3. 9 Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Kulon Progo 38 Gambar 3. 10 Proporsi Pendapatan Daerah Kulon Progo 2024 44 Gambar 3. 11 Realisasi Dana Perimbangan Kab. Kulon Progo Tahun 2021 - 2024 (Miliar Rp) 44 Gambar 3. 12 Analisis Kesiapan Infrastruktur Fisik Daerah 45 Gambar 3. 13 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan di Kabupaten Kulon Progo (km) Tahun 2022 - 2024 48 Gambar 3. 14 Persentase Akses Air Bersih dan Air Minum 50 Gambar 3. 15 Infrastruktur Penahan Ombak di Kulon Progo 51 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 7 DAFTAR TABEL Tabel 2. 1 Pemetaan Misi dan Sasaran RPJMD Kabupaten Kulon Progo Terhadap Dimensi Smart City 16 Tabel 3. 1 Luas Daerah Kabupaten Kulon Progo menurut Kapanewon 25 Tabel 3. 2 Analisis Kualitas SDM Kabupaten Kulon Progo 28 Tabel 3. 3 Distribusi Persentase dan Kepadatan Penduduk Menurut Kapanewon Kabupaten Kulon Progo 31 Tabel 3. 4 Kualitas Sumber Daya Pemerintahan (Managerial) 35 Tabel 3. 5 Jumlah PNS Menurut Jenis Kelamin dan Tingkat Pendidikan 38 Tabel 3. 6 Jumlah PNS Menurut Jenis Kelamin dan Golongan 39 Tabel 3. 7 Jumlah PNS per OPD / Instansi 40 Tabel 3. 8 Kapasitas Keuangan Daerah (Capital) 41 Tabel 3. 9 Kondisi Jalan di Kabupaten Kulon Progo, 2023 46 Tabel 3. 10 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan 2022 - 2024 47 Tabel 3. 11 Banyaknya Jembatan Dirinci Menurut Status per Kapanewon di Kabupaten Kulon Progo, 2024 49 Tabel 3. 12 Jumlah Produksi Air dan Air Disalurkan 2024 51 Tabel 3. 13 Analisis Kesiapan Infrastruktur Digital Daerah 52 Tabel 3. 14 Analisis Kesiapan Infrastruktur Sosial Daerah 53 Tabel 3. 15 Kesiapan Kebijakan Daerah 54 Tabel 3. 16 Kesiapan Kelembagaan Daerah 55 Tabel 3. 17 Dasar Kebijakan Smart City 56 Tabel 3. 18 Kesiapan Organisasi Masyarakat Daerah 56 Tabel 4. 1 Aspek dan Indikator Analisa Kesenjangan di Kabupaten Kulon Progo 58 Tabel 4. 2 Analisa Kesenjangan di Kabupaten Kulon Progo Pada Dimensi Smart Governance 61 Tabel 4. 3 Analisa Kesenjangan di Kabupaten Kulon Progo Pada Dimensi Smart Branding 61 Tabel 4. 4 Analisa Kesenjangan di Kabupaten Kulon Progo Pada Dimensi Smart Economy 64 Tabel 4. 5 Analisa Kesenjangan di Kabupaten Kulon Progo Pada Dimensi Smart Living 66 Tabel 4. 6 Analisa Kesenjangan di Kabupaten Kulon Progo Pada Dimensi Smart Society 69 Tabel 4. 7 Analisa Kesenjangan di Kabupaten Kulon Progo Pada Dimensi Smart Environment 71 Tabel 4. 8 Analisis SWOT Smart Governance 72 Tabel 4. 9 Analisis SWOT Smart Branding 74 Tabel 4. 10 Analisis SWOT Smart Economy 76 Tabel 4. 11 Analisis SWOT Smart Living 79 Tabel 4. 12 Analisis SWOT Smart Society 81 Tabel 4. 13 Analisis SWOT Smart Environment 85 Tabel 5. 1 Sasaran Smart Governance 88 Tabel 5. 2 Sasaran Smart Branding 88 Tabel 5. 3 Sasaran Smart Economy 89 Tabel 5. 4 Sasaran Smart Living 89 Tabel 5. 5 Sasaran Smart Society 90 Tabel 5. 6 Sasaran Smart Environment 90 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 8 Dalam konteksnya di Indonesia, dinamika transformasi digital menunjukkan capaian yang strategis sekaligus relevan dengan arah pembangunan Smart City. Tingkat penetrasi internet nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dari tahun ke tahun. Tingkat penetrasi internet nasional pada tahun 2018 tercatat sekitar 64.8% kemudian meningkat menjadi 73.7% pada 2019-2020. Pertumbuhan ini berlanjut pada 2022 dengan penetrasi 77.01% atau sekitar 210 juta pengguna, kemudian menjadi 78,19% pada 2023 dengan 215 juta pengguna, dan pada 2024 mencapai 79,5% atau 221 juta pengguna. Terbaru, pada 2025, penetrasi internet telah menembus 80,66% dengan lebih dari 229 juta pengguna dari total populasi 284 juta jiwa. Tren ini mencerminkan percepatan transformasi digital yang semakin inklusif dan meluas ke berbagai lapisan masyarakat (APJI, 2024). Peningkatan akses digital tersebut juga berdampak langsung pada perkembangan ekonomi digital nasional. Pada tahun 2022, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar USD 77 miliar, kemudian naik menjadi USD 82 miliar pada 2023, dan diproyeksikan mencapai USD 124 miliar pada 2025, didorong oleh ekspansi sektor e-commerce, fintech, serta layanan berbasis cloud. Dinamika ini diperkuat oleh kebijakan strategis pemerintah, antara lain Gerakan 100 Smart City, penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta integrasi layanan digital melalui GovTech Nusantara. Dari sisi regulasi, lahirnya Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2022 tentang Perkotaan menjadi tonggak penting yang menekankan pengelolaan perkotaan berbasis keberlanjutan dan kota cerdas. Hal ini sejalan dengan kerangka Asta Cita yang menempatkan transformasi digital, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pembangunan infrastruktur cerdas sebagai agenda prioritas nasional. Dengan demikian, perkembangan transformasi digital Indonesia tidak hanya tampak dalam data kuantitatif dari tahun ke tahun, tetapi juga dalam penguatan kerangka hukum, tata kelola, dan program strategis menuju terwujudnya kota berdaya saing, tangguh, dan berkelanjutan sesuai visi Indonesia Emas 2045. Transformasi digital di tingkat daerah turut terimplementasi di Kabupaten Kulon Progo melalui ketersediaan dokumen Masterplan Smart City di dalam Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 100 Tahun 2018 tentang Masterplan Smart City. Beberapa inisiatif quick wins yang MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 9 berkembang di Kulon Progo berhubungan dengan layanan digital publik, peningkatan tata kelola pemerintahan, serta pengembangan sektor pariwisata dan infrastruktur, misalnya pemanfaatan aplikasi layanan kesehatan dan pendidikan, hingga integrasi pembangunan fisik seperti program Bedah Menoreh yang mendukung konektivitas dan pariwisata daerah. Walaupun quick wins Kulon Progo belum seluruhnya dikenal secara luas di tingkat nasional, sejumlah evaluasi Kominfo pada 2019 menempatkan Kulon Progo dalam kategori “baik” dalam penerapan masterplan Smart City, menandakan adanya pengakuan atas konsistensi implementasi. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia digital, keterhubungan data lintas perangkat daerah, serta kesenjangan literasi digital masyarakat yang masih memerlukan penguatan. Namun, peluang besar hadir melalui meningkatnya penetrasi internet, dukungan program nasional GovTech Nusantara, serta posisi Kulon Progo yang strategis di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Yogyakarta dan bagian dari destinasi pariwisata super prioritas Borobudur. Oleh karena itu, pembaruan masterplan Smart City Kulon Progo diarahkan untuk mensinergikan strategi digital daerah dengan RPJPD 2025-2045 dan RPJMD 2025–2029, sehingga pengembangan teknologi tidak hanya memperkuat layanan publik, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan berkelanjutan, berdaya saing, dan sesuai visi pembangunan daerah ke depan. 1.2 TENTANG KABUPATEN KULON PROGO Gambar 1. 1 Peta Administrasi Kabupaten Kulon Progo Kabupaten Kulon Progo secara geografis terletak antara 110° 1’37” – 110° 16’26” Bujur Timur dan 7° 38’42” – 7° 59’3” Lintang Selatan. Kabupaten ini merupakan salah satu dari lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pusat pemerintahan berada di Kota Wates. Luas wilayah Kabupaten Kulon Progo adalah 586,28 km². Kabupaten Kulon Progo merupakan daerah dengan potensi alam yang sangat cocok untuk pengembangan sektor pertanian, perkebunan, kehutanan. Hal ini ditunjukkan sebesar 86.937 orang penduduk usia kerja di Kabupaten Kulon Progo bekerja di sektor tersebut pada tahun MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 10
2024.Di sisi lain, terdapat sebanyak 113.797 orang penduduk usia kerja di Kabupaten Kulon Progo yang bekerja di sektor lapangan usaha utama Perdagangan Besar dan Eceran, menjadikannya salah satu sektor penyerap tenaga kerja terbesar di wilayah tersebut. Di tahun yang sama, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) dengan nilai sebesar Rp2.566,07 miliar atau sekitar 15,17% dari total PDRB. Sementara itu, pada PDRB atas dasar harga konstan 2010 (ADHK), sektor Konstruksi justru menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp1.669,96 miliar atau 6,68% dari total PDRB. Pada tahun 2024, Komoditas unggulan pertanian yang dihasilkan Kabupaten Kulon Progo adalah Bawang Merah, dengan kenaikan sebesar 10% dari tahun 2023. Dari sektor perkebunan, Kelapa dan Kopi merupakan komoditas dengan produksi terbesar masing- masing sebesar 27.67 ton dan 3.378 ton (BPS Kabupaten Kulon Progo). Hal ini menunjukkan sektor pertanian dan perkebunan merupakan aktivitas ekonomi yang sangat berkembang. Dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakatnya, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mendorong pengembangan sektor-sektor unggulan daerah yang disesuaikan dengan potensi wilayah dan karakteristik geospasial yang dimiliki. Contohnya, posisi Kulon Progo yang berdekatan dengan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur menjadi peluang strategis dalam pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan perdagangan. Selain itu, keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) di Kapanewon Temon serta pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) turut memperkuat konektivitas wilayah dan membuka koridor distribusi baru, baik dalam skala nasional maupun internasional. Dengan demikian, pengembangan komoditas unggulan daerah tidak hanya diarahkan pada keunggulan produksi dan kualitas produk, tetapi juga didukung oleh posisi wilayah yang strategis dan infrastruktur konektivitas yang memadai (RPJMD Kabupaten Kulon Progo, 2025-2029). Potensi geografis seperti kawasan pesisir, daratan, dan pegunungan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung sektor kelautan dan perikanan, pertanian dan perkebunan, hingga ekowisata dan konservasi lingkungan, sehingga memperkuat daya saing daerah secara berkelanjutan. Dengan adanya potensi sumberdaya daerah, masyarakat dan hasil produksi pertanian, harapannya dapat menjadi penunjang dalam penerapan Smart City di Kabupaten Kulon Progo. 1.3 TUJUAN MASTERPLAN Tujuan dari penyusunan Masterplan Smart City Kabupaten Kulon Progo adalah berikut di bawah:
1.Meningkatkan kesadaran dan ketertarikan kerangka berpikir Smart City kepada seluruh stakeholder di Kabupaten Kulon Progo.
2.Memetakan kondisi eksisting dan rencana implementasi Kulon Progo Smart City.
3.Melakukan analisis permasalahan, solusi, dan keunikan potensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kulon Progo lewat pengembangan Smart City.
4.Pengembangan Rencana Induk atau Masterplan Smart City Kabupaten Kulon Progo MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 11 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 12 Dokumen-dokumen tersebut meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2025-2045 dan Rancangan Akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2029. 2.1.1 VISI KABUPATEN KULON PROGO Pada dokumen RPJPD Kab. Kulon Progo tahun 2025-2045, visi Kabupaten Kulon Progo adalah: “Kulon Progo yang Sejahtera, Maju, Mandiri, Berbudaya & Berkelanjutan (SEMARAK)”. Visi tersebut memiliki akronim SEMARAK yang dipilih untuk menggambarkan kondisi Kabupaten Kulon Progo di masa depan. Kata “Semarak” memiliki arti kemuliaan, kemegahan, keelokan. Kata ini mengandung harapan bahwa pada 2045 nanti Kabupaten Kulon Progo telah menjadi kabupaten yang maju penuh dengan kemegahan dan kemuliaan dan tetap elok. Visi pada RPJPD kemudian diturunkan menjadi 4 misi sebagai berikut:
1.Mewujudkan manusia Kulon Progo berbudaya, maju, dan sejahtera
2.Meningkatkan kemandirian dan daya saing ekonomi daerah serta menciptakan pemerataan ekonomi
3.Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif serta masyarakat yang aman dan demokratis
4.Mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan serta lingkungan yang lestari dan tangguh bencana Pada tahun 2024, Kabupaten Kulon Progo telah memilih Bupati dan Wakil Bupati untuk periode 2024-2029. Periode ini juga akan menjadi periode pertama dalam pelaksanaan RPJPD 2025-2045. Fokus utama pembangunan daerah pada periode ini adalah penguatan fondasi pembangunan melalui respon kebijakan yang tepat sesuai isu strategis atau tantangan yang mengemuka pada periode 2025-2029 untuk memastikan keberlanjutan dan kesinambungan pembangunan di masa mendatang. Perencanaan pembangunan daerah Kab. Kulon Progo pada periode ini telah dituliskan melalui Dokumen Rancangan Akhir RPJMD Kab. Kulon Progo 2025-2029. Berdasarkan rancangan akhir tersebut, dalam menjalankan pemerintahan, Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2025-2029 mengusung visi pembangunan daerah sebagai berikut: “Terwujudnya Kulon Progo yang Makmur, Mandiri, Religius, Berbudaya, yang Berkelanjutan” Lebih lanjut, kata dalam visi tersebut dijabarkan sebagai berikut: - Makmur: Pembangunan lima tahun mendatang diharapkan mampu mewujudkan kondisi masyarakat yang makmur, di mana kesejahteraan ekonomi dapat dirasakan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 13 oleh seluruh lapisan masyarakat secara merata. Masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, serta memiliki akses yang layak terhadap pendidikan dan kesehatan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan memiliki pendapatan yang memadai untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, disertai dengan terciptanya peluang kerja yang luas dan lingkungan ekonomi yang stabil. - Mandiri: Pembangunan lima tahun mendatang diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang mandiri, yaitu masyarakat yang memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa bergantung sepenuhnya pada pihak lain. Hal ini diwujudkan melalui pengembangan potensi lokal, pemberdayaan sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi yang relevan. Dengan semangat kemandirian, masyarakat diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan global dan menjaga keberlanjutan pembangunan melalui inovasi, kreativitas, dan kerjasama komunitas. - Religius: Pembangunan lima tahun mendatang diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai religius yang kuat dalam kehidupan masyarakat dan aparatur pemerintah. Masyarakat yang religius diharapkan memiliki keyakinan yang kokoh terhadap ajaran agama yang dianut, yang tercermin dalam sikap, perilaku, dan tindakan sehari-hari. Keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi landasan moral dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat dan bernegara, sehingga tercipta harmoni sosial yang dilandasi oleh toleransi, rasa hormat, dan solidaritas antar umat beragama. - Berbudaya: Pembangunan lima tahun mendatang diharapkan mampu melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat yang berkelanjutan. Nilai-nilai luhur budaya dijunjung tinggi dan ditanamkan dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari pemikiran, sikap, hingga aktivitas sehari-hari. Aspek pendidikan dalam budaya akan menentukan terwujudnya profil pelajar Pancasila, yaitu: Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia, Berkebinekaan Global, Gotong Royong, Mandiri, Bernalar Kritis, Kreatif. - Berkelanjutan: Pembangunan lima tahun mendatang diharapkan memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. Dengan cara ini, budaya lokal yang kaya dapat diwariskan kepada generasi mendatang tanpa mengorbankan ekosistem dan lingkungan hidup, menciptakan harmoni antara tradisi dan modernisasi. Visi Kabupaten Kulon Progo tahun 2025-2029 tersebut kemudian diturunkan menjadi 4 (empat) misi pembangunan. Penjelasan komprehensif terkait misi-misi tersebut sebagai berikut:
1.Misi Pertama: Mewujudkan Masyarakat Kulon Progo Makmur, Berbudaya, dan Religius. Pembangunan lima tahun mendatang diarahkan untuk menciptakan masyarakat yang makmur, di mana setiap individu dapat menikmati kesejahteraan lahir dan batin. Upaya ini mencakup pemenuhan kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, pangan, dan pendapatan yang layak. Selain itu, masyarakat Kulon Progo diharapkan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 14 seperti kesantunan, kesopanan, dan penghormatan terhadap adat istiadat. Di sisi lain, penguatan nilai-nilai religius yang berlandaskan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa juga menjadi prioritas, guna menciptakan masyarakat yang berakhlak mulia, bermoral, dan harmonis dalam kehidupan beragama.
2.Misi Kedua: Meningkatkan Kemandirian dan Daya Saing Daerah serta Menciptakan Pemerataan Ekonomi. Pembangunan diarahkan untuk meningkatkan kemandirian daerah dengan memanfaatkan potensi lokal secara maksimal dan berkelanjutan. Hal ini melibatkan pengembangan sektor-sektor unggulan, seperti pertanian, industri, dan pariwisata, yang berbasis pada ekonomi kerakyatan. Pembangunan difokuskan pada pemberdayaan masyarakat agar memiliki keterampilan dan kapasitas untuk berkontribusi dalam perekonomian lokal. Dengan peningkatan daya saing produk daerah yang bernilai tambah tinggi, diharapkan ekonomi daerah dapat berkembang secara merata, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang masih tertinggal.
3.Misi Ketiga: Mewujudkan Tata Kelola Pemerintah yang Good Governance, Aspiratif serta Mewujudkan Masyarakat yang Aman dan Demokratis. Pembangunan lima tahun mendatang menitikberatkan pada tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) melalui transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik. Pemerintah diharapkan mampu memberikan pelayanan publik yang prima dan responsif terhadap aspirasi masyarakat. Dalam lingkungan yang aman dan demokratis, masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan tenang dan damai. Stabilitas sosial akan dijaga melalui penegakan hukum yang adil, konsisten, dan non diskriminatif, dengan menumbuhkan rasa percaya antar-stakeholder pembangunan. Demokrasi yang sehat akan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
4.Misi Keempat: Mewujudkan Pemerataan Pembangunan Infrastruktur Lingkungan yang Lestari dan Tangguh Bencana. Pembangunan infrastruktur diarahkan untuk mendukung pemerataan antarwilayah, dengan fokus pada peningkatan aksesibilitas dan konektivitas antar-pusat pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur yang berkualitas akan mempercepat distribusi barang dan jasa, menurunkan biaya produksi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pembangunan dilakukan dengan prinsip keberlanjutan, memperhatikan pelestarian lingkungan, serta mitigasi risiko bencana alam. Sebagai daerah yang rentan terhadap kerusakan lingkungan dan bencana, pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara hati-hati untuk mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem dan menjamin keberlanjutan manfaat bagi generasi mendatang. Infrastruktur tangguh yang dirancang sesuai dengan potensi dan risiko daerah akan menjadi dasar bagi terciptanya lingkungan yang aman dan produktif. Seperti sebagaimana penjelasan pada awal sub-bab, visi dan misi yang tertuang pada RPJMD dan RPJPD terbaru Kabupaten Kulon Progo akan sangat mempengaruhi penyusunan Review Masterplan Smart City Kab. Kulon Progo. Dokumen Master Plan Smart City Kab. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 15 Kulon Progo ini akan berlaku dalam jangka waktu 10 tahun sehingga visi dan misi pada RPJMD akan lebih digunakan pada dokumen ini. Langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah menganalisis keterkaitan visi misi RPJMD Kab. Kulon Progo dengan Enam Dimensi Smart City. Sebelum itu, penjelasan terkait kerangka pikir Smart City akan dijelaskan terlebih dahulu. Kerangka pikir Smart City yang akan digunakan pada dokumen ini adalah kerangka pikir yang digunakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika pada program Gerakan Menuju Smart City. Berdasarkan kerangka pikir tersebut, Smart City terdiri dari enam (6) dimensi: Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment. Gambar 1. 2 Enam Dimensi Smart City Secara singkat, penjelasan masing-masing dimensi Smart City adalah sebagai berikut:
1.Smart Governance Smart Governance adalah konsep tata kelola kota yang memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk mengelola kota dengan lebih cerdas. Pemerintah daerah memainkan peran penting sebagai pengendali utama berbagai aspek kehidupan kota, termasuk layanan publik, pengelolaan infrastruktur, hingga kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat. Dalam konteks Smart City, Smart Governance bertujuan untuk mengubah pola-pola lama dalam birokrasi yang cenderung lamban dan berbelit-belit menjadi lebih modern, cepat, dan fleksibel. Melalui pendekatan yang adaptif, pemerintahan yang cerdas ini mampu menciptakan proses yang lebih efisien, efektif, dan komunikatif, serta terus meningkatkan kualitas layanan publik secara berkelanjutan. Penerapan Smart Governance terdiri dari tiga elemen utama yang harus diutamakan: pelayanan (service), birokrasi (bureaucracy), dan kebijakan (policy). Pelayanan di sini mengacu pada bagaimana pemerintah dapat memberikan layanan publik yang lebih MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 16 baik, lebih mudah diakses, dan lebih cepat bagi warganya. Dengan memanfaatkan teknologi digital, masyarakat tidak perlu lagi mengantri lama di kantor pemerintahan hanya untuk mengurus dokumen atau perizinan. Proses administrasi yang sebelumnya rumit bisa disederhanakan melalui platform online yang memungkinkan masyarakat mengurus berbagai keperluan hanya dengan beberapa klik. Layanan yang lebih cepat dan mudah diakses ini akan meningkatkan kepuasan publik sekaligus efisiensi dalam tata kelola. Selain itu, birokrasi dalam Smart Governance juga perlu mengalami transformasi. Birokrasi yang responsif dan efisien adalah kunci untuk memastikan pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Dengan mengurangi tumpang tindih dalam proses administrasi dan memanfaatkan teknologi untuk memotong jalur birokrasi yang berlapis-lapis, pemerintah dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat dan akurat. Sistem e-government, misalnya, memungkinkan berbagai sektor pemerintahan terintegrasi sehingga data yang dibutuhkan bisa diakses dengan cepat dan tanpa hambatan. Penyederhanaan birokrasi ini juga mengurangi kemungkinan terjadinya korupsi, karena setiap proses bisa diawasi dan dilacak dengan transparan. Sementara itu, kebijakan yang diambil pemerintah dalam Smart Governance harus selalu berlandaskan pada data yang relevan dan terkini. Teknologi memungkinkan pengumpulan data secara real-time melalui berbagai sensor dan sistem manajemen informasi, yang kemudian bisa dianalisis untuk membantu pengambilan keputusan. Misalnya, data mengenai lalu lintas dapat digunakan untuk menyusun kebijakan transportasi yang lebih efektif, sementara data lingkungan membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang mendukung keberlanjutan. Pengambilan keputusan berbasis data ini tidak hanya membuat kebijakan lebih tepat sasaran, tetapi juga memungkinkan pemerintah merespons perubahan dan tantangan dengan lebih cepat. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam mengembangkan Smart Governance adalah dengan meningkatkan penyediaan infrastruktur dasar bagi masyarakat. Kebutuhan pokok seperti telekomunikasi, listrik, dan internet harus tersedia secara merata, karena infrastruktur ini menjadi landasan bagi pelayanan publik berbasis teknologi. Konektivitas internet yang stabil, misalnya, memungkinkan warga mengakses layanan pemerintah dari mana saja. Selain itu, pemerintah juga perlu memantau kebutuhan dasar lainnya seperti air bersih, bahan pokok, dan transportasi untuk memastikan bahwa setiap warga mendapatkan akses yang sama dan berkualitas. Selain itu, Smart Governance juga berfokus pada peningkatan dan pemantauan sarana prasarana yang menunjang kebutuhan dasar masyarakat, seperti sembilan bahan pokok, air bersih, transportasi, hiburan, dan informasi. Pemantauan ini penting agar kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur dasar tersebut terpenuhi secara merata dan berkualitas. Dengan demikian, Smart Governance berperan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan layanan dan infrastruktur yang memadai dan terkelola dengan baik.
2.Smart Branding MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 17 Smart Branding adalah salah satu pilar penting dalam pengembangan Smart City yang fokusnya adalah pada inovasi pemasaran kota untuk meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Di era modern ini, kota-kota tidak lagi bisa hanya bergantung pada potensi lokal mereka, tetapi harus mampu menarik perhatian masyarakat luas, termasuk pelaku bisnis, wisatawan, dan investor. Melalui strategi Smart Branding yang efektif, sebuah kota dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, dengan menciptakan citra yang menarik dan mampu bersaing di kancah global. Salah satu aspek utama dalam Smart Branding adalah pariwisata. Kota yang sukses dalam branding wisata biasanya mampu menawarkan pengalaman yang unik dan tak terlupakan bagi wisatawan. Untuk mencapai hal ini, kota perlu mengembangkan identitas visual yang khas dan mengedepankan warisan seni serta budaya lokal yang kuat, seperti kuliner khas atau seni pertunjukan daerah. Selain itu, pengembangan infrastruktur yang mendukung kenyamanan wisatawan, seperti aksesibilitas yang baik, fasilitas umum yang bersih, serta sarana transportasi yang memadai, juga menjadi bagian penting dari strategi ini. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku bisnis lokal juga penting untuk mempromosikan destinasi wisata kota secara terpadu. Tidak hanya di sektor pariwisata, Smart Branding juga memainkan peran penting dalam menciptakan ekosistem bisnis yang kompetitif dan sehat. Kota yang cerdas dalam membangun brand bisnis biasanya memiliki platform perdagangan yang mudah diakses oleh masyarakat, baik itu berupa pasar digital atau fisik. Ini termasuk kemudahan bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk mereka melalui marketplace regional atau nasional. Selain itu, pemerintah kota dapat memfasilitasi para calon investor dengan menyediakan sarana seperti Investment Lounge atau portal investasi daring yang transparan dan ramah pengguna. Dengan cara ini, investor dari luar daerah atau bahkan luar negeri akan lebih tertarik untuk menanamkan modal di kota tersebut. Pendorongan industri kreatif lokal juga tidak kalah pentingnya dalam Smart Branding. Industri kreatif seperti kuliner, kerajinan tangan, fashion, dan desain lokal merupakan kekayaan yang harus dipromosikan dan dikembangkan lebih lanjut. Mengedepankan keunikan produk-produk lokal dapat menjadi nilai jual yang kuat, yang tidak hanya meningkatkan daya tarik ekonomi kota, tetapi juga membangun kebanggaan masyarakat setempat terhadap identitas budaya mereka. Ini membantu membentuk karakter kota yang unik dan membedakannya dari kota lain. Wajah kota juga merupakan elemen penting dalam Smart Branding. Penataan kota yang rapi, bersih, dan estetis memberikan kesan yang positif tidak hanya bagi penduduk setempat, tetapi juga bagi wisatawan dan investor. Penggunaan desain arsitektur yang memadukan nilai-nilai lokal dengan tren modernisasi dapat menciptakan landmark yang ikonik dan membuat kota lebih menarik secara visual. Hal ini juga perlu didukung dengan perencanaan tata ruang yang baik, yang memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan serta kenyamanan bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi umum. Fasilitas umum seperti signage, jalan yang terawat, dan ruang terbuka hijau menjadi komponen penting dalam mempercantik wajah kota. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 18 Pada akhirnya, Smart Branding bukan hanya tentang menciptakan citra visual yang menarik, tetapi juga tentang membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya secara berkelanjutan. Kota yang berhasil dalam branding tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, tetapi juga menarik perhatian investor dan wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Dengan strategi yang tepat, kota dapat memperkuat identitas mereka, menciptakan lingkungan yang ramah dan produktif bagi warganya, serta menjadikan dirinya sebagai destinasi yang diakui secara global.
3.Smart Economy Smart Economy adalah dimensi ketiga dari konsep Smart City yang berfokus pada pengelolaan ekonomi kota dengan cara yang cerdas dan inovatif. Dalam era informasi dan digitalisasi yang berkembang sangat pesat, ekonomi perlu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dan tantangan yang muncul. Tujuan utama dari Smart Economy adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang dinamis, inovatif, dan tangguh dalam menghadapi disrupsi ekonomi. Ekosistem ini tidak hanya adaptif terhadap tantangan baru, tetapi juga dapat memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu fokus pentingnya adalah mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih sadar akan literasi keuangan dan transisi menuju masyarakat yang lebih sedikit menggunakan uang tunai (less-cash society). Salah satu elemen kunci dalam pengembangan Smart Economy adalah penciptaan ekosistem industri yang kompetitif dan terintegrasi. Industri lokal harus diarahkan untuk mengembangkan sektor-sektor unggulan, seperti pertanian, perikanan, dan peternakan di sektor primer, yang kemudian diolah lebih lanjut di sektor sekunder melalui kegiatan manufaktur. Selain itu, sektor tersier, seperti pasar produk lokal dan layanan jasa, harus dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah. Dengan keterpaduan ini, kota dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pemanfaatan sumber daya lokal, sekaligus membuka peluang untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional. Tidak hanya fokus pada pengembangan industri, Smart Economy juga menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama. Peningkatan kesejahteraan ini dicapai melalui program-program pemberdayaan ekonomi yang dirancang untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, dan akses permodalan adalah beberapa contoh inisiatif yang dapat diambil untuk memastikan bahwa masyarakat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk terlibat aktif dalam perekonomian kota. Dengan demikian, Smart Economy tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan bahwa kesejahteraan masyarakat meningkat secara merata. Penting juga untuk membangun ekosistem keuangan yang modern dan berbasis digital dalam Smart Economy. Teknologi keuangan atau fintech memainkan peran penting dalam menciptakan kemudahan akses terhadap layanan keuangan. Kota MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 19 yang mengimplementasikan Smart Economy akan mendorong pengembangan transaksi keuangan digital, seperti pembayaran melalui dompet digital dan platform e- payment, yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi dengan lebih cepat, efisien, dan aman tanpa perlu menggunakan uang tunai. Pembangunan ekosistem ini tidak hanya memudahkan kehidupan sehari-hari, tetapi juga meningkatkan inklusi keuangan dengan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan perbankan dan modal usaha. Sejalan dengan itu, menciptakan masyarakat yang "bankable" juga menjadi fokus utama dalam Smart Economy. Masyarakat yang memiliki akses terhadap layanan perbankan tidak hanya dapat menyimpan uang dengan aman, tetapi juga dapat memanfaatkan produk-produk keuangan yang dapat membantu mereka mengembangkan usaha atau meningkatkan taraf hidup mereka. Akses yang lebih baik terhadap modal, baik melalui pinjaman bank maupun skema pendanaan lainnya, akan memungkinkan pelaku usaha kecil dan menengah untuk berkembang lebih pesat dan menciptakan lapangan kerja baru. Ini pada gilirannya akan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Selain itu, Smart Economy juga mendukung pertumbuhan ekonomi digital melalui pengembangan platform e-commerce dan marketplace lokal. Platform ini menjadi kunci bagi produsen dan pelaku usaha lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas, baik secara regional maupun global. Dengan dukungan terhadap e-commerce, produsen lokal dapat memasarkan produk mereka dengan lebih efektif dan efisien, sekaligus meningkatkan daya saing mereka di pasar digital. Hal ini tidak hanya menguntungkan para pelaku usaha, tetapi juga membantu menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan adanya ekosistem ekonomi yang terintegrasi dan berbasis teknologi, Smart Economy dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Pengembangan industri yang kompetitif, peningkatan kesejahteraan melalui program pemberdayaan, dan modernisasi sistem keuangan serta transaksi digital akan menciptakan kota yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan. Pada akhirnya, Smart Economy bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga tentang bagaimana ekonomi dapat berfungsi sebagai pendorong utama untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan siap menghadapi tantangan masa depan.
4.Smart Living Smart Living adalah salah satu dimensi penting dalam konsep Smart City yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Konsep ini menitikberatkan pada tiga elemen utama yang saling terkait: pola hidup sehat, layanan kesehatan yang berkualitas, dan moda transportasi yang efisien untuk mendukung mobilitas. Dalam Smart Living, fokus utamanya adalah menciptakan lingkungan yang nyaman, layak huni, dan efisien bagi masyarakat, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik, baik dalam hal fisik, mental, maupun sosial. Keterhubungan antar elemen ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan warga kota. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 20 Salah satu langkah utama dalam implementasi Smart Living adalah harmonisasi tata ruang wilayah. Tata ruang yang dirancang dengan baik tidak hanya mengatur bagaimana bangunan didirikan, tetapi juga memastikan keseimbangan antara berbagai fungsi ruang, seperti pemukiman, kawasan bisnis, dan fasilitas rekreasi. Hal ini sangat penting untuk memastikan warga kota dapat menjalani kehidupan yang seimbang antara pekerjaan, aktivitas sosial, dan rekreasi. Dengan perencanaan tata ruang yang tepat, sebuah kota dapat menciptakan lingkungan yang lebih teratur dan efisien, di mana setiap kebutuhan warga, baik dalam hal pekerjaan maupun hiburan, dapat diakses dengan mudah. Selain tata ruang, aspek kesehatan menjadi prioritas utama dalam Smart Living. Kesehatan adalah pilar utama yang menentukan kualitas hidup masyarakat. Untuk itu, penting bagi pemerintah kota memastikan bahwa masyarakat memiliki akses yang memadai terhadap fasilitas kesehatan yang berkualitas. Ini mencakup penyediaan layanan kesehatan yang komprehensif, mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga fasilitas kesehatan swasta yang mudah dijangkau. Selain itu, akses terhadap makanan sehat dan minuman yang aman juga harus diperhatikan, karena gizi yang baik merupakan fondasi penting bagi kesehatan masyarakat. Sarana olahraga dan aktivitas fisik juga menjadi bagian tak terpisahkan dari konsep Smart Living. Dalam mewujudkan gaya hidup sehat, pemerintah perlu menyediakan fasilitas umum seperti lapangan olahraga, taman, jalur sepeda, dan pusat kebugaran yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat didorong untuk lebih aktif secara fisik, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesehatan umum. Partisipasi masyarakat dalam olahraga dan kegiatan fisik juga dapat meningkatkan interaksi sosial, yang secara tidak langsung berkontribusi pada kesejahteraan mental mereka. Moda transportasi yang efisien adalah komponen lain yang sangat penting dalam menciptakan ekosistem Smart Living yang ideal. Mobilitas yang lancar memungkinkan masyarakat untuk bergerak dengan mudah dari satu tempat ke tempat lainnya, baik untuk keperluan pribadi, pekerjaan, atau distribusi logistik. Untuk mencapai hal ini, pemerintah harus merancang sistem transportasi yang terintegrasi dan ramah lingkungan. Penyediaan angkutan umum yang terjangkau, aman, dan nyaman, serta infrastruktur jalan yang baik, akan membantu mengurangi kemacetan, polusi, dan mempercepat mobilitas warga. Transportasi yang efisien juga sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup yang lebih baik di sebuah kota. Smart Living bukan hanya tentang penyediaan fasilitas fisik dan layanan, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan lingkungan yang mendukung keseimbangan hidup yang harmonis. Dengan perencanaan tata ruang yang cermat, sistem kesehatan yang kuat, serta transportasi yang efisien, Smart Living berperan besar dalam menciptakan kota yang nyaman, sehat, dan berkelanjutan bagi warganya. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan taraf hidup masyarakat secara langsung, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih inklusif, adaptif, dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.
5.Smart Society MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 21 Inisiatif pembangunan Smart Society bertujuan untuk menciptakan interaksi masyarakat yang lebih efisien dan dinamis. Dalam konteks ini, interaksi sosial diharapkan berlangsung secara paralel baik secara fisik maupun digital, sehingga mencakup berbagai bentuk hubungan antara individu, kelompok sosial, dan antar kelompok. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah mendorong partisipasi aktif publik dalam pembangunan daerah. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung melalui berbagai program seperti inisiatif kepemudaan dan pelatihan keterampilan bagi UKM, Smart Society berupaya menciptakan keterlibatan yang lebih luas. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam setiap proses pembangunan kota, menjadikan mereka tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai kontributor utama. Dalam inisiatif ini, pengembangan komunitas warga menjadi salah satu fokus penting. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia merupakan langkah kunci dalam menciptakan masyarakat yang adaptif dan siap menghadapi era digital. Melalui pendidikan dan pelatihan yang dirancang secara strategis, individu dan kelompok sosial didorong untuk memanfaatkan teknologi dan lingkungan digital secara positif. Program-program edukasi yang memberikan keterampilan digital dan pemahaman teknologi sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa lebih siap menghadapi tantangan zaman. Ini juga memungkinkan mereka untuk lebih aktif berkontribusi dalam ekosistem yang lebih luas, baik dalam hal ekonomi, sosial, maupun budaya. Salah satu elemen krusial dari Smart Society adalah menciptakan ekosistem belajar yang efisien dan inklusif. Pendidikan, baik formal maupun non-formal, harus terintegrasi dengan baik untuk memastikan akses yang adil bagi semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus. Inisiatif ini meliputi pengembangan platform pendidikan seperti Smart School, Smart Campus, dan Smart Pesantren, yang tidak hanya memberikan akses lebih luas ke pendidikan, tetapi juga meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan adanya platform-platform ini, individu dari berbagai latar belakang diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka, yang pada gilirannya dapat memperkuat daya saing mereka di pasar global. Selain aspek pendidikan, Smart Society juga menaruh perhatian besar pada keamanan dan keselamatan masyarakat. Sistem keamanan yang efektif menjadi prioritas dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua warga. Dalam hal ini, teknologi memainkan peran penting. Pemanfaatan sensor digital, kamera pemantau, serta integrasi Internet of Things (IoT) membantu meningkatkan manajemen risiko, terutama dalam hal respon terhadap bencana atau ancaman keamanan lainnya. Dengan sistem keamanan yang cerdas, warga merasa lebih terlindungi, sementara pemerintah dan pihak berwenang dapat merespons situasi darurat dengan lebih cepat dan efisien. Smart Society juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk mencapai tujuan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi ini tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga sektor swasta, lembaga pendidikan, dan masyarakat itu sendiri. Dengan bekerja bersama, setiap komponen masyarakat dapat MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 22 berkontribusi dalam membangun kota yang lebih baik. Misalnya, pemerintah dapat memfasilitasi pengembangan infrastruktur, sektor swasta dapat berinvestasi dalam teknologi dan inovasi, sementara masyarakat dapat berpartisipasi melalui program- program sosial dan edukatif yang tersedia. Pada akhirnya, dengan mengintegrasikan berbagai aspek seperti pengembangan komunitas, peningkatan kualitas pendidikan, serta keamanan yang canggih, Smart Society bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sejahtera dan aman bagi semua warga. Sinergi antara berbagai elemen ini diharapkan tidak hanya mempercepat proses pembangunan daerah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Dengan pendekatan yang holistik dan inklusif, Smart Society menjadi landasan bagi terciptanya kota yang berkelanjutan, cerdas, dan adaptif di masa depan.
6.Smart Environment Dimensi keenam dalam pengembangan Smart City adalah pengelolaan lingkungan yang pintar atau smart environment. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa perkembangan teknologi dan pembangunan fisik kota berjalan seiring dengan perhatian yang mendalam terhadap kelestarian lingkungan. Di era modern ini, pembangunan berkelanjutan menjadi keharusan, bukan pilihan. Kota pintar harus mampu mengintegrasikan aspek lingkungan dalam setiap kebijakan dan rencana pembangunannya, agar kemajuan yang diraih tidak justru mengorbankan keseimbangan ekosistem. Smart environment menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antara manusia, teknologi, dan alam agar kota tetap layak huni untuk generasi sekarang dan masa depan. Salah satu sasaran penting dari smart environment adalah menciptakan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Pemerintah daerah dan masyarakat perlu berkolaborasi dalam merancang program perlindungan lingkungan yang holistik. Program ini bisa mencakup pengelolaan sumber daya tanah, air, dan udara secara bijaksana. Teknologi canggih, seperti sensor pencemaran yang terhubung melalui Internet of Things (IoT), dapat digunakan untuk memantau kondisi lingkungan secara real-time, memastikan adanya respons cepat ketika terjadi peningkatan polusi atau ancaman kerusakan ekosistem. Selain itu, langkah-langkah konservasi, seperti pembangunan ruang terbuka hijau dan restorasi sungai yang tercemar, juga sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam dalam lingkungan perkotaan. Pengelolaan sampah dan limbah juga menjadi komponen krusial dalam inisiatif smart environment. Kota-kota pintar tidak hanya perlu menyediakan sistem pengelolaan sampah yang efisien, tetapi juga memastikan bahwa limbah industri dan rumah tangga diolah dengan cara yang ramah lingkungan. Salah satu tantangan utama kota besar adalah pencemaran lingkungan akibat pengelolaan sampah yang buruk, yang bisa menyebabkan banjir karena sampah yang menyumbat saluran air, serta mencemari udara dengan pembakaran sampah terbuka. Melalui inovasi teknologi seperti daur ulang pintar dan sistem sanitasi modern, kota dapat mencegah pencemaran sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi warganya. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 23 Selain itu, smart environment juga mendorong pengelolaan energi yang bertanggung jawab dan efisien. Di tengah semakin terbatasnya sumber daya energi konvensional, kota pintar harus mulai beralih ke energi terbarukan dan ramah lingkungan, seperti energi surya, angin, biogas, dan biomassa. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, pemerintah dan masyarakat bisa bekerja sama untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mulai menggunakan energi yang lebih bersih. Penggunaan energi alternatif ini tidak hanya membantu mengurangi emisi karbon, tetapi juga menghemat biaya energi dalam jangka panjang, sehingga kota bisa menjadi lebih mandiri dan berkelanjutan. Pada akhirnya, pengelolaan lingkungan yang pintar dalam Smart City bukan hanya soal menjaga kebersihan atau mengurangi polusi, tetapi juga menciptakan ekosistem yang harmonis antara manusia, teknologi, dan alam. Dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk mendukung keberlanjutan lingkungan, kota-kota pintar dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi warganya, menjaga kualitas udara, air, dan tanah, serta memastikan bahwa generasi mendatang dapat menikmati lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Selanjutnya, analisis keterkaitan visi misi RPJMD Kab. Kulon Progo dengan Enam Dimensi Smart City dapat dilihat pada tabel berikut MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 24 Tabel 2. 1 Pemetaan Misi dan Sasaran RPJMD Kabupaten Kulon Progo Terhadap Dimensi Smart City Misi RPJMD Tujuan RPJMD Sasaran RPJMD Dimensi Smart City S. Govern ance S. Brandi ng S. Econ omy S. Living S. Socie ty S. Envir onme nt MISI 1: Mewujudkan Masyarakat Kulon Progo Makmur, Berbudaya dan Religius Meningkatnya Sumber Daya Manusia yang Berkualitas Meningkatnya Derajat Kesehatan Masyarakat Meningkatnya Kualitas Pendidikan Masyarakat Meningkatnya Kemakmuran Masyarakat Kulon Progo Meningkatnya Taraf Hidup Masyarakat Mewujudkan Masyarakat Kulon Progo yang Berbudaya dan Religius Meningkatnya Peran Keberagamaan dan Kebudayaan dalam Kehidupan Bermasyarakat MISI 2: Meningkatkan Kemandirian dan Daya saing Daerah serta Menciptakan Pemerataan Ekonomi Meningkatnya Kemandirian dan Daya Saing Daerah Meningkatnya Kemandirian Daerah Meningkatnya Daya Saing Daerah Meningkatnya Pemerataan Ekonomi Daerah Menurunnya Pengangguran MISI 3: Mewujudkan Tata Kelola Pemerintah yang Good Governance, Meningkatnya Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelayanan Publik yang MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 25 Misi RPJMD Tujuan RPJMD Sasaran RPJMD Dimensi Smart City S. Govern ance S. Brandi ng S. Econ omy S. Living S. Socie ty S. Envir onme nt Aspiratif serta Mewujudkan Masyarakat yang Aman dan Demokratis Responsif dan Akuntabel Meningkatnya Kehidupan Bermasyarakat yang Aman dan Demokratis Meningkatnya Keamanan, Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat MISI 4: Mewujudkan Pemerataan Pembangunan Infrastruktur, Lingkungan yang Lestari dan Tangguh Bencana Meningkatnya Pemerataan Pembangunan Infrastruktur Meningkatnya Kesesuaian Peruntukan Ruang Meningkatnya Pelayanan Infrastruktur Daerah Meningkatnya Lingkungan yang Lestari dan Tangguh Bencana Meningkatnya Pengelolaan Kualitas Lingkungan Hidup Meningkatnya Ketangguhan Terhadap Bencana MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 26 2.2 ANALISIS KONDISI EKSTERNAL Pertumbuhan penduduk, perkembangan wilayah, serta arus urbanisasi di berbagai daerah turut memberikan dampak signifikan terhadap dinamika eksternal Kabupaten Kulon Progo. Sebagai salah satu daerah penyangga utama di kawasan Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo menghadapi berbagai tantangan eksternal yang semakin kompleks seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik, infrastruktur dasar, serta ruang hidup yang layak. Permasalahan umum perkotaan seperti keterbatasan lahan pemukiman, kepadatan lalu lintas di jalur utama, meningkatnya kebutuhan energi, penumpukan sampah, hingga potensi meningkatnya masalah sosial dan kriminalitas menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Kondisi ini diperkuat oleh adanya perubahan sosial, ekonomi, politik, serta pesatnya perkembangan teknologi yang menuntut pemerintah daerah untuk lebih adaptif dan responsif dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan. Di sisi lain, dinamika eksternal tersebut tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang baru bagi Kabupaten Kulon Progo. Pembangunan infrastruktur strategis seperti bandara internasional, jaringan transportasi regional, serta meningkatnya konektivitas antar wilayah dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Kulon Progo sebagai pintu gerbang baru kawasan Yogyakarta. Selain itu, tren global menuju pembangunan berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi digital juga memberi peluang bagi daerah ini untuk bertransformasi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih efisien, partisipatif, dan inovatif. Namun, tanpa adanya strategi yang jelas dan kolaborasi lintas sektor, peluang tersebut akan sulit dimanfaatkan secara optimal. Salah satu jawaban atas tantangan ini adalah penerapan konsep Smart City, yaitu pembangunan kota berbasis teknologi, data, dan kolaborasi lintas sektor. Konsep ini tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada pembentukan ekosistem perkotaan yang adaptif, inklusif, dan partisipatif. Dengan demikian, Smart City diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah. Untuk mewujudkannya, terdapat sejumlah faktor kunci yang harus diperhatikan:
1.kepemimpinan dengan visi berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat;
2.perencanaan bertahap dan terarah melalui roadmap pembangunan yang jelas;
3.konsistensi regulasi dan peraturan yang selaras dengan dokumen induk perencanaan;
4.pelibatan aktif masyarakat agar pengembangan sesuai dengan kebutuhan nyata;
5.kolaborasi erat antara pemerintah, swasta, akademisi, dan komunitas sebagai fondasi keberhasilan implementasi Smart City. 2.2.1 ANALISIS POLITIK KABUPATEN KULON PROGO Kondisi politik Indonesia pada tahun 2025 pasca pelantikan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan fase konsolidasi awal pemerintahan baru yang membawa perubahan signifikan dalam struktur kelembagaan, arah kebijakan, serta penataan regulasi. Pergantian nomenklatur Kementerian Komunikasi dan Informatika menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menandai penekanan pemerintah terhadap transformasi digital nasional, termasuk akselerasi digitalisasi layanan publik, integrasi data, dan penguatan keamanan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 27 siber. Kebijakan ini beririsan erat dengan program pengembangan Smart City, yang kini tidak lagi dipandang sebatas inovasi teknologi daerah, melainkan instrumen strategis untuk mencapai sasaran jangka panjang Indonesia Emas 2045 sebagaimana dituangkan dalam RPJP Nasional 2025–2045. Pemerintahan Prabowo juga menekankan delapan arah pembangunan (Astacita) sebagai fondasi visi nasional, mulai dari kedaulatan pangan, industrialisasi, pertahanan dan keamanan, pemerataan pembangunan, hingga percepatan transformasi digital dan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien. Konsekuensinya, daerah seperti Kulon Progo harus menyesuaikan agenda politik dan pembangunan daerah dengan arah kebijakan pusat agar tetap sinkron dalam perencanaan, pembiayaan, serta implementasi program. Di tingkat regulasi, dinamika politik saat ini juga ditandai dengan percepatan harmonisasi peraturan turunan dari RPJP Nasional 2025–2045 yang akan menjadi acuan strategis dalam 20 tahun mendatang. Perubahan fiskal nasional, khususnya dalam arah transfer dana pusat- daerah dan Dana Alokasi Khusus (DAK), diproyeksikan lebih selektif serta berbasis kinerja daerah dalam mendukung target prioritas nasional. Hal ini berimplikasi pada strategi politik lokal, sebab kepala daerah perlu memastikan bahwa program-program dalam RPJMD 2025– 2029 tidak hanya mencerminkan visi-misi hasil Pilkada 2024, tetapi juga kompatibel dengan kerangka pembangunan nasional dan provinsi. Di Kulon Progo, kepemimpinan baru Agung Setiawan dan Ambar Purwoko dengan legitimasi 119.643 suara sah, menghadapi tantangan untuk mengelola konsolidasi politik pasca-Pilkada, termasuk membangun harmoni dengan DPRD, menjaga stabilitas politik lokal, serta memastikan dukungan dari berbagai elemen pentahelix. Situasi ini penting karena politik daerah yang solid akan menentukan sejauh mana program prioritas nasional seperti digitalisasi birokrasi, pengembangan infrastruktur konektivitas, serta peningkatan ketahanan pangan dan energi dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan daerah. Korelasi politik nasional dan daerah semakin erat dalam konteks Smart City. Agenda transformasi digital yang menjadi bagian dari Astacita Prabowo selaras dengan upaya Komdigi dalam menata ekosistem digital nasional, mendorong integrasi data melalui Satu Data Indonesia, serta mengembangkan platform digital untuk pelayanan publik dan partisipasi masyarakat. Hal ini memengaruhi arah kebijakan Smart City di Kulon Progo, yang sebelumnya lebih banyak berfokus pada tata kelola pemerintahan berbasis aplikasi, kini harus bergeser ke pendekatan integratif dengan menekankan interoperabilitas sistem, keamanan data, serta keselarasan dengan visi pembangunan nasional. Dengan demikian, kondisi politik saat ini bukan hanya ditentukan oleh dinamika elektoral semata, tetapi juga oleh kemampuan aktor politik di tingkat pusat dan daerah dalam menavigasi perubahan regulasi, kebijakan fiskal, arah pembangunan jangka panjang, serta tekanan global, sehingga Smart City tidak hanya menjadi simbol modernisasi, tetapi juga instrumen politik pembangunan untuk mewujudkan agenda Indonesia Emas 2045. 2.2.2 ANALISIS EKONOMI KABUPATEN KULON PROGO Kebijakan efisiensi fiskal nasional yang ditetapkan pemerintah pusat berimplikasi signifikan pada transfer ke daerah. Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD), skema dana transfer ke daerah lebih diarahkan pada kinerja dan efisiensi. Hal ini berdampak pada semakin ketatnya ruang MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 28 fiskal daerah, termasuk bagi Kabupaten Kulon Progo. Lebih jauh lagi, pada tahun 2025 terjadi penurunan Dana Keistimewaan (Danais) DIY hingga 50%, dari sebelumnya sekitar Rp1,32 triliun pada 2024 menjadi hanya sekitar 680 miliar pada 2025. Pengurangan ini otomatis mengurangi kemampuan daerah dalam mendanai program pembangunan berbasis kebudayaan, pariwisata, maupun inovasi daerah yang sebelumnya mendapat dukungan Danais. Dalam konteks ketahanan pangan, arah kebijakan nasional melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 menekankan transformasi ekonomi berbasis ketahanan pangan dan hilirisasi. Hal ini relevan bagi Kulon Progo yang memiliki basis pertanian bawang merah, cabai, padi, kelapa, dan kopi. Namun, tantangan muncul akibat gejolak harga pangan nasional dan ancaman inflasi pangan yang diakui oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), sehingga Kulon Progo perlu mengantisipasi melalui digitalisasi pertanian, peningkatan produktivitas, dan memperkuat cadangan pangan lokal. Selain itu, penguatan kelembagaan ekonomi kerakyatan melalui Gerakan Koperasi Merah Putih yang diluncurkan pemerintah pusat menjadi peluang penting bagi UMKM dan sektor riil di Kulon Progo. Program ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat ekonomi gotong royong, memperluas akses pembiayaan inklusif, dan mendorong digitalisasi koperasi. Dengan dukungan Smart City, koperasi dapat diintegrasikan ke dalam platform digital lokal sebagai instrumen distribusi dan pemasaran produk. Dengan begitu, meski menghadapi tantangan berupa efisiensi anggaran dan pengurangan Danais, Kulon Progo tetap memiliki peluang untuk membangun model ekonomi yang lebih resilien, berbasis inovasi, pangan, dan koperasi. 2.2.3 ANALISIS SOSIAL KABUPATEN KULON PROGO Arah kebijakan sosial nasional pasca-ditetapkannya RPJPN 2025–2045 (UU No. 17 Tahun 2023) dan diturunkannya RPJMN 2025–2029 menekankan peningkatan kualitas SDM, penghapusan kemiskinan ekstrem, dan pemerataan layanan pendidikan serta kesehatan. Hal ini relevan bagi Kulon Progo yang masih menghadapi tantangan serius dalam aspek sosial. Menurut BPS (Maret 2024), tingkat kemiskinan di Kulon Progo mencapai 15,62%, tertinggi di DIY, dengan garis kemiskinan sebesar Rp 438.007 per kapita/bulan. Meskipun terjadi sedikit penurunan persentase dibanding 2023, jumlah penduduk miskin justru meningkat akibat naiknya garis kemiskinan dan turunnya produktivitas pertanian akibat serangan hama wereng. Data ini menunjukkan bahwa dinamika sosial eksternal, seperti inflasi pangan dan kebijakan pengentasan kemiskinan nasional yang sangat mempengaruhi kondisi lokal. Pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam agenda sosial nasional. Kehadiran Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024 tentang kurikulum menandai arah baru pendidikan yang lebih kontekstual dan fleksibel, sementara pemerintah pusat juga meluncurkan Permensos No. 7 Tahun 2025 tentang Sekolah Rakyat sebagai program pendidikan berbasis asrama dan karakter untuk anak-anak keluarga miskin. Inisiatif Sekolah Rakyat sejalan dengan semangat UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, sekaligus menjadi instrumen untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan rentan. Bagi Kulon Progo, program ini relevan karena dapat membantu menjembatani kesenjangan pendidikan, MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 29 khususnya di wilayah pedesaan, sekaligus memperkuat literasi dasar dan literasi digital jika diintegrasikan dengan platform Smart City. Selain pendidikan, arah kebijakan sosial juga ditekankan pada percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden No. 8 Tahun 2025. Instruksi ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam menyinkronkan program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan layanan dasar. Bagi Kulon Progo, kebijakan ini berarti potensi dukungan lebih besar dari pusat untuk menurunkan angka kemiskinan yang masih tinggi, melalui intervensi berbasis keluarga miskin ekstrem, peningkatan akses layanan kesehatan, serta program pemberdayaan desa. Namun, tantangan tetap ada dalam bentuk disparitas wilayah, urbanisasi, dan migrasi tenaga kerja. Dengan mengintegrasikan program nasional seperti Sekolah Rakyat, bantuan sosial, dan peningkatan keterampilan ke dalam kerangka Smart City, Kulon Progo memiliki peluang membangun sistem sosial yang lebih inklusif, resilien, dan adaptif. 2.2.4 ANALISIS TEKNOLOGI KABUPATEN KULON PROGO Tahun 2025 menjadi fase penting transformasi digital nasional dengan dimulainya transisi dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju Pemerintah Digital Indonesia (Pemdi). Proses ini dilandasi penyusunan Rancangan Perpres Pemerintah Digital yang akan menjadi payung hukum baru, serta penguatan koordinasi kelembagaan melalui pembentukan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berdasarkan Perpres No. 174 Tahun 2024. Pergeseran ini membawa konsekuensi bagi pemerintah daerah, termasuk Kulon Progo, untuk menyesuaikan arsitektur digitalnya agar terhubung dengan sistem nasional. Daerah tidak lagi dituntut hanya mengembangkan aplikasi sektoral, tetapi harus mampu melakukan integrasi data dan layanan ke dalam ekosistem INA Digital dan GovTech Indonesia yang menyatukan berbagai layanan publik nasional. Selain perkembangan kelembagaan dan regulasi, tren teknologi global juga memberi pengaruh signifikan pada arah pembangunan daerah. Potensi pemanfaatan Internet of Things (IoT) di Indonesia diperkirakan mencapai Rp1.700 triliun pada 2025, dengan fokus pada pertanian presisi, energi, transportasi, dan logistik. Namun, keterbatasan infrastruktur jaringan masih menjadi tantangan, mengingat adopsi 5G di Indonesia baru mencapai sekitar 4% pengguna mobile broadband, meskipun perluasan fiber optic dan backbone nasional terus ditingkatkan. Bagi Kulon Progo, hal ini membuka peluang besar untuk mengembangkan sektor unggulan seperti pertanian berbasis sensor, manajemen transportasi cerdas di sekitar Yogyakarta International Airport (YIA), serta pemantauan lingkungan secara real-time, dengan catatan kesiapan infrastruktur lokal perlu ditingkatkan. Pada saat yang sama, arah kebijakan nasional juga mendorong penguatan ekosistem layanan digital terintegrasi melalui INA Digital dan super-apps prioritas yang mencakup identitas digital, layanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, hingga sistem pembayaran digital nasional. Kebijakan ini menciptakan standar baru yang mendorong daerah agar menata ulang tata kelola data, memperkuat keamanan siber, serta meningkatkan literasi digital masyarakat. Menurut Survei Indeks Literasi Digital 2024, skor Indonesia baru mencapai 3,65 dari 5, yang berarti masih kategori “sedang”. Kondisi ini menunjukkan bahwa di Kulon Progo, literasi dan keterampilan digital masyarakat harus ditingkatkan agar integrasi layanan digital MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 30 dapat benar-benar dimanfaatkan secara optimal. Dengan demikian, faktor eksternal berupa regulasi, teknologi global, dan kebijakan digital nasional menjadi pendorong sekaligus tantangan bagi Kulon Progo dalam mempercepat implementasi Smart City yang inklusif, efisien, dan adaptif. 2.2.5 ANALISIS LINGKUNGAN KABUPATEN KULON PROGO Pemerintah pusat melalui PP No. 26 Tahun 2025 tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) menegaskan bahwa seluruh pembangunan daerah harus memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Bagi Kulon Progo, yang memiliki topografi unik berupa pesisir selatan, dataran rendah di tengah, dan perbukitan Menoreh di utara, regulasi ini berdampak langsung pada penataan ruang, pengendalian alih fungsi lahan, serta pengelolaan sumber daya air. Implikasinya, Pemkab Kulon Progo perlu memastikan proyek pembangunan seperti bandara, jalan lingkar, dan kawasan industri tetap memperhatikan daya dukung lingkungan agar tidak menimbulkan bencana sekunder seperti banjir, kekeringan, atau longsor. Dalam konteks Smart City, hal ini mendorong integrasi sistem pemantauan lingkungan berbasis data dan pemanfaatan geospatial technology untuk perencanaan. Sementara itu, PP No. 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove (PPEM) menempatkan mangrove sebagai ekosistem strategis nasional. Bagi Kulon Progo, yang memiliki kawasan pesisir rawan abrasi dan rob, regulasi ini membuka peluang memperoleh dukungan program rehabilitasi mangrove dari pusat. Implikasinya, selain fungsi ekologis untuk mencegah abrasi dan mendukung perikanan tangkap, mangrove dapat dikembangkan menjadi destinasi eco-tourism yang mendukung branding pariwisata daerah. Dalam kerangka Smart City, pengelolaan mangrove bisa diintegrasikan dengan teknologi monitoring berbasis sensor dan drone mapping untuk memperkuat tata kelola pesisir. Kondisi lingkungan tahun 2025 juga dipengaruhi oleh terbitnya regulasi baru di bidang persampahan. Pemerintah pusat melalui PP No. 28 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Persampahan Nasional memperkuat kerangka hukum untuk mendorong pengurangan sampah dari sumber, peningkatan daur ulang, serta pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy). Regulasi ini mewajibkan pemerintah daerah untuk menyusun Rencana Induk Pengelolaan Sampah Daerah (RIPSD) yang selaras dengan target nasional, yakni pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah 70% pada
2030.Bagi Kulon Progo, yang menghadapi tantangan peningkatan timbulan sampah seiring perkembangan urbanisasi di kawasan perkotaan Wates, pertumbuhan pariwisata di pesisir selatan, dan kegiatan industri di sekitar Yogyakarta International Airport, regulasi ini menuntut penguatan kapasitas kelembagaan, penyediaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta peningkatan partisipasi masyarakat. Dalam konteks Smart City, pengelolaan persampahan berbasis regulasi baru ini membuka ruang penerapan teknologi digital untuk pemantauan timbulan sampah, tracking armada pengangkut, hingga sistem pembayaran retribusi berbasis aplikasi. Implementasi konsep circular economy juga semakin relevan, di mana sampah tidak hanya dianggap sebagai limbah, tetapi juga sumber daya potensial melalui daur ulang plastik, komposting organik, maupun konversi energi dari limbah. Secara politis, penerapan PP No. 28/2025 akan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 31 mengikat daerah untuk mengalokasikan anggaran khusus dan memastikan keselarasan kebijakan lokal dengan target nasional, sehingga kinerja lingkungan Kulon Progo akan sangat dipengaruhi oleh efektivitas kebijakan persampahan ini. Selain itu, kebijakan nasional terkait perubahan iklim melalui Rencana Adaptasi Perubahan Iklim Nasional (NAP) dan Permen LHK No. 12 Tahun 2024 tentang registri nasional perubahan iklim mendorong daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologis. Implikasinya bagi Kulon Progo sangat besar karena pertanian merupakan basis ekonomi utama, sementara ancaman kekeringan, banjir, serta serangan hama (misalnya wereng batang cokelat) semakin meningkat. Oleh karena itu, Kulon Progo perlu memperkuat sistem early warning system pertanian, memanfaatkan data iklim lokal, dan mendorong penerapan climate smart agriculture. Sedangkan Permen LHK No. 10 Tahun 2024 tentang Perlindungan Hukum bagi Pejuang Lingkungan Hidup memberi ruang bagi komunitas lokal di Kulon Progo untuk lebih aktif dalam pengawasan lingkungan, misalnya kelompok tani hutan, komunitas pesisir, dan organisasi pemuda lingkungan. Dengan perlindungan hukum ini, Kulon Progo berpeluang membangun community-based smart environment di mana masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor aktif dalam pengelolaan lingkungan daerah. 2.2.6 ANALISIS LEGAL KABUPATEN KULON PROGO Kerangka hukum di Kabupaten Kulon Progo berfungsi sebagai dasar penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan publik. Sebagai bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), aspek legal di Kulon Progo memiliki dua dimensi penting: pertama, mengikuti ketentuan umum peraturan perundang-undangan nasional, dan kedua, menyesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY yang memberikan kewenangan khusus dalam tata ruang, kelembagaan, kebudayaan, dan pertanahan. Hal ini menjadikan dinamika hukum di Kulon Progo tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan lokal, tetapi juga harus selaras dengan regulasi keistimewaan provinsi. Pada tahun 2024, kerangka hukum pemerintahan desa mengalami perubahan signifikan dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Regulasi ini memperpanjang masa jabatan kepala desa menjadi delapan tahun dengan maksimal dua periode, serta menambahkan klausul baru terkait akses desa di kawasan konservasi dan hutan produksi terhadap dana konservasi dan/atau rehabilitasi. Perubahan ini membawa implikasi hukum penting bagi Kabupaten Kulon Progo, di mana banyak desa memiliki wilayah yang bersinggungan dengan kawasan perbukitan Menoreh dan zona lindung. Secara legal, Pemkab harus segera menyesuaikan regulasi turunan, termasuk Peraturan Daerah tentang Desa dan peraturan teknis tentang tata kelola RPJM Desa, yang kini harus selaras dengan siklus masa jabatan delapan tahun. Jika penyesuaian tidak segera dilakukan, potensi konflik hukum, sengketa administratif, maupun pembatalan dokumen perencanaan desa dapat terjadi. Selain itu, dinamika eksternal juga dipengaruhi oleh proses revisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang telah masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025. Revisi ini menimbulkan wacana penguatan kembali kewenangan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 32 pusat dalam beberapa sektor strategis serta penajaman norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) untuk mempersempit disparitas antar daerah. Bagi Kulon Progo, potensi perubahan ini dapat berdampak pada reposisi kewenangan, terutama di sektor infrastruktur, pendidikan, dan pengelolaan lingkungan, yang selama ini menjadi basis pembangunan daerah. Secara legal, hal ini berarti Pemkab harus menyiapkan ruang adaptasi regulasi daerah, baik melalui amandemen Perda maupun harmonisasi dengan peraturan provinsi DIY, agar tidak terjadi konflik norma hukum yang dapat melemahkan legitimasi kebijakan lokal. Dari sisi keuangan daerah, implementasi penuh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD) sejak 2024, beserta aturan pelaksananya seperti PP No. 35 Tahun 2023 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, membawa tantangan legal tersendiri. UU ini secara fundamental mengubah desain hubungan fiskal dengan mengedepankan prinsip berbasis kinerja dan rasionalisasi instrumen pajak serta retribusi daerah. Untuk Kulon Progo, hal ini menuntut penyesuaian menyeluruh terhadap Perda pajak dan retribusi, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan pemungutan agar sesuai dengan norma hukum nasional. Kegagalan melakukan harmonisasi regulasi fiskal dapat berimplikasi pada pembatalan perda oleh Kementerian Dalam Negeri atau bahkan penurunan signifikan penerimaan daerah yang berimbas pada kemampuan pembiayaan pembangunan. Secara kelembagaan khusus, posisi Kulon Progo di bawah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY juga membawa dinamika hukum tersendiri. UU ini menempatkan Pemkab Kulon Progo sebagai pelaksana kewenangan istimewa DIY di bidang tata ruang, pertanahan, kebudayaan, dan kelembagaan. Pada tahun 2025, kebijakan pengurangan Dana Keistimewaan (Danais) sebesar 50% menjadi isu strategis yang mempertegas ketergantungan kabupaten pada mekanisme hukum fiskal yang dikendalikan pemerintah pusat dan provinsi. Artinya, secara legal, pemerintah kabupaten hanya berperan sebagai pelaksana program yang ditetapkan di tingkat provinsi, dan ruang inovasi regulatif dalam penggunaan Danais menjadi sangat terbatas. Kondisi ini menuntut Pemkab untuk lebih cermat menyusun regulasi turunan yang tidak hanya sesuai dengan UU Keistimewaan, tetapi juga selaras dengan prioritas pembangunan provinsi DIY agar tidak menghadapi hambatan administratif atau hukum dalam pencairan anggaran. Lebih jauh, aspek pengawasan hukum juga menjadi faktor eksternal penting. Berdasarkan mekanisme yang diatur dalam UU Pemda dan UU SPPN, Kementerian Dalam Negeri berwenang membatalkan Perda kabupaten/kota yang dianggap bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi. Implikasinya, setiap inovasi kebijakan di Kulon Progo, termasuk dalam konteks Smart City, harus disusun dengan cermat dan melewati proses harmonisasi regulasi dengan provinsi serta pusat. Jika tidak, kebijakan tersebut dapat digugurkan secara hukum, yang tidak hanya menghambat implementasi program tetapi juga dapat melemahkan kredibilitas pemerintah daerah. Dengan demikian, pada tahun 2025, aspek legal eksternal bukan sekadar kerangka normatif, tetapi juga instrumen kontrol yang menentukan sejauh mana kebijakan daerah dapat bertahan dan memiliki legitimasi hukum di tingkat nasional. 100.1.1-6117 tahun 2022 tentang Pemberian dan Pemutakhiran Kode Data Wilayah Administrasi Pemerintahan luas keseluruhan wilayah Kulon Progo adalah 586,28 kilometer persegi. Tabel 3. 1 Luas Daerah Kabupaten Kulon Progo menurut Kapanewon Kapanewon Ibukota Kapanewon Luas (km²) Temon Temon Kulon 36,30 Wates Bendungan 32,00 Panjatan Gotakan 44,59 Galur Brosot 32,91 Lendah Jatirejo 35,59 Sentolo Salamrejo 52,65 Pengasih Pengajih 61,66 Kokap Hargorejo 73,80 Girimulyo Giripurwo 54,90 Nanggulan Jatisarono 39,61 Kalibawang Banjaroyo 52,96 Samigaluh Gerbosari 69,29 Kabupaten Kulon Progo Wates 586,28 Sumber: Kulon Progo dalam Angka, 2025 Gambar 3. 1 Lokasi Geografis Kabupaten Kulon Progo MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 34 Secara astronomis, Kabupaten Kulon Progo terletak antara 7°38'30" hingga 7°58'3" Lintang Selatan dan 110°1'37" hingga 110°16'26" Bujur Timur. Sementara itu, secara geografis, wilayah ini berada di bagian barat Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan batas-batas administratif sebagai berikut:
1.Sebelah utara: berbatasan dengan Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah;
2.Sebelah timur: berbatasan dengan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul;
3.Sebelah selatan: berbatasan dengan Samudera Hindia;
4.Sebelah barat: berbatasan dengan Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Kondisi fisik Kabupaten Kulon Progo cukup beragam. Secara umum, kondisi fisik tersebut diklasifikasikan menjadi 3:
1.Kawasan Pesisir Gambar 3. 2 Kawasan Pesisir Kabupaten Kulon Progo Wilayah dataran rendah dengan ketinggian 0—100 meter di atas permukaan air laut. Wilayah ini mencakup kapanewon: Temon, Wates, Panjatan, Galur, Lendah, sebagian Sentolo, dan sebagian Pengasih. Kawasan ini memiliki kemiringan lahan yang relatif rendah, antara 0—2 persen, terdiri dari wilayah pantai dengan panjang garis pantai 24,8 kilometer. Wilayah pesisir dengan kemiringan lahan yang landai berpotensi dalam pengembangan sektor kelautan, perikanan, serta pariwisata bahari.
2.Kawasan Dataran Wilayah ini terdiri dari perbukitan dengan ketinggian antara 100—500 meter di atas permukaan air laut. Meliputi beberapa kapanewon: Nanggulan, sebagian Sentolo, Pengasih, dan sebagian Kalibawang. Wilayah ini memiliki kemiringan lahan antara 2— 15 persen dan termasuk dalam jenis wilayah peralihan dataran rendah dan perbukitan berombak dan bergelombang.
3.Kawasan Pegunungan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 35 Gambar 3. 3 Kawasan Pegunungan Kabupaten Kulon Progo Wilayah dataran tinggi dengan ketinggian antara 500—1000 meter di atas permukaan air laut. Wilayah ini mencakup kapanewon: Girimulyo, Kokap, Samigaluh, dan Kalibawang. Wilayah ini merupakan kawasan tertinggi dan termasuk dalam zona dataran tinggi perbukitan Menoreh. Ketiga kondisi fisik Kabupaten Kulon Progo membuat Kabupaten Kulon Progo kaya akan potensi alam. Kawasan Pesisir memunculkan potensi sektor perikanan dan pariwisata dengan daya tarik pemandangan pantai selatan Jawa. Kawasan Pesisir dan Kawasan Dataran juga disebut menjadi kawasan beragam budidaya dengan penggunaan lahan berupa pertanian lahan kering. Di Kawasan Pegunungan, terdapat Kawasan Perbukitan Menoreh yang membentang di wilayah barat menawarkan pesona pegunungan yang telah dioptimalkan sebagai tempat wisata menarik bagi masyarakat. Kawasan ini sekaligus membatasi provinsi DIY dengan Jawa Tengah. 3.2 STRUCTURE Analisis Structure dalam konteks kesiapan daerah berfokus pada penelaahan aspek struktural yang membentuk pondasi pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Kulon Progo. Struktur disini mencakup tata kelembagaan pemerintahan, perangkat regulasi, infrastruktur dasar, pola pemanfaatan ruang, hingga keterkaitan antar sektor yang menjadi tulang punggung penyelenggaraan pembangunan daerah. Dengan memahami kondisi struktur yang ada, dapat diidentifikasi sejauh mana kapasitas kelembagaan, aturan main, serta infrastruktur pendukung telah selaras dengan kebutuhan transformasi menuju Smart City. Analisis ini penting untuk melihat kekuatan maupun keterbatasan struktural yang dapat mempengaruhi implementasi program, sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan strategi penguatan kapasitas daerah agar penerapan Smart City di Kulon Progo berjalan efektif, adaptif, dan berkelanjutan. 3.2.1. KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA (PEOPLE) Dalam konteks analisis Structure, aspek sumber daya manusia (SDM) menjadi elemen kunci yang menentukan kapasitas Kabupaten Kulon Progo dalam mengimplementasikan program MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 36 Smart City. SDM di sini tidak hanya mencakup aparatur pemerintah daerah sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga masyarakat sebagai pengguna sekaligus penggerak ekosistem digital. Kualitas, kompetensi, serta distribusi SDM akan sangat mempengaruhi efektivitas penyelenggaraan pelayanan publik berbasis teknologi dan keberhasilan transformasi menuju tata kelola yang cerdas. Oleh karena itu, analisis terhadap kondisi SDM perlu menyoroti tingkat pendidikan, literasi digital, sehingga dapat diketahui sejauh mana struktur sumber daya manusia di Kulon Progo siap mendukung implementasi Smart City yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Tabel 3. 2 Analisis Kualitas SDM Kabupaten Kulon Progo No Komponen Nilai/Kondisi Interpretasi Baik Sedang Buruk 1 Jumlah komunitas minat bakat/hobi/kreatif di daerah Komunitas Sastra (Regas), Komunitas membaca (NarasiKU) Komunitas Seni, Desa Wisata Budaya Komunitas Fotografi (Wana Paksi Jatimulyo), Komunitas Motor Trail (ICTM), Perkumpulan Peternak Kambing PE Kulon Progo (PPKKP), Komunitas Pesepeda (KSKP), Komunitas Pencinta satwa (Exopet Kulon Progo), KIM (Komunitas Informasi Masyarakat), Forum Bisnis (ForbisKU) ✅ 2 Adanya komunitas pengembang/develope r perangkat lunak TIK di daerah Pengembangan bandwidth dan beberapa aplikasi di Kelurahan yang menjadi BUMDes ✅ 3 Adanya digital startup di daerah Ada software developer <5 (delapanbit, bugel) ✅ MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 37 No Komponen Nilai/Kondisi Interpretasi Baik Sedang Buruk 4 Adanya perguruan tinggi di daerah Ada (UNY Wates, Field Research Center UGM, IKIP PGRI Wates, Universitas Janabadra Wates, Universitas Ahmad Dahlan, UT, STTNas) ✅ 5 Jumlah penerima beasiswa perguruan tinggi dari pemerintah daerah 117 orang (APBD & Non-APBD) ✅ 6 Jumlah tindakan pelanggaran ketertiban umum dalam satu tahun Tindak lanjut atas aduan pelanggaran 14 Kegiatan penertiban rutin 347 (mayoritas dari reklame) ✅ 7 Jumlah angka kriminalitas dalam satu tahun 2024 : 228 2025 : 2025 (sumber polres KP) mayoritas pencurian/penggelapa n ✅ 8 Jumlah tindakan perusakan fasilitas umum dalam satu tahun Nihil ✅ 9 Jumlah kegiatan tawuran antar kelompok warga dalam satu tahun NIHIL (sumber Polres KP) ✅ Sumber: Forum Group Discussion Kabupaten Kulon Progo,2025, diolah Commented [1]: Ingin menulis kuantitas atau tahun? MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 38 Berdasarkan pada komponen-komponen yang tertera pada tabel diatas, didapati bahwa kesiapan Kabupaten Kulon Progo pada aspek kualitas sumber daya manusia memiliki hasil yang bervariasi. Dari sembilan komponen yang mencakup komponen komunitas, startup, pendidikan, dan tindak kriminalitas terdapat dua komponen yang terindikasi baik, tiga komponen terindikasi sedang, dan empat komponen yang terindikasi buruk. Indikasi buruk dari dua komponen pengembangan digital, baik dari sisi komunitas maupun startup dapat menjadi indikasi minimnya tingkat kepedulian masyarakat terhadap teknologi. Hal ini pun diperparah dengan masih sedikitnya perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Kulon Progo sebagai indikator pendukung pendidikan dari daerah ini yang membuat belum banyaknya masyarakat yang melek terhadap pendidikan, analisis ini pun didukung dengan belum adanya data pada komponen penerima beasiswa di daerah ini. Dan disebabkan karena masih kurang meleknya masyarakat terhadap pendidikan berakibat pada tingkat kriminalitas yang tinggi di Kabupaten Kulon Progo, tetapi perlu dicatat bahwa dari 279 kasus kriminalitas tidak terdapat kasus tindakan perusakan fasilitas umum dan tawuran dalam jangka waktu satu tahun terakhir ini. Pada tahun 2024, jumlah penduduk Kabupaten Kulon Progo tercatat sebanyak 444.994 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata hanya 0,05 persen per tahun dalam periode 2020–2024 (Kulon Progo Dalam Angka, 2024). Angka ini menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk di Kulon Progo cenderung stagnan dan relatif rendah dibandingkan dengan rata- rata provinsi maupun nasional. Dari sisi distribusi, kepadatan penduduk rata-rata mencapai 759 jiwa per kilometer persegi, yang memperlihatkan adanya tekanan pada pemanfaatan ruang di wilayah perkotaan seperti Wates, sementara kecamatan di wilayah perbukitan dan pesisir masih memiliki kepadatan lebih rendah. Dinamika kependudukan yang relatif lambat ini berimplikasi pada tantangan dan peluang pembangunan: di satu sisi dapat mengurangi tekanan pada penyediaan infrastruktur dasar, namun di sisi lain juga berpotensi menurunkan dinamika ekonomi lokal karena minimnya bonus demografi. Dengan demikian, kondisi demografi Kulon Progo perlu dikelola melalui kebijakan kependudukan, pemerataan layanan publik, serta strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu mendukung visi pembangunan daerah ke depan. Berdasarkan data Kulon Progo dalam Angka 2025, jumlah penduduk di Kabupaten Kulon Progo menunjukkan distribusi yang bervariasi antar kapanewon. Wilayah dengan proporsi penduduk terbesar adalah Kapanewon Pengasih (11,99 persen), disusul Sentolo (11,33 persen) dan Wates (11,10 persen), yang juga mencatat kepadatan tertinggi mencapai 1.543,51 jiwa/km². Sementara itu, wilayah perbukitan seperti Samigaluh dan Girimulyo memiliki kepadatan terendah, masing-masing 428,15 jiwa/km² dan 450,02 jiwa/km², sehingga distribusi penduduk Kabupaten Kulon Progo yang rata-rata 759,01 jiwa/km² cenderung tidak merata. Kondisi demografis ini berimplikasi pada kebutuhan kebijakan pembangunan yang adaptif terhadap karakter wilayah, di mana kawasan perkotaan membutuhkan penguatan infrastruktur layanan dasar, sedangkan kawasan perbukitan dan pinggiran memerlukan strategi pemerataan pelayanan. Tabel 3. 3 Distribusi Persentase dan Kepadatan Penduduk Menurut Kapanewon Kabupaten Kulon Progo Kapanewon Persentase Penduduk Kepadatan Penduduk per km² Temon 6,56% 803,63 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 39 Wates 11,10% 1.543,51 Panjatan 8,82% 879,95 Galur 7,38% 997,62 Lendah 9,30% 1.163,30 Sentolo 11,33% 957,66 Pengasih 11,99% 865,28 Kokap 8,05% 485,29 Girimulyo 5,55% 450,02 Nanggulan 7,03% 790,17 Kalibawang 6,22% 522,68 Samigaluh 6,67% 428,15 Kabupaten Kulon Progo 100,00% 759,01 Sumber: Kulon Progo dalam angka 2025 Gambar 3. 4 Piramida Penduduk Kabupaten Kulon Progo Sumber: Kulon Progo dalam angka 2025 Dari sisi kualitas hidup, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kulon Progo mengalami tren peningkatan stabil dari 74,48 pada tahun 2020 menjadi 76,18 pada tahun 2024, mencerminkan adanya perbaikan pada aspek pendidikan, kesehatan, dan daya beli. Sejalan dengan itu, Indeks Pembangunan Gender (IPG) juga menunjukkan perbaikan, meskipun fluktuatif, dengan capaian tertinggi 95,54 pada 2022 dan sedikit menurun ke 95,27 pada 2023. Pencapaian ini memperlihatkan bahwa kesenjangan pembangunan antara laki-laki dan perempuan semakin menyempit, mendukung arah pembangunan yang lebih inklusif. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 40 Gambar 3. 5 Pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kab. Kulon Progo Sumber: Kulon Progo dalam angka 2025 Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kabupaten Kulon Progo menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam tujuh tahun terakhir, meskipun dengan sedikit fluktuasi pada tahun terakhir. Berdasarkan data, nilai IPG pada 2017 tercatat sebesar 94,93 dan terus mengalami kenaikan bertahap menjadi 95,03 pada 2018, 95,05 pada 2019, 95,07 pada 2020, serta 95,09 pada 2021. Peningkatan paling signifikan terjadi pada 2022 dengan capaian 95,54, sebelum sedikit menurun ke 95,27 pada 2023. Secara umum, capaian ini mencerminkan semakin kecilnya kesenjangan pembangunan antara laki-laki dan perempuan di Kulon Progo, khususnya dalam akses pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup. Namun, fluktuasi pada tahun 2023 menandakan masih adanya tantangan dalam menjaga keberlanjutan pengarusutamaan gender, sehingga diperlukan kebijakan yang lebih progresif untuk memperkuat peran perempuan di bidang ekonomi, politik, dan sosial agar indeks ini dapat terus meningkat secara stabil di tahun-tahun mendatang. Gambar 3. 6 Indeks Pembangunan Gender Kulon Progo MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 41 Sumber: Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Kulon Progo Tahun 2025 - 2045 Jika dilihat dari aspek pendidikan, kondisi kependudukan masih menunjukkan tantangan struktural. Pada semester I tahun 2025, jumlah penduduk yang belum sekolah mencapai 74.745 jiwa dan yang belum tamat SD sebesar 37.881 jiwa, sementara lulusan SD tercatat 84.935 jiwa. Sebaliknya, tingkat pendidikan menengah ke atas relatif lebih baik, dengan lulusan SLTA mencapai 137.140 jiwa serta lulusan S1 sebesar 24.932 jiwa, meskipun lulusan pascasarjana (S2 dan S3) masih sangat terbatas, yakni hanya 1.415 jiwa dan 56 jiwa. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan kualitas SDM melalui peningkatan akses pendidikan tinggi dan program pelatihan vokasional untuk mendukung transformasi ekonomi daerah. Gambar 3. 7 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Semester I 2025 Sumber: Kulon Progo dalam angka 2025 Dari sisi ketenagakerjaan, tren Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kulon Progo menunjukkan penurunan positif, dari 2,80 persen pada 2022 menjadi 2,01 persen pada 2024. Hal ini sejalan dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang relatif tinggi, meskipun fluktuatif, yakni 78,83 persen pada 2022, turun menjadi 75,75 persen pada 2023, dan kembali naik menjadi 78,57 persen pada 2024. Data ini memperlihatkan bahwa secara legal dan struktural, angkatan kerja di Kulon Progo cukup aktif, namun masih membutuhkan penguatan keterampilan agar sejalan dengan kebutuhan lapangan kerja baru, khususnya di sektor industri, pariwisata, dan layanan digital yang menjadi tulang punggung Smart City. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 42 Gambar 3. 8 Perbandingan Tingkat Pengangguran Terbuka dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Kab. Kulon Progo Sumber: Kulon Progo dalam angka 2025 3.2.2. KUALITAS SUMBER DAYA PEMERINTAHAN (MANAGERIAL) Pemerintah Daerah menjadi faktor penentu kesuksesan implementasi Smart City di daerah. Pada sub-bab ini, akan dilakukan analisis terkait Sumber Daya Pemerintahan. Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi kesiapan Pemerintah Daerah Kulon Progo dalam mengembangkan dan mengimplementasikan Smart City di Kulon Progo. Tabel 3. 4 Kualitas Sumber Daya Pemerintahan (Managerial) No Komponen Nilai/Kondisi Interpretasi Baik Sedang Buruk 1 Persentase pegawai dengan jenjang pendidikan S2 ke atas 7.6 % (470 dari 6130 orang) (sumber BKPSDM) ✅ 2 Jumlah pegawai dengan latar belakang pendidikan Ilmu Komputer/Teknik Informatika 57 orang ✅ 3 Jumlah relawan TIK di daerah Belum ada, Ada Duta Digital/Kader Digital dari Kemendes di beberapa Kelurahan yang mengimplementas ikan program Smart Village ✅ 4 Persentase jumlah unit 5.697 (Sumber ✅ MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 43 No Komponen Nilai/Kondisi Interpretasi Baik Sedang Buruk komputer (PC & Laptop) terhadap jumlah pegawai Asset BKAD) 5 Persentase pegawai berusia 50 tahun ke atas terhadap jumlah pegawai 37,67% (2276 dari 6042) ✅ 6 Persentase pegawai berusia 40 -50 tahun terhadap jumlah pegawai 25,48% (1540 dari 6042) ✅ 7 Persentase pegawai berusia 25 -40 tahun terhadap jumlah pegawai 36,34% (2196 dari 6042) ✅ 8 Jumlah sistem informasi yang digunakan di pemerintah daerah Kulon Progo : 44 Pusat : 58 9 Persentase ketersediaan jaringan broadband access terhadap jumlah kantor pemerintahan 100% Semua sudah terhubung ✅ 10 Persentase ketersediaan jaringan LAN/WAN di kantor pemerintahan 100% ✅ 11 Jumlah lokasi wireless internet (hotspot) di kawasan perkantoran pemerintahan 140 titik (40 OPD, 88 Kalurahan/Kelura han (69 publik Smartcityku, dan 19 privat) +12 ruang publik) ✅ 12 Ketersediaan data center (baik yang dikelola sendiri maupun manage service) untuk kepentingan pemerintahan Ada, Ruang Server di Dinas Kominfo ✅ 13 Ketersediaan rencana dan SOP mitigasi bencana terhadap data pemerintahan Ada ✅ 14 Ketersediaan sistem informasi perencanaan pembangunan daerah yang interoperable SIPD Penganggaran ✅ 15 Ketersediaan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah yang interoperable SIPD Penatausahaan ✅ 16 Ketersediaan sistem informasi kantor virtual pemerintah daerah yang interoperable Ada, Persuratan elektronik pada aplikasi suratku SIASN (Manajemen Kepegawaian), ✅ MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 44 No Komponen Nilai/Kondisi Interpretasi Baik Sedang Buruk Tanda Tangan Elektronik 17 Ketersediaan sistem informasi monitoring dan evaluasi pembangunan daerah yang interoperable Monevku, Simpel ✅ 18 Ketersediaan sistem informasi pengelolaan kepegawaian daerah yang interoperable Simasneg ✅ 19 Ketersediaan sistem informasi pengelolaan legislasi daerah yang interoperable JDIH Kulon Progo ✅ 20 Ketersediaan sistem informasi pelayanan publik yang interoperable OSS, SIcantik, SIM BG, Eling Pajak ✅ Sumber: Forum Group Discussion Kabupaten Kulon Progo,2025, diolah Berdasarkan data isian tabel di atas, dapat dikatakan bahwa kesiapan Kabupaten Kulon Progo dalam hal Sumber Daya Pemerintahan dapat dikatakan baik. Dari 20 komponen di atas, sepuluh komponen memiliki interpretasi baik, lima komponen dengan interpretasi cukup, dan dua dengan interpretasi buruk. Sebagai contoh, ketersediaan jaringan LAN/WAN di kantor pemerintahan dan jumlah lokasi wireless internet (hotspot) di kawasan perkantoran pemerintahan telah mencapai 100%, sehingga menunjang kelancaran komunikasi dan koordinasi antar divisi kerja secara digital. Selain itu, ketersediaan sistem informasi pemerintahan yang interoperable seperti SIPD, Sismangeng, JDIH Kulon Progo, OSS, dan Slicantik, juga menunjukkan kesiapan yang baik dalam mendukung layanan publik berbasis teknologi. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi administrasi dan mempercepat layanan kepada masyarakat. Sementara itu, terdapat indikator dengan kategori sedang perlu untuk ditingkatkan, seperti persentase pegawai dengan jenjang pendidikan S2 ke atas yang masih dibawah 10%. Hal ini menunjukkan bahwa kapasitas aparatur dalam hal kualifikasi pendidikan formal masih perlu diperkuat untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan program pemerintah yang lebih kompleks. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 45 Gambar 3. 9 Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Kulon Progo Pemerintah daerah memiliki peran strategis sebagai penggerak utama dalam mewujudkan implementasi Smart City. Oleh karena itu, kualitas sumber daya pemerintahan, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS), menjadi faktor penentu dalam keberhasilan transformasi digital dan tata kelola pemerintahan cerdas di Kabupaten Kulon Progo. Berdasarkan data Kulon Progo dalam Angka 2025, jumlah PNS pada tahun 2024 mencapai 4.794 orang, terdiri dari 1.863 laki-laki dan 2.931 perempuan, yang mencerminkan dominasi tenaga kerja aparatur perempuan di birokrasi daerah. Pemerintah Daerah menjadi faktor penentu kesuksesan implementasi Smart City di daerah. Pada sub-bab ini, akan dilakukan analisis terkait Sumber Daya Pemerintahan. Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi kesiapan Pemerintah Daerah Kulon Progo dalam mengembangkan dan mengimplementasikan Smart City di Kulon Progo. Tabel di bawah menunjukkan kondisi terkini Sumber Daya Pemerintahan Kabupaten Kulon Progo. Tabel 3. 5 Jumlah PNS Menurut Jenis Kelamin dan Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Laki-Laki Perempuan Jumlah Sekolah Dasar (SD) 16 - 16 Sekolah Menengah Pertama (SMP) 64 1 65 Sekolah Menengah Atas (SMA) 423 146 569 Diploma I/Akta I 3 4 7 Diploma II/Akta II 30 32 62 Diploma III/Akta III 156 511 667 Diploma IV/Akta IV 50 109 159 S1/Sarjana 876 1.907 2.783 S2/Pasca Sarjana 245 220 465 S3/Doktor/Ph.D - 1 1 Jumlah 1.863 2.931 4.794 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 46 Sumber: Kulon Progo dalam angka, 2025 Dari segi tingkat pendidikan, sebagian besar PNS di Kulon Progo telah menempuh pendidikan tinggi. Sebanyak 2.783 orang (58,05%) berpendidikan S1, 465 orang berpendidikan S2, dan 1 orang telah menempuh jenjang S3. Meskipun demikian, masih terdapat 650 orang (13,56%) dengan pendidikan SMA atau lebih rendah, yang menunjukkan adanya disparitas kualifikasi pendidikan yang perlu diantisipasi melalui program pelatihan dan peningkatan kapasitas. Di sisi lain, distribusi PNS menurut golongan memperlihatkan dominasi pada golongan III (2.989 orang) dan IV (1.289 orang), yang menandakan mayoritas ASN berada pada jenjang menengah ke atas sehingga memiliki pengalaman dan kewenangan yang relatif lebih kuat dalam mendukung proses perumusan kebijakan maupun implementasi program Smart City. Tabel 3. 6 Jumlah PNS Menurut Jenis Kelamin dan Golongan Pangkat/Golongan/Ruang Laki-Laki Perempuan Jumlah Golongan I
1.I/A Juru Muda - - -
2.I/B Juru Muda Tingkat I - - -
3.I/C Juru - - -
4.I/D Juru Tingkat I 8 - 8 Golongan II
5.II/A Pengatur Muda 19 1 20
6.II/B Pengatur Muda Tingkat I 36 1 37
7.II/C Pengatur 112 75 187
8.II/D Pengatur Tingkat I 113 151 264 Golongan III
9.III/A Penata Muda 279 268 547
10.III/B Penata Muda Tingkat I 359 705 1.064
11.III/C Penata 143 297 440
12.III/D Penata Tingkat I 303 635 938 Golongan IV
13.IV/A Pembina 283 447 730
14.IV/B Pembina Tingkat I 142 274 416
15.IV/C Pembina Utama Muda 63 75 138
16.IV/D Pembina Utama Madya 2 2 4 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 47 Pangkat/Golongan/Ruang Laki-Laki Perempuan Jumlah
17.IV/E Pembina Utama 1 - 1 Jumlah 1.863 2.931 4.794 Sumber: Kulon Progo dalam angka, 2025 Tabel 3. 7 Jumlah PNS per OPD / Instansi OPD / Instansi Jumlah PNS Kantor Pertanahan 67 Badan Pusat Statistik 42 Balai Besar Veteriner (BBVET) Wates 87 Kantor Kementerian Agama 714 Pengadilan Agama Wates 27 Pengadilan Negeri Wates Kelas I B 50 Kejaksaan Negeri Kulon Progo 87 Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wates 83 Rumah Tahanan Negara Kelas II B Wates 68 KODIM 0731/Kulon Progo 271 Kanminvetcad IV-17/KLP 18 Kepolisian Resort Kulon Progo 1.145 Komando Sektor Hanudnas / Satuan Radar 215 Congot 47 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara 15 Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas II Wates 20 Sumber: Kulon Progo dalam angka 2025 Secara kelembagaan, distribusi PNS tersebar pada berbagai instansi vertikal dan perangkat daerah, dengan jumlah terbesar berada di lingkungan Kepolisian Resor Kulon Progo (1.145 orang), Kantor Kementerian Agama (714 orang), serta Kodim 0731/Kulon Progo (271 orang). Sementara itu, instansi strategis lain seperti Badan Pusat Statistik (42 orang), Kejaksaan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 48 Negeri Kulon Progo (87 orang), dan Pengadilan Negeri Wates (50 orang) juga memainkan peran penting dalam mendukung fungsi pelayanan publik dan penegakan hukum. Namun, untuk mendukung agenda digitalisasi pemerintahan, jumlah tenaga teknis, khususnya di bidang teknologi informasi, masih relatif terbatas dengan hanya 398 orang yang berada dalam jabatan fungsional teknis (termasuk tenaga IT). Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan dalam hal ketersediaan SDM yang memiliki kompetensi digital mumpuni untuk mendukung transformasi menuju Smart City. Secara keseluruhan, struktur sumber daya pemerintahan di Kabupaten Kulon Progo sudah memiliki basis aparatur dengan pendidikan tinggi yang cukup kuat, serta didominasi oleh ASN pada golongan menengah dan senior. Namun, masih terdapat kebutuhan mendesak untuk memperkuat kapasitas teknis di bidang digital, mengingat digitalisasi menjadi pilar utama Smart City. Upaya peningkatan kualitas SDM aparatur melalui pelatihan teknologi, rekrutmen tenaga ahli IT, dan penguatan kapasitas manajerial menjadi langkah strategis yang harus ditempuh agar pemerintah daerah dapat memainkan peran optimal dalam mengawal transformasi menuju tata kelola pemerintahan yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan. 3.2.3 KAPASITAS KEUANGAN DAERAH (CAPITAL) Kapasitas keuangan daerah merupakan salah satu aspek kunci dalam menilai kesiapan Kabupaten Kulon Progo menuju implementasi Smart City. Ketersediaan dan pengelolaan sumber daya fiskal menjadi faktor penentu dalam menjamin keberlanjutan program, baik melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana transfer dari pemerintah pusat, maupun sumber-sumber pendanaan alternatif seperti investasi dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Pada bagian ini, dilakukan analisis terhadap kondisi aktual kapasitas keuangan Kabupaten Kulon Progo, yang mencakup struktur pendapatan, belanja, efisiensi anggaran, alokasi untuk program Smart City, serta dukungan investasi dan CSR. Analisis ini bertujuan untuk menggambarkan sejauh mana kemampuan keuangan daerah dapat menjadi modal utama dalam mendukung transformasi digital dan pembangunan berkelanjutan di Kulon Progo. Tabel 3. 8 Kapasitas Keuangan Daerah (Capital) No. Komponen Nilai/ Kondisi Interpretasi Baik Sedang Buruk 1 Persentase Nilai Pendapatan Asli Daerah terhadap Total Pendapatan Daerah 22,72% ✅ 2 Nilai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun Lalu 5,28% ✅ 3 Persentase Belanja Pegawai terhadap Total Belanja Daerah 41.84% ✅ 4 Persentase Belanja Infrastruktur terhadap 10.57% ✅ MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 49 No. Komponen Nilai/ Kondisi Interpretasi Baik Sedang Buruk Total Belanja Daerah 5 Jumlah Anggaran untuk Belanja Smart City yang dapat dialokasikan di dalam APBD Tahun 2024 26,65% (Smart City 2024) ✅ 6 Jumlah Anggaran untuk Belanja Smart City yang dapat dialokasikan di dalam APBD Tahun 2025 N/A ✅ 7 Jumlah program pembangunan untuk mendukung Smart City di daerah N/A ✅ 8 Nilai investasi masuk yang mendukung pembangunan daerah 354.783 Juta ✅ 9 Jumlah sumber-sumber pendanaan pembangunan alternatif yang dapat digunakan untuk mendukung smart city CSR (sudah ada forum CSR di Bapperida), Pemasangan lampu hias; bedah rumah tidak layak ✅ Sumber: Forum Group Discussion Kabupaten Kulon Progo,2025, diolah Berdasarkan hasil analisis, dari sembilan komponen kapasitas keuangan Kabupaten Kulon Progo, terdapat tujuh komponen yang masuk kategori baik, sementara dua komponen lainnya masih dalam proses pengembangan data. Kondisi ini menunjukkan bahwa secara umum keuangan daerah berada pada posisi yang kuat dan mendukung, dengan indikator kinerja yang stabil, efisiensi pengelolaan anggaran yang terjaga, serta adanya dukungan investasi dan sumber pembiayaan alternatif yang aktif melalui forum CSR. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Kabupaten Kulon Progo memiliki fondasi fiskal yang solid untuk menopang pembangunan, termasuk dalam mendorong agenda Smart City. Komitmen pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran cukup besar bagi program Smart City pada tahun 2024 juga menjadi bukti keseriusan dalam membangun tata kelola cerdas. Adapun komponen yang belum terdata di tahun 2025 justru memberikan peluang untuk perbaikan pencatatan dan penyusunan perencanaan yang lebih matang, sehingga ke depan dukungan keuangan terhadap Smart City dapat dipetakan dengan lebih jelas dan konsisten. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 50 Dengan demikian, kapasitas keuangan Kulon Progo dapat disimpulkan sangat mendukung bagi akselerasi transformasi menuju Smart City yang inovatif dan berkelanjutan. Dari sisi pengelolaan anggaran, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun lalu sebesar 5,28 persen menunjukkan bahwa terdapat efisiensi dalam pelaksanaan APBD. Proporsi belanja juga memperlihatkan keseimbangan yang relatif sehat, di mana belanja pegawai sebesar 41,84 persen dari total belanja daerah masih dalam kategori baik, tidak membebani struktur anggaran secara berlebihan. Namun, alokasi belanja infrastruktur hanya sebesar 10,57 persen dari total belanja, yang menunjukkan perlunya peningkatan porsi investasi fisik untuk mendukung konektivitas dan layanan dasar sebagai fondasi Smart City. Dukungan anggaran untuk program Smart City sendiri terbilang cukup besar, yaitu 26,65 persen dari APBD tahun 2024, meskipun untuk tahun 2025 alokasinya belum terdata. Selain dukungan fiskal internal, masuknya investasi swasta juga berperan signifikan, dengan nilai investasi pada 2024 mencapai Rp354,78 miliar, yang memperlihatkan daya tarik ekonomi Kulon Progo di mata investor. Sumber pendanaan alternatif pun mulai berkembang, antara lain melalui forum CSR di bawah koordinasi Bapperida yang telah berkontribusi pada program seperti pemasangan lampu hias dan bedah rumah tidak layak huni. Hal ini memperlihatkan adanya sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Gambar 3. 10 Proporsi Pendapatan Daerah Kulon Progo 2024 Sumber: Kulon Progo dalam angka, 2025 Secara umum, tren dana perimbangan juga menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, yakni dari Rp972,69 miliar pada 2021 menjadi Rp1,03 triliun pada 2024, sehingga memperkuat kapasitas fiskal daerah untuk pembangunan. Dengan komposisi pendapatan dan belanja yang cukup baik, ditambah dengan adanya dukungan investasi dan CSR, kapasitas keuangan Kabupaten Kulon Progo dapat dikategorikan dalam kondisi baik untuk menopang keberlanjutan program Smart City. Namun demikian, optimalisasi belanja infrastruktur dan peningkatan diversifikasi sumber pembiayaan tetap diperlukan agar transformasi menuju Smart City tidak hanya bergantung pada dana transfer pusat, tetapi juga dapat mengandalkan kemandirian fiskal dan kolaborasi multipihak. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 51 Gambar 3. 11 Realisasi Dana Perimbangan Kab. Kulon Progo Tahun 2021 - 2024 (Miliar Rp) Sumber: Kulon Progo dalam angka, 2025 3.3 INFRASTRUCTURE Infrastruktur merupakan pilar utama dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjadi fondasi bagi terwujudnya konsep smart city. Ketersediaan jaringan jalan, transportasi, energi, telekomunikasi, air bersih, sanitasi, serta fasilitas publik lainnya tidak hanya berfungsi sebagai penunjang aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga sebagai katalis bagi pertumbuhan ekonomi, konektivitas sosial, dan peningkatan kualitas pelayanan pemerintah. Dalam konteks smart city, infrastruktur tidak lagi dipandang sekadar fisik, melainkan juga harus terintegrasi dengan teknologi digital agar mampu menghadirkan layanan yang efisien, responsif, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, analisis infrastruktur di Kabupaten Kulon Progo dilakukan untuk memahami kondisi eksisting, tantangan, dan peluang yang tersedia, sehingga strategi pembangunan ke depan dapat diarahkan pada penguatan sarana prasarana yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung transformasi digital daerah. 3.3.1 ANALISIS KESIAPAN INFRASTRUKTUR FISIK DAERAH Infrastruktur fisik merupakan salah satu elemen mendasar yang menentukan keberhasilan implementasi smart city, karena kualitas dan ketersediaan sarana prasarana akan langsung mempengaruhi efektivitas layanan publik serta kenyamanan masyarakat. Infrastruktur jalan, fasilitas penerangan, kawasan perkantoran, pusat perdagangan, pendidikan, hingga kesehatan menjadi fondasi utama yang harus dipastikan kesiapan dan keberlanjutannya. Oleh karena itu, analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi terkini infrastruktur fisik Kabupaten Kulon Progo, dengan menilai aspek jalan, penerangan, rambu, kawasan penunjang aktivitas ekonomi, serta sarana layanan dasar. Hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesiapan infrastruktur fisik sebagai pilar penting dalam mendukung transformasi digital dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kulon Progo. Gambar 3. 12 Analisis Kesiapan Infrastruktur Fisik Daerah MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 52 N o Komponen Nilai/ Kondisi Interpretasi Baik Sedang Buruk 1 Persentase jalan kabupaten/kota dalam kondisi baik 48.1% ✅ 2 Persentase panjang pedestrian (fasilitas pejalan kaki) per panjang jalan beraspal N/A ✅ 3 Persentase lampu jalan yang berfungsi dengan baik 16.3% (2085 dari 12781) ✅ 4 Persentase rambu dan petunjuk jalan dalam kondisi baik N/A ✅ 5 Adanya kawasan perkantoran untuk kegiatan bisnis Masuk di Kawasan Aerotropolis ✅ 6 Adanya kawasan perbelanjaan untuk kegiatan perdagangan masyarakat Ada ✅ 7 Persentase sarana prasarana pendidikan dalam kondisi baik N/A ✅ 8 Persentase sarana prasarana pelayanan kesehatan dalam kondisi baik 43,48% layanan sudah terakreditasi ✅ Sumber: Forum Group Discussion Kabupaten Kulon Progo,2025, diolah Kesiapan infrastruktur fisik Kabupaten Kulon Progo menunjukkan variasi capaian yang menarik untuk dicermati. Dari sembilan komponen yang dinilai, terdapat lima komponen yang masuk kategori baik, yakni persentase jalan kabupaten/kota dalam kondisi baik (48,1%), persentase lampu jalan yang berfungsi dengan baik (16,3% atau 2.085 dari 12.781 titik), ketersediaan kawasan perkantoran yang mendukung kegiatan bisnis (terintegrasi dalam Kawasan Aerotropolis), ketersediaan kawasan perbelanjaan untuk perdagangan masyarakat, serta persentase sarana prasarana pelayanan kesehatan dalam kondisi baik (43,48% layanan sudah terakreditasi). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian infrastruktur dasar di Kulon Progo telah tersedia dan berfungsi mendukung aktivitas masyarakat maupun perekonomian lokal. Dengan komposisi hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kesiapan infrastruktur fisik Kabupaten Kulon Progo tergolong cukup baik, dengan lima indikator utama sudah memenuhi kategori positif, tanpa adanya indikator yang masuk kategori sedang maupun buruk. Ke MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 53 depan, fokus penguatan dapat diarahkan pada peningkatan persentase infrastruktur yang berfungsi optimal serta penyediaan data yang lebih lengkap, sehingga kapasitas infrastruktur fisik dapat menjadi fondasi kuat dalam mendukung implementasi smart city yang berkelanjutan. Tabel 3. 9 Kondisi Jalan di Kabupaten Kulon Progo, 2023 Kondisi jaringan jalan di Kabupaten Kulon Progo berdasarkan data tahun 2024 menunjukkan bahwa kualitas jalan masih menghadapi tantangan yang cukup besar, terutama di ruas jalan kabupaten. Dari total panjang jalan kabupaten 1.308,65 km, hanya 42,58% (557 km) yang dalam kondisi baik, sementara sisanya berada dalam kondisi sedang (30,82% atau 403 km), rusak ringan (12,68% atau 166 km), dan rusak berat (13,93% atau 182 km). Kondisi jalan provinsi relatif lebih baik dengan 46,76% (81,89 km) dalam kondisi baik, meskipun masih terdapat 21,83% (38,23 km) rusak ringan dan 10,13% (17,75 km) rusak berat dari total 175,14 km jalan provinsi. Sementara itu, jalan nasional yang melintasi Kulon Progo tercatat lebih terjaga, dengan 57,84% (16,38 km) dalam kondisi baik dan sisanya 40,75% (11,54 km) dalam kondisi sedang, serta hanya 1,41% (6,4 km) yang mengalami rusak ringan. Data ini memperlihatkan bahwa secara umum jalan nasional relatif lebih terpelihara, sementara jalan kabupaten masih memerlukan perhatian serius, khususnya pada ruas yang masuk kategori rusak berat. Kondisi ini memiliki implikasi langsung terhadap mobilitas masyarakat, efisiensi distribusi barang dan jasa, serta dukungan terhadap sektor ekonomi lokal, termasuk akses menuju kawasan strategis seperti Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dan kawasan Aerotropolis. Oleh karena itu, peningkatan kualitas jalan kabupaten menjadi prioritas penting dalam mendukung konektivitas wilayah, memperkuat daya saing daerah, serta mendukung implementasi smart city yang menuntut mobilitas dan aksesibilitas yang lancar. Tabel 3. 10 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan 2022 - 2024 Kondisi Jalan Unit/Satuan 2022 2023 2024 Baik Km 302,642 300,886 305,986 Sedang 150,331 155,990 157,590 Rusak 100,235 98,453 96,053 Rusak Berat 82,818 80,696 76,396 Total 636,025 636,025 636,025 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 54 Sumber: Kab. Kulon Progo dalam angka, 2025 Data panjang jalan di Kabupaten Kulon Progo periode 2022–2024 menunjukkan adanya perbaikan kualitas infrastruktur jalan meskipun total panjang jalan tetap sama, yakni 636,03 km. Pada tahun 2022, jalan dalam kondisi baik tercatat sepanjang 302,64 km dan mengalami sedikit fluktuasi pada 2023 (300,89 km), sebelum kembali meningkat menjadi 305,99 km pada
2024.Jalan dengan kondisi sedang juga menunjukkan tren meningkat dari 150,33 km (2022) menjadi 157,59 km (2024), yang menandakan adanya peningkatan jalan yang masih layak fungsi meskipun memerlukan pemeliharaan. Sementara itu, panjang jalan dengan kondisi rusak terus menurun dari 100,24 km (2022) menjadi 96,05 km (2024), dan jalan dengan kondisi rusak berat juga mengalami perbaikan signifikan dari 82,82 km (2022) menjadi 76,40 km (2024). Perkembangan ini mencerminkan adanya upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan melalui pemeliharaan dan perbaikan rutin. Tren menurunnya jalan rusak dan rusak berat menjadi indikator positif bahwa intervensi pembangunan infrastruktur telah berjalan efektif. Kondisi ini penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta memperkuat konektivitas wilayah, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan kesiapan implementasi smart city yang mengutamakan aksesibilitas dan konektivitas yang andal. Gambar 3. 13 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan di Kabupaten Kulon Progo (km) Tahun 2022 - 2024 Sumber: Kab. Kulon Progo dalam angka, 2025 Gambar 3.3.1 memperlihatkan perkembangan kondisi jalan di Kabupaten Kulon Progo selama periode 2022–2024 dengan tren yang cenderung positif. Jalan dalam kondisi baik meningkat dari 302,64 km pada 2022 menjadi 305,99 km pada 2024, atau naik sekitar 1,1% dalam tiga tahun setelah sempat turun sedikit pada 2023 (300,89 km). Jalan dengan kondisi sedang juga bertambah dari 150,33 km (2022) menjadi 157,59 km (2024), meningkat sekitar 4,8%. Sebaliknya, panjang jalan dengan kondisi rusak menurun dari 100,23 km (2022) menjadi MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 55 96,05 km (2024), atau berkurang sekitar 4,2%, sementara jalan rusak berat mengalami penurunan signifikan dari 82,82 km (2022) menjadi 76,40 km (2024), setara dengan penurunan 7,7%. Tren ini menunjukkan bahwa upaya pemeliharaan dan rehabilitasi jalan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mulai memberikan hasil nyata. Penurunan panjang jalan rusak dan rusak berat menandakan adanya pergeseran kualitas infrastruktur ke kategori sedang dan baik. Kondisi ini tidak hanya mendukung peningkatan mobilitas masyarakat dan efisiensi distribusi barang, tetapi juga memperkuat konektivitas wilayah strategis seperti kawasan Aerotropolis dan jalur menuju Yogyakarta International Airport (YIA). Tabel 3. 11 Banyaknya Jembatan Dirinci Menurut Status per Kapanewon di Kabupaten Kulon Progo, 2024 Kapanewon Jembatan Negara Provinsi Kabupaten Total Temon - - 10 10 Wates - - 12 12 Panjatan - - 8 8 Galur - - 2 2 Lendah - - 1 1 Sentolo - - 5 5 Pengasih - - 21 21 Kokap - - 22 22 Girimulyo - - 12 12 Nanggulan - - 14 14 Kalibawang - - 27 27 Samigaluh - - 23 23 Total - - 157 157 Sumber: Kab. Kulon Progo dalam angka, 2025 Data tahun 2024 menunjukkan bahwa Kabupaten Kulon Progo memiliki 157 jembatan yang seluruhnya berstatus sebagai jembatan kabupaten, tanpa ada jembatan berstatus nasional maupun provinsi. Distribusi jembatan ini tersebar di seluruh kapanewon dengan jumlah yang bervariasi. Kapanewon dengan jumlah jembatan terbanyak adalah Kalibawang (27 jembatan) dan Samigaluh (23 jembatan), disusul oleh Kokap (22 jembatan) dan Pengasih (21 jembatan). Sebaliknya, kapanewon dengan jumlah jembatan paling sedikit adalah Lendah dengan hanya 1 jembatan, diikuti oleh Galur (2 jembatan) dan Sentolo (5 jembatan). Distribusi ini mencerminkan kebutuhan infrastruktur yang berbeda-beda di tiap wilayah, yang umumnya dipengaruhi oleh kondisi geografis dan topografi masing-masing kapanewon. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 56 Gambar 3. 14 Persentase Akses Air Bersih dan Air Minum Sumber: Rancangan Akhir RPJMD 2025 - 2029 Data akses rumah tangga terhadap konsumsi air minum di Kabupaten Kulon Progo pada periode 2020–2024 menunjukkan tren peningkatan yang konsisten, meskipun masih relatif rendah dibanding target nasional. Pada tahun 2021, persentase rumah tangga yang memiliki akses air minum layak tercatat sebesar 23,28%, kemudian meningkat cukup signifikan menjadi 25,70% pada 2022. Pertumbuhan relatif stagnan pada 2023 dengan capaian 25,75%, sebelum kembali melonjak pada 2024 hingga mencapai 28,08%. Kenaikan lebih dari 4,8 poin persentase dalam tiga tahun terakhir ini menunjukkan adanya komitmen Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk memperluas cakupan layanan air bersih dan air minum layak bagi masyarakat. Meski demikian, angka tersebut juga mengindikasikan bahwa sebagian besar rumah tangga di Kulon Progo masih belum terlayani akses air minum layak, sehingga dibutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur air bersih, baik melalui jaringan perpipaan PDAM, pengelolaan sumber mata air lokal, maupun program berbasis komunitas. Peningkatan akses air minum layak ini tidak hanya penting dari sisi kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi indikator penting dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) serta prasyarat pengembangan smart city yang menuntut kualitas hidup masyarakat lebih baik. Dengan adanya dukungan kebijakan dalam RPJMD 2025–2029, perluasan layanan air bersih dan air minum diharapkan dapat terus dipercepat sehingga target pemerataan akses dapat tercapai secara lebih inklusif. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 57 Tabel 3. 12 Jumlah Produksi Air dan Air Disalurkan 2024 Bulan Produksi Air (𝑀 3 ) Air Disalurkan (𝑀 3 ) Januari 958.002 698.059 Februari 868.893 620.676 Maret 776.371 567.346 April 909.089 658.628 Mei 876.725 642.786 Juni 889.088 660.419 Juli 883.442 655.467 Agustus 914.713 674.970 September 939.082 692.452 Oktober 949.052 700.317 November 962.895 705.528 Desember 876.929 643.297 Sumber: Kab. Kulon Progo dalam angka, 2025 Data tahun 2024 menunjukkan bahwa produksi air di Kabupaten Kulon Progo relatif stabil dengan rata-rata di atas 880 ribu m³ per bulan, tertinggi pada November (962.895 m³) dan terendah pada Maret (776.371 m³), sementara air yang disalurkan selalu lebih rendah, yakni berkisar antara 567.346 m³ hingga 705.528 m³. Selisih antara produksi dan penyaluran mencerminkan adanya kehilangan air (non-revenue water) yang cukup signifikan, rata-rata sekitar 25–30% setiap bulan. Tren penyaluran meningkat pada paruh kedua tahun, terutama Agustus–November, menandakan distribusi yang lebih optimal dibanding awal tahun. Kondisi ini memperlihatkan bahwa ketersediaan air bersih bagi masyarakat sudah cukup terjamin, namun masih diperlukan perbaikan dalam efisiensi jaringan dan pengelolaan distribusi untuk menekan kehilangan air. Optimalisasi ini penting agar pelayanan air bersih semakin merata dan berkualitas, sekaligus memperkuat fondasi layanan dasar dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan implementasi smart city di Kabupaten Kulon Progo. Gambar 3. 15 Infrastruktur Penahan Ombak di Kulon Progo 3.3.2 ANALISIS KESIAPAN INFRASTRUKTUR DIGITAL DAERAH Infrastruktur digital merupakan salah satu elemen vital dalam mewujudkan smart city, karena MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 58 ketersediaan jaringan telekomunikasi, akses broadband, listrik, serta layanan digital publik menjadi penopang utama transformasi layanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan perekonomian berbasis teknologi. Oleh karena itu, analisis kesiapan infrastruktur digital Kabupaten Kulon Progo dilakukan untuk memetakan kondisi eksisting dan mengidentifikasi potensi pengembangan lebih lanjut. Penilaian mencakup cakupan jaringan seluler, ketersediaan broadband, akses internet publik, keandalan pasokan listrik, serta pemanfaatan teknologi digital di sekolah dan fasilitas kesehatan. Tabel 3. 13 Analisis Kesiapan Infrastruktur Digital Daerah No Komponen Nilai/Kondisi Interpretasi Baik Sedang Buruk 1 Persentase luas area dengan jaringan 5G, 4G atau 3G 90% (4G) ✅ 2 Tersedianya jaringan broadband access untuk masyarakat Jaringan Broadband Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Smart ✅ 3 Jumlah lokasi wireless untuk publik 12 Kominfo, 10 DAIS, 41 Bakti Komdigi ✅ 4 Persentase rumah tangga yang terlayani listrik 99,9% (PLN) ✅ 5 Jumlah kejadian pemadaman listrik setiap bulan (dalam jam) 6,91 jam/Bln thn 2024 (PLN) ✅ 6 Jumlah sekolah yang memiliki akses internet SD/MI : 359 SMP/MTs : 81 SMA/SMK/MA : 61 Tahun 2024 ✅ 7 Jumlah rumah sakit yang menggunakan sistem layanan elektronik/online 9 rumah sakit ✅ Sumber: Forum Group Discussion Kabupaten Kulon Progo,2025, diolah Secara keseluruhan, infrastruktur digital Kabupaten Kulon Progo tergolong sangat baik, dengan lima indikator utama sudah memenuhi kategori baik dan hanya satu indikator yang masih berada pada kategori sedang, yaitu terkait keandalan pasokan listrik. Capaian ini memperlihatkan kesiapan digital yang kuat, mulai dari cakupan jaringan telekomunikasi, broadband, akses internet publik, hingga adopsi layanan digital di sekolah dan rumah sakit. Dengan kondisi tersebut, Kulon Progo sudah memiliki fondasi digital yang solid untuk mendukung implementasi smart city. Ke depan, fokus penguatan dapat diarahkan pada peningkatan stabilitas pasokan listrik dan pemerataan infrastruktur digital di wilayah perdesaan, sehingga manfaat transformasi digital dapat dirasakan lebih inklusif oleh seluruh masyarakat. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 59 3.3.3 ANALISIS KESIAPAN INFRASTRUKTUR SOSIAL DAERAH Infrastruktur sosial merupakan sarana penting yang menunjang interaksi masyarakat, penguatan modal sosial, serta peningkatan kualitas hidup warga di tingkat lokal. Keberadaan fasilitas seperti pusat kegiatan belajar, ruang terbuka publik, balai warga, fasilitas olahraga, dan perpustakaan umum menjadi penopang dalam membangun masyarakat yang inklusif, produktif, dan berdaya saing. Dalam konteks smart city, infrastruktur sosial tidak hanya berfungsi sebagai ruang fisik, tetapi juga sebagai wadah penguatan partisipasi warga, literasi digital, dan kolaborasi komunitas. Oleh karena itu, analisis ini dilakukan untuk memetakan kondisi aktual infrastruktur sosial di Kabupaten Kulon Progo dan sejauh mana kesiapan fasilitas tersebut mendukung pengembangan kota cerdas yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Tabel 3. 14 Analisis Kesiapan Infrastruktur Sosial Daerah No Kompone n Nilai/Kondisi Interpretasi Baik Sedang Buruk 1 Adanya pusat kegiatan belajar masyarakat di tingkat kelurahan/desa Ada ✅ 2 Adanya Ruang Terbuka Publik di tingkat RW Ada ✅ 3 Adanya aula/balai warga di tingkat kelurahan/desa Ada ✅ 4 Jumlah fasilitas olahraga di tingkat kelurahan/desa 25% dari keseluruhan kalurahan ✅ 5 Ketersediaan perpustakaan umum yang dikelola oleh pemerintah daerah Ada ✅ Sumber: Forum Group Discussion Kabupaten Kulon Progo,2025, diolah Hasil analisis menunjukkan bahwa dari lima komponen infrastruktur sosial di Kabupaten Kulon Progo, terdapat empat komponen yang masuk kategori baik, yaitu keberadaan pusat kegiatan belajar masyarakat, ruang terbuka publik di tingkat RW, balai warga, dan perpustakaan umum yang dikelola pemerintah daerah. Sementara itu, terdapat satu komponen yang masuk kategori buruk, yakni jumlah fasilitas olahraga yang baru tersedia di sekitar 25% kelurahan/desa, sehingga masih belum merata. Tidak ada komponen yang masuk kategori sedang. Secara keseluruhan, kondisi ini menggambarkan bahwa infrastruktur sosial Kulon Progo sudah cukup kuat dan mendukung partisipasi masyarakat, meskipun pemerataan fasilitas olahraga masih menjadi prioritas untuk ditingkatkan. Dengan komposisi baik (4), sedang (0), buruk (1), arah pembangunan ke depan dapat difokuskan pada penguatan fasilitas yang belum merata agar seluruh lapisan masyarakat memperoleh manfaat secara setara dalam mendukung implementasi smart city berbasis inklusi sosial. 3.4 SUPRASTRUCTURE Suprastructure atau kerangka kebijakan menjadi elemen penting dalam memastikan arah, kesinambungan, dan keberlanjutan implementasi smart city di daerah. Regulasi, peraturan kepala daerah, masterplan, serta mekanisme evaluasi merupakan instrumen strategis yang MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 60 memberikan legitimasi sekaligus pedoman pelaksanaan pembangunan berbasis smart city. Dengan adanya regulasi formal, keselarasan visi pembangunan, dan jaminan keberlanjutan program, maka transformasi digital dan pembangunan cerdas di Kabupaten Kulon Progo dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, analisis pada bagian ini berfokus pada kesiapan kebijakan daerah yang menjadi payung hukum sekaligus penggerak utama implementasi smart city. Tabel 3. 15 Kesiapan Kebijakan Daerah No Komponen Nilai/Kondisi Interpretasi Baik Sedang Buruk 1 Adanya Peraturan Daerah tentang Dewan Smart City Ada, Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 244/A/2025 tentang Pembentukan Dewan Smart City Kabupaten Kulon Progo ✅ 2 Adanya Peraturan Kepala Daerah tentang Tim Pelaksana Smart City Daerah Ada ✅ 3 Adanya Masterplan Smart City daerah Ada ✅ 4 Adanya Peraturan Daerah tentang Masterplan Smart City Daerah Ada, Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 7 Tahun 2024 ✅ 5 Adanya visi pembangunan Smart City yang selaras dengan visi misi pembangunan daerah Ada ✅ 6 Adanya kepastian terhadap keberlanjutan program smart city dalam jangka panjang Ada ✅ 7 Adanya mekanisme evaluasi dan apresiasi kinerja terhadap aparatur dan organisasi yang berprestasi dalam melaksanakan program smart city Ada ✅ Sumber: Forum Group Discussion Kabupaten Kulon Progo,2025, diolah MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 61 Berdasarkan hasil penilaian, seluruh tujuh komponen suprastruktur kebijakan smart city di Kabupaten Kulon Progo berada pada kategori baik (7), sedang (0), buruk (0). Hal ini ditunjukkan dengan adanya Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 244/A/2025 tentang Pembentukan Dewan Smart City, Peraturan Kepala Daerah terkait Tim Pelaksana Smart City, Masterplan Smart City daerah, serta Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2024 yang menjadi dasar hukum implementasi smart city di tingkat daerah. Selain itu, visi smart city juga telah diselaraskan dengan visi misi pembangunan daerah, dengan kepastian keberlanjutan program dalam jangka panjang, serta mekanisme evaluasi dan apresiasi kinerja bagi aparatur yang terlibat. Kondisi ini menggambarkan bahwa secara suprastruktur, Kabupaten Kulon Progo memiliki kerangka regulasi dan kebijakan yang sangat kuat dan komprehensif untuk mendukung keberhasilan smart city. Dengan fondasi kebijakan yang solid, implementasi smart city di Kulon Progo berpeluang besar berjalan konsisten, terintegrasi, dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Tabel 3. 16 Kesiapan Kelembagaan Daerah No Kompon en Nilai/Kondi si Interpretasi Baik Sedang Buruk 1 Adanya Dewan Smart City Daerah Ada ✅ 2 Adanya Tim Pelaksana Smart City Daerah Ada ✅ 3 Adanya SOP smart city daerah Ada ✅ 4 Adanya tata pamong yang bertugas sebaga anggota Tim Pelaksana Smart City di setiap OPD Ada ✅ Sumber: Forum Group Discussion Kabupaten Kulon Progo,2025, diolah Hasil penilaian menunjukkan bahwa seluruh empat komponen kesiapan kelembagaan smart city di Kabupaten Kulon Progo berada dalam kategori baik (4), sedang (0), buruk (0). Hal ini ditunjukkan dengan telah terbentuknya Dewan Smart City Daerah, adanya Tim Pelaksana Smart City, penyusunan SOP smart city daerah, serta keberadaan tata pamong di setiap OPD yang ditugaskan sebagai anggota tim pelaksana. Kondisi ini mencerminkan bahwa kelembagaan smart city di Kulon Progo telah memiliki fondasi yang kuat, tidak hanya dari sisi regulasi, tetapi juga dalam praktik operasional. Dengan kesiapan kelembagaan yang komprehensif ini, implementasi smart city di Kulon Progo berpotensi berjalan lebih terarah, terkoordinasi, dan berkesinambungan, sehingga mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Tabel 3. 17 Dasar Kebijakan Smart City No Nomor Referensi Kebijakan Tentang/Rua ng Lingkup Sudah diterapkan/b elum Jenis Kebijakan 1 Adanya lembaga pengabdian masyarakat dari ✅ MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 62 perguruan tinggi di daerah 2 Adanya forum-forum swadaya masyarakat pendukung Smart City, ✅ Sumber: Forum Group Discussion Kabupaten Kulon Progo,2025, diolah Hasil penilaian menunjukkan bahwa terdapat beberapa dasar kebijakan yang mendukung kesiapan kelembagaan Smart City di Kabupaten Kulon Progo. Dari tabel di atas terlihat bahwa telah ada lembaga pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi serta forum-forum swadaya masyarakat yang berperan sebagai mitra pendukung Smart City. Kedua aspek ini telah diimplementasikan secara nyata, sehingga memperkuat peran kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam pengembangan Smart City. Kondisi ini mencerminkan bahwa kelembagaan Smart City di Kulon Progo tidak hanya bertumpu pada regulasi formal, tetapi juga mendapat dukungan dari partisipasi masyarakat dan dunia pendidikan. Dengan adanya sinergi kelembagaan tersebut, pengembangan Smart City di Kulon Progo berpotensi lebih partisipatif, inklusif, serta berkelanjutan dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Tabel 3. 18 Kesiapan Organisasi Masyarakat Daerah No Komponen Nilai/Kondisi Interpretasi Baik Sedang Buruk 1 Adanya lembaga pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi di daerah Ada ✅ 2 Adanya forum-forum swadaya masyarakat pendukung Smart City, Ada ✅ 3 Jumlah forum swadaya masyarakat pendukung smart city N/A 4 Jumlah forum pendukung smart city yang memiliki sekretariat definitif N/A 5 Dukungan operasional pemerintah terhadap forum pendukung smart city Ada ✅ 6 Adanya partisipasi pakar dari Ada ✅ MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 63 No Komponen Nilai/Kondisi Interpretasi Baik Sedang Buruk perguruan tinggi lokal dalam Dewan Smart City Daerah Sumber: Forum Group Discussion Kabupaten Kulon Progo,2025, diolah Analisis terhadap kesiapan kelembagaan smart city di Kabupaten Kulon Progo menunjukkan hasil yang sangat positif, di mana seluruh komponen telah terpenuhi dengan baik. Keberadaan Dewan Smart City Daerah memberikan arah strategis dalam perumusan kebijakan, sementara Tim Pelaksana Smart City Daerah berperan sebagai motor penggerak implementasi di lapangan. Selain itu, tersedianya SOP smart city menjadi instrumen penting untuk memastikan keseragaman standar kerja, koordinasi lintas sektor, serta efektivitas pelaksanaan program. Tidak kalah penting, adanya tata pamong di setiap OPD yang ditugaskan sebagai anggota tim pelaksana smart city memperkuat sinergi antar perangkat daerah sehingga setiap program dapat berjalan lebih terintegrasi. Dengan capaian baik (4), sedang (0), buruk (0), dapat disimpulkan bahwa kelembagaan smart city Kulon Progo telah memiliki struktur yang lengkap dan fungsional, yang menjadi modal utama dalam mempercepat realisasi transformasi digital serta mendukung tata kelola pemerintahan yang kolaboratif, responsif, dan berkelanjutan. 4.1.2 SMART BRANDING Tabel 4. 3 Analisa Kesenjangan di Kabupaten Kulon Progo Pada Dimensi Smart Branding Dimensi Smart City Sub Dimensi Smart City Indikator RPD Satuan Kondisi Eksisting Target 2029 Gap Smart Branding Pariwisata Laju pertumbuhan PDRB sektor penyediaan akomodasi makanan dan minuman angka 655,55 2.020,43 1.364 ,88 Laju pertumbuhan kunjungan wisatawan orang 1.926.051 2.232.821 306.7 70 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 68 Dimensi Smart City Sub Dimensi Smart City Indikator RPD Satuan Kondisi Eksisting Target 2029 Gap Jumlah Sumber Daya Pariwisata yang tersertifikasi orang 166 216 50 Ekosistem Bisnis Produk Domestik Regional Bruto per Kapita angka (Rp) 37.976,26 54.036 16.05 9,74 Indeks Daya Saing Daerah angka 3,73 3,98 0,25 Persentase Pertambahan Industri Kecil dan Menengah persenta se 16.092 16.847 755 Tata Wajah Kota Jumlah lampu hias pedestrian kota angka N/A N/A N/A Berdasarkan hasil analisis dimensi Smart Branding, terlihat bahwa Kabupaten Kulon Progo memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus kontribusi untuk perekonomian daerah. Tantangan terbesar terdapat dalam indikator PDRB sektor penyediaan akomodasi, makanan, dan minuman yang memerlukan peningkatan secara signifikan untuk dapat mencapai target 2029. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan langkah-langkah strategis dalam memperkuat kualitas layanan, memperbanyak pilihan, serta optimalisasi promosi destinasi secara luas. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 69 Dimensi Smart Branding di Kabupaten Kulon Progo terdiri atas sub-dimensi pariwisata, ekosistem bisnis, dan tata wajah kota. Secara umum, dimensi ini memiliki peran strategis untuk meningkatkan citra daerah, menarik kunjungan wisatawan, memperkuat daya saing ekonomi, dan membentuk identitas daerah yang khas. Pada sub-dimensi pariwisata, laju pertumbuhan PDRB sektor penyediaan akomodasi, makanan, dan minuman berada pada 655,55 sedangkan target tahun 2029 adalah 2.020,43. Hal ini menyisakan gap yang cukup besar yakni 1.364,88. Laju pertumbuhan kunjungan wisatawan tercatat 1.926.051 orang, sementara target 2029 berada di 2.232.821 orang, dengan gap 306.770 kunjungan. Sementara itu, jumlah sumber daya pariwisata yang tersertifikasi telah mencapai 166 orang, namun masih perlu peningkatan untuk mencapai target 216 orang di tahun 2029. Pada aspek ekosistem bisnis, PDRB per kapita saat ini berada di angka Rp 37.976,26 sedangkan target 2029 sebesar Rp 54.036 menyisakan gap Rp 16.059,74. Indeks daya saing daerah berada pada 3,73 dari target 3,98 sehingga diperlukan peningkatan sebesar 0,25 poin. Persentase pertambahan industri kecil dan menengah (IKM) berada di angka 16.092% hampir mendekati target 16,847% dengan gap yang relatif kecil yaitu 0,755. Untuk sub-dimensi tata wajah kota, indikator jumlah lampu hias pedestrian kota belum memiliki data eksisting maupun target, sehingga belum dapat dilakukan analisis kesenjangan. Akan tetapi, hal ini menunjukkan perlu adanya pengadaan data dan penetapan target agar indikator ini dapat terukur dan menjadi bagian strategi penguatan identitas kota. Secara keseluruhan, dimensi Smart Branding Kabupaten Kulon Progo memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama melalui peningkatan pertumbuhan sektor pariwisata, sertifikasi sumber daya pariwisata, penguatan daya saing daerah, serta penambahan fasilitas kota yang mendukung citra daerah. Saat ini, fokus pada percepatan indikator dengan yang gap besar seperti PDRB sektor pariwisata dan jumlah kunjungan wisatawan menjadi hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai keberhasilan target di tahun 2029. 4.1.3 SMART ECONOMY Tabel 4. 4 Analisa Kesenjangan di Kabupaten Kulon Progo Pada Dimensi Smart Economy Dimensi Smart City Sub Dimensi Smart City Indikator RPJM Satuan Kondisi Eksisting Target 2029 Gap Smart Economy Ekosistem Industri Rasio Kewirausahaan angka 2,11 2,95-3,95 0,84- 1,84 Nilai PDRB Penyediaan Akomodasi Makan dan Minum Miliar Rupiah 655,55 1.063,43- 1.831,90 1.17 6,35 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 70 Dimensi Smart City Sub Dimensi Smart City Indikator RPJM Satuan Kondisi Eksisting Target 2029 Gap Pembentukan Modal Tetap Bruto angka 41,98 41,06 - 42,2 0,22 Nilai PDRB Sektor Industri Pengolahan Miliar Rupiah 1.709,15 2.778,58 1069 ,43 Kesejahteraa n Masyarakat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) angka 2,01 1,90-2,30 0,11 Pengeluaran Riil Per Kapita yang Disesuaikan Ribu Rupiah 10.990 12.253 2.66 3 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja persent ase 78,57 76,56 - 79,06 0,49 Tingkat Kemiskinan (%) angka 15,62 12,40 - 13,40 2,22 Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan (Prevalence of Undernourishm ent) persent ase 5,82 13,59-15,59 9,77 Tingkat Kemiskinan persent ase 15,62 12,40 3,22 Cakupan Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaa n persent ase 32,31 49,72-54,72 22.4 1 Laju Pertumbuhan Ekonomi persent ase 4,77 5,46 0,69 Ekosistem Transaksi Keuangan Total Kredit per PDRB persent ase 23,87 27,76-30,70 6,83 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 71 Dimensi Smart Economy Kabupaten Kulon Progo terbagi menjadi sub-dimensi ekosistem industri, kesejahteraan masyarakat, dan ekosistem transaksi keuangan. Dimensi ini menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing daerah. Pada sub-dimensi ekosistem industri, rasio kewirausahaan berada pada 2,11 sedangkan target 2029 adalah 2,95 - 3,95 dengan gap antara 0,84 hingga 1,84. Nilai PDRB penyediaan akomodasi makanan dan minuman tercatat Rp 655,55 miliar, jauh dari target di Rp 1.063,43 - 1.831,90 miliar, dengan hap Rp 1.176,35 miliar pada batas atas. Pembentukan modal tetap bruto berada pada 41,98 mendekati target 41,06-42,20 dengan gap yang relatif kecil yaitu 0,22 poin. Sementara itu, nilai PDRB sektor industri pengolahan mencapai Rp 1.709,15 miliar masih di bawah target Rp 2.778,58 miliar dengan gap Rp 1.069,43 miliar. Pada sub-dimensi kesejahteraan masyarakat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) berada di 2,01%, sedikit di bawah target 1,90-2,30%, dengan gap yaitu 0,11%. Pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan saat ini Rp 10.990, masih dibawah target Rp 12.253 dengan gap Rp 2.663. Tingkat kemiskinan berada pada 15,62% sedangkan target di 2029 adalah 12,40- 13,40% yang masih terdapat gap 2,22 sehingga perlu diatasi dengan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesempatan kerja. Pada sub-dimensi ekosistem transaksi keuangan dengan indikator total kredit per PDRB, data eksisting berada pada 23,87% dengan target tahun 2029 sekitar 27,76-30,70% dengan gap 6,83. Hal ini menunjukkan perlu meningkatkan daya serap kredit dan akses pembiayaan produktif bagi pelaku usaha melalui optimalisasi program kredit berbunga rendah. Secara keseluruhan, dimensi Smart Economy Kabupaten Kulon Progo menunjukkan kekuatan pada tingkat pengangguran yang rendah, partisipasi angkatan kerja yang tinggi. Namun, terdapat kesenjangan besar pada nilai PDRB sektor pariwisata dan industri pengolahan. Fokus strategi perlu untuk diarahkan pada peningkatan sektor unggulan, pengembangan kewirausahaan, dan menguatkan daya saing industri lokal untuk dapat mencapai target tahun 2029. 4.1.4 SMART LIVING Tabel 4. 5 Analisa Kesenjangan di Kabupaten Kulon Progo Pada Dimensi Smart Living Dimensi Smart City Sub Dimensi Smart City Indikator RPJM Satuan Kondisi Eksisting Target 2029 Gap Smart Living Harmonisasi Tata Ruang Indeks Infrastruktur Pekerjaan Umum angka 48,40 52,79 4,39 Rumah Tangga dengan Akses Hunian Layak, angka N/A 60,36 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 72 Dimensi Smart City Sub Dimensi Smart City Indikator RPJM Satuan Kondisi Eksisting Target 2029 Gap Terjangkau dan Berkelanjutan (%) Rumah Tangga dengan Akses Sanitasi Aman angka 8,15 9,10 0,95 Akses Rumah Tangga Perkotaan terhadap Air Siap Minum Perpipaan persent ase 97,75 99,63 1,88 Kesehatan Usia Harapan Hidup angka 75,49 75,80 - 80,05 4,46 Angka keberhasilan pengobatan tuberkulosis (treatment success rate) (%) angka 86,88 94,12 7,24 Angka Kematian Bayi (per 1000 kelahiran hidup) angka 10,24 10,07 0,17 Angka Kematian Ibu (per 100.000 kelahiran hidup) angka 58,53 67,14 8.61 Cakupan kepesertaan jaminan kesehatan nasional (JKN) (%) persent ase 99,25 99,26- 99,95 0,70 Rumah Tangga dengan Akses Sanitasi Aman (%) angka 8,15 9,10 0,95 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 73 Dimensi Smart City Sub Dimensi Smart City Indikator RPJM Satuan Kondisi Eksisting Target 2029 Gap Prevalensi Stunting (pendek dan sangat pendek) pada balita (%) angka 20,1 14,2 5,9 Transportasi Rasio Konektivitas Antar Wilayah angka 0,817 0,817 - Persentase Kelengkapan Jalan yang Telah Terpasang Terhadap Kondisi Ideal pada Jalan Kabupaten/Kota *) Dimensi Smart Living pada Kabupaten Kulon Progo meliputi sub-dimensi transportasi, kesehatan, dan harmonisasi tata ruang. Secara umum, capaian indikator menunjukkan kemajuan positif pada beberapa aspek, namun terdapat kesenjangan yang perlu ditangani agar target tahun 2029 dapat tercapai. Pada sub-dimensi transportasi, rasio konektivitas antar wilayah telah mencapai 0,817 yang menunjukkan bahwa jaringan jalan antarwilayah sudah cukup terhubung. Pada sub-dimensi kesehatan, sejumlah indikator telah menunjukkan performa yang baik. Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 99,25% dengan kesenjangan relatif kecil terhadap target pada 2029 yaitu 99,95%. Angka kematian bayi juga sudah rendah berada pada 10,24 per 1.000 kelahiran hidup mendekati target yakni 10,07. Usia Harapan Hidup berada pada 75,49 tahun dengan target 80,05 tahun yang masih menyisakan gap 4,46 tahun dan perlu diupayakan dengan penguatan layanan kesehatan. Pada sub-dimensi harmonisasi tata ruang, indeks infrastruktur pekerjaan umum berada pada 48,40 dengan target 52,79 menyisakan gap 4,39. Indikator rumah tangga depan akses hunian layak, terjangkau dan berkelanjutan belum memiliki data eksisting tetapi target 2029 ditetapkan sebesar 60,36% sehingga memerlukan penyusunan strategi pemenuhannya. Secara keseluruhan, dimensi Smart Living Kabupaten Kulon Progo menunjukkan kekuatan pada cakupan layanan kesehatan dasar dan konektivitas wilayah. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 74 4.1.5 SMART SOCIETY Tabel 4. 6 Analisa Kesenjangan di Kabupaten Kulon Progo Pada Dimensi Smart Society Dimensi Smart City Sub Dimensi Smart City Indikator RPJM Satuan Kondisi Eksisting Target 2029 Gap Smart Society Interaksi Masyarakat Indeks Pembangunan Kebudayaan angka N/A 69,01 - 70,02 Indeks Ketimpangan Gender (IKG) angka 0,145 0,088- 0,136 0,057 Persentase Desa Mandiri angka 82,76 94,25 11,49 Ekosistem Belajar/ Pendidikan Persentase satuan pendidikan yang mencapai standar kompetensi minimum pada asesmen tingkat nasional untuk Literasi membaca angka N/A 83,16- 85,13 Persentase satuan pendidikan yang mencapai standar kompetensi minimum pada asesmen tingkat nasional untuk Numerasi angka N/A 49,60- 51,60 Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Penduduk Usia di atas 15 Tahun angka 9,2 9,74 0,54 Harapan Lama Sekolah (HLS) angka 14,49 14,93 - 16,01 1,52 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 75 Dimensi Smart City Sub Dimensi Smart City Indikator RPJM Satuan Kondisi Eksisting Target 2029 Gap Keamanan Masyarakat Indeks Resiko Bencana (IRB) angka 152,65 130,17 - 135,17 22.48 Indeks Ketahanan Daerah angka 0,64 0,69 0,05 Dimensi Smart Society mencakup interaksi masyarakat, pendidikan, dan keamanan masyarakat. Telah dilakukan analisis terhadap kondisi eksisting dan target ke depan yang diidentifikasi masuk ke dalam dimensi Smart Society di Kabupaten Kulon Progo, temuan- temuan tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan sub-dimensi sebagai berikut:
a.Interaksi Masyarakat
a.Belum tersedianya data Indeks Pembangunan Kebudayaan, sehingga belum dapat diperoleh kesimpulan.
b.Indikator IKG kondisi eksisting masih memiliki kesenjangan dan perlu ditingkatkan untuk mencapai target 2029.
c.Indikator Persentase Desa Mandiri menjadi hal yang perlu diperhatikan lebih, mengingat kesenjangan antara kondisi eksisting dan target 2029 sebesar 11,49.
b.Ekosistem Belajar/Pendidikan
a.Belum tersedianya data untuk kedua indikator Persentase satuan pendidikan yang mencapai standar kompetensi minimum pada asesmen tingkat nasional untuk Literasi Membaca dan Numerasi, sehingga belum dapat diperoleh kesimpulan.
b.Pada indikator Rata-rata lama sekolah, terdapat kesenjangan antara kondisi eksisting dengan target 2029 sebesar 0,54.
c.Kesenjangan juga masih ditemukan pada indikator Harapan Lama Sekolah, dimana sebesar 0,44 menuju interval bawah dan 1,52 menuju interval atas dari kondisi eksisting ke target 2029.
c.Keamanan Masyarakat
a.Indikator IRB menunjukkan kesenjangan yang tergolong besar, yaitu sebesar 22,48. Dalam mengatasi hal ini, peningkatan kapasitas diperlukan melalui kesiapan sistem peringatan dan infrastruktur tahan bencana.
b.Dalam konteks yang lebih umum, kapasitas daerah menghadapi berbagai guncangan eksternal yang tercermin melalui IKD juga masih menunjukkan kesenjangan. Harapannya target IKD sebesar 0,69 pada 2029 dapat terpenuhi, melihat nilai gap yang relatif kecil pada kondisi eksisting. 4.1.6 SMART ENVIRONMENT Tabel 4. 7 Analisa Kesenjangan di Kabupaten Kulon Progo Pada Dimensi Smart Environment MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 76 Dimensi Smart City Sub Dimensi Smart City Indikator RPJM Satuan Kondisi Eksisting Target 2029 Gap Smart Environmen t Proteksi Lingkunga n Indeks Kualitas Lingkunga n Hidup Daerah angka 65,46 70,12 4,66 Tata Kelola Sampah dan Limbah Timbulan Sampah Terolah di Fasilitas Pengolaha n Sampah (%) Persenta se 14,01 27,07 13,06 Tata Kelola Energi Penurunan Intensitas Emisi GRK (%) angka N/A N/A N/A Dimensi Smart Environment mencakup proteksi lingkungan, tata kelola sampah dan limbah, serta tata kelola energi. Dimensi ini memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi dampak negatif pembangunan terhadap ekosistem daerah. Pada sub-dimensi proteksi lingkungan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah berada pada angka 65,46 sedangkan target tahun 2029 adalah 70,12 menyisakan gap 4,66 poin. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan secara umum sudah cukup baik, namun peningkatan diperlukan melalui pengendalian pencemaran, konservasi sumber daya alam, dan penguatan kebijakan perlindungan lingkungan. Pada sub-dimensi tata kelola sampah dan limbah, persentase timbulan sampah yang terolah di fasilitas pengolahan sampah masih berada pada 14,01% jauh di bawah target 27,07% sehingga menyisakan gap 13,06. Kondisi ini mengindikasi bahwa masih rendahnya kapasitas pengolahan sampah, baik dari segi infrastruktur, teknologi, maupun warga yang memilah dan mengelola sampah. 4.2 ANALISIS SWOT TOWS 4.2.1 SMART GOVERNANCE Tabel 4. 8 Analisis SWOT Smart Governance MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 77 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Faktor Internal Faktor Eksternal Kekuatan - Adanya Peraturan Bupati No. 100 Tahun 2018 tentang Masterplan Smart City Kabupaten Kulon Progo - Kolaborasi antar dewan, tim pelaksana, OPD, dan forum smart city sudah berjalan secara efektif dan harmonis - Seluruh OPD telah terhubung dengan layanan wireless - Adanya upaya pemerintah daerah untuk mengakses dana dari sumber lain seperti (DAK, CSR) - Kinerja dalam penegakan peraturan daerah dan peraturan kepala daerah (Perda/Perkada) juga menunjukkan capaian optimal, yakni 100% sepanjang lima tahun terakhir. - Beberapa OPD telah tersertifikasi ISO 27001 Kelemahan - Kemampuan keuangan daerah terbatas, terutama setelah covid dan adanya efisiensi sehingga menghambat belanja infrastruktur - Masyarakat belum memahami program- program smart city - Kurangnya infrastruktur teknologi dan sumber daya manusia yang terampil dalam teknologi informasi. - Indeks Pelayanan Publik masih fluktuatif, salah satu penyebabnya adalah kurangnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan implementasi regulasi MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 78 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Ancaman - Tingkat literasi digital masyarakat masih rendah - Adanya perubahan kebijakan SPBE menjadi pemerintah digital, menyebabkan pemerintah daerah perlu melakukan penyesuaian - Berkembangnya kejahatan keamanan informasi yang dapat mempengaruhi sistem di Kab. Kulon Progo Strategi Ancaman dan Kekuatan - Membangun sistem keamanan yang kuat untuk melindungi data pemerintah dan masyarakat. - Mengadakan sosialisasi untuk peningkatan literasi digital masyarakat Strategi Kelemahan dan Ancaman - Menerapkan sistem keamanan yang berlapis, melakukan audit keamanan secara berkala, dan melatih petugas untuk mengelola keamanan sistem. - Melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat tentang pemanfaatan teknologi digital, serta memastikan ketersediaan akses internet yang terjangkau. 4.2.2 SMART BRANDING Tabel 4. 9 Analisis SWOT Smart Branding MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 79 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Faktor Internal Faktor Eksternal Kekuatan - Adanya bandara internasional YIA - Letak geografis Kabupaten Kulon Progo membuat Kulon Progo memiliki berbagai kekayaan alam yang dapat dioptimalkan sebagai daya tarik wisata - Tumbuhnya kontribusi sektor akomodasi dan makan minum terhadap perekonomian daerah, yang dapat dikaitkan dengan meningkatnya aktivitas pariwisata dan pelayanan pendukungnya. - Adanya upacara adat dan budaya Kulon Progo yang berpotensi menjadi daya tarik wisata - Kulon Progo memiliki motif batik baru Songsong Agung Ngambararum dan Binangun Kertoharjo menggantikan motif lama Geblek Renteng. Kelemahan - Perkembangan investasi masih kurang - Belum ada pendanaan alternatif lain selain dari sumber APBD untuk pengembangan smart city - Branding daerah Kulon Progo The Jewel of Java belum cukup kuat untuk menggambarkan dan mempromosikan Kulon Progo - Pada tahun 2024, tingkat hunian akomodasi dan peningkatan perjalanan wisatawan nusantara di Kulon Progo cenderung menurun MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 80 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Peluang - Terdapat perencanaan yang strategis untuk memperindah lampu jalan di Wates - Adanya perencanaan Smart Tourism dalam pengembangan Kawasan Aerotropolis Kulon Progo yang meliputi 3 Kapanewon: Temon, Wates, Kokap Strategi Peluang dan Kekuatan - Membangun fasilitas pendukung pariwisata - Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan kawasan pariwisata - Membuat paket wisata dan dipromosikan melalui berbagai media publikasi termasuk kerjasama dengan Angkasa Pura - - Bekerjasama dengan hotel restoran dalam penyelenggaran event dan promosi paket wisata - Launching kalender of event (gabungan event di KP yang diselenggarakan oleh OPD di KP) - Melaksanakan even rutin skala internasional, dan nasional - Membangun/menata kota wates sehingga menarik bagi masyarakat di luar Kulon Progo untuk dapat mampir ke Kota Wates Strategi Kelemahan dan Peluang - Memperbarui branding daerah untuk meningkatkan peluang investasi - Menyusun kajian potensi investasi yang ready offer di kawasan aerotropolis - Rebranding baru dengan melihat perkembangan di Kulon Progo. - Menggandeng pihak Perguruan Tinggi dan swasta dalam pengembangan smart city - Membangun terminal ekspor sehingga bisa ekspor mandiri MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 81 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Ancaman - Transportasi umum yang mumpuni membuat wisatawan hanya datang ke YIA tanpa ada aktivitas yang dapat mendukung perekonomian Kulon Progo - Digitalisasi dan tren terkini berpotensi menggerus budaya lokal Strategi Ancaman dan Kekuatan - Memanfaatkan teknologi informasi untuk mempromosikan budaya lokal Kulon Progo - Melakukan banyak promosi potensi unggulan baik wisata dan produk unggulan Kulon Progo - Merespons secara cepat dan efektif melalui saluran digital untuk menjaga citra positif daerah Strategi Kelemahan dan Ancaman - Meningkatkan pendampingan para pelaku usaha sehingga produk yang dihasilkan dapat bersaing dengan produk dari luar daerah - Meningkatkan sasaran kurasi produk UKM - Meningkatkan legalitas usaha pelaku UKM - Mempromosikan dan menjual produk- produk di gerai UMKM di Bandara YIA - Kolaborasi stakeholder dalam upaya menyediakan ruang- ruang promosi 4.2.3 SMART ECONOMY Tabel 4. 10 Analisis SWOT Smart Economy Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Faktor Internal Faktor Eksternal Kekuatan - Adanya peraturan daerah terkait kawasan industri, mengatur penyerapan tenaga kerja lokal dalam perusahaan- perusahaan asing yang berinvestasi - Terdapat berbagai potensi produk lokal yang sudah berhasil ekspor - Pengembangan aerotropolis city memunculkan Kelemahan - Ketimpangan perkembangan ekonomi antara kawasan selatan (Temon, Wates, Kokap, Sentolo) dengan kawasan utara (Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo) yang masih belum banyak dijadikan sebagai strategi pembangunan menggunakan konsep smart city MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 82 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats beragam potensi baru untuk mendorong perekonomian Kulon Progo - Memiliki hasil bumi dan laut yang bagus karena punya waduk dan sungai dan laut selatan - Implementasi smart farming yang sudah berjalan dan berdampak bagi masyarakat - Rasio Kewirausahaan di Kabupaten Kulon Progo menunjukkan pola fluktuatif sepanjang periode 2020–2024 - Anggaran promosi daerah minim - Literasi teknologi di pedesaan, terutama di sektor pertanian, masih rendah. - Kurangnya infrastruktur penunjang usaha juga turut mempengaruhi tingginya angka kemiskinan di Kulon Progo Peluang - Terjalinnya kerja sama dengan JAICA - Perkembangan teknologi yang terus berkembang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi - Adanya peluang pengembangan smart farming di bidang lain seperti perikanan - Adanya KOperasi Desa Merah Putih yang sudah terbentuk di 88 kelurahan di Kulon Progo Strategi Peluang dan Kekuatan - Memaksimalkan produksi komoditas unggulan di pertanian dan perkebunan - Pengembangan smart farming di sektor selain pertanian - Pengembangan kawasan di 5 (lima) program prioritas aerotropolis - Memanfaatkan PSN Jalan TOL untuk promosi produk UKM maupun tempat destinasi wisata (rest area) - Kemudahan berinvestasi yang didukung sistem perizinan online Strategi Kelemahan dan Peluang - Mengadakan Pelatihan marketing e- commerce utk pelaku UMKM - Menguatkan kemitraan dengan perusahaan swasta - Pemerintah dalam pendanaan pengembangan smart city - Memanfaatkan sarana perdagangan yang ada khususnya pasar tradisional agar bisa menjadi tempat pemasaran hasil produk masyarakat Kulon Progo. Contoh: Hasil bumi, daging, telur, dan produk kerajinan. - Upaya pemerintah memiliki bank tanah MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 83 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Ancaman - Adanya proses bisnis yang dimiliki oleh warga kabupaten lain, sehingga credit didapat oleh kabupaten lain - Berdasarkan laju pertumbuhan PDRB ADHK, Kabupaten Kulon Progo menunjukkan dinamika pertumbuhan ekonomi yang cukup fluktuatif selama periode 2021–2024 Strategi Ancaman dan Kekuatan - Mengarahkan belanja pemerintah ke sektor- sektor produktif dan prioritas yang memiliki efek pengganda (multiplier effect) tinggi, seperti infrastruktur digital dan fisik, pendidikan, kesehatan, serta riset dan pengembangan. - Penyederhanaan Regulasi dan Perizinan - Memastikan efektivitas penyaluran bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi. - Mendorong pertumbuhan sektor baru seperti industri teknologi, ekonomi kreatif, dan pariwisata yang berkelanjutan. Strategi Kelemahan dan Ancaman - Fasilitasi Akses KUR dan Pembiayaan Mikro - Optimalisasi Koperasi Desa Merah Putih - Memfasilitasi penggunaan platform digital (e-commerce, media sosial) untuk pemasaran dan penjualan produk - Mendorong inovasi produk dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah, seperti hasil pertanian, kerajinan tangan, atau kuliner tradisional, dan mengemasnya secara modern agar memiliki nilai tambah dan daya saing - Kolaborasi Multistakeholder: Membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah (Dinas Koperasi dan UKM), akademisi, komunitas wirausaha, sektor swasta, dan lembaga keuangan. - Optimalisasi TOMIRA dan Program Pay On Pro 4.2.4 SMART LIVING Tabel 4. 11 Analisis SWOT Smart Living MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 84 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Faktor Internal Faktor Eksternal Kekuatan - Adanya bandara Yogya International Airport (YIA), mendukung pengembangan kawasan aerotropolis - Adanya stasiun kereta yang terhubung dengan ibukota provinsi dan negara - Adanya monitoring kualitas air secara real-time (onlimo) di Sungai Serang yang berada di kawasan pariwisata Glagah - Mempunyai bentang alam yang beragam yaitu pantai, dataran rendah, waduk dan pegunungan beserta kekayaan alam yang melimpah - Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kulon Progo Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh - Selama lima tahun terakhir, kinerja Urusan Kesehatan di Kabupaten Kulon Progo menunjukkan tren yang cukup positif dengan beberapa capaian signifikan pada berbagai indikator kunci. Kelemahan - Transportasi jalur darat (bus) terbatas - Kemampuan keuangan daerah terbatas, terutama setelah covid dan adanya efisiensi sehingga menghambat belanja infrastruktur - Perlindungan terhadap kawasan permukiman rawan bencana belum dilakukan secara konsisten - Masih ada kawasan kumuh yang ditetapkan dengan SK BUPATI KULON PROGO Nomor 53/C/2025 tentang Lokasi Penanganan Kawasan Kumuh Kabupaten Kulon Progo Tahun 2025- 2029 - Gap infrastruktur antar area masih tinggi MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 85 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Peluang - Bentang alam dapat dikembangkan sebagai wisata unggulan - Kab. Kulon Progo telah meraih penghargaan adipura, kabupaten sehat kabupaten layak anak Strategi Peluang dan Kekuatan - Pengembangan aplikasi yang menyediakan informasi obyek wisata, pemesanan tiket online dan pembayaran nontunai - Menambah penggunaan sensor untuk memantau kualitas udara atau air di area wisata, serta sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien - Penerapan teknologi untuk meningkatkan hasil pertanian - Peningkatan infrastruktur - Pelatihan dan pendampingan bagi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) agar masyarakat dapat mengelola dan merawat kawasan yang sudah diperbaiki. Strategi Kelemahan dan Peluang - Peningkatan layanan transportasi umum (misal bus sekolah) Ancaman - Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan pembangunan strategis seperti Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), ada potensi munculnya kawasan- kawasan kumuh Strategi Ancaman dan Kekuatan - Edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan kawasan/lingkungan tempat tinggal Strategi Kelemahan dan Ancaman - Penguatan TAGANA dan DESTANA - Anggaran untuk mitigasi bencana dikolaborasikan dengan anggaran untuk konservasi lingkungan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 86 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats baru, terutama di wilayah yang mengalami kepadatan populasi 4.2.5 SMART SOCIETY Tabel 4. 12 Analisis SWOT Smart Society Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Faktor Internal Faktor Eksternal Kekuatan - Terdapat beberapa Perguruan Tinggi Negeri & Swasta - Pemerintah Daerah memiliki fasilitas untuk masyarakat seperti co-working space - Indikator persentase gangguan ketentraman dan ketertiban umum yang dapat diselesaikan secara konsisten menunjukkan capaian 100% setiap tahun - Adanya perpustakaan daerah, perpustakaan desa, atau taman baca masyarakat (TBM) yang dapat menjadi pusat kegiatan literasi. Kelemahan - Terbatasnya akses terhadap pelatihan keterampilan dan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Kulon Progo - Meskipun ada fasilitas, aksesibilitasnya mungkin belum merata, terutama di daerah pelosok atau terpencil - Keterbatasan jumlah dan kualitas koleksi buku di perpustakaan atau TBM yang ada. - Belum banyak yang memanfaatkan kulonprogo - Program literasi yang mungkin masih konvensional dan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 87 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats - Potensi untuk mengintegrasikan cerita rakyat, sejarah lokal, atau nilai-nilai budaya Kulon Progo dalam materi literasi, sehingga lebih relevan dan menarik bagi masyarakat setempat - Keterlibatan Aktif Akademisi dan Sektor Pendidikan. kurang menarik bagi berbagai kelompok usia atau segmen masyarakat. - Kurangnya variasi kegiatan literasi selain membaca buku. Peluang - Teknologi dapat mendukung peningkatan literasi, terutama di kalangan pemuda - Adanya peluang untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, sektor swasta, atau penerbit - Adanya program- program literasi dari pemerintah pusat (Kemendikbudristek, Perpusnas) yang bisa disinergikan dengan program di daerah. - Kesempatan untuk mendapatkan hibah atau pendanaan dari pihak luar. - Kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi Strategi Peluang dan Kekuatan - Pengembangan platform literasi digital, e-book, atau audio book untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama generasi muda. - Penggunaan media sosial untuk kampanye literasi dan promosi kegiatan membaca. Strategi Kelemahan dan Peluang MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 88 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats melalui kampanye, seminar, atau lokakarya. - Peluang untuk berkolaborasi dengan sektor swasta (CSR perusahaan), komunitas, atau lembaga pendidikan tinggi untuk memperluas jangkauan program literasi. Ancaman - Kecenderungan masyarakat terhadap media digital yang lebih dominan dibandingkan dengan bahan bacaan cetak - Potensi cyber attack pada sistem informasi kebencanaan - Meningkatnya frekuensi kejadian bencana (hidrometeorologi) - Ketergantungan sistem digital pada infrastruktur yang rawan rusak akibat bencana - Kesenjangan Digital dan Aksesibilitas - Kurangnya literasi digital membuat masyarakat rentan menjadi korban atau penyebar hoaks. Strategi Ancaman dan Kekuatan - Menggunakan teknologi untuk kewaspadaan dini bencana Strategi Kelemahan dan Ancaman - Optimalisasi pengembangan sistem kebencanaan berbasis digital - Peningkatan kapasitas SDM pemerintah dan komunitas dalam disaster digital governance 4.2.6 SMART ENVIRONMENT MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 89 Tabel 4. 13 Analisis SWOT Smart Environment Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Faktor Internal Faktor Eksternal Kekuatan - Adanya UU yang mengatur tentang pengelolaan lingkungan hidup - Adanya peraturan daerah Nomor 6 Tahun 2024 tentang pengelolaan persampahan - Adanya Peraturan Bupati 35 Tahun 2019 tentang pengendalian sampah plastik pada tempat daya tarik wisata Kelemahan - Masyarakat banyak yang belum sadar terhadap pengelolaan lingkungan hidup - Pembangunan Kulon Progo masih ada yang belum mempertimbangkan kelestarian lingkungan hidup - Timbulan sampah dari aktivitas/kegiatan masyarakat/ industri/ pariwisata dll akan meningkat seiring pertumbuhan ekonomi Kulon Progo - Kapasitas TPA Banyuroto akan overload Peluang - Teknologi yang berkembang dapat mendukung pelestarian lingkungan - Adanya peluang untuk kerja sama dengan perguruan tinggi di Kulon Progo dalam upaya pelestarian lingkungan Strategi Peluang dan Kekuatan - Pengembangan platform literasi digital tentang lingkungan hidup, e-book, atau audio book untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama generasi muda. - Penggunaan media sosial untuk kampanye literasi dan promosi pelestarian lingkungan hidup - Peningkatan online monitoring kualitas lingkungan Strategi Kelemahan dan Peluang - Optimalisasi pengembangan sistem informasi lingkungan hidup (kualitas air, udara, tanah dll) berbasis digital - Peningkatan kapasitas SDM pemerintah dan komunitas dalam environmental empowering melalui digital governance dan kolaborasi dengan perguruan tinggi - Pengembangan teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan dan minim budget operasional MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 90 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Ancaman - Tingkat risiko bencana di Kulon Progo tergolong tinggi Strategi Ancaman dan Kekuatan - Menggunakan teknologi informasi lingkungan hidup Strategi Kelemahan dan Ancaman - Membuat standar ramah lingkungan pada pembangunan di Kulon Progo - Mengadakan sosialisasi terkait isu lingkungan secara masif, termasuk untuk mitigasi bencana yang mungkin terjadi MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 91 "Terwujudnya Kulon Progo yang makmur, mandiri, religius, berbudaya, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi cerdas, inovasi, dan kolaborasi yang inklusif." Sedangkan Misi Smart City Kabupaten Kulon Progo, yaitu : . Mewujudkan tata kelola pemerintahan dan layanan publik yang transparan, akuntabel, efisien, dan partisipatif melalui pemanfaatan data dan teknologi. . Mengembangkan identitas dan daya saing Kulon Progo melalui integrasi ekosistem pariwisata, penguatan produk unggulan daerah, pengembangan ekosistem bisnis, serta penataan ruang kota yang indah, nyaman, dan berkarakter budaya. . Meningkatkan kemandirian ekonomi daerah melalui pengembangan agribisnis, penguatan UMKM, digitalisasi ekonomi, pengembangan ekosistem industri kreatif, menuju masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing. . Mewujudkan kehidupan masyarakat yang layak, sehat, dan harmonis melalui perencanaan tata ruang yang berkelanjutan, peningkatan konektivitas dan mobilitas, serta penguatan layanan kesehatan dan sosial berbasis teknologi. . Mendorong terciptanya masyarakat yang religius, berbudaya, inklusif, aman, dan tertib melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung interaksi sosial, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan literasi digital. . Menjaga kelestarian lingkungan berkelanjutan melalui perlindungan dan pengelolaan sumber daya, pengelolaan limbah dan sampah, serta tata kelola energi berkelanjutan. 5.2 SASARAN SMART CITY KAB KULON PROGO Sasaran Smart City Kabupaten Kulon Progo dirumuskan sebagai langkah terukur untuk menerjemahkan visi dan misi RPJMD ke dalam implementasi enam dimensi Kota Cerdas. Sasaran-sasaran ini dirancang untuk menjawab isu-isu strategis dan tantangan pembangunan yang dihadapi daerah, dengan mengedepankan pendekatan inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Berikut adalah sasaran untuk setiap dimensi Smart City, yang juga dilengkapi dengan sistem kodifikasi yang mengacu pada panduan penyusunan Masterplan Smart City. 5.2.1 SMART GOVERNANCE (G) Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, transparan, dan berintegritas melalui reformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan publik yang terintegrasi, dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan kepuasan Masyarakat. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 92 Tabel 5. 1 Sasaran Smart Governance Sub Dimensi 1: G.1. Pelayanan Publik (Public Service) G.1.1. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang responsif, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan warga. Sasaran ini dirancang untuk mengatasi fluktuasi pada Indeks Pelayanan Publik dan memastikan penegakan peraturan yang konsisten. Sub Dimensi 2: G.2. Manajemen Birokrasi (Bureaucracy Management) G.2.1. Mewujudkan sistem pemerintahan digital yang terpadu dan berkelanjutan. Sasaran ini dirancang untuk mengatasi tantangan seperti rendahnya indeks SPBE/Indeks Pemdi dan kesenjangan keterampilan digital di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Sub Dimensi 3: G.3. Kebijakan Publik (Public Policy) G.3.1. Menciptakan perancangan kebijakan yang berbasis data dan partisipatif. Sasaran ini bertujuan mengintegrasikan masukan masyarakat untuk merumuskan regulasi yang relevan dan efektif. 5.2.2 SMART BRANDING (B) Menguatkan identitas dan daya saing daerah melalui promosi digital yang efektif, dengan fokus pada pengembangan pariwisata berkelanjutan dan produk-produk unggulan berbasis kearifan lokal. Tabel 5. 2 Sasaran Smart Branding Sub Dimensi 1: B1. Membangun dan Memasarkan Ekosistem Pariwisata (Tourism Branding) B.1.1. Meningkatkan daya tarik dan citra daerah di tingkat nasional dan internasional melalui strategi pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan. Sub Dimensi 2: B2. Membangun platform dan Memasarkan Ekosistem Bisnis Daerah (Business Branding) B.2.1. Menciptakan ekosistem pariwisata yang inovatif dan terintegrasi, didukung oleh pemasaran digital yang massif. Sasaran ini bertujuan untuk mengatasi masalah promosi yang masih terbatas pada destinasi prioritas. Sub Dimensi 3: B3. Membangun dan Memasarkan Wajah Kota (City Appearance Branding) B.3.1. Meningkatkan pengembangan wajah kota yang mencerminkan identitas budaya lokal dan mendukung potensi pariwisata serta bisnis. 5.2.3 SMART ECONOMY (EC) Menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang tangguh, mandiri, dan inklusif, dengan mendorong hilirisasi produk pertanian dan perikanan, pemberdayaan UMKM berbasis digital, serta optimalisasi investasi di kawasan-kawasan strategis. Tabel 5. 3 Sasaran Smart Economy MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 93 Sub Dimensi 1: Ec1. Membangun ekosistem industri yang berdaya saing (Industry) Ec.1.1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah. Sasaran ini bertujuan mengatasi tingkat kemiskinan dan rasio kewirausahaan yang masih fluktuatif. Sub Dimensi 2: Ec2. Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat (Welfare) Ec.2.1. Mewujudkan kemandirian ekonomi daerah melalui peningkatan nilai tambah produk lokal dan daya saing UMKM. Sasaran ini memanfaatkan peluang dari infrastruktur strategis seperti YIA dan JJLS. Sub Dimensi 3: Ec3. Membangun Ekosistem Transaksi Keuangan (Transaction) Ec.3.1. Menciptakan ekosistem industri yang adaptif dan inovatif. Sasaran ini direncanakan dengan memprioritaskan industri pengolahan (seperti agroindustri kopi, kelapa, dan teh) serta ekonomi kreatif yang berbasis kearifan lokal. 5.2.4 SMART LIVING (LV) Meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan infrastruktur dasar yang merata, layanan kesehatan yang terintegrasi, serta penanggulangan kemiskinan dan stunting berbasis data. Tabel 5. 4 Sasaran Smart Living Sub Dimensi 1: Lv1. Harmonisasi Tata Ruang Wilayah (Harmony) Lv.1.1. Memberikan akses masyarakat terhadap layanan dasar (air bersih dan sanitasi aman) secara merata. Sub Dimensi 2: Lv2. Mewujudkan Prasarana Kesehatan (Health) Lv.2.1. Meningkatkan kualitas kesehatan dan ketahanan sosial masyarakat, termasuk melalui penurunan prevalensi stunting yang meningkat. Sub Dimensi 3: Lv3. Menjamin Ketersediaan Sarana Transportasi (Mobility) Lv.3.1. Meningkatkan harmonisasi tata ruang dan transportasi yang mendukung mobilitas efisien dan kualitas hunian yang layak di seluruh wilayah. 5.2.5 SMART SOCIETY (S) Membangun masyarakat yang kreatif, inovatif, dan berbudaya, dengan fokus pada peningkatan literasi digital, penguatan pendidikan karakter, dan pelestarian nilai-nilai lokal untuk menciptakan kohesi sosial yang kuat. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 94 Tabel 5. 5 Sasaran Smart Society Sub Dimensi 1: S1. Mewujudkan Interaksi Masyarakat yang Efisien (Community) S.1.1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terampil, berdaya saing, dan berliterasi digital. Sasaran ini untuk mengatasi rata-rata lama sekolah yang masih rendah. Sub Dimensi 2: S2. Membangun Ekosistem Belajar yang Efisien (Learning) dan Komprehensif S.2.1. Mewujudkan masyarakat yang adaptif, inovatif, dan partisipatif dalam pembangunan daerah, termasuk dukungan terhadap kelompok rentan dan difabel. Sub Dimensi 3: S3. Mewujudkan Sistem Keamanan Masyarakat (Security) S.3.1. Menciptakan sistem keamanan masyarakat yang terintegrasi dengan teknologi untuk mendukung rasa aman dan nyaman bagi warga. 5.2.6 SMART ENVIRONMENT (EN) Mewujudkan lingkungan hidup yang lestari dan tangguh terhadap bencana, dengan strategi pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana, penanganan sampah terpadu, dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Tabel 5. 6 Sasaran Smart Environment Sub Dimensi 1: En1. Mengembangkan Program Perlindungan Lingkungan Hidup (Protection) En.1.1. Mengembangkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Sasaran ini termasuk penanganan sampah dan konservasi lahan, untuk mengatasi penurunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) dan meningkatnya volume sampah. Sub Dimensi 2: En2. Mengembangkan Tata Kelola Sampah dan Limbah (Waste) En.2.1. Mengembangkan sistem terintegrasi untuk tata kelola limbah dan sampah. Sub Dimensi 3: En3. Mengembangkan Tata Kelola Energi Yang Bertanggung- jawab (Energy) En.3.1. Mengoptimalkan pengelolaan energi dan sumber daya alam. Sasaran ini termasuk pemanfaatan potensi perdagangan karbon dari kawasan hutan dan mangrove. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 95 Kabupaten Kulon Progo memiliki posisi strategis di Daerah Istimewa Yogyakarta yang membuka peluang besar untuk membangun ekosistem layanan digital yang terintegrasi lintas wilayah. Oleh karena itu, diperlukan kerangka kerja sama yang terencana guna meningkatkan kualitas layanan publik, efisiensi pemerintahan, serta daya saing daerah. 6.2 TUJUAN KERJA SAMA Kerja sama dan kolaborasi bertujuan untuk :
a.Meningkatkan keterpaduan layanan publik berbasis digital;
b.Mengoptimalkan pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan;
c.Mendorong efisiensi pembangunan melalui berbagi sumber daya;
d.Mempercepat transformasi digital daerah;
e.Memperkuat daya saing kawasan melalui promosi dan inovasi bersama. 6.3 POTENSI MITRA KERJA SAMA Beberapa pihak yang berpotensi menjadi mitra strategis antara lain :
1.Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) - Sinkronisasi kebijakan Smart Province dengan Smart City; - Integrasi platform layanan digital; - Penguatan infrastruktur dan jaringan data regional.
2.Pemerintah Kabupaten/Kota di DIY dan wilayah sekitar - Pengembangan layanan lintas wilayah; - Pertukaran praktik terbaik (best practices); - Kolaborasi dalam pengembangan inovasi daerah.
3.Instansi Pemerintah Pusat - Dukungan kebijakan, standar nasional, dan interoperabilitas sistem; - Integrasi dengan platform nasional seperti SPBE dan Satu Data Indonesia.
4.Perguruan Tinggi dan Lembaga Riset - Kajian berbasis data; - Pengembangan teknologi; - Pendampingan inovasi Smart City.
5.Sektor Swasta dan Penyedia Teknologi - Kemitraan dalam penyediaan solusi digital; - Skema pembiayaan inovatif; - Transfer teknologi. 6.4 RUANG LINGKUP KERJA SAMA Kerja sama Smart City dapat difokuskan pada beberapa area strategis berikut : MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 96
a.Konektivitas Data dan Layanan Lintas Wilayah Integrasi data antar daerah memungkinkan pertukaran informasi secara real-time, mendukung perencanaan pembangunan, manajemen transportasi, mitigasi bencana, serta pelayanan masyarakat yang lebih cepat dan akurat.
b.Standar Integrasi dan Interoperabilitas Sistem Penyusunan standar bersama diperlukan agar aplikasi dan platform digital dapat saling terhubung. Hal ini sejalan dengan kebijakan SPBE dan prinsip arsitektur sistem pemerintahan berbasis elektronik.
c.Promosi Terpadu Potensi Daerah Kolaborasi promosi pariwisata, investasi, dan produk unggulan dapat meningkatkan daya tarik kawasan secara regional. Strategi promosi digital bersama juga mampu memperluas jangkauan pasar.
d.Berbagi Infrastruktur dan Sumber Daya Pemanfaatan pusat data, jaringan komunikasi, maupun platform layanan secara bersama dapat mengurangi duplikasi anggaran dan meningkatkan efisiensi.
e.Pengembangan Inovasi Bersama Pelaksanaan forum inovasi, laboratorium digital (innovation lab), maupun program percontohan lintas daerah dapat mempercepat implementasi solusi Smart City. 6.5 STRATEGI IMPLEMENTASI KOLABORASI Agar kerja sama berjalan efektif, diperlukan langkah-langkah strategis sebagai berikut :
a.Penyusunan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama;
b.Pembentukan tim koordinasi lintas daerah;
c.Penetapan arsitektur dan standar data bersama;
d.Penguatan tata kelola dan keamanan informasi;
e.Monitoring dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan kerja sama. 6.6 DAMPAK YANG DIHARAPKAN Melalui kerja sama yang terstruktur, diharapkan terwujud :
a.Ekosistem Smart City yang terintegrasi secara regional;
b.Peningkatan kualitas layanan publik;
c.Tata kelola pemerintahan yang lebih responsif dan berbasis data;
d.Efisiensi pembangunan;
e.Pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih kompetitif. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 97 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 98 Dokumen ini menekankan pemanfaatan teknologi digital, inovasi, serta tata kelola kolaboratif sebagai landasan transformasi daerah menuju tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif, pelayanan publik yang lebih efisien, dan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, Kabupaten Kulon Progo diarahkan untuk mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah dalam konteks regional, nasional, maupun global. Penerapan masterplan ini didukung oleh komitmen politik, kerangka regulasi, dan kelembagaan daerah yang telah terbentuk, serta selaras dengan kebijakan nasional seperti GovTech Nusantara dan transformasi digital pemerintahan. Kendati demikian, terdapat sejumlah tantangan yang harus diantisipasi, antara lain keterbatasan sumber daya manusia digital, keterhubungan data antarperangkat daerah, serta kesenjangan literasi digital masyarakat. Melalui strategi berbasis data, kolaborasi pentaheliks, dan penguatan kapasitas sumber daya, tantangan tersebut dapat diubah menjadi peluang yang mendorong percepatan inovasi dan penguatan ketahanan daerah dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Dengan visi “Terwujudnya Kulon Progo yang makmur, mandiri, religius, berbudaya, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi cerdas, inovasi, dan kolaborasi yang inklusif”, Masterplan ini diharapkan menjadi pedoman teknokratis dalam mengarahkan pembangunan daerah secara terukur, konsisten, dan berkesinambungan. Dokumen ini sekaligus menjadi kerangka acuan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem digital yang integratif, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta berakar pada kearifan lokal, sehingga mampu menjadikan Kabupaten Kulon Progo sebagai salah satu model implementasi kota cerdas yang progresif di Indonesia. Halaman Cover Buku II Master Plan Smart City Kabupaten Kulon Progo MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 1 KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dapat menyusun Dokumen Smart City Kabupaten Kulon Progo sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang optimal. Penerapan konsep Smart City di Kabupaten Kulon Progo merupakan langkah strategis dalam mendukung visi pembangunan daerah, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor. Program ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital, memperkuat pelayanan publik, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah. Dokumen ini disusun sebagai pedoman bersama bagi seluruh perangkat daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam melaksanakan program Smart City. Di dalamnya termuat arah kebijakan, strategi, serta program prioritas yang selaras dengan potensi dan kebutuhan lokal Kabupaten Kulon Progo. Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan dokumen ini, baik dari jajaran perangkat daerah, akademisi, dunia usaha, maupun masyarakat. Semoga dokumen ini dapat menjadi acuan yang bermanfaat dan mampu mendukung terwujudnya Kabupaten Kulon Progo sebagai daerah yang cerdas, inovatif, dan berdaya saing. Demikian kata pengantar ini kami sampaikan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan dan ridha-Nya dalam setiap langkah pembangunan Kabupaten Kulon Progo. Kulon Progo, September 2025 Bupati Kulon Progo, DR. H. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., MM MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 2 SAMBUTAN DEWAN SMART CITY Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena telah memberi kemudahan dan kelancaran, sehingga buku II Smart City Kabupaten Kulon Progo ini berhasil terselesaikan dengan baik. Buku ini disusun untuk menjadi panduan bagi jajaran Pemkab Kulon Progo dan berbagai pihak terkait lainnya dalam menjalankan program-program Smart City. Smart City merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Kominfo (sekarang Komdigi) untuk membantu Pemda di seluruh Indonesia dalam menjalankan Pemerintahan, khususnya dalam memberikan layanan kepada masyarakat luas. Tanpa adanya pedoman Smart City, Pemda akan mengalami kesulitan, bahkan mungkin akan menyusun program kerja sesuai dengan kreatifitas masing-masing Kepala Daerah. Namun dengan adanya Program Smart City, Kepala Daerah akan lebih mudah menentukan arah pembangunan. Smart City sudah banyak diterapkan di berbagai negara di seluruh dunia. Di dalamnya banyak dimensi, namun yang digunakan di Indonesia ada enam, yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Environment dan Smart Society. Di negara- negara lain, ada yang menjalankan Smart Education, Smart Tourism, Smart Transportation, Smart Mobility, dan sebagainya. Setiap tahun, sesuai pedoman dari Kemkomdigi, Pemda harus menjalankan setidak-tidaknya satu program kerja untuk setiap dimensi, sebagai quick win. Pada tahun 2026 ini, Pemkab Kulon Progo telah menetapkan berbagai quick win, yaitu sebagai berikut:
1.Smart Governance : Eling Pajak (BKAD)
2.Smart Branding : Land Pocket (DPMTSP)
3.Smart Economy : Smart Agriculture/green house (Dinas Pertanian)
4.Smart Environment : 1 bank sampah induk di tiap kalurahan (DLH)
5.Smart Society : Layanan Bus Sekolah Inklusif (Dinas Perhubungan)
6.Smart Living : Ranting Kuat (RSUD Wates) Dengan diselesaikannya buku ini, diharapkan program-program quick win yang telah disusun, dapat dilaksanakan secara bersama-sama oleh semua pihak terkait, sehingga dapat mewujudkan masyarakat Kulon Progo yang sejahtera. Selamat kepada seluruh tim yang bertugas menyelesaikan buku ini dengan baik. Kulon Progo, September 2025 Dr. Wing Wahyu Winarno, MAFIS Ketua Tim Eksternal Dewan Smart City Kabupaten Kulon Progo MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR....................................................................................................... i SAMBUTAN DEWAN SMART CITY ............................................................................ ii DAFTAR ISI................................................................................................................... iii DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................... iv DAFTAR TABEL ............................................................................................................ v BAB I PENDAHULUAN................................................................................................. 1 1.1. 6 1.2. 8 1.3. 9 1.4. 10 1.5. 13 BAB II ARAH PEMBANGUNAN SMART CITY KABUPATEN KULON PROGO .... 11 2.1 Visi, Misi, dan Sasaran Smart City Kabupaten Kulon Progo............................................. 12 2.1.1 Visi Kabupaten Kulon Progo .......................................................................................................... 12 2.1.2 Misi Kabupaten Kulon Progo .......................................................................................................... 12 2.1.3 Visi dan Misi Smart City Kabupaten Kulon Progo ....................................................................... 13 2.1.4 Sasaran Smart City Kabupaten Kulon Progo .............................................................................. 14 2.2 Indikator Utama Smart City Daerah ...................................................................................... 16 BAB III STRATEGI PEMBANGUNAN SMART CITY KABUPATEN KULON PROGO......................................................................................................................... 23 3.1 Smart Governance ................................................................................................................... 25 3.2 Smart Branding ........................................................................................................................ 26 3.3 Smart Economy ........................................................................................................................ 27 3.4 Smart Living .............................................................................................................................. 29 3.5 Smart Society ........................................................................................................................... 30 3.6 Smart Environment .................................................................................................................. 31 BAB IV RENCANA AKSI SMART CITY KABUPATEN KULON PROGO .............. 33 4.1 Rencana Aksi Smart Governance ......................................................................................... 34 4.2 Rencana Aksi Smart Branding ............................................................................................... 47 4.3 Rencana Aksi Smart Economy .............................................................................................. 54 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 4 4.4 Rencana Aksi Smart Living .................................................................................................... 65 4.5 Rencana Aksi Smart Society .................................................................................................. 79 4.6 Rencana Aksi Smart Environment ........................................................................................ 86 BAB V PETA JALAN PEMBANGUNAN SMART CITY KABUPATEN KULON PROGO......................................................................................................................... 90 5.1 Peta Jalan Smart Governance ............................................................................................... 91 5.2 Peta Jalan Smart Branding................................................................................................... 102 5.3 Peta Jalan Smart Economy .................................................................................................. 110 5.4 Peta Jalan Smart Living ........................................................................................................ 119 5.5 Peta Jalan Smart Society ..................................................................................................... 140 5.6 Peta Jalan Smart Environment ............................................................................................ 148 BAB VI PENUTUP ..................................................................................................... 153 LAMPIRAN ................................................................................................................. 154 DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Asta Cita Presiden Prabowo dan Wapres Gibran 1 Gambar 1.2 Penerapan Teknologi AWD di Kabupaten Kulon Progo 2 Gambar 1.3 Elemen Smart City Readiness 5 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 5 Gambar 1.4 Dimensi Smart City 7 Gambar 1.5 Smart City Maturity Model 8 Gambar 1.6 Kerangka Kodifikasi Program Smart City 9 Gambar 2.1 Ilustrasi SNI ISO 37122:2019 20 Gambar 3.1 Bupati Kulon Progo di podium saat pemaparan forum konsultasi publik RPJMD 2025-2030 30 DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Keterkaitan Misi RPJMD Kabupaten Kulon Progo dengan Enam Dimensi Smart City 10 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 6 Tabel 2.1 Sasaran Smart Governance 16 Tabel 2.2 Sasaran Smart Branding 17 Tabel 2.3 Sasaran Smart Economy 17 Tabel 2.4 Sasaran Smart Living 18 Tabel 2.5 Sasaran Smart Society 18 Tabel 2.6 Sasaran Smart Environment 19 Tabel 2.7 Indikator Utama Smart City 21 Tabel 3.1 Strategi Smart Governance 32 Tabel 3.2 Strategi Smart Branding 34 Tabel 3.3 Strategi Smart Economy 37 Tabel 3.4 Strategi Smart Living 39 Tabel 3.5 Strategi Smart Society 42 Tabel 3.6 Strategi Smart Environment 44 Tabel 4.1 Rencana Aksi Smart Governance (Jangka Pendek - Menengah) 48 Tabel 4.2 Rencana Aksi Smart Governance (Jangka Panjang) 64 Tabel 4.3 Rencana Aksi Smart Branding (Jangka Pendek - Menengah) 71 Tabel 4.4 Rencana Aksi Smart Branding (Jangka Panjang) 78 Tabel 4.5 Rencana Aksi Smart Economy (Jangka Pendek - Menengah) 81 Tabel 4.6 Rencana Aksi Smart Economy (Jangka Panjang) 96 Tabel 4.7 Rencana Aksi Smart Living (Jangka Pendek - Menengah) 99 Tabel 4.8 Rencana Aksi Smart Living (Jangka Panjang) 111 Tabel 4.9 Rencana Aksi Smart Society (Jangka Pendek - Menengah) 121 Tabel 4.10 Rencana Aksi Smart Society (Jangka Panjang) 124 Tabel 4.11 Rencana Aksi Smart Environment (Jangka Pendek - Menengah) 131 Tabel 4.12 Rencana Aksi Smart Environment (Jangka Panjang) 133 Tabel 5.1 Peta Jalan Smart Governance Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) 136 Tabel 5.2 Peta Jalan Smart Governance Jangka Panjang (2030-2034) 144 Tabel 5.3 Peta Jalan Smart Branding Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) 145 Tabel 5.4 Peta Jalan Smart Branding Jangka Panjang (2030-2034) 149 Tabel 5.5 Peta Jalan Smart Economy Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) 152 Tabel 5.6 Peta Jalan Smart Economy Jangka Panjang (2030-2034) 158 Tabel 5.7 Peta Jalan Smart Living Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) 160 Tabel 5.8 Peta Jalan Smart Living Jangka Panjang (2030-2034) 170 Tabel 5.9 Peta Jalan Smart Society Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) 175 Tabel 5.10 Peta Jalan Smart Society Jangka Panjang (2030-2034) 177 Tabel 5.11 Peta Jalan Smart Environment Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) 181 Tabel 5.12 Peta Jalan Smart Environment Jangka Panjang (2030-2034) 183 Rangkaian program dalam masterplan ini mengintegrasikan visi “Makmur, Mandiri, Religius, MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 7 Berbudaya, dan Berkelanjutan” dengan delapan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, seperti kemandirian pangan dan pengembangan ekonomi hijau-biru untuk memperkokoh ketahanan daerah serta meningkatkan kualitas hidup warga. Gambar 1.1 Asta Cita Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Sumber Gambar : www.setneg.go.id Globalisasi menuntut setiap kota bersaing setara dengan pusat-pusat ekonomi internasional. Oleh karena itu, Kabupaten Kulon Progo berfokus pada layanan publik cepat, tepat sasaran, dan terjangkau, sejalan dengan semangat Asta Cita untuk mencapai nol kelaparan dan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat, dua indikator utama dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs) yang diadopsi oleh agenda pemerintahan saat ini. Revolusi digital telah mempercepat urbanisasi dan meredefinisi interaksi masyarakat. Masterplan ini memanfaatkan teknologi sebagai enabler inovasi dan kolaborasi, selaras dengan misi Asta Cita yang mendorong transformasi ekonomi kreatif dan digitalisasi layanan publik, langkah penting untuk menyongsong percepatan perubahan kombinatorial yang diprediksi akan melampaui tiga ratus tahun perkembangan sebelumnya. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 8 Gambar 1.2 Penerapan Teknologi AWD di Kabupaten Kulon Progo Sumber Gambar : Jogja Benih (link : https://jogjabenih.jogjaprov.go.id/read/7dc24d00ccef2511490bf94783e7e1625f730c16fb8c6 16758c6bcd3c1d22a553179 ) Konsep Smart City di Kabupaten Kulon Progo dijalankan secara komprehensif dan inklusif. Pendekatan ini sejalan dengan Asta Cita yang menekankan good governance serta hak atas keadilan dan partisipasi publik (SDG 16). Melalui partisipasi warga, teknologi informasi tidak hanya memangkas birokrasi, tapi juga memfasilitasi keterlibatan semua pemangku kepentingan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. Masterplan ini juga memperdalam fondasi filosofis dengan mengintegrasikan prinsip Green Constitution dan Right to the City. Langkah ini paralel dengan Asta Cita, khususnya misi penguatan hak asasi manusia dan perlindungan lingkungan, sehingga pembangunan tidak hanya pintar secara teknologi, tetapi juga adil dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. Secara nasional, Gerakan Menuju Smart City Kementerian Kominfo mendukung 100 kota/kabupaten menyusun masterplan dan quickwins dalam 5–10 tahun ke depan. Inisiatif tersebut mengantarkan Kulon Progo untuk menerjemahkan Asta Cita, terutama kemandirian pangan dan ekonomi hijau, ke dalam program prioritas lokal, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang menjadi pijakan makro negara. Masterplan ini mengadopsi pendekatan T-H-I-S (Tematik, Holistik, Integratif, Spasial) untuk memastikan keterpaduan dimensi digital, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Fokus spasial pada Aerotropolis Wates, Kawasan Industri Kreatif, dan Pariwisata Berkelanjutan dirancang untuk mengoptimalkan potensi lokal sesuai karakteristik wilayah dan misi Asta Cita dalam memperkokoh daya saing daerah. 1.2. MAKSUD DAN TUJUAN MASTERPLAN SMART CITY Masterplan Smart City Kabupaten Kulon Progo disusun dengan maksud dan tujuan yang selaras dengan dokumen RPJMD dan panduan Penyusunan Masterplan Smart City.
a.Maksud dari penyusunan Masterplan ini adalah untuk menetapkan sebuah dokumen perencanaan terintegrasi yang berfungsi sebagai panduan strategis dan operasional MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 9 bagi pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam mengimplementasikan konsep Smart City di Kabupaten Kulon Progo.
b.Tujuan dari disusunnya dokumen ini adalah: a) Menciptakan integrasi, sinkronisasi, dan sinergi antara perencanaan Smart City dengan dokumen perencanaan pembangunan di tingkat pusat dan daerah, termasuk RPJMD dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). b) Menyediakan landasan materi dan panduan praktis untuk implementasi program- program pembangunan berbasis konsep Smart City yang sesuai dengan karakteristik dan potensi spesifik Kabupaten Kulon Progo. c) Menjamin terakomodasinya sasaran pembangunan nasional dan daerah dalam setiap program dan kegiatan Smart City. d) Mendorong proses pengembangan Smart City yang efektif, efisien, inklusif, dan partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. 1.3. LANDASAN HUKUM Penyusunan Masterplan Smart City Kabupaten Kulon Progo didasarkan pada landasan hukum yang kuat, mencakup peraturan perundang-undangan di tingkat nasional maupun daerah, antara lain:
a.Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
b.Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
c.Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
d.Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
e.Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi;
f.Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2022 tentang Perkotaan;
g.Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024;
h.Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional;
i.Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025-2029;
j.Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2005-2025;
k.Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2022-2027;
l.Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 7 Tahun 2022 tentang Rencana Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2023-2026;
m.Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 24 Tahun 2025 Tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2026;
n.Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kulon Progo Tahun 2012-2032;
o.Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 100 Tahun 2018 tentang Masterplan Smart City Pemerintah Kabupaten Kulon Progo 2018-2023.; MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 10
p.Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 20 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 118 Tahun 2016 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan; dan
q.Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 120/A/2025 tentang Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan.
r.Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 244/A/2025 tentang Pembentukan Dewan Smart City Kabupaten Kulon Progo. 1.4. KERANGKA PIKIR MASTERPLAN SMART CITY Konsep Smart City adalah unik dan dinamis. Solusi yang berhasil di satu kota tidak dapat serta merta diaplikasikan di kota lain karena setiap daerah memiliki permasalahan dan potensi yang berbeda. Pembangunan Smart City menekankan pentingnya inovasi untuk menyelesaikan persoalan spesifik tersebut, dengan menjadikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sensor, dan analisis data sebagai faktor pendukung atau enabler, bukan sebagai tujuan akhir pembangunan itu sendiri. Intinya adalah bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk mendorong setiap elemen kota, baik pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta, untuk berpikir kreatif dan aktif dalam melahirkan inovasi yang terintegrasi demi mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera, sehat, nyaman, dan aman. Sebelum sebuah daerah dapat menyusun program-program Smart City yang efektif, langkah fundamental yang harus dilakukan adalah menilai tingkat kesiapannya. Kesiapan ini dikenal sebagai Smart City Readiness. Model ini mengidentifikasi elemen-elemen kunci yang harus dimiliki oleh sebuah daerah untuk dapat memulai dan melaksanakan inisiatif kota cerdas secara berkelanjutan. Terdapat lima elemen utama dalam kesiapan ini, yaitu: Gambar 1.3 Elemen Smart City Readiness Sumber: Citiasia Center for Smart Nation (CCSN)
a.Nature (Alam), yaitu potensi alam dan lingkungan hidup.
b.Structure (Struktur), yaitu kesiapan sumber daya manusia (SDM) pelaksana dan penerima manfaat, anggaran, serta tata kelola.
c.Infrastructure (Infrastruktur), yaitu kesiapan infrastruktur fisik, infrastruktur digital (TIK), dan infrastruktur sosial. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 11
d.Suprastructure (Suprastruktur), yaitu penyiapan kebijakan atau peraturan daerah, kelembagaan, dan tata laksana.
e.Culture (Budaya), yaitu nilai-nilai, perilaku, dan kebiasaan masyarakat. Untuk keperluan penyusunan masterplan, kajian difokuskan pada tiga elemen inti: Structure, Infrastructure, dan Suprastructure. Keterhubungan antarelemen ini adalah prasyarat yang harus dibangun. Structure memastikan adanya SDM yang kompeten dan pendanaan yang memadai. Infrastructure menyediakan sarana dan prasarana penunjang yang diperlukan. Sementara itu, Suprastructure memastikan adanya landasan hukum dan kelembagaan yang kuat untuk menjamin keberlanjutan program. Model ini menunjukkan bahwa Komdigi mempromosikan pendekatan yang holistik, di mana fondasi manajerial, teknis, dan regulasi harus kokoh sebelum meluncurkan program teknologi yang canggih. Ilustrasi dari Gambar 1.1 diatas, merujuk pada dokumen panduan penyusunan Masterplan Smart City, secara konseptual menggambarkan elemen-elemen Smart City Readiness sebagai fondasi yang menopang seluruh inisiatif Smart City. Fondasi ini merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tingkat kematangan yang lebih tinggi. Setelah fondasi kesiapan daerah terbangun, pembangunan Smart City diarahkan pada enam dimensi yang saling terintegrasi. Keenam dimensi ini mewakili area-area utama di mana inovasi dan teknologi diterapkan untuk memecahkan masalah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
a.Smart Governance (Tata Kelola Cerdas). Dimensi ini berfokus pada perwujudan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan efisien. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan TIK dan partisipasi masyarakat. Cakupannya meliputi aspek birokrasi, kebijakan, dan layanan.
b.Smart Branding (Pencitraan Cerdas). Dimensi ini bertujuan untuk membangun citra daerah yang menarik di tingkat nasional dan internasional. Pencitraan dilakukan melalui strategi pariwisata, promosi bisnis, dan pengembangan kota yang menonjolkan keunikan lokal.
c.Smart Economy (Ekonomi Cerdas). Fokusnya adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan. Tujuannya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, dan menciptakan lapangan kerja melalui pengembangan industri, kewirausahaan, dan ekonomi kreatif.
d.Smart Living (Hidup Cerdas). Dimensi ini menitikberatkan pada peningkatan kualitas dan kenyamanan hidup masyarakat. Aspek yang dicakup meliputi layanan kesehatan, perumahan, mobilitas, dan perlindungan terhadap keamanan dan keselamatan.
e.Smart Society (Masyarakat Cerdas). Dimensi ini berfokus pada pembangunan masyarakat yang inklusif, kreatif, dan berliterasi digital. Tujuannya adalah meningkatkan interaksi sosial budaya, pembelajaran seumur hidup, dan keamanan komunitas.
f.Smart Environment (Lingkungan Cerdas). Dimensi ini mengarahkan pembangunan pada pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Tujuannya adalah mewujudkan kota yang tangguh terhadap perubahan iklim, efisien dalam MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 12 pengelolaan sumber daya (seperti energi dan air), dan memiliki tata kelola limbah yang baik. Gambar 1.4 Dimensi Smart City Sumber: Citiasia Center for Smart Nation (CCSN) Gambar diatas secara konseptual menggambarkan keenam dimensi ini sebagai pilar-pilar yang saling berinteraksi dan mengelilingi inti kota, menunjukkan bahwa pembangunan Smart City bersifat terpadu dan multidimensi. Selanjutnya, untuk mengukur tingkat keberhasilan implementasi Smart City, digunakan sebuah model kematangan. Model ini mengombinasikan kemampuan daerah (readiness) dengan kinerja aktual (performance) Smart City. Tingkat kematangan ini dibagi menjadi empat level, yaitu:
a.Initial. Tahap awal di mana daerah baru memulai pembangunan Smart City. Kesiapan dan kinerja masih berada di level rendah.
b.Developing. Daerah sudah mulai mengembangkan berbagai program dengan dukungan kesiapan yang cukup baik.
c.Managed. Daerah telah menjalankan Smart City pada berbagai aspek dengan dukungan kesiapan yang sangat baik.
d.Optimized. Tahap penyempurnaan di mana daerah telah mengoptimalkan pembangunan Smart City di seluruh elemen, dimensi, dan aspek. Bureaucracy Appearance Industry Health Community Energy MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 13 Gambar 1.5 Smart City Maturity Model Sumber : Citiasia Center for Smart Nation (CCSN) Model ini, sebagaimana gambar di atas, berfungsi sebagai alat untuk memetakan posisi daerah dan menentukan langkah strategis selanjutnya. Keberadaan model ini menunjukkan bahwa program Smart City dirancang untuk transformasi jangka panjang dan berkelanjutan, bukan sekadar proyek sesaat. Proses ini menekankan bahwa pembangunan kota cerdas merupakan sebuah perjalanan yang membutuhkan evaluasi dan perbaikan terus-menerus. 1.5. KETERHUBUNGAN MASTERPLAN SMART CITY DENGAN DOKUMEN LAIN Masterplan Smart City tidak dimaksudkan sebagai dokumen yang berdiri sendiri, melainkan sebagai dokumen strategis yang harus terintegrasi, tersinkronisasi, dan selaras dengan dokumen perencanaan pembangunan yang sudah ada di tingkat daerah. Keterkaitan ini sangat penting untuk memastikan program Smart City mendukung pencapaian visi dan misi pembangunan daerah yang telah ditetapkan. Di dalam dokumen panduan penyusunan Masterplan Smart City menjelaskan bahwa dokumen masterplan memiliki keterkaitan erat dengan RPJMD, yang merupakan dokumen perencanaan jangka menengah yang memuat arah kebijakan kepala daerah. Keterkaitan ini dapat terjadi pada tingkat sasaran pembangunan. Sasaran-sasaran Smart City yang terbagi ke dalam enam dimensinya harus sejalan dengan sasaran RPJMD. Untuk memudahkan pemetaan dan penyelarasan, dokumen panduan memperkenalkan sistem kodifikasi program kerja. Sistem ini berfungsi sebagai alat praktis untuk melacak dan mengintegrasikan program Smart City ke dalam kerangka RPJMD. Kodifikasi ini menggunakan kode huruf untuk setiap dimensi Smart City, yaitu:
a.G untuk Smart Governance, MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 14
b.B untuk Smart Branding,
c.Ec untuk Smart Economy,
d.Lv untuk Smart Living,
e.S untuk Smart Society, dan
f.En untuk Smart Environment. Selanjutnya, sub-dimensi dan level program serta rencana aksi dapat diberi nomor untuk menciptakan kode yang sangat spesifik. Sebagai contoh, kode program G.1.2.3.P.4.A.1 merepresentasikan "Rencana Aksi (Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan)" (A.1) untuk "Program ke-4" (P.4) yang merealisasikan "Strategi ke-3" (3) dari "Sasaran ke-2" (2) pada "Sub-Dimensi ke-1 (Pelayanan Publik)" (1) di dimensi "Smart Governance" (G). Sistem ini menunjukkan pendekatan yang sangat terstruktur dan detail dalam mengelola inisiatif Smart City. Gambar 1.6 Kerangka Kodifikasi Program Smart City Sumber : Buku Panduan Penyusunan Masterplan Smart City Kominfo Tahun 2022 Dalam dokumen panduan, gambar di atas secara konseptual menunjukkan kerangka keterkaitan antara sasaran Smart City dengan RPJMD dan kerangka kodifikasi program. Gambar ini mengilustrasikan bagaimana RPJMD, Renstra OPD, dan Rencana Aksi Smart City saling berhubungan dalam satu alur logis. Analisis terhadap Rancangan Akhir RPJMD Kabupaten Kulon Progo 2025-2029 menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip Smart City secara substansial telah diadopsi dan diintegrasikan ke dalam kerangka perencanaan daerah, meskipun terminologi "Smart City" tidak secara eksplisit digunakan di seluruh dokumen. Keterkaitan RPJMD ini dengan berbagai dokumen perencanaan lain menunjukkan adanya konsistensi perencanaan yang kuat dan berjenjang. Berikut Adalah gambaran keterkaitan misi RPJMD Kabupaten Kulon Progo dengan enam dimensi Smart City. Tabel 1.1 Keterkaitan Misi RPJMD Kabupaten Kulon Progo dengan Enam Dimensi Smart City Misi RPJMD Kulon Progo Tahun 2025-2029 Dimensi Smart City Keterangan Misi 1: Mewujudkan Masyarakat Kulon Progo Makmur, Berbudaya, dan Religius. Smart Society dan Smart Living Misi ini berfokus pada pembangunan manusia, sosial, dan budaya. Hal ini selaras dengan tujuan Smart Society (masyarakat MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 15 Misi RPJMD Kulon Progo Tahun 2025-2029 Dimensi Smart City Keterangan berbudaya dan harmonis) dan Smart Living (kesejahteraan dan kualitas hidup). Misi 2: Meningkatkan Kemandirian dan Daya Saing Daerah serta Menciptakan Pemerataan Ekonomi. Smart Economy dan Smart Branding Misi ini secara langsung mencerminkan inti dari Smart Economy (produktivitas, daya saing ekonomi) dan Smart Branding (pencitraan daerah untuk promosi pariwisata dan bisnis). Misi 3: Mewujudkan Tata Kelola Pemerintah yang Good Governance, Aspiratif, serta Mewujudkan Masyarakat yang Aman dan Demokratis. Smart Governance dan Smart Society Misi ini adalah perwujudan langsung dari Smart Governance (tata kelola pemerintahan yang transparan dan efisien) dan sebagian dari Smart Society (penciptaan masyarakat yang aman dan berpartisipasi aktif). Misi 4: Mewujudkan Pemerataan Pembangunan Infrastruktur Lingkungan yang Lestari dan Tangguh Bencana. Smart Environment dan Smart Living Misi ini sangat selaras dengan Smart Environment (lingkungan lestari dan berkelanjutan) dan Smart Living (ketahanan terhadap bencana dan perbaikan infrastruktur). Analisis di atas menunjukkan bahwa RPJMD Kulon Progo secara fundamental telah mengadopsi kerangka pembangunan yang sejalan dengan filosofi Smart City. RPJMD ini berfungsi sebagai kerangka kebijakan makro yang memberikan payung hukum bagi inisiatif- inisiatif Smart City yang lebih spesifik. Dengan demikian, Masterplan Smart City dapat dipandang sebagai alat yang memperkaya dan mengoperasionalkan RPJMD, bukan sebagai dokumen yang terpisah. Fungsi utama Masterplan Smart City antara lain adalah:
a.Menerjemahkan visi dan misi RPJMD ke dalam inisiatif-inisiatif yang berbasis data, inovasi, dan TIK;
b.Menjadi panduan teknis yang lebih terperinci bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD);
c.Mendorong kolaborasi lintas sektor dan partisipasi publik yang lebih terfokus;
d.Menyediakan alat monitoring dan evaluasi yang menggunakan indikator kinerja spesifik, seperti yang terdapat dalam SNI ISO 37122:2019, untuk mengukur kemajuan inisiatif Smart City. Bagi pembuat kebijakan di daerah, analisis ini menyoroti beberapa implikasi penting. Pertama, pentingnya melakukan analisis kesiapan (Readiness) sebelum memulai implementasi. Kedua, krusialnya legalisasi Masterplan Smart City melalui Peraturan Kepala Daerah atau Peraturan Daerah untuk menjamin keberlanjutan program dan alokasi anggaran MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 16 yang konsisten. Ketiga, pemanfaatan sistem kodifikasi yang diusulkan Kominfo dapat mempermudah perencanaan, penganggaran, dan evaluasi program yang bersifat multidimensi dan lintas OPD. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 17 Untuk mengimplementasikan konsep ini, sebuah daerah harus memiliki fondasi yang kuat, yang dikenal sebagai Kesiapan Kota Cerdas (Smart City Readiness). Menurut kerangka kerja yang ada, ada tiga elemen utama yang harus disiapkan:
a.Struktur. Kesiapan ini mencakup sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, ketersediaan anggaran yang memadai, serta tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien.
b.Infrastruktur. Meliputi pembangunan infrastruktur fisik, infrastruktur digital (TIK), dan infrastruktur sosial untuk mendukung kehidupan masyarakat.
c.Suprastruktur. Merujuk pada penyiapan kebijakan, regulasi daerah, dan kelembagaan yang kuat untuk menjamin keberlanjutan program. Setelah fondasi tersebut terpenuhi, pembangunan Kota Cerdas diarahkan melalui enam dimensi yang saling terintegrasi, yaitu:
a.Tata Kelola Cerdas (Smart Governance). Berfokus pada birokrasi, kebijakan, dan layanan yang transparan, akuntabel, dan efisien dengan memanfaatkan TIK. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan publik dan perbaikan kinerja birokrasi secara berkelanjutan.
b.Masyarakat Cerdas (Smart Society). Menekankan peran manusia sebagai inti dari kota. Dimensi ini bertujuan menciptakan masyarakat yang inovatif, kreatif, dan memiliki literasi digital yang tinggi, serta membangun interaksi sosial yang humanis dan dinamis.
c.Ekonomi Cerdas (Smart Economy). Bertujuan membangun ekosistem ekonomi yang produktif dan adaptif terhadap perubahan. Ini mencakup pengembangan industri, transaksi, dan kesejahteraan masyarakat.
d.Hidup Cerdas (Smart Living). Berfokus pada peningkatan kualitas dan kenyamanan hidup warga, meliputi layanan kesehatan, perumahan, dan mobilitas.
e.Lingkungan Cerdas (Smart Environment). Mengedepankan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Tujuannya adalah mewujudkan kota yang tangguh terhadap perubahan iklim dan efisien dalam pengelolaan sumber daya seperti energi, air, dan limbah.
f.Pencitraan Cerdas (Smart Branding). Berupaya membangun citra daerah yang menarik untuk meningkatkan daya saing melalui pariwisata, bisnis, dan penataan wajah kota. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 18 Masterplan Kota Cerdas (Smart City) ini disusun sebagai dokumen perencanaan yang terintegrasi untuk membantu pemerintah daerah menetapkan visi, misi, dan arah pembangunan yang sesuai dengan karakter spesifik daerah. 2.1 VISI, MISI, DAN SASARAN SMART CITY KABUPATEN KULON PROGO Visi, Misi, dan Sasaran Smart City Kabupaten Kulon Progo didapatkan berdasarkan acuan dan analisis Visi dan Misi RPJMD, kondisi saat ini, serta tujuan dan harapan pembangunan di Kabupaten Kulon Progo. 2.1.1 VISI KABUPATEN KULON PROGO Berdasarkan dokumen Rankhir RPJMD Kabupaten Kulon Progo 2025-2029, visi dari Kabupaten Kulon Progo Tahun 2025-2029, yaitu: Terwujudnya “Kulon Progo yang Makmur, Mandiri, Religious, Berbudaya yang Berkelanjutan” Visi tersebut merupakan landasan yang kuat dan terarah, yang menjadi tahap awal dalam mewujudkan visi jangka panjang Kabupaten Kulon Progo 2025-2045, yaitu "Kulon Progo yang Sejahtera, Maju, Mandiri, Berbudaya, & Berkelanjutan (SEMARAK)". Visi ini memiliki lima makna utama yang saling berkaitan, yaitu:
a.Makmur. Tujuannya adalah menciptakan kondisi di mana seluruh masyarakat Kulon Progo dapat merasakan kesejahteraan ekonomi secara merata. Ini berarti setiap keluarga memiliki pendapatan yang memadai, bisa memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, dan papan, serta mendapatkan akses yang baik terhadap pendidikan dan kesehatan.
b.Mandiri. Kata ini mencerminkan semangat untuk mengoptimalkan potensi dan sumber daya lokal agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa terlalu bergantung pada pihak lain. Kemandirian ini didorong melalui pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan, pemberdayaan sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi yang sesuai.
c.Religius. Pembangunan ini tidak hanya berfokus pada hal-hal fisik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat dan pemerintah diharapkan menjunjung tinggi keimanan dan ketaqwaan, yang tercermin dalam sikap saling menghormati, toleransi, dan solidaritas antarumat beragama.
d.Berbudaya. Aspek ini menekankan pentingnya melestarikan dan menanamkan nilai- nilai luhur budaya lokal sebagai identitas daerah. Budaya menjadi landasan moral dan etika dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Dengan cara ini, kebudayaan lokal dapat menjadi pondasi untuk menciptakan masyarakat yang berkarakter, berdaya saing, dan adaptif terhadap perubahan.
e.Berkelanjutan. Pembangunan yang dilakukan harus selalu mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan ketersediaan sumber daya alam. Hal ini memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan tidak merusak ekosistem, sehingga warisan budaya dan alam dapat dinikmati oleh generasi mendatang. 2.1.2 MISI KABUPATEN KULON PROGO MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 19 Untuk mencapai visi di atas, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo merumuskan empat misi utama yang akan menjadi panduan strategis pembangunan selama lima tahun, yaitu:
a.Mewujudkan Masyarakat Kulon Progo Makmur, Berbudaya dan Religius. Misi ini bertujuan menciptakan kesejahteraan lahir dan batin bagi masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar. Fokusnya adalah pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pendapatan yang layak, sambil terus menguatkan nilai- nilai budaya dan keagamaan.
b.Meningkatkan Kemandirian dan Daya Saing Daerah serta Menciptakan Pemerataan Ekonomi. Misi ini mendorong pemanfaatan potensi lokal, terutama di sektor pertanian, industri, dan pariwisata. Tujuannya adalah memberdayakan masyarakat agar mampu berkontribusi dalam perekonomian, menciptakan produk bernilai tambah, dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang merata di seluruh wilayah.
c.Mewujudkan Tata Kelola Pemerintah yang Good Governance, Aspiratif serta Mewujudkan Masyarakat yang Aman dan Demokratis. Misi ini menekankan pentingnya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan efisien. Pelayanan publik akan ditingkatkan agar responsif terhadap aspirasi masyarakat. Selain itu, misi ini juga bertujuan menjaga stabilitas sosial melalui penegakan hukum yang adil, konsisten, dan non diskriminatif untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai bagi semua.
d.Mewujudkan Pemerataan Pembangunan Infrastruktur, Lingkungan yang Lestari dan Tangguh Bencana. Misi ini berfokus pada pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah. Pembangunan ini juga harus memperhatikan pelestarian lingkungan dan mitigasi risiko bencana, memastikan bahwa pertumbuhan fisik tidak mengorbankan kelestarian alam dan keselamatan Masyarakat. 2.1.3 VISI DAN MISI SMART CITY KABUPATEN KULON PROGO Mempertimbangkan kondisi kesiapan, visi, misi dan program unggulan Kabupaten Kulon Progo, maka perlu ditetapkan visi pembangunan Smart City. Visi Misi Smart City Kabupaten Kulon Progo, yaitu: "Terwujudnya Kulon Progo yang makmur, mandiri, religius, berbudaya, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi cerdas, inovasi, dan kolaborasi yang inklusif." Sedangkan Misi Smart City Kabupaten Kulon Progo, yaitu :
a.Mewujudkan tata kelola pemerintahan dan layanan publik yang transparan, akuntabel, efisien, dan partisipatif melalui pemanfaatan data dan teknologi.
b.Mengembangkan identitas dan daya saing Kulon Progo melalui integrasi ekosistem pariwisata, penguatan produk unggulan daerah, pengembangan ekosistem bisnis, serta penataan ruang kota yang indah, nyaman, dan berkarakter budaya.
c.Meningkatkan kemandirian ekonomi daerah melalui pengembangan agribisnis, penguatan UMKM, digitalisasi ekonomi, pengembangan ekosistem industri kreatif, menuju masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 20
d.Mewujudkan kehidupan masyarakat yang layak, sehat, dan harmonis melalui perencanaan tata ruang yang berkelanjutan, peningkatan konektivitas dan mobilitas, serta penguatan layanan kesehatan dan sosial berbasis teknologi.
e.Mendorong terciptanya masyarakat yang religius, berbudaya, inklusif, aman, dan tertib melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung interaksi sosial, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan literasi digital.
f.Menjaga kelestarian lingkungan berkelanjutan melalui perlindungan dan pengelolaan sumber daya, pengelolaan limbah dan sampajh, serta tata kelola energi berkelanjutan. 2.1.4 SASARAN SMART CITY KABUPATEN KULON PROGO Sasaran Smart City Kabupaten Kulon Progo dirumuskan sebagai langkah terukur untuk menerjemahkan visi dan misi RPJMD ke dalam implementasi enam dimensi Kota Cerdas. Sasaran-sasaran ini dirancang untuk menjawab isu-isu strategis dan tantangan pembangunan yang dihadapi daerah, dengan mengedepankan pendekatan inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Berikut adalah sasaran untuk setiap dimensi Smart City, yang juga dilengkapi dengan sistem kodifikasi yang mengacu pada panduan penyusunan Masterplan Smart City.
a.Smart Governance (G) Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, transparan, dan berintegritas melalui reformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan publik yang terintegrasi, dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan kepuasan Masyarakat. Tabel 2.1 Sasaran Smart Governance Sub Dimensi 1: G.1. Pelayanan Publik (Public Service) G.1.1. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang responsif, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan warga. Sasaran ini dirancang untuk mengatasi fluktuasi pada Indeks Pelayanan Publik dan memastikan penegakan peraturan yang konsisten. Sub Dimensi 2: G.2. Manajemen Birokrasi (Bureaucracy Management) G.2.1. Mewujudkan sistem pemerintahan digital yang terpadu dan berkelanjutan. Sasaran ini dirancang untuk mengatasi tantangan seperti rendahnya indeks SPBE/Indeks Pemdi dan kesenjangan keterampilan digital di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Sub Dimensi 3: G.3. Kebijakan Publik (Public Policy) G.3.1. Menciptakan perancangan kebijakan yang berbasis data dan partisipatif. Sasaran ini bertujuan mengintegrasikan masukan masyarakat untuk merumuskan regulasi yang relevan dan efektif.
b.Smart Branding (B) Menguatkan identitas dan daya saing daerah melalui promosi digital yang efektif, dengan fokus pada pengembangan pariwisata berkelanjutan dan produk-produk unggulan berbasis kearifan lokal. Tabel 2.2 Sasaran Smart Branding MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 21 Sub Dimensi 1: B1. Membangun dan Memasarkan Ekosistem Pariwisata (Tourism Branding) B.1.1. Meningkatkan daya tarik dan citra daerah di tingkat nasional dan internasional melalui strategi pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan. Sub Dimensi 2: B2. Membangun platform dan Memasarkan Ekosistem Bisnis Daerah (Business Branding) B.2.1. Menciptakan ekosistem pariwisata yang inovatif dan terintegrasi, didukung oleh pemasaran digital yang massif. Sasaran ini bertujuan untuk mengatasi masalah promosi yang masih terbatas pada destinasi prioritas. Sub Dimensi 3: B3. Membangun dan Memasarkan Wajah Kota (City Appearance Branding) B.3.1. Meningkatkan pengembangan wajah kota yang mencerminkan identitas budaya lokal dan mendukung potensi pariwisata serta bisnis.
c.Smart Economy (Ec) Menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang tangguh, mandiri, dan inklusif, dengan mendorong hilirisasi produk pertanian dan perikanan, pemberdayaan UMKM berbasis digital, serta optimalisasi investasi di kawasan-kawasan strategis. Tabel 2.3 Sasaran Smart Economy Sub Dimensi 1: Ec1. Membangun ekosistem industri yang berdaya saing (Industry) Ec.1.1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah. Sasaran ini bertujuan mengatasi tingkat kemiskinan dan rasio kewirausahaan yang masih fluktuatif. Sub Dimensi 2: Ec2. Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat (Welfare) Ec.2.1. Mewujudkan kemandirian ekonomi daerah melalui peningkatan nilai tambah produk lokal dan daya saing UMKM. Sasaran ini memanfaatkan peluang dari infrastruktur strategis seperti YIA dan JJLS. Sub Dimensi 3: Ec3. Membangun Ekosistem Transaksi Keuangan (Transaction) Ec.3.1. Menciptakan ekosistem industri yang adaptif dan inovatif. Sasaran ini direncanakan dengan memprioritaskan industri pengolahan (seperti agroindustri kopi, kelapa, dan teh) serta ekonomi kreatif yang berbasis kearifan lokal.
d.Smart Living (Lv) Meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan infrastruktur dasar yang merata, layanan kesehatan yang terintegrasi, serta penanggulangan kemiskinan dan stunting berbasis data. Tabel 2.4 Sasaran Smart Living Sub Dimensi 1: Lv1. Harmonisasi Tata Ruang Wilayah (Harmony) MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 22 Lv.1.1. Memberikan akses masyarakat terhadap layanan dasar (air bersih dan sanitasi aman) secara merata. Sub Dimensi 2: Lv2. Mewujudkan Prasarana Kesehatan (Health) Lv.2.1. Meningkatkan kualitas kesehatan dan ketahanan sosial masyarakat, termasuk melalui penurunan prevalensi stunting yang meningkat. Sub Dimensi 3: Lv3. Menjamin Ketersediaan Sarana Transportasi (Mobility) Lv.3.1. Meningkatkan harmonisasi tata ruang dan transportasi yang mendukung mobilitas efisien dan kualitas hunian yang layak di seluruh wilayah.
e.Smart Society (S) Membangun masyarakat yang kreatif, inovatif, dan berbudaya, dengan fokus pada peningkatan literasi digital, penguatan pendidikan karakter, dan pelestarian nilai-nilai lokal untuk menciptakan kohesi sosial yang kuat. Tabel 2.5 Sasaran Smart Society Sub Dimensi 1: S1. Mewujudkan Interaksi Masyarakat yang Efisien (Community) S.1.1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terampil, berdaya saing, dan berliterasi digital. Sasaran ini untuk mengatasi rata-rata lama sekolah yang masih rendah. Sub Dimensi 2: S2. Membangun Ekosistem Belajar yang Efisien (Learning) dan Komprehensif S.2.1. Mewujudkan masyarakat yang adaptif, inovatif, dan partisipatif dalam pembangunan daerah, termasuk dukungan terhadap kelompok rentan dan difabel. Sub Dimensi 3: S3. Mewujudkan Sistem Keamanan Masyarakat (Security) S.3.1. Menciptakan sistem keamanan masyarakat yang terintegrasi dengan teknologi untuk mendukung rasa aman dan nyaman bagi warga.
f.Smart Environment (En) Mewujudkan lingkungan hidup yang lestari dan tangguh terhadap bencana, dengan strategi pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana, penanganan sampah terpadu, dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Tabel 2.6 Sasaran Smart Environment Sub Dimensi 1: En1. Mengembangkan Program Perlindungan Lingkungan Hidup (Protection) En.1.1. Mengembangkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Sasaran ini termasuk penanganan sampah dan konservasi lahan, untuk mengatasi penurunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) dan meningkatnya volume sampah. Sub Dimensi 2: En2. Mengembangkan Tata Kelola Sampah dan Limbah (Waste) En.2.1. Mengembangkan sistem terintegrasi untuk tata kelola limbah dan sampah. Sub Dimensi 3: En3. Mengembangkan Tata Kelola Energi Yang Bertanggung- jawab (Energy) En.3.1. Mengoptimalkan pengelolaan energi dan sumber daya alam. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 23 Sasaran ini termasuk pemanfaatan potensi perdagangan karbon dari kawasan hutan dan mangrove. 2.2 INDIKATOR UTAMA SMART CITY DAERAH Salah satu acuan penting dalam pengembangan kota cerdas adalah standar ISO 37120:2018, yang telah diadopsi secara identik oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) menjadi SNI ISO 37120:2018 tentang Pembangunan Kota dan Masyarakat Berkelanjutan, mencakup indikator layanan perkotaan dan kualitas hidup. Selain itu, ISO 37122:2019 juga telah diadopsi menjadi SNI ISO 37122:2019 yang berfokus pada indikator kota cerdas. BSN memanfaatkan SNI ISO 37122:2019 untuk mengevaluasi kualitas layanan publik di tingkat Kabupaten, Kota, maupun Provinsi, serta mengaitkannya dengan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Dalam pengembangan kota cerdas, perhatian utama harus diberikan pada enam aspek utama: tata kelola yang cerdas, citra kota yang cerdas, ekonomi yang cerdas, kehidupan yang cerdas, masyarakat yang cerdas, dan interaksi sosial yang cerdas. Gambar 2.1 Ilustrasi SNI ISO 37122:2019 Sumber : https://thequality.id/infographic/indikator-untuk-kota-cerdas/ MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 24 Tabel 2.7 Indikator Utama Smart City No. Dimensi Sub Dimensi Sasaran Indikator Rujukan Indikator 1 Smart Governance G1. Pelayanan Publik (Public Service) G.1.1. Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang responsif, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan warga. Indeks Kepuasan Masyarakat Indikator RPJMD 2 10.2 Persentase layanan kota yang dapat diakses dan yang dapat diminta secara daring SNI ISO 37122 : 2019 3 G.2. Manajemen Birokrasi (Bureaucracy Management) G.2.1. Mewujudkan sistem pemerintahan digital yang terpadu dan berkelanjutan. Indeks Reformasi Birokrasi Indikator RPJMD 4 Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (Indeks SPBE) Indikator RPJMD 5 Akuntabilitas Pengelola Keuangan Daerah (Opini BPK) Indikator RPJMD 6 21.1. Jumlah warga kota per 100.000 penduduk per tahun yang terlibat dalam proses perencanaan. SNI ISO 37122 : 2019 7 G.3. Kebijakan Publik (Public Policy) G.3.1. Menciptakan perancangan kebijakan yang berbasis data dan partisipatif. Nilai Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah (AKIP) Indikator RPJMD 8 Indeks Maturitas SPIP Indikator RPJMD 9 10.1. Jumlah kunjungan daring tahunan ke portal data terbuka kota per 100.000 penduduk SNI ISO 37122 : 2019 10 Smart Branding B1. Membangun dan Memasarkan Ekosistem Pariwisata (Tourism Branding) B.1.1. Meningkatkan daya tarik dan citra daerah di tingkat nasional dan internasional melalui strategi pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan. Rata-rata Nilai Indeks Dimensi Ekonomi Budaya, Ketahanan Sosial Budaya, Warisan Budaya, dan Ekspresi Budaya pada Indeks Pembangunan Kebudayaan Indikator RPJMD 11 Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Indikator RPJMD 12 14.1 Persentase layanan rekreasi publik yang dapat dipesan secara daring SNI ISO 37122 : 2019 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 25 No. Dimensi Sub Dimensi Sasaran Indikator Rujukan Indikator 13 17b.1. Jumlah pemesanan daring untuk fasilitas budaya per 100.000 penduduk SNI ISO 37122 : 2019 14 17b.2. Persentase catatan budaya kota yang telah didigitalkan SNI ISO 37122 : 2019 15 B2. Membangun Platform dan Memasarkan Ekosistem Bisnis Daerah (Business Branding) B.2.1. Menciptakan ekosistem pariwisata yang inovatif dan terintegrasi, didukung oleh pemasaran digital yang massif. 5.2. Tingkat kelangsungan bisnis baru per 100.000 penduduk SNI ISO 37122 : 2019 16 Pertumbuhan Ekonomi Indikator RPJMD 17 B3. Membangun dan Memasarkan Wajah Kota (City Appearance Branding) B.3.1. Meningkatkan pengembangan wajah kota yang mencerminkan identitas budaya lokal dan mendukung potensi pariwisata serta bisnis. Pembentukan Modal Tetap Bruto Indikator RPJMD 18 Persentase Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Indikator RPJMD 19 Persentase Kesesuaian Pola Ruang Indikator RPJMD 20 Smart Economy Ec1. Membangun ekosistem industri yang berdaya saing (Industry) Ec.1.1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah. 9.1. Jumlah pendapatan tahunan yang dikumpulkan dari ekonomi berbagi sebagai persentase dari pendapatan sumber sendiri SNI ISO 37122 : 2019 21 5.2. Tingkat kelangsungan bisnis baru per 100.000 penduduk SNI ISO 37122 : 2019 22 Pertumbuhan Ekonomi Indikator RPJMD 23 Ec2. Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat (Welfare) Ec.2.1. Mewujudkan kemandirian ekonomi daerah melalui peningkatan nilai tambah produk lokal dan daya saing UMKM. Pembentukan Modal Tetap Bruto Indikator RPJMD 24 Nilai PDRB Sektor Industri Pengolahan Indikator RPJMD 25 Nilai PDRB Sektor Penyediaan Akomodasi Makan Minum Indikator RPJMD MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 26 No. Dimensi Sub Dimensi Sasaran Indikator Rujukan Indikator 26 5.4. Persentase angkatan kerja yang bekerja di sektor pendidikan, penelitian dan pengembangan SNI ISO 37122 : 2019 27 Ec3. Membangun Ekosistem Transaksi Keuangan (Transaction) Ec.3.1. Menciptakan ekosistem industri yang adaptif dan inovatif. 9.1. Jumlah pendapatan tahunan yang dikumpulkan dari ekonomi berbagi sebagai persentase dari pendapatan sumber sendiri. SNI ISO 37122 : 2019 28 9.2. Persentase pembayaran ke kota yang dibayar secara elektronik berdasarkan faktur elektronik SNI ISO 37122 : 2019 29 Pertumbuhan Ekonomi Indikator RPJMD 30 Smart Living Lv1. Harmonisasi Tata Ruang Wilayah (Harmony) Lv.1.1. Memberikan akses masyarakat terhadap layanan dasar (air bersih dan sanitasi aman) secara merata. 12.2 Persentase rumah tangga dengan pengukur air pintar SNI ISO 37122 : 2019 31 Persentase Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Indikator RPJMD 32 Lv2. Mewujudkan Prasarana Kesehatan (Health) Lv.2.1. Meningkatkan kualitas kesehatan dan ketahanan sosial masyarakat, termasuk melalui penurunan prevalensi stunting yang meningkat. 11.1. Persentase populasi kota yang masuk dalam file kesehatan terpadu daring yang dapat diakses oleh penyedia layanan kesehatan SNI ISO 37122 : 2019 33 11.2. Jumlah janji temu medis tahunan yang dilakukan melalui jarak jauh per 100.000 penduduk SNI ISO 37122 : 2019 34 Usia Harapan Hidup Indikator RPJMD 35 Lv3. Menjamin Ketersediaan Sarana Transportasi (Mobility) Lv.3.1. Meningkatkan harmonisasi tata ruang dan transportasi yang mendukung mobilitas efisien dan kualitas 19.2. Jumlah pengguna transportasi ekonomi berbagi per 100.000 penduduk SNI ISO 37122 : 2019 36 19.6. Persentase layanan transportasi umum kota yang SNI ISO 37122 : 2019 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 27 No. Dimensi Sub Dimensi Sasaran Indikator Rujukan Indikator hunian yang layak di seluruh wilayah. dicakup oleh sistem pembayaran terpadu 37 Persentase Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Indikator RPJMD 38 Indeks Infrastruktur Pekerjaan Umum Indikator RPJMD 39 Smart Society S1. Mewujudkan Interaksi Masyarakat yang Efisien (Community) S.1.1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terampil, berdaya saing, dan berliterasi digital. 13.4. Persentase anggaran kota yang dialokasikan untuk penyediaan program yang ditujukan untuk menjembatani kesenjangan digital SNI ISO 37122 : 2019 40 Indeks Pembangunan Manusia Indikator RPJMD 41 S2. Membangun Ekosistem Belajar yang Efisien (Learning) dan Komprehensif S.2.1. Mewujudkan masyarakat yang adaptif, inovatif, dan partisipatif dalam pembangunan daerah, termasuk dukungan terhadap kelompok rentan dan difabel. 13.1. Persentase bangunan publik yang dapat diakses oleh orang-orang dengan kebutuhan khusus SNI ISO 37122 : 2019 42 6.2. Jumlah komputer, laptop, tablet atau perangkat pembelajaran digital lainnya yang tersedia per 1.000 siswa SNI ISO 37122 : 2019 43 17.3. Jumlah buku perpustakaan umum dan judul e-book per 100.000 penduduk SNI ISO 37122 : 2019 44 Harapan Lama Sekolah Indikator RPJMD 45 Indeks Pembangunan Manusia Indikator RPJMD 46 S3. Mewujudkan Sistem Keamanan Masyarakat (Security) S.3.1. Menciptakan sistem keamanan masyarakat yang terintegrasi dengan teknologi untuk mendukung rasa aman dan nyaman bagi warga. 15.1. Persentase area kota yang dicakup oleh kamera pengintai digital SNI ISO 37122 : 2019 47 Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) Indikator RPJMD 48 Persentase Penanganan Gangguan TRANTIBUM dan Pelanggaran PERDA Indikator RPJMD 49 Smart Environment En1. Mengembangkan Program Perlindungan 23.2. Jumlah stasiun pemantauan kualitas air SNI ISO 37122 : 2019 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 28 No. Dimensi Sub Dimensi Sasaran Indikator Rujukan Indikator Lingkungan Hidup (Protection) En.1.1. Mengembangkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. lingkungan langsung (real-time) per 100.000 populasi 50 22.5. Persentase jaringan pipa air limbah yang dimonitor oleh system sensor data tracking real-time SNI ISO 37122 : 2019 51 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Indikator RPJMD 52 En2. Mengembangkan Tata Kelola Sampah dan Limbah (Waste) En.2.1. Mengembangkan sistem terintegrasi untuk tata kelola limbah dan sampah. 16.1. Persentase pusat pembuangan limbah (kontainer) yang dilengkapi dengan telemetering. SNI ISO 37122 : 2019 53 16.2. Persentase populasi kota yang memiliki pengumpulan sampah dari pintu ke pintu dengan pemantauan individu terhadap jumlah sampah rumah tangga. SNI ISO 37122 : 2019 54 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Indikator RPJMD 55 En3. Mengembangkan Tata Kelola Energi Yang Bertanggung- jawab (Energy) En.3.1. Mengoptimalkan pengelolaan energi dan sumber daya alam. 7.1. Persentase energi listrik dan energi termal yang dihasilkan dari pengolahan air limbah, limbah padat dan pengolahan limbah cair lainnya serta sumber daya limbah panas lainnya, sebagai bagian dari total bauran energi kota untuk tahun Tertentu SNI ISO 37122 : 2019 56 Indeks Infrastruktur Pekerjaan Umum Indikator RPJMD 57 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Indikator RPJMD MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 29 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 30 Gambar 3.1 Bupati Kulon Progo di podium saat pemaparan forum konsultasi publik RPJMD 2025-2030 Sumber : https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2025/03/07/514/1206264/ini-10-isu- strategis-pembangunan-kulonprogo-lima-tahun-ke-depan Strategi pembangunan smart city di Kabupaten Kulon Progo merupakan manifestasi operasional dari visi jangka panjang daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Visi tersebut tidak dapat dicapai tanpa sebuah kerangka kerja yang sistematis dan terintegrasi. Di sinilah peran smart city menjadi sangat strategis. Smart city berfungsi sebagai jantung yang memompa inovasi dan teknologi ke seluruh sendi pembangunan daerah, sekaligus menjadi penerjemah visi filosofis ini ke dalam program-program kerja yang konkret, terukur, dan berdampak nyata. Pengenalan strategi smart city pada bagian awal bab ini akan memberikan landasan teoretis dan kontekstual yang kokoh. Penjelasan ini akan menguraikan bagaimana kerangka kerja nasional diadopsi dan diadaptasi sesuai karakteristik spesifik Kulon Progo, menganalisis kondisi kesiapan daerah, dan merumuskan arah kebijakan serta program prioritas yang selaras dengan dokumen perencanaan pembangunan lainnya. Tujuannya adalah MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 31 memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dalam pembangunan smart city di Kulon Progo tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian integral dari upaya kolektif untuk mewujudkan visi SEMARAK (Sejahtera, Maju, Mandiri, Berbudaya, dan Berkelanjutan) Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2045. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 32 3.1 SMART GOVERNANCE Tujuan Smart Governance adalah memberikan akses kepada Masyarakat terhadap pelayanan publik dan birokrasi yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Berdasarkan hasil analisis SWOT dan TOWS dari Buku 1 Smart City Kulon Progo didapatkan beberapa strategi Smart Governance pada tabel berikut. Tabel 3.1 Strategi Smart Governance No Sasaran Indikator (SNI ISO 37122:2019 dan RPJMD) Strategi Referensi Misi Smart City G.1. Pelayanan Publik 1 G.1.1. Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang responsif, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan warga. Indeks Kepuasan Masyarakat G.1.1.1. Pengembangan Ekosistem Layanan Publik Terintegrasi Berbasis Identitas Digital Tunggal (Single Citizen Identity) Mewujudkan tata kelola pemerintahan dan layanan publik yang transparan, akuntabel, efisien, dan partisipatif melalui pemanfaatan data dan teknologi. 2 10.2 Persentase layanan kota yang dapat diakses dan yang dapat diminta secara daring G.1.1.2. Penguatan Mekanisme Umpan Balik dan Pengawasan Partisipatif Berbasis Platform Digital. 3 G.1.1.3. Otomatisasi dan Digitalisasi End to End Layanan Perizinan Multi Sektor. G.2. Manajemen Birokrasi 4 G.2.1. Mewujudkan sistem pemerintahan digital yang terpadu dan berkelanjutan Indeks Reformasi Birokrasi G.2.1.1. Transformasi Kapasitas SDM ASN Menuju Pola Pikir Digital dan Adaptif. Mewujudkan tata kelola pemerintahan dan layanan publik yang transparan, akuntabel, efisien, dan partisipatif melalui pemanfaatan data dan teknologi. 5 Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (Indeks SPBE) G.2.1.2. Pembangunan dan Penguatan Ekosistem Tata Kelola Keamanan Informasi Terintegrasi 6 Akuntabilitas Pengelola Keuangan Daerah (Opini BPK) G.2.1.3. Penguatan Manajemen Kinerja Berbasis Data dan Akuntabilitas Multi Level7 21.1. Jumlah warga kota per 100.000 penduduk per tahun yang terlibat dalam proses perencanaan. G.3. Kebijakan Publik MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 33 8 G.3.1. Menciptakan perancangan kebijakan yang berbasis data dan partisipatif. Nilai Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah (AKIP) G.3.1.1. Pemanfaatan Analitik Data untuk Perumusan Kebijakan Berbasis Bukti (Evidence Based Policy) Mewujudkan tata kelola pemerintahan dan layanan publik yang transparan, akuntabel, efisien, dan partisipatif melalui pemanfaatan data dan teknologi.9 Indeks Maturitas SPIP G.3.1.2. Pelembagaan Kemitraan Pentahelix untuk Perumusan Regulasi yang Inklusif. 10 10.1. Jumlah kunjungan daring tahunan ke portal data terbuka kota per 100.000 penduduk G.3.1.3. Harmonisasi dan Standardisasi Regulasi Daerah dengan Kerangka Kerja Nasional. 3.2 SMART BRANDING Smart Branding bertujuan untuk mewujudkan Kabupaten Kulon Progo yang unggul dalam daya saing bisnis, memiliki kepastian dalam berusaha, mendukung pengembangan ekosistem pariwisata, serta menata tampilan kota yang mencerminkan identitas khas Kulon Progo. Melalui analisis SWOT dan TOWS yang terdapat dalam Buku 1, telah dirumuskan sejumlah strategi untuk mendukung implementasi Smart Branding. Tabel 3.2 Strategi Smart Branding No Sasaran Indikator (SNI ISO 37122:2019 dan RPJMD) Strategi Referensi Misi Smart City B1. Membangun dan Memasarkan Ekosistem Pariwisata 1 B.1.1. Meningkatkan daya tarik dan citra daerah di tingkat nasional dan internasional melalui strategi pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan. Rata-rata Nilai Indeks Dimensi Ekonomi Budaya, Ketahanan Sosial Budaya, Warisan Budaya, dan Ekspresi Budaya pada Indeks Pembangunan Kebudayaan B.1.1.1. Pengembangan "Ekonomi Kreatif & Ekowisata Berbasis Geoheritage" Terintegrasi dengan Bandara YIA. Mengembangkan identitas dan daya saing Kulon Progo melalui integrasi ekosistem pariwisata, penguatan produk unggulan daerah, pengembangan ekosistem bisnis, serta penataan ruang kota yang indah, nyaman, dan berkarakter budaya. 2 Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) B.1.1.2. Penguatan Brand Budaya Lokal melalui Digitalisasi dan Event Tahunan yang Konsisten. 3 14.1 Persentase layanan rekreasi publik yang dapat dipesan secara daring B.1.1.3. Kolaborasi Multi Aktor untuk Pemasaran Pariwisata yang Inklusif dan Terukur. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 34 No Sasaran Indikator (SNI ISO 37122:2019 dan RPJMD) Strategi Referensi Misi Smart City 4 17b.1. Jumlah pemesanan daring untuk fasilitas budaya per 100.000 penduduk 5 17b.2. Persentase catatan budaya kota yang telah didigitalkan B2. Membangun Platform dan Memasarkan Ekosistem Bisnis Daerah 6 B.2.1. Menciptakan ekosistem pariwisata yang inovatif dan terintegrasi, didukung oleh pemasaran digital yang massif. 5.2. Tingkat kelangsungan bisnis baru per 100.000 penduduk B.2.1.1. Peningkatan Citra Daerah sebagai "Hub Agro Industri & Ekonomi Kreatif Berbasis Digital". Mengembangkan identitas dan daya saing Kulon Progo melalui integrasi ekosistem pariwisata, penguatan produk unggulan daerah, pengembangan ekosistem bisnis, serta penataan ruang kota yang indah, nyaman, dan berkarakter budaya. 7 Pertumbuhan Ekonomi B.2.1.2. Penguatan Ekosistem Kewirausahaan dan UMKM Melalui Literasi Digital dan Akses Pendanaan. 8 B.2.1.3. Pembangunan Merek Produk Lokal Kulon Progo yang Kuat dan Kohesif. B3. Membangun dan Memasarkan Wajah Kota 9 B.3.1. Meningkatkan pengembangan wajah kota yang mencerminkan identitas budaya lokal dan mendukung potensi pariwisata serta bisnis. Pembentukan Modal Tetap Bruto B.3.1.1. Penataan Ruang Berbasis Identitas Budaya dan Modern di Pusat Perkotaan. Mengembangkan identitas dan daya saing Kulon Progo melalui integrasi ekosistem pariwisata, penguatan produk unggulan daerah, pengembangan ekosistem bisnis, serta penataan ruang kota yang indah, nyaman, dan berkarakter budaya. 10 Persentase Kesesuaian Pemanfaatan Ruang B.3.1.2. Pembangunan Wajah Kota yang Lestari dan Tangguh Bencana. 11 Persentase Kesesuaian Pola Ruang B.3.1.3. Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Ruang Publik. 3.3 SMART ECONOMY MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 35 Smart Economy bertujuan untuk mengembangkan sektor industri lokal guna meningkatkan taraf hidup masyarakat, membentuk ekosistem keuangan yang inklusif, serta mendorong literasi keuangan agar tercipta masyarakat yang semakin terbiasa dengan transaksi non tunai. Sejumlah strategi Smart Economy telah dirumuskan berdasarkan hasil analisis SWOT dan TOWS yang tercantum dalam Buku 1. Tabel 3.3 Strategi Smart Economy No Sasaran Indikator (SNI ISO 37122:2019 dan RPJMD) Strategi Referensi Misi Smart City Ec1. Membangun ekosistem industri yang berdaya saing 1 Ec.1.1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah. 9.1. Jumlah pendapatan tahunan yang dikumpulkan dari ekonomi berbagi sebagai persentase dari pendapatan sumber sendiri Ec.1.1.1. Hilirisasi Pertanian dan Perikanan Berbasis Digital. Meningkatkan kemandirian ekonomi daerah melalui pengembangan agribisnis, penguatan UMKM, digitalisasi ekonomi, pengembangan ekosistem industri kreatif, menuju masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing. 2 5.2. Tingkat kelangsungan bisnis baru per 100.000 penduduk Ec.1.1.2. Pengembangan Klaster Industri Kreatif dan Budaya Terintegrasi. 3 Pertumbuhan Ekonomi Ec.1.1.3. Peningkatan Daya Saing Koperasi dan UMKM melalui Kolaborasi Sektor Swasta dan Teknologi. Ec2. Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat 4 Ec.2.1. Mewujudkan kemandirian ekonomi daerah melalui peningkatan nilai tambah produk lokal dan daya saing UMKM. Pembentukan Modal Tetap Bruto Ec.2.1.1. Program Peningkatan Keterampilan Vokasional dan Kewirausahaan Inklusif. Meningkatkan kemandirian ekonomi daerah melalui pengembangan agribisnis, penguatan UMKM, digitalisasi ekonomi, pengembangan ekosistem industri kreatif, menuju masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing. 5 Nilai PDRB Sektor Industri Pengolahan Ec.2.1.2. Pemanfaatan Teknologi untuk Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan. 6 Nilai PDRB Sektor Penyediaan Akomodasi Makan Minum Ec.2.1.3. Peningkatan Perlindungan Sosial dan Data Kemiskinan Terpadu.7 5.4. Persentase angkatan kerja yang bekerja di sektor pendidikan, penelitian dan pengembangan Ec3. Membangun Ekosistem Transaksi Keuangan 8 Ec.3.1. Menciptakan ekosistem industri yang adaptif dan inovatif. 9.1. Jumlah pendapatan tahunan yang dikumpulkan dari ekonomi berbagi Ec.3.1.1. Edukasi dan Literasi Keuangan Digital yang Inklusif. Meningkatkan kemandirian ekonomi daerah melalui MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 36 No Sasaran Indikator (SNI ISO 37122:2019 dan RPJMD) Strategi Referensi Misi Smart City sebagai persentase dari pendapatan sumber sendiri. pengembangan agribisnis, penguatan UMKM, digitalisasi ekonomi, pengembangan ekosistem industri kreatif, menuju masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing. 9 9.2. Persentase pembayaran ke kota yang dibayar secara elektronik berdasarkan faktur elektronik Ec.3.1.2. Integrasi Sistem Pembayaran Digital dalam Layanan Publik dan Transaksi Lokal. 10 Pertumbuhan Ekonomi Ec.3.1.3. Pengembangan Skema Pendanaan Alternatif untuk Ekonomi Lokal. 3.4 SMART LIVING Smart Living bertujuan untuk menciptakan keselarasan antara lingkungan hunian, layanan kesehatan, serta sistem transportasi dan logistik perkotaan. Berdasarkan hasil analisis SWOT dan TOWS yang tercantum dalam Buku 1, sejumlah strategi Smart Living telah dirumuskan dan disajikan pada tabel berikut. Tabel 3.4 Strategi Smart Living No Sasaran Indikator (SNI ISO 37122:2019 dan RPJMD) Strategi Referensi Misi Smart City Lv1. Harmonisasi Tata Ruang Wilayah 1 Lv.1.1. Memberikan akses masyarakat terhadap layanan dasar (air bersih dan sanitasi aman) secara merata. 12.2 Persentase rumah tangga dengan pengukur air pintar Lv.1.1.1. Pengembangan SimtaruKu 2.0 sebagai Platform Kolaboratif Tata Ruang Digital. Mewujudkan kehidupan masyarakat yang layak, sehat, dan harmonis melalui perencanaan tata ruang yang berkelanjutan, peningkatan konektivitas dan mobilitas, serta penguatan layanan kesehatan dan sosial berbasis teknologi. 2 Persentase Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Lv.1.1.2. Pembangunan Kawasan Hunian Cerdas dan Tangguh Bencana. 3 Lv.1.1.3. Optimalisasi Ruang Hijau Publik dengan Teknologi Informasi. Lv2. Mewujudkan Prasarana Kesehatan 4 Lv.2.1. Meningkatkan kualitas kesehatan dan ketahanan sosial masyarakat, termasuk melalui 11.1. Persentase populasi kota yang masuk dalam file kesehatan terpadu Lv.2.1.1. Pembangunan Ekosistem Kesehatan Digital Terpadu. Mewujudkan kehidupan masyarakat yang layak, sehat, dan harmonis melalui MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 37 No Sasaran Indikator (SNI ISO 37122:2019 dan RPJMD) Strategi Referensi Misi Smart City penurunan prevalensi stunting yang meningkat. daring yang dapat diakses oleh penyedia layanan kesehatan perencanaan tata ruang yang berkelanjutan, peningkatan konektivitas dan mobilitas, serta penguatan layanan kesehatan dan sosial berbasis teknologi. 5 11.2. Jumlah janji temu medis tahunan yang dilakukan melalui jarak jauh per 100.000 penduduk Lv.2.1.2. Penguatan Literasi Kesehatan Cerdas melalui Edukasi Interaktif. 6 Usia Harapan Hidup Lv.2.1.3. Jaringan Layanan Kesehatan Bergerak Terjadwal. Lv3. Menjamin Ketersediaan Sarana Transportasi 7 Lv.3.1. Meningkatkan harmonisasi tata ruang dan transportasi yang mendukung mobilitas efisien dan kualitas hunian yang layak di seluruh wilayah. 19.2. Jumlah pengguna transportasi ekonomi berbagi per 100.000 penduduk Lv.3.1.1. Pengembangan Transportasi Publik Terpadu Berbasis Digital. Mewujudkan kehidupan masyarakat yang layak, sehat, dan harmonis melalui perencanaan tata ruang yang berkelanjutan, peningkatan konektivitas dan mobilitas, serta penguatan layanan kesehatan dan sosial berbasis teknologi. 8 19.6. Persentase layanan transportasi umum kota yang dicakup oleh sistem pembayaran terpadu Lv.3.1.2. Optimalisasi Manajemen Lalu Lintas Cerdas dan Pengendalian Lingkungan. 9 Persentase Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Lv.3.1.3. Pembangunan Infrastruktur Mobilitas Aktif dan Inklusif.Indeks Infrastruktur Pekerjaan Umum 3.5 SMART SOCIETY Smart Society bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang partisipatif dan berdaya guna melalui penguatan interaksi sosial, pengembangan ekosistem pembelajaran yang inklusif, serta penerapan sistem manajemen keamanan dan keselamatan yang efektif. Berdasarkan hasil analisis SWOT dan TOWS dalam Buku 1, sejumlah strategi Smart Society telah dirumuskan dan disajikan pada tabel berikut. Tabel 3.5 Strategi Smart Society No Sasaran Indikator (SNI ISO 37122:2019 dan RPJMD) Strategi Referensi Misi Smart City S1. Mewujudkan Interaksi Masyarakat yang Efisien 1 S.1.1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terampil, berdaya saing, dan berliterasi digital. 13.4. Persentase anggaran kota yang dialokasikan untuk penyediaan program yang ditujukan untuk menjembatani kesenjangan digital S.1.1.1. Pengembangan Platform Partisipasi Publik dan Kesejahteraan Digital Terpadu Mendorong terciptanya masyarakat yang religius, berbudaya, inklusif, aman, dan tertib melalui pemanfaatan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 38 No Sasaran Indikator (SNI ISO 37122:2019 dan RPJMD) Strategi Referensi Misi Smart City 2 Indeks Pembangunan Manusia S.1.1.2. Penguatan Komunitas Inklusif Berbasis Teknologi. teknologi informasi dalam mendukung interaksi sosial, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan literasi digital. 3 S.1.1.3. Pelembagaan Kemitraan Multipihak dalam Pembangunan Komunitas. S2. Membangun Ekosistem Belajar yang Efisien dan Komprehensif 4 S.2.1. Mewujudkan masyarakat yang adaptif, inovatif, dan partisipatif dalam pembangunan daerah, termasuk dukungan terhadap kelompok rentan dan difabel. 13.1. Persentase bangunan publik yang dapat diakses oleh orang-orang dengan kebutuhan khusus S.2.1.1. Transformasi Digital Pendidikan Berkelanjutan dari Hulu ke Hilir. Mendorong terciptanya masyarakat yang religius, berbudaya, inklusif, aman, dan tertib melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung interaksi sosial, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan literasi digital. 5 6.2. Jumlah komputer, laptop, tablet atau perangkat pembelajaran digital lainnya yang tersedia per 1.000 siswa S.2.1.2. Gerakan Literasi Digital Inklusif dan Berkelanjutan. 6 17.3. Jumlah buku perpustakaan umum dan judul e-book per 100.000 penduduk S.2.1.3. Pelembagaan Kemitraan Akademisi dan Industri untuk Riset dan Inovasi. Harapan Lama Sekolah Indeks Pembangunan Manusia S3. Mewujudkan Sistem Keamanan Masyarakat 7 S.3.1. Menciptakan sistem keamanan masyarakat yang terintegrasi dengan teknologi untuk mendukung rasa aman dan nyaman bagi warga. 15.1. Persentase area kota yang dicakup oleh kamera pengintai digital S.3.1.1. Pengembangan Ekosistem Keamanan Digital Terpadu dan Responsif. Mendorong terciptanya masyarakat yang religius, berbudaya, inklusif, aman, dan tertib melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung interaksi sosial, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan literasi digital. 8 Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) S.3.1.2. Pelembagaan Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Komunitas dan Teknologi, 9 Persentase Penanganan Gangguan TRANTIBUM dan Pelanggaran PERDA S.3.1.3. Peningkatan Perlindungan Sosial dan Hukum Berbasis Data. 3.6 SMART ENVIRONMENT MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 39 Smart Environment bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam serta menjaga kelestarian lingkungan secara terpadu dan berkelanjutan, dengan pendekatan yang mandiri. Berdasarkan hasil analisis SWOT dan TOWS yang tercantum dalam Buku 1, sejumlah strategi Smart Environment telah dirumuskan dan ditampilkan pada tabel berikut. Tabel 3.6 Strategi Smart Environment No Sasaran Indikator (SNI ISO 37122:2019 dan RPJMD) Strategi Referensi Misi Smart City En1. Mengembangkan Program Perlindungan Lingkungan Hidup 1 En.1.1. Mengembangkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. 23.2. Jumlah stasiun pemantauan kualitas air lingkungan langsung (real- time) per 100.000 populasi En.1.1.1. Pembangunan Ekosistem Pemantauan Kualitas Lingkungan Cerdas Menjaga kelestarian lingkungan berkelanjutan melalui perlindungan dan pengelolaan sumber daya, pengelolaan limbah dan sampajh, serta tata kelola energi berkelanjutan. 2 22.5. Persentase jaringan pipa air limbah yang dimonitor oleh system sensor data tracking real time En.1.1.2. Penguatan Pengendalian dan Perlindungan Lahan Berbasis Data Geospasial. 3 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup En.1.1.3. Program Konservasi dan Rehabilitasi Ekosistem Berbasis Partisipasi Publik. En2. Mengembangkan Tata Kelola Sampah dan Limbah 4 En.2.1. Mengembangkan sistem terintegrasi untuk tata kelola limbah dan sampah. 16.1. Persentase pusat pembuangan limbah (kontainer) yang dilengkapi dengan telemetering. En.2.1.1. Pembangunan Ekosistem Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Digital. Menjaga kelestarian lingkungan berkelanjutan melalui perlindungan dan pengelolaan sumber daya, pengelolaan limbah dan sampajh, serta tata kelola energi berkelanjutan. 5 16.2. Persentase populasi kota yang memiliki pengumpulan sampah dari pintu ke pintu dengan pemantauan individu terhadap jumlah sampah rumah tangga. En.2.1.2. Gerakan Kulon Progo Nol Sampah melalui Edukasi dan Kemitraan Inovatif. 6 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup En.2.1.3. Optimalisasi Infrastruktur dan Regulasi Pengelolaan Sampah. En3. Mengembangkan Tata Kelola Energi Yang Bertanggung-jawab 7 En.3.1. Mengoptimalkan pengelolaan energi dan sumber daya alam. 7.1. Persentase energi listrik dan energi termal yang dihasilkan dari pengolahan air limbah, limbah padat dan pengolahan limbah cair lainnya serta sumber daya limbah panas lainnya, En.3.1.1. Pengembangan Peta Jalan Energi Terbarukan Daerah. Menjaga kelestarian lingkungan berkelanjutan melalui perlindungan dan pengelolaan sumber daya, pengelolaan limbah MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 40 No Sasaran Indikator (SNI ISO 37122:2019 dan RPJMD) Strategi Referensi Misi Smart City sebagai bagian dari total bauran energi kota untuk tahun Tertentu dan sampajh, serta tata kelola energi berkelanjutan. 8 Indeks Infrastruktur Pekerjaan Umum En.3.1.2. Implementasi Program Audit Energi dan Efisiensi Cerdas. 9 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup En.3.1.3. Pembangunan Ekosistem Energi Bersih Berbasis Komunitas dan Kemitraan. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 41 Rencana Aksi Smart City Kulon Progo adalah sebuah cetak biru yang terintegrasi, holistik, dan komprehensif. Keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada komitmen dan kolaborasi terpadu dari semua pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta. Dokumen-dokumen rencana aksi menunjukkan bahwa setiap program inovasi telah memiliki sektor pelaksana utama (Leading Sector) dan sumber pendanaan yang jelas, yang berasal dari berbagai sumber seperti APBD, APBN, Dana Keistimewaan (DAIS), dan bahkan investasi swasta (CSR). Keterlibatan berbagai sumber pendanaan ini adalah bukti konkret dari upaya untuk mengatasi kelemahan daerah terkait keterbatasan keuangan. Rencana Aksi ini juga berfungsi sebagai peta jalan (roadmap) yang terstruktur, menempatkan program-program dalam kerangka waktu jangka pendek (2025) hingga jangka menengah
a.Memberikan pantauan real- time layanan ibu hamil mulai dari awal kehamilan,
b.Tersedianya data ibu hamil dengan faktor Risikonya real time Lv.2.1.1.P.1.A.1. Pembuatan SK TimBumilku Lv.2.1.1.P.1.A.2. SOP Layanan Kesehatan Ibu Hamil 2025- 2029 Lv.2.1.1.P.1.B.1. Pengadaan PC, Laptop , smartphone atau tablet), perangkat jaringan komunikasi (Jaringan Internet), dan Server 2025- 2029 Lv.2.1.1.P.1.C.1. Pembuatan Aplikasi Bumilku, Browser 2025- 2029 Lv.2.1.1.P.1.D.1. Panduan dan Pedoman penggunaan aplikasi Bumilku Lv.2.1.1.P.1.D.2. Sosialisasi aplikasi bumilku dan Pelatihan penggunaan aplikasi kepada bidan yang ada di puskemas 2025- 2029 Lv.2.1.1. Pembanguna n Ekosistem Kesehatan Digital Terpadu. Lv.2.1.1.P.2. Simoku Sistem Informasi Manajemen Obat Lv.2.1.1.P.2.A.1. SK Tim SIMOKU Lv.2.1.1.P.2.A.2. SOP Layanan Kerfarmasian 2025 - 2029 Lv.2.1.1.P.2.B.1. Pengadaan perangkat PC, Laptop , smartphone atau tablet, jaringan komunikasi 2025 - 2029 Lv.2.1.1.P.2.C.1. Pembuatan Aplikasi Simoku, Browser 2025 - 2029 Lv.2.1.1.P.2.D.1. Penyusunan Panduan dan Pedoman penggunaan aplikasi Simoku Lv.2.1.1.P.2.D.2. 2025 - 2029 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 78 Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun Kabupaten Kulon Progo) Pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai (Jaringan Internet), dan Server Sosialisasi aplikasi Simoku dan Pelatihan penggunaan aplikasi kepada pengelola obat di puskesmas. Lv.2.1.3. Jaringan Layanan Kesehatan Bergerak Terjadwal. Lv.2.1.3.P.1. Pengembanga n Sistem Integrasi Gangguan Pelayanan (SITEGAP) berbasis website dan android untuk publik Lv.2.1.3.P.1.A.1. Pembuatan SOP pengaduan online melalui SITEGAP 2025 - 2029 - - Lv.2.1.3.P.1.C.1. Pengembangan sistem dengan modul:
1.Modul input pengaduan
2.Modul tracking pengaduan
3.Modul data pelanggan
4.Modul data informasi perbaikan berlangsung 2025 - 2029 Lv.2.1.3.P.1.D.1. Pembuatan video tutorial penggunaan bagi masyarakat Lv.2.1.3.P.1.D.2. Publikasi tata cara penggunaan melalui sosial media 2025 - 2029 Lv.2.1.3. Jaringan Layanan Kesehatan Bergerak Terjadwal. Lv.2.1.3.P.2. Pengembanga n Sistem Informasi Gangguan Pelayanan PDAM Kulon Progo (SIGAPKU) berbasis website dan Lv.2.1.3.P.2.A.1. Pembuatan SOP pendaftaran sambungan rumah melalui SIGAPKU Lv.2.1.3.P.2.A.2. Pembuatan SOP pengecekan dan pembayaran tagihan rekening air melalui SIGAPKU 2026 - 2029 - - Lv.2.1.3.P.2.C.1. Pengembangan aplikasi dengan modul:
1.Modul pendaftaran sambungan rumah
2.Modul tracking proses pendaftaran sambungan rumah
3.Modul tracking tagihan rekening air 2026 - 2029 Lv.2.1.3.P.2.D.1. Pembuatan video tutorial penggunaan bagi masyarakat Lv.2.1.3.P.2.D.2. Publikasi tata cara penggunaan melalui sosial media 2026 - 2029 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 79 Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun android untuk publik Lv.2.1.3.P.2.A.3. Pembuatan SOP permohonan buka/tutup segel sambungan rumah melalui SIGAPKU Lv.2.1.3.P.2.A.4. Pembuatan SOP permohonan data kualitas air melalui SIGAPKU Lv.2.1.3.P.2.A.5. Permohonan tera meter Lv.2.1.3.P.2.A.6. Permohonan cek tekanan air
4.Modul permohonan buka/tutup segel sambungan rumah
5.Modul tracking proses buka/tutup segel sambungan rumah
6.Modul permohonan data kualitas air
7.Modul tracking permohonan data kualitas air
8.Modul tracking permohonan tera meter
8.Modul tracking permohonan cek tekanan air Lv.2.1.1. Pembanguna n Ekosistem Kesehatan Digital Terpadu. Lv.2.1.1.P.3. Ranting Kuat (Rawat Anak Stunting Kulon Progo agar Sehat) Lv.2.1.1.P.3.A.1. SK Tim Ranting Kuat Lv.2.1.1.P.3.A.2. SOP Pelaksanaan Ranting Kuat 2025- 2029 Lv.2.1.1.P.3.B.1. Gedung Gizi yang memadai Lv.2.1.1.P.3.C.1. Pemanfaatan aplikasi berbasis Internet dan Google Form Lv.2.1.1.P.3.D.1. Sosialisasi dan Pelatihan. Melalui Bimtek Lv.2.1.1.P.3.D.2. Sosialisasi melalui media sosial 2025- 2029 Lv.2.1.3. Jaringan Layanan Lv.2.1.3.P.3. Sapayandu Lv.2.1.3.P.3.A.1. Penguatan regulasi dan kelembagaan. 2026- 2027 Lv.2.1.3.P.3.B.1. Peningkatan kualitas dan 2026- 2027 Lv.2.1.3.P.3.C.1. Aplikasi terintegrasi dengan dashboard 2026- 2027 Lv.2.1.3.P.3.D.1. 2026- 2027 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 80 Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun Kesehatan Bergerak Terjadwal. (Aplikasi digital Posyandu sederhana. Kampanye edukasi berbasis komunitas.) Lv.2.1.3.P.3.A.2. Pengembangan mekanisme pendanaan dan kemitraan. cakupan jaringan internet. Lv.2.1.3.P.3.B.2. Fasilitas telemedicine dan ruang konsultasi digital. monitoring sebagai platform edukasi dan telemedicine Pengembangan materi edukasi digital interaktif. Lv.2.1.3.P.3.D.2. Kampanye kesadaran pola hidup sehat Pelayanan Transportasi Lv.3.1.1. Pengembang an Transportasi Publik Terpadu Berbasis Digital. Lv.3.1.1.P.1. Layanan Bus Inklusif (Layanan bus sekolah untuk antar jemput siswa dan layanan bus sekolah inklusif untuk antar jemput siswa berkebutuhan khusus secara gratis di Kulon Progo) Lv.3.1.1.P.1.A.1. SK Kepala Dinas Perhubungan, SOP Penyelenggaraan Bus Sekolah Lv.3.1.1.P.1.A.2. Usulan permohonan bantuan armada bus sekolah ke Kemenhub. Lv.3.1.1.P.1.A.3. Surat ijin operasional bus sekolah 2025 2025 Lv.3.1.1.P.1.B.1. Pengadaan Bus Sekolah Lv.3.1.1.P.1.B.2. Pembangunan Halte bus Lv.3.1.1.P.1.B.3. Perlengkapan jalan . 2025- 2029 Lv.3.1.1.P.1.C.1. Pemanfaatan aplikasi pendukung, seperti: Aplikasi Office dan browser internet (Google Chrome, Google Maps, dan Whatsapp) 2025 Lv.3.1.1.P.1.D.1. Sosialisasi pelaksanaan melalui Media sosial. 2025- 2029 Lv.3.1.1. Pengembang an Transportasi Publik Terpadu Lv.3.1.1.P.2. Angkutan umum siswa Lv.3.1.1.P.2.A.1. Usulan program/kegiatan melalui anggaran DAIS Yogyakarta. 2025 Lv.3.1.1.P.2.B.1. Pengadaan Angkudes, Halte, dan Perlengkapan jalan. 2027- 2029 Lv.3.1.1.P.2.C.1. Aplikasi Office untuk mengelola data siswa dan rute bus. 2027 Lv.3.1.1.P.2.D.1. Sosialisasi program ke pengusaha angkudes/ operator angkudes 2027- 2029 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 81 Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun Berbasis Digital. Lv.3.1.1.P.2.A.2. Penyusunan KAK Kegiatan Lv.3.1.1.P.2.D.2. Sosialisasi pelaksanaan melalui Media sosial. Lv.3.1.1. Pengembang- an Transportasi Publik Terpadu Berbasis Digital. Lv.3.1.1.P.3. Angkutan Perintis Penyediaan jalur angkutan perintis di wilayah Kulon Progo (Samigaluh- Kalibawang- Nanggulan- Girimulyo- Pengasih- Wates) Lv.3.1.1.P.3.A.1. Usulan permohonan penyediaan layanan angkutan perintis ke Kemenhub Lv.3.1.1.P.3.A.2. Kajian manfaat angkutan perintis 2025 Lv.3.1.1.P.3.B.1. Pengadaan Angkudes, Halte, Bengkel, dan Perlengkapan jalan. 2027- 2029 Lv.3.1.1.P.3.C.1. Aplikasi Office untuk mengelola data dan rute bus. 2027 Lv.3.1.1.P.3.D.1. Sosialisasi program ke pengusaha angkudes/ operator angkudes Lv.3.1.1.P.3.D.2. Sosialisasi pelaksanaan melalui Media sosial. 2027- 2029 Lv.3.1.2. Optimalisasi Manajemen Lalu Lintas Cerdas dan Pengendalian Lingkungan. Lv.3.1.2.P.1. Pengembanga n sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi informasi (ATCS) Lv.3.1.2.P.1.A.1. Penyusunan DED ATMS (Advance Traffic managemant System) Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2023. Lv.3.1.2.P.1.A.2. Usul kebutuhan gedung/ruang 2025 - - Lv.3.1.2.P.1.C.1. DED ATMS (Advance Traffic management System) Kabupaten Kulon Progo 2025 Lv.3.1.2.P.1.D.1. Presentasi program ke Kemenhub, dan Provinsi 2026- 2029 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 82 Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun ATCS (melalui APBD 2024, 2025 belum terakomodir) Lv.3.1.2. Optimalisasi Manajemen Lalu Lintas Cerdas dan Pengendalian Lingkungan. Lv.3.1.2.P.2. Peningkatan kualitas APJ Pintar berbasis digital Lv.3.1.2.P.2.A.1. Penyusunan data prasarana jalan (APJ) Lv.3.1.2.P.2.A.2. KAK pembangunan APJ Pintar 2025 Lv.3.1.2.P.2.B.1. Pengadaan APJ Pintar Lv.3.1.2.P.2.B.2. Jaringan listrik Perangkat sensor 2027- 2029 Lv.3.1.2.P.2.C.1. Pengelolaan Data APJ Pintar,dan data pengadaan LPJU Lv.3.1.2.P.2.C.2. Apliaksi Office dan Web Browser 2025 Lv.3.1.2.P.2.D.1. Sosialisasi melalui Media sosial. 2027- 2029 Lv.3.1.3. Pembanguna n Infrastruktur Mobilitas Aktif dan Inklusif. Lv.3.1.3.P.1. Peningkatan layanan pengujian Kendaraan Bermotor Berbasis Digital Lv.3.1.3.P.1.A.1. Upgrade SIM PKB yang terintegrasi aplikasi Kemenhub dan terintregasi langsung dengan alat uji kendaraan bermotor . Lv.3.1.3.P.1.A.2. Update Data Kendaraan bermotor wajib uji berkala. 2025 Lv.3.1.3.P.1.B.1. Peralatan Pengujian Kendaraan Bermotor dan Hardware blu full cycle 2026- 2029 Lv.3.1.3.P.1.C.1. Aplikasi Office dan SIM PKB 2025 Lv.3.1.3.P.1.D.1. Sosialisasi melalui Media sosial. Lv.3.1.3.P.1.D.2. Sosialisasi langsung kepada masyarakat/penggu na layanan. 2027- 2039 Lv.3.1.2. Optimalisasi Manajemen Lalu Lintas Cerdas dan Lv.3.1.2.P.3. Layanan informasi tilang angkutan Lv.3.1.2.P.3.A.1. SK Tim PPID Lv.3.1.2.P.3.A.2. 2025 Lv.3.1.2.P.3.B.1. Sarana pendukung operasi yustisi ( Kendaraan, rambu, Catatan ) 2025- 2029 Lv.3.1.2.P.3.C.1. Pengembangan Website 2025 Lv.3.1.2.P.3.D.1. Sosialisasi melalui Media sosial. 2027- 2029 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 83 Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun Pengendalian Lingkungan. umum/barang berbasis digital SOP Layanan Informasi Lv.3.1.2.P.3.A.3. SOP Layanan Aduan Lv.3.1.2. Optimalisasi Manajemen Lalu Lintas Cerdas dan Pengendalian Lingkungan. Lv.3.1.2.P.4. Pembangunan JPO (sarana pendukung pedestrian untuk menyeberangi rel kereta api dengan aman dan nyaman) Lv.3.1.2.P.4.A.1. Penyusunan DED Jembatan Penyeberangan Orang Tahun 2023 Lv.3.1.2.P.4.A.2. Pembangunan JPO Tahap 2 Tahun 2025 2025 Lv.3.1.2.P.4.B.1. Jembatan Penyeberangan Orang Lv.3.1.2.P.4.B.2. Pemasangan CCTV, Ducting Kabel FO, dan Videotron 2025 Lv.3.1.2.P.4.C.1. Perangkat Lunak Manajemen Video (VMS) Lv.3.1.2.P.4.C.2. Perangkat Lunak Manajemen Konten (CMS) Lv.3.1.2.P.4.C.3. Perangkat Lunak Konfigurasi (Setting Software) 2025 - 2026 Lv.3.1.2.P.4.D.1. Sosialisasi melalui Media sosial. 2025- 2026 Tabel 4.8 Rencana Aksi Smart Living (Jangka Panjang) MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 84 Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun Harmonisasi Tata Ruang Lv.1.1.1. Pengembanga n SimtaruKu 2.0 sebagai Platform Kolaboratif Tata Ruang Digital. Lv.1.1.1.P.1. Sistem Informasi Tata Ruang Kulon Progo (SimtaruKu) Lv.1.1.1.P.1.A.3. Penetapan Tim Pengelola dengan SK Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Lv.1.1.1.P.1.A.4. Penyusunan SOP layanan KRK online sebagai bagian dari perizinan PBG 2030- 2034 Lv.1.1.1.P.1.B.6. Pengadaan jaringan komputer Lv.1.1.1.P.1.B.7. Pengadaan komputer Lv.1.1.1.P.1.B.8. Pengadaan tenaga ahli webgis Lv.1.1.1.P.1.B.9. Pemeliharaan server khusus & peningkatan kapasitas Lv.1.1.1.P.1.B.10. Penyesuaian infrastruktur untuk mendukung sistem 2030- 2034 Lv.1.1.1.P.1.C.2. Optimalisasi WebGis SimtaruKu Geoportal Kulon Progo 2030- 2034 Lv.1.1.1.P.1.D.4. Pelatihan teknis staf DPTR terkait layanan KRK online Lv.1.1.1.P.1.D.5. Penguatan pemahaman pedoman teknis penggunaan sistem Lv.1.1.1.P.1.D.6. Sosialisasi ke OPD- OPD terkait (perizinan, lingkungan hidup, kominfo, dll) 2030- 2034 Pelayanan Kesehatan Lv.2.1.1. Pembangunan Ekosistem Kesehatan Digital Terpadu. Lv.2.1.1.P.1. Pembangunan Ekosistem Kesehatan Digital Terpadu.Bumil ku a. Memberikan pantauan real- - - Lv.2.1.1.P.1.B.2. Pemelihataan perangkat jaringan komunikasi (Jaringan Internet), dan Server 2030- 2034 Lv.2.1.1.P.1.C.2. Pengembangan fitur baru Aplikasi Bumilku, Browser 2030- 2034 Lv.2.1.1.P.1.D.3. Re-Sosialisasi aplikasi bumilku dan Pelatihan penggunaan aplikasi kepada bidan yang ada di puskemas 2030- 2034 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 85 Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun time layanan ibu hamil mulai dari awal kehamilan, b. Tersedianya data ibu hamil dengan faktor Risikonya real-time Lv.2.1.1. Pembangunan Ekosistem Kesehatan Digital Terpadu. Lv.2.1.1.P.2. Simoku Sistem Informasi Manajemen Obat Kabupaten Kulon Progo) Pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai Lv.2.1.1.P.2.B.2. Pemelihataan perangkat jaringan komunikasi (Jaringan Internet), dan Server 2030- 2034 Lv.2.1.1.P.2.C.2. Pengembangan fitur baru Aplikasi simoku Browser 2030- 2034 Lv.2.1.1.P.2.D.3. Re-Sosialisasi aplikasi simoku dan Pelatihan penggunaan aplikasi kepada bidan yang ada di puskemas 2030- 2034 Lv.2.1.1. Pembangunan Ekosistem Kesehatan Digital Terpadu. Lv.2.1.1.P.3. Ranting Kuat (Rawat Anak Stunting Kulon Progo agar Sehat) Lv.2.1.1.P.3.A.3. Reviu SK Tim Ranting Kuat Lv.2.1.1.P.3.A.4. 2030- 2034 Lv.2.1.1.P.3.B.2. Pemeliharaan Gedung Gizi yang memadai 2030- 2034 - - Lv.2.1.1.P.3.D.1. Sosialisasi dan Pelatihan. Melalui Bimtek Lv.2.1.1.P.3.D.2. 2030- 2034 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 86 Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun Reviu SOP Pelaksanaan Ranting Kuat Sosialisasi melalui media sosial Lv.2.1.3. Jaringan Layanan Kesehatan Bergerak Terjadwal. Lv.2.1.3.P.3. Sapayandu (Aplikasi digital Posyandu sederhana. Kampanye edukasi berbasis komunitas). Lv.2.1.3.P.3.A.3. Kebijakan terkait AI untuk analisis data dan prediksi risiko. Lv.2.1.3.P.3.A.4. Kebijakan dan SOP Telemedicine skala luas. Lv.2.1.3.P.3.A.5. Kebijakan inovasi dan keberlanjutan. Integrasi kelembagaan dalam ekosistem Smart City. 2027- 2030 Lv.2.1.3.P.3.B.3. Pemeliharaan dan peningkatan fasilitas infrastruktur telemedicine dan ruang konsultasi digital. 2030- 2034 Lv.2.1.3.P.3.C.2. Pengembangan Sistem AI untuk analitik dan prediksi. Lv.2.1.3.P.3.C.3. Platform telemedicine dan Smart City terintegrasi 2030- 2034 Lv.2.1.3.P.3.D.3. Pengembangan komunitas belajar digital. Lv.2.1.3.P.3.D.4. Forum diskusi kesehatan tingkat padukuhan hingga kapanewon 2030- 2034 Lv.2.1.3. Jaringan Layanan Kesehatan Bergerak Terjadwal. Lv.2.1.3.P.4. Pelayanan Trauma Center Lv.2.1.3.P.4.A.1. Pengurusan persetujuan bangunan dan gedung Lv.2.1.3.P.4.A.2. Konsultansi perencanaan DED 2030- 2034 Lv.2.1.3.P.4.B.1. Pengembangan infrastruktur layanan, seperti: perluasan lahan parkir, genset, pembangunan sumur dalam, sumur dangkal, dan IPAL 2030- 2034 Lv.2.1.3.P.4.C.1. Pemanfaatan SIMRS 2030 Lv.2.1.3.P.4.D.1. Sosialisasi layanan trauma center Lv.2.1.3.P.4.D.2. FGD lintas sektor tentang rencana pembangunan trauma center 2030- 2034 Pelayanan Transportasi Lv.3.1.1. Pengembanga Lv.3.1.1.P.1. Lv.3.1.1.P.1.A.4. 2030 Lv.3.1.1.P.1.B.4. 2030- 2034 - - Lv.3.1.1.P.1.D.2. 2030- 2034 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 87 Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun n Transportasi Publik Terpadu Berbasis Digital. Layanan Bus Inklusif (Layanan bus sekolah untuk antar jemput siswa dan layanan bus sekolah inklusif untuk antar jemput siswa berkebutuhan khusus secara gratis di Kulon Progo) Evaluasi Penyelenggaraan Bus Sekolah Lv.3.1.1.P.1.A.5. Usulan permohonan bantuan armada bus sekolah ke Kemenhub. 2030- 2034 Pemeliharaan Bus Sekolah . Sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 73 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Subsidi Angkutan Jalan Perintis Lv.3.1.1.P.1.D.3. Sosialisasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2015 tentang Standar Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Lv.3.1.1.P.1.D.4. Peningkatan keterampilan supir bus Lv.3.1.1. Pengembanga n Transportasi Publik Terpadu Berbasis Digital. Lv.3.1.1.P.2. Angkutan umum siswa - - Lv.3.1.1.P.2.B.2. Pemeliharaan Angkudes, Halte, dan Perlengkapan jalan. 2030- 2034 - - Lv.3.1.1.P.2.D.1. Sosialisasi program ke pengusaha angkudes/ operator angkudes Lv.3.1.1.P.2.D.2. Sosialisasi pelaksanaan 2030- 2034 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 88 Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun melalui Media sosial. Lv.3.1.1. Pengembanga n Transportasi Publik Terpadu Berbasis Digital. Lv.3.1.1.P.3. Angkutan Perintis - - Lv.3.1.1.P.3.B.2. Pemeliharaan Angkudes, Halte, Bengkel, dan Perlengkapan jalan. 2030- 2034 - - Lv.3.1.1.P.3.D.1. Sosialisasi program ke pengusaha angkudes/ operator angkudes Lv.3.1.1.P.3.D.2. Sosialisasi pelaksanaan melalui Media sosial. 2030- 2034 Lv.3.1.2. Optimalisasi Manajemen Lalu Lintas Cerdas dan Pengendalian Lingkungan. Lv.3.1.2.P.1. Pengembanga n sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi informasi (ATCS) - - Lv.3.1.2.P.1.B.1. Gedung/ruang ATCS Kabupaten Kulon Progo dan Perlengkapan jalan 2030- 2035 - - Lv.3.1.2.P.1.D.1. Presentasi program ke Kemenhub, dan Provinsi 2030- 2034 Lv.3.1.2. Optimalisasi Manajemen Lalu Lintas Cerdas dan Pengendalian Lingkungan. Lv.3.1.2.P.2. Peningkatan kualitas APJ Pintar berbasis digital - - Lv.3.1.2.P.2.B.3. Pemeliharaan APJ Pintar Lv.3.1.2.P.2.B.4. Pemeliharaan Perangkat sensor 2030- 2034 - - Lv.3.1.2.P.2.D.2. Sosialisasi 1. Peraturan Pemerintah nomor 79 tahun 2013 tentang Jaringan lalu lintas dan Angkutan Jalan. 2030- 2034 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 89 Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun Lv.3.1.2.P.2.D.3. Peraturan Menteri perhubungan Nomor PM. 2 Tahun 2013 Tentang Petunjuk Teknis penerapan dan Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Perhubungan Daerah Provinsi dan Daerah kabupaten/Kota; Lv.3.1.3. Pembangunan Infrastruktur Mobilitas Aktif dan Inklusif. Lv.3.1.3.P.1. Peningkatan layanan pengujian Kendaraan Bermotor Berbasis Digital - - Lv.3.1.3.P.1.B.1. Peralatan Pengujian Kendaraan Bermotor dan Hardware blu full cycle 2026- 2029 - - Lv.3.1.3.P.1.D.3. Sosialisasi Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Lv.3.1.3.P.1.D.4. Sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan Lv.3.1.3.P.1.D.5. Sosialisasi Peraturan Menteri 2030- 2034 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 90 Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun Perhubungan RI 19 Tahun 2021 tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor. Lv.3.1.2. Optimalisasi Manajemen Lalu Lintas Cerdas dan Pengendalian Lingkungan. Lv.3.1.2.P.3. Layanan informasi tilang angkutan umum/barang berbasis digital - - Lv.3.1.2.P.3.B.1. Sarana pendukung operasi yustisi ( Kendaraan, rambu, Catatan ) 2025- 2029 - - Lv.3.1.2.P.3.D.1. Sosialisasi Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2030- 2034 4.5 RENCANA AKSI SMART SOCIETY Pilar Smart Society adalah inti dari pembangunan kota cerdas yang humanis, menempatkan masyarakat sebagai pusat dari setiap inisiatif dan inovasi. Rencana aksi ini bertujuan untuk membangun komunitas yang inklusif, kolaboratif, dan berdaya melalui pemanfaatan teknologi untuk memperkuat interaksi sosial, meningkatkan partisipasi publik, serta memfasilitasi akses informasi dan layanan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan mendorong literasi digital, mempersempit kesenjangan akses, dan menciptakan platform partisipatif, kita akan memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi menjadi alat untuk menciptakan masyarakat yang lebih terhubung, cerdas, dan sejahtera. Tabel 4.9 Rencana Aksi Smart Society (Jangka Pendek - Menengah) MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 91 Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun Mewujudkan Interaksi Masyarakat yang Efisien - - - - - - - - Ekosistem Belajar yang Efisien dan Komprehensif S.2.1.1. Transformasi Digital Pendidikan Berkelanjutan dari Hulu ke Hilir. S.2.1.1.P.1. Moral Technology School Pembelajaran Numerasi dengan metode Gasing (Gampang asyik menyenangkan) S.2.1.1.P.1.A.1. Pembuatan SK inovasi 2025 S.2.1.1.P.1.B.1. Pengadaan perangkat pendukung, seperti laptop dan jaringan internet 2025 S.2.1.1.P.1.C.1. Pemanfaatan whatsapp grup, website dan instagram dinas sebagai sarana publikasi 2025 S.2.1.1.P.1.D.1. Sosialisasi program kepada masyarakat S.2.1.1.P.1.D.2. workshop/bimtek untuk pelaksana 2025- 2029 S.2.1.2. Gerakan Literasi Digital Inklusif dan Berkelanjutan. S.2.1.2.P.1. Mimpi Kurcaci S.2.1.2.P.1.A.1. Penyusunan Standar Pelayanan S.2.1.2.P.1.A.2. Penyusunan SOP 2025 S.2.1.2.P.1.B.1. Pengadaan perangkat pendukung, seperti: Buku, Wireless, dan APE (Alat Peraga Edukatif) 2025- 2029 S.2.1.2.P.1.C.1. Aplikasi e-book 2026- 2029 S.2.1.2.P.1.D.1. Sosialisasi penguatan literasi kepada pengunjung/masyar akat yang datang ke perpustakaan S.2.1.2.P.1.D.2. Sosialisasi penguatan literasi di media sosial 2025- 2029 2025- 2029 Mewujudkan Sistem Keamanan Masyarakat S.3.1.1. Pengembanga n Ekosistem Keamanan Digital Terpadu dan Responsif. S.3.1.1.P.1. Penguatan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di Satuan Pendidikan S.3.1.1.P.1.A.1. Pembuatan SK tim 2026 S.3.1.1.P.1.B.1. Pengadaan perangkat pendukung, seperti laptop dan jaringan internet 2026 S.3.1.1.P.1.C.1. Pemanfaatan whatsapp grup, website dan instagram dinas sebagai sarana publikasi 2025 S.3.1.1.P.1.D.1. Melakukan sosialisasi untuk tim 2025- 2029 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 92 Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun S.3.1.1. Pengembanga n Ekosistem Keamanan Digital Terpadu dan Responsif. S.3.1.1.P.2. Smart Volunteer Digital System S.3.1.1.P.2.A.1. Pembuatan Kebijakan 2026 S.3.1.1.P.2.B.1. Pengadaan perangkat komputer pendukung 2026 S.3.1.1.P.2.C.1. Pengembangan aplikasi manajemen data laporan 2026- 2029 S.3.1.1.P.2.D.1. Pelatihan tim penanganan laporan S.3.1.1.P.2.D.2. Sosialisasi kepada masyarakat 2026- 2027 2026- 2029 S.3.1.1. Pengembanga n Ekosistem Keamanan Digital Terpadu dan Responsif S.3.1.1.P.3. Diklat TRC & Damkarmat berbasis kompetensi S.3.1.1.P.3.A.1. Pembuatan Kebijakan damkarmat 2026 S.3.1.1.P.3.B.1. Pengadaan tempat pelatihan 2026- 2028 S.3.1.1.P.3.C.1. Pemanfaatan aplikasi Office dan LMS 2026- 2029 S.3.1.1.P.3.D.1. Pelatihan tim Diklat 2026- 2027 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 93 Tabel 4.10 Rencana Aksi Smart Society (Jangka Panjang) Sub- Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun Mewujudk an Interaksi Masyarak at yang Efisien S.1.1.1. Pengembanga n Platform Partisipasi Publik dan Kesejahteraan Digital Terpadu S.1.1.1.P.1. Tuan Nonaku S.1.1.1.P.1.A.1. Penyusunan kebijakan Tuan Nonaku S.1.1.1.P.1.A.2. Pembuatan SK Tim pelaksana 2026 - - S.1.1.1.P.1.C.1. Pemanfaatan aplikasi pendataan sosial 2027 S.1.1.1.P.1.D.1. Sosialisasi kepada masyarakat S.1.1.1.P.1.D.1. Bimtek Tim pelaksana 2026 Ekosistem Belajar yang Efisien dan Komprehe nsif S.2.1.1. Transformasi Digital Pendidikan Berkelanjutan dari Hulu ke Hilir. S.2.1.1.P.2. Optimalisasi Tata Kelola Manajemen ASN (Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara) S.2.1.1.P.2.A.1. Pembuatan kebijakan Assessment Center di Kabupaten Kulon Progo 2034 - - S.2.1.1.P.2.C.1. Pengembangan Aplikasi E- Manajemen Talenta 2032 S.2.1.1.P.2.D.1. Pelatihan tim pelaksana S.2.1.1.P.2.D.2. Sosialisasi kepada ASN 2033- 2034 S.2.1.1. Transformasi Digital Pendidikan Berkelanjutan dari Hulu ke Hilir. S.2.1.1.P.1. Moral Technology School Pembelajaran Numerasi dengan metode Gasing (Gampang asyik menyenangkan) - - - - S.2.1.1.P.1.C.2. Update aplikasi pendukung komunikasi dan publikasi 2030 S.2.1.1.P.1.D.3. sosialisasi, koordinasi dan publikasi untuk pelaksanaan 2030- 2034 S.2.1.1. Transformasi Digital Pendidikan S.2.1.1.P.3. Digitalisasi Sekolah S.2.1.1.P.3.A.1. SK Penerima manfaat 2030- 2034 S.2.1.1.P.3.B.1. Pengadaan perangkat pendukung: 2030- 2034 S.2.1.1.P.3.C.1. Aplikasi belajar.id (rumahbelajar) 2030- 2034 S.2.1.1.P.3.D.1. Sosialisasi program kepada sekolah 2030- 2034 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 94 Sub- Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun Berkelanjutan dari Hulu ke Hilir. (Digitalisasi sekolah (lanjutan), Pengembangan Pembelajaran e- learning program kesetaraan) S.2.1.1.P.3.A.2. SK tim digitalisasi sekolah S.2.1.1.P.3.A.3. SK penetapan e- learning untuk Pendidikan kesetaraan Smartboard atau Interaktif Flat Panel, Laptop, Hardisk, internet S.2.1.1.P.3.C.2. Aplikasi pendukung sarana komunikasi dan publikasi/media sosial S.2.1.1.P.3.D.2. Workshop/bimtek kepada tim pelaksana Mewujudk an Sistem Keamana n Masyarak at S.3.1.2. Pelembagaan Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Komunitas dan Teknologi, S.3.1.2.P.1. Tanggap Bencana Mandiri S.3.1.2.P.1.A.1. Penyusunan regulasi yang mengizinkan dan mendukung partisipasi masyarakat dalam penanganan bencana. S.3.1.2.P.1.A.2. Pembentukan kelompok/komunita s tanggap bencana di tingkat lokal. S.3.1.2.P.1.A.3. Kerjasama dengan lembaga terkait. 2030- 2034 S.3.1.2.P.1.B.1. Posko/ruang siaga bencana di setiap kelurahan/desa. S.3.1.2.P.1.B.2. Jaringan komunikasi darurat yang mandiri (misalnya, radio komunikasi, Walkie Talkie). S.3.1.2.P.1.B.3. Peralatan dasar P3K dan evakuasi. 2030- 2032 S.3.1.2.P.1.C.1. Aplikasi seluler untuk pelaporan dan koordinasi darurat (misalnya, fitur Panic Button). S.3.1.2.P.1.C.2. Sistem informasi geografis (GIS) untuk memetakan area rawan bencana. S.3.1.2.P.1.C.3. Platform komunikasi internal komunitas. 2030- 2032 S.3.1.2.P.1.D.1. Pelatihan dan simulasi bencana secara berkala. S.3.1.2.P.1.D.2. Edukasi publik tentang jenis bencana dan cara mitigasinya. S.3.1.2.P.1.D.3. Kampanye kesadaran melalui media sosial dan lokakarya 2030- 2034 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 95 Sub- Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun S.3.1.2. Pelembagaan Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Komunitas dan Teknologi, S.3.1.2.P.2. Pos Damkar Mandiri Berbasis Teknologi S.3.1.2.P.2.A.1. Penerbitan regulasi yang mengakui keberadaan Pos Damkar mandiri dan standar operasionalnya. S.3.1.2.P.2.A.2. Pembentukan unit pos damkar mandiri di area-area padat penduduk atau industri. S.3.1.2.P.2.A.3. Integrasi data dan koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran setempat. 2030- 2032 S.3.1.2.P.2.B.1. Posko fisik yang dilengkapi dengan alat pemadam api standar (APAR, Hydrant) dan kendaraan darurat. S.3.1.2.P.2.B.2. Jaringan sensor deteksi api/asap di area rawan. S.3.1.2.P.2.B.3. Koneksi internet yang stabil di setiap pos. 2030- 2032 S.3.1.2.P.2.C.1. Aplikasi pelaporan kebakaran dan permintaan bantuan (Emergency Call). S.3.1.2.P.2.C.2. Dashboard pemantauan real-time untuk status pos dan laporan kejadian. 2030- 2032 S.3.1.2.P.2.D.1. Pelatihan teknis penggunaan peralatan pemadam kebakaran modern. S.3.1.2.P.2.D.2. Sosialisasi cara penanganan api kecil dan prosedur darurat. S.3.1.2.P.2.D.3. Kursus sertifikasi bagi relawan yang mengoperasikan pos. 2030- 2034 S.3.1.2. Pelembagaan Sistem Peringatan Dini Bencana Berbasis Komunitas dan Teknologi, S.3.1.2.P.3. TRC Damkar dan Relawan Profesional dengan Sertifikasi Kompetensi S.3.1.2.P.3.A.1. Penyusunan kurikulum dan standar sertifikasi kompetensi untuk relawan dan tim TRC. S.3.1.2.P.3.A.2. Pembentukan lembaga sertifikasi 2030- 2034 S.3.1.2.P.3.B.1. Pusat pelatihan dan simulasi kebakaran yang realistis. S.3.1.2.P.3.B.2. Peralatan pelatihan modern (misalnya, simulator ruang terbatas, alat 2030- 2034 S.3.1.2.P.3.C.1. Sistem manajemen pembelajaran (LMS) untuk modul pelatihan online. S.3.1.2.P.3.C.2. Database relawan 2030- 2032 S.3.1.2.P.3.D.1. Promosi profesi relawan pemadam kebakaran. S.3.1.2.P.3.D.2. Program beasiswa atau insentif untuk mendorong partisipasi dalam sertifikasi. 2030- 2034 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 96 Sub- Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun yang kredibel bekerjasama dengan Kemnaker dan Damkar. S.3.1.2.P.3.A.3. Kerjasama dengan lembaga pendidikan untuk program pelatihan pemadam api canggih). S.3.1.2.P.3.B.3. Fasilitas medis untuk pertolongan pertama pasca simulasi. bersertifikasi yang dapat diakses secara nasional. S.3.1.2.P.3.C.3. Aplikasi untuk manajemen jadwal dan penugasan tim TRC. S.3.1.2.P.3.D.3. Edukasi tentang pentingnya kompetensi dan profesionalisme dalam penanganan darurat S.3.1.1. Pengembanga n Ekosistem Keamanan Digital Terpadu dan Responsif. S.3.1.1.P.4. EWS IoT Terintegrasi Nasional S.3.1.1.P.4.A.1. Penyusunan kebijakan yang mewajibkan implementasi EWS IoT di area rawan bencana. S.3.1.1.P.4.A.2. Pembentukan pusat kendali dan koordinasi nasional untuk EWS. S.3.1.1.P.4.A.3. Kemitraan publik- swasta untuk penyediaan dan pemeliharaan perangkat IoT. 2030- 2034 S.3.1.1.P.4.B.1. Jaringan sensor IoT (banjir, gempa, longsor) yang tersebar di seluruh wilayah. S.3.1.1.P.4.B.2. Menara telekomunikasi dan stasiun pemancar sinyal peringatan dini. S.3.1.1.P.4.B.3. Infrastruktur cloud server untuk penyimpanan dan pengolahan data. 2030- 2034 S.3.1.1.P.4.C.1. Sistem manajemen data sensor (Sensor Data Management System). S.3.1.1.P.4.C.2. Aplikasi notifikasi massal (push notification) ke ponsel warga. S.3.1.1.P.4.C.3. Dashboard visualisasi data real-time untuk operator di pusat kendali. 2030- 2032 S.3.1.1.P.4.D.1. Sosialisasi cara kerja EWS dan makna dari setiap sinyal peringatan. S.3.1.1.P.4.D.2. Edukasi tentang tindakan yang harus diambil saat menerima peringatan. S.3.1.1.P.4.D.3. Kampanye digital untuk mendorong aktivasi fitur EWS di perangkat seluler. 2030- 2034 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 97 Sub- Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun S.3.1.1. Pengembanga n Ekosistem Keamanan Digital Terpadu dan Responsif. S.3.1.1.P.1. Penguatan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di Satuan Pendidikan S.3.1.1.P.1.A.2. Update SK tim 2030 - - S.3.1.1.P.1.C.2. Aplikasi system pelaporan 2030 S.3.1.1.P.1.D.2. Melakukan sosialisasi untuk tim 2030- 2034 4.6 RENCANA AKSI SMART ENVIRONMENT Pilar Smart Environment merupakan komitmen fundamental dalam membangun kota cerdas yang berkelanjutan dan berketahanan, di mana keberlanjutan ekologi menjadi prioritas utama. Rencana aksi ini berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk mengatasi tantangan lingkungan, mulai dari pengelolaan sumber daya alam yang efisien, mitigasi dampak perubahan iklim, hingga peningkatan kualitas udara dan air. Dengan mengadopsi sistem sensor pintar, data analitik, dan solusi energi terbarukan, kita akan menciptakan ekosistem perkotaan yang lebih ramah lingkungan, memastikan kelestarian alam untuk generasi mendatang, dan menjadikan kota ini sebagai tempat yang aman dan sehat untuk semua. Tabel 4.11 Rencana Aksi Smart Environment (Jangka Pendek - Menengah) MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 98 Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun Mengembangk an Program Perlindungan Lingkungan Hidup Mengembangk an Tata Kelola Sampah dan Limbah En.2.1.1. Pembangunan Ekosistem Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Digital. En.2.1.1.P.1. Pembentukan 1 Bank Sampah Induk setiap Kelurahan/ Kalurahan En.2.1.1.P.1.A.1. Perda Nomor 6 Tahun 2024 tentang pengelolaan sampah En.2.1.1.P.1.A.2. SE Bupati tentang Pembentukan 1 Bank Sampah Induk setiap Kelurahan/Kalurahan En.2.1.1.P.1.A.3. Peraturan Bupati tentang Pengelolaan Sampah 2025- 2029 En.2.1.1.P.1.C.1. Sikompas 2026 En.2.1.1.P.1.D.1 . Sosialisasi terkait pembentukan bank sampah 2025 En.2.1.1. Pembangunan Ekosistem Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Digital. En.2.1.1.P.2. Pembuatan web Sikompas (Sistem Informasi Kelompok Pengelola Sampah) En.2.1.1.P.2.A.1. Kewajiban bagi kelompok pengelola sampah untuk menginout data di Sikompas setiap bulan. 2025 En.2.1.1.P.2.B.1. Pengadaan perangkat pendukung, seperti smartphone, komputer, dan jaringan internet. 2025 En.2.1.1.P.2.C.1. Sikompas 2025 En.2.1.1.P.2.D.1 . Sosialisasi penggunaan Sikompas kepada kelompok 2025 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 99 Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun pengelola sampah En.2.1.1.P.2.D.2 . Manual book Sikompas Tata Kelola Energi Tabel 4.12 Rencana Aksi Smart Environment (Jangka Panjang) Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun Mengembangk an Program Perlindungan Lingkungan Hidup Mengembangk an Tata Kelola En.2.1.3. Optimalisasi Infrastruktur En.2.1.3.P.1. Zero Waste En.2.1.3.P.1.A.1. Larangan bertahap penggunaan plastik 2030- 2034 En.2.1.3.P.1.B.1. 2030- 2034 En.2.1.3.P.1.C.1. 2030- 2034 En.2.1.3.P.1.D.1. 2030- 2034 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 100 Sub-Dimensi Strategi Inovasi Rencana Aksi/Tahun Pengembangan Kebijakan & Kelembagaan Tahun Infrastruktur Pendukung Tahun Perangkat Lunak Pendukung Tahun Penguatan Literasi Tahun Sampah dan Limbah dan Regulasi Pengelolaan Sampah.
1.95% masyarakat menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle)
2.0% sampah residu ke TPA (semua sampah terolah di sumber, didaur ulang, atau dimanfaatka n kembali) sekali pakai dan insentif kemasan ramah lingkungan Bank sampah induk/ unit maupun TPS 3R Sikompas (tidak ada sampah yang tidak terkelola) Sosialisasi/ edukasi kepada masyarakat Tata Kelola Energi MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 101 Peta jalan ini disusun sebagai panduan strategis yang sistematis dan komprehensif, mengacu pada pedoman yang ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam Buku Panduan Penyusunan Masterplan Smart City. Kerangka ini bertujuan untuk memastikan bahwa inisiatif smart city sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah yang telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kulon Progo Tahun 2025-2029. Visi pembangunan Kulon Progo, yaitu "Terwujudnya Kulon Progo yang Makmur, Mandiri, Religius, Berbudaya, yang Berkelanjutan", menjadi landasan utama bagi peta jalan ini. Pembangunan smart city akan diintegrasikan dengan empat misi utama daerah, yaitu:
1.Mewujudkan masyarakat yang makmur, berbudaya, dan religius.
2.Meningkatkan kemandirian dan daya saing daerah.
3.Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
4.Mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur dan lingkungan yang lestari serta tangguh terhadap bencana. Dengan memadukan konsep smart city dari Kominfo dan visi-misi pembangunan daerah, peta jalan ini dirancang untuk mencapai tujuan-tujuan berikut:
1.Penguatan fondasi pembangunan daerah melalui peningkatan akses layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan.
2.Peningkatan daya saing ekonomi yang berbasis pada potensi lokal.
3.Pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan adaptif.
4.Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan yang partisipatif, transparan, efektif, dan akuntabel. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 102 5.1 PETA JALAN SMART GOVERNANCE Smart Governance adalah jantung dari inisiatif Smart City Kulon Progo, yang berperan sebagai fondasi untuk meningkatkan kualitas layanan publik, efisiensi birokrasi, dan partisipasi masyarakat. Peta jalan ini dirancang sebagai dokumen yang dinamis, berakar pada fondasi kebijakan yang kuat (Perbup SPBE) dan inovasi yang sudah ada, dengan secara proaktif merespons tantangan dan menyelaraskan diri dengan inisiatif nasional (INA DIGITAL). Keberhasilan implementasinya akan sangat ditentukan oleh tiga pilar utama: transformasi internal birokrasi, penguatan infrastruktur digital, dan pengembangan layanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Tabel 5.1 Peta Jalan Smart Governance Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) Sub Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Layana n Publik G.1.1.2. Penguata n Mekanis me Umpan Balik dan Pengawa san Partisipati f Berbasis Platform Digital Program Perencan aan, Pengend alian Dan Evaluasi Pembang unan Daerah Jumlah laporan hasil pengend alian dan evaluasi program pembang unan 10.2 Persenta se layanan kota yang dapat diakses dan yang dapat diminta secara daring G.1.1.2.P .1. Pembang unan Aplikasi SIMPel (Sistem InforMasi Pengend alian) 5 (salah satunya pengujia n / trial eror aplikasi SIMPel) 27.289. 300 2 (pengop erasian SIMPel secara terbatas) 24.014 .500 2 (Pengop erasian secara penuh SIMPel) 29.298 .000 2 (persiap an pengeba ngan SIMPel) 29.883 .000 2 (pengem bangan SIMPel yang terkonek si dengan SIRUP) 30.600 .000 APBD Bagian Adminis trasi Pemba ngunan Sekreta riat Daerah Kabupa ten Kulon Progo MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 103 Sub Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. G.1.1.1. Pengem bangan Ekosiste m Layanan Publik Terintegr asi Berbasis Identitas Digital Tunggal (Single Citizen Identity) Program : Pengelol aan Pendapa tan Daerah Kegiatan Pengelol aan Pendapa tan Daerah Sub Kegiatan : Pelayana n dan Konsulta si Pajak Daerah Terintegr asinya layanan pajak daerah dan pembaya ran pajak daerah dalam satu portal. 10.2 Persenta se layanan kota yang dapat diakses dan yang dapat diminta secara daring G.1.1.1. P.1. Eling Pajak Daerah (Elektroni fikasi Layanan dan Integrasi Pajak Daerah) Perenca naan; Koordin asi stakehol der; Pemban gunan Aplikasi; Pembay aran Pajak Daerah QRIS; Launchi ng; 75.000 .000 Integrasi Single Sign On; Pembay aran Pajak Daerah VA; Ujicoba SSO 80.000 .000 Launchi ng SSO; Update dan pemelih araan aplikasi 75.000 .000 Update dan pemelih araan aplikasi 75.000 .000 Update dan pemelih araan aplikasi 50.000 .000 APBD BKAD G.1.1.2. Penguat an Mekanis me Umpan Balik dan Pengawa san Partisipat if Berbasis Program pemberd ayaan dan pengawa san Organisa si Kemasya rakatan Persenta se pengawa san organisa si kemasya rakatan 10.2.pers entase layanan yang tersedia/ minta secara daring 10.3.rata -rata waktu respons G.1.1.2.P .3. Aplikasi berbasis Web, BangsaK u 79,87 119.70 7.200 84,56 105.26 8.053 89,26 128.95 9.653 93,96 131.91 7.736 97,32 135.10 8.073 APBD Badan Kesban gpol MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 104 Sub Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Platform Digital. non- darurat G.1.1.3. Otomatis asi dan Digitalisa si End to End Layanan Perizinan Multi Sektor. Program Pelayana n Penana man Modal Jumlah pemohon yang melakuk an pembuat an izin di kapanew on 10.2 Persenta se layanan kota yang dapat diakses dan yang dapat diminta secara daring G.1.1.3.P .1. SiPerima nis Kapanew pn 1 video 26.000 .000 3 Unit - 300 izin 100.00 0.000 3 Unit - 300 izin 100.00 0.000 3 Unit - 300 izin 100.00 0.000 3 Unit - 300 izin 100.00 0.000 APBD DPMP TSP G.1.1.1. Pengemb angan Ekosiste m Layanan Publik Terintegr asi Berbasis Identitas Digital Tunggal (Single Citizen Identity) Sub Kegiatan : Penyelen ggaraan pemanfa atan data kependud ukan. Kegiatan : Penyelen ggaraan Pengelol aan Informasi Administr asi Kependu dukan. Terbangu nnya sistem layanan akte kelahiran dan kematian yang terintegra si dengan data NIK serta kemudah an pemanta uan data kependud ukan 10.2. Persenta se layanan kota yang dapat diakses dan yang dapat diminta secara daring G.1.1.1.P .2. AKURAD (Aksi Kaluraha n Ramah Administr asi Kependu dukan) 3 Dokume n 10.159. 950 3 Dokume n 10.159 .950 3 Dokume n 11.135 .300 3 Dokume n 11.759 .000 3 Dokume n 12.397 .000 APBD Dinas Kepend udukan dan Pencat atan Sipil MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 105 Sub Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Program : Pengelol aan Informasi Administr asi Kependu dukan G.1.1.2. Penguata n Mekanis me Umpan Balik dan Pengawa san Partisipati f Berbasis Platform Digital. Program : Penunja ng Urusan Pemerint ahan Daerah Kabupat en/ Kota Kegiatan : Penataa n Organisa si Sub Kegiatan : Fasilitasi Pelayana n Publik dan Tata Laksana Laporan Hasil Survey Kepuasa n Masyarak at (SKM) SNI 10. Pemerint ahan G.1.1.2.P .4. Survey Kepuasa n Masyarak at Kulon Progo (SKM-Ku) 100% laporan hasil SKM 100% laporan hasil SKM 100% laporan hasil SKM 100% laporan hasil SKM 100% laporan hasil SKM APBD Bagian Organis asi Setda MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 106 Sub Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Manaje men Birokra si yang Efisien G.2.1.3. Penguata n Manajem en Kinerja Berbasis Data dan Akuntabili tas Multi Level Program : Penunjan g Urusan Pemerint ahan Daerah Kabupate n/ Kota Kegiatan : Penataan Organisa si Sub Kegiatan : Peningka tan Kinerja dan Reformas i Birokrasi Kebijakan bidang peningkat an kinerja dan Reformas i Birokrasi SNI 10. Pemerint ahan G.2.1.3.P .1. Elektronik Sistem Akuntabili tas Kinerja Instansi Pemerint ahan(E- SAKIP) 1 dokume n Perenca naan dan pengem bangan probis sistem 1 dokume n Perenca naan dan pengem bangan probis 1 dokume n Analisis kebutuh an penyimp anan data 1 paket Pengada an penyimp anan data 1 dokume n evaluasi APBD Bagian Organis asi Setda G.2.1.3. Penguat an Manajem en Kinerja Berbasis Data dan Akuntabil itas Multi Level Program Perekon omian Dan Pemban gunan Jumlah laporan hasil pengend alian dan evaluasi program pembang unan 21.1. Jumlah warga kota per 100.000 pendudu k per tahun yang terlibat dalam proses G.2.1.3.P .2. Pengem bangan Portal Data Pengada an Barang/J asa terintegra si 1 25.000 .000 1 (pengop erasian aplikasi tambah an secara terbatas ) 27.000 .000 1 (Pengop erasian secara penuh aplikasi tambah an 28.000 .000 1 (persiap an penginte grasian 50.000 .000 1 (pengop erasian portal web pbj secara terbatas ) 50.000 .000 APBD Bagian Penga daan Barang /Jasa Sekret ariat Daerah Kabup aten Kulon Progo MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 107 Sub Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. perencan aan G.2.1.1. Transfor masi Kapasita s SDM ASN Menuju Pola Pikir Digital dan Adaptif. Program Kepegawa ian Daerah-- Subkegiata n Koordinasi dan kerjasama Pelaksana an Diklat. Program Pengemba ngan Sumber Daya Manusia- Subkegiata n- Penyeleng garaan Pengemba ngan Kompetens i bagi Pimpinan Daerah, Jabatan Pimpinan Tinggi, Jabatan Fungsional Persenta se ASN yang mengikut i pengemb angan Kompete nsi - G.2.1.1.P. 1. Pengemba ngan Kompeten si ASN terintegras i secara Digital menuju Kulon Progo Corporate University 1 dokumen hasil koordinas i dan kerjasam a diklat 1.878.7 45.300 43,14% 2.178.7 45.050 44,83% 1.986.8 90.485 46,30% 2.019.14 1.910 47,88% 2.071.01 2.665 APBD BKPSDM MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 108 Sub Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. , Kepemimpi nan, dan Prajabatan G.2.1.2. Pemban gunan dan Penguat an Ekosiste m Tata Kelola Keaman an Informasi Terintegr asi PROGR AM PERENC ANAAN, PENGEN DALIAN DAN EVALUA SI PEMBAN GUNAN DAERAH Subkegia tan Analisis Data dan Informasi Perenca naan Pemban gunan Daerah Terbang un dan beropera sinya sistem aplikasi untuk Tanggun g Jawab Sosial Perusah aan 21.1. Jumlah warga kota per 100.000 pendudu k per tahun yang terlibat dalam proses perencan aan G.2.1.2.P .1. Aplikasi untuk TSP 1 aplikasi 0 1 aplikasi 0 1 aplikasi 0 1 aplikasi 0 1 aplikasi 0 ABPD Bapper ida dan DinasK ominfo MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 109 Sub Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. G.2.1.3. Penguat an Manajem en Kinerja Berbasis Data dan Akuntabil itas Multi Level PROGR AM PERENC ANAAN, PENGEN DALIAN DAN EVALUA SI PEMBAN GUNAN DAERAH Subkegia tan Koordina si Pengend alian Perenca naan dan Pelaksan aan Pemban gunan Daerah di Kabupat en/Kota Terlaksa nanya monitorin g dan evaluasi kinerja 21.1. Jumlah warga kota per 100.000 pendudu k per tahun yang terlibat dalam proses perencan aan G.2.1.3.P .3. Monevku 1 aplikasi 40.000 .000 1 aplikasi 40.000 .000 1 aplikasi 40.000 .000 1 aplikasi 40.000 .000 1 aplikasi 40.000 .000 ABPD Bapper ida G.2.1.1. Transfor masi Kapasita s SDM ASN Program Penelitia n Dan Pengem bangan Daerah Terbang unnya sistem informasi riset dan 21.1. Jumlah warga kota per 100.000 pendudu G.2.1.1.P .2. Sistem Informasi Riset dan 1 aplikasi 40.000 .000 1 aplikasi 40.000 .000 1 aplikasi 50.000 .000 1 aplikasi 50.000 .000 1 aplikasi 50.000 .000 ABPD Bapper ida MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 110 Sub Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Menuju Pola Pikir Digital dan Adaptif. Subkegia tan Penelitia n, Pengem bangan, dan Perekaya saan di Bidang Teknolog i dan Inovasi inovasi daerah k per tahun yang terlibat dalam proses perencan aan Inovasi Daerah G.2.1.3. Penguat an Manajem en Kinerja Berbasis Data dan Akuntabil itas Multi Level Program Penunjan g Urusan Pemerint ahan Daerah Kabupat en/Kota Kegiatan Perenca naan, Pengang garan dan Evaluasi Kinerja Perangk at Daerah Dokume n LHP, LHR, LHE digital SNI 10. Pemerint ahan G.2.1.3.P .4. Sistem pengelol aan LHP, LHR, LHE berbasis elektroni k Membu at sistem pengelol aan LHP, LHR, LHE berbasis elektroni k 0 - 0 - 0 - 0 - 0 APBD Inspekt orat Derah MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 111 Sub Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Sub Kegiatan Evaluasi Kinerja Perangk at Daerah Efisiens i Kebijak an Publik G.3.1.1. Pemanfa atan Analitik Data untuk Perumus an Kebijakan Berbasis Bukti (Evidenc e Based Policy) Program : Pengelol aan informasi dan komunika si publik Kegiatan : Pengelol aan informasi dan komunika si publik pemerint ah daerah kabupate n/kota Sub Kegiatan : Pelayana n informasi Publik Terintegr asinya data dar berbagai sektor yang dapat digunaka n sebgai DDS (Decision Support System) SNI 10. Pemerint ahan G.3.1.1.P .2. Dashboar d Data Pro - 0,00 1 paket Perangk at Layanan Informas i Media Pimpina n Daerah 618.24 0.000 - 0,00 - 0,00 - - APBD Dinas Kominf o MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 112 Sub Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. G.3.1.3. Harmonis asi dan Standardi sasi Regulasi Daerah dengan Kerangka Kerja Nasional. Pendoku mentasia n Produk Hukum dan Pengelol aan Informasi Hukum Masyarak at mudah dalam mengaks es produk hukum dan informasi hukum di JDIH Kabupate n Kulon Progo 10.2 Persenta se layanan kota yang dapat diakses dan yang dapat diminta secara daring G.3.1.3.P .1. JDIH Kabupate n Kulon Progo user friendly Perenca naan ekosiste m JDIH Kabupat en Kulon Progo userfrien dly (1 Laporan) 17. 005. 000 Pematan gan rencana JDIH Kabupat en Kulon Progo userfrien dly (1 Laporan) 20. 000. 000 Pelaksan aan pengem ba ngan JDIH Kabupat en Kulon Progo userfrien dly, Pihak Ketiga (1 website) 20. 000. 000 100. 000. 000 (da lam per mo ho nan) Impleme ntasi JDIH Kabupat en Kulon Progo userfrien dly (1 website) 20. 000. 000 Evaluasi dan Uji Kepuasa n Masyara kat, Para Pemang ku Kepentin gan (1 Laporan) 20. 000. 000 APBD Bagian Hukum Setda Tabel 5.2 Peta Jalan Smart Governance Jangka Panjang (2030-2034) Sub- Dimensi Strategi Progra m (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Leading Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Layanan Publik Manajem en Birokrasi yang Efisien G.2.1.1. Transfor masi Kapasita s SDM ASN Menuju Pola Pikir Digital Peningkata n persentase ASN yang memenuhi Pengemba ngan Kompetensi - G.2.1.1.P .1. Pengem bangan Kompete nsi ASN terintegra si secara Digital 49,39% 2.136.424 .105 50,30% 2.243.2 45.310 51,30% 2.355.40 7.576 52,30% 2.473.1 77.955 53,30% 2.596.83 6.852 APBD Kab. Kulon Progo BKPSDM MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 113 Sub- Dimensi Strategi Progra m (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Leading Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. dan Adaptif. menuju Kulon Progo Corporat e Universit y G.2.1.2. Pemban gunan dan Penguat an Ekosiste m Tata Kelola Keaman an Informasi Terintegr asi Terbang un dan beropera sinya sistem aplikasi untuk Tanggun g Jawab Sosial Perusah aan G.2.1.2.P .1. Aplikasi untuk TSP 1 aplikasi 0 1 aplikasi 0 1 aplikasi 0 1 aplikasi 0 1 aplikasi 0 ABPD Bapperid a dan DinasKo minfo Efisiensi Kebijaka n Publik G.3.1.3. Harmoni sasi dan Standard isasi Regulasi Daerah dengan Kerangk a Kerja Nasional. Pendok umenta sian Produk Hukum dan Pengel olaan Informa si Hukum Masyara kat mudah mengaks es JDIH Kabupat en Kulon Progo melalui aplikasi playstore 10.2 Persenta se layanan kota yang dapat diakses dan yang dapat diminta secara daring G.3.1.3. P.1. JDIH Kabupat en Kulon Progo tersedia di aplikasi playstore Perenca naan JDIH Kabupat en Kulon Progo tersedia di aplikasi playstor e 20. 000. 000 Pemata ngan rencana JDIH Kabupat en Kulon Progo tersedia di playstor e (1 Laporan ) 20. 000. 000 Pelaksa naan pengem bangan JDIH Kabupat en Kulon Progo di playstor e (1 aplikasi playstor e) 20. 000. 000 50. 000. 000 (da lam per mo ho nan) Impleme ntasi JDIH Kabupat en Kulon Progo di playstor e (1 aplikasi playstor e) 20. 000. 000 Evaluasi dan Uji Kepuas an Masyara kat, Para Pemang ku Kepenti ngan (1 Laporan ) 20. 000. 000 APBD Bagian Hukum Setda MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 114 Sub- Dimensi Strategi Progra m (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Leading Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. (1 Laporan ) 5.2 PETA JALAN SMART BRANDING Pembangunan Smart Branding di Kabupaten Kulon Progo merupakan strategi penting untuk mempromosikan keunikan daerah dan meningkatkan daya saingnya di tingkat nasional maupun global. Konsep ini melampaui pemasaran konvensional, berfokus pada pembentukan citra yang kuat, unik, dan otentik yang didukung oleh teknologi. Berdasarkan analisis studi kasus dari daerah lain, keberhasilan branding sangat bergantung pada kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, serta kemampuan untuk menginternalisasi nilai-nilai merek di seluruh pemangku kepentingan. Implementasi peta jalan ini akan berfokus pada strategi promosi digital yang holistik, termasuk produksi konten yang menarik, pemanfaatan media sosial dan platform digital, serta kolaborasi dengan komunitas dan UMKM lokal. Dengan pendekatan ini, Kulon Progo tidak hanya akan mempromosikan destinasi, tetapi juga akan membangun ekosistem yang otentik, di mana masyarakat menjadi duta merek yang aktif dan efektif. Tabel 5.2 Peta Jalan Smart Branding Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 115 Sub- Dimensi Strateg i Program /Inovasi (SIPD) Indikato r Kinerja Indikato r SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerj a Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Ekosiste m Pariwisat a B.1.1.1. Penge mbang an "Ekono mi Kreatif & Ekowis ata Berbasi s Geoher itage" Terinte grasi dengan Bandar a YIA. Program Pemasar an Pariwisat a: 1.Kampa nye digital “Samban ggo Friendly Kulon Progo”, Paket Wisata Terpadu, Persenta se peningka tan perjalana n wisatawa n yang datang ke Kab. Kulon Progo 14.1 Persenta se layanan rekreasi publik yang dapat dipesan daring B.1.1.1.P.1 . All-in-One Tourism App Kulon Progo: Aplikasi resmi wisata yang mengintegr asikan info destinasi, reservasi tiket, paket wisata, transportasi lokal, hingga UMKM kuliner 1.- - Uji coba; 3% layana n rekrea si publik online 100.0 00.00 0 5% layanan rekreasi publik online, 10 pemesa n aplikasi 250.0 00.00 0 10% layanan rekreasi publik online, 50 pemesa n aplikasi 250.00 0.000 20% layanan rekreasi publik online, 500 pemesa n aplikasi 350.00 0.000 APBD (Dana Keistim ewaan dan PAD), CSR Dinas Pariwis ata Kolabor asi dengan :: Dinas Kominf o, BKAD dan Bapperi da B.1.1.2. Pengua tan Brand Budaya Lokal melalui Digitalis asi dan Event Tahuna n yang Konsist Festival Budaya Tahunan , Paket wisata terpadu (alam, budaya, kuliner) Jumlah aplikasi wisata yang digunaka n pengunju ng 17.1 Jumlah pemesan an daring fasilitas budaya/1 00.000 pendudu k B.1.1.2.P.1 . Sambangg o Smart Festival: Event budaya tahunan (batik khas Kulon Progo, pentas seni, 1 festival 75.00 0.000 2 Festiv al 100.0 00.00 0 3 Festival 150.0 00.00 0 4 Festival 200.00 0.000 5 Festival 300.00 0.000 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 116 Sub- Dimensi Strateg i Program /Inovasi (SIPD) Indikato r Kinerja Indikato r SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerj a Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. en. festival kuliner) yang dipromosik an lewat live streaming & marketplac e tiket online. B.1.1.3. Kolabor asi Multi Aktor untuk Pemas aran Pariwis ata yang Inklusif dan Terukur . Festival budaya tahunan Integrasi tiket & reservasi online (QRIS, aplikasi wisata Kulon Progo) Jumlah event tahunan yang menarik wisatawa n 9.1 Pendapa tan ekonomi berbagi sebagai persenta se PAD B.1.1.3.P.1 . Gamifikasi Wisata “Sambangg o Explorer”: Wisatawan dapat poin saat berkunjung (scan QR di destinasi) - - Uji Coba 100.0 00.00 0 100 user 100.0 00.00 0 300 user 200.00 0.000 500 user 250.00 0.000 B.1.1.2. Pengua tan Brand Budaya Lokal melalui Digitalis Program Penyele nggaraa n Keistime waan Urusan Jumlah aktifitas pelestari an sumber sejarah, karya bahasa, 17b.2 Persenta se catatan budaya kota yang telah B.1.1.2.P.2. Kajian Warisan Budaya Tak Benda 11 (satu) Dokume n 72.000 .000 1 (satu) Dokum en 72.00 0.000 1 (satu) Dokume n 72.00 0.000 1 1 (satu) Dokum en 72.000. 000 1 (satu) Dokum en 72.000. 000 Dana Keistim ewaan Dinas Kebuda yaan (Kundh a Kabuda yan) MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 117 Sub- Dimensi Strateg i Program /Inovasi (SIPD) Indikato r Kinerja Indikato r SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerj a Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. asi dan Event Tahuna n yang Konsist en. Kebuday aan sastra, dan permuse uman didigitalk an B.1.1.2. Pengua tan Brand Budaya Lokal melalui Digitalis asi dan Event Tahuna n yang Konsist en. Warisan Budaya yang sudah ditetapka n; B.1.1.2.P.3 . Naskah Rekomend asi Cagar Budaya 20 (dua puluh) Naskah Rekom endasi 160.0 00.00 0 10 (sepul uh) Naska h Rekom endasi 80.00 0.000 10 (sepuluh ) Naskah Rekome ndasi 80.00 0.000 10 (sepulu h) Naskah Rekom endasi 80.000. 000 10 (sepulu h) Naskah Rekom endasi 80.000. 000 Dana Keistim ewaan Dinas Kebuda yaan (Kundh a Kabuda yan) B.1.1.2. Pengua tan Brand Budaya Lokal melalui Digitalis asi dan Event Tahuna n yang Konsist en. Jumlah Keluraha n/ Kaluraha n Budaya dan Rintisan Keluraha n/Kalura han Budaya Kategori B.1.1.2.P.4 . Kalurahan/ Desa Budaya 1 (satu) Kalurah an/ Desa Budaya 20.00 0.000 1 (satu) Kalura han/ Desa Buday a 20.00 0.000 1 (satu) Kalurah an/ Desa Budaya 20.00 0.000 1 Kalurah an/ Desa Budaya 200.00 0.000 1 (satu) Kalurah an/ Desa Budaya 200.00 0.000 Dana Keistim ewaan Dinas Kebuda yaan (Kundh a Kabuda yan) MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 118 Sub- Dimensi Strateg i Program /Inovasi (SIPD) Indikato r Kinerja Indikato r SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerj a Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Berkemb ang B.1.1.2. Pengua tan Brand Budaya Lokal melalui Digitalis asi dan Event Tahuna n yang Konsist en. Program Pengem bangan Kebuday aan Persenta se sarana dan prasaran a kondisi baik di Taman Budaya Kulon Progo Jumlah penonto n pertunjuk an seni di Taman Budaya 7.8 Persent ase banguna n umum yang membut uhkan renovasi / perbaika n B.1.1.2.P.5 . Pengemba ngan Talenta Seni dan Budaya Rehabili tasi Ruang Galeri Seni Taman Budaya Kulon Progo 24.00 0.000 71.300 orang/ pengu njung Taman Buday a Kulon Progo 500.0 00.00 0 72.300 orang/p engunju ng Taman Budaya Kulon Progo 600.0 00.00 0 73.300 orang/p engunju ng Taman Budaya Kulon Progo 700.00 0.000 74.300 orang/p engunju ng Taman Budaya Kulon Progo 800.00 0.000 DAK Non Fisik Dinas Kebuda yaan (Kundh a Kabuda yan) Daya Saing Bisnis B.2.1.2. Pengua tan Ekosist em Kewirau sahaan dan UMKM Melalui Literasi Digital Program Pengelol aan Data dan Informasi Perizinan Penanam an Modal / Investme nt Peningka tan realisasi investasi SNI 14. Rekreasi (14.1) Presenta se layanan rekreasi publik yang dapat dipesan B.2.1.2.P.1. Investment Smartboard (Penyediaa n informasi dan pemberian kemudahan investasi) 10% 10 orang yang mengak ses layanan Investm ent Smartbo ard 100.00 0.000 20% 100.00 0.000 30% 75.000 .000 40% 50.000. 000 50% 30.000. 000 APBD DPMPT SP MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 119 Sub- Dimensi Strateg i Program /Inovasi (SIPD) Indikato r Kinerja Indikato r SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerj a Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. dan Akses Pendan aan. Smartbo ard secara daring Wajah Kota Tabel 5.4 Peta Jalan Smart Branding Jangka Panjang (2030-2034) Sub- Dimensi Strateg i Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Ekosiste m Pariwisat a B.1.1.1 . Penge mbang an "Ekono mi Kreatif & Ekowis ata Berbasi s Geoher itage" Terinte grasi dengan Program Pemasar an Pariwisat a: 1.Kampa nye digital “Samban ggo Friendly Kulon Progo”, Paket Wisata Terpadu Kunjunga n wisatawan mancaneg ara 14.1 Persentas e layanan rekreasi publik yang dapat dipesan daring B.1.1.1 .P.1. All-in- One Touris m App Kulon Progo Fokus pada digitalis asi praktis (aplikasi , reserva si, QRIS).: 50% destinas i wisata bisa dipesan online - Fokus pada digitalisa si praktis (aplikasi , reservas i, QRIS).: 60% destinas i wisata bisa dipesan online - Fokus pada digitalisa si praktis (aplikasi , reservas i, QRIS).: 70% destinas i wisata bisa dipesan online - Fokus pada digitalisa si praktis (aplikasi , reservas i, QRIS).: 85% destinas i wisata bisa dipesan online - Fokus pada digitalisa si praktis (aplikasi, reservasi , QRIS).: 100% destinasi wisata bisa dipesan online - APBD (Dana Keisti mewaa n dan PAD), CSR Dinas Pariwis ata Kolabor asi dengan : Dinas Kominf o, BKAD dan Bapperi da MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 120 Sub- Dimensi Strateg i Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Bandar a YIA. B.1.1.2 . Pengua tan Brand Budaya Lokal melalui Digitali sasi dan Event Tahuna n yang Konsist en. Festival Budaya Tahunan , Paket wisata terpadu (alam, budaya, kuliner) Persentas e destinasi berbasis digital 17.1 Jumlah pemesana n daring fasilitas budaya/10 0.000 penduduk B.1.1.2 .P.2. Kajian Warisa n Buday a Tak Benda (Festiv al buday a & kuliner rutin bertara f nasion al) Brandin g tetap “Samba nggo Friendly Kulon Progo” →ramah, budaya, kuliner, alam: 10 festival Brandin g tetap “Samba nggo Friendly Kulon Progo” →ramah, budaya, kuliner, alam: 10 festival Brandin g tetap “Samba nggo Friendly Kulon Progo” →ramah, budaya, kuliner, alam: 10 festival Brandin g tetap “Samba nggo Friendly Kulon Progo” →ramah, budaya, kuliner, alam: 10 festival Branding tetap “Samban ggo Friendly Kulon Progo” →ramah, budaya, kuliner, alam: 10 festival APBD (Dana Keisti mewaa n dan PAD), CSR Dinas Pariwis ata Kolabor asi dengan : Dinas Kominf o, BKAD dan Bapperi da B.1.1.2 . Pengua tan Brand Budaya Lokal melalui Digitali sasi dan Event Tahuna n yang Persentas e Warisan Budaya yang Sudah ditetapkan : Jumlah aktivitas pelestaria n sumber sejarah, karya bahasa, 17b.2 Persentas e catatan budaya kota yang telah didigitalka n B.1.1.2 .P.6. Pemba nguna n Teteng er Hari Jadi Kabup aten Kulon Progo Tetenger Hari Jadi Kabupate n Kulon Progo 300.00 0.000 Dana Keisti mewaa n Dinas Kebuda yaan (Kundh a Kabuda yan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 121 Sub- Dimensi Strateg i Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Konsist en. sastra, dan permuseu man B.1.1.2 . Pengua tan Brand Budaya Lokal melalui Digitali sasi dan Event Tahuna n yang Konsist en Warisan Budaya yang sudah ditetapkan ; B.1.1.2 .P.3. Naska h Rekom endasi Cagar Buday a 20 (dua puluh) Naska h Reko mend asi 80.000.0 00 10 (sepuluh ) Naskah Rekome ndasi 80.000. 000 10 (sepuluh ) Naskah Rekome ndasi 80.000 .000 10 (sepuluh ) Naskah Rekome ndasi 80.000 .000 10 (sepuluh) Naskah Rekomen dasi 80.00 0.000 Dana Keisti mewaa n Dinas Kebuda yaan (Kundh a Kabuda yan B.1.1.2 . Pengua tan Brand Budaya Lokal melalui Digitali sasi dan Event Tahuna n yang Konsist Jumlah Kelurahan / Kalurahan Budaya dan Rintisan Kelurahan /Kaluraha n Budaya Kategori Berkemba ng B.1.1.2 .P.4. Kalura han/De sa Buday a 1 (satu) Desa Buday a 20.000.0 00 1 (satu) Desa Budaya 20.000. 000 1 (satu) Desa Budaya 20.000 .000 1 (satu) Desa Budaya 20.000 .000 1 (satu) Desa Budaya 20.00 0.000 Dana Keisti mewaa n Dinas Kebuda yaan (Kundh a Kabuda yan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 122 Sub- Dimensi Strateg i Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. en B.1.1.2 . Pengua tan Brand Budaya Lokal melalui Digitali sasi dan Event Tahuna n yang Konsist en Program Pengem bangan Kebuday aan Persentas e sarana dan prasarana kondisi baik di Taman Budaya Kulon Progo 1.1 Jumlah penonton pertunjuka n seni di Taman Budaya 7.8 Persentas e bangunan umum yang membutuh kan renovasi/ perbaikan B.1.1.2 .P.5. Penge mbang an Talent a Seni dan Buday a 75.300 orang/p engunju ng 850.00 0.000 76.300 orang/p engunju ng 900.00 0.000 77.300 orang/p engunju ng 950.00 0.000 78.300 orang/p engunju ng 1M 80.000 orang/pe ngunjun g 1M DAK Non Fisik Dinas Kebuda yaan (Kundh a Kabuda yan Daya Saing Bisnis B.2.1.2. Pengua tan Ekosist em Kewirau sahaan dan UMKM Melalui Literasi Digital dan Akses Program Pengelol aan Data dan Informasi Perizinan Penana man Modal Program Promosi Penanama n Modal / Investment Smartboar d B.2.1.2 .P.1. Invesm ent Smartb oard (Penye diaan informa si dan pember ian kemud ahan 10% : 30 orang yang mengak ses layanan Investm ent Smartbo ard 150.00 0.000 20% 150.00 0.000 30% 100.00 0.000 40% 100.00 0.000 50% 75.000 .000 APBD DPMPT SP MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 123 Sub- Dimensi Strateg i Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Pendan aan. investa si) Wajah Kota 5.3 PETA JALAN SMART ECONOMY Pembangunan dimensi Smart Economy dalam kerangka Masterplan Smart City Kabupaten Kulon Progo berfokus pada strategi untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang kompetitif, inovatif, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah berkomitmen penuh untuk mendorong transformasi digital sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Inisiatif strategis seperti program "Bela Beli Kulon Progo" dan pengembangan platform digital Belabeliku.com telah menjadi landasan awal yang kuat dalam mendigitalkan pemasaran produk lokal, membuktikan keseriusan pemerintah dalam memberdayakan UMKM dan memperluas jangkauan pasar mereka. Peta jalan ini akan menguraikan langkah-langkah lebih lanjut untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah, mengatasi tantangan digitalisasi yang ada, dan memastikan bahwa teknologi dapat menjadi katalisator nyata untuk meningkatkan pendapatan dan daya saing industri lokal. Tabel 5.3 Peta Jalan Smart Economy Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) Sub- Dimensi Strateg i Program Inovasi (SIPD) Indikato r Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Industri Berdaya Saing Ec.1.1. 3. Pening katan Daya Saing Kopera si dan UMKM melalui Progra m Pemb erday aan Usaha Mene ngah, Usaha
1.Nilai Usah a Indus tri
2.Juml ah UMK M MIkr 5.2. Tingkat kelangsu ngan bisnis baru per 100.000 pendudu k Ec.1.1. 3.P.1. Pay-On Pro 2.732.6 93.188. 016 18.141 876.63 4.100 1.984. 173.40 0 2.735.4 45.369. 345 20.653 913.01 4.415 2.066. 516.59 6 2.738.2 00.259. 828 23.267 950.90 4.513 257.40 6.334 2.740.9 57.861. 567 25.983 990.36 7.051 268.08 8.697 2.743.7 18.176. 659 28.801 1.031. 467.28 3 279.21 4.378 APBD Kabupat en DAIS Dinas Perindus trian Koperasi UKM kolabora si dengan Kominfo MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 124 Sub- Dimensi Strateg i Program Inovasi (SIPD) Indikato r Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Kolabor asi Sektor Swasta dan Teknol ogi. Kecil, dan Usaha Mikro (UMK M) o yang naik Subk elas dan BPD DIY Ec.1.1. 2. Penge mbanga n Klaster Industri Kreatif dan Budaya Terinte grasi.
1.Identifik asi kebijaka n pemerin tah Mengide ntifikasi Peluang Bisnis Sejalan dengan Kebijaka n Pemerint ah 5.2. Tingkat kelangsu ngan bisnis baru per 100.000 penduduk Ec.1.1. 2.P.1. Produk Kredit- Ku V 100 V 100 V 100 V 100 Bank Kulon Progo Bank Kulon Progo Ec.1.1. 1. Hilirisa si Pertani an dan Perikan an Berbasi s Digital. Jumlah lokasi Ngulir Budi 20.3. Persenta se luas tanah kota yang dicakup oleh sistem pemetaa n pemasok makanan daring Ec.1.1. 1.P.1. NGULI R BUDI adalah singkat an dari Ngupoy o Hulu Hilir Budido yo Iwak 1 350.00 0.000 0 0 1 370.00 0.000 0 0 1 390.00 0.000 DAIS Dinas kelautan dan Perikana n Ec.1.1. 1. Program Pengelola Jumlah pakan 20.3. Persenta Ec.1.1. 1.P.2. 10 ton 250.00 0.000 12 ton 5.000. 000 15 ton 260.00 0.000 20ton 5.000. 000 23ton 270.00 0.000 APBD Dinas kelautan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 125 Sub- Dimensi Strateg i Program Inovasi (SIPD) Indikato r Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Hilirisa si Pertani an dan Perikan an Berbasi s Digital. an Perikanan Budidaya mandiri yang diproduk si (ton) se luas tanah kota yang dicakup oleh sistem pemetaa n pemasok makanan daring PAMA N MOBIL E singkat an dari Pakan Mandiri secara Mobile (berupa mesin cetak pakan mandiri sistem mobile/ bergera k) dan Perikana n Ec.1.1. 1. Hilirisa si Pertani an dan Perikan an Berbasi s Digital. Program pengolah an dan pemasara n hasil perikanan 1. Terlaksa nanya Uji Keaman an Pangan Asal Ikan (sampel) 2. Persent ase pangan asal ikan SNI : 20.3. Persenta se luas tanah kota yang dicakup oleh sistem pemetaa n pemasok makanan daring Ec.1.1. 1.P.3. SETITI akroni m dari Sistem Penga wasan Ikan Anti Formali n.
1.165
2.94% 2.000. 000
1.165
2.94% 1.000. 000
1.165
2.94% 10.000 .000
1.165
2.94% 10.000 .000 APBD Dinas kelautan dan Perikana n MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 126 Sub- Dimensi Strateg i Program Inovasi (SIPD) Indikato r Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. bebas formalin (%) Ec.1.1. 2. Penge mbang an Klaster Industri Kreatif dan Budaya Terinte grasi. Program pengolah an dan pemasara n hasil perikanan 1. Pelaku usaha yang dilakuka n monitori ng dan evaluasi terpadu (orang) 2. Peningk atan pelaku usaha pengola h dan pemasar ikan yang melakuk an usaha sesuai standar (%) SNI: 5.2. Tingkat kelangsu ngan bisnis baru per 100.000 pendudu k Ec.1.1. 2.P.2. SUMIN AR akroni m dari Sistem Monitor ing Pelaku Usaha Pengol ahan Pemas aran
1.100
2.65 2.200. 000 APBD Dinas kelautan dan Perikana n Ec.1.1. 3. Program pengolah 1. Jumlah SNI: 20.3. Ec.1.1. 3.P.2.
1.180
2.31,9 16.200 .000
1.180
2.32,4 16.300 .000
1.180
2.32,8 16.400 .000
1.180
2.33,4 16.600 .000
1.180
2.33,9 17.000 .000 APBD, DAIS Dinas kelautan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 127 Sub- Dimensi Strateg i Program Inovasi (SIPD) Indikato r Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Pening katan Daya Saing Kopera si dan UMKM melalui Kolabor asi Sektor Swasta dan Teknol ogi. an dan pemasara n hasil perikanan peserta GEMATI (orang) 2. Peningk atan Angka Konsum si Ikan (AKI) dalam kg/orang /tahun Persenta se luas tanah kota yang dicakup oleh sistem pemetaa n pemasok makanan daring GEMA TI akroni m dari Geraka n Makan Ikan Atasi Stuntin g dan Perikana n Ec.1.1. 1. Hilirisa si Pertani an dan Perikan an Berbasi s Digital. Program Pengelola an Perikanan Tangkap Peningk atan produksi perikana n tangkap laut (ton) SNI: 5.2. Tingkat kelangsu ngan bisnis baru per 100.000 pendudu k Ec.1.1. 1.P.4. TPI Hebat (higieni s, ekono mis, bersih, aman, tertib) 861 1 M 862 3,5M 867 1 M 868 1 M 869 1 M APBD, DAIS, APBN Dinas kelautan dan Perikana n Ec.1.1. 1. Hilirisas i Pertani an dan Perikan an Berbasi Peningkat an kualitas Sumber Daya Genetik (SDG) Hewan/Ta naman Jumlah pelaksan aan Peningk atan kualitas Sumber Daya Genetik 20.1. Persenta se tahunan dari anggaran kota yang dihabiska n untuk Ec.1.1. 1.P.5. Smart Green house 1 dokume n 1.000.0 00.000 1 dokume n 4.500.0 00.000 1 dokume n 4.500.0 00.000 1 dokume n 4.500.0 00.000 1 dokume n 6.300.0 00.000 APBD Kabupat en, UGM, Swasta Dinas Pertanian dan Pangan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 128 Sub- Dimensi Strateg i Program Inovasi (SIPD) Indikato r Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. s Digital. Kewenan gan Kabupate n/Kota (SDG) Hewan/T anaman inisiatif pertanian perkotaa n Kesejaht eraan Masyara kat Ec.2.1. 1. Progra m Pening katan Ketera mpilan Vokasi onal dan Kewira usahaa n Inklusif. Memban gun kaluraha n ramah disabilita s 5.4. Persenta se angkatan kerja yang bekerja di sektor pendidik an, penelitia n dan pengemb angan Ec.2.1. 1.P.1. Kalurah an Ramah Disabili tas (bekerj asama dengan pihak ketiga seperti SIGAP untuk memba ngun kalurah an ramah disabilit as) 1. membu at SK Tim 2. Membu at peratur an yang menduk ung progra m memba ngun kalurah an ramah disabilit as - melaku kan sosialis asi dan penunju kkan kalurah an ramah disabilit as - Melaku kan pembin aan dan menam bah jumlah KDK - melaku kan sosialis asi dan penunju kkan kalurah an ramah disabilit as - Melaku kan pembin aan dan menam bah jumlah KDK - Memud ahkan aksesibi litas anggota KDK ke BLK dan - melaku kan sosialis asi dan penunju kkan kalurah an ramah disabilit as - Melaku kan pembin aan dan menam bah jumlah KDK - Memud ahkan aksesibi litas anggota KDK ke BLK dan - melaku kan sosialis asi dan penunju kkan kalurah an ramah disabilit as - Melaku kan pembin aan dan menam bah jumlah KDK - Memud ahkan aksesibi litas anggota KDK ke BLK dan Kesra, Disnaker trans, PMDKal, Bank Kulon Progo, BPD, Kaluraha n, Kapane won, Pihak Ketiga MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 129 Sub- Dimensi Strateg i Program Inovasi (SIPD) Indikato r Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. permod alan permod alan permod alan Transaks i Keuanga n Ec.3.1. 1. Edukas i dan Literasi Keuang an Digital yang Inklusif. Perencan aan dan Pengawa san Ekonomi Mikro Kecil Jumlah peserta seminar yang hadir. 9.2. Persenta se pembaya ran ke kota yang dibayar secara elektroni k berdasar kan faktur elektroni k Ec.3.1. 1.P.1. Literasi Psar Modal (Pemb entuka n galeri investa si paralel antara pemda dengan Kampu s UNY Wates untuk literasi pasar modal dan inkubat or UMKM. ) 100 orang 200 orang 10.000 .000 APBD Bagian Perekon omian dan Sumber Daya Alam Ec.3.1. 2. Integra si Sistem Pemba Program peningkat an sarana distribusi perdagan gan Jumlah pedagan g yang melakuk an pembay 9.2 Persenta se pembaya ran ke kota Ec.3.1. 2.P.1. Gitarku - - - - 500 pedaga ng 250.00 0.000 1500 pedaga ng 50.000 .000 5000 pedaga ng 80.000 .000 APBD Dinas Perdaga ngan, Diskomin fo, APPSI MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 130 Sub- Dimensi Strateg i Program Inovasi (SIPD) Indikato r Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. yaran Digital dalam Layana n Publik dan Transa ksi Lokal. aran retribusi secara digital yang dibayar secara elektroni k berdasar kan faktur elektroni k Ec.3.1. 2. Integras i Sistem Pemba yaran Digital dalam Layana n Publik dan Transak si Lokal.
1.Penge mbanga n sistem informa si digital kepada nasaba h Bank Kulon Progo
2.Peningk atan SDM TI
1.Menin gkatny a pelaya nan digitali sasi kepad a nasab ah Bank Kulon Progo
2.Pening katan kompe tensi SDM TI 9.2. Persenta se pembaya ran ke kota yang dibayar secara elektronik berdasar kan faktur elektronik Ec.3.1. 2.P.2. BPR-Ku Mobile V 500.00 0.000 V 2500.0 00.000 V 250.00 0.000 V 2500.0 00.000 Bank Kulon progo Bank Kulon Progo Ec.3.1. 3. Penge mbanga n Perbaikan dan Pemelihar aan Program Meningk atkan pelayana n kepada Kaluraha 9.2. Persenta se pembaya ran ke Ec.3.1. 3.P.1. Smart DesaKu V 100.00 0.000 V 100.00 0.000 V 100.00 0.000 V 100.00 0.000 Bank Kulon progo Bank Kulon Progo MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 131 Sub- Dimensi Strateg i Program Inovasi (SIPD) Indikato r Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Skema Pendan aan Alternat if untuk Ekono mi Lokal. n terkait transaksi non tunai dengan cara peminda hbukuan yang dilakuka n oleh Bank kota yang dibayar secara elektronik berdasar kan faktur elektronik Tabel 5.6 Peta Jalan Smart Economy Jangka Panjang (2030-2034) Sub- Dimensi Strateg i Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Industri Berdaya Saing Ec.1.1. 1. Hilirisa si Pertani an dan Perikan an Berbasi s Digital. Peningka tan produksi perikana n tangkap laut SNI: 5.2. Tingkat kelangsu ngan bisnis baru per 100.000 pendudu k Ec.1.1.1 .P.4. TPI Hebat (higienis , ekonom is, bersih, aman, tertib) 870 20 M 880 5 M 890 1 M 900 1 M 910 2 M APBD, DAIS, APBN Dinas kelauta n dan Perikan an Kesejaht eraan Masyara kat MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 132 Sub- Dimensi Strateg i Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Transaks i Keuanga n Ec.3.1. 2. Integra si Sistem Pemba yaran Digital dalam Layana n Publik dan Transa ksi Lokal. 1. Pengem bangan sistem informasi digital kepada nasabah Bank Kulon Progo 2. Peningk atan SDM TI 1.Mening katnya pelayana n digitalisa si kepada nasabah Bank Kulon Progo 2.Pening katan kompete nsi SDM TI 9.2. Persenta se pembaya ran ke kota yang dibayar secara elektronik berdasar kan faktur elektronik Ec.3.1.2 .P.2. BPR-Ku Mobile V 250.00 0.000 Bank Kulon Progo Bank Kulon Progo Ec.3.1. 3. Penge mbang an Skema Pendan aan Alternat if untuk Ekono mi Lokal. Perbaika n dan Pemelih araan Program Meningk atkan pelayana n kepada Kaluraha n terkait transaksi non tunai dengan cara peminda hbukuan yang dilakukan oleh Bank 9.2. Persenta se pembaya ran ke kota yang dibayar secara elektronik berdasar kan faktur elektronik Ec.3.1.3 .P.1. Smart DesaKu V 100.00 0.000 Bank Kulon Progo Bank Kulon Progo MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 133 5.4 PETA JALAN SMART LIVING Pembangunan dimensi Smart Living dalam kerangka Masterplan Smart City Kabupaten Kulon Progo berfokus pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui harmonisasi perencanaan ruang, aksesibilitas kesehatan, dan mobilitas yang efisien. Lebih dari sekadar penyediaan infrastruktur dasar, Smart Living adalah tentang menciptakan sebuah ekosistem yang aman, nyaman, dan berkelanjutan, di mana teknologi menjadi fasilitator untuk mempermudah kehidupan sehari-hari dan meningkatkan kebahagiaan warga. Tabel 5.4 Peta Jalan Smart Living Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) Sub- Dimen si Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Harmo nisasi Tata Ruang Lv.1.1. 1. Penge mbanga n Simtaru Ku 2.0 sebagai Platfor m Kolabor atif Tata Ruang Digital. Penyel enggar aan Penata an Ruang Penataa n Kawasa n Berbasi s Geospa sial 12.1. Persenta se rumah tangga dengan pengukur energi pintar Lv.1.1.1 .P.1. Sistem Informa si Tata Ruang Kulon Progo (Simtaru Ku) Pemeliha raan dan pengemb angan berupa Penamba han filtur layanan permoho nan KRK (keterang an rencana kabupate n) sebagai salah satu syarat PBG 36.000. 000 Penamba han filtur layanan permoho nan KRK (keterang an rencana kabupate n) sebagai salah satu syarat PBG 40.000 .000 Pemelih araan dan pengem bangan berupa Penamb ahan filtur layanan permoho nan KRK (keteran gan rencana kabupat en) sebagai salah satu syarat PBG, entry peta RDTR 40.000 .000 Pemelih araan dan pengem bangan berupa Penamb ahan filtur layanan permoho nan KRK (keteran gan rencana kabupat en) sebagai salah satu syarat PBG, entry peta RDTR 40.000. 000 Pemelih araan dan pengem bangan berupa Penamb ahan filtur layanan permoho nan KRK (keteran gan rencana kabupat en) sebagai salah satu syarat PBG, entry peta RDTR 40.000. 000 APBD Dinas Pertana han dan Tata Ruang, Dinas Komuni kasi dan Informat ika, MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 134 Sub- Dimen si Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. dan Peta Tematik dan Peta Tematik dan Peta Tematik Sarana / Prasar ana Keseha tan Lv.2.1. 1. Pemba ngunan Ekosist em Keseha tan Digital Terpad u. Memba ngun dan Mening katkan Fasilita s Layana n Keseha tan Primer dan Sekund er Pelayan an kesehat an ibu hamil 11.1. Persenta se populasi kota yang masuk dalam file kesehata n terpadu daring yang dapat diakses oleh penyedia layanan kesehata n Lv.2.1.1 .P.1. Pemban gunan Ekosiste m Kesehat an Digital Terpadu Bumilku 83,33 54.464. 222.676 91,84 57.963 .229.9 44 100 61.813 .732.9 38 100 67.264. 103.23 2 100 72.956. 862.70 5 APBD, BOK DINAS KESEH ATAN MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 135 Sub- Dimen si Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Lv.2.1. 1. Pemba ngunan Ekosist em Keseha tan Digital Terpad u. Progra m Sediaa n Farmas i, Alat Keseha tan Dan Makana n Minuma n Persent ase Apotek, Toko Obat, Toko Alkes, dan Optikal, Usaha Mikro Obat Tradisio nal (UMOT) yg dilakuka n pendam pingan 11.1. Persenta se populasi kota yang masuk dalam file kesehata n terpadu daring yang dapat diakses oleh penyedia layanan kesehata n Lv.2.1.1 .P.2. Simoku Sistem Informa si Manaje men Obat Kabupat en Kulon Progo) Pengelo laan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai 22,22 518.464 .100 25,56 570.31 0.510 27,78 627.34 1.561 30,00 690.07 5.717 33,33 759.08 3.288 APBD, BOK DINAS KESEH ATAN Sarana / Prasar ana Keseha tan Sarana / Prasar ana Keseha tan Lv.2.1. 3. Jaringa n Layana n Keseha tan Berger ak Terjad wal. Progra m Pengel olaan Dan Penge mbang an Sistem Penyed iaan Air Minum Persent ase penerap an teknolo gi yang dianjurk an 11.3. Persenta se populasi kota yang memiliki akses ke sistem peringata n public langsung Lv.2.1.3 .P.1. Pengem bangan Sistem Integras i Ganggu an Pelayan an (SITEG 30% 6.000.0 00 100% 50.000 .000 PDAM PDAM MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 136 Sub- Dimen si Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. (real- time) untuk saran kualitas udara dan air AP) berbasis website dan android untuk publik Lv.2.1. 3. Jaringa n Layana n Keseha tan Berger ak Terjad wal. Progra m Pengel olaan Dan Penge mbang an Sistem Penyed iaan Air Minum Persent ase penerap an teknolo gi yang dianjurk an 11.3. Persenta se populasi kota yang memiliki akses ke sistem peringata n public langsung (real- time) untuk saran kualitas udara dan air Lv.2.1.3 .P.2. Pengem bangan Sistem Informa si Ganggu an Pelayan an PDAM Kulon Progo (SIGAP KU) berbasis website dan android untuk publik 20% 30.000 .000 PDAM PDAM Lv.2.1. 1. Pemba ngunan Ekosist em Progra m Pemen uhan Persent ase Sub Kegiata n pada Perangk at Persenta se populasi kota yang masuk Lv.2.1.1 .P.3. Ranting Kuat 50 Anak, 250.000 .000 50 Anak 250.00 0.000 50 Anak 250.00 0.000 50 Anak 250.00 0.000 50 Anak 250.00 0.000 BLUD RSUD WATES MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 137 Sub- Dimen si Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Keseha tan Digital Terpad u. Upaya Keseha tan Peroran gan Dan Upaya Keseha tan Masyar akat Daerah berkiner ja sangat tinggi dalam file kesehata n terpadu daring yang dapat diakses penyedia layanan kesehata n (Rawat Anak Stunting Kulon Progo agar Sehat) MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 138 Sub- Dimen si Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Lv.2.1. 3. Jaringa n Layana n Keseha tan Berger ak Terjad wal. Bimbin gan Teknis dan Supervi si Penge mbang an dan Pelaksa naan Upaya Keseha tan Bersum ber Daya Masyar akat (UKBM)
a.Pers enta se Posy andu yang men ggun akan siste m digit al penc atata n data
b.Juml ah kade r Posy andu yang men gikut i pelat ihan tekn ologi dan pela yana n 11.1. Persenta se populasi kota yang masuk dalam file kesehata n terpadu daring yang dapat diakses oleh penyedia layanan kesehata n Lv.2.1.3 .P.3. Sapaya ndu (Aplikasi digital Posyan du sederha na. Kampan ye edukasi berbasis komunit as.) ✔ Persenta se Posyand u yang menggun akan sistem digital pencatat an data 80% ✔ Jumlah kader Posyand u yang mengikut i pelatihan teknologi dan pelayana n 90% kader ✔ Penurun an angka stunting di wilayah program 10% ✔ Persenta se balita yang 36.000.0 00 ✔ Persenta se Posyand u yang menggun akan sistem digital pencatat an data 90% ✔ Jumlah kader Posyand u yang mengikut i pelatihan teknologi dan pelayana n 95% kader ✔ Penurun an angka stunting di wilayah program 15% ✔ Persenta se balita yang 38.500. 000 ✔ Persent ase Posyan du yang menggu nakan sistem digital pencata tan data 95% ✔ Jumlah kader Posyan du yang mengiku ti pelatiha n teknolog i dan pelayan an 100% kader ✔ Penurun an angka stunting di wilayah program 20% 40.500 .000 ✔ Persent ase Posyan du yang menggu nakan sistem digital pencatat an data 100% ✔ Jumlah kader Posyan du yang mengiku ti pelatiha n teknolog i dan pelayan an 100% kader ✔ Penurun an angka stunting di wilayah program 30% 43.000. 000 ✔ Persent ase Posyan du yang menggu nakan sistem digital pencata tan data 100% ✔ Jumlah kader Posyan du yang mengiku ti pelatiha n teknolog i dan pelayan an 100% kader ✔ Penurun an angka stunting di wilayah program 30% 43.000. 000 APBD Kapane won Kalibaw ang MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 139 Sub- Dimen si Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg.
c.Pen urun an angl a stunt ingdi wilay ah prog ram
d.Juml ah kegi atan eduk asi dan kam pany e kese hata n di tingk at padu kuha n
e.Ting kat kepu asan mas yara menerim a PMT sesuai standar gizi 100% ✔ Jumlah kegiatan edukasi dan kampany e kesehata n di tingkat padukuh an 12 kegiatan ✔ Tingkat kepuasa n masyara kat terhadap layanan Posyand u 85% menerim a PMT sesuai standar gizi 100% ✔ Jumlah kegiatan edukasi dan kampany e kesehata n di tingkat padukuh an 18 kegiatan ✔ Tingkat kepuasa n masyara kat terhadap layanan Posyand u 90% ✔ Persent ase balita yang meneri ma PMT sesuai standar gizi 100% ✔ Jumlah kegiatan edukasi dan kampan ye kesehat an di tingkat paduku han 18 kegiatan Tingkat kepuasa n masyara kat terhadap layanan Posyand u 95% ✔ Persent ase balita yang meneri ma PMT sesuai standar gizi 100% ✔ Jumlah kegiatan edukasi dan kampan ye kesehat an di tingkat padukuh an 20 kegiatan Tingkat kepuasa n masyara kat terhadap layanan Posyand u 100% ✔ Persent ase balita yang meneri ma PMT sesuai standar gizi 100% ✔ Jumlah kegiatan edukasi dan kampan ye kesehat an di tingkat paduku han 20 kegiatan Tingkat kepuasa n masyara kat terhadap layanan Posyand u 100% MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 140 Sub- Dimen si Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. kat terha dap laya nan posy andu MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 141 Sub- Dimen si Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Prasar ana Transp ortasi Lv.3.1. 1. Penge mbang an Transp ortasi Publik Terpad u Berbasi s Digital Progra m Penyele nggara an Lalu Lintas dan Angkut an Jalan (LLAJ) Jumlah siswa dan Sekolah di Kulon Progo yang terlayani bus sekolah dan penurun an angka kecelak aan dikalang an pelajar. 19.2. Jumlah penggun a transport asi ekonomi berbagi per 100.000 pendudu k Lv.3.1.1 .P.1. Layanan Bus Inklusif (Layana n bus sekolah untuk antar jemput siswa dan layanan bus sekolah inklusif untuk antar jemput siswa berkebut uhan khusus secara gratis di Kulon Progo) Pelayana n antar jemput siswa sekolah ( jumlah siswa 40 siswa dari 13 sekolah) dan siswa SLB (1 SLB dengan jumlah siswa 20 orang) diwilayah Wates- Pengasih -Panjatan 377.564. 950 Pelayana n antar jemput siswa sekolah ( jumlah siswa 40 siswa dari 13 sekolah) dan siswa SLB (1 SLB dengan jumlah siswa 20 orang) diwilayah Wates- Pengasih -Panjatan 476.42 7.300 - Pelayan an antar jemput siswa sekolah ( jumlah siswa 40 siswa dari 13 sekolah) dan siswa SLB (1 SLB dengan jumlah siswa 20 orang) diwilaya h Wates- Pengasi h- Panjatan 476.42 7.300 Pelayana n antar jemput siswa sekolah ( jumlah siswa 40 siswa dari 13 sekolah) dan siswa SLB (1 SLB dengan jumlah siswa 20 orang) diwilayah Wates- Pengasih - Panjatan 476.42 7.300 Pelayan an antar jemput siswa sekolah ( jumlah siswa 40 siswa dari 13 sekolah) dan siswa SLB (1 SLB dengan jumlah siswa 20 orang) diwilaya h Wates- Pengasi h- Panjatan 476.42 7.300 APBD Dinas Perhubu ngan, SD, SMP, SLTA, SLB MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 142 Sub- Dimen si Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 143 Sub- Dimen si Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Lv.3.1. 1. Penge mbang an Transp ortasi Publik Terpad u Berbasi s Digital. Progra m Penyele nggara an Lalu Lintas dan Angkut an Jalan (LLAJ) Jumlah siswa dan Sekolah di Kulon Progo yang terlayani dan Jumlah angkuta n pedesa an yang beroper asi. 19.2. Jumlah penggun a transport asi ekonomi berbagi per 100.000 pendudu k Lv.3.1.1 .P.2. Angkuta n umum siswa Pelayan an antar jemput siswa sekolah di Kulon Progo wilayah utara (sebany ak 17 sekolah) dengan bekerjas ama dengan angkuta n pedesaa n (sebany ak 6 angkude s) 260.26 2.600 Pelayana n antar jemput siswa sekolah di Kulon Progo wilayah utara (sebanya k 17 sekolah) dengan bekerjas ama dengan angkutan pedesaa n (sebanya k 6 angkude s) 290.00 0.000 Pelayan an antar jemput siswa sekolah di Kulon Progo wilayah utara (sebany ak 17 sekolah) dengan bekerjas ama dengan angkuta n pedesaa n (sebany ak 6 angkude s) 290.00 0.000 DAIS Dinas Perhubu ngan Lv.3.1. 1. Penge mbang an Transp ortasi Publik Progra m Penyele nggara an Lalu Lintas dan Angkut Jumlah masyar akat yang terlayani dan jumlah angkuta 19.5. Persenta se jalur transport asi umum yang dilengkap Lv.3.1. 1.P.3. Angkut an Perintis Penyed iaan Tersedia nya jalur angkuta n perintis dan layanan angkuta n melalui (meny esuaik an anggar an yang disetuj ui Tersedia nya jalur angkutan perintis dan layanan angkutan melalui (menye suaika n anggar an yang disetuj ui Tersedia nya jalur angkuta n perintis dan layanan angkuta n melalui (menye suaika n anggar an yang disetuj ui APBN Dinas Perhubu ngan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 144 Sub- Dimen si Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Terpad u Berbasi s Digital an Jalan (LLAJ) n pedesa an yang beroper asi melalui jalur angkuta n perintis i dengan sistem langsung (real- time) yang dapat diakses publik jalur angkut an perintis di wilayah Kulon Progo (Samig aluh- Kaliba wang- Nangg ulan- Girimul yo- Pengas ih- Wates) jalur perintis Kemen hub) jalur perintis Kemen hub) jalur perintis Kemen hub) Lv.3.1. 2. Optimal isasi Manaje men Lalu Lintas Cerdas dan Pengen dalian Lingkun gan. Progra m Penyele nggara an Lalu Lintas dan Angkut an Jalan (LLAJ)
1.T ersedia nya sistem pengen dalian lalu lintas berbasis teknolog i informa si (ATCS) 19.5. Persenta se jalur transport asi umum yang dilengkap i dengan sistem langsung (real- time) yang dapat Lv.3.1. 2.P.1. Penge mbang an sistem pengen dalian lalu lintas berbasi s teknolo gi informa - . - . - . 1.Tersedi anya gedung/r uang ATCS Kabupat en Kulon Progo 2.000.0 00.000 - - APBD DinasPe rhubung an, Kementr ian Perhubu ngan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 145 Sub- Dimen si Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. diakses publik si (ATCS) Lv.3.1. 2. Optimal isasi Manaje men Lalu Lintas Cerdas dan Pengen dalian Lingkun gan. Penyele nggara an Keistim ewaan Yogyak arta Urusan Tata Ruang
1.J umlah APJ Pintar yang tersedia 19.9. Persenta se lampu lalu lintas yang cerdas Lv.3.1.2 .P.2. Peningk atan kualitas APJ Pintar berbasis digital Pembang unan APJ Pintar bernuans a budaya sebanyak 152 unit 3.018.10 6.800 Pembang unan APJ Pintar sebanyak 180 unit 3.569.5 95.250 Pemban gunan APJ Pintar sebanya k 200 unit 4.800. 000.00 0 Pemban gunan APJ Pintar sebanya k 200 unit 5.000.0 00.000 Pemban gunan APJ Pintar sebanya k 200 unit 5.000.0 00.000 APBD/ DAIS DIY Dinas Perhubu ngan, Provinsi Lv.3.1. 3. Pemba ngunan Infrastr uktur Mobilita s Aktif dan Inklusif. Progra m Penyele nggara an Lalu Lintas dan Angkut an Jalan (LLAJ)
2.T ingkat kualitas layanan Penguji an Kendara an Bermoto r 19.3. Persenta se kendaraa n yang terdaftar di kota yang merupak an kendaraa n rendah emisi Lv.3.1.3 .P.1. Peningk atan layanan pengujia n Kendara an Bermoto r Berbasis Digital Upgrade SIM PKB yang terintegra si aplikasi Kemenhu b 85.000.0 00, Peningkat an layanan pengujian Kendaraa n Bermotor Berbasis Digital - Pengem bangan layanan pengujia n Kendara an Bermoto r Berbasis Digital - Pengem bangan layanan pengujia n Kendara an Bermotor Berbasis Digital 100.00 0.000 Pengem bangan layanan pengujia n Kendara an Bermoto r Berbasis Digital - APBD Dinas Perhubu ngan , Kementr ian Perhubu ngan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 146 Sub- Dimen si Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Lv.3.1. 2. Optimal isasi Manaje men Lalu Lintas Cerdas dan Pengen dalian Lingkun gan. Progra m Penyele nggara an Lalu Lintas dan Angkut an Jalan (LLAJ)
3.P eningkat an layanan informa si tilang angkuta n umum/b arang berbasis digital 19.5. Persenta se jalur transport asi umum yang dilengkap i dengan sistem langsung (real- time) yang dapat diakses publik Lv.3.1.2 .P.3. Layanan informas i tilang angkuta n umum/b arang berbasis digital Peningkat an layanan informasi tilang angkutan umum/ba rang berbasis digital - Peningkat an kualitas sarana prasaran a informasi tilang angkutan umum/ba rang berbasis digital - Peningk atan kualitas sarana prasaran a informasi tilang angkuta n umum/b arang berbasis digital 12.000 .000 Peningka tan kualitas sarana prasaran a informasi tilang angkutan umum/ba rang berbasis digital - Peningk atan kualitas sarana prasaran a informasi tilang angkuta n umum/b arang berbasis digital - APBD Dinas Perhubu ngan Lv.3.1. 2. Optimal isasi Manaje men Lalu Lintas Cerdas dan Pengen dalian Lingkun gan. Progra m Penyele nggara an Jalan 5. Tersedi anya sarana penduk ung pedestri an untuk menyeb erangi rel kereta api dengan aman dan nyaman - Lv.3.1.2 .P.4. Pemban gunan JPO (sarana penduku ng pedestri an untuk menyeb erangi rel kereta api dengan aman 100 6.500.00 0.000 Dinas Pekerja an Umum Peruma han dan Kawasa n Permuki man MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 147 Sub- Dimen si Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. dan nyaman) Tabel 5.8 Peta Jalan Smart Living Jangka Panjang (2030-2034) Sub- Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Harmo nisasi Tata Ruang Lv.1.1.1. Pengemb angan SimtaruK u 2.0 sebagai Platform Kolaborat if Tata Ruang Digital. Program Penyelen ggaraan Penataa n Ruang Penataa n Kawasan Berbasis Geospasi al 12.1. Persenta se rumah tangga dengan pengukur energi pintar Lv.1.1.1. P.1. Sistem Informasi Tata Ruang Kulon Progo (SimtaruK u) Pemelih araan dan pengem bangan berupa Penamb ahan filtur layanan permoh onan KRK (keteran gan rencana 120.000 .000 Penamb ahan filtur layanan permoh onan KRK (keteran gan rencana kabupat en) sebagai salah satu 120.00 0.000 Pemelih araan dan pengem bangan berupa Penamb ahan filtur layanan permoh onan KRK (keteran gan rencana 120.00 0.000 Pemelih araan dan pengem bangan berupa penyesu aian dengan RTRW 100.00 0.000 Pemelih araan dan pengem bangan berupa penyes uaian dengan RTRW 100.00 0.000 APBD Dinas Pertana han dan Tata Ruang, Dinas Komuni kasi dan Informat ika, MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 148 Sub- Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. kabupat en) sebagai salah satu syarat PBG syarat PBG kabupat en) sebagai salah satu syarat PBG, entry peta RDTR dan Peta Tematik Sarana / Prasar ana Keseha tan Lv.2.1.1. Pemban gunan Ekosiste m Kesehata n Digital Terpadu. Program Pemenu han Upaya Kesehat an Perorang an Dan Upaya Kesehat an Masyara kat Pelayana n kesehata n usia balita 11.1. Persenta se populasi kota yang masuk dalam file kesehata n terpadu daring yang dapat diakses oleh penyedia layanan kesehata n Lv.2.1.1. P.3. Ranting Kuat (Rawat Anak Stunting Kulon Progo agar Sehat) 250.000 .000 250.00 0.000 50 Anak 250.00 0.000 50 Anak 250.00 0.000 50 Anak 250.00 0.000 BLUD RSUD WATES MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 149 Sub- Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Lv.2.1.1. Pembang unan Ekosiste m Kesehata n Digital Terpadu. Program Pemenu han Upaya Kesehat an Perorang an Dan Upaya Kesehat an Masyara kat Persenta se fasyanke s yg memiliki sarana prasaran a kesehata n yang memenu hi standar 11.1. Persenta se populasi kota yang masuk dalam file kesehata n terpadu daring yang dapat diakses oleh penyedia layanan kesehata n Lv.2.1.1. P.1. Pembang unan Ekosiste m Kesehata n Digital Terpadu. Bumilku a. Memberik an pantauan real-time layanan ibu hamil mulai dari awal kehamila n, b. Tersedian ya data ibu hamil dengan faktor Risikonya real-time 100 80.252. 548.976 100 88.277 .803.8 73 100 97.105 .584.2 60 100 106.81 6.142. 686 100 117.49 7.756. 955 APBD, BOK DINAS KESEH ATAN Lv.2.1.1. Pembang unan Ekosiste m Kesehata Program Sediaan Farmasi, Alat Kesehat an Dan Persenta se Apotek, Toko Obat, Toko 11.1. Persenta se populasi kota yang Lv.2.1.1. P.2. Simoku Sistem Informasi 36,67 834.991 .617 36,67 918.49 0.778 36,67 1.010. 339.85 6 36,67 1.111. 373.84 2 36,67 1.222. 511.22 6 APBD, BOK DINAS KESEH ATAN MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 150 Sub- Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. n Digital Terpadu. Makanan Minuman Alkes, dan Optikal, Usaha Mikro Obat Tradision al (UMOT) yg dilakukan pendamp ingan masuk dalam file kesehata n terpadu daring yang dapat diakses oleh penyedia layanan kesehata n Manajem en Obat Kabupate n Kulon Progo) Pengelola an Obat dan Bahan Medis Habis Pakai Lv.2.1.3. Jaringan Layanan Kesehata n Bergerak Terjadwal . program pemenuh an upaya kesehata n perorang an dan upaya kesehata n masyara kat Jumlah gedung tersedia - Lv.2.1.3. P.4. Pelayana n Trauma Center 1 Unit 45.755. 200.000 1 Unit 45.755 .200.0 00 1 Unit 45.755 .200.0 00 1 Unit 48.381 .400.0 00 1 Unit 52.009 .900.0 00 BLUD RSUDN AS Sarana/ Prasara na Transp ortasi Lv.3.1.1. Pengemb angan Transport asi Publik Terpadu Berbasis Digital.. Program Penyelen ggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)
1.Jumlah siswa dan Sekola h di Kulon Progo yang terlaya ni bus 19.2. Jumlah penggun a transport asi ekonomi berbagi per 100.000 Lv.3.1.1. P.1. Layanan Bus Inklusif (Layanan bus sekolah untuk Pelayan an antar jemput siswa sekolah dan siswa SLB diwilaya h 510.000 .000 Pelayan an antar jemput siswa sekolah dan siswa SLB diwilaya h 510.00 0.000 Pelayan an antar jemput siswa sekolah dan siswa SLB diwilaya h 520.00 0.000 Pelayan an antar jemput siswa sekolah dan siswa SLB diwilaya h 520.00 0.000 Pelayan an antar jemput siswa sekolah dan siswa SLB diwilaya h 520.00 0.000 APBD Dinas Perhubu ngan, Sekolah , SLB MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 151 Sub- Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. sekola h dan penuru nan angka kecela kaan dikalan gan pelajar. pendudu k antar jemput siswa dan layanan bus sekolah inklusif untuk antar jemput siswa berkebutu han khusus secara gratis di Kulon Progo) Wates- Pengasi h- Panjata n Wates- Pengasi h- Panjata n Wates- Pengasi h- Panjata n Wates- Pengasi h- Panjata n Wates- Pengasi h- Panjata n Lv.3.1.1. Pengemb angan Transport asi Publik Terpadu Berbasis Digital. Program Penyelen ggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)
2.Jumlah siswa dan Sekola h di Kulon Progo yang terlaya ni dan Jumlah angkut an pedesa an yang Lv.3.1.1. P.2. Angkutan umum siswa Pelayan an antar jemput siswa sekolah di Kulon Progo wilayah utara dengan bekerjas ama dengan angkuta n pedesaa n. 300.000 .000 Pelayan an antar jemput siswa sekolah di Kulon Progo wilayah utara dengan bekerjas ama dengan angkuta n pedesa an. 310.00 0000 Pelayan an antar jemput siswa sekolah di Kulon Progo wilayah utara dengan bekerjas ama dengan angkuta n pedesa an. 320.00 0.000 Pelayan an antar jemput siswa sekolah di Kulon Progo wilayah utara dengan bekerjas ama dengan angkuta n pedesa an. 330.00 0.000 Pelayan an antar jemput siswa sekolah di Kulon Progo wilayah utara dengan bekerja sama dengan angkuta n pedesa an. 340.00 0.000 DAIS Dinas Perhubu ngan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 152 Sub- Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. berope rasi. Lv.3.1.1. Pengemb angan Transport asi Publik Terpadu Berbasis Digital. Program Penyelen ggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)
3.Jumlah masyar akat yang terlaya ni dan jumlah angkut an pedesa an yang berope rasi melalui jalur angkut an perintis Lv.3.1.1. P.3. Angkutan Perintis Tersedi anya jalur angkuta n perintis dan layanan angkuta n melalui jalur perintis menyes uaikan anggara n yang disetujui Kemenh ub) Tersedi anya jalur angkuta n perintis dan layanan angkuta n melalui jalur perintis - Tersedi anya jalur angkuta n perintis dan layanan angkuta n melalui jalur perintis - Tersedi anya jalur angkuta n perintis dan layanan angkuta n melalui jalur perintis - Tersedi anya jalur angkuta n perintis dan layanan angkuta n melalui jalur perintis - APBD/A PBN Dinas Perhubu ngan, Kementr ian Perhubu ngan Lv.3.1.2. Optimalis asi Manajem en Lalu Lintas Cerdas dan Pengend alian Lingkung an. Program Penyelen ggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tersedia nya sistem pengend alian lalu lintas berbasis teknologi informasi (ATCS) 19.5. Persenta se jalur transport asi umum yang dilengkap i dengan sistem langsung (real- time) yang dapat Lv.3.1.2. P.1. Pengem bangan sistem pengend alian lalu lintas berbasis teknologi informasi (ATCS) - - Penyedi aan ATCS Wilayah Kulon Progo (tahap 1) 40.000 .000.0 00 Penyedi aan ATCS Wilayah Kulon Progo (tahap 2) 25.000 .000.0 00 - - - - APBN Dinas Perhubu ngan, Dinas Perhubu ngan DIY, Kementr ian Perhubu ngan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 153 Sub- Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. diakses publik Lv.3.1.2. Optimalis asi Manajem en Lalu Lintas Cerdas dan Pengend alian Lingkung an. Penyelen ggaraan Keistime waan Yogyakar ta Urusan Tata Ruang Jumlah APJ Pintar yang tersedia 19.9. Persenta se lampu lalu lintas yang cerdas Lv.3.1.2. P.2. Peningkat an kualitas APJ Pintar berbasis digital Pemban gunan APJ Pintar 5.000.0 00.000 Pemban gunan APJ Pintar 5.000. 000.00 0 Pemban gunan APJ Pintar 5.000. 000.00 0 Pemban gunan APJ Pintar 5.000. 000.00 0 Pemban gunan APJ Pintar 5.000. 000.00 0 APBD/ DAIS Dinas Perhubu ngan Lv.3.1.3. Pembang unan Infrastruk tur Mobilitas Aktif dan Inklusif. Program Penyelen ggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)
1.Tingk at kualit as layan an Peng ujian Kend araan Berm otor 19.3. Persenta se kendaraa n yang terdaftar di kota yang merupak an kendaraa n rendah emisi Lv.3.1.3. P.1. Peningkat an layanan pengujian Kendaraa n Bermotor Berbasis Digital Peningk atan layanan pengujia n Kendara an Bermoto r Berbasis Digital - Peningk atan layanan pengujia n Kendara an Bermoto r Berbasi s Digital - Peningk atan layanan pengujia n Kendara an Bermoto r Berbasi s Digital - Peningk atan layanan pengujia n Kendara an Bermoto r Berbasi s Digital 150.00 0.000 Peningk atan layanan pengujia n Kendara an Bermoto r Berbasi s Digital APBD Dinas Perhubu ngan, Kementr ian Perhubu ngan Lv.3.1.2. Optimalis asi Manajem en Lalu Lintas Program Penyelen ggaraan Lalu Lintas dan
2.Penin gkata n layan an infor 19.5. Persenta se jalur transport asi umum yang Lv.3.1.2. P.3. Layanan informasi tilang angkutan Peningk atan layanan informas i tilang angkuta - Peningk atan layanan informas i tilang angkuta - Peningk atan layanan informas i tilang angkuta - Peningk atan layanan informas i tilang angkuta - Peningk atan layanan informa si tilang angkuta - APBD Dinas Perhubu ngaan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 154 Sub- Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Cerdas dan Pengend alian Lingkung an. Angkutan Jalan (LLAJ) masi tilang angku tan umu m/bar ang berba sis digital dilengkap i dengan sistem langsung (real- time) yang dapat diakses publik umum/bar ang berbasis digital n umum/b arang berbasis digital n umum/b arang berbasis digital n umum/b arang berbasis digital n umum/b arang berbasis digital n umum/b arang berbasis digital 5.5 PETA JALAN SMART SOCIETY Pembangunan dimensi Smart Society dalam kerangka Masterplan Smart City Kabupaten Kulon Progo adalah pilar esensial yang berfokus pada pembentukan masyarakat yang cerdas, inklusif, dan produktif. Ini mencakup peningkatan interaksi komunitas, pengembangan ekosistem pembelajaran yang adaptif, serta penguatan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga. Visi ini sejalan dengan komitmen Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki literasi digital dan adaptabilitas tinggi. Kulon Progo telah memiliki fondasi yang kuat untuk pilar ini. Peta jalan ini akan berfokus pada strategi yang dapat memfasilitasi partisipasi aktif masyarakat, membangun budaya kolaborasi, dan memastikan setiap warga memiliki keterampilan digital yang diperlukan untuk beradaptasi dengan era modern. Tabel 5.5 Peta Jalan Smart Society Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 155 Sub- Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikato r Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leading Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg . Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Interak si Masyar akat yang Efisien Ekosist em Belajar S.2.1.1. Transfor masi Digital Pendidik an Berkelan jutan dari Hulu ke Hilir. Program Pengelol aan Pendidik an
1.Skor kema mpu an litera si dan num erasi SD
2.Skor kema mpu an litera si dan num erasi SMP 6.1. Persenta se populasi kota dengan kecakapa n profesion al di lebih dari satu bahasa S.2.1.1.P .1. Moral Technolo gy School Pembelaj aran Numeras i dengan metode Gasing (Gampan g asyik menyena ngkan) 1.66.7 2.78.1 487.6 00.00 0 1.69.4 2.79.4 492.00 0.000 1.72.1 2.80.7 544.75 0.000 1.74.8 2.82 571.90 0.000 1.77.5 2.83.3 594.00 0.000 APBD, BAZNA S Dinas Pendidik an Pemuda dan Olahraga S.2.1.2. Gerakan Literasi Digital Inklusif dan Program Pembina an Perpusta kaan TGM (Tingkat Kegemar an Membac a 17.3 Jumlah buku perpustak aan umum S.2.1.2.P. 1. Mimpi Kurcaci 8 Kali 7.252. 000 10 Kali 7.252. 000 12 Kali 7.252.0 00 14 Kali 7.252. 000 16 Kali 7.252. 000 APBD Disperpu sip MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 156 Sub- Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikato r Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leading Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg . Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Berkelanj utan. dan judul e-book per 100.000 penduduk Sistem Keama nan dan Kesela matan Masyar akat S.3.1.1. Pengem bangan Ekosiste m Keaman an Digital Terpadu dan Respons if. Program Pengelol aan Pendidik an Persenta se penguat an karakter - S.3.1.1.P. 1. Penguata n Tim Pencega han dan Penanga nan Kekerasa n (TPPK) di Satuan Pendidika n 58.5% 71.10 0.000 59.12% 73.400 .000 59.82% 175.00 0.000 60.52% 183.70 0.000 61.22% 192.90 0.000 APBD Dinas Pendidik an Pemuda dan Olahraga S.3.1.1. Pengem bangan Ekosiste m Keaman an Digital Terpadu dan Responsi f. Program Penangg ulangan bencana Jumlah laporan kejadian bencana masyara kat via aplikasi 15.1. Persenta se area kota yang dicakup oleh kamera pengintai digital S.3.1.1.P .2. Smart Volunteer Digital System 100 laporan 150.0 00.00 0 200 laporan 150.00 0.000 300 laporan 150.00 0.000 400 laporan 150.0 00.00 0 500 laporan 150.0 00.00 0 APBD BPBD S.3.1.1. Pengem bangan Program Penangg ulangan Jumlah personel TRC dan 15.1. Persenta se area S.3.1.1.P .3. 10 personel 100.0 00.00 0 – 20 persone 200.00 0.000 – 50 persone 200.00 0.000 – 50 persone 200.0 00.00 0 – 50 persone 200.0 00.00 0 – APBD, BNPB BPBD MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 157 Sub- Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikato r Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumbe r Dana Leading Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg . Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Ekosiste m Keaman an Digital Terpadu dan Responsi f bencana dan Program Pencega han, Penangg ulangan, Penyela matan Kebakara n Dan Penyela matan Non Kebakara n damkar terlatih kota yang dicakup oleh kamera pengintai digital Diklat TRC & Damkar mat berbasis kompete nsi 300.0 00.00 0 300.00 0.000 300.00 0.000 300.0 00.00 0 300.0 00.00 0 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 158 Tabel 5.10 Peta Jalan Smart Society Jangka Panjang (2030-2034) Sub- Dimen si Strate gi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Interak si Masyar akat yang Efisien S.1.1.1 . Penge mbang an Platfor m Partisi pasi Publik dan Keseja hteraa n Digital Terpad u Program Perlindun gan Dan Jaminan Sosial Prosentas e Perlindung an sosial 13.4. Persentas e anggaran kota yang dialokasik an untuk penyediaa n program yang ditujukan untuk menjemba tani kesenjang an digital S.1.1.1.P. 1. Tuan Nonaku 3271 orang 7.165. 389.4 00 3271 orang 7.165. 389.4 00 3271 orang 7.165. 389.4 00 3271 orang 7.165. 389.4 00 3271 orang 7.165. 389.4 00 APBD Dinas Sosial Pemberd ayaan Perempu an dan Perlindu ngan Anak Ekosist em Belajar S.2.1.1. Transfo rmasi Digital Pendidi kan Berkela njutan dari Hulu ke Hilir. Program Pengemb angan Sumber Daya Manusia Persentase ASN yang memenuhi Pengemba ngan Kompetens i 6.3. Jumlah tingkat pendidikan tinggi sains, teknologi, teknik dan matematik a (STEM) per 100.000 penduduk S.2.1.1.P. 2. Optimalis asi Tata Kelola Manajem en ASN (Pengemb angan Sumber Daya Manusia 49,39% 837.98 0.000 50,30% 852.00 0.000 51,30% 867.00 0.000 52,30% 882.00 0.000 53,30% 897.00 0,000 APBD Kab. Kulon PRogo BKPSDM MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 159 Sub- Dimen si Strate gi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Aparatur Sipil Negara) S.2.1.1 . Transf ormasi Digital Pendid ikan Berkel anjutan dari Hulu ke Hilir. Program Pengelol aan Pendidik an 1.Skor kemampu an literasi dan numerasi SD 2.Skor kemampu an literasi dan numerasi SMP 6.1. Persentas e populasi kota dengan kecakapa n profesiona l di lebih dari satu bahasa S.2.1.1.P. 1. Moral Technolo gy School Pembelaj aran Numerasi dengan metode Gasing (Gampan g asyik menyena ngkan) 1.79.5 2.84.3 632.10 0.000
1.80.5 2.85.3 651.10 0.000 1.81.5 2.86.3 670.60 0.000 1.82.5 2.87.3 690.70 0.000 1.83.5 2.88.3 711.00 0.000 APBD, BAZNAS Dinas Pendidik an Pemuda dan Olahraga S.2.1.1 . Transf ormasi Digital Pendid ikan Berkel anjutan dari Hulu ke Hilir. Program pengelola an sekolah
1.Angka Partisipa si Sekolah (APS) Usia 5-6 tahun
2.Angka Partisipa si Sekolah (APS) Usia 7- 15 tahun
3.Angka Partisipa si 6.2. Jumlah komputer, laptop, tablet atau perangkat pembelaja ran digital lainnya yang tersedia per 1.000 siswa S.2.1.1.P. 3. Digitalisas i Sekolah (Digitalisa si sekolah (lanjutan), Pengemb angan Pembelaj aran e- learning program kesetaraa n) 1.98.91 % 2.99.13 % 3.18.10 % 1.25M 1.98.95 % 2.99.16 % 3.18.30 % 1,29M 1.99.11 % 2.99.19 % 3.18.50 % 1.33M 1.99.25 % 2.99.22 % 3.17.14 % 1.37M 1.99.31 % 2.99.25 % 3.17.91 % 1.41M APBD, APBN Dinas Pendidik an Pemuda dan Olahraga MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 160 Sub- Dimen si Strate gi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Sekolah( APS) Kesetara an Usia 7-18 tahun Sistem Keama nan dan Kesela matan Masyar akat S.3.1.2 . Pelemb agaan Sistem Pering atan Dini Bencan a Berbasi s Komuni tas dan Teknol ogi, Program penangg ulangan bencana Jumlah kalurahan tangguh bencana 15.1. Persentas e area kota yang dicakup oleh kamera pengintai digital S.3.1.2.P. 1. Tanggap Bencana Mandiri 30 kalurah an 100.0 00.00 0 – 250.0 00.00 0 35 kalurah an 100.0 00.00 0 – 250.0 00.00 0 40 kalurah an 100.0 00.00 0 – 250.0 00.00 0 45 kalurah an 100.0 00.00 0 – 250.0 00.00 0 50 kalurah an 100.0 00.00 0 – 250.0 00.00 0 APBD, CSR, BNPB BPBD S.3.1.2 . Pelemb agaan Sistem Pering atan Dini Bencan a Berbasi s Program penangg ulangan bencana Jumlah pos damkar aktif & berfungsi 15.1. Persentas e area kota yang dicakup oleh kamera pengintai digital S.3.1.2.P. 2. Pos Damkar Mandiri Berbasis Teknologi 4 pos 2.000. 000.0 00 – 5.000. 000.0 00 4 pos 2.000. 000.0 00 – 5.000. 000.0 00 5 pos 2.000. 000.0 00 – 5.000. 000.0 00 5 pos 2.000. 000.0 00 – 5.000. 000.0 00 ≥ 5 pos 2.000. 000.0 00 – 5.000. 000.0 00 APBD, DAK, BNPB, DAIS BPBD MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 161 Sub- Dimen si Strate gi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Komuni tas dan Teknol ogi, S.3.1.2 . Pelemb agaan Sistem Pering atan Dini Bencan a Berbasi s Komuni tas dan Teknol ogi, Program Pencega han, Penangg ulangan, Penyela matan Kebakara n Dan Penyela matan Non Kebakara n Jumlah TRC , damkar dan relawan bersertifika si nasional 15.1. Persentas e area kota yang dicakup oleh kamera pengintai digital S.3.1.2.P. 3. TRC Damkar dan Relawan Profesion al dengan Sertifikasi Kompete nsi 70 persone l 200.0 00.00 0 – 300.0 00.00 0 900 persone l 200.0 00.00 0 – 300.0 00.00 0 100 persone l 200.0 00.00 0 – 300.0 00.00 0 120 persone l 200.0 00.00 0 – 300.0 00.00 0 ≥120 persone l 200.0 00.00 0 – 300.0 00.00 0 APBD, BNPB BPBD S.3.1.1 . Penge mbang an Ekosist em Keama nan Digital Terpad u dan Respo nsif. Program Pencega han, Penangg ulangan, Penyela matan Kebakara n Dan Penyela matan Non Kebakara n Cakupan wilayah rawan dengan EWS 15.1. Persentas e area kota yang dicakup oleh kamera pengintai digital S.3.1.1.P. 4. EWS IoT Terintegr asi Nasional 55% 100.0 00.00 0 – 200.0 00.00 0 60% 100.0 00.00 0 – 200.0 00.00 0 65% 100.0 00.00 0 – 200.0 00.00 0 70% 100.0 00.00 0 – 200.0 00.00 0 75% 100.0 00.00 0 – 200.0 00.00 0 APBD, BNPB BPBD MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 162 Sub- Dimen si Strate gi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Sistem Keama nan dan Kesela matan Masyar akat S.3.1.1 . Penge mbang an Ekosist em Keama nan Digital Terpad u dan Respo nsif. Program Pengelol aan Pendidik an Persentase penguatan karakter - S.3.1.1.P. 1. Penguata n Tim Pencegah an dan Penangan an Kekerasa n (TPPK) di Satuan Pendidika n 62.22% 208.00 0.000 63.22% 214.00 0.000 64.22% 221.00 0.000 65.22% 228.00 0.000 66.22% 234.00 0.000 APBD Dinas Pendidik an Pemuda dan Olahraga 5.6 PETA JALAN SMART ENVIRONMENT Pembangunan dimensi Smart Environment dalam kerangka Masterplan Smart City Kabupaten Kulon Progo adalah sebuah komitmen strategis untuk menciptakan lingkungan yang lestari, tangguh, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya. Peta jalan ini berfokus pada respons inovatif terhadap tantangan ekologis lokal, seperti pengelolaan sampah dan mitigasi bencana, dengan mengintegrasikan teknologi berbasis data dan Internet of Things (IoT) pada inisiatif yang sudah ada. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan efisiensi, mempromosikan partisipasi aktif masyarakat dalam praktik-praktik ramah lingkungan, dan memastikan Kulon Progo dapat tumbuh sebagai kabupaten yang harmonis antara kemajuan teknologi dan perlindungan alam. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 163 Tabel 5.6 Peta Jalan Smart Environment Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) SubDi mensi Strateg i Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Menge mbang kan Progra m Perlind ungan Lingku ngan Hidup Menge mbang kan Tata Kelola Sampa h dan Limbah En.2.1. 1. Pemba ngunan Ekosist em Pengel olaan Sampa h Terpad u Berbasi s Digital Program penguran gan timbulan sampah Terbentu knya 1 Bank sampah Indusk setiap Keluraha n/Kalurh an 16.1 persenta se populasi kota yang memiliki pengump ulan sampah dari pintu ke pintu dengan pemanta uan En.2.1.1. P.1. Pembent ukan 1 Bank Sampah Induk setiap Keluraha n/ Kaluraha n Terbitn ya SE Bupati 25 kalurah an/kelu rahan 271.0 00.00 0 43 kalurah an/kelu rahan) 300.0 00.00 0 66 kalurah an/kelu rahan) 330.0 00.00 0 88 kalurahan/k elurahan) 360.000. 000 APBD, DAIS DLH MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 164 SubDi mensi Strateg i Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. individu terhadap jumlah sampah rumah tangga 16.4 presenta se dari jumlah total sampah plastik yang di daur ulang di kota … En.2.1. 1. Pemba ngunan Ekosist em Pengel olaan Sampa h Terpad u Berbasi s Digital. Program pengura ngan timbulan sampah Adanya pelapor an terkait volume timbula n sampah yang masuk, volume sampah yang terkelol a dan 16.1 persenta se populasi kota yang memiliki pengump ulan sampah dari pintu ke pintu dengan pemanta uan En.2.1.1. P.2. Pembuat an web Sikompa s (Sistem Informasi Kelompo k Pengelol a Sampah) Pelapor an dilakuk an oleh 135 bank sampa h yang sudah ada - Pelapor an dilakuk an oleh 160 bank sampa h 271.0 00.00 0 Pelapor an dilakuk an oleh 181 bank sampa h 300.0 00.00 0 Pelapor an dilakuk an oleh 201 bank sampa h 330.0 00.00 0
1.Seluruh kelompok pengelola sampah yang sudah teregister di DLH Kulon Progo 360.000. 000 APBD, DAIS DLH MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 165 SubDi mensi Strateg i Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. tidak dari setiap kelomp ok pengelo la sampah individu terhadap jumlah sampah rumah tangga 16.4 presenta se dari jumlah total sampah plastik yang di daur ulang di kota … Tata Kelola Energi Tabel 5.12 Peta Jalan Smart Environment Jangka Panjang (2030-2034) MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 166 Sub- Dimen si Strateg i Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Menge mbang kan Progra m Perlind ungan Lingku ngan Hidup Pengur angan sampa h melalui batasa n timbula n sampa h En.2.1. 3. Optimal isasi Infrastr uktur dan Regula si Pengel olaan Sampa h. Program pengelol aan persamp ahan 0% sampah residu ke TPA (semua sampah terolah di sumber, di daur ulang, atau dimanfaa tkan kembali) 16.1 persenta se populasi kota yang memiliki pengump ulan sampah dari pintu ke pintu dengan pemanta uan individu terhadap jumlah sampah rumah tangga 16.4 presenta se dari En.2.1.3. P.1. Zero Waste 1.95% masyara kat menerap kan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) 2.0% sampah residu ke TPA (semua sampah terolah di sumber, didaur ulang, Tingkat penang anan 60 % 390.00 0.000 Tingkat penang anan 70 % 420.00 0.000 Tingkat penang anan 80 % 450.00 0.000 Tingkat penang anan 90 % 480.00 .000 Tingkat penang anan 100 % 510.00 0.000 APBN, DAIS, APBD DLH MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 167 Sub- Dimen si Strateg i Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikator SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumber Dana Leading Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. jumlah total sampah plastik yang di daur ulang di kota atau dimanfaa tkan kembali) Tata Kelola Energi MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 168 Keberhasilan pembangunan smart city di Kulon Progo sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi yang kuat. Dengan fondasi visi pembangunan daerah yang kokoh, yaitu "Terwujudnya Kulon Progo yang Makmur, Mandiri, Religius, Berbudaya, yang Berkelanjutan", inisiatif smart city akan menjadi katalisator untuk mencapai tujuan-tujuan RPJMD. Pemanfaatan teknologi tidak hanya ditujukan untuk efisiensi, tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat agar lebih inovatif, partisipatif, dan sejahtera. Pembangunan smart city di Kulon Progo memiliki potensi besar, terutama dengan adanya Kawasan Strategis Nasional seperti Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Kawasan Industri Sentolo. Potensi ini menciptakan peluang unik untuk mengembangkan dimensi Smart Economy dan Smart Living. YIA dapat menjadi pintu gerbang ekonomi digital dan pariwisata berbasis teknologi, sementara sentra-sentra ekonomi lokal, seperti kerajinan dan produk pertanian, dapat diperkuat melalui platform digital yang menghubungkan produsen dengan pasar yang lebih luas. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur cerdas di sekitar area strategis ini akan meningkatkan konektivitas dan kualitas hidup masyarakat. Secara lebih luas, enam pilar smart city, yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment, akan diintegrasikan secara bertahap. Peta jalan yang telah disusun akan menjadi acuan utama untuk memastikan setiap program dan kegiatan selaras dengan target yang telah ditetapkan, mulai dari peningkatan layanan publik berbasis elektronik hingga promosi pariwisata budaya secara digital, serta pengelolaan lingkungan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Masterplan ini diharapkan menjadi pedoman yang dinamis, yang dapat disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat di masa mendatang. Pada akhirnya, keberhasilan smart city Kulon Progo tidak diukur dari seberapa canggih teknologi yang digunakan, tetapi dari sejauh mana teknologi tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan, kemandirian, dan kebahagiaan seluruh warga Kulon Progo. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 169 LAMPIRAN Bimtek Smart City Bertempat Di Aula Adikarta Komplek Pemkab Kabupaten Kulon Progo MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 1 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 2 KATA PENGANTAR Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera bagi kita semua, Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, karunia, dan petunjuk-Nya sehingga proses penyusunan Buku Masterplan Smart City Kabupaten Kulon Progo Tahun 2025–2034 dapat diselesaikan dengan baik. Dokumen ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta yang memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih cerdas, inklusif, dan berkelanjutan. Transformasi menuju Smart City bukan sekadar tren global, melainkan sebuah keniscayaan dalam menghadapi tantangan zaman. Kota-kota besar seperti Tokyo, Seoul, Amsterdam, dan Singapura telah membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi digital yang terintegrasi dengan partisipasi masyarakat mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas hidup warganya. Kabupaten Kulon Progo pun mengambil langkah strategis untuk tidak hanya mengikuti arus perubahan, tetapi menjadi pelopor inovasi daerah yang berakar pada kearifan lokal dan berorientasi pada masa depan. Melalui Masterplan ini, Kabupaten Kulon Progo menetapkan arah pembangunan berbasis enam dimensi Smart City: Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment. Visi yang ingin diwujudkan adalah: " Terwujudnya Kulon Progo yang makmur, mandiri, religius, berbudaya, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi cerdas, inovasi, dan kolaborasi yang inklusif." Visi ini menjadi landasan dalam merancang program, kebijakan, dan infrastruktur digital yang selaras dengan RPJMD, SNI ISO 37122, dan agenda pembangunan nasional. Akhir kata, semoga Buku Masterplan Smart City ini tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi, rujukan strategis, dan pemantik kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Kulon Progo yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing melalui pendekatan Smart City. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kabupaten Kulon Progo, September 2025 Bupati Kulon Progo Dr. H. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., MM MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 3 SAMBUTAN DEWAN SMART CITY Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera bagi kita semua, Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Smart City hingga penyusunan Buku Masterplan Smart City Kabupaten Kulon Progo Tahun 2025–2034 dapat berjalan dengan baik dan lancar. Smart City merupakan wujud nyata dari inovasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang berorientasi pada pemanfaatan teknologi, data, dan kolaborasi lintas sektor. Konsep ini hadir sebagai jawaban atas berbagai tantangan pembangunan daerah, mulai dari efisiensi layanan, peningkatan partisipasi masyarakat, hingga penguatan daya saing daerah di era digital. Oleh karena itu, seluruh jajaran perangkat daerah, camat, dan pemangku kepentingan di Kabupaten Kulon Progo telah menyatakan komitmen bersama untuk mendukung transformasi menuju Kabupaten Cerdas yang inklusif dan berkelanjutan. Dewan Smart City Kabupaten Kulon Progo berperan sebagai pengarah dan pengawal strategi, memastikan bahwa setiap langkah pembangunan Smart City senantiasa selaras dengan visi daerah, RPJMD, dan standar nasional maupun internasional. Kami percaya bahwa sinergi antara perencanaan, pengembangan, dan implementasi akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan ekosistem digital yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Harapan kami, melalui Masterplan ini, Kabupaten Kulon Progo dapat membangun fondasi yang kuat untuk menghadirkan layanan publik yang lebih cerdas, meningkatkan produktivitas sumber daya, serta memperkuat identitas dan daya saing daerah di tingkat nasional maupun global. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kabupaten Kulon Progo, September 2025 Sekretaris Dewan Smart City .... ................ MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 4 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.................................................................................................. ii SAMBUTAN DEWAN SMART CITY ........................................................................ iii DAFTAR GAMBAR ................................................................................................... v DAFTAR TABEL....................................................................................................... vi BAB I LATAR BELAKANG ....................................................................................... 1 BAB II VISI SMART CITY KULON PROGO .............................................................. 3 BAB III STRATEGI PEMBANGUNAN SMART CITY KULON PROGO .................... 4 3.1 STRATEGI SMART GOVERNANCE ........................................................................... 4 3.2 STRATEGI SMART BRANDING .................................................................................. 6 3.3 STRATEGI SMART ECONOMY .................................................................................. 9 3.4 STRATEGI SMART LIVING ....................................................................................... 12 3.4 STRATEGI SMART SOCIETY ................................................................................... 14 3.4 STRATEGI SMART ENVIRONMENT ........................................................................ 18 BAB IV PETA JALAN PEMBANGUNAN SMART CITY KULON PROGO ............ 21 4.1 PETA JALAN SMART GOVERNANCE ........................................................................ 1 4.2 PETA JALAN SMART BRANDING ............................................................................ 11 4.3 PETA JALAN SMART ECONOMY ............................................................................. 18 4.5 PETA JALAN SMART LIVING ................................................................................... 28 4.5 PETA JALAN SMART SOCIETY ............................................................................... 51 4.6 PETA JALAN SMART ENVIRONMENT ..................................................................... 57 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 5 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. 1 Asta Cita Presiden Prabowo dan Wapres Gibran 1 Gambar 1. 2 Penerapan Teknologi AWD di Kabupaten Kulon Progo…………………2 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 6 DAFTAR TABEL Tabel 3. 1 Analisis SWOT Smart Governance 4 Tabel 3. 2 Sasaran Smart Governance 6 Tabel 3. 3 Analisis SWOT Smart Branding 6 Tabel 3. 4 Sasaran Smart Branding 8 Tabel 3. 5 Analisis SWOT Smart Economy 9 Tabel 3. 6 Sasaran Smart Economy 11 Tabel 3. 7 Analisis SWOT Smart Living 12 Tabel 3. 8 Sasaran Smart Living 14 Tabel 3. 9 Analisis SWOT Smart Society 15 Tabel 3. 10 Sasaran Smart Society 17 Tabel 3. 11 Analisis SWOT Smart Environment 18 Tabel 3. 12 Sasaran Smart Environment 19 Tabel 4. 1 Peta Jalan Smart Governance Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) 1 Tabel 4. 2 Peta Jalan Smart Governance Jangka Panjang (2030-2034) 9 Tabel 4. 3 Peta Jalan Smart Branding Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) 11 Tabel 4. 4 Peta Jalan Smart Branding Jangka Panjang (2030-2034) 15 Tabel 4. 5 Peta Jalan Smart Economy Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) 18 Tabel 4. 6 Peta Jalan Smart Economy Jangka Panjang (2030-2034) 26 Tabel 4. 7 Peta Jalan Smart Living Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) 28 Tabel 4. 8 Peta Jalan Smart Living Jangka Panjang (2030-2034) 43 Tabel 4. 9 Peta Jalan Smart Society Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) 51 Tabel 4. 10 Peta Jalan Smart Society Jangka Panjang (2030-2034) 53 Tabel 4. 11 Peta Jalan Smart Environment Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) 57 Tabel 4. 12 Peta Jalan Smart Environment Jangka Panjang (2030-2034) 60 Rangkaian program dalam masterplan ini mengintegrasikan visi “Makmur, Mandiri, Religius, Berbudaya, dan Berkelanjutan” dengan delapan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 7 seperti kemandirian pangan dan pengembangan ekonomi hijau-biru untuk memperkokoh ketahanan daerah serta meningkatkan kualitas hidup warga. Gambar 1. 1 Asta Cita Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Sumber Gambar : www.setneg.go.id Globalisasi menuntut setiap kota bersaing setara dengan pusat-pusat ekonomi internasional. Oleh karena itu, Kabupaten Kulon Progo berfokus pada layanan publik cepat, tepat sasaran, dan terjangkau, sejalan dengan semangat Asta Cita untuk mencapai nol kelaparan dan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat, dua indikator utama dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDGs) yang diadopsi oleh agenda pemerintahan saat ini. Revolusi digital telah mempercepat urbanisasi dan meredefinisi interaksi masyarakat. Masterplan ini memanfaatkan teknologi sebagai enabler inovasi dan kolaborasi, selaras dengan misi Asta Cita yang mendorong transformasi ekonomi kreatif dan digitalisasi layanan public, langkah penting untuk menyongsong percepatan perubahan kombinatorial yang diprediksi akan melampaui tiga ratus tahun perkembangan sebelumnya. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 8 Gambar 1. 2 Penerapan Teknologi AWD di Kabupaten Kulon Progo Sumber Gambar : Jogja Benih (link : https://jogjabenih.jogjaprov.go.id/read/7dc24d00ccef2511490bf94783e7e1625f730c16fb8c616758c6bcd3c1d 22a553179 ) Konsep Smart City di Kabupaten Kulon Progo dijalankan secara komprehensif dan inklusif. Pendekatan ini sejalan dengan Asta Cita yang menekankan good governance serta hak atas keadilan dan partisipasi publik (SDG 16). Melalui partisipasi warga, teknologi informasi tidak hanya memangkas birokrasi, tapi juga memfasilitasi keterlibatan semua pemangku kepentingan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. Masterplan ini juga memperdalam fondasi filosofis dengan mengintegrasikan prinsip Green Constitution dan Right to the City. Langkah ini paralel dengan Asta Cita, khususnya misi penguatan hak asasi manusia dan perlindungan lingkungan, sehingga pembangunan tidak hanya pintar secara teknologi, tetapi juga adil dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. Secara nasional, Gerakan Menuju Smart City Kementerian Kominfo mendukung 100 kota/kabupaten menyusun masterplan dan quickwins dalam 5–10 tahun ke depan. Inisiatif tersebut mengantarkan Kulon Progo untuk menerjemahkan Asta Cita, terutama kemandirian pangan dan ekonomi hijau, ke dalam program prioritas lokal, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang menjadi pijakan makro negara. Masterplan ini mengadopsi pendekatan T-H-I-S (Tematik, Holistik, Integratif, Spasial) untuk memastikan keterpaduan dimensi digital, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Fokus spasial pada Aerotropolis Wates, Kawasan Industri Kreatif, dan Pariwisata Berkelanjutan dirancang untuk mengoptimalkan potensi lokal sesuai karakteristik wilayah dan misi Asta Cita dalam memperkokoh daya saing daerah. "Terwujudnya Kulon Progo yang makmur, mandiri, religius, berbudaya, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi cerdas, inovasi, dan kolaborasi yang inklusif." Sedangkan Misi Smart City Kabupaten Kulon Progo, yaitu : MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 9 a) Mewujudkan tata kelola pemerintahan dan layanan publik yang transparan, akuntabel, efisien, dan partisipatif melalui pemanfaatan data dan teknologi. b) Mengembangkan identitas dan daya saing Kulon Progo melalui integrasi ekosistem pariwisata, penguatan produk unggulan daerah, pengembangan ekosistem bisnis, serta penataan ruang kota yang indah, nyaman, dan berkarakter budaya. c) Meningkatkan kemandirian ekonomi daerah melalui pengembangan agribisnis, penguatan UMKM, digitalisasi ekonomi, pengembangan ekosistem industri kreatif, menuju masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing. d) Mewujudkan kehidupan masyarakat yang layak, sehat, dan harmonis melalui perencanaan tata ruang yang berkelanjutan, peningkatan konektivitas dan mobilitas, serta penguatan layanan kesehatan dan sosial berbasis teknologi. e) Mendorong terciptanya masyarakat yang religius, berbudaya, inklusif, aman, dan tertib melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung interaksi sosial, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan literasi digital. f) Menjaga kelestarian lingkungan berkelanjutan melalui perlindungan dan pengelolaan sumber daya, pengelolaan limbah dan sampah, serta tata kelola energi berkelanjutan. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 10 3.1 STRATEGI SMART GOVERNANCE Tujuan Smart Governance adalah mewujudkan pelayanan publik dan birokrasi yang efektif, transparan, dan akuntabel di Kabupaten Kulon Progo.
a.Analisis SWOT-TOWS Smart Governance Tabel 3. 1 Analisis SWOT Smart Governance Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Faktor Internal Faktor Eksternal Kekuatan - Adanya Peraturan Bupati No. 100 Tahun 2018 tentang Masterplan Smart City Kabupaten Kulon Progo - Kolaborasi antar dewan, tim pelaksana, OPD, dan forum smart city sudah berjalan secara efektif dan harmonis - Seluruh OPD telah terhubung dengan layanan wireless - Adanya upaya pemerintah daerah untuk mengakses dana dari sumber lain seperti (DAK, CSR) - Kinerja dalam penegakan peraturan daerah dan peraturan kepala daerah (Perda/Perkada) juga menunjukkan capaian optimal, yakni 100% sepanjang lima tahun terakhir. Kelemahan - Kemampuan keuangan daerah terbatas, terutama setelah covid dan adanya efisiensi sehingga menghambat belanja infrastruktur - Masyarakat belum memahami program- program smart city - Kurangnya infrastruktur teknologi dan sumber daya manusia yang terampil dalam teknologi informasi. - Indeks Pelayanan Publik masih fluktuatif, salah satu penyebabnya adalah kurangnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan implementasi regulasi MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 11 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats - Beberapa OPD telah tersertifikasi ISO 27001 Ancaman - Tingkat literasi digital masyarakat masih rendah - Adanya perubahan kebijakan SPBE menjadi pemerintah digital, menyebabkan pemerintah daerah perlu melakukan penyesuaian - Berkembangnya kejahatan keamanan informasi yang dapat memengaruhi sistem di Kab. Kulon Progo Strategi Ancaman dan Kekuatan - Membangun sistem keamanan yang kuat untuk melindungi data pemerintah dan masyarakat. - Mengadakan sosialisasi untuk peningkatan literasi digital masyarakat Strategi Kelemahan dan Ancaman - Menerapkan sistem keamanan yang berlapis, melakukan audit keamanan secara berkala, dan melatih petugas untuk mengelola keamanan sistem. - Melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat tentang pemanfaatan teknologi digital, serta memastikan ketersediaan akses internet yang terjangkau.
b.Strategi Smart Governance Dari hasil analisis didapatkan beberapa strategi smart governance pada tabel berikut. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, transparan, dan berintegritas melalui reformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan publik yang terintegrasi, dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan kepuasan masyarakat. Tabel 3. 2 Sasaran Smart Governance Sub Dimensi 1: G.1. Pelayanan Publik (Public Service) MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 12 G.1.1. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang responsif, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan warga. Sasaran ini dirancang untuk mengatasi fluktuasi pada Indeks Pelayanan Publik dan memastikan penegakan peraturan yang konsisten. Sub Dimensi 2: G.2. Manajemen Birokrasi (Bureaucracy Management) G.2.1. Mewujudkan sistem pemerintahan digital yang terpadu dan berkelanjutan. Sasaran ini dirancang untuk mengatasi tantangan seperti rendahnya indeks SPBE/Indeks Pemdi dan kesenjangan keterampilan digital di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Sub Dimensi 3: G.3. Kebijakan Publik (Public Policy) G.3.1. Menciptakan perancangan kebijakan yang berbasis data dan partisipatif. Sasaran ini bertujuan mengintegrasikan masukan masyarakat untuk merumuskan regulasi yang relevan dan efektif. 3.2 STRATEGI SMART BRANDING
a.Analisis SWOT-TOWS Smart Branding Tabel 3. 3 Analisis SWOT Smart Branding Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Faktor Internal Faktor Eksternal Kekuatan - Adanya bandara internasional YIA - Letak geografis Kabupaten Kulon Progo membuat Kulon Progo memiliki berbagai kekayaan alam yang dapat dioptimalkan sebagai daya tarik wisata - Tumbuhnya kontribusi sektor akomodasi dan makan minum terhadap perekonomian daerah, yang dapat dikaitkan dengan meningkatnya aktivitas pariwisata dan pelayanan pendukungnya. Kelemahan - Perkembangan investasi masih kurang - Belum ada pendanaan alternatif lain selain dari sumber APBD untuk pengembangan smart city - Branding daerah Kulon Progo The Jewel of Java belum cukup kuat untuk menggambarkan dan mempromosikan Kulon Progo - Pada tahun 2024, tingkat hunian akomodasi dan peningkatan perjalanan wisatawan nusantara di Kulon MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 13 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats - Adanya upacara adat dan budaya Kulon Progo yang berpotensi menjadi daya tarik wisata Progo cenderung menurun Peluang - Terdapat perencanaan yang strategis untuk memperindah lampu jalan di Wates - Adanya perencanaan Smart Tourism dalam pengembangan Kawasan Aerotropolis Kulon Progo yang meliputi 3 Kapanewon: Temon, Wates, Kokap Strategi Peluang dan Kekuatan - Membangun fasilitas pendukung pariwisata - Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan kawasan pariwisata - Membuat paket wisata dan dipromosikan melalui berbagai media publikasi termasuk kerjasama dengan Angkasa Pura - Bekerjasama dengan hotel restoran dalam penyelenggaran event dan promosi paket wisata - Launching kalender of event (gabungan event di KP yang diselenggarakan oleh OPD di KP) - Melaksanakan event rutin skala internasional, dan nasional - Membangun/menata Kota Wates sehingga menarik bagi masyarakat di luar Kulon Progo untuk dapat mampir ke Kota Wates Strategi Kelemahan dan Peluang - Memperbarui branding daerah untuk meningkatkan peluang investasi - Menyusun kajian potensi investasi yang ready offer di kawasan aerotropolis - Rebranding baru dengan melihat perkembangan di Kulon Progo. - Menggandeng pihak Perguruan Tinggi dan swasta dalam pengembangan smart city - Membangun terminal ekspor sehingga bisa ekspor mandiri MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 14 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Ancaman - Transportasi umum yang mumpuni membuat wisatawan hanya datang ke YIA tanpa ada aktivitas yang dapat mendukung perekonomian Kulon Progo - Digitalisasi dan tren terkini berpotensi menggerus budaya lokal Strategi Ancaman dan Kekuatan - Memanfaatkan teknologi informasi untuk mempromosikan budaya lokal Kulon Progo - Melakukan banyak promosi potensi unggulan baik wisata dan produk unggulan Kulon Progo - Merespons secara cepat dan efektif melalui saluran digital untuk menjaga citra positif daerah Strategi Kelemahan dan Ancaman - Meningkatkan pendampingan para pelaku usaha sehingga produk yang dihasilkan dapat bersaing dengan produk dari luar daerah - Meningkatkan sasaran kurasi produk UKM - Meningkatkan legalitas usaha pelaku UKM - Mempromosikan dan menjual produk- produk di gerai UMKM di Bandara YIA - Kolaborasi stakeholder dalam upaya menyediakan ruang- ruang promosi
b.Sasaran Smart Branding Menguatkan identitas dan daya saing daerah melalui promosi digital yang efektif, dengan fokus pada pengembangan pariwisata berkelanjutan dan produk-produk unggulan berbasis kearifan lokal. Tabel 3. 4 Sasaran Smart Branding Sub Dimensi 1: B1. Membangun dan Memasarkan Ekosistem Pariwisata (Tourism Branding) B.1.1. Meningkatkan daya tarik dan citra daerah di tingkat nasional dan internasional melalui strategi pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan. Sub Dimensi 2: B2. Membangun platform dan Memasarkan Ekosistem Bisnis Daerah (Business Branding) B.2.1. Menciptakan ekosistem pariwisata yang inovatif dan terintegrasi, didukung oleh pemasaran digital yang masif. Sasaran ini bertujuan untuk mengatasi masalah promosi yang masih terbatas pada destinasi prioritas. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 15 Sub Dimensi 3: B3. Membangun dan Memasarkan Wajah Kota (City Appearance Branding) B.3.1. Meningkatkan pengembangan wajah kota yang mencerminkan identitas budaya lokal dan mendukung potensi pariwisata serta bisnis. 3.3 STRATEGI SMART ECONOMY
a.Analisis SWOT-TOWS Smart Economy Tabel 3. 5 Analisis SWOT Smart Economy Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Faktor Internal Faktor Eksternal Kekuatan - Adanya peraturan daerah terkait kawasan industri, mengatur penyerapan tenaga kerja lokal dalam perusahaan- perusahaan asing yang berinvestasi - Terdapat berbagai potensi produk lokal yang sudah berhasil ekspor - Pengembangan aerotropolis city memunculkan beragam potensi baru untuk mendorong perekonomian Kulon Progo - Memiliki hasil bumi dan laut yang bagus karena punya waduk, sungai, dan laut selatan - Implementasi smart farming yang sudah berjalan dan berdampak bagi masyarakat Kelemahan - Ketimpangan perkembangan ekonomi antara kawasan selatan (Temon, Wates, Kokap, Sentolo) dengan kawasan utara (Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo) yang masih belum banyak dijadikan sebagai strategi pembangunan menggunakan konsep smart city - Rasio Kewirausahaan di Kabupaten Kulon Progo menunjukkan pola fluktuatif sepanjang periode 2020–2024 - Anggaran promosi daerah minim - Literasi teknologi di pedesaan, terutama di sektor pertanian, masih rendah. - Kurangnya infrastruktur penunjang usaha juga turut mempengaruhi tingginya angka MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 16 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats kemiskinan di Kulon Progo Peluang - Terjalinnya kerja sama dengan JAICA - Perkembangan teknologi yang terus berkembang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi - Adanya peluang pengembangan smart farming di bidang lain seperti perikanan - Adanya Koperasi Desa Merah Putih yang sudah terbentuk di 88 kelurahan di Kulon Progo Strategi Peluang dan Kekuatan - Memaksimalkan produksi komoditas unggulan di pertanian dan perkebunan - Pengembangan smart farming di sektor selain pertanian - Pengembangan kawasan di 5 (lima) program prioritas aerotropolis - Memanfaatkan PSN Jalan TOL untuk promosi produk UKM maupun tempat destinasi wisata (rest area) - Kemudahan berinvestasi yang didukung sistem perizinan online Strategi Kelemahan dan Peluang - Mengadakan Pelatihan marketing e- commerce untuk pelaku UMKM - Menguatkan kemitraan dengan perusahaan swasta - Pemerintah dalam pendanaan pengembangan smart city - Memanfaatkan sarana perdagangan yang ada khususnya pasar tradisional agar bisa menjadi tempat pemasaran hasil produk masyarakat Kulon Progo. Contoh: Hasil bumi, daging, telur, dan produk kerajinan. - Upaya pemerintah memiliki bank tanah MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 17 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Ancaman - Adanya proses bisnis yang dimiliki oleh warga kabupaten lain, sehingga credit didapat oleh kabupaten lain - Berdasarkan laju pertumbuhan PDRB ADHK, Kabupaten Kulon Progo menunjukkan dinamika pertumbuhan ekonomi yang cukup fluktuatif selama periode 2021–2024 Strategi Ancaman dan Kekuatan - Mengarahkan belanja pemerintah ke sektor- sektor produktif dan prioritas yang memiliki efek pengganda (multiplier effect) tinggi, seperti infrastruktur digital dan fisik, pendidikan, kesehatan, serta riset dan pengembangan. - Penyederhanaan Regulasi dan Perizinan - Memastikan efektivitas penyaluran bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi. - Mendorong pertumbuhan sektor baru seperti industri teknologi, ekonomi kreatif, dan pariwisata yang berkelanjutan. Strategi Kelemahan dan Ancaman - Fasilitasi Akses KUR dan Pembiayaan Mikro - Optimalisasi Koperasi Desa Merah Putih - Memfasilitasi penggunaan platform digital (e-commerce, media sosial) untuk pemasaran dan penjualan produk - Mendorong inovasi produk dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah, seperti hasil pertanian, kerajinan tangan, atau kuliner tradisional, dan mengemasnya secara modern agar memiliki nilai tambah dan daya saing - Kolaborasi Multistakeholder: Membangun kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah (Dinas Koperasi dan UKM), akademisi, komunitas wirausaha, sektor swasta, dan lembaga keuangan. - Optimalisasi TOMIRA dan Program Pay On Pro
b.Sasaran Smart Economy MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 18 Menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang tangguh, mandiri, dan inklusif, dengan mendorong hilirisasi produk pertanian dan perikanan, pemberdayaan UMKM berbasis digital, serta optimalisasi investasi di kawasan-kawasan strategis. Tabel 3. 6 Sasaran Smart Economy Sub Dimensi 1: Ec1. Membangun ekosistem industri yang berdaya saing (Industry) Ec.1.1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah. Sasaran ini bertujuan mengatasi tingkat kemiskinan dan rasio kewirausahaan yang masih fluktuatif. Sub Dimensi 2: Ec2. Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat (Welfare) Ec.2.1. Mewujudkan kemandirian ekonomi daerah melalui peningkatan nilai tambah produk lokal dan daya saing UMKM. Sasaran ini memanfaatkan peluang dari infrastruktur strategis seperti YIA dan JJLS. Sub Dimensi 3: Ec3. Membangun Ekosistem Transaksi Keuangan (Transaction) Ec.3.1. Menciptakan ekosistem industri yang adaptif dan inovatif. Sasaran ini direncanakan dengan memprioritaskan industri pengolahan (seperti agroindustri kopi, kelapa, dan teh) serta ekonomi kreatif yang berbasis kearifan lokal. 3.4 STRATEGI SMART LIVING
a.Analisis SWOT-TOWS Smart Living Tabel 3. 7 Analisis SWOT Smart Living Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Faktor Internal Faktor Eksternal Kekuatan - Adanya bandara Yogya International Airport (YIA), mendukung pengembangan kawasan aerotropolis - Adanya stasiun kereta yang terhubung Kelemahan - Transportasi jalur darat (bus) terbatas - Kemampuan keuangan daerah terbatas, terutama setelah covid dan adanya efisiensi MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 19 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats dengan ibukota provinsi dan negara - Adanya monitoring kualitas air secara real-time (onlimo) di Sungai Serang yang berada di kawasan pariwisata Glagah - Mempunyai bentang alam yang beragam yaitu pantai, dataran rendah, waduk dan pegunungan beserta kekayaan alam yang melimpah - Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kulon Progo Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh - Selama lima tahun terakhir, kinerja urusan kesehatan di Kabupaten Kulon Progo menunjukkan tren yang cukup positif dengan beberapa capaian signifikan pada berbagai indikator kunci. sehingga menghambat belanja infrastruktur - Perlindungan terhadap kawasan permukiman rawan bencana belum dilakukan secara konsisten - Masih ada kawasan kumuh yang ditetapkan dengan SK BUPATI KULON PROGO Nomor 53/C/2025 tentang Lokasi Penanganan Kawasan Kumuh Kabupaten Kulon Progo Tahun 2025- 2029 - Gap infrastruktur antar area masih tinggi MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 20 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Peluang - Bentang alam dapat dikembangkan sebagai wisata unggulan - Kab. Kulon Progo telah meraih penghargaan adipura, kabupaten sehat kabupaten layak anak Strategi Peluang dan Kekuatan - Pengembangan aplikasi yang menyediakan informasi obyek wisata, pemesanan tiket online dan pembayaran nontunai - Menambah penggunaan sensor untuk memantau kualitas udara atau air di area wisata, serta sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien - Penerapan teknologi untuk meningkatkan hasil pertanian - Peningkatan infrastruktur - Pelatihan dan pendampingan bagi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) agar masyarakat dapat mengelola dan merawat kawasan yang sudah diperbaiki. Strategi Kelemahan dan Peluang - Peningkatan layanan transportasi umum (misal bus sekolah) Ancaman - Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan pembangunan strategis seperti Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), ada potensi munculnya kawasan- kawasan kumuh Strategi Ancaman dan Kekuatan - Edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan kawasan/lingkungan tempat tinggal Strategi Kelemahan dan Ancaman - Penguatan TAGANA dan DESTANA - Anggaran untuk mitigasi bencana dikolaborasikan dengan anggaran untuk konservasi lingkungan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 21 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats baru, terutama di wilayah yang mengalami kepadatan populasi
b.Sasaran Smart Living Meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan infrastruktur dasar yang merata, layanan kesehatan yang terintegrasi, serta penanggulangan kemiskinan dan stunting berbasis data. Tabel 3. 8 Sasaran Smart Living Sub Dimensi 1: Lv1. Harmonisasi Tata Ruang Wilayah (Harmony) Lv.1.1. Memberikan akses masyarakat terhadap layanan dasar (air bersih dan sanitasi aman) secara merata. Sub Dimensi 2: Lv2. Mewujudkan Prasarana Kesehatan (Health) Lv.2.1. Meningkatkan kualitas kesehatan dan ketahanan sosial masyarakat, termasuk melalui penurunan prevalensi stunting yang meningkat. Sub Dimensi 3: Lv3. Menjamin Ketersediaan Sarana Transportasi (Mobility) Lv.3.1. Meningkatkan harmonisasi tata ruang dan transportasi yang mendukung mobilitas efisien dan kualitas hunian yang layak di seluruh wilayah. 3.4 STRATEGI SMART SOCIETY
a.Analisis SWOT-TOWS Smart Society Tabel 3. 9 Analisis SWOT Smart Society MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 22 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Faktor Internal Faktor Eksternal Kekuatan - Terdapat beberapa Perguruan Tinggi Negeri & Swasta - Pemerintah Daerah memiliki fasilitas untuk masyarakat seperti co-working space - Indikator persentase gangguan ketentraman dan ketertiban umum yang dapat diselesaikan secara konsisten menunjukkan capaian 100% setiap tahun - Adanya perpustakaan daerah, perpustakaan desa, atau taman baca masyarakat (TBM) yang dapat menjadi pusat kegiatan literasi. - Potensi untuk mengintegrasikan cerita rakyat, sejarah lokal, atau nilai-nilai budaya Kulon Progo dalam materi literasi, sehingga lebih relevan dan menarik bagi masyarakat setempat - Keterlibatan Aktif Akademisi dan Sektor Pendidikan. Kelemahan - Terbatasnya akses terhadap pelatihan keterampilan dan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Kulon Progo - Meskipun ada fasilitas, aksesibilitasnya mungkin belum merata, terutama di daerah pelosok atau terpencil - Keterbatasan jumlah dan kualitas koleksi buku di perpustakaan atau TBM yang ada. - Belum banyak yang memanfaatkan ikulonprogo - Program literasi yang mungkin masih konvensional dan kurang menarik bagi berbagai kelompok usia atau segmen masyarakat. - Kurangnya variasi kegiatan literasi selain membaca buku. Peluang - Teknologi dapat mendukung peningkatan literasi, terutama di kalangan pemuda Strategi Peluang dan Kekuatan - Pengembangan platform literasi digital, e-book, atau audio book untuk menjangkau lebih Strategi Kelemahan dan Peluang MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 23 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats - Adanya peluang untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, sektor swasta, atau penerbit - Adanya program- program literasi dari pemerintah pusat (Kemendikbudristek, Perpusnas) yang bisa disinergikan dengan program di daerah. - Kesempatan untuk mendapatkan hibah atau pendanaan dari pihak luar. - Kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi melalui kampanye, seminar, atau lokakarya. - Peluang untuk berkolaborasi dengan sektor swasta (CSR perusahaan), komunitas, atau lembaga pendidikan tinggi untuk memperluas jangkauan program literasi. banyak masyarakat, terutama generasi muda. - Penggunaan media sosial untuk kampanye literasi dan promosi kegiatan membaca. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 24 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Ancaman - Kecenderungan masyarakat terhadap media digital yang lebih dominan dibandingkan dengan bahan bacaan cetak - Potensi cyber attack pada sistem informasi kebencanaan - Meningkatnya frekuensi kejadian bencana (hidrometeorologi) - Ketergantungan sistem digital pada infrastruktur yang rawan rusak akibat bencana - Kesenjangan Digital dan Aksesibilitas - Kurangnya literasi digital membuat masyarakat rentan menjadi korban atau penyebar hoaks. Strategi Ancaman dan Kekuatan - Menggunakan teknologi untuk kewaspadaan dini bencana Strategi Kelemahan dan Ancaman - Optimalisasi pengembangan sistem kebencanaan berbasis digital - Peningkatan kapasitas SDM pemerintah dan komunitas dalam disaster digital governance Membangun masyarakat yang kreatif, inovatif, dan berbudaya, dengan fokus pada peningkatan literasi digital, penguatan pendidikan karakter, dan pelestarian nilai-nilai lokal untuk menciptakan kohesi sosial yang kuat. Tabel 3. 10 Sasaran Smart Society Sub Dimensi 1: S1. Mewujudkan Interaksi Masyarakat yang Efisien (Community) S.1.1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terampil, berdaya saing, dan berliterasi digital. Sasaran ini untuk mengatasi rata-rata lama sekolah yang masih rendah. Sub Dimensi 2: S2. Membangun Ekosistem Belajar yang Efisien (Learning) dan Komprehensif MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 25 S.2.1. Mewujudkan masyarakat yang adaptif, inovatif, dan partisipatif dalam pembangunan daerah, termasuk dukungan terhadap kelompok rentan dan difabel. Sub Dimensi 3: S3. Mewujudkan Sistem Keamanan Masyarakat (Security) S.3.1. Menciptakan sistem keamanan masyarakat yang terintegrasi dengan teknologi untuk mendukung rasa aman dan nyaman bagi warga. 3.4 STRATEGI SMART ENVIRONMENT
a.Analisis SWOT-TOWS Smart Environment Tabel 3. 11 Analisis SWOT Smart Environment Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats Faktor Internal Faktor Eksternal Kekuatan - Adanya UU yang mengatur tentang pengelolaan lingkungan hidup - Adanya peraturan daerah Nomor 6 Tahun 2024 tentang pengelolaan persampahan - Adanya Peraturan Bupati 35 Tahun 2019 tentang pengendalian sampah plastik pada tempat daya tarik wisata Kelemahan - Masyarakat banyak yang belum sadar terhadap pengelolaan lingkungan hidup - Pembangunan Kulon Progo masih ada yang belum mempertimbangkan kelestarian lingkungan hidup - Timbulan sampah dari aktivitas/kegiatan masyarakat/ industri/ pariwisata dll akan meningkat seiring pertumbuhan ekonomi Kulon Progo - Kapasitas TPA Banyuroto akan overload Peluang - Teknologi yang berkembang dapat mendukung pelestarian lingkungan - Adanya peluang untuk kerja sama dengan perguruan tinggi di Kulon Progo dalam upaya Strategi Peluang dan Kekuatan - Pengembangan platform literasi digital tentang lingkungan hidup, e-book, atau audio book untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama generasi muda. Strategi Kelemahan dan Peluang - Optimalisasi pengembangan sistem informasi lingkungan hidup (kualitas air, udara, tanah dll) berbasis digital - Peningkatan kapasitas SDM pemerintah dan komunitas dalam MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 26 Analisis TOWS – Strength, Weakness, Opportunities and Threats pelestarian lingkungan - Penggunaan media sosial untuk kampanye literasi dan promosi pelestarian lingkungan hidup - Peningkatan online monitoring kualitas lingkungan environmental empowering melalui digital governance dan kolaborasi dengan perguruan tinggi - Pengembangan teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan dan minim budget operasional Ancaman - Tingkat risiko bencana di Kulon Progo tergolong tinggi Strategi Ancaman dan Kekuatan - Menggunakan teknologi informasi lingkungan hidup Strategi Kelemahan dan Ancaman - Membuat standar ramah lingkungan pada pembangunan di Kulon Progo - Mengadakan sosialisasi terkait isu lingkungan secara masif, termasuk untuk mitigasi bencana yang mungkin terjadi
b.Sasaran Smart Environment Mewujudkan lingkungan hidup yang lestari dan tangguh terhadap bencana, dengan strategi pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana, penanganan sampah terpadu, dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Tabel 3. 12 Sasaran Smart Environment Sub Dimensi 1: En1. Mengembangkan Program Perlindungan Lingkungan Hidup (Protection) En.1.1. Mengembangkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Sasaran ini termasuk penanganan sampah dan konservasi lahan, untuk mengatasi penurunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) dan meningkatnya volume sampah. Sub Dimensi 2: En2. Mengembangkan Tata Kelola Sampah dan Limbah (Waste) En.2.1. Mengembangkan sistem terintegrasi untuk tata kelola limbah dan sampah. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 27 Sub Dimensi 3: En3. Mengembangkan Tata Kelola Energi Yang Bertanggung- jawab (Energy) En.3.1. Mengoptimalkan pengelolaan energi dan sumber daya alam. Sasaran ini termasuk pemanfaatan potensi perdagangan karbon dari kawasan hutan dan mangrove. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 28 Pada penyusunan peta jalan pembangunan Smart City Kulon Progo, terdiri dari program Smart City, Dimensi Smart City, timeline, Perangkat Daerah sebagai penanggung jawab program, sumber pembiayaan, besaran anggaran, dan keterkaitan program dengan Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Program pembangunan smart city dalam bagian ini dipetakan berdasarkan prioritas tahun. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 1 4.1 PETA JALAN SMART GOVERNANCE Tabel 4. 1 Peta Jalan Smart Governance Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) Sub Dimensi Strate gi Program (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 3712 2 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Da na Leadi ng Secto r 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Ang g. Layanan Publik G.1.1. 2. Pengu atan Mekan isme Umpa n Balik dan Penga wasan Partisi patif Berbas is Platfor m Digital Program Perencana an, Pengendal ian Dan Evaluasi Pembangu nan Daerah Jumlah laporan hasil pengen dalian dan evaluas i progra m pemba ngunan 10.2 Perse ntase layan an kota yang dapat diaks es dan yang dapat dimint a secar a daring G.1.1.2.P. 1. Pembang unan Aplikasi SIMPel (Sistem InforMasi Pengenda lian) 5 (salah satuny a penguj ian / trial eror aplika si SIMPe l) 27.28 9.300 2 (pengo perasi an SIMPe l secara terbata s) 24.01 4.500 2 (Peng operas ian secara penuh SIMPe l) 29.29 8.000 2 (persia pan penge mbang an SIMPel ) 29.88 3.000 2 (penge mbang an SIMPel yang terkon eksi denga n SIRUP ) 30.60 0.000 AP BD Bagia n Admin istrasi Pemb angun an Sekret ariat Daera h Kabup aten Kulon Progo G.1.1. 1. Penge mban gan Ekosis tem Layan an Publik Terint egrasi Berba sis Identit as Program : Pengelola an Pendapat an Daerah Kegiatan Pengelola an Pendapat an Daerah Sub Kegiatan : Pelayanan Terinte grasiny a layana n pajak daerah dan pemba yaran pajak daerah dalam satu portal. 10.2 Perse ntase layan an kota yang dapat diaks es dan yang dapat dimint a secar G.1.1.1. P.1. Eling Pajak Daerah ( Elektronifi kasi Layanan dan Integrasi Pajak Daerah) Peren canaa n; Koordi nasi stake holder ; Pemb angun an Aplika si; Pemb ayara n 75.00 0.000 Integr asi Single Sign On; Pemb ayara n Pajak Daera h VA; Ujicob a SSO 80.00 0.000 Launc hing SSO; Updat e dan pemeli haraa n aplika si 75.00 0.000 Updat e dan pemeli haraa n aplika si 75.00 0.000 Updat e dan pemeli haraa n aplika si 50.0 00.0 00 AP BD BKAD MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 2 Sub Dimensi Strate gi Program (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 3712 2 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Da na Leadi ng Secto r 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Ang g. Digital Tungg al (Singl e Citize n Identit y) dan Konsultasi Pajak Daerah a darin g Pajak Daera h QRIS; Launc hing; G.1.1. 2. Pengu atan Mekan isme Umpa n Balik dan Penga wasan Partisi patif Berba sis Platfor m Digital . Program pemberda yaan dan pengawas an Organisas i Kemasyar akatan Persen tase penga wasan organi sasi kemas yaraka tan 10.2. perse ntase layan an yang terse dia/mi nta secar a darin g 10.3.r ata- rata waktu respo ns non- darur at G.1.1.2.P .3. Aplikasi berbasis Web, BangsaK u 79,87 119.7 07.20 0 84,56 105.2 68.05 3 89,26 128.9 59.65 3 93,96 131.9 17.73 6 97,32 135. 108. 073 AP BD Bada n Kesb angpo l G.1.1. 3. Otoma tisasi dan Digitali sasi End to End Program Pelayanan Penanam an Modal Jumlah pemoh onyan g melaku kan pembu atan izin di 10.2 Perse ntase layan an kota yang dapat diaks G.1.1.3.P .1. SiPerima nis Kapanew pn 1 video 26.00 0.000 3 Unit - 300 izin 100.0 00.00 0 3 Unit - 300 izin 100.0 00.00 0 3 Unit - 300 izin 100.0 00.00 0 3 Unit - 300 izin 100. 000. 000 AP BD DPM PTSP MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 3 Sub Dimensi Strate gi Program (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 3712 2 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Da na Leadi ng Secto r 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Ang g. Layan an Perizi nan Multi Sektor . kapan ewon es dan yang dapat dimint a secar a darin g G.1.1. 1. Penge mbang an Ekosis tem Layan an Publik Terinte grasi Berbas is Identit as Digital Tungg al (Single Citizen Identit y) Sub Kegiatan: Penyeleng garaan pemanfaat an data kependud ukan. Kegiatan: Penyeleng garaan Pengelola an Informasi Administra si Kependud ukan. Program: Pengelola an Informasi Administra si Kependud ukan Terban gunnya sistem layana n akte kelahir an dan kemati an yang terinteg rasi dengan data NIK serta kemud ahan pemant auan data kepend udukan 10.2. Perse ntase layan an kota yang dapat diaks es dan yang dapat dimint a secar a daring G.1.1.1.P. 2. AKURAD (Aksi Kalurahan Ramah Administr asi Kependud ukan) 3 Doku men 10.15 9.950 3 Doku men 10.15 9.950 3 Dokum en 11.13 5.300 3 Dokum en 11.75 9.000 3 Dokum en 12.39 7.000 AP BD Dinas Kepen duduk an dan Penca tatan Sipil G.1.1. 2. Pengu atan Program : Penunjan g Urusan Pemerinta Lapora n Hasil Survey Kepuas SNI 10. Peme G.1.1.2.P. 4. Survey Kepuasan 100% lapora n hasil SKM 100% lapora n hasil SKM 100% lapora n hasil SKM 100% lapora n hasil SKM 100% lapora n hasil SKM AP BD Bagia n Organ MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 4 Sub Dimensi Strate gi Program (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 3712 2 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Da na Leadi ng Secto r 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Ang g. Mekan isme Umpa n Balik dan Penga wasan Partisi patif Berbas is Platfor m Digital. han Daerah Kabupate n/ Kota Kegiatan : Penataan Organisas i Sub Kegiatan : Fasilitasi Pelayana n Publik dan Tata Laksana an Masyar akat (SKM) rintah an Masyarak at Kulon Progo (SKM-Ku) isasi Setda Manajem en Birok rasi yang Efisien G.2.1. 3. Pengu atan Manaj emen Kinerja Berbas is Data dan Akunta bilitas Multi Level Program : Penunjang Urusan Pemerinta han Daerah Kabupaten / Kota Kegiatan : Penataan Organisasi Sub Kegiatan : Peningkat an Kinerja dan Reformasi Birokrasi Kebijak an bidang pening katan kinerja dan Reform asi Birokra si SNI 10. Peme rintah an G.2.1.3.P. 1. Elektronik Sistem Akuntabili tas Kinerja Instansi Pemerinta han(E- SAKIP) 1 dokum en Peren canaa n dan penge mbang an probis sistem 1 dokum en Peren canaa n dan penge mbang an probis 1 dokum en Analisi s kebutu han penyi mpana n data 1 paket Penga daan penyim panan data 1 dokum en evalua si AP BD Bagia n Organ isasi Setda MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 5 Sub Dimensi Strate gi Program (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 3712 2 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Da na Leadi ng Secto r 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Ang g. G.2.1. 3. Pengu atan Manaj emen Kinerj a Berba sis Data dan Akunt abilita s Multi Level Program Perekono mian Dan Pembang unan Jumlah lapora n hasil penge ndalian dan evalua si progra m pemba nguna n 21.1. Jumla h warg a kota per 100.0 00 pend uduk per tahun yang terlib at dala m prose s peren cana an G.2.1.3.P .2. Pengemb angan Portal Data Pengada an Barang/J asa terintegra si 1 25.00 0.000 1 (peng opera sian aplika si tamba han secar a terbat as) 27.00 0.000 1 (Peng opera sian secara penuh aplika si tamba han 28.00 0.000 1 (persi apan pengin tegrasi an 50.00 0.000 1 (peng opera sian portal web pbj secara terbat as) 50.0 00.0 00 AP BD Bagia n Peng adaan Baran g/Jas a Sekre tariat Daera h Kabu paten Kulon Progo G.2.1. 1. Transf ormasi Kapas itas SDM ASN Menuj u Pola Pikir Digital dan Adapti f. Program Kepegawai an Daerah-- Subkegiatan Koordinasi dan kerjasama Pelaksanaa n Diklat. Program Pengemban gan Sumber Daya Manusia- Subkegiatan - Persen tase ASN yang mengik uti penge mbang an Kompe tensi - G.2.1.1.P.1 . Pengemba ngan Kompetens i ASN terintegrasi secara Digital menuju Kulon Progo Corporate University 1 dokume n hasil koordin asi dan kerjasa ma diklat 1.878.7 45.300 43,14 % 2.178.7 45.050 44,83 % 1.986.8 90.485 46,30 % 2.019.1 41.910 47,88 % 2.071.0 12.665 AP BD BKPSD M MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 6 Sub Dimensi Strate gi Program (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 3712 2 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Da na Leadi ng Secto r 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Ang g. Penyelengg araan Pengemban gan Kompetensi bagi Pimpinan Daerah, Jabatan Pimpinan Tinggi, Jabatan Fungsional, Kepemimpin an, dan Prajabatan G.2.1. 2. Pemb angun an dan Pengu atan Ekosis tem Tata Kelola Keam anan Inform asi Terint egrasi PROGRA M PERENC ANAAN, PENGEN DALIAN DAN EVALUAS I PEMBAN GUNAN DAERAH Subkegiat an Analisis Data dan Informasi Perencan aan Pembang unan Daerah Terban gun dan berope rasinya sistem aplikas i untuk Tangg ung Jawab Sosial Perusa haan 21.1. Jumla h warg a kota per 100.0 00 pend uduk per tahun yang terlib at dala m prose s peren cana an G.2.1.2.P .1. Aplikasi untuk TSP 1 aplika si 0 1 aplika si 0 1 aplika si 0 1 aplika si 0 1 aplika si 0 AB PD Bapp erida dan Dinas Komi nfo MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 7 Sub Dimensi Strate gi Program (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 3712 2 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Da na Leadi ng Secto r 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Ang g. G.2.1. 3. Pengu atan Manaj emen Kinerj a Berba sis Data dan Akunt abilita s Multi Level PROGRA M PERENC ANAAN, PENGEN DALIAN DAN EVALUAS I PEMBAN GUNAN DAERAH Subkegiat an Koordinasi Pengenda lian Perencan aan dan Pelaksana an Pembang unan Daerah di Kabupate n/Kota Terlak sanany a monito ring dan evalua si kinerja 21.1. Jumla h warg a kota per 100.0 00 pend uduk per tahun yang terlib at dala m prose s peren cana an G.2.1.3.P .3. Monevku 1 aplika si 40.00 0.000 1 aplika si 40.00 0.000 1 aplika si 40.00 0.000 1 aplika si 40.00 0.000 1 aplika si 40.0 00.0 00 AB PD Bapp erida G.2.1. 1. Transf ormasi Kapas itas SDM ASN Menuj Program Penelitian Dan Pengemb angan Daerah Subkegiat an Penelit ian, Terban gunny a sistem inform asi riset dan 21.1. Jumla h warg a kota per 100.0 00 G.2.1.1.P .2. Sistem Informasi Riset dan Inovasi Daerah 1 aplika si 40 1 aplika si 40 1 aplika si 50.00 0.000 1 aplika si 50.00 0.000 1 aplika si 50.0 00.0 00 AB PD Bapp erida MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 8 Sub Dimensi Strate gi Program (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 3712 2 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Da na Leadi ng Secto r 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Ang g. u Pola Pikir Digital dan Adapti f. Pengemb angan, dan Perekayas aan di Bidang Teknologi dan Inovasi inovasi daerah pend uduk per tahun yang terlib at dala m prose s peren cana an G.2.1. 3. Pengu atan Manaj emen Kinerj a Berba sis Data dan Akunt abilita s Multi Level Program Penunjan g Urusan Pemerinta han Daerah Kabupate n/Kota Kegiatan Perencan aan, Pengangg aran dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah Sub Kegiatan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah Dokum en LHP, LHR, LHE digital SNI 10. Peme rintah an G.2.1.3.P .4. Sistem pengelola an LHP, LHR, LHE berbasis elektronik Memb uat sistem penge lolaan LHP, LHR, LHE berba sis elektr onik 0 - 0 - 0 - 0 - 0 AP BD Inspe ktorat Derah MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 9 Sub Dimensi Strate gi Program (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 3712 2 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Da na Leadi ng Secto r 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Ang g. Efisiensi Kebijaka n Publik G.3.1. 1. Peman faatan Analiti k Data untuk Perum usan Kebija kan Berbas is Bukti (Evide nce Based Policy) Program : Pengelola an informasi dan komunikas i publik Kegiatan : Pengelola an informasi dan komunikas i publik pemerinta h daerah kabupaten /kota Sub Kegiatan : Pelayanan informasi Publik Terinte grasiny a data dar berbag ai sektor yang dapat diguna kan sebgai DDS (Decisi on Suppor t System ) SNI 10. Peme rintah an G.3.1.1.P. 2. Dashboar d Data Pro - 0,00 1 paket Peran gkat Layan an Inform asi Media Pimpin an Daera h 618.2 40.00 0 - 0,00 - 0,00 - - AP BD Dinas Komin fo G.3.1. 3. Harmo nisasi dan Standa rdisasi Regula si Daera h denga n Pendokum entasian Produk Hukum dan Pengelola an Informasi Hukum Masyar akat mudah dalam menga kses produk hukum dan informa si hukum 10.2 Perse ntase layan an kota yang dapat diaks es dan yang dapat G.3.1.3.P. 1. JDIH Kabupate n Kulon Progo user friendly Peren ca naan ekosis tem JDIH Kabup aten Kulon Progo userfri endly 17. 005. 000 Pemat angan rencan a JDIH Kabup aten Kulon Progo userfri endly 20. 000. 000 Pelaks anaan penge mba ngan JDIH Kabup aten Kulon Progo userfrie ndly, 20. 000. 000 100. 000. 000 (da lam per mo ho nan) Implem entasi JDIH Kabup aten Kulon Progo userfrie ndly (1 websit e) 20. 000. 000 Evalua si dan Uji Kepua san Masyar akat, Para Peman gku Kepent ingan 20. 000. 000 AP BD Bagia n Huku m Setda MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 10 Sub Dimensi Strate gi Program (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 3712 2 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Da na Leadi ng Secto r 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kinerj a Ang g. Keran gka Kerja Nasion al. di JDIH Kabupa ten Kulon Progo dimint a secar a daring (1 Lapor an) (1 Lapora n) Pihak Ketiga (1 websit e) (1 Lapora n) Tabel 4. 2 Peta Jalan Smart Governance Jangka Panjang (2030-2034) Sub- Dimensi Strate gi Program (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 3712 2 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Da na Leadi ng Secto r 2030 2031 2032 2033 2034 Targ et Kine rja Angg . Targe t Kiner ja Angg. Target Kinerja Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kiner ja Angg. Layanan Publik Manajeme n Birokras i yang Efisien G.2.1. 1. Transf ormasi Kapasi tas SDM ASN Menuj u Pola Pikir Peningkat an persentas e ASN yang memenuh i Pengemb angan Kompeten si - G.2.1.1 .P.1. Penge mbang an Kompet ensi ASN terinteg rasi secara 49,3 9% 2.136.424 .105 50,30 % 2.243.24 5.310 51,30% 2.355.40 7.576 52,30 % 2.473.1 77.955 53,30 % 2.596.83 6.852 AP BD Kab . Kul on Pro go BKPSDM MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 11 Sub- Dimensi Strate gi Program (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 3712 2 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Da na Leadi ng Secto r 2030 2031 2032 2033 2034 Targ et Kine rja Angg . Targe t Kiner ja Angg. Target Kinerja Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kiner ja Angg. Digital dan Adaptif . Digital menuju Kulon Progo Corpor ate Univers ity G.2.1. 2. Pemba nguna n dan Pengu atan Ekosis tem Tata Kelola Keama nan Inform asi Terinte grasi Terban gun dan berope rasinya sistem aplikasi untuk Tangg ung Jawab Sosial Perusa haan G.2.1.2 .P.1. Aplikasi untuk TSP 1 aplik asi 0 1 aplika si 0 1 aplikasi 0 1 aplika si 0 1 aplika si 0 AB PD Bappe rida dan Dinas Komin fo Efisiensi Kebijakan Publik G.3.1. 3. Harmo nisasi dan Standa rdisasi Regula si Daera h denga n Keran gka Kerja Pendoku mentasia n Produk Hukum dan Pengelol aan Informasi Hukum Masyar akat mudah menga kses JDIH Kabup aten Kulon Progo melalui aplikasi playsto re 10.2 Pers entas e layan an kota yang dapa t diaks es dan yang dapa t G.3.1.3 . P.1. JDIH Kabupa ten Kulon Progo tersedi a di aplikasi playsto re Pere nca naan JDIH Kabu pate n Kulo n Prog o terse dia di aplik asi 20. 000. 000 Pema tanga n renca na JDIH Kabu paten Kulon Progo tersed ia di playst ore (1 Lapor an) 20. 000. 000 Pelaks anaan penge mbang an JDIH Kabup aten Kulon Progo di playsto re (1 aplikasi playsto re) 20. 000. 000 50. 000. 000 (da lam per mo ho nan) Imple menta si JDIH Kabup aten Kulon Progo di playst ore (1 aplika si playst ore) 20. 000. 000 Evalu asi dan Uji Kepu asan Masy araka t, Para Pema ngku Kepe ntinga n 20. 000. 000 AP BD Bagia n Huku m Setda MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 12 Sub- Dimensi Strate gi Program (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 3712 2 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Da na Leadi ng Secto r 2030 2031 2032 2033 2034 Targ et Kine rja Angg . Targe t Kiner ja Angg. Target Kinerja Angg . Targe t Kinerj a Angg . Targe t Kiner ja Angg. Nasion al. dimin ta secar a darin g plays tore (1 Lapo ran) (1 Lapor an) 4.2 PETA JALAN SMART BRANDING Tabel 4. 3 Peta Jalan Smart Branding Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) Sub - Dim ensi Strate gi Progra m/Inov asi (SIPD) Indikator Kinerja Indikat or SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Lead ing Sect or 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Kiner ja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Eko siste m Pari wisa ta B.1.1. 1. Penge mbang an "Ekon omi Kreatif & Ekowis ata Berbas is Geohe ritage" Terinte grasi denga n Progra m Pemas aran Pariwis ata: 1.Kamp anye digital “Samba nggo Friendl y Kulon Progo”, Paket Wisata Terpad u, Persenta se peningka tan perjalana n wisatawa n yang datang ke Kab. Kulon Progo 14.1 Persen tase layana n rekrea si publik yang dapat dipesa n daring B.1.1.1. P.1. All-in- One Touris m App Kulon Progo: Aplikasi resmi wisata yang mengint egrasik an info destina si, reserva si tiket, paket 1.- - Uji coba; 3% layanan rekreasi publik online 100.0 00.00 0 5% layanan rekreasi publik online, 10 pemesa n aplikasi 250.0 00.00 0 10% layanan rekreasi publik online, 50 pemesa n aplikasi 250.0 00.00 0 20% layanan rekreasi publik online, 500 pemesa n aplikasi 350.0 00.00 0 APBD (Dana Keisti mewa an dan PAD), CSR Dina s Pariw isata Kola boras i deng an:: Dina s Komi nfo, BKA D dan Bapp erida MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 13 Sub - Dim ensi Strate gi Progra m/Inov asi (SIPD) Indikator Kinerja Indikat or SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Lead ing Sect or 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Kiner ja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Banda ra YIA. wisata, transpo rtasi lokal, hingga UMKM kuliner B.1.1. 2. Pengu atan Brand Buday a Lokal melalui Digitali sasi dan Event Tahun an yang Konsis ten. Festival Budaya Tahuna n , Paket wisata terpadu (alam, budaya , kuliner) Jumlah aplikasi wisata yang digunaka n pengunju ng 17.1 Jumlah pemes anan daring fasilita s buday a/100. 000 pendu duk B.1.1.2. P.1. Samba nggo Smart Festival : Event budaya tahuna n (batik khas Kulon Progo, pentas seni, festival kuliner) yang diprom osikan lewat live streami ng & market place tiket online. 1 festiv al 75.00 0.000 2 Festival 100.0 00.00 0 3 Festival 150.0 00.00 0 4 Festival 200.0 00.00 0 5 Festival 300.0 00.00 0 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 14 Sub - Dim ensi Strate gi Progra m/Inov asi (SIPD) Indikator Kinerja Indikat or SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Lead ing Sect or 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Kiner ja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. B.1.1. 3. Kolabo rasi Multi Aktor untuk Pemas aran Pariwi sata yang Inklusif dan Teruku r. Festival budaya tahuna n Integra si tiket & reserva si online (QRIS, aplikasi wisata Kulon Progo) Jumlah event tahunan yang menarik wisatawa n 9.1 Penda patan ekono mi berbag i sebag ai persen tase PAD B.1.1.3. P.1. Gamifik asi Wisata “Samba nggo Explore r”: Wisata wan dapat poin saat berkunj ung (scan QR di destina si) - - Uji Coba 100.0 00.00 0 100 user 100.0 00.00 0 300 user 200.0 00.00 0 500 user 250.0 00.00 0 B.1.1. 2. Pengu atan Brand Buday a Lokal melalui Digitali sasi dan Event Tahun an yang Konsis ten. Progra m Penyel enggar aan Keistim ewaan Urusan Kebuda yaan Jumlah aktifitas pelestari an sumber sejarah, karya bahasa, sastra, dan permuse uman 17b.2 Persen tase catata n buday a kota yang telah didigita lkan B.1.1.2.P .2. Kajian Warisan Budaya Tak Benda 11 (satu) Doku men 72.00 0.000 1 (satu) Dokume n 72.00 0.000 1 (satu) Dokume n 72.00 0.000 1 1 (satu) Dokum en 72.00 0.000 1 (satu) Dokum en 72.00 0.000 Dana Keisti mewa an Dina s Kebu daya an (Kun dha Kabu daya n) MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 15 Sub - Dim ensi Strate gi Progra m/Inov asi (SIPD) Indikator Kinerja Indikat or SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Lead ing Sect or 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Kiner ja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. B.1.1. 2. Pengu atan Brand Buday a Lokal melalui Digitali sasi dan Event Tahun an yang Konsis ten. Warisan Budaya yang sudah ditetapka n; B.1.1.2. P.3. Naskah Rekom endasi Cagar Budaya 20 (dua puluh ) Nask ah Reko mend asi 160.0 00.00 0 10 (sepulu h) Naskah Rekom endasi 80.00 0.000 10 (sepuluh ) Naskah Rekome ndasi 80.00 0.000 10 (sepulu h) Naskah Rekom endasi 80.00 0.000 10 (sepulu h) Naskah Rekom endasi 80.00 0.000 Dana Keisti mewa an Dina s Kebu daya an (Kun dha Kabu daya n) B.1.1. 2. Pengu atan Brand Buday a Lokal melalui Digitali sasi dan Event Tahun an yang Konsis ten. Jumlah Keluraha n/ Kaluraha n Budaya dan Rintisan Keluraha n/Kalura han Budaya Kategori Berkemb ang B.1.1.2. P.4. Kalurah an/Des a Budaya 1 (satu) Kalur ahan/ Desa Buda ya 20.00 0.000 1 (satu) Kalurah an/ Desa Budaya 20.00 0.000 1 (satu) Kalurah an/ Desa Budaya 20.00 0.000 1 Kalurah an/ Desa Budaya 200.0 00.00 0 1 (satu) Kalurah an/ Desa Budaya 200.0 00.00 0 Dana Keisti mewa an Dina s Kebu daya an (Kun dha Kabu daya n) B.1.1. 2. Pengu atan Brand Progra m Penge mbang an Persenta se sarana dan prasaran 7.8 Perse ntase bangu nan B.1.1.2. P.5. Penge mbang an Reha bilitas i Ruan g 24.00 0.000 71.300 orang/p engunju ng Taman 500.0 00.00 0 72.300 orang/p engunju ng Taman 600.0 00.00 0 73.300 orang/p engunju ng Taman 700.0 00.00 0 74.300 orang/p engunju ng Taman 800.0 00.00 0 DAK Non Fisik Dina s Kebu daya an MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 16 Sub - Dim ensi Strate gi Progra m/Inov asi (SIPD) Indikator Kinerja Indikat or SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Lead ing Sect or 2025 2026 2027 2028 2029 Targe t Kiner ja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Buday a Lokal melalui Digitali sasi dan Event Tahun an yang Konsis ten. Kebuda yaan a kondisi baik di Taman Budaya Kulon Progo Jumlah penonton pertunjuk an seni di Taman Budaya umum yang memb utuhka n renov asi/ perbai kan Talenta Seni dan Budaya Galeri Seni Tama n Buda ya Kulon Progo Budaya Kulon Progo Budaya Kulon Progo Budaya Kulon Progo Budaya Kulon Progo (Kun dha Kabu daya n) Day a Sain g Bisn is B.2.1.2 . Pengu atan Ekosist em Kewira usahaa n dan UMKM Melalui Literasi Digital dan Akses Penda naan. Progra m Pengelo laan Data dan Informa si Perizina n Penana man Modal / Investm ent Smartb oard Peningka tan realisasi investasi SNI 14. Rekrea si (14.1) Presen tase layana n rekreas i publik yang dapat dipesa n secara daring B.2.1.2. P.1. Investm ent Smartb oard (Penyed iaan informa si dan pemberi an kemuda han investas i) 10% 10 orang yang meng akses layana n Invest ment Smart board 100.0 00.00 0 20% 100.0 00.00 0 30% 75.00 0.000 40% 50.00 0.000 50% 30.00 0.000 APBD DPM PTSP Waj ah Kota MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 17 Tabel 4. 4 Peta Jalan Smart Branding Jangka Panjang (2030-2034) Sub - Dim ensi Strate gi Progr am (SIPD) Indikator Kinerja Indikat or SNI 37122 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Lead ing Sect or 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Eko siste m Pari wisa ta B.1.1. 1. Penge mbang an "Ekono mi Kreatif & Ekowis ata Berbas is Geohe ritage" Terinte grasi denga n Banda ra YIA. Progra m Pemas aran Pariwi sata: 1.Kam panye digital “Samb anggo Friendl y Kulon Progo” , Paket Wisata Terpad u Kunjunga n wisatawa n mancane gara 14.1 Persen tase layana n rekrea si publik yang dapat dipesa n daring B.1.1.1 .P.1. All-in- One Touris m App Kulon Progo Fokus pada digitalis asi praktis (aplikas i, reserva si, QRIS).: 50% destina si wisata bisa dipesan online Fokus pada digitalis asi praktis (aplikas i, reserva si, QRIS).: 60% destina si wisata bisa dipesan online Fokus pada digitalis asi praktis (aplikas i, reserva si, QRIS).: 70% destina si wisata bisa dipesan online Fokus pada digitalis asi praktis (aplikas i, reserva si, QRIS).: 85% destina si wisata bisa dipesan online Fokus pada digitalis asi praktis (aplikas i, reserva si, QRIS).: 100% destina si wisata bisa dipesan online APBD (Dana Keisti mewa an dan PAD), CSR Dina s Pariw isata Kola boras i deng an: Dina s Komi nfo, BKA D dan Bapp erida B.1.1. 2. Pengu atan Brand Buday a Lokal melalui Digitali sasi dan Event Tahun an yang Konsis ten. Festiv al Buday a Tahun an , Paket wisata terpad u (alam, buday a, kuliner ) Persenta se destinasi berbasis digital 17.1 Jumlah pemes anan daring fasilita s buday a/100. 000 pendu duk B.1.1.2 .P.2. Kajian Warisa n Buday a Tak Benda (Festiv al buday a & kuliner rutin bertara f nasion al) Brandin g tetap “Samba nggo Friendly Kulon Progo” →ramah , budaya, kuliner, alam: 10 festival Brandin g tetap “Samba nggo Friendly Kulon Progo” →ramah , budaya, kuliner, alam: 10 festival Brandin g tetap “Samba nggo Friendly Kulon Progo” →ramah , budaya, kuliner, alam: 10 festival Brandin g tetap “Samba nggo Friendly Kulon Progo” →ramah , budaya, kuliner, alam: 10 festival Brandin g tetap “Samba nggo Friendly Kulon Progo” →ramah , budaya, kuliner, alam: 10 festival APBD (Dana Keisti mewa an dan PAD), CSR Dina s Pariw isata Kola boras i deng an: Dina s Komi nfo, BKA D dan Bapp erida MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 18 Sub - Dim ensi Strate gi Progr am (SIPD) Indikator Kinerja Indikat or SNI 37122 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Lead ing Sect or 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. B.1.1. 2. Pengu atan Brand Buday a Lokal melalui Digitali sasi dan Event Tahun an yang Konsis ten. Persenta se Warisan Budaya yang Sudah ditetapka n: Jumlah aktivitas pelestari an sumber sejarah, karya bahasa, sastra, dan permuse uman 17b.2 Persen tase catata n buday a kota yang telah didigita lkan B.1.1.2 .P.6. Pemba nguna n Teteng er Hari Jadi Kabup aten Kulon Progo Tetenger Hari Jadi Kabupate n Kulon Progo 300.0 00.00 0 Dana Keisti mewa an Dina s Kebu daya an (Kun dha Kabu daya n B.1.1. 2. Pengu atan Brand Buday a Lokal melalui Digitali sasi dan Event Tahun an yang Konsis ten Warisan Budaya yang sudah ditetapka n; B.1.1.2 .P.3. Naska h Rekom endasi Cagar Buday a 20 (dua puluh) Naskah Rekomen dasi 80.000.000 10 (sepulu h) Naskah Rekom endasi 80.000.000 10 (sepulu h) Naskah Rekom endasi 80.00 0.000 10 (sepuluh ) Naskah Rekome ndasi 80.0 00.0 00 10 (sepuluh ) Naskah Rekome ndasi 80.0 00.0 00 Dana Keisti mewa an Dina s Kebu daya an (Kun dha Kabu daya n B.1.1. 2. Pengu Jumlah Keluraha n/ B.1.1.2 .P.4. 1 (satu) Desa Budaya 20.000.000 1 (satu) Desa Budaya 20.000.000 1 (satu) Desa Budaya 20.00 0.000 1 (satu) Desa Budaya 20.0 00.0 00 1 (satu) Desa Budaya 20.0 00.0 00 Dana Keisti Dina s Kebu MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 19 Sub - Dim ensi Strate gi Progr am (SIPD) Indikator Kinerja Indikat or SNI 37122 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Lead ing Sect or 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. atan Brand Buday a Lokal melalui Digitali sasi dan Event Tahun an yang Konsis ten Kaluraha n Budaya dan Rintisan Keluraha n/Kalura han Budaya Kategori Berkemb ang Kalura han/De sa Buday a mewa an daya an (Kun dha Kabu daya n B.1.1. 2. Pengu atan Brand Buday a Lokal melalui Digitali sasi dan Event Tahun an yang Konsis ten Progra m Penge mbang an Kebud ayaan Persenta se sarana dan prasaran a kondisi baik di Taman Budaya Kulon Progo 1.1 Jumlah penonton pertunjuk an seni di Taman Budaya 7.8 Persen tase bangu nan umum yang memb utuhka n renova si/ perbai kan B.1.1.2 .P.5. Penge mbang an Talent a Seni dan Buday a 75.300 orang/p engunju ng 850.0 00.00 0 76.300 orang/p engunju ng 900.0 00.00 0 77.300 orang/p engunju ng 950.0 00.00 0 78.300 orang/p engunju ng 1M 80.000 orang/p engunju ng 1M DAK Non Fisik Dina s Kebu daya an (Kun dha Kabu daya n Day a Sain g Bisn is B.2.1.2 . Pengu atan Ekosist em Kewira Progra m Pengel olaan Data dan Inform Program Promosi Penanam an Modal / Investme nt B.2.1.2 .P.1. Invesm ent Smartb oard 10% : 30 orang yang mengak ses layanan 150.0 00.00 0 20% 150.0 00.00 0 30% 100.0 00.00 0 40% 100.0 00.00 0 50% 75.0 00.0 00 APBD DPM PTSP MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 20 Sub - Dim ensi Strate gi Progr am (SIPD) Indikator Kinerja Indikat or SNI 37122 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Lead ing Sect or 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. Target Kinerja Ang g. usahaa n dan UMKM Melalui Literasi Digital dan Akses Penda naan. asi Perizin an Penan aman Modal Smartboa rd (Penye diaan informa si dan pember ian kemud ahan investa si) Investm ent Smartbo ard Waj ah Kota 4.3 PETA JALAN SMART ECONOMY Tabel 4. 5 Peta Jalan Smart Economy Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) Sub- Dime nsi Strate gi Progra m Inovasi (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 37122 Inova si Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Leadi ng Sect or 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg. Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg . Indus tri Berd aya Saing Ec.1. 1.3. Penin gkata n Daya Saing Koper asi dan UMK M melal ui Program Pemberd ayaan Usaha Menenga h, Usaha Kecil, dan Usaha Mikro (UMKM)
1.Nil ai Us aha Ind ustr i
2.Ju mla h UM KM MIk ro 5.2. Tingk at kelan gsung an bisnis baru per 100.0 00 pendu duk Ec.1.1 .3.P.1. Pay- On Pro 2.732.6 93.188. 016 18.141 876.6 34.10 0 1.984. 173.4 00 2.735.4 45.369. 345 20.653 913.0 14.41 5 2.066 .516. 596 2.738.2 00.259. 828 23.267 950.9 04.51 3 257.4 06.33 4 2.740.9 57.861. 567 25.983 990.3 67.05 1 268.0 88.69 7 2.743.7 18.176. 659 28.801 1.031 .467. 283 279. 214.3 78 APBD Kabup aten DAIS Dinas Perin dustri an Kope rasi UKM kolab orasi deng an Komi nfo dan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 21 Sub- Dime nsi Strate gi Progra m Inovasi (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 37122 Inova si Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Leadi ng Sect or 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg. Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg . Kolab orasi Sekto r Swast a dan Tekno logi. yan g nai k Su bke las BPD DIY Ec.1.1 .2. Penge mban gan Klaste r Indust ri Kreatif dan Buday a Terint egrasi.
1.Ide ntifi kas i keb ijak an pe me rint ah Mengid entifika si Peluan g Bisnis Sejalan dengan Kebijak an Pemeri ntah 5.2. Tingka t kelang sunga n bisnis baru per 100.0 00 pendu duk Ec.1.1. 2.P.1. Produk Kredit- Ku V 100 V 100 V 100 V 100 Bank Kulon Progo Bank Kulon Progo Ec.1. 1.1. Hiliris asi Perta nian dan Perika nan Berba sis Digital . Jumlah lokasi Ngulir Budi 20.3. Perse ntase luas tanah kota yang dicak up oleh siste m pemet aan pema sok maka nan daring Ec.1.1 .1.P.1. NGUL IR BUDI adalah singka tan dari Ngupo yo Hulu Hilir Budid oyo Iwak 1 350jut a 0 0 1 370jut a 0 0 1 390ju ta DAIS Dinas kelau tan dan Perik anan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 22 Sub- Dime nsi Strate gi Progra m Inovasi (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 37122 Inova si Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Leadi ng Sect or 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg. Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg . Ec.1. 1.1. Hiliris asi Perta nian dan Perika nan Berba sis Digital . Progra m Pengelo laan Perikan an Budiday a Jumlah pakan mandiri yang diprodu ksi (ton) 20.3. Perse ntase luas tanah kota yang dicak up oleh siste m pemet aan pema sok maka nan daring Ec.1.1 .1.P.2. PAMA N MOBI LE singka tan dari Pakan Mandi ri secara Mobile (berup a mesin cetak pakan mandi ri sistem mobile /berge rak) 10 ton 250jut a 12 ton 5juta 15 ton 260jut a 20ton 5juta 23ton 270ju ta APBD Dinas kelau tan dan Perik anan Ec.1. 1.1. Hiliris asi Perta nian dan Perika nan Berba sis Digital . Progra m pengola han dan pemasa ran hasil perikan an 1. Terlaks ananya Uji Keama nan Panga n Asal Ikan (sampe l) 2. Persen tase pangan SNI : 20.3. Perse ntase luas tanah kota yang dicak up oleh siste m pemet aan pema sok Ec.1.1 .1.P.3. SETIT I akroni m dari Siste m Penga wasan Ikan Anti Forma lin.
1.165
2.94% 2juta 1. 165
2.94% 1 juta 1. 165
2.94% 10juta 1. 165
2.94% 10juta APBD Dinas kelau tan dan Perik anan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 23 Sub- Dime nsi Strate gi Progra m Inovasi (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 37122 Inova si Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Leadi ng Sect or 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg. Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg . asal ikan bebas formali n (%) maka nan daring Ec.1. 1.2. Peng emba ngan Klaste r Indust ri Kreati f dan Buday a Terint egrasi . Progra m pengola han dan pemasa ran hasil perikan an 1. Pelaku usaha yang dilakuk an monitor ing dan evalua si terpad u (orang) 2. Pening katan pelaku usaha pengol ah dan pemas ar ikan yang melaku kan usaha sesuai standar (%) SNI: 5.2. Tingk at kelan gsung an bisnis baru per 100.0 00 pendu duk Ec.1.1 .2.P.2. SUMI NAR akroni m dari Siste m Monito ring Pelak u Usaha Pengo lahan Pema saran
1.100
2.65 2,2 juta APBD Dinas kelau tan dan Perik anan Ec.1. 1.3. Penin Progra m pengola 1. Jumlah peserta SNI: 20.3. Perse Ec.1.1 .3.P.2.
1.180
2.31,9 16,2 juta
1.180
2.32,4 16,3 juta
1.180
2.32,8 16,4 juta
1.180
2.33,4 16,6 juta
1.180
2.33,9 17 juta APBD, DAIS Dinas kelau tan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 24 Sub- Dime nsi Strate gi Progra m Inovasi (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 37122 Inova si Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Leadi ng Sect or 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg. Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg . gkata n Daya Saing Koper asi dan UMK M melal ui Kolab orasi Sekto r Swast a dan Tekno logi. han dan pemasa ran hasil perikan an GEMA TI (orang) 2. Pening katan Angka Konsu msi Ikan (AKI) dalam kg/oran g/tahun ntase luas tanah kota yang dicak up oleh siste m pemet aan pema sok maka nan daring GEMA TI akroni m dari Gerak an Makan Ikan Atasi Stunti ng dan Perik anan Ec.1. 1.1. Hiliris asi Perta nian dan Perika nan Berba sis Digital . Progra m Pengelo laan Perikan an Tangka p Pening katan produk si perikan an tangka p laut (ton) SNI: 5.2. Tingk at kelan gsung an bisnis baru per 100.0 00 pendu duk Ec.1.1 .1.P.4. TPI Hebat (higien is, ekono mis, bersih, aman, tertib) 861 1 M 862 3,5M 867 1 M 868 1 M 869 1 M APBD, DAIS, APBN Dinas kelau tan dan Perik anan Ec.1.1 .1. Hilirisa si Pertan ian dan Perika nan Peningk atan kualitas Sumber Daya Genetik (SDG) Hewan/ Tanama Jumlah pelaksa naan Pening katan kualitas Sumber Daya Genetik 20.1. Perse ntase tahun an dari angga ran kota Ec.1.1. 1.P.5. Smart Green house 1 dokume n 1.000 1 dokume n 4.500 1 dokume n 4.500 1 dokume n 4.500 1 dokume n 6.300 APBD Kabupa ten, U GM, Swasta Dinas Perta nian dan Pang an MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 25 Sub- Dime nsi Strate gi Progra m Inovasi (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 37122 Inova si Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Leadi ng Sect or 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg. Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg . Berba sis Digital . n Kewena ngan Kabupat en/Kota (SDG) Hewan/ Tanam an yang dihabi skan untuk inisiati f pertan ian perkot aan Kesej ahter aan Masy araka t Ec.2. 1.1. Progr am Penin gkata n Keter ampil an Vokas ional dan Kewir ausah aan Inklusi f. Memba ngun kalurah an ramah disabilit as 5.4. Perse ntase angka tan kerja yang bekerj a di sektor pendi dikan, peneli tian dan penge mban gan Ec.2.1 .1.P.1. Kalura han Rama h Disabil itas (beker jasam a denga n pihak ketiga seperti SIGA P untuk memb angun kalura han ramah disabil itas) 1. membu at SK Tim 2. Membu at peratur an yang mendu kung progra m memba ngun kalurah an ramah disabilit as - melaku kan sosialis asi dan penunj ukkan kalurah an ramah disabilit as - Melaku kan pembin aan dan menam bah jumlah KDK - melaku kan sosialis asi dan penunj ukkan kalurah an ramah disabilit as - Melaku kan pembin aan dan menam bah jumlah KDK - Memud ahkan aksesi bilitas anggot a KDK ke BLK dan - melaku kan sosialis asi dan penunj ukkan kalurah an ramah disabilit as - Melaku kan pembin aan dan menam bah jumlah KDK - Memud ahkan aksesi bilitas anggot a KDK ke BLK dan - melaku kan sosialis asi dan penunj ukkan kalurah an ramah disabilit as - Melaku kan pembin aan dan menam bah jumlah KDK - Memud ahkan aksesi bilitas anggot a KDK ke BLK dan Kesra , Disna kertra ns, PMD Kal, Bank Kulon Prog o, BPD, Kalur ahan, Kapa newo n, Pihak Ketig a MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 26 Sub- Dime nsi Strate gi Progra m Inovasi (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 37122 Inova si Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Leadi ng Sect or 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg. Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg . permo dalan permo dalan permo dalan Trans aksi Keua ngan Ec.3. 1.1. Eduka si dan Litera si Keua ngan Digital yang Inklusi f. Perenc anaan dan Pengaw asan Ekonom i Mikro Kecil Jumlah peserta semina r yang hadir. 9.2. Perse ntase pemb ayara n ke kota yang dibay ar secar a elektr onik berda sarka n faktur elektr onik Ec.3.1 .1.P.1. Literas i Psar Modal (Pemb entuka n galeri invest asi paralel antara pemd a denga n Kamp us UNY Wates untuk literasi pasar modal dan inkuba tor UMK M.) 100 orang 200 orang N/A Rp10. 000.0 00,- APBD Bagia n Perek onom ian dan Sumb er Daya Alam Ec.3. 1.2. Integr asi Siste m Pemb ayara Progra m peningk atan sarana distribu si Jumlah pedaga ng yang melaku kan pemba yaran 9.2 Perse ntase pemb ayara n ke kota yang Ec.3.1 .2.P.1. Gitark u - - - - 500 pedaga ng Rp250 .000.0 00,- 1500 pedaga ng Rp50. 000.0 00,- 5000 pedaga ng Rp 80.00 0.000 ,- APBD Dinas Perd agan gan, Disko minfo , MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 27 Sub- Dime nsi Strate gi Progra m Inovasi (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 37122 Inova si Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Leadi ng Sect or 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg. Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg . n Digital dalam Layan an Publik dan Trans aksi Lokal. perdaga ngan retribus i secara digital dibay ar secar a elektr onik berda sarka n faktur elektr onik APP SI Ec.3.1 .2. Integr asi Siste m Pemb ayara n Digital dalam Layan an Publik dan Trans aksi Lokal.
1.Pe ng em ba ng an sist em info rm asi digi tal kep ad a nas ab ah Ba nk Kul on Pro go
2.Pe nin gka tan SD
1.M en in gk at ny a pe lay an an di git ali sa si ke pa da na sa ba h Ba nk Ku lo n Pr 9.2. Perse ntase pemb ayara n ke kota yang dibaya r secara elektro nik berda sarkan faktur elektro nik Ec.3.1. 2.P.2. BPR- Ku Mobile V 500.0 00.00 0 V 2500.0 00.000 V 250.0 00.00 0 V 2500. 000.0 00 Bank Kulon progo Bank Kulon Progo MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 28 Sub- Dime nsi Strate gi Progra m Inovasi (SIPD) Indikat or Kinerj a Indik ator SNI 37122 Inova si Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sumb er Dana Leadi ng Sect or 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg. Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg . M TI og o
2.Pe ni ng ka ta n ko m pe te nsi S D M TI Ec.3.1 .3. Penge mban gan Skem a Penda naan Altern atif untuk Ekono mi Lokal. Perbaik an dan Pemelih araan Program Mening katkan pelayan an kepada Kalurah an terkait transak si non tunai dengan cara pemind ahbuku an yang dilakuk an oleh Bank 9.2. Perse ntase pemb ayara n ke kota yang dibaya r secara elektro nik berda sarkan faktur elektro nik Ec.3.1. 3.P.1. Smart DesaK u V 100.0 00.00 0 V 100.00 0.000 V 100.0 00.00 0 V 100.0 00.00 0 Bank Kulon progo Bank Kulon Progo MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 29 Tabel 4. 6 Peta Jalan Smart Economy Jangka Panjang (2030-2034) 4.5 PETA JALAN SMART LIVING Tabel 4. 7 Peta Jalan Smart Living Jangka Sub- Dimensi Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikato r SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sum ber Dana Leadi ng Secto r 2030 2031 2032 2033 2034 Targ et Kine rja Angg. Targ et Kine rja An gg. Targ et Kine rja An gg. Targ et Kine rja An gg. Targ et Kine rja An gg. Industri Berdaya Saing Ec.1.1.1. Hilirisasi Pertanian dan Perikanan Berbasis Digital. Peningkata n produksi perikanan tangkap laut SNI: 5.2. Tingkat kelangsu ngan bisnis baru per 100.000 pendudu k Ec.1.1.1. P.4. TPI Hebat (higienis, ekonomi s, bersih, aman, tertib) 870 20 M 880 5 M 890 1 M 900 1 M 910 2 M APB D, DAIS , APB N Dinas kelaut an dan Perika nan Kesejaht eraan Masyara kat Transaks i Keuanga n Ec.3.1.2. Integrasi Sistem Pembayar an Digital dalam Layanan Publik dan Transaksi Lokal. 1. Pengemb angan sistem informasi digital kepada nasabah Bank Kulon Progo 2. Peningkat an SDM TI 1.Meningk atnya pelayanan digitalisasi kepada nasabah Bank Kulon Progo 2.Peningka tan kompetens i SDM TI 9.2. Persenta se pembaya ran ke kota yang dibayar secara elektroni k berdasar kan faktur elektroni k Ec.3.1.2. P.2. BPR-Ku Mobile V 250.000 .000 Bank Kulo n Prog o Bank Kulon Progo Ec.3.1.3. Pengemb angan Perbaikan dan Pemelihar Meningkat kan pelayanan 9.2. Persenta se Ec.3.1.3. P.1. V 100.000 .000 Bank Kulo n Bank Kulon Progo MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 30 Pendek - Menengah (2025 – 2029) Tabel 4. 8 Peta Jalan Smart Living Jangka Panjang (2030- 2034) Skema Pendanaa n Alternatif untuk Ekonomi Lokal. aan Program kepada Kalurahan terkait transaksi non tunai dengan cara pemindahb ukuan yang dilakukan oleh Bank pembaya ran ke kota yang dibayar secara elektroni k berdasar kan faktur elektroni k Smart DesaKu Prog o Sub- Dim ensi Strate gi Progra m (SIPD) Indikato r Kinerja Indi kato r SNI 371 22 Inova si Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Da na Leadin g Sector 2025 2026 2027 2028 2029 Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Target Kinerja Angg. Har moni sasi Tata Rua ng Lv.1.1. 1. Penge mbang an Simtar uKu 2.0 sebag ai Platfor m Kolabo ratif Tata Ruang Digital. Penyel enggar aan Penata an Ruang Penataa n Kawasa n Berbasis Geospa sial 12.1 . Pers enta se rum ah tang ga den gan pen guk ur ener gi pint ar Lv.1.1. 1.P.1. Sistem Inform asi Tata Ruang Kulon Progo (Simta ruKu) Pemeli haraan dan penge mbang an berupa Penam bahan filtur layanan permoh onan KRK (ketera ngan rencan a kabupa ten) sebagai salah satu syarat PBG 36.00 0.000 Penam bahan filtur layanan permoh onan KRK (ketera ngan rencan a kabupa ten) sebagai salah satu syarat PBG 40.00 0.000 Pemeli haraan dan penge mbang an berupa Penam bahan filtur layanan permoh onan KRK (ketera ngan rencan a kabupa ten) sebagai salah satu syarat PBG, 40.00 0.000 Pemeli haraan dan penge mbang an berupa Penam bahan filtur layanan permoh onan KRK (ketera ngan rencan a kabupa ten) sebagai salah satu syarat PBG, 40.00 0.000 Pemeli haraan dan penge mbang an berupa Penam bahan filtur layanan permoh onan KRK (ketera ngan rencan a kabupa ten) sebagai salah satu syarat PBG, 40.00 0.000 AP BD Dinas Pertana han dan Tata Ruang, Dinas Komuni kasi dan Informa tika, MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 31 entry peta RDTR dan Peta Temati k entry peta RDTR dan Peta Temati k entry peta RDTR dan Peta Temati k Sara na/ Pras aran a Kese hata n Lv.2.1. 1. Pemb angun an Ekosis tem Keseh atan Digital Terpa du. Memb angun dan Menin gkatka n Fasilita s Layan an Keseh atan Primer dan Sekun der Pelayan an kesehat an ibu hamil 11.1 . Pers enta se pop ulasi kota yan g mas uk dala m file kese hata n terp adu dari ng yan g dap at diak ses oleh pen yedi a laya nan kese Lv.2.1. 1.P.1. Pemb angun an Ekosis tem Keseh atan Digital Terpa du.Bu milku 83,33 54.46 4.222. 676 91,84 57.96 3.229. 944 100 61.81 3.732. 938 100 67.26 4.103. 232 100 72.95 6.862. 705 AP BD , BO K DINAS KESEH ATAN MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 32 Sub- Dimen si Strate gi Progra m (SIPD) Indik ator Kinerj a Indi kato r SNI 3712 2 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sum ber Dana Leadi ng Secto r 2030 2031 2032 2033 2034 Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Harmo nisasi Tata Ruang Lv.1.1. 1. Penge mbang an Simtar uKu 2.0 sebag ai Platfor m Kolabo ratif Progra m Penyel enggar aan Penata an Ruang Penat aan Kawa san Berba sis Geos pasial 12.1. Pers enta se rum ah tang ga deng an peng ukur ener gi Lv.1.1. 1.P.1. Sistem Inform asi Tata Ruang Kulon Progo (Simtar uKu) Pemel iharaa n dan penge mban gan berup a Pena mbah an fitur layana n permo 120.000 .000 Pena mbah an fitur layana n permo honan KRK (Keter angan Renca na Kabup aten) 120.00 0.000 Pemel iharaa n dan penge mban gan berup a Pena mbah an filtur layana n 120.00 0.000 Pemel iharaa n dan penge mban gan berup a penye suaian denga n RTRW 100.00 0.000 Pemel iharaa n dan penge mban gan berup a penye suaian denga n RTRW 100.00 0.000 APB D Dinas Perta nahan dan Tata Ruan g, Dinas Komu nikasi dan Infor matik a, hata n MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 33 Lv.2.1. 1. Pemb angun an Ekosis tem Keseh atan Digital Terpa du. Progra m Sediaa n Farma si, Alat Keseh atan Dan Makan an Minum an Persent ase Apotek, Toko Obat, Toko Alkes, dan Optikal, Usaha Mikro Obat Tradisio nal (UMOT) yg dilakuka n pendam pingan 11.1 . Pers enta se pop ulasi kota yan g mas uk dala m file kese hata n terp adu dari ng yan g dap at diak ses oleh pen yedi a laya nan kese hata n Lv.2.1. 1.P.2. Simok u Sistem Inform asi Manaj emen Obat Kabup aten Kulon Progo) Pengel olaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai 22,22 518.4 64.10 0 25,56 570.3 10.51 0 27,78 627.3 41.56 1 30,00 690.0 75.71 7 33,33 759.0 83.28 8 AP BD , BO K DINAS KESEH ATAN Sara na/ Pras aran a Kese hata n Lv.2.1 .3. Jaring an Layan an Keseh atan Berge Progra m Pengel olaan Dan Penge mbang an Sistem Persent ase penerap an teknolog i yang dianjurk an 11.3 . Pers enta se pop ulasi kota yan Lv.2.1. 3.P.1. Penge mbang an Sistem Integra si Gangg 30% 6 100% 50 PD AM PDAM MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 34 Sara na/ Pras aran a Kese hata n rak Terjad wal. Penye diaan Air Minum g me milik i akse s ke siste m peri ngat an publi c lang sun g (real - time ) untu k sara n kuali tas udar a dan air uan Pelaya nan (SITE GAP) berbas is websit e dan androi d untuk publik Lv.2.1 .3. Jaring an Layan an Keseh atan Berge rak Terjad wal. Progra m Pengel olaan Dan Penge mbang an Sistem Penye diaan Air Minum Persent ase penerap an teknolog i yang dianjurk an 11.3 . Pers enta se pop ulasi kota yan g me milik i akse s ke siste m Lv.2.1. 3.P.2. Penge mbang an Sistem Inform asi Gangg uan Pelaya nan PDAM Kulon Progo (SIGA PKU) 20% 30 PD AM PDAM MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 35 peri ngat an publi c lang sun g (real - time ) untu k sara n kuali tas udar a dan air berbas is websit e dan androi d untuk publik Lv.2.1 .1. Pemb angun an Ekosis tem Keseh atan Digital Terpa du. Progra m Pemen uhan Upaya Keseh atan Perora ngan Dan Upaya Keseh atan Masya rakat Persent ase Sub Kegiatan pada Perangk at Daerah berkinerj a sangat tinggi Pers enta se pop ulasi kota yan g mas uk dala m file kese hata n terp adu dari ng yan g dap at diak Lv.2.1. 1.P.3. Rantin g Kuat (Rawa t Anak Stuntin g Kulon Progo agar Sehat) 50 Anak, 250 50 Anak 250 50 Anak 250 50 Anak 250 50 Anak 250 B L U D RSUD WATES MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 36 ses pen yedi a laya nan kese hata n Lv.2.1 .3. Jaring an Layan an Keseh atan Berge rak Terjad wal. Bimbin gan Teknis dan Superv isi Penge mbang an dan Pelaks anaan Upaya Keseh atan Bersu mber Daya Masya rakat (UKBM ) . P e r s e n t a s e P o s y a n d u y a n g m e n g g u n a k a n s i s t e 11.1 . Pers enta se pop ulasi kota yan g mas uk dala m file kese hata n terp adu dari ng yan g dap at diak ses oleh pen yedi a laya nan kese hata n Lv.2.1. 3.P.3. Sapay andu (Aplika si digital Posya ndu sederh ana. Kamp anye eduka si berbas is komun itas.) ● Pers enta se Pos yan du yan g men ggu nak an siste m digit al pen cata tan data 80% ● Juml ah kad er Pos yan du yan g men gikut i pela tiha n Rp. 36.00 0.000 ● Pers enta se Pos yan du yan g men ggu nak an siste m digit al pen cata tan data 90% ● Juml ah kad er Pos yan du yan g men gikut i pela tiha n Rp. 38.50 0.000 ● Pers enta se Pos yan du yan g men ggu nak an siste m digit al pen cata tan data 95% ● Juml ah kad er Pos yan du yan g men gikut i pela tiha n Rp. 40.50 0.000 ● Pers enta se Pos yan du yan g men ggu nak an siste m digit al pen cata tan data 100 % ● Juml ah kad er Pos yan du yan g men gikut i pela tiha Rp. 43.00 0.000 ● Pers enta se Pos yan du yan g men ggu nak an siste m digit al pen cata tan data 100 % ● Juml ah kad er Pos yan du yan g men gikut i pela tiha Rp. 43.00 0.000 AP BD Kapane won Kalibaw ang MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 37 m d i g i t a l p e n c a t a t a n d a t a . J u m l a h k a d e r P o s y a n d u y a n g m e tekn ologi dan pela yan an 90% kad er ● Pen urun an ang ka stun ting di wila yah prog ram 10% ● Pers enta se balit a yan g men erim a PMT sesu ai stan dar gizi 100 % ● Juml ah kegi atan tekn ologi dan pela yan an 95% kad er ● Pen urun an ang ka stun ting di wila yah prog ram 15% ● Pers enta se balit a yan g men erim a PMT sesu ai stan dar gizi 100 % ● Juml ah kegi atan tekn ologi dan pela yan an 100 % kad er ● Pen urun an ang ka stun ting di wila yah prog ram 20% ● Pers enta se balit a yan g men erim a PMT sesu ai stan dar gizi 100 % ● Juml ah kegi n tekn ologi dan pela yan an 100 % kad er ● Pen urun an ang ka stun ting di wila yah prog ram 30% ● Pers enta se balit a yan g men erim a PMT sesu ai stan dar gizi 100 % ● Juml ah n tekn ologi dan pela yan an 100 % kad er ● Pen urun an ang ka stun ting di wila yah prog ram 30% ● Pers enta se balit a yan g men erim a PMT sesu ai stan dar gizi 100 % ● Juml ah MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 38 n g i k u t i p e l a t i h a n t e k n o l o g i d a n p e l a y a n a n
a.P e n u r u n a n a edu kasi dan kam pan ye kese hata n di tingk at pad uku han 12 kegi atan ● Ting kat kep uas an mas yara kat terh ada p laya nan Pos yan du 85% edu kasi dan kam pan ye kese hata n di tingk at pad uku han 18 kegi atan ● Ting kat kep uas an mas yara kat terh ada p laya nan Pos yan du 90% atan edu kasi dan kam pan ye kese hata n di tingk at pad uku han 18 kegi atan Tingkat kepuas an masyar akat terhada p layanan Posyan du 95% kegi atan edu kasi dan kam pan ye kese hata n di tingk at pad uku han 20 kegi atan Tingkat kepuas an masyar akat terhada p layanan Posyan du 100% kegi atan edu kasi dan kam pan ye kese hata n di tingk at pad uku han 20 kegi atan Tingkat kepuas an masyar akat terhada p layanan Posyan du 100% MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 39 n g l a s t u n t i n g d i w i l a y a h p r o g r a m .
b.J u m l a h k e g i a t a n e d u k MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 40 a s i d a n k a m p a n y e k e s e h a t a n d i t i n g k a t p a d u k u h a n
c.T i n g k a MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 41 t k e p u a s a n m a s y a r a k a t t e r h a d a p l a y a n a n p o s y a n d u MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 42 Pras aran a Tran sport asi Lv.3.1 .1. Penge mban gan Trans portasi Publik Terpa du Berba sis Digital Progra m Penyel enggar aan Lalu Lintas dan Angkut an Jalan (LLAJ) Jumlah siswa dan Sekolah di Kulon Progo yang terlayani bus sekolah dan penurun an angka kecelaka an dikalang an pelajar. 19.2. Juml ah peng guna trans port asi ekon omi berb agi per 100. 000 pend uduk Lv.3.1. 1.P.1. Layan an Bus Inklusif (Layan an bus sekola h untuk antar jemput siswa dan layana n bus sekola h inklusif untuk antar jemput siswa berkeb utuhan khusus secara gratis di Kulon Progo) Pelaya nan antar jemput siswa sekolah ( jumlah siswa 40 siswa dari 13 sekolah ) dan siswa SLB (1 SLB dengan jumlah siswa 20 orang) diwilaya h Wates- Pengas ih- Panjata n 377.5 64.95 0 Pelaya nan antar jemput siswa sekolah ( jumlah siswa 40 siswa dari 13 sekolah ) dan siswa SLB (1 SLB dengan jumlah siswa 20 orang) diwilaya h Wates- Pengas ih- Panjata n 476.4 27.30 0 Pelaya nan antar jemput siswa sekolah ( jumlah siswa 40 siswa dari 13 sekolah ) dan siswa SLB (1 SLB dengan jumlah siswa 20 orang) diwilaya h Wates- Pengas ih- Panjata n 476.4 27.30 0 Pelaya nan antar jemput siswa sekolah ( jumlah siswa 40 siswa dari 13 sekolah ) dan siswa SLB (1 SLB dengan jumlah siswa 20 orang) diwilaya h Wates- Pengas ih- Panjata n 476.4 27.30 0 Pelaya nan antar jemput siswa sekolah ( jumlah siswa 40 siswa dari 13 sekolah ) dan siswa SLB (1 SLB dengan jumlah siswa 20 orang) diwilaya h Wates- Pengas ih- Panjata n 476.4 27.30 0 AP BD Dinas Perhub ungan, SD, SMP, SLTA, SLB MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 43 Sub- Dimen si Strate gi Progra m (SIPD) Indik ator Kinerj a Indi kato r SNI 3712 2 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sum ber Dana Leadi ng Secto r 2030 2031 2032 2033 2034 Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Tata Ruang Digital. pinta r honan KRK (Keter angan Renca na sebag ai salah satu syarat PBG permo honan KRK (Keter angan Renca - MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 44 Lv.3.1 .1. Penge mban gan Trans portasi Publik Terpa du Berba sis Digital . Progra m Penyel enggar aan Lalu Lintas dan Angkut an Jalan (LLAJ) Jumlah siswa dan Sekolah di Kulon Progo yang terlayani dan Jumlah angkuta n pedesaa n yang beropera si. 19.2. Juml ah peng guna trans port asi ekon omi berb agi per 100. 000 pend uduk Lv.3.1. 1.P.2. Angkut an umum siswa Pelaya nan antar jemput siswa sekolah di Kulon Progo wilayah utara (sebany ak 17 sekolah ) dengan bekerja sama dengan angkuta n pedesa an (sebany ak 6 angkud es) 260.2 62.60 0 Pelaya nan antar jemput siswa sekolah di Kulon Progo wilayah utara (sebany ak 17 sekolah ) dengan bekerja sama dengan angkuta n pedesa an (sebany ak 6 angkud es) 290.0 00.00 0 Pelaya nan antar jemput siswa sekolah di Kulon Progo wilayah utara (sebany ak 17 sekolah ) dengan bekerja sama dengan angkuta n pedesa an (sebany ak 6 angkud es) 290.0 00.00 0 DA IS Dinas Perhub ungan Lv.3.1 .1. Penge mban gan Trans portas i Publik Terpa Progra m Penyel enggar aan Lalu Lintas dan Angkut Jumlah masyara kat yang terlayani dan jumlah angkuta n pedesaa n yang 19.5. Pers enta se jalur trans port asi umu m Lv.3. 1.1.P. 3. Angk utan Perint is Peny ediaa Tersedi anya jalur angkuta n perintis dan layanan angkuta n (meny esuaik an angga ran yang disetuj ui Keme nhub) Tersedi anya jalur angkuta n perintis dan layanan angkuta n (meny esuaik an angga ran yang disetuj ui Keme nhub) Tersedi anya jalur angkuta n perintis dan layanan angkuta n (meny esuaik an angga ran yang disetuj ui Keme nhub) AP BN Dinas Perhub ungan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 45 du Berba sis Digital an Jalan (LLAJ) beropera si melalui jalur angkuta n perintis yang dilen gkap i deng an siste m lang sung (real - time) yang dapa t diak ses publi k n jalur angk utan perint is di wilay ah Kulon Progo (Sami galuh - Kalib awan g- Nang gulan - Girim ulyo- Peng asih- Wate s) melalui jalur perintis melalui jalur perintis melalui jalur perintis Lv.3.1 .2. Optim alisasi Manaj emen Lalu Lintas Cerda s dan Penge ndalia n Lingku ngan. Progra m Penyel enggar aan Lalu Lintas dan Angkut an Jalan (LLAJ)
1.Ter sed ian ya sist em pen gen dali an lalu lint as ber bas is tek nol ogi info rma si 19.5. Pers enta se jalur trans port asi umu m yang dilen gkap i deng an siste m lang sung (real - time) Lv.3. 1.2.P. 1. Peng emba ngan siste m peng endali an lalu lintas berba sis teknol ogi infor masi (ATC S) - . - . - . 1.Terse dianya gedung /ruang ATCS Kabupa ten Kulon Progo 2.000. 000.0 00 - - AP BD DinasP erhubun gan, Kement rian Perhub ungan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 46 (AT CS) yang dapa t diak ses publi k Lv.3.1 .2. Optim alisasi Manaj emen Lalu Lintas Cerda s dan Penge ndalia n Lingku ngan. Penyel enggar aan Keistim ewaan Yogyak arta Urusan Tata Ruang
1.Ju mla h AP J Pint ar yan g ters edi a 19.9. Pers enta se lamp u lalu linta s yang cerd as Lv.3.1. 2.P.2. Pening katan kualita s APJ Pintar berbas is digital Pemba ngunan APJ Pintar bernua nsa budaya sebany ak 152 unit 3.018. 106.8 00 Pemba ngunan APJ Pintar sebany ak 180 unit 3.569. 595.2 50 Pemba ngunan APJ Pintar sebany ak 200 unit 4.800. 000.0 00 Pemba ngunan APJ Pintar sebany ak 200 unit 5.000. 000.0 00 Pemba ngunan APJ Pintar sebany ak 200 unit 5.000. 000.0 00 AP BD / DA IS DI Y Dinas Perhub ungan, Provinsi Lv.3.1 .3. Pemb angun an Infrast ruktur Mobilit as Aktif dan Inklusi f. Progra m Penyel enggar aan Lalu Lintas dan Angkut an Jalan (LLAJ) Tingkat kualitas layanan Pengujia n Kendara an Bermoto r 19.3. Pers enta se kend araa n yang terd aftar di kota yang mer upak an kend araa n rend ah emis i Lv.3.1. 3.P.1. Pening katan layana n penguji an Kendar aan Bermot or Berbas is Digital Upgrad e SIM PKB yang terinteg rasi aplikasi Kemen hub 85.00 0.000, Pening katan layanan penguji an Kendar aan Bermot or Berbasi s Digital - Penge mbang an layanan penguji an Kendar aan Bermot or Berbasi s Digital - Penge mbang an layanan penguji an Kendar aan Bermot or Berbasi s Digital 100.0 00.00 0 Penge mbang an layanan penguji an Kendar aan Bermot or Berbasi s Digital - AP BD Dinas Perhub ungan , Kement rian Perhub ungan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 47 Lv.3.1 .2. Optim alisasi Manaj emen Lalu Lintas Cerda s dan Penge ndalia n Lingku ngan. Progra m Penyel enggar aan Lalu Lintas dan Angkut an Jalan (LLAJ) Peningk atan layanan informasi tilang angkuta n umum/b arang berbasis digital 19.5. Pers enta se jalur trans port asi umu m yang dilen gkap i deng an siste m lang sung (real - time) yang dapa t diak ses publi k Lv.3.1. 2.P.3. Layan an inform asi tilang angkut an umum/ barang berbas is digital Pening katan layanan informa si tilang angkuta n umum/ barang berbasi s digital - Pening katan kualitas sarana prasara na informa si tilang angkuta n umum/ barang berbasi s digital - Pening katan kualitas sarana prasara na informa si tilang angkuta n umum/ barang berbasi s digital 12.00 0.000 Pening katan kualitas sarana prasara na informa si tilang angkuta n umum/ barang berbasi s digital - Pening katan kualitas sarana prasara na informa si tilang angkuta n umum/ barang berbasi s digital - AP BD Dinas Perhub ungan Lv.3.1 .2. Optim alisasi Manaj emen Lalu Lintas Cerda s dan Penge Progra m Penyel enggar aan Jalan 5. Tersedia nya sarana penduku ng pedestri an untuk menyeb erangi rel - Lv.3.1. 2.P.4. Pemba nguna n JPO (saran a pendu kung pedest rian 100 6.500 Dinas Pekerja an Umum Peruma han dan Kawasa n Permuki man MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 48 Sub- Dimen si Strate gi Progra m (SIPD) Indik ator Kinerj a Indi kato r SNI 3712 2 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sum ber Dana Leadi ng Secto r 2030 2031 2032 2033 2034 Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Kabup aten) sebag ai salah satu syarat PBG na Kabup aten) sebag ai salah satu syarat PBG, entry peta RDTR dan Peta Temat ik Sarana / Prasar ana Keseha tan Lv.2.1 .1. Pemb angun an Ekosis tem Keseh Progra m Pemen uhan Upaya Keseh atan Perora Pelay anan keseh atan usia balita 11.1. Pers enta se popu lasi kota yang Lv.2.1. 1.P.3. Rantin g Kuat (Rawat Anak Stuntin 250 250 50 Anak 250 50 Anak 250 50 Anak 250 BLU D RSU D WAT ES ndalia n Lingku ngan. kereta api dengan aman dan nyaman untuk menye berang i rel kereta api denga n aman dan nyama n) MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 49 Sub- Dimen si Strate gi Progra m (SIPD) Indik ator Kinerj a Indi kato r SNI 3712 2 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sum ber Dana Leadi ng Secto r 2030 2031 2032 2033 2034 Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. atan Digital Terpa du. ngan Dan Upaya Keseh atan Masyar akat mas uk dala m file kese hata n terp adu darin g yang dapa t diak ses oleh peny edia laya nan kese hata n g Kulon Progo agar Sehat) Lv.2.1. 1. Pemba nguna n Ekosis tem Keseh atan Digital Terpad u. Progra m Pemen uhan Upaya Keseh atan Perora ngan Dan Upaya Keseh atan Masyar akat Perse ntase fasya nkes yg memil iki saran a prasar ana keseh atan yang meme nuhi 11.1. Pers enta se popu lasi kota yang mas uk dala m file kese hata n Lv.2.1. 1.P.1. Pemba nguna n Ekosist em Keseh atan Digital Terpad u.Bumi lku a. Memb erikan 100 80.252. 548.976 100 88.277 .803.8 73 100 97.105 .584.2 60 100 106.81 6.142.6 86 100 117.49 7.756. 955 APB D, BOK DINA S KESE HATA N MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 50 Sub- Dimen si Strate gi Progra m (SIPD) Indik ator Kinerj a Indi kato r SNI 3712 2 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sum ber Dana Leadi ng Secto r 2030 2031 2032 2033 2034 Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. stand ar terp adu darin g yang dapa t diak ses oleh peny edia laya nan kese hata n pantau an real time layana n ibu hamil mulai dari awal kehami lan, b. Tersed ianya data ibu hamil denga n faktor Risiko nya real time Lv.2.1. 1. Pemba nguna n Ekosis tem Keseh atan Digital Terpad u. Progra m Sediaa n Farma si, Alat Keseh atan Dan Makan an Minum an Perse ntase Apote k, Toko Obat, Toko Alkes, dan Optik al, Usah a Mikro Obat Tradis ional 11.1. Pers enta se popu lasi kota yang mas uk dala m file kese hata n terp Lv.2.1. 1.P.2. Simok u Sistem Inform asi Manaj emen Obat Kabup aten Kulon Progo) 36,67 834.991 .617 36,67 918.49 0.778 36,67 1.010. 339.85 6 36,67 1.111.3 73.842 36,67 1.222. 511.22 6 APB D, BOK DINA S KESE HATA N MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 51 Sub- Dimen si Strate gi Progra m (SIPD) Indik ator Kinerj a Indi kato r SNI 3712 2 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sum ber Dana Leadi ng Secto r 2030 2031 2032 2033 2034 Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. (UMO T) yg dilaku kan penda mping an adu darin g yang dapa t diak ses oleh peny edia laya nan kese hata n Pengel olaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai Lv.2.1. 3. Jaring an Layan an Keseh atan Berger ak Terjad wal. progra m pemen uhan upaya keseha tan perora ngan dan upaya keseha tan masyar akat Jumla h gedun g tersed ia - Lv.2.1. 3.P.4. Pelaya nan Traum a Center 1 Unit 45755,2 1 Unit 45755, 2 1 Unit 45755, 2 1 Unit 48381, 4 1 Unit 52009, 9 BLU D RSU DNAS Sarana/ Prasara na Transp ortasi Lv.3.1 .1. Penge mbang an Trans portasi Publik Terpa du Progra m Penyel enggar aan Lalu Lintas dan 1. Jumla h siswa dan Sekol ah di Kulon Progo yang 19.2. Juml ah peng guna trans port asi ekon omi Lv.3.1. 1.P.1. Layan an Bus Inklusi (Layan an bus sekola h untuk antar Pelay anan antar jempu t siswa sekola h dan siswa SLB diwila 510.000 .000 Pelay anan antar jemput siswa sekola h dan siswa SLB diwilay 510.00 0.000 Pelay anan antar jemput siswa sekola h dan siswa SLB diwilay 520.00 0.000 Pelay anan antar jempu t siswa sekola h dan siswa SLB diwila 520.00 0.000 Pelay anan antar jempu t siswa sekola h dan siswa SLB diwila 520.00 0.000 APB D Dinas Perhu bunga n, Sekol ah, SLB MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 52 Sub- Dimen si Strate gi Progra m (SIPD) Indik ator Kinerj a Indi kato r SNI 3712 2 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sum ber Dana Leadi ng Secto r 2030 2031 2032 2033 2034 Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Berba sis Digital. . Angkut an Jalan (LLAJ) terlay ani bus sekola h dan penur unan angka kecela kaan dikala ngan pelaja r. berb agi per 100. 000 pend uduk jemput siswa dan layana n bus sekola h inklusif untuk antar jemput siswa berkeb utuhan khusus secara gratis di Kulon Progo) yah Wates - Penga sih- Panjat an ah Wates - Penga sih- Panjat an ah Wates - Penga sih- Panjat an yah Wates - Penga sih- Panjat an yah Wates - Penga sih- Panjat an Lv.3.1. 1. Penge mbang an Trans portasi Publik Terpa du Berba sis Digital. Progra m Penyel enggar aan Lalu Lintas dan Angkut an Jalan (LLAJ) 2. Jumla h siswa dan Sekol ah di Kulon Progo yang terlay ani dan Jumla h angku tan pedes aan yang Lv.3.1. 1.P.2. Angkut an umum siswa Pelay anan antar jempu t siswa sekola h di Kulon Progo wilaya h utara denga n bekerj asam a denga n angku tan 300.000 .000 Pelay anan antar jemput siswa sekola h di Kulon Progo wilaya h utara denga n bekerj asama denga n angkut an 310.00 0000 Pelay anan antar jemput siswa sekola h di Kulon Progo wilaya h utara denga n bekerj asama denga n angkut an 320.00 0.000 Pelay anan antar jempu t siswa sekola h di Kulon Progo wilaya h utara denga n bekerj asam a denga n angku tan 330.00 0.000 Pelay anan antar jempu t siswa sekola h di Kulon Progo wilaya h utara denga n bekerj asam a denga n angku tan 340.00 0.000 DAIS Dinas Perhu bunga n MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 53 Sub- Dimen si Strate gi Progra m (SIPD) Indik ator Kinerj a Indi kato r SNI 3712 2 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sum ber Dana Leadi ng Secto r 2030 2031 2032 2033 2034 Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. berop erasi. pedes aan. pedes aan. pedes aan. pedes aan. pedes aan. Lv.3.1 .1. Penge mbang an Trans portasi Publik Terpa du Berba sis Digital. Progra m Penyel enggar aan Lalu Lintas dan Angkut an Jalan (LLAJ) 3. Jumla h masy arakat yang terlay ani dan jumla h angku tan pedes aan yang berop erasi melal ui jalur angku tan perinti s Lv.3.1. 1.P.3. Angkut an Perinti s Terse dianya jalur angku tan perinti s dan layana n angku tan melalu i jalur perinti s Menyes uaikan anggara n yang disetujui Kemenh ub Terse dianya jalur angkut an perinti s dan layana n angkut an melalu i jalur perinti s - Terse dianya jalur angkut an perinti s dan layana n angkut an melalu i jalur perinti s - Terse dianya jalur angku tan perinti s dan layana n angku tan melalu i jalur perinti s - Terse dianya jalur angku tan perinti s dan layana n angku tan melalu i jalur perinti s - APB D/AP BN Dinas Perhu bunga n, Keme ntrian Perhu bunga n Lv.3.1 .2. Optim alisasi Manaj emen Lalu Lintas Cerda s dan Penge ndalia n Lingku ngan. Progra m Penyel enggar aan Lalu Lintas dan Angkut an Jalan (LLAJ) Terse diany a sistem penge ndalia n lalu lintas berba sis teknol ogi inform asi 19.5. Pers enta se jalur trans porta si umu m yang dilen gkap i deng Lv.3. 1.2.P. 1. Peng emba ngan siste m penge ndalia n lalu lintas berba sis teknol - - Penye diaan ATCS Wilay ah Kulon Progo (tahap 1) 40.000 .000.0 00 Penye diaan ATCS Wilay ah Kulon Progo (tahap 2) 25.000 .000.0 00 - - - - APB N Dinas Perhu bunga n, Dinas Perhu bunga n DIY, Keme ntrian Perhu bunga n MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 54 Sub- Dimen si Strate gi Progra m (SIPD) Indik ator Kinerj a Indi kato r SNI 3712 2 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sum ber Dana Leadi ng Secto r 2030 2031 2032 2033 2034 Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. (ATC S) an siste m lang sung (real- time) yang dapa t diaks es publi k ogi inform asi (ATC S) Lv.3.1 .2. Optim alisasi Manaj emen Lalu Lintas Cerda s dan Penge ndalia n Lingku ngan. Penyel enggar aan Keistim ewaan Yogyak arta Urusan Tata Ruang Jumla h APJ Pintar yang tersed ia 19.9. Pers enta se lamp u lalu lintas yang cerd as Lv.3.1. 2.P.2. Pening katan kualita s APJ Pintar berbasi s digital Pemb angun an APJ Pintar 5.000.0 00.000 Pemb angun an APJ Pintar 5.000. 000.00 0 Pemb angun an APJ Pintar 5.000. 000.00 0 Pemb angun an APJ Pintar 5.000.0 00.000 Pemb angun an APJ Pintar 5.000. 000.00 0 APB D/ DAIS Dinas Perhu bunga n Lv.3.1 .3. Pemb angun an Infrast ruktur Mobilit as Aktif Progra m Penyel enggar aan Lalu Lintas dan Angkut Tingk at kualita s layan an Pengu jian Kenda raan 19.3. Pers enta se kend araa n yang terda ftar Lv.3.1. 3.P.1. Pening katan layana n penguji an Kendar aan Penin gkatan layana n penguj ian Kenda raan Bermo tor - Penin gkatan layana n penguj ian Kenda raan Bermo tor - Penin gkatan layana n penguj ian Kenda raan Bermo tor - Penin gkatan layana n penguj ian Kenda raan Bermo tor 150.00 0.000 Penin gkatan layana n penguj ian Kenda raan Bermo tor APB D Dinas Perhu bunga n, Keme ntrian Perhu bunga n MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 55 Sub- Dimen si Strate gi Progra m (SIPD) Indik ator Kinerj a Indi kato r SNI 3712 2 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sum ber Dana Leadi ng Secto r 2030 2031 2032 2033 2034 Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. dan Inklusi f. an Jalan (LLAJ) Berm otor di kota yang meru paka n kend araa n rend ah emisi Bermot or Berbas is Digital Berba sis Digital Berba sis Digital Berba sis Digital Berba sis Digital Berba sis Digital Lv.3.1 .2. Optim alisasi Manaj emen Lalu Lintas Cerda s dan Penge ndalia n Lingku ngan. Progra m Penyel enggar aan Lalu Lintas dan Angkut an Jalan (LLAJ) Penin gkata n layan an inform asi tilang angku tan umum /baran g berba sis digital 19.5. Pers enta se jalur trans porta si umu m yang dilen gkap i deng an siste m lang sung (real- time) yang dapa t diaks es Lv.3.1. 2.P.3. Layana n informa si tilang angkut an umum/ barang berbasi s digital Penin gkatan layana n inform asi tilang angkut an umum/ baran g berbas is digital - Penin gkatan layana n inform asi tilang angkut an umum/ baran g berbas is digital - Penin gkatan layana n inform asi tilang angkut an umum/ baran g berbas is digital - Penin gkatan layana n inform asi tilang angkut an umum/ baran g berbas is digital - Penin gkatan layana n inform asi tilang angkut an umum/ baran g berbas is digital - APB D Dinas Perhu bunga an MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 56 Sub- Dimen si Strate gi Progra m (SIPD) Indik ator Kinerj a Indi kato r SNI 3712 2 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sum ber Dana Leadi ng Secto r 2030 2031 2032 2033 2034 Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. Targe t Kinerj a Angg. publi k 4.5 PETA JALAN SMART SOCIETY Tabel 4. 9 Peta Jalan Smart Society Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) Sub- Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikat or SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sum ber Dan a Leadi ng Secto r 2025 2026 2027 2028 2029 Tar get Kin erja Angg. Tar get Kin erja Angg. Tar get Kin erja Angg. Tar get Kin erja Angg. Tar get Kin erja Angg. Interak si Masyar akat yang Efisien Ekosist em Belajar S.2.1.1. Transfor masi Digital Pendidik an Berkelan jutan dari Hulu ke Hilir. Program Pengelol aan Pendidik an
1.Skor kema mpua n literas i dan nume rasi SD
2.Skor kema mpua n literas i dan 6.1. Persen tase popula si kota denga n kecaka pan profesi onal di lebih dari satu bahasa S.2.1.1. P.1. Moral Technol ogy School Pembela jaran Numera si dengan metode Gasing (Gampa ng asyik 1.66. 7 2.78. 1 487.60 0.000 1.69. 4 2.79. 4 492.00 0.000 1.72. 1 2.80. 7 544.75 0.000 1.74. 8 2.82 571.90 0.000 1.77. 5 2.83. 3 594.00 0.000 APB D, BAZ NAS Dinas Pendi dikan Pemu da dan Olahr aga MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 57 Sub- Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikat or SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sum ber Dan a Leadi ng Secto r 2025 2026 2027 2028 2029 Tar get Kin erja Angg. Tar get Kin erja Angg. Tar get Kin erja Angg. Tar get Kin erja Angg. Tar get Kin erja Angg. nume rasi SMP. 1. menyen angkan) S.2.1.2. Gerakan Literasi Digital Inklusif dan Berkelan jutan. Program Pembinaa n Perpustak aan TGM (Tingkat Kegemaran Membaca 17.3 Jumlah buku perpust akaan umum dan judul e- book per 100.00 0 pendud uk S.2.1.2.P .1. Mimpi Kurcaci 8 Kali 7.252. 000 10 Kali 7.252. 000 12 Kali 7.252. 000 14 Kali 7.252. 000 16 Kali 7.252. 000 APB D Disper pusip Sistem Keama nan dan Kesela matan Masyar akat S.3.1.1. Pengem bangan Ekosiste m Keaman an Digital Terpadu dan Respons if. Program Pengelol aan Pendidik an Persentase penguatan karakter - S.3.1.1.P .1. Penguat an Tim Pencega han dan Penanga nan Kekeras an (TPPK) di Satuan Pendidik an 58.5 % 71.100 .000 59.1 2% 73.400 .000 59.8 2% 175.00 0.000 60.5 2% 183.70 0.000 61.2 2% 192.90 0.000 APB D Dinas Pendi dikan Pemu da dan Olahr aga S.3.1.1. Pengem bangan Program Penangg Jumlah laporan kejadian 15.1. Persen tase S.3.1.1.P .2. 100 lapo ran 150.00 0.000 200 lapo ran 150.00 0.000 300 lapo ran 150.00 0.000 400 lapo ran 150.00 0.000 500 lapo ran 150.00 0.000 APB D BPBD MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 58 Sub- Dimen si Strategi Program (SIPD) Indikator Kinerja Indikat or SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Sum ber Dan a Leadi ng Secto r 2025 2026 2027 2028 2029 Tar get Kin erja Angg. Tar get Kin erja Angg. Tar get Kin erja Angg. Tar get Kin erja Angg. Tar get Kin erja Angg. Ekosiste m Keaman an Digital Terpadu dan Respons if. ulangan bencana bencana masyaraka t via aplikasi area kota yang dicaku p oleh kamera pengint ai digital Smart Voluntee r Digital System S.3.1.1. Pengem bangan Ekosiste m Keaman an Digital Terpadu dan Respons if Program Penangg ulangan bencana dan Program Pencega han, Penangg ulangan, Penyelam atan Kebakara n Dan Penyelam atan Non Kebakara n Jumlah personel TRC dan damkar terlatih 15.1. Persen tase area kota yang dicaku p oleh kamera pengint ai digital S.3.1.1.P .3. Diklat TRC & Damkar mat berbasis kompete nsi 10 pers onel 100.00 0.000 – 300.00 0.000 20 pers one 200.00 0.000 – 300.00 0.000 50 pers one 200.00 0.000 – 300.00 0.000 50 pers one 200.00 0.000 – 300.00 0.000 50 pers one 200.00 0.000 – 300.00 0.000 APB D, BNP B BPBD Tabel 4. 10 Peta Jalan Smart Society Jangka Panjang (2030-2034) MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 59 Sub- Dime nsi Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikat or SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Dan a Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Targ et Kine rja Angg. Targ et Kine rja Angg. Targ et Kine rja Angg. Targ et Kine rja Angg. Targ et Kine rja Angg. Intera ksi Masya rakat yang Efisien S.1.1.1. Penge mbanga n Platfor m Partisip asi Publik dan Kesejah teraan Digital Terpad u Program Perlindu ngan Dan Jaminan Sosial Prosent ase Perlind ungan sosial 13.4. Persen tase anggar an kota yang dialoka sikan untuk penye diaan progra m yang ditujuk an untuk menje mbata ni kesenj angan digital S.1.1.1. P.1. Tuan Nonaku 3271 oran g 7.165. 389.40 0 3271 oran g 7.165. 389.40 0 3271 oran g 7.165. 389.40 0 3271 oran g 7.165. 389.40 0 3271 oran g 7.165. 389.40 0 AP BD Dinas Sosial Pember dayaan Peremp uan dan Perlind ungan Anak Ekosis tem Belaja r S.2.1.1. Transfor masi Digital Pendidik an Berkela njutan dari Hulu ke Hilir. Program Pengem bangan Sumber Daya Manusia Persent ase ASN yang memen uhi Pengem bangan Kompet ensi 6.3. Jumlah tingkat pendidi kan tinggi sains, teknolo gi, teknik dan matem atika (STEM) per 100.00 0 S.2.1.1. P.2. Optimali sasi Tata Kelola Manaje men ASN (Penge mbanga n Sumber Daya Manusia 49,3 9% 837.98 0.000 50,3 0% 852.00 0.000 51,3 0% 867.00 0.000 52,3 0% 882.00 0.000 53,3 0% 897.00 0,000 APB D Kab. Kulo n PRo go BKPSD M MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 60 Sub- Dime nsi Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikat or SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Dan a Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Targ et Kine rja Angg. Targ et Kine rja Angg. Targ et Kine rja Angg. Targ et Kine rja Angg. Targ et Kine rja Angg. pendud uk Aparatur Sipil Negara) S.2.1.1. Transfo rmasi Digital Pendidi kan Berkela njutan dari Hulu ke Hilir. Program Pengelol aan Pendidik an 1.Skor kemam puan literasi dan numera si SD 2.Skor kemam puan literasi dan numera si SMP 6.1. Persen tase popula si kota denga n kecaka pan profesi onal di lebih dari satu bahas a S.2.1.1. P.1. Moral Technol ogy School Pembel ajaran Numera si dengan metode Gasing (Gampa ng asyik menyen angkan) 1.79. 5 2.84. 3 632.10 0.000 1. 80.5 2.85. 3 651.10 0.000 1.81. 5 2.86. 3 670.60 0.000 1.82. 5 2.87. 3 690.70 0.000 1.83. 5 2.88. 3 711.00 0.000 APB D, BAZ NAS Dinas Pendidi kan Pemuda dan Olahrag a S.2.1.1. Transfo rmasi Digital Pendidi kan Berkela njutan dari Hulu ke Hilir. Program pengelol aan sekolah
1.Angka Partisip asi Sekolah (APS) Usia 5- 6 tahun
2.Angka Partisip asi Sekolah (APS) Usia 7- 15 tahun
3.Angka Partisip asi Sekolah (APS) 6.2. Jumlah komput er, laptop, tablet atau perang kat pembel ajaran digital lainnya yang tersedi a per 1.000 siswa S.2.1.1. P.3. Digitalis asi Sekolah (Digitalis asi sekolah (lanjutan ), Pengem bangan Pembel ajaran e- learning program kesetara an) 1.98. 91% 2.99. 13% 3.18. 10% 1.25M 1.98. 95% 2.99. 16% 3.18. 30% 1,29M 1.99. 11% 2.99. 19% 3.18. 50% 1.33M 1.99. 25% 2.99. 22% 3.17. 14% 1.37M 1.99. 31% 2.99. 25% 3.17. 91% 1.41M APB D, APB N Dinas Pendidi kan Pemuda dan Olahrag a MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 61 Sub- Dime nsi Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikat or SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Dan a Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Targ et Kine rja Angg. Targ et Kine rja Angg. Targ et Kine rja Angg. Targ et Kine rja Angg. Targ et Kine rja Angg. Kesetar aan Usia 7- 18 tahun Siste m Keam anan dan Kesel amata n Masya rakat S.3.1.2. Pelemb agaan Sistem Peringat an Dini Bencan a Berbasi s Komunit as dan Teknolo gi, Program penangg ulangan bencana Jumlah kalurah an tangguh bencan a 15.1. Persen tase area kota yang dicaku p oleh kamera pengint ai digital S.3.1.2. P.1. Tangga p Bencan a Mandiri 30 kalur ahan 100.00 0.000 – 250.00 0.000 35 kalur ahan 100.00 0.000 – 250.00 0.000 40 kalur ahan 100.00 0.000 – 250.00 0.000 45 kalur ahan 100.00 0.000 – 250.00 0.000 50 kalur ahan 100.00 0.000 – 250.00 0.000 APB D, CS R, BNP B BPBD S.3.1.2. Pelemb agaan Sistem Peringat an Dini Bencan a Berbasi s Komunit as dan Teknolo gi, Program penangg ulangan bencana Jumlah pos damkar aktif & berfung si 15.1. Persen tase area kota yang dicaku p oleh kamera pengint ai digital S.3.1.2. P.2. Pos Damkar Mandiri Berbasi s Teknolo gi 4 pos 2.000. 000.00 0 – 5.000. 000.00 0 4 pos 2.000. 000.00 0 – 5.000. 000.00 0 5 pos 2.000. 000.00 0 – 5.000. 000.00 0 5 pos 2.000. 000.00 0 – 5.000. 000.00 0 ≥ 5 pos 2.000. 000.00 0 – 5.000. 000.00 0 APB D, DAK , BNP B, DAI S BPBD S.3.1.2. Pelemb agaan Sistem Peringat an Dini Program Pencega han, Penangg ulangan, Penyela Jumlah TRC , damkar dan relawan bersertif 15.1. Persen tase area kota yang S.3.1.2. P.3. TRC Damkar dan Relawa 70 pers onel 200.00 0.000 – 300.00 0.000 900 pers onel 200.00 0.000 – 300.00 0.000 100 pers onel 200.00 0.000 – 300.00 0.000 120 pers onel 200.00 0.000 – 300.00 0.000 ≥120 pers onel 200.00 0.000 – 300.00 0.000 APB D, BNP B BPBD MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 62 Sub- Dime nsi Strateg i Progra m (SIPD) Indikat or Kinerja Indikat or SNI 37122 Inovasi Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Dan a Leadin g Sector 2030 2031 2032 2033 2034 Targ et Kine rja Angg. Targ et Kine rja Angg. Targ et Kine rja Angg. Targ et Kine rja Angg. Targ et Kine rja Angg. Bencan a Berbasi s Komunit as dan Teknolo gi, matan Kebakar an Dan Penyela matan Non Kebakar an ikasi nasiona l dicaku p oleh kamera pengint ai digital n Profesio nal dengan Sertifika si Kompet ensi S.3.1.1. Pengem bangan Ekosist em Keaman an Digital Terpadu dan Respon sif. Program Pencega han, Penangg ulangan, Penyela matan Kebakar an Dan Penyela matan Non Kebakar an Cakupa n wilayah rawan dengan EWS 15.1. Persen tase area kota yang dicaku p oleh kamera pengint ai digital S.3.1.1. P.4. EWS IoT Terinteg rasi Nasiona l 55% 100.00 0.000 – 200.00 0.000 60% 100.00 0.000 – 200.00 0.000 65% 100.00 0.000 – 200.00 0.000 70% 100.00 0.000 – 200.00 0.000 75% 100.00 0.000 – 200.00 0.000 APB D, BNP B BPBD Siste m Keam anan dan Kesel amata n Masya rakat S.3.1.1. Pengem bangan Ekosist em Keaman an Digital Terpadu dan Respon sif. Program Pengelol aan Pendidik an Persent ase penguat an karakter - S.3.1.1. P.1. Penguat an Tim Penceg ahan dan Penang anan Kekeras an (TPPK) di Satuan Pendidik an 62.2 2% 208.00 0.000 63.2 2% 214.00 0.000 64.2 2% 221.00 0.000 65.2 2% 228.00 0.000 66.2 2% 234.00 0.000 APB D Dinas Pendidi kan Pemuda dan Olahrag a MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 63 4.6 PETA JALAN SMART ENVIRONMENT Tabel 4. 11 Peta Jalan Smart Environment Jangka Pendek - Menengah (2025 – 2029) SubDi mensi Strate gi Progr am (SIPD ) Indikator Kinerja Indik ator SNI 37122 Inova si Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Da na Lea din g Sec tor 2025 2026 2027 2028 2029 Tar get Kin erja An gg . Target Kinerja Angg . Target Kinerja Angg . Target Kinerja Angg . Target Kinerja Angg . Menge mbangk an Progra m Perlind ungan Lingkun gan Hidup Menge mbangk an Tata Kelola Sampa h dan Limbah En.2.1 .1. Pemb angun an Ekosis tem Penge lolaan Samp ah Terpa du Berba sis Digital Progr am pengu ranga n timbul an samp ah Terbentu knya 1 Bank sampah Induk setiap Keluraha n/Kalurah an 16.1 perse ntase popul asi kota yang memil iki pengu mpula n samp ah dari pintu ke pintu denga n pema ntaua n individ En.2. 1.1.P. 1. Pemb entuk an 1 Bank Samp ah Induk setiap Kelura han/ Kalura han Terb itnya SE Bup ati 25 kaluraha n/kelurah an 271.0 00.00 0 43 kalurahan /keluraha n) 2. 3. 300.0 00.00 0 66 kalurahan /keluraha n) 2. 3. 330.0 00.00 0 88 kalurahan /keluraha n) 2. 3. 360.0 00.00 0 AP BD, DAI S DL H MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 64 SubDi mensi Strate gi Progr am (SIPD ) Indikator Kinerja Indik ator SNI 37122 Inova si Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Da na Lea din g Sec tor 2025 2026 2027 2028 2029 Tar get Kin erja An gg . Target Kinerja Angg . Target Kinerja Angg . Target Kinerja Angg . Target Kinerja Angg . u terhad ap jumla h samp ah rumah tangg a 16.4 prese ntase dari jumla h total samp ah plastik yang di daur ulang di kota … En.2.1 .1. Pemb angun an Ekosis tem Penge lolaan Samp ah Terpa Progr am peng urang an timbul an samp ah Adanya pelapor an terkait volume timbulan sampah yang masuk, volume sampah yang 16.1 perse ntase popul asi kota yang memil iki pengu mpula n En.2. 1.1.P. 2. Pemb uatan web Sikom pas (Siste m Inform asi Pela pora n dilak uka n oleh 135 ban k sam pah - Pelapora n dilakukan oleh 160 bank sampah 271.0 00.00 0 Pelapora n dilakukan oleh 181 bank sampah 300.0 00.00 0 Pelapora n dilakukan oleh 201 bank sampah 330.0 00.00 0
1.Seluruh kelompo k pengelol a sampah yang sudah teregiste r di DLH Kulon Progo 360.0 00.00 0 AP BD, DAI S DL H MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 65 SubDi mensi Strate gi Progr am (SIPD ) Indikator Kinerja Indik ator SNI 37122 Inova si Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Da na Lea din g Sec tor 2025 2026 2027 2028 2029 Tar get Kin erja An gg . Target Kinerja Angg . Target Kinerja Angg . Target Kinerja Angg . Target Kinerja Angg . du Berba sis Digital. terkelola dan tidak dari setiap kelompo k pengelol a sampah samp ah dari pintu ke pintu denga n pema ntaua n individ u terhad ap jumla h samp ah rumah tangg a 16.4 prese ntase dari jumla h total samp ah plastik yang di daur ulang di kota Kelom pok Penge lola Samp ah) yan g sud ah ada MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 66 SubDi mensi Strate gi Progr am (SIPD ) Indikator Kinerja Indik ator SNI 37122 Inova si Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Da na Lea din g Sec tor 2025 2026 2027 2028 2029 Tar get Kin erja An gg . Target Kinerja Angg . Target Kinerja Angg . Target Kinerja Angg . Target Kinerja Angg . Tata Kelola Energi Tabel 4. 12 Peta Jalan Smart Environment Jangka Panjang (2030-2034) Sub- Dimensi Strate gi Progra m (SIPD) Indikat or Kinerj a Indikat or SNI 37122 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Dan a Lea din g Sec tor 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerj a Angg. Target Kinerj a Angg. Target Kinerj a Angg. Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg. Mengem bangkan Program Perlindun gan Lingkung an Hidup Pengura ngan sampah melalui batasan timbulan sampah En.2.1 .3. Optim alisasi Infrast ruktur dan Regul asi Penge lolaan Samp ah. Progra m pengel olaan persam pahan 0% Sampa h residu ke TPA (semu a sampa h terolah di sumbe r, di daur ulang, atau dimanf 16.1 persen tase popula si kota yang memili ki pengu mpulan sampa h dari pintu ke pintu denga n En.2.1. 3.P.1. Zero Waste 1.95% masyar akat mener apkan prinsip 3R (Reduc e, Reuse, Recycl e) Tingka t penan ganan 60 % 390.0 00.00 0 Tingka t penan ganan 70 % 420.0 00.00 0 Tingka t penan ganan 80 % 450.0 00.00 0 Tingka t penan ganan 90 % 480.0 0.000 Tingka t penan ganan 100 % 510.0 00.00 0 APB N, DAI S, APB D DLH MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 67 Sub- Dimensi Strate gi Progra m (SIPD) Indikat or Kinerj a Indikat or SNI 37122 Inovas i Target Kinerja/Anggaran (dalam juta rupiah) Su mb er Dan a Lea din g Sec tor 2030 2031 2032 2033 2034 Target Kinerj a Angg. Target Kinerj a Angg. Target Kinerj a Angg. Target Kinerj a Angg . Target Kinerj a Angg. aatkan kembal i) peman tauan individ u terhad ap jumlah sampa h rumah tangga 16.4 presen tase dari jumlah total sampa h plastik yang di daur ulang di kota 2.0% sampa h residu ke TPA (semua sampa h terolah di sumbe, didaur ulang, atau dimanf aatkan kembal i) Tata Kelola Energi MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 0 KATA PENGANTAR Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera bagi kita semua, Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, karunia, dan petunjuk-Nya sehingga proses penyusunan Buku Masterplan Smart City Kabupaten Kulon Progo Tahun 2025–2034 dapat diselesaikan dengan baik. Dokumen ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta yang Formatted MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 1 KATA PENGANTAR Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera bagi kita semua, Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, karunia, dan petunjuk-Nya sehingga proses penyusunan Buku Masterplan Smart City Kabupaten Kulon Progo Tahun 2025–2034 dapat diselesaikan dengan baik. Dokumen ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta yang memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih cerdas, inklusif, dan berkelanjutan. Transformasi menuju Smart City bukan sekadar tren global, melainkan sebuah keniscayaan dalam menghadapi tantangan zaman. Kota-kota besar seperti Tokyo, Seoul, Amsterdam, dan Singapura telah membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi digital yang terintegrasi dengan partisipasi masyarakat mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas hidup warganya. Kabupaten Kulon Progo pun mengambil langkah strategis untuk tidak hanya mengikuti arus perubahan, tetapi menjadi pelopor inovasi daerah yang berakar pada kearifan lokal dan berorientasi pada masa depan. Melalui Masterplan ini, Kabupaten Kulon Progo menetapkan arah pembangunan berbasis enam dimensi Smart City: Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment. Visi yang ingin diwujudkan adalah: " Terwujudnya Kulon Progo yang makmur, mandiri, religius, berbudaya, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi cerdas, inovasi, dan kolaborasi yang inklusif." Visi ini menjadi landasan dalam merancang program, kebijakan, dan infrastruktur digital yang selaras dengan RPJMD, SNI ISO 37122, dan agenda pembangunan nasional. Akhir kata, semoga Buku Masterplan Smart City ini tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi, rujukan strategis, dan pemantik kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Kulon Progo yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing melalui pendekatan Smart City. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kabupaten Kulon Progo, September 2025 Bupati Kulon Progo DR. H. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., MM MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 1 SAMBUTAN DEWAN SMART CITY Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera bagi kita semua, Segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Smart City hingga penyusunan Buku Masterplan Smart City Kabupaten Kulon Progo Tahun 2025–2034 dapat berjalan dengan baik dan lancar. Smart City merupakan wujud nyata dari inovasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang berorientasi pada pemanfaatan teknologi, data, dan kolaborasi lintas sektor. Konsep ini hadir sebagai jawaban atas berbagai tantangan pembangunan daerah, mulai dari efisiensi layanan, peningkatan partisipasi masyarakat, hingga penguatan daya saing daerah di era digital. Oleh karena itu, seluruh jajaran perangkat daerah, camat, dan pemangku kepentingan di Kabupaten Kulon Progo telah menyatakan komitmen bersama untuk mendukung transformasi menuju Kabupaten Cerdas yang inklusif dan berkelanjutan. Dewan Smart City Kabupaten Kulon Progo berperan sebagai pengarah dan pengawal strategi, memastikan bahwa setiap langkah pembangunan Smart City senantiasa selaras dengan visi daerah, RPJMD, dan standar nasional maupun internasional. Kami percaya bahwa sinergi antara perencanaan, pengembangan, dan implementasi akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan ekosistem digital yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Harapan kami, melalui Masterplan ini, Kabupaten Kulon Progo dapat membangun fondasi yang kuat untuk menghadirkan layanan publik yang lebih cerdas, meningkatkan produktivitas sumber daya, serta memperkuat identitas dan daya saing daerah di tingkat nasional maupun global. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kabupaten Kulon Progo, September 2025 Sekretaris Dewan Smart City MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 2 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................................................................. 1 SAMBUTAN DEWAN SMART CITY ........................................................................................ 2 DAFTAR GAMBAR ................................................................................................................... 5 DAFTAR TABEL ....................................................................................................................... 6 “Kulon Progo yang Sejahtera, Maju, Mandiri, Berbudaya & Berkelanjutan (SEMARAK)”. Visi tersebut memiliki akronim SEMARAK yang dipilih untuk menggambarkan kondisi Kabupaten Kulon Progo di masa depan. Kata “Semarak” memiliki arti kemuliaan, kemegahan, keelokan. Kata ini mengandung harapan bahwa pada 2045 nanti Kabupaten Kulon Progo telah menjadi kabupaten yang maju penuh dengan kemegahan dan kemuliaan dan tetap elok. Visi pada RPJPD kemudian diturunkan menjadi 4 misi sebagai berikut:
1.Mewujudkan manusia Kulon Progo berbudaya, maju, dan sejahtera.
2.Meningkatkan kemandirian dan daya saing ekonomi daerah serta menciptakan pemerataan ekonomi.
3.Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif serta masyarakat yang aman dan religius, dan demokratis.
4.Mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan serta lingkungan yang lestari dan tangguh bencana. Pada tahun 2024, Kabupaten Kulon Progo telah memilih Bupati dan Wakil Bupati untuk periode 2024-2029. Periode ini juga akan menjadi periode pertama dalam pelaksanaan RPJPD 2025-2045. Fokus utama pembangunan daerah pada periode ini adalah penguatan fondasi pembangunan melalui respon kebijakan yang tepat sesuai isu strategis atau tantangan yang mengemuka pada periode 2025-2029 untuk memastikan keberlanjutan dan kesinambungan pembangunan di masa mendatang. Perencanaan pembangunan daerah Kab. Kulon Progo pada periode ini telah dituliskan melalui Dokumen Rancangan Akhir RPJMD Kab. Kulon Progo 2025-2029. Berdasarkan rancangan akhir tersebut, dalam menjalankan pemerintahan, Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2025-2029 mengusung visi pembangunan daerah sebagai berikut: “Terwujudnya Kulon Progo yang Makmur, Mandiri, Religius, Berbudaya, yang Berkelanjutan” Lebih lanjut, kata dalam visi tersebut dijabarkan sebagai berikut:
1.Makmur: Pembangunan lima tahun mendatang diharapkan mampu mewujudkan kondisi masyarakat yang makmur, di mana kesejahteraan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat secara merata. Masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, serta memiliki akses yang layak terhadap pendidikan dan kesehatan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan memiliki pendapatan yang memadai untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, disertai dengan terciptanya peluang kerja yang luas dan lingkungan ekonomi yang stabil. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 2
2.Mandiri: Pembangunan lima tahun mendatang diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang mandiri, yaitu masyarakat yang memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa bergantung sepenuhnya pada pihak lain. Hal ini diwujudkan melalui pengembangan potensi lokal, pemberdayaan sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi yang relevan. Dengan semangat kemandirian, masyarakat diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan global dan menjaga keberlanjutan pembangunan melalui inovasi, kreativitas, dan kerja sama komunitas.
3.Pembangunan lima tahun mendatang diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai religius yang kuat dalam kehidupan masyarakat dan aparatur pemerintah. Masyarakat yang religius diharapkan memiliki keyakinan yang kokoh terhadap ajaran agama yang dianut, yang tercermin dalam sikap, perilaku, dan tindakan sehari-hari. Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi landasan moral dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat dan bernegara, sehingga tercipta harmoni sosial yang dilandasi oleh toleransi, rasa hormat, dan solidaritas antar umat beragama.
4.Berbudaya: Pembangunan lima tahun mendatang diharapkan mampu melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat yang berkelanjutan. Nilai-nilai luhur budaya dijunjung tinggi dan ditanamkan dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari pemikiran, sikap, hingga aktivitas sehari-hari. Aspek pendidikan dalam budaya akan menentukan terwujudnya profil pelajar Pancasila, yaitu: Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia, Berkebinekaan Global, Gotong Royong, Mandiri, Bernalar Kritis, Kreatif.
5.Berkelanjutan: Pembangunan lima tahun mendatang diharapkan memperhatikan kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam. Dengan cara ini, budaya lokal yang kaya dapat diwariskan kepada generasi mendatang tanpa mengorbankan ekosistem dan lingkungan hidup, menciptakan harmoni antara tradisi dan modernisasi. Visi Kabupaten Kulon Progo tahun 2025-2029 tersebut kemudian diturunkan menjadi 4 (empat) misi pembangunan. Penjelasan komprehensif terkait misi-misi tersebut sebagai berikut:
1.Misi Pertama: Mewujudkan Masyarakat Kulon Progo Makmur, Berbudaya, dan Religius. Pembangunan lima tahun mendatang diarahkan untuk menciptakan masyarakat yang makmur, di mana setiap individu dapat menikmati kesejahteraan lahir dan batin. Upaya ini mencakup pemenuhan kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, pangan, dan pendapatan yang layak. Selain itu, masyarakat Kulon Progo diharapkan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, seperti kesantunan, kesopanan, dan penghormatan terhadap adat istiadat. Di sisi lain, penguatan nilai-nilai religius yang berlandaskan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa juga menjadi prioritas, guna menciptakan masyarakat yang berakhlak mulia, bermoral, dan harmonis dalam kehidupan beragama. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 3
2.Misi Kedua: Meningkatkan Kemandirian dan Daya Saing Daerah serta Menciptakan Pemerataan Ekonomi. Pembangunan diarahkan untuk meningkatkan kemandirian daerah dengan memanfaatkan potensi lokal secara maksimal dan berkelanjutan. Hal ini melibatkan pengembangan sektor-sektor unggulan, seperti pertanian, industri, dan pariwisata, yang berbasis pada ekonomi kerakyatan. Pembangunan difokuskan pada pemberdayaan masyarakat agar memiliki keterampilan dan kapasitas untuk berkontribusi dalam perekonomian lokal. Dengan peningkatan daya saing produk daerah yang bernilai tambah tinggi, diharapkan ekonomi daerah dapat berkembang secara merata, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang masih tertinggal.
3.Misi Ketiga: Mewujudkan Tata Kelola Pemerintah yang Good Governance, Aspiratif serta Mewujudkan Masyarakat yang Aman dan Demokratis. Pembangunan lima tahun mendatang menitikberatkan pada tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) melalui transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik. Pemerintah diharapkan mampu memberikan pelayanan publik yang prima dan responsif terhadap aspirasi masyarakat. Dalam lingkungan yang aman dan demokratis, masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan tenang dan damai. Stabilitas sosial akan dijaga melalui penegakan hukum yang adil, konsisten, dan non diskriminatif, dengan menumbuhkan rasa percaya antar stakeholder pembangunan. Demokrasi yang sehat akan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
4.Misi Keempat: Mewujudkan Pemerataan Pembangunan Infrastruktur Lingkungan yang Lestari dan Tangguh Bencana. Pembangunan infrastruktur diarahkan untuk mendukung pemerataan antar wilayah, dengan fokus pada peningkatan aksesibilitas dan konektivitas antar pusat pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur yang berkualitas akan mempercepat distribusi barang dan jasa, menurunkan biaya produksi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pembangunan dilakukan dengan prinsip keberlanjutan, memperhatikan pelestarian lingkungan, serta mitigasi risiko bencana alam. Sebagai daerah yang rentan terhadap kerusakan lingkungan dan bencana, pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara hati-hati untuk mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem dan menjamin keberlanjutan manfaat bagi generasi mendatang. Infrastruktur tangguh yang dirancang sesuai dengan potensi dan risiko daerah akan menjadi dasar bagi terciptanya lingkungan yang aman dan produktif. Selanjutnya, analisis keterkaitan visi misi RPJMD Kab. Kulon Progo dengan Enam Dimensi Smart City dapat dilihat pada tabel berikut: MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 1 Tabel 1. 1 Pemetaan Misi dan Sasaran RPJMD Kabupaten Kulon Progo Terhadap Dimensi Smart City Misi RPJMD Tujuan RPJMD Sasaran RPJMD Dimensi Smart City S. Govern ance S. Brandi ng S. Econ omy S. Living S. Socie ty S. Envir onme nt MISI 1: Mewujudkan Masyarakat Kulon Progo Makmur, Berbudaya dan Religius Meningkatnya Sumber Daya Manusia yang Berkualitas Meningkatnya Derajat Kesehatan Masyarakat Meningkatnya Kualitas Pendidikan Masyarakat Meningkatnya Kemakmuran Masyarakat Kulon Progo Meningkatnya Taraf Hidup Masyarakat Mewujudkan Masyarakat Kulon Progo yang Berbudaya dan Religius Meningkatnya Peran Keberagamaan dan Kebudayaan dalam Kehidupan Bermasyarakat MISI 2: Meningkatkan Kemandirian dan Daya saing Daerah serta Menciptakan Pemerataan Ekonomi Meningkatnya Kemandirian dan Daya Saing Daerah Meningkatnya Kemandirian Daerah Meningkatnya Daya Saing Daerah Meningkatnya Pemerataan Ekonomi Daerah Menurunnya Pengangguran MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 2 Misi RPJMD Tujuan RPJMD Sasaran RPJMD Dimensi Smart City S. Govern ance S. Brandi ng S. Econ omy S. Living S. Socie ty S. Envir onme nt MISI 3: Mewujudkan Tata Kelola Pemerintah yang Good Governance, Aspiratif serta Mewujudkan Masyarakat yang Aman dan Demokratis Meningkatnya Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelayanan Publik yang Responsif dan Akuntabel Meningkatnya Kehidupan Bermasyarakat yang Aman dan Demokratis Meningkatnya Keamanan, Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat MISI 4: Mewujudkan Pemerataan Pembangunan Infrastruktur, Lingkungan yang Lestari dan Tangguh Bencana Meningkatnya Pemerataan Pembangunan Infrastruktur Meningkatnya Kesesuaian Peruntukan Ruang Meningkatnya Pelayanan Infrastruktur Daerah Meningkatnya Lingkungan yang Lestari dan Tangguh Bencana Meningkatnya Pengelolaan Kualitas Lingkungan Hidup Meningkatnya Ketangguhan Terhadap Bencana MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 1 2.1 VISI & MISI SMART CITY Mempertimbangkan kondisi kesiapan, visi, misi dan program unggulan Kabupaten Kulon Progo, maka perlu ditetapkan visi pembangunan Smart City. Visi Misi Smart City Kabupaten Kulon Progo, yaitu: "Terwujudnya Kulon Progo yang makmur, mandiri, religius, berbudaya, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi cerdas, inovasi, dan kolaborasi yang inklusif." Sedangkan Misi Smart City Kabupaten Kulon Progo, yaitu :
a.Mewujudkan tata kelola pemerintahan dan layanan publik yang transparan, akuntabel, efisien, dan partisipatif melalui pemanfaatan data dan teknologi.
b.Mengembangkan identitas dan daya saing Kulon Progo melalui integrasi ekosistem pariwisata, penguatan produk unggulan daerah, pengembangan ekosistem bisnis, serta penataan ruang kota yang indah, nyaman, dan berkarakter budaya.
c.Meningkatkan kemandirian ekonomi daerah melalui pengembangan agribisnis, penguatan UMKM, digitalisasi ekonomi, pengembangan ekosistem industri kreatif, menuju masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing.
d.Mewujudkan kehidupan masyarakat yang layak, sehat, dan harmonis melalui perencanaan tata ruang yang berkelanjutan, peningkatan konektivitas dan mobilitas, serta penguatan layanan kesehatan dan sosial berbasis teknologi.
e.Mendorong terciptanya masyarakat yang religius, berbudaya, inklusif, aman, dan tertib melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung interaksi sosial, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan literasi digital.
f.Menjaga kelestarian lingkungan berkelanjutan melalui perlindungan dan pengelolaan sumber daya, pengelolaan limbah dan sampah, serta tata kelola energi berkelanjutan. 2.2 SASARAN SMART CITY DAERAH Sasaran Smart City Kabupaten Kulon Progo dirumuskan sebagai langkah terukur untuk menerjemahkan visi dan misi RPJMD ke dalam implementasi enam dimensi Kota Cerdas. Sasaran-sasaran ini dirancang untuk menjawab isu-isu strategis dan tantangan pembangunan yang dihadapi daerah, dengan mengedepankan pendekatan inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Berikut adalah sasaran untuk setiap dimensi Smart City, yang juga dilengkapi dengan sistem kodifikasi yang mengacu pada panduan penyusunan Masterplan Smart City. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 2 2.2.1 SMART GOVERNANCE (G) Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, transparan, dan berintegritas melalui reformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan publik yang terintegrasi, dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan kepuasan Masyarakat. Tabel 2. 1 Sasaran Smart Governance Sub Dimensi 1: G.1. Pelayanan Publik (Public Service) G.1.1. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang responsif, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan warga. Sasaran ini dirancang untuk mengatasi fluktuasi pada Indeks Pelayanan Publik dan memastikan penegakan peraturan yang konsisten. Sub Dimensi 2: G.2. Manajemen Birokrasi (Bureaucracy Management) G.2.1. Mewujudkan sistem pemerintahan digital yang terpadu dan berkelanjutan. Sasaran ini dirancang untuk mengatasi tantangan seperti rendahnya indeks SPBE/Indeks Pemdi dan kesenjangan keterampilan digital di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Sub Dimensi 3: G.3. Kebijakan Publik (Public Policy) G.3.1. Menciptakan perancangan kebijakan yang berbasis data dan partisipatif. Sasaran ini bertujuan mengintegrasikan masukan masyarakat untuk merumuskan regulasi yang relevan dan efektif. 2.2.2 SMART BRANDING (B) Menguatkan identitas dan daya saing daerah melalui promosi digital yang efektif, dengan fokus pada pengembangan pariwisata berkelanjutan dan produk-produk unggulan berbasis kearifan lokal. Tabel 2. 2 Sasaran Smart Branding Sub Dimensi 1: B1. Membangun dan Memasarkan Ekosistem Pariwisata (Tourism Branding) B.1.1. Meningkatkan daya tarik dan citra daerah di tingkat nasional dan internasional melalui strategi pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan. Sub Dimensi 2: B2. Membangun platform dan Memasarkan Ekosistem Bisnis Daerah (Business Branding) MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 3 B.2.1. Menciptakan ekosistem pariwisata yang inovatif dan terintegrasi, didukung oleh pemasaran digital yang massif. Sasaran ini bertujuan untuk mengatasi masalah promosi yang masih terbatas pada destinasi prioritas. Sub Dimensi 3: B3. Membangun dan Memasarkan Wajah Kota (City Appearance Branding) B.3.1. Meningkatkan pengembangan wajah kota yang mencerminkan identitas budaya lokal dan mendukung potensi pariwisata serta bisnis. 2.2.3 SMART ECONOMY (EC) Menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang tangguh, mandiri, dan inklusif, dengan mendorong hilirisasi produk pertanian dan perikanan, pemberdayaan UMKM berbasis digital, serta optimalisasi investasi di kawasan-kawasan strategis. Tabel 2. 3 Sasaran Smart Economy Sub Dimensi 1: Ec1. Membangun ekosistem industri yang berdaya saing (Industry) Ec.1.1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah. Sasaran ini bertujuan mengatasi tingkat kemiskinan dan rasio kewirausahaan yang masih fluktuatif. Sub Dimensi 2: Ec2. Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat (Welfare) Ec.2.1. Mewujudkan kemandirian ekonomi daerah melalui peningkatan nilai tambah produk lokal dan daya saing UMKM. Sasaran ini memanfaatkan peluang dari infrastruktur strategis seperti YIA dan JJLS. Sub Dimensi 3: Ec3. Membangun Ekosistem Transaksi Keuangan (Transaction) Ec.3.1. Menciptakan ekosistem industri yang adaptif dan inovatif. Sasaran ini direncanakan dengan memprioritaskan industri pengolahan (seperti agroindustri kopi, kelapa, dan teh) serta ekonomi kreatif yang berbasis kearifan lokal. 2.2.4 SMART LIVING (LV) Meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui ketersediaan infrastruktur dasar yang merata, layanan kesehatan yang terintegrasi, serta penanggulangan kemiskinan dan stunting berbasis data. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 4 Tabel 2. 4 Sasaran Smart Living Sub Dimensi 1: Lv1. Harmonisasi Tata Ruang Wilayah (Harmony) Lv.1.1. Memberikan akses masyarakat terhadap layanan dasar (air bersih dan sanitasi aman) secara merata. Sub Dimensi 2: Lv2. Mewujudkan Prasarana Kesehatan (Health) Lv.2.1. Meningkatkan kualitas kesehatan dan ketahanan sosial masyarakat, termasuk melalui penurunan prevalensi stunting yang meningkat. Sub Dimensi 3: Lv3. Menjamin Ketersediaan Sarana Transportasi (Mobility) Lv.3.1. Meningkatkan harmonisasi tata ruang dan transportasi yang mendukung mobilitas efisien dan kualitas hunian yang layak di seluruh wilayah. 2.2.5 SMART SOCIETY (S) Membangun masyarakat yang kreatif, inovatif, dan berbudaya, dengan fokus pada peningkatan literasi digital, penguatan pendidikan karakter, dan pelestarian nilai-nilai lokal untuk menciptakan kohesi sosial yang kuat. Tabel 2. 5 Sasaran Smart Society Sub Dimensi 1: S1. Mewujudkan Interaksi Masyarakat yang Efisien (Community) S.1.1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terampil, berdaya saing, dan berliterasi digital. Sasaran ini untuk mengatasi rata-rata lama sekolah yang masih rendah. Sub Dimensi 2: S2. Membangun Ekosistem Belajar yang Efisien (Learning) dan Komprehensif S.2.1. Mewujudkan masyarakat yang adaptif, inovatif, dan partisipatif dalam pembangunan daerah, termasuk dukungan terhadap kelompok rentan dan difabel. Sub Dimensi 3: S3. Mewujudkan Sistem Keamanan Masyarakat (Security) S.3.1. Menciptakan sistem keamanan masyarakat yang terintegrasi dengan teknologi untuk mendukung rasa aman dan nyaman bagi warga. 2.2.6 SMART ENVIRONMENT (EN) MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 5 Mewujudkan lingkungan hidup yang lestari dan tangguh terhadap bencana, dengan strategi pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana, penanganan sampah terpadu, dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Tabel 2. 6 Sasaran Smart Environment Sub Dimensi 1: En1. Mengembangkan Program Perlindungan Lingkungan Hidup (Protection) En.1.1. Mengembangkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Sasaran ini termasuk penanganan sampah dan konservasi lahan, untuk mengatasi penurunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) dan meningkatnya volume sampah. Sub Dimensi 2: En2. Mengembangkan Tata Kelola Sampah dan Limbah (Waste) En.2.1. Mengembangkan sistem terintegrasi untuk tata kelola limbah dan sampah. Sub Dimensi 3: En3. Mengembangkan Tata Kelola Energi Yang Bertanggung- jawab (Energy) En.3.1. Mengoptimalkan pengelolaan energi dan sumber daya alam. Sasaran ini termasuk pemanfaatan potensi perdagangan karbon dari kawasan hutan dan mangrove. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 1 3.1 QUICKWIN SMART GOVERNANCE Informasi lengkap tentang ELING PAJAK dapat dilihat pada tabel dibawah: Elektronifikasi Layanan dan Integrasi Pajak Daerah (ELING PAJAK) Tabel 3. 1 Profil Quickwins Smart Governance Butir Pengisian Formulir Penjelasan
1.Nama Singkat Inovasi ELING PAJAK DAERAH
2.Penjelasan singkat Eling Pajak Daerah (Elektronifikasi Layanan dan Integrasi Pajak Daerah)
1.Masalah/kebutuhan yang diatasi/dipenuhi : - Layanan pajak daerah yang terpisah pada beberapa jenis aplikasi eSPTPD, eBPHTB, eSPPT dan eLayananPBB - Wajib Pajak Reklame dan Pajak Air Tanah harus menunggu SKPD yang dikirim secara manual untuk mengetahui kewajiban Pajak Daerahnya - Masyarakat belum dapat mengetahui perkiraan besaran Pajak BPHTB yang harus dibayarkan
2.Pembaruan/ide/solusi apa yang diberikan untuk hal di atas: Eling Pajak Daerah adalah sebuah gerakan dan sistem integratif di Kabupaten Kulon Progo yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk taat membayar pajak daerah, sekaligus menyederhanakan proses pembayaran pajak melalui digitalisasi dan integrasi aplikasi. Kata eling dalam bahasa Jawa berarti “ingat” atau “sadar”, mencerminkan semangat agar masyarakat sadar akan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 2 Butir Pengisian Formulir Penjelasan pentingnya pajak sebagai sumber pembangunan daerah. Eling Pajak Daerah juga akronim dari elektronifikasi layanan dan integrasi Pajak Daerah.
a.Partisipasi: Melibatkan semua Wajib Pajak dalam 1 aplikasi layanan untuk semua jenis Pajak Daerah
b.Kontrol: Memberikan kemudahan kepada Wajib Pajak untuk melakukan pembayaran dan pelaporan
c.Manfaat: Akses semakin mudah dalam 1 aplikasi bagi Wajib Pajak untuk melakukan pembayaran dan pelaporan Pajak Daerah Aspek Eling Pajak Daerah meliputi:
a.Integrasi Aplikasi Pajak Daerah, Menyatukan berbagai sistem informasi layanan pajak (eSPTPD, eBPHTB, eSPPT dan eLayananPBB) dalam satu aplikasi. Menggunakan data dari instansi lain yang berpotensi sebagai data pertanahan, data perizinan.
b.Elektronifikasi Pembayaran Pajak Daerah, Menyediakan kanal pembayaran digital melalui QRIS dan Virtual Account untuk semua jenis Pajak Daerah.
c.Peningkatan Literasi dan Kesadaran Edukasi ke masyarakat bahwa kewajiban pajak sebagai kontribusi dalam pembangunan dan rasa cinta kepada Daerah. Tujuan Inovasi Daerah :
a.meningkatkan kesadaran masyarakat atas kewajiban pajak daerah,
b.meningkatkan elektronifikasi layanan pajak daerah sebagai bagian upaya meningkatkan kepatuhan pajak,
c.meningkatkan kemutakhiran, akuntabilitas dan reliabilitas data pajak daerah.
d.mengoptimalkan potensi pajak Daerah dan capaian pajak Daerah. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 3 Butir Pengisian Formulir Penjelasan
3.Status Saat Ini
a.Kode status
b.Persentase Selesai
c.Penjelasan Kode Status dalam siklus manajemen inovasi
1.Implementasi Inovasi sedang berlangsung
2.Evaluasi dan rencana pengembangan lebih lanjut sedang berlangsung Penahapan:
1.Pengembangan portal Eling Pajakku sudah selesai dilakukan di tahun 2025. Aplikasi sudah digunakan mulai bulan Maret 2025
2.Pengembangan Single Sign On akan diselesaikan pada tahun 2026.
3.Pengembangan dan pemeliharaan dilakukan mulai tahun 2027 dan seterusnya, Persentase Penyelesaian (progres waktu/pekerjaan) 90% Waktu Uji Coba Inovasi Daerah : Triwulan I-II Tahun 2025 Waktu Implementasi : Bulan Juni 2025 sampai dengan saat ini
4.Manfaat dari inovasi Manfaat Yang Diperoleh :
1.Untuk Masyarakat:
a.Pembayaran dan pelaporan Pajak Daerah semakin mudah
b.Meningkatkan pembayaran Pajak Daerah secara non tunai dalam capaian ETPD
c.Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pajak daerah.
d.Meningkatkan kesadaran terhadap kewajiban pajak daerah
2.Untuk Pemerintah Daerah:
a.Meningkatkan PAD
b.Mempermudah pelaporan pendapatan daerah
c.Laporan lebih akuntabel Hasil Inovasi :
1.Aplikasi Eling Pajak Daerah
2.Integrasi data tekstual pertanahan dan pajak daerah
3.Kalkulator BPHTB online
4.Edukasi Eling Pajak Daerah meningkatkan kesadaran Pajak Daerah
5.Peningkatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)
5.Keunikan / kreativitas 1. Aplikasi dengan nama/branding yang mengingatkan terhadap kewajiban Pajak Daerah MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 4 Butir Pengisian Formulir Penjelasan
2.Integrasi data tekstual antara data pertanahan dengan data pajak daerah memberikan kemudahan kepada masyarakat/ wajib pajak
3.Tersedia dalam aplikasi android di PlayStore
4.Mengintegrasikan layanan dalam 1 aplikasi memberikan kemudahan akses bagi wajib pajak
5.Kemudahan dalam pilihan pembayaran untuk secara non tunai
6.Kemitraan Masyarakat sebagai wajib pajak, Bank Pembangunan Daerah DIY, dan Bank Indonesia (Layanan QRIS)
7.Potensi untuk pengembangan lebih lanjut
1.Aplikasi Eling Pajak daerah dikembangkan menjadi one single sign on (2026)
2.Integrasi data melalui NIK (2026)
3.Wajib Pajak Reklame dan Pajak Air Tanah dapat mengakses SKPD melalui Eling Pajak Daerah (2025)
4.Pengembangan aplikasi Eling Pajak untuk Apple dalam app store (2026)
5.Integrasi dengan peta PBB P2 (2026)
8.Strategi Menjaga Keberlangsungan Langkah yang diambil dalam rangka memastikan keberlangsungan (sustainability), implementasi dan pengembangan dari inovasi Eling Pajak Daerah dapat terjadi melalui kebijakan/regulasi, kelembagaan, penyediaan infrastruktur, dan sumber daya dengan kompetensi yang sesuai. Untuk mengedukasi masyarakat terkait aplikasi Eling Pajakku dilakukan sosialisasi secara luring dan sosialisasi melalui media sosial, diantaranya: Instagram, YouTube, TikTok, WhatsApp, Web BKAD.
9.Sumber daya yang digunakan
1.SDM = 8 orang
2.Pihak Ketiga = 1 Konsultan (Anggaran: Rp 50.000.000)
3.Maintanance setiap tahun Rp 20.000.000
10.Analisa Risiko 1. Gangguan Sistem / Downtime
2.Keamanan Siber/ peretasan
3.Physing
4.Resisten masyarakat dalam penggunaan aplikasi 3.2 QUICKWIN SMART BRANDING Tabel 3. 2 Profil Quickwins Smart Branding MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 5 Butir Pengisian Formulir Penjelasan
1.Nama Singkat Inovasi LandPocket
2.Penjelasan singkat Landpocket (Informasi lahan potensi dan peluang investasi)
1.Masalah/kebutuhan yang diatasi/dipenuhi :
a.Akses Belum tersedianya Informasi terkait lahan-lahan strategis potensi dan peluang investasi yang sudah sesuai dengan ketentuan tata ruang;
b.Partisipasi Partisipasi masyarakat dalam mendukung kemudahan investasi masih rendah
c.Kontrol Informasi tentang lahan-lahan strategis potensi dan peluang investasi belum diketahui oleh calon investor
d.Manfaat Calon investor dapat mengetahui lahan-lahan strategis potensi dan peluang investasi di kulon progo
2.Pembaruan/ide/solusi apa yang diberikan untuk hal di atas. Pemerintah senantiasa berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat salah satunya melalui pembangunan insfrastruktur. Pembangunan berbagai infrastruktur di Kulon Progo belum cukup untuk menarik minat calon investor untuk berinvestasi di Kabupaten Kulon Progo. Hal ini ditunjukkan dari nilai realisasi investasi di Kulon Progo yang masih lebih rendah apabila dibandingkan dengan nilai realisasi investasi Kabupaten/Kota lain di Daerah Istimewa Yogyakarta. Upaya peningkatan nilai realisasi investasi harus terus dilakukan karena investasi merupakan salah satu elemen dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi. Penyediaan data tentang lahan-lahan strategis potensi dan peluang investasi serta penyusunan berbagai kajian potensi investasi merupakan salah satu upaya untuk memberikan kemudahan kepada calon investor, dalam rangka memperoleh berbagai informasi dan data pendukung terkait proyek investasi yang akan direalisasikan. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 6 Butir Pengisian Formulir Penjelasan Investasi khususnya di kulon progo saat ini merupakan sebuah kebutuhan yang mendesak. Untuk itu, Pemerintah harus terus responsif dalam menyediakan berbagai informasi yang berkaitan dengan lahan-lahan strategis peluang investasi yang berpotensi untuk menarik minat calon investor untuk berinvestasi di Kabupaten Kulon Progo. Tujuan Inovasi Daerah :
a.Tersedianya data/informasi lahan-lahan strategis yang siap untuk ditawarkan kepada calon investor.
b.Adanya Jaminan kepastian (assurance) terhadap lahan- lahan strategis yang ditawarkan.
3.Status Saat Ini
a.Kode status
b.Persentase Selesai
c.Penjelasan Kode Status dalam siklus manajemen inovasi
1.Implementasi inovasi sedang berlangsung
2.Evaluasi dan rencana pengembangan lebih lanjut sedang berlangsung Persentase Penyelesaian (progres waktu/pekerjaan) 100%
1.Waktu Uji Coba Inovasi Daerah : Tahun 2023
2.Waktu Implementasi : 2024 sampai dengan saat ini
4.Manfaat dari inovasi Manfaat Yang diperoleh :
1.Memberikan kemudahan kepada calon investor untuk memilih lahan-lahan strategis potensi dan peluang investasi;
2.Adanya jaminan kepastian (assurance) terhadap lahan- lahan yang ditawarkan. Hasil Inovasi :
1.Tersedianya informasi lokasi yang secara tata ruang sesuai rencana investasi;
2.Tersedianya Informasi lokasi yang secara tata ruang sesuai rencana investasi dan ada kerelaan dari pemilik lahan; dan
3.Tersedianya Informasi lokasi yang secara tata ruang sesuai rencana investasi dan telah dilakukan kajian IPRO Investasi merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya dapat meningkatkan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 7 Butir Pengisian Formulir Penjelasan kesejahteraan masyarakat. Dalam menarik minta para investor pemerintah telah mengeluarkan berbagai regulasi untuk memberikan kemudahan dan fasilitasi kepada investor agar mau berinvestasi di daerahnya. LandPocket merupakan salah satu inovasi yang diinisiasi oleh DPMPTSP Kulon Progo dalam rangka memberikan kemudahan dan fasilitasi kepada calon investor untuk berinvestasi di Kulon Progo melalui penyediaan data/informasi lahan-lahan strategis potensi dan peluang investasi.
5.Keunikan / kreativitas LandPocket menyediakan informasi lahan-lahan strategi yang sesuai dengan ketentuan tata ruang, yang dapat dimanfaatkan oleh calon investor untuk berinvestasi di Kulon Progo. Bagi calon investor dapat mengakses data lahan-lahan strategis secara gratis tanpa dipungut biaya apapun juga. Inovasi ini secara bertahap akan dikembangkan terus dan diintegrasikan dengan inovasi literasi investasi dan inovasi smartboard (rencana jangka panjang).
6.Kemitraan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Kapanewon dan Kalurahan/Kelurahan.
7.Potensi untuk pengembangan lebih lanjut LandPocket selain menyediakan data lahan strategis potensi dan peluang investasi juga memberikan ruang bagi investor/calon investor untuk mengakses langsung melalui menu literasi investasi Tahun 2025 serta smartboard (rencana jangka panjang) Tahun 2027.
8.Strategi Menjaga Keberlangsungan Langkah yang diambil dalam rangka memastikan keberlangsungan (sustainability), implementasi dan pengembangan dari inovasi LandPocket dapat terjadi melalui kebijakan/regulasi, kelembagaan, penyediaan infrastruktur, dan sumber daya dengan kompetensi yang sesuai.
9.Sumber daya yang digunakan Sumber daya yang digunakan berbentuk pendanaan kegiatan operasional, tenaga ahli yang kompeten, dan sarana prasarana LandPocket.
10.Analisa Risiko Data lahan strategis dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mencari keuntungan pribadi MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 1 3.3 QUICKWIN SMART ECONOMY Tabel 3. 3 Profil Quickwins Smart Economy Butir Pengisian Formulir Penjelasan
1.Nama Singkat Inovasi 1. SMART GREEN HOUSE
2.Penjelasan singkat Smart Green House
1.Masalah/kebutuhan yang diatasi/dipenuhi
a.Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrim
b.Adanya serangan hama dan penyakit, tanaman di ruang terbuka rentan terhadap hama dan penyakit
c.Kesulitan bercocok tanam di lingkungan urban karena keterbatasan ruang
d.Produktivitas tanaman rendah karena tidak optimalnya lingkungan tumbuh
e.Sistem irigasi tradisional tidak efisien dan boros air
2.Pembaruan/ide/solusi apa yang diberikan untuk hal di atas Inovasi Smart Greenhouse sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan pertanian modern dengan keberlanjutan dan efisiensi. Smart Greenhouse dapat mengoptimalkan hasil pertanian, mengurangi biaya produksi, dan meminimalisir kehilangan hasil produksi.
3.Status Saat Ini
a.Kode status
b.Persentase Selesai
c.Penjelasan Kode Status dalam siklus manajemen inovasi
1.Implementasi inovasi sedang berlangsung
2.Evaluasi dan rencana pengembangan lebih lanjut sedang berlangsung Persentase Penyelesaian (progres waktu/pekerjaan) 100%
1.Waktu Uji Coba Inovasi Daerah : Tahun 2023
2.Waktu Implementasi : 2025 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 2 Butir Pengisian Formulir Penjelasan
4.Manfaat dari inovasi Dengan Smart Greenhouse:
1.Kontrol terhadap lingkungan (suhu, kelembaban, cahaya) presisi sehingga pertumbuhan tanaman optimal, hasil panen akan lebih banyak dan berkualitas, bahkan bisa panen sepanjang tahun.
2.Penggunaan irigasi otomatis berbasis sensor kelembaban tanah dapat menghemat penggunaan air 40-60% dan pemberian pupuk presisi mengurangi pemborosan dan dampak lingkungan.
3.Smart green house mengurangi resiko serangan hama dari luar; deteksi dini dengan sensor dan kamera cerdas meminimalkan penggunaan pestisida
4.Otomatisasi proses (penyiraman, pemupukan) mengurangi kebutuhan tenaga manusia, petani bisa memantau dan mengendalikan dari jarak jauh.
5.Penggunaan sumber daya alam (air, pupuk, energi) yang hemat dan terkontrol sehingga bisa mewujudkan pertanian ramah lingkungan
6.Mendukung ketahanan pangan di kota-kota besar karena dengan smart greenhouse memungkinkan pertanian di lahan sempit/ area urban
5.Keunikan / kreativitas Kemampuannya menggabungkan teknologi tinggi dengan pertanian, menghasilkan sistem budidaya yang lebih cerdas, hemat dan berkelanjutan.
6.Kemitraan Universitas Gadjah Mada (UGM), Bank Indonesia(BI), swasta (LAN/penyedia saprodi greenhouse dan pelatihan budidaya greenhouse melon)
7.Potensi untuk pengembangan lebih lanjut Keberhasilan inovasi Smart Greenhouse juga mampu menggerakkan kaum milenial untuk terjun menjadi petani milenial. Smart Greenhouse bisa direplikasi di daerah lain terutama kota-kota besar.
8.Strategi Menjaga Keberlangsungan
1.Pendampingan dari produksi sampai dengan pemasaran
2.Pemeliharaan dan monitoring rutin
3.Penggunaan energi terbarukan
4.Peningkatan kapasitas SDM
5.Bangun kerja sama dengan pasar lokal, restoran atau distributor organik
6.Edukasi dan kolaborasi komunitas MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 3 Butir Pengisian Formulir Penjelasan
9.Sumber daya yang digunakan - sumber daya pertanian (air, pupuk, struktur fisik) - teknologi modern (sensor, otomatisasi, energi, internet)
10.Analisa Risiko - Resiko teknis (gangguan pada sensor, sistem otomatisasi, software) - ketergantungan pada listrik - gangguan koneksi internet - Biaya investasi awal tinggi - kurangnya SDM terlatih 3.4 QUICKWIN SMART LIVING Tabel 3. 4 Profil Quickwins Smart Living Butir Pengisian Formulir Penjelasan
1.Nama Singkat Inovasi RANTING KUAT
2.Penjelasan singkat Deskripsi RANTING KUAT (RAWAT ANAK STUNTING KULON PROGO AGAR SEHAT) Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi anak stunting di Kulon Progo masih cukup tinggi. Pada tahun 2023 prevalensi stunting sebesar 10,48%, sedangkan pada tahun 2024 sebesar 10,48. Dalam upaya penurunan prevalensi stunting dan wasting, Rumah Sakit Daerah memegang peranan sebagai runah sakit rujukan kasus stunting. RSUD Wates sebagai salah satu Rumah Sakit Daerah di Kabupaten Kulon Progo, selama periode bulan Januari tahun 2023 sampai dengan bulan Juni tahun 2025 sudah merawat anak stunting sebanyak 38 pasien, yang terdiri dari 21 pasien pada tahun 2023, 10 pasien pada tahun 2024 dan 7 pasien pada semester 1 tahun 2025. Berdasarkan latar belakang tersebut, instalasi gizi RSUD Wates melakukan kegiatan inovasi pengembangan layanan “Ranting Kuat” Rawat Anak Stunting Kulon Progo Agar Sehat, melalui pemberian makanan tambahan sumber protein hewani berupa MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 4 Butir Pengisian Formulir Penjelasan telur rebus 1 butir perhari dan edukasi gizi kepada orang tua pasien anak rawat inap dengan stunting, ibu hamil, ibu menyusui dan masyarakat luas. Makanan tambahan yang dipilih adalah makanan sumber protein hewani, karena protein hewani mengandung asam amino yang lebih lengkap dan lebih mudah diserap dibandingkan protein nabati (mempunyai nilai Biological value yang lebih tinggi). Jenis protein hewani yang digunakan yaitu telur, karena telur termasuk makanan sumber protein hewani yang harganya terjangkau, mudah didapat, mudah cara mengolahnya, kebanyakan anak menyukainya, dan mengandung protein yang cukup tinggi (7 gram protein setiap 1 butir telur ayam). Inovasi ini bertujuan untuk mendukung proses penyembuhan penyakit anak stunting melalui upaya peningkatan asupan protein hewani, yaitu dengan pemberian makanan tambahan sumber protein hewani berupa telur rebus 1 butir perhari dan edukasi gizi secara rutin, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua pasien anak stunting tentang tata laksana gizi anak stunting dan tentang pentingnya asupan energi dan protein yang cukup untuk mendukung proses penyembuhan dan mengoptimalkan potensi yang ada pada anak stunting. Metode yang dilakukan dalam inovasi ini meliputi beberapa tahapan seperti:
1.Membentuk Tim penurunan prevalensi stunting dan wasting.
2.Sosialisasi program penurunan prevalensi stunting dan wasting.
3.Menyusun program kerja.
4.Melaksanakan kegiatan
5.Melakukan monitoring dan evaluasi
6.Melakukan pencatatan dan pelaporan
7.Menyusun rencana tindak lanjut.
8.Koordinasi dengan unit terkait seperti wakil direktur, bidang penunjang.
9.Menyusun Standar Prosedur Operasional (SPO). MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 5 Butir Pengisian Formulir Penjelasan
3.Status Saat Ini
a.Kode status
b.Persentase Selesai
c.Penjelasan Kode Status Implementasi Inovasi sedang berlangsung Dalam memberikan layanan gizi untuk pasien anak stunting, di RSUD Wates pada saat ini melaksanakan diet TKTP anak ekstra protein hewani (pemberian makanan tambahan sumber protein hewani berupa telur rebus) dan edukasi gizi secara rutin.
4.Manfaat dari inovasi Manfaat dari inovasi ini adalah:
1.Mendukung pelaksanaan program nasional dalam upaya penurunan prevalensi stunting dan wasting.
2.Membantu meningkatkan asupan protein anak stunting.
3.Membantu meningkatkan pengetahuan orang tua pasien anak stunting tentang tata laksana gizi stunting
4.Sebagai sarana promosi pelayanan kesehatan rumah sakit.
5.Berperan serta dalam membantu menurunkan prevalensi stunting dan wasting di wilayah Kulon Progo.
5.Keunikan / kreativitas 1. Inovasi ini mendukung langsung terhadap Program Prioritas Nasional.
2.Inovasi ini sangat mungkin untuk bisa dikembangkan dirumah sakit lain. Peluang replikasi inovasi ini sangat tinggi karena kendala permasalahan tidak terlalu banyak.
6.Kemitraan Kemitraan dalam program ini diantaranya pasien dan keluarga pasien, tenaga kesehatan, dan rekanan penyedia telur,
7.Potensi untuk pengembangan lebih lanjut Potensi Pengembangan Inovasi ini sangat mungkin untuk bisa dikembangkan di layanan gizi rumah sakit lain. Peluang replikasi inovasi ini sangat tinggi karena kendala permasalahan tidak terlalu banyak. Kendala dan permasalahan yang muncul hanya berkaitan dengan adanya kemungkinan anak stunting yang memiliki alergi terhadap telur. Hal ini bisa diantisipasi dengan melakukan asesmen awal pasien terlebih dahulu sebelum diberikan intervensi gizi, Inovasi ini telah menginisiasi dilakukannya pengembangan pelayanan yang serupa di rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, dan puskesmas rawat inap di Kabupaten Kulon Progo. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 6 Butir Pengisian Formulir Penjelasan
8.Strategi Menjaga Keberlangsungan Keberlanjutan inovasi ini diharapkan dapat dilakukan melalui :
1.Menetapan regulasi dalam bentuk Surat Keputusan Direktur tentang Pembentukan Tim Penurunan Prevalensi Stunting dan Wasting yang melibatkan unit-unit terkait perencanaan, serta pengalokasian sumber daya baik sumber daya keuangan, sumber daya manusia dapat terus dilaksanakan.
2.Menggali kreatifitas staff instalasi gizi dalam membuat kreasi menu makanan sumber protein hewani berbahan dasar telur dengan penampilan dan bentuk yang lebih menarik.
3.Mengembangkan bentuk kerjasama, koordinasi, serta kolaborasi dengan semua sistem dan unit yang ada di rumah sakit agar pelaksanaan inovasi ini bisa berjalan dengan baik.
4.Penyusunan Standar Operasioanl Prosedur (SPO) yang dalam pelaksanaannya melibatkan berbagai unit terkait dan disosialisasikan.
9.Sumber daya yang digunakan Inovasi RANTING KUAT (RAWAT ANAK STUNTING KULON PROGO AGAR SEHAT) dalam pelaksanaannya memerlukan dukungan sumber daya diantaranya I. PENDANAAN Pendanaan dalam pelaksanaan Program ini bersumber dari Dana BLUD. II. Sumber Daya Manusia (SDM) Tenaga Kesehatan RSUD Wates, Unit Instalasi Gizi III. Sarana dan Prasarana Sarana Instalasi Gedung Gizi,
10.Analisa Risiko Analisis Risiko pada Inovasi ini diantaranya:
1.Bahan baku yang didapatkan dalam hal ini telur yang akan diberikan pada pasien anak stunting kondisinya tidak layak.
2.Pemberian asupan telur dapat menimbulkan alergi pada pasien anak stunting yang memiliki alergi terhadap asupan telur. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 7 Butir Pengisian Formulir Penjelasan
3.Edukasi Gizi yang diberikan kepada orang tua pasien tidak ditindaklanjuti setelah pasien anak stunting tidak dalam perawatan di RSUD MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 8 3.5 QUICKWIN SMART SOCIETY Tabel 3. 5 Profil Quickwins Smart Society Butir Pengisian Formulir Penjelasan
1.Nama Singkat Inovasi TRANSIGRAK
2.Penjelasan singkat TRANSIGRAK (Transportasi Inklusif Gratis Ramah Anak Sekolah) TRANSIGRAK adalah layanan transportasi yang hadir sebagai solusi inovatif dari Dinas Perhubungan Kulon Progo untuk mendukung pendidikan inklusif dan kesejahteraan anak-anak berkebutuhan khusus.
1.Masalah yang Diatasi Layanan ini menjawab tiga masalah utama yang selama ini dihadapi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), khususnya yang bersekolah di SLB Negeri Kulon Progo: ● Aksesibilitas: Banyak keluarga ABK kesulitan mencari transportasi yang aman, nyaman, dan ramah disabilitas. ● Biaya: Beban biaya transportasi harian seringkali memberatkan keluarga, terutama dari kalangan kurang mampu. ● Keamanan dan Keterbatasan: Keterbatasan pendamping saat bepergian membuat anak rentan terhadap risiko di jalan.
2.TRANSIGRAK (Transportasi Inklusif Gratis Ramah Anak Sekolah) memberikan pembaruan dan solusi berupa: ● Aksesibilitas Fisik: Bus dilengkapi dengan fasilitas modern ruang khusus untuk kursi roda, sehingga memastikan anak- anak dengan mobilitas terbatas dapat naik dan turun bus dengan mudah dan aman. ● Pendampingan Terlatih: Setiap bus didampingi oleh petugas yang terlatih untuk membantu anak-anak selama perjalanan. Ini tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga memberikan kenyamanan dan dukungan yang personal. ● Layanan Nol Biaya: Program ini sepenuhnya gratis, yang secara signifikan meringankan beban finansial orang tua dan memastikan akses pendidikan tidak terhalang oleh kendala ekonomi. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 9 Butir Pengisian Formulir Penjelasan ● Manajemen Terpadu: Sistem operasional yang terintegrasi memungkinkan pengelolaan rute, jadwal, dan komunikasi yang efektif antara Dinas Perhubungan, sekolah, dan orang tua.
3.Status Saat Ini
a.Kode status
b.Persentase Selesai
c.Penjelasan Kode Status dalam siklus manajemen inovasi
1.Rencana pembangunan/implementasi dalam pembuatan
4.Inovasi dan komponen pendukungnya dalam pembangunan
6.Evaluasi dan rencana pengembangan lebih lanjut sedang berlangsung Persentase Penyelesaian (progres waktu/pekerjaan) 80% Waktu Uji Coba Inovasi Daerah : Triwulan IV Tahun 2025
4.Manfaat dari inovasi Penerima Manfaat
1.Anak-anak Berkebutuhan Khusus (Penerima Manfaat Langsung): Mereka adalah subjek utama yang mendapatkan akses transportasi aman, nyaman, dan gratis ke sekolah.
2.Orang Tua/Keluarga ABK (Penerima Manfaat Langsung): Beban biaya transportasi dan logistik harian berkurang signifikan, memberikan mereka ketenangan pikiran dan keringanan finansial.
3.Sekolah (Penerima Manfaat Langsung): Kehadiran siswa menjadi lebih terjamin dan tepat waktu, mendukung efektivitas proses belajar mengajar. Dampak/Keuntungan/Manfaat Dampak Langsung dan Internal ● Peningkatan Akses Pendidikan: Anak-anak ABK dapat pergi ke sekolah secara rutin tanpa hambatan, yang secara langsung meningkatkan partisipasi dan kehadiran mereka dalam pendidikan. ● Efisiensi Anggaran Keluarga: Keluarga tidak lagi perlu mengalokasikan dana besar untuk transportasi harian, sehingga dana tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan lain, seperti terapi atau nutrisi. ● Peningkatan Citra Pemerintah Daerah: Layanan ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah Kulon Progo MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 10 Butir Pengisian Formulir Penjelasan dalam mendukung pendidikan inklusif dan kesejahteraan warganya. ● Penguatan Kapasitas Internal: Dishub Kulon Progo dan pihak sekolah mendapatkan pengalaman dalam mengelola layanan transportasi inklusif, meningkatkan kompetensi dan profesionalisme staf. Dampak Tidak Langsung dan Eksternal ● Penciptaan Ekosistem Inklusif: Kehadiran bus inklusif di jalanan menjadi pengingat visual bagi masyarakat tentang pentingnya inklusivitas, mendorong empati, dan mengurangi stigma terhadap penyandang disabilitas. ● Pengurangan Kepadatan Lalu Lintas: Penggunaan transportasi kolektif dapat membantu mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan raya, terutama pada jam sibuk. ● Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan: Inovasi ini berkontribusi pada pencapaian (Pendidikan Berkualitas) dan (Mengurangi Kesenjangan), memperkuat posisi Kulon Progo sebagai wilayah yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. ● Pemberdayaan Ekonomi: Dengan meringankan beban biaya transportasi, keluarga dapat memiliki lebih banyak sumber daya untuk kegiatan ekonomi lain, berpotensi meningkatkan taraf hidup mereka secara keseluruhan. (tambah mengurangi kecelakaan dikalangan pelajar)
5.Keunikan / kreativitas Kekhasan dan Kreativitas
1.Pendekatan Holistik terhadap Aksesibilitas: Inovasi ini tidak hanya menyediakan kendaraan, tetapi juga ekosistem pendukung yang komprehensif. Bus-busnya didesain secara khusus ruang kursi roda, bukan hanya bus sekolah biasa yang dimodifikasi seadanya. Selain itu, adanya petugas pendamping yang terlatih memastikan anak-anak merasa aman dan terdukung, sebuah fitur yang jarang ditemukan pada layanan transportasi publik umum.
2.Pemikiran Baru tentang Aset Publik: TRANSIGRAK mengubah cara pandang terhadap aset pemerintah. Armada busnya bukan hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi sebagai simbol nyata komitmen daerah terhadap pembangunan inklusif. Inovasi ini memosisikan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 11 Butir Pengisian Formulir Penjelasan kendaraan sebagai "kelas berjalan" yang menumbuhkan empati di masyarakat, sebuah gagasan yang jauh melampaui fungsi utamanya.
3.Layanan Terintegrasi dan Door-to-Door: Inovasi ini menawarkan layanan yang terintegrasi penuh, mulai dari penjemputan dari rumah hingga pengantaran ke sekolah. Pendekatan layanan door-to-door yang personal ini sangat berbeda dengan transportasi umum yang hanya berhenti di halte tertentu. Hal ini sangat krusial bagi anak-anak berkebutuhan khusus, di mana setiap meter perjalanan bisa menjadi tantangan.
4.Keterlibatan Multisektor: Keunikan lain dari TRANSIGRAK adalah kolaborasi kuat antara Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, dan sekolah. Sinergi ini memastikan bahwa layanan tidak hanya berjalan efisien secara logistik, tetapi juga selaras dengan kebutuhan akademis dan kesejahteraan siswa, menciptakan model yang berkelanjutan dan efektif. Secara keseluruhan, orisinalitas TRANSIGRAK terletak pada kemampuannya menggabungkan fungsionalitas transportasi, desain yang berpusat pada manusia, dan misi sosial yang kuat. Inovasi ini tidak hanya menyelesaikan masalah praktis, tetapi juga membangun fondasi bagi masyarakat Kulon Progo yang lebih berempati dan inklusif.
6.Kemitraan Inovasi TRANSIGRAK (Transportasi Inklusif Gratis ramah Anak Sekolah) di Kulon Progo adalah hasil kolaborasi strategis dengan berbagai pihak. Keterlibatan mereka sangat penting dalam pembangunan, implementasi, dan evaluasi program ini. Pihak yang Terlibat dan Perannya ● Kementrian Perhubungan ○ Pemberian Hibah Bus: Kemenhub, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, memberikan hibah satu unit bus sekolah kepada Dinas Perhubungan Kulon Progo pada awal 2025. Bus ini akan digunakan sebagai angkutan sekolah bagi para siswa. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 12 Butir Pengisian Formulir Penjelasan ○ Dukungan Program Pemerintah Daerah: Hibah bus sekolah ini merupakan bentuk dukungan Kemenhub terhadap program-program pemerintah daerah, seperti yang terlihat pada program Bus Sekolah Gratis di Kabupaten Sleman. ● Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo ○ Peran: Sebagai inisiator dan pengelola utama program. Dishub bertanggung jawab atas pengadaan armada bus, perawatan kendaraan, penentuan rute, serta pengelolaan operasional harian. ○ Status Kemitraan: Pembangunan dan implementasi sudah berjalan, dengan Dishub bertindak sebagai koordinator. ● Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo ○ Peran: Bertindak sebagai mitra kebijakan dan penghubung dengan sekolah. Disdikpora membantu mengidentifikasi siswa yang membutuhkan layanan, menyosialisasikan program, dan mengintegrasikan TRANSIGRAK ke dalam sistem pendidikan daerah. ○ Status Kemitraan: Kolaborasi telah terjalin erat sejak tahap perencanaan, memastikan program sesuai dengan kebutuhan pendidikan. ● Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kulon Progo ○ Peran: Sebagai mitra pelaksana langsung di lapangan. Pihak sekolah menyediakan data siswa, membantu koordinasi jadwal penjemputan dan pengantaran, serta berinteraksi langsung dengan orang tua untuk mengoptimalkan layanan. ○ Status Kemitraan: Kemitraan sudah sangat aktif, di mana sekolah menjadi titik krusial dalam keberhasilan implementasi. ● Orang Tua dan Komunitas Penyandang Disabilitas ○ Peran: Sebagai pihak penerima manfaat dan sumber masukan berharga. Mereka memberikan umpan balik langsung mengenai efektivitas layanan dan tantangan di lapangan. Partisipasi mereka sangat penting untuk memastikan program berpusat pada kebutuhan pengguna. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 13 Butir Pengisian Formulir Penjelasan ○ Status Kemitraan: Kemitraan ini bersifat organik dan berkelanjutan, dengan forum komunikasi dan survei reguler untuk evaluasi. Potensi Kemitraan Lain (Rencana Pengembangan) ● Sektor Usaha (CSR): Mengajak perusahaan swasta untuk berkontribusi melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), misalnya dalam pengadaan unit bus tambahan atau sponsor biaya perawatan.
7.Potensi untuk pengembangan lebih lanjut TRANSIGRAK (Transportasi Inklusif Gratis Ramah Anak Sekolah) memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih jauh, baik dari sisi produk maupun jangkauan, demi memberikan manfaat yang lebih luas.
1.Pengembangan Produk ● Penerapan Teknologi Smart Transportasi: Integrasi dengan aplikasi mobile dapat memberikan fitur pelacakan bus secara real-time bagi orang tua. Fitur notifikasi juga bisa digunakan untuk memberi tahu orang tua saat bus mendekati lokasi penjemputan, sehingga mengurangi waktu tunggu. ● Pengembangan Armada: Penambahan armada dengan jenis kendaraan yang lebih bertenaga dan ramah lingkungan (misalnya, bus listrik) akan meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi jejak karbon. Desain interior bus juga bisa dikembangkan untuk kenyamanan yang lebih optimal, seperti penambahan rak penyimpanan kursi roda portabel atau sistem hiburan edukatif.
2.Perluasan Ruang Lingkup dan Jangkauan ● Ekspansi Rute dan Wilayah: Setelah sukses di wilayah Kulon Progo, program ini bisa diperluas ke kabupaten lain di Provinsi Yogyakarta atau bahkan secara nasional, beradaptasi dengan kondisi geografis dan kebutuhan lokal. ● Target Pengguna yang Lebih Luas: Layanan TRANSIGRAK bisa diperluas tidak hanya untuk anak sekolah, tetapi juga untuk memfasilitasi kebutuhan transportasi para MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 14 Butir Pengisian Formulir Penjelasan penyandang disabilitas yang ingin mengakses fasilitas kesehatan, pusat pelatihan vokasi, atau tempat kerja.
3.Replikasi dan Penyebaran ● Model Kemitraan Publik-Swasta: TRANSIGRAK dapat dijadikan model percontohan (blueprint) untuk program serupa. Daerah lain bisa mengadopsi model ini dengan menggandeng sektor swasta melalui skema Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) untuk pendanaan pengadaan atau operasional bus. ● Penyebaran Informasi dan Edukasi: Kesuksesan TRANSIGRAK bisa didokumentasikan dalam studi kasus atau seminar nasional untuk menginspirasi inovasi di daerah lain. Materi edukasi tentang pentingnya transportasi inklusif juga bisa disebarkan melalui berbagai media untuk meningkatkan kesadaran publik. Secara keseluruhan, TRANSIGRAK adalah sebuah fondasi. Dengan pengembangan yang tepat, inovasi ini dapat menjadi standar baru bagi transportasi publik yang inklusif di Indonesia.
8.Strategi Menjaga Keberlangsungan Untuk memastikan keberlanjutan TRANSIGRAK (Transportasi Inklusif Gratis Ramah Anak Sekolah), diperlukan langkah-langkah strategis yang mencakup berbagai aspek. Pendekatan ini bertujuan agar program tidak hanya sukses saat peluncuran, tetapi juga dapat terus berjalan dan berkembang.
1.Kebijakan dan Regulasi Integrasi dalam RPJMD: Memasukkan TRANSIGRAK ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kulon Progo akan memastikan program ini menjadi prioritas pembangunan yang berjangka panjang.
2.Kelembagaan ● Pembentukan Tim Pengelola Khusus: Dibentuknya tim lintas instansi (misalnya, dari Dishub, Disdikpora, dan SLB) yang memiliki tugas dan wewenang jelas. Tim ini akan bertanggung jawab atas koordinasi harian, pemantauan, dan evaluasi. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 15 Butir Pengisian Formulir Penjelasan ● Kerja Sama Berkelanjutan: Menjalin kemitraan formal dengan pihak swasta melalui skema Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Kemitraan ini dapat mencakup pendanaan untuk perawatan rutin, pengadaan armada tambahan, atau pelatihan bagi petugas.
3.Penyediaan Infrastruktur ● Pembangunan Depo atau Garasi Khusus: Menyediakan fasilitas parkir dan perawatan yang memadai untuk armada bus. Hal ini penting untuk memastikan kondisi kendaraan selalu prima dan siap beroperasi. ● Pemasangan Teknologi Terintegrasi: Memasang teknologi pelacakan GPS dan sistem informasi digital akan meningkatkan efisiensi operasional. Integrasi dengan sistem manajemen kendaraan akan mempermudah pemantauan jadwal perawatan, riwayat perbaikan, dan efisiensi bahan bakar.
4.Sumber Daya dan Kompetensi ● Alokasi Anggaran Berkelanjutan: Mengalokasikan anggaran khusus yang stabil dari APBD untuk operasional, perawatan, dan gaji petugas. Hal ini akan mencegah program terhenti karena kekurangan dana. ● Peningkatan Kompetensi SDM: Melakukan pelatihan rutin dan bersertifikasi bagi pengemudi dan pendamping bus. Pelatihan ini mencakup cara penanganan siswa berkebutuhan khusus, pertolongan pertama, dan komunikasi efektif dengan orang tua. Pendekatan ini memastikan TRANSIGRAK tidak hanya menjadi proyek sesaat, tetapi fondasi kokoh bagi terciptanya ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Kulon Progo.
9.Sumber daya yang digunakan Inovasi TRANSIGRAK (Transportasi Inklusif Gratis Ramah Anak Sekolah) memerlukan berbagai sumber daya yang terencana untuk memastikan keberhasilan mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi. Sumber Daya yang Diperlukan
1.Pendanaan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 16 Butir Pengisian Formulir Penjelasan ● Kebutuhan: Dana dibutuhkan untuk pengadaan armada bus khusus disabilitas, biaya operasional harian (bahan bakar, perawatan), gaji pengemudi dan pendamping, serta pemeliharaan infrastruktur pendukung. ● Sumber Penyediaan: ○ Anggaran Pemerintah Daerah (APBD): Ini adalah sumber utama dan paling stabil. Alokasi dana dari APBD menjamin keberlanjutan program sebagai layanan publik. ○ Hibah atau Dana Khusus: Dana bisa juga berasal dari hibah pemerintah pusat atau lembaga internasional yang fokus pada isu disabilitas dan pendidikan.
2.Sumber Daya Manusia (SDM) ● Kebutuhan: Tenaga ahli untuk perencanaan rute, pengemudi bus yang terlatih, dan pendamping yang memiliki kompetensi dalam menangani anak-anak berkebutuhan khusus. ● Sumber Penyediaan: ○ ASN/Pegawai Pemerintah: Perekrutan dan penempatan pegawai ASN di Dinas Perhubungan sebagai pengemudi dan staf operasional. ○ Tenaga Kontrak Profesional: Menggunakan tenaga kontrak atau outsourcing untuk pendamping yang bersertifikat. Ini memberikan fleksibilitas dan memastikan pendamping memiliki keahlian yang spesifik.
3.Sarana dan Prasarana Sarana ● Bus Sekolah: Ini adalah fasilitas utama yang digunakan untuk mengangkut siswa penyandang disabilitas (inklusi).. Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo memiliki beberapa unit bus sekolah, hibahkan dari Kementerian Perhubungan.. Prasarana MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 17 Butir Pengisian Formulir Penjelasan ● Rute dan Jadwal: Rute bus sekolah telah ditentukan dan melewati sejumlah sekolah di wilayah Kulon Progo. Waktu operasional bus ini umumnya disesuaikan dengan jam masuk dan pulang sekolah, dengan keberangkatan pagi hari dan penjemputan sore hari. ● Titik Penjemputan: Meskipun tidak disebut secara spesifik sebagai halte atau prasarana fisik, bus sekolah beroperasi berdasarkan titik-titik penjemputan yang telah ditetapkan untuk melayani siswa. ● Fasilitas perawatan kendaraan (bengkel), dan sistem teknologi informasi untuk pelacakan dan manajemen operasional ● Dukungan Anggaran: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo telah mengalokasikan anggaran untuk operasional dan pemeliharaan bus-bus tersebut.
4.Kemitraan ● Kebutuhan: Kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung program. ● Sumber Penyediaan:Instansi Pemerintah: Dishub, Dinas Pendidikan, dan sekolah (SLB) menjadi mitra utama.
10.Analisa Risiko Aspek Operasional dan Logistik ● Keterlambatan dan Gangguan Jadwal: Kepadatan lalu lintas, kondisi jalan yang buruk, atau kerusakan mendadak pada bus bisa menyebabkan keterlambatan. Hal ini dapat memengaruhi jadwal sekolah dan menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. ● Mitigasi: Menerapkan sistem pemantauan GPS real-time untuk menginformasikan jadwal yang akurat, serta memiliki bus cadangan atau tim perbaikan siaga untuk mengatasi gangguan
2.Aspek Sosial ● Kecemburuan Sosial: Siswa atau orang tua dari sekolah umum yang juga kesulitan transportasi mungkin merasa program ini tidak adil karena hanya diperuntukkan bagi anak-anak SLB. ● Mitigasi: Melakukan sosialisasi yang masif dan terarah tentang filosofi inklusivitas program. Menjelaskan bahwa MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 18 Butir Pengisian Formulir Penjelasan program ini adalah langkah awal untuk mengatasi kesenjangan yang paling mendesak, dengan visi jangka panjang untuk mengembangkan layanan yang lebih luas.
3.Aspek Keuangan ● Ketergantungan Anggaran Daerah: Keberlanjutan program sangat bergantung pada alokasi anggaran APBD yang stabil. Jika terjadi perubahan prioritas atau krisis ekonomi, pendanaan bisa terancam. ● Mitigasi: Mencari sumber pendanaan alternatif, seperti kemitraan dengan sektor swasta (CSR) atau pengajuan dana hibah. Menyusun kebijakan daerah yang mengikat untuk menjamin alokasi anggaran program ini dalam jangka panjang.
4.Aspek Keamanan dan Keselamatan ● Risiko Kecelakaan: Meskipun bus didesain aman, risiko kecelakaan di jalan tetap ada. Kerusakan fasilitas khusus (rampa atau lift) juga bisa membahayakan pengguna. ● Mitigasi: Memiliki prosedur operasional standar (SOP) yang ketat untuk keselamatan, melakukan inspeksi rutin pada armada, dan memberikan pelatihan berkala kepada pengemudi dan pendamping tentang penanganan darurat dan pertolongan pertama. Dengan mengidentifikasi dan mengelola risiko ini secara proaktif, TRANSIGRAK dapat terus berjalan dengan efektif dan berkelanjutan. 3.6 QUICKWIN SMART ENVIRONMENT Tabel 3. 6 Profil Quickwins Smart Environment MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 19 Butir Pengisian Formulir Penjelasan
1.Nama Singkat Inovasi Gerakan 1 Kalurahan/Kelurahan, 1 Bank Sampah Induk Nama singkat yang diberikan kepada inovasi untuk keperluan intern maupun ekstern dapat berupa:
1.Singkatan dari nama program/kegiatan/produk layanan atau bentuk inovasi lain
2.Nama populer yang menarik dan terkini untuk memudahkan promosi dan memotivasi pengembangan dan implementasi
3.Dapat berupa penamaan sementara saja sebelum diimplementasikan secara luas. Pada tahap awal bisa belum ditetapkan.
2.Penjelasan singkat Gerakan 1 Kalurahan/Kelurahan, 1 Bank Sampah Induk, merupakan sebuah gerakan dalam upaya meminimalisir timbulan sampah, menggeser pengelolaan sampah mulai dari Hulu dan Tengah, dengan memberdayakan masyarakat. Saat ini sampah yang masuk TPA (Hilir) berkisar 30-35 ton per hari, sehingga volume sampah yang masuk ke TPA akan overload, maka kebijakan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo adalah mengurangi sampah yang masuk ke TPA Banyuroto. Dengan gerakan ini, diharapkan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dikelola oleh masyarakat dan selesai ditingkat Kelurahan/Kalurahan dan sampah yang masuk ke TPA hanya sampah residu saja.
3.Status Saat Ini
a.Kode status
b.Persentase Selesai
c.Penjelasan Kode Status dalam siklus manajemen inovasi
1.Volume sampah semakin hari semakin meningkat seiring aktifitas masyarakat yang semakin banyak serta pertumbuhan penduduk yang terus bertambah 2.
1.Kebutuhan/masalah dalam proses perumusan
2.Ide/konsep inovasi awal dalam proses penulisan/penggambaran
3.Rencana pembangunan/implementasi dalam pembuatan
4.Inovasi dan komponen pendukungnya dalam pembangunan
5.Implementasi Inovasi sedang berlangsung
6.Evaluasi dan rencana pengembangan lebih lanjut sedang berlangsung Persentase Penyelesaian (progres waktu/pekerjaan) 1% sd. 100% dalam kode status dimaksud (bukan keseluruhan inovasi) MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 20 Butir Pengisian Formulir Penjelasan Keterangan tambahan status (url)
4.Manfaat dari inovasi 1. Mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA melalui kegiatan pemilahan, pengolahan, dan daur ulang.
2.Mengembangkan sistem sirkular ekonomi (circular economy) di tingkat lokal.
3.Memudahkan koordinasi dan monitoring karena setiap kalurahan/kelurahan memiliki bank sampah induk.
4.Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
5.Keunikan / kreativitas Gerakan 1 Kalurahan, 1 Bank Sampah Induk” hadir sebagai terobosan kreatif dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Keunikannya terletak pada pemerataan kelembagaan: setiap kalurahan memiliki bank sampah induk sebagai pusat gerakan lingkungan, yang tidak hanya menampung sampah, tetapi juga menghubungkan berbagai bank sampah unit di dusun, sekolah, dan komunitas. Dengan pendekatan ekonomi kreatif, sampah diubah menjadi tabungan, produk bernilai tambah, hingga sumber pendapatan baru. Lebih dari sekadar solusi lingkungan, gerakan ini membangun budaya partisipasi warga, transparansi tata kelola, dan ekosistem sirkular ekonomi di tingkat lokal. Inovasi ini menjadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan sosial yang inspiratif, mudah direplikasi, dan berkelanjutan.”
6.Kemitraan Kelompok pengelola sampah
7.Potensi untuk pengembangan lebih lanjut Mendorong terciptanya eco-product unggulan di tiap kalurahan/kelurahan (misalnya kompos, kerajinan plastik daur ulang, paving block ramah lingkungan).
8.Strategi Menjaga Keberlangsungan - Membentuk struktur organisasi bank sampah induk yang jelas, lengkap dengan SOP pengelolaan. - Program training of trainers agar setiap bank sampah induk mampu mendampingi unit-unit di bawahnya.
9.Sumber daya yang digunakan
1.SDM - Pengurus Bank Sampah - Masyarakat/warga - Pendamping teknis (DLH, LSM, akademisi)
2.Sumber Daya Finansial
3.Sumber Daya Fisik/ Material MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 21 Butir Pengisian Formulir Penjelasan - Sarana transportasi (gerobak motor, mobil pick-up, gerobak sampah). - Fasilitas pengolahan (mesin pencacah plastik, mesin pencacah organik/kompos, timbangan, meja sortir). - Lahan atau bangunan untuk sekretariat/rumah bank sampah induk. - Tempat penyimpanan sementara sampah (gudang)
4.Sumber Daya Teknologi & Informasi - Perangkat komputer/laptop dan jaringan internet. - Media komunikasi dan kampanye (spanduk, pamflet, media sosial).
5.Sumber Daya Sosial & Kelembagaan - Dukungan kelembagaan dari pemerintah desa/kelurahan. - Jejaring dengan bank sampah unit di RT/RW, sekolah, dan komunitas - Kemitraan dengan pelaku daur ulang, UMKM, dan pengepul.
10.Analisa Risiko Resiko : - Rendahnya kesadaran warga untuk memilah sampah dan menabung di bank sampah - Pengurus bank sampah kurang kompeten atau regenerasi kader lemah - Keterbatasan sarana (mesin, gudang, alat angkut) - Hasil sampah anorganik/produk daur ulang tidak terserap pasar Mitigasi : - Edukasi berkelanjutan (sosialisasi, lomba, kampanye kreatif), insentif nyata (tabungan bisa ditukar sembako/layanan publik) - Pelatihan rutin, program kaderisasi (melibatkan pemuda), - Pengadaan bertahap melalui dana desa/CSR, optimalisasi aset lokal, kolaborasi dengan DLH untuk peminjaman fasilitas - Membangun jejaring dengan pengepul, industri daur ulang, marketplace online, dan bazar lokal MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 1 Proses pertama dalam manajemen risiko adalah identifikasi. Risiko yang teridentifikasi kemudian dituliskan dan diklasifikasi berdasarkan lima pilar sebagaimana Gambar 4.1berikut: Gambar 4. 1 Pilar Manajemen Risiko Sumber: Panduan Penyusunan Masterplan Smart City Identifikasi risiko juga dilengkapi dengan Dampak risiko, kerawanan, kontrol yang ada saat ini, pemilik risiko, dan risiko positif. Setelah risiko yang mungkin muncul diidentifikasi, hal yang dilakukan selanjutnya adalah menganalisa risiko. Analisa risiko pada quickwins smart city dilakukan dengan memberikan nilai pada dampak risiko dan kemungkinan risiko. Kemungkinan dan dampak risiko dinilai sesuai dengan indikator berikut: Tabel 4. 1 Penjelasan Kemungkinan Risiko Tingkat Kemungkinan Deskripsi 1 Kecil Kemungkinan terjadi 1-2 kali dalam satu periode 2 Sedang Kemungkinan terjadi 3-4 kali dalam satu periode MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 2 3 Besar Kemungkinan terjadi >5 kali dalam satu periode Tabel 4. 2 Penjelasan nilai dampak risiko Tingkat Dampak Deskripsi 1 Kecil Dampak secara finansial atau non finansial tidak terlalu serius, tidak menyebabkan banyak masalah atau kerusakan 2 Sedang Dampak secara finansial atau non-finansial besar atau punya pengaruh untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut. 3 Besar Dampak secara finansial atau non-finansial sangat buruk, serius, atau kerusakan yang tidak dikehendaki Nilai tersebut kemudian akan menentukan status risiko apakah risiko termasuk berisiko rendah, sedang, atau tinggi. Adapun matriks risiko dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Gambar 4. 2 Matriks Nilai Risiko Sumber: Panduan Penyusunan Masterplan Smart City Setelah risiko, dampak, hingga status diidentifikasi, hal yang dilakukan selanjutnya adalah menyusun perencanaan terkait penanganan risiko dan mitigasi risiko yang juga dilampirkan pada kertas kerja manajemen risiko. Penanganan risiko pada kertas kerja manajemen risiko meliputi penanganan risiko, rencana kontrol, penanggung jawab, target waktu/frekuensi, dan kebutuhan sumber daya. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat menjadi panduan bagi penanggung jawab program dalam menghadapi risiko yang ada, sehingga keberlangsungan program dapat terjaga. Kolom terakhir pada kertas kerja manajemen risiko quick wins smart city berisikan mitigasi risiko yang dibagi menjadi dua: mitigasi struktural, dan mitigasi non- struktural. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 3 Sub-bab berikutnya akan berisikan pembahasan manajemen risiko Quickwins berdasarkan masing-masing dimensi smart city: 4.1 MANAJEMEN RISIKO QUICKWINS SMART GOVERNANCE Manajemen risiko Quickwins Smart Governance terdiri atas informasi Identifikasi Risiko, Analisis Risiko, Penanganan Risiko, dan Mitigasi Risiko sebagaimana diuraikan pada program inovasi Quickwins Smart Governance. 4.1.1 PROGRAM ELING PAJAK DAERAH Elektronifikasi Layanan dan Integrasi Pajak Daerah adalah transformasi digital dalam pengelolaan pajak daerah yang membuat pembayaran dan pelaporan semakin mudah, mendorong peningkatan transaksi non-tunai sesuai capaian ETPD, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan, serta menumbuhkan kesadaran atas kewajiban perpajakan daerah.
1.Identifikasi Risiko Identifikasi risiko Smart Governance mengacu pada parameter risiko Smart City seperti dibawah ini. Tabel 4. 3 Identifikasi Risiko Quick Wins Smart Governance ID Kategori Sub kategori Risiko R-1 Nature N/A N/A R-2 Infrastruktur Infrastruktur digital Keterbatasan Jaringan Internet R-3 Keamanan jaringan Serangan Keamanan Informasi R-4 Struktur Update aplikasi Aplikasi tidak terupdate sesuai kebutuhan masyarakat R-5 SDM pengelola aplikasi SDM pengelola layanan Eling Pajak tidak proaktif R-6 Integrasi aplikasi Kendala/ gangguan pada layanan terintegrasi (Bank BPD, BPN dan SPLP) akan menyebabkan kendala pada Pajak Daerah R-7 Superstruktur N/A N/A R-8 Culture Literasi Digital Masyarakat tidak mau menggunakan sistem informasi Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
2.Analisis Risiko Analisis risiko Smart Governance mengacu pada parameter risiko Smart City dan Penilaian ini dilakukan dengan menyatakan dua dimensi risiko, yaitu kemungkinan dan dampak, dalam bentuk angka yang dapat diperbandingkan, sebagaimana tabel dibawah ini. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 4 Tabel 4. 4 Analisis Risiko Quick Wins Smart Governance Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah ID Kategori Sub kategori Risiko Kemungkina n Dampak Tingkat Risiko R-1 Nature N/A N/A N/A N/A N/A R-2 Infrastruk tur Infrastruktur digital Keterbatasan Jaringan Internet 1 1 Rendah R-3 Keamanan jaringan Serangan Keamanan Informasi 2 2 Sedang R-4 Struktur Update aplikasi Aplikasi tidak terupdate sesuai kebutuhan masyarakat 1 2 Rendah R-5 SDM pengelola aplikasi SDM pengelola layanan Eling Pajak tidak proaktif 1 2 Rendah R-6 Integrasi aplikasi Kendala/ gangguan pada layanan terintegrasi (Bank BPD, BPN dan SPLP) akan menyebabkan kendala pada Pajak Daerah 1 3 Sedang R-7 Superstr uktur N/A N/A N/A N/A N/A R-8 Culture Literasi Digital Masyarakat tidak mau menggunakan sistem informasi 1 2 Rendah MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 5
3.Penentuan Ranking Risiko Setelah dilakukan analisis risiko, maka dilakukan penetuan ranking risiko yang diurutkan berdasarkan risiko paling besar ke kecil. Tabel 4. 5 Penentuan Ranking Risiko Quick Wins Smart Governance Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
4.Penanganan Risiko Penanganan risiko dibagi menjadi 3 (tiga) bentuk yaitu, Penanggungjawab, Target waktu/frekuensi, dan kebutuhan sumber daya. Tabel 4. 6 Penanganan Risiko Quick Wins Smart Governance ID Risiko Penanggungjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya R-1 N/A N/A N/A N/A R-2 Keterbatasan Jaringan Internet Dinas Kominfo, Provider 1 bulan SDM, Hardware, Software R-3 Serangan Keamanan Informasi Dinas Kominfo 1 tahun SDM, Hardware, Software R-4 Aplikasi tidak terupdate sesuai BKAD, Kominfo 1 bulan SDM, Hardware, Software ID Risiko Tingkat Ranking Risiko (Dari paling besar ke kecil) R-1 N/A N/A R-2 Keterbatasan Jaringan Internet 2 R-3 Serangan Keamanan Informasi 1 R-4 Aplikasi tidak terupdate sesuai kebutuhan masyarakat 4 R-5 SDM pengelola layanan Eling Pajak tidak proaktif 5 R-6 Kendala/ gangguan pada layanan terintegrasi (Bank BPD, BPN dan SPLP) akan menyebabkan kendala pada Pajak Daerah 3 R-7 N/A N/A R-8 Masyarakat tidak mau menggunakan sistem informasi 6 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 6 ID Risiko Penanggungjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya kebutuhan masyarakat R-5 SDM pengelola layanan Eling Pajak tidak proaktif BKAD, Kominfo 7 jam SDM R-6 Kendala/ gangguan pada layanan terintegrasi (Bank BPD, BPN dan SPLP) akan menyebabkan kendala pada Pajak Daerah BKAD, Pengelola layanan BPD, BPN, Dinas Kominfo 3 bulan Kominfo, BKAD R-7 N/A N/A N/A N/A R-8 Masyarakat tidak mau menggunakan sistem informasi BKAD 7 hari SDM. Hardware, Anggaran Sosialisasi Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
5.Mitigasi Risiko Mitigasi risiko dibagi menjadi 2 (dua) bentuk yaitu, Mitigasi Struktural dan Mitigasi Non- Struktural. Tabel 4. 7 Mitigasi Risiko Quick Wins Smart Governance ID Risiko Mitigasi Struktural Mitigasi Non-struktural R-1 N/A N/A N/A R-2 Keterbatasan Jaringan Internet Penyediaan jaringan internet secara bertahap di daerah terutama blankspot area Pemeliharaan atau kerusakan perangkat jaringan N/A R-3 Serangan Keamanan Informasi Implementasi standar keamanan sesuai potensi kerentanan Peningkatan kesadaran atas keamanan digital MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 7 ID Risiko Mitigasi Struktural Mitigasi Non-struktural R-4 Aplikasi tidak terupdate sesuai kebutuhan masyarakat N/A Pemantauan aplikasi untuk meningkatkan kualitas layanan R-5 SDM pengelola layanan Eling Pajak tidak proaktif Penyusunan SOP layanan dalam jaringan Penguatan SDM dan Tim Pengelola R-6 Kendala/ gangguan pada layanan terintegrasi (Bank BPD, BPN dan SPLP) akan menyebabkan kendala pada Pajak Daerah N/A Penguatan koordinasi antar stakeholder eksternal intergasi aplikasi R-7 N/A N/A N/A R-8 Masyarakat tidak mau menggunakan sistem informasi N/A Edukasi dan Literasi Digital pada Wajib Pajak maupun masyarakat umumnya Pendampingan dan layanan konsultasi bagi Wajib Pajak Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah 4.2 Quickwins Smart Branding Manajemen risiko Quickwins Smart Branding terdiri atas informasi Identifikasi Risiko, Analisis Risiko, Penanganan Risiko, dan Mitigasi Risiko sebagaimana diuraikan berdasarkan masing- masing program inovasi Quickwins Smart Branding.
1.Identifikasi Risiko Identifikasi risiko Smart Branding mengacu pada parameter risiko Smart City seperti dibawah ini. Tabel 4. 8 Identifikasi Risiko Quick Wins Smart Branding ID Kategori Sub kategori Risiko R-1 Nature Cuaca Ekstrem Angin kencang, hujan deras, kabut tebal, atau pohon tumbang R-2 Infrastruktur Digital (TIK) Kendala jaringan internet R-3 Sarana Kerja Tidak dapat mengolah data kedalam GIS R-4 Struktur SDM Tim teknis yang mempunyai pemahaman tentang SIMTARUKU terbatas MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 8 R-5 Keuangan Anggaran tidak memadai untuk menunjang kegiatan pemetaan lahan-lahan strategis di Kulon Progo R-6 Superstruktur Kebijakan Terbatasnya lahan untuk investasi R-7 Culture Sosial Pemaham masyarakat terkait investasi masih rendah Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
2.Analisis Risiko Analisis risiko Smart Branding mengacu pada parameter risiko Smart City dan Penilaian ini dilakukan dengan menyatakan dua dimensi risiko, yaitu kemungkinan dan dampak, dalam bentuk angka yang dapat diperbandingkan, sebagaimana tabel dibawah ini. Tabel 4. 9 Analisis Risiko Quick Wins Smart Branding Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
3.Penentuan Ranking Risiko Setelah dilakukan analisis risiko, maka dilakukan penetuan ranking risiko yang diurutkan berdasarkan risiko paling besar ke kecil. Tabel 4. 10 Penentuan Ranking Risiko Quick Wins Smart Branding Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
4.Penanganan Risiko Penanganan risiko dibagi menjadi 3 (tiga) bentuk yaitu, Penanggungjawab, Target waktu/frekuensi, dan kebutuhan sumber daya. Tabel 4. 11 Penanganan Risiko Quick Wins Smart Branding MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 9 ID Risiko Penanggungjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya R-1 Angin kencang, hujan deras, kabut tebal, atau pohon tumbang DPMPTSPKP Setiap bulan DPMPTSPKP R-2 Kendala jaringan internet DPMPTSP Setiap bulan Dinas Kominfo sebagai pengelola jaringan R-3 Tidak dapat mengolah data kedalam GIS DPMPTSP Setahun sekali DPMPTSPKP R-4 Tim teknis yang mempunyai pemahaman tentang DPMPTSPKP Per Triwulan DPTR sebagai pengelola SIM ID Kategori Sub kategori Risiko Kemungkin an Dampa k Tingkat Risiko R-1 Nature Cuaca Ekstrem Angin kencang, hujan deras, kabut tebal, atau pohon tumbang 2 2 4 R-2 Infrastruk tur Digital (TIK) Kendala jaringan internet 3 2 6 R-3 Sarana Kerja Tidak dapat mengolah data kedalam GIS 3 3 9 R-4 Struktur SDM Tim teknis yang mempunyai pemahaman tentang SIMTARUKU terbatas 3 3 9 R-5 Keuangan Anggaran tidak memadai untuk menunjang kegiatan pemetaan lahan- lahan strategis di Kulon Progo 2 2 4 R-6 Superstr uktur Kebijakan Terbatasnya lahan untuk investasi 2 2 4 R-7 Culture Sosial Pemaham masyarakat terkait investasi masih rendah 2 2 4 ID Risiko Tingkat Ranking Risiko (Dari paling besar ke kecil) R-1 Angin kencang, hujan deras, kabut tebal, atau pohon tumbang 5 R-2 Kendala jaringan internet 3 R-3 Tidak dapat mengolah data kedalam GIS 4 R-4 Tim teknis yang mempunyai pemahaman tentang SIMTARUKU terbatas 2 R-5 Anggaran tidak memadai untuk menunjang kegiatan pemetaan lahan-lahan strategis di Kulon Progo 1 R-6 Terbatasnya lahan untuk investasi 6 R-7 Pemaham masyarakat terkait investasi masih rendah 7 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 10 SIMTARUKU terbatas R-5 Anggaran tidak memadai untuk menunjang kegiatan pemetaan lahan- lahan strategis di Kulon Progo DPMPTSPKP Setahun sekali DPMPTSPKP R-6 Terbatasnya lahan untuk investasi DPMPTSPKP Setahun sekali DPMPTSPKP R-7 Pemaham masyarakat terkait investasi masih rendah DPMPTSPKP Semester sekali DPMPTSPKP Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
5.Mitigasi Risiko Mitigasi risiko dibagi menjadi 2 (dua) bentuk yaitu, Mitigasi Struktural dan Mitigasi Non- Struktural. Tabel 4. 12 Mitigasi Risiko Quick Wins Smart Branding Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah ID Risiko Mitigasi Struktural Mitigasi Non-struktural R-1 Angin kencang, hujan deras, kabut tebal, atau pohon tumbang N/A Berkoordinasi dengan Kapanewon dan Kalurahan setempat R-2 Kendala jaringan internet N/A Berkoodinasi dengan Dinas Kominfo R-3 Tidak dapat mengolah data kedalam GIS N/A Berkoordinasi dengan BAPERIDA dan BKAD R-4 Tim teknis yang mempunyai pemahaman tentang SIMTARUKU terbatas N/A Berkoordinasi dengan Dinas PTR untuk melakukan pembinaan R-5 Anggaran tidak memadai untuk menunjang kegiatan pemetaan lahan-lahan strategis di Kulon Progo N/A Pengusulan anggaran prioritas kepada TAPD melalui Bappeda R-6 Terbatasnya lahan untuk investasi N/A Koodinasi dengan lintas OPD/Kementerian/ Lembaga R-7 Pemaham masyarakat terkait investasi masih rendah N/A Pengusulan anggaran prioritas kepada TAPD melalui Bappeda untuk sosialisasi MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 11 4.2 MANAJEMEN RISIKO QUICKWINS SMART ECONOMY Manajemen risiko Quickwins Smart Economy terdiri atas informasi Identifikasi Risiko, Analisis Risiko, Penanganan Risiko, dan Mitigasi Risiko sebagaimana diuraikan berdasarkan masing- masing program inovasi Quickwins Smart Economy. 4.2.1 PROGRAM SMART FARMING AGRICULTURE GREEN HOUSE MELON Smart Farming Agriculture Greenhouse melon merupakan salah satu upaya teknologi berbudidaya tanaman melon, mengacu pada penggunaan teknologi dan data untuk mengoptimalkan lingkungan rumah kaca demi hasil melon yang lebih baik. Teknologi ini meliputi sensor untuk mengontrol suhu, kelembapan, cahaya, dan nutrisi, sistem irigasi otomatis, serta pemantauan kualitas udara untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas melon secara konsisten. adapun metode yang biasa digunakan menggunakan system polybag dengan media tanam yang digunakan cocopeat atau dengan sistem hidroponik. Dengan sistem greenhouse, petani dapat lebih mudah mengatur suhu, kelembaban, serta intensitas cahaya yang diperlukan oleh tanaman, sehingga hasil panen menjadi lebih maksimal dan berkualitas tinggi. Penanaman atau budidaya Melon dengan smart Farming Agriculture Greenhouse bertujuan untuk lebih dapat mengendalikan lingkungan tumbuhnya dan menghindarkan tanaman dari serangan hama dan penyakit sehingga pertumbuhannya akan optimal dan hasil panennya bagus tanpa pengaruh musim atau waktu tanam. Budidaya melon dengan sistem smart farming greenhouse cukup efektif dan efisien karena dapat memanfaatkan lahan yang sempit, atau di sekitar perumahan. Disamping hal tersebut jenis benih melon yang digunakan menggunakan jenis bibit kelas premium sehingga nilai jual di pasaran lebih tinggi dan stabil karena segmen pasar utama yang dituju adalah masyarakat ekonomi menengah keatas dan pasar – pasar modern. Dengan pendekatan ini greenhouse melon tidak hanya meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana pertanian bisa maju, modern dan berkelanjutan.
1.Identifikasi Risiko Identifikasi risiko Smart Economy mengacu pada parameter risiko Smart City seperti dibawah ini. Tabel 4. 13 Identifikasi Risiko Quick Wins Smart Economy ID Kategori Sub kategori Risiko R-1 Infrastruktur Infrastruktur Fisik Gedung tempat budidaya mengalami kebakaran atau bencana alam R-2 Sarana Kerja Jaringan listrik dan instalasi penyiraman mati R-3 SDM Peralatan penunjang produksi mengalami kerusakan R-4 Keuangan Umur Teknis Infrastruktur Fisik 10 tahun MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 12 ID Kategori Sub kategori Risiko R-5 Infrastruktur Digital (TIK) Aplikasi smart greenhouse berbasis internet tidak bisa digunakan di beberapa lokasi R-6 Sosial Sistem aplikasi smart farming down atau tidak bisa diakses R-7 Struktur SDM (Petugas) Petani pengelola greenhouse kurang memahami sistem smart greenhouse dan budidaya melon R-8 SDM (Masyarakat) Masyarakat sekitar kurang mengerti manfaat smart greenhouse dalam budidaya melon R-9 Keuangan Daerah Anggaran tidak memadai untuk menunjang kegiatan pengembangan greenhouse R-10 Kultur Sosial Mindset masyarakat petani tidak mendukung pelaksanaan program (pembangunan greenhouse dan aplikasi smart) R-11 Suprastrukt ur Regulasi Pemerintah Pusat Keberlanjutan smart greenhouse terhenti R-12 Kegiatan Pengembangan smart greenhouse tidak bisa menjadi fokus utama R-13 Nature Kesehatan tanaman melon tanaman melon terkena penyakit
2.Analisis Risiko Analisis risiko Smart Branding mengacu pada parameter risiko Smart City dan Penilaian ini dilakukan dengan menyatakan dua dimensi risiko, yaitu kemungkinan dan dampak, dalam bentuk angka yang dapat diperbandingkan, sebagaimana tabel dibawah ini. Tabel 4. 14 Analisis Risiko Quick Wins Smart Economy ID Kategori Sub kategori Risiko Kemungkin an Dampa k Tingkat Risiko R-1 Infrastru ktur Infrastrukt ur Fisik Gedung tempat budidaya mengalami kebakaran atau bencana alam 2 3 3 R-2 Digital (TIK) Jaringan listrik dan instalasi penyiraman 2 2 2 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 13 ID Kategori Sub kategori Risiko Kemungkin an Dampa k Tingkat Risiko mati R-3 Sarana Kerja Peralatan penunjang produksi mengalami kerusakan 2 2 4 R-4 SDM Umur Teknis Infrastruktur Fisik 10 tahun 4 3 12 R-5 Infrastrukt ur Digital (TIK) Aplikasi smart greenhouse berbasis internet tidak bisa digunakan di beberapa lokasi 2 3 6 R-6 Superstr uktur Kebijakan Sistem aplikasi smart farming down atau tidak bisa diakses 2 3 6 R-7 Struktur SDM (Petugas) Petani pengelola greenhouse kurang memahami sistem smart greenhouse dan budidaya melon 1 1 1 R-8 SDM (Masyaraka t) Masyarakat sekitar kurang mengerti manfaat smart greenhouse dalam budidaya melon 1 3 6 R-9 Keuangan Daerah Anggaran tidak memadai untuk menunjang kegiatan pengembangan greenhouse 2 2 4 R- 10 Kultur Sosial Mindset masyarakat petani tidak mendukung pelaksanaan program (pembangunan greenhouse dan aplikasi smart) 2 2 4 R- Suprastr Regulasi Keberlanjutan smart 2 2 4 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 14 ID Kategori Sub kategori Risiko Kemungkin an Dampa k Tingkat Risiko 11 uktur Pemerintah Pusat greenhouse terhenti R- 12 Kegiatan Pengembangan smart greenhouse tidak bisa menjadi fokus utama 2 3 6 R- 13 Nature Kesehatan tanaman melon tanaman melon terkena penyakit 2 3 9 Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
3.Penentuan Ranking Risiko Setelah dilakukan analisis risiko, maka dilakukan penentuan ranking risiko yang diurutkan berdasarkan risiko paling besar ke kecil. Tabel 4. 15 Penentuan Ranking Risiko Quick Wins Smart Economy Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
4.Penanganan Risiko Penanganan risiko dibagi menjadi 3 (tiga) bentuk yaitu, Penanggungjawab, Target waktu/frekuensi, dan kebutuhan sumber daya. Tabel 4. 16 Penanganan Risiko Quick Wins Smart Economy ID Risiko Penanggungjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya R- 1 Gedung tempat budidaya mengalami kebakaran atau bencana alam Bidang Penyuluhan dan Prasarana DPP KP selaku Bidang Penyuluhan dan Prasarana prasarana produksi tanaman pangan, Hortikultura dan Perkebunan Setiap musim tanam Alat Pemadam Api Ringan (APAR), petugas pemadam kebakaran R- 2 Jaringan listrik dan instalasi penyiraman mati Bidang Penyuluhan dan Prasarana DPP KP selaku Bidang Setiap musim tanam Sarana dan prasarana pendukung di MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 15 ID Risiko Penanggungjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya Penyuluhan dan Prasarana prasarana produksi tanaman pangan, Hortikultura dan Perkebunan gedung R- 3 Peralatan penunjang produksi mengalami kerusakan Bidang Sarana DPP KP selaku Bidang pelaksana Sarana Produksi dan Pengembangan Usaha Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Setiap musim tanam Sarana dan prasarana pendukung pelayanan ID Risiko Tingkat Ranking Risiko (Dari paling besar ke kecil) R-1 Gedung tempat budidaya mengalami kebakaran atau bencana alam 3 R-2 Jaringan listrik dan instalasi penyiraman mati 4 R-3 Peralatan penunjang produksi mengalami kerusakan 6 R-4 Umur Teknis Infrastruktur Fisik 10 tahun 11 R-5 Aplikasi smart greenhouse berbasis internet tidak bisa digunakan di beberapa lokasi 8 R-6 Sistem aplikasi smart farming down atau tidak bisa diakses 7 R-7 Petani pengelola greenhouse kurang memahami sistem smart greenhouse dan budidaya melon 5 R-8 Masyarakat sekitar kurang mengerti manfaat smart greenhouse dalam budidaya melon 10 R-9 Anggaran tidak memadai untuk menunjang kegiatan pengembangan greenhouse 1 R-10 Mindset masyarakat petani tidak mendukung pelaksanaan program (pembangunan greenhouse dan aplikasi smart) 2 R-11 Keberlanjutan smart greenhouse terhenti 9 R-12 Kegiatan Pengembangan smart greenhouse tidak bisa menjadi fokus utama 12 R-13 Tanaman melon terkena penyakit 13 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 16 ID Risiko Penanggungjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya R- 4 Umur Teknis Infrastruktur Fisik 10 tahun Bidang Penyuluhan dan Prasarana DPP KP selaku Bidang Penyuluhan dan Prasarana prasarana produksi tanaman pangan, Hortikultura dan Perkebunan Setiap musim tanam Sarana prasarana Greenhouse R- 5 Aplikasi smart greenhouse berbasis internet tidak bisa digunakan di beberapa lokasi Bidang Penyuluhan dan Prasarana DPP KP selaku Bidang Penyuluhan dan Prasarana prasarana produksi tanaman pangan, Hortikultura dan Perkebunan Setiap musim tanam Bidang Prasarana DPP KP selaku Bidang pelaksana prasarana produksi tanaman pangan, Hortikultura dan Perkebunan R- 6 Sistem aplikasi smart farming down atau tidak bisa diakses Bidang Penyuluhan dan Prasarana DPP KP selaku Bidang Penyuluhan dan Prasarana prasarana produksi tanaman pangan, Hortikultura dan Perkebunan Setiap musim tanam Pihak ketiga sebagai pengelola aplikasi R- 7 Petani pengelola greenhouse kurang memahami sistem smart greenhouse dan budidaya melon Bidang Penyuluhan dan Prasarana DPP KP selaku Bidang Penyuluhan dan Prasarana prasarana produksi tanaman pangan, Hortikultura dan Perkebunan Setiap musim tanam Bidang Penyuluhan dan Prasarana DPP KP dan Kelompok tani sebagai pengelola kegiatan smart greenhouse R- 8 Masyarakat sekitar kurang mengerti manfaat smart greenhouse dalam budidaya melon Bidang Penyuluhan dan Prasarana DPP KP selaku Bidang Penyuluhan dan Prasarana prasarana produksi Setiap musim tanam Bidang Penyuluhan dan Prasarana DPP KP dan Kelompok tani sebagai pengelola kegiatan smart greenhouse MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 17 ID Risiko Penanggungjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya tanaman pangan, Hortikultura dan Perkebunan R- 9 Anggaran tidak memadai untuk menunjang kegiatan pengembangan greenhouse DPP KP Setiap musim tanam DPP KP R- 10 Mindset masyarakat petani tidak mendukung pelaksanaan program (pembangunan greenhouse dan aplikasi smart) DPP KP Setiap musim tanam Dukungan SDM DPP KP untuk pengembangan program R- 11 Keberlanjutan smart greenhouse terhenti DPP KP Setahun sekali Dukungan SDM KPP KP untuk pengembangan program R- 12 Kegiatan Pengembangan smart greenhouse tidak bisa menjadi fokus utama DPP KP Setahun sekali Dukungan SDM DPP KP untuk pengembangan program R- 13 Tanaman melon terkena penyakit Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan DPP KP selaku Bidang Pelaksana Produksi dan Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Setiap musim tanam Dukungan SDM DPP KP untuk pengembangan program Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
5.Mitigasi Risiko Mitigasi risiko dibagi menjadi 2 (dua) bentuk yaitu, Mitigasi Struktural dan Mitigasi Non- Struktural. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 18 Tabel 4. 17 Mitigasi Risiko Quick Wins Smart Economy ID Risiko Mitigasi Struktural Mitigasi Non-struktural R-1 Gedung tempat budidaya mengalami kebakaran atau bencana alam
1.Maintenance gedung yang bagus
2.Menyediakan alat pemadam kebakaran sederhana seperti water sprayer, sensor api, dan APAR di tiap lantai.
1.SOP Mitigasi jika terjadi bencana kebakaran dan bencana alam
2.Pelatihan mitigasi kebakaran (K3). R-2 Jaringan listrik dan instalasi penyiraman mati Perlunya penyediaan genset N/A R-3 Peralatan penunjang produksi mengalami kerusakan Perlunya penyediaan peralatan sesuai usia pemakaian N/A R-4 Umur Teknis Infrastruktur Fisik 10 tahun Perlunya perawatan secara periodik SOP perawatan R-5 Aplikasi smart greenhouse berbasis internet tidak bisa digunakan di beberapa lokasi N/A Menghubungi pihak ketiga untuk melakukan pengembangan aplikasi untuk diakses sementara secara offline dan maintenance secara berkala R-6 Sistem aplikasi smart farming down atau tidak bisa diakses N/A Menghubungi pihak ketiga untuk melakukan maintenance secara berkala R-7 Petani pengelola greenhouse kurang memahami sistem smart greenhouse dan budidaya melon Menyampaikan informasi kepada pengelola kegiatan smart greenhouse N/A R-8 Masyarakat sekitar kurang mengerti manfaat smart greenhouse dalam budidaya melon N/A Sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi kepada PPL dan petani R-9 Anggaran tidak memadai Alokasi anggaran dan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 19 ID Risiko Mitigasi Struktural Mitigasi Non-struktural untuk menunjang kegiatan pengembangan greenhouse pengamanan anggaran R- 10 Mindset masyarakat petani tidak mendukung pelaksanaan program (pembangunan greenhouse dan aplikasi smart) N/A Sosialisasi dan publikasi kepada masyarakat petani R- 11 Keberlanjutan smart greenhouse terhenti N/A DPP melakukan kegiatan yang menunjang dan mendukung pengembangan smart greenhouse R- 12 Kegiatan Pengembangan smart greenhouse tidak bisa menjadi fokus utama N/A DPP melakukan sosialisasi dan publikasi terkait potensi daerah untuk pengembangan smart agrikulture greenhouse yang harus dijaga dan diperhatikan R- 13 Tanaman melon terkena penyakit Petugas melakukan pemeriksaan regular untuk tanaman yang ada sehingga bisa mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit pada tanaman N/A Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah 4.3 QUICKWINS SMART LIVING Manajemen risiko Quickwins Smart Living terdiri atas informasi Identifikasi Risiko, Analisis Risiko, Penanganan Risiko, dan Mitigasi Risiko sebagaimana diuraikan berdasarkan masing- masing program inovasi Quickwins Smart Living. 4.3.1 PROGRAM RANTING KUAT RANTING KUAT: Rawat Anak Stunting Kulon Progo Agar Sehat merupakan upaya untuk membantu mengedukasi masyarakat secara luas, khususnya orang tua pasien anak stunting, tentang cara mengoptimalkan potensi yang dimiliki anak melalui intervensi gizi yang tepat. Salah satu langkah sederhana yang ditekankan adalah pemenuhan kecukupan protein harian dengan menambahkan makanan sumber protein hewani berupa telur rebus, yang bernilai ekonomis, praktis, dan mudah didapatkan. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 20
1.Identifikasi Risiko Identifikasi risiko Smart Living mengacu pada parameter risiko Smart City seperti dibawah ini. Tabel 4. 18 Identifikasi Risiko Quick Wins Smart Living ID Kategori Sub kategori Risiko Dampak R- 1 Nature N/A Telur mengandung virus Pasien terpapar virus flu burung dari unggas penghasil telur R- 2 Infrastruktur N/A N/A N/A R- 3 Struktur N/A N/A N/A R- 4 Superstrukt ur N/A N/A N/A R- 5 Culture N/A Alergi pada anak Stunting Pasien mengalami alergi tingkat sedang ataupun berat
2.Analisis Risiko Analisis risiko Smart Living mengacu pada parameter risiko Smart City dan Penilaian ini dilakukan dengan menyatakan dua dimensi risiko, yaitu kemungkinan dan dampak, dalam bentuk angka yang dapat diperbandingkan, sebagaimana tabel dibawah ini. Tabel 0.17 Analisis Risiko Quick Wins Smart Living Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
3.Penentuan Ranking Risiko ID Kategori Sub kategori Risiko Kemungkina n Dampa k Tingkat Risiko R- 1 Nature N/A Telur mengandung virus 1 3 3 R- 2 Infrastruktur N/A N/A N/A N/A N/A R- 3 Struktur N/A N/A N/A N/A N/A R- 4 Superstrukt ur N/A N/A N/A N/A N/A R- 5 Culture N/A Alergi pada anak Stunting N/A N/A N/A MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 21 Setelah dilakukan analisis risiko, maka dilakukan penentuan ranking risiko yang diurutkan berdasarkan risiko paling besar ke kecil. Tabel 4. 19 Penentuan Ranking Risiko Quick Wins Smart Living ID Risiko Tingkat Ranking Risiko (Dari paling besar ke kecil) R-1 Telur mengandung virus 1 R-2 N/A R-3 N/A R-4 N/A R-5 Alergi pada anak Stunting 2 Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
4.Penanganan Risiko Penanganan risiko dibagi menjadi 3 (tiga) bentuk yaitu, Penanggungjawab, Target waktu/frekuensi, dan kebutuhan sumber daya. Tabel 4. 20 Penanganan Risiko Quick Wins Smart Living Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
5.Mitigasi Risiko Mitigasi risiko dibagi menjadi 2 (dua) bentuk yaitu, Mitigasi Struktural dan Mitigasi Non- Struktural. Tabel 4. 21 Mitigasi Risiko Quick Wins Smart Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah ID Risiko Penanggungjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya R-1 Telur mengandung virus Kepala Instalasi Gizi 1-5 bulan N/A R-2 N/A N/A N/A N/A R-3 N/A N/A N/A N/A R-4 N/A N/A N/A N/A R-5 Alergi pada anak Stunting N/A N/A N/A MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 22 4.4 QUICKWINS SMART SOCIETY Manajemen risiko Quickwins Smart Society terdiri atas informasi Identifikasi Risiko, Analisis Risiko, Penanganan Risiko, dan Mitigasi Risiko sebagaimana diuraikan berdasarkan masing- masing program inovasi Quickwins Smart Society. 4.4.1 PROGRAM TRANSIGRAK TRANSIGRAK atau Transportasi Inklusif Gratis Ramah Anak Sekolah sebuah inovasi krusial yang membawa dampak signifikan bagi pendidikan dan kesejahteraan anak-anak berkebutuhan khusus di Kulon Progo. TRANSIGRAK hadir karena akses adalah kunci menuju kesetaraan. Layanan ini bukan hanya tentang memindahkan siswa dari titik A ke titik B, melainkan sebuah manifestasi dari komitmen pemerintah daerah untuk menghapus hambatan sosial dan fisik yang selama ini membatasi potensi anak-anak berkebutuhan khusus. Secara keseluruhan, TRANSIGRAK adalah lebih dari sekadar moda transportasi. Ini adalah sebuah inovasi yang merefleksikan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan inklusivitas. Layanan ini menjadi pondasi penting untuk memastikan bahwa setiap anak di Kulon Progo memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan meraih potensi maksimalnya.
1.Identifikasi Risiko Identifikasi risiko Smart Society mengacu pada parameter risiko Smart City seperti dibawah ini. Tabel 4. 22 Identifikasi Risiko Quick Wins Smart Society ID Kategori Sub kategori Risiko R-1 Nature Banjir dan Tanah Longsor Kulon Progo memiliki daerah yang rawan banjir dan longsor R-2 Cuaca Ekstrem Angin kencang, hujan deras, atau kabut tebal R-3 Kondisi Topografi Beberapa wilayah Kulon Progo memiliki topografi yang berbukit dan curam R-4 Infrastruktur Infrastruktur Fisik Memiliki topografi yang beragam, ID Risiko Mitigasi Struktural Mitigasi Non-struktural R-1 Telur mengandung virus N/A N/A R-2 N/A N/A N/A R-3 N/A N/A N/A R-4 N/A N/A N/A R-5 Alergi pada anak Stunting N/A N/A MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 23 ID Kategori Sub kategori Risiko kondisi jalan di area pedesaan seringkali sempit, bergelombang, atau belum beraspal sempurna R-5 Tidak semua rumah tinggal siswa berada di pinggir jalan utama, kesulitan menjangkau gang-gang kecil atau jalan buntu R-6 Ketersediaan bengkel atau teknisi yang terlatih untuk menangani bus dengan fasilitas khusus (seperti rampa hidrolik dan lift) di Kulon Progo mungkin terbatas R-7 Infratsruktur Digital Orang tua mungkin belum sepenuhnya familiar dengan aplikasi atau sistem digital yang digunakan R-8 Tidak semua orang tua atau siswa menggunakan smartphone untuk mengakses komunikasi lewat aplikasi R-9 menggunakan sistem pelacakan GPS atau aplikasi untuk informasi jadwal dan rute, keandalan sistem ini sangat krusial R-10 Struktur Struktur Organisasi dan Tata Kelola Miskomunikasi dan inefisiensi layanan. R-11 ketidakpastian dan ketidakpuasan dari pihak pengguna layanan R-12 Struktur Sumber Daya Manusia Pengemudi dan pendamping bus harus memiliki kompetensi khusus R-13 jumlah pengemudi, pendamping, atau personel perawatan bus tidak mencukupi R-14 Struktur Pendanaan Ketergantungan pada anggaran daerah R-15 hanya mengandalkan satu sumber pendanaan, program menjadi rentan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 24 ID Kategori Sub kategori Risiko R-16 Superstruktur Kerangka Hukum dan Kebijakan Perbedaan regulasi antara pemerintah pusat dan daerah terkait standar keselamatan transportasi atau layanan inklusif R-17 rentan terhadap perubahan politik atau prioritas anggaran R-18 Kondisi Sosial dan Politik Legislatif (DPRD) dan pemerintah daerah sangat krusial untuk keberlanjutan program R-19 risiko tuntutan berlebihan dari masyarakat R-20 Keterbatasan Anggaran dari Pemerintah Pusat Layanan ini bergantung pada bantuan bus dari pemerintah pusat R-21 Culture Perilaku dan Kebiasaan Pengguna Kebiasaan tidak tepat waktu dapat mengganggu jadwal bus R-22 kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan bus R-23 Stigma dan Persepsi Sosial Masih ada risiko stigma sosial dari sebagian masyarakat atau bahkan dari sesama siswa R-24 Ada risiko sebagian orang tua atau siswa tidak menghargai fasilitas yang diberikan R-25 Keengganan Menggunakan Layanan Layanan menjadi kurang efektif
2.Analisis Risiko Analisis risiko Smart Society mengacu pada parameter risiko Smart City dan Penilaian ini dilakukan dengan menyatakan dua dimensi risiko, yaitu kemungkinan dan dampak, dalam bentuk angka yang dapat diperbandingkan, sebagaimana tabel dibawah ini. Tabel 4. 23 Analisis Risiko Quick Wins Smart Society ID Kategori Sub kategori Risiko Kemungkin an Dampa k Tingkat Risiko R- 1 Nature Banjir dan Tanah Longsor Kulon Progo memiliki daerah yang rawan banjir dan longsor 2 3 6 R- 2 Cuaca Ekstrem Angin kencang, hujan deras, atau 2 3 6 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 25 ID Kategori Sub kategori Risiko Kemungkin an Dampa k Tingkat Risiko kabut tebal R- 3 Kondisi Topografi Beberapa wilayah Kulon Progo memiliki topografi yang berbukit dan curam 2 2 4 R- 4 Infrastruk tur Infrastrukt ur Fisik Memiliki topografi yang beragam, kondisi jalan di area pedesaan seringkali sempit, bergelombang, atau belum beraspal sempurna 2 3 6 R- 5 Tidak semua rumah tinggal siswa berada di pinggir jalan utama, kesulitan menjangkau gang- gang kecil atau jalan buntu 2 3 6 R- 6 Ketersediaan bengkel atau teknisi yang terlatih untuk menangani bus dengan fasilitas khusus (seperti rampa hidrolik dan lift) di Kulon Progo mungkin terbatas 3 3 9 R- 7 Infratsrukt ur Digital Orang tua mungkin belum sepenuhnya familiar dengan aplikasi atau sistem digital yang digunakan 1 3 3 R- 8 Tidak semua orang tua atau siswa menggunakan smartphone untuk mengakses komunikasi lewat 2 2 4 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 26 ID Kategori Sub kategori Risiko Kemungkin an Dampa k Tingkat Risiko aplikasi R- 9 Menggunakan sistem pelacakan GPS atau aplikasi untuk informasi jadwal dan rute, keandalan sistem ini sangat krusial 1 3 3 R- 10 Struktur Struktur Organisasi dan Tata Kelola Miskomunikasi dan inefisiensi layanan. 2 2 4 R- 11 Ketidakpastian dan ketidakpuasan dari pihak pengguna layanan 2 3 6 R- 12 Struktur Sumber Daya Manusia Pengemudi dan pendamping bus harus memiliki kompetensi khusus 2 3 6 R- 13 jumlah pengemudi, pendamping, atau personel perawatan bus tidak mencukupi 3 3 9 R- 14 Struktur Pendanaan Ketergantungan pada anggaran daerah 3 3 9 R- 15 Hanya mengandalkan satu sumber pendanaan, program menjadi rentan 3 3 9 R- 16 Superstru ktur Kerangka Hukum dan Kebijakan Perbedaan regulasi antara pemerintah pusat dan daerah terkait standar keselamatan transportasi atau layanan inklusif 1 3 3 R- 17 Rentan terhadap perubahan politik atau prioritas anggaran 3 3 9 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 27 ID Kategori Sub kategori Risiko Kemungkin an Dampa k Tingkat Risiko R- 18 Kondisi Sosial dan Politik legislatif (DPRD) dan pemerintah daerah sangat krusial untuk keberlanjutan program 3 3 9 R- 19 Risiko tuntutan berlebihan dari masyarakat 2 3 6 R- 20 Keterbatas an Anggaran dari Pemerintah Pusat Layanan ini bergantung pada bantuan bus dari pemerintah pusat 3 3 9 R- 21 Culture Perilaku dan Kebiasaan Pengguna Kebiasaan tidak tepat waktu dapat mengganggu jadwal bus 2 3 6 R- 22 kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan bus 1 2 2 R- 23 Stigma dan Persepsi Sosial Masih ada risiko stigma sosial dari sebagian masyarakat atau bahkan dari sesama siswa 1 1 1 R- 24 Ada risiko sebagian orang tua atau siswa tidak menghargai fasilitas yang diberikan 1 3 3 R- 25 Keenggana n Mengguna kan Layanan Layanan menjadi kurang efektif 1 2 2 Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
3.Penentuan Ranking Risiko MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 28 Setelah dilakukan analisis risiko, maka dilakukan penentuan ranking risiko yang diurutkan berdasarkan risiko paling besar ke kecil. Tabel 4. 24 Penentuan Ranking Risiko Quick Wins Smart Society ID Risiko Ti115ngkat Ranking Risiko (Dar20i paling besar ke kecil) R-1 Kulon Progo memiliki daerah yang rawan banjir dan longsor 5 R-2 Angin kencang, hujan deras, atau kabut tebal 7 R-3 Beberapa wilayah Kulon Progo memiliki topografi yang berbukit dan curam 6 R-4 Memiliki topografi yang beragam, kondisi jalan di area pedesaan seringkali sempit, bergelombang, atau belum beraspal sempurna 4 R-5 Tidak semua rumah tinggal siswa berada di pinggir jalan utama, kesulitan menjangkau gang-gang kecil atau jalan buntu 9 R-6 Ketersediaan bengkel atau teknisi yang terlatih untuk menangani bus dengan fasilitas khusus (seperti rampa hidrolik dan lift) di Kulon Progo mungkin terbatas 12 R-7 Orang tua mungkin belum sepenuhnya familiar dengan aplikasi atau sistem digital yang digunakan 17 R-8 Tidak semua orang tua atau siswa menggunakan smartphone untuk mengakses komunikasi lewat aplikasi 16 R-9 Menggunakan sistem pelacakan GPS atau aplikasi untuk informasi jadwal dan rute, keandalan sistem ini sangat krusial 10 R-10 Miskomunikasi dan inefisiensi layanan. 14 R-11 Ketidakpastian dan ketidakpuasan dari pihak pengguna layanan 13 R-12 Pengemudi dan pendamping bus harus memiliki kompetensi khusus 8 R-13 Jumlah pengemudi, pendamping, atau personel perawatan bus tidak mencukupi 3 R-14 Ketergantungan pada anggaran daerah 1 R-15 hanya mengandalkan satu sumber pendanaan, program menjadi rentan 2 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 29 ID Risiko Ti115ngkat Ranking Risiko (Dar20i paling besar ke kecil) R-16 Perbedaan regulasi antara pemerintah pusat dan daerah terkait standar keselamatan transportasi atau layanan inklusif 11 R-17 Rentan terhadap perubahan politik atau prioritas anggaran 18 R-18 Legislatif (DPRD) dan pemerintah daerah sangat krusial untuk keberlanjutan program 15 R-19 Risiko tuntutan berlebihan dari masyarakat 20 R-20 Layanan ini bergantung pada bantuan bus dari pemerintah pusat 19 R-21 Kebiasaan tidak tepat waktu dapat mengganggu jadwal bus 21 R-22 Kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan bus 23 R-23 Masih ada risiko stigma sosial dari sebagian masyarakat atau bahkan dari sesama siswa 22 R-24 Ada risiko sebagian orang tua atau siswa tidak menghargai fasilitas yang diberikan 24 R-25 Layanan menjadi kurang efektif 25 Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
4.Penanganan Risiko Penanganan risiko dibagi menjadi 3 (tiga) bentuk yaitu, Penanggungjawab, Target waktu/frekuensi, dan kebutuhan sumber daya. Tabel 4. 25 Penanganan Risiko Quick Wins Smart Society ID Risiko Penanggu ngjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya R- 1 Kulon Progo memiliki daerah yang rawan banjir dan longsor DISHUB 1 Tahun sekali 1) Membuat protokol operasional yang jelas, termasuk prosedur evakuasi, komunikasi, dan koordinasi dengan pihak berwenang (polisi, BPBD). 2) Rute Alternatif: Menyiapkan dan memverifikasi rute alternatif yang aman dan tidak rawan banjir. Rute ini harus MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 30 ID Risiko Penanggu ngjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya sudah disosialisasikan kepada pengemudi dan pihak sekolah. 3) Peralatan Keselamatan Darurat: Setiap bus wajib dilengkapi dengan alat pemecah kaca, kotak P3K, rompi keselamatan, senter, selimut, dan air bersih untuk keadaan darurat. Untuk cuaca ekstrem seperti banjir, jaket pelampung sangat penting. R- 2 Angin kencang, hujan deras, atau kabut tebal DISHUB 1 Tahun sekali 1) Menyusun dan mensosialisasikan Prosedur Operasional Standar (SOP) untuk berbagai skenario cuaca ekstrem, termasuk pembatalan layanan, perubahan rute, dan prosedur evakuasi. 2) Peralatan Keselamatan Darurat: Setiap bus wajib dilengkapi dengan alat pemecah kaca, kotak P3K, rompi keselamatan, senter, selimut, dan air bersih untuk keadaan darurat. Untuk cuaca ekstrem seperti banjir, jaket pelampung sangat penting. R- 3 Beberapa wilayah Kulon Progo memiliki topografi yang berbukit dan curam DISHUB 6 bulan sekali 1) Sistem Pengereman Ganda: Dilengkapi dengan rem angin (air brake) dan rem mesin yang berfungsi optimal untuk mengendalikan kecepatan saat turunan. 2) Ban Khusus: Menggunakan ban dengan cengkeraman yang kuat (off-road tires) untuk menghindari selip di jalanan yang basah atau berbatu MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 31 ID Risiko Penanggu ngjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya R- 4 Memiliki topografi yang beragam, kondisi jalan di area pedesaan seringkali sempit, bergelombang, atau belum beraspal sempurna DISHUB 6 bulan sekali 1) Menggunakan ban dengan lapisan ganda atau ban khusus yang lebih tahan terhadap tusukan dan benturan dari kerikil atau benda tajam lainnya. 2) Peralatan Perbaikan Darurat: Setiap bus harus dilengkapi dengan peralatan dasar seperti kunci ban, dongkrak yang kuat, dan ban cadangan untuk mengatasi kerusakan ringan di jalan. R- 5 Tidak semua rumah tinggal siswa berada di pinggir jalan utama, kesulitan menjangkau gang- gang kecil atau jalan buntu DISHUB 1 Tahun sekali 1) Koordinator Titik Kumpul: Petugas khusus yang bertugas menentukan dan mengelola titik kumpul atau halte yang strategis dan aman. Mereka harus berkomunikasi langsung dengan orang tua siswa untuk memastikan semua pihak memahami dan mematuhi jadwal. 2) Aplikasi Seluler atau Sistem Komunikasi: Mengembangkan atau menggunakan aplikasi yang memungkinkan orang tua, asisten, dan pengemudi bus untuk berkomunikasi secara real-time. Aplikasi ini dapat memberikan notifikasi jika bus mendekati titik kumpul atau terjadi perubahan jadwal. R- 6 Ketersediaan bengkel atau teknisi yang terlatih untuk menangani bus dengan fasilitas khusus (seperti rampa DISHUB 1 Tahun sekali 1) Teknisi Internal Terlatih: Ini adalah kebutuhan sumber daya yang paling krusial. Layanan bus harus memiliki teknisi sendiri yang dilatih secara khusus untuk menangani perawatan. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 32 ID Risiko Penanggu ngjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya hidrolik dan lift) di Kulon Progo mungkin terbatas 2) Protokol Darurat: Membuat protokol yang sangat jelas mengenai apa yang harus dilakukan jika fasilitas khusus tidak berfungsi saat dioperasikan. Protokol ini harus mencakup cara mengoperasikan rampa secara manual, mengkomunikasikan situasi kepada tim di kantor, dan memastikan keselamatan siswa. R- 7 Orang tua mungkin belum sepenuhnya familiar dengan aplikasi atau sistem digital yang digunakan DISHUB 1 Tahun sekali 1) Sistem Komunikasi Multisaluran: Jangan hanya mengandalkan satu aplikasi. Layanan harus menyediakan opsi komunikasi lain seperti Pesan Teks (SMS/WhatsApp): Mengirim pembaruan penting secara otomatis melalui pesan teks yang sederhana, seperti "Bus 5 menit lagi sampai.". 2) Materi Pendukung Non- Digital: Sediakan panduan cetak yang mudah dibaca, lengkap dengan gambar dan langkah-langkah sederhana untuk menggunakan aplikasi. Materi ini bisa dibagikan saat pertemuan orang tua atau di hari pertama layanan. R- 8 Tidak semua orang tua atau siswa menggunakan smartphone untuk mengakses komunikasi lewat aplikasi DISHUB 1 Tahun sekali 1) Protokol Komunikasi Jelas: Buat prosedur standar operasional (SOP) yang mendetail untuk setiap skenario, misalnya, apa yang harus dilakukan jika bus terlambat atau jika siswa tidak ada di titik penjemputan. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 33 ID Risiko Penanggu ngjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya Prosedur ini harus mencakup cara komunikasi melalui SMS atau telepon. 2) Kartu Kontak: Bagikan kartu kecil berisi semua informasi penting, seperti nomor telepon darurat, jadwal bus, dan rute, kepada orang tua dan siswa. Ini membantu mereka mendapatkan informasi tanpa harus menggunakan teknologi digital. R- 9 Menggunakan sistem pelacakan GPS atau aplikasi untuk informasi jadwal dan rute, keandalan sistem ini sangat krusial DISHUB 1 Tahun sekali Protokol Komunikasi Darurat: prosedur yang jelas tentang apa yang harus dilakukan jika sistem GPS mengalami kegagalan total. Prosedur ini harus mencakup cara tim komunikasi menginformasikan kepada orang tua dan sekolah, serta cara pengemudi melaporkan lokasi secara manual. R- 10 Miskomunikasi dan inefisiensi layanan. DISHUB 1 Tahun sekali Platform Komunikasi Terpadu: Kembangkan atau gunakan platform digital tunggal (seperti grup pesan terenkripsi, dashboard daring, atau aplikasi khusus) di mana semua pihak dapat mengakses informasi yang relevan. Platform ini harus memiliki fitur untuk mengunggah pengumuman, melihat jadwal, dan mengirim pesan pribadi. R- 11 Ketidakpastian dan ketidakpuasan dari pihak pengguna layanan DISHUB 1 Tahun sekali 1) Platform Informasi Terpusat: Sediakan satu sumber informasi resmi dan terpusat, seperti situs web atau aplikasi khusus, di mana MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 34 ID Risiko Penanggu ngjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya semua kebijakan, jadwal, rute, dan standar keselamatan bisa diakses dengan mudah oleh semua pihak. Pastikan informasi di platform ini selalu diperbarui. 2) Alat Komunikasi Multisaluran: Gunakan berbagai cara untuk menyebarkan informasi agar tidak ada yang terlewat. Ini bisa termasuk email, pesan WhatsApp, atau bahkan pamflet cetak yang dibagikan kepada orang tua. R- 12 Pengemudi dan pendamping bus harus memiliki kompetensi khusus DISHUB 1 Tahun sekali 1) Anggaran Pelatihan: Alokasikan dana khusus untuk biaya pelatihan, termasuk honorarium pelatih, materi, dan sertifikasi. 2) Pelatih Tersertifikasi R- 13 Jumlah pengemudi, pendamping, atau personel perawatan bus tidak mencukupi DISHUB 1 Tahun sekali 1) Jumlah Staf yang Ideal:analisis kebutuhan untuk menentukan rasio ideal pengemudi, pendamping, dan personel perawatan terhadap jumlah siswa dan bus. Hal ini untuk memastikan beban kerja yang merata dan tidak berlebihan. 2) Gaji dan Tunjangan Kompetitif: Tawaran kompensasi dan tunjangan yang menarik untuk menarik dan mempertahankan personel yang berkualitas. Ini termasuk gaji yang adil, asuransi kesehatan, dan insentif kerja. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 35 ID Risiko Penanggu ngjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya R- 14 Ketergantungan pada anggaran daerah DISHUB 1 Tahun sekali Model Pendanaan Beragam: Kembangkan strategi untuk mencari sumber pendanaan di luar anggaran daerah. Dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR): Jalin kemitraan dengan perusahaan swasta. Hibah dan Donasi: Aktif mencari hibah dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) nasional yang berfokus pada pendidikan atau hak anak. Bangun program donasi publik dari individu atau komunitas. R- 15 Hanya mengandalkan satu sumber pendanaan, program menjadi rentan DISHUB 1 Tahun sekali Model Pendanaan Beragam: Kembangkan model yang tidak hanya bergantung pada anggaran daerah. Kemitraan Perusahaan: Menawarkan paket kemitraan kepada perusahaan di Kulon Progo atau di luar daerah. Sebagai imbalan, perusahaan bisa mendapatkan promosi (misalnya, logo di badan bus) atau laporan dampak sosial yang dapat mereka gunakan untuk laporan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Program Donasi Publik: Buat kampanye donasi yang mudah diakses oleh individu, baik secara online maupun offline. Jelaskan secara transparan bagaimana setiap donasi akan digunakan. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 36 ID Risiko Penanggu ngjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya Hibah dan Bantuan: Aktif mencari hibah dari yayasan atau lembaga yang fokus pada kesejahteraan anak, pendidikan, atau isu disabilitas. Sistem Pelaporan Keuangan Transparan: sistem keuangan yang dapat diakses dan diaudit. Transparansi ini sangat penting untuk membangun kepercayaan dengan semua pihak, terutama calon donatur dan mitra. R- 16 Perbedaan regulasi antara pemerintah pusat dan daerah terkait standar keselamatan transportasi atau layanan inklusif DISHUB 1 Tahun sekali Audit Kepatuhan Rutin: Lakukan audit secara berkala untuk memastikan semua operasional, termasuk standar keselamatan bus dan kualifikasi personel, telah memenuhi persyaratan hukum yang berlaku. Ini adalah langkah preventif untuk mengidentifikasi potensi masalah sebelum menjadi serius. Protokol Standar Ganda: Ketika ada perbedaan regulasi, layanan bus harus mengadopsi standar yang paling ketat dan komprehensif. Sebagai contoh, jika regulasi pusat meminta 10 fitur keselamatan dan regulasi daerah hanya 5, maka layanan harus memenuhi 10 fitur tersebut. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 37 ID Risiko Penanggu ngjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya Strategi Advokasi dan Lobi: Buat strategi untuk mengadvokasi kebijakan yang mendukung layanan inklusif. Libatkan pihak-pihak terkait, seperti perwakilan sekolah, orang tua, dan LSM, untuk bersama-sama mengajukan usulan perbaikan regulasi yang lebih harmonis. R- 17 Rentan terhadap perubahan politik atau prioritas anggaran DISHUB 1 Tahun sekali Rencana Strategis Jangka Panjang: rencana kerja yang detail untuk 5-10 tahun ke depan. Rencana ini harus mencakup target yang jelas, alokasi anggaran yang diproyeksikan, dan strategi untuk menghadapi perubahan politik. R- 18 Legislatif (DPRD) dan pemerintah daerah sangat krusial untuk keberlanjutan program DISHUB 1 Tahun sekali Strategi Kemitraan Multipihak: Jalin kemitraan formal dan non-formal dengan berbagai pihak di luar pemerintah, seperti: Sektor Swasta: Mengundang perusahaan melalui program CSR untuk menjadi mitra pendanaan. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM): Bekerja sama dengan LSM yang memiliki visi serupa untuk mendapatkan dukungan dan bantuan advokasi. Asosiasi Orang Tua: Libatkan orang tua dalam advokasi program. Kesaksian mereka adalah kekuatan yang sangat efektif dalam mempengaruhi MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 38 ID Risiko Penanggu ngjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya kebijakan. Landasan Hukum yang Kuat: Dorong pengesahan Peraturan Daerah (Perda) yang secara eksplisit mengatur dan menjamin keberlanjutan program, termasuk alokasi anggarannya. Perda akan membuat program lebih tahan terhadap perubahan kebijakan yang tiba-tiba. R- 19 Risiko tuntutan berlebihan dari masyarakat DISHUB 6 bulan sekali 1) Komunikasi Publik yang Proaktif: Mengedukasi masyarakat secara proaktif tentang keterbatasan layanan, alokasi anggaran, dan kriteria penentuan rute. Ini dapat dilakukan melalui media sosial, situs web, atau pertemuan langsung untuk mengelola ekspektasi publik. 2) Penyusunan Kriteria dan Aturan Layanan: Dishub harus memiliki kebijakan yang jelas dan tertulis mengenai kriteria kelayakan suatu wilayah untuk mendapatkan layanan. Kriteria ini dapat meliputi jumlah minimum siswa disabilitas di suatu area, kondisi prasarana jalan yang memungkinkan bus melintas dengan aman, dan jarak dari titik penjemputan utama. R- 20 Layanan ini bergantung pada bantuan bus dari pemerintah pusat DISHUB 3 bulan sekali Perencanaan Jangka Panjang: Membuat rencana strategis untuk program bus sekolah inklusif yang tidak hanya bergantung pada MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 39 ID Risiko Penanggu ngjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya bantuan eksternal. Perencanaan ini harus mencakup target armada, estimasi biaya operasional, dan skema pemeliharaan mandiri. Perawatan Mandiri Armada: Menganggarkan dan menyiapkan fasilitas serta tenaga teknis untuk perawatan dan perbaikan rutin bus. Ini penting untuk memperpanjang usia pakai bus yang sudah ada agar tidak bergantung pada pengadaan unit baru. Analisis Kebutuhan Terkini: Terus melakukan evaluasi dan analisis kebutuhan untuk menentukan rute yang paling vital dan mendesak. Hal ini membantu Dishub fokus pada area prioritas jika terjadi keterbatasan armada. R- 21 Kebiasaan tidak tepat waktu dapat mengganggu jadwal bus DISHUB 3 bulan sekali Platform Informasi: Membuat platform komunikasi (misalnya, grup WhatsApp, aplikasi pesan, atau media sosial) untuk membagikan informasi terkini mengenai jadwal bus, penjemputan, atau adanya keterlambatan yang tidak terduga. Sistem Pelacakan Bus (GPS): Mengimplementasikan teknologi GPS pada setiap bus untuk memungkinkan Dishub dan orang tua memantau posisi bus secara MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 40 ID Risiko Penanggu ngjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya real-time. Ini membantu mengurangi kecemasan dan memberikan transparansi mengenai jadwal. Sosialisasi Budaya Tepat Waktu: Mengadakan kampanye atau program edukasi berkelanjutan yang bekerja sama dengan sekolah untuk menanamkan pentingnya budaya disiplin dan ketepatan waktu pada siswa dan orang tua. R- 22 Kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan bus DISHUB 1 Tahun sekali Penyediaan Tempat Sampah: Memasang tempat sampah yang mudah dijangkau di dalam setiap unit bus. Ini adalah langkah paling mendasar untuk memberikan kemudahan bagi penumpang agar tidak membuang sampah sembarangan. Jadwal Kebersihan Harian: Menetapkan jadwal pembersihan rutin untuk setiap bus. Armada harus dibersihkan setelah setiap shift atau setiap hari, untuk memastikan kondisi yang selalu bersih dan higienis. Media Kampanye: Menggunakan media visual yang menarik, seperti stiker atau poster di dalam bus dengan pesan yang singkat dan jelas, contohnya "Buang Sampah Pada Tempatnya" atau "Jaga Kebersihan Bersama". MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 41 ID Risiko Penanggu ngjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya R- 23 Masih ada risiko stigma sosial dari sebagian masyarakat atau bahkan dari sesama siswa DISHUB 1 Tahun sekali Aturan Perilaku yang Jelas: Menetapkan dan mensosialisasikan aturan perilaku yang ketat di dalam bus, yang secara eksplisit melarang segala bentuk perundungan dan diskriminasi. Aturan ini harus disepakati bersama oleh sekolah, orang tua, dan siswa. Program Edukasi Inklusif: Dishub harus bekerja sama dengan pihak sekolah untuk menyelenggarakan program edukasi atau kampanye anti- perundungan yang spesifik di dalam bus. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai disabilitas dan pentingnya menghargai perbedaan. Mekanisme Pelaporan: Menyediakan jalur komunikasi yang mudah dan aman bagi siswa atau orang tua untuk melaporkan insiden perundungan atau perilaku yang tidak pantas. Jalur ini harus menjamin kerahasiaan pelapor untuk mencegah dampak lebih lanjut. R- 24 Ada risiko sebagian orang tua atau siswa tidak menghargai fasilitas yang diberikan DISHUB 1 Tahun sekali Aturan yang Tegas: Menetapkan aturan yang jelas mengenai penggunaan fasilitas bus, termasuk larangan merusak atau mencoret-coret. Aturan ini MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 42 ID Risiko Penanggu ngjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya harus disosialisasikan dan ditegakkan secara konsisten. Sosialisasi Berkelanjutan: Secara rutin mengadakan sosialisasi kepada siswa dan orang tua, baik di sekolah maupun melalui media sosial, tentang pentingnya menjaga fasilitas publik Mekanisme Sanksi: Menyusun mekanisme sanksi yang adil bagi pelanggar, misalnya berupa teguran, penangguhan layanan sementara, atau sanksi lain yang bersifat edukatif. Sanksi ini diterapkan setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Pengawasan Aktif: Menempatkan pendamping bus yang terlatih untuk mengawasi perilaku siswa. Mereka tidak hanya memastikan keamanan, tetapi juga mengingatkan siswa untuk menjaga kebersihan dan ketertiban. R- 25 Layanan menjadi kurang efektif DISHUB 1 Tahun sekali Kampanye Edukasi: Melakukan kampanye yang menyoroti keunggulan layanan bus dibandingkan kendaraan pribadi. Pesan utama harus menonjolkan manfaat keamanan, biaya gratis, pengurangan polusi udara, dan kontribusi terhadap pengurangan kemacetan di sekitar sekolah. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 43 ID Risiko Penanggu ngjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya Kerja Sama dengan Sekolah: Menjalin kerja sama yang erat dengan pihak sekolah untuk mendorong siswa menggunakan bus. Pihak sekolah dapat membantu dengan mengeluarkan imbauan resmi, atau bahkan memberlakukan kebijakan yang memprioritaskan siswa pengguna bus. Publikasi Informasi: Memanfaatkan media sosial, situs web pemerintah, dan media lokal untuk mempromosikan layanan. Hal ini termasuk mempublikasikan foto atau video kegiatan di dalam bus yang menunjukkan lingkungan yang aman dan menyenangkan. Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
5.Mitigasi Risiko Mitigasi risiko dibagi menjadi 2 (dua) bentuk yaitu, Mitigasi Struktural dan Mitigasi Non- Struktural. Tabel 4. 26 Mitigasi Risiko Quick Wins Smart Society ID Risiko Mitigasi Struktural Mitigasi Non-struktural R- 1 Kulon Progo memiliki daerah yang rawan banjir dan longsor Pembangunan talud, drainase, tanggul, normalisasi sungai, reboisasi lahan kritis Edukasi kesiapsiagaan bencana, simulasi evakuasi, sosialisasi jalur aman MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 44 ID Risiko Mitigasi Struktural Mitigasi Non-struktural R- 2 Angin kencang, hujan deras, atau kabut tebal Penyediaan rambu lalu lintas, penerangan jalan, peneduh/penahan angin di lokasi rawan Informasi dini cuaca ekstrem, pelatihan pengemudi menghadapi cuaca buruk R- 3 Beberapa wilayah Kulon Progo memiliki topografi yang berbukit dan curam Peningkatan kualitas jalan beraspal, guardrail, marka jalan, pelebaran tikungan Edukasi keselamatan berkendara, penetapan rute alternatif aman R- 4 Memiliki topografi yang beragam, kondisi jalan di area pedesaan seringkali sempit, bergelombang, atau belum beraspal sempurna Pembangunan/pe ningkatan jalan desa, perkerasan jalan Prioritas anggaran perbaikan jalan pedesaan, koordinasi desa dan kabupaten R- 5 Tidak semua rumah tinggal siswa berada di pinggir jalan utama, kesulitan menjangkau gang-gang kecil atau jalan buntu Penyediaan halte/penjemputa n terpusat di titik strategis Sosialisasi ke orang tua untuk mendampingi siswa ke titik penjemputan R- 6 Ketersediaan bengkel atau teknisi yang terlatih untuk menangani bus dengan fasilitas khusus (seperti rampa hidrolik dan lift) di Kulon Progo mungkin terbatas Penyediaan bengkel khusus, peralatan hidrolik/lift Pelatihan teknisi lokal, kerja sama dengan bengkel swasta R- 7 Orang tua mungkin belum sepenuhnya familiar dengan aplikasi atau sistem digital yang digunakan Pengadaan perangkat sederhana di sekolah/halte Sosialisasi penggunaan aplikasi, pelatihan singkat bagi orang tua R- 8 Tidak semua orang tua atau siswa menggunakan smartphone untuk mengakses komunikasi lewat aplikasi Penyediaan papan informasi jadwal di halte/sekolah Alternatif komunikasi via SMS/telepon, subsidi perangkat bagi keluarga miskin R- 9 Menggunakan sistem pelacakan GPS atau aplikasi untuk informasi jadwal dan rute, keandalan sistem ini sangat krusial Peningkatan server & perangkat GPS, backup sistem Monitoring berkala sistem, pelatihan operator aplikasi MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 45 ID Risiko Mitigasi Struktural Mitigasi Non-struktural R- 10 Miskomunikasi dan inefisiensi layanan. Penggunaan dashboard kontrol layanan SOP komunikasi & koordinasi antar petugas, call center R- 11 Ketidakpastian dan ketidakpuasan dari pihak pengguna layanan Kotak saran digital/fisik, sistem survei kepuasan Forum komunikasi rutin dengan orang tua & siswa R- 12 Pengemudi dan pendamping bus harus memiliki kompetensi khusus Fasilitas pelatihan berkala, sertifikasi sopir & pendamping Standar kompetensi & evaluasi berkala R- 13 Jumlah pengemudi, pendamping, atau personel perawatan bus tidak mencukupi Rekrutmen tambahan SDM, penambahan unit bus Skema insentif & kesejahteraan pekerja transportasi sekolah R- 14 Ketergantungan pada anggaran daerah Diversifikasi sumber anggaran (CSR, BUMD, dana pusat) Advokasi kebijakan ke DPRD, efisiensi anggaran R- 15 Hanya mengandalkan satu sumber pendanaan, program menjadi rentan Skema pembiayaan campuran (multiyears, kemitraan swasta) Penggalangan dukungan multi- pihak (pentahelix) R- 16 Perbedaan regulasi antara pemerintah pusat dan daerah terkait standar keselamatan transportasi atau layanan inklusif Harmonisasi aturan, sinkronisasi regulasi Advokasi kebijakan lintas sektor, koordinasi pusat-daerah R- 17 Rentan terhadap perubahan politik atau prioritas anggaran MOU jangka panjang, integrasi program dengan RPJMD/RPJPD Advokasi program inklusif ke semua pihak politik R- 18 Legislatif (DPRD) dan pemerintah daerah sangat krusial untuk keberlanjutan program Penyediaan data & analisis manfaat program Lobi & komunikasi politik, forum koordinasi pemangku kepentingan R- 19 Risiko tuntutan berlebihan dari masyarakat Peningkatan kapasitas layanan (penambahan armada, rute) Sosialisasi batasan layanan & komunikasi ekspektasi masyarakat R- Layanan ini bergantung pada Penyediaan Advokasi & kerja sama dengan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 46 ID Risiko Mitigasi Struktural Mitigasi Non-struktural 20 bantuan bus dari pemerintah pusat armada cadangan dari Pemda/CSR Kemenhub/Pemprov R- 21 Kebiasaan tidak tepat waktu dapat mengganggu jadwal bus Sistem monitoring kehadiran bus & siswa Edukasi budaya disiplin waktu R- 22 Kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan bus Fasilitas tempat sampah & alat kebersihan di bus Edukasi perilaku bersih, lomba bus terbersih R- 23 Masih ada risiko stigma sosial dari sebagian masyarakat atau bahkan dari sesama siswa Desain bus inklusif & ramah anak Kampanye anti diskriminasi, edukasi kesetaraan R- 24 Ada risiko sebagian orang tua atau siswa tidak menghargai fasilitas yang diberikan Penyediaan mekanisme sanksi ringan (misal pencabutan hak jika disalahgunakan) Edukasi etika penggunaan fasilitas, sosialisasi peraturan R- 25 Layanan menjadi kurang efektif Evaluasi berkala program, sistem feedback real time Optimalisasi manajemen operasional, perbaikan SOP Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah 4.5 QUICKWINS SMART ENVIRONMENT Manajemen risiko Quickwins Smart Environment terdiri atas informasi Identifikasi Risiko, Analisis Risiko, Penanganan Risiko, dan Mitigasi Risiko sebagaimana diuraikan berdasarkan masing- masing program inovasi Quickwins Smart Environment. 4.5.1 Gerakan 1 Kalurahan/Kelurahan, 1 Bank Sampah Induk Gerakan 1 Kalurahan/Kelurahan, 1 Bank Sampah Induk, merupakan sebuah gerakan dalam upaya meminimalisir timbulan sampah, menggeser pengelolaan sampah mulai dari Hulu dan Tengah, dengan memberdayakan masyarakat. Dengan gerakan ini, diharapkan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dikelola oleh masyarakat dan selesai di tingkat Kelurahan/Kalurahan dan sampah yang masuk ke TPA hanya sampah residu saja.
1.Identifikasi Risiko Identifikasi risiko Smart Environment mengacu pada parameter risiko Smart City seperti di bawah ini. MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 47 Tabel 4. 27 Identifikasi Risiko Quick Wins Smart Environment ID Kategori Sub kategori Risiko R-1 Nature Alam/ Lingkungan Bencana alam (banjir, gempa bumi, tanah longsor, puting beliung) R-2 Topografi Aksesibilitas pengangkutan sampah menjadi terkendala R-3 Infrastruktur Infrastruktur fisik Sarana dan prasarana kurang lengkap R-4 Lokasi Lahan yang tersedia Luasan lahan yang digunakan kurang memadai R-5 Struktur SDM Kapasitas SDM terbatas R-6 Superstruktur Kelembagaan Koordinasi antar lembaga yang lemah R-7 Jejaring Kelembagaan Jejaring lembaga pengelola sampah lemah R-8 Culture Partisipasi masyarakat Rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat
2.Analisis Risiko Analisis risiko Smart Environmet mengacu pada parameter risiko Smart City dan Penilaian ini dilakukan dengan menyatakan dua dimensi risiko, yaitu kemungkinan dan dampak, dalam bentuk angka yang dapat diperbandingkan, sebagaimana tabel dibawah ini. Tabel 4. 28 Analisis Risiko Quick Wins Smart Environment ID Kategori Sub kategori Risiko Kemungkin an Dampa k Tingkat Risiko R- 1 Nature Alam/ Lingkungan Bencana alam (banjir, gempa bumi, tanah longsor, puting beliung) 1 2 Rendah R- 2 Topografi Aksesibilitas pengangkutan sampah menjadi terkendala 2 2 Rendah R- 3 Infrastrukt ur Infrastruktur fisik Sarana dan prasarana kurang lengkap 1 2 Rendah R- 4 Lokasi Lahan yang tersedia Luasan lahan yang digunakan kurang memadai 2 2 Rendah R- 5 Struktur SDM Kapasitas SDM terbatas 1 2 Rendah R- Superstru Kelembaga Koordinasi antar 1 2 Rendah MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 48 6 ktur an lembaga yang lemah R- 7 Jejaring Kelembaga an Jejaring lembaga pengelola sampah lemah N/A N/A N/A R- 8 Culture Partisipasi masyarakat Rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat 2 2 Rendah Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
3.Penentuan Ranking Risiko Setelah dilakukan analisis risiko, maka dilakukan penentuan ranking risiko yang diurutkan berdasarkan risiko paling besar ke kecil. Tabel 4. 29 Penentuan Ranking Risiko Quick Wins Smart Environment Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
4.Penanganan Risiko Penanganan risiko dibagi menjadi 3 (tiga) bentuk yaitu, Penanggungjawab, Target waktu/frekuensi, dan kebutuhan sumber daya. ID Risiko Tingkat Ranking Risiko (Dari paling besar ke kecil) R-1 Bencana alam (banjir, gempa bumi, tanah longsor, puting beliung) 1 R-2 Aksesibilitas pengangkutan sampah menjadi terkendala 3 R-3 Sarana dan prasarana kurang lengkap 4 R-4 Luasan lahan yang digunakan kurang memadai 5 R-5 Kapasitas SDM terbatas 6 R-6 Koordinasi antar lembaga yang lemah 7 R-7 Jejaring lembaga pengelola sampah lemah 8 R-8 Rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat 2 MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 49 Tabel 4. 30 Penanganan Risiko Quick Wins Smart Environment ID Risiko Penanggungjawab Target Waktu/Frekuensi Kebutuhan Sumber Daya R-1 Bencana alam (banjir, gempa bumi, tanah longsor, puting beliung) N/A 2026 - 2029 N/A R-2 Aksesibilitas pengangkutan sampah menjadi terkendala N/A 2026 - 2029 N/A R-3 Sarana dan prasarana kurang lengkap N/A 2026 - 2029 N/A R-4 Luasan lahan yang digunakan kurang memadai N/A 2026 - 2029 N/A R-5 Kapasitas SDM terbatas N/A 2026 - 2029 N/A R-6 Koordinasi antar lembaga yang lemah N/A 2026 - 2029 N/A R-7 Jejaring lembaga pengelola sampah lemah N/A N/A N/A R-8 Rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat N/A 2026 - 2029 N/A Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah
5.Mitigasi Risiko Mitigasi risiko dibagi menjadi 2 (dua) bentuk yaitu, Mitigasi Struktural dan Mitigasi Non- Struktural. Tabel 4. 31 Mitigasi Risiko Quick Wins Smart Environment ID Risiko Mitigasi Struktural Mitigasi Non-struktural R- Bencana alam (banjir, gempa - Memastikan - membuat SOP terkait keadaan MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 50 ID Risiko Mitigasi Struktural Mitigasi Non-struktural 1 bumi, tanah longsor, puting beliung) lokasi bank sampah tidak berada di bantaran sungai, di tepi tebing/ lereng curam - Mendesain bangunan bank sampah tahan gempa (fondasi/ struktur kuat) darurat yang disebabkan oleh bencana alam R- 2 Aksesibilitas pengangkutan sampah menjadi terkendala Menentukan drop point/ titik kumpul sampah sementara agar memudahkan penjemputan N/A R- 3 Sarana dan prasarana kurang lengkap Pengadaan alat pendukung Pemetaan kebutuhan prioritas R- 4 Luasan lahan yang digunakan kurang memadai Optimalisasi tata ruang SOP pengelolaan ruang (membuat aturan detail penempatan sampah, produk olahan dan administrasi agar tidak saling tumpang tindih - Rotasi pengangkutan (jadwal pengangkutan lebih sering agar sampah tidak menumpuk di lahan terbatas) R- 5 Kapasitas SDM terbatas - Digitalisasi administrasi - Penyediaan sarana kerja yang efisien Pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM (workshop, sosialisasi) -Kemitraan dengan pihak eksternal ( universitas, LSM, swasta) R- 6 Koordinasi antar lembaga yang lemah - Membangun sekretariat/ ruang bersama untuk melakukan koordinasi/ pertemuan rutin - Digitalisasi koordinasi Membuat jadwal komunikasi teratur (rapat bulanan) MASTERPLAN SMART CITY KULON PROGO 2026-2034 51 ID Risiko Mitigasi Struktural Mitigasi Non-struktural (penggunaan WA untuk koordinasi) R- 7 Jejaring lembaga pengelola sampah lemah N/A N/A R- 8 Rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat Penyediaan sarana edukasi (papan informasi, banner tentang manfaat bank sampah) - Sosialisasi, kampanye sosial (lomba kebersihan antar RT, - festival bank sampah) Focus Group Discussion Smart City Kulonprogo, diolah Masterplan Smart City merupakan dokumen yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan dalam melaksanakan pembangunan. Penyusunan dokumen ini didasarkan pada analisis kondisi geografis, kesenjangan wilayah, serta upaya penyelesaian berbagai permasalahan yang dihadapi daerah. Selain itu, masterplan ini juga merangkum berbagai dokumen perencanaan pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD dan RPJPD Kabupaten Kulon Progo. Pada tahap berikutnya, pelaksanaan program Quickwins dan program prioritas dapat dilakukan secara bertahap disertai proses monitoring dan evaluasi. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat sekaligus menyempurnakan keseluruhan Masterplan Smart City agar semakin optimal dan terarah dalam mewujudkan kota cerdas. Wates, 4 Februari 2026 BUPATI KULON PROGO, Cap/ttd R. AGUNG SETYAWAN