KETENTUAN PENUTUP
Pasal 6 Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Nganjuk.
Ditetapkan di Nganjuk pada tanggal 20 April 2026 BUPATI NGANJUK, ttd.
MARHAEN DJUMADI Diundangkan di Nganjuk pada tanggal 20 April 2026 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN NGANJUK, ttd Drs. NUR SOLEKAN. M.Si Pembina Utama Madya NrP. 1966t227 198602 1 001 BERITA DAERAH KABUPATEN NGANJUK TAHUN 2026 NOMOR 10 dengan aslinya HUKUM, Pembina I NrP. 19680s0 99202 1 001 PALA LAMPIRAN PERATURAN BUPATI NGANJUK NOMOR 10 TAHUN 2026 TENTANG RENCANA STRATEGIS BISNIS BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KERTOSONO TAHUN 2025-2029 RINGKASAN EKSEKUTIF Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono telah menyusun Rencana Strategis Bisnis (RSB) Tahun Anggaran 2A25-2029 yang memuat visi, misi dan sasaran strategis sebagai suatu action plan rumah sakit yang selanjutnya menjadi acuan dalam pen5rusunan rencana kegiatan setiap tahunnya. Dalam rangka mewujudkan misi Bupati Nganjuk yakni "Meningkatkan Kualitas, Pelayanan Mutu Pendidikan dan Kesehatan Untuk Menghasilkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas', maka Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono berusaha mewujudkan hal tersebut dengan visi "Terwujudnya Rumah Sakit yang Unggul, Bermutu dan Inovatif' diperjelas dengan misi yaitu:
1) Memberikan pelayanan kesehatan paripurna yang mengutamakan mutu dan keselamatan pasien;
2l Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan kompeten;
3) Mewujudkan tata kelola rumah sakit yang profesional, akuntabel, inovatif, transparan, dan berbasis teknologi informasi; dan
4) Mewujudkan rumah sakit pendidikan.
Untuk menunjang Visi dan Misi tersebut, ditetapkan falsafah yang harus dianut oleh seluruh civitas hospitalia yakni BERMARTABAT (BERsih, Manusiawi, Ramah, Tanggap, bersahaBAT). Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono memiliki tujuan umum yakni Meningkatnya kualitas akses dan mutu layanan kesehatan serta tujuan khusus yakni:
1) Menyelenggarakan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit;
2) Menyediakan pelayanan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan; dan
3) Menyediakan sumber daya manusia rumah sakit sesuai dengan standar dan kebutuhan. Dalam mencapai visi, misi dan tujuan tersebut telah ditetapkan sasaran strategis yaitu :
a) Peningkatan kualitas dan kuantitas Pelayanan rumah sakit; dan
b) Meningkatnya Akses Pelayanan rumah sakit.
Untuk mengukur kemajuan dalam mencapai tujuan tersebut diperlukan Indikator yaitu: 1) Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM); 2) Bed Ocatpancg Rate (BOR); 3l Ihrn Ouer Interual (TOI); 4) Net Death Rate (NDR); 5) Cost Recouery Rate (CRR); 6) Indeks Nasional Mutu (INM) Kepuasan Pasien (lrl; Z) Indeks Nasional Mutu (INM) Kepatuhan penggunaan formularium nasional {'/.),8]Indeks Nasional Mutu (INM) Kepatuhan Terhadap Alur klinis (Clinical Pathwagl (/"); gl Indeks Nasional Mutu (INM) Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Pasien Jatuh (%d; 10) Indeks Nasional Mutu (INM) Ketepatan Waktu Visite Dokter (7o); 11) Indeks Nasional Mutu (INM) Pelaporan Hasil Kritis Laboratorium (A; l2l Indeks Nasional Mutu (INM) Penundaan Operasi Elektif ('/.); 13) Indeks Nasional Mutu (tNM) Waktu Tanggap Operasi Seksio Sesarea Emergensi (7o); 14) Indeks Nasional Mutu (INM) Waktu Tunggu Rawat Jalan ('/"); 15) Indeks Nasional Mutu (INM) Kecepatan Waktu Tanggap Komplain (7o); 16) Indeks Nasional Mutu (INM) Kepatuhan Identifikasi Pasien ('/rl; l7l Indeks Nasional Mutu (INM) Kepatuhan Kebersihan Tangan (7d; 18) Indeks Nasional Mutu (INM) Kepatuhan Penggunaan APD (7d; 19) Persentase RS Pemda dengan SPA Sesuai Standar (%d.
BAB I PENDAHULUAN
a. Resume Rencana Strategis Sesuai dengan cita-cita Negara Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045, yaitu Indonesia Emas 2A45 dijabarkan dalam RPJMN 2025-2029 bahwa negara dalam menjalankan pemerintahan mempunyai visi "Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045".
Kementerian kesehatan sebagai salah satu kementerian yang mempunyai kewajiban dalam mendukung visi tersebut, maka telah ditetapkan Visi Kementerian Kesehatan yaitu:
uMasyarakat yang Sehat dan Produktif Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045' . Adapun misi yang akan menjadi pondasi pencapaian visi tersebut, yaitu:
1) mewujudkan masyarakat sehat pada seluruh siklus hidup;
2) memenuhi layanan kesehatan yang baik, adil dan terjangkau;
3) mengimplementasikan sistem ketaha.nan kesehatan yang Tangguh dan responsif;
4) menguatkan tata kelola dan pembiayaan kesehatan yang efektif, adil dan berkelanjutan;
5) menge'rnbangkan teknologi kesehatan yang maju; dan
6) mewujudkan Kementerian Kesehatan yang agile, efektif dan efisien Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Kementerian Kesehatan melakukan transformasi di bidang Kesehatan meliputi: 1) Transformasi layanan primer; 2) Transformasi layanan lanjutan; 3) Transformasi ketahanan Kesehatan; 4) Transformasi tata kelola dan pembiayaan Kesehatan; 5) Transformasi SDM Kesehatan; 6) Transformasi teknologi Kesehatan.
Penyusunan Rencana Strategis Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono didasarkan pada komitmen Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk menciptakan pembangunan daerah yang inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan. Rencana Strategis ini mengacu pada visi dan misi yang diusung oleh Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk terpilih, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A., dan Trihandy Cahyo Saputro, S.T., yang secara resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia pada 20 Februari 2025. Visi pembangunan Kabupaten Nganjuk 2O25-2O3O yarrg bertujuan untuk "Mewujudkan Kabupaten Nganjuk yang Maju, Sejahtera, dan Bermartabat" menjadi landasan utama dalam perencanaan strategis sektor kesehatan, termasuk penguatan layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono. Sejalan dengan visi tersebut, misi pembangunan yaitu nMeningkatkan kualitas, pelayanan, mutu pendidikan dan kesehatan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas" akan dijabarkan dalam kebijakan dan program strategis Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono.
Sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan daerah, Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono berkomitmen untuk mendukung arah kebijakan pembangunan Kabupaten Nganjuk dengan meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat. Upaya ini akan diwujudkan melalui penguatan kapasitas rumah sakit, optimalisasi pelayanan berbasis teknologi, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang responsif, efisien, dan berdaya saing.
Dengan pendekatan perenca.naan yang berbasis bukti dan partisipatif, Renstra RSUD Kertosono diharapkan dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan daerah di sektor kesehatan serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk.
Penyusunan dokumen rencana strategis ini juga mengacu pada RPJMD Kabupaten Nganjuk periode 2025-2029, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan sistem kesehatan, serta peningkatan akses dan pemerataan layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Dalam konteks ini, RSUD Kertosono dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas dan mutu layanannya, baik dari segi infrastruktur, sumber daya manusia, maupun tata kelola rumah sakit.
b. Visi dan Misi BLUD Dalam mendukung Visi dan Misi dari Pemerintah Pusat, Kementerian Kesehatan serta Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk, maka Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono menetapkan visi dan misi sebagai berikut:
Visi BLUD RSUD Kertosono adalah "Terwujudnya Rumah Sakit yang Unggul, Bermutu dan Inovatif.
Misi BLUD RSUD Kertosono adalah:
1) Memberikan pelayanan kesehatan paripurna yang mengutamakan mutu dan keselamatan pasien;
2l Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan kompeten;
3) Mewujudkan tata kelola rumah sakit yang profesional, akuntabel, inovatif, transparan, dan berbasis teknologi informasi; dan 4l Mewujudkan rumah sakit pendidikan.
Sesuai dengan Peratiiran Bupati Nganjuk nornor 28 tahun 2024, Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono memiliki tugas menyelenggarakan pelayanan kesehatan perseorangan secara paripurna melalui pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan/atau paliatif dengan menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.
Sedangkan tugasnya yakni : 1) penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit; 2l Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna sesuai dengan kebutuhan medis; 3) Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi sumber daya manusia RSUD;
4) Penyelenggaraan penetritian dan pengembangan bidang kesehatan.
c. Target Rencana Strategis Bisnis Penyusunan Rencana Strategis Bisnis (RSB) Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono Tahun 2025-2029 bertujuan sebagai:
1) Panduan dalam menentukan arah strategis dan prioritas program dan kegiatan selama periode 5 (lima) tahun yang sejalan dengan Kementerian Kesehatan serta Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk;
2l Pedoman strategis dalam pola penguatan dan pengembangan mutu kelembagaan Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono;
3) Dasar rujukan untuk menilai keberhasilan pemenuhan dalam pencapaian sasaran strategis Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono yang telah ditentukan;
4l Salah satu rujukan untuk membangun arah jalinan keq'asama dengan para stakeholder Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono;
5) Sebagai pedoman penyusunan perencanaan anggaran dalam pencapaian sasaran strategis Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono;
BAB II ANALISIS DAN STRATEGI Evaluasi Kineda BLUD Evaluasi kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono Tahun 2O2l- 2025 yang merupakan evaluasi terhadap kineda dan pencapaian Rumah Sakit pada RSB Tahun 2O2l-2O25 yang meliputi kinerja aspek pelayanan, kinerja aspek keuangan, kinerja aspek SDM, kinerja aspek sarana prasarana serta capaian Indikator Kinerja Tahun 2O2L-2O25.
a
1) kinerja aspek pelayanan
a) Pertumbuhan Produktifitas Pelayanan KINERJA PELAYANAN TAHUN 2021 TAHUN 2022 TAHUN 2023 TAHUN 2024 TAHUN 2025 Kunjungan Rawat Jalan 50.794 83.9s2 106.014 105.408 73.190 Kunjungan Rawat Darurat 15.909 23.672 27.405 28.808 19.659 Kunjungan Rawat Inap to.222 L4.2tO t6.707 16.723 to.2t9 Berdasarkan data Kinerja Layanan Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono tahun 2O2l-2O25 diatas, periode Tahun 2O2l menunjukan rendahnya kinerja layanan Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono yang tercermin pada data kunjungan pasien rawat jalan, rawat darurat dan rawat inap. Hal ini, disebabkan adanya Pandemi Covid- 19 yang membawa dampak signifikan terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono. Pada periode tahun 2022-2023, kunjungan pasien baik rawat jalan, rawat inap dan rawat darurat menunjukan pemulihan pasca pandemi ditandai dengan peningkatan kapasitas dan normalisasi kinerl'a layanan, akan tetapi mulai terjadi penurunan kunjungan di tahun 2024-2025. Hal ini dikarenakan adanya: 1) Penguatan Sistem Rujukan Berjenjang (Sistim Digital). Implementasi rujukan online yang semakin ketat membuat pasien untuk menyelesaikan penanganan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas atau Klinik; 2) Kebijakan "Rujuk Balik" (PRB). Regulasi yang mewajibkan rumah sakit mengembalikan pasien dengan kondisi kronis stabil (seperti Diabetes Melitus atau Hipertensi) ke FKTP; 3) Pengetatan Indikasi Medis dan Audit Klaim. BPJS Kesehatan semakin ketat dalam melakukan verifikasi melalui sistem Vedika (Verifikasi Digital Klaim), sehingga banyak Rumah Sakit yang melakukan pengembalian pembayaran atas klaim yang sudah terbayarkan sebelumnya.
b) EfektivitasPelayanan INDIKATOR TAHUN 202t TAHUN 2022 TAHUN 2023 TAHUN 2024 TAHUN 2025 1 2 3 4 5 6 BOR 37,42o/o 52.6o0/o 58,680/0 69,O8o/o 58,5370 LOS 2,89 2,94 2,82 3,03 3,25 TOI 6,26 3,63 2,69 1,83 3,O4 GDR 65,64 44,55 45,79 51,78 63,52 NDR 40,ll 30,40 25,74 24,94 36 , 1 0 BTO 36 , 38 47,58 56,06 61,94 49,80 Berdasarkan data efektivitas pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono, tahun 2O2l mengalami penurunan dikarenakan Pandemi Covid-19 ini tergambar pada capaian BOR, TOI, dan BTO.
Pada periode Tahun 2022-2024 Efektifitas pelayanan mengalami peningkatan ditandai dengan peningkatan realisasi capaian BOR, TOI, LOS dan BTO. Di tahun 2025 capaian BOR mengalami penurunan sehingga perlu dilakukann upaya untuk peningkatan pemakaian tempat tidur atau peningkatan kunjungan pasien rawat inap dengarl meningkatkan mutu dan pelayanan terhadap pasien yang dirawat di rumah sakit. upaya peningkatan kunjungan pasien rawat inap dilakukan dengan melakukan promosi Kesehatan di luar rumah sakit sehingga penduduk yang sakit dapat memanfaatkan Rumah sakit Daerah Kertosono sebagai rujukan pengobatan sakitnya.
2l kinerja aspek keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono dengan pengelolaan keuangan BLUD dituntut dapat meningkatkan kineq'a keuangan.
Penilaian pencapaian kinerja keuangan BLUD salah satunya menilai Cos/ Recouery Rate (CRR). CRR adalah jumlah pendapatan fungsional dibagi dengan jumlah pembelanjaan/operasional dalam periode waktu tertentu.
CRR juga merupakan salah satu indikator efisiensi untuk mengukur tingkat kemampuan suatu instansi dalam menutup biaya operasional.
Nilai dari CRR keseluruhan inilah yang digunakan sebagai angka yang menggambarkan kemampuan pendapatan RSUD Kertosono dalam mencukupi kebutuhan belanja operasional selama satu tahun dimana pendapatan dari pengelolaan pelayanan kesehatan dapat mencukupi pengeluaran dalam pengelolaan pelayanan. Realisasi CRR dalam lima tahun terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup dinamis, mencefininkan kemampuan rumah sakit dalam menutup biaya operasional melalui pendapatan fungsionalnya. Tren data menunjukkan bahwa setelah mengalami penurunan signifikan, rumah sakit berhasil melakukan pemulihan efisiensi pada dua tahun terakhir. Pada tahun 2021, CRR mencapai angka tertinggi sebesar 110,83%. Tingginya capaian ini dipengaruhi oleh tingginya klaim layanan COVID-l9 yang memiliki skema penggantian biaya berbeda, serta efisiensi pengeluaran rutin yang tertunda selama masa pandemi. Penurunan drastis terjadi pada tahun 2022 (94,4Am dan mencapai titik terendah pada 2023 sebesar 77,14yo.
Penurunan ini merupakan dampak langsung dari transisi kembalinya pasien umum ke layanan BPJS Kesehatan serta implementasi pengetatan regulasi rujukan berjenjang. Pendapatan menurun akibat volume pasien yang terfiltrasi, sementara beban biaya tetap (fixed cost) rumah sakit, seperti gaji pegawai dan pemeliharaan gedung, tetap tinggi. Rumah sakit menunjukkan resiliensi yang kuat mulai tahun 2024 dengan kenaikan menjadi 86,23/0, dan berhasil kembali melampaui ambang batas ideal pada tahun 2025 dengan capaian lo4,93o/o. Hal ini menunjukkan bahwa Pendapatan rumah sakit telah mampu menutup seluruh belanja operasional, Kinerja pendapatan rumah sakit cukup optimal, baik dari layanan JKN maupun non-JKN, dan Pengendalian belanja operasional berjalan efektif, sehingga tidak melampaui kemampuan pendapatan.
3) kineq'a aspek SDM Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki rumah sakit sangat penting dalam mewujudkan visi misi yang ingin dicapai. Berikut komposisi SDM Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono periode Tahun 2021-2025:
NO KELOMPOK PROFESI TAHUN 202L TAHUN 2022 TAHUN 2023 TAHUN 2024 TAHUN 202s 1 2 3 4 5 6 7 1 Dokter Umum 19 t6 t7 16 t4 Dokter Spesialis 2l 26 23 27 25 2 Perawat t7t 194 20L L96 196 Bidan 54 52 59 52 51 NO KELOMPOK PROFESI TAHUN 202r TAHUN 2022 TAHUN 2023 TAHUN 2024 TAHUN 2A25 1 2 3 4 5 6 7 3 Apoteker 4 4 4 10 10 Asisten Apoteker t2 t2 t2 2t 2t Radiografer 9 I I 9 9 Sanitarian 5 5 5 4 4 Fisioterapis 1 1 1 3 3 Nutrisionis 8 8 8 8 7 Laboratorium Kesehatan 14 13 13 13 13 4 Umum/Adm/DLL 162 169 167 168 165 Total 480 509 519 s25 518 sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Berdasarkan data tahun 2o2l-2o25, jumlah SDM di Rumah Sakit Daerah Kertosono mengalami peningkatan dari 480 orang pada tahun 2o2l menjadi 51g orang pada tahun 2025, dengan jumlah tertinggi pada tahun 2024 sebanyak 525 orang.
Komposisi sDM didominasi oleh tenaga keperawatan, dengan jumlah perawat berkisar antara 171 hingga 2O1 orang selama periode tersebut.
Tenaga bidan juga relatif stabil dengan jumlah antara 51 sampai 59 orang.
Pada kelompok tenaga medis, jumlah dokter spesialis berada pada kisaran 2l-27 orang, sedangkan dokter umum mengalami penurunan dari 19 orang pada tahun 2O2l menjadi 14 orang pada tahun 2025.
Pada tenaga kesehatan penunjang, terdapat peningkatan pada tenaga kefarmasian, yaitu apoteker dan asisten apoteker, sementara tenaga kesehatan lain seperti radiografer, sanitarian, fisioterapis, nutrisionis, dan tenaga laboratorium relatif stabil. Selain itu, tenaga umum dan administrasi juga cukup besar dengan jumlah sekitar 165 orang yang berperan dalam mendukung operasional rumah sakit.
Selain pemenuhan kuantitas sDM, Rumah sakit umum Daerah Kertosono juga berfokus pada kualitas SDM melalui pengembangan kompetensi SDM meliputi: pelatihan internal; pendidikan formal bagi pegawai dan kegiatan pengembangan SDM lainnya seperti studi banding;
serta fellowship. Pengembangan kompetensi SDM ini diharapkan berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kinerja pelayanan di rumah sakit, sehingga mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien.
Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono telah memiliki rencana proyeksi SDM untuk lima tahun ke depan. Rencana ini dirancang untuk memastikan bahwa kebutuhan SDM Kesehatan yang diperlukan dalam mendukung pengembangan layanan unggulan dapat terpenuhi. proyeksi ini dibuat agar sejalan dengan visi dan misi Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan berkualitas.
4) kineg'a aspek sarana prasarana sarana Prasarana yang dimiliki Rumah sakit umum Daerah Kertosono saat ini berdiri diatas lahan seluas 31.199 m2, dengan luas bangunan 21.872 mz, jumlah bangunan 15, jumlah tempat tidur 20g.
Sarana pendukung mencakup fasilitas air bersih, pengelolaan limbah, jaringan listrik, penerangan, proteksi petir, persampahan, telekomunikasi, gas medis, proteksi kebakaran, transportasi vertikal dan tata udara.
Pemenuhan standar sarana dan prasarana Rumah sakit Umum Daerah Kertosono diukur melalui persentase pemenuhan Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK) dari Kementerian Kesehatan RI.
Persentase kelengkapan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono sebagai berikut:
DATA SARANA Vo DATA PRASARANA o/o DATA ALKES o/o KUMULASI KELENGKAPAN (50S+20P+30A) 69,19 79,O7 77,O8 73,53 Kelengkapan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (SPA) Rumah Sakit umum Daerah Kertosono mencapai73,53o/o, Sarana dan prasarana telah memenuhi standar ASPAK, sementara alat kesehatan belum maksimal (77,O8n karena Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono tidak menyediakan belum menyediakan layanan spesialis urologi, sehingga peralatan terkait tidak terpenuhi dalam penilaian ASPAK.
Fokus pengembangan Aset BMN pada tahun 2O2l-2O25 adalah untuk peningkatan layanan setiap tahunnya. Pengembangan aset diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan rumah sakit, termasuk layanan pasien BPJS maupun non-BPJS, penguatan fasilitas medis, dan standar infrastruktur kesehatan.
Pemenuhan kebutuhan sarana prasarana Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono tahun 2A25-2029 diselaraskan dengan rencana pengembangan layanan dan layanan unggulan sesuai perencanaan di Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono.
5) Capaian Indikator Kinerja Pencapaian target kinerja Indikator Kinerja berdasarkan RSB Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono Tahun 2O2l-2O25 sebagai berikut:
capaian realisasi Indeks Kepuasan Masyarak at 2O2 | -2025 yang mencapai target pada tahun 2O2l sebesar 80,12, tahun 2022 sebesar 81,77 , tahun 2023 sebesar 83,56, tahun 2024 sebesar 84,O9o/o dan tahun 2025 sebesar 88,56. Berdasarkan hasil tersebut, secara umum capaian kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Indikator kinery'a periode Tahun 2O2l-2O25 tidak tercapai target adalah Bed Ocanpancg Ratio (BOR), perlu dilakukan upaya untuk peningkatan pemakaian tempat tidur atau peningkatan kunjungan pasien rawat inap dengan meningkatkan mutu dan pelayanan terhadap pasien yang dirawat di rumah sakit. Upaya peningkatan kunjungan pasien rawat inap dilakukan dengan melakukan promosi Kesehatan di luar rumah sakit sehingga penduduk yang sakit dapat memanfaatkan Rumah Sakit Daerah Kertosono sebagai rujukan pengobatan sakitnya.
b. Analisis Strengths Weaknesses Opporfimities Threats (SWOT Analisis SWOT yang dilakukan merupakan upaya merepresentasikan berbagai faktor eksternal yang dinilai tidak sepenuhnya bisa dikendalikan dan berbagai faktor internal yang sepenuhnya dapat dikendalikan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono dalam rangka mewujudkan visi organisasi. Adapun analisa SWOT berdasarkan Kekuatan, Kelemahan, Ancaman dan Peluang Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono terdapat dalam lampiran.
c Strategi yang perlu dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono antara lain:
1) Meningkatkan pelayanan yang berkualitas, terutama layanan non-JKN dan layanan unggulan RS, dengan cara mengembangkan layanan baru, memperluas jangkauan branding and marketing RS, melakukan pengkajian untuk keq'asama dengan asuransi dan perusahaan penjamin, implementasi pola tarif non-JKN yang kompetitif, serta integrasi sistem pelayanan melalui pengembangan teknologi dan inovasi;
2) Meningkatkan produktivitas sumber daya manusia dan alat kesehatan;
3) Meningkatkan kualitas SDM melalui program pengembangan kompetensi;
4) Menggunakan sistem umpan balik untuk terus meningkatkan kualitas layanan berkelanjutan, salah satunya dinilai dengan mengisi google review;
5) Mengelola keuangan Rumah Sakit secara optimal melalui peningkatan efisiensi, memperkuat cadangan modal strategis, dan meningkatkan efektifitas investasi;
6) Melakukan audit dan evaluasi berkala terhadap keuangan serta Iayanan untuk memastikan kesesuaian dengan rencana strategis;
7l Melakukan inovasi layanan dalam rangka pengembangan layanan kesehatan;
8) Mengoptimalkan biaya operasional melalui analisis mendalam dan pengadaan barang serta jasa yang lebih efisien; dan
9) Membangun sistem pemantauan untuk menilai pencapaian target strategis dan menyesuaikan strategi secara berkala.
Berdasarkan analisa SWOT yang disusun, maka upaya dalam memanfaatkan faktor internal dan faktor eksternal tergambarkan dalam analisa TOWS sebagai berikut:
Inisiatif Strategis Dalam mencapai visi dan misi diperlukan strategi yang terintegrasi dan sistematis. Strategi tersebut berdasarkan analisis SWOT dan harapan ANA.LlSlS SWOT STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY Strategi S-O:
1. Menguatkan kapabilitas pelayanan untuk RS jejaring
2. Meningkatkan produktivitas rawat jalan
3. Meningkatkan produktivitas ruang OK
4. Meningkatkan pendapatan layanan non-JKN Strategi W-O:
1. Memperbaiki fasilitas pendukung parkir, taman, toilet, dan ruang tunggu untuk memberikan kenyamanan pengunjung
2. Memperbaiki waktu pelayanan pasien secara end-to-end: antrian pasien RJ, RI, OK, dan IGD THREAT Strategi S-T
1. Mengurangi jumlah dan mempercepat penanganan keluhan pasien
2. Meningkatkan kualitas aspek finansial dan pelayanan Strategi W-T
1. Menguatkan fungsi pengadaan barang dan jasa menggunakan e- catalogue
2. Melakukan pengadaan barang dan jasa secara efisien
3. Meningkatkan kualitas SDM Kesehatan melalui peningkatan kompetensi yang tersertifikasi; dan
4. Meningkatkan kualitas pengelolaan dan penatausahaan keuangan.
stakeholder sehingga diperoleh 9 (sembilan) sasaran strategis yang dijabarkan dalam 10 (sepuluh) Inisiatif Strategis untuk mewujudkan visi dan misi RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KERTosoNo Tahun 2o2s-2o29.
VISI "TERWUJUDI{YA RUMAH SAKIT YANG UNGGUL, BERMUTU DAN INOVATIF" Misi Sasaran Strategis Inisiatif Strategis Pilaf Strategis 1: Pelayanan 1 Memberikan pelayanan kesehatan paripurna yang mengutamakan mutu dan keselamatan pasien
1. Menguatnya kapabilitas pelayanan untuk RS jejaring
2. Meningkatnya produktivitas rawat jalan
3. Meningkatnya produktivitas ruang OK
4. Meningkatnya pendapatan layanan non-JKN o Meningkatkan ke4'asama dengan Fasilitas Kesehatan (RS, FKTP) sekitar o Meningkatkan Kecepatan Pelayanan o Meningkatkan Pelayanan Penunjang o Meningkatkan Monev di bidang Pelayanan dan penunjang pelayanan o Meningkatnya mutu dan keselamatan pasien 2 Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang trnggtrl dan kompeten Meningkatnya Kualitas SDM di RSUD Kertosono.
o Melaksanakan Diklat sesuai dengan kompetensi secara berkesinambungan.
3 Mewujudkan tata kelola rumah sakit yang profesional, akuntabel, inovatif, transparan, dan berbasis teknologi informasi
1. Meningkatnya Kelengkapan laporan akuntabilitas kinerja
2. Realisasi Pendapatan dan Belanja yang Efektif dan Efisien.
o Meningkatkan kelengkapan laporan akuntabilitas kinerja tepat waktu.
. Terlaksarlanya Penganggaran yang Optimal dan Efisien untuk Menunjang Sarana, Prasarana serta Pelayanan Mewujudkan rumah sakit pendidikan
1. Terpenuhinya Kebutuhan Sarana Prasarana Penunjang Pelayanan
2. Terpenuhinya SDM sesuai standar rumah sakit pendidikan . Terpenuhinya Jumlah sarana prasarana sesuai standar o Meningkatkan kompetensi SDM sesuai dengan standar 4.
BAB III RENCANA STRATEGIS BISNIS 5 (LIMA) TAHUN Rencana strategis bisnis Rumah Sakit Umu!-n Daerah Kertosono menyesuaikan dengal arah kebljakan Bupati Nganjuk dirumuskan untuk menjamin p€merataan akses dan kualitas pelayalan kesehatan bagi warga masyarakat nganjuk pada khususnya serta warga kabupaten sekitar daeral kertosono pada umumnya. PeLaksanaan setiap kegiatan harus mendukung Visi pembargunan Kabupaten Ngarjuk 2025-2030 yang bertujuan untuk "Mewujudkan Kabupaten Nganjuk yang Maju, Sejahtera, dan Bermartabat" yang terrepresentasikan pada misi "Meningkatlan kualitas, pelayanan, mutu pendidikan dan kesehatan untuk menghasilkan sumber daya marusia yang berkualitas".
Adapun penjelasan sebagai berikut:
Program : Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, Kegiatan : Peningkatan Pelayanan BLUD Sub Kegiatan : Pelayanan dan Penunjang Pelayanan BLUD NO. SASARAN STRATEGI BISNIS TAHUN KE- 1 2 3 4 5 6 KEGIATAN DAN INDIKATOR KEGIATAN DAN INDIKATOR KEGIATAN DAN INDIKATOR KEGIATAN DAN INDIKATOR KEGIATAN DAN INDIKATOR KEGIATAN DAN INDIKATOR 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan masyarakat Kegiatan:
Melakukan penambahan ruang perawatan Intensif berdasarkan jumlah tempat tidur Indikator:
Adanya penambahan ruang perawatan Intensif berdasarkan jumlah tempat tidur Kegiatan:
Penambahkan pelayanan operasi katarak Indikator:
Terlaksananya layanan operasi katarak menggunakan metode phacoemulsifikasi.
Kegiatan:
Menyediakan layanan klinik urologi Indikator:
Tersedianya layanan klinik urologi Kegiatan:
Menyediakan layanan klinik nyeri Indikator:
Tersedianya layanan klinik nyeri.
Kegiatan:
Menyediakan layanan batra Indikator:
Tersedianya layanan batra Kegiatan:
Menyediakan layanan klinik grnjal Indikator:
Tersedianya layanan Klinik Ginjal 1 2 3 4 5 6 7 8 2 Meningkatkan kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia sesuai standar Kegiatan:
Memberikan Pendidikan Pelatihan Sumber Manusia sakit dan bagi Daya numah Indikator:
Terlaksananya Pendidikan dan Pelatihan bagi Sumber Daya Manusia numah sakit Kegiatan:
Mernberikan Pendidikan dan Pelatihan bagi Sumber Daya Manusia rumah sakit Indikator:
Terlaksananya Pendidikan dan Pelatihan bagr Sumber Daya Manusia rumah sakit Kegiatan:
Memberikan Pendidikan dan Pelatihan bagi Sumber Daya Manusia rumah sakit Indikator:
Terlaksananya Pendidil<an dan Pelatihan bagi Sumber Daya Manusia rumah sakit Kegiatan:
Memberikan Pendidikan dan Pelatihan bagi Sumber Daya Manusia rumah sakit Indikator:
Terlaksananya Pendidikan dan Pelatihan bagi Sumber Daya Manusia rumah sakit Kegiatan:
Memberikan Pendidikan dan Pelatihan bagr Sumber Daya Manusia rumah sakit Indikator:
Terlaksananya Pendidikan dan Pelatihan bagi Sumber Daya Manusia rumah sakit Kegiatan:
Memberikan Pendidikan dan Pelatihan bagr Sumber Daya Manusia rumah sakit Indikator:
Terlaksananya Pendidikan dan Pelatihan bagi Sumber Daya Manusia rumah sakit 3 Melakukan pemenuhan sarana, prasartlna dan alat kesehatan Kegiatan:
Melakukan Pembelian Alat Kedokteran yakni phacoemulcification, USG Musculoskeletal, Tens, OAE serta sarana yakni Ambulans Emergency, Pompa Booster, Pompa Transfer, Fompa Submersible, UPS, Genset Kegiatan:
Melakukan Penambahan Alat Kedokteran Indikator:
Tercukupinya Alat Kedokteran Kegiatan:
Melakukan Penambahan Alat Kedokteran Indikator:
Tercukupinya Alat Kedokteran Kegiatan:
Melakukan Penambahan Alat Kedokteran Indikator:
Tercukupinya Alat Kedokteran Kegiatan:
Melakukan Penambahan Alat Kedokteran Indikator:
Tercukupinya Alat Kedokteran Kegiatan:
Melakukan Penambahan Alat Kedokteran Indikator:
Tercukupinya Alat Kedokteran 1 2 3 4 5 6 8 Indikator:
Terlaksananya Pembelian Alat Kedokteran yakni phacoemulcification, USG Musculoskeletal, Tens, OAE serta sarana yakni Ambulans Ernergency, Pompa Booster, Pompa Transfer, Pompa Submersible, UPS, Genset 4 Mewujudkan transpansi pelayanan kesehatan Kegiatan:
Menambahkan media informasi dan publikasi Indikator:
Terlaksananya penambahan media informasi dan publikasi Kegiatan:
Menambahkan media informasi dan publikasi Indikator:
Terlaksananya penambahan media informasi dan publikasi Kegiatan:
Menambahkan media informasi dan publikasi Indikator:
Terlaksananya penambahan media informasi dan publikasi Kegiatan:
Menambahkan rnedia informasi dan publikasi Indikator:
Terlaksananya penambahan rtnedia informasi dan publikasi Kegiatan:
Menambahkan media informasi dan publikasi Indikator:
Terlaksananya penambahan media informasi dan publikasi Kegiatan:
Menambahkan media inforrnasi dan publikasi Indikator:
Terlaksananya penambahan media informasi dan publikasi 7 PROYEKSI ANGGARAN RUMAH SAKIT DAERAH KERTOSONO TAHUN 2025-2030 TARGET PENERIMAAN NO KODE REKENING URAIAN TARGET PENERIMAAN 2025 TARGET PENERIMAAN 2026 TARGET PENERIMAAN 2027 TARGET PENEzuMAAN 2028 TARGET PENERIMAAN 2029 TARGET PENERIMAAN 2030 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Retribusi Pelayanan Kesehatan A Pendapatan Jasa Layanan 82,100,000,0o0.00 80.500.000.000,00 80.900.000.000,00 81.000.000.000,00 81.500.000.o00,00 82.000.000.000,00 1 4. 1.02.01.01.0001 Pendapatan Pelayanan Rawat Jalan Umum 1,500,00o,000.00 2.500.000.000,00 1.500.000.000,00 1.600.000.000,00 1.600.000.000,00 1.650.000.000,00 2 4.1.o2.o 1.01.0004 Pendapatan Pelayanan Rawat Jalan BPJS Kesehatan 21,630,000,000.00 21.000.000.000,00 22.335.000.000,00 22.500.000.000,00 22.550.000.O00,00 22.670.OOO.000,00 3 4.t.o2.o 1.o2.0001 Pendapatan Pelayanan Rawat Inap Umum 3,10O,000,000.0o 600.O0O.O0O,0O 2.500.o00.000,00 2.500.000.000,00 2.500.000.o00,00 2.500.000.000,00
4. 4.1.O2.O 1.02.0004 Pendapatan Pelayanan Inap Kesehatan Rawat BPJS 43,900,000,000.00 40.550.000.o00,00 43.305.000.000,00 43.100.000.000,00 43.200.000.000,00 43.450.000.000,00 5 4.t.o2.o 1.03.0001 Pendapatan Pelayanan Gawat Darurat Umum 700,000,000.00 5.400.000.000,00 1.500.000.000,00 1.200.000.000,00 1.200.000.o00,00 1.250.000.000,00 6 4.t.o2.or.99.0001 Pendapatan Pelayanan Kesehatan/Medis Lainnya Umum 700,000,000.00 600.000.000,o0 450.000.000,00 500.000.000,00 500.000.000,00 500.000.000,00 NO KODE REKENING URAIAN TARGET PENERIMAAN 2025 TARGET PENEzuMAAN 2026 TARGET PENERIMAAN 2027 TARGET PEI{ERIMAAN 2028 TARGET PENERIMAAN 2029 TARGET PENERIMAAN 2030 1 2 3 4 5 6 7 8 I 7 4.t.o2.o2.o 1.0001 Pendapatan Pelayanan Penunjang Diagnosis Umum 800,000,000.00 800.000.000,00 650.000.000,00 650.000.000,00 700.000.000,00 700.000.000,00 8 4.t.o2.o2.o3.0001 Pendapatan Pelayanan Farmasi Umum 2,2OO,OOO,000.00 250.000.000,00 2.250.OOO.000,00 2.250.000.000,00 2.300.000.000,00 2.300.000.000,00 I 4.1.O2.O2.O4.0001 Pendapatan Pemulasaraan Jenazah Umum 50,o00,0o0.00 300.000.000,00 60.000.000,00 60.000.000,00 60.000.000,00 60.000.000,00 10 4.t.o2.o2.05.0001 Pendapatan Pelayanan Ambulance Umum 250,000,000.00 50.000.000,00 200.000.000,00 200.000.000,00 200.000.000,00 220.000.000,00 n 1. 4.1.O2.O2.06.0001 Pendapatan dari Laboratorium Patologi Klinik 500,000,000.00 2.400.000.000,00 600.000.000,00 600.000.000,00 650.000.000,00 650.000.000,00 t2. 4.t.o2.o7.o 1.0001 Pendapatan Jaminan Sosial Tenaga Ketenagakerjaan 700,000,000.00 1.000.000.000,00 i.o00.000.000,00 1.000.000.000,00 1.000.000.000,00 1.000.000.000,00
13. 4.1.02.08.01.0O01 Pendapatan Asuransi Raharja Jasa 6,000,000,000.00 5.000.000.000,00 4.500.000.000,00 4.800.000.000,00 5.000.000.000,00 5.000.00o.000,00 '!,4 4.t.o2.99.O 1.0001 Pendapatan Jasa Layanan Bidang Kesehatan Lain- lain 70,0o0,000.00 50.000.000,o0 50.000.000,00 50,000,000.0o 50,000,000.00 50,000,000.00 B Pendapatan Hasil Kerja Sama 322,0O0,000.00 400.000.000,o0 500.000.000,00 400.000.000,00 400.000.000,00 400.000.000,00 NO KODE REKENING URAIAN TARGET PENERIMAAN 2025 TARGET PENERIMAAN 2026 TARGEf PENERIMAAN 2027 TARGET PENERIMAAN 2028 TARGET PENEzuMAAN 2029 TARGET PENERIMAAN 2030 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 4.3.O 1.01.01.0001 Hasil Kerja Sama 322,000,000.00 400.000.000,00 500.000.000,00 400.000.000,00 400.000.000,00 400.000.000,00 Pendapatan APBD 2 4.4.01.01.01.0001 Pendapatan BLUD da-ri APBD C Lain-lain Pendapatan BLUD yang Sah 78,000,000.00 1O0,000,o00.00 100,000,000.00 100,000,000.00 100,000,o00.00 100,000,000.00 1 4.L.O4.16.06.0001 Jasa Giro/Bunga 5,000,000.00 5,000,000.00 5,000,000.0o 5,000,000.00 5,000,000.00 2 4.1.o4.16.06.0006 Pengembangan Usaha 95,000,000.00 95,000,000.00 95,000,000.0o 95,000,000.00 95,000,000.00 3 4.5. I 1.01.O 1.0001 Pendapatan Lain- Lain 78,000,000.00 JUMLAH MURNI 82,500,000,000.00 81,0O0,000,00o.00 81,500,000,000.00 81,500,000,000.00 82,000,000,000.00 82,500,000,000.00 SILPA/Perkiraan SIUPA 3,OO0,000,000.oo 4,000,000,00o.00 4,00o,000,000.00 4,O00,000,000.00 4,00o,000,000.00 4,000,000,000.00 JUMLAH TOTAL 85,500,000,000.00 85,000,000,000.00 85,500,000,000.00 95,500,0o0,000.0o 86,000,000,000.00 86,500,000,000.00 RENCANA BELANJA:
KODE E BLUD MAPPING APLIKASI E _ BI.UD ANGGARAN 2025 ANGGARAN 2026 ANGGARAN 2027 ANGGARAN 2028 ANGGARAN 2029 ANGGARAN 2O3O 1 2 3 4 5 6 7 8 5 BELANJA 8s.s00.0o0.000 85.O00.000.000 85.500.00O.000 85.500.000.000 86.000.000.000 86.s00.000.000 5.1 BELANJA OPERASI 82.000.000.000 84.O50.000.000 83.500.000.000 83.500.000.000 84.000.000.000 84.s00.000.000 5.1.01 Belanja Pegawai 24.r29.525.564 25.889.52s.564 24.879.525.564 24.879.525.564 24.799.525.564 24.979.525.564 5.1.02 Belanja Barang dan Jasa 57.870.474.436 58.160.474.436 58.620.474.436 58.620.474.436 59.200.474.436 59.520.474.436 5.2 BELANJA MODAL 3.500.o00.000 950.000.000 2.000.000.00o 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 TOTAL 85.s00.0O0.000 85.O00.000.000 85.500.000.000 85.500.000.000 86.OOO.000.OOO 86.500.000.000
BAB IV PENUTUP Rencana Strategis Bisnis (RSB) Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono Tahun Anggaran 2025 - 2029 ini disusun dengan pendekatan kombinasi "top down' dan 'bottom up'yang melibatkan seluruh komponen yang ada di RS, Direktur , Jajaran Direksi, dan unit- unit kerl'a. RSB ini disusun lengkap dengan analisis dari berbagai sudut pandang dan tingkat dokumen ini adalah tingkat korporat. Harapannya antara lain adalah RSB ini relevan dengan isu-isu strategis yang ada di tingkat lapangan / teknis sampai dengan tingkat koorporat. Selain itu RSB ini merupakan hasil pemikiran dan komitmen dari seluruh level dan jajaran Rumah Sakit serta pendapat para stakeholders sehingga diharapkan dapat diimplementasikan dengan baik.
RSB ini seyoryanya dijadikan pedoman bagi semua pihak dari semua level yang ada di lingkungan Rumah Sakit dalam menjalankan dan mengembangkan program dan kegiatan serta dalam menJrusun Rencana Keda dan Anggaran Tahunan. Selain itu, RSB juga akan berfungsi sebagai jembatan bagr Rumah Sakit untuk berkomunikasi serta bekerjasama dengan para stakeholders terkait.
Agar RSB ini selalu relevan dengan perkembangan kondisi lingkungan bisnis dan internal Rumah Sakit implementasi RSB selayaknya diikuti pengendalian strategis. Pengendalian ini bertujuan untuk memonitor dan mengevaluasi asumsi dan hasil analisis SWOT yang menjadi dasar penetapan sasaran dan strategi. Jika te{'adi perubahan-perubahan di luar perkiraan awal / semula, tidak tertutup kemungkinan dilakukan evaluasi terhadap tantangan strategis, sasaran strategis, target kineq'a, IKU dan program bahkan sampai kegiatan. Dalam kaitan ini, Sistem Manajemen Kineda (SMK) direkomendasikan untuk diterapkan dalam memantau dan mengendalikan pelaksanaan RSB di Rumah Sakit SMK merupakan mekanisme yang memampukan berbagai tingkatan organisasi Rumah Sakit merencanakan, memantau, dan mengendalikan pencapaian aktual kinerja berbagai unit kerjanya, sehingga Rumah Sakit bergerak searah menuju target-target kinerja yang ditetapkan dalam RSB. Dengan demikian, manajemen puncak Rumah Sakit dapat memutuskan dan bertindak dalam konteks dan ukuran yang sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisinya.
Kemauan melakukan perubahan, komitmen, konsistensi, dan dukungan sumberdaya organisasi dalam menjalankan RSB merupakan kata-kata kunci agar RSB ini dapat memberikan manfaat sebesar- besarnya bagi Rumah Sakit beserta unit-unit kerjanya. Dalam Menyusun RSB ini, Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono melibatkan banyak pihak dalam menentukan arah dan sasaran strategis.
Oleh karena itu, kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan RSB ini disampaikan penghargaan yang setinggi-tingglnya atas dedikasi serta kerja keras demi tercapainya visi dan misi Rumah Sakit Umum Daerah Kertosono dalam meningkatkan kualitas kesehatan manusia Indonesia. Apabila di kemudian hari diperlukan adanya perubahan pada dokumen ini, maka akan dilakukan penyempurnaan sebagaimana mestinya.
Semoga upaya Rumah Sakit dalam mencapai Visi sampai dengan tahun 2029 dapat lebih terarah dan terukur. Dalam kaitannya dengan pengukuran kinerja dan sebagai masukan bagi perencarnaan selanjutnya, RSB Rumah Sakit 2025-2029 ini akan dievaluasi secara rutin dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.
BUPATI NGANJUK, dengan aslinya IAN HUKUM, Pembina I ttdPALA NIP. 1 t99202 1 001 MARHAEN DJUMADI