5.Partisipasi Masyarakat (PM), Partisipasi masyarakat dapat ditunjukkan melaui upaya pelaksanaan kegiatan pengurangan risiko bencana di tingkat masyarakat dan pemanfaatan relawan Kecamatan. HAL. 20 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT Parameter % Mata Pencaharian 4 Jaminan Hidup Pasca ! Bencana(01) Gambar 3.11 Komponen Parameter Kesiapsiagaan Masyarakat Sumber: Modul Teknis Kajian Risiko Bencana, BNPB 2019 Nilai indeks kesiapsiagaan masyarakat berada pada rentang nilai 0 — 1, dengan pembagian kelas tingkat kesiapsiagaan masyarakat: « Indeks <=0,33 adalah Rendah + Indeks 0,34 — 0,666 adalah Sedang + Indeks 0,67 — 1 adalah Tinggi Hasil dari penilaian ketahanan daerah dan kesiapsiagaan masyarakat sudah dalam bentuk nilai indeks, namun masih dalam format data tabel. Proses selanjutnya adalah melakukan konversi dari format data tabel menjadi data spasial sehingga dapat digunakan untuk menganalisis indeks risiko bencana. Unit spasial yang digunakan dalam penyusunan peta kapasitas adalah unit administrasi Kecamatan untuk setiap jenis bencana yang ada pada wilayah Kabupaten/Kota yang dikaji. Tabel 3.19 Bobot Parameter Ketahanan Daerah Komponen Bobot (%) Transformasi Transformasi nilai |Transformasi nilai Ketahenanloasian 40 nilai 0 - 0,40 041-0,80 0.81-1 Kesiapsiagaan Masyarakat 60 <0,33 0,34 -0,66 0,67 — 1,00 Sumber: Modul Teknis Kajian Risiko Bencana, BNPB 2019 3.1.4 PENGKAJIAN RISIKO Penentuan indeks risiko bencana dilakukan dengan menggabungkan nilai indeks bahaya, kerentanan, dan kapasitas. Proses ini dilakukan dengan menggunakan kalkulasi secara spasial sehingga menghasilkan peta risiko dan nilai grid yang dapat dipergunakan untuk menyusun penjelasan peta risiko bencana. Penentuan indeks risiko dilakukan menggunakan konsep persamaan berikut: R=3HxVx(1-0) Atau R = (HxVx(1— )3 Adapun diagram alir terkait Proses Penyusunan Peta Indeks Risiko, sebagai berikut: R = {HxVx(1-C)}' l =0 Gambar 3.12 Alir Proses Penyusunan Peta Indeks Risiko Sumber: Modul Teknis Kajian Risiko Bencana, BNPB 2019 3.1.5 PENARIKAN KESIMPULAN KELAS Pengkajian Risiko Bencana menggunakan unit analisis Desa/Kelurahan untuk mendeskripsikan kelas bencana. Penentuan kelas yang akan dijelaskan berlaku untuk kajian bahaya, kerentanan dan risiko. Penentuan kelas tersebut sesuai ketentuan kelas rendah, sedang, tinggi. Nilai indeks mayoritas pada adalah unit analisis yang digunakan untuk menentukan kelas per Desa/Kelurahan. Kelas maksimal per Desa/Kelurahan digunakan untuk menentukan kelas di tingkat Kecamatan. Selanjutnya kelas per kecamatan digunakan untuk menentukan kelas di tingkat Kabupaten Nunukan, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut. KABUPATEN NUNUKAN (KELAS KECAMATAN MAKSIMUM) KECAMATAN (KELAS DESA/KELURAHAN MAKSIMUM) DESA/KELURAHAN (KELAS MAYORITAS) Gambar 3.13 Pengambilan Kesimpulan Kelas Bahaya, Kerentanan, dan Risiko HAL. 21 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 3.2 KAJIAN BAHAYA Hasil kajian bahaya di Kabupaten Nunukan dituangkan ke dalam bentuk luasan bahaya dan kelas bahaya untuk seluruh potensi bencana yang ada. Peta bahaya dan detail kajian bahaya per Kecamatan dapat dilihat pada lampiran Album Peta Risiko Bencana Kabupaten Nunukan dan Matriks Kajian Risiko Bencana Kabupaten Nunukan yang merupakan satu kesatuan dari dokumen ini. 3.21 BAHAYA BANJIR Wilayah yang masuk ke dalam area rawan banjir merupakan wilayah dengan topografi datar dan berada di sekitar sungai. Penentuan kelas bahaya banjir dianalisis berdasarkan nilai ketinggian genangan. Dikutip dari Modul Penyusunan Kajian Risiko Bencana Banjir BNPB Tahun 2019, wilayah dengan ketinggian genangan kurang dari sama dengan 75 cm termasuk dalam kategori bahaya rendah; wilayah dengan ketinggian genangan 75 - 150 cm termasuk dalam kategori bahaya sedang; dan wilayah dengan ketinggian genangan di atas 150 cm termasuk dalam kategori bahaya tinggi (BNPB, 2019). Peristiwa banjir adalah tergenangnya suatu wilayah daratan yang normalnya kering dan diakibatkan oleh sejumlah hal antara lain air yang meluap yang disebabkan curah hujan yang tinggi dan semacamnya. Dalam beberapa kondisi, banijir bisa menjadi bencana yang merusak lingkungan dan bahkan merenggut nyawa manusia. Oleh sebab itu, penanganan terhadap penyebab banjir selalu menjadi hal yang serius. Berdasarkan perhitungan parameter- parameter bahaya banjir, dapat ditentukan kelas bahaya dan besaran potensi luas bahaya di Kabupaten Nunukan. Berdasarkan parameter bahaya banijir tersebut, maka diperoleh potensi luas bahaya dan kelas bahaya banijir di Kabupaten Nunukan, seperti yang terlihat pada Tabel 3.20. Tabel 3.20 Potensi Bahaya Banijir di Kabupaten Nunukan Luas Bahaya Banijir (Ha) Kecamatan Total Luas Rendah Sedang Tinggi (Ha) 01 | Krayan 1.800,81 655,20 508,95 2.964,96 | Rendah 02 | Krayan Barat 2.345,04 832,50 915,21 4.092,75 | Rendah 03 | Krayan Selatan 2.230,83 842,67 1.137,06 4.210,56 | Tinggi 04 | Krayan Tengah 2.500,11 1.200,06 1.193,40 4.893,57 | Rendah 05 | Krayan Timur 3.889,53 1.636,83 2.339,73 7.866,09 | Tinggi 06 | Lumbis 7.062,03 2.360,70 3.151,08 12.573,81 | Tinggi 07 | Lumbis Hulu 884,07 488,34 573,66 1.946,07 | Tinggi 08 | Lumbis Ogong 1.451,70 499,23 844,92 2.795,85 | Tinggi 09 | Lumbis Pansiangan 821,79 353,52 243,27 1.418,58 | Rendah 10 | Nunukan 18.115,29 18.201,51 15.341,31 51.658,11 | Sedang 11 | Nunukan Selatan 4.610,43 2.655,00 3.442,23 10.707,66 | Rendah 12 | Sebatik 1.937,88 782,10 380,43 3.100,41 | Rendah 13 | Sebatik Barat 2.314,62 1.233,81 650,25 4.198,68 | Rendah 14 | Sebatik Tengah 548,46 162,45 111,69 822,60 | Rendah 15 | Sebatik Timur 1.489,59 491,49 295,02 2.276,10 | Rendah 16 | Sebatik Utara 683,82 282,33 214,20 1.180,35 | Rendah 17 | Sebuku 47.313,72 24.644,34 34.375,14 106.333,20 | Rendah 18 | Sei Menggaris 21.088,80 13.784,04 12.430,08 47.302,92 | Rendah 19 | Sembakung 56.362,41 43.612,65 36.855,99 136.831,05 | Tinggi 20 | Sembakung Atulai 11.537,37 5.082,12 6.076,98 22.696,47 | Rendah LuasBahayaBanijir(Ha) TotalLuas (Ha) KelasKecamatan Rendah Sedang Tinggi Kabupaten Nunukan 212.277,87 127.434,42 131.033,34 470.745,63 Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Tabel di atas merupakan gambaran luasan Kecamatan di Kabupaten Nunukan yang memiliki kondisi rawan terhadap bencana banjir berdasarkan kajian bahaya banjir. Total luas bahaya banjir ditentukan berdasarkan rekapitulasi total luas bahaya seluruh Kecamatan yang terpapar bahaya banjir, sedangkan kelas bahaya banjir Kabupaten Nunukan ditentukan dengan melihat kelas bahaya maksimum dari setiap kecamatan yang terpapar bencana banjir. Potensi luas bahaya banijirdi Kabupaten Nunukan secara keseluruhan adalah 470.745.63 Ha dan berada pada kelas Tinggi. Luas bahaya banjir tersebut dirinci menjadi 3 (tiga) kelas bahaya, yaitu luas bahaya dengan kelas Rendah seluas 212.277,87 Ha, kelas Sedang seluas 127.434,42 Ha, dan kelas Tinggi seluas 131.033,34 Ha. Bahaya banijir tersebar cukup merata sehingga dapat ditemukan di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Nunukan. Grafik pada Gambar 3.14, dapat dilihat sebaran luas bahaya banjir di Kabupaten Nunukan untuk kecamatan terpapar bencana banjir. Bencana banjir berdampak merata hampir pada seluruh wilayah Kabupaten Nunukan. Luas bahaya tertinggi terhadap banjir pada kelas bahaya Rendah terdapat di Kecamatan Sembakung yaitu seluas 56.362,41 Ha, pada kelas Sedang juga terdapat di Kecamatan Sembakung yaitu seluas 43.612,65 Ha, dan pada kelas Tinggi juga terdapat di Kecamatan Sembakung yaitu seluas 36.855,99 Ha. Potensi Bahaya Banjir 60.000,00 T 50.000,00 B % 40.000,00 S@ 30.000,00 8 5 20.000,00 a 10.000,00 0,00 > > o G FF ST TSI IS E TS ST RN o & & d £y & N N S & & S 8 @ *@a & \l»@* S \y@g};fo @&@ &P‘ob %ev'”\ ?vfo ‘y& GP\‘} g@@@g N ¥ _Kecamatan-- ®Rendah = Sedang ®Tinggi Gambar 3.14 Grafik Potensi Bahaya Banijir di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Sebaran bahaya banjir Kabupaten Nunukan banyak tersebar wilayah timur Kabupaten Nunukan. Wilayah timur didominasi permukaan dengan topografi datar dan landai, yang berbeda dengan wilayah barat yang banyak didominasi permukaan dengan topografi pegunungan dan perbukitan. Meskipun kelasnya Sedang Indeks Bahaya Banijir ditemukan di seluruh kecamatan di Kabupaten Nunukan terutama Kecamatan Sembakung, Sebuku dan Lumbis dengan potensi bahaya kelas Tinggi sangat luas dan Berdasarkan Data BPBD Kabupaten Nunukan (2024) wilayah tersebut hampir setiap tahunnya mengalami banjir. Potensi bahaya banjir juga memapar sejumlah daerah termasuk Ibukota Kabupaten yang berada di Kecamatan Nunukan. Hal ini perlu mendapatkan perhatian serius untuk penanggulangan bencana banjir secara lebih strategis dan menyeluruh, terlebih ibukota Kabupaten Nunukan yang merupakan pusat kegiatan berbagai sektor juga terpapar bahaya banijir. HAL. 22 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 3.2.2 BAHAYA BANJIR BANDANG Banjlr_band_ang meru;?akan banijir bes_ar yang tgrjadl secar_a tlba_-tlba_kars_zna melue_xpnya debit yang meleblfn Potensi Bahaya Banjir Bandang kapasitas aliran sungai oleh konsentrasi cepat hujan dengan intensitas tinggi serta sering membawa aliran debris 5.000.00 bersamanya atau runtuhnya bendungan alam, yang terbentuk dari material longsoran gelincir pada area hulu sungai. 4.500,00 Berdasarkan potensi luas bahaya dan kelas bahaya bencana banjir bandang di Kabupaten Nunukan pada tiap-tiap T 4.000,00 kecamatan, kelas bahaya tersebut terdiri dari kelas rendah, sedang, dan tinggi. Hasil potensi luas bahaya banjir T::' 3.500,00 bandang per kecamatan di Kabupaten Nunukan dapat dilihat pada Tabel 3.21. s g'ggg'gg < - 3 © Tabel 3.21 Potensi Bahaya Banjir Bandang di Kabupaten Nunukan 3 f:ggg'gg ] ! S 1.000,00 Potensi Bah Banijir Band: H - Kecamatan otensi Bahaya Baniir Bandang (Ha) Tot(aF:aL)uas Kelas sog,gg I.. e B W - III_I Rendah Sedang Tinggi @{@«\ Q@@\ e\&o & ‘\(@ o@& & @Qq & & e"’@\\ & Qf\ & &\@Q« y\@ v“’@\ 0&9 01 |Krayan 744,21 291,33 110,43 1.145,97 | Rendah « s & T & & T T ES T 5 A P 02 | Krayan Barat 169,56 86,85 31,95 288,36 | Rendah @ N V@"’ & M & 03 | Krayan Selatan 1.865,07 705,96 359,19 2.930,22 | Rendah --Kecamatan-- 04 | Krayan Tengah 3.828,24 1.655,46 891,00 6.374,70 | Rendah "Rendah = Sedang ®Tinggi 09 Kraya-n ULy 204363 945,54 56122 3.57039 | Rendah Gambar 3.15 Grafik Potensi Bahaya Banjir Bandang di Kabupaten Nunukan 06 | Lumbis 1.055,79 140,13 255,51 1.451,43 | Rendah Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 07 | Lumbis Hulu 1.664,82 774,90 572,13 3.011,85 | Rendah 08 | Lumbis Ogong 4.735,.80 2.320,92 2.931,21 9.987,93 | Tinggi 3.2.3 BAHAYA TANAH LONGSOR 09 | Lumbis Pansiangan 2.067,12 1.285,02 1.255,05 4.607,19 | Tinggi Tanah longsor terjadi ditandai dengan pergerakan suatu massa batuan, tanah atau bahan rombakan material 10 | Nunukan 20232 41.40 3168 275.40 | Rendah penyusun lereng bergerak ke bawah atau keluar lereng di bawah pengaruh gravitasi. Bahaya tanah longsor dapat - - . - terjadi disebabkan adanya gangguan kestabilan pada lereng dan dapat dipicu oleh curah hujan, kejadian gerakan i Nunulfan Selalaly 702,36 177,48 154,71 1.03485 | Rendah tanah, dan getaran. Dengan kondisi tersebut, bahaya tanah longsor dapat terjadi di daerah lereng di suatu wilayah. 12 | Sebatik 180,27 66,78 52,92 299,97 | Rendah Dari penjelasan bencana tanah longsor tersebut, maka pengkajian untuk bahaya tanah longsor dilihat berdasarkan 13 | Sebatik Barat 351,63 112,05 84,15 547,83 | Rendah parameter-parameter sebagai tolak ukur penghitungan sebagai berikut: kemiringan lereng, arah lereng, panjang 14 | Sebatik Tengah 325,62 104,22 77,22 507,06 | Rendah lereng, tipe batuan, jarak dari patahan/sesar akif, tipe tanah (tekstur tanah), kedalaman tanah (solum), curah hujan 15 | Sebatik Timur 188,28 5751 7452 320,31 | Rendah dan stabilitas lereng. 16 | Sebuku 1.820,52 594,54 846,18 3.261,24 | Rendah Berdasarkan parameter-parameter di atas, diperoleh hasil pengkajian bahaya tanah longsor yang meliputi luas 17 | Sembakung Atulai 266,94 56,61 99,99 42354 | Rendah bahaya terpapar tanah longsor di setiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan, seperti yang tersaji pada Tabel 3.22. Tulin Onsoi 3.573,63 1.302,57 1.149,93 6.026,13 | Rendah Tabel 3.22 Potensi Bahaya Tanah Longsor di Kabupaten Nunukan Kabupaten Nunukan 25.785,81 10.719,27 9.558,99 46.064,07 Tinggi Luas Bahaya Tanah Longsor (Ha) Total Luas p . Kecamatan . . Kelas Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Rendah Sedang Tinggi (Ha) Tabel 3.21 menunjukkan hasil pengkajian bahaya terhadap bencana banjir bandang, maka diperoleh potensi luas M 231771 5.901,03 9.663,30 17.942,04 T!ngg! bahaya banjir bandang di Kabupaten Nunukan untuk 18 (delapan belas) kecamatan. Berdasarkan luas bahaya dan 02 | Krayan Barat 7.86051 | 10.671.21 11.471,76 30.003,48 | Tinggi kelas bahaya berpengaruh besar terhadap seluruh kecamatan tersebut, maka dihasilkan luas bencana banjir 03 | Krayan Selatan 14.751,18 23.415,39 26.111,07 64.277,64 Tinggi bandang di“Kabupaten Nunukan_ ?otgl Iua_s b_ahaya adalah 46.064,07_ Ha yang berada pada kelas Tinggi. Luas 04 | Krayan Tengah 9.560,34 20.487,24 38.136,87 68.184,45 Tinggi bahaya banjir bandang tersebut dirinci menjadi 3 (tiga) kelas bahaya, yaitu luas bahaya dengan kelas Rendah seluas - —— 25.785,81 Ha, kelas Sedang seluas 10.719,27 Ha, dan kelas Tinggi seluas 9.558,99 Ha. 05 | Krayan Timur 12.39129| 31.20381| 74.839.32 11843442 | Tinggi ) ) ) o 06 | Lumbis 445860 | 8.46657 3.071,97 15.997,14 | Tinggi Baha_y_a_ banjir bandang tersebar cukup merata ser_ungge_x dapat ditemukan d_lhamplr seluruh Kecamatan yang 07 | Lumbis Hulu 7.265.79 22.985,37 6357357 93.824.73 Tinggi menmiliki /andscape atau bentanglahan berupa perbukitan hinggan pegunungan di Kabupaten Nunukan. Kecamatan - — dengan luas bahaya tertinggi adalah Kecamatan Lumbis Ogong termasuk juga untuk potensi banijir bandang kelas 08 | Lumbis Ogong 12.609,09 | 55.536,57 97.449,12 165.594,78 | Tinggi Tinggi. Kecamatan lain seperti Kecamatan Lumbis, Lumbis Pansiangan, Lumbis Hulu hingga Krayan Tengah juga 09 | Lumbis Pansiangan 5.899,32 22.228,29 48.281,76 76.409,37 Tinggi memi:ikli ;:ote;si Za:ji‘;_ i)_and:ng yantg c:_kup belz(sir. Mteskipun secarabkes“elsrur;an p_oten?i tbah:ya banjir:andt:ng 10 | Nunukan 3.350,61 894,15 114,66 435942 | Rendah masuk kelas Rendah ditiap kecamatan hingga kabupatennya, namun banjir bandang juga tetap harus mendapatkan perhatian serius mengingat berdasarkan Data BPBD Kabupaten Nunukan (2024) sejumlah daerah di Kecamatan il Nunulfan Selatan 3.05343 1.547,19 244,89 484551 Rendah Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan dan Lumbis Ogong hampir setiap tahunnya mengalami banjir bandang. 12 | Sebatik 1.106,46 652,14 49,05 1.807,65 | Rendah HAL. 23 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Kecamatan Luas Bahaya Tanah Longsor (Ha) Total Luas Kelas Rendah Sedang Tinggi (Ha) 13 | Sebatik Barat 1.632,87 2.303,19 1.030,59 4.966,65 | Sedang 14 | Sebatik Tengah 2.557,35 716,85 234,72 3.508,92 | Rendah 15 | Sebatik Timur 920,88 482,40 48,78 1.452,06 | Rendah 16 | Sebatik Utara 267,12 18,00 - 285,12 | Rendah 17 | Sebuku 8.057,88 15.409,71 9.726,48 33.194,07 Tinggi 18 | Sei Menggaris 14.665,05 10.467,00 4.786,29 29.918,34 | Rendah 19 | Sembakung 16,29 338,31 156,96 511,56 | Sedang 20 | Sembakung Atulai 644,13 493,47 4977 1.187,37 Sedang 21 | Tulin Onsoi 34.206,03 | 48.302,82 45.296,01 127.804,86 Tinggi Kabupaten Nunukan 147,651.93 282,520.71 434,336.94 864,509.58 Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Potensi luas bahaya tanah longsor dari tabel di atas merupakan gambaran luasan Kecamatan di Kabupaten Nunukan yang memiliki kondisi rawan terhadap bencana tanah longsor berdasarkan kajian bahaya tanah longsor. Total luas bahaya tanah longsor Kabupaten Nunukan ditentukan berdasarkan rekapitulasi total luas bahaya seluruh Kecamatan yang terpapar bahaya tanah longsor, sedangkan kelas bahaya tanah longsor Kabupaten Nunukan ditentukan dengan melihat kelas bahaya maksimum dari setiap Kecamatan yang terpapar bencana tanah longsor. Potensi luas bahaya tanah longsor di Kabupaten Nunukan secara keseluruhan adalah 864.509,58 Ha dan berada pada kelas Tinggi. Luas bahaya tanah longsor tersebut dirinci menjadi 3 (tiga) kelas bahaya, yaitu luas bahaya dengan kelas Rendah seluas 147.651,93 Ha, kelas Sedang seluas 282.520,71 Ha, dan kelas Tinggi seluas 434.336,94 Ha. Potensi Bahaya Tanah Longsor 120.000,00 100.000,00 80.000,00 60.000,00 Luas Bahaya (Ha) 40.000,00 20.000,00 0,00 mRendah = Sedang =Tinggi Gambar 3.16 Grafik Potensi Bahaya Tanah Longsor di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Grafik di atas memperlihatkan sebaran luas bahaya tanah longsor di Kabupaten Nunukan untuk tiap Kecamatan yang berpotensi terpapar bencana tanah longsor. Kecamatan Tulin Onsoi menjadi kecamatan dengan luas daerah terpapar tertinggi untuk kelas Rendah yaitu 59.032,62 Ha. Sementara itu, Kecamatan Lumbis Ogong menjadi kecamatan yang berpotensii terpapar bencana tanah longsor dengan luas tertinggi pada kelas bahaya Sedang dan Tinggi yaitu seluas 5.481,72 Ha dan 35.033,40 Ha. Kecamatan yang memiliki indeks bahaya tanah longsor tinggi terutamanya di 3 kecamatan terpapar tertinggi yang berada di Kecamatan Lumbis Ogong, Krayan Timur dan Lumbis Hulu perlu mendapatkan perhatian untuk penanganan bahaya tanah longsor yang lebih serius. 3.2.4 BAHAYA CUACA EKSTRIM Pada umumnya cuaca ekstrim didasarkan pada distribusi klimatologi, di mana kejadian ekstrim lebih kecil sama dengan 5% distribusi. Potensi terjadinya bahaya cuaca ekstrim berada di wilayah dengan keterbukaan lahan tinggi dan dataran yang landai. Berdasarkan parameter bahaya cuaca ekstrim tersebut, maka diperoleh potensi luas bahaya dan kelas bahaya cuaca ekstrim di Kabupaten Nunukan, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 3.23. Tabel 3.23 Potensi Bahaya Cuaca Ekstrim di Kabupaten Nunukan Luas Bahaya Cuaca Ekstrim (Ha) Total Luas Kecamatan > . Kelas Rendah Sedang Tinggi (LE) 01 | Krayan 8,82 2.340,36 984,51 3.333,69 | Tinggi 02 | Krayan Barat 5,85 6.629,67 1.247,13 7.882,65 | Tinggi 03 | Krayan Selatan 1,62 4.533,39 634,86 5.169,87 | Sedang 04 | Krayan Tengah 0,45 4.699,17 537,75 5.237,37 | Sedang 05 | Krayan Timur 72,27 7.928,37 363,06 8.363,70 | Tinggi 06 | Lumbis - 8.511,30 7.917,84 16.429,14 | Tinggi 07 | Lumbis Ogong - 818,55 2.823,39 3.641,94 | Tinggi 08 | Nunukan 5,58 23.025,78 33.596,46 56.627,82 | Tinggi 09 | Nunukan Selatan - 12.330,18 3.163,86 15.494,04 | Sedang 10 | Sebatik - 4.129,65 117,81 4.247 46 | Sedang 11 | Sebatik Barat 47,34 4.491,27 52317 5.061,78 | Sedang 12 | Sebatik Tengah - 1.341,90 2,52 1.344,42 | Sedang 13 | Sebatik Timur - 2.515,77 195,48 2.711,25 | Sedang 14 | Sebatik Utara - 1.322,46 120,60 1.443,06 | Sedang 15 | Sebuku - 23.835,15 98.242,02 122.077,17 | Tinggi 16 | Sei Menggaris 9,63 42.834,87 23.146,92 65.991,42 | Tinggi 17 | Sembakung - 15.054,75 122.658,12 137.712,87 | Tinggi 18 | Sembakung Atulai - 8.129,97 17.031,42 25.161,39 | Tinggi 19 | Tulin Onsoi 36.186,75 9.903,06 46.090,71 | Tinggi abupaten Nunukan 210.659,31 323.209,98 534.021,75 Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Potensi bahaya cuaca ekstrim pada tabel tersebut memaparkan jumlah luasan Kecamatan yang memiliki kondisi rawan terhadap bencana cuaca ekstrim di Kabupaten Nunukan berdasarkan kajian bahaya. Luas bahaya cuaca ekstrim di Kabupaten Nunukan ditentukan berdasarkan total luas bahaya tiap Kecamatan yang terpapar bahaya cuaca ekstrim. Kelas bahaya cuaca ekstrim ditentukan dengan melihat kelas bahaya maksimum Kecamatan di Kabupaten Nunukan terpapar cuaca ekstrim. Dari hasil analisis, total luas bahaya cuaca ekstrim di Kabupaten Nunukan secara keseluruhan adalah seluas 534.021,75 Ha berada pada kelas Tinggi. Dari total luas bahaya tersebut, luas bahaya dengan kelas Rendah seluas 152,46 Ha, pada kelas Sedang seluas 210.659,31 Ha, sedangkan daerah yang terpapar bahaya cuaca ekstrim pada kelas Tinggi seluas 323.209,98 Ha. Grafik pada Gambar 3.17, dapat diketahui adanya sebaran luas bahaya cuaca ekstrim di Kabupaten Nunukan untuk setiap Kecamatan terpapar bencana cuaca ekstrim. Kecamatan yang tidak memiliki bahaya cuaca ekstrim pada HAL. 24 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 kelas Rendah diantaranya adalah Lumbis, Lumbis Ogong, Nunukan, Nunukan Selatan, Sebatik, Sebatik Barat, Sebatik Tengah, Sebatik Timur, Sebatik Utara, Sebuku, Sei Menggaris, Sembakung dan Sembakung Atulai. Selanjutnya pada kelas Sedang dengan luas tertinggi terdapat di Kecamatan Sei Menggaris yaitu seluas 42.834,87 Ha. Adapun untuk Kecamatan Sembakung memiliki luas tertinggi bahaya cuaca ekstrim pada kelas Tinggi yaitu seluas 122.658,12 Ha. Walau demikian, terdapat Kecamatan lainnya yang memiliki luas bahaya pada kelas tinggi yang cukup tinggi di Kecamatan Sebuku dengan luas 98.242,02 Ha. Secara keseluruhan seluruh kecamatan di Kabupaten Nunukan memiliki indeks bahaya cuaca ekstrim. Potensi Bahaya Cuaca Ekstrim 140.000,00 5 120.000,00 T 5 100.000,00 sH 80.000,00 @ §0.000,00 8 3 40000,00 20.000,00 II 0,00 B = = § HE - S > S © & S S 5 > S $ @ & ® S > & & &S A & & & I WO S S & & & & F @ 7S B o --Kecamatan-- mRendah = Sedang = Tinggi Gambar 3.17 Grafik Potensi Bahaya Cuaca Ekstrim di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Kecamatan yang memiliki indeks bahaya cuaca ekstrim kelas tinggi di Kabupaten Nunukan yang banyak di temukan di wilayah timur Kabupaten Nunukan. Bentangan yang berupa perbukitan di bagian barat memungkinkan terjadinya perbedaan akibat tekanan udara. Adanya ketinggian, keterbukaan lahan, dan perubahan suhu yang cukup sangat mencolok menjadi penyebab utama terjadinya cuaca ekstrim yang berdampak terjadinya angin puting beliung. Keterbukaan lahan yang luas juga memicu terjadinya angin puting beliung, bertemunya angin pada suatu daerah terbuka atau hamparan lahan akan menjadi pusaran angin apabila tidak ada vegetasi yang menghalangi, terutama yang sering terjadi di beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Nunukan. 3.2.5 BAHAYA GELOMBANG EKSTRIM DAN ABRASI Gelombang ekstrim adalah gelombang tinggi yang ditimbulkan karena efek terjadinya siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia dan berpotensi kuat menimbulkan bencana alam. Indonesia bukan daerah lintasan siklon tropis tetapi keberadaan siklon tropis akan memberikan pengaruh kuat terjadinya angin kencang, gelombang tinggi disertai hujan deras. Sementara itu, abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipicu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Walaupun abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami, namun manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi (BNPB, (http://www.bnpb.go.id)). Bahaya Gelombang Ekstrim dan Abrasi (GEA) dibuat sesuai dengan metode yang terdapat dalam Modul Teknis Penyusunan KRB Gelombang Ekstrim dan Abrasi (GEA) 2019. Parameter penyusunan tersebut terdiri dari tinggi gelombang, arus laut, tipologi pantai, tutupan vegetasi, dan bentuk garis pantai. Setiap parameter diidentifikasi untuk mendapatkan kelas parameter kemudian dilakukan penilaian berdasarkan tingkat pengaruh/kepentingan masing- masing kelas menggunakan metode skoring. Berdasarkan parameter bahaya gelombang ekstrim dan abrasi tersebut, maka diperoleh potensi luas bahaya dan kelas bahaya gelombang ekstrim dan abrasi di Kabupaten Nunukan, seperti ditunjukkan pada Tabel 3.24. Tabel 3.24 Potensi Bahaya Gelombang Ekstrim dan Abrasi di Kabupaten Nunukan 01 | Nunukan - 2.451,69 95,13 2.546,82 | Tinggi 02 | Nunukan Selatan - 924,48 242,64 1.167,12 | Tinggi 03 | Sebatik - 81,99 247,95 329,94 | Tinggi 04 | Sebatik Barat - - 454,05 454,05 | Tinggi 05 | Sebatik Timur - - 111,51 111,51 | Tinggi 06 | Sebatik Utara - - 55,62 55,62 | Tinggi 07 | Sebuku - 187,74 - 187,74 | Sedang 08 | Sei Menggaris - 981,00 146,34 1.127,34 | Sedang 09 | Sembakung - 2.475,81 - 2.475,81 | Sedang Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Potensi luas bahaya gelombang ekstrim dan abrasi berdasarkan tabel di atas merupakan luasan wilayah yang memiliki kondisi rawan terhadap bencana gelombang ekstrim dan abrasi berdasarkan kajian bahaya gelombang ekstrim dan abrasi. Total luas bahaya gelombang ekstrim dan abrasi di wilayah Kabupaten Nunukan ditentukan berdasarkan rekapitulasi total luas bahaya seluruh Kecamatan yang terpapar gelombang ekstrim dan abrasi, sedangkan kelas bahaya gelombang ekstrim dan abrasi di Kabupaten Nunukan ditentukan dengan melihat kelas bahaya maksimum dari seluruh wilayah yang terpapar bencana gelombang ekstrim dan abrasi. Dari hasil analisis, secara keseluruhan potensi total luas bahaya gelombang ekstrim dan abrasi di Kabupaten Nunukan ditemukan potensi bahaya sebesar 8.455,95 Ha dan berada pada kelas Tinggi. Potensi luas bahaya tersebut meliputi luas bahaya kelas Sedang yang mencapai 7.102,71 Ha dan pada kelas Tinggi seluas 1.353,24 Ha. Adapun kelas bahaya rendah tidak ditemukan, secara lebih rinci Grafik pada Gambar 3.18 mendeskripsikan sebaran luas bahaya gelombang ekstrim dan abrasi di Kabupaten Nunukan untuk Kecamatan terpapar bencana gelombang ekstrim dan abrasi tersebut. Kecamatan Sembakung memiliki luas tertinggi bahaya gelombang ekstrim dan abrasi pada kelas bahaya Sedang yaitu seluas 2.475,81 Ha. Sementara itu, Kecamatan Sebatik Barat memiliki luas tertinggi juga pada kelas bahaya Tinggi yaitu seluas 454,05 Ha. Potensi Bahaya Gelombang Ekstrim dan Abrasi 3.000,00 2.500,00 2.000,00 1.500,00 1.000,00 500,00 Nunukan Nunukan Sebatik Sebatik Barat ~ Sebatik Timur ~ Sebatik Utara Sebuku Selatan Luas Bahaya (Ha) SeiMenggaris ~ Sembakung --Kecamatan-- mRendah = Sedang =Tinggi Gambar 3.18 Grafik Potensi Bahaya Gelombang Ekstrim dan Abrasi di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 HAL. 25 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 3.2.6 BAHAYA GEMPABUMI Gempabumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunungapi atau runtuhan batuan. Dari penjelasan bencana gempabumi tersebut, maka pengkajian untuk bahaya gempabumi dilihat berdasarkan parameter-parameter sebagai tolak ukur penghitungan sebagai berikut: (a) kelas topografi (b) intensitas guncangan di batuan dasar, dan (c) intensitas guncangan di permukaan. Kajian potensi luas dan kelas bahaya gempabumi dengan menggunakan parameter-parameter tersebut, menghasilkan potensi luas dan kelas bahaya gempabumi di setiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan sebagaimana yang ditunjukkan pada Tabel 3.25. Tabel 3.25 Potensi Bahaya Gempabumi di Kabupaten Nunukan Potensi Bahaya Gempabumi (Ha) Total Luas Kecamatan = = Kelas Rendah Sedang Tinggi (Ha) 01 | Krayan 20.015,37 - - 20.015,37 | Rendah 02 | Krayan Barat 33.610,70 - - 33.610,70 | Rendah 03 | Krayan Selatan 66.668,26 - - 66.668,26 | Rendah 04 | Krayan Tengah 70.936,98 - - 70.936,98 | Rendah 05 | Krayan Timur 121.815,19 - - 121.815,19 | Rendah 06 | Lumbis 28.708,52 - - 28.708,52 | Rendah 07 | Lumbis Hulu 94.072,27 - - 94.072,27 | Rendah 08 | Lumbis Ogong 167.671,58 - - 167.671,58 | Rendah 09 | Lumbis Pansiangan 76.500,97 - - 76.500,97 | Rendah 10 | Nunukan 58.496,87 - - 58.496,87 | Rendah 11 | Nunukan Selatan 18.433,40 - - 18.433,40 | Rendah 12 | Sebatik 5.063,85 - - 5.063,85 | Rendah 13 | Sebatik Barat 9.261,85 - - 9.261,85 | Rendah 14 | Sebatik Tengah 4.808,97 - - 4.808,97 | Rendah 15 | Sebatik Timur 3.925,52 - - 3.925,52 | Rendah 16 | Sebatik Utara 1.550,14 - - 1.550,14 | Rendah 17 | Sebuku 150.480,96 - - 150.480,96 | Rendah 18 | Sei Menggaris 88.520,40 - - 88.520,40 | Rendah 19 | Sembakung 138.749,08 2.566,06 - 141.315,14 | Rendah 20 | Sembakung Atulai 25.489,62 - - 25.489,62 | Rendah 21 | Tulin Onsoi 170.007,44 - - 170.007,44 | Rendah Kabupaten Nunukan 354.787,94 1.357.354,00 Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Tabel di atas menunjukkan potensi luas bahaya gempabumi di Kabupaten Nunukan. Potensi bahaya gempabumi pada tabel dan gambar tersebut menerangkan beberapa Kecamatan yang memiliki kondisi rawan terhadap gempabumi berdasarkan kajian bahaya. Luas bahaya gempabumi di Kabupaten Nunukan ditentukan berdasarkan total luas bahaya gempabumi tiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan yang terpapar gempabumi. Kelas bahaya gempabumi Kabupaten Nunukan ditentukan dengan melihat kelas bahaya maksimum Kecamatan di Kabupaten Nunukan yang terpapar gempabumi. Potensi bahaya gempabumi pada Tabel tersebut menerangkan seluruh Kecamatan yang memiliki kondisi rawan terhadap bencana gempabumi berdasarkan kajian bahaya keseluruhan adalah 1.357.354,00 Ha dan berada pada kelas Rendah. Grafik pada Gambar 3.19, dapat dilihat sebaran luas bahaya gempabumi di Kabupaten Nunukan untuk Kecamatan terpapar bencana gempabumi. Bencana gempabumi berdampak hampir merata di seluruh wilayah. Luas bahaya tertinggi pada kelas bahaya Rendah terdapat di Kecamatan Tulin Onsoi yaitu seluas 170.007,44 Ha dan terdapat 1 kecamatan dengan kelas Sedang yakni Kecamatan Sembakung dengan luas potensi area 2.566,06 Ha. Potensi Bahaya Gempabumi 180.000,00 160.000,00 140.000,00 120.000,00 100.000,00 80.000,00 60.000,00 40.000,00 20.000,00 0,00 Luas Bahaya (Ha) S --Kecamatan-- mRendah = Sedang =Tinggi Gambar 3.19 Grafik Potensi Bahaya Gempabumi di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 3.2.7 BAHAYA TSUNAMI Tsunami merupakan bencana dengan karakter fast-onset disaster atau jenis bencana dengan proses yang cepat. Tsunami menjadi salah satu ancaman bencana untuk banyak wilayah pesisir di Indonesia, seperti halnya Kabupaten Nunukan yang juga memiliki pesisir. Bencana ini umumnya dipicu oleh terjadinya gempabumi di laut yang menyebabkan pergeseran secara vertikal di dasar laut. Analisis ancaman tsunami dimaksudkan untuk mengetahui karakter tsunami yang mungkin telah terjadi atau akan terjadi dengan mempertimbangkan mekanisme sumber, lokasi, penjalaran gelombang, perambatan gelombang tsunami serta ketinggian genangan tsunami. Kabupaten Nunukan berdasarkan Ketinggian gelombang maksimum dari PTHA — BNPB, memiliki potensi ketinggian tsunami maksimum sebesar 1,8 dan 1,9 meter. Berdasarkan penghitungan parameter tersebut, maka diperoleh potensi luas bahaya tsunami untuk Kabupaten Nunukan, seperti yang tersaji pada Tabel 3.26. Tabel 3.26 Potensi Bahaya Tsunami di Kabupaten Nunukan Kecamatan Potensi Bahaya Tsunami (Ha) Total Luas ‘ Kelas Rendah Sedang Tinggi (GE)) 01 | Nunukan 797,49 30,33 - 827,82 | Rendah 02 | Nunukan Selatan 399,15 19,89 - 419,04 | Sedang 03 | Sebatik Barat 76,77 23,76 - 100,53 | Rendah 04 | Sebatik Timur 11,61 3,51 - 15,12 | Rendah 05 | Sebatik Utara 8,82 6,30 - 15,12 | Rendah 06 | Sei Menggaris 643,95 78,84 - 722,79 | Rendah 07 | Sembakung 2.571,93 739,17 - 3.311,10 | Rendah Kabupaten Nunukan 4.509,72 901,80 - 5.411,52 ‘ Sedang Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 HAL. 26 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Potensi luas bahaya tsunami berdasarkan Tabel 3.26 di atas merupakan luasan tiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan yang memiliki kondisi rentan terhadap bencana tsunami berdasarkan kajian bahaya tsunami. Total luas bahaya tsunami Kabupaten Nunukan ditentukan berdasarkan rekapitulasi total luas bahaya Kecamatan yang terpapar bahaya tsunami, sedangkan kelas bahaya tsunami Kabupaten Nunukan ditentukan dengan melihat kelas bahaya maksimum dari setiap Kecamatan yang terpapar bencana tsunami. Potensi luas bahaya tsunami di Kabupaten Nunukan secara keseluruhan adalah 5.411,52 Ha dan berada pada kelas Sedang. Luas bahaya tsunami tersebut juga dapat dirinci menjadi 2 (dua) kelas bahaya, yaitu luas bahaya dengan kelas Rendah seluas 4.509,72 Ha dan bahaya kelas Sedang seluas 901,80 Ha. Untuk bahaya tsunami dengan total area terdampak terluas terdapat di Kecamatan Sembakung dengan luas 3.311,10 Ha. Potensi Bahaya Tsunami 3.000,00 ) T 2.500,00 S g 200000 < [ o 0 1.500,00 < = a 1.000,00 500,00 I 0,00 . — Nunukan Nunukan Selatan ~ Sebatik Barat Sebatik Timur Sebatik Utara Sei Menggaris Sembakung --Kecamatan-- mRendah w=Sedang = Tinggi Gambar 3.20 Grafik Potensi Bahaya Tsunami di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 3.2.8 BAHAYA KEKERINGAN Undang Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana mendefinisikan kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Kekeringan dapat menjadi bencana alam apabila mulai menyebabkan suatu wilayah kehilangan sumber pendapatan akibat gangguan pada pertanian dan ekosistem yang ditimbulkannya. Dampak ekonomi dan ekologi kekeringan merupakan suatu proses sehingga batasan kekeringan dalam setiap bidang dapat berbeda-beda. Namun, suatu kekeringan yang singkat tetapi intensif dapat pula menyebabkan kerusakan yang signifikan. Pengkajian untuk bahaya kekeringan dilihat berdasarkan parameter faktor meteorologi dan kemampuan tanah menyimpan air. Dalam dokumen ini, peta bahaya kekeringan menggunakan indeks bahaya kekeringan yang bersumber dari Ina Risk BNPB. Adapun hasil perhitungan potensi luas dan kelas bahaya kekeringan di Kabupaten Nunukan sebagai berikut. Tabel 3.27 Potensi Bahaya Kekeringan di Kabupaten Nunukan Luas Bahaya Kekeringan Total Luas Kecamatan . . Kelas Rendah Sedang Tinggi (Ha) 01 | Krayan - 20.015,37 - 20.015,37 | Sedang 02 | Krayan Barat - 33.610,70 - 33.610,70 | Sedang 03 | Krayan Selatan - 49.002,60 17.665,65 66.668,26 Tinggi 04 | Krayan Tengah - 40.191,41 30.745,58 70.936,98 | Tinggi Kecamatan Luas Bahaya Kekeringan Total Luas Kelas Rendah Sedang Tinggi (Ha) 05 | Krayan Timur - 121.815,19 - 121.815,19 | Sedang 06 | Lumbis - 28.708,52 - 28.708,52 | Sedang 07 | Lumbis Hulu - 94.072,27 - 94.072,27 | Sedang 08 | Lumbis Ogong - 167.671,58 - 167.671,58 | Sedang 09 | Lumbis Pansiangan - 76.500,97 - 76.500,97 | Sedang 10 | Nunukan - 58.496,87 - 58.496,87 | Sedang 11 | Nunukan Selatan - 18.433,40 - 18.433,40 | Sedang 12 | Sebatik - 5.063,85 - 5.063,85 | Sedang 13 | Sebatik Barat - 9.261,85 - 9.261,85 | Sedang 14 | Sebatik Tengah - 4.808,97 - 4.808,97 | Sedang 15 | Sebatik Timur - 3.925,52 - 3.925,52 | Sedang 16 | Sebatik Utara - 1.550,14 - 1.550,14 | Sedang 17 | Sebuku - 150.480,96 - 150.480,96 | Sedang 18 | Sei Menggaris - 88.520,40 - 88.520,40 | Sedang 19 | Sembakung - 141.315,14 - 141.315,14 | Sedang 20 | Sembakung Atulai - 25.489,62 - 25.489,62 | Sedang 21 | Tulin Onsoi - 170.007 44 - 170.007,44 | Sedang Kabupaten Nunukan 1.308.942,77 48.411,23 1.357.354,00 Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Total luas bahaya kekeringan di kabupaten Nunukan secara keseluruhan adalah 1.357.354,00 Ha dan berada pada kelas Tinggi. Luas bahaya kekeringan tersebut terdiri atas luas bahaya dengan kelas Sedang seluas 1.308.942,77 Ha, sedangkan daerah yang terpapar bahaya kekeringan pada kelas Tinggi adalah seluas 48.411,23 Ha. Adapun potensi bahaya kelas Rendah tidak ditemukan dalam kajian bahaya kekeringan di Kabupaten Nunukan. Potensi Bahaya Kekeringan 180.000,00 160.000,00 140.000,00 120.000,00 100.000,00 80.000,00 60.000,00 40.000,00 20.000,00 0,00 Luas Bahaya (Ha) ®Rendah = Sedang ®Tinggi Gambar 3.21 Grafik Potensi Bahaya Kekeringan di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Sebaran luas bahaya kekeringan dapat ditemukan pada seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Nunukan. Kecamatan yang memiliki luas tertinggi bahaya kekeringan pada kelas Sedang adalah Kecamatan Tulin Onsoi dengan luas sebesar 170.007,44 Ha dan kecamatan dengan luas tertinggi bahaya kekeringan pada kelas Tinggi adalah Kecamatan Krayan Tengah dengan luas sebesar 30.745,58 Ha. HAL. 27 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 3.2.9 BAHAYA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN Kebakaran hutan dan lahan biasanya terjadi pada wilayah yang vegetasinya rawan untuk terbakar misalnya pada wilayah gambut atau wilayah dengan jensi tanah Organik. Faktor penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan antara lain kekeringan yang berkepanjangan, sambaran petir, dan pembukaan lahan oleh manusia. Wilayah sebaran kebakaran hutan dan lahan dipengaruhi oleh jenis tutupan lahan, jenis tanah, dan jumlah titik api (hot spot). Umumnya wilayah kabupaten Nunukan memiliki lahan Gambut, sehingga analisa kebakaran hutan dan lahan di titik beratkan pada faktor jenis penggunaan lahan dan gambut yang mudah terbakar oleh aktivitas manusia. Adapun hasil analisis bahaya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nunukan, tersaji pada Tabel 3.28 dan Gambar 3.22. Tabel 3.28 Potensi Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Nunukan Luas Bahaya Kebakaran Hutan dan Kecamatan Lahan (Ha) jciallltias Kelas Rendah Sedang Tinggi (Ha) 01 | Krayan 5.201,73 2.787,75 1,35 7.990,83 | Sedang 02 | Krayan Barat 7.945,92 4.574,61 0,90 12.521,43 | Sedang 03 | Krayan Selatan 543348 2.292,75 - 7.726,23 | Sedang 04 | Krayan Tengah 2.898,72 2.005,20 - 4.903,92 | Sedang 05 | Krayan Timur 16.665,03 8.609,58 1,62 25.276,23 | Sedang 06 | Lumbis 5.078,34 20.372,67 2.527,56 27.978,57 | Sedang 07 | Lumbis Hulu 1.587,06 13.527,36 9,45 15.123,87 | Sedang 08 | Lumbis Ogong 21.050,64 82.918,17 933,75 104.902,56 | Sedang 09 | Lumbis Pansiangan 7.644,87 36.428,13 65,16 44.138,16 | Sedang 10 | Nunukan 0,72 5.614,65 19.547,28 25.162,65 | Tinggi 11 | Nunukan Selatan 3,24 3.502,98 8.894,61 12.400,83 | Tinggi 12 | Sebatik - 153,00 4.402,17 4.555,17 | Tinggi 13 | Sebatik Barat 0,90 1.098,72 5.300,28 6.399,90 | Tinggi 14 | Sebatik Tengah 0,72 191,16 3.817,53 4.009,41 | Tinggi 15 | Sebatik Timur 0,36 28,53 3.428,73 3.457,62 | Tinggi 16 | Sebatik Utara 0,36 8,55 1.201,05 1.209,96 | Tinggi 17 | Sebuku 5.452,29 72.278,91 53.369,28 131.100,48 | Tinggi 18 | Sei Menggaris 2.798,46 21.824,19 47.991,60 72.614,25 | Tinggi 19 | Sembakung 2,25 47.996,73 69.382,53 117.381,51 | Tinggi 20 | Sembakung Atulai 159,48 21.066,84 3.544,02 24.770,34 | Sedang 21 | Tulin Onsoi 24.766,38 129.358,71 9.962,55 164.087,64 | Sedang Kabupaten Nunukan 106.690,95 476.639,19 234.381,42 817.711,56 | Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Total luas bahaya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nunukan secara keseluruhan adalah 817.711,56 Ha dan berada pada kelas Tinggi. Luas bahaya kebakaran hutan dan lahan tersebut dirinci menjadi 3 kelas bahaya, yaitu luas bahaya dengan kelas Rendah seluas 106.690,95 Ha, kelas Sedang seluas 476.639,19 Ha, sedangkan daerah yang berada pada potensi bahaya kelas Tinggi seluas 234.381,42 Ha. Sebaran luas bahaya kebakaran hutan dan lahan pada tingkat kecamatan di Kabupaten Nunukan dapat dilihat pada grafik kelas bahaya kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Nunukan yang tersaji pada Gambar 3.22. Kecamatan yang memiliki luas tertinggi bahaya kebakaran hutan dan lahan pada kelas Rendah adalah Kecamatan Tulin Onsoi dengan luas sebesar 24.766,38 Ha, kecamatan dengan luas tertinggi bahaya kebakaran hutan dan lahan pada kelas Sedang adalah Kecamatan Tulin Onsoi dengan luas sebesar 129.358,71 Ha. Sementara itu, kecamatan dengan luas tertinggi bahaya kebakaran hutan dan lahan pada kelas Tinggi adalah Kecamatan Sembakung dengan luas sebesar 69,382.53 Ha Potensi Bahaya Karhutla 140.000,00 < 120.000,00 T S 100.000,00 5 = 80.000,00 © [ P 60.000,00 3 40.000,00 20.000,00 0,00 BT S S S S S e R R R SR N T A B « 9&# & Q@@ & vg\»&fi &\0@ Y\QQ\L P& @»\3’6 *&0@ \@\& @@’@ 6§°&@@ éf ‘Qv“‘ \\Qo& & & S & S & & R KA W@ @ VS \)@\a e\,«\" & F F & %a&“'b e --Kecamatan-- ®Rendah = Sedang ®Tinggi Gambar 3.22 Grafik Potensi Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 3.3 KAJIAN KERENTANAN Komponen-komponen sosial budaya, fisik, ekonomi, dan lingkungan menjadi dasar penentuan indeks penduduk terpapar dan indeks kerugian untuk menghasilkan potensi penduduk terpapar dan potensi kerugian. Penggabungan indeks penduduk terpapar dan indeks kerugian menghasilkan kelas kerentanan di Kabupaten Nunukan. Hasil pengkajian kerentanan lebih detail dapat dilihat pada Album Peta Kerentanan Kabupaten Nunukan, sedangkan hasil pengkajian kerentanan tingkat Kecamatan untuk setiap jenis bencana diuraikan pada sub-bab di bawah ini. 3.3.1 KERENTANAN BANJIR Kajian kerentanan untuk bencana banjir di Kabupaten Nunukan didapatkan dari potensi penduduk terpapar dan kelompok rentan serta potensi kerugian, baik fisik, ekonomi, dan kerusakan lingkungan. Potensi jumlah penduduk terpapar dan potensi kerugian ini dianalisis dan kemudian ditampilkan dalam bentuk kelas kerentanan bencana banjir. Rekapitulasi potensi penduduk terpapar yang berpotensi ditimbulkan bencana banijir di Kabupaten Nunukan dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.29 Potensi Penduduk Terpapar Bencana Banijir di Kabupaten Nunukan Jumlah Penduduk Kelompok Rentan (Jiwa) \ Kecamatan - Kelompok Penduduk Penduduk Kelas LT () Umur Repntan Miskin Disabilitas ‘ 01 | Krayan 3.148 505 1.427 14 | Tinggi 02 | Krayan Barat 2.518 400 1.377 5| Tinggi 03 | Krayan Selatan 1.242 188 839 3| Tinggi 04 | Krayan Tengah 953 133 613 15 | Tinggi 05 | Krayan Timur 1.158 200 612 1| Tinggi 06 | Lumbis 6.652 846 4.156 29 | Tinggi 07 | Lumbis Hulu 465 79 303 1| Tinggi 08 | Lumbis Ogong 2.169 279 1.906 2 | Tinggi 09 | Lumbis Pansiangan 1.132 156 856 - | Tinggi 10 | Nunukan 38.304 3.716 10.105 54 | Rendah 11 | Nunukan Selatan 11.742 1.427 4.018 32 | Sedang HAL. 28 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Jumlah Penduduk Kelompok Rentan (Jiwa) Kecamatan A Kelompok Penduduk | Penduduk Kelas VEECEr (AT Umur Repntan Miskin Disabilitas 12 | Sebatik 5.842 802 2.273 23 | Tinggi 13 | Sebatik Barat 9.891 1.238 3.217 19 | Sedang 14 | Sebatik Tengah 4.598 523 1.014 14 | Rendah 15 | Sebatik Timur 8.291 1.041 2.126 37 | Sedang 16 | Sebatik Utara 7.226 872 1.761 18 | Sedang 17 | Sebuku 14.738 1.706 5.523 64 | Tinggi 18 | Sei Menggaris 3.698 438 1.389 18 | Sedang 19 | Sembakung 11.070 1.357 5.526 34 | Tinggi 20 | Sembakung Atulai 4.333 602 3.377 11| Tinggi 21 | Tulin Onsoi 5.391 637 2.262 8| Tinggi Kabupaten Nunukan 144.561 17.146 54.682 402 Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Total penduduk terpapar diperoleh dari rekapitulasi hasil potensi penduduk terpapar dari Kecamatan terpapar bencana banjir. Penduduk terpapar bencana banjir berdasarkan banyaknya aktivitas penduduk yang berada di area rentan terhadap bencana banjir. Kelas penduduk terpapar bencana di Kabupaten Nunukan ditentukan dengan melihat kelas penduduk terpapar maksimum dari seluruh Kecamatan terpapar bencana banjir. Penduduk terpapar bencana Banjir di Kabupaten Nunukan diperoleh dari total jumlah penduduk terpapar, yaitu sejumlah 144.561 jiwa dan berada pada kelas Tinggi. Secara terperinci, potensi penduduk terpapar pada kelompok rentan terdiri dari kelompok usia rentan sejumlah 17.146 jiwa, penduduk miskin sejumlah 54.682 jiwa, dan penduduk disabilitas sejumlah 402 jiwa. Penduduk Terpapar (Jiwa) 45.000 S 40.000 S 35.000 ¥ 30000 3 25.000 3 20000 S 15.000 £ 10000 I i Lonal .E o M m o - o I S - I [ | | [ | 3 . P P S N N N N S S N S SRV Y &> & *_@\\Q & /&@Q & S % & & /\@ég’ < @\k R $¢> S F S Te VS S & TS O R N S VS K & & P o o o T & N S C3d N & B o ~ --Kecamatan-- Gambar 3.23 Grafik Potensi Penduduk Terpapar Bencana Banjir di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Pada grafik di atas, dapat dilihat Kecamatan yang memiliki potensi penduduk terpapar tertinggi bencana banjir adalah Kecamatan Nunukan, yaitu dengan jumlah potensi penduduk terpapar mencapai 38.304 jiwa, sedangkan daerah yang memiliki potensi penduduk terpapar terendah adalah Kecamatan Lumbis Hulu yaitu sebanyak 465 jiwa. Untuk potensi jumlah penduduk umur rentan terpapar bencana banijir tertinggi terdapat di Kecamatan Nunukan yaitu sebanyak 3.716 jiwa. Potensi penduduk miskin terpapar tertinggi yang rentan terhadap bencana banjir juga terdapat di Kecamatan Nunukan yaitu sebanyak 10.105 jiwa, hingga kelompok rentan penduduk disabilitas tertinggi terdapat di Kecamatan Sebuku yaitu sebanyak 64 jiwa. Secara grafis, dapat dilihat pada gambar berikut. Kelompok Rentan (Jiwa) __ 12,000 [} £ 10.000 2 X 8000 E] T 6.000 c [ 8 4000 = s =3 S lll.l-l.ll_...l IlIlIIIIlIII S & Sl Y S & & & @ & & q;»@ o & @‘* & o @” & A R I ¥ & & & V& L & Qe“ ,,,i***,\@ & &«@ & \)@? \)\@0 3 & & & fo & F N & R & RS « Q-@* Q_(z:\ « Y § {;\"Q 0@* o %@*9 6@0 o o of &Q& N N . 2 = Kelompok Umur Ren@fin = Penduduk Miskin = Penduduk Disabilitas’ Gambar 3.24 Grafik Potensi Kelompok Rentan Terpapar Bencana Banjir di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Sementara itu, potensi kerugian dan kerusakan lingkungan akibat bencana banjir di Kabupaten Nunukan dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.30 Potensi Kerugian Bencana Banjir di Kabupaten Nunukan Kerusakan Lingkungan (Ha) Kerugian (Juta Rupiah) Kecamatan Kerugian Kerugian Total Fisik Ekonomi Kerugian Lmep D Krayan 30.423,80 3.256,89 33.680,69 | Tinggi 1.161,63 | Tinggi 02 | Krayan Barat 27.930,00 7.202,83 35.132,83 | Tinggi 1.747,62 | Tinggi 03 | Krayan Selatan 38.377,11 5.643,97 44.021,09 | Tinggi 1.979,82 | Tinggi 04 | Krayan Tengah 12.497,50 10.401,43 22.898,93 | Tinggi 2.391,93 | Tinggi 05 | Krayan Timur 41.132,50 18.472,76 59.605,26 | Tinggi 3.980,61 | Tinggi 06 | Lumbis 63.154,55 16.234,03 79.388,59 | Tinggi 5.514,39 | Tinggi 07 | Lumbis Hulu 5.500,59 4.404,42 9.905,01 | Tinggi 1.060,92 | Tinggi 08 | Lumbis Ogong 15.149,28 3.196,96 | 18.346,24 | Tinggi | 1.343,34 | Tinggi 09 | Lumbis Pansiangan 6.603,67 2.013,08 8.616,75 | Tinggi 597,33 | Tinggi 10 | Nunukan 80.685,21 17.500,11 98.185,32 | Tinggi | 33.530,58 | Tinggi 11 | Nunukan Selatan 61.845,91 15.303,31 77.149,21 | Tinggi 6.091,11 | Tinggi 12 | Sebatik 29.671,84 4.466,97 34.138,81 | Tinggi 1.161,99 | Tinggi 13 | Sebatik Barat 52.441,86 7.228,37 59.670,23 | Tinggi 1.882,80 | Tinggi 14 | Sebatik Tengah 15.289,39 974,61 16.264,00 | Tinggi 274,59 | Tinggi 15 | Sebatik Timur 3741421 2.802,01 40.216,21 | Tinggi 786,06 | Tinggi 16 | Sebatik Utara 24.516,08 1.905,99 26.422,07 | Tinggi 496,80 | Tinggi 17 | Sebuku 68.608,90 93.324,00 161.932,90 | Tinggi | 59.025,33 | Tinggi 18 | Sei Menggaris 60.782,50 41.951,87 102.734,37 | Tinggi | 26.216,19 | Tinggi 19 | Sembakung 80.792,27 69.340,88 150.133,15 | Tinggi | 80.440,56 | Tinggi 20 | Sembakung Atulai 39.530,87 35.435,13 74.966,00 | Tinggi | 11.159,46 | Tinggi 21 | Tulin Onsoi 63.894,51 91.181,88 155.076,39 | Tinggi | 17.592,48 | Tinggi Kabupaten Nunukan 856.242,54 452.241,51 1.308.484,05 Tinggi 258.435,54 Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 HAL. 29 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Total potensi kerugian akibat bencana banjir di Kabupaten Nunukan merupakan rekapitulasi potensi kerugian fisik dan ekonomi dari seluruh wilayah terpapar bencana banjir. Kelas kerugian bencana banjir di Kabupaten Nunukan dilihat berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah terpapar bencana. Berdasarkan sebaran area bahaya banijir pada Kabupaten Nunukan secara keseluruhan termasuk kelas Tinggi dengan potensi total kerugian terhadap bencana banjir yaitu sebesar 1,3 trilyun rupiah. Potensikerugian fisik ditemukan mencapai 856,24 milyar rupiah, sementara kerugian ekonomi mencapai 452,24 milyar rupiah. Hasil kerugian tersebut menunjukkan bahwa bencana banjir berpotensi berpengaruh secara langsung terutama pada nilai kerugian fisik dan kerugian ekonomi di beberapa lahan produktifdi Kabupaten Nunukan. Dengan demikian hasil kajian terkait kelas kerugian bencana banjir di Kabupaten Nunukan adalah pada kelas Tinggi. Potensi Kerugian — 100.000,00 § 20.00000 S 80.000,00 [ 70.000,00 £ 60.00000 3 5000000 S 40.000,00 §n 30.000,00 5 20.000,00 o I I L [P A | | I£ O,OO'I'II m b L Pl LB B S E .Q{f e@@‘ \o@\ Qqé‘ <\&s \)&c\e Q\S\\' g’&_ Q%q;\\ @\g}o \&o prb\& @”0\ @# «\(\\o* O@w c\&o <§’° .@& v\\\\;fi 0&0\ S « & (\cf’ i & N 43’\6 0@0 ?@W & (\e”’ & \%_f@ NS & & Q@” R \l_@*@»*@a «@ S \y@@f o(&@ %@06& o F o e%?)@,y < > [ Keru;ian Fisik = Kerugian Ekonomi Gambar 3.25 Grafik Potensi Kerugian Fisik dan Ekonomi Bencana Banjir di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Sementara itu, potensi kerusakan lingkungan akibat banjir di Kabupaten Nunukan dapat dilihat pada gambar berikut. Kerusakan Lingkungan 90.000,00 . 80.000,00 [} T 70.000,00 S 60.000,00 = ® 50.000,00 £ 40.000,00 X 30.000,00 S 2000000 - 10.000,00 I I 000 — = = = m W _ _ | I - & S S 5 » S S S S & o N @ &S & S 3 & F T T EE L P IS E NI /\@‘\,bc VL ES TN NS %“Q&@\fg © & & & & S & IS N & & @ o o TS F S P TS O = --Kecamatan-- Gambar 3.26 Grafik Potensi Kerugian Fisik dan Ekonomi Bencana Banjir di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Potensi kerusakan lingkungan merupakan rekapitulasi potensi kerusakan lingkungan dari seluruh wilayah terpapar bencana banjir. Kelas kerusakan lingkungan bencana di Kabupaten Nunukan dilihat berdasarkan kelas maksimum dari Kecamatan terpapar bencana banjir. Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi kerusakan lingkungan yang diakibatkan bencana banjir adalah seluas 258.435,54 Ha dan memiliki kelas kerusakan lingkungan yang masuk kategori/kelas Tinggi. Grafik di atas menunjukkan bahwa bencana banjir berdampak pada kerusakan lingkungan di seluruh Kecamatan di Kabupaten Nunukan. Luas kerusakan lingkungan terbesar terdapat di Kecamatan Sembakung yaitu seluas 80.440,56 Ha. Berdasarkan hasil kajian pada kelas penduduk terpapar, kelas kerugian, dan kelas kerusakan lingkungan dari bencana banjir di atas, maka dapat diketahui kelas kerentanan bencana banjir di Kabupaten Nunukan. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.31 Kelas Kerentanan Bencana Banijir di Kabupaten Nunukan K Kelas Penduduk q Kelas Kerusakan Kelas Ecamatan Terpapar KalasiKEqan Lingkungan ‘ Kerentananpap: gkung: 01 | Krayan Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 02 | Krayan Barat Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 03 | Krayan Selatan Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 04 | Krayan Tengah Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 05 | Krayan Timur Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 06 | Lumbis Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 07 | Lumbis Hulu Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 08 | Lumbis Ogong Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 09 | Lumbis Pansiangan Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 10 | Nunukan Rendah Tinggi Tinggi Tinggi 11 | Nunukan Selatan Sedang Tinggi Tinggi Sedang 12 | Sebatik Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 13 | Sebatik Barat Sedang Tinggi Tinggi Rendah 14 | Sebatik Tengah Rendah Tinggi Tinggi Rendah 15 | Sebatik Timur Sedang Tinggi Tinggi Sedang 16 | Sebatik Utara Sedang Tinggi Tinggi Sedang 17 | Sebuku Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 18 | Sei Menggaris Sedang Tinggi Tinggi Rendah 19 | Sembakung Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 20 | Sembakung Atulai Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 21 | Tulin Onsoi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Kabupaten Nunukan Tinggi Tinggi Tinggi ‘ Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Berdasarkan tabel di atas maka dapat diketahui kerentanan terhadap bencana banjir pada tiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan berada pada kelas Rendah, Sedang dan Tinggi. Dengan demikian dapat diketahui secara keseluruhan kerentanan banijir Kabupaten Nunukan masuk pada kelas Tinggi. Hal tersebut tentunya menunjukkan perlu adanya perhatian yang lebih serius terkait banjir yang memiliki bahaya tinggi dan kerentanan juga tinggi. 3.3.2 KERENTANAN BANJIR BANDANG Kajian kerentanan untuk bencana banijir bandang di Kabupaten Nunukan didapatkan dari potensi penduduk terpapar dan kelompok rentan serta potensi kerugian ekonomi, dan kerusakan lingkungan. Potensi jumlah penduduk terpapar dan potensi kerugian ini dianalisis dan kemudian ditampilkan dalam bentuk kelas kerentanan bencana banjir bandang. Rekapitulasi potensi penduduk terpapar ditimbulkan bencana banjir bandang di Kabupaten Nunukan dapat dilihat pada tabel berikut. HAL. 30 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Tabel 3.32 Potensi Penduduk Terpapar Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Nunukan Kelompok Rentan (Jiwa) Jumlah Penduduk Kecamatan : Kelompok Penduduk | Penduduk | Kelas LT (K Umur Repntan Miskin Disabilitas 01 | Krayan 9 1 5 - | Rendah 02 | Krayan Barat 10 2 8 - | Rendah 03 | Krayan Selatan 25 3 20 - | Rendah 04 | Krayan Tengah 34 5 23 - | Rendah 05 | Krayan Timur 138 22 75 - | Rendah 06 | Lumbis 3.935 487 2.388 17 | Tinggi 07 | Lumbis Hulu 614 95 398 1| Tinggi 08 | Lumbis Ogong 2.327 299 2.049 2| Tinggi 09 | Lumbis Pansiangan 1.093 147 841 - | Tinggi 10 | Nunukan 338 37 79 - | Rendah 11 | Nunukan Selatan 849 84 274 1| Rendah 12 | Sebatik 256 35 91 1| Rendah 13 | Sebatik Barat 113 14 31 - | Rendah 14 | Sebatik Tengah 349 35 111 - | Rendah 15 | Sebatik Timur 41 5 1" - | Rendah 16 | Sebuku 1.011 137 286 11| Rendah 17 | Sembakung Atulai 539 76 450 1| Rendah 18 | Tulin Onsoi 2.012 220 711 2 | Rendah Kabupaten Nunukan ‘ 13.692 1.705 7.851 37 | Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Penduduk terpapar bencana banjir bandang di Kabupaten Nunukan diperoleh dari total jumlah penduduk terpapar, yaitu sejumlah 13.692 jiwa dan berada pada kelas Tinggi. Secara terperinci, potensi penduduk terpapar pada kelompok rentan terdiri dari kelompok umur rentan sejumlah 1.705 jiwa, penduduk miskin sejumlah 7.851 jiwa, dan penduduk disabilitas sejumlah 37 jiwa. Penduduk Terpapar (Jiwa) __ 4500 $ 4.000 3 3500 S 3.000 S 25002 2 S 2000 o = 1.500 S 1.000 E w0 I I I LI - | n = - | S S S R @ » S S S S & > X & N > o « R S O e & & & & @*’5\\ @‘6 & ré(\ ¥ fv\ <§’\e QQ'& A & M §$ @\*"/\ c’g N w“@ & + & (@ & NS <§, é&‘\) S %zo Ca 6{9’0 O = --Kecamatan-- Gambar 3.27 Grafik Potensi Penduduk Terpapar Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Grafik pada Gambar 3.27 dapat dilihat Kecamatan yang memiliki potensi penduduk terpapar tertinggi bencana banjir bandang di Kabupaten Nunukan adalah Kecamatan Lumbis, yaitu dengan jumlah potensi penduduk terpapar mencapai 3.935 jiwa, sedangkan daerah yang memiliki potensi penduduk terpapar terkecil adalah Kecamatan Krayan yaitu sebanyak 9 jiwa. Adapun potensi penduduk kelompok rentan terpapar tersaji berikut. Kelompok Rentan (Jiwa) 3.000 2.500 2.000 1.500 1.000 500 Jumlah Penduduk (Jiwa) & ® Kelompok Umur Rentan ®Penduduk Miskin = Penduduk Disabilitas Gambar 3.28 Grafik Potensi Kelompok Rentan Terpapar Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Sementara itu, potensi kerugian dan kerusakan lingkungan akibat bencana banjir bandang di Kabupaten Nunukan dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.33 Potensi Kerugian Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Nunukan Kerusakan Lingkungan (Ha) Kerugian (Juta Rupiah) Kecamatan Kerugian Kerugian Total Fisik Ekonomi Kerugian Lmep e Krayan 855,00 1.857,85 2712,85 | Tinggi 401,76 | Tinggi 02 | Krayan Barat 492,50 545,27 1.037,77 | Tinggi 118,80 Tinggi 03 | Krayan Selatan 3.545,00 5.155,03 8.700,03 | Tinggi 1.065,15 Tinggi 04 | Krayan Tengah 1.990,00 12.346,07 14.336,07 | Tinggi 2.546,46 Tinggi 05 | Krayan Timur 1.665,00 7.392,44 9.057,44 | Tinggi 1.526,76 Tinggi 06 | Lumbis 12.675,76 249,88 12.925,64 | Tinggi 395,64 Tinggi 07 | Lumbis Hulu 3.055,00 6.340,87 9.395,87 | Tinggi 1.347,03 Tinggi 08 | Lumbis Ogong 15.836,63 24.282,11 40.118,74 | Tinggi 5.252,13 Tinggi 09 | Lumbis Pansiangan 6.729,28 12.293,34 19.022,62 | Tinggi 2.540,07 Tinggi 10 | Nunukan 1.455,00 298,02 1.753,02 | Tinggi 73,08 Tinggi 11 | Nunukan Selatan 4.695,00 1.391,51 6.086,51 Tinggi 332,19 Tinggi 12 | Sebatik 3.167,50 613,39 3.780,89 | Tinggi 119,70 Tinggi 13 | Sebatik Barat 2.820,00 936,95 3.756,95 | Tinggi 196,20 Tinggi 14 | Sebatik Tengah 5.612,50 868,83 6.481,33 | Tinggi 181,44 Tinggi 15 | Sebatik Timur 2.257,50 751,59 3.009,09 | Tinggi 132,03 Tinggi 16 | Sebuku 6.175,90 8.085,74 14.261,64 | Tinggi 1.440,72 Tinggi 17 | Sembakung Atulai 1.752,50 92,02 1.844,52 | Tinggi 156,60 Tinggi 18 | Tulin Onsoi 3.657,84 10.208,21 13.866,05 | Tinggi 2.452,50 Tinggi Kabupaten Nunukan 78.437,91 93.709,13 172.147,04 Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 HAL. 31 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Total potensi kerugian akibat bencana banjir bandang di Kabupaten Nunukan merupakan rekapitulasi potensi kerugian fisik dan ekonomi dari seluruh wilayah terpapar bencana banjir bandang. Kelas kerugian bencana banjir badang di Kabupaten Nunukan dilihat berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah terpapar bencana. Berdasarkan sebaran area bahaya banjir bandang pada Kabupaten Nunukan secara keseluruhan termasuk kelas Tinggi dengan potensi total kerugian terhadap sebesar 172,15 milyar rupiah. Potensi kerugian fisik ditemukan mencapai 78,44 milyar rupiah, sementara kerugian ekonomi mencapai 93,71 milyar rupiah. Hasil kerugian tersebut menunjukkan bahwa bencana banjir bandang berpotensi berpengaruh secara langsung terutama pada nilai kerugian fisik dan kerugian ekonomi di beberapa lahan produktifdi Kabupaten Nunukan. Dengan demikian hasil kajian terkait kelas kerugian bencana banjir bandang di Kabupaten Nunukan adalah pada kelas Tinggi. Potensi Kerugian —~ 30.000,00 = o ‘& 25.000,00 3 4 © 20.000,00 K] =3 2 1500000 c © ‘S 10.000,00 2 e 5.000,00 I I I II ] ooo"-ll I ll_l--l- I £ ! > .;, & > >g & & NS S & § @ S & é’ > @ & fo‘?’ &J\\& S &0“0 &§‘§. c}}\ & & & cf && & F o & N N & P*_@\ m*” & *_@;\ v’é\ & & & & & F &9 @ v & & ° & S N mKerugian Fisik = Kerugian Ekonomi Gambar 3.29 Grafik Potensi Kerugian Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Sementara itu, potensi kerusakan lingkungan akibat banjir bandang di Kabupaten Nunukan dapat dilihat pada gambar berikut. Kerusakan Lingkungan 6.000,00 5.000,00 4.000,00 3.000,00 2.000,00 Luas Kerusakan (Ha)1.000,00 0,00 --Kecamatan-- Gambar 3.30 Grafik Potensi Kerusakan Lingkungan Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Potensi kerusakan lingkungan merupakan rekapitulasi potensi kerusakan lingkungan dari seluruh wilayah terpapar bencana banjir bandang. Kelas kerusakan lingkungan bencana di Kabupaten Nunukan dilihat berdasarkan kelas maksimum dari Kecamatan terpapar bencana banjir bandang. Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi kerusakan lingkungan yang diakibatkan bencana banjir bandang adalah seluas 20.278,26 Ha dan memiliki kelas kerusakan lingkungan yang masuk kategori/kelas Tinggi. Grafik di atas menunjukkan bahwa bencana banjir bandang dengan kerusakan lingkungan terbesar terdapat di Kecamatan Lumbis Ogong yaitu seluas 5.252,13 Ha. Berdasarkan hasil kajian pada kelas penduduk terpapar, kelas kerugian, dan kelas kerusakan lingkungan dari bencana banjir bandang di atas, maka dapat diketahui kelas kerentanan bencana banjir bandang di Kabupaten Nunukan. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.34 Potensi Penduduk Terpapar Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Nunukan Kelas Penduduk Kelas Kerusakan Kelas Kecamatan 5 Terpapar Lingkungan Kerentanan 01 | Krayan Rendah Tinggi Tinggi Sedang 02 | Krayan Barat Rendah Tinggi Tinggi Sedang 03 | Krayan Selatan Rendah Tinggi Tinggi Sedang 04 | Krayan Tengah Rendah Tinggi Tinggi Sedang 05 | Krayan Timur Rendah Tinggi Tinggi Sedang 06 | Lumbis Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 07 | Lumbis Hulu Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 08 | Lumbis Ogong Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 09 | Lumbis Pansiangan Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 10 | Nunukan Rendah Tinggi Tinggi Rendah 11 | Nunukan Selatan Rendah Tinggi Tinggi Rendah 12 | Sebatik Rendah Tinggi Tinggi Rendah 13 | Sebatik Barat Rendah Tinggi Tinggi Sedang 14 | Sebatik Tengah Rendah Tinggi Tinggi Rendah 15 | Sebatik Timur Rendah Tinggi Tinggi Rendah 16 | Sebuku Rendah Tinggi Tinggi Sedang 17 | Sembakung Atulai Rendah Tinggi Tinggi Rendah 18 | Tulin Onsoi Rendah Tinggi Tinggi Sedang Kabupaten Nunukan Tinggi Tinggi ‘ Tinggi Sedang Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Berdasarkan tabel di atas maka dapat diketahui kerentanan terhadap bencana banijir bandang pada tiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan berada pada kelas Rendah dan Sedang. Dengan demikian dapat diketahui secara keseluruhan kerentanan banjir bandang Kabupaten Nunukan masuk pada kelas Sedang. Hal tersebut tentunya menunjukkan perlu adanya perhatian yang lebih serius terkait banjir bandang. 3.3.3 KERENTANAN TANAH LONGSOR Kajian kerentanan untuk bencana tanah longsor di Kabupaten Nunukan didapatkan dari potensi penduduk terpapar dan kelompok rentan serta potensi kerugian ekonomi, dan kerusakan lingkungan. Potensi jumlah penduduk terpapar dan potensi kerugian ini dianalisis dan kemudian ditampilkan dalam bentuk kelas kerentanan bencana tanah longsor. Rekapitulasi potensi penduduk terpapar ditimbulkan bencana tanah longsor di Kabupaten Nunukan dapat dilihat pada tabel berikut. HAL. 32 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Tabel 3.35 Potensi Penduduk Terpapar Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Nunukan Kelompok Rentan (Jiwa) Jumlah Penduduk Kecamatan A Kelompok | Penduduk = Penduduk Kelas feipapa(iva) Umur Repntan Miskin Disabilitas 01 | Krayan 164 514 2| Rendah 02 | Krayan Barat 102 345 1| Rendah 03 | Krayan Selatan 69 297 2| Sedang 04 | Krayan Tengah 24 116 1| Rendah 05 | Krayan Timur 82 239 - | Sedang 06 | Lumbis 110 603 1| Rendah 07 | Lumbis Hulu 113 495 1 Tinggi 08 | Lumbis Ogong 8 342 2,335 2| Tinggi 09 | Lumbis Pansiangan R 206 1,156 - | Tinggi 10 | Nunukan . 477 1,149 6 | Rendah 11 | Nunukan Selatan 84 278 2| Rendah 12 | Sebatik 89 245 3| Rendah 13 | Sebatik Barat , 202 614 4| Rendah 14 | Sebatik Tengah , 408 896 16 | Rendah 15 | Sebatik Timur 69 137 1| Rendah 16 | Sebatik Utara 63 134 1| Rendah 17 | Sebuku 8 299 826 18 | Rendah 18 | Sei Menggaris R 139 402 3| Rendah 19 | Sembakung 8 25 - | Rendah 20 | Sembakung Atulai 10 59 - | Rendah 21 | Tulin Onsoi 338 Kabupaten Nunukan 3.397 Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Total penduduk terpapar diperoleh dari rekapitulasi hasil potensi penduduk terpapar dari Kecamatan terpapar bencana tanah longsor. Penduduk terpapar bencana tanah longsor berdasarkan banyaknya aktivitas penduduk yang berada di area rentan terhadap bencana tanah longsor. Kelas penduduk terpapar bencana di Kabupaten Nunukan ditentukan dengan melihat kelas penduduk terpapar maksimum dari seluruh Kecamatan terpapar tanah longsor. Penduduk Terpapar (Jiwa) __ 5.000 g 4500 3 4000 X 380 3 3.000 3 2500 £ 2.000 o 1.500 £ 1.000 E 500 I I E il i1 [ A > s & g > $ & & & 5 <\°‘° FF ST T E TS @ & Pl & & O FSS & P & & < @Q& & IR & & & > 2 N . & A«©@ w\\ & & S N ‘E@Q 0(\* o e.e"'” & PN &@ & B o O --Kecamatan-- Gambar 3.31 Grafik Potensi Penduduk Terpapar Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Penduduk terpapar bencana tanah longsor di Kabupaten Nunukan diperoleh dari total jumlah penduduk terpapar, yaitu sejumlah 27.037 jiwa dan berada pada kelas Tinggi. Secara terperinci, potensi penduduk terpapar pada kelompok rentan terdiri dari kelompok umur rentan sejumlah 3.397 jiwa, penduduk miskin sejumlah 12.256 jiwa, dan penduduk disabilitas sejumlah 86 jiwa. Grafik pada Gambar 3.31 dapat dilihat Kecamatan yang memiliki potensi penduduk terpapar tertinggi bencana tanah longsor di Kabupaten Nunukan adalah Kecamatan Nunukan, yaitu dengan jumlah potensi penduduk terpapar mencapai 4.431 jiwa, sedangkan daerah yang memiliki potensi penduduk terpapar terkecil adalah Kecamatan Sembakung yaitu sebanyak 59 jiwa. Adapun potensi penduduk terpapar pada kelompok rentan secara lebih rinci tersaji pada gambar berikut. Kelompok Rentan (Jiwa) 2.500 B 5 2000 3 1500ERRE = T 1000 [ o £ 500 I H | 11 | | 1E o N II-I_I-II -I-Il ,-I.I,l - S PN S RN © S & e & @@ & 2 3 & @ & S N @ Q;”\'ae&(\\/@’gbog & &° e”’ & \QO@ %?’&«9 & o = Kelompok Umur Rentan = Penduduk Miskin = Penduduk Disabilitas Gambar 3.32 Grafik Potensi Kelompok Rentan Terpapar Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Hasil kajian menunjukkan bahwa Kecamatan Nunukan memilki jumlah penduduk umur rentan terbanyak dibanding kecamatan lainnya yaitu sebesar 477 jiwa. Potensi penduduk disabilitas terbanyak juga berada di Kecamatan Tulin Onsoi yaitu sebanyak 20 jiwa. Potensi penduduk miskin terpapar terbanyak berada di Kecamatan Lumbis Ogong yaitu sebanyak 2.335 jiwa. Sementara itu, untuk potensikerugian bencana tanah longsordi Kabupaten Nunukan dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.36 Potensi Kerugian Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Nunukan Kerusakan Lingkungan (Ha) Kerugian (Juta Rupiah) Kecamatan Kerugian KerugianTotal Fisik Ekonomi Kerugian Luas Kelas Krayan 19.190,00 89.808,71 108.998,71 | Tinggi 15.552,72 | Tinggi 02 | Krayan Barat 16.202,50 119.927,36 136.129,86 | Tinggi 22.115,25 | Tinggi 03 | Krayan Selatan 21.055,00 269.698,61 290.753,61 | Tinggi 49.510,62 | Tinggi 04 | Krayan Tengah 5.632,50 | 350.862,56 356.495,06 | Tinggi 58.662,90 | Tinggi 05 | Krayan Timur 18.457,50 654.907,72 673.365,22 | Tinggi | 106.017,84 | Tinggi 06 | Lumbis 10.000,00 48.557,68 58.557,68 | Tinggi 11.555,91 | Tinggi 07 | Lumbis Hulu 9.614,59 | 540.368,56 549.983,15 | Tinggi 86.527,26 | Tinggi 08 | Lumbis Ogong 41.767,59 897.190,13 938.957,72 | Tinggi | 152.971,20 | Tinggi 09 | Lumbis Pansiangan 21.464,18 | 429.338,46 | 450.802,64 | Tinggi 70.486,20 | Tinggi 10 | Nunukan 6.100,22 3.193,36 9.293,58 | Tinggi 1.003,05 | Tinggi 11 | Nunukan Selatan 4.377,50 5.734,69 10.112,19 | Tinggi 1.797,66 | Tinggi HAL. 33 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Kerugian (Juta Rupiah) LinI;iLunzaak:r(]Ha) Kecamatan D 5 Ker_uglan Keruglan_ Tota_l Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian 12 | Sebatik 3.720,00 2.708,67 6.428,67 | Tinggi 700,74 | Tinggi 13 | Sebatik Barat 19.105,34 13.922,61 33.027,95 | Tinggi 3.328,92 | Tinggi 14 | Sebatik Tengah 13.078,76 3.692,78 16.771,55 | Tinggi 954,09 | Tinggi 15 | Sebatik Timur 3.102,50 2.109,37 5.211,87 | Tinggi 532,98 | Tinggi 16 | Sebatik Utara 71,00 65,17 136,17 | Rendah 18,18 | Rendah 17 | Sebuku 24.310,42 | 120.046,90 | 144.357,32 | Tinggi | 25.158,96 | Tinggi 18 | Sei Menggaris 10.830,00 72.875,81 83.705,81 | Tinggi | 15.263,91 | Tinggi 19 | Sembakung 3.992,50 233,50 4.226,00 | Tinggi 495,36 | Tinggi 20 | Sembakung Atulai 895,00 1.447,18 2.342,18 | Tinggi 544,59 | Tinggi 21 | Tulin Onsoi 21.454,89 | 501.884,16 | 523.339,06 | Tinggi | 93.609,99 | Tinggi Kabupaten Nunukan 274.421,99 4.128.573,99 4.402.995,98 716.808,33 Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Total potensi kerugian akibat bencana tanah longsor di Kabupaten Nunukan merupakan rekapitulasi potensi kerugian fisik dan ekonomi dari seluruh wilayah terpapar bencana tanah longsor. Kabupaten Nunukan memiliki kelas kerugian Tinggi terhadap bencana tanah longsor dilihat berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah terpapar bencana. Total kerugian untuk bencana tanah longsor adalah sebesar 4,4 trilyun rupiah. Secara terperinci, kerugian fisik adalah sebesar 274,42 milyar rupiah dan kerugian ekonomi sebesar 4,12 trilyun rupiah. Angka kerugian tersebut menunjukkan bahwa bencana tanah longsor sangat berpengaruh pada nilai kerugian ekonomi dibanding kerugian fisik di Kabupaten Nunukan. Potensi Kerugian — 1.000.000,00 § 900.000,00 S 800.000,00 fi 700.000,00 £ 600.00000 2 500.000,00 S 400.000,00 gvn 300.000,00 S 200.000,00 X 100.000,00 5 ooo-l_l-,-_l_--, - - .I_I - E PN SR NN e © O & N T S N SN CRE SN 5 F PSS T F I FF P T IS S s P e VL FSE & POo & @ S & o & NP £ SN o R @@ v T T ¢ < & = [ Keru;ian Fisik Kerugian Ekonomi Gambar 3.33 Grafik Potensi Kerugian Fisik dan Ekonomi Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Grafik pada Gambar 3.33, menunjukkan bencana tanah longsor sangat berpengaruh pada nilai kerugian ekonomi di tiap Kecamatan. Potensi kerugian ekonomi tertinggi dialami oleh Kecamatan Lumbis Ogong, yaitu senilai 897,19 milyar rupiah, sedangkan potensi kerugian fisik tertinggi dialami juga di Kecamatan Lumbis Ogong yaitu senilai 41,76 milyar rupiah. Berdasatkan hasil kajian potensi kerusakan lingkungan yang diakibatkan bencana tanah longsor, menunjukkan total potensi kerusakan sebesar adalah seluas 716.808,33 Ha dan berada pada kelas kerusakan lingkungan Tinggi. Daerah yang memiliki potensi kerusakan lingkungan tertinggi yaitu Kecamatan Lumbis Ogong yaitu seluas 152.971,20 Ha, dan potensi kerusakan lingkungan terendah yaitu Kecamatan Sebatik Utara, seluas 18,18 Ha. Kerusakan Lingkungan 180.000,00 __ 160.000,00 £ 14000000 £ 12000000 % 100.000,00 3 80.000,00 Q & 60.000,00 @ 40.000,00 3 20.000,00- A 000 N | ] R - | ] S & & © N O & & S ¥ >SS S © O @ & FTELE TS E IS S F T*’b(\c"/\*'fvfi'&o"\é‘\':"%$-&&$$6®°§§5§° « ‘éfo‘\o & @ N V@’ & & & & & & & L ¢ 0 N S & O}}& ¥ --Kecamatan-- Gambar 3.34 Grafik Potensi Kerusakan Lingkungan Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Berdasarkan hasil kajian pada kelas penduduk terpapar, kelas kerugian, dan kelas kerusakan lingkungan dari bencana tanah longsor, maka dapat diketahui kelas kerentanan bencana tanah longsor di Kabupaten Nunukan. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.37 Kelas Kerentanan Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Nunukan Kelas Penduduk Kelas Kelas Kerusakan Kelas Kecamatan A . Terpapar Kerugian Lingkungan Kerentanan 01 | Krayan Rendah Tinggi Tinggi Sedang 02 | Krayan Barat Rendah Tinggi Tinggi Sedang 03 | Krayan Selatan Sedang Tinggi Tinggi Sedang 04 | Krayan Tengah Rendah Tinggi Tinggi Sedang 05 | Krayan Timur Sedang Tinggi Tinggi Sedang 06 | Lumbis Rendah Tinggi Tinggi Sedang 07 | Lumbis Hulu Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 08 | Lumbis Ogong Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 09 | Lumbis Pansiangan Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 10 | Nunukan Rendah Tinggi Tinggi Rendah 11 | Nunukan Selatan Rendah Tinggi Tinggi Rendah 12 | Sebatik Rendah Tinggi Tinggi Rendah 13 | Sebatik Barat Rendah Tinggi Tinggi Sedang 14 | Sebatik Tengah Rendah Tinggi Tinggi Rendah 15 | Sebatik Timur Rendah Tinggi Tinggi Rendah 16 | Sebatik Utara Rendah Rendah Rendah Rendah 17 | Sebuku Rendah Tinggi Tinggi Sedang 18 | Sei Menggaris Rendah Tinggi Tinggi Sedang 19 | Sembakung Rendah Tinggi Tinggi Rendah 20 | Sembakung Atulai Rendah Tinggi Tinggi Rendah 21 | Tulin Onsoi Sedang Tinggi Tinggi Sedang Kabupaten Nunukan Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 HAL. 34 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Berdasarkan Tabel 3.37, dapat diketahui bahwa kelas kerentanan bencana tanah longsor di seluruh Kecamatan adalah Rendah dan Sedang. Dengan demikian, kelas kerentanan tanah longsor adalah Sedang. Penduduk Terpapar (Jiwa) 3.3.4 KERENTANAN CUACA EKSTRIM = jzzzz Kajian kerentanan pada bagian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kerentanan saat terjadi bencana cuaca 22, 60.000 ekstrim (angin puting beliung). Kajian kerentanan untuk bencana cuaca ekstrim di Kabupaten Nunukan diperoleh é 50.000 dari potensi penduduk terpapar dan kelompok rentan serta potensi kerugian, baik fisik maupun ekonomi. Total 3 40.000 penduduk terpapar diperoleh dari rekapitulasi hasil potensi penduduk terpapar dari Kecamatan terpapar bencana S 30,000 cuaca ekstrim. Penduduk terpapar bencana cuaca ekstrim berdasarkan banyaknya aktivitas penduduk yang berada : 20.000 di area rentan terhadap bencana cuaca ekstrim. Kelas penduduk terpapar bencana di Kabupaten Nunukan g 10.000 I ditentukan dengan melihat kelas penduduk terpapar maksimum dari seluruh Kecamatan terpapar bencana cuaca 3 0 0 ®m m - W | | I | I [ | I | I m N ekstrim. Potensi jumlah penduduk terpapar bencana cuaca ekstrim dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut. p"’\\'[;\\ qf\ w\»\é\ Q&Q«\ /\\@o« fi’\a OQOQQ @*,,«\ Q\\@o @v'”'\& %"{b\ éép /\\@,« \5\"@ @0&@ &(a &@@ v@@ 00,96\ Tabel 3.38 Potensi Penduduk Terpapar Bencana Cuaca Ekstrim di Kabupaten Nunukan &‘\i@&%&@é *_@*7’0 V\;@‘g ¥ (9@\ ° %é"”\i)@r&@ o o %&"’\& ° %@“‘QQ e?'&&«s*"& < > ~ o K Jumlah Penduduk Kelompok Rentan (Jiwa) - -Kecamatan-- ecamatan Terpapar (Jiwa) Kelompok Pen_dufiuk P_endl_u_iuk Umur Rentan Miskin Disabilitas . o 01 | Krayan 3.213 517 1.461 15 Tinggi Gambar 3.35 Grafik Potensi Penduduk.Terpapar Bencana Cuaca Ekstrim di Kabupaten Nunukan 02 | Krayan Barat 2953 468 1616 5 Tinggi Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 03 | Krayan Selatan 1.268 191 836 2 Tinggi 04 | Krayan Tengah 1.017 142 663 15| Tinggi Kelompok Rentan (Jiwa) 05 | Krayan Timur 1.338 244 670 1 Tinggi 25.000 06 | Lumbis 6.560 837 4.096 29 Tinggi § 07 | Lumbis Ogong 976 135 825 2| Sedang 5 20.000 08 | Nunukan 72.593 7.234 21.380 105 | Sedang % 09 | Nunukan Selatan 25.242 2.948 8.744 69| Tinggi T 15000 10 | Sebatik 7.233 990 2.853 30 Tinggi g 10.000 11 | Sebatik Barat 12.041 1.502 3.940 24 Tinggi : 12 | Sebatik Tengah 5.956 687 1.302 22 Sedang g 5.000 I | 13 | Sebatik Timur 11.896 1.521 3.047 45 Tinggi 3 I I 14 | Sebatik Utara 8.959 1.098 2.019 24| Sedang b o -t M e 'I . " r 'I I 15 | Sebuku 14.763 1711 5.567 64| Tinggi & ST S ST 16 | Sei Menggaris 6.316 749 2.400 31| Tinggi P T Ve 8 T o " NG 17 | Sembakung 11514 1.409 5.749 36| Tinggi ARG S M i 18 | Sembakung Atulai 4:383 -608 3:416 11 Tinggi = Kelompok Umur Rentan mPenduduk Miskin = Penduduk Dlsabllltas 19 | Tulin Onsoi 5.545 658 2.321 8 Tinggi Gambar 3.36 Grafik Potensi Kelompok Rentan Terpapar Bencana Cuaca Ekstrim di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Kabupaten Nunukan 203.765 23.648 72.903 537 Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Tabel 3.39 Potensi Kerugian Bencana Cuaca Ekstrim di Kabupaten Nunukan Penduduk terpapar bencana cuaca ekstrim di Kabupaten Nunukan diperoleh dari total jumlah penduduk terpapar, yaitu sejumlah 203.765 jiwa dan berada pada kelas Tinggi. Secara terperinci, potensi penduduk terpapar pada Kerugian (Juta Rupiah) 5 Kerusakan kelompok rentan terdiri dari kelompok umur rentan sejumlah 23.648 jiwa, penduduk miskin sejumlah 72.903 jiwa, Kecamatan Lingkungan (Ha) dan pendudukdisabilitassejumlah537jiwa.Kerugian Kerugian FisikEkonomi Total Kerugian Kelas Luas Kelas Grafik pada Gambar 3.35, dapat dilihat Kecamatan yang memiliki potensi penduduk terpapar tertinggi bencana Krayan 107.918,98 8.280,27 116.199,25 | Tinggi cuaca ekstrim di Kabupaten Nunukan adalah Kecamatan Nunukan, yaitu dengan jumlah potensi penduduk terpapar 02 | Krayan Barat 116.787,85 25.557,03 142.344,88 | Tinggi - - mencapai 72.593 jiwa, sedangkan daerah yang memiliki potensi penduduk terpapar terkecil adalah Kecamatan 03 | Krayan Selatan 64.115,89 12.962,73 77.078,62 | Tinggi - - Lumbis Ogong yaitu sebanyak 976 jiwa. Untuk potensi jumlah penduduk umur rentan tertinggi terdapat di 04 | Krayan Tengah 32.845,00 17.832,19 50.677,19 | Tinggi - - Kecamatan Nunukan yaitu sebanyak 7.234 jiwa, penduduk disabilitas tertinggi yang rentan terhadap bencana Cuaca 05 | Krayan Timur 53.960,00 25.366,11 79.326,11 | Tinggi - - Ekstrim terdapat di juga Kecamatan Nunukan yaitu sebanyak 105 jiwa, dan kelompok rentan penduduk miskin 06 | Lumbis 156.084,17 52.452 52 208.536,70 | Tinggi - - dengan jumlah tertinggi terdapat di Kecamatan Nunukan yaitu 21.380 jiwa. Secara grafis, tersaji pada Gambar 3.36. 07 | Lumbis Ogong 8.490,70 807,92 9.298,62 | Tinggi - - HAL. 35 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Kerugian (Juta Rupiah) LinI;iLl:lsgaak:?Ha) Kecamatan . . KeFriuSg“l(an Iéi:)ungolz]r; Total Kerugian Luas Kelas 08 | Nunukan 241.610,36 45.273,93 286.884,29 | Tinggi - - 09 | Nunukan Selatan 141.543,96 35.108,62 176.652,58 | Tinggi - - 10 | Sebatik 45.107,67 14.239,94 59.347,61 | Tinggi - - 11 | Sebatik Barat 83.172,57 17.084,20 100.256,77 | Tinggi - - 12 | Sebatik Tengah 20.415,71 4.143,74 24.559,45 | Tinggi - - 13 | Sebatik Timur 60.504 .41 10.758,06 71.262,47 | Tinggi - - 14 | Sebatik Utara 33.533,45 4.358,24 37.891,69 | Tinggi - - 15 | Sebuku 195.205,53 307.993,06 503.198,59 | Tinggi - - 16 | Sei Menggaris 152.400,00 148.129,21 300.529,21 | Tinggi - - 17 | Sembakung 192.432,98 179.937,71 372.370,69 | Tinggi - - 18 | Sembakung Atulai 49.996,60 80.016,42 130.013,02 | Tinggi - - 19 | Tulin Onsoi 167.040,36 189.120,87 356.161,23 | Tinggi - - Kabupaten Nunukan 1.923.166,18 1.179.422,79 3.102.588,97 Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Total potensi kerugian akibat bencana cuaca ekstrim di Kabupaten Nunukan merupakan rekapitulasi potensi kerugian fisik dan ekonomi dari seluruh wilayah terpapar bencana cuaca ekstrim. Kelas kerugian Tinggi bencana cuaca ekstrim di Kabupaten Nunukan dilihat berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah terpapar bencana. Total kerugian untuk bencana cuaca ekstrim adalah sebesar 3,1 trilyun rupiah. Secara terperinci, kerugian fisik adalah sebesar 1,9 trilyun rupiah dan kerugian ekonomi sebesar 1,1 trilyun rupiah. Angka kerugian tersebut menunjukkan bahwa bencana cuaca ekstrim sangat berpengaruh pada nilai kerugian ekonomi lahan produktif dibanding kerugian fisik di Kabupaten Nunukan. Potensi Kerugian 350.000,00 300.000,00 250.000,00 200.000,00 150.000,00 100.000,00 I | | | 50.000,00 0voo.ll.lulll.|I|.I.|_|.I_ || > Jumlah Kerugian (Juta Rupiah) N R SNN F & & & &KL & SRR SRS SR i-@\\ I /\0& S v‘@ 5 fv @‘9 2 \&0 /\0& &€ \L‘)\W 4 && f x & PO & ¥ S & & &S SR @ W @ S o4 & & oF o P RS v S & 2 @ & < mKerugian Fisik = Kerugian Ekonomi Gambar 3.37 Grafik Potensi Kerugian Fisik dan Ekonomi Bencana Cuaca Ekstrim di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Pada grafik di atas dapat dilihat Kecamatan dengan potensi kerugian fisik tertinggi adalah di Kecamatan Nunukan, yaitu sebesar 241,6 milyar rupiah dan kerugian ekonomi tertinggi juga berpotensi terjadi di Kecamatan Sebuku, yaitu dengan kerugian sebesar 307,9 milyar rupiah. Analisis potensi kerentanan lingkungan tidak dianalisis pada kajian cuaca ekstrim, hal ini dikarenakan cuaca ekstrim terjadi di wilayah dengan keterbukaan lahan yang tinggi dan dianggap tidak berpotensi merusak dan mengganggu fungsi lingkungan. Berdasarkan hasil kajian di atas, maka dapat diketahui kelas kerentanan bencana cuaca ekstrim di tiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan. Selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3.40. Tabel 3.40 Kelas Kerentanan Bencana Cuaca Ekstrim di Kabupaten Nunukan Kelas Penduduk Kelas Kelas Kerusakan Kelas Kecamatan A N Terpapar Kerugian Lingkungan Kerentanan 01 | Krayan Tinggi Tinggi - Rendah 02 | Krayan Barat Tinggi Tinggi - Rendah 03 | Krayan Selatan Tinggi Tinggi - Rendah 04 | Krayan Tengah Tinggi Tinggi - Rendah 05 | Krayan Timur Tinggi Tinggi - Rendah 06 | Lumbis Tinggi Tinggi - Rendah 07 | Lumbis Ogong Sedang Tinggi - Rendah 08 | Nunukan Sedang Tinggi - Sedang 09 | Nunukan Selatan Tinggi Tinggi - Rendah 10 | Sebatik Tinggi Tinggi - Rendah 11 | Sebatik Barat Tinggi Tinggi - Rendah 12 | Sebatik Tengah Sedang Tinggi - Rendah 13 | Sebatik Timur Tinggi Tinggi - Rendah 14 | Sebatik Utara Sedang Tinggi - Rendah 15 | Sebuku Tinggi Tinggi - Rendah 16 | Sei Menggaris Tinggi Tinggi - Rendah 17 | Sembakung Tinggi Tinggi - Rendah 18 | Sembakung Atulai Tinggi Tinggi - Rendah 19 | Tulin Onsoi Tinggi Tinggi - Rendah Kabupaten Nunukan Tinggi Tinggi - Sedang Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Berdasarkan Tabel 3.40 dapat diketahui bahwa memiliki potensi kerugian kelas Tinggi dan penduduk terpapar kelas Tinggi, kerentanan bencana cuaca ekstrim di tiap Kecamatan berada pada kelas Sedang. Kelas Rendah tersebar merata untuk seluruh Kecamatan dan hanya satu kecamatan yang terpapar oleh bahaya bencana cuaca ekstrim dengan kelas Sedang yakni Kecamatan Nunukan. Dengan demikian secara keseluruhan, kelas kerentanan bencana cuaca ekstrim di Kabupaten Nunukan adalah Sedang. 3.3.5 KERENTANAN GELOMBANG EKSTRIM DAN ABRASI Kajian kerentanan untuk bencana gelombang ekstrim dan abrasi di Kabupaten Nunukan didapatkan dari potensi penduduk terpapar dan kelompok rentan serta potensi kerugian ekonomi, dan kerusakan lingkungan. Potensi jumlah penduduk terpapar dan potensi kerugian ini dianalisis dan kemudian ditampilkan dalam bentuk kelas kerentanan bencana gelombang ekstrim dan abrasi. Rekapitulasi potensi penduduk terpapar ditimbulkan bencana gelombang ekstrim dan abrasi di Kabupaten Nunukan dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.41 Potensi Penduduk Terpapar Bencana Gelombang Ekstrim dan Abrasi di Kabupaten Nunukan Jumlah Penduduk Kelompok Rentan (Jiwa) Kecamatan A Kelompok Penduduk Penduduk Kelas S () Umur Repntan Miskin Disabilitas 01 | Nunukan 9.143 931 3.284 16 | Rendah 02 | Nunukan Selatan 4.767 573 1.605 12 | Rendah 03 | Sebatik 1.785 245 680 6 | Rendah 04 | Sebatik Barat 2.765 347 935 7 | Rendah 05 | Sebatik Timur 3.554 452 913 12 | Rendah 06 | Sebatik Utara 556 73 68 2| Rendah 07 | Sebuku - - - - | Rendah 08 | Sei Menggaris 76 9 23 - | Rendah 09 | Sembakung 19 3 14 - | Rendah Kabupaten Nunukan 22.665 2.633 7.522 55 Rendah Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Total penduduk terpapar diperoleh dari rekapitulasi hasil potensi penduduk terpapar dari Kecamatan terpapar bencana gelombang ekstrim dan abrasi. Penduduk terpapar bencana gelombang ekstrim dan abrasi berdasarkan banyaknya aktivitas penduduk yang berada di area rentan terhadap bencana gelombang ekstrim dan abrasi. Penduduk terpapar bencana gelombang ekstrim dan abrasi di Kabupaten Nunukan diperoleh dari total jumlah penduduk terpapar, yaitu sejumlah 22.665 jiwa dan berada pada kelas Rendah. Secara terperinci, potensi penduduk terpapar pada kelompok rentan terdiri dari kelompok umur rentan sejumlah 2.633 jiwa, penduduk miskin sejumlah 7.522 jiwa, dan penduduk disabilitas sejumlah 7.522 jiwa. Grafik pada Gambar 3.38, dapat dilihat Kecamatan yang memiliki potensi penduduk terpapar tertinggi bencana gelombang ekstrim dan abrasi di Kabupaten Nunukan adalah Kecamatan Nunukan, yaitu dengan jumlah potensi penduduk terpapar mencapai 9.143 jiwa. Sedangkan kecamatan yang memiliki potensi penduduk terpapar terkecil terhadap adanya bahaya bencana gelombang ekstrim dan abrasi di Kabupaten Nunukan terdapat di Kecamatan Sebuku yang tidak ditemukan adanya masyarakat yang berpotensi terpapar. Penduduk Terpapar (Jiwa) __ 10.000 $ 9.000 2 8.000 3 7000e 2 6.000 5 5000 o < 4.000 s € 3.000 =3 S 2.000 1.000 l 0 - . Nunukan Nunukan Sebatik Sebatik Barat Sebatik Timur Sebatik Utara Sebuku Sei Menggaris Sembakung Selatan --Kecamatan-- Gambar 3.38 Grafik Potensi Penduduk Terpapar Bencana GEA di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Kelompok Rentan (Jiwa) . 3500 [} £ 3000 2 3 2500 ° 3 2000g 2 & T 1500 s € 1.000 3 0 - ] [ | | —_ _ Nunukan Nunukan Sebatik Sebatik Barat Sebatik Timur Sebatik Utara ~ Sebuku Sei Menggaris Sembakung Selatan u Kelompok Umur Rentan ® Penduduk Miskin = Penduduk Disabilitas Gambar 3.39 Grafik Potensi Kelompok Rentan Terpapar Bencana GEA di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Ditinjau dari kelompok rentan, grafik pada Gambar 3.39, menunjukkan bahwa Kecamatan Nunukan adalah yang memiliki potensi kelompok rentan terpapar gelombang ekstrim dan abrasi dengan di Kabupaten Nunukan. Kemudian dari jumlah penduduk untuk kelompok umur rentan tertinggi yaitu berjumlah 931 jiwa, potensi penduduk miskin terpapar tertinggi 3.284 jiwa dan potensi kelompok rentan berjumlah 16 jiwa. Berdasarkan kajian kerugian, diperoleh total potensi kerugian akibat bencana gelombang ekstrim dan abrasi (GEA) di Kabupaten Nunukan merupakan rekapitulasi potensi kerugian fisik dan ekonomi dari seluruh wilayah terpapar bencana gelombang ekstrim dan abrasi. Total kerugian untuk bencana gelombang ekstrim dan abrasi adalah sebesar 139,17 milyar rupiah. Secara terperinci, kerugian fisik adalah sebesar 130,26 milyar rupiah dan kerugian ekonomi sebesar 8,91 milyar rupiah. Dengan demikian potensi kerugian bencana gelombang ekstrim dan abrasi di Kabupaten Nunukan masuk kelas kerugian Tinggi. Potensi kerugian bencana gelombang ekstrim dan abrasi di Kabupaten Nunukan baik ditinjau dari kerugian fisik, ekonomi, maupun kerusakan lingkungan dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut. Tabel 3.42 Potensi Kerugian Bencana Gelombang Ekstrim dan Abrasi di Kabupaten Nunukan Kerusakan Lingkungan (Ha) Kerugian (Juta Rupiah) Kecamatan Kerugian Kerugian Total Fisik Ekonomi Kerugian e S Nunukan 29.914,51 1.057,14 30.971,65 | Tinggi 2.519,37 | Tinggi Nunukan Selatan 32.112,77 995,24 33.108,02 | Tinggi 1.143,18 | Tinggi Sebatik 14.121,29 1.030,94 15.152,23 | Tinggi 319,50 | Tinggi Sebatik Barat 24.764,77 1.722,60 26.487,37 | Tinggi 446,22 | Tinggi Sebatik Timur 17.995,23 65,50 18.060,73 | Tinggi 109,62 | Tinggi Sebatik Utara 7.550,00 14,41 7.564,41 | Tinggi 55,17 | Tinggi Sebuku - - - | Rendah 183,87 | Tinggi Sei Menggaris 925,00 649,09 1.574,09 | Tinggi 1.095,57 | Tinggi Sembakung 2.880,00 3.376,75 6.256,75 | Tinggi 2.447,10 | Tinggi Kabupaten Nunukan 8.911,67 139.175,24 8.319,60 Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Potensi Kerugian —~ 35.000,00 = 5 2 30.000,00 3 o & 25.000,00 5 E’ 20.000,00 5 :E” 15.000,00 Q X 10.000,00 = [} € 500000 I =3 S 0,00 - - - - - EN Nunukan Nunukan Sebatik ~ Sebatik Barat ~Sebatik ~Sebatik Utara Sebuku Sei Sembakung Selatan Timur Menggaris m Kerugian Fisik = Kerugian Ekonomi Gambar 3.40 Grafik Potensi Kerugian Fisik dan Ekonomi Bencana GEA di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 HAL. 37 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Pada grafik dapat dilihat daerah yang berpotensi mengalami kerugian fisik tertinggi oleh bencana gelombang ekstrim dan abrasi adalah Kecamatan Nunukan Selatan yaitu sebesar 29,9 milyar rupiah. Sementara daerah yang berpotensi mengalami kerugian ekonomi tertinggi adalah Kecamatan Sembakung yaitu sebesar 3,37 milyar rupiah. Potensi kerusakan lingkungan merupakan rekapitulasi potensi kerusakan lingkungan dari seluruh wilayah terpapar bencana gelombang ekstrim dan abrasi. Kelas kerusakan lingkungan bencana GEA di Kabupaten Nunukan dilihat berdasarkan kelas maksimum dari Kecamatan terpapar. Hasil kajian menunjukkan potensi kerusakan lingkungan yang diakibatkan bencana gelombang ekstrim dan abrasi adalah seluas 8.319,60 Ha dan berada pada kelas kerusakan lingkungan Tinggi. Wilayah terpapar potensi kerusakan lingkungan bencana gelombang ekstrim dan abrasi tertinggi terdapat pada Kecamatan Nunukan dengan luas kerusakan 2.519,37 Ha, sementara terkecil terdapat pada Kecamatan Sebatik Utara dengan luas kerusakan 55,17 Ha. Selengkapnya tersaji pada gambar berikut. Kerusakan Lingkungan 3.000,00 2.500,00 2.000,00 1.500,00 1.000,00 Luas Kerusakan (Ha) 500,00 0,00 . . - — | Nunukan ~ Nunukan — Sebatik ~ Sebatik Barat Sebatik Timur Sebatik Utara ~ Sebuku Sei Sembakung Selatan Menggaris --Kecamatan-- Gambar 3.41 Grafik Potensi Kerusakan Lingkungan Bencana GEA di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Berdasarkan hasil kajian pada kelas penduduk terpapar, kelas kerugian, dan kelas kerusakan lingkungan dari bencana gelombang ekstrim dan abrasi di atas, maka dapat diketahui kelas kerentanan bencana gelombang ekstrim dan abrasi di tiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.43 Kelas Kerentanan Bencana Gelombang Ekstrim dan Abrasi di Kabupaten Nunukan K Kelas Penduduk q Kelas Kerusakan Kelas Scamatan ‘ Terpapar KelaslKetgian Lingkungan Kerentananpap: gkung 01 | Nunukan Rendah Tinggi Tinggi Tinggi 02 | Nunukan Selatan Rendah Tinggi Tinggi Sedang 03 | Sebatik Rendah Tinggi Tinggi Sedang 04 | Sebatik Barat Rendah Tinggi Tinggi Sedang 05 | Sebatik Timur Rendah Tinggi Tinggi Tinggi 06 | Sebatik Utara Rendah Tinggi Tinggi Sedang 07 | Sebuku Rendah Rendah Tinggi Rendah 08 | Sei Menggaris Rendah Tinggi Tinggi Rendah 09 | Sembakung Rendah Tinggi Tinggi Rendah Kabupaten Nunukan ‘ Rendah Tinggi Tinggi Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Tabel di atas menunjukkan bahwa seluruh Kecamatan di Kabupaten Nunukan memiliki kelas kerentanan bencana gelombang ekstrim dan abrasi berada pada kelas Rendah, Sedang, dan Tinggi. Dengan demikian secara keseluruhan, kelas kerentanan bencana gelombang ekstrim dan abrasi di Kabupaten Nunukan adalah Tinggi. 3.3.6 KERENTANAN GEMPABUMI Kajian kerentanan untuk bencana gempabumi di Kabupaten Nunukan didapatkan dari potensi penduduk terpapar dan kelompok rentan, potensi kerugian fisik, ekonomi, dan kerusakan lingkungan. Potensi jumlah penduduk terpapar dan potensi kerugian ini dianalisis dan kemudian ditampilkan dalam bentuk kelas kerentanan bencana gempabumi. Rekapitulasi potensi penduduk terpapar ditimbulkan bencana gempabumi di Kabupaten Nunukan dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.44 Potensi Penduduk Terpapar Bencana Gempabumi di Kabupaten Nunukan Kelompok Rentan (Jiwa) Jumlah Penduduk Kecamatan . Kelompok Penduduk Penduduk Retpapartiiva Umur Repntan Miskin Disabilitas 01 | Krayan 3.547 583 1.659 15 Tinggi 02 | Krayan Barat 3.028 481 1.657 5 Tinggi 03 | Krayan Selatan 1.452 218 960 3 Tinggi 04 | Krayan Tengah 1.063 149 691 15 Tinggi 05 | Krayan Timur 1.558 281 795 1 Tinggi 06 | Lumbis 6.735 857 4.210 29 | Tinggi 07 | Lumbis Hulu 810 123 541 1 Tinggi 08 | Lumbis Ogong 2.989 381 2.590 3 Tinggi 09 | Lumbis Pansiangan 1.514 206 1.156 - Tinggi 10 | Nunukan 72.925 7.272 21.502 105 | Sedang 11 | Nunukan Selatan 25.547 2.985 8.869 70 Tinggi 12 | Sebatik 7.364 1.008 2.902 31 Tinggi 13 | Sebatik Barat 12.888 1.603 4.286 26 | Tinggi 14 | Sebatik Tengah 8.725 986 2.090 29 | Sedang 15 | Sebatik Timur 8.836 1.131 2.692 45| Tinggi 16 | Sebatik Utara 9.024 1.106 2.039 24 | Sedang 17 | Sebuku 16.733 1.970 6.253 80 | Tinggi 18 | Sei Menggaris 6.569 779 2.501 32 Tinggi 19 | Sembakung 15.133 1.811 7.242 39| Tinggi 20 | Sembakung Atulai 4.388 609 3.420 1 Tinggi 21 | Tulin Onsoi 7.095 843 3.307 28 | Tinggi Kabupaten Nunukan 217,923 ‘ 25,382 362 592 ‘ Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Total penduduk terpapar diperoleh dari rekapitulasi hasil potensi penduduk terpapar dari Kecamatan terpapar bencana gempabumi. Penduduk terpapar bencana gempabumi berdasarkan banyaknya aktivitas penduduk yang berada di area rentan terhadap bencana gempabumi, Kelas penduduk terpapar bencana di Kabupaten Nunukan ditentukan dengan melihat kelas penduduk terpapar maksimum dari seluruh Kecamatan terpapar bencana gempabumi. Penduduk terpapar bencana gempabumi di Kabupaten Nunukan diperoleh dari total jumlah penduduk terpapar, yaitu sejumlah 217.923 jiwa, berdasarkan perhitungan kelas potensi penduduk rentan terpapar terhadap total populasi/penduduk berada pada kelas Tinggi. Secara terperinci, potensi penduduk terpapar pada kelompok rentan terdiri dari kelompok umur rentan sejumlah 25.382 jiwa, penduduk miskin sejumlah 81.362 jiwa, dan penduduk disabilitas sejumlah 592 jiwa. Selengkapnya tersaji pada gambar berikut. HAL. 38 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Penduduk Terpapar (Jiwa) __ 80.000 [} S 70.000 2 60.000 E]3 50.000 3 40.000 c $ 30000 § 20000 : I (|3 - | | | I | | | m 0 S T $ NI > O &S F P & & <« \5""@ s v‘y’ 2 L & P F ¢ O F P S e SR SN S O SN G o F o & > & & 0 & 4 & & --Kecamatan-- Gambar 3.42 Grafik Potensi Penduduk Terpapar Bencana Gempabumi di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Grafik pada Gambar 3.42, dapat dilihat Kecamatan yang memiliki potensi penduduk terpapar tertinggi bencana gempabumi di Kabupaten Nunukan adalah Kecamatan Nunukan, yaitu dengan jumlah potensi penduduk terpapar mencapai 72.925 jiwa, sedangkan daerah yang memiliki potensi penduduk terpapar terkecil adalah Kecamatan Lumbis Hulu yaitu sebanyak 810 jiwa. Kecamatan Nunukan juga memiliki potensi penduduk terpapar dari kelompok rentan yang tertinggi khususnya dari kelompok umur rentan yaitu sebesar 7.272 jiwa. Sementara itu untuk potensi kelompok rentan dari penduduk miskin terbanyak terdapat di Kecamatan Nunukan, yaitu sebanyak 21.502 jiwa. Potensi kelompok rentan dari penduduk disabilitas terbanyak juga terdapat di Kecamatan Nunukan, yaitu 105 jiwa. Secara jelas tersaji pada gambar berikut. Kelompok Rentan (Jiwa) 25.000 ) 2 5 20000 £ 'g 15.000S 15 ] 5& 10.000 K] E 5.000 I | I I | = o =0 I o _u o ] I lll al II I | II & & S ,$6\°’& L & £ & O S & K %a\’b &S (\\& S %09"q,b@e\)@* %a%0‘@3:"' 4&/\\6\&0‘ & o@é’ &0&" &\»‘ o K & & & & ' . & & S & & & @ S & & N & S P SN « “5»‘\ “5»* S VS 6\6@ & & F B 2 rfié{a = Kelompok Umur Rentan = Penduduk Miskin = Penduduk Disabilitas Gambar 3.43 Grafik Potensi Kelompok Rentan Terpapar Bencana Gempabumi di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Sebagaimana umumnya terjadi, bencana berdampak pada kerugian fisik, kerugian ekonomi, namun gempabumi tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. Gempabumi di Kabupaten Nunukan yang berdasarkan kajian memiliki kelas Bahaya Tinggi juga ditemukan adanya potensi kerugian baik kerugian fisik maupun kerugian ekonomi, seperti pada tabel berikut. Tabel 3.45 Potensi Kerugian Bencana Gempabumi di Kabupaten Nunukan Kerugian (Juta Rupiah) LinI;iLl:lsgaak:?Ha) Kecamatan 5 A Ker_ug_lan Keruglan_ Tota_l Kelas Luas L GIERY Fisik Ekonomi Kerugian 01 | Krayan - - - | Rendah - - 02 | Krayan Barat - - - | Rendah - - 03 | Krayan Selatan - - - | Rendah - - 04 | Krayan Tengah - - - | Rendah - - 05 | Krayan Timur - - - | Rendah - - 06 | Lumbis - - - | Rendah - - 07 | Lumbis Hulu - - - | Rendah - - 08 | Lumbis Ogong - - - | Rendah - - 09 | Lumbis Pansiangan - - - | Rendah - - 10 | Nunukan - - - | Rendah - - 11 | Nunukan Selatan - - - | Rendah - - 12 | Sebatik - - - | Rendah - - 13 | Sebatik Barat - - - | Rendah - - 14 | Sebatik Tengah - - - | Rendah - - 15 | Sebatik Timur - - - | Rendah - - 16 | Sebatik Utara - - - | Rendah - - 17 | Sebuku - - - | Rendah - - 18 | Sei Menggaris - - - | Rendah - - 19 | Sembakung 787,50 5.922,34 6.709,84 | Tinggi - - 20 | Sembakung Atulai - - - | Rendah - - 21 | Tulin Onsoi - - - | Rendah - - Kabupaten Nunukan 5.922,34 Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Total potensi kerugian akibat bencana Gempabumi di Kabupaten Nunukan merupakan rekapitulasi potensi kerugian fisik dan ekonomi dari seluruh wilayah terpapar bencana gempabumi. Total kerugian untuk bencana gempabumi adalah sebesar 6,7 milyar rupiah. Secara terperinci, kerugian fisik adalah sebesar 787,5 juta rupiah dan kerugian ekonomi sebesar 5,9 milyar rupiah. Dengan demikian potensi kerugian bencana gempabumi di Kabupaten Nunukan masuk kelas kerugian Tinggi. Secara lebih detail tersaji pada gambar berikut Potensi Kerugian 7.000,00 6.000,00 5.000,00 4.000,00 3.000,00 2.000,00 1.000,00 0,00 Jumlah Kerugian (Juta Rupiah) L] Keruglan Fisik = Kerugian Ekonomi Gambar 3.44 Grafik Potensi Kerugian Fisik dan Ekonomi Bencana Gempabumi di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 HAL. 39 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Analisis potensi kerentanan lingkungan tidak dianalisis pada kajian gempabumi, sama halnya dengan kajian cuaca ekstrim, hal ini dikarenakan gempabumi dianggap tidak berpotensi merusak dan mengganggu fungsi lingkungan. Berdasarkan hasil kajian pada kelas penduduk terpapar dan kelas kerugian dari bencana gempabumi, maka dapat diketahui kelas kerentanan bencana gempabumi di tiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.46 Kelas Kerentanan Bencana Gempabumi di Kabupaten Nunukan Kelas Penduduk Kelas Kelas Kerusakan Kelas AR Terpapar Kerugian Lingkungan Kerentanan 01 | Krayan Tinggi Rendah Rendah 02 | Krayan Barat Tinggi Rendah - Rendah 03 | Krayan Selatan Tinggi Rendah - Rendah 04 | Krayan Tengah Tinggi Rendah - Rendah 05 | Krayan Timur Tinggi Rendah - Rendah 06 | Lumbis Tinggi Rendah - Rendah 07 | Lumbis Hulu Tinggi Rendah - Rendah 08 | Lumbis Ogong Tinggi Rendah - Rendah 09 | Lumbis Pansiangan Tinggi Rendah - Rendah 10 | Nunukan Sedang Rendah - Rendah 11 | Nunukan Selatan Tinggi Rendah - Rendah 12 | Sebatik Tinggi Rendah - Rendah 13 | Sebatik Barat Tinggi Rendah - Rendah 14 | Sebatik Tengah Sedang Rendah - Rendah 15 | Sebatik Timur Tinggi Rendah - Rendah 16 | Sebatik Utara Sedang Rendah - Rendah 17 | Sebuku Tinggi Rendah - Rendah 18 | Sei Menggaris Tinggi Rendah - Rendah 19 | Sembakung Tinggi Tinggi - Rendah 20 | Sembakung Atulai Tinggi Rendah - Rendah 21 | Tulin Onsoi Tinggi Rendah - Rendah Kabupaten Nunukan ‘ Tinggi Tinggi - Rendah Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Berdasarkan tabel di atas, kelas kerentanan bencana gempabumi seluruh Kecamatan di Kabupaten Nunukan adalah Rendah. Oleh karenanya, diperoleh kelas kerentanan bencana gempabumi di Kabupaten Nunukan adalah Rendah. 3.3.7 KERENTANAN TSUNAMI Kajian kerentanan untuk bencana tsunami di Kabupaten Nunukan didapatkan dari potensi penduduk terpapar dan kelompok rentan serta potensi kerugian ekonomi, dan kerusakan lingkungan. Potensi jumlah penduduk terpapar dan potensi kerugian ini dianalisis dan kemudian ditampilkan dalam bentuk kelas kerentanan bencana tsunami. Rekapitulasi potensi penduduk terpapar ditimbulkan bencana tsunami di Kabupaten Nunukan dapat dilihat pada Tabel 3.47. Total penduduk terpapar diperoleh dari rekapitulasi hasil potensi penduduk terpapar dari Kecamatan terpapar bencana tsunami. Penduduk terpapar bencana tsunami berdasarkan banyaknya aktivitas penduduk yang berada di area rentan terhadap bencana tsunami. Kelas penduduk terpapar bencana di Kabupaten Nunukan ditentukan dengan melihat kelas penduduk terpapar maksimum dari seluruh Kecamatan terpapar bencana tsunami. Tabel 3.47 Potensi Penduduk Terpapar Bencana Tsunami di Kabupaten Nunukan Kelompok Rentan (Jiwa) Jumlah Penduduk AR Terpapar (Jiwa) Kelompok Penduduk Penduduk Kelas Umur Rentan Miskin Disabilitas 01 | Nunukan 2.245 221 747 4 | Rendah 02 | Nunukan Selatan 277 31 106 1| Rendah 03 | Sebatik Barat 145 18 58 - | Rendah 04 | Sebatik Timur 70 10 18 - | Rendah 05 | Sebatik Utara 75 10 10 - | Rendah 06 | Sei Menggaris 49 6 15 - | Rendah 07 | Sembakung 12 2 9 - | Rendah Kabupaten Nunukan 2.873 207 | 963 6 Rendah | Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Potensi penduduk terpapar bencana tsunami di Kabupaten Nunukan diperoleh dari total jumlah penduduk terpapar, yaitu sejumlah 2.873 jiwa dan berada pada kelas Rendah. Secara terperinci, potensi penduduk terpapar pada kelompok rentan terdiri dari kelompok umur rentan sejumlah 297 jiwa, penduduk miskin sejumlah 963 jiwa, dan penduduk disabilitas sejumlah 6 jiwa. Pada grafik yang tersaji pada Gambar 3.39, dapat ketahui Kecamatan yang memiliki potensi penduduk terpapar tertinggi bencana tsunami di Kabupaten Nunukan adalah Kecamatan Nunukan, yaitu dengan jumlah potensi penduduk terpapar mencapai 2.245 jiwa, sedangkan daerah yang memiliki potensi penduduk terpapar terkecil yaitu Kecamatan Sembakung yang mencapai 12 jiwa. Penduduk Terpapar (Jiwa) __ 2500 [} 2 2 2000 £ = E T 1500 c [ o £ 1.000 £ =3 ® 500 o | - — — — Nunukan Nunukan Selatan ~ Sebatik Barat Sebatik Timur Sebatik Utara Sei Menggaris Sembakung --Kecamatan-- Gambar 3.45 Grafik Potensi Penduduk Terpapar Bencana Tsunami di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Kecamatan Nunukan menjadi Kecamatan yang memiliki potensi penduduk terpapar dari kelompok umur rentan yang tertinggi terhadap bencana tsunami, yaitu sebanyak 221 jiwa, pada potensi terpapar dari penduduk miskin tertinggi juga terdapat di Kecamatan Nunukan, yaitu sebanyak 747 jiwa, dan dari penduduk disabilitas hanya juga terdapat di Kecamatan Nunukan yaitu sebanyak 4 jiwa. Seperti yang secara grafis dapat dilihat pada Gambar 3.39. HAL. 40 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Gambaran untuk potensi kerlompok rentan terpapar bencana tsunami secara lebih detail, tersaji pada gambar berikut. Kelompok Rentan (Jiwa) 800 700 600 500 400 300 Jumlah Penduduk (Jiwa)200 100 i 0 = __ _ Nunukan Nunukan Selatan ~ Sebatik Barat Sebatik Timur Sebatik Utara Sei Menggaris Sembakung = Kelompok Umur Rentan = Penduduk Miskin = Penduduk Disabilitas Gambar 3.46 Grafik Potensi Kelompok Rentan Terpapar Bencana Tsunami di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Sebagaimana umumnya terjadi, bencana berdampak pada kerugian fisik, kerugian ekonomi, maupun kerusakan lingkungan. Bencana tsunami di Kabupaten Nunukan juga memiliki potensi dapat berdampak pada manusia dan juga berdampak pada kerugian fisik dan ekonomi, ataupun kerusakan lingkungan. Ditinjau dari potensi kerugian, bencana tsunami di Kabupaten Nunukan berpotensi berdampak pada timbulnya kerugian fisik dan ekonomi seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut. Tabel 3.48 Potensi Kerugian Bencana Tsunami di Kabupaten Nunukan Kerusakan Lingkungan (Ha) Kerugian (Juta Rupiah) Kecamatan Kerugian Kerugian Total Fisgik Ekongomi Kerugian S B S 01 | Nunukan 363,05 48,80 411,84 | Rendah 27,45 | Sedang 02 | Nunukan Selatan 217,62 19,32 236,94 | Rendah 16,83 | Rendah 03 | Sebatik Barat 70,00 85,15 155,15 | Rendah 23,76 | Rendah 04 | Sebatik Timur 55,00 - 55,00 | Rendah 2,70 | Rendah 05 | Sebatik Utara 97,50 1,64 99,14 | Rendah 5,04 | Rendah 06 | Sei Menggaris 115,00 146,39 261,39 | Rendah 7713 Tinggi 07 | Sembakung 1.187,50 2.166,68 3.354,18 | Tinggi 735,93 | Tinggi Kabupaten Nunukan 2.105,66 2.467,97 4.573,63 | Tinggi 888,84 Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Total kerugian bencana di Kabupaten Nunukan diperoleh dari rekapitulasi kerugian dari Kecamatan yang mengalami kerugian akibat bencana tsunami. Kelas kerugian adalah kelas maksimum yang diperoleh dari masing-masing Kecamatan yang terpapar bencana tsunami. Potensi jumlah kerugian dialami Kabupaten Nunukan akibat bencana tsunami adalah 4,57 milyar rupiah dan termasuk ke dalam kelas kerugian Tinggi. Kerugian tersebut berasal dari kerugian fisik yaitu sebesar 2,11 milyar rupiah dan kerugian ekonomi yaitu sebesar 2,47 milyar rupiah. Potensi kerugian ekonomi yang dapat ditimbulkan oleh bencana tsunami lebih besar dibandingkan kerugian fisik. Secara lebih jelas, besaran kerugian fisik dan ekonomi yang dapat ditimbulkan akibat bencana tsunami pada kecamatan yang terpapar tersaji pada Gambar 3.47. Potensi Kerugian 2.500,00 2.000,00 1.500,00 1.000,00 500,00 0,00 . — | — — - - Nunukan Nunukan Selatan ~Sebatik Barat ~ Sebatik Timur ~ Sebatik Utara Sei Menggaris Sembakung Jumlah Kerugian (Juta Rupiah) u Kerugian Fisik = Kerugian Ekonomi Gambar 3.47 Grafik Potensi Kerugian Fisik dan Ekonomi Bencana Tsunami di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Grafik pada Gambar 3.47, menunjukkan bahwa potensi kerugian fisik lebih besar daripada kerugian ekonomi. Kondisi ini berpotensi dialami di seluruh Kecamatan yang berada di kawasan pesisir Kabupaten Nunukan. Kerugian fisik terbesar berpotensi terjadi di Kecamatan Sembakung, yaitu mencapai 1,78 milyar rupiah. Sementara itu kerugian ekonomi tertinggi berpotensi terjadi juga di Kecamatan Sembakung, yaitu mencapai 1,97 milyar rupiah. Bencana tsunami juga berdampak pada kerusakan lingkungan di Kabupaten Nunukan. Secara keseluruhan diperoleh total luas kerusakan lingkungan yang dapat ditimbulkan akibat bencana tsunami adalah 2,126.79 Ha. Seperti yang terlihat pada gambar berikut. Kerusakan Lingkungan 800,00 700,00 600,00 500,00 400,00 Luas Kerusakan (Ha) 300,00 200,00 100,00 Nunukan Nunukan Selatan ~ Sebatik Barat Sebatik Timur Sebatik Utara Sei Menggaris Sembakung 0,00 — — — --Kecamatan-- Gambar 3.48 Grafik Potensi Kerusakan Lingkungan Bencana Tsunami di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 HAL. 41 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Potensi kerusakan lingkungan merupakan rekapitulasi potensi kerusakan lingkungan dari seluruh wilayah terpapar bencana tsunami. Kelas kerusakan lingkungan bencana tsunami di Kabupaten Nunukan dilihat berdasarkan kelas maksimum dari Kecamatan terpapar bencana tsunami. Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi kerusakan lingkungan yang diakibatkan bencana tsunami adalah seluas 888,84 Ha dan berada pada kelas kerusakan lingkungan Tinggi. Wilayah terpapar potensi kerusakan lingkungan bencana tsunami tertinggi adalah Kecamatan Sembakung dengan luas kerusakan yaitu 735,93 Ha, dan terkecil Kecamatan Sebatik Timur sebesar 2,70 Ha. Berdasarkan hasil kajian pada kelas penduduk terpapar dan kelas kerugian dari bencana tsunami, maka dapat diketahui kelas kerentanan bencana tsunami di tiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.49 Kelas Kerentanan Bencana Tsunami di Kabupaten Nunukan Kelas Penduduk Kelas Kerusakan Kelas AR Lingkungan Kerentanan Terpapar Kelas Kerug 01 | Nunukan Rendah Rendah Sedang Tinggi 02 | Nunukan Selatan Rendah Rendah Rendah Rendah 03 | Sebatik Barat Rendah Rendah Rendah Rendah 04 | Sebatik Timur Rendah Rendah Rendah Rendah 05 | Sebatik Utara Rendah Rendah Rendah Rendah 06 | Sei Menggaris Rendah Rendah Tinggi Rendah 07 | Sembakung Rendah Tinggi Tinggi Rendah Kabupaten Nunukan Rendah Tinggi Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Berdasarkan Tabel 3.49, kelas kerentanan bencana tsunami seluruh Kecamatan di Kabupaten Nunukan adalah Rendah dan Tinggi. Oleh karenanya, kelas kerentanan bencana tsunami di Kabupaten Nunukan terutamanya untuk tiap Kecamatan yang ada di pesisir adalah Tinggi. 3.3.8 KERENTANAN KEKERINGAN Kajian kerentanan untuk bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan didapatkan dari potensi penduduk terpapar dan kelompok rentan, sementara kerugian, baik fisik, kerugian ekonomi dan kerusakan lingkungan tidak terdampk bencana kekeringan maka tidak termasuk dalam analisis ini. Potensi jumlah penduduk terpapar ini dianalisis dan kemudian ditampilkan dalam bentuk kelas kerentanan bencana Kekeringan. Rekapitulasi potensi penduduk terpapar yang berpotensi ditimbulkan bencana kekeringan di Kabupaten Nunukan dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut. Tabel 3.50 Potensi Penduduk Terpapar Bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan Kelompok Rentan (Jiwa) Jumlah Penduduk Kecamatan : Kelompok Penduduk Penduduk petpapaiCival Umur Repntan Miskin Disabilitas 01 | Krayan 3.547 583 1.659 15| Tinggi 02 | Krayan Barat 3.028 481 1.657 5| Tinggi 03 | Krayan Selatan 1.452 218 960 3| Tinggi 04 | Krayan Tengah 1.063 149 691 15 | Tinggi 05 | Krayan Timur 1.558 281 795 1| Tinggi 06 | Lumbis 6.735 857 4.210 29 | Tinggi 07 | Lumbis Hulu 810 123 541 1] Tinggi 08 | Lumbis Ogong 2.989 381 2.590 3| Tinggi 09 | Lumbis Pansiangan 1.514 206 1.156 - | Tinggi 10 | Nunukan 72.925 7.272 21.502 105 | Sedang Kelompok Rentan (Jiwa) Jumlah Penduduk Kecamatan . Kelompok Penduduk Penduduk feipapaitinal Umur Repntan Miskin Disabilitas 11 | Nunukan Selatan 25.547 2.985 8.869 70 | Tinggi 12 | Sebatik 7.364 1.008 2.902 31| Tinggi 13 | Sebatik Barat 12.888 1.603 4.286 26 | Tinggi 14 | Sebatik Tengah 8.725 986 2.090 29 | Sedang 15 | Sebatik Timur 8.836 1.131 2.692 45 | Tinggi 16 | Sebatik Utara 9.024 1.106 2.039 24 | Sedang 17 | Sebuku 16.733 1.970 6.253 80 | Tinggi 18 | Sei Menggaris 6.569 779 2.501 32 | Tinggi 19 | Sembakung 15.133 1.811 7.242 39 | Tinggi 20 | Sembakung Atulai 4.388 609 3.420 11| Tinggi 21 | Tulin Onsoi 7.095 843 3.307 28 | Tinggi Kabupaten Nunukan 217.923 25.382 362 502 ‘ Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Penduduk Terpapar (Jiwa) 80.000 T S 70.000 2 60.000 3 500003 o 2 40.000 $ 30,000 £ 20.000 s E 10.000 I I I 3 oo mom - - - 0 a [ | [ | ] =i S & & R Y T R T S Y +‘°Q «\‘bk efl’\'fi «“@b S & 5 @“& @5@ %%'b@ %o°§ Kid /\qf\&? <& *o"'} ,fi:& S &5 & & & & && TS && &S &© ¥ @ V& R & o & & & N PSSR o & & & S & < M o --Kecamatan-- Gambar 3.49 Grafik Potensi Penduduk Terpapar Bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Potensi penduduk terpapar bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan diperoleh dari total jumlah penduduk terpapar, yaitu sejumlah 217.923 jiwa. Kerentanan kekeringan juga berpotensi memapar seluruh penduduk yang ada di Kabupaten Nunukan. Berdasarkan perhitungan kelas potensi penduduk rentan terpapar terhadap total populasi/penduduk berada pada kelas Tinggi. Secara terperinci, potensi penduduk terpapar pada kelompok rentan terdiri dari kelompok umur rentan sejumlah 25.382 jiwa, penduduk miskin sejumlah 81.362 jiwa, dan penduduk disabilitas sejumlah 592 jiwa. Pada grafik yang tersaji pada Gambar 3.50, dapat ketahui Kecamatan yang memiliki potensi penduduk terpapar tertinggi bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan adalah Kecamatan Nunukan, yaitu dengan jumlah potensi penduduk terpapar mencapai 72.925 jiwa, sedangkan daerah yang memiliki potensi penduduk terpapar terkecil yaitu Kecamatan Lumbis Ogong yaitu sebesar 810 jiwa. HAL. 42 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Kelompok Rentan (Jiwa) 25.000 ) 2 5 20,000 £ 3 15000g 15 ° 5S 10000 § E 5.000 I | I I = o =0 I &« _a 4l d . IIIIIIIIIIIII-II S S & S N OA IR & &0 & F G I S+ Gl .@"_ao.—,\’bo%0%@-&7/@-\&4‘(@6’&@ @& &S T & &P R Ro S v S M A & = Kelompok Umur Reman = Penduduk Miskin = Penduduk Disabilitas Gambar 3.50 Grafik Potensi Kelompok Rentan Terpapar Bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Kecamatan Nunukan juga memiliki potensi penduduk terpapar dari kelompok rentan yang tertinggi khususnya dari kelompok umur rentan yaitu sebesar 7.272 jiwa. Sementara itu untuk potensi kelompok rentan dari penduduk miskin terbanyak terdapat di Kecamatan Nunukan, yaitu sebanyak 21.502 jiwa. Potensi kelompok rentan dari penduduk disabilitas terbanyak terdapat di Kecamatan Nunukan, yaitu 105 jiwa. Total potensi kerugian akibat bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan merupakan rekapitulasi potensi kerugian fisik dan ekonomi dari seluruh wilayah terpapar bencana Kekeringan. Total kerugian untuk bencana gelombang ekstrim dan abrasi adalah sebesar 4,01 trilyun rupiah. Secara terperinci, tidak ditemukan adanya kerugian fisik, namun untuk kerugian ekonomi terhadap bencana Kekeringan ditemukan juga sebesar 4,01 trilyun rupiah. Dengan demikian potensi kerugian bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan masuk kelas Tinggi. Tabel 3.51 Potensi Kerugian Bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan Kerusakan Lingkungan (Ha) Kerugian (Juta Rupiah) Kecamatan Kerugian Kerugian Total Fisik Ekonomi Kerugian Lmep e Krayan 65.117,89 | 65.117,89 | Tinggi 1995570 | Tinggi 02 | Krayan Barat - 114.215,27 | 114.215,27 | Tinggi 33.547,14 Tinggi 03 | Krayan Selatan - 293.248,46 | 293.248,46 | Tinggi 66.524,58 Tinggi 04 | Krayan Tengah - 365.265,59 | 365.265,59 | Tinggi 70.762,14 Tinggi 05 | Krayan Timur - 435.131,44 | 435.131,44 | Tinggi 121.557,51 Tinggi 06 | Lumbis - 83.043,41 83.043,41 | Tinggi 28.657,98 Tinggi 07 | Lumbis Hulu - 337.742,96 | 337.742,96 | Tinggi 93.797,19 Tinggi 08 | Lumbis Ogong - 600.882,91 | 600.882,91 | Tinggi | 167.452,83 | Tinggi 09 | Lumbis Pansiangan - 276.088,28 | 276.088,28 | Tinggi 76.278,06 Tinggi 10 | Nunukan - 41.424,61 41.424,61 | Tinggi 58.384,26 Tinggi 11 | Nunukan Selatan - 39.218,96 39.218,96 | Tinggi 18.366,03 Tinggi 12 | Sebatik - 16.769,81 16.769,81 | Tinggi 5.046,75 Tinggi 13 | Sebatik Barat - 29.645,43 29.645,43 | Tinggi 9.253,98 Tinggi 14 | Sebatik Tengah - 15.757,53 15.757,53 | Tinggi 4.806,63 Tinggi 15 | Sebatik Timur - 12.584,15 12.584,15 | Tinggi 3.921,93 Tinggi 16 | Sebatik Utara - 4.406,39 4.406,39 | Tinggi 1.545,48 Tinggi Kerugian (Juta Rupiah) LinI;iLl:lsgaak:?Ha) Kecamatan . . Ker_ug_lan Keruglan_ Tota_l Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian 17 | Sebuku - 296.364,53 | 296.364,53 | Tinggi 150.370,74 | Tinggi 18 | Sei Menggaris - 223.614,47 | 223.614,47 | Tinggi 88.218,54 Tinggi 19 | Sembakung - 98.922,12 98.922,12 | Tinggi 140.951,70 | Tinggi 20 | Sembakung Atulai - 55.282,04 55.282,04 | Tinggi 25.448,85 | Tinggi 21 | Tulin Onsoi - 606.344,80 | 606.344,80 | Tinggi 169.783,29 | Tinggi Kabupaten Nunukan 4.011.071,04 4.011.071,04 Tinggi 354.631,31 Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Potensi kerugian bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan baik ditinjau dari kerugian ekonomi, maupun kerusakan lingkungan dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut. Potensi Kerugian . 700.000,00 K] g 600.000,00 & 500.000,00 s 5 400.000,00 2 £ 300.000,00 D 200.000,00 2 & 100.000,00 I E 0,00 1 I | I I R, I 1 S > PR SRR L L& LS ¥ LS & OO @ > OE (5\@ ‘b’b@ & § 4\@0 0@.0 & Qo& & & & e@(o & &@q Q\,o« S q'”(\ *\90.' v‘y o°'=° S + A A SR S N L R L O Ui R L AR W o S&ES T & &P N S @8 VS & ef) & & 2 Q&v“’ S = = Kerugian Ekonomi Gambar 3.51 Grafik Potensi Kerugian Ekonomi Bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Grafik di atas menunjukkan bahwa bencana kekeringan hanya berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi. Kerugian ekonomi tertinggi berpotensi terjadi di Kecamatan Tulin Onsoi, yaitu mencapai 606,34 milyar rupiah sementara terendah berpotensi terjadi di Kecamatan Sebatik Utara dengan kerugian mencapai 4,41 milyar rupiah. Bencana Kekeringan juga berdampak pada kerusakan lingkungan dengan total luas kerusakan lingkungan seluas 1.354.631,31 Ha. Seperti yang terlihat pada gambar berikut. Potensi kerusakan lingkungan merupakan rekapitulasi potensi kerusakan lingkungan dari seluruh wilayah terpapar bencana Kekeringan. Kelas kerusakan lingkungan bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan dilihat berdasarkan kelas maksimum dari Kecamatan terpapar bencana Kekeringan. Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi kerusakan lingkungan yang diakibatkan bencana Kekeringan adalah seluas 1.354.631,31 Ha dan berada pada kelas kerusakan lingkungan Tinggi. Wilayah terpapar potensi kerusakan lingkungan bencana kekeringan tertinggi adalah Kecamatan Tulin Onsoi dengan luas kerusakan yang sama yaitu 169.783,29 Ha, dan terkecil adalah Kecamatan Sebatik Utara dengan luas wilayah terpapar sebesar 1.545,48 Ha. HAL. 43 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Berdasarkan tabel di atas, kelas kerentanan bencana Kekeringan seluruh Kecamatan di Kabupaten Nunukan adalah Kerusakan Lingkungan Rendah. Oleh karenanya, kelas kerentanan bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan adalah Rendah. 180.000,00 16000000 3.3.9 KERENTANAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN I 140.000,00 < Kajian kerentanan untuk bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nunukan didapatkan dari 120.000,00 $ .. potensi penduduk terpapar dan kelompok rentan serta potensi kerugian, baik fisik, ekonomi, dan kerusakan S 100.000,00 g 80'000'00 lingkungan. Potensi jumlah penduduk terpapar dan potensi kerugian ini dianalisis dan kemudian ditampilkan dalam M 60'000'00 bentuk kelas kerentanan bencana kebakaran hutan dan lahan. Namun, dalam kebakaran hutan dan lahan tidak 1] e ditemui adanya kerentanan sosial yang meliputi penduduk terpapar dan kelompok rentan, sehingga rekapitulasi 40.000,00 3 T potensi penduduk terpapar tidak ditampilkan. Rekapitulasi potensi kerugian yang ditimbulkan bencana kebakaran 20.000,00 hutan dan lahan di Kabupaten Kabupaten Nunukan dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut. 0,00 - 0 - ' S & & & SR T I S S S R SSR ) > & Tabel 3.53 Potensi K ian B Karhutladi Kabupaten Nunuko Q@@way@ & Q@oy@&&\ o@é\ e@&» &\&9 cy@\@ e@"'b\&‘b&@&,(\\@:\&0‘ %é)& .q&o g$&q*®b¢°°a° abel otensi Kerugian Bencana Karhutla di Kabupaten Nunukan FFF S S FS T A S e Kerugian (Juta Rupiah) RefusakanREGINEC S & o S Lingkungan (Ha)S ) Kecamatan . 7 --Kecamatan-- Kerugian Kerugian . A " Total Kerugian Luas Kelas Fisik Ekonomi Gambar 3.52 Grafik Potensi Kerusakan Lingkungan Bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan 01| Krayan - 6.446,32 6.446,32 | Tinggi 2.787,93 | Tinggi Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 02 | Krayan Barat - 9.761,18 9.761,18 | Tinggi 4.573,26 | Tinggi 03 | Ki Selat - 2.688,04 2.688,04 | Tinggi 2.292,66 | Tinggi Berdasarkan hasil kajian pada kelas penduduk terpapar dan kelas kerugian dari bencana kekeringan, maka dapat 04 K:ZZ: T:nag:: N 5 296118 5 296118 T::gg: > 004184 T::gg: g:::::hl:d?::zeliir:rr;:i?an bencana Kekeringan di tiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan. Selengkapnya dapat 05 | Krayan Timur N 25.739.77 25.739.77 | Tinggi 8.615,07 | Tinggi P : 06 | Lumbis - 73.224,59 73.224,59 | Tinggi 22.884,93 | Tinggi Tabel 3.52 Kelas Kerentanan Bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan 07 | Lumbis Hulu - 46.369,06 46.369,06 | Tinggi 13.530,51 | Tinggi 08 | Lumbis Ogong - 302.667,74 302.667,74 | Tinggi 83.825,46 | Tinggi Kecamatan Kelas Penduduk Kelas Kelas Kerusakan Kelas 09 | Lumbis Pansiangan - 132.334,67 132.334,67 | Tinggi 36.493,65 | Tinggi Terpapar Kerugian Lingkungan Kerentanan 10 | Nunukan - 54.513,75 54.513,75 | Tinggi 25.176,06 | Tinggi 01 | Krayan Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 11 | Nunukan Selatan - 57.300,69 57.300,69 | Tinggi 12.410,19 | Tinggi 02 | Krayan Barat Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 12 Sebat?k - 32.258,80 32.258,80 T?ngg? 4.553,64 T?ngg? 03 | Krayan Selatan Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 13 | Sebatik Barat - 40.608,17 40.608,17 | Tinggi 6.387,48 | Tinggi 04 | Krayan Tengah Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 14 | Sebatik Tengah - 2744338 27.44338 | Tinggi 4.010,22 | Tinggi 05 | Krayan Timur Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 15 | Sebatik Timur - 24.848 67 24.848,67 | Tinggi 3.463,38 | Tinggi 06 | Lumbis Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 16 | Sebatik Utara - 8.623,81 8.623,81 | Tinggi 1.212,39 | Tinggi 07 | Lumbis Hulu Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 17 | Sebuku - 362.652,21 362.652,21 | Tinggi 125.672,94 | Tinggi 08 | Lumbis Ogong Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 18 | Sei Menggaris - 343.815,29 343.815,29 | Tinggi 69.839,01 | Tinggi 09 | Lumbis Pansiangan Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 19 | Sembakung - 118.413,37 118.413,37 | Tinggi 117.333,00 | Tinggi 10 | Nunukan Sedang Tinggi Tinggi Rendah 20 | Sembakung Atulai - 57.338,03 57.338,03 | Tinggi 24.606,36 | Tinggi 11 | Nunukan Selatan Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 21 | Tulin Onsoi - 535.560,01 535.560,01 | Tinggi 139.335,03 | Tinggi 12 | Sebatik Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Kabupaten Nunukan 2.267.903,74 2.267.903,74 711.008,01 | Tinggi (S1iSehatikBarat Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 14 | Sebatik Tengah Sedang Tinggi Tinggi Rendah 15 | Sebatik Timur Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Total kerugian untuk bencana Kebakaran Hutan dan Lahan adalah sebesar 2,26 trilyun rupiah dan berasal dari 16 | Sebatik Utara Sedang Tinggi Tinggi Rendah kerugian ekonomi saja. Dengan demikian potensi kerugian bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten 17 | Sebuku Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Nunukan masuk kelas kerugian Tinggi. Kecamatan Tlin Onsoi menjadi kecamatan dengan potensi kerugian 18 | Sei Menggaris Tinggi Tinggi Tinggi Rendah tertinggi, yaitu mencapai 535,5 milyar rupiah, dan Kecamatan Krayan Selatan menjadi kecamatan dengan potensi 19 | Sembakung Tinggi Tinggi Tinggi Rendah kerugian terendah, yaitu mencapai 2,68 milyar rupiah. 20 | Sembakung Atulai Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 21 | Tulin Onsoi Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Kabupaten Nunukan Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 HAL. 44 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Potensi Kerugian — 600.000,00 § ‘& 500.000,00 3 % 40000000 5 3 300.000,00 s ) 200.000,00 & 100.00000 I I £ 0,00--7—'I. L0 a0 u o 1 E o SN S & > & & SEFC > S 5 I R g Rl R g g S N fF Ve T FfF T Pyl FE ¢ ¥ & & S SIS & & & NS PRI « q-\“’\\ & @ S Vo&@a‘e @(\& of 6000 & of o %w&# & = Kerugian Ekonomi Gambar 3.53 Grafik Potensi Kerugian Ekonomi Bencana Karhutla di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi kerusakan lingkungan yang diakibatkan bencana kebakaran hutan dan lahan adalah seluas 711.008,01 Ha dan berada pada kelas kerusakan lingkungan Tinggi. Wilayah terpapar potensi kerusakan lingkungan tertinggi adalah Kecamatan Tulin Onsoi dengan luas kerusakan yang sama yaitu 139.335,03 Ha, dan terkecil adalah Kecamatan Sebatik Utara dengan luas wilayah terpapar sebesar 1.212,39 Ha. Kerusakan Lingkungan 160.000,00 5 140.000,00 L 120.000,00 c £ 100.000,00 © 2 80.000,00 2 £ 60.000,00 [} S 40.000,00 3 20.000,00 I I I I 000 = = - — ® [ | | I S P F SIS N ST SO E S #’bfi ,bo‘b‘b foéb ’\“QQ 0&\& v\’& .5\9‘?\ S q’b(@éo(‘& o° %@db \\‘b'b &Q‘(\Q (\\& w-& 96’0\) o“-"& & (\q‘?\é (\0“ & &2 < & o N NS RN @ w’@ & @ SR & & P S & S E S & A of --Kecamatan-- Gambar 3.54 Grafik Potensi Kerusakan Lingkungan Bencana Karhutla di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Berdasarkan hasil kajian pada kelas kerugian dan kerusakan lingkungan dari bencana kebakaran hutan dan lahan, maka dapat diketahui kelas kerentanan bencana tsunami di tiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.54 Kelas Kerentanan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Nunukan Kelas Penduduk Kelas Kelas Kerusakan ‘ Kelas Kecamatan A . Terpapar Kerugian Lingkungan Kerentanan 01 | Krayan - Tinggi Tinggi Tinggi 02 | Krayan Barat - Tinggi Tinggi Tinggi 03 | Krayan Selatan - Tinggi Tinggi Tinggi 04 | Krayan Tengah - Tinggi Tinggi Tinggi 05 | Krayan Timur - Tinggi Tinggi Tinggi 06 | Lumbis - Tinggi Tinggi Tinggi 07 | Lumbis Hulu - Tinggi Tinggi Tinggi 08 | Lumbis Ogong - Tinggi Tinggi Tinggi 09 | Lumbis Pansiangan - Tinggi Tinggi Tinggi 10 | Nunukan - Tinggi Tinggi Sedang 11 | Nunukan Selatan - Tinggi Tinggi Sedang 12 | Sebatik - Tinggi Tinggi Sedang 13 | Sebatik Barat - Tinggi Tinggi Tinggi 14 | Sebatik Tengah - Tinggi Tinggi Sedang 15 | Sebatik Timur - Tinggi Tinggi Sedang 16 | Sebatik Utara - Tinggi Tinggi Sedang 17 | Sebuku - Tinggi Tinggi Tinggi 18 | Sei Menggaris - Tinggi Tinggi Tinggi 19 | Sembakung - Tinggi Tinggi Rendah 20 | Sembakung Atulai - Tinggi Tinggi Sedang 21 | Tulin Onsoi - Tinggi Tinggi Tinggi Kabupaten Nunukan - Tinggi Tinggi ‘ Tinggi Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Berdasarkan tabel di atas, kelas kerentanan bencana karhutla seluruh Kecamatan di Kabupaten Nunukan adalah Sedang dan Tinggi. Oleh karenanya, kelas kerentanan bencana karhutla di Kabupaten Nunukan adalah Tinggi. 3.4 KAJIAN KAPASITAS Kapasitas didefinisikan sebagai penguasaan sumberdaya, cara dan ketahanan yang dimiliki pemerintah dan masyarakat yang memungkinkan mereka untuk mempersiapkan diri, mencegah, menjinakkan, menanggulangi, mempertahankan diri serta dengan cepat memulihkan diri dari akibat bencana. Penilaian kapasitas adalah pendekatan mengidentifikasi bentuk-bentuk kemampuan dan hasil-hasil upaya peningkatan kapasitas yang telah dilaksanakan oleh kawasan atau suatu daerah dalam kurun waktu yang sesuai dengan periode kajian, Kebijakan BNPB untuk metodologi penilaian kapasitas penanggulangan bencana sejak tahun 2016 adalah pelaksanaan survei Penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD), IKD terdiri dari 7 (tujuh) fokus prioritas dan 16 sasaran aksi yang dibagi dalam 71 indikator pencapaian. Fokus prioritas dalam IKD merupakan analisis terhadap kapasitas penanggulangan bencana daerah; terdiri dari 1) perkuatan kebijakan dan kelembagaan, 2) pengkajian risiko dan perencanaan terpadu, 3) pengembangan sistem informasi, diklat dan logistik, 4) penanganan tematik kawasan rawan bencana, 5) peningkatan efektivitas pencegahan dan mitigasi bencana, 6) perkuatan kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana, dan 7) pengembangan sistem pemulihan bencana. Masing-masing indikator terdiri dari 4 pertanyaan kunci dengan level berjenjang (total 284 pertanyaan). Dari pencapaian 71 indikator tersebut, diperoleh nilai indeks dan tingkat ketahanan daerah. Hasil dari penilaian terhadap 7 (tujuh) fokus prioritas tersebut dapat dilihat pada tabel berikut. HAL. 45 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Tabel 3.55 Hasil Kajian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) di Kabupaten Nunukan Indeks Indeks LG ELENET] IKD Prioritas Daerah Transformasi (L)) Tingkat Kapasitas Daerah Prioritas Perkuatan Kebijakan dan Kelembagaan 02 | Pengkajian Risiko dan Perencanaan Terpadu 0,77 03 Pengembangan Sistem Informasi, Diklat dan Logistik 055 04 Penanganan Tematik Kawasan Rawan Bencana 054 Peningkatan Efektivitas Pencegahan dan 0 Mitigasi Bencana 0,39 06 Perkuatan Kesiapsiagaan dan Penanganan Darurat Bencana 049 07 | Pengembangan Sistem Pemulihan Bencana 0,20 Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Secara keseluruhan berdasarkan hasil kajian ketahanan daerah tahun 2023, Kabupaten Nunukan dalam menghadapi potensi bencana memiliki Indeks Ketahanan Daerah (IKD) sebesar 0,48 atau jika ditransformasi nilainya sebesar 0,48 dan nilai ini menunjukkan tingkat kapasitas daerah Sedang. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen pemerintah dan komponen terkait pengurangan risiko bencana di Kabupaten Nunukan telah tercapai dan didukung oleh kebijakan sistematis, namun capaian yang diperoleh dengan komitmen dan kebijakan tersebut dinilai belum menyeluruh hingga masih belum cukup berarti untuk mengurangi dampak negatif dari bencana. Kajian kapasitas tingkat Kecamatan di Kabupaten Nunukan juga dilakukan berdasarkan komponen ketahanan daerah dan komponen kesiapsiagaan Kecamatan atau Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM). Komponen ketahanan daerah berfungsi untuk mengukur kapasitas pemerintah dalam penanggulangan bencana, sedangkan komponen kesiapsiagaan Kecamatan berfungsi untuk mengukur kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana. 3.4.1 KAPASITAS BANJIR Berdasarkan pengkajian kapasitas Kabupaten Nunukan dalam menghadapi bencana banijir, maka diperoleh kelas kapasitas dalam menghadapi bencana banjir di Kabupaten Nunukan. Hasil analisis kapasitas untuk tiap Kecamatan menghadapi bencana banjir dapat dilihat pada Tabel 3.56. Tabel 3.56 Kapasitas Tiap Kecamatan menghadapi Banjir di Kabupaten Nunukan Kecamatan IKD IKD Transformasi IKM Banjir Kelas 01 | Krayan 0,48 0,40 0,44 0.42 | Sedang 02 | Krayan Barat 0,48 0,40 0,48 0.45 | Sedang 03 | Krayan Selatan 0,48 0,40 0,28 0.33 | Rendah 04 | Krayan Tengah 0,48 0,40 0,35 0.37 | Sedang 05 | Krayan Timur 0,48 0,40 0,46 0.44 | Sedang 06 | Lumbis 0,48 0,40 0,49 0.45 | Sedang 07 | Lumbis Hulu 0,48 0,40 0,52 0.47 | Sedang 08 | Lumbis Ogong 0,48 0,40 0,52 0.47 | Sedang Kecamatan IKD IKD Transformasi IKM Banjir Kapasitas Banijir Kelas ‘ Lumbis Pansiangan 0,48 0,40 0,48 0.45 | Sedang Nunukan 0,48 0,40 0,36 0.38 | Sedang Nunukan Selatan 0,48 0,40 0,65 0.55 | Sedang 12 | Sebatik 0,48 0,40 0,43 0.42 | Sedang 13 | Sebatik Barat 0,48 0,40 0,25 0.31 | Rendah 14 | Sebatik Tengah 0,48 0,40 0,44 0.42 | Sedang 15 | Sebatik Timur 0,48 0,40 0,26 0.32 | Rendah 16 | Sebatik Utara 0,48 0,40 0,50 0.46 | Sedang 17 | Sebuku 0,48 0,40 0,44 0.42 | Sedang 18 | Sei Menggaris 0,48 0,40 0,26 0.32 | Rendah 19 | Sembakung 0,48 0,40 0,37 0.38 | Sedang 20 | Sembakung Atulai 0,48 0,40 0,38 0.39 | Sedang 21 | Tulin Onsoi 0,48 0,40 0,48 0.44 | Sedang Kabupaten Nunukan 0.48 0,40 0,44 0,42 Sedang ‘ Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Tabel di atas, dapat diketahui kapasitas setiap kecamatan yang terpapar bahaya banjir. Perhitungan data tersebut didasarkan pada hasil gabungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) dengan Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM). Secara keseluruhan Kabupaten Nunukan memiliki Indeks Kapasitas 0,42 dan masuk kelas kapasitas Sedang. Selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut. 040 0,30 0,20 0,10 0,00 & & Kapasitas Banjir Indeks Kapasitas S $ SIS SENFSS S &2 o o& S SE & & R SIS &F F PSS E S P F &S §F & &e F s VE LY PP e P SR & & &F S & & F & PSP & oot <& ¥ L& VS N & o & F S e ~ --Kgtamatan--~ & Gambar 3.55 Grafik Indeks Kapasitas Bencana Banjir di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Kelas kapasitas ini diperoleh dari nilai rata-rata kapasitas seluruh desa/kelurahan dan kecamatan yang terpapar bahaya banjir di Kabupaten Nunukan. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa perlunya peningkatan kapasitas daerah baik melalui masyarakat ataupun pemerintah sendiri untuk mengantisipasi kejadian banjir. 3.4.2 KAPASITAS BANJIR BANDANG Berdasarkan pengkajian kapasitas Kabupaten Nunukan dalam menghadapi bencana banjir bandang, maka diperoleh kelas kapasitas dalam menghadapi bencana banjir bandang di Kabupaten Nunukan. Hasil analisis kapasitas untuk tiap Kecamatan menghadapi bencana banjir bandang dapat dilihat pada Tabel 3.57. HAL. 46 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Tabel 3.57 Kapasitas Tiap Kecamatan menghadapi Banjir Bandang di Kabupaten Nunukan IKM Banjir Kapasitas Banijir Kelas kapasitas ini diperoleh dari nilai rata-rata kapasitas seluruh desa/kelurahan dan kecamatan yang terpapar bahaya banjir bandang di Kabupaten Nunukan. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa perlunya Kecamatan IKD IKD Transformasi Bandang Bandang Kelas peningkatan kapasitas daerah baik melalui masyarakat ataupun pemerintah sendiri untuk mengantisipasi kejadian 01 | Krayan 0,48 0,40 0,20 0,28 | Rendah bencana banjir bandang. 02 | Krayan Barat 0,48 0,40 0,25 0,31 Rendah 03 | Krayan Selatan 0,48 0,40 0,16 0,25| Rendah 3.4.3 KAPASITAS TANAH LONGSOR 04 | Krayan Tengah 048 040 0,16 0,25 | Rendah Berdasarkan pengkajian kapasitas Kabupaten Nunukan dalam menghadapi bencana tanah longsor, maka diperoleh 05 | Krayan Timur 048 0,40 0,25 0,31| Rendah kelas kapasitas dalam menghadapi bencana tanah longsor di Kabupaten Nunukan. Hasil analisis kapasitas untuk 06 | Lumbis 048 0,40 042 0,41| Sedang tiap Kecamatan menghadapi bencana tanah longsor dapat dilihat pada Tabel 3.58. 07 | Lumbis Hulu 0,48 0,40 0,47 0,44 | Sedang 08 | Lumbis Ogong 0,48 0,40 0,46 0,43 | Sedang Tabel 3.58 Kapasitas Tiap Kecamatan menghadapi Tanah Longsor di Kabupaten Nunukan 09 | Lumbis Pansiangan 0,48 0,40 0,35 0,37 | Sedang . IKM Tanah Kapasitas 10 | Nunukan 048 0,40 032 0,35 | Sedang FemmeER D | T W] Longsor Tanah Longsor Kelas 11 | Nunukan Selatan 0,48 0,40 0,50 0,46 | Sedang 01 | Krayan 0,48 0,40 0,29 0,33 | Sedang 12 | Sebatik 0,48 0,40 0,37 0,38 | Sedang 02 | Krayan Barat 0,48 0,40 0,37 0,38 | Sedang 13 | Sebatik Barat 0,48 0,40 0,22 0,29 | Rendah 03 | Krayan Selatan 0,48 0,40 0,33 0,36 | Sedang 14 | Sebatik Tengah 0,48 0,40 0,29 0,34 | Sedang 04 | Krayan Tengah 0,48 0,40 0,34 0,37 | Sedang 15 | Sebatik Timur 0,48 0,40 0,26 0,32 | Rendah 05 | Krayan Timur 0,48 0,40 0,42 0,41 | Sedang 16 | Sebatik Utara 0,48 0,40 0,26 0,32 | Rendah 06 | Lumbis 0,48 0,40 0,45 0,43 | Sedang 17 | Sebuku 0,48 0,40 042 0,41 Sedang 07 | Lumbis Hulu 0,48 0,40 0,52 0,47 | Sedang 18 | Sei Menggaris 0,48 0,40 0,24 0,30 | Rendah 08 | Lumbis Ogong 0,48 0,40 0,45 0,43 | Sedang 19 | Sembakung 0,48 0,40 0,33 0,36 | Sedang 09 | Lumbis Pansiangan 0,48 0,40 0,45 0,43 | Sedang 20 | Sembakung Atulai 0,48 0,40 0,35 0,37 | Sedang 10 | Nunukan 0,48 0,40 0,46 0,44 | Sedang 21 | Tulin Onsoi 0,48 0,40 0,39 0,39 | Sedang 11 | Nunukan Selatan 0,48 0,40 0,69 0,57 | Sedang Kabupaten Nunukan 0,48 0,40 0,35 Sedang 12 | Sebatik 0,48 0,40 0,64 0,54 | Sedang . . . 13 | Sebatik Barat 0,48 0,40 0,44 0,42 | Sedang Sumber: Hasil Analists Tahun 2024 14 | Sebatik Tengah 0,48 0,40 049 0,45 | Sedang Tabel di atas, dapat diketahui kapasitas setiap kecamatan yang terpapar bahaya banjir bandang. Perhitungan data 15 | Sebatik Timur 0,48 0,40 0,26 0,32 | Rendah tersebut didasarkan pada hasil gabungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) dengan Indeks Kesiapsiagaan 16 | Sebatik Utara 0,48 0,40 0,54 0,48 | Sedang Masyarakat (IKM). Secara keseluruhan Kabupaten Nunukan memiliki Indeks Kapasitas 0,35 dan masuk kelas 17 | Sebuku 0,48 0,40 0,37 0,38 | Sedang kapasitas Sedang. Selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut 18 | Sei Menggaris 0,48 0,40 0,51 0,46 | Sedang 19 | Sembakung 0,48 0,40 0,54 0,48 | Sedang Kapasitas Banjir Bandang 20 | Sembakung Atulai 0,48 0,40 0,45 0,43 | Sedang 050 21 | Tulin Onsoi 0,48 0,40 0,46 0,43 | Sedang 0,45 Kabupaten Nunukan 0,48 0,40 0,42 0,41 Sedang , 00 Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 8 o035 2 03 Tabel di atas, dapat diketahui kapasitas setiap kecamatan yang terpapar bahaya tanah longsor. Perhitungan data E‘ 025 tersebut didasarkan pada hasil gabungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) dengan Indeks Kesiapsiagaan 2 0,20 Masyarakat (IKM). Secara keseluruhan Kabupaten Nunukan memiliki Indeks Kapasitas 0,41 dan masuk kelas § 0,15 kapasitas Sedang. Selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut. £ o110 0,05 ‘ 0,00 ’ «5@\%6} y@(\/@é§ 0&\@& »"&0\~é\°’ Sw“‘é} »@9< 66&\\ &Qf <&Qq}\»«\@0‘ @0@%§£ (\&m«\“' @59 J\y\ QOQLP\ Q-"”A & o {5”{0 S &4 N d ffi’b\ v rfi’%\\ 2 i R € e K@*Samatan-- 2 N o Gambar 3.56 Grafik Indeks Kapasitas Bencana Banjir Bandnag di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 HAL. 47 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Kapasitas Tanah Longsor Indeks Kapasitas Gambar 3.57 Grafik Indeks Kapasitas Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Kelas kapasitas ini diperoleh dari nilai rata-rata kapasitas seluruh desa/kelurahan dan kecamatan yang terpapar bahaya tanah longsor di Kabupaten Nunukan. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa perlunya peningkatan kapasitas daerah baik melalui masyarakat ataupun pemerintah sendiri untuk mengantisipasi kejadian bencana tanah longsor. 3.4.4 KAPASITAS CUACA EKSTRIM Berdasarkan pengkajian kapasitas Kabupaten Nunukan dalam menghadapi bencana cuaca ekstrim, maka diperoleh kelas kapasitas dalam menghadapi bencana cuaca ekstrim di Kabupaten Nunukan, Hasil analisis kapasitas untuk tiap Kecamatan menghadapi bencana cuaca ekstrim dapat dilihat pada Tabel 3.59. Tabel 3.59 Kapasitas Tiap Kecamatan menghadapi Cuaca Ekstrim di Kabupaten Nunukan IKM Cuaca Kapasitas Kecamatan IKD IKD Transformasi Ekstrim Cuaca Ekstrim Kelas 01 | Krayan 0,48 0,40 0,38 0,39 | Sedang 02 | Krayan Barat 0,48 0,40 0,37 0,38 | Sedang 03 | Krayan Selatan 0,48 0,40 0,30 0,34 | Sedang 04 | Krayan Tengah 0,48 0,40 0,25 0,31 | Rendah 05 | Krayan Timur 0,48 0,40 0,36 0,37 | Sedang 06 | Lumbis 0,48 0,40 0,41 0,41 | Sedang 07 | Lumbis Hulu 0,48 0,40 0,41 0,40 | Sedang 08 | Lumbis Ogong 0,48 0,40 0,39 0,39 | Sedang 09 | Lumbis Pansiangan 0,48 0,40 0,38 0,39 | Sedang 10 | Nunukan 0,48 0,40 0,50 0,46 | Sedang 11 | Nunukan Selatan 0,48 0,40 0,75 0,61 | Sedang 12 | Sebatik 0,48 0,40 0,61 0,52 | Sedang 13 | Sebatik Barat 0,48 0,40 0,40 0,40 | Sedang 14 | Sebatik Tengah 0,48 0,40 0,46 0,44 | Sedang 15 | Sebatik Timur 0,48 0,40 0,68 0,57 | Sedang 16 | Sebatik Utara 0,48 0,40 0,41 0,41 | Sedang 17 | Sebuku 0,48 0,40 0,38 0,39 | Sedang 18 | Sei Menggaris 0,48 0,40 0,53 0,48 | Sedang 19 | Sembakung 0,48 0,40 0,54 0,48 | Sedang IKM Cuaca Kapasitas Kecamatan IKD Transformasi Ekstrim Cuaca Ekstrim Kelas 20 | Sembakung Atulai 0,48 0,40 0,45 0,43 | Sedang 21 | Tulin Onsoi 0,48 0,40 0,39 0,39 | Sedang Kabupaten Nunukan 0,48 0,40 0,41 0,40 Sedang Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Tabel di atas, dapat diketahui kapasitas setiap kecamatan yang terpapar bahaya cuaca ekstrim. Perhitungan data tersebut didasarkan pada hasil gabungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) dengan Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM). Secara keseluruhan Kabupaten Nunukan memiliki Indeks Kapasitas 0,40 dan masuk kelas kapasitas Sedang. Selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut. Kapasitas Cuaca Ekstrim Indeks Kapasitas © © © o o o o - N w B [ 8 38 8 8 8 "S3%%% m— 2 (/,bo % —————I ¢$»&&&S&2O@&& && ETSFFPTSS SEE NPSS£6\0&& S FTTy&R ¢ & @S&¥F & F SP &¢S&§&&LoA& eh-Ketamatan--~<&<& Gambar 3.58 Grafik Indeks Kapasitas Bencana Cuaca Ekstrim di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Kelas kapasitas ini diperoleh dari nilai rata-rata kapasitas seluruh desa/kelurahan dan kecamatan yang terpapar bahaya cuaca ekstrim di Kabupaten Nunukan. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa perlunya peningkatan kapasitas daerah baik melalui masyarakat ataupun pemerintah sendiri untuk mengantisipasi kejadian bencana cuaca ekstrim. 3.4.5 KAPASITAS GELOMBANG EKSTRIM DAN ABRASI Berdasarkan pengkajian kapasitas Kabupaten Nunukan dalam menghadapi bencana gelombang ekstrim dan abrasi (GEA), maka diperoleh kelas kapasitas dalam menghadapi bencana GEA di Kabupaten Nunukan. Hasil analisis kapasitas untuk tiap Kecamatan menghadapi bencana GEA dapat dilihat pada Tabel 3.60. Tabel 3.60 Kapasitas Tiap Kecamatan Menghadapi GEA di Kabupaten Nunukan Kecamatan IKD IKD Transformasi IKM GEA Kapasitas GEA Kelas 01 | Krayan 0,48 0,40 0,19 0,28 | Rendah 02 | Krayan Barat 0,48 0,40 0,19 0,27 | Rendah 03 | Krayan Selatan 0,48 0,40 0,15 0,25 | Rendah 04 | Krayan Tengah 0,48 0,40 0,15 0,25 | Rendah 05 | Krayan Timur 0,48 0,40 0,26 0,32 | Rendah 06 | Lumbis 0,48 0,40 0,27 0,32 | Rendah 07 | Lumbis Hulu 0,48 0,40 0,27 0,32 | Rendah HAL. 48 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Kecamatan IKD IKD Transformasi IKM GEA Kapasitas GEA Kelas 08 | Lumbis Ogong 0,48 0,40 0,22 0,29 | Rendah 09 | Lumbis Pansiangan 0,48 0,40 0,31 0,35 | Sedang 10 | Nunukan 0,48 0,40 0,34 0,36 | Sedang 11 | Nunukan Selatan 0,48 0,40 043 0,42 | Sedang 12 | Sebatik 0,48 0,40 0,63 0,54 | Sedang 13 | Sebatik Barat 0,48 0,40 0,34 0,36 | Sedang 14 | Sebatik Tengah 0,48 0,40 0,23 0,30 | Rendah 15 | Sebatik Timur 0,48 0,40 0,66 0,56 | Sedang 16 | Sebatik Utara 0,48 0,40 0,26 0,32 | Rendah 17 | Sebuku 0,48 0,40 0,23 0,30 | Rendah 18 | Sei Menggaris 0,48 0,40 0,26 0,32 | Rendah 19 | Sembakung 0,48 0,40 0,28 0,33 | Rendah 20 | Sembakung Atulai 0,48 0,40 0,21 0,29 | Rendah 21 | Tulin Onsoi 0,48 0,40 0,22 0,29 | Rendah Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 0,25 0,31 Rendah Tabel di atas, dapat diketahui kapasitas setiap kecamatan yang terpapar bahaya gelombang ekstrim dan abrasi. Perhitungan data tersebut didasarkan pada hasil gabungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) dengan Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM). Secara keseluruhan Kabupaten Nunukan memiliki Indeks Kapasitas 0,31 dan masuk kelas kapasitas Rendah. Selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut. Kapasitas Gelombang Ekstrim dan Abrasi Indeks Kapasitas o ©o © o o 8 3 8 8 B %]% %@ II———II % s NSYYIRS¢O&&& &SRS5ESEIEN &SRSR &FFTSITEFE PSISSTRPNANF O VSTF TErYyTETI&&&S&&&SNotO&&FL@ WS&22& og 2TGN~-Kefamatan--~< Gambar 3.59 Grafik Indeks Kapasitas Bencana Gelombang Ekstrim dan Abrasi di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Kelas kapasitas ini diperoleh dari nilai rata-rata kapasitas seluruh desa/kelurahan dan kecamatan yang terpapar bahaya gelombang ekstrim dan abrasi di Kabupaten Nunukan. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa perlunya peningkatan kapasitas daerah baik melalui masyarakat ataupun pemerintah sendiri untuk mengantisipasi kejadian bencana gelombang ekstrim dan abrasi. 3.4.6 KAPASITAS GEMPABUMI Berdasarkan pengkajian kapasitas Kabupaten Nunukan dalam menghadapi bencana gempabumi, maka diperoleh kelas kapasitas dalam menghadapi bencana gempabumi di Kabupaten Nunukan. Hasil analisis kapasitas untuk tiap Kecamatan menghadapi bencana gempabumi dapat dilihat pada Tabel 3.61. Tabel 3.61 Kapasitas Tiap Kecamatan Menghadapi Gempabumi di Kabupaten Nunukan Kapasitas Kecamatan IKD IKD Transformasi IKM Gempabumi . Kelas Gempabumi 01 | Krayan 0,48 0,40 0,28 0,33 | Rendah 02 | Krayan Barat 0,48 0,40 0,29 0,33 | Sedang 03 | Krayan Selatan 0,48 0,40 0,32 0,35 | Sedang 04 | Krayan Tengah 0,48 0,40 0,20 0,28 | Rendah 05 | Krayan Timur 0,48 0,40 0,36 0,37 | Sedang 06 | Lumbis 0,48 0,40 042 0,41 | Sedang 07 | Lumbis Hulu 0,48 0,40 0,30 0,34 | Sedang 08 | Lumbis Ogong 0,48 0,40 0,39 0,39 | Sedang 09 | Lumbis Pansiangan 0,48 0,40 0,40 0,40 | Sedang 10 | Nunukan 0,48 0,40 0,48 0,45 | Sedang 11 | Nunukan Selatan 0,48 0,40 0,72 0,59 | Sedang 12 | Sebatik 0,48 0,40 0,46 0,43 | Sedang 13 | Sebatik Barat 0,48 0,40 043 0,42 | Sedang 14 | Sebatik Tengah 0,48 0,40 043 0,42 | Sedang 15 | Sebatik Timur 0,48 0,40 0,68 0,57 | Sedang 16 | Sebatik Utara 0,48 0,40 0,34 0,37 | Sedang 17 | Sebuku 0,48 0,40 0,39 0,39 | Sedang 18 | Sei Menggaris 0,48 0,40 0,45 0,43 | Sedang 19 | Sembakung 0,48 0,40 047 0,44 | Sedang 20 | Sembakung Atulai 0,48 0,40 0,32 0,35 | Sedang 21 | Tulin Onsoi 0,48 0,40 0,29 0,33 | Sedang Kabupaten Nunukan 0,48 0,40 0,36 0,38 Sedang Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Tabel di atas, dapat diketahui kapasitas setiap kecamatan yang terpapar bahaya gempabumi. Perhitungan data tersebut didasarkan pada hasil gabungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) dengan Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM). Secara keseluruhan Kabupaten Nunukan memiliki Indeks Kapasitas 0,38 dan masuk kelas kapasitas Sedang. Selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut. Kapasitas Gempabumi 0,70 0,60 2 050 = n <s 0,40 < X 030 1] =< $ o2 £ 0,10 0,00 . PR S S SR NPT S S-S C R N S S S NS S SN CRE- S SR FF LSS FTITFITEF PSS Se T8 s v R G L N O \@‘Q & @& & & K N & LN P o RRS P MINEL > & & & P f 2 o o @@ ¥ ~ —Ketamatan-~ & T gfié) Gambar 3.60 Grafik Indeks Kapasitas Bencana Gempabumi di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 HAL. 49 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Kelas kapasitas ini diperoleh dari nilai rata-rata kapasitas seluruh desa/kelurahan dan kecamatan yang terpapar bahaya gempabumi di Kabupaten Nunukan. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa perlunya peningkatan kapasitas daerah baik melalui masyarakat ataupun pemerintah sendiri untuk mengantisipasi kejadian bencana gempabumi. 3.4.7 KAPASITAS TSUNAMI Berdasarkan pengkajian kapasitas Kabupaten Nunukan dalam menghadapi bencana tsunami, maka diperoleh kelas kapasitas dalam menghadapi bencana tsunami di Kabupaten Nunukan. Hasil analisis kapasitas untuk tiap Kecamatan menghadapi bencana tsunami dapat dilihat pada Tabel 3.62. Tabel 3.62 Kapasitas Tiap Kecamatan menghadapi Tsunami di Kabupaten Nunukan Kecamatan IKD IKD Transformasi IKM Tsunami Kapasna_s Kelas Tsunami 01 | Krayan 0,48 0,40 0,21 0,28 | Rendah 02 | Krayan Barat 0,48 0,40 0,19 0,27 | Rendah 03 | Krayan Selatan 0,48 0,40 0,15 0,25 | Rendah 04 | Krayan Tengah 0,48 0,40 0,15 0,25 | Rendah 05 | Krayan Timur 0,48 0,40 0,30 0,34 | Sedang 06 | Lumbis 0,48 0,40 0,25 0,31 | Rendah 07 | Lumbis Hulu 0,48 0,40 0,25 0,31 | Rendah 08 | Lumbis Ogong 0,48 0,40 0,20 0,28 | Rendah 09 | Lumbis Pansiangan 0,48 0,40 0,24 0,30 | Rendah 10 | Nunukan 0,48 0,40 0,31 0,34 | Sedang 11 | Nunukan Selatan 0,48 0,40 0,45 0,43 | Sedang 12 | Sebatik 0,48 0,40 0,47 0,44 | Sedang 13 | Sebatik Barat 0,48 0,40 0,22 0,29 | Rendah 14 | Sebatik Tengah 0,48 0,40 0,22 0,29 | Rendah 15 | Sebatik Timur 0,48 0,40 0,53 0,47 | Sedang 16 | Sebatik Utara 0,48 0,40 0,26 0,32 | Rendah 17 | Sebuku 0,48 0,40 0,20 0,28 | Rendah 18 | Sei Menggaris 0,48 0,40 0,24 0,30 | Rendah 19 | Sembakung 0,48 0,40 0,26 0,31 | Rendah 20 | Sembakung Atulai 0,48 0,40 0,21 0,29 | Rendah 21 | Tulin Onsoi 0,48 0,40 0,19 0,27 | Rendah Kabupaten Nunukan 0,48 0,40 0,23 0,30 Rendah Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Tabel di atas, dapat diketahui kapasitas setiap kecamatan yang terpapar bahaya tsunami. Perhitungan data tersebut didasarkan pada hasil gabungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) dengan Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM). Secara keseluruhan Kabupaten Nunukan memiliki Indeks Kapasitas 0,30 dan masuk kelas kapasitas Rendah. Selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut. Indeks Kapasitas 0,50 045 0,40 0,35 0,30 025 0,20 0,15 0,10 0,05 0,00 > &\oo Q@@@ %&,\@1&@\ é@"k \?é’\e R F & S SN v Kapasitas Tsunami Gambar 3.61 Grafik Indeks Kapasitas Bencana Tsunami di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 S o @ &s & R & ORI & & ¥ & T S AN & F P N %0@ Y F o L o && o Kelas kapasitas ini diperoleh dari nilai rata-rata kapasitas seluruh desa/kelurahan dan kecamatan yang terpapar bahaya tsunami di Kabupaten Nunukan. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa perlunya peningkatan kapasitas daerah baik melalui masyarakat ataupun pemerintah sendiri untuk mengantisipasi kejadian bencana tsunami. 3.4.8 KAPASITAS KEKERINGAN Berdasarkan pengkajian kapasitas Kabupaten Nunukan dalam menghadapi bencana Kekeringan, maka diperoleh kelas kapasitas dalam menghadapi bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan. Hasil analisis kapasitas untuk tiap Kecamatan menghadapi bencana kekeringan dapat dilihat pada Tabel 3.63. Tabel 3.63 Kapasitas Tiap Kecamatan menghadapi Kekeringan di Kabupaten Nunukan IKM Kapasitas Kecamatan IKD IKD Transformasi K 3 A Kelas ekeringan Kekeringan 01 | Krayan 0,48 0,40 042 0,41 | Sedang 02 | Krayan Barat 0,48 0,40 0,39 0,39 | Sedang 03 | Krayan Selatan 0,48 0,40 0,33 0,36 | Sedang 04 | Krayan Tengah 0,48 0,40 0,36 0,37 | Sedang 05 | Krayan Timur 0,48 0,40 0,38 0,38 | Sedang 06 | Lumbis 0,48 0,40 0.41 0,40 | Sedang 07 | Lumbis Hulu 0,48 0,40 0,28 0,33 | Rendah 08 | Lumbis Ogong 0,48 0,40 0,37 0,38 | Sedang 09 | Lumbis Pansiangan 0,48 0,40 0,38 0,39 | Sedang 10 | Nunukan 0,48 0,40 0,53 0,48 | Sedang 11 | Nunukan Selatan 0,48 0,40 0,71 0,58 | Sedang 12 | Sebatik 0,48 0,40 0,64 0,54 | Sedang 13 | Sebatik Barat 0,48 0,40 0,49 0,45 | Sedang 14 | Sebatik Tengah 0,48 0,40 0,50 0,46 | Sedang 15 | Sebatik Timur 0,48 0,40 0,71 0,58 | Sedang 16 | Sebatik Utara 0,48 0,40 0,51 0,47 | Sedang 17 | Sebuku 0,48 0,40 0,37 0,38 | Sedang 18 | Sei Menggaris 0,48 0,40 0,64 0,54 | Sedang HAL. 50 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Kecamatan IKD IKD Transformasi IK.M as Kelas Kekeringan Kekeringan 19 | Sembakung 0,48 0,40 0,56 0,49 | Sedang 20 | Sembakung Atulai 0,48 0,40 0,55 0,49 | Sedang 21 | Tulin Onsoi 0,48 0,40 047 0,44 | Sedang Kabupaten Nunukan 0,48 0,40 0,43 0,41 Sedang Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Tabel di atas, dapat diketahui kapasitas setiap kecamatan yang terpapar bahaya Kekeringan. Perhitungan data tersebut didasarkan pada hasil gabungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) dengan Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM). Secara keseluruhan Kabupaten Nunukan memiliki Indeks Kapasitas 0,41 dan masuk kelas kapasitas Sedang. Selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut. Kapasitas Kekeringan 0,70 0,60 2 050 = 8 040 o Gl X 0,30 [ 3 o0L 0 £ 0,10 0,00 . L > S S $ @ S S S & > $ S @ S oL Q,’D@ & & & & Q~& Q'O(\Q & ¢ & & Q;:?"’ & & \3@@ & &o *9& @& & WEL T T TGP FT STTS LSS E AN & Y& V& & & &S ¢ & &S@ @ & S K N & P & o A PN AN RS P WS & & F L F o A M —-Kgtamatan--~ & Gambar 3.62 Grafik Indeks Kapasitas Bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Kelas kapasitas ini diperoleh dari nilai rata-rata kapasitas seluruh desa/kelurahan dan kecamatan yang terpapar bahaya Kekeringan di Kabupaten Nunukan. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa perlunya peningkatan kapasitas daerah baik melalui masyarakat ataupun pemerintah sendiri untuk mengantisipasi kejadian bencana Kekeringan. 3.4.9 KAPASITAS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN Berdasarkan pengkajian kapasitas Kabupaten Nunukan dalam menghadapi bencana Kebakara hutan dan lahan (karhutla), maka diperoleh kelas kapasitas dalam menghadapi bencana karhutla di Kabupaten Nunukan. Hasil analisis kapasitas untuk tiap Kecamatan menghadapi bencana karhutla dapat dilihat pada Tabel 3.64. Tabel 3.64 Kapasitas Tiap Kecamatan Menghadapi Karhutla di Kabupaten Nunukan KD IKM Kebakaran Kapasitas Kecamatan IKD q Hutan dan Kebakaran Hutan Kelas leomas] Lahan dan Lahan 01 | Krayan 0,48 0,40 042 0,41 Sedang 02 | Krayan Barat 0,48 0,40 042 0,41 Sedang 03 | Krayan Selatan 0,48 0,40 0,35 0,37 Sedang 04 | Krayan Tengah 0,48 0,40 0,29 0,33 Sedang 05 | Krayan Timur 0,48 0,40 0,41 0,40 Sedang KD IKM Kebakaran Kapasitas Kecamatan IKD q Hutan dan Kebakaran Hutan Kelas Transformasi Lahan dan Lahan 06 | Lumbis 0,48 0,40 0,47 0,44 | Sedang 07 | Lumbis Hulu 0,48 0,40 0,56 0,49 Sedang 08 | Lumbis Ogong 0,48 0,40 0,42 0,41 Sedang 09 | Lumbis Pansiangan 0,48 0,40 0,50 0,46 Sedang 10 | Nunukan 0,48 0,40 0,42 0,41 Sedang 11 | Nunukan Selatan 0,48 0,40 0,77 0,62 Sedang 12 | Sebatik 0,48 0,40 0,47 0,44 | Sedang 13 | Sebatik Barat 0,48 0,40 0,49 045 | Sedang 14 | Sebatik Tengah 0,48 0,40 0,56 0,50 Sedang 15 | Sebatik Timur 0,48 0,40 0,26 0,32 | Rendah 16 | Sebatik Utara 0,48 0,40 0,54 0,48 Sedang 17 | Sebuku 0,48 0,40 0,45 043 | Sedang 18 | Sei Menggaris 0,48 0,40 0,60 0,52 Sedang 19 | Sembakung 0,48 0,40 0,61 0,53 Sedang 20 | Sembakung Atulai 0,48 0,40 0,53 047 Sedang 21 | Tulin Onsoi 0,48 0,40 0,46 043 Sedang Kabupaten Nunukan 0,48 0,40 0,45 0,43 Sedang Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Tabel di atas, dapat diketahui kapasitas setiap kecamatan yang terpapar bahaya karhutla. Perhitungan data tersebut didasarkan pada hasil gabungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) dengan Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM). Secara keseluruhan Kabupaten Nunukan memiliki Indeks Kapasitas 0,43 dan masuk kelas kapasitas Sedang. Selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut. Kapasitas Kebakaran Hutan dan Lahan 0,70 0,60 2 050 2 n g o040 < X 030 1] ] $ o020 £ 0,10 0,00 S & F S @Q\,,,o S I @ & o /\7}@SRch S & @\q’ %z & /\é@_‘\,Q\b & &60 & ® o & & V&"&V@% @&o‘*“"’”&a@&g«»\@s Ce e « v Ks%amatan SR & TS- - o Gambar 3.63 Grafik Indeks Kapasitas Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Kelas kapasitas ini diperoleh dari nilai rata-rata kapasitas seluruh desa/kelurahan dan kecamatan yang terpapar bahaya Kebakaran Hutan dan lahan di Kabupaten Nunukan. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa perlunya peningkatan kapasitas daerah baik melalui masyarakat ataupun pemerintah sendiri untuk mengantisipasi kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan. HAL. 51 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 3.5 KAJIAN RISIKO Kajian risiko merupakan penggabungan antara indeks/kelas bahaya, kelas kerentanan, dan kelas kapasitas. Hasil dari penggabungan ketiga indeks/kelas tersebut akan menunjukkan kelas risiko bencana di tiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan. Selengkapnya dapat dilihat sub-bab berikut ini. 3.5.1 RISIKO BANJIR Bencana banjir terjadi di seluruh Kecamatan di Kabupaten Nunukan dengan kelas bahaya Tinggi, kelas kerentanan Tinggi dan kelas kapasitas Sedang. Adapun tingkat risiko bencana banijir tiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan secara lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut. Tabel 3.65 Tingkat Risiko Bencana Banjir di Kabupaten Nunukan Potensi Risiko Banijir (Ha) Total Luas Rendah Sedang Tinggi (Ha) Kecamatan Kelas Potensi Risiko Banjir 80.000,00 70.000,00 60.000,00 50.000,00 40.000,00 30.000,00 20.000,00 10.000,00 0,00 Luas Risiko (Ha) Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 263.590,47 207.041,58 470.700,09 FSedang Krayan 2.179,53 785,43 - 2.964,96 02 | Krayan Barat 2.700,54 1.392,21 - 4.092,75 03 | Krayan Selatan 2.366,46 1.843,38 0,72 4.210,56 04 | Krayan Tengah 2.930,76 1.962,63 0,18 4.893,57 05 | Krayan Timur 4.153,50 3.712,05 0,54 7.866,09 06 | Lumbis 8.465,76 4.107,42 0,63 12.573,81 07 | Lumbis Hulu 1.045,08 897,57 - 1.942,65 08 | Lumbis Ogong 2.011,68 776,25 - 2.787,93 09 | Lumbis Pansiangan 1.006,38 412,11 - 1.418,49 10 | Nunukan 21.015,99 30.582,00 47,34 51.645,33 11 | Nunukan Selatan 6.098,76 4.603,95 0,09 10.702,80 12 | Sebatik 2.544,03 555,93 0,36 3.100,32 13 | Sebatik Barat 2.924,55 1.269,27 3,42 4.197,24 14 | Sebatik Tengah 621,00 201,42 0,18 822,60 15 | Sebatik Timur 1.655,91 619,38 0,81 2.276,10 16 | Sebatik Utara 885,42 288,36 6,57 1.180,35 17 | Sebuku 60.640,92 45.691,65 0,63 106.333,20 18 | Sei Menggaris 26.603,64 20.692,89 0,99 47.297,52 19 | Sembakung 70.837,65 65.980,71 3,15 136.821,51 20 | Sembakung Atulai 14.305,59 8.390,70 0,18 22.696,47 Tulin Onsoi 28.597,32 12.276,27 40.875,84 4, “% Berdasarkan Tabel 3.65 dan Gambar 3.64, dapat diketahui daerah-daerah di Kabupaten Nunukan yang berisiko terpapar bencana banjir umumnya didominasi kelas Rendah dan Sedang. Secara lebih rinci tidak ditemukan adanya kecamatan dengan kelas risiko Tinggi, sedangkan kelas Sedang terdapat di 9 Kecamatan dan kelas Rendah terdapat di 12 Kecamatan. Dari jumlah total 21 Kecamatan di Kabupaten Nunukan, seluruhnya berisiko terpapar banjir dengan total luas risiko bencana banjir sebesar 470.700,09 Ha. Dengan demikian, kelas risiko bencana banjir secara keseluruhan di Kabupaten Nunukan masuk pada kelas Sedang. V¥ _Kecamatan-- mRendah = Sedang =Tinggi Gambar 3.64 Grafik Luas Risiko Bencana Banijir di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 3.5.2RISIKO BANJIR BANDANG Bencana banjir bandang terjadi di 18 Kecamatan di Kabupaten Nunukan dengan kelas bahaya Tinggi, kelas kerentanan Tinggi dan kelas kapasitas Sedang. Adapun tingkat risiko bencana banjir bandang tiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan secara lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut. Tabel 3.66 Tingkat Risiko Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Nunukan Potensi Risiko Banjir Bandang (Ha) Total Luas Kecamatan Kelas Rendah Sedang Tinggi (Ha) 01 | Krayan 758,79 387,00 - 1.145,79 02 | Krayan Barat 172,71 115,20 - 287,91 03 | Krayan Selatan 1.865,88 1.064,34 - 2.930,22 04 | Krayan Tengah 3.838,77 2.536,29 - 6.375,06 05 | Krayan Timur 2.089,62 1.481,04 - 3.570,66 06 | Lumbis 1.411,65 38,34 - 1.449,99 07 | Lumbis Hulu 1.739,16 1.270,53 - 3.009,69 08 | Lumbis Ogong 5.477,49 4.503,15 - 9.980,64 09 | Lumbis Pansiangan 2.300,85 2.306,25 - 4.607,10 10 | Nunukan 237,15 36,27 - 273,42 11 | Nunukan Selatan 874,89 161,64 - 1.036,53 12 | Sebatik 260,10 39,87 - 299,97 13 | Sebatik Barat 390,78 156,96 - 547,74 14 | Sebatik Tengah 404,73 102,33 - 507,06 15 | Sebatik Timur 232,74 87,66 - 320,40 16 | Sebuku 2.259,18 999,27 3,15 3.261,60 Sembakung Atulai 410,49 14,49 - 424,98 Tulin Onsoi 4.104,72 1.921,23 6.025,95 Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 2882070 17.221,86 315 46.054,71 [ISeGANg HAL. 52 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Potensi Risiko Banjir Bandang 6.000,00 5.000,00 4.000,00 3.000,00 Luas Risiko (Ha) 2.000,00 1.000,00 0,00 --Kecamatan-- mRendah =Sedang =Tinggi Gambar 3.65 Grafik Luas Risiko Bencana Banjir Bandang di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Berdasarkan Tabel 3.66 dan Gambar 3.65, dapat diketahui daerah-daerah di Kabupaten Nunukan yang berisiko terpapar bencana banjir bandang umumnya didominasi kelas Rendah dan Sedang. Secara lebih rinci tidak ditemukan adanya kecamatan dengan kelas risiko Tinggi, sedangkan kelas Sedang terdapat di 3 Kecamatan dan kelas Rendah terdapat di 15 Kecamatan. Dari jumlah total 21 Kecamatan di Kabupaten Nunukan, terdapat 18 kecamatan yang memiliki daerah yang berisiko terpapar banjir bandang dengan total luas risiko bencana banjir bandang sebesar 46.054,71 Ha. Dengan demikian, kelas risiko bencana banjir bandang secara keseluruhan di Kabupaten Nunukan masuk pada kelas Sedang. 3.5.3 RISIKO TANAH LONGSOR Bencana tanah longsor memapar seluruh Kecamatan di Kabupaten Nunukan. Kelas risiko tanah longsor Kabupaten Nunukan ditentukan berdasarkan kelas bahaya Tinggi, kelas kerentanan Tinggi dan kelas kapasitas Sedang. Adapun secara keseluruhan kelas risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Nunukan adalah Sedang. Selengkapnya dilihat pada tabel dan grafik berikut. Tabel 3.67 Tingkat Risiko Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Nunukan Kecamatan Potensi Risiko Tanah Longsor (Ha) Rendah Sedang ‘ Tinggi Total Luas (Ha) Kelas Krayan 2.517,66 15.421,41 17.939,07 02 | Krayan Barat 8.212,86 21.790,62 -] 30.00348 03 | Krayan Selatan 14.985,99 49.278,87 -] 6426486 04 | Krayan Tengah 10.125,36 58.014,09 -] 6813945 05 | Krayan Timur 12.659,13 105.745,23 -| 118.404,36 06 | Lumbis 6.409,80 9.586,17 -| 1599597 07 | Lumbis Hulu 7.456 68 86.331,87 -| 9378855 08 | Lumbis Ogong 14.564,79 151.009,38 045| 165.574,62 09 | Lumbis Pansiangan 6.128,10 70.243,20 027| 7637157 10 | Nunukan 4.088,07 270,45 - 4.358,52 11| Nunukan Selatan 4.478,85 366,66 - 4.84551 Potensi Risiko Tanah Longsor (Ha) Total Luas Kecamatan Kelas Rendah Sedang Tinggi (Ha) 12 | Sebatik 1.806,57 0,27 - 1.806,84 13 | Sebatik Barat 2.699,37 2.267,10 0,18 4.966,65 14 | Sebatik Tengah 3.223,26 285,66 - 3.508,92 15 | Sebatik Timur 1.292,13 159,93 - 1.452,06 16 | Sebatik Utara 285,12 - - 285,12 17 | Sebuku 16.834,95 16.358,49 0,36 33.193,80 18 | Sei Menggaris 19.642,05 10.250,10 - 29.892,15 19 | Sembakung 96,75 414,81 - 511,56 Sembakung Atulai 984,06 203,31 - 1.187,37 Tulin Onsoi 37.374,21 90.414,72 0,18 127.789,11 Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 175.865,76 688.412,34 1,44 864.279,54 FSedang Potensi Risiko Tanah Longsor 160.000,00 140.000,00 120.000,00 100.000,00 80.000,00 60.000,00 40.000,00 20.000,00 0,00 - Luas Risiko (Ha) R N S P Y N N N S X S SN R R S S& & £ & & & &£ S R & § & © @ & F TSI LSS T « & S & VL ES A SN S & & & F S & @ @ R & & & & s © ¢ F « W & o e S e --Kecamatan-- mRendah = Sedang =Tinggi Gambar 3.66 Grafik Luas Risiko Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kelas risiko tanah longsor di tiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan berada pada kelas Rendah dan Sedang, dan lebih jelas tersaji pada Gambar 3.66. Secara lebih rinci tidak ditemukan adanya kecamatan dengan kelas risiko Tinggi, sedangkan kelas Sedang terdapat di 14 Kecamatan dan kelas Rendah terdapat di 7 Kecamatan. Dari jumlah total 21 Kecamatan di Kabupaten Nunukan, seluruhnya berisiko terpapar bencana tanah longsor dengan total luas risiko bencana tanah longsor sebesar 864.279,54 Ha. Dengan demikian, kelas risiko bencana tanah longsor secara keseluruhan di Kabupaten Nunukan adalah berada pada kelas Sedang. 3.5.4 RISIKO CUACA EKSTRIM Bencana cuaca ekstrim atau yang dalam kajian ini ialah angin puting beliung berisiko terjadi di seluruh Kecamatan di Kabupaten Nunukan. Kelas risiko cuaca ekstrim Kabupaten Nunukan ditentukan berdasarkan kelas bahaya Tinggi, kelas kerentanan Tinggi dan kelas kapasitas Sedang. Adapun tingkat risiko secara lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut. HAL. 53 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Tabel 3.68 Tingkat Risiko Bencana Cuaca Ekstrim di Kabupaten Nunukan Potensi Risiko Cuaca Ekstrim (Ha) Total Luas Kecamatan Kelas Rendah Sedang Tinggi (Ha) 01 | Krayan 2.330,64 1.003,05 3.333,69 02 | Krayan Barat 6.268,77 1.613,88 - 7.882,65 03 | Krayan Selatan 4.000,86 1.169,01 - 5.169,87 04 | Krayan Tengah 3.242,97 1.994,40 - 5.237,37 05 | Krayan Timur 7.710,21 653,49 - 8.363,70 06 | Lumbis 9.730,35 6.698,70 - 16.429,05 07 | Lumbis Ogong 416,70 32,40 - 449,10 08 | Nunukan 52.353,90 4.254,39 - 56.608,29 09 | Nunukan Selatan 14.348,88 618,03 - 14.966,91 10 | Sebatik 3.971,97 275,49 - 4.247 46 11 | Sebatik Barat 3.584,25 1.474,56 - 5.058,81 12 | Sebatik Tengah 996,48 347,94 - 1.344,42 13 | Sebatik Timur 2.925,09 306,18 - 3.231,27 14 | Sebatik Utara 1.001,16 441,72 - 1.442,88 15 | Sebuku 72.390,15 49.687,02 - | 122.077,17 16 | Sei Menggaris 53.386,65 12.595,32 - 65.981,97 17 | Sembakung 116.353,89 24.543,27 - | 140.897,16 Sembakung Atulai 11.280,33 13.881,06 - 25.161,39 Tulin Onsoi 16.231,68 29.859,03 46.090,71 Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 382.524,93 151.448,94 533.973,87 FSedang Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kelas risiko cuaca ekstrim di tiap Kecamatan berada pada kelas Rendah dan Sedang, dan lebih jelasnya tersaji pada Gambar 3.67. Secara lebih rinci tidak ditemukan adanya kecamatan dengan kelas risiko Tinggi, sedangkan kelas Sedang terdapat di 10 Kecamatan dan kelas Rendah di 11 Kecamatan. Dari jumlah total 21 Kecamatan di Kabupaten Nunukan seluruhnya berisiko terpapar cuaca ekstrim dengan total luas risiko bencana cuaca ekstrim sebesar 533.973,87 Ha. Dengan demikian, kelas risiko bencana cuaca ekstrim secara keseluruhan di Kabupaten Nunukan masuk pada kelas Sedang. Potensi Risiko Cuaca Ekstrim 140.000,00 + 120.000,00 < o 100.000,00 =< @ 80.000,00 "4 § 60.000,00 = 40.000,00 20.000,00 0,00 | r—— . P § S F S F L E SN P PSSPS « {%\\QP (\eo\"\ &00"? & R 3 e@‘* Q@a\@\ o »,*\&m *,\QQQ 1&\:\\ s@‘ s &(&“ s"&\‘ §°’® \}\(\o“ & & & & & R < --Kecamatan-- ®Rendah = Sedang ®Tinggi Gambar 3.67 Grafik Luas Risiko Bencana Cuaca Ekstrim di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 3.5.5 RISIKO GELOMBANG EKSTRIM DAN ABRASI Bencana Gelombang Ekstrim dan Abrasi (GEA) memapar 9 Kecamatan di Kabupaten Nunukan. Kelas risiko gelombang ekstrim dan abrasi Kabupaten Nunukan ditentukan berdasarkan kelas bahaya Tinggi, kelas kerentanan Rendah dan kelas kapasitas Rendah. Adapun tingkat risiko secara lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.69 Tingkat Risiko Bencana Gelombang Ekstrim dan Abrasi di Kabupaten Nunukan Potensi Risiko Gelombang Ekstrim dan ‘ Total Luas Kecamatan Abrasi (Ha) (Ha) Kelas Rendah Sedang ‘ Tinggi Nunukan 2.364,93 2.516,58 Nunukan Selatan 930,87 1.141,65 03 | Sebatik 169,11 149,49 - 318,60 04 | Sebatik Barat 15,57 430,02 0,18 445,77 05 | Sebatik Timur 9,54 82,17 17,64 109,35 06 | Sebatik Utara 342 49,68 1,53 54,63 07 | Sebuku 0,99 182,52 - 183,51 Sei Menggaris 1.087,29 1.095,30 Sembakung 2.388,24 2.445,30 Kabupaten Nunukan 8.310,69 Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Berdasarkan Tabel 3.69, menunjukkan bahwa kelas risiko gelombang ekstrim dan abrasi di tiap Kecamatan yang memiliki kawasan pesisir Kabupaten Nunukan berada pada kelas Sedng-Tinggi, dan lebih jelasnya tersaji pada Gambar 3.68. Secara lebih rinci, kecamatan dengan kelas risiko Tinggi terdapat di 2 Kecamatan, kelas Sedang terdapat di 7 Kecamatan, dan tidak ditemukan adanya kecamatan dengan kelas risiko Rendah. Dari jumlah total 21 Kecamatan di Kabupaten Nunukan, terdapat 9 kecamatan yang memiliki daerah yang berisiko terpapar bencana gelombang ekstrim dan abrasi (GEA) sebesar 8.310,69 Ha. Dengan demikian, kelas risiko bencana gelombang ekstrim dan abrasi secara keseluruhan di Kabupaten Nunukan masuk pada kelas Tinggi. Potensi Risiko Gelombang Ekstrim dan Abrasi 3.000,00 i 2.500,00 2 G 200000 © & 150000 3 -t 1.000,00 500,00 0.00 - I - | : Nunukan Nunukan Sebatik Sebatik Barat ~ Sebatik Timur ~ Sebatik Utara Sebuku SeiMenggaris ~ Sembakung Selatan --Kecamatan-- ®Rendah = Sedang ®Tinggi Gambar 3.68 Grafik Luas Risiko Bencana Gelombang Ekstrim dan Abrasi di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 HAL. 54 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 3.5.6 RISIKO GEMPABUMI Bencana gempabumi berisiko terjadi di seluruh Kecamatan di Kabupaten Nunukan. Kelas risiko gempabumi Kabupaten Nunukan ditentukan berdasarkan kelas bahaya Rendah, kelas kerentanan Tinggi dan kelas kapasitas Sedang. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.70 Tingkat Risiko Bencana Gempabumi di Kabupaten Nunukan Potensi Risiko Gempabumi 180.000,00 160.000,00 140.000,00 120.000,00 Potensi Risiko Gempabumi (Ha) Total Luas Kecamatan Kelas Rendah Sedang Tinggi (Ha) 01 | Krayan 20.015,37 - - 20.015,37 02 | Krayan Barat 33.610,70 - - 33.610,70 03 | Krayan Selatan 66.668,26 - - 66.668,26 04 | Krayan Tengah 70.936,98 - - 70.936,98 05 | Krayan Timur 121.815,19 - -| 121.815,19 06 | Lumbis 28.708,52 - - 28.708,52 07 | Lumbis Hulu 94.072,27 - - 94.072,27 08 | Lumbis Ogong 167.671,58 - -| 167.671,58 09 | Lumbis Pansiangan 76.500,97 - - 76.500,97 10 | Nunukan 58.496,87 - - 58.496,87 11 | Nunukan Selatan 18.433,40 - - 18.433,40 12 | Sebatik 5.063,85 - - 5.063,85 13 | Sebatik Barat 9.261,85 - - 9.261,85 14 | Sebatik Tengah 4.808,97 - - 4.808,97 15 | Sebatik Timur 3.925,52 - - 3.925,52 16 | Sebatik Utara 1.550,14 - - 1.550,14 17 | Sebuku 150.480,96 - -| 150.480,96 18 | Sei Menggaris 88.520,40 - - 88.520,40 19 | Sembakung 141.315,14 - - | 141.31514 Sembakung Atulai 25.489,62 - - 25.489,62 Tulin Onsoi 170.007 44 170.007,44 100.000,00 80.000,00 60.000,00 40.000,00 20.000,00 0,00 Luas Risiko (Ha) V¥ _Kecamatan-- mRendah = Sedang =Tinggi Gambar 3.69 Grafik Luas Risiko Bencana Gempabumi di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 3.5.7 RISIKO TSUNAMI Bencana tsunami berpotensi terjadi di seluruh Kecamatan yang berada di pesisir di Kabupaten Nunukan. Kelas risiko tsunami Kabupaten Nunukan ditentukan berdasarkan kelas bahaya Sedang, kelas kerentanan Rendah dan kelas kapasitas Rendah. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut. Tabel 3.71 Tingkat Risiko Bencana Tsunami di Kabupaten Nunukan Kecamatan Potensi Risiko Tsunami (Ha) Total Luas (Ha) Kelas Kabupaten Nunukan 1.357.354,00 1.357.354,00 | Rendah Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Berdasarkan Tabel 3.70, menunjukkan bahwa kelas risiko gempabumi di tiap Kecamatan hanya berada pada kelas Rendah, dan lebih jelasnya tersaji pada Gambar 3.69. Secara lebih rinci tidak ditemukan adanya kecamatan dengan kelas risiko Tinggi dan Sedang, dan kelas Rendah terdapat di 21 Kecamatan. Dari jumlah total 21 Kecamatan di Kabupaten Nunukan, seluruhnya berisiko terpapar gempabumi dengan total luas risiko bencana gempabumi sebesar 1.357.354,00 Ha. Dengan demikian, kelas risiko bencana gempabumi secara keseluruhan di Kabupaten Nunukan masuk pada kelas Rendah. Kabupaten Nunukan Rendah Sedang Tinggi ‘ 01 | Nunukan 800,19 822,69 02 | Nunukan Selatan 415,44 - - 415,44 03 | Sebatik Barat 100,44 - - 100,44 04 | Sebatik Timur 13,23 - - 13,23 05 | Sebatik Utara 12,87 - - 12,87 Sei Menggaris 689,04 720,36 Sembakung 3.223,62 3.303,45 5.388,48 Sedang Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kelas risiko tsunami di tiap Kecamatan yang berada pada bagian pesisir Kabupaten Nunukan masuk pada kelas Sedang dan Rendah, dan lebih jelasnya tersaji pada Gambar 3.70. Secara lebih rinci tidak ditemukan adanya kecamatan dengan kelas risiko Tinggi, kelas Sedang terdapat di 1 kecamatan dan kelas Rendah di 6 kecamatan yang berisiko mengalami tsunami di Kabupaten Nunukan. Dari jumlah total 21 Kecamatan di Kabupaten Nunukan terdapat 7 Kecamatan yang berpotensi terpapar tsunami dengan total luas risiko bencana tsunami sebesar 5.388,48 Ha. Dengan demikian, kelas risiko bencana tsunami secara keseluruhan di Kabupaten Nunukan masuk pada kelas Sedang. HAL. 55 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Luas Risiko (Ha) 5.000,00 Potensi Risiko Tsunami 4.500,00 4.000,00 3.500,00 3.000,00 2.500,00 2.000,00 1.500,00 1.000,00 500,00 0,00 . Nunukan Nunukan Selatan Sebatik Barat Sebatik Timur --Kecamatan-- mRendah =Sedang =Tinggi Sebatik Utara SeiMenggaris Sembakung Gambar 3.70 Grafik Luas Risiko Bencana Tsunami di Kabupaten Nunukan 3.5.8 RISIKO KEKERINGAN Bencana kekeringan berpotensi terjadi di seluruh Kecamatan yang berada di Kabupaten Nunukan. Kelas risiko tsunami Kabupaten Nunukan ditentukan berdasarkan kelas bahaya Tinggi, kelas kerentanan Tinggi dan kelas kapasitas Sedang. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut. Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Tabel 3.72 Tingkat Risiko Bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan Kecamatan Rendah Sedang Potensi Risiko Kekeringan (Ha) Total Luas (Ha) Kelas Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Kabupaten Nunukan 292.469,05 01 | Krayan 1.525,93 18.489,44 20.015,37 02 | Krayan Barat 539,70 33.071,00 33.610,70 03 | Krayan Selatan 185,75 66.482,51 66.668,26 04 | Krayan Tengah 295,25 70.641,73 70.936,98 05 | Krayan Timur 942,19 120.873,00 121.815,19 06 | Lumbis 5.859,04 22.849,47 28.708,52 07 | Lumbis Hulu 219,59 93.852,68 94.072,27 08 | Lumbis Ogong 2.049,34 165.622,24 167.671,58 09 | Lumbis Pansiangan 359,23 76.141,74 76.500,97 10 | Nunukan 46.814,61 11.682,26 58.496,87 11 | Nunukan Selatan 7.627,00 10.806,40 18.433,40 12 | Sebatik 437,16 4.626,69 5.063,85 13 | Sebatik Barat 1.101,37 8.160,48 9.261,85 14 | Sebatik Tengah 478,01 4.330,96 4.808,97 15 | Sebatik Timur 462,13 3.463,39 3.925,52 16 | Sebatik Utara 334,88 1.215,26 1.550,14 17 | Sebuku 68.929,00 81.551,96 150.480,96 18 | Sei Menggaris 26.866,98 61.653,42 88.520,40 19 | Sembakung 114.014,17 27.300,98 141.315,14 Sembakung Atulai 10.274,36 15.215,26 25.489,62 Tulin Onsoi 3.153,36 166.854,08 170.00744 1.064.884,95 1.357.354,00 Sedang Berdasarkan Tabel 3.72, menunjukkan bahwa kelas risiko kekeringan di tiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan masuk pada kelas Sedang, dan lebih jelasnya tersaji pada Gambar 3.71. Secara lebih rinci tidak ditemukan adanya kecamatan dengan kelas risiko Tinggi, kelas Sedang terdapat di 20 Kecamatan dan kelas Rendah hanya terdapat di 1 Kecamatan yang berisiko mengalami kekeringan di Kabupaten Nunukan. Dari jumlah total 21 Kecamatan, seluruhnya berisiko terpapar gempabumi dengan total luas risiko bencana kekeringan sebesar 1.357.354,00 Ha. Dengan demikian, kelas risiko bencana kekeringan secara keseluruhan di Kabupaten Nunukan masuk pada kelas risiko Sedang. Potensi Risiko Kekeringan 180.000,00 160.000,00 140.000,00 120.000,00 100.000,00 80.000,00 60.000,00 40.000,00 20.000,00 0,00 Luas Risiko (Ha) mRendah = Sedang =Tinggi Gambar 3.71 Grafik Luas Risiko Bencana Kekeringan di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 3.5.9 RISIKO KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN Bencana kebakaran hutan dan lahan berpotensi terjadi di seluruh Kecamatan yang berada di Kabupaten Nunukan. Kelas risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nunukan ditentukan berdasarkan kelas bahaya Tinggi, kelas kerentanan Tinggi dan kelas kapasitas Sedang. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut. Tabel 3.73 Tingkat Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Nunukan Potensi Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Ha) Total Luas (Ha) KelasKecamatan Rendah Sedang Tinggi Krayan 828,72 7.162,11 7.990,83 02 | Krayan Barat 97,02 12.424,41 - 12.521,43 03 | Krayan Selatan 862,20 6.864,03 - 7.726,23 04 | Krayan Tengah 56,88 4.847,04 - 4.903,92 05 | Krayan Timur 1.085,31 24.190,92 - 25.276,23 06 | Lumbis 51,84 27.926,73 - 27.978,57 07 | Lumbis Hulu 37,80 15.087,24 - 15.125,04 08 | Lumbis Ogong 168,93 104.656,14 77,49 104.902,56 09 | Lumbis Pansiangan 60,39 44.062,92 - 44.123,31 10 | Nunukan 124,83 25.037,46 0,36 25.162,65 11 | Nunukan Selatan 141,66 12.258,99 - 12.400,65 12 | Sebatik 45,54 4.459,14 50,49 4.555,17 13 | Sebatik Barat 69,66 6.113,52 214,11 6.397,29 HAL. 56 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Potensi Risiko Kebakaran Hutan dan Kecamatan Lahan (Ha) Tot(al-:al.)uas Kelas Rendah Sedang Tinggi 14 | Sebatik Tengah 60,66 3.947,40 1,35 4.009,41 15 | Sebatik Timur 36,36 2.565,81 855,45 3.457,62 16 | Sebatik Utara 24,48 1.185,03 0,45 1.209,96 17 | Sebuku 220,59 130.879,89 - 131.100,48 18 | Sei Menggaris 189,00 7242372 - 7261272 19 | Sembakung 114,93 117.266,58 - 117.381,51 Sembakung Atulai Tulin Onsoi 24.738,84 24.770,34 163.706,67 164.086,74 811.804,59 817.692,66 FSedangKabupaten Nunukan Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Berdasarkan Tabel 3.73, menunjukkan bahwa kelas risiko kebakaran hutan dan lahan di seluruh Kecamatan di Kabupaten Nunukan masuk pada kelas Sedang, dan lebih jelasnya tersaji pada Gambar 3.72. Secara lebih rinci tidak ditemukan adanya kecamatan dengan kelas risiko Tinggi dan Rendah, sedangkan kelas Sedang terdapat di 21 Kecamatan. Dari jumlah total 21 Kecamatan di Kabupaten Nunukan, seluruhnya berisiko terpapar kebakaran hutan dan lahan dengan total luas risiko bencana kebakaran hutan dan lahan sebesar 817.692,66 Ha. Dengan demikian, kelas risiko bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara keseluruhan di Kabupaten Nunukan masuk pada kelas Sedang. Potensi Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan 180.000,00 160.000,00 140.000,00 120.000,00 100.000,00 80.000,00 60.000,00 40.000,00 20.000,00 0,00 Luas Risiko (Ha) mRendah = Sedang ®Tinggi Gambar 3.72 Grafik Luas Risiko Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 3.6 REKAPITULASI KAJIAN RISIKO 3.6.1 REKAPITULASI BAHAYA Berdasarkan uraian kajian bahaya sebagaimana telah dibahas pada sub bab sebelumnya, hasil rekapitulasi potensi seluruh bahaya di Kabupaten Nunukan ditunjukkan dengan tingkat/kelas bahaya yang diperoleh berdasarkan nilai indeks bahaya yang dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.74 Rekapitulasi Bahaya di Kabupaten Nunukan Jenis Bencana Luas Bahaya (Ha) ctalibuas Kelas Rendah Sedang Tinggi (Ha) 01 | Banjir 212.277,87 | 127.434,42 | 131.033,34 470.745,63 | Tinggi 02 | Banjir Bandang 25.785,81 10.719,27 9.558,99 46.064,07 | Tinggi 03 | Tanah Longsor 147.651,93 | 282.520,71 | 434.336,94 864.509,58 | Tinggi 04 | Cuaca Ekstrim 152,46 | 210.659,31 | 323.209,98 534.021,75 | Tinggi 05 | Gelombang Ekstrim dan Abrasi - 7.102,71 1.353,24 8.455,95 | Tinggi 06 | Gempabumi 1.354.787,94 2.566,06 - | 1.357.354,00 | Rendah 07 | Tsunami 4.509,72 901,80 - 5.411,52 | Sedang 08 | Kekeringan - 1.308.942,77 | 48.411,23 | 1.357.354,00 | Tinggi 09 | Kebakaran Hutan dan Lahan 106.690,95 | 476.639,19 | 234.381,42 817.711,56 | Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Tabel di atas memperlihatkan nilai indeks masing-masing bencana. Nilai indeks tersebut menentukan tingkat bahaya melalui pengelompokkan kelas bahaya Rendah, Sedang, dan Tinggi. Bencana yang termasuk tingkat bahaya Rendah di Kabupaten Nunukan adalah bencana Banjir Bandang, Gempabumi, dan Tsunami, dan tingkat bahaya Sedang diantaranya adalah bencana Banjir, Gelombang Ekstrim dan Abrasi, Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan. Sementara tingkat bahaya Tinggi diantaranya adalah bencana Tanah Longsor dan Cuaca Ekstrim. 3.6.2 REKAPITULASI KERENTANAN Berdasarkan uraian kajian kerentanan di atas, hasil rekapitulasi seluruh potensi kerentanan per jenis bahaya di Kabupaten Nunukan ditunjukkan dengan tingkat/kelas kerentanan yang diperoleh berdasarkan nilai indeks komponen kerentanan yaitu penduduk terpapar, kerugian fisik dan ekonomi, dan kerusakan lingkungan. Rekapitulasi dari komponen kerentanan tersebut dapat dilihat pada tabel-tabel berikut. Tabel 3.75 Rekapitulasi Potensi Penduduk Terpapar dan Kelompok Rentan di Kabupaten Nunukan Jumlah Kelompok Rentan (Jiwa) Jenis Bencana Penduduk Kelompok Penduduk Penduduk Kelas Terpapar (Jiwa) ymurRentan Miskin Disabilitas 01 | Banjir 144.560 17.145 54.681 402 | Tinggi 02 | Banjir Bandang 13.692 1.705 7.851 37 | Tinggi 03 | Tanah Longsor 27.037 3.396 12.255 85 | Tinggi 04 | Cuaca Ekstrim 203.765 23.647 72.902 536 | Tinggi 05 | Gelombang Ekstrim dan Abrasi 22.664 2.633 7.521 55 | Rendah 06 | Gempabumi 217.923 25.382 81.362 592 | Tinggi 07 | Tsunami 2873 297 963 6 | Rendah 08 | Kekeringan 217.923 25.382 81.362 592 | Tinggi 09 | Kebakaran Hutan dan Lahan - - - - - Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 HAL. 57 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Rekapitulasi potensi penduduk terpapar dan kelompok rentan untuk semua jenis bahaya berada pada kelas Rendah untuk bencana Banijir Bandang, Gelombang Ekstrim dan Abrasi, dan Tsunami sedangkan kelas sedang tidak ada dan kelas Tinggi untuk bencana Banjir, Tanah Longsor, Cuaca Ekstrim, Gempabumi dan Kekeringan. Tabel 3.76 Rekapitulasi Potensi Kerugian Fisik, Kerugian Ekonomi, dan Potensi Kerusakan Lingkungan di Kabupaten Nunukan q q Kerusakan Kerugian (Juta Rupiah) Lingkungan (Ha) Jenis Bencana . . Kerugian Kerugian Total Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian 01 | Banjir 856.242,54 | 452.241,51 | 1.308.484,05 | Tinggi | 258.435,54 | Tinggi 02 | Banijir Bandang 78.437,91 93.709,13 | 172.147,04 | Tinggi 20.278,26 | Tinggi 03 | Tanah Longsor 274.421,99 | 4.128.573,99 | 4.402.995,98 | Tinggi | 716.808,33 | Tinggi 04 | Cuaca Ekstrim 1.923.166,18 | 1.179.422,79 | 3.102.588,97 | Tinggi - - 05 | Gelombang Ekstrim dan 13026357 | 8.91167 | 13917524 | Tinggi| 8.319,60 | Tinggi 06 | Gempabumi 787,50 5.922,34 6.709,84 | Tinggi - - 07 | Tsunami 2.105,66 2.467,97 4.573,63 | Tinggi 888,84 | Tinggi 08 | Kekeringan 4.011.071,04 | 4.011.071,04 | Tinggi |1.354.631,31 | Tinggi Kebakaran Hutan dan Lahan 09 2.267.903,74 | 2.267.903,74 | Tinggi | 711.008,01 | Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Berdasarkan Tabel 3.76, dapat diketahui bahwa semua jenis bencana memiliki kelas kerugian dan kerusakan lingkungan pada kelas Tinggi. Untuk mengetahui kelas kerentanan bencana di Kabupaten Nunukan, maka dapat ditelaah melalui kelas penduduk terpapar, kelas kerugian, dan kelas kerusakan lingkungan. Secara detil dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.77 Kelas Kerentanan Bencana di Kabupaten Nunukan Jeni Kelas Penduduk Kelas Kelas Kerusakan Kelas Tl [BamsEne Tery Kerugian Lingkungan Kerentananpapar g gkung 01 | Banjir Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi 02 | Banjir Bandang Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 03 | Tanah Longsor Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 04 | Cuaca Ekstrim Tinggi Tinggi - Sedang 05 | Gelombang Ekstrim dan Abrasi Rendah Tinggi Tinggi Tinggi 06 | Gempabumi Tinggi Tinggi - Rendah 07 | Tsunami Rendah Tinggi Tinggi Tinggi 08 | Kekeringan Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 09 | Kebakaran Hutan dan Lahan - Tinggi Tinggi Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa kelas kerentanan bencana di Kabupaten Nunukan terbagi menjadi kelas kerentanan Rendah, Sedang dan Tinggi. Dari 9 potensi bencana yang terjadi di Kabupaten Nunukan, terdapat empat potensi bencana di antaranya memiliki kelas kerentanan Tinggi. Potensi bencana yang dimaksud adalah bencana Banijir, Gelombang Ekstrim dan Abrasi, Tsunami, dan Kebakaran hutan dan lahan. Selebihnya terdapat dua potensi bencana yang termasuk dalam kelas kerentanan Sedang yaitu Tanah Longsor, Banjir Bandang dan Cuaca Ekstrim. Adapun yang termasuk dalam kelas kerentanan Rendah yaitu Gempabumi, dan Kekeringan. 3.6.3 REKAPITULASI KAPASITAS Hasil kajian menunjukkan bahwa kelas bencana di Kabupaten Nunukan didominasi pada kelas kapasitas Sedang. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.78 Kelas Kapasitas Bencana di Kabupaten Nunukan Jenis Bencana IKD Trangf(t?rmasi IKM Klanpdaesli(tsas Kelas 01 | Banjir 0.48 0,40 0,44 0,42 | Sedang 02 | Banijir Bandang 0,48 0,40 0,32 0,35 | Sedang 03 | Tanah Longsor 0,48 0,40 042 0,41 | Sedang 04 | Cuaca Ekstrim 0,48 0,40 0,41 0,40 | Sedang 05 | Gelombang Ekstrim dan Abrasi 0,48 0,40 0,25 0,31 | Rendah 06 | Gempabumi 0,48 0,40 0,36 0,38 | Sedang 07 | Tsunami 0,48 0,40 0,23 0,30 | Rendah 08 | Kekeringan 0,48 0,40 043 0,41 | Sedang 09 | Kebakaran Hutan dan Lahan 0,48 0,40 0,45 0,43 | Sedang Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 3.6.4 REKAPITULASI RISIKO Tingkat risiko bencana Kabupaten Nunukan dianalisis berdasarkan pada Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 02 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana dan Modul Teknis Penyusunan KRB BNPB 2019. Analisis dalam kajian risiko bencana meliputi analisis potensi bahaya, kerentanan, kapasitas daerah, hingga mengarahkan pada kesimpulan tingkat risiko bencana di Kabupaten Nunukan. Kajian risiko bencana dapat pula digunakan untuk mengetahui mekanisme perlindungan dan strategi dalam menghadapi bencana. Keseluruhan analisis pada rangkaian kajian risiko bencana juga digunakan dalam penyusunan rencana tindak tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi. Hasil pengkajian tingkat risiko bencana di Kabupaten Nunukan dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.79 Rekapitulasi Tingkat Risiko Bencana di Kabupaten Nunukan LuasRisiko(Ha) TotalLuas Jenis Bencana Kelas Rendah Sedang Tinggi (Ha) 01 | Banjir 263.590,47 | 207.041,58 68,04 470.700,09 02 | Banjir Bandang 28.829,70 17.221,86 3,15 46.054,71 03 | Tanah Longsor 175.865,76 | 688.412,34 1,44 864.279,54 04 | Cuaca Ekstrim 382.524,93 | 151.448,94 - 533.973,87 05 | Gelombang Ekstrim dan Abrasi 569,61 7.665,21 75,87 8.310,69 06 | Gempabumi 1.357.354,00 - - 1.357.354,00 07 | Tsunami 5.254,83 133,65 - 5.388,48 08 | Kekeringan 292.469,05 | 1.064.884,95 - 1.357.354,00 09 | Kebakaran Hutan dan Lahan 453897 | 811.804,59 1.349,10 817.692,66 Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Tingkat risiko setiap bencana di Kabupaten Nunukan berdasarkan tabel di atas menunjukkan tingkat risiko Rendah, Sedang, dan Tinggi. Jenis bencana yang termasuk memiliki tingkat risiko Rendah yaitu bencana Gempabumi, untuk tingkat risiko Sedang yaitu pada bencana Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, Cuaca Ekstrim, Tsunami, Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan. Sementara yang termasuk memiliki tingkat risiko Tinggi yaitu bencana Gelombang Eksrim dan Abrasi. HAL. 58 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 S /ARRISIKOIMUTIBALEYA Potensi Bahaya Multibahaya 3.7.1 MULTIBAHAYA 140.000,00 Hasil analisis luas multibahaya dilakukan dengan menggabungkan beberapa potensi bencana yang mengancam & 120.000,00 suatu wilayah. Penggabungan dilakukan dengan mempertimbangkan nilai maksimum dari setiap bencana yang T::' 100.000,00 terjadi sehingga gambaran bencana yang tampak pada analisis multibahaya adalah bencana yang memberikan z pengaruh terbesar terhadap suatu wilayah. Analisis multibahaya juga dilakukan perhitungan pada luas multibahaya, 5 8000000 kerentanan, kapasitas dan risiko multibahaya. Hasil perhitungan nilai potensi luas bahaya tersaji pada Tabel 3.80. E 60.000,00 3 Tabel 3.80 Potensi Luas Multibahaya per Kecamatan di Kabupaten Nunukan = 40.000,00 Potensi Multibahaya (Ha) Total Luas 20.000,00 Kecamatan Kelas Rendah Sedang Tinggi (Ha) 00 D N S R T T N S R S S R N - ST R P I P A SN . S T I NS g, 01 | Krayan 1378 8.99405 | 11.007.54 20.015,37 | Tinggi €t & & Ve K S E S 0$®@¢&DQ R N N q, 02 | Krayan Barat 1387| 20007,30 | 1349953 33.610,70 | Sedang A Yo TH S S A 3 03 | Krayan Selatan 36,67 30.194,29 36.437,30 66.668,26 | Tinggi -—-Kecamatan-- 04 | Krayan Tengah 57,74 14.038,59 56.840,65 70.936,98 | Tinggi ®"Rendah = Sedang ®Tinggi 05 | Krayan Timur 52,51 44.242,07 77.520,60 121.815,19 | Tinggi 06 | Lumbis 2,70 15.459,86 13.245,96 28.708,52 | Sedang Gambar 3.73 Grafik Potensi Multibahaya di Kabupaten Nunukan 07 | Lumbis Hulu 47,30 29.710,75 64.314,22 94.072,27 | Tinggi Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 08 | Lumbis Ogong 32,24 68.102,68 99.536,65 167.671,58 | Tinggi 09 | Lumbis Pansiangan 37,03 2773053 | 4873341 76.500,97 | Tinggi 3.7.2KERENTANAN MULTIBAHAYA 10 | Nunukan - 7.948,49 50.548,38 58.496,87 | Tinggi Kajian kerentanan multibahaya dilakukan untuk mengetahui potensi penduduk terpapar dan potensi kerugian di 11| Nunukan Selatan - 5.858,29 12.575,11 18.433,40 | Tinggi Kabupaten Nunukan. Kajian tersebut dikelompokkan berdasarkan kelas penduduk terpapar dan kelas kerugian, dan 12 | Sebatik - 397,33 4.666,52 5.063,85 | Tinggi kelas kerusakan lingkungan. Rekapitulasi potensi penduduk terpapar dan potensi kerugian yang ditimbulkan akibat 13 | Sebatik Barat - 2.709,40 6.552,45 9.261,85 | Tinggi multibahaya di Kabupaten Nunukan dapat dilihat pada beberapa tabel berikut. i Sebat?k T_engah - 82547 3.983,50 4.808,97 T?ngg? Tabel 3.81 Potensi Penduduk Terpapar Kerentanan Multibahaya di Kabupaten Nunukan 15 | Sebatik Timur - 301,97 3.623,55 3.925,52 | Tinggi 16 | Sebatik Utara - 215,65 1.334,49 1.550,14 | Tinggi Jumlah Kelompok Rentan (Jiwa) 17 [Sebuu -| 2274023] 127.74073] 15048096 | Tinggi Kecamatan Penduduk Kelompok Penduduk Penduduk 18 | Sei Menggaris 45,49 20.891,84 | 67.583,08 88.520,40 | Tinggi Terpapar (Jiwa) yyrRentan Miskin Disabilitas 19 | Sembakung i 4,77 9.421,32 131.889,05 141.315,14 T!ngg! 01| Krayan 3547 583 1659 15 Tinggi 20 Ser_nbakun_g Atulai - 6.425,11 19.064,51 25.489,62 | Tinggi 02 | Krayan Barat 3.028 481 1657 5 Tinggi 21 | Tulin Onsoi 54,85 99.156,10 70.796,49 170.007,44 | Sedang 03 | Krayan Selatan 1452 218 960 3 Tinggi Kabupaten Nunukan 398,96 435.461,33 921.493,71 1.357.354,00 Tinggi 04 | Krayan Tengah 1.063 149 691 15 Tinggi . p . 05 | Krayan Timur 1.558 281 795 1 Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 06 | Lumbis 5.735 857 2210 29 Tinggi Rekapitulasi data yang ditunjukkan pada Tabel 3.80 menunjukkan luasan multibahaya yang mungkin terjadi. Secara 07 | Lumbis Hulu 810 123 541 1] Tinggi total luas multibahaya Kabupaten Nunukan 1.357.354,00 Ha dan termasuk kategori Tinggi. Untuk kelas multibahaya 08 | Lumbis Ogong 2.989 381 2.590 3| Tinggi Kabupaten Nunukan tediri atas kelas Rendah dengan total luas 398,96 Ha, kelas Sedang 435.461,33 Ha dan kelas 09 | Lumbis Pansiangan 1514 206 1.156 - | Tinggi Tinggi sebesar 921.493,71 Ha. Hasil menunjukkan Kecamatan Sembakung memiliki total luasan tertinggi pada kelas 10 | Nunukan 72.925 7.272 21.502 105 | Sedang Tinggi sehingga menjadi daerah dengan pengaruh bencana terbesar dengan luas mencapai 131.889,05 Ha. Secara 11 | Nunukan Selatan 25.547 2.985 8.869 70 | Tinggi ringkas grafik perbandingan luas bahaya dijelaskan pada Gambar 3.73. 12 | Sebatik 7.364 1.008 2.902 31 Tinggi 13 | Sebatik Barat 12.888 1.603 4.286 26 Tinggi 14 | Sebatik Tengah 8.725 986 2.090 29 | Sedang 15 | Sebatik Timur 8.836 1.131 2.692 45 Tinggi 16 | Sebatik Utara 9.024 1.106 2.039 24 | Sedang 17 | Sebuku 16.733 1.970 6.253 80 Tinggi 18 | Sei Menggaris 6.569 779 2.501 32 Tinggi HAL. 59 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Kelompok Rentan (Jiwa) Jumlah eliEtEy T Pe"dUdj.k Kelompok Penduduk | Penduduk e () Umur Rentan Miskin Disabilitas 19 | Sembakung 15.133 1.811 7.242 39 Tinggi 20 | Sembakung Atulai 4.388 609 3.420 1 Tinggi 21 | Tulin Onsoi 7.095 843 3.307 28 Tinggi Kabupaten Nunukan 217.923 25.382 Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Penduduk Terpapar (Jiwa) __ 80.000 [} S 70.000 = < 60.000 3 50.000 = g 40.000 o 30.000 = § 20000 I £ 5 10.000 I I I S e m e o o B m | | I | I| I I SR S - T SR S S I SR S S R TR & I E TS E S & & & & ey & & & & F S & T P & P Nt & <@ o o § & & F & & & B o O --Kecamatan-- Gambar 3.74 Grafik Potensi Penduduk Terpapar Kerentanan Multibahaya di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Total penduduk terpapar diperoleh dari rekapitulasi hasil potensi penduduk terpapar dari Kecamatan yang memiliki potensi mengalami bencana multibahaya. Penduduk terpapar bencana multibahaya berdasarkan banyaknya aktivitas penduduk yang berada di area rentan terhadap bencana multibahaya. Kelas penduduk terpapar bencana di Kabupaten Nunukan ditentukan dengan melihat kelas penduduk terpapar maksimum dari seluruh Kecamatan terpapar bencana multibahaya. Penduduk terpapar bencana multibahaya di Kabupaten Nunukan diperoleh dari total jumlah penduduk terpapar, yaitu sejumlah 217.923 jiwa dan berada pada kelas Tinggi. Secara terperinci, potensi penduduk terpapar pada kelompok rentan terdiri dari kelompok umur rentan sejumlah 25.382 jiwa, penduduk miskin sejumlah 81.362 jiwa, dan penduduk disabilitas sejumlah 592 jiwa. Kecamatan yang memiliki potensi penduduk terpapar tertinggi bencana multibahaya di Kabupaten Nunukan adalah Kecamatan Nunukan, yaitu dengan jumlah potensi penduduk terpapar mencapai 72.925 jiwa, sedangkan daerah yang memiliki potensi penduduk terpapar terkecil adalah Kecamatan Lumbis Hulu yaitu sebanyak 810 jiwa. Berdasarkan kajian potensi kelompok rentan terhadap bencana multibahaya, Kecamatan Nunukan memiliki potensi penduduk terpapar dari kelompok rentan yang tertinggi khususnya dari kelompok umur rentan yakni sebesar 7.272 jiwa. Potensi penduduk miskin terpapar tertinggi juga di Kecamatan Nunukan sebesar 21.502 jiwa. Potensi kelompok rentan dari penduduk disabilitas tertinggi terdapat di Kecamatan Nunukan, yaitu 105 jiwa. Secara grafis dan lebih jelas dapat dilihat pada Gambar 3.75. Kelompok Rentan (Jiwa) 25.000 T H 5 20.000 =< 3 15.000S 15 ° 5& 10.000 ] € 5000 | I | = - o <l 0 & . _a -I - I | II al II III Ao .I- I R S SO CIIN S & ¥ & o @ & o & SR ff,o F 5 i S S 0@\\0@ S & <0 & ez.\‘ & PN© *_@ *_@ © N Q\a \&)Qo S 620 % f o %é‘& = Kelompok Umur Reman = Penduduk Miskin = Penduduk Disabilitas’ Gambar 3.75 Grafik Potensi Kelompok Rentan Kerentanan Multibahaya di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Kajian kerentanan multibahaya juga menghasilkan potensi kerugian fisik dan ekonomi serta kerusakan lingkungan di Kabupaten Nunukan. Potensi kerugian yang dapat ditimbulkan multibahaya di Kabupaten Nunukan dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut. Tabel 3.82 Potensi Kerugian Kerentanan Multibahaya di Kabupaten Nunukan Kerugian (Juta Rupiah) LinI;iLl:lsgaak:?Ha) Kecamatan . 5 Ker_ug_lan Keruglar] Tota_l Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian 01 | Krayan 128.74398 | 102.846,77 | 231.590,74 | Tinggi 19.981,89 | Tinggi 02 | Krayan Barat 133.060,35 | 161.157,11 | 294.217,46 | Tinggi 33.561,99 | Tinggi 03 | Krayan Selatan 108.040,89 | 359.562,67 | 467.603,56 | Tinggi 66.559,86 | Tinggi 04 | Krayan Tengah 45.470,00 | 459.234,09 | 504.704,09 | Tinggi 70.807,86 | Tinggi 05 | Krayan Timur 90.657,50 | 714.24540 | 804.902,90 | Tinggi | 121.652,73 | Tinggi 06 | Lumbis 17444917 | 113.471,54 | 287.920,72 | Tinggi 28.682,55 | Tinggi 07 | Lumbis Hulu 13.561,82 | 569.340,01 | 582.901,83 | Tinggi 93.916,62 | Tinggi 08 | Lumbis Ogong 51.522,98 | 956.085,37 | 1.007.608,36 | Tinggi | 167.504,67 | Tinggi 09 | Lumbis Pansiangan 21.994,28 | 452.108,55 | 474.102,83 | Tinggi 76.374,99 | Tinggi 10 | Nunukan 418.884,80 76.953,73 | 495.838,53 | Tinggi 58.443,84 | Tinggi 11 | Nunukan Selatan 335.694,58 71.178,10 | 406.872,68 | Tinggi 18.408,15 | Tinggi 12 | Sebatik 161.225,89 32.947,51 194.173,40 | Tinggi 5.053,59 | Tinggi 13 | Sebatik Barat 249.287,46 51.085,25 | 300.372,71 | Tinggi 9.260,73 | Tinggi 14 | Sebatik Tengah 210.146,97 29.611,69 | 239.758,66 | Tinggi 4.807,44 | Tinggi 15 | Sebatik Timur 166.716,02 25.018,31 191.734,33 | Tinggi 3.922,83 | Tinggi 16 | Sebatik Utara 78.050,54 8.742,69 86.793,23 | Tinggi 1.545,84 | Tinggi 17 | Sebuku 260.909,41 | 512.541,69 | 773.451,10 | Tinggi | 150.381,99 | Tinggi 18 | Sei Menggaris 411.812,50 | 379.291,03 | 791.103,53 | Tinggi 88.384,05 | Tinggi 19 | Sembakung 201.506,25 | 189.856,09 | 391.362,34 | Tinggi | 141.161,04 | Tinggi 20 | Sembakung Atulai 68.562,56 87.981,64 | 156.544,20 | Tinggi 25.467,03 | Tinggi 21 | Tulin Onsoi 227.343,93 | 856.064,52 | 1.083.408,46 | Tinggi | 169.829,28 | Tinggi Kabupaten Nunukan 3.557.641,87 6.209.323,77 | 9.766.965,64 Ti i 1.355.708,97 Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 HAL. 60 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Multibahaya yang berpotensi terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan menyebabkan kerugian ekonomi dan fisik yang tinggi. Tabel di atas memperlihatkan total potensi kerugian bencana multibahaya di Kabupaten Nunukan adalah 9,76 trilyun rupiah yang berada pada kelas Tinggi, dimana berasal dari kerugian fisik yaitu sebesar 3,55 trilyun rupiah dan kerugian ekonomi sebesar 6,20 trilyun rupiah. Adapun terkait potensi kerusakan lingkungan yang dapat ditimbulkan oleh multibahaya, yaitu seluas 1,355,708.97 Ha dan berada pada kelas Tinggi. Berdasarkan Tabel 3.82 menunjukkan bahwa sebaran multibahaya di Kabupaten Nunukan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi yang lebih besar dibandingkan kerugian fisik. Kecamatan di Kabupaten Nunukandengan potensi kerugian fisik tertinggi oleh multibahaya adalah Kecamatan Nunukan, dengan potensi kerugian fisik sebesar 418,8 milyar rupiah, dan kerugian ekonomi tertinggi juga Kecamatan Lumbis Ogong, dengan potensi kerugian ekonomi sebesar 956,08 trilyun rupiah. Secara lebih detail grafik potensi kerugian fisik dan ekonomi multibahaya tersaji pada Gambar 3.76. Potensi Kerugian —1.200.000,00 § E- 1.000.000,00 4 § 800.000,00 =3 2 60000000 c 8 © 400.000,00 2 Q X 20000000 I I || 5 I | II£ ooolllll |I_I-II-I.-I | | 3 S S ? O & & S X >SS e & S i“oo\,b \&0 “q”\?”"fbfo*q”\@\o o(\ EET LTS-@O G TES T @"”@V\»\@Oa; & S o R N < « “_@* “_@* « N V\)Qév\aq %\\(\o‘@ 22 6597’ & g @ ?fp'# & & mKerugian Fisik = Kerugian Ekonomi Gambar 3.76 Grafik Potensi Kerugian Fisik dan Ekonomi Multibahaya di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Kerusakan Lingkungan 180.000,00 o 160.000,00 T 140.000,00 £ 12000000 E 100.000,00 T 80.000,00 fi 60.000,00 S 4000000 = 20.000,00 I I I I I I 0.00 I - - - S > S N $ iy > S S S Q¥ > X $ o > & > > & We’b@ o &@&;@9 & @6\2\&@0&(\;@&0\&’(\&@ e géf"\\ &@”‘1@@&«*“0\&&* ra oog?\@in;@\lo 4 o & fy@v@@y s@“ ffi\\ o & ) &}z@@ < V' _Kecamatan-- ° Gambar 3.77 Grafik Potensi Kerusakan Lingkungan Multibahaya di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 Secara keseluruhan potensi berbagai macam bencana (muiltibahaya) pada tiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan juga berpotensi mengakibatkan kerusakan lingkungan. Kecamatan Tulin Onsoi menjadi Kecamatan yang berpotensi mengalami kerusakan lingkungan yang terluas dibanding Kecamatan lainnya yaitu seluas 169.829,28 Ha, sedangkan Kecamatan Sebatik Utara menjadi Kecamatan yang berpotensi mengalami kerusakan lingkungan yang paling kecil yaitu seluas 1.545,84 Ha. Secara lebih detail tersaji pada gambar berikut. Berdasarkan hasil kajian pada kelas penduduk terpapar, kelas kerugian fisik dan ekonomi, hingga kelas kerusakan lingkungan terhadap berbagai macam bencana (multibahaya) di atas, maka dapat diketahui kelas kerentanan bencana multibahaya di tiap Kecamatan dan Kecamatan di Kabupaten Nunukan. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 3.83 Kelas Kerentanan Multibahaya di Kabupaten Nunukan Kelas Penduduk q Kelas Kerusakan Kelas Ree Terpapar KalasiKEqan Lingkungan ‘ Kerentananpap: gkung: 01 | Krayan Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 02 | Krayan Barat Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 03 | Krayan Selatan Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 04 | Krayan Tengah Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 05 | Krayan Timur Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 06 | Lumbis Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 07 | Lumbis Hulu Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 08 | Lumbis Ogong Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 09 | Lumbis Pansiangan Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 10 | Nunukan Sedang Tinggi Tinggi Tinggi 11 | Nunukan Selatan Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 12 | Sebatik Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 13 | Sebatik Barat Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 14 | Sebatik Tengah Sedang Tinggi Tinggi Sedang 15 | Sebatik Timur Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi 16 | Sebatik Utara Sedang Tinggi Tinggi Sedang 17 | Sebuku Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 18 | Sei Menggaris Tinggi Tinggi Tinggi Sedang 19 | Sembakung Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 20 | Sembakung Atulai Tinggi Tinggi Tinggi Rendah 21 | Tulin Onsoi Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Kabupaten Nunukan Tinggi Tinggi Tinggi ‘ Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa tiap Kecamatan di Kabupaten Nunukan memiliki kelas kerentanan multibahaya mulai dari Rendah, Sedang, dan Tinggi. Daerah yang memiliki kelas kerentanan Sedang cukup mendominasi, di samping itu ditemukan juga beberapa daerah yang memiliki kerentanan kelas Tinggi. Dengan demikian, kelas kerentanan multibahaya masuk pada kelas Tinggi. 3.7.3 KAPASITAS MULTIBAHAYA Berdasarkan pengkajian kapasitas multibahaya di Kabupaten Nunukan, maka diperoleh kelas kapasitas tiap kecamatan dalam menghadapi multibahaya mayoritas berada pada kelas Sedang. Hasil analisis kapasitas untuk tiap kecamatan menghadapi multibahaya dapat dilihat pada Tabel 3.84. HAL. 61 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Tabel 3.84 Kapasitas Tiap Kecamatan Menghadapi Multibahaya di Kabupaten Nunukan IKD IKM Kapasitas Recanata KD Transformasi Multibahaya Multibahaya Kelas 01 | Krayan 0,48 0,40 0,30 0,34 Sedang 02 | Krayan Barat 0,48 0,40 0,32 0,35 Sedang 03 | Krayan Selatan 0,48 0,40 0,25 0,31 Rendah 04 | Krayan Tengah 0,48 0,40 0,24 0,30 Rendah 05 | Krayan Timur 0,48 0,40 0,34 0,36 Sedang 06 | Lumbis 0,48 0,40 0,38 0,39 Sedang 07 | Lumbis Hulu 0,48 0,40 0,38 0,39 Sedang 08 | Lumbis Ogong 0,48 0,40 0,36 0,38 Sedang 09 | Lumbis Pansiangan 0,48 0,40 0,37 0,38 Sedang 10 | Nunukan 0,48 0,40 0,40 0,40 Sedang 11 | Nunukan Selatan 0,48 0,40 0,61 0,53 Sedang 12 | Sebatik 0,48 0,40 0,50 0,46 Sedang 13 | Sebatik Barat 0,48 0,40 0,35 0,37 Sedang 14 | Sebatik Tengah 0,48 0,40 0,38 0,39 Sedang 15 | Sebatik Timur 0,48 0,40 0,46 0,43 Sedang 16 | Sebatik Utara 0,48 0,40 0,39 0,39 Sedang 17 | Sebuku 0,48 0,40 0,35 0,37 Sedang 18 | Sei Menggaris 0,48 0,40 0,40 0,40 Sedang 19 | Sembakung 0,48 0,40 0,42 0,41 Sedang 20 | Sembakung Atulai 0,48 0,40 0,37 0,38 Sedang 21 | Tulin Onsoi 0,48 0,40 0,35 0,37 Sedang Kabupaten Nunukan 0,48 0,40 0,35 0,37 Sedang Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Berdasarkan Tabel 3.84, dapat diketahui secara keseluruhan Kabupaten Nunukan memiliki Indeks Kapasitas 0,37 dan masuk pada kategori atau kelas kapasitas Sedang. Adapun distribusi kapasitas pada tiap Kecamatannya tersaji pada gambar berikut. Kapasitas Multibahaya Indeks Kapasitas o ©o © o o 8 3 8 8 3B ]]%% pn %% —I]I S\a N 2 @ S & SEIP &F & > Q > RS © \\"’QQ SIS & -@0& F&F T TS @\@ & & FE& & & N K N > @ & S N OIS R &* & SR & & & F o o & & N S & & 0 S o 5 --Kecamatan-- Gambar 3.78 Grafik Indeks Kapasitas Multibahaya di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 3.7.4RISIKO MULTIBAHAYA Risiko multibahaya dikaji melalui nilai bahaya, kerentanan, dan kapasitas sehingga diperoleh kelas risiko Desa dan Kecamatan di Kabupaten Nunukan. Secara keseluruhan, hasil kajian risiko menunjukkan bahwa kelas bahaya multibahaya di Kabupaten Nunukan adalah Tinggi dengan kelas kerentanan Tinggi dan kelas kapasitas adalah Sedang. Oleh karena itu, kelas risiko multibahaya di Kabupaten Nunukan secara keseluruhan adalah Tinggi. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut. Tabel 3.85 Potensi Luas Risiko Multibahaya Kabupaten Nunukan Potensi Risiko Multibahaya (Ha) Total Luas Kecamatan Kelas Rendah Sedang Tinggi (Ha) 01 | Krayan 73,80 19.939,86 1,71 20.015,37 02 | Krayan Barat 81,55 33.527,62 1,53 33.610,70 03 | Krayan Selatan 107,50 66.559,31 1,44 66.668,26 04 | Krayan Tengah 264,93 70.671,33 0,72 70.936,98 05 | Krayan Timur 296,84 121.517,53 0,81 121.815,19 06 | Lumbis 1.910,14 26.796,39 1,98 28.708,52 07 | Lumbis Hulu 250,26 93.822,01 - 94.072,27 08 | Lumbis Ogong 1.090,29 166.580,12 1,17 167.671,58 09 | Lumbis Pansiangan 267,19 76.233,60 0,18 76.500,97 10 | Nunukan 4.427,04 53.819,64 250,19 58.496,87 11 | Nunukan Selatan 6.549,67 11.882,46 1,26 18.433,40 12 | Sebatik 1.884,84 3.179,02 - 5.063,85 13 | Sebatik Barat 644,01 8.615,77 2,07 9.261,85 14 | Sebatik Tengah 414,66 4.394,22 0,09 4.808,97 15 | Sebatik Timur 385,76 3.532,91 6,84 3.925,52 16 | Sebatik Utara 25,71 1.512,24 12,18 1.550,14 17 | Sebuku 12.158,50 138.293,28 29,18 150.480,96 18 | Sei Menggaris 7.302,09 81.217,95 0,36 88.520,40 19 | Sembakung 8.233,26 133.052,06 29,82 141.315,14 20 | Sembakung Atulai 4.535,61 Tulin Onsoi 6.911,25 57.814,93 20.953,83 163.093,22 1.299.194,37 25.489,62 170.00744 1.357.354,00Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Analisis Tahun 2024 Berdasarkan Tabel 3.85 dan Gambar 3.79, dapat diketahui daerah-daerah di Kabupaten Nunukan yang berisiko terpapar multibahaya umumnya didominasi kelas Sedang. Secara lebih rinci tidak ditemukan adanya kecamatan dengan kelas risiko Rendah, sedangkan kelas Sedang terdapat di 20 Kecamatan dan kelas Tinggi terdapat di 1 Kecamatan. Dari jumlah total 21 Kecamatan di Kabupaten Nunukan, seluruhnya berisiko terpapar multibahaya dengan total luas risiko bencana multibahaya sebesar 1.357.354,00 Ha. Dengan demikian, kelas risiko bencana multibahaya secara keseluruhan di Kabupaten Nunukan masuk pada kelas Tinggi. HAL. 62 DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KABUPATEN NUNUKAN TAHUN 2024-2028 Potensi Risiko Multibahaya 180.000,00 160.000,00 140.000,00 120.000,00 100.000,00 80.000,00 60.000,00 40.000,00 20.000,00 0,00 Luas Risiko (Ha) & & & & & & & o7 @ --Kecamatan-- mRendah = Sedang =Tinggi Gambar 3.79 Grafik Potensi Luas Risiko Multibahaya di Kabupaten Nunukan Sumber: Hasil Pengolahan Data Tahun 2024 3.8 PETA RISIKO BENCANA Peta risiko bencana merupakan salah satu hasil pengkajian risiko bencana Kabupaten Nunukan yang memberikan gambaran tingkatan risiko yang ditimbulkan oleh bencana di seluruh wilayah bagian Kabupaten Nunukan. Pemetaan risiko tersebut memuat seluruh bencana berpotensi di Kabupaten Nunukan. Karena penyusunan peta risiko bencana diperoleh dari penggabungan hasil pemetaan bahaya, kerentanan, dan kapasitas, maka pemetaan risiko bencana baru dapat dihasilkan setelah dihasilkan ketiga pemetaan tersebut. Peta risiko bencana menampilkan tingkat risiko setiap daerah terhadap bencana yang dikelompokkan dalam kelas rendah, sedang, dan tinggi. Gambaran tingkat risiko tersebut berbeda untuk setiap bencana yang mengancam di Kabupaten Nunukan. Sementara itu, hasil overlay dari seluruh peta risiko bencana didapatkan peta multibahaya di Kabupaten Nunukan. Penyusunan peta didasarkan pada prasyarat utama yang diatur oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Prasyarat tersebut adalah sebagai berikut.