Koperasi melaksanakan prinsip, bentuk kelembagaan, perizinan, dan pengelolaan usaha sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
,, , 1,rm11 ,on;
t. llrOlutJ(!ln ; dnn no-vol\ dnn kknologl.
Of n~11~ r1~ t;fr tlnu,h p-.t«h o ~ JY-,JllttJI, (:.?t Krhijn)rnn pndn nspek kclcmbagonn scbegaimana ,Hmnk ud pndn nyo t (I) hurur n pnling scdiklt ditujukan untuJ< rncningkotkon :
n. kuolltns porHsipusl nnggota;
h . kopoeitnH den kompetcnsi sumber claya mnnwdn. pcngurus, pcngawas, clan pengelola;
c. l<emampuun monajeriaJ dan tata kelola Koperasi;
don
d. kapasitas anggota Koperasi sebagai wirausaha Koperasi/Wira Koperasi melalui Inkubasi.
(3) Kebijakan pada aspek produksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b paling sedikit ditujukan untuk:
a. meningkatkan teknik produksi dan pengolahan serta kemampuan manajemen bagi Koperasi;
b. memberikan kemudahan dalam pengadaan sarana dan prasarana, produksi dan pengolahan, bahan baku, bahan penolong, dan kemasan bagi Koperasi;
c. mendorong penerapan standardisasi dalam proses produksi dan pengolahan; dan
d. meningkatkan kemampuan rancang bangun dan perekayasaan bagi produk anggota Koperasi.
(4) Kebijakan pada aspek pemasaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c paling sedikit ditujukan untuk:
a. menumbuhkan loyalitas anggota Koperasi dalam pemanfaatan layanan Koperasi;
b. mengembangkan potensi pasar selain anggota untuk pengembangan usaha dan/ atau kelebihan kemampuan pelayanan Koperasi kepada masyarakat bukan anggota;
c. pengembangan jaringan usaha Koperasi dan kerja sama yang saling menguntungkan antar-Koperasi dan antara Koperasi dengan pihak lain;
d. mendorong produk Koperasi untuk memiliki hak paten dan merek sehingga mempunyai daya saing di pasar domestik dan pasar mancanegara; dan
e. melakukan kurasi produk unggulan daerah yang memiliki potensi sebagai waralaba.
I I JrU\ ;M tttlJlt A dhnn , ·11rf ho 9' r.1 tfi•hw •• Ulk.
q j ' '\ IW rnt ~OIAAYI " k,,~•,-d 4 fl f fof I l rl'o,I;
q , '), ,u~, 0:n •I 'lti n H ; ,l~t1/nt .nh~ " rfAJ'I • mrttp,Jks Oil • r,n,u,O .dr,r Hnitf fl'!"Ml lt~h ~r 111rlt1,r,p,.
1.f (fl I j U , h 1' r H n n• M1 ,,k ,. ,~mhl,t OAfl krtiml~ ·umh~·r i',!'mh, , mi d,~lmn tJmf h . buuw, otnu lmbol joM, ,1fa;~ trn1tR,, , kw •~rhmtu nnR. l)('rn~~I rind:
W, liOAAOtn:
:l , n 011 •Jmf()WJIO ;
K J)f'rni\f lnin:
•L I ,mk dnn imJu, tri k unngan nonbank; dan/atou !;. uml r loin •nng M.h dnn tldak me nglkat sesuoi ti 11 Rf1J' kctc ntuon pcraturan perundang- undongo n , (<,) Kebljnknn pada nspck inovasi dan teknologi ~cba.gaimonn dima,ksud pada ayat (1) huruf e paling scdikit ditujukan untuk:
u. mcningkatkan kemampuan riset dan pengembangan usaha Koperasi, keinovasian, dan transformasi digital;
b. mendorong peningkatan kemampuan inovasi Koperasi untuk meningkatkan efisiensi kerja dan doya saing Koperasi;
c. mendorong pemanfaatan teknologi inforrnasi dan komunikasi dalam kegiatan operasional usaha dan layanan koperasi, serta dalam bidang desain dan pengendalian mutu;
d . mendorong Koperasi dalam menjaga keamanan data dan informasi digital sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
e. mendorong peningkatan kerja sama dan alih teknologi;
f. memberikan insentif kepada Koperasi yang mengembangkan teknologi ramah lingkungan; dan
g. pengembangan wirausaha Koperasi melalui inkubasi.
Paragraf3 Perizinan