4.Sektor pendidikan adanya peningkatan pengangkatan guru PPPK Tahun 2022 yang dilantik di Tahun 2024 sehingga belanja di sektor pendidikan meningkat. Pertumbuhan lapangan Usaha Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024 sebagaimana ditampilkan pada gambar berikut 2.13. RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-30 Sumber: BPS Kabupaten Temanggung Dalam Angka Tahun 2025 Gambar 2.13 Pertumbuhan Lapangan Usaha Tahun 2020-2024 Kabupaten Temanggung Guna meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi diperlukan daya ungkit sektor pertanian melalui pengembangan industri pengolahan berbasis produk pertanian lokal. Sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mencapai target Tahun 2024, Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung melakukan langkah-langkah strategis seperti dengan perbaikan infrastruktur dasar masyarakat yaitu perbaikan jalan di beberapa titik pusat kegiatan ekonomi untuk memperlancar distribusi barang dan mempersingkat waktu tempuh perjalanan sehingga roda perekonomian dapat terpacu dan biaya pengangkutan lebih efisien. Selain itu pemerintah daerah juga melakukan penguatan peranan UMKM, peningkatan lapangan kerja dan investasi, serta peningkatan daya saing ekonomi. Selain Kabupaten Temanggung, peningkatan pertumbuhan ekonomi juga dialami oleh wilayah setara. Berikut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Temanggung jika disandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada wilayah pengembangan Gelangmanggung, Jawa Tengah dan nasional disajikan pada gambar 2.14. -40 -20 0 20 40 60 80 Pertumbuhan 2020 Pertumbuhan 2021 Pertumbuhan 2022 Pertumbuhan 2023 Pertumbuhan 2024 RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-31 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 Gambar 2.14 Pertumbuhan Ekonomi pada Wilayah Pengembangan Gelangmanggung, Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2020-2024 Perbandingan perubahan pertumbuhan ekonomi dengan rata- rata capaian pada wilayah yang setara sebelum pandemi covid-19 dan kondisi terkini pada periode Tahun 2020 s.d. 2024 sangat signifikan. Pada periode sebelum pandemi covid-19, perubahan pertumbuhan ekonomi pada wilayah pengembangan Gelangmanggung mengalami penurunan drastis pada Tahun 2020 dengan nilai negatif (<0). Pada Tahun 2024 pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Temanggung lebih baik jika dibandingkan dengan capaian Jawa Tengah dan Nasional. Adapun perbandingan pertumbuhan ekonomi daerah dengan rata-rata capaian wilayah pengembangan Gelangmanggung yang selama 5 tahun terakhir secara rinci disajikan pada tabel 2.20. Tabel 2.20 Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi Daerah dengan Rata-Rata Capaian Wilayah Pengembangan Gelangmanggung Tahun 2020-2024 Kabupaten / Kota 2020 2021 2022 2023 2024 Realisasi Perub. Realisasi Perub. Realisasi Perub. Realisasi Perub. Realisasi Perub. Kota Magelang -2,45 -7,89 3,2 5,65 5,77 2,57 5,45 -0,32 5,56 0,11 Kabupaten Magelang -1,68 -6,98 3,48 5,16 5,46 1,98 5,04 -0,42 5,06 0,02 Kabupaten Temanggung -2,13 -7,18 3,34 5,47 5,2 1,86 5,00 -0,02 5,04 0,04 RATA-RATA GELANGMANGGUNG -2,09 -7,35 3,35 5,43 5,48 2,14 5,16 -0,31 5,22 0,06 JAWA TENGAH -2,65 -8,01 3,32 5,97 5,31 1,99 4,98 -0,33 4,95 -0,03 NASIONAL -2,07 -7,09 3,69 5,76 5,72 2,03 5,04 -0,68 5,03 -0,01 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025, Data Diolah. Perbandingan perubahan pertumbuhan ekonomi dengan rata- rata capaian pada wilayah yang setara sebelum pandemi covid-19 dan 2020 2021 2022 2023 2024 Temanggung -2,13 3,34 5,2 5,01 5,04 Rata-Rata Gelangmanggung -2,09 3,35 5,48 5,16 5,21 Jawa Tengah -2,65 3,32 5,31 4,98 4,95 Nasional -2,07 3,69 5,72 5,04 5,03 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6 7 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Temanggung, Gelangmanggung, Jawa Tengah dan Nasional RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-32 kondisi terkini pada periode Tahun 2020-2024 sangat signifikan. Pada periode sebelum pandemi covid-19, perubahan pertumbuhan ekonomi pada wilayah pengembangan Gelangmanggung mengalami penurunan drastis pada Tahun 2020 dengan nilai negatif (<0) yang mana perubahan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Temanggung sedikit lebih baik dibandingkan capaian wilayah yang setara yakni -7,18, sedangkan rata-rata wilayah Gelangmanggung mengalami penurunan mencapai -7,35. Sedangkan pada kondisi terkini, perkembangan perekonomian semakin membaik, ditunjukkan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Temanggung maupun wilayah setara yang berada di kawasan Gelangmanggung. Pada kondisi terkini Tahun 2024 perubahan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Temanggung lebih bagus dibandingkan Tahun 2023 dengan perubahan 0,04 tetapi melambat jika dibandingkan dengan rata-rata capaian wilayah yang setara pada wilayah Gelangmanggung. Selain perbandingan dengan wilayah setara, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Temanggung juga dibandingkan dengan target RKP nasional Tahun 2025. Perbandingan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Temanggung disajikan pada tabel 2.21. Tabel 2.21 Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi Daerah dengan Target RKP Kewilayahan Indikator Target RKP Kewilayahan Nasional Tahun 2024 Realisasi Capaian Tahun 2024 Kinerja Pencapaian Target RKP Kewilayahan Pertumbuhan Ekonomi 5,3 - 5,6 5,04 95,09% Sumber : Perpres Nomor 109 Tahun 204 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025 BAPPEDA Kabupaten Temanggung, 2025 Berdasarkan Perpres 109 Tahun 2024 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025, target RKP Tahun 2025 yakni 5,3-5,6. Jika dibandingkan dengan realisasi capaian Tahun 2024, perbandingan pertumbuhan ekonomi daerah dengan target RKP Kewilayahan baru mencapai 95,09%. Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi Daerah dengan Capaian Nasional dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020-2024 disajikan pada gambar 2.15. RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-33 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah, BPS RI Tahun 2025 Gambar 2.15 Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi Daerah dengan Capaian Nasional dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020-2024 Berdasarkan perbandingan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Temanggung dengan capaian nasional maupun Provinsi Jawa Tengah secara umum menunjukkan kondisi yang sama, yang mana terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi yang signifikan pada Tahun 2020 akibat dampak pandemi covid-19. Tahun 2024 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Temanggung lebih baik jika dibandingkan dengan capaian Tahun 2023, sedangkan untuk capaian Jawa Tengah dan Nasional melambat bila dibandingkan angka Tahun 2023. Adapun secara lebih rinci, perbandingan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Temanggung dengan capaian nasional dan provinsi disajikan pada tabel 2.22. Tabel 2.22 Perbandingan Pertumbuhan Ekonomi Daerah dengan Capaian Nasional dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020-2024 Kabupaten / Kota 2020 2021 2022 2023 2024 Realisasi Perub. Realisasi Perub. Realisasi Perub. Realisasi Perub. Realisasi Perub. Kabupaten Temanggung -2,13 -7,18 3,34 5,47 5,20 1,86 5,00 -0,20 5,04 0,04 JAWA TENGAH -2,65 -8,01 3,32 5,97 5,31 1,99 4,98 -0,33 4,95 -0,03 NASIONAL -2,07 -7,09 3,69 5,76 5,72 2,03 5,04 -0,68 5,03 -0,01 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah, BPS RI Tahun 2025, Data Diolah. Berdasarkan perbandingan perubahan pertumbuhan ekonomi dengan rata-rata capaian wilayah yang setara dan capaian nasional sebelum pandemi Covid-19 dan kondisi terkini, capaian nasional maupun Provinsi Jawa Tengah diketahui bahwa kecenderungan 2020 2021 2022 2023 2024 Temanggung -2,31 3,34 5,20 5,01 5,04 Jawa Tengah -2,65 3,33 5,31 4,97 4,95 Nasional -2,07 3,70 5,31 5,04 5,03 -4,00 -3,00 -2,00 -1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 Temanggung Jawa Tengah Nasional RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-34 perubahan pertumbuhan ekonomi pada periode Tahun 2019-2020 memiliki persamaan yakni menurun pada posisi <0 sebagai akibat dari pandemi covid-19. Sedangkan setelah pandemi dan kondisi terkini, perubahan pertumbuhan ekonomi menunjukkan perbaikan ke arah positif (>0) yang mana perubahan ekonomi Kabupaten Temanggung Tahun 2023 melambat -0,2 dan pada Tahun 2024 tumbuh kembali 0,04, sedangkan pada Tingkat provinsi nasional juga melambat jika dibandingkan Tahun 2023. Berdasarkan pembagian wilayah di Jawa Tengah yang bertujuan untuk mengurangi ketimpangan antar wilayah yang dilihat dari tingkat kesejahteraan serta pertumbuhan ekonomi serta berfungsi untuk mengembangkan wilayah yang masih berada pada performa pertumbuhan yang rendah dan mendorong Kerjasama antar daerah yang saling menguntungkan pada berbagai sektor maka dilakukan percepatan Pembangunan di wilayah pengembangan Gelangmanggung. Prioritas pengembangan wilayah Gelangmanggung untuk Tahun 2025 diarahkan untuk capaian sasaran pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, TPT, dan IPM. Pengembangannya antara lain untuk melestarikan Kawasan Borobudur sebagai situs warisan budaya dunia yang dipadukan dengan wisata alam Gunung Merapi- Merbabu-Telomoyo dan Gunung Sindoro-Sumbing. Kabupaten Temanggung menjadi Kawasan pendukung pengembangan wilayah koridor Borobudur-Dieng. 2.1.2.2 Struktur Ekonomi Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menggambarkan struktur perekonomian suatu daerah adalah distribusi kategori lapangan usaha PDRB secara keseluruhan. Distribusi kategori lapangan usaha ini juga menunjukkan komposisi atau susunan kegiatan ekonomi dalam sistem perekonomian. Kategori yang dominan atau diandalkan mempunyai nilai persentase yang paling besar dalam struktur tersebut, dan dapat menjadikan ciri khas perekonomian di wilayah yang bersangkutan. Distribusi ekonomi untuk menggambarkan struktur perekonomian dihitung dari nilai PDRB menurut harga berlaku. Secara lengkap distribusi PDRB yang menggambarkan struktur perekonomian di Kabupaten Temanggung selama 5 tahun terakhir disajikan pada tabel 2.23. RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-35 Tabel 2.23 Struktur Ekonomi Kabupaten Temanggung Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2020-2024 (Persen) Kategori Uraian 2020 2021 2022 2023 2024 A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 24,42 23,91 23,41 22,94 22,47 B Pertambangan dan Penggalian 0,90 0,93 0,84 0,82 0,80 C Industri Pengolahan 27,46 27,11 26,19 25,92 25,53 D Pengadaan Listrik dan Gas 0,08 0,08 0,07 0,07 0,07 E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 0,08 0,08 0,07 0,07 0,07 F Konstruksi 5,06 5,37 5,45 5,63 6,03 G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 20,14 20,9 20,79 20,95 21,07 H Transportasi dan Pergudangan 3,15 3,18 5,08 5,49 5,49 I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 1,53 1,58 1,73 1,77 1,85 J Informasi dan Komunikasi 1,70 1,72 1,61 1,65 1,70 K Jasa Keuangan dan Asuransi 3,29 3,40 3,40 3,29 3,22 L Real Estate 0,77 0,76 0 ,75 0,75 0,76 M,N Jasa Perusahaan 0,38 0,76 0,38 0,39 0,42 O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 2,70 2,54 2,42 2,40 2,48 P Jasa Pendidikan 5,1 4,94 4,62 4,59 4,70 Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1,32 1,27 1,21 1,23 1,28 R,S,T,U Jasa lainnya 1,93 1,87 1,98 2,04 2,06 PDRB 100 100 100 100 100 Sumber:BPS Kabupaten Temanggung Tahun 2025 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa struktur ekonomi Kabupaten Temanggung pada Tahun 2024 yang paling dominan adalah Industri Pengolahan yaitu sebesar 25,53 persen, diikuti sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 22,47 persen dilanjutkan dengan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 21,07 persen. Perbandingan PDRB (ADHK) dan PDRB (ADHB) Daerah menurut lapangan usaha dengan target RKPD Tahun 2020-2024 disajikan pada tabel 2.24. Tabel 2.24 Perbandingan PDRB (ADHK) dan PDRB (ADHB) Daerah dengan Target RKPD Tahun 2020-2024 (Ribu Rupiah) Tahun Target PDRB ADHB Realisasi PDRB ADHB Target PDRB ADHK* Realisasi PDRB ADHK 2020 21.700.000 21.557.077,14 14.800.000 18.875.600 2021 22.500.000 22.627.791,48 19.220.000 19.370.430 2022 24.000.000 24.733.342,71 19.710.000 20.190.000 2023 29.570.000 26.912.324,20 20.010.000 21.030.000 RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-36 Tahun Target PDRB ADHB Realisasi PDRB ADHB Target PDRB ADHK* Realisasi PDRB ADHK 2024 31.992.800 35.490.000,00 20.327.040 21.910.000 Sumber: BPS Kab. Temanggung, 2025, *Target Bappeda Kab. Temanggung Realisasi PDRB Kabupaten Temanggung Tahun 2020 lebih rendah dari target yang ditetapkan, dimana banyak sektor yang tidak tumbuh secara normal karena terdampak pandemi Covid-19. Namun pada Tahun 2023 dan 2024 realisasi PDRB Kabupaten Temanggung telah melebihi target yang telah ditetapkan karena pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. 2.1.2.3 PDRB per Kapita Meskipun belum dapat mencerminkan tingkat pemerataan, PDRB perkapita dapat dijadikan salah satu tolok ukur guna melihat keberhasilan pembangunan perekonomian khususnya tingkat kemakmuran penduduk pada suatu wilayah secara makro. PDRB perkapita menggambarkan rata-rata besarnya output barang dan jasa yang dihasilkan oleh setiap penduduk pada suatu daerah selama satu tahun. Semakin besar PDRB perkapita suatu daerah dapat menggambarkan semakin tingginya tingkat kemakmuran penduduk daerah tersebut. Perbandingan PDRB Perkapita Kabupaten Temanggung secara rinci disajikan pada tabel 2.25. Tabel 2.25 Perbandingan PDRB Per Kapita (ADHK) dan Perbandingan PDRB Per Kapita (ADHB) Daerah dengan Target RKPD Tahun 2020-2024 Tahun Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Target Nilai (Rp) Pertumbuhan (%) Target Nilai (Rp) Pertumbuhan (%) 2020 21.200.000 27.325.870 -3,01 14.800.000 18.875.600 -4,67 2021 22.000.000 28.484.021 4,24 19.220.000 19.370.430 0,78 2022 23.000.000 30.938.180 8,62 19.710.000 20.190.000 2,44 2023 29.570.000 33.290.000 7,60 20.010.000 21.030.000 5,10 2024 31.992.800 35.490.000 6,61 20.327.040 21.910.000 7,79 Sumber: BPS Kabupaten Temanggung Tahun 2025, Data Diolah. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku menunjukkan nilai PDRB per kepala atau per satu orang penduduk, sedangkan PDRB per kapita atas dasar harga konstan berguna untuk mengetahui pertumbuhan nyata ekonomi per kapita penduduk suatu daerah. Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa PDRB Perkapita ADHB dan ADHK Kabupaten Temanggung lebih baik daripada target daerah. Walaupun pada Tahun 2020 terjadi penurunan nilai PDRB per Kapita baik ADHB maupun ADHK, namun capaian PDRB per Kapita RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-37 Kabupaten Temanggung tetap konsisten melampaui target daerah yang telah ditentukan. Hal tersebut menunjukkan bahwa secara umum kesejahteraan penduduk di Kabupaten Temanggung dari tahun ke tahun semakin membaik. Berikut perbandingan pertumbuhan PDRB perkapita ADHB Kabupaten Temanggung jika dibandingkan rata-rata capaian wilayah yang setara tersaji pada tabel 2.26. Tabel 2.26 Perbandingan Nilai dan Pertumbuhan PDRB Per Kapita Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024 dengan Rata-rata Capaian Wilayah Pengembangan Gelangmanggung Kabupaten /Kota 2020 2021 2022 2023 2024 Nilai (Ribu Rupiah) Pertum -buhan (%) Nilai (Ribu Rupiah) Pertum -buhan (%) Nilai (Ribu Rupiah) Pertum -buhan (%) Nilai (Ribu Rupiah) Pertum- buhan (%) Nilai (Ribu Rupiah) Pertum -buhan (%) Kota Magelang 71.702.030,00 -1,03 75.476.930,00 5,26 82.660.000,00 9,52 89.960.000,00 8,83 96.560.000,00 7,34 Kabupaten Magelang 25.297.155,13 -1,15 26.124.724,57 3,27 28.370.000,00 8,59 30.571.677,86 7,76 32.600.000,00 6,63 Kabupaten Temanggung 27.325.870,00 -3,01 28.484.021,00 4,24 30.938.180,00 8,62 33.290.000,00 7,60 35.490.000,00 6,61 Rata-Rata Gelangmangg ung 41.344.528,31 -1,73 43.361.891,86 4,88 46.659.071,52 7,60 51.273.892,62 9,89 54.883.333,33 7,04 Jawa Tengah 36.965.000,00 -1,96 38.568.000,00 4,34 41.946.000,00 8,76 45.199.000 7,76 47.900.000 5,98 Sumber: BPS Kabupaten Temanggung Tahun 2025. Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa pada masa pandemi covid-19 Tahun 2020, pertumbuhan PDRB perkapita ADHK pada wilayah Gelangmanggung mengalami penurunan yang cukup signifikan, akan tetapi dampak yang terjadi di Kabupaten Temanggung dapat dikategorikan lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan wilayah yang setara dibuktikan dengan pertumbuhan PDRB per Kapita ADHK Kabupaten Temanggung yang lebih baik dibandingkan rata-rata wilayah setara. Pada kondisi Tahun 2024, pertumbuhan PDRB perkapita ADHK Kabupaten Temanggung sedikit dibawah rata-rata capaian wilayah setara sebesar 7,04%, akan tetapi jika dibandingkan dengan Kabupaten Magelang masih lebih tinggi capaiannya walaupun dari kota Magelang. Hal ini disebabkan melonjaknya pertumbuhan PDRB per kapita ADHK di Kota Magelang yang merupakan kawasan perkotaan bergerak pada sektor sekunder (non-pertanian), sedangkan Kabupaten Temanggung didominasi oleh kawasan perdesaan bergerak pada sektor primer (pertanian). Berikut adalah gambar Pertumbuhan PDRB Per kapita ADHK pada wilayah pengembangan Gelangmanggung Tahun 2020-2024 sebagaimana gambar 2.16. RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-38 Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 Gambar 2.16 Pertumbuhan PDRB Perkapita Kabupaten/Kota pada Wilayah Pengembangan Gelangmanggung Tahun 2020-2024 Pertumbuhan PDRB Perkapita Kab. Temanggung, Jawa Tengah, Nasional Tahun 2020-2024 tersaji pada gambar 2.17. Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 Gambar 2.17 Pertumbuhan PDRB Perkapita Kab. Temanggung, Jawa Tengah, dan Nasional Tahun 2020-2024 Pertumbuhan PDRB Perkapita antara Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah dan Nasional cenderung bergerak secara fluktuatif. Pada periode Tahun 2020-2023, kondisi pertumbuhan PDRB Perkapita Kabupaten Temanggung masih berada dalam range -4 -2 0 2 4 6 8 10 2020 2021 2022 2023 2024 -1,03 5,26 9,52 8,83 7,34 -1,15 3,27 8,59 7,76 6,63 -3,01 4,24 8,62 7,60 6,61 -1,73 4,88 7,60 9,89 7,04 -1,96 4,34 8,76 7,76 5,98 Kota Magelang Kabupaten Magelang Kabupaten Temanggung RATA-RATA GELANG-MANGGUNG Jawa Tengah -3,01 4,24 8,62 7,60 6,61 -1,73 4,88 7,60 9,89 7,04 -3,72 9,31 14,15 5,63 4,80 -6 -4 -2 0 2 4 6 8 10 12 14 16 2020 2021 2022 2023 2024 Kabupaten Temanggung Jawa Tengah Nasional RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-39 pertumbuhan provinsi dan nasional dimana Kabupaten Temanggung lebih tinggi dibandingkan nasional namun lebih rendah dibandingkan Provinsi Jawa Tengah. Pada masa pasca pandemi covid-19 Tahun 2021, Kabupaten Temanggung berhasil bangkit yang dibuktikan dengan pertumbuhan PDRB Perkapita yang lebih tinggi dibandingkan Provinsi Jawa Tengah maupun Nasional. Akan tetapi, pada Tahun 2024 pertumbuhan PDRB Perkapita berada di bawah pendapatan perkapita provinsi dan nasional. Menindaklanjuti hal tersebut, Kabupaten Temanggung berupaya untuk meningkatkan distribusi produk barang dan jasa lokal sehingga selain dapat melayani permintaan dan kebutuhan lokal namun juga dapat melayani wilayah sekitarnya, membuka peluang investasi dari berbagai sektor baik dalam maupun luar wilayah, membangun infrastruktur. Selain itu, Kabupaten Temanggung juga untuk mendorong pertumbuhan PDRB Perkapita serta pemerataan kesejahteraan Masyarakat dengan mendorong UMKM agar bertumbuh dan naik kelas. 2.1.2.4 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menunjukkan persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja. Tingginya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan indikasi perlunya peningkatan penyerapan tenaga kerja, salah satunya dengan penciptaan lapangan kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang tinggi menunjukkan bahwa terdapat banyak angkatan kerja yang tidak terserap pada pasar kerja. Perbandingan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Temanggung dengan target RKPD yang telah ditentukan Tahun 2020-2024 disajikan pada gambar 2.18. RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-40 Sumber: BPS Kabupaten Temanggung Tahun 2025 Gambar 2.18 Perbandingan TPT dengan Target Daerah RKPD Tahun 2020-2024 Perbandingan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) daerah dengan target RKPD sudah mencapai 100% kinerja pencapaian target RKPD. Pada Tahun 2020, tingkat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sempat lebih tinggi dibandingkan target yang disebabkan oleh pandemi covid-19, namun pada tahun selanjutnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Temanggung berangsur membaik yang ditunjukkan dengan nilai Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang lebih rendah dibandingkan target daerah serta tingkat perubahan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ≤0 sebagaimana grafik dan tabel berikut. Sumber: BPS Kabupaten Temanggung Tahun 2025 Gambar 2.19 Tingkat Perubahan TPT Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024 3,15 3,50 3,50 3,50 2,52 3,85 2,62 2,54 2,32 2,32 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 3,00 3,50 4,00 4,50 2020 2021 2022 2023 2024 Target TPT Kabupaten Temanggung 2020 2021 2022 2023 2024 Series1 0,86 -1,23 -0,08 -0,220 -0,03 -1,5 -1 -0,5 0 0,5 1 RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-41 Perbandingan tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Temanggung sebagaimana di sajikan pada tabel 2.27. Tabel 2.27 Perbandingan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Daerah dengan Capaian Tahun Sebelumnya Tahun Target RKPD TPT Kabupaten Temanggung Perubahan TPT Kabupaten Temanggung Kinerja Pencapaian Target RKPD 2020 3,15 3,85 0.86 99,28% 2021 3,50 2,62 -1.23 100% 2022 3,50 2,54 -0.08 100% 2023 3,50 2,32 -0,22 100% 2024 3,52 2,35 -0,03 100% Sumber: BPS Kabupaten Temanggung Tahun 2025 TPT mengalami kecenderungan menurun dari Tahun 2020-2023. Sedangkan pada Tahun 2024 menunjukkan peningkatan sebesar 0,02 dari Tahun 2023. Tingkat perubahan dengan nilai ≤0 yang berarti tenaga kerja yang tidak termanfaatkan semakin berkurang dan kemampuan ekonomi untuk menciptakan lapangan kerja mampu menyerap persediaan (supply) tenaga kerja yang ada pada sektor pertanian dan industri padat karya. Tabel perbandingan tingkat pengangguran terbuka (TPT) daerah rata-rata capaian wilayah pengembangan Gelangmanggung Tahun 2020-2024 disajikan pada tabel 2.28. Tabel 2.28 Perbandingan TPT Daerah dengan Rata-rata Capaian Wilayah Pengembangan Gelangmanggung Tahun 2020-2024 Tahun Kabupaten Temanggung Rata-Rata Wilayah Pengembangan Gelangmanggung TPT Perubahan TPT TPT Perubahan TPT 2020 3,85 0,86 5,57 -0,16 2021 2,62 -1,23 5,46 2,09 2022 2,54 -0,08 4,74 -0,11 2023 2,32 -0,22 4,00 -0,72 2024 2,35 -0,03 3,43 0,56 Sumber: BPS Provinis Jawa Tengah Tahun 2025 Secara umum TPT dan Perubahan Kabupaten Temanggung lebih baik dibandingkan dengan rata-rata wilayah setara Gelangmanggung. Jika ditinjau lebih rinci, TPT Kabupaten Temanggung menempati posisi pertama jika dibandingkan dengan Kabupaten/Kota yang ada di wilayah Gelangmanggung dengan perubahan sebesar -0,03 pada Tahun 2024. Pada Tahun 2020 yang merupakan puncak pandemi covid-19, TPT Kabupaten Temanggung maupun Gelangmanggung menunjukkan kenaikan, namun jika dicermati lebih rinci perubahan TPT Kabupaten Temanggung lebih baik dari rata-rata capaian wilayah RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-42 setara (Gelangmanggung). Hal tersebut mengindikasikan bahwa penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Temanggung lebih baik dibandingkan rata-rata capaian wilayah setara yang dibuktikan dengan nilai TPT sebesar<3% sedangkan pada wilayah Gelangmanggung mencapai >4%. Secara rinci, TPT Kabupaten Temanggung dibandingkan dengan Kabupaten/Kota di wilayah Gelangmanggung tersaji pada tabel 2.29. Tabel 2.29 Perbandingan TPT Kabupaten Temanggung dengan Kabupaten/Kota pada Wilayah Pengembangan Gelangmanggung Tahun 2020-2024 Kabupaten / Kota TPT 2020 2021 2022 2023 2024 Kota Magelang 4,27 5,03 4,97 5,25 4,40 Kabupaten Magelang 8,59 8,73 6,71 4,42 3,55 Kabupaten Temanggung 3,85 2,62 2,54 2,32 2,35 RATA-RATA GELANGMANGGUNG 5,57 5,46 4,74 4,00 3,43 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 Perbandingan TPT Kabupaten Temanggung dengan Kabupaten/Kota pada Wilayah Pengembangan Gelangmanggung Tahun 2020-2024 tersaji pada gambar 2.20. Sumber: BPS Provinis Jawa Tengah Tahun 2025 Gambar 2.20 Perbandingan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Daerah dengan Rata-rata Capaian Wilayah Pengembangan Gelangmanggung Tahun 2020-2024 Selain dibandingkan dengan rata-rata capaian wilayah setara, perbandingan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) daerah dengan capaian nasional juga menunjukkan nilai yang lebih baik. Hal tersebut dibuktikan dari perbandingan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 4,27 5,03 4,97 5,25 4,4 8,59 8,73 6,71 4,42 3,55 3,85 2,62 2,54 2,32 2,35 5,57 5,46 4,74 4,00 3,43 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 2020 2021 2022 2023 2024 Kota Magelang Kabupaten Magelang Kabupaten Temanggung RATA-RATA GELANGMANGGUNG RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-43 daerah dengan target RKP Kewilayahan yang telah mencapai 100% kinerja pencapaian target RKP Kewilayahan sebagaimana tabel 2.30. Tabel 2.30 Perbandingan TPT Daerah dengan target RKP Kewilayahan Indikator Target RKP Kewilayahan Nasional Tahun 2025 Realisasi Capaian Tahun 2024 Kinerja Pencapaian Target RKP Kewilayahan Tingkat Pengangguran Terbuka 4,5 - 5 % 2,35 100% Sumber : Perpres Nomor 109 Tahun 2024 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025 BPS Kabupaten Temanggung Tahun 2025 Adapun perbandingan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) daerah dengan capaian Nasional Tahun 2020-2024 tersaji pada gambar 2.21. Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah, BPS RI Tahun 2024 Gambar 2.21 Perbandingan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Daerah dengan Nasional dan Provinsi Tahun 2020-2024 Tabel perbandingan tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah dan Nasional secara rinci disajikan pada tabel 2.31. Tabel 2.31 Perbandingan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Daerah dengan Nasional dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020-2024 Tahun Kabupaten Temanggung Jawa Tengah Nasional TPT Perubahan TPT TPT Perubahan TPT TPT Perubaha n TPT 2020 3,85 0,86 6,48 1,99 7,07 1,79 2021 2,62 -1,23 5,95 -0,53 6,49 -0,58 2022 2,54 -0,08 5,57 -0,38 5,83 -0,66 2023 2,32 -0,22 5,13 -0,44 5,32 -0,51 2024 2,35 0,33 4,78 -0,35 4,91 -0,41 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah, BPS RI Tahun 2025 2020 2021 2022 2023 2024 Temanggung 3,85 2,62 2,54 2,32 2,35 Jawa Tengah 6,48 5,95 5,57 5,13 4,78 Nasional 7,07 6,49 5,83 5,32 4,91 0 1 2 3 4 5 6 7 8 Temanggung Jawa Tengah Nasional RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-44 Secara umum selama 5 (lima) tahun terakhir, perbandingan perubahan TPT daerah dengan rata-rata capaian wilayah yang setara dan capaian nasional sebelum pandemi Covid-19 dan kondisi terkini lebih baik dari nasional maupun provinsi. Walaupun pada masa pandemi covid-19 perubahan TPT mengalami peningkatan, namun perubahan TPT di Kabupaten Temanggung lebih baik dibandingkan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Nasional dengan perubahan sebesar 0,86 pada Tahun 2020. Pada kondisi terkini, perubahan TPT Kabupaten Temanggung juga menunjukkan nilai yang lebih baik dibandingkan nasional maupun provinsi dengan penurunan sebesar - 1,23 pada Tahun 2021 dan -0,22 pada Tahun 2023. Selain dari perubahannya, TPT di Kabupaten Temanggung juga jauh lebih rendah dibandingkan Jawa Tengah dan Nasional dengan TPT terendah pada Tahun 2023 sebesar 2,32 sedangkan provinsi dan nasional secara berturut-turut mencapai 5,13 dan 5,32. Hal ini karena sektor pertanian terutama pada komoditas tembakau dan industri pengolahan kayu yang padat karya sehingga banyak menyerap tenaga kerja. Pada Tahun 2024 TPT Kabupaten Temangung sebesar 2,35 sedangkan provinsi dan nasional secara berturut-turut mencapai 4,78 dan 4,91. Capaian ini tentu menunjukkan peningkatan kinerja yang baik dari pemerintah daerah dalam penanganan ketenagakerjaan di Kabupaten Temanggung. Antara pertumbuhan ekonomi dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada kondisi normal adalah hubungan terbalik, yaitu semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi maka TPT makin rendah. Pertumbuhan ekonomi yang dibarengi dengan penurunan angka TPT menunjukkan bahwa upaya pembangunan yang telah dilaksanakan daerah menunjukkan capaian yang positif. Hal ini karena beberapa sektor ekonomi mengalami kemajuan dan menyerap tenaga kerja sehingga pengangguran berkurang. Dengan asumsi dasar bahwa rasio antara pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja tetap, artinya tidak ada pergeseran yang signifikan terhadap pola produksi dan teknologi yang digunakan. Dengan kata lain tidak ada perubahan pola produksi padat karya ke padat modal ataupun dengan penggunaan alat berteknologi yang menggunakan lebih sedikit tenaga kerja dalam berproduksi. RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-45 Perbandingan Rasio Perubahan TPT dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah dengan Capaian Nasional dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020-2024 secara rinci disajikan pada tabel 2.23. Tabel 2.32 Perbandingan Rasio Perubahan TPT dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah dengan Capaian Nasional dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020-2024 Tahun Kabupaten Temanggung Jawa Tengah Nasional TPT Perubahan TPT PE TPT Perubahan TPT PE TPT Perubahan TPT PE 2020 3,85 0,86 -2,13 6,48 1,99 -2,65 7,07 1,79 -2,07 2021 2,62 -1,23 3,34 5,95 -0.53 3,32 6,49 -0,58 3,69 2022 2,54 -0,08 5,20 5,57 -0.38 5,31 5,83 -0,66 5,72 2023 2,32 -0,22 5,00 5,13 -0,44 4,98 5,83 -0,51 5,04 2024 2,35 -0,33 5,04 4,78 -0,35 4,95 4,91 -0,51 5,03 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 Pada kondisi pasca pandemi dan terkini pertumbuhan ekonomi baik pada tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional sudah menunjukkan peningkatan yang ditunjukkan dengan penurunan perubahan TPT. Secara umum dampak pandemi terhadap TPT di Kabupaten Temanggung lebih rendah dibandingkan provinsi dan nasional. Hal tersebut disebabkan dari sisi pertumbuhan jumlah pekerja, dampak covid-19 relatif kecil terjadi di sektor pertanian yang menjadi sektor utama di Kabupaten Temanggung dengan tren yang tumbuh positif, sementara sektor lainnya (non-pertanian, industri, dan jasa) mengalami kontraksi. Adapun faktor pendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Temanggung Tahun 2024 selain dikarenakan adanya sumber daya alam yang berlimpah khususnya pada sektor perkebunan seperti kopi maupun industri pengolahan kayu, adalahnya peningkatan yang cukup signifikan dari sektor konstruksi, sektor akomodasi, sektor perusahaan dan sektor jasa pendidikan. Pertumbuhan ekonomi dan pengangguran memiliki hubungan yang erat karena penduduk yang bekerja berkontribusi dalam menghasilkan barang dan jasa sedangkan pengangguran tidak memberikan kontribusi secara langsung, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas diharapkan mampu menyelesaikan masalah pengangguran dan kemiskinan. Hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan jumlah pengangguran bersifat negatif, artinya peningkatan pertumbuhan ekonomi membawa dampak terhadap penurunan jumlah pengangguran. Adapun tingkat pertumbuhan RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-46 jumlah penganggur di Kabupaten Tahun 2020-2024 disajikan pada gambar 2.22. Sumber : Bappeda, data diolah Tahun 2025 Gambar 2.22 Tingkat Pertumbuhan Jumlah Penganggur Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024 Berdasarkan gambar diatas, pertumbuhan jumlah penganggur di Kabupaten Temanggung Tahun 2022-2023 cenderung fluktuatif dengan tren menurun akan tetapi pada Tahun 2024 naik dengan pertumbuhan 5,64 persen. Kenaikan jumlah penganggur dikarenakan adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada sektor jasa padat karya di Kabupaten Temanggung. Adapun rata-rata pertumbuhan jumlah penganggur di Kabupaten Temanggung selama 5 tahun terakhir <0 dengan nilai sebesar -2,62%. Adapun rincian pertumbuhan dan perubahan jumlah pengangguran di Kabupaten Temanggung secara rinci disajikan pada tabel 2.23. Tabel 2.33 Rata-rata Pertumbuhan dan Perubahan Jumlah Penganggur selama 5 Tahun Tahun Kabupaten Temanggung Jumlah Penganggur Pertumbuhan (%) Perubahan 2020 13.756 0,55 75 2021 11.918 -13,36 -1.838 2022 12.024 0,89 106 2023 11.192 -6,92 -832 2024 11.832 5,72 640 Rata-rata 5 tahun 12.144 -2,62 -370 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 Rata-rata tingkat perubahan jumlah penganggur di Kabupaten Temanggung selama 5 (lima) tahun terakhir <0 dengan pengurangan sebanyak 370 orang. Berbagai upaya dilakukan untuk menanggulangi meningkatnya jumlah pengangguran diantaranya peningkatan 2020 2021 2022 2023 2024 Pertubuhan 0,55% -13,36% 0,89% -6,92% 5,64% -15,00% -10,00% -5,00% 0,00% 5,00% 10,00% RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-47 keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan pada Balai Latihan Kerja (BLK) sesuai dengan bakat, memperluas kesempatan kerja dengan mendorong investasi lebih banyak di Kabupaten Temanggung melalui bursa kerja/bursa kerja khusus di lingkungan sekolah- sekolah Vokasi (SMK), memberikan kemudahan berusaha khususnya perusahaan-perusahaan baik PMPN/PA yang padat kerja, dan menumbuhkan potensi ekonomi dengan disertifikasi ekonomi yang berbasis pada ekonomi lokal. Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota pada wilayah pengembangan Gelangmanggung, pertumbuhan jumlah penganggur Kabupaten Temanggung jauh lebih baik dari rata-rata capaian wilayah setara yang ditunjukkan dengan persentase pertumbuhan yang jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata capaian wilayah setara sebagaimana gambar 2.23. Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 Gambar 2.23 Perbandingan Pertumbuhan Jumlah Penganggur Daerah dengan Rata- Rata Capaian pada Wilayah Pengembangan Gelangmanggung Tahun 2020-2024 Adapun perbandingan perubahan jumlah penganggur Kabupaten Temanggung dengan rata-rata capaian wilayah yang setara secara rinci disajikan pada tabel 2.34. Tabel 2.34 Perbandingan Perubahan Jumlah Penganggur Daerah dengan Rata-Rata Capaian Wilayah Pengembangan Gelangmanggung Tahun Kabupaten Temanggung Rata-Rata Capaian Gelangmanggung 2020 0.55% 33,43% 2021 -13.36% 7,86% 2022 0.89% -6,61% 2023 -6,92% -9,23% 0,55% -13,36% 0,89% -6,92% 5,64% 40,65% 2,87% 4,66% -1,92% -10,99% 2020 2021 2022 2023 2024 Kabupaten Temanggung Rata-Rata Capaian Gelangmanggung RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-48 Tahun Kabupaten Temanggung Rata-Rata Capaian Gelangmanggung 2024 5,64% 1,31% Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa perubahan jumlah penganggur Kabupaten Temanggung lebih baik dari rata-rata capaian wilayah yang setara. Pada Tahun 2021 perubahan jumlah penganggur di Kabupaten Temanggung mengalami penurunan signifikan mencapai -13,36%, sedangkan kondisi pada wilayah pengembangan Gelangmanggung masih mengalami peningkatan sebesar 7,86%. Pada Tahun 2024 juga menunjukkan kondisi yang lebih baik dimana perubahan jumlah penganggur di Kabupaten Temanggung mencapai 5,64% dan lebih rendah dibandingkan rata-rata wilayah setara yang mencapai 1.31%. Adapun secara rinci jumlah penganggur Kabupaten/Kota yang berada pada wilayah Pengembangan secara rinci disajikan pada tabel 2.35. Tabel 2.35 Jumlah Penganggur pada Wilayah Pengembangan Gelangmanggung Tahun 2020-2024 Kabupaten / Kota Jumlah Penganggur (Orang) 2020 2021 2022 2023 2024 Kota Magelang 5.699 5.769 4.487 3.632 2.979 Kabupaten Magelang 33.080 38.976 40.895 36.841 29.240 Kabupaten Temanggung 13.756 11.918 12.024 11.192 11.823 RATA-RATA GELANGMANGGUNG 17.512 18.888 19.135 17.222 14.681 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 Selain dibandingkan dengan wilayah setara, jumlah penganggur di Kabupaten Temanggung juga dapat dibandingkan dengan capaian Jawa Tengah dan Nasional pada Tahun 2020-2024 secara rinci disajikan pada tabel 2.36. Tabel 2.36 Perbandingan Pertumbuhan Jumlah Penganggur Daerah dengan Nasional Tahun 2020-2024 Tahun Kabupaten Temanggung Jawa Tengah Nasional 2020 0,55% 48,40% 37,49% 2021 -13,36% -7,09% -6,82% 2022 0,89% -3,88% -7,43% 2023 -6,92% 0,00% -6,72% 2024 5,64% 0,00 -4,96% Rata-rata -2,64% 7,49% -2,31% Sumber: BPS RI, Bappeda Kabupaten Temanggung Tahun 2025, data diolah RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-49 Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa pertumbuhan jumlah penganggur Kabupaten Temanggung lebih baik dari nasional maupun provinsi. Ditinjau dari rata-rata selama 5 tahun terakhir, pertumbuhan jumlah penganggur di Kabupaten Temanggung <0 dengan nilai sebesar -2,64 persen lebih besar dari nasional -2,31, sedangkan pada tingkat provinsi mencapai >3%. Adapun perbandingan perubahan jumlah penganggur Kabupaten Temanggung dengan capaian nasional disajikan pada gambar 2.24. Sumber: Bappeda Kabupaten Temanggung Tahun 2025, data diolah Gambar 2.24 Perbandingan Perubahan Jumlah Penganggur Kabupaten Temanggung dengan Capaian Nasional Perbandingan perubahan jumlah penganggur daerah dengan rata-rata capaian wilayah yang setara dan capaian nasional sebelum pandemi Covid-19 dan kondisi terkini lebih baik dari nasional maupun provinsi Perubahan jumlah penganggur Kabupaten Temanggung lebih baik dari capaian nasional. Tahun 2020 lebih rendah yakni hanya sebesar 0,55%, sedangkan pada tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Nasional pertumbuhan jumlah penganggur meningkat secara signifikan mencapai >35% dari kondisi sebelumnya. Adapun pada kondisi pasca pandemi terlihat bahwa pemulihan ekonomi semakin membaik yang salah satunya ditunjukkan dengan penurunan pertumbuhan jumlah penganggur baik pada tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Pada Tahun 2023 penurunan pertumbuhan jumlah penganggur di Kabupaten Temanggung lebih baik dari nasional dan provinsi dengan pengurungan mencapai -6,92%, sedangkan secara provinsi dan nasional secara berturut-turut hanya mencapai - 0,55% -13,36% 0,89% -6,92% 5,64% 48,40% -7,09% -3,88% 0,00% 0 37,49% -6,82% -7,43% -6,72% -4,96% -20,00% -10,00% 0,00% 10,00% 20,00% 30,00% 40,00% 50,00% 60,00% 2020 2021 2022 2023 2024 Kabupaten Temanggung Jawa Tengah Nasional RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-50 4,25% dan -6,77%. Hal ini dapat disebabkan karena meningkatnya tingkat partisipasi angkatan kerja di Kabupaten Temanggung. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Rasio Penduduk Bekerja (TPAK) memberikan gambaran proporsi penduduk usia kerja yang terlibat aktif di pasar tenaga kerja baik dengan bekerja maupun mencari pekerjaan yang memberikan indikasi ukuran relatif dari pasokan tenaga kerja yang tersedia untuk terlibat dalam produksi barang dan jasa. TPAK tinggi merupakan salah satu indikasi tingginya kesempatan kerja yang tersedia sehingga orang terserap dalam lapangan kerja yang ada atau sedang mencari kerja atau bahkan mempersiapkan usaha. Akan tetapi, peningkatan TPAK juga dapat menjadi salah satu faktor peningkatan jumlah pengangguran pada kondisi dimana rendahnya tingkat partisipasi angkatan kerja dipengaruhi oleh penduduk usia kerja yang tidak bekerja. Perkembangan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Kabupaten Temanggung dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020-2024 disajikan pada gambar berikut. Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 Gambar 2.25 Perkembangan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Kabupaten Temanggung dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020-2024 Pada periode 5 tahun terakhir, kondisi ketenagakerjaan penduduk Kabupaten Temanggung mengalami fluktuasi. Jika dibandingkan dengan TPAK Provinsi Jawa Tengah, TPAK Kabupaten Temanggung menunjukkan nilai yang lebih tinggi kecuali pada Tahun 2020 saat pandemi melanda. Tingginya TPAK Kabupaten Temanggung ini menunjukkan bahwa lebih tingginya pasokan tenaga kerja (labour supply) yang tersedia untuk memproduksi barang dan jasa dalam 2020 2021 2022 2023 2024 Temanggung 69,43 69,58 70,84 71,72 73,74 Provinsi Jawa Tengah 58,73 74,01 76,14 75,8 78,06 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Temanggung Provinsi Jawa Tengah RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-51 suatu perekonomian. Di sisi lain, tingginya TPAK tidak selalu menggambarkan penduduk yang aktif bekerja karena adanya peralihan menjadi ibu rumah tangga maupun penambahan jumlah penduduk usia kerja dari mahasiswa. 2.1.2.5 Tingkat Kemiskinan Kemiskinan merupakan isu global dan masih menjadi prioritas pembangunan nasional. Kemiskinan masih menjadi persoalan mendasar yang mendapat perhatian serius dari pemerintah yang belum dapat teratasi. Terkait masalah kemiskinan tersebut, salah satu aspek penting dalam mendukung strategi penanggulangan kemiskinan adalah penyediaan data yang akurat. A. Persentase Penduduk Miskin (P0) Potret kemiskinan Kabupaten Temanggung dilihat dari tingkat kemiskinan (persentase penduduk miskin) dan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024. Perbandingan Tingkat kemiskinan Kabupaten Temanggung dengan targer RKPD disajikan pada tabel 2.37. Tabel 2.37 Perbandingan Persentase Penduduk Miskin (Tingkat Kemiskinan) dengan Target RKPD Tahun Tingkat Kemiskinan (%) Jumlah Penduduk Miskin (Jiwa) Target Realisasi Target Realisasi 2020 8,85 9,96 76.798 77.330 2021 10,36 10,17 72.372 79.100 2022 10,00 9,33 80.126 73.040 2023 9,80 9,26 75.495 72.960 2024 9,25 8,67 67.442 68.770 Sumber: BPS Kabupaten Temanggung Tahun 2025, Data Diolah. Angka kemiskinan di Kabupaten Temanggung pada Tahun 2021 meningkat pada capaian angka 10,17% sebagai dampak adanya pandemi covid-19. Dilihat dari jumlah penduduk, berbanding lurus dengan persentase penduduk miskin yang meningkat, jumlah penduduk miskin juga mengalami peningkatan. Namun pada Tahun 2024 tingkat kemiskinan mencapai angka 8,67% lebih rendah daripada capaian sebelum adanya pandemi. Hal tersebut mengindikasikan mulai pulihnya kondisi perekonomian di Temanggung. Perbandingan Tingkat kemiskinan daerah dengan capaian nasional juga menunjukkan nilai yang lebih baik. RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-52 Jika dibandingkan dengan target RKP Nasional tahun 2025 baru mencapai 92%, kinerja pencapaian target RKP Kewilayahan sebagaimana disajikan pada tabel 2.38. Tabel 2.38 Perbandingan Tingkat Kemiskinan Daerah dengan Target RKP Kewilayahan Indikator Target RKP Kewilayahan Nasional Tahun 2025 Realisasi Capaian Tahun 2024 Kinerja Pencapaian Target RKP Kewilayahan Tingkat Kemiskinan 7 - 8 % 8,67 92% Sumber : Perpres Nomor 109 Tahun 2024 tentang Rencanan Kerja Pemerintah Tahun 2025 BPS Kabupaten Temanggung Tahun 2025 Perbandingan tingkat kemiskinan daerah dengan capaian sebelumnya Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2020-2024 secara rinci tersaji pada tabel 2.39. Tabel 2.39 Perbandingan Tingkat Kemiskinan Daerah dengan Capaian Tahun Sebelumnya Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2020-2024 Tahun Temanggung Jawa Tengah Nasional Target Realisasi Realisasi Realisasi 2020 8,85 9,96 11,41 10,19 2021 10,36 10,17 11,79 9,71 2022 10 9,33 10,93 9,57 2023 9,8 9,26 10,77 9,36 2024 9,25 8,67 10,47 9,03 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah, BPS RI Tahun 2025 Jika dibandingkan dengan Jawa Tengah dan nasional, capaian persentase penduduk miskin Kabupaten Temanggung pada Tahun 2024 lebih baik dibandingkan provinsi juga capaian nasional. Berbagai upaya penanggulangan kemiskinan yang telah dilakukan baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat cukup berhasil menurunkan kemiskinan. Sedangkan perbandingan Tingkat kemiskinan Kabupaten Temanggung dengan rata-rata capaian Wilayah Pengembangan Gelangmanggung Tahun 2020-2024 secara rinci disajikan pada tabel 2.40. Tabel 2.40 Perbandingan Perubahan Persentase Penduduk Miskin Daerah (Tingkat Kemiskinan) dengan Rata-rata Capaian pada Wilayah Pengembangan Gelangmanggung Tahun 2020-2024 Kabupaten / Kota Persentase Penduduk Miskin Perubahan Penduduk Miskin 2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024 Kabupaten Magelang 11,27 11,91 11,09 10,96 10,83 0.6 0.64 -0.82 -0,13 -0,13 Kota Magelang 7,58 7,75 7,1 6,11 5,94 0.12 0.17 -0.65 -0,99 -0,17 Kabupaten Temanggung 9,96 10,17 9,33 9,26 8,67 0.54 0.21 - 0.84 -0,77 -0,59 RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-53 Kabupaten / Kota Persentase Penduduk Miskin Perubahan Penduduk Miskin 2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024 RATA-RATA GELANGMANGGUNG 9,6 9,94 9,17 8,78 8,48 0,2 0,21 -0,27 0,4 -0,30 JAWA TENGAH 11,41 11,79 10,93 10,77 10,47 0.61 0.38 -0.86 -0,16 -0,30 NASIONAL 10,19 9,71 9,57 9,36 9,03 0.97 -0.48 -0.14 -0,21 -0,33 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah, BPS RI Tahun 2025, Data Diolah. Kemiskinan Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024 pada wilayah pengembangan Gelangmanggung menempati posisi kedua setelah Kota Magelang. Hal ini menunjukkan bahwa posisi relatif tingkat kemiskinan Kabupaten Temanggung pada wilayah pengembangan Gelangmanggung lebih baik dari kabupaten yang lain. Sedangkan di Provinsi Jawa Tengah posisi relatif Kabupaten Temanggung menempati urutan ke-12 dibandingkan kabupaten/kota lain dapat tersaji pada gambar 2.26. Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 Gambar 2.26 Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024 Gambaran kemiskinan di Kabupaten Temanggung pada kondisi terkini serta perbandingan Tingkat kemiskinan Kabupaten Temanggung dengan capaian nasional dapat disajikan pada tabel 2.41. Tabel 2.41 Perbandingan Perubahan Pencapaian Persentase Penduduk Miskin Daerah (Tingkat Kemiskinan) dengan Capaian Nasional Tahun Kabupaten Temanggung Rata-rata GELANGMANGGUNG Jawa Tengah Nasional Realisas i Perubaha n Realisas i Perubaha n Realisas i Perubaha n Realisas i Perubaha n 2020 9,96 0,54 9,60 0,42 11,41 0,61 10,19 0,97 2021 10,17 0,21 9,94 0,43 11,79 0,38 9,71 -0,48 2022 9,33 -0,84 9,17 -0,77 10,93 -0,86 9,57 -0,14 2023 9,26 -0,07 8,78 -0,40 10,77 -0,16 9,36 -0,21 2024 8,67 -0,59 8,48 -0,30 10,47 -0,30 9,03 -0,33 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah, BPS RI Tahun 2025, Data Diolah. 8,67 10,47 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 Kota Semarang Kota Salatiga Kota Magelang Kabupaten Jepara Kota PekalonganKabupaten Tegal Kabupaten Semarang Kabupaten Kudus Kabupaten Sukoharjo Kota Tegal Kota Surakarta Kabupaten Temanggung Kabupaten Batang Kabupaten Pekalongan Kabupaten Pati Kabupaten Kendal Kabupaten Karanganyar Kabupaten Boyolali PROVINSI JAWA TENGAH Kabupaten Cilacap Kabupaten WonogiriKabupaten MagelangKabupaten Purworejo Kabupaten Blora Kabupaten Grobogan Kabupaten Demak Kabupaten Banyumas Kabupaten KlatenKabupaten Sragen Kabupaten Rembang Kabupaten Purbalingga Kabupaten Banjarnegara Kabupaten Pemalang Kabupaten Wonosobo Kabupaten Brebes Kabupaten Kebumen Nasional: 9,03 RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-54 Seiring dengan pulihnya perekonomian global dan nasional juga berimbas pada progres perbaikan kemiskinan ditunjukkan dengan data pada Tahun 2024, kemiskinan Kabupaten Temanggung maupun rata-rata pada wilayah pengembangan Gelangmanggung, Jawa Tengah serta nasional mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Pembahasan tentang kemiskinan tidak terlepas dari pembahasan mengenai penduduk miskin. Penduduk dikategorikan sebagai penduduk miskin jika memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Adapun jumlah penduduk miskin dan pertumbuhannya di Kabupaten Temanggung, wilayah pengembangan Gelangmanggung, Provinsi Jawa Tengah dan Nasional sebagaimana disajikan pada tabel 2.42. Tabel 2.42 Pertumbuhan Jumlah Penduduk Miskin, Perbandingan Pertumbuhan Jumlah Penduduk Miskin dengan Rata pada Wilayah Pengembangan Gelangmanggung, Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2020-2024 Kabupaten/ Kota Jumlah Penduduk Miskin (Ribu Jiwa) Pertumbuhan Jumlah Penduduk Miskin (%) 2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024 Kabupaten Magelang 146,34 154,91 145,33 144,49 143,8 6,51 5,86 -6,18 -0,58 -0,48 Kota Magelang 9,27 9,44 8,65 7,45 7,25 1,87 1,83 -8,37 - 13,8 7 -2,68 Kabupaten Temanggung 77,33 79,09 73,04 72,96 68,77 6,52 2,28 -7,65 -0,11 -5,74 RATA-RATA GELANGMANGGUN G 77,65 81,15 75,67 74,97 73,27 4,97 3,32 -7,40 -4,85 -2,97 JAWA TENGAH 3.980,90 4.109,75 3.831,44 3.791,50 3704,3 3 6,35 3,24 -6.77 -3,32 2,35 NASIONAL 27.549,69 26.503,65 26.363,27 25.900,00 25219, 2 11,1 5 -3,80 -0,53 -4,34 -4,60 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah, BPS RI Tahun 2025, Data Diolah. Perbandingan perubahan jumlah penduduk miskin daerah dengan rata-rata capaian wilayah pengembangan Gelangmanggung sebelum pandemi Covid-19 Kabupaten Temanggung menempati urutan kedua setelah Kota Magelang. Dalam kurun waktu Tahun 2020-2024, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Temanggung berfluktuasi dan mengalami peningkatan cukup tinggi pada Tahun 2020-2023. Pada Tahun 2024, penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Temanggung menunjukkan capaian yang lebih dari rata- rata wilayah pengembangan Gelangmanggung, provinsi maupun nasional RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-55 Perubahan Jumlah Penduduk Miskin Kabupaten Temanggung, Rata-rata pada Wilayah Pengembangan Gelangmanggung dan Nasional sebagaimana disajikan pada tabel 2.43. Tabel 2.43 Perubahan Jumlah Penduduk Miskin Kabupaten Temanggung, Rata-rata pada Wilayah Pengembangan Gelangmanggung, Jawa Tengah dan Nasional Tahun Kabupaten Temanggung Rata-rata GELANGMANGGUNG Jawa Tengah Nasional Realisasi Perubahan Realisasi Perubahan Realisasi Perubahan Realisasi Perubahan 2020 77,33 6,52 77,65 6,32 3.980,90 6,35 27.549,69 11,15 2021 79,09 2,28 81,15 4,51 4.109,75 3,24 26.503,65 -3,80 2022 73,04 -7,65 75,67 -6,74 3.831,44 -6,77 26.363,27 -0,53 2023 72,96 -0,11 74,97 -0,93 3.704,33 -1,04 25.900,00 -1,76 2024 68,77 -5,74 73,27 -2,26 3.791,50 -2,30 25.219,20 -2,63 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah, BPS RI Tahun 2025, Data Diolah. Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa perkembangan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Temanggung cenderung mengalami kenaikan akibat pandemi Covid-19 puncaknya di Tahun 2021 yang menyebabkan gangguan pada aktivitas ekonomi yang berlangsung di Kabupaten Temanggung. Tahun 2024 Kabupaten Temanggung memiliki capaian yang relatif lebih baik jika dibandingkan dengan capaian rata-rata di Wilayah Pengembangan Gelangmanggung, Jawa Tengah dan Nasional. Pertumbuhan ekonomi berdampak signifikan terhadap tingkat kemiskinan, di mana pertumbuhan ekonomi yang meningkat akan mempengaruhi pada peningkatan kesejahteraan dan berkurangnya kemiskinan. Perbandingan rasio perubahan tingkat kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Temanggung dengan rata-rata capaian nasional Tahun 2020-2024 disajikan pada tabel 2.44. Tabel 2.44 Perbandingan Rasio Perubahan Tingkat Kemiskinan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah dengan Capaian Nasional Tahun 2020-2024 Tahu n Kabupaten Temanggung Nasional Tingkat Kemiskinan Pertumbuhan Ekonomi Tingkat Kemiskinan Pertumbuhan Ekonomi Realisasi Perubaha n Realisasi Perubaha n Realisas i Perubaha n Realisas i Perubaha n 2020 9,96 0,54 -2,13 -7,18 10,19 0,97 -2,07 -7,09 2021 10,17 0,21 3,34 5,47 9,71 -0,48 3,7 5,77 2022 9,33 -0,84 5,2 1,86 9,57 -0,14 5,31 1,61 2023 9,26 -0,07 5 -0,2 9,36 -0,21 5,04 -0,27 2024 8,67 -0,59 5,04 0,04 9,03 -0,33 5,03 -0,01 Sumber: BPS Kabupaten Temanggung dan BPS RI Tahun 2025, Data Diolah. Persentase penduduk miskin di Kabupaten Temanggung Tahun 2024 turun mengindikasikan capaian positif dengan penurunan RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-56 sebesar -0,6, kondisi tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,04. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi memiliki dampak yang baik pada menurunnya angka kemiskinan. Pada tingkat nasional, peningkatan pertumbuhan ekonomi juga berkorelasi positif terhadap penurunan kemiskinan. Jika dibandingkan dengan nasional, capaian penurunan kemiskinan serta pertumbuhan ekonomi Kabupaten Temanggung menunjukkan hasil yang lebih baik dari capaian nasional. Kondisi tersebut mengindikasikan keberhasilan kebijakan dalam percepatan pemulihan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional. Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar melihat berapa persentase dan jumlah penduduk miskin, akan tetapi juga memperhatikan tingkat kedalaman (P1) dan keparahan dari kemiskinan (P2). Selain menekan jumlah penduduk miskin, kebijakan kemiskinan seharusnya juga dapat mengurangi Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan. Semakin kecil P1 maupun P2 semakin baik karena menunjukkan semakin kecilnya kedalaman dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin baik terhadap Garis Kemiskinan maupun di antara penduduk miskin itu sendiri. B. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Indeks Kedalaman Kemiskinan (Poverty Gap Index-P1) merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing- masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks kedalaman kemiskinan maka semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan. Tingkat perubahan indeks kedalaman kemiskinan dan perbandingan perubahan pencapaian indeks kedalaman kemiskinan Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024 jika dibandingkan dengan wilayah pengembangan Gelangmanggung, Jawa Tengah dan Nasional sebagaimana disajikan pada tabel 2.45. Tabel 2.45 Tingkat Perubahan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan perbandingan perubahan indeks kedalaman kemiskinan dengan Capaian Wilayah Pengembangan Gelangmanggung, Nasional dan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020-2024 Kabupaten/ Kota Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Perubahan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) 2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024 Kota Magelang 1,12 0,85 0,47 0,74 0,92 0,13 -0,27 -0,38 0,27 0,18 RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-57 Kabupaten/ Kota Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Perubahan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) 2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024 Kabupaten Magelang 1,23 1,63 1,66 1,73 1,23 0,25 0,4 0,03 0,07 -0,5 Kabupaten Temanggung 0,86 1,57 1,06 0,99 0,97 0,35 0,71 -0,51 -0,07 - 0,02 RATA-RATA GELANGMANGGUN G 1,07 1,35 1,06 1,15 1,04 0,24 0,28 -0,29 0,09 -0,11 JAWA TENGAH 1,72 1,91 1,77 1,75 1,64 0,19 0,19 -0,14 -0,02 -0,11 NASIONAL 1,75 1,67 1,56 1,53 1,36 0,25 -0,08 -0,11 -0,03 -0,17 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah, BPS RI Tahun 2025, Data Diolah. Perbandingan perubahan pencapaian indeks kedalaman kemiskinan daerah dengan capaian nasional menunjukkan nilai yang lebih baik dibandingkan nasional maupun provinsi. Pada Tahun 2024, Indeks Kedalaman Kemiskinan Kabupaten Temanggung mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Perkembangan Indeks Kedalaman Kemiskinan Kabupaten Temanggung dalam kurun waktu Tahun 2020-2024 berfluktuasi dan meningkat cukup tajam pada Tahun 2021, kondisi tersebut terjadi sebagai imbas pandemi Covid-19 yang menyebabkan peningkatan kemiskinan di berbagai daerah termasuk Kabupaten Temanggung. Indeks Kedalaman Kemiskinan Kabupaten Temanggung Tahun 2024 berada di bawah angka rata-rata wilayah pengembangan Gelangmanggung, Provinsi Jawa Tengah maupun Nasional. Hal ini berarti rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap batas garis kemiskinan di Kabupaten Temanggung lebih baik daripada tingkat Provinsi Jawa Tengah maupun Nasional. C. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Selain Indeks Kedalaman Kemiskinan, indikator yang juga perlu dilihat adalah Indeks Keparahan Kemiskinan. Indeks Keparahan Kemiskinan (Poverty Severity Index-P2) memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin tinggi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin. Gambaran Indeks Keparahan Kemiskinan pada wilayah pengembangan Gelangmanggung dibandingkan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2020-2024 disajikan pada tabel 2.46. RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-58 Tabel 2.46 Perubahan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) pada Wilayah Pengembangan Gelangmanggung Dibandingkan Jateng dan Nasional Tahun 2020-2024 Kabupaten / Kota Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) (%) Perubahan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) 2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024 Kota Magelang 0,23 0,15 0,06 0,12 0,19 0,04 -0,08 -0,09 0,06 0,07 Kabupaten Magelang 0,20 0,35 0,41 0,41 0,23 0,03 0,15 0,06 0 -0,18 Kabupaten Temanggung 0,11 0,39 0,19 0,17 0,18 0,06 0,28 -0.2 -0,02 0,01 RATA-RATA GELANGMANGGUNG 0,18 0,30 0,22 0,23 0,2 0,04 0,12 -0,01 0,01 -0,03 JAWA TENGAH 0,34 0,45 0,42 0,42 0,37 0,04 0,11 -0,03 0,00 -0,05 NASIONAL 0,47 0,42 0,38 0,38 0,35 0,11 -0,05 -0,04 0,00 -0,03 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah, BPS RI Tahun 2025, Data Diolah. Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Temanggung pada Tahun 2024 mengalami sedikit peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data pada tabel di atas, Indeks Keparahan Kemiskinan pada Tahun 2024 sebesar 0,18, meningkat dari yang sebelumnya sebesar 0,17 pada Tahun 2023. Perkembangan Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Temanggung dalam kurun waktu Tahun 2020-2024 mengalami fluktuasi dan meningkat cukup tajam pada Tahun 2021 sama seperti Indeks Kedalaman Kemiskinan di mana pandemi Covid-19 ikut memperparah kondisi kemiskinan yang terjadi di daerah. Kondisi kemiskinan terus menunjukkan perbaikan pada pasca pandemi ditunjukkan dengan Indeks Keparahan Kemiskinan yang menurun seiring dengan semakin pulihnya kondisi perekonomian dan kesehatan. Jika dilihat lebih rinci, nilai Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024 selalu berada di bawah angka rata-rata pada wilayah pengembangan Gelangmanggung, Provinsi Jawa Tengah maupun Nasional. Hal ini berarti penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin di Kabupaten Temanggung dapat dikatakan masih lebih baik daripada tingkat Provinsi Jawa Tengah maupun Nasional. 2.1.2.6 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Salah satu indikator kesejahteraan masyarakat yang dikenal secara universal ditunjukkan dengan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI). IPM merupakan salah satu indikator yang dapat mewakili keterbandingan hasil pembangunan manusia antar daerah. Konsep pembangunan manusia sebagai ukuran pencapaian hasil pembangunan menempatkan manusia pada posisi yang sebenarnya yaitu manusia sebagai penerima akhir dari hasil-hasil pembangunan. Angka IPM mengindikasikan RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-59 tingkat pencapaian pembangunan manusia sebagai dampak dari kegiatan pembangunan yang dilakukan. Perkembangan IPM Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024 secara rinci disajikan pada tabel 2.47. Tabel 2.47 Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024 No. Variabel 2020 2021 2022 2023 2024 INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) 69,57 69,88 70,77 71,33 71,87 A Usia Harapan Hidup Saat Lahir (Tahun) 75,58 75,64 75,7 75,77 75,94 B Harapan Lama Sekolah (Tahun) 12,14 12,08 12,55 12,61 12,62 Rata-rata Lama sekolah (Tahun) 7,24 6,94 7,41 7,50 7,53 C Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Ribu Rupiah) 9.343 9.142 9.773 10.108 10.519 Sumber: BPS Kabupaten Temanggung Tahun 2025 Status pencapaian IPM dikategorikan dalam empat kategori, yaitu: (a) Sangat Tinggi (IPM ≥80); (b) Tinggi, (IPM 70-80); (c) Sedang, (IPM 60-70); dan (d) Rendah, (IPM <60). Dalam dimensi IPM Kabupaten Temanggung paling rendah berada pada sektor pendidikan, dimana RLS penduduk usia 25 tahun ke atas Kabupaten Temanggung tahun 2024 tercatat sebesar 7,53 tahun. Artinya bahwa penduduk Kabupaten Temanggung baru menempuh pendidikan sampai kelas 1 SMP/sederajat atau putus sekolah di kelas 2 SMP/sederajat. Indikator pendidikan lainnya adalah HLS yang mengukur peluang pendidikan yang dapat diperoleh untuk anak usia sekolah (7 tahun keatas). Pada Tahun 2024, HLS Kabupaten Temanggung sebesar 12,62 tahun artinya anak usia 7 tahun ke atas akan mempunyai peluang sekolah sampai 12,62 tahun atau setara dengan Tingkat I di Perguruan Tinggi jika kondisinya minimal sama seperti sekarang. Kualitas sumber daya manusia yang berpengaruh pada daya saing sumber daya manusia itu sendiri dapat dilihat dari keahlian/keterampilan serta ilmu pengetahuan yang dimilikinya yang dapat digambarkan dari tingkat pendidikan yang ditamatkannya. Menurut hasil Susenas, mayoritas penduduk berusia 15 tahun ke atas di Kabupaten Temanggung hanya mengenyam pendidikan tinggi hingga tamat SD sederajat (BPS, 2024). Disisi lain, kesehatan juga merupakan investasi berharga dalam pembangunan. Masyarakat yang sehat akan berdampak pada RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-60 meningkatnya produktivitas dan pada akhirnya mendukung membaiknya proses pembangunan ekonomi yang semakin baik. Dimensi kesehatan ini dapat ditunjukkan dengan UHH Kabupaten Temanggung yang semakin membaik, tercatat pada tahun 2024 UHH Kabupaten Temanggung sebesar 75,94 tahun. Pencapaian UHH yang terus membaik dari tahun ke tahun didukung dengan keberhasilan upaya pembangunan kesehatan di Kabupaten Temanggung. Pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan dapat menjadi indikator yang mewakili dimensi standar hidup layak yang dapat mencerminkan tingkat pendapatan dan kesejahteraan masyarakat serta menggambarkan kemampuan daya beli masyarakat Kabupaten Temanggung. Capaian pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan selama kurun waktu 5 tahun terakhir mengalami peningkatan, tercatat pada Tahun 2024 sebesar Rp 10.519.000. Hal ini didukung oleh beberapa statistik lainnya diantaranya menurunnya tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka serta stabilnya perekonomian di Kabupaten Temanggung. Perbandingan target dan realisasi IPM Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2024 sebagaimana disajikan pada tabel 2.48. Tabel 2.48 Perbandingan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), UHH, RLS, HLS, Pengeluaran Per Kapita Daerah dengan Target RKPD No Variabel Temanggung Jawa Tengah Nasional Target Realisasi Kinerja Realisasi Realisasi INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) 71,77 71,87 100% 73,87 75,02 A Usia Harapan Hidup Saat Lahir (Tahun) 75,71 75,94 100% 74,91 74,15 B Harapan Lama Sekolah (Tahun) 12,6 12,62 100% 12,86 13,21 C Rata-rata Lama sekolah (Tahun) 7,8 7,53 96,54% 8,02 8,85 D Pengeluaran per Kapita Disesuaikan (Ribu Rupiah) 9.715 10.519 100% 12.276 12.341 Sumber: BPS Provinsi Jawa Tengah, BPS RI dan BAPPEDA Kabupaten Temanggung Tahun 2025 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa capaian IPM Kabupaten Temanggung masih berada di bawah IPM Jawa Tengah. Ini menunjukkan bahwa pembangunan di Kabupaten Temanggung masih berada di bawah kemajuan pembangunan Jawa Tengah pada umumnya. Capaian IPM Kabupaten Temanggung jika dibandingkan dengan capaian nasional juga masih berada di bawah capaian nasional. Perbandingan Indeks Pembangunan Manusia Daerah dengan RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-61 capaian tahun sebelumnya disajikan pada tabel 2.49. Tabel 2.49 Perbandingan Indeks Pembangunan Manusia Daerah dengan Capaian Tahun Sebelumnya Kabupaten/ Kota IPM Pertumbuhan IPM (%) 2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024 Kabupaten Temanggung 69,57 69,88 70,77 71,33 71,87 0,01 0,45 1,27 0,79 0,76 Sumber: BPS Kabupaten Temanggung Tahun 2025, Data Diolah. Apabila melihat nilai capaian IPM Tahun 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan capaian IPM atau IPM daerah lebih baik dengan capaian tahun sebelumnya. Perbandingan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan rata- rata capaian Wilayah Pengembangan Gelangmanggung dan capaian nasional secara rinci disajikan pada tabel 2.50. Tabel 2.50 Perbandingan Pertumbuhan IPM Daerah dengan Rata-Rata Capaian pada Wilayah Pengembangan Gelangmanggung, Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2020-2024 Kabupaten/ Kota IPM Pertumbuhan IPM (%) 2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024 Kota Magelang 78,99 79,43 80,39 81,17 82,15 0,24 0,56 1,21 0,97 1,21 Kabupaten Magelang 69,98 70,12 70,85 71,45 72,1 0,16 0,36 1,04 0,85 0,91 Kabupaten Temanggung 69,57 69,88 70,77 71,33 71,87 0,01 0,45 1,27 0,79 0,76 RATA-RATA GELANGMANGGUNG 72,84 73,14 74,00 74,65 75,37 0,14 0,46 1,17 0,87 0,96 JAWA TENGAH 71,87 72,16 72,79 73,39 73,87 0,20 0,40 0,87 0,82 0,65 NASIONAL 71,94 72,29 72,91 74,39 75,02 0,03 0,49 0,86 2,03 0,85 Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah, Badan Pusat Statistik Indonesia Tahun 2025, Data Diolah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah lebih baik dengan capaian tahun sebelumnya. Selain itu, pertumbuhan IPM Kabupaten Temanggung selama Tahun 2020-2024 cukup fluktuatif. Jika dibandingkan dengan pertumbuhan IPM pada wilayah pengembangan Gelangmanggung Tahun 2020-2024, pertumbuhan IPM Kabupaten Temanggung tergolong moderat. Pertumbuhan capaian IPM Kabupaten Temanggung pada Tahun 2024 menunjukkan progres yang semakin membaik dalam kurun waktu lima tahun terakhir, progres tersebut juga menunjukkan perkembangan yang lebih baik dari Provinsi Jawa Tengah maupun nasional. Meski menunjukkan progres yang positif, capaian IPM Kabupaten Temanggung, capaian IPM masih berada di bawah capaian rata-rata pada wilayah pengembangan Gelangmanggung, Jawa Tengah maupun nasional, sehingga Kabupaten Temanggung masih memerlukan langkah-langkah RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-62 strategis untuk meningkatkan capaian IPM melalui peningkatan di bidang pendidikan, kesehatan maupun ekonomi untuk mewujudkan pembangunan manusia yang semakin berkualitas. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan standar untuk mengukur kualitas hidup masyarakat di suatu daerah dari sektor kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Sektor kesehatan direpresentasikan dengan indikator usia harapan hidup saat lahir, sektor pendidikan direpresentasikan dengan indikator harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah, serta sektor ekonomi direpresentasikan dengan indikator pengeluaran per kapita disesuaikan. Komponen dalam Indek Pembangunan Manusia (IPM) yaitu : A. Angka Harapan Hidup (AHH) Angka Harapan Hidup (AHH) didefinisikan sebagai rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh seseorang sejak lahir. AHH merupakan indikator yang mencerminkan derajat kesehatan masyarakat di suatu wilayah, baik dari sarana prasarana, akses hingga kualitas kesehatan. Perbandingan Angka Harapan Hidup (AHH) Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024 dibandingkan dengan target RKPD disajikan pada tabel 2.51. Tabel 2.51 Perbandingan AHH dengan Target RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024 Tahun AHH (Angka Harapan Hidup) Target Realisasi Kinerja 2020 75,47 75,58 100% 2021 75,49 75,64 100% 2022 75,51 75,70 100% 2023 75,53 75,77 100% 2024 75,71 75,94 100% Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 AHH di Kabupaten Temanggung Tahun 2024 telah mencapai 75,94 dan apabila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya selalu terjadi peningkatan, lebih tinggi dari tahun sebelumnya dan dapat melebihi target yang ditetapkan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, karena lama hidup seseorang tidak terlepas dari tingkat kesehatan yang bersangkutan. Kesehatan masyarakat antara lain dipengaruhi oleh asupan gizi yang baik, tingkat kepedulian dan perawatan terhadap kesehatan sehingga angka harapan hidup yang tinggi menunjukkan keberhasilan pembangunan. RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-63 Angka Harapan Hidup (AHH) merupakan komponen dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada indikator Capaian dan pertumbuhan AHH Kabupaten Temanggung dibandingkan dengan kabupaten/kota wilayah pengembangan Gelangmanggung serta perbandingannya dengan Jawa Tengah dan nasional secara terinci disajikan pada tabel 2.52. Tabel 2.52 Perbandingan Pertumbuhan AHH Daerah dengan Wilayah Pengembangan Gelangmanggung, Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2020-2024 Kabupaten / Kota Angka Harapan Hidup (Tahun) Pertumbuhan AHH 2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024 Kota Magelang 76,85 76,93 77,02 77,22 77,54 0,10 0,08 0,09 0,20 0,32 Kabupaten Magelang 73,97 74,13 74,28 74,44 74,68 0,41 0,16 0,15 0,16 0,24 Kabupaten Temanggung 75,58 75,64 75,7 75,77 75,94 0,10 0,06 0,06 0,07 0,17 RATA-RATA GELANGMANGGUNG 75,47 75,57 75,67 75,81 76,05 0,21 0,10 0,10 0,14 0,24 JAWA TENGAH 74,37 74,47 74,57 74,69 74,91 0,14 0,10 0,10 0,12 0,22 NASIONAL 71,47 71,57 71,85 72,13 73,93 0,13 0,10 0,28 0,28 1,80 Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah, Badan Pusat Statistik Indonesia Tahun 2025, Data Diolah Tren AHH Kabupaten Temanggung dari Tahun 2020-2024 menunjukkan capaian yang bagus karena terus meningkat. Peningkatan capaian tersebut mengindikasikan perbaikan pembangunan pada bidang kesehatan. Jika dilihat perbandingan capaian Kabupaten Temanggung dengan rata-rata pada wilayah pengembangan Gelangmanggung, Provinsi Jawa Tengah serta nasional, indikator Usia Harapan Hidup Saat Lahir memiliki capaian yang lebih baik. Namun jika dilihat berdasarkan pertumbuhannya, Kabupaten Temanggung memiliki progres yang tidak cukup baik meskipun mengalami peningkatan capaian setiap tahunnya. B. Harapan Lama Sekolah (HLS) Harapan Lama Sekolah (HLS) didefinisikan lamanya sekolah (tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang. Perbandingan HLS Kabupaten Temanggung dengan target RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024 disajikan pada tabel 2.53. Tabel 2.53 Perbandingan HLS dengan Target RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024 Tahun Harapan Lama Sekolah (HLS) Target Realisasi Kinerja 2020 12,28 12,14 98,89% 2021 12,35 12,32 99,76% 2022 12,42 12,55 100% RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-64 Tahun Harapan Lama Sekolah (HLS) Target Realisasi Kinerja 2023 12,49 12,61 100% 2024 12,60 12,62 100% Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 Harapan Lama Sekolah (HLS) di Kabupaten Temanggung Tahun 2024 mencapai 12,62 yang artinya tingkat anak-anak Temanggung yang pada Tahun 2024 berusia 7 tahun memiliki harapan dapat menikmati Pendidikan selama 12,62 tahun (Diploma I) lebih baik dari capaian Tahun 2023 (12,61). Capaian HLS Temanggung pada Tahun 2024 lebih rendah dari capaian Jawa Tengah (12,86) dan Nasional (13,21). Capaian dan pertumbuhan komponen IPM pada indikator Harapan Lama Sekolah Kabupaten Temanggung dibandingkan dengan wilayah pengembangan Gelangmanggung serta perbandingannya dengan Jawa Tengah dan nasional secara rinci disajikan pada tabel 2.54. Tabel 2.54 Perbandingan Pertumbuhan HLS Daerah dengan Capaian Rata-Rata Wilayah Pengembangan Gelangmanggung, Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2020-2024 Kabupaten / Kota HLS (Tahun) Pertumbuhan HLS 2020 2021 2022 2023 2024 2020 202 1 2022 2023 2024 Kota Magelang 14,14 14,15 14,31 14,40 14,62 0,33 0,01 0,16 0,09 0,22 Kabupaten Magelang 12,54 12,55 12,58 12,61 12,62 0,01 0,01 0,03 0,03 0,01 Kabupaten Temanggung 12,14 12,32 12,5 5 12,61 12,62 0,01 0,18 0,23 0,06 0,01 RATA-RATA GELANGMANGGUNG 12,94 13,01 13,15 13,21 13,29 0,12 0,07 0,14 0,06 0,08 JAWA TENGAH 12,7 12,77 12,81 12,85 12,86 0,02 0,07 0,04 0,04 0,01 NASIONAL 12,98 13,08 13,1 13,15 13,21 0,03 0,10 0,02 0,05 0,06 Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah, Badan Pusat Statistik Indonesia Tahun 2025, Data Diolah Capaian HLS Kabupaten Temanggung selama lima tahun terakhir terus menunjukkan adanya peningkatan. HLS Kabupaten Temanggung pada Tahun 2024 sebesar 12,62, hal ini dapat diartikan bahwa rata-rata anak berusia 7 tahun yang masing jenjang pendidikan pada Tahun 2024 diharapkan dapat bersekolah hingga 12,62 tahun atau setara Diploma I. Dilihat berdasarkan pertumbuhannya, progres HLS Kabupaten Temanggung mengalami peningkatan yang positif terutama setelah pandemi Covid-19. jika dibandingkan dengan rata- rata capaian pada wilayah pengembangan Gelangmanggung, Provinsi Jawa Tengah serta nasional, capaian HLS Kabupaten Temanggung juga masih berada di bawah capaian tersebut, oleh karena itu pembangunan di sektor pendidikan masih perlu untuk terus ditingkatkan. RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-65 C. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Rata-rata Lama Sekolah (RLS) didefinisikan sebagai jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk dalam menjalami pendidikan formal. Perbandingan RLS Kabupaten Temanggung dengan target RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024 disajikan pada tabel 2.55. Tabel 2.55 Perbandingan RLS dengan Target RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024 Tahun Harapan Lama Sekolah (HLS) Target Realisasi Kinerja 2020 7,35 7,24 98,50% 2021 7,50 7,25 96,67% 2022 7,65 7,41 96,86% 2023 7,80 7,50 96,15% 2024 7,85 7,53 96,54% Sumber: BPS Kabupaten Temanggung, Bappeda Kabupaten Temanggung Tahun 2025 Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Tahun 2024 mencapai 7,53 naik 0,03 poin dibandingkan capaian Tahun 2023. Ini artinya rata-rata penduduk Temanggung mencapai Pendidikan Dasar sampai kelas 7 (kelas 1 SMP), belum sampai kelas 8. Capaian RLS Temanggung di bawah capaian Jawa Tengah (8,02) dan capaian Nasional (8,85). Dan ini diasumsikan menjadi salah satu komponen penghambat pertumbuhan IPM di Kabupaten Temanggung selama kurun waktu Tahun 2020-2024. Capaian dan pertumbuhan komponen IPM pada indikator Rata- rata Lama Sekolah Kabupaten Temanggung dibandingkan dengan wilayah pengembangan Gelangmanggung serta perbandingannya dengan Jawa Tengah dan nasional disajikan pada tabel 2.56. Tabel 2.56 Perbandingan Pertumbuhan RLS Daerah dengan Rata-Rata Capaian Wilayah Pengembangan Gelangmanggung, Jawa Tengah, dan Nasional Tahun 2020-2024 Kabupaten / Kota RLS (Tahun) Pertumbuhan RLS 2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024 Kota Magelang 10,39 10,62 10,94 11,20 11,43 0,06 0,23 0,32 0,26 0,23 Kabupaten Magelang 7,78 7,79 7,81 7,82 7,83 0,01 0,01 0,02 0,01 0,01 Kabupaten Temanggung 7,24 7,25 7,41 7,50 7,53 0,09 0,01 0,16 0,09 0,03 RATA-RATA GELANGMANGGUN G 8,47 8,55 8,72 8,84 8,93 0,05 0,08 0,17 0,12 0,09 JAWA TENGAH 7,69 7,75 7,93 8,01 8,02 0,16 0,06 0,18 0,08 0,01 NASIONAL 8,48 8,54 8,69 8,77 8,85 0,14 0,06 0,15 0,08 0,08 Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah, Badan Pusat Statistik Indonesia Tahun 2025, Data Diolah Capaian RLS Kabupaten Temanggung selama lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang baik. RLS Kabupaten Temanggung pada Tahun 2024 sebesar 7,53, hal ini dapat diartikan bahwa rata- RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-66 rata penduduk berusia 25 tahun ke atas di Kabupaten Temanggung telah menempuh pendidikan selama 7,53 tahun atau setara dengan telah mengenyam pendidikan sampai kelas VII (putus sekolah di kelas VIII). Pencapaian tersebut masih harus ditingkatkan karena jika dibandingkan dengan wilayah pengembangan Gelangmanggung, Jawa Tengah dan Nasional di mana capaian Kabupaten Temanggung termasuk rendah. Faktor penghambat Angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Temanggung di antaranya adalah kondisi sosial ekonomi masyarakat dan kultur sosial budaya masyarakat. Upaya tindak lanjut nya adalah penanganan Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (AUSTS) dengan menambah dan meningkatkan sarana pelayanan pendidikan dan tenaga pendidik yang berkompetensi untuk meningkatkan capaian RLS sekaligus HLS. D. Pengeluaran per Kapita Disesuaikan Indikator Pengeluaran per Kapita Disesuaikan dimaksudkan untuk mengetahui tingkat konsumsi rumah tangga yang menjelaskan seberapa atraktif tingkat pengeluaran rumah tangga. Semakin besar rasio atau angka konsumsi RT semakin atraktif bagi peningkatan kemampuan ekonomi daerah. Kemampuan daya beli masyarakat Kabupaten Temanggung ini masih sangat memprihatinkan jika dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Tengah. Kemampuan daya beli masyarakat Kabupaten Temanggung ini masih rendah jika dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Tengah. Perbandingan pengeluaran per kapita dengan target RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024 disajikan pada tabel 2.57. Tabel 2.57 Perbandingan Pengeluaran Per Kapita dengan Target RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024 Tahun Pengeluaran Per Kapita Target Realisasi Kinerja 2020 9.343.000 9.343.000 100% 2021 9.408.000 9.408.000 100% 2022 9.773.000 9.773.000 100% 2023 10.108.000 10.108.000 100% 2024 10.118.500 10.519.000 100% Sumber: BPS Kabupaten Temanggung, Bappeda Kabupaten Temanggung Tahun 2024 Pengeluaran per kapita per tahun penduduk Kabupaten Temanggung pada Tahun 2024 adalah sebesar Rp 10.519.000,00, RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-67 lebih rendah dari rata-rata pengeluaran per kapita per tahun penduduk Provinsi Jawa Tengah yang sebesar Rp.12.276.000,00 sedangkan rata-rata pengeluaran per kapita per tahun penduduk Nasional adalah sebesar Rp. 12.341.000,00. Pengeluaran per Kapita yang Disesuaikan ditentukan dari nilai pengeluaran per kapita dan paritas daya beli (Purchasing Power Parity). Pengeluaran per kapita dapat menggambarkan tingkat kemampanan seseorang. Capaian dan pertumbuhan komponen IPM pada indikator Pengeluaran per Kapita yang Disesuaikan Kabupaten Temanggung dibandingkan dengan wilayah pengembangan Gelangmanggung serta perbandingannya dengan Jawa Tengah dan nasional disajikan pada tabel 2.58. Tabel 2.58 Perbandingan Pertumbuhan Pengeluaran Per Kapita Daerah dengan Capaian pada Wilayah Pengembangan Gelangmanggung Jawa Tengah dan Nasional Tahun 2020-2024 Kabupaten / Kota Pengeluaran per Kapita yang Disesuaikan (Ribu Rp) Pertumbuhan Pengeluaran per Kapita yang Disesuaikan 2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024 Kota Magelang 12.210 12.349 12.816 13.175 13.619 -2,43 1,14 3,78 2,8 3,37 Kabupaten Magelang 9.301 9.440 10.011 10.493 10.926 -0,92 1,49 6,05 4,81 4,13 Kabupaten Temanggung 9.343 9.408 9.773 10.108 10.519 -1,54 0,7 3,88 3,43 4,07 RATA-RATA GELANGMANGGUNG 10.285 10.399 10.867 11.259 11.688 -1,63 1,11 4,57 3,68 3,81 JAWA TENGAH 10.930 11.034 11.377 11.835 12.276 -1,55 0,95 3,11 4,03 3,73 NASIONAL 11.013 11.156 11.479 11.890 12.341 -2,53 1,3 2,9 3,58 3,79 Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah, Badan Pusat Statistik Indonesia Tahun 2025, Data Diolah Pengeluaran per Kapita yang disesuaikan penduduk Kabupaten Temanggung terus mengalami peningkatan dari Tahun 2020 sempat mengalami penurunan sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Pada Tahun 2024 Pengeluaran per Kapita yang Disesuaikan di Kabupaten Temanggung telah mencapai 10.159 Ribu Rupiah per tahun. Jika dibandingkan dengan capaian rata-rata pada wilayah pengembangan Gelangmanggung, capaian Kabupaten Temanggung masih berada di bawah bahkan paling rendah di antara kabupaten/kota yang ada pada wilayah pengembangan Gelangmanggung. Selain itu jika dibandingkan dengan Provinsi dan Nasional, capaian Kabupaten Temanggung juga masih berada di bawahnya. 2.1.2.7 Ketimpangan Pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum cukup menjadi jaminan bahwa kesejahteraan masyarakat akan meningkat secara merata. Oleh karena itu, laju pertumbuhan ekonomi seyogyanya harus RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-68 diiringi dengan pemerataan distribusi pendapatan agar hasil-hasil pertumbuhan tersebut dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan kata lain, sasaran pembangunan tidak hanya berhenti sampai dengan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi saja, melainkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dengan memperhitungkan pemerataan pendapatan serta pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Pertumbuhan ekonomi semakin berkualitas ketika semakin besar masyarakat yang terlibat dan menikmati hasil ekonomi produktif di dalam sistem perekonomian. Tingkat ketimpangan menjadi masalah yang perlu dituntaskan bersama. Ketimpangan atau ketidakmerataan pendapatan di suatu daerah dapat menimbulkan masalah sosial, oleh sebab itu Pemerintah Daerah seharusnya mendistribusikan pendapatan ke seluruh wilayah kecamatan agar tidak terjadi ketimpangan, dengan membangun infrastruktur dan memberdayakan masyarakat sekitarnya, sehingga dapat mengurangi tingkat ketimpangan tersebut. Ketimpangan di Kabupaten Temanggung dapat dilihat melalui indikator Rasio Gini dan/atau Distribusi Pengeluaran Menurut Bank Dunia. A. Rasio Gini Pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum cukup menjadi jaminan bahwa kesejahteraan masyarakat akan meningkat secara merata. Oleh karena itu, laju pertumbuhan ekonomi seyogyanya harus diiringi dengan pemerataan distribusi pendapatan agar hasil-hasil pertumbuhan tersebut dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan kata lain, sasaran pembangunan tidak hanya berhenti sampai dengan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi saja, melainkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dengan memperhitungkan pemerataan pendapatan serta pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Pertumbuhan ekonomi semakin berkualitas ketika semakin besar masyarakat yang terlibat dan menikmati hasil ekonomi produktif di dalam sistem perekonomian. Tingkat ketimpangan menjadi masalah yang perlu dituntaskan bersama. Ketimpangan atau ketidakmerataan pendapatan di suatu daerah dapat menimbulkan masalah sosial, oleh sebab itu Pemerintah Daerah seharusnya mendistribusikan pendapatan ke seluruh wilayah kecamatan agar tidak terjadi ketimpangan, dengan membangun infrastruktur dan memberdayakan masyarakat sekitarnya, sehingga dapat mengurangi tingkat ketimpangan tersebut. Ketimpangan di RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-69 Kabupaten Temanggung dapat dilihat melalui indikator indeks gini atau rasio gini. Indeks gini atau Rasio Gini digunakan untuk mengukur ketimpangan pendapatan atau pengeluaran antar penduduk. Nilai Rasio Gini berkisar antara 0-1, dimana semakin tinggi nilai Rasio Gini menunjukkan ketidakmerataan yang semakin tinggi. Perubahan Rasio Gini juga merupakan indikasi adanya perubahan distribusi pengeluaran penduduk. Perbandingan Rasio Gini Kabupaten Temanggung dengan Target RKPD Tahun 2020-2024 secara rinci disajikan pada tabel 2.59 Tabel 2.59 Perbandingan Rasio Gini Daerah dengan Target RKPD Tahun 2020-2024 Tahun Target Realisasi Kinerja 2020 NA 0,382 100% 2021 0,382 0,374 100% 2022 0,374 0,370 100% 2023 0,363 0,359 100% 2024 0,357 0,380 100% Sumber: BPS Kabupaten Temanggung, Bappeda Kabupaten Temanggung Tahun 2025 Perkembangan nilai Rasio Gini Kabupaten Temanggung Tahun 2020-2024 secara rinci disajikan pada tabel 2.60. Tabel 2.60 Perbandingan Rasio Gini pada wilayah pengembangan Gelangmanggung dengan Capaian Jawa Tengah dan Nasional Tahun Sebelumnya Kabupaten / Kota Tahun 2020 2021 2022 2023 2024 Kota Magelang 0,405 0,452 0,427 0,419 0,46 Kabupaten Magelang 0,370 0,384 0,363 0,358 0,33 Kabupaten Temanggung 0,382 0,374 0,370 0,359 0,38 RATA-RATA GELANGMANGGUNG 0,386 0,403 0,387 0,379 0,39 JAWA TENGAH 0,362 0,372 0,374 0,369 0,37 NASIONAL 0,385 0,381 0,381 0,388 0,38 Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah, Badan Pusat Statistik Indonesia Tahun 2025, Data Diolah Perkembangan indeks gini Kabupaten Temanggung Tahun 2020 hingga Tahun 2023 menunjukkan penurunan. Nilai indeks gini yang terus menurun mengindikasikan adanya perbaikan pemerataan dalam periode tersebut, namun mengalami peningkatan di Tahun 2024. Peningkatan ini mengindikasikan adanya kecenderungan ketimpangan distribusi pendapatan di masyarakat. Meskipun angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan rata-rata wilayah Gelangmanggung, kenaikan ini menunjukkan bahwa tidak semua lapisan masyarakat menikmati hasil pembangunan secara merata. Faktor-faktor seperti akses yang tidak merata terhadap pendidikan, RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-70 pekerjaan, dan peluang ekonomi lainnya dapat menjadi penyebab utama meningkatnya ketimpangan ini. Indeks gini Kabupaten Temanggung Tahun 2024 lebih tinggi daripada Jawa Tengah hal ini menunjukkan bahwa ketimpangan di Kabupaten temanggung berada di atas rata-rata ketimpangan di tingkat Provinsi Jawa Tengah dan sama dengan nasional. Kondisi ini mencerminkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Kabupaten Temanggung belum sepenuhnya inklusif, sehingga sebagian besar manfaat dari pertumbuhan tersebut hanya dinikmati oleh kelompok masyarakat tertentu. Indeks gini Kabupaten Temanggung Tahun 2024 sebesar 0,383 yang berada pada kategori sedang/moderat. Perbandingan nilai Rasio Gini dan pertumbuhan ekonomi antara Kabupaten Temanggung dan nasional sebagaimana disajikan pada tabel 2.61. Tabel 2.61 Perbandingan Rasio Perubahan Rasio Gini dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Dengan Capaian Nasional Tahun 2020-2024 Tahun Kabupaten Temanggung Nasional Gini Ratio Perubah an Pertumbuhan Ekonomi Perubah an Gini Ratio Peruba han Pertumbuhan Ekonomi Peruba han 2020 0,382 n.a -2,13 -7,18 0,385 n.a -2,07 -7,09 2021 0,374 -0,008 3,34 5,47 0,381 -0,004 3,70 5,77 2022 0,370 -0,004 5,20 1,86 0,381 0,00 5,31 1,61 2023 0,359 -0,013 5,00 -0,20 0,388 0,007 5,04 -0,27 2024 0,383 0,024 5,04 0,03 0,381 -0,007 5,03 -0,02 Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah, Badan Pusat Statistik Indonesia Tahun 2025, Data Diolah Ketimpangan pendapatan memiliki kaitan yang erat dengan pertumbuhan ekonomi. Ketimpangan pendapatan yang digambarkan menggunakan Rasio Gini, dapat diukur dengan pendapatan per kapita atau pengeluaran per kapita yang mana kedua hal tersebut menggambarkan kondisi perekonomian penduduk di suatu wilayah. Dilihat dari tabel di atas, peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Temanggung berkorelasi positif terhadap penurunan ketimpangan (Rasio Gini). Perbandingan Rasio Gini Daerah dengan rata-rata capaian Wilayah Pengembangan Gelangmanggung, Jawa Tengah, dan Nasional Tahun 2020-2024 disajikan pada tabel 2.62. RKPD Kabupaten Temanggung Tahun 2026 II-71 Tabel 2.62 Perbandingan Rasio Gini Daerah dengan Rata-rata Capaian Wilayah Pengembangan Gelangmanggung, Jawa Tengah, dan Nasional Tahun 2020-2024 Tahun Kabupaten Temanggung Rata-rata GELANGMANGGUNG Nasional Realisasi Perubahan Realisasi Perubahan Realisasi Perubahan 2020 0,382 n.a 0,386 n.a 0,385 n.a 2021 0,374 -0,008 0,403 -0,008 0,381 -0,004 2022 0,370 -0,004 0,387 -0,004 0,381 0,000 2023 0,359 -0,011 0,379 -0,011 0,388 0,007 2024 0,383 0,024 0,393 0,014 0,381 -0,007 Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah, Badan Pusat Statistik Indonesia Tahun 2024, Data Diolah Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa Rasio Gini Kabupaten Temanggung mencatatkan nilai sebesar 0,383. Setelah tahun 2020 atau pasca pandemi Covid-19, nilai Rasio Gini mengalami penurunan seiring dengan kondisi perekonomian yang berangsur pulih sehingga pemerataan pendapatan juga dapat meningkat. Jika dibandingkan dengan rata-rata Purwomanggung dan nasional, Rasio Gini Kabupaten Temanggung memiliki nilai yang lebih kecil meskipun berada pada kategori yang sama yaitu kategori ketimpangan sedang B. Distribusi Pengeluaran Menurut Kriteria Bank Dunia Selain Rasio Gini, ukuran lain yang sering digunakan sebagai alternatif untuk menghitung kesenjangan penduduk adalah “distribusi pengeluaran berdasarkan kriteria Bank Dunia” yaitu persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40% terbawah. Kategori ketimpangan ditentukan dengan menggunakan kriteria seperti berikut: