a.pemeriksaan post-mortem:
b.penimbangnn karkas; dan
c.pengcluaran (loading! karkas atau daging. Pa.sa112 Dcsau, dan konstruksi dasar scluruh bangunan dan peralalan RPH harus d.apat memfasilitasi pencrapan earn produksi yang baik dan mcncegah tcrjadinya kontaminasi. Passi 13 Bangunan utama RPH scbagaimana dimaksud dalam pasa.1 10 nyac (21 huruf a harus mcmcnuhi persyaratan:
a.tata ruang didcsain sedcmi.k.ian rupa a.gar scarab dengan alur proses scrta memiliki ruang yang cukup, schingga seluruh lf~tan pe.m.otongan hewan dapa.t berjatan baik dan h1gienis den besamya ruangan discsuaikan dcngan kapa.sit.as pemotongan;
b.adanya pemisahan ruangan yang jelas secara fisik antara daerah bcrsth dan daerah kotor;
c.memlliki area dan fasilitas khusus untuk mclaksanakan pemeriksaen post· mortem;
d.lampu penerangnn harus mempunye.i pelindung, mudah dibcrsihkan, clan mempunyai intensita.s cahaya 540 (lima ratus empa.t puluh) luks untuk area pcmenksaan post-mortem dan 220 (dua ratus dua puluh) luks untuk area pengelJaan proses pemotongan;
e.dinding bagian dalam berwama lCra.Dg dan paling sedila.t seunggi 3 (tiga) meter terbuat dari bahan kedap air, tidak mudah korosif, tidak tDk.sik, tahan terh.adap bentumn keras, mudtlh dibersihlmn dan didesinfek.si serta bdak mudah mengelupas,
f.dinding bagian dalam harus rata dan tidak ada bagian yang memungkinkan dipakn.i sebagai tempat untuk mcletakkan barang;
g.lantai tcrbual dari bahan kedap air, Lidak mudah korosif, tidak l.ictn, tidek tok.slk. mudah dibersibkan dan didesinfeksi dan landai ke arah saluran pembuangan, h . pcnnukaan lantai harus rata, tidak bergelombang, tidak ada celah a.tau tubang. jika tantai terbuat dan ubm, makaJIITB.k antaT ubin diatur sedckat mungkin dan celah antar ubin haru.s ditutup dengan bahan kedn.p air,
1.lubang Ire arah saJuran pcmbuangan pada pcrmukaan lanllli dilengkapi dcngan pcnyaring; j . sudut pcrtcmuan antara dinding dan lant.ai harus bcrbenruk lcngkung dengan jari-Jari sckitar 75 mm (tujub puluh Lima mill meter), k !l"udui pcrtemuan antara. dinding dan dinding harus ber-bentuk lengkung dengan Jari-jari sck.it.ar 25 mm (dua puluh Lima mill mctcrj; L di daerah pcmorongan dan pcngeluaran darah harus didesain agar darah dapal tertampung; m . langit-langit d1desain agar- tidak tcrjadi akumulasi kolOran clan kondcnsasi dale.m ruangan, barus berwama terang, terbuat dari bahan yang kedap air, tidak mudah mengelupas, kuat, mudah dibcrsihkan, ticla.k ada lubang at.au celah terbuka pada langit- langit,
n.venlilasi pintu dan jendela hanis dilengkapi dcnga.n kawat ka.sa untuk menccgah masuknya sera.ngga at:au dengan menggunakan metode pcncegahan serangga lamnya; o . lronstruksi bangunan harus dirancang sedemikian rupa schingga mencegah tiku& atau rodensia, serangga, dan burung masuk dan bera.rang dalam bangunan;
p.pcrtukaran udara daJam bangunan harus balk;
q.kusen pintu clan jendela scrta bahan daun pintu clan jendela Lidak rerbuaL dan kayu, dibuat dari ba.han yang tidak mudah korosif, kedap air, taha.n benturan kcras, mudah dibersihkan dan didcS1nfeksi dan bagJan bawahnya harus dapat menahan agar tikus atau rodensia tidak dapal masuk; dan
r.lruscn pinru dan JCndela bagian daJa.m harus rat.a dan lidak ada bagian yang memungkinkan dipakai scbagai tempat untuk melelakkan barang.