( 1) Pimpinan BAZNAS Kabupaten yang tidak dapat melaksanakan tugas selama 3 (tiga) bulan secara terus menerus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) huruf d dapat diberhentikan, apabila tidak menjalankan tugas sebagai Pimpinan BAZNASKabupaten selama 90 (sembilan puluh] hari secara terus menerus tanpa alasan yang sah.
(2)Pemberhentian Pimpinan BAZNAS Kabupaten sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan setelah melalui proses pemberian peringatan tertulis sebanyak 3 (tiga) kali oleh Ketua BAZNAS Kabupaten, dengan ketentuan sebagai berikut:
a.peringatan tertulis kesatu diberikan apabila pimpinan BAZNASKabupaten tidak menjalankan tugas secara terus menerus tanpa alasan yang sah selama 30 (tiga puluh) hari;
b.pimpinan BAZNAS Kabupaten yang telah mendapatkan peringatan tertulis kesatu sebagaimana dimaksud dalam huruf a tetap tidak menjalankan tugas secara terus menerus tanpa alasan yang sah selama 30 (tiga puluh) hari, diberikan peringatan tertulis ked ua;
c.pimpinan BAZNAS Kabupaten yang telah mendapatkan peringatan tertulis kedua sebagaimana dimaksud dalam huruf b tetap tidak menjalankan tugas secara terus menerus tanpa alasan yang sah selama 15 (lima belas) hari, diberikan peringatan tertulis ketiga; dan
d.apabila dalam jangka waktu 15 (lima belas) hari sejak peringatan tertulis ketiga sebagaimana dimaksud dalam huruf c Pimpinan BAZNASKabupaten tetap tidak menjalankan tugas secara terus menerus tanpa alasan yang sah, Ketua BAZNAS Kabupaten mengusulkan pemberhentiannya kepada Bupati.
(3)Bupati mengajukan pertimbangan kepada BAZNASuntuk pemberhentian Pimpinan BAZNAS Kabupaten yang terbukti tidak menjalankan tugas selama 3 (tiga) bulan secara terus menerus.
(3)Dalam pemberian klarifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Bupati dapat menghadirkan Pimpinan BAZNAS Kabupaten.
(4)Bupati mengajukan pertimbangan kepada BAZNASuntuk pemberhentian Pimpinan BAZNAS Kabupaten yang mengundurkan diri.