( 1) Dalam keadaan darurat termasuk keperluan mendesak, dengan Peraturan Bupati, Pemerintah Daerah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya dan/ atau pengeluaran melebihi pagu yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah ini, yang selanjutnya dimasukan dalam Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2025.
(2)Keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a.bencana alam, bencana non-alam, bencana sosial dan/atau kejadian luar biasa;
b.pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan; dan/atau
c.kerusakan sarana/prasarana yang dapat mengganggu kegiatan pelayanan publik.
(3)Keperluan mendesak sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) meliputi:
a.kebutuhan Daerah dalam rangka pelayanan dasar masyarakat yang anggarannya belum tersedia dalam tahun anggaran berjalan;
b.belanja Daerah yang bersifat mengikat dan belanja yang bersifat wajib;
c.pengeluaran Daerah yang berada di luar kendali Pemerintah Daerah dan tidak dapat diprediksikan sebelumnya, serta amanat peraturan perundang- undangan; dan/atau Rp0,00 Rp0,00 Rp0,00
d.pemberian pinjaman Daerah:
1.semula
2.bertambah jumlah pemberian pinjaman Daerah setelah perubahan
e.pengeluaran pembiayaan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan:
1.semula Rp0,00
2.bertambah Rp0,00 jumlah pengeluaran pembiayaan lainnya Rp0,00 sesuaidengan ketentuan peraturan perundang- undangan setelah perubahan Rp0,00 Rp0,00 Rp0,00
b.penyertaan modal Daerah:
1.semula
2.bertambah jumlah penyertaan modal Daerah setelah perubahan
c.pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo:
1.semula Rp0,00
2.bertambah Rp0.00 jumlah pembayaran cicilan pokok utang yang Rp0,00 jatuh tempo setelah perubahan