Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 semula berjumlah Rp. 3.612.100.000.000,00 bertambah sejumlah Rp. 107.811.900.509,00 sehingga menjadi Rp. 3.719.911.900.509,00 dengan rincian sebagai berikut:
1.Pendapatan
a.Semula
b.Berkurang Rp. 3.628.600.000.000,00 (RD. 69.825.392.070,001 (-) Jumlah Pendapatan setelah perubahan Rp.3.558.774.607.930,00
2.Belanja
a.Semula b.Bertambah Rp. 3.612.100.000.000,00 RD. 107.811.900.509,00 (+) Jumlah Belanja setelah perubahan Surplus/(Defisit) Ro·3.719.911.900.509,OO (-) (Rp. 161.137.292.579,00)
3.Pembiayaan Daerah
a.Semula (Rp. 16.500.000.000,00) b.Bertambah RD. 177.637.292.579,00 (+) Jumlah Pembiayaan Netto setelah RD. 161.137.292.579.00 (+) perubahan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan setelah perubahan Rp 0,00 Pasal 2 ." Pasa12
(1)Pendapatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dan:
a.Pendapatan Asli Daerah 1) Semula Rp. 213.383.692.600,00 2) Berkurang (RD' 45.366.061.495,OO) H Jumlah Pendapatan Asli Daerah setelah Rp. perubahan 168.017.631.105,00
b.Dana Perimbangan 1) Semula Rp.2.342.094.721.000,00 2) Bertambah Ro. 247.637.488.735,00 (+) Jumlah Dana Perimbangan perubahan setelah Rp. 2.589.732.209.735,00
c.Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah 1) Semula Rp. 1.073.121.586.400,00 2) Berkurang (RD' 272.096.819.310,00) (-) Jumlah Lain-Lain Pendapatan Daerah setelah perubahan Rp, 801.024.767.090,00
(2)Pendapatan Asli Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pendapatan:
a.Pendapatan Pajak Dacrah 1) Semula Rp.120.000.000.000,00 2) Berkurang (RD. 40.000.000.000,OO) (-) Jumlah Hasil Pajak Daerah setelah Rp. perubahan
b.Hasil Retribusi Daerah 1) Semula Rp. 10.000.000.000,00 2) Berkurang (RD, 4.252.675.000,OO) (-) Jumlah Hasil Retribusi Daerah setelah Rp. perubahan
c.Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 1) Semula Rp, 8.376.180.000,00 2) Berkurang (RD' 1.991.236.000,00) (-) Jumlah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Rp yang Dipisahkan setelah peru bah an 80.000.000.000,00 5.747.325.000,00 6.384.944,000,00
d.Lain ...
d.Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 1) Sernula Rp. 75.007.512.600,00 2) Bertambah Rp. 877.849.505,00 (+) Jumlah Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Rp. yang Sah setelah perubahan 75.885.;\62.105,00
(3)Dana Perirnbangan sebagairnana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis Pendapatan:
a.Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak 1) Sernula Rp. 1.445.618.514.000,00 2) Bertambah Rp. 327.900.671.735,00 (+) Jumlah Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Rp. 1.773.519.185.735,00 Pajak setelah peru bah an
b.Dana Alokasi Urn urn 1) Sernula 2) Berkurang Rp. 640.371.096.000,00 (Rp. 68.597.821.000,001 H Jumlah Dana Alokasi Umurn setelah Rp. 571.773.275.000,00 perubahan
c.Dana Alokasi Khusus 1) Sernula 2) Berkurang Rp. 256.105.111.000,00 (Rp. 11.665.362.000,001 H Jurnlah Dana Alokasi Khusus setelah Rp. 244.439.749.000,00 peru bah an
(4)Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah sebagairnana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari jenis pendapatan:
a.Pendapatan Hibah 1) Semula Rp. 2) Bertambah Rp. 69.150.198.090,00 0,00 (+) Jumlah Pendapatan Hibah setelah Rp. 69.150.198.090,00 perubahan
b.Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintan Daerah Lainnya 1) Semula Rp. 624.398.875.310,00 2) Berkurang {Rp. 235.064.864.310,001 H Jurnlah ... Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi Rp. 389.334.011.000,00 dan Pemerintah Daerah Lainnya setelah perubahan
c.Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus 1) Semula Rp. 21.627.027.000,00 2) Bertarnbah Ro. 11.400.218.000.00 (-) Jumlah Pendapatan Lainnya setelah Rp. 33.027.245.000,00 peru bah an
d.Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya 1) Semula Rp. 174.500.000.000,00 2) Berkurang (Ro. 46.930.000.000.00) (-) Jumlah Bantuan Keuangan dan Provinsi Rp. 127.570.000.000,00 atau Pemerintah Daerah Lainnya setelah perubahan
e.Pendapatan Lainnya 1) Semula Rp. 183.445.486.000,00 2) Berkurang (Rp. 1.502.173.000.001 (-) Jumlah Pendapatan Lainnya setelah Rp. 181.943.313.000,00 perubahan Pasal 3
(1)Belanja sebagairnana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
a.Belanja Tidak Langsung 1) Semula Rp.1.192.904.315.352,OO 2) Bertambah RD. 310.832.941.372,00 (+) Jumlah Belanja Tidak Langsung setelah Rp. 1.503.737.256.724,00 perubahan
b.Belanja Langsung 1) Semula Rp.2.419.195.684.648,00 2) Berkurang (Rp. 203.021.040.863.00) (-I Jumlah Belanja Langsung setelah perubahan Rp. 2.216.174.643.785,00
(2)Belanja ...
(2)Belanja Tidak Langsung sebagairnana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis belanja:
a.Belanja Pegawai 1 ) Semula Rp. 618.752.981.899,00 2) Berktambah RI2. 189.145.500.085.00 (+) Jumlah Belanja Pegawai setelah perubahan Rp. 807.898.481.984,00
c.Belanja Hibah 1) Semula Rp. 122.907.600.000,00 2) Bertambah RH· 20.264.080.000,00 (+) Jumlah Belanja Hibah setelah perubahan Rp. 143.171.680.000,00
d.BeJanja Bantuan Sosial 1) Scmula Rp. 750.000.000,00 2) Berkurang (RH. 750.000.000.00) H Jumlah Belanja Bantuan Sosial setelah Rp. 0,00 perubahan
e.Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa 1) Sernula Rp. 449.993.733.453,00 2) Berkurang (Rp. 26.326.638.713.00) (-) JumJah Belanja Bantuan Kcuangan Rp. 423.667.094.740,00 Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa setelah perubahan
f.Belanja Tidak Terduga 1) Semula 2) Bertambah Rp. 500.000.000,00 RH. 128.500.000.000.00 (+) Jumlah Belanja Tidak Terduga setelah Rp. 129.000.000.000,00 perubahan
(3)Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis belanja:
a.Belanja Pegawai 1) Semula 2) Bertambah Rp. 311.776.636.348,00 Ro. 63.859.977.490.00 (+) Jumlah BeJanja Pegawai setelah perubahan Rp, 375.636.613.838,00
b.Belanja ...
b.Belanja Barang dan Jasa 1) Semula Rp.1.048.147.017.793,00 2) Berkurang (Ro. 110.726.649.705,00) (-) Jumlah Belanja Barang dan Jasa setelah Rp. 937.420.368.088,00 perubahan
c.Belanja Modal 1) Semula Rp. 1.059.272.030.507,00 2) Berkurang (I:(p. 156.154.368.648,00) (-) Jumlah Belanja Modal setelah perubahan Rp. 903.117.661.859,00 Pasal 4
(1)Pembiayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari :
a.Penerimaan Pembiayaan Daerah 1) Semula Rp. 0,00 2) Bertambah RD' 166.137.292.579,00 (+) Jumlah Penerimaan Pembiayaan setelah Rp. 166.137.292.579,00 perubahan
b.Pengeluaran Pembiayaan Daerah 1) Semula Rp. 16.500.000.000,00 2) Berkurang (R.I2. 11.500.000.000,00) (-) Jumlah Pengeluaran Pembiayaan Rp. Daerah setelah perubahan 5.000.000.000,00
(2)Penerimaan Pembiayaan Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari:
a.Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya 1) Semula Rp. 0,00 2) Bertambah RD. 166.137.292.579,00 (+) Jumlah Sisa l..ebih Perhitungan Anggaran Rp. 166.137.292.579,00 Tahun Anggaran Sebelumnya setelah perubahan
(3)Pengeluatan Pcmbiayaan Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari:
a.Penyertaan ...
a.Penyertaan Modal (Investasi) Pemcrintah Daerah 1) Semula Rp. 16.500.000.000,00 2) Berkurang Ro. 11.500.000.000,00 (+) Jumlah Penyertaan Modal (Investasi) Rp. Pemerintah Daerah setelah perubahan 5.000.000.000,00 Pasal 5 Anggaran Pendapatan dan 8elanja Daerah dapat digunakan untuk membiayai sebagai berikut:
(1)Keadaan darurat meliputi:
a.bcncana alam, bencana non-alam, bencana social danj atau kejadian luar biasa.
b.pclaksanaan operasi pencairan dan pertolongan; danj'arau
c.kerusakan saranaj'prasarana yang dapat menggangu kegiatan pelayanan publik.
(2)Keper1uan mendesak meliputi:
a.Kebutuhan daerah dalam rangka Pelayanan Dasar masyarakat yang anggarannya belum tersedia dalam tahun anggaran berjalan;
b.Belanja Daerah yang bersifat mengikat dan belanja yang bersifat wajib;
c.Pengeluaran Daerah yang berada diluar kendali Pemerintah Daerah dan tidak dapat diprediksikan sebelumnya, serta amanat Peraturan Perundang- Undangan; dan / atau
d.Pengeluaran Daerah lainnya yang apabila ditunda akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi Pemerintah Daerah dan Zatau masyarakat.
(3)Pengembalian atas kelebihan pembayaran atas penerimaan daerah tahun- tahun sebclumnya.