(1) Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 2, terdiri dari:
a. Belanja Tidak Langsung Rp. 1.160.179.654.249,00
b. Belanja Langsung Rp. 733.779.690.092,00
(2) Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, terdiri dari jenis belanja:
a. Belanja pegawai Rp. 890.264.585.166,00
b. Belanja hibah Rp. 79.231.694.700,00
c. Belanja bantuan sosial Rp. 22.741.674.863,00
d. Belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintah desa Rp. 609.146.953,00
e. Belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/ kota/pemerintah desa dan Partai Politik Rp. 164.802.552.567,00
f. Belanja tidak terduga Rp. 2.530.000.000,00
(3) Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, terdiri dari jenis belanja:
a. Belanja pegawai Rp. 79.341.405.188,00
b. Belanja belanja barang dan jasa Rp. 315.065.480.931,00
c. Belanja modal tanah Rp. 26.184.367.500,00
d. Belanja modal peralatan dan mesin Rp. 74.479.605.753,00
e. Belanja modal gedung dan bangunan Rp. 132.548.911.074,00
f. Belanja modal jalan, irigasi dan jaringan Rp. 97.471.280.996,00
g. Belanja modal aset tetap lainnya Rp. 5.008.853.000,00
h. Belanja modal aset lainnya Rp. 3.679.785.650,00