Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Pulang Pisau Nomor 3 Tahun 2018
- Nomor
- 3
- Tahun
- 2018
- Ditetapkan
- Status
- Berlaku
- Pasal terindeks
- 6
Lembaga terkait
Ringkasan
Perubahan APBD
Isi peraturan
Memuat teks peraturan…
Perubahan APBD
Memuat teks peraturan…
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Tahun Anggaran Tahun Anfraran 2OL8 semula berjumlan np. I.A28.292.619.002,89 bertambah sejumlah Apl-2A.a13.2CO.30,9T sehingga menjadi Rp. 1.055.205.849.305,86 dengan rincian sebagai berikut : a. PenciaPatan Daerah 1. Semu1a 2. Bertambal', I fterkurang) JUmlah Pendapatan setelah Perubahah Rp. 1.O45.534.453.27O,51 Rp. 2.442.414.387.OO Rp. 1.047 .976.867 .657 ,57 b. Belanja Daerah 1. Semula 2, P,ertambah / (berkurang) Jumlah Belanja setelah Perubahan Surplus/ (Defisit) setelah perubahan Pembiayaan Daerah: 1. Penerimaan (a). Semula (b). Bertambah/(berkurang) Jumlah Penerimaan setelah Perubahan 2. Pengeluaran (al. Semula (b). Bertambah/(berkurang) Jumlah Pengeluaran setelah Perubahan Jumlah Pernbiayaan Netto setelah perubahan Sisa lebih PembiaYaan perubahan ztnggaran seteiah Pendapatan Daerah 1. Pendapatan Asli (ai. Sernula Rp 1.028.292 :619.442,89 Rp. 26.973.23A.3O.97 Rp. 1.055.205.849.305,86 tRp. 7 .228.981.648,35) Rp. 8.5O0.OOO.OOO,OO Rp. 8.728.e8t-.6a835 Rp. 17 .228.981.648,35 C. Rp. 25.741.834.257,62 (Rp. 15.7 4L.83a.267 .621 Rp. Rp. Rp. 10.000.000.oo0,00 7 .228.987.648,35 0,oo a.
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari : Daerah 2. Dana Perimbangan (a). Semula (b). Bertambah/{berkurang) Jumlah dana perimbangan setelah Perubahan 3. Lain-lain pendaPatan daerah (a). Semula (b), BertambahiPerkurangi Jumlah lain-lain Pendapatan yang sah setelah Perubahan Pendapatan Asli Daerah sebagaimana dimaksud pada jenls pendapatan: 1. Pajak daerah (a). Semula {b}. Bertambah/{berkurang} Jumlah pajak daerah setelah Perubahan Rn 45.6AA.258.000,00.rr Rp 6O0.OO0.OO0'O0 setelah Rp 46.200.258.0OO,OO Rp. 816.969.084.0OO,0O Rp. 1.758.590.387.00 Rp. 818.727.674.387,OO Rp. 152,965.L11.27O,5L Rn. S3.824-.0OO-@ Rp. 183.048.935.27O,51 ayat (a) angka 1 terdiri dari Rp. 9.849.361.500,00 Pn nn0RtJ- vrvv Rp. 9.849.361.5OO,OO (b). Bertambah/{berkurang} Jumlah PendaPatan Asli Daerah Ferubahan b. c. Rp. 25.97O.535.5OO,OO ayat (a) angka 2 terdiri dari jenis Rp. 603.471.496.000,00 e:',,:== 1'Z Rp. 605.23O.086.387,O0 Pn ?i".497.588.000,00rili. Rp. O.OO Perubahan RP. 213.497.588.000,00 Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (a) angka 3 terdiri dari jenis pendapatan: {b). BertambahlPerk-urang) Jumlah hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan setelah Perubahan 4. Lain-lain pendapatan asli daerah (a). Semula (b). Bertambah/(berkurang) Jumlah lain-lain Pendapatan asli daerah Perubahan Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada pendapatan: 1. Dana Transfer Umum (a). Semula (b). Bertambah/(berkurang) Jumlah dana bagi hasil setelah Perubahan 2. Dana Transfer Khusus {a}. Sennula {b}. Bertarr.bah / (berkurang} Jumlah dana alokasi umum setelah 1. Dana Bagr Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah LainnYa (a). Semula (b). Bertambah/(berkurang) Jumlah dana bagi hasii pajak setelah Ferubahan 2. Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus (a). Semula (b). Bertambah/(berkurang) Jumlah dana penyesuaian dafl otonomi setelah Perubahan 2. Retribusi daerah (a). Semula (b). Bertambah/(berkurang) Jumlah retribusi daerah seteiah 3. Hasil pengelolaan (a). Semula 3. Bantuan Keuangan dari Provinsr Pemerintah Daerah LainnYa {a). Semula (b). Bertambah/{berkurang) Jumlah dana bantuan keuangan atau pemerintah daerah lainnYa Perubahan Perubahan Rp. kekayaan daerah Yang diPisahkan Rp. setelah Rp. 4.860.351.000,00 Rp. 0.00 4.860.361.OOO,OO 5.520.000.000,00 Rp. O.0O Ro. 5.520.OOO.OOO,00 Rp. 25.37O.535.50O,00 Rp. 600.88Q.08O-BQ Rp. 38.475.116.548,72 Rp. O.O0 Rp. 38.475.776.548,12 Rp. 722.276.532.O0O,00 Ro. 83.824.000.00 khusus Rp. 122.360.356.OOO,OO Pn ^rtr . i.50c.000.ooo,Go Rp. O'Oo atau dari provinsi setelah Rp. i.500.000.ooo,oo 4. Pendapatan LainnYa (a). Semula (b). Bertambah/ {berkurang) Jumlah dana PendaPatan Perubahan Rp. 2A .7 L3 .462 .7 22 ,39 Rp. O.OO lainnya setelah Rp. 20.713.462.722,39
a. Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 1. Belanja Tidak Langsung ia). Semula (b). Bertambah/{berkurang) Jumlah belanja tidak langsung setelah Perubahan 2. Belanja Langsung (a). Semula (b). Bertambah/(berkurang) Jumlah belanja langsung setelah Perubahan Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud terdiri dari jenis belanja: 1. Belanja pegawai (a). Semula (b). Bertambah/(beikufang) Jumlah belanja pegawai setelah Perubahan Belanja Bunga (a). Semula (b). Bertambah/(Berkurang) Beianja hibah (a). Semrrla (b). Bertambah/(berkurang) .iumlah belanja hibah setelah Perubahan Belanja bantuan sosial {a). Semula (b). Bertambah/(berkurang) Jumlah belanja bantuan sosial setelah Perubahan Belanja bagi hasil Kepada Provinsi/ Kabupaten lKota Dan Pemerintahan Desa (a). Sernula (b). Bertambah/(berkurang) Jumiah belanja bagi hasil seteiah Per'';bahan terdiri dari : Rp. 57t.463.036.085,25 Ro. I .37 3 .523 .136 .97 Rp. 572.836.559.22i2,22 Rp. +56.829.582.9 tT ,64 Rp. 25.539.707.166.00 Rp. 480.01O.699.696,64 pada ayat (a) angka 1 Rp. 366.576.992.842,25 {Rp. 31 1.506.863.o3) Rp. 366.365.485.979,22 Rp. 1.000.000.000,00 Rj-.-::--*-LLq Rp. 1.O00.0O0.O00,00 Rp. 613A4.247.600,00 Rp. 1.60 1.z9OiAqPq Rp. 62.905,453.600,00 Rp. 370.036.500,00 Rp. O.OO Pn.-I.. 370.O36.500,00 Rp. 638.900.O00,oo Rp. 0.O0 2. 5. 4. 5. Pn,-ts' 538.900.oo0,o0 Rp. 83.824.099Pq setelah Rp. Rp. 1.133. 137 .743,OO c. Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (a) angka 2 terdiri dari jenis b. penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis Pembiayaan 1, SILPA Tahua Anggar-ar: sebetrumnya (a). Semula (b). Bertambah/(berkurang) Juinlah SILPA Tahun Anggaran sebelumnya Rp. 8.500.ooo.ooo,oo (Rp. 1.271.018.351.65) 6. Belanja bantuan keuangan Kepada Pro.vinsi / KabuPate n I Kota Desa (a). Semula dan Pemerintahan Rp. VA 339.721 .4OO,OO {b). Bertarnbah/{berkurang) . Jumlah belanja bantuan keuangan Perubahan 7. Belanja tidak terduga (a). Semula (b). Bertambah/(berkurang) Jumlah belanja tidak terduga setelah Perubahan belanja: 1. Belanja pegawai (a). Semula (b). Bertambah/{berkurang} Jumlah belanja pegawai setelah Perubahan 2. F,eianja barang dan jasa (a). Semula (b). Bertambah/(berk-urang) Jumlah belanja bun$a Setelah Perubahan 3. Belanja modal (a). Semula (b). Bertambah/(berkurang) Jumlah subsidi setelah Perubahan
Pembiayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam 1. Penerimaan ia). Semula (b). Bertambah/(berkurang) Jumlah penerimaan setelah Perubahan 2. Pengeluaran (a). Semula (b). BertambahlPerkurang) Jumlah pengeluaran setelah Perubahan Rp. L40.423.545.400,OO 1.133.137.743,OO Rp. O.O0 Rp. 42 .7 80 .41I .6AG ,52 {Rp. 15.89a.545.9e2.16i Rp. 26.885.7 65.674,36 Rp. 168.987.599.735,69 Rp. 25.394.48O.394,68^-r' i RB. 194.382.O80.130,37 Rp. 245.A61.571.575,43 Rp. 16 .O39 .87 2 .7 63 .48 Rp. 26L .1Ol .444.338,91 Pasal 1 terdiri dan : C'^ r\P. 8.500.000.c00,0e Rp. 8.728-.e81.618-3E Rp. 17.228.981.648,35 Rp. 25.741.834.267 ,62 (Rp. 15.74t.83a.267 .621 Rp. 10.000.0O0.00O,O0 setelah Perubahan RP. 7 .228.981.648,35 j. Lampiran X k. Lampiran XI 1. Lampiran XII Lampiran XIII Lampiran XIV Bupati menetaPkan Peraturan Pendapatan dan Belanja Daerah Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Lain-lain; Daftar Kegiatan-kegiatan Tahun Anggaran sebelumnya yang Belum Diselesaikan dan Dianggarkan Kembali Dalam Anggaran Ini; Daftar Dana Cadangan Daerah; Daftar Pinjaman dan Obligasi Daerah; Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
Bupati Tentang Penjabaran Perubahan Anggaran sebagai landasan operasional pelaksanaan' m. n. Pasat 7 (1) Dalam keadaan darurat Pemerintah Daerah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya. {2J Keadaan d,arurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit memenuhi kriteria sebagai berikut : a. Bukan merupakan kegiatan normal dan aktivitas pemerintah daetah dan tidak dapat diprediksikan sebelumnya; b. Tidak diharapkan terjadi secara berulang; c. Berada diluar kendali dan pengaruh pemerintah daerah; dan d. Memiliki dampak yang signifikan terhadap anggaran dalam rangka pemulihanyangdisebabkanolehkeadaandarurat. Pendanaan keadaan darurat yang belum tersedia anggarannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat menggunakan belanja tidak terduga' Dalam hal belanja tidak terduga sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak mencukupi dapat dilakukan dengan cara : a. Menggunakan dana dari hasil penjadwalan uang capaian terget kinerja progil* dan kegiatan dalam tahun anggaran berjalan; dan/atau b. Memanfaatkan kas yang tersedia. Penjadwalan ulang capaian target kinerja program dan kegiatan lainnya dalam tahun anggaran "U"4"trn seblgaimana dimaksud pada ayat (41 huruf a diformula"ik"tt terlebih dahulu dalam DPPA-SKPD' Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk belanja untuk keperluan mendesak. Kriteria belanja untuk keperluan mendesak sebagaimana dimaksud pada ayat (6) mencakup : (3) (4) (s) (6) {7) a. Program dan kegiatan pelayanan dasar masyarakat yang anggarannya belum tersedia dalam tahun anggaran belanja; dan b. Keperluan mendesak lainnya yang apabila ditunda akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat. (8) Pendanaan keadaan darurat untuk kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (7) diformulasikan terlebih dahulu dalam RKAP-SKPD. (9) Pelaksanaan belanjalpengeluaran untuk mendanai ke$iatah dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (6) diatur dengan Peraturan Bupati.
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengalt penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Fulang Pisau. Ditetapkan di Pulang Pisau pada tanggal 25 Oktober 2018 PULANG PISAU PRATOUIO Diundangkan di Pulang Pisau pada tanggal 25 Oktober 2O18 Plt. SEKRETARIS DAERAH KABUPATE}{ PUI,ANG PISAU, LEMBARAN DAERAH I(ABUPATEN PULAIIG PISAU TATIUN 2018 NOMOR (}3 NOREG PERATURAN DAERATI KABUPATEIT PULAI{G PISAU PROVINSI I{ALrII{ANTAN TEr{GAtr 03, 1o5/ 20 1 8 Grot, d[,: ,-)' t2 SARIPUDIN
Membuka PDF…