3.Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional Tahun 2015-2035 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5671).
4.Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2015 tentang Pembangunan Sumber Daya Industri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 146, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5708).
5.Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 110/MIND/PER/ 12/2015 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pembangunan Industri Provinsi Dan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/Kota (Berita Negara Tahun 2015 Nomor 1917).
6.Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Utara Nomor 10 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2018-2038 (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2018 Nomor 10). Menguraikan kondisi daerah, sumber daya industri, sarana dan prasarana, serta pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah. BABIII : VISI DAN MISI PEMBANGUNANDAERAHSERTA TUJUAN DANSASARANPEMBANGUNANINDUSTRIDAERAH Menguraikan visi dan misi pembangunan daerah, tujuan dan sasaran pembangunan industri daerah. BABN : STRATEGI DAN PROGRAM PEMBANGUNANINDUSTRI DAERAH Menguraikan strategi pembangunan industri, program pembangunan industri yaitu: penetapan sasaran dan program pengembangan industri unggulan, pengembangan perwilayahan industri, pembangunan sumber daya industri, pembangunan sarana dan prasarana industri, serta pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah. BABV : PENUTUP 4 5 Secara administratif pemerintahan, wilayah Kabupaten Tana Tidung terdiri atas 32 desa, yang terletak di lima kecamatan, yaitu: Gambar 2.1. Peta KabupatenTana Tidung, ProvinsiKalimantanUtara Laut Sulawesi, Kab. Bulungan, Kota Tarakan Kabupaten Bulungan Kabupaten Malinau • Sebelah Timur • Sebelah Selatan • Sebelah Barat Kabupaten Tana Tidung merupakan sebuah wilayahyang secara astronomis berada antara 116°42' 50" -117° 38' 50" Bujur Timur dan 3° 12' 02" - 3° 46' 41" Lintang Utara. Berdasarkan posisi geografisnyaKabupaten Tana Tidung berbatasan dengan wilayah sebagai berikut. • Sebelah Utara Kabupaten Nunukan
1.Aspek Geografi D. Kondisi Daerah BABII GAMBARAN' KONDISI DAERAH TERKAIT PEMBANGUNAN INDUSTRI 6 Kondisi Kabupaten Tana Tidung memiliki beberapa pulau, yang dialiri puluhan sungai besar dan kecil, serta secara topografi memiliki daratan yang berbuit-bukit, bergunung-gunung dengan tebing terjal dan kemiringan terjal dan kemiringan yang tajam. Ibu kota Kabupaten Tana Tidung berkedudukan di Tideng Pale Kecamatan Sesayap. Adapun pulau yang terluas adalah Pulau Mandul (35.291,76 hal dan sungai yang terpanjang adalah sungai Sesayap
2.Aspek Topografi Gambar 2.2. Peta Adminitratif Kabupaten Tana Tidung lana Lia ~ • • • · .... \!I Sesayap Hilir ~ I Sesayap '" • ·· · J • · L.._ • • ·• : · ·•.., Muruk Rian
1.Kecamatan Sesayap, dengan luas wilayah 1.016,92 Km2, membawahi 7 desa, yaitu: Sedulun, Limbu Sedulun, Gunawan, Tideng Pale, Tideng Pale Timur, Sebidai, dan desa Sebawang
2.Kecamatan Sesayap Hilir, dengan luas wilayah 1.317,53 Km2, membawahi 8 desa, yaitu: Seludau, Sesayap, Sepala Dalung, Bandan Bikis, Bebatu, Sengkong, Menjelutung, dan desa Sesayap Selor
3.Kecamatan Tana Lia, dengan luas wilayah 877,86 Km2, membawahi 5 desa, yaitu: Tanah Merah, Sambungan, Tengku Dacing, Tanah Merah Barat, dan desa Sambungan Selatan.
4.Kecamatan Betayau, dengan luas wilayah 1.007,65 Km2, membawahi 6 desa, yaitu: Mendupo, Periuk, Bebakung, Kujau, Maning, dan desa BuangBaru.
5.Kecamatan Muruk Rian, dengan luas wilayah 608,62 Km2, membawahi 6 desa, yaitu: Belayan Ari, Seputuk, Rian, Kapuak, Rian Rayo, dan desa Sapari. Luas wilayah administrasi Kabupaten Tana Tidung secara keseluruhan, adalah 4.828,58 Km2. 7 Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Stasiun MeteorologiTanjung Selor pada tahun 2014 mengalami musim hujan sepanjang tahun dengan curah hujan 221 mm dengan rata-rata hari hujan per bulan 18 hari. Untuk penyinaran matahari rata-rata 59 persen/bulan. Rata-rata suhu udara sepanjang tahun 2014 adalah 27,4 °C,berkisar antara 21,3°C-36,4°C. Untuk kelembapan udara tercatat relatif tinggi berkisar antara 44% sampai 100% dengan rata-rata selama tahun 2016 adalah 84 persen. Seperti iklim wilayah Indonesia pada umumnya, Kabupaten Tana Tidung beriklim tropik dan mempunyai dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Musim kemarau biasanya teIjadi pada bulan Mei sampai dengan bulan Oktober, sedang musim penghujan terjadi pada bulan November sampai dengan bulan April.Keadaan ini terns berlangsung setiap tahun yang diselingi dengan musim peralihan pada bulan-bulan tertentu. No. KemiriDgan Luas (Km2) Persentase (%)
1.Datar-landai 4.426,578 91,686
2.Berombak 10~3~~_ 2,100
3.Bergelombang 25,368 0,525
4.Berbukit 271,192 5,617
5.Bergunung 3,467 0,072 Jumlah 4.828,00 100,00
3.Klomatologi Tabe12.1 KelasKemiringan(Rata-Rata)KabupatenTana Tidung Berdasarkan kemiringan tanah, wilayah Kabupaten Tana Tidung cukup bervariasi dari 0-2% sampai lebih dari 400/0,dataran rendah hanya sebagian besar di daerah Kecamatan Sesayap, Sesayap Hilir, Bebakung, Muruk Rian maupun Tana Lia. Wilayah Kabupaten Tana Tidung didominasi dengan kelerengarr/kemiringan tanah 0-8% (datar). Berdasarkan topografi Kabupaten Tana Tidung berada di ketinggian antara 250 m.dpl - 680 m.dpl di atas permukaan laut. Di Kabupaten Tana Tidung terdapat dataran tinggi yang teIjal yang ditumbuhi hutan belantara, perbukitan dengan pegunungan dengan ketinggian ± 500 m di atas permukaan laut. (576 km). Sedangkan gunung yang tertinggiadalah Gunung Rian yang berada di Kecamatan Sesayap dengan ketinggian 250 m. 8 Komposisipenduduk menurut umur di Kabupaten Tana Tidung pada Tahun 2020 menunjukkan bahwa penduduk dengan kelompokusia produktif, yakni 15 - 64 tahun, khususnya kelompok umur 25 - 44 tahun mempunyaijumlah penduduk cukup banyak. Hal ini perlu menjadi perhatian, kbususnya dalam perencanaan industri dan hubungannya dengan kesiapan tenaga kerja industri. Pola persebaran penduduk Kabupaten Tana Tidung per kecamatan dapat dilihat berdasarkan luas wilayah dan jumlah penduduknya. Kepadatan rata- rata penduduk Kabupaten Tana Tidung adalah 6,30 jiwajKm2 Kecamatan Sesayap merupakan kecamatan dengan wilayah paling padat penduduk sebesar 26,63 jiwa/Km-, sedangkan Muruk Rian merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk paling rendah dengan besaran 3,37 jiwa/Km-. Sumber: BPS KIT, Tahun 2020 NB: Data 2020 tidak bisa diperbandinqkan karena perbedaan metodologi 5. 4. 1. 2. No. TahuD Jumlah (Jiwa) Pertumbuhan (%) 2016 23.497 7,74 --- --- 2017 25.084 6,75 ---- ------ --- 2018 26.892 7,21 2019 28.926 7,03 2020 25.584 3. Tabe12.2 Pertumbuhan Jumlah Penduduk KabupatenTana TidungTahun 2015-2019 Berdasarkan data BPS Kabupaten Tana Tidung, jumlah penduduk Kabupaten Tana Tidung pada tahun 2019 tercatat sebesar 28.926 jiwa, meningkat sebesar 7,56 persen dibandingkan dengan penduduk tahun 2018 yang beIjumlah 26.892 jiwa. Kepadatan rata-rata penduduk adalah 5,75 jiwa/Kms. Rincian pertumbuhan penduduk Kabupaten Tana Tidung disajikan dalam tabel berikut. Peran penduduk dalam pembangunan adalah sebagai subjek dan objek pembangunan, selain itu penduduk juga dapat menjadi potensi dan masalah pembangunan. Jumlah penduduk akan menjadi potensi pembangunan, khususnya pembangunan sektor industri bila disertai dengan kualitas yang baik dan tinggi, sebaliknya jika memiliki kualitas yang rendah, maka penduduk akan menjadi beban pembangunan.
4.Aspek Demografi 9
5.Aspek Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tana Tidung tergambarkan dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB merupakan indikator untuk Selama kurun waktu 2018-2019 tingkat pengangguran menurun dari 5,24 persen di tahun 2018 menjadi 4,59 persen di tahun 2019. Sementara itu tingkat partisipasi angkatan kerja pada tahun 2019 sebesar 65,38 persen mengalami kenaikan sebesar 2,4 persen dibandingkan dengan kondisi tahun 2018. Gambar 2.4. Jumlah penduduk menurut kelompokumur Kabupaten Tana TidungTahun 2020 ..70 515 6S 6G _363 6()·f-4 600 55-59 902 SO s·. 1283 .. ~ 49 1667 ~Q 4" 2017 19 2259 2432 2176 10l4 2112 15-1'3 2222 1014 2241 59 2318 04 2477 4} 500 1000 1500 XlOO 2500 lOOO Gambar 2.3. Grafik kepadatan penduduk Kabupaten Tana Tidung Tahun 2020 KTTBetayau_ MurukRi~nSesayap Ses<iyapJ:lilirTl!na_Lia Sumber: BPS KTT, Tahun 2021 (dinlah) o 3,375 10 20 25 6,3 4,94,353,96 15 26,63 30 10 Lapangan Usaha TahUD No 2018 20192016 2017 2020 1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 36,21 32,35 36,21 36,21 36,21 2 Pertambangan dan Penggalian 25,21 30,05 30,48 31,13 29,45 3 Industri Pengolahan 2,39 2,29 2,22 2,17 2,16 4 Pengadaan Listrik dan Gas 0,02 0,02 0,02 0,02 0,02 5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 Limbah dan Daur Ulang 6 Konstruksi 16,60 16,14 16,68 16,68 17,79 7 Perdagangan Besar dan Eceran; 4,73 4,81 4,87 4,93 5,08 Reparasi Mobildan Sepeda Motor 8 Transportasi dan Pergudangan 0,76 0,75 0,76 0,76 0,75 ... bersambunq TahUD No Lapangan Usaha 2016 2017 2018 2019 2020 9 Penyediaan Akomodasi dan Makan 0,21 0,21 0,22 0,22 0,22 Minum Tabe12.3 Distribusi kontribusi Lapangan Usaha dalam PDRBADHBKabupaten Tana Tidung Tahun 2016 -2020 Selama lima tahun terakhir (2016-2020) struktur perekonomian Kabupaten Tana Tidung didominasi oleh lima kategori lapangan usaha, yaitu: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Pertambangan dan Penggalian; Konstruksi; Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib; dan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil, dan Sepeda Motor. Peranan terbesar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Tana Tidung pada tahun 2020 dihasilkan oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, yaitu mencapai 31,10 persen. Selanjutnya, lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 29,45 persen, disusul oleh lapangan usaha Konstruksi sebesar 17,79 persen. Data distribusi kontribusi sektor lapangan usaha terhadap PDRB ADHB di Kabupaten Tana Tidung pada tahun 2016- 2020 diperinci dalam Tabel 2.3. mengetahui kondisi perekonomian secara makro yang mencakup tingkat pertumbuhan sektor-sektor ekonomi dan instrumen ekonomi lainnya pada suatu daerah. PDRB Kabupaten Tana Tidung Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) pada tahun 2020 mencapai 5,750 triliun rupiah, mengalami pertumbuhan dari 5,603 triliun rupiah pada tahun sebelumnya. Sedangkan berdasarkan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK)sebesar 3,64 triliun rupiah, mengalami penurunan dari 3,67 triliun rupiah pada tahun 2019. 1,54 6,48 5,24 3,69 -1,158 Transportasi dan Pergudangan 2016 2017 2018 2019 2020 TahUD LapangaD UsahaNo Tabel2.4 Laju Pertumbuhan PORB AOHKKabupaten Tana Tidung Menurut Kategori Lapangan Usaha Tahun 2016 -2020 LapangaD Usaha Tahua No 2016 2017 2018 2019 2020 1 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan -0,77 0,09 2,92 2,55 0,31 2 Pertambangan dan Penggalian -2,83 6,84 2,81 5,58 -5,03 - - - - 3 Industri Pengolahan 5,67 2,88 1,25 2,68 -2,84 - -- - - - 4 Pengadaan Listrik dan Gas 25,62 6,03 7,47 4,12 12,47 5 Pengadaan Air,PengelolaanSampah, 9,50 3,68 3,88 2,89 5,76 Limbahdan Daur Ulang 6 Konstruksi 9,40 5,11 5,92 4,64 3,02 7 PerdaganganBesar dan Eceran; 6,29 6,26 3,60 7,41, 3,08 Reparasi Mobildan Sepeda Motor ... bersambung Dari sisi pertumbuhan ekonomi, terlihat bahwa perekonomian Kabupaten Tana Tidung mengalami goncangan cukup keras akibat Pandemi COVID-19 yang melanda di mana pada tahun tahun 2020 terjadi kontraksi pertumbuhan ekonomi mencapai sebesar -0,74 persen. Angka ini sangat dipengaruhi oleh kontraksi pertumbuhan ekonomi sektor dominan pada struktur ekonomi, yakni kategori pertambangan dan penggalian yang mencapai -5,03 persen dan kategori industri pengolahan sebesar -2,84 persen. Laju Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tana Tidung menurut Kategori Lapangan Usaha Tahun 2016 -2020 diperincikan dalam Tabe12.4. - ----- 10 Informasidan Komunikasi 0,04 0,03 0,03 0,03 0,04 --- 11 Jasa Keuangan dan Asuransi 0,10 0,10 0,10 0,10 0,10 ----- - 12 RealEstat 0,66 0,63 0,64 0,64 0,65 - ---- --- 13 Jasa Perusahaan 0,02 0,02 0,02 0,02 0,02 14 AdministrasiPemerintahan, Pertahanan 11,01 10,66 10,46 10,43 10,54 dan J aminan Sosial Wajib 15 Jasa Pendidikan 1,54 1,46 1,47 1,49 1,60 - -- - - - 16 J asa Kesehatan dan KegiatanSosial 0,07 0,06 0,06 0,06 0,07 17 Jasa lainnya 0,43 0,40 0,38 0,38 0,41 PDRB 100 100 100 100 100 Sumber: BPS, Tanah Tidung Dalam Angka 2020 (diolah) 11 12
1.Sumber Days Alam Sebagai daerah yang berada di wilayah pesisir pantai dan memiliki banyak sungai, Kabupaten Tana Tidungdianugerahi sumber daya yang potensial bagi kegiatan perikanan dan kelautan. Kegiatan dimaksud meliputi perikanan Gambar 2.5. Laju Pertumbuhan Kategori Industri Pengolahan PDRBADHKKabupaten Tana Tidung Tahun 2016-2020 E. Sumber Daya Industri Sumber: BPS,Tanah Tidung Dalam Angka 2020 [diolah] Dari tabel di atas terlihat bahwa pertumbuhan kategori industri pengolahan mengalami fluktuasi. Pada tahun 2016 mencapai 5,67 persen. Namun, dua tahun berikutnya mengalamipenurunan, yakni 2,88 persen pada tahun 2017 dan 1,25 persen pada tahun 2018. Kemudian, meningkat kembali menjadi 2,68 persen pada tahun 2019. Namun, Pandemi COVID-19menyebabkan pertumbuhannya kembali mengalami perlambatan pada tahun 2020 yang mencapai sebesar 2,84 persen. 9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 6,31 6,93 6,02 4,17 -0,37 10 Informasi dan Komunikasi 1,67 3,22 2,53 3,99 6,52 11 Jasa Keuangan dan Asuransi 5,03 2,84 6,37 3,12 2,64 12 Real Estat 2,46 3,14 4,95 3,45 1,67 13 Jasa Perusahaan 1,27 1,39 1,28 1,51 -0,74 14 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan 5,18 4,31 4,52 4,49 2,16 Jaminan Sosial Wajib 15 Jasa Pendidikan 4,28 4,75 5,74 4,22 3,16 16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 4,50 3,28 5,22 3,30 8,48 17 Jasa lainnya 5,76 5,28 4,29 3,53 4,44 PDRB 1,10 3,94 3,57 4,33 -0,74 Sumber: BPS,Tanah Tidung Dalam Angka 2020 (diolah) 13
9.Petai (kuintal)
7.Pisang (kuintal)
8.Rambutan (kuintal)
6.Pepaya (kuintal) No. Uraian
5.Nenas (kuintal)
4.Nangka/Cempedak (kuintal)
2.Durian (kuintal)
3.Mangga (kuintal) No. Uralan 2018 2019 562 2.733 919 1.855 459 2.293 1.715 4.987 240 414 ... bersambunq 2018 2019 688 1.430 1.262 2.037 398 2.186 214 236
1.Duku/Langsat (kuintal) Tabe12.6 Produksi Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Tana Tidung Potensi sumber daya alam Kabupaten Tana Tidung dari sektor pertanian dan perkebunan (buah) juga tinggi dan beragam seperti padi, cabai, petsai, duku, pisang, nangka, durian, nanas, dan rambutan. Sdangkan lahan perkebunan, sebagian besar digunakan untuk tanaman kelapa sawit, kelapa, karet, kopi, dan lada. No. Uuian 2018 2019
1.Jumlah rumah tangga perikanan tangkap (RT) 307 300
2.Produksi perikanan tangkap (ton) 1.065,4 941,4 3. Jumlah rumah tangga perikanan budidaya 1.548 (tambak dan kolam)
4.Produksi perikanan budidaya (ton) 7.709,8 Sumber: BPS. Tanah Tidung Da/am Angka 2020 (dio/ah) Tabe12.5 Rumah Tangga dan Produksi Perikanan Kabupaten Tana Tidung tangkap, perikanan budi claya, pengolahan basil perikanan, dan jasa ikutan lainnya. Hasil laut di Tana Tidung yang memiliki potensi untuk dikembangkan adalah ikan kakap, bawal, segala jenis udang, belanak, senangin, layang, dan kembung, sedangkan hasil perikanan darat adalah udang galah, salap, patin, dan bandeng. Produksi basil perikanan dan kelautan dalam kurun waktu 2016-2019 diuraikan dalam Tabe12.5. 14 No. TahUD Luas (Km2) PerseDtase
1.Hutan Lahan KeringPrimer 158,95 3,29
2.Hutan Lahan KeringSekunder 897,66 18,59
3.Hutan MangrovePrimer 9,76 0,20 Tabel2.7 Penggunaan Lahan KabupatenTana TidungTahun 2016 Sebagian besar wilayah Kabupaten Tana Tidung adalah hutan. Oleh karena itu, dati penggunaan lahan di Kabupaten Tana Tidung didominasi oleh sektor kehutanan. Sekitar 53 persen adalah hutan, baik itu hutan lindung, hutan negara, dan sebagian digunakan untuk pertanian melalui pola pengelolaan konsesi. Di samping peruntunkan tersebut, peruntukan lahan digunakan sebagai pemukiman, kawasan konservasi, buffer zone, pusat pemerintahan, pemukiman desa, hutan lindung, dan lain-lain. Selain digunakan kawasan pertanian dan perkebunan, lahan di Kabupaten Tana Tidungjuga digunakan sebagai pembangunan infrastruktur dan pemukiman warga. Sesuai dengan Surat Keputusan MenteriKehutanan Nomor79/KPTS-11/2001 dan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 554/Menhut-II/2013, Kawasan budidaya kehutanan (KBK)mencakup luasan 170.340,64 Ha (53%) yang terbagi lagi terdiri dati hutan produksi (HP) seluas 151.378,24 Ha, hutan produksi terbatas (HPH)seluas 9.058,58 Ha, serta hutan produksi konversi (HPK) seluas 9.876,82 Ha. Sedangkan Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK)yang terdri dati areal penggunaan lain (APL)seluas 163.771,70 Ha (41persen) dan Tubuh Air seluas 23.402,22 Ha (7 persen).
2.PeDggunaaD LabaD Sumber daya lahan di Kabupaten Tana Tidung berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tana Tidung Tahun 2012 - 2032, tentang status kawasan hutan, seluas 4.828,58 Km2 atau 482.858 Ha, secara garis besar terbagi menjadi kawasan budi daya kehutanan (KBK)dan kawasan budi daya nonkehutanan (KBNK). Sumber: BPS,Tanah Tidunq Da/am Angka 2020 (dio/ah)
10.Cabai (kuintal)
11.Kelapa sawit (Ton) - -
12.Kelapa(Ton)
13.Lada(Ton)
14.Kopi(Ton) 199 556 333,03 401,85 3,60 5,0 1,00 1,00 1,52 1,75 15 Ketersediaan air bersih di suatu daerah, khususnya perkotaan merupakan hal yang sangat vital Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari- hari juga untuk memenuhi kebutuhan industri. Di Kabupaten Tana Tidung, kebutuhan air bersih masyarakat dan industri dilayani oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)Tana Tidung. Hingga tahun 2020 jumlah rumah tangga yang telah menikmati suplay air bersih dari PDAMTana Tidung mencapai 64,28 persen.
4.Air Bersih Energi merupakan penggerak perekonomian dan prasyarat dalam pembangunan. Akses atas energi modern terbagi dalam akses listrik dan akses gas sebagai bahan bakar untuk memasak. Ketersediaan energi yang cukup dan terjangkau membuka peluang masyarakat dan industri melakukan kegiatan produktif dan bekerja lebih efektif sehingga dapat berkontribusi pada kemajuan ekonomi dan sosial. Sumber listrik di Tana Tidung berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD),baik yang disediakan oleh PLNmaupun nonPLN.Saat ini, kapasitas terpasang sebesar 2,7 MW, tetapi kapasitas terpakai masih kurang dari 2 MW. Persentase rumah tangga yang menggunakan listrik PLN hingga tahun 2020 sebesar 61,58 persen. Sedangkan yang menggunakan listrik bukan PLN sebanyak 38,08 persen. Masih terdapat rumah tangga, yakni sebanyak 0,34 persen yang belum menggunakan listrik sebagai sumber penerangan.
4.Hutan Mangrove Sekunder 102,40 2,12
5.Hutan Rawa Primer 122,49 2,54 ----
6.Hutan RawaSekunder 505,00 10,46
7.Hutan Tanaman 5,24 0,11 ---- ---- - - - -_.
8.LahanTerbukajKosong 23,33 0,48
9.Pemukiman 24,78 0,51
10.Perkebunan 812,76 16,83
11.Pertambangan 59,86 1,24
12.Pertanian Lahan KeringCampur Semak 68,18 1,41
13.Semak Belukar 470,16 9,74
14.Semak Belukar Rawa 840,61 17,41
15.Tambak 727,40 15,06 Jumlah 4.828,58 100 Sumber: Dokumen RKPD, Tahun 2019
3.Energi 16 Seperti halnya dengan daerah lain, IKMmemegang peranan penting sebagai salah satu motor penggerak perekonomian Kabupaten Tana Tidung. IKM berperan dalam penyerapan tenaga keIja dan sebagai sumber pendapat primer atau sekunder bagi banyak rumah tangga di Kabupaten Tana Tidung. IKMjuga berperan besar dalam perkembangan usaha sektor lainnya melalui penggunaan dan pengolahan sumber daya lokal, seperti hasil perikanan, kelautan, pertanian, dan perkebunan sebagai bahan baku. F. Pemberdayaan Industri Keen dan Menengah (IKM) Transportasi Laut/ Perairan dengan potensi: Angkutan laut dan sungai mempunyai peranan penting dalam hal transportasi di Kabupaten Tana Tidung. Hal tersebut dikarenakan akses angkutan laut dan sungai lebih mudah daripada melalui darat. Adanya Pelabuhan TidengPale memudahkan penduduk untuk mengakses daerah lain. Adanya pelabuhan tersebut didukung pula oleh aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan TidengPale eukup tinggi. Adanyapotensi tersebut, maka perlu pengembangan agar akses ke suatu wilayah dengan transportasi sungai/Iaut ditingkatkan. Transportasi darat dengan potensi: adanya jaringan jalan arteri primer sebagai Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan beberapa daerah, yang terbentang dari perbatasan Keeamatan Sesayap dan Sesayap Hilir, ke arah barat menuju Kabupaten Malinau-Siroanggaris dan ke arah selatan menuju Tanjung Selor-Samarinda. Adanya jaringan jalan tersebut menjadi penghubung antarwilayah sebagai transformasi aliran barang dan penumpang yang mempunyai komposisi sebagai pembuka keterhubungan antarkawasan. Pengembangan infrastruktur wilayah yang dilihat dari aspek transportasi darat, sungai/Iaut, telekomunikasi, dan prasarana lingkungan. Adapun potensi tersebut, yaitu: Prasarana transportasi untuk akses masuk ke dalam dan ke luar Kabupaten Tana Tidung dapat dilakukan dengan dua alternatif, yaitu melaluijalur darat (jalan raya) dan jalur perairan (sungai).
5.Aspek Infrastruktur Infrastruktur atau sarana/prasarana dasar merupakan salah satu faktor utama dalam mendukung pengembangan suatu kawasan atau wilayah.Arus mobilisasi barang, manusia, perdagangan antarpulau, serta kegiatan ekspor akan lanear apabila didukung ketersediaan jalan, pelabuhan, dan bandara beserta alat angkutnya. 17 Namun demikian, secara umum, IKMmasih menghadapi berbagai tantangan dan kendala dalam upayanya untuk tetap eksis dan berkembang. Keterbatasan dalam mengakses sumber permodalan dan bahan baku, kapasitas SDM dan alat produksi, serta kualitas produk dan pemasaran, merupakan beberapa hal yang menjadi tantangan bagi IKM.Oleh karena itu pemerintah Kabupaten Tana Tidung, melalui beberapa OPD terkait serta bekeIja sama dengan berbagai stakeholder lainnya, seperti BUMNdan perusahaan besar swasta, memberikan pembinaan, pemberdayaan, dan pengembangan IKM. 18
2.Sejahtera Sejahtera menunjuk ke keadaan yang lebih baik, di mana manusia hidup makmur dan sentosa saat ini dan mas a yang akan datang. Kesejahteraan sering menjadi titik tertinggi pencapaian kepala daerah karena menjadi tolok ukur keberhasilan kinerja kepala daerah. Fokus sejahtera di sini
1.Bermartabat Merupakan konsep yang penting dalam moralitas, menjunjung tinggi sikap menghargai individu lainnya. Maksud dari kata tersebut, diharapkan manusia Tana Tidung memiliki sikap yang menunjukkan sebagai masyarakat yang terhormat. Fokus pokok visi tersebut terutama ditujukan untuk jajaran birokrasi, di mana birokrasi harus menjaga kehormatan institusi sebagai bagian dari reformasi birokrasi. Pernyataan visi Kabupaten Tana Tidung 2021-2026 memiliki makna sebagai berikut. Visi tersebut menunjukkan bahwa selama lima tahun ke depan pencapaian keberhasilan pembangunan oleh Bupati dan wakil Bupati terpilih dapat diukur dari birokrasi yang bermartabat, masyarakat yang lebih sejahtera, lingkungan yang makin indah serta manusia yang makin humanis. Terwujudnya Tana Tidung Bermarlabat, Sejahtera, Indah dan Rumanis (BERSDI) Visi pembangunan Kabupaten Tana Tidung dalam RPJMD Tahun 2021-2026 adalah: Visi merupakan rumusan umum mengenai cita-cita yang ingin dicapai pada akhir periode perencanaan. Visi menjadi penting karena akan menyatukan dan mengintegrasikan setiap aspek pendukung pembangunan daerah yang dilaksanakan oleh seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tana Tidung, baik aparatur pemerintahan, masyarakat, maupun swasta. Dengan mempertim- bangkan segala aspek bidang pembangunan dan kemampuan serta visi jangka panjang Kabupaten Tana Tidung, yakni "Masyarakat Kabupaten Tana Tidung Yang Agamais, Harmonis, Mandiri, Dan Sejahtera", G. Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Tans Tidung BABIn VISI DAN MISI PEMBANGUNAN KABUPATEN TANA TIDUNG SERTA TUJUAlf DAN SASARAlf PEMBAlfGUNAN INDUSTRI KABUPATEN TAlfA TIDUNG Misi 2 Mewujudkan Pembangunan I.nfrastruktur dasar yang terpadu tata ruang wilayah, melalui penyediaan infrastruktur pemba-ngunan yang berkualitas menuju KTTTERANGdan KIT ADA. Penataan wilayah Tana Tidung sudah terencana dalam bentuk dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah(RTRW).RTRWmemiliki keterkaitan yang erat dengan pengembangan rencana infrastruktur dasar di Kabupaten Tana Tidung. Yang periu dilakukan adalah memastikan terwujudnya rencana infrastruktur agar wilayah atau kawasan tersebut berfungsi Misi 1 Memngkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, untuk mewujudkan masyarakat yang unggul dan berdaya saing menuju KTI PINTARdan KTI SEHAT. Upaya perbaikan dan peningkatan kualitas Sumber daya manusia di Tana Tidung dilakukan untuk dapat menciptakan kesejahteraan hidup masyarakat dalam jangka panjang dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan. Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Sesuai dengan visi di atas, selanjutnya disusun misi yang mencerminkan tentang segala daya dan upaya yang akan dilaksanakan untuk pencapaian visi. Misi pembangunan yang akan dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Tana Tidung Tahun 2021-2026 sebagai berikut.
3.Indah Indah merupakan keadaan yang sedap dipandang. Indah dimaksud berhubungan dengan lingkungan. Walaupun Tana Tidung merupakan kabupaten kecil dengan penataan yang baik, keindahan dari Tana Tidung akan terpancar. Indah dimaksud juga membutuhkan peran masyarakat dalam mewujudkannya.
4.Human is Menurut KBBI, humanis adalah orang yang mendambakan dan memperjuangkan terwujudnya pergaulan hidup yang lebih baik, berdasarkan asas perikemanusiaan; pengabdi kepentingan sesama umat manusia. Fokus pokok visi humanis ini ditujukan bagi masyarakat Tana TIdung untuk mengerti kodratnya sebagai manusia dengan mengimple- mentasikan hak dan tanggung jawab untuk memberi makna dan bentuk pada kehidupannya sendiri. berhubungan dengan perekonomian masyarakat Tana Tidung yang diharapkan senantiasa makmur dan tercukupi segala kebutuhannya. 19 20 Misi 6 Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, untuk meningkatkan implementasi Reformasi Birokrasi menuju KIT DIGITAL DAN MELAYANI. Misi 5 Meningkatkan Kemandirian Desa, untuk meningkatkan pemerataan pembangunan di seluruh desa CERMAT. Kemandirian desa merupakan kemampuan yang dimiliki pemerintah desa dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan melalui potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia. Lahirnya Undang-Undang Nomor6 Tahun 2014 tentang Desa, memberikan keleluasaan kepada Desa dalam mengatur dan mengurus rumah tangganya sehingga bukan lagi dijadikan objek, melainkan sebagai subjek yang dapat membuat perencanaan, pelaksanaan, dan manfaat bagi penyelenggaraan pembangunan desa secara mandiri. Misi 4 Meningkatan Kelestarian Lingkungan Hidup, untuk memper- tahankan kualitas lingkungan hidup. Salah satu tujuan dari penataan ruang wilayah Kabupaten Tana Tdung adalah pengelolaan sumber daya alam dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Lingkungan hidup perlu dijaga kelestarian dan kelangsungan fungsinya dengan mengamankan daerah sekitarnya. Hal ini dilakukan agar kegiatan perlindungan, pengembangan, penggunaan, dan pengendalian atas sumber daya alam dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuannya sehingga tetjaga kelestraiannya. Misi 3 Menciptakan Pembangunan Ekonomi yang Berkerakyatan Berbasis Sumber Daya Alam, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan berbasis potensi lokal menuju KIT BERDAYAserta untuk meningkatan kualitas dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Kabupaten Tana Tidung merupakan kabupaten terrnuda di Provinsi Kalimantan Utara yang memiliki potensi sumber daya alam yang berlimpah. Perekonomian Kabupaten Tana Tidung masih didominasi oleh sektor-sektor yang mengandalkan potensi sumber daya alam, yaitu sektor pertanian, perikanan, dan pertambangan. A1am pesisir, baik laut maupun sungainya mempunyai potensi yang menjanjikan untuk kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan. dan berperan sesuai apa yang diuraikan dalam dokumen RTRW yang bersangkutan. 21 Sesuai dengan visi dan misi pembangunan jangka menengah Kabupaten Tana Tidung 2021-2026 tersebut di atas, khususnya Misi 3, dan mengacu kepada tujuan pembangunan industri nasional serta tujuan pembangunan industri Provinsi Kalimantan Utara, maka tujuan yang ingin dicapai dalam membangun dan mengembangkan industri Kabupaten Tana Tidung adalah:
1.mewujudkan industri daerah yang berkerakyatan berbasis sumber daya alam, mandiri, berdaya saing, maju, dan berwawasan lingkungan;
2.meningkatkan kontribusi sektor industri dalam perekonomian daerah;
3.menetapkan, membangun, dan mengoptimalkan pemanfaatan kawasan peruntukan industri;
4.mengoptimalkan pembinaan dan fasilitasi pengembangan industri, khususnya industri kecil dan menengah;
5.meningkatnya penyerapan tenaga kerja yang kompeten di sektor industri; dan
6.meningkatnya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat daerah secara berkeadilan. H. Tujuan dan Sasaran Pembangunan Industri Kabupaten Tana Tidung Misi 7 Meningkatkan Keamanan dan Ketertiban WUayah, untuk mingkatkan kondusivitas pembangunan wilayah. Keamanan dan ketertiban merupakan keadaan bebas dari situasi yang mengancam keseluruhan atau perorangan dan memberikan rasa bebas dari ketakutan atau kekhawatiran sehingga ada kepastian dan rasa kepastian darijaminan segala kepentingan atau suatu keadaan yang bebas dari pelanggaran norma-norma hukum. Keamanan dan ketertiban wilayah merupakan tanggung jawab seluruh pihak termasuk masyarakat untuk membantu menjaganya. Sikap toleransi dan menghormati kehidupan orang lain bisa mewujudkan hidup yang damai dan bersahaja yang diimpikan oleh seluruh masyarakat. Tata kelola pemerintahan yang baik adalah suatu penyelengga- raan manajemen pembangunan yang solid dan bertanggung jawab yang sejalan dengan prinsip demokrasi dan pasar yang efisien. Untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip demokrasi, pemberdayaan, pelayanan, responsif, transparansi, akuntabilitas, partiisipasi, kemitraan, desentralisasi, konsistensi kebijaksanaan, serta kepastian hukum. 22 Sebagai kabupaten yang relatif masih muda, maka pembangunan industri di Tana Tidung mensyaratkan pula adanya perencanaan pembangunan yang komprehensifdan terpadu. Melaluiperencanaan yang komprehensifdiharapkan adanya konsistensi kebijakan industri daerah sebagai pedoman bagi pemerintah dan seluruh pihak berkepentingan dalam melakukan perencanaan, penahapan, dan program pembangunan industri. Oleh karena itu, salah satu program pembangunan di dalam dokumen RPJMDKabupaten Tana Tidung Tahun 2021- 2026 adalah penyusunan dokumen perencanaan dan pembangunan industri. Sasaran yang hendak dicapai, diantaranya:
1.meningkatnya unit usaha industri kecil dan menengah rata-rata. sebesar 19 persen per tahun.
2.meningkatnyajumlah hasil pemantauan dan pengawasan denganjumlah Izin Usaha Industri (lUI)Ked! dan Industri Menengah yang dikeluarkan oleh instansi terkait rata-rata sebesar 60 persen per tahun.
3.meningkatnya ketersediaan informasi industri secara lengkap dan terkini rata-rata sebesar 100 persen per tahun. Penetapan kebijakan pembangunan yang berkerakyatan berbasis sumber daya alam terse but didasarkan pada realitas empirik bahwa dinamika riil ekonomi masyarakat Tana Tidung disokong oleh sektor-sektor pertanian, perikanan, kehutanan, dan perkebunan. Upaya ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Kabupaten Tana Tidung dalam mengembangkan perekonomian yang relatif masih muda namun sangat kaya akan berbagai sumber daya alamo 23 Pendekatan perencanaan pembangunan dalam rangka membangun daya saing industri secara berkelanjutan sebagaimana diamanatkan dalam Kebijakan Industri Nasional dilakukan dati dua arah. Pertama, pendekatan top-down, yakni pembangunan industri direncanakan dengan memperhati-kan prioritas serta ditentukan secara nasional. Kedua, pendekatan perencanaan secara bottom-up, yakni perencanaan yang berlandaskan potensi dan keunggulan yang dimilikioleh Daerah. B. Program Pembaugunan Industri Dengan memperhatikan kondisi umum daerah Kabupaten Tana Tidung serta hasil analisis faktor strategis seperti diuraikan pada bab terdahulu, maka strategi yang akan dijalankan dalam rangka pembangunan industri Kabupaten Tana Tidung, yaitu:
1.peningkatan pembangunan infrastruktur pendukung untuk perkembangan industri dan aksesibilitas sumber bahan baku industri;
2.penciptaan ikim usaha yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya usaha industri;
3.peningkatan kompetensi sumber daya manusia pembina dan pelaku usaha (tenaga kerja] sektor industri;
4.pengembangan industri unggulan berbasis sumber daya lokal;
5.peningkatan penguasaan dan kepemilikan teknologi serta penerapan standar produk; dan
6.peningkatan kemampuan dalam penetrasi dan jangkauan pasar. Strategi merupakan pernyataan yang menjelaskan bagaimana langkah-langkah efektif dan efisien guna mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Dalam rangka mencapai target sasaran kualitatif dan lruantitatif pembangunan industri yang telah dirumuskan pada bab sebelumnya, perlu dirumuskan strategi yang kemudian dijabarkan ke dalam program, tahapan pelaksanaan, serta rencana aksi. A. Strategi Pembangunan Industri BABIV STRATEGI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN INDUSTRI KABUPATEN TAKA TIDUNG 24