1.K e r u g i a n daerah adalah kekurangan uang, surat berharga, dan barang yang nyata dan pasti jumlahnya sebagai akibat perbuatan melawan h u k u m b a i k sengaja maupun lalai.
2.K e u a n g a n d a e r a h a d a l a h s e m u a h a k d a n k e w a j i b a n d a e r a h d a l a m penyelenggaraan pemerintahan d a e r a h y a n g d a p a t d i n i l a i d e n g a n u a n g termasuk di dalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut.
3.B a r a n g daerah adalah semua kekayaan pemerintah daerah baik yang dimiliki maupun dikuasai yang berwujud, baik yang bergerak maupun tidak bergerak beserta bagian-bagiannya ataupun yang merupakan satuan yang dapat dinilai, dihitung, d i u k u r a t a u ditimbang termasuk hewan d a n tumbuh-tumbuhan kecuali uang dan surat-surat berharga lainnya.
4.T u n t u t a n Perbendaharaan selanjutnya disingkat TP adalah s u a t u t a t a cara perhitungan terhadap bendahara, j i k a d i d a l a m pengurusannya terdapat kekurangan p e r b e n d a h a r a a n k e p a d a b e n d a h a r a y a n g b e r s a n g k u t a n diharuskan mengganti kerugian.
5.T u n t u t a n Ganti Rugi Keuangan dan Barang Daerah selanjutnya disingkat TGR Let.1 adalah suatu proses tuntutan terhadap Pegawai Negeri Sipil bukan bendahara atau pejabat lain yang merugikan keuangan dan/atau barang milik daerah.
6.P e m b e b a n a n a d a l a h p e n e t a p a n j u m l a h k e r u g i a n d a e r a h y a n g h a r u s dikembalikan k e p a d a d a e r a h o l e h pegawai y a n g t e r b u k t i m e n i m b u l k a n 1:1 k e r u g i a n Daerah.
7.S u r a t Keputusan Pembebanan Sementara a d a l a h s u r a t keputusan y a n g dikeluarkan oleh B u p a t i tentang pembebanan penggantian sementara atas kerugian negara sebagai dasar untuk melaksanakan sitajaminan.
8.S u r a t Keputusan Pembebanan adalah surat keputusan yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan yang mempunyai kekuatan h u k u m final tentang pembebanan penggantian kerugian negara terhadap bendahara.
9.P e n c a t a t a n adalah mencatat jumlah kerugian daerah yang proses t u n t u t a n ganti kerugiannya u n t u k sementara ditangguhkan karena yang bersangkutan meninggal d u n i a t a n p a a h l i warts, a t a u melarikan d i r i t a n p a diketahui alamatnya.
10.Penghapusan a d a l a h menghapuskan t a g i h a n d a e r a h d a r i adrninistrasi pembukuan k a r e n a alasan tertentu ( t i d a k m a m p u membayar seluruhnya maupun sebagian dan apabila d i kemudian hart yang bersangkutan mampu, kewajiban dimaksud akan ditagih kembali).
11.S u r a t Keterangan Tanggungjawab Mutlak yang selanjutnya disingkat SKTJM adalah surat pernyataan pertanggungjawaban bendahara atau Pegawai Negeri Sipil b u k a n bendahara, a t a u pejabat l a i n u n t u k mengembalikan kerugian daerah, disertai jaminan paling sedikit sama dengan nilai kerugian daerah, berita acara serah terima jaminan dan surat kuasa menjual. 17. L
12.Surat Keputusan Penetapan Batas Waktu yang selanjutnya disingkat SK-PBW adalah surat keputusan yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia tentang pemberian kesempatan kepada bendahara untuk mengajukan keberatan a t a u pembelaan d i r i a t a s tuntutan penggantian kerugian daerah.
13.Pembebasan adalah membebaskan/meniadakan kewajiban seseorang untuk membayar h u t a n g k e p a d a D a e r a h y a n g m e n u r u t h u k u m m e n j a d i tanggungannya, tetapi atas dasar pertimbangan keadilan atau alasan penting tidak layak ditagih darinya dan yang bersangkutan terbukti tidak bersalah. Dalam h a l i n i Daerah melepaskan h a k tagihnya sehingga "hak tagih" i t u menjadi bebas seluruhnya atau hanya sebagian tertentu.
14.Daluwarsa adalah jangka waktu yang menyebabkan gugurnya h a k untuk melakukan tuntutan ganti rugi terhadap pelaku kerugian Daerah.
15.Hukuman disiplin adalah hukuman yang dijatuhkan kepada Pegawai yang melanggar Peraturan Displin Kepegawaian berdasarkan ketentuan y a n g berlaku.
16.Tidak layak adalah suatu keadaan seseorang yang bersangkutan dilihat dari aspek kemanusiaan baik yang menyangkut fisik dan non fisik dipandang tidak mampu menyelesaikan kerugian Daerah.
17.Ahli waris adalah orang yang menggantikan pewaris dalam kedudukannya terhadap warisan, hak maupun kewajiban untuk seluruhnya atau sebagian.
18.Daerah adalah Kabupaten Tojo Una-Una.
19.Pemerintah Daerah adalah Bupati sebagai unsur Penyelengara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah otonom.
20.Bupati adalah Bupati Tojo Una-Una.
21.Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat d a e r a h K a b u p a t e n T o j o U n a -Una s e l a k u p e n g g u n a anggaran/pengguna barang.
22.Badan adalah SKPD yang membidangi urusan pengelolaan keuangan dan Aset Daerah.
23.Inspektorat Kabupaten Tojo U n a -Una yang selanjutnya disebut Inspektorat adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah yang melaksanakan fungsi pengawasan Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una.
24.Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, yang selanjutnya disingkat BPK-RI, a d a l a h B a d a n Pemeriksaan K e u a n g a n R e p u b l i k Indonesia, sebagaimana dimaksud d a l a m Undang-undang D a s a r Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
25.Majelis Pertirnbangan. Tuntutan Perbendaharaan d a n Tuntutan Ganti Rugi Keuangan dan Barang Daerah yang selanjutnya disebut Majelis Pertimbangan TP-TGR adalah para pejabat e x -officio yang ditunjuk d a n ditetapkan oleh Bupati yang bertugas membantu Bupati dalam melaksanakan tuntutan ganti kerugian daerah, disama-fungsikan dengan Tim Penyelesaian Keuangan Negara (TPKN) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 2 Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Nomor 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyelesaian Ganti Kerugian Negara Terhadap Bendahara.
26.Bendahara adalah setiap orang atau badan yang diberi tugas untuk dan atas nama negara/daerah, menerima, menyimpan, d a n membayar/menyerahkan uang atau surat berharga atau barang-barang negara/ daerah.
27.Pegawai Negeri. Sipil bukan. bendahara selanjutnya disebut pegawai adalah pegawai negeri yang tidak berkedudukan sebagai bendahara yang meliputi: Pegawai Negeri Sipil Daerah;