1.B a r a n g M i l i k Daerah yang selanjutnya disingkat BMD adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau berasal dari perolehan lainnya yang sah.
2.P e m e g a n g kekuasaan pengelolaan BMD adalah Bupati.
3.S e k r e t a r i s Daerah adalah pengelola BMD.
4.P e n g e l o l a BMD yang selanjutnya disebut Pengelola Barang adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab melakukan koordinasi pengelolaan barang milik daerah.
5.P e r a n g k a t Daerah yang selanjutnya disingkat PD adalah u n s u r pembantu Bupati dan DPRD dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.
6.P e j a b a t Penatausahaan Barang adalah kepala P D y a n g mempunyai fungsi pengelolaan BMD selaku pejabat pengelola keuangan daerah.
7.P e n g g u n a barang adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan BMD.
8.U n i t kerja adalah bagian PD yang melaksanakan satu atau beberapa program.
9.A n g g a r a n Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan Daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
10.K u a s a Pengguna BMD selanjutnya disebut sebagai Kuasa Pengguna Barang adalah kepala u n i t kerja atau pejabat yang ditunjuk oleh Pengguna Barang untuk menggunakan BMD yang berada dalam penguasaannya dengan sebaik- baiknya.
11.Pejabat Penatausahaan Pengguna Barang adalah Pejabat yang melaksanakan fungsi tata usaha BMD pada Pengguna Barang.
12.Pengurus B M D yang selanjutnya disebut Pengurus Barang adalah Pejabat dan/atau Jabatan Fungsional Umum yang diserahi tugas mengurus barang.
13.Pengurus Barang Pengelola adalah pejabat yang diserahi tugas menerima, menyimpan, mengeluarkan, d a n menatausahakan B M D p a d a P e j a b a t Penatausahaan Barang.
14.Pengurus Barang Pengguna adalah Jabatan Fungsional Umum yang diserahi tugas menerima, menyimpan, mengeluarkan, menatausahakan B M D p a d a Pengguna Barang.
15.Pembantu Pengurus B a r a n g Pengelola a d a l a h p e n g u r u s b a r a n g y a n g membantu dalam penyiapan administrasi maupun teknis penatausahaan BMD pada Pengelola Barang.
16.Pembantu P e n g u r u s B a r a n g Pengguna a d a l a h p e n g u r u s b a r a n g y a n g membantu dalam penyiapan administrasi maupun teknis penatausahaan BMD pada Pengguna Barang.
17.Pengurus B a r a n g P e m b a n t u a d a l a h y a n g d i s e r a h i t u g a s m e n e r i m a , menyimpan, mengeluarkan, menatausahakan dan mempertanggung jawabkan BMD pada Kuasa Pengguna Barang.
18.Penilai a d a l a h p i h a k y a n g m e l a k u k a n p e n i l a i a n s e c a r a i n d e p e n d e berdasarkan kompetensi yang dimilikinya. 2
19.Penilaian adalah proses kegiatan u n t u k memberikan s u a t u opini nilai atas suatu objek penilaian berupa barang m i l i k daerah pada saat tertentu.
20.Penilai Pemerintah adalah Penilai Pemerintah Pusat dan Penilai Pemerintah Daerah.
21.Pengelolaan B M D adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan kebutuhan d a n penganggaran, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, pemindahtanganan, pemusnahan, penghapusan, penatausahaan dan pembinaan, pengawasan dan pengendalian.
22.Perencanaan Kebutuhan adalah k e g i a t a n merumuskan rincian kebutuhan BMD u n t u k menghubungkan pengadaan barang y a n g t e l a h l a l u dengan keadaan yang sedang berjalan sebagai dasar dalam melakukan tindakan yang akan datang.
23.Rencana K e b u t u h a n B M D , y a n g selanjutnya d i s i n g k a t R K B M D , a d a l a h dokumen perencanaan kebutuhan BMD untuk periode 1 (satu) tahun.
24.Penggunaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pengguna Barang dalam mengelola dan. menatausahakan BMD yang sesuai dengan tugas dan fungsi PD yang bersangkutan.
25.Pemanfaatan a d a l a h pendayagunaan B M D y a n g t i d a k digunakan u n t u k penyelenggaraan tugas d a n fungsi PD dan./ atau optimalisasi B M D dengan tidak mengubah status kepemilikan.
26.Sewa adalah pemanfaatan BMD oleh pihak lain dalam jangka waktu tertentu dan menerima imbalan uang tunai.
27.P i n j a m pakai adalah penyerahan penggunaan Barang a n t a r a pemerintah pusat dan pemerintah daerah atau a n t a r pemerintah daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir diserahkan kembali kepada Bupati.
28.K e r j a S a m a P e m a n f a a t a n y a n g s e l a n j u t n y a d i s i n g k a t K S P a d a l a h pendayagunaan B M D oleh p i h a k lain dalam jangka w a k t u tertentu dalam rangka peningkatan pendapatan daerah atau sumber pembiayaan lainnya.
29.B a n g u n G u n a Serah yang selanjutnya disingkat BGS adalah pemanfaatan BMD b e r u p a t a n a h o l e h p i h a k l a i n dengan c a m mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh p i h a k lain tersebut d a l a m jangka w a k t u tertentu y a n g t e l a h disepakati, u n t u k selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta bangunan d a n / a t a u sarana berikut fasilitasnya setelah berakhirnya jangka waktu.
30.B a n g u n Serah G u n a yang selanjutnya disingkat BSG adalah pemanfaatan BMD b e r u p a t a n a h o l e h p i h a k l a i n dengan c a r a mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya, d a n setelah selesai pembangunannya diserahkan untuk didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang disepakati.
31.K e r j a Sama Penyediaan Infrastruktur yang selanjutnya disingkat KSPI adalah kerjasama antara pemerintah dan badan usaha u n t u k kegiatan penyediaan infrastruktur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
32.B a d a n Layanan U m u m Daerah adalah instansi d i lingkungan Pemerintah Daerah y a n g d i b e n t u k u n t u k memberikan pelayanan kepada masyarakat berapa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan d a n dalam melakukan kegiatannya didasarkan p a d prinsip efisiensi dan produktivitas. 3
33.Penanggung Jawab Proyek Kerjasama yang selanjutnya disingkat PJPK adalah Kepala Daerah, a t a u badan usaha m i l i k negara/badan usaha m i l i k daerah sebagai penyedia a t a u penyelenggara infrastruktur berdasarkan peraturan perundang-undangan.
34.Pemindahtanganan adalah pengalihan kepemilikan barang m i l i k daerah.
35.Penjualan adalah pengalihan kepemilikan B M D kepada p i h a k l a i n dengan menerima penggantian dalam bentuk uang.
36.T u k a r Menukar adalah pengalihan kepemilikan barang m i l i k daerah yang dilakukan a n t a r a pemerintah p u s a t d e n g a n pemerintah daerah, a n t a r pemerintah daerah, atau antara pemerintah daerah dengan pihak lain, dengan menerima penggantian u t a m a dalam bentuk barang, paling sedikit dengan nilai seirnbang.
37.H i b a h adalah pengalihan kepemilikan barang d a r i pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, a n t a r pemerintah daerah, a t a u dari pemerintah daerah kepada pihak lain, tanpa memperoleh penggantian.
38.Penyertaan Modal Pemerintah Daerah adalah pengalihan kepemilikan B M D yang semula merupakan kekayaan yang tidak dipisahkan menjadi kekayaan yang dipisahkan u n t u k diperhitungkan sebagai modal/saham daerah pada badan usaha m i l i k negara, badan usaha m i l i k daerah, a t a u badan h u k u m lainnya yang dimiliki negara.
39.Pemusnahan adalah tindakan memusnahkan fisik dan/atau kegunaan BMD.
40.Penghapusan adalah tindakan menghapus BMD d a r i daftar barang dengan menerbitkan keputusan d a r i pejabat yang berwenang u n t u k membebaskan Pengelola Barang, Pengguna Barang d a n / atau Kuasa Pengguna Barang dan tanggung j a w a b administrasi d a n f i s i k a t a s b a r a n g y a n g berada d a l a m penguasaannya.
41.Penatausahaan a d a l a h r a n g k a i a n k e g i a t a n y a n g m e l i p u t i p e m b u k u a n , inventarisasi, d a n pelaporan B M D s e s u a i d e n g a n k e t e n t u a n p e r a t u r a n perundang-undangan.
42.Inventarisasi adalah kegiatan u n t u k melakukan pendataan, pencatatan, dan pelaporan hasil pendataan barang m i l k daerah.
43.D o k u m e n k e p e m i l i k a n a d a l a h d o k u m e n s a h y a n g m e r u p a k a n b u k t i kepemilikan atas BMD.
44.D a f t a r BMD adalah daftar yang memuat data seluruh BMD.
45.D a f t a r barang p e n g g u n a adalah daftar yang memuat d a t a barang m i l i k daerah yang digunakan oleh masing-masing Pengguna Barang.
46.D a f t a r Barang Kuasa Pengguna adalah daftar yang memuat data BMD yang dimiliki oleh masing-masing Kuasa Pengguna Barang.
47.R u m a h Negara a d a l a h bangunan y a n g d i m i l i k i Pemerintah D a e r a h d a n berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga serta menunjang pelaksanaan tugas pejabat d a n / a t a u pegawai negeri sipil pemerintah daerah yang bersangkutan.
48.PillPk- lain adalah pihak-pihak selain Kementerian/ Lembaga dan Pemerintah Daerah.
49.D a e r a h adalah Kabupaten Tojo Una-Una.
50.Pemerintah Daerah adalah Bupati sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan / Daerah y a n g memimpin pelaksanaan u r u s a n pemerintahan y a n g menjad. kewenangan daerah otonom.
51.B u p a t i adalah Bupati Tojo Una-Una. 4
52.D e w a n Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah lembaga p e r w a k i l a n r a k y a t d a e r a h K a b u p a t e n T o j o U n a -Una y a n g berkedudukan sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah.