(1] Besar THR s,,begalmanad.imak,mrl delem Paaal 59 ay,rt (1) d.itetapken sebegai berikut:
(2)Upah 1 lsatu) \Julan oeba,gaim.ana dimakaucl pada ayat (1) ado Iah ,,pat, p,kok ditambah tunjangan-tunjangan ~-
(3)Dalam hal peru-tapBn heaarnya n:ilei THR menurul Perjanjian Kerja atau Pcraturan Peruaahaan atau Perjanji.an Kerja Bersama atau kebiaoaan yang dilakukan Iebih besar dari nilai THR oebago.i.mana dunaksud pada ayat (1), maka THR ya.ng dibayarkan kepada pekerja/buruh oesnai o:lengan Perjanjian Kerja, Pl!raturan Pcrusahaan, Perjanjian Kerja Beraama atau kehiasaen yang teleh dilakukan.
(4)Pelabanaan pemberlan THR oebagain,ana. dimaksud dalwn Pa-al 59 dilaksanakan scsuai dengan peraturan perundang-undangan. == KESEMPATAN BERIBADAH _,,
(1)Pengu.BBha -,jib memberikan keecmpatan yang secukupn.ya kepada. pekerja/ buruh untuk mclal<sanakan ibadah yang diwajibkan oleh agamanya. (21 Keaempatan scculrupnya oebagsimana ,timabud pada ayat (1].yaitu =y,diakan tcmpat untuk n,Plak•enakan ;badahnya &ecru-a beik, sesuai dengan kondilli <Ian kema.mpuan peruaahaan.
(2)l'cnlMbllen wajib membcrikan keleh!PSOB!l kepada pekerj.. puwn,:,uan yang menggunakan kerudung/jilbal;, dalam rangka. melaksanakan 1=1&.Jiban dan/ atau keyakinan terhadap agamanya. =xv PENYELESAIAN PERSEUSIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL Bagien J<eoatu Penelioihan Hubungan Industrial -"
(1)P<:roelioihan hubungan industrial wajib diupayakan penye1etlllian terlebih dahu!u oleh pekerja/buruh atau serikat pekerja/""1"1ka! buruh dengan pengwiaha./ ga.bungan penguBBha me\alui penmdingan bipartit eecara musyawanoh untuk rrmfaka•
(2)Dal.am ha.I perundingan oebaga.imana dimaksud pada ayat (1) terca.pal kata sepakat dalam penydesaian maka. dibuat perjaajian beraama. yang ditandatang.ani pada pihak.
(3)Dalam hal perundingan aehageimana dimabud pada ayat (1) tidak tercapai ka.ta &epaka.t maka ~Glah u.tu pihak at.au kcdua belah pihak mencatalkan perselisihannya kepada om.as dengan melamplrkan bukti , telab dlode!rnn perundlngan bipartit untuk dipmaes !leSUal. dcngen peraturan perundang-undangan. 14) Da1atn pel,>ltsanaan upaya pettyeleoaian peoelil!iluul di Dinas diJakMnakan oleh mediator yang tiiangkat oeouai. dcngan pera.turan penmdang--undangan.
(5)Pr,:,.dur dan tat.a cam medias.; dilokoanokon. oeouai peratunm --= PemutuasnHubungan Kerja Paeal 63 Pei:nutuaan hubungan kerja mcllputi pemutusan bubungan kerja yang terjadi di bad.an u811ha yang berbadan hukum &.tau tidak, milik orang pcrseorangan, roilik peroekutuan at.au mlllk badan hulrum,baik milik -ta maupun milik ncgara, maupun u811ha-usaha 'IO'lial dan uoaha- usaha. lain yang roempunyai pcngurus dan mempekerjakan orang lain dcng,,n memhAyar upah atau Whalan dalem IJentuk lain. -, M
(1)Penguseha, pekerja/buruh, scrlkat pekerja/serikat buruh, dan Pemerintah Daerah dengan , v• upa,ya. harus menguaahakan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja.
(2)ApabWL pemutusan hubnngan kerja tidal< dapat dihindari, maka maksud pemutusan hubungan kerja wajib dinmdlngkan oleb pengu811ha dan aerikat pekerj&./aerikat buruh atau dengan pekcrja/buruh apabila. pekerja/buruh yang bersan@kuran tidak menjadi anggota serlkat pekerja/serikat buruh.
(3)Dalam hal penu,dingan oebagaimana diinabud pada ayat (2) tidak m~ngbAeilkan persetujuan, mak.<> salab aatu at.au kcdua belah pibak menpjukan permohonan penyeleaaian ke Dinas untuJ, dUekaanakan -
(4)Dala!n hill mediaai oebaplmBn" diJnabud pads ayat (3) tidak menghasilkan peraetujuan, make para plhak. atau 88lah satu pihak dapat =]aqjut:kan pe:nyelesaian penclisJhan kc P,..,pdiJan H<•homg,rn l'>duetrlal.
(5)Dalaln hEtl penmdingan S<'hagairnana dimaksud pada ayat (2) tidak mengba,rilkan perseru.juan, pengusaha hanya dapat memuh1slnrn h1•h>1ngan lrerja d<,ng,ut pekcrja/buruh setelah mempe:roleh penetapan darl Pe,,gadilan Hubungan Industrial. Pro""dur dan tata CPra Pemutusan Hubungan Kttja, pemba.yaran uang pe,,angon, uang pen!!hargaan mas.. kerja dan penggantiPn hak dilakBanakan sesuai dengan pcraturan perundang-undangan.
(2)Pelaksanaa.n mogok kcrja bag! pekcrja /buruh yang bekerja pada pen,sahaan yang mele,yani kepentingan umum dan/atau perusahaan yangjenis lregi.atannya. mcmbahayakan J,PeeJarnat11n jiwa manu&ia. diatur ""1Mnikian "'PR oehillgga tidakmengganggukepentingan un,um dan/ atau membahe.yakan ke8elamatan onmg Wn.
(3)Paling aedikit dalarn waktu 7 (tujuh) hari kcrja sebelum rnogok kcrja dilaksanakan, pekcrja/buruh dan/atau scrikat pekcrja/serikat buruh wajib rnemberitahukan secara tertulis kepada pengusaha, Dinas, dan Kepolillian.
(4)Pemberitahuan sebagairnan" dimak8ud pada ayat (3) mernuat:
a.hari, tansgal danjam dimulai dan diakhiri mol!!)k kcrja;
b.tcmpat mogok kcrja;
c.alasan clan sebab-sebab mengapa harus melakukan mogok kerja; -
d.tanda tangan kttua dan sekretarla dan/atau masing--masing l<eh,a clan ""1<retari8 8crikat pekerja/oerilta.t buruh sebagai penanggung jawab rnogok kerja.
(5)oatam hal mogok kerja dilakukan tidak ..,hagaimana. dlmaksud pads ,cya.t (31 make untuk menye]ametkan slat produksi clan Met peru"8h&8Il, pengu"8ha dengancara: de.pat menge.mbil findakan ..,,....,tan,
e.mebu'ang poua. pekerja/buruh yang mogok kerje. berada. di loke.sl kegia.tan prose,, produksi; atau
b.ape.bile. dianggap perlu mela.rang pekerja./buruh yang mogok kerja. berada. di loka.sl peruMbaan. Be glen. Keempe.t Penuwpan Pernsahe.e.n _,, (I) Penutupan peruoahe.e.n merupakan hak da.sar penguMba. untuk menolek pekerje./buruh scbagia.n etau oelurubnya untuk menjalanke.n pekerjaan aebagai akibat ~ perundingan.
(2)P=gusahe. tida..k dibenarka.n rnele.kukan pcnutupan peruse.haan scbage.i tinda.kan bala.oan schubunge.n m!anye. tunNtan norma.tif dari pekerja./ buruh d,m/ e.tau scrike.t pckcrja/t>erlkat buruh.
(3)Tindakan penutupan perusahe.an harus dile.kukan sceue.i dengan pere.tunu, perundang-undangan. -""' PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Bagian Kese.tu Um= _,. (I) Rupe.ti melakukan pembinaan ketene.gakcrjaan.
(2)Pembinaan clan pengawaoan kebene.ge.kerja,m ..,hagahnena dimaksud dalam ayat (1), da.n a.yet (2), dile.koana.kan secara. terpadu clan terkoonline.si.
(3)Da1a.in 1"8Dgk:a pembinaan clan penge.we.se.n Kl>agaiman,, d!rnsksud pa.da. syat (1), Pengusaha. a.tau pengun111 wa.j!b mela.porkan seca.re. tertulls aet:iap roendirikan, roenghentika.n, mcnjalankan kembe.li, meroinde.hkan etau roembubarkan peru"8ha,m kepade. Dina.a.
(4)Tata. cara pelaporan scbagaime.ne. riimekm>d pa.de. aye.t (2J dlan,r dengan Peraturan Bupe.tl.
(1)Bupatl melakuksn pembinaan terhadap ~ ketcnagakerjaan.
(2)Pcmbinaan sebagaimana dimak!rud pada "3"1t (l) antara lain:
a.bimbingan clan penyuluhan di bidang ketenagakerjaan;
b.bimbingan J>elP<_..,,D881' 1:eknis di bidang ketenagakerjaan;
c.pemberdayean masyarakat di bidang kete:nagakerjaa.-. dalam rangka perluuan keac,apatan kcrja; dan
d.pembinaan hubungan Industrial l<etenai!a)terjaan. (31 Prooedur clan tata cam. pemb!naan aehagaimana dimaksud pada ayat
(2)dmtur dengan Pcm.ti.Iran Bupati. B9gia.n lCetiga
(1)Peng,,.wasan ~rjaan dila)n,Jran oJeh pegawal pengawas ketenagakerjaan yang mempunyai knmpetcnsi dan lndcpenden guna nie,tjwnin pe)akBBnaan kctcnagak,,rjaan.
(2)Pcgawai Pcngawar, Kwnapketj"8ll aebageimana. dimaksud. pada ay,,t (If diangkat ""l!ll.l&i dengan peraturan penindang-undangan.
(3)Prosedur <Ian tatA cara pengawasan sebagaimana. dimaksud pada ay,,t
(1)dlarur dengan Pcm.turan Bupati. ""'=• SANKSJ ADMINISTRA11F ,_,,,
(1)Setiap orang atau badan yang melanggar ketentuan aebaplmana dimak!rud dalam Pasal 14 a.yat (2), Pasal 15, PB.BAI 25 ayat {I), Pasal 28 ayat (11 da.n (2), 1'11.aal 29 ayat (3) dan ayat (4), Pasal 32, Pa.sal 33 11ya.t
(2), aya.t (3) clan a.yat (4), Palla! 40 a.ya.t (1), Palla! 42 "3'ilt (1), 1'11.!ial 44 ayat (2), Pa.s.al 45 ayat (1), Pasa1 47 "3'ilt (I) dan ayat (3) dikenakan ,-,ksi administmtif. !2) Sank~• adminislratif eebagaimaw,. dimalmud pada 113"11 (ll berupa:
a.teguran;
b.peringatan tertulis;
c.pembatasan kcglatan uoaha;
d.pembekwm lregiatan uoaha;
e.pe,r,hatalan persetujusn;
f.pemha.tahm pendaflaran;
g.penghevtian sementara sebagian atau seluruh ala! pmduksl; dan
h.pencabutan izin.
(3)Kelentuan meng=ai sanksi admini&tratif ,..hagaimaru, dimelrnt•tl pad& "Yl',t (I) dan ayat 121 dletur dengen Peraturan Bupati. -""'" KETENTUAN PE:NYIDJKAN -n
(1)Penyidik Pegawai Neg..ri Sipil (PPN:'I) dilingk11ngan Pemerintah Daerah berwenang untuk melaksanakan penyidikan te:rhadap pelanggaran ketentuan dalwn Peratumn Daemh ini.
(2)Wewenangpenyjdik sebagalmana.dimaksud pada ayat (II adalab:
a.menerima, mencarl, mo:ngum.pulkan clan mcnelitl ketcn,ngan atau l!tponui berkenaan deng,m tindak pidana; b, menellti, mencari dan mengumrulkan ketenu,gan mengenai orang pribadi atau badan t.entang kebenaran perbuatan yang dilalrukan;
c.meminta keterangan dan bah&n bukti dari prihadi amu. baden sehubungan dengan tindek pidana;
d.memerikaa buku-buku catatan-catatan dand<>Jrumen-dokumen lain berkcnaan tindek pidana; e, melakukan penggeleclahan untuk mendapatkan bahan bukti pembulruan, pencatatan dan dolrumen-dokumen Jain serta a>elakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebl.lt;
f.meminta bantuan tenaga alili dalom rangka J)<'"lakoanaan ~ penyidibn tindek pidana:
g.menyun,h berhenti dan/atau melarang seseorang m~nlnggaUau, ruangan atau tempat pada saat pemerib""" sedang berhmgsung dan metn<:rikl,a identltas orang dan/atau dokumen;
h.memolrct aeseonmg yang berk.aiten dengan lindak pidana;
i.memanggil orang untuk didengar kete:rangannya dan diperlksa sebagai ten,angka etau saksi;
j.menghentlkan pen:yldil<an; dan
k.melakukan tlndakan lain yang perlu untuk kelancaran penJ"'~dlkan tindak pidana menurut hukum yang dapat dlp,,rtanggungjawahkan.
(3)P.,nyidik &ebagaimana dimaksud. pada a.yat (II memberitahukan dimulalnya penyidlkan kepa.da Penyidik Kepo]isian Negara Reyublik Indonesia.
(4)/!.pabila pelakaanaa.n kewenang.,n .,.hagaiman• dirnakau.d pada ayat
(2)memerlukan tindakan penangkapan den pen&hanan penyidik peJ!llWai Negeri Slpil ,n,-)aknkan koordinaai dengan ~abat P=yi.dik Kepoll<lian Negara Republik lndonetda seauai dengan pemturan perundang-undangan. {5) Penyidik Pegawai Negeri Sipi\ .,,hegaimana dimaksud pada ayat (II menyampaikan haail penyidilmn kepa.da Penuntut Umum ,n.,lalui ~abat Penyidik Kc-polisian Negara Republik Indonesia. """""'KETENTUAN PIDAN/!. """'''Setlap orang ata.u bad1U1 yang melakukan perlmatan yang dapat dlklesillkasikan 8ehai!ai tindak pidana ketenegakerjaan diancam pidana sebagahnana. diatur dalam peraturan perundeng-undanpn. SABXX """""'~ - ..... ,.
(1)lzin ketenagakerjaan y,mg teJah ada sehelum hedalrunya P.,raturan Daerah ini tetap berlalru eampai dengan berakhirnya. maea izin yang --·(2) Semua. perizinan dan pengcoahan dibidang ketenagakcrjaan yang telah a.da sehelum berlekunya Pcraturan Da.erah ini wajih menye"'1aikan pallnglambat l(oatu)tahun 8ejak diherlakukannya. P.,raturan Daerah ini.
(3)Selama. helum diteta.pkan pemturan pelakoana.an herda.sarl<an P.,raturan Daerah ini maka 8emua. per,,.turan pelakaanaa.n yang ad• tetap herlalru 8era.r\iang tidak hertentangan dcngan Pcraturan Daendt ~ -=KETENTU/!.N PENtmJP """''' Dengan berlakunya Pc:ratutan Da.erah ini, maka Peraturan Daerah Kaupaten TUhan Nomor 6 Tahun 2003 tentang Wajib L.atih Tenaga KerJ• Bagi Peruaahaan, dinya.takan dicabut dan dinyatakan tidak bcrlaku. ,_.,, Petlu\juk Pelaksanaan Peraturan Daerah ini hanu, ditetapken dalam ~aktu paling lambat I (satuj tahun terhitung o,ajak berlakunya Peraturan Daerahini. '-'TT Peraturan Daerah In! nruJai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar oetiap orang meng,,tahuiny,._ memerintahkan pengundangan Peraturan Dacrah rm dcngan penempatannya dalam Lcmbaran Daerah Ke.bupat.cn TUban. Diundangkan di Tuban Ditetapkan di TUban pada tangga1 4 Nm,ember 2016 BVPATI "nlBAII, - H. l'ATnOLHUDA pada tangga14 November 2016 Ski RFl'ARIS DABRAB KABUPATBB' TUBAII, - JFMB>c!t_A.lfDAaAJIKABUPATBNTUBAIITAHUll2016 URI B ROIIOR M ltoRBG PmU.T'VRAJII' D:':BP-'11 KAllUPATBII TllBAlf ffOMOR 363-19/2016 UNTUK SALiNAN YANG SAH An. SEKRE'!'AmS DAERAH KEPAU. BAOIAN HUKUM -. 'SJ;? Tu';- 6BIF BA"!")Yn 8B Pembina 11ngkat l NIP. 19661102 199603 I 003 ··- ............ ATil PBRATURAB' DABRAH KABUPATl:ll TUBAR JK>IIOR 19 TABUlf 2016 IBlliTAIIG KBI IAGAKlliRJAAII Paembukaan Undang-Undang Dasar Negi,ra Republik Indonesia Tahun 1945 me:ngatD!Ulatkan bahwa ntjuan didirlkan Neg.ara Republik Indonesia, anUU'll lain adalah untuk memajukan kesejahtcraan umum dan meru:,:rdaskan ubidnpan banpa. Amanat tenebut mengau<hmg makna negara berkewajiban memenuhi kebutuhan setiap warga negara untuk bekcrja serta mendapat imba\,m dan perlalruan yang adil dan layalc dalam hulrungan kerja untuk mewt•jodkon masyarakat yang sejahteno., adil, makmur, yang mer-ata, balk materiil maupun spiritual berde.sarkan Psneasi]a dan Undang-Undang Dasar Negara Republik In<Iorn:q TW11111 I !)45, Pembangunan et<,nagakerjaan mm,pekan langkah atrategj,, dalam menanggulangi ma88lah ketenagakerjaan clan sekaligua men>pakan upaya meningka•kan kesejahteraan mallyBr8kat. Mengingat bidang ketenagek,,rjaan mempunyai penU"IBn yang sangat stratcgia dalam pembangun11J1 da<:rah, maka dipcrlukan penga.turan di bldang ketenagakerjaan yang i:nenyeluruh dan komprehen5ll meneekup pembangunan swnber daya manusia, peningkatan produktivitas dan daya ""1ng tenaga kcrja, perluaaan kcseru,-tan kerja, pelayanan penempatan tenaga kerja, pem.binaen hubungan induatrial dan perlindungan tenaga kerje.. Penyc1engg,,raa ketenagakerja,m berlandaskan PanCBBila dan UUD 1945 tanpa diskriminasi dan berduarkan _,,, {i) h,keluargaan dan kemitr8Bll; (ii) percTiranaan dan pcmberda.yaan tenaga kcrja secara bctkaimambungan; (iii) persamaan, k<,adilan, dan pcrlindungan hukum; (iv) peningkalan b,sejahteman tenaga kerja dan ja mlnan "Osia1 tenaga. kcrja beserta kcluarganya; M penlngkatan produktivitall demi ke!ang,nmgan UMha dan mmah in~oi; dan (vi) keterlibatan penm aerta seluruh stakeholderdalam pen~ketenagakerjaan Sedanl!kan Penyelenggaraan ketenagakerjaan dalam Peraturan daerah ini bertujuan untuk menyuaun clan melal«lanakan:
a.P"'""nconaan -•ge kerja direncanakan dan dllaksanakan socara -;
b.kebijakan sistem 18.tlhan kerja nasiorutl dapat dlimp]eroent•'likan rlengen baik dan benar di daerah;
c.kebijakan produktivitas dapat dilmpJem,,nf:8aikan delem rangka. peningkatan produktivitas daerah;
d.keb!Jakan penyediaan dan pe,ndayagunaan tenage. kerja dilakukan ""cara terpadu;
e.kebijakan perlindungan tenap kerj~ dalam ""'1gka peningkatan keoejahteraan tenaga kerja dan jBininan sosia1 tenaga kerja. dan keluarga diarahkan dalam peningkatan produktivitu te.Dlll!a kerja; '=
f.pemllinaan dan pengawasan dilaksanakan secara t.crprngram dan berkesinambungen dalam ra.ngka penlngka•an iklim yang ramah investaai clan pcnegekan hukwn untuk menjamin adanya kepastian dan keadilan hukum untuk pekerja clan pcngusaha. Adapun penyelenggeraan ketenagekerjaan dalam Peno.turan daerah ini mempunyai oasaran.: (ij terwujudnya pen,:r,canaan tenaga kerja; (ii) terwajudnya sist.cm latihan kerja nasional di daerah; (iii) tenntjudnya kebijakan produktivitas; (!v) terwujudnya penyediaan dan pendayagunaan t.cnage. l=ja; (v) tcrwujudnya perlindungen t.cnaga kerja; (vi) terwujudnya penyelesaian pcrselislhan hubungan industrial; dan (vii) t.cnrjudnya harmonisasi antara pekerja, pengusaha dan pemerlntah daenili. Peni.turan daerah ini diharapkan dapat memberi l«-jelasan dan pcngalllran mengenai Ketenagak,,,rjaan, antara lain meliputi:
a.sasaran per,yelenggaraan VIPTIRgakerjPan;
b.pcrencanaan tenaga kerja dan si'ltem informalli ketenaga.kerjaan;
c.pelatihan clan produktivitas tenaga kerja;
d.pern,mpatan tcnaga kerja;
e.pethiasan keoempatan k<,rja;
f.pcnempatan tenaga kerja lokBI;
g.penggunaan t.cnaga kerja !iSing;
h.huhungan kerja;
i.hubungan industrial;
j.perlindungan --k<,rje.;
k.faslll.1:88i ~ttte.an dan THR; I. kco ,mpatan berlbadah;
m.penyekse.lan penelioihe.n hubw,gan industrial;
n.pembinaan dan pengawa.98.D;
o.penyidikan; dan
p.oanksi adminiatratlf. D. PABi\1.- DB¥! "4841, _, ' CUkup jele.,i _,, HUM• Yang dima,k,rud denge.n aaaB "kekcluargaan dan kcmltraan" in; adalah bahwe. ""tiap pemhengnnan k<,t.enagakerjaan he.rus rnenoerminkan musyawanlh untuk mencapal "'ufiikat dalam. setiap pengambilan keputuoan dan hams menjBlin --antara pelaku usaha, buruh/pekerja dengan pe,:nerintah ....,,_ Hun,fb Yang dime.bud dengan aau ~ dan pemberdayaan tenaga kerja BeCara berkeainamhungan" ini adalah bahwa. setle.p pembangunan kctenagakcrjaan hams dida8arkan pads pe,e:ncanaan yang di!aksanakan ....,,.,.,. te,pe.du dan bernrientasi pe.da upaya pembcrdayaan tenaga kerja sccara herb,~. HUMc Yang dima],Mud dengan asaa "persamaan, kMdile.n, dan perlindungan hukum" ini adalah bahwa. setie.p pembangunan ~8BI1 tidak bo\eh bemifat =l>edakan berdasarkan le.tar belakang agoma, suku,...,., s,:,lonpn, gendcJ", atau status aoeial, dan harus mencerminkan keadilan """"-"' proporaional, '"'rta memberikan perlindungan hukum bagi setlap warga. neg,,ra. H.,,,.a Yang dimaksud dengan """" •Peningl<atsn kesejahu,raan tem,,ga kerja dan ja.rninan ocsial. tcnaga kcrja beoerta. keluarganya• ini adalah bahwa setiap pembengunan ketenagakerjaan hams menjamin upaya peningk:atan kesejahtcraan dan jwninan BOsial bagi tenaga kerja dan kcluarganya. H"""• Yang dhnaksud dengan asa,i "Peningkatan produktivitas demi kelangsungan usaha dan ramah inveataoi" ini adalah bahwa ..,tiap pembangunan ketenagakerjaan harus meajamin peningkatan produktmtas tenaga kcrja demi kelangsungan uoahe. dan ramah serta konduoif bagi inveataai. H.,,,., ....,, Yang dimabud dengan asas "KeCerlil>atan pemn serta selwuh stakeholder dalam penyelenggarnan ketenagake,jaan"lni adalah bahwa ...,tiap pemba.ngunan ker.enagakerjaan hams melibat.kan peran Berta seluruh a!Bkehokler daJarn penycle:nggeraan ~ di -· CulrupJelas """'CukupJelas ....,, CukupJelas """' CukupJelas ....,, CukupJelas ...... CukupJelas ~w, Aym: (1) CUkupJelas Ayat (2) CukupJelas -s- Ayat. (3) Untuk meajamin penyia.pan tenaga kerja yang berkualitas, profcllional dan IICSuai kebutuhan di dunia kerja, 8CCara prinsip merupakan tanggUngjawab pemerlntah daerah, untuk itulah pemerintah dacrah wa,jlb ...,.mililri B:a1ai Latihan Ke,ja berbaoia kompetensi yang ""sual dengan keburuhan pssar kerja . ...., '' ewru,,_ ....,,, CukupJelu ....,,, CUkupJclrul ....,,, ewru,k... ,_,, _,_ """' ,, CllkupJelas ....,,, CukupJelu