9.Kawasan Rawan Bencana Alam Kabupaten Tulang Bawang dengan bentang alam yang bervariasi, dibagi menjadi beberapa kawasan rawan bencana alam , yang meliputi : a) Kawasan rawan banjir; Risiko bencana banjir tinggi terdapat di 15 Kecamatan yang tersebar di 87 desa/ kelurahan yang ada di Kabupaten Tulang Bawang. Jumlah total desa/ kelurahan di Kabupaten Tulang Bawang adalah 151 desa/ kelurahan dengan kelas risiko bencana banjir sedang tersebar di 48 desa/ kelurahan dan kelas risiko bencana rendah tersebar di 16 desa/ kelurahan. Total luasan wilayah yang mempunyai kelas risiko bencana banjir tinggi seluar 77.149 ha. Bencana banjir sering teijadi di wilayah tengah ke arah utara Kabupaten Tulang Bawang, terutama di Kecamatan Gedung Meneng, Dante Teladas, Rawa Pitu. Rata-rata banjir yang teijadi dikarenakan oleh luapan air sungai dan intensitas curah hujan tinggi yang berlangsung lama. 11 - 21 Gambar 2.12 Peta Risiko Bencana Banjir Kabupaten Tulang \i ~ rm -$ n±r:. ; ,r.-. I tpE, . ft | " w 4 Sumber : Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Tulang Bawang 2023-2027 b) Kawasan rawan cuaca ekstrem; Risiko bencana cuaca ekstrem tersebar diseluruh desa/ kelurahan dengan tingkat risiko bencana cuaca ekstrem sedang. Seluruh wilayah Kabupaten Tulang Bawang termasuk dalam wilayah terdampak bencana cuaca ekstrem yaitu 151 desa / kelurahan. Cuaca ekstrem yang terjadi di Kabupaten Tulang Bawang berupa angin kencang. Dampak dari bencana ini sampai menyebabkan robohnya atap rumah warga dan merusak Lahan pertanian warga sekitar. c) Kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan; Risiko bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada level kabupaten / kota , Kabupaten Tulang Bawang berada pada kelas sedang dimana potensi bencana ini tersebar di seluruh wilayah desa / kelurahan Kabupaten Tulang Bawang. Kebakaran hutan dan lahan sering terjadi di Kabupaten Tulang Bawang, disebabkan karena musim kemarau yang berkepanjangan yang 11 - 22 membuatkeadaan tanamanmenjadicukupkeringsehingga sangatmudah terbakar dansebagianbesarkejadian terbakarnya lahanini dikarenakanaktifitas manusiayang sengajamembakar lahanperkebunan tebu agar memudahkan dalampemanenanhasil dan meningkatkan kualitashasilpanen. Selain itukebakaran terjadiakibatdaripembakaranrumput untukmenumbuhkanrumputbarusebagaimakanan ternaknya. Gambar2.13PetaRisiko BencanaKebakaranHutandanLahan Kabupaten TulangBawang Sumber:KLHSKabupaten TiilangBawang2025-2045 d)Kawasan rawankekeringan. Risikobencana kekeringan padalevelkabupaten/kota, Kabupaten Tulang Bawang berada pada kelas sedang dimana potensi bencana ini tersebar diseluruhwilayah desa/ kelurahan Kabupaten Tulang Bawang. Risikobencana kekeringan tinggiterdapat di 49 dari 151 desa/ kelurahan yangada di Kabupaten Tulang Bawang.Total luas risiko tinggi yaitu 74.713,32 ha. Risiko bencana kekeringan sedang 11-23 tersebardi 102desa/kelurahandengan totalluasan 227.019,24ha. Gambar2.14PetaRisikoBencanaKekeringanKabupatenTulang Bawang Sumber:KLHSKabupatenTulangBawang2025-2045 Sebagaimana dijelaskandalam PerkaBNPBNomor3 tahun2012 Penghitungan Indeks Ketahanan Daerah(IKD)dilakukan sebagai bagian dari penghitunganIndeks RisikoBencana(IRB).IKD merupakan salah satuinstrumen untukmengukur tingkat kapasitas daerah dalam penanggulangan bencana.Komponen penilaian inidigunakan untuk melihat ketahanan(kapasitas) sebuah daerah dalam hal kebencanaan. Halini jugaberpengaruh padanilaiIndeksRisikoBencana(IRB),karenahasil dariIKD menjadi salah satuperhitungan dalamIRBKabupaten Tulang Bawang. 11-24 lO.PotensiPengembanganWilayah Sesuai denganRencana TataRuangWilayahKabupaten Tulang BawangTahun2012-2032,potensipengembanganwilayahdi KabupatenTulang Bawang meliputi beberapaKawasanantaralain: a).KawasanPeruntukanHutanRakyat KawasanperuntukanhutanrakyatdiKabupaten Tulang Bawang denganluas±4.000Hameliputi KecamatanBanjar Agung,KecamatanBanjarMargo,KecamatanGedungAji, Kecamatan PenawarAji,Kecamatan MeraksaAji,Kecamatan Menggala,Kecamatan Penawar Tama,KecamatanRawajitu Selatan,KecamatanGedungMeneng,KecamatanRawa Pitu, KecamatanGedungAjiBaru,Kecamatan DenteTeladas, KecamatanBanjar Baru,Kecamatan Rawajitu Timurdan KecamatanMenggalaTimur. b). Kawasan PeruntukanPertanian Kawasanperuntukanpertanianadalahkawasanbudidayayang dialokasikan danmemenuhikriteriauntukbudidayatanaman pangan,hortikultura,perkebunan,dan/ataupetemakan. 1)KawasanPeruntukan Pertanian Tanaman Pangan Kawasanperuntukan pertanian tanamanpangandengan luas±41.800Hameliputi: •Tanaman panganpada lahan basah denganluas± 32.889Hadengan kawasansentrameliputi Kecamatan RawajituSelatan,KecamatanRawaPitu,Kecamatan MenggalaTimur,KecamatanGedungAjiBarudan Kecamatan PenawarAji. •Tanaman panganpada lahan kering denganluas ±8.914Hadengan kawasansentrameliputi:Kecamatan 11-26 Menggala Timur, Kecamatan Banjar Agung, Kecamatan Banjar Baru, Kecamatan Banjar Margo, Kecamatan Penawar Ajidan Kecamatan GedungAjiBaru. 3)Kawasan Peruntukan Perkebunan Kawasan perkebunan dengan luas±100.978 Ha meliputi: MeraksaAji, Kecamatan GedungAji,Kecamatan Banjar Agung, KecamatanBanjarBaru,KecamatanBanjar Margo,KecamatanMenggala, KecamatanMenggala TimurdanKecamatan GedungMeneng. •Penetapan lahan pertanianpanganberkelanjutan berupalahan basah dan lahankeringseluas±25.080Ha di KecamatanMeraksaAji,Kecamatan GedungAji, KecamatanRawajituSelatan,Kecamatan Rawa Pitu, KecamatanMenggalaTimur,KecamatanGedungAji BarudanKecamatanPenawarAji,yang komoditasnya meliputi padi,kedelai,jagung,ketela pohondan,dan komoditas singkong dengankawasansentraterdapatdi KecamatanBanjarAgung,Kecamatan BanjarMargo, KecamatanGedungAji, Kecamatan PenawarAji; Kecamatan MeraksaAji; Kecamatan Menggala, Kecamatan Penawar Tama,KecamatanGedungMeneng, KecamatanGedungAjiBaru,KecamatanMenggala, Kecamatan Dente Teladas,Kecamatan BanjarAgung, Kecamatan MeraksaAji,KecamatanBanjar Baru,dan Kecamatan MenggalaTimur. 2)KawasanPeruntukanPertanian Hortikultura Kawasanpertanian hortikulturaseluas±63.520Hadengan kawasansentradi Kecamatan Menggala,Kecamatan Menggala Timur,KecamatanBanjarAgung,Kecamatan BanjarBaru,KecamatanBanjarMargo,Kecamatan Penawar AjidanKecamatan GedungAjiBaru. 3)KawasanPeruntukan Perkebunan Kawasanperkebunan dengan luas±100.978 Ha meliputi: 11-27 • Komoditas kelapa sawit dengan kawasan sentra di Kecamatan Banjar Agung, Kecamatan Penawar Tama, Kecamatan Gedung Aji Baru.Kecamatan Gedung Aji, Kecamatan Rawa Pitu Kecamatan Meraksa Aji, Kecamatan Banjar Margo, Kecamatan Baru dan Kecamatan Gedung Meneng; • Komoditas tebu dengan kawasan sentra di Kecamatan Gedung Meneng dan Kecamatan Dente Teladas. • Komoditas karet dengan kawasan sentra terdapat di kecamatan Banjar Agung, Kecamatan Banjar Margo, Kecamatan Penawar Tama, Kecamatan Gedung Aji, Kecamatan Gedung Aji Baru , Kecamatan Menggala Timur, Kecamatan Gedung Meneng, Kecamatan Dente Teladas, Kecamatan Meraksa Aji, Kecamatan Banjar Baru; dan • Komoditas singkong dengan kawasan sentra terdapat di Kecamatan Banjar Agung, Kecamatan Banjar Margo, Kecamatan Gedung Aji, Kecamatan Penawar Aji; Kecamatan Meraksa Aji, Kecamatan Menggala, Kecamatan Penawar Tama, Kecamatan Gedung Meneng, Kecamatan Gedung Aji Baru , Kecamatan Menggala, Kecamatan Dente Teladas, Kecamatan Banjar Baru dan Kecamatan Menggala Timur 4) Kawasan Peruntukan Petemakan meliputi : • Pengembangan sentra temak besar berada pada Kecamatan Menggala, Kecamatan Banjar Agung, Kecamatan Meraksa Aji, Kecamatan Gedung Aji Baru , Kecamatan Menggala Timur, Kecamatan Gedung Aji, Kecamatan Penawar Aji dan Kecamatan Penawar Tama; 11 - 28 • Komoditaskelapa sawitdengan kawasansentradi KecamatanBanjarAgung,KecamatanPenavvarTama, KecamatanGedungAjiBaru,KecamatanGedungAji, KecamatanRawaPituKecamatan MeraksaAji, KecamatanBanjarMargo,KecamatanBarudan KecamatanGedungMeneng; •Komoditastebudengankawasansentradi Kecamatan GedungMenengdanKecamatanDente Teladas. •Komoditaskaretdengankawasansentra terdapatdi kecamatan Banjar Agung,KecamatanBanjarMargo, KecamatanPenawar Tama,KecamatanGedungAji, KecamatanGedungAjiBaru,Kecamatan Menggala Timur, KecamatanGedungMeneng,Kecamatan Dente Teladas,Kecamatan MeraksaAji,KecamatanBanjar Baru;dan •Komoditassingkong dengan kawasan sentra terdapatdi KecamatanBanjar Agung,Kecamatan BanjarMargo, Kecamatan GedungAji, Kecamatan PenawarAji; Kecamatan MeraksaAji,Kecamatan Menggala, Kecamatan Penawar Tama,Kecamatan GedungMeneng, KecamatanGedungAjiBaru,Kecamatan Menggala, Kecamatan Dente Teladas, Kecamatan Banjar Baru dan Kecamatan Menggala Timur 4)KawasanPeruntukan Petemakan meliputi: • Pengembangansentra temak besar berada pada Kecamatan Menggala, Kecamatan Banjar Agung, Kecamatan MeraksaAji,Kecamatan GedungAjiBaru, Kecamatan Menggala Timur,Kecamatan GedungAji, Kecamatan PenawarAjidan Kecamatan Penawar Tama; 11-28 •pengembangansentra temakkecilberadapada KecamatanBanjarAgung,KecamatanBanjarMargo, KecamatanGedungAji, Kecamatan Menggala, Kecamatan Penawar TamadanKecamatan GedungAji Baru;dan •pengembangansentra petemakanunggasberada pada KecamatanBanjarAgung,KecamatanBanjarMargo, KecamatanGedungAji,Kecamatan Menggala, KecamatanPenawar Tama,KecamatanRawajituSelatan, danKecamatan Rawa Pitu. c).KawasanPeruntukanPerikanan Kawasanperikananadalah kawasan perairan dan daratanyang ditetapkandengan kriteria wilayahyangdapatdimanfaatkan untukkegiatanpenangkapan,budidaya perikanan,industri pengolahan hasil perikanan,dantidakmengganggukelestarian lingkungan hidup. 1)Kawasanperikanan tangkapmeliputi perairam umum daratan diantaranya sungai,rawadan genanganair lainnya dengan komoditastangkapyaitu ikan air tawar danpayau; 2)Kawasanperikanan budidaya berupa budidaya pembenihan dan budidaya pembesaran dengan luas±29.910 Haberada pada seluruh kecamatandisepanjang aliran sungaiWay TulangBawang danPesisir Timur Lampung; 3)Kawasanpengolahan perikanan dikembangkan di Kecamatan Rawajitu Timur danKecamatan Dente Teladas; 4)Kawasanminapolitan berada di Kecamatan Rawajitu Timur danKawasan Dente Teladas dengan komoditas unggulan udang windu danvanname; 11-29 5)Prasarana perikanantangkap berupa Pelabuhan Perikanan Pantai(PPP)MaringgaiTeladasdiKecamatan DenteTeladas; 6)Tempat Pelelangan Ikan diKualaTeladasKecamatanDente Teladas;dan 7)Balai BenihIkandiKecamatan MenggalaTimur. d).KavvasanPeruntukanPertambangan Pengembangankawasanperuntukanpertambangandi Kabupaten TulangBawang meliputiWilayah Usaha Pertambangan(WUP)minyakdan gasbumidanWilayahUsaha Pertambangan(WUP)mineraldan batubara. 1)WilayahUsaha Pertambangan(WUP)minyak dan gasbumi berada di wilayahtimur Kabupaten TulangBawang. 2)WilayahUsahaPertambangan(WUP)mineraldan batubara meliputi: • PertambanganPasir di Kecamatan Menggala,Kecamatan MenggalaTimur, KecamatanGedungMeneng, Kecamatan Dente Teladas danKecamatan Rawajitu Selatan denganluas±25.278Ha;dan termasuk pengelolaanwilayahlautKabupaten TulangBawang0-4 mil,dan •Pertambangan batubara di Kecamatan Penawar Tama, KecamatanBanjarMargo,KecamatanBanjarAgung, Kecamatan GedungAji, Kecamatan MeraksaAji, Kecamatan PenawarAji, KecamatanGedungAjiBaru dan Kecamatan RawaJitu Selatan. e). KawasanPeruntukan Industri Kawasanperuntukan industri di Kabupaten Tulang Bawang meliputi kawasan peruntukan industri besar, kawasan 11- 30 peruntukanindustrisedangdankawasanperuntukanindustri rumah tangga. 1)Kawasanperuntukan industri besar beradadi Kecamatan DenteTeladas,GedungMeneng,danMenggalaTimur. Kawasanperuntukan industri sedangmeliputisentra-sentra penghasil gula,tapioca,CPO,latex,tambak udang berada di KecamatanBanjarMargo,KecamatanGedungMeneng, KecamatanGedungAji, KecamatanBanjarAgung,dan Kecamatan PenawarTama. 2) Kawasanperuntukan industrykecil/rumah tangga adalah berupazonaindustrinon polusi yangtersebardihampir seluruh kecamatandi Kabupaten TulangBawang. 3) f).KawasanPeruntukanPariwisata Pengembangan kawasan peruntukanpariwisata meliputi kawasanwisata alam, kawasanwisata budaya,dan kawasan wisatabuatan. 1)Kawasanperuntukanpariwisata alam meliputi: Kawasan ekosistem essensial perlindungan satwaRawa Pacing dikembangkandi Kecamatan MenggalaTimur danKecamatan GedungAji;RawaRantau Kandisdan Rawa LambuPurusdi Kecamatan Menggala; PantaiRawajituTimurdi Kecamatan Rawajitu Timur; Pantai Kuala Teladas di Kecamatan DenteTeladas; RawaBujung Tenuk di Kecamatan Menggala; Bawang Latak di Kecamatan Menggala; Rawa Cakat di Kecamatan Menggala; Pulau Daging di Kecamatan Menggala; dan 11-31 •Tangga Raja diKecamatanMenggaladanGedungAji. 2)Kawasanwisata budayameliputi: •Permukimanadatasli(rumahadat)di Kecamatan GedungAji,KecamatanMenggaladanKecamatan Menggala Timur; •MakamleluhurdiKecamatan Menggala;dan • Kawasansejarah(TanggaRaja)di Kecamatan Menggala danKecamatanGedungAji. 3)KawasanwisatabuatanberupawisataterpaduCakat Nyenyikdikembangkandi Kecamatan MenggalaTimur. g).KawasanPeruntukanPemukiman Pengembangan kawasanperuntukan permukiman denganluas ±13.731Hameliputikawasanperuntukanpermukiman perkotaan dankawasan peruntukan permukiman perdesaan. 1)Kawasanperuntukanpermukiman perkotaan meliputi: •Kawasan permukimanperkotaanMenggala di Kecamatan Menggala; • Kawasanpermukiman PerkotaanUnitIIBanjarAgung di KecamatanBanjar Agung; • Kawasan permukiman Perkotaan Teladas di Kecamatan DenteTeladas; • Kawasan permukiman Perkotaan BatangHari di Kecamatan Rawa Pitu; • Kawasan permukiman Perkotaan Medasari di Kecamatan Rawajitu Selatan; • Kawasan permukiman Perkotaan Bumi Dipasena Mulya di Kecamatan Rawajitu Timur; 11-32 •KawasanpermukimanPerkotaanGedungAjidi KecamatanGedungAji; •KawasanpermukimanPerkotaanKaiya Bhakti di KecamatanMeraksaAji; •Kawasanpermukiman PerkotaanBogatamadi Kecamatan Penawar Tama; •KawasanpermukimanPerkotaan KecamatanGedungAjiBaru; Sidomukti di •Kawasanpermukiman PerkotaanGedungMeneng di KecamatanGedungMeneng; •Kawasanpermukiman Perkotaan GedungRejoSaktidi Kecamatan PenawarAji; • Kawasanpermukiman Perkotaan AgungDalemdi KecamatanBanjarMargo; •Kawasan permukiman Perkotaan KahuripanJaya di KecamatanBanjarBaru;dan •Kawasan permukiman PerkotaanLebuh Dalemdi Kecamatan MenggalaTimur. 2)Pengembangan kawasan peruntukan permukiman perdesaan di Kabupaten TulangBawangtersebar di seluruh kecamatan di wilayahkabupaten. 11-33 Gambar2.17Peta RencanaPolaRuangKabupaten TulangBawang Sumber:RTRWKab.TulangBawang 2.1.2.Demografi BerdasarkandataBadan Pusat Statistik jumlah penduduk Kabupaten TulangBawang padatahun2023 beijumlah 445.170 jiwa.Dibandingkandengankondisipadatahun2022terdapat peningkatan jumlah penduduk sebanyak 13.962jiwa. Perkembangan jumlah penduduk Kabupaten TulangBawangtahun 2019-2023sebagaimana gambar berikutini: 11- 34 Gambar2.18PerkembanganJumlah Penduduk KabupatenTulangBawangTahun2019-2023(jiwa) 500,000 450,000 400,000 350,000 300,000 250,000 200,000 150,000 100,000 50,000 am 1 2019 20202021 222,567 208,063 430,630 20222023 224,272 209,296 433,568 Laki-Laki233,089 217,813 450,902 222,394 207,627 430,021 222,726 208,482 431,208 Perempuan Jumlah Sumber:BadanIhtsalStatistikKabupatenTulangBawang Masalahkependudukanyang meliputijumlah, komposisi,dan distribusipenduduk merupakan masalah yang perlu diperhatikan dalam proses pembangunan.Jumlahpendudukyangbesardapat menjadipotensi,tetapidapatpulamenjadi beban dalam proses pembangunanjikaberkualitas rendah. Berdasarkandataestimasi Badan Pusat Statistik jumlah penduduk Kabupaten TulangBawangTahun2023sebanyak433.568 jiwa. Denganluaswilayah 3.116,062Km 2berarti tingkat kepadatan penduduk mencapai 125,08jiwa perKm2.Kecamatandengan kepadatan penduduk tertinggi adadi Kecamatan BanjarMargo mencapai 315,96jiwa perKm 2 dan kepadatan terendah di Kecamatan Gedung Menenghanya 48,07jiwa perKm 2 .Jumlah dan kepadatan penduduk Kabupaten Tulang Bawang terlihat dalam Tabel di bawah ini. 11-35 Gambar2.19KepadatanPenduduk MenurutKecamatan di Kabupaten TulangBawangTahun2023(Jiwa/kma) MenggalaTimur DenteTeladas GedungAjiBaru RawaPitu RawajituTimur GedungMeneng RawajituSelatan Penawar Tama Menggala Meraksa Aji PenawarAji GedungAji BanjarBaru Banjar Margo Banjar Agung 81.08 80 268.79 109.91 85.72 48.07 257.65 155.88 151.4 170.27 204.58 3130.4 119.1 315.96 194.81 ISO200 250 300 350050 100 Sumber:BadanPusatStatistikKabupatenTulangBawang Berdasarkandatadari Badan Pusat Statistik Kabupaten Tulang Bawang,laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Tulang Bawang menunjukkan peningkatan daritahun2022 ketahun2023.Pada tahun2019,laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,15%,tahun 2020 menjadi 1,11%,2021 menjadi 0,19%, tahun2022turun kembali menjadi 0,13% dan padatahun2023 mengalami peningkatanmenjadi sebesar 0,99%.Perkembangan laju pertumbuhan penduduk tahun2019-2023dapatdilihat pada gambarberikut: 11-36 Gambar2.20LajuPertumbuhan Penduduk KabupatenTulangBawangTahun 2019-2023 Tahun Sumber:BadanPusatStatistik KabupatenTulangBawang Sedangkan jumlahpenduduk KabupatenTulang Bawang tahun 2023menurutstruktur umurataukelompok usia sebagaimana gambar berikut: Gambar2.21 JumlahPenduduk Kabupaten TulangBawang menurut StrukturUsia/Kelompok UmurTahun2023 40,000 nnn i n 35,000 /' 1 in 30,000 25,000 20,000 15,000 10,000 5,000 0 -5,000 * < «vvyvvv A «VVVV * Sumber:Badan Pusat Statistik Kabupaten Tulang Bawang 11- 37 KomposisipendudukKabupaten TulangBavvangtahun2022 menurutstrukturusiaataukelompokumur didominasi oleh kelompok umur0-1 4tahun(Usiasekolah)dankelompok umur 1 5-6 4tahun(UsiaProduktif)sedangkandi kelompok umur65 tahunkeatas(UsiaNonProduktif)lebihkeciljumlahnya.Halini menunjukkanbahwakomposisipenduduk terbanyakadadi kelompokusiaproduktif yaituusia1 5-6 4tahunyangjuga menggambarkan rasio bebantanggunganyangcukuprendah. KomposisipendudukKabupatenTulangBavvangmenurutstruktur usiaataukelompok umurdanjeniskelamin,dapattergambar pada piramida penduduk berikutini: Gambar2.22PiramidaPendudukKabupaten Tulang Bawang Menurut KelompokUmur Sumber:BadanPusat Statistik Kabupaten Tulang Bawang 11-38 2.2.AspekKesejahteraanMasyarakat Keberhasilanpelaksanaanpembangunandariaspekkesejahteraan masyarakatdapatdilihatdari capaianindikatorkesejahteraan dan pemerataanekonomi,kesejahteraansosial,sertasenibudayadan olahraga. a.FokusKesejahteraan danPemerataanEkonomi 1)PertumbuhanProdukDomestik RegionalBruto(PDRB) Gambaran kondisiperekonomiandapatdicerminkanolehbeberapa indikatormakroekonomisuatu daerah.Salahsatu indikator ekonomimakro tersebutadalah ProdukDomestik RegionalBruto yangdapatdigunakanuntukmelihat keberhasilan pembangunan ekonomisuatudaerah.BesamyanilaiPDRByang berhasil dicapai merupakanrefleksidari kemampuan daerah dalammengelola sumber dayaalamdansumber dayamanusianya.Dengan membandingkannilaiPDRByangberhasil dicapai daritahunke tahun,maka akan terlihat perkembangantingkatkeberhasilan pembangunanekonomisuatuwilayah. Salah satuindikator penting untuk mengetahuikondisi ekonomi di suatuwilayah/ regionaldalamsuatuperiode tertentu adalah data Produk DomestikRegionalBruto(PDRB), baikatas dasarharga berlaku maupunatas dasar harga konstan.PDRBpadadasamya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkanolehseluruhunit usahadalamsuatunegara tertentu, ataumerupakan jumlahnilai barang dan jasaakhir yang dihasilkan olehseluruh unit ekonomi. PDRBatas dasar hargaberlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun.SedangkanPDRBatas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang pada suatu tahun tertentu sebagai dasar. 11- 39 PDRBatasdasarhargaberlakudapatdigunakanuntukmelihat pergeseranserta strukturekonomisedangkanPDRBatasdasar harga konstandigunakanuntukmengetahuipertumbuhan ekonomipadasuatuperiodekeperiode. Lajupertumbuhanekonomisecarakeseluruhanatausetiap kategoridaritahunketahundapatdilihatpadalajuPDRBAtas DasarHarga Konstan(riil).LajuPertumbuhanPDRBKabupaten TulangBawang Atas DasarHarga Konstan Menurut Lapangan Usaha Tahun 2019-2023dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel2.6LajuPertumbuhanPDRBMenurutLapangan Usaha(Persen) Tahun2019-2023 2022*2023**LapanganUsaha201920202021No Pcrtanian,Kehutanandan Pcrikanan 0,560,512,001,160,011 2,263,45PertambangandanPenggalian2,183,040,132 1,654,7312,93-2,89 6,82IndustriPengolahan3 5,803,672,203,12 2,38Pcngadaan ListrikdanGas4 PengadaanAir,Pengelolaan Sampah,Lirabahdan Daur Ulang 2,900,169,905,629,415 5,33 5,67-4,472,512,61Konstruksi6 Perdagangan Besar dan Eceran, ReparasiMobildanSepcda Motor 9,0911,237,22-6,854,687 16,78-3,57 4,5410,673,47Transportasidan Pergudangan8 PenyediaanAkomodasidan MakanMinum 7,28-2,789,136,110,949 7,916,04InformasidanKomunikasi9,978,824,1010 -0,721,321 ,568,450,66JasaKcuangandanAsuransi11 5,193,671,870,08-3,10RealEstat12 3,97 9,292,26-1,391,02JasaPerusahaan13 Administrasi Pemerintahan, Pertahanandan JaminanSosial Wajib -0,781,964,78 3,482,9414 JasaPendidikan158,220,452,55 3,692,68 JasaKcschatandan Kcgiatan Sosial 2,950,782,6716 7,29 4,03 17JasaLainnya6,45 31,08-4,63-2,3812,96 5,41 3,85-1,34 2,884,27PDRB Sumber:BPS Kabupaten TulangBawang 11-40 LajupertumbuhanPDRBmenurutlapanganusahapadatahun 2023sektor denganpertumbuhantertinggiadalah sektor transportasidanpergudangansebesar16,78%diikuti olehsektor jasa lainnyasebesar12,96%sertasektor perdagangan besardan eceran,reparasimobildansepedamotorsebesar11,23%. Gambar2.23LajuPertumbuhanEkonomiKabupatenTulang Bawang danProvinsi Lampung,Tahun2019-2023(Persen) 6.00 5.00 4.00 3.00 2.00 1.00 0.00 -1.00 -2.00 -3.00 TulangBawang ProvinsiLampung Sumber.BadanPusat Statistik TulangBawangdanProvinsiLampung LajupertumbuhanekonomiKabupaten TulangBawang menunjukkan trendpositif,dimana teijadi peningkatan di tiap tahunnya.Padatahun2022 dan 2023 angkalajupertumbuhan ekonomi KabupatenTulangBawang mengalamipeningkatan menjadi sebesar 3,85% dan 4,27%. Gambaran perkembanganekonomi makro Kabupaten Tulang Bawangdapatdilihat dari perkembangan Produk Domestik Regional Bruto(PDRB)yang merupakan akumulasi dari nilai tambah(value added)yang timbul akibat adanya aktivitas ekonomi disuatu daerah. PDRBtersebut menggambarkan potensi sekaligus kemampuan suatu daerah untuk mengelola sumber daya yang dimiliki dalamsuatu proses produksi. 11-41 BerikutdisajikandataProdukDomestik RegionalBruto Atas Dasar HargaBerlakudanHargaKonstan Kabupaten Tulang Bawang Tahun2019sampai denganperkiraansementaratahun2023. Tabel2.7PDRBKabupatenTulangBawang Tahun2019-2023 (DalamJutaRupiah) 2021NoUraian2019202020222023 PDRB ADHB 28.197.252.5123.082.1S7.3424.166.26*1,55 25.983.084.091.23.063.585,89 PDRB ADHK 17.395.148,5416.064.500,8516.683.480,632.15.826.209,4715.614.891,94 Surnber:BPSKabupatenTulangBawang NilaiPDRBKabupaten TulangBawangmenurutlapanganusaha selamatahun2019-2023dari tahunketahunmengalami peningkatandimanapadatahun2022 menjadi 25.983.084,09juta rupiahdan pada 2023 menjadi 28.197.252,51jutarupiah. Gambar2.24PDRBPerKapita Kabupaten TulangBawang Menurut Lapangan Usaha,Tahun2019-2023(dalamJutaRupiah) PDRBPERKAPITAADHB 70000 60000 $0000 40000 30000 20000 10000 0 202220232020 20212019 KABUPATEN TULANG BAWANG 63340.8451065.6353691.36 55622.66 59069.78 44983.67 48194.22 — PROVINSILAMPUNG42172.32 39290.33 40806.71 Sumber.Badan Pusat Statistik Kabupaten Tulang Bawang 11- 42 PDRBperkapitaatas dasar hargaberlakumenunjukkannilaiPDRB per kepalaataupersatuorang penduduk.PDRBPerkapita Kabupaten TulangBawangselamatahun2019-2023 daritahunke tahun terusmengalami peningkatan. Tabel2.8DistribusiPersentaseTerhadapTotalPDRBMenurut Lapangan Usaha,Tahun2019-2023(Persen) 2023** NoLapanganUsaha2019 20202021 2022* Pertanian,Kehutanandan Perikanan 137.48 38.30 37.19 35.67 35.25 PertambangandanPenggalian21.07 1.121.081.08 1.07 IndustriPengolahan25.22 324.57 24.23 25.13 24.41 PengadaanListrikdanGas0.11 40.11 0.11 0.110.10 PengadaanAir,Pengelolaan Sampah,LimbahdanDaurUlang 0.05 0.05 0.05 50.050.05 6Konstruksi9.058.608.718.968.83 Perdagangan BesardanEceran, Reparasi MobildanSepeda Motor 10.82 11.73 710.49 10.0010.23 4.35 5.10 TransportasidanPergudangan3.75 3.68 3.87 8 PenyediaanAkomodasidan MakanMinum 1.38 1.401.41 1.37 1.33 9 Informasi danKomunikasi3.34 3.61 3.47 3.543.57 10 1.15 1.24 1.25 1.23 1.17 11JasaKeuangandanAsuransi 1.98 1.86 RealEstate2.04 2.031.98 12 0.04 0.04 Jasa Perusahaan0.05 0.050.04 13 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan JaminanSosial 2.70 2.572.76 2.88 2.83 14 1.91 1.96 1.91 JasaPendidikan1.881.9115 JasaKesehatandanKegiatan Sosial 0.41 0.44 0.45 0.44 0.42 16 0.47 0.510.40 0.38 0.36 17JasaLainnya 100.0 100.0 100.0 100.0 PDRBADHK100.0 SumberBPSKabupaten TulangBawang StrukturPDRBKabupaten Tulang Bawang selama tahun2019- 2023 cenderung sama. Hal inidapatdilihat dari kontribusi sektoral yang tidak banyak berubah.Tiga sektor yaitu sektor pertanian, kehutanan dan perikanan; sektor industri pengolahan;sektor perdagangan besar daneceran,reparasimobil dan sepeda motor masih mendominasi dalam pembentukanPDRB.Hal ini terlihat dari 11- 43 kontribusisektor-sektortersebutdalampembentukanPDRByang relatif lebih tinggidibandingsektor-sektor lainnya. 2)Kemiskinan Penduduk dikategorikan menjadipendudukmiskinjika pendapatannya tidakcukup untukmemenuhikebutuhanhidup minimal.Kemiskinanakansemakin meluasjikaperbedaan pendapatanantarakelompokpendudukkayadanmiskin semakin melebar.Orientasipemerataan merupakan usahauntuk memerangi kemiskinan.Pengukurankemiskinandilakukan dengan caramenetapkannilaistandar kebutuhanminimum(makanan dan nonmakanan)yangharusdipenuhi seseoranguntuk dapat hidup secara layak. Nilaistandarkebutuhanminimum tersebut dinamakan sebagai gariskemiskinan. Kemiskinanmerupakan salah satuindikator kesejahteraan kunci yangdihitungmelaluikonsep kemampuanmemenuhikebutuhan dasar.Kemisikinandipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomiuntuk memenuhi kebutuhandasarmakanan.Badan Pusat Statistik(BPS)menggunakanduakomponen dalam menghitung gariskemiskinan,yaitu gariskemiskinanmakanan, dan gariskemiskinan non makanan. Sehingga pendataan pendudukmiskin dilakukanterhadap penduduk yangmemiliki rata-rata pengeluaran per kapita perbulan di bawah garis kemiskinan. 11-44 Tabel2.9Garis KemiskinandanPendudukMiskin,Indeks KedalamanKemiskinan(PI),IndeksKeparahanKemiskinan(P2) Kabupaten TulangBawang Tahun2019-2023 Indek Kedalaman Kemiskinan Indek Keparahan Kemiskinan PendudukMiskin Garis Kemiskinan Tahun JumlahPersen(PI)(P2) 20199,35Rp.393.676,0042.060 1,430,35 2020Rp.438.744,0042.4309,331,240,26 9,672021Rp.456.567,0044.5301,150,20 8,42 1,170,26 2022Rp.486.739,0039.190 8,041,090,23 2023Rp.522.396,0037.830 Sumber.BadanPusatStatistik Kabupaten Tulang Bawang Daritabeldiatasdapatdilihatgaris kemiskinantahun2019 sebesarRp.393.676,00/kapita/bulanartinyabahwasetiap pendudukKabupaten TulangBawang dengannilaipengeluaran di bawahRp.393.676,00 selama sebulantermasuk dalam kategori pendudukmiskin. Selanjutya garis kemiskinan meningkat pada tahun2023diKabupatenTulangBawang menjadi Rp.522.396,00/kapita/bulanartinya setiappenduduk Kabupaten TulangBawangdengannilaipengeluaran dibawahRp.522.396,00 selama sebulantermasuk dalam kategori pendudukmiskin. Gambar2.25Garis KemiskinanKabupatenTulang Bawang Tahun2019-2023 Rp600,000.00 Rp522,396.00 Rp500,000.00Rp486,739.00 Rp456,567.00 Rp438,744.00 Rp400,000.00Rp393,«76l5cf Rp300,000.00 Rp200,000.00 RplOO,000.00 RpO.OO 20212022 20232019 2020 Sumber:Badan Pusat Statistik Kabupaten Tulang Bawang 11-45 Gambar2.26PersentasePendudukMiskin KabupatenTulangBawangTahun2019-2023 14.00 12.00 10.00 8.00 6.00 4.00 2.00 0.00 2020 2021 2022 20232019 Tulang Bawang Pfovinsi Lampung 9.339.67 8.428.049.35 12.3412.6211.5711.1112.62 Sumber.BadanPusatStalistik Kabupaten TulangBawang PersentasependudukmiskindiKabupaten Tulang Bawangdari tahun2019sampai 2023mengalamipenurunan secara signifikan menjadi8,04. Tingkat kemiskinan di KabupatenTulangBawang 2019-2023selalu berada dibawah ProvinsiLampung,akantetapitetap harusada evaluasiterhadapprogram penanggulangan kemiskinan untuk melihatseberapaefektif programyangadaselama inisudah tepat sasaran dalam mengatasikemiskinan. Penanggulangan kemiskinan yang tidaktepat sasaran justru akan memperparah kemiskinan dengan meningkatnya disparitas pendapatan. Persoalan kemiskinan bukan hanya sekadar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin.Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman(PI)dan keparahan dari kemiskinan(P2). 11- 46 Gambar2.27Indeks KedalamanKcmiskinan(PI) KabupatenTulangBawangTahun2019-2023 1.6 l.<1.4 1.2 -M5- 1 0.8 0.6 0.4 0.2 0 20212022202320192020 Sumber.BadanPusat StatistikKab.TulangBawang TrenPIdiKabupaten TulangBawang secara uraumterus mengalami penurunan. Halinimengindikasikanbahwarata-rata jarak kedalaman/kesenjangan kemampuankonsumsipenduduk miskinsemakin mendekati garis kemiskinan.Hanyasajaditahun 2022PImengalami peningkatan dan pada tahun2023PI kembali mengalami penurunan. Gambar2.28Indeks KeparahanKemiskinan(P2) Kabupaten Tulang Bawang Tahun2019-2023 Sumber.Badan Pusat Statistik Kab.Tulang Bawang 11-47 TrenP2diTulangBawangsecara umumjugaterusmengalami penurunan.Hal inimengindikasikan bahwa variasipengeluaran konsumsiantarpendudukmiskinsemakin tidakmerata dengan perubahanyangcukupbesar.Hanyasajaditahun2022P2 mengalami peningkatanakantetapikembalimengalamipenurunan pada tahun2023.Indeksgini(RasioGini)adalahindikator ekonomi yangmengukur ketimpangan pendapatanantarmasyarakatdi sebuah daerah.Ketimpanganpendapatan(IndeksGini)Kabupaten TulangBawangtermasukdalam kategorirendah denganangka indeks padaTahun2023 sebesar 0,284beradadi bawahindeksgini Provinsi Lampungsebesar 0,324. b.Fokus KesejahteraanSosial Pembangunan kesejahteraansosialdi Kabupaten TulangBawang terkait dengan peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan kesejahteraan masyarakatyangtercermin dari beberapa indikator sebagai berikut: 1)AngkaHarapan Hidup(AHH) Tujuan daripembangunanmanusia di bidang urusankesehatan adalah untuk mencapai umur panjang dan sehat.Beberapa faktor yang memepengaruhi derajat kesehatan masyarakat diantaranya adalahfaktor lingkunganyangberpengaruhsebesar45persen, perilaku kesehatan sebesar 30 persen,pelayanan kesehatan sebesar20 persen,dan keturunan sebesar 5persen. Indikator yang digunakan untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat adalahAngka Harapan Hidup. Angka Harapan Hidup menunjung umur rata-ratayangakan dicapai oleh seorang bayi yang baru lahir.Dalam analisis demografi angka harapan hidup merupakan salah satu ukuran mortalitas yang penting,karena merupakan satu bagian yang saling mendukung secara berbanding 11- 48 terbalik denganangkakematianbayiyangmerupakan probabilitas seorangbayi meninggalsebelummencapaitepatumursatutahun. Gambar2.29PerkcmbanganAngkaHarapanHidup(AHH) KabupatcnTulang Bawang Tahun2019-2023(Tahun) Sumber:Badan PusatStatistik(BPS)KabupatenTulangBawang Keberhasilan programkesehatan danprogrampembangunan sosial ekonomipadaumumnyadapatdilihatdaripeningkatan usia penduduk wilayah.Meningkatnyapelayanan kesehatanmelaluipuskesmas danmeningkatnya kemampuanekonomiakanmeningkatkan akses masyarakat terhadappelayanan kesehatan,meningkatkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhangizidankalori, selanjutnyamampu memperoleh pendidikan yang lebih baik sehingga memperoleh pekeijaan dengan penghasilan yang memadai, yangpada gilirannya akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memperpanjang usia harapan hidupnya.AHHdi Kabupaten Tulang Bawang dari tahun2019- 2023 terus mengalami peningkatan,pada 2019AHHpenduduk Tulang Bawang mencapai 69,88 tahun dan pada tahun 2023 darinegara/hidupharapan suatu 11- 49 menjadi 70,31tahun.Halinimenggambarkan peningkatan derajat kesehatanmasyarakatdiKabupatenTulangBawang. 2)Angka KematianBayi(AKB) Indikator inidapatmenunjukkandimensi sosialdankesehatan masyarakat denganbertitik tolakpada pandanganbahwa penduduk yangrentankualitaslingkunganadalah merekayang berumur kurang darisatu tahun.Kualitaskehidupanbayisangat tergantungdari kondisi sosialekonomiorangtua atauorang yang mengasuh,dengankecenderunganbahwa semakinbaik ekonomi orangtua, makinbesar pula peluang seorangbayi memperoleh kualitas hiduplebihbaiksertaberumur panjang. AngkaKematian Bayi(AKB)adalah banyaknyabayiyang meninggal sebelummencapai umur1 tahunpadawaktu tertentu per 1.000 kelahiranhidup padaperiode waktu yangsama.AKBmerupakan indikator penting yangmencerminkankeadaan derajat kesehatan disuatumasyarakat.Bayibarulahirsangatsensitifterhadap keadaan lingkungan tempat orangtuabayi tinggaldan sangat erat kaitannya denganstatussosialorangtuabayi.Kemajuan yang dicapai dalam bidangpencegahandan pemberantasanberbagai penyakit penyebab kematian akan tercermin secara jelas dengan menurunnya tingkatAKB.AKBmerupakantolokukur yangsensitif darisemua upaya intervensi yang dilakukanolehpemerintah khususnyadi bidang kesehatan.Angka KematianBayipada tahun 2023 sebesar 3 kasus 0,34 per 1.000 kelahiran hidup. Halini mengalami penurunan sebesar 3 kasus dibandingkan Angka Kematian Bayipada tahun2022. Pada tahun 2023 di Kabupaten Tulang Bawang terdapat 3 kasus kematian bayi. Angka Kematian Bayitersebut berhubungan erat 11-50 dengan kenaikanIbu Hamildengan usialebihdari40tahun, kehamilanlebihdari 5kali,danKehamilan Tidak Diinginkan(KTD). Salahsatuupayapencegahanterjangkinya penyakittertentuyaitu PenyakityangDapatDicegahDengan Imunisasi(PD3I)adalah melaluiprogramimunisasi.Setiapbayi(usia0-11bulan)wajib mendapatkanimunisasidasarlengkap,cakupanimunisasidasar padabayi diKabupatenTulangBawangadalahsebagaiberikut: Tabel2.10CakupanImunisasiDasarPadaBayi diKabupaten Tulang Bawang Cakupan Imunisasi(%) N JenisImunisasi Yang Diberikan Tahun 2021 Tahun 2022 Tahun 2020 92 82761.HepatitisB<7 hari 2.BCG 3.DPT3+ HB3 4.Polio 9181 81 82 79 92 938288 8197 97 5.Campak Sumber:Dinas KesehatanKab.TulangBawang Selain itucakupandesa/kelurahanUCI(Universal Child Immunization), juga mengalamipeningkatan darisebesar 85%pada tahun2022 menjadisebesar 89,4% padatahun2023. UCIadalah gambaran suatu kampung/kelurahan dimana 80% dari jumlah bayi(0-11 bulan)yangadadi kampung/kelurahan tersebut sudah mendapatkanimunisasidasarlengkap. 3)Angka Kematian Ibu(AKI) Angka Kematian Ibu(AKI)berguna untuk menggambarkan tingkat kesadaran perilaku hidup sehat,statusgizidan ksesehatan ibu, kondisi kesehatan lingkungan,tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil,waktu melahirkan dan masa nifas. 11- 51 Angka KematianIbuadalahkematianyangterjadi padaibukarena peristiwakehamilan,persalinan danmasa nifas.Angka Kematian Ibu(AKI)Kabupaten TulangBawangdaritahunketahun menunjukkan penurunanpadatahun2023 angkakematian ibu di Kabupaten TulangBawangsebesar 0kasusatau0 per 100.000 kelahiran hidup dari 8.685kelahiran hidup,jikadibandingkan tahun2022angka kematianibu diKabupaten TulangBawang sebesar69,17per100.000kelahiranhidup atau sebanyak6kasus dari 8.674kelahiranhidup.CapaianAKIKabupaten TulangBawang tahun2023sangatbaik,halinidapatdiartikan bahwa Kabupaten TulangBawang berhasildalampenangananAKImelaluiprogram- program yangtelah dilaksanakan dalam upayapenurunanAKI. PadaTahun 2023 jugatelahdilakukan penguatan posyandu melalui pemberianinsentifkepadakader posyandu untuk meningkatkan pelayanan kepadaibu,bayidanbalita. Indikator yangdigunakan untukmengukur derajat kesehatanibu diantaranyaadalah angkakematianibu melahirkan, proporsi kelahiran yang ditolongtenagakesehatan terlatih dan angka pemakaian kontrasepsi. PenurunanAKImerupakan salah satukeberhasilan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dalam memberikanakses terhadap pelayanan kesehatanibuyang berkualitas,mulai darisaathamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih dan perawatan pasca persalinan,perawatan khusus dan rujukanjika terjadi komplikasi,serta akses terhadap keluarga berencana. 4)Persentase BalitaStunting Stunting adalam masalahgizikronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama,umumnya karena asupan makanan yang tidak sesuai kebutuhangizi.Stunting bisa terjadi 11-52 mulai daridalamkandungan,bayibaru lahir(dengan panjang badan<48 cm)sampaidengananakusia2tahun. Stunting merupakan salahsatuprogramnasional.Kondisibalita stuntingdi KabupatenTulangBawangberdasarkandataSurvei StudiStatusGiziIndonesia(SSGI)padatahun2023sebesar9,8% ataumengalamipenurunanjikadibandingkantahun2022 yang sebesar10,2%.Capaian keberhasilan inimerupakan bentuk komitmenkuatPemerintah KabupatenTulangBawanguntuk menanggulangi masalahgizi(stunting dangiziburuk). PrevalensistuntingdiKabupaten TulangBawang tigatahun terakhir,terusmengalami penurunanyangcukupsignifikandari 10,2pada tahun2022menjadisebesar9,8padatahun2023.Atas capaian tersebutPemerintah Kabpaten TulangBawang memperoleh penghargaan sebagai daerah dengankeberhasilanpenurunan angkastuntingterendahdi ProvinsiLampung. Selain itukemajuan pada bidangkesehatan ditunjukkan pulaoleh capaian cakupan pelayanan kesehatan padatahun2023 seperti cakupanpertolongan persalinanolehtenagakesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan yang mencapai 100%,cakupan jumlahkomplikasi kebidanan yangmendapatpenanganan adalah sebesar100%,cakupanpenemuandan penanganan penderita penyakitTBCBTA(+)mencapai 100% serta cakupan kunjungan bayi memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar mencapai 96%. 5)Tingkat Partisipasi Angkatan Keija(TPAK) Perkembangan pembangunan ekonomisangatdipengaruhi oleh produktivitas tenaga kerja yang berkeija.Pembangunan ekonomi mampu menyerap sebagian tenaga keija,sehingga mengurangi angka pengangguran. Tingkat Partisipasi Angkatan Keija(TPAK) 11-53 merupakanrasioantarabanyaknya AngkatanKeijadengan banyaknya PendudukUsia Keija.TPAKdiKabupaten Tulang Bawangselamakurunwaktu 2019-2023menunjukkanangkayang dinamis.Datapadatahun2019menunjukkanTPAKsebesar 68,24%.Padatahun2020TPAKnaik menjadi 69,83%,tahun2021 turunmenjadi68,32%,tahun2022turunmenjadi sebesar 65,84% danpada tahun2023TPAKdiKabupatenTulangBawangnaik menjadi71,47%. Gambar2.30TingkatPartisipasiAngkatan Keija(TPAK) Tahun2019-2023 Sumber. BadanPiisatStatistikKab.TulangBawang 6)PengeluaranPer Kapita Pencapaianpembangunanmanusia diukur dengan memperhatikan tigaaspek esensial yaitu umurpanjang dan hidup sehat, pengetahuan,dan standarhidup layak.Olehkarena itu, peningkatan capaianIPMtidak terlepas dari peningkatan setiap komponennya.Dimensi terakhir yang mewakilikualitas hidup manusia adalah standar hidup layak yang direpresentasikan oleh pengeluaran per kapita yang disesuaikan.Pengeluaran per kapita yang disesuaikan ditentukan dari nilai pengeluaran per kapita dan 11-54 paritasdayabeli(Purchasing PowerParity-PPP).Perkembangan pengeluaranperkapitayang disesuaikanmasyarakatKabupaten TulangBawangdaritahun2019-2023sebagaimanadilihat pada gambarberikutini: Gambar2.31PengeluaranPerKapitaTahun2019-2023 Sumber.BadanIhisatStatistik Kab.TulangBawang 7)Indeks PembangunanManusia(IPM) Permasalahan pembangunantidak bisaterlepas dari manusiaatau penduduk,karena penduduk itu adalah sebuah kekayaanyang nyatabagisuatu daerah. Pembangunan manusia merupakan paradigma pembangunan yang menempatkan manusia sebagai fokus dan sasaran akhir dari seluruh kegiatan pembangunan,yaitu tercapainya penguasaanatassumberdaya guna memperoleh pendapatan untuk mencapaihiduplayak,peningkatan derajat kesehatan agar dapatmeningkatkan panjang usia hidup dan sehat meningkatkan pendidikan(kemampuan baca tulis danketrampilan untuk dapat berpartisipasi dalam masyarakat dan kegiatan ekonomi). 11-55 Untuk mengukur kualitas sumberdaya manusiadigunakanIndeks Pembangunan Manusia(IPM)yangdalam pengukurannya mencakup kualitasbidang pendidikan,kesehatandan kesejahteraanpenduduk.TrendIPMKabupatenTulang Bawang daritahun2019-2023 mengalamipeningkatan dari tahunketahun. Hal inimenunjukkan bahwa kineijapemerintahKabupaten Tulang Bawang semakin membaik dalam upaya membangunkualitas hidupmanusiadiKabupaten Tulang Bawang.Selainitu juga menggambarkanpeningkatan pendududukdalam mengakses hasil pembangunanuntukmemperolehpendapatan,kesehatan dan pendidikan. Perkembanganpembangunan manusia Kabupaten Tulang Bawang tahun2019-2023dapatdilihatdari perkembangan Indeks PembangunanManusia(IPM)berikut ini: Gambar2.32Indeks Pembangunan ManusiaTahun2019-2023 diKabupaten Tulang Bawang INDEKSPEMBANGUNANMANUSIA 71.50 71.00 70.50 70.00 69.50 69.00 68.50 68.00 67.50 67.00 66.50 2022202320192020 68.52 2021 TulangBawang ProvinsiLampung 68.23 68.7369.53 70.02 69.6970.45 71.1569.57 69.9 Sumber:BPS Kabupaten TulangBawang 11-56 8) Jaminan Kesehatan (JKN ) Sesuai dengan Undang-Undang RI Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, maka Pemerintah secara bertahap mendaftarkan fakir miskin dan orang tidak mampu untuk menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI ) sebagai peserta kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat miskin, Pemerintah memberikan bantuan melalui pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN ) yang diselenggarakan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan ). Pemberian bantuan ini didukung oleh peraturan perundang-undangan dan pendanaan serta menggunakan sistem Nomor Induk Kependudukan (NIK). Pada tahun 2022 jumlah penduduk yang terdaftar JKN sebesar 78,3% sedangkan pada tahun 2023 jumlah penduduk yang terdaftar JKN meningkat menjadi sebesar 95,6%. Dengan adanya dukungan pembiayaan JKN oleh Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, maka masyarakat miskin yang menjadi PBI bertambah, sehingga pembiayaan JKN masyarakat miskin di Kabupaten Tulang Bawang dibiayai melalui APBN (Pemerintah Pusat) dan melalui APBD (Pemerintah Provinsi dan Kab/ Kota). Hal ini mengakibatkan jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan di Kabupaten Tulang Bawang melalui APBD meningkat hingga mencapai 22,9% pada tahun 2023, meningkat dibandingkan dengan tahun 2022 sebesar 9,8%. Sedangkan jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI ) Jaminan Kesehatan di Kabupaten Tulang Bawang melalui APBN meningkat hingga mencapai 44,8% pada tahun 2023, meningkat dibandingkan dengan tahun 2022 sebesar 43,5%. Dalam rangka mendukung kebijakan jaminan kesehatan sosial secara nasional, capaian Universal Health Coverage (UHC) yang 11 - 57 diimplementasikanmelaluikepesertaan masyarakatdalamprogram JaminanKesehatan Nasional(JKN).CapaianUHCpadatahun2023 sebesar 95,60%,halini disebabkanadanyapeningkatan penerimaanbantuan iuranyangberasal dariAPBN , APBD,Pekerja penerimaupah,pekerjabukan penerima upah dan bukanpekerja. Keberhasilantersebuttidakterlepaspartisipasimandiri dari masyarakatdandukunganBelanjaPemerintah Daerah kepada masyarakatkurangmampu. c.FokusSeniBudaya danOlahraga PembangunankebudayaandiKabupaten TulangBawang tidak hanya bertujuan untukmelestarikandanmengembangkan kebudayaanuntukmencapaistandartertentunamun,juga untuk memanfaatkan budaya yang merupakan salah satu kekayaan Kabupaten TulangBawang dalambidangekonomi.Kekayaan budaya Kabupaten TulangBawangmerupakanpotensiekonomi kreatif yangapabiladikeloladenganbaikdapatmenciptakan lapangan keija,pertumbuhanekonomisertamengentaskan kemiskinan.Gelombangekonomikeempat(fourth waveeconomic) yangkinitengahmemasuki peradaban dunia dimana kesejahteraan manusia tidaklagihanya ditopangoleh sektor pertanianataupun manufaktur,tetapilebihditopang dari karya kreativitas, keahlian dan bakatindividuyang berakar dari kaiya budaya.Keunggulan kompetitifTulangBawang dalam bidang kebudayaan menjadi salah satukomponen unggulanbagipembangunanekonomi Kabupaten Tulang Bawang. 1)Kebudayaan Meningkatnya apresiasi masyarakat pada pemerintah daerah terhadap seni budaya daerah dapat dilihat dari berbagai kegiatan dan acara yang diselenggarakan oleh masyarakat, baik dalam acara 11-58 peringatan hari-hari besar maupunacara-acaraadat.Keseniandan kebudayaan yangadadi KabupatenTulangBawangsangatbanyak ragamnya,halinidisebabkan pendudukKabupatenTulangBawang berasaldariberbagaisukudandaerahyangmasing-masingtetap mempertahankan danmelestarikankeseniandan kebudayaandari daerah asal sepertiwayangkulit dari daerah Jawa Tengah,Jaipong dari daerahSunda,Reogdari DaerahPonorogo,danlainnyasesuai daerah asal.Meskipun demikianbanyak masyarakat pendatang yang mempelajari keseniandan kebudayaanaslilampung,seperti tari-tariankhaslampung maupun gamelan/musikkhas lampung. Demikianjuga sebaliknya banyak penduduk asli lampungyang mempelajari kesenian dan kebudayaan dari daerahlain.Halini dapatdilihatpadasaatpawai/kamaval seni danbudayadaerah yang diselenggarakanpada acara peringatanHari UlangTahun Republik IndonesiaataupunHariJadi Kabupaten Kabupaten Tulang Bawang. Pembangunan bidangsenibudaya sangatterkaiteratdengan kualitas hidup manusiadanmasyarakat,yaituuntukmewujudkan masyarakatIndonesia yang berakhlak mulia,bermoral,beretika, berbudaya danberadab.Kabupaten Tulang Bawang yang terdiri dari 15 Kecamatan,147 kampung dan 4 kelurahanmemilikiadat- istiadatsertaberbagai kesenian yang menggambarkan dinamika yang ada dalam masyarakat, sekaligus sebagai potensi yangdimiliki masyarakat. 2)Olahraga Undang-UndangNomor40 Tahun 2009tentang Kepemudaan mengamanatkan untuk melaksanakan pembangunan kepemudaan yang bertujuan untuk mewujudkan pemuda yang beriman dan bertaqwa dan kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia, sehat, cerdas,kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, 11- 59 bertanggungjawab,berdayasaing,memiliki jiwakepemimpinan, kevvirausahaan,kepeloporandan kebangsaan berdasarkan PancasiladanUUDRItahun1945 dalamkerangkaNegara Kesatuan RepublikIndonesia.Pembangunankepemudaanyang dimaksud adalah pelayanankepemudaanyangberfungsi sebagai sarana penyadarankepemimpinan,kevvirausahaanserta kepeloporan dalamsegala aspek kehidupanberbangsa dan bemegara.Undang-UndangNo.3Tahun 2005 Tentang Sistem KeolahragaanNasionalmengamanatkanbahvvaKeolahragaan Nasionalberfungsimengembangkankemampuan jasmani,rohani dan sosialsertamembentukwatakdankepribadianbangsayang bermartabat. Pemerintah Daerah KabupatenTulangBavvangsangatkonsen untukmeningkatkankualitas pemuda dan olahraga.Kebijakan tersebut diharapkanmampu meningkatkanperansertapemuda dalam pembangunan dan sekaligus mendukung keolahragaan nasional yang bertujuan untuk memelihara kesehatan,kebugaran danmeningkatkan prestasi,sportivitas,disiplin,mempereratserta membinapersatuan kesatuanbangsa,memperkokohketahanan nasional,kehormatan bangsa,dannationcharacter building. Secaraumumkeberhasilanpelaksanaan urusan kepemudaan dan olahragadapatdilihat dari jumlah organisasi kepemudaan dan olahraga,jumlah klub olahraga,jumlah lapangan olahraga,jumlah pembinaan dan pengembangan olahraga pendidikan,olahraga rekreasi dan olahraga prestasi,jumlah organisasi pemuda,jumlah organisasi olahraga,jumlah kegiatan kepemudaan,dan jumlah kegiatan keolahragaan.Pembangunan kepemudaandi Kabupaten TulangBavvangberupa pelayanan kepemudaan yang berfungsi sebagai sarana penyadaran kepemimpinan, kevvirausahaan serta kepeloporan dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bemegara. Program kepemudaan sudah terealisasi dalam bentuk 11-60 pelatihan, kepeloporan melaluikegiatan-kegiatan yang mendorong untukmerangsang tumbuhgerakdaya saing pemuda.Padatahun 2022jumlah organisasipemudasebanyak 153 organisasi,jumlah kegiatan kepemudaan sebanyak3kegiatan , capaiantersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan capaian pada tahun2021,dimana jumlah organisasipemuda sebanyak 151 organisasi,jumlah kegiatankepemudaan sebanyak 1 kegiatan, jumlah kegiatan keolahragaan sebanyak2kegiatan. 2.3.AspekPelayananUmum Aspekpelayananumummenjelaskankondisipelayanan urusan wajibdan urusanpilihansertafungsipenunjang urusan pemerintahanyang menjadijangkauanpelayanandariPerangkat Daerah Kabupaten Tulang Bawang secarakeseluruhan.Pelayanan umumataupelayanan publikmerupakansegala bentukjasa pelayanan,baik dalambentukbarangpublikmaupun jasapublic yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. 2.3.1.Fokus LayananUrusanWajibBerkaitan Pelayanan Dasar A.Pendidikan Salah satufaktor utamakeberhasilan pembangunandisuatu negara adalah tersedianyacukup sumber daya manusia yang berkualitas.SumberDaya Manusia(SDM)yang berkualitas merupakan modal yangsangat berharga bagi pembangunan, baik pembangunan manusia itu sendiri maupun pembangunan ekonomi. SDMyang berkualitas akan membawa dampak pada kemajuan dibidang teknologi,kesehatan,ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara umum.Hal ini dikarenakan 11-61 penduduk yang memiliki pendidikan yang cukup akan mempengaruhi kemampuan mereka dalam menghasilkan barang dan jasa, melakukan inovasi teknologi, merancang dan merekayasa lingkungan hidup, menjaga keteraturan sosial, mengembangkan perekonomian dan pada akhimya bermuara pada peningkatan kualitas hidup manusia secara keseluruhan. Peningkatan SDM sekarang ini lebih difokuskan pada pemberian kesempatan seluas- luasnya kepada penduduk untuk mengecap pendidikan, terutama penduduk kelompok usia sekolah (7-24 tahun ). Upaya-upaya yang ditempuh oleh pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyebaran sarana pendidikan secara merata pada semua wilayah. Sebaran pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar telah mencapai pada tingkat desa di Kabupaten Tulang Bawang. Akan tetapi untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan baik yang berstatus negeri maupun swasta lebih terkonsentrasi di ibukota Kecamatan, sedangkan pendidikan tinggi terpusat pada Ibukota Kabupaten. 1) Angka Melek Huruf (AMH ) Kemampuan membaca dan menulis merupakan ketrampilan minimum yang dibutuhkan oleh seseorang untuk dapat meningkatkan vvawasan dan pengetahuan sehingga tercipta masyarakat yang bermartabat dan hidup yang lebih sejahtera. Kemampuan dasar yang diperoleh dalam proses belajar adalah kemampuan baca-tulis. Salah satu indikator untuk mengukur kemampuan baca tulis penduduk adalah angka melek huruf. Indikator ini merepresentasikan kemampuan dasar penduduk dalam memahami sebuah kalimat sederhana. Angka Melek Huruf merupakan proporsi penduduk usia 15 tahun ke atas yang mempunyai kemampuan membaca dan menulis huruf latin dan 11 - 62 huruf lainnya,tanpaharusmengertiapayangdibaca/ditulisnya terhadap pendudukusia15tahunkeatas. PerkembanganAngkaMelekHuruf(AMH)terusmeningkat dari tahunketahun,dari98,24%padatahun2021 naik menjadi 100% pada tahun 2023.Penanganan pemberantasan butahuruf selama ini dilakukan secara sinergisdan terpaduantarapemerintahpusat, provinsi, kabupatendanperguruan tinggibahkkan jugaatasperan serta masyarakatdanstekholder lainnya. PerkembanganAngka MelekHuruf(AMH)diKabupaten TulangBawangtahun2019-2023 sebagaimana gambar berikut: Gambar2.33PerkembanganAngka MelekHurufTahun2019-2023 Sumber:BadanPuscaStatistik Kab.Tulang Bawang Menurunnya angkamelek huruf penduduk tidak berarti bahwa proses pembangunan di bidang pendidikan yang telah dilakukan tidak mengalami kemajuan.Hal ini terjadi karena pendidikan merupakan sebuah proses yang panjang dan hasilnya pun tidak dapat dilihat atau dirasakan secara instan.Sebagian besar penduduk yang buta huruf merupakan penduduk yang termasuk dalam kelompok penduduk usia tua(55 tahun keatas)yang 11-63 memangbanyakyangbelumpemahmengenyampendidikansama sekali.Secara alamiahjumlahnya akansemakinberkurangsedikit demi sedikitakibatproseskematian. Upayapemerintahuntukmeningkatkanangkamelekhuruf pendudukdiutamakan dengan meningkatkanangka partisipasi anakusia sekolah.ProgramwajibbelajarDuaBelastahunyang didukungmelaluimekanismebantuanpemerintah sepertiBOS (BantuanOperasionalSekolah)diharapkanmampumenaikkan angka partisipasi tersebut.Disamping itu,program pemberantasanbutahurufbagimereka yang tidak tergolongusia sekolah masih perlu dilakukanuntukmeningkatkanakses masyarakat terhadapinformasiterutama untukmengakses media umumcetak.Namundemikian,kendalayangdihadapisangat besar.Minatpendudukberusiatuayangberstatusbuta huruf untukmengikutikegiatan pelatihan baca tulismasihrendah. 2)Rata-RataLamaSekolah Rata-ratalamasekolahdidefinisikansebagairata-ratajumlah tahun yang telah dihabiskanolehpendudukusia15 tahunkeatas untuk menempuh seluruh jenjang pendidikan formalyangdijalani dari masuksekolah dasar sampai dengan tingkat pendidikan terakhir. 11-64 Gambar2.34AngkaRata-RataLamaSekolahTahun2019-2023 diKabupatenTulang Bawang Sumber:BadanPusatStatistikKab.TiilangBawang Angka Rata-rata lama sekolah penduduk TulangBawangmeningkat pada tahun2023 menjadisebesar 7,57.Angka7,57menunjukkan bahwapenduduk usia lebih dari15 tahunmemilikirata-ratabelum lulusSMP/MTsatau sederajat(7,00 dalamtahun).Kecenderungan pendudukdiatas antaralain yang tidak sedang menjalankan pendidikandisekolahformal yakni diSMP/MTs,SMA/SMK/MA dan sederajatnya.Penduduk tersebutlebihcenderungbekeija denganijazahterendahnya(misalnyaSD),tidakmelanjutkan pendidikanformalpada usianyadantidak melanjutkan pendidikan melalui pendidikan non formal(PaketBatauC). 3)Angka PartisipasiKasar(APK) Angka Partisipasi Kasar(APK)menunjukkan tingkat partisipasi penduduksecara umum disuatutingkat pendidikan.APK merupakanindikator yang paling sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah di masing-masing jenjang pendidikan. Angka Partisipasi Kasar(APK)berdasarkan tingkatan sekolah yaitu Tingkat SD pada Tahun 2019 sebesar 113,14 menurun pada Tahun 11- 65 2023 menjadi110,05.TingkatSMP/MTSpada Tahun2019sebesar 97,19 menurunpada Tahun2023menjadi93,47.Perkembangan AngkaPartisipasi Kasar(APK)diKabupaten TulangBawangtahun 2019-2023sebagaimanatabel berikut: Tabel2.11PerkembanganAngkaPartisipasiKasar(APK) Tahun2019-2023 Tahun 2021 TingkatPendidfkan 20202019 2022 2023 PAUD/TK/KB SekolahDasar(SD) 70.02 109.71 75.0055.03 110.05113.14 111.66 109.98 SMP/MTS97 ^ 995.44 97.1 96.65 93.47 Smnber:HiulanPusal StatistikK<il>.TuluiujISiiiuantj 4)AngkaPartisipasiMurni(APM) AngkaPartisipasiMurni(APM)menunjukkanpartisipasi sekolah pendudukusia sekolahdi tingkatpendidikantertentu.SepertiAPK, APMjuga merupakan indikator daya serap penduduk usia sekolah disetiapjenjangpendidikan.Tetapi,jika dibandingkanAPK,APM merupakan indikator dayaserap yanglebih baikkarenaAPM melihat partisipasi pendudukkelompok usiastandardi jenjang pendidikan yang sesuai denganstandar tersebut. AngkaPartisipasi Murni(APM)diKabupaten Tulang Bawang mengalami peningkatan dari tahun2019 ketahun2023, peningkatan di semua jenjang pendidikan yaituSDpada Tahun 2019 sebesar 99,58% menjadi sebesar 99,78% pada Tahun 2023 danSMP/ MTspada Tahun2019sebesar 78,53% menjadi sebesar 81,39% pada Tahun 2023. Halini disebabkan semakinsadamya masyarakat akan pentingnya pendidikan pada usia sekolah dan banyaknya bantuan dari pemerintah dibidang pendidikan,sehingga meningkatkanAPMpendidikan di Kabupaten Tulang Bawang. 11-66 Salah satuindikatorperluasan akses dan pemerataanpendidikan adalahPerkembangan AngkaPartisipasiMumi(APM). Adapun perkembanganAPMselama2019-2023sebagaimanatabel berikut: Tabel2.12Perkembangan AngkaPartisipasiMurni(APM) Tahun2019-2023 Tingkat Pendidikan Tahun 20212019 202020222023 Sekolah Dasar(SD) SMP/MTS 99.58 78.53 99.36 79.12 99.38 81.07 99.89 99.78 81.3981.17 Sumber: BaclanPusatStatistikKab.TulangBawang 5)AngkaPartisipasi Sekolah(APS) Angka Partisipasi Sekolahmerupakan ukuran daya serapsistem pendidikanterhadappenduduk usiasekolah.Angkatersebut memperhitungkanadanyaperubahan penduduk terutama usia muda. Ukuran yangbanyak digunakan di sektor pendidikanseperti pertumbuhanjumlah muridlebihmenunjukkan perubahan jumlah muridyang mampuditampungdisetiapjenjangsekolah,sehingga naiknyapersentasejumlahmurid tidakdapatdiartikan sebagai semakin meningkatnya partisipasi sekolah.Bisa jadikenaikan tersebut karena dipengaruhi oleh semakinbesarnya jumlah penduduk usia sekolahyang tidak diimbangidengan ditambahnya infrastruktursekolah. AngkaPartisipasi Sekolah(APS)selama kurunwaktu 2021-2023 mengalami angkayang fluktuatif. APSkelompok umur3-6 tahun pada tahun 2021 sebesar 72,24% meningkat pada tahun 2023 menjadi 72,42%. APSpadakelompok umur 7-12tahun pada tahun 2021 sebesar 99,59% meningkat pada tahun 2023 menjadi 99,78%. Sementara itu pada kelompok umur 13-15 tahun, angkaAPSpada tahun2021 sebesar 95,52% meningkat pada tahun2023 menjadi 96,56%. Hal ini disebabkan disamping meningkatnya sarana dan 11- 67 prasarana pendidikan juga karena semakin sadamya orang tua akan pentingnya pendidikan. Perkembangan Angka Partisipasi Sekolah (APS) tahun 2021-2023 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2.13 Perkembangan Angka Partisipasi Sekolah (APS) Tahun 2021 - 2023 Tahun 2022 Kelompok Umur 2021 2023 72.24 99.59 95.52 Sumber : Badan Pusat Statistik Knb. Tulang Bawang 74.45 99.89 96.92 72.42 99.78 96.56 3- 6 7 - 12 13 - 15 6) Angka Kelulusan Selain indikator diatas capaian kemajuan pembangunan pendidikan dari segi kualitas dan daya saing pendidikan dapat dilihat dari Angka Kelulusan. Perkembangan angka kelulusan siswa Tahun 2021/ 2022 - 2022/ 2023 di Kabupaten Tulang Bawang sebagaimana tabel berikut: Tabel 2.14 Perkembangan Angka Kelulusan Tahun 2021/2022 - 2022 / 2023 Tingkatan Sekolah 2022/20232021/2022No SD/MI 100 1001. SMP/MTs 100 1002. Sumber : Dinas Pendidikan Kab. Tidang Bawang Angka kelulusan semua jenjang sekolah selama tahun 2021/ 2022 - 2022/ 2023 menunjukkan angka yang tinggi dengan capaian pada tahun 2021/ 2022 jenjang SD sebesar 100% dan SMP 100%. Sementara itu pada tahun 2022/2023 jenjang SD dan SMP/ MTS sebesar 100%. Hal ini menunjukkan baiknya mutu pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang. 11 - 68 7)AngkaHarapan LamaSekolah Angka HarapanLamaSekolah(HLS)diartikanlamanyasekolah (dalamtahun)yangdiharapkan akan dirasakanolehanak pada umurtertentudimasamendatang.Diasumsikan bahwa peluang anaktersebutakantetapbersekolahpadaumur-umur berikutnya samadengan peluang pendudukyangbersekolah perjumlah pendudukuntukumur yang samasaatini.AngkaHarapanLama Sekolahdihitunguntukpenduduk berusia 7 tahunkeatas.Angka HLSdapatdigunakan untuk mengetahuikondisipembangunan sistem pendidikandi berbagaijenjang yangditunjukkandalam bentuk lamanya pendidikan(dalamtahun)yangdiharapkandapat dicapaiolehsetiap anak. Gambar2.35Angka Harapan LamaSekolahTahun2019-2023 diKabupaten Tulang Bawang 12.4 12.3 12729 Uc28- 12.2 12.1 12 afc95 11.9 11:68' 11.8 11.7 11.6 2019 2020202120222023 Sumber:Badan Pusat Statistik Kab. Tulang Bawang 11-69 8) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pendidikan anak usia dini atau PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan /atau informal. PAUD jalur pendidikan formal berbentuk taman kanak-kanak (TK), raudatul atfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. Sementara itu, PAUD jalur pendidikan nonformal berbentuk kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. Persentase penduduk berumur 0-6 tahun yang pernah / masih mengikuti Pendidikan pra sekolah di Kabupaten Tulang Bawang pada Tahun 2021-2023 dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 2.15 Persentase Penduduk Berumur 0-6 Tahun yang Pemah/ Masih Mengikuti Pendidikan Pra Sekolah di Kabupaten Tulang Bawang (Persen), 2021-2023 Persentase Penduduk Berumur 0-6 Tahun (persen)Tingkat Pendidikan - Pra Sekolah 2021 2022 2023 79,36Taman Kanak-Kanak 83.62 92.61 3,12Bustanul Athfal/Raudatul Athfal 1.05 3.44 AUD/ PAUD Terintegrasi BKB/Taman Posyandu, dll 3.95 17,5215.34 Kelompok Bermain Taman Penitipan Anak Sumher: Badan Pusat Statistik Kab. Tulang Bawang 9 ) Angka Putus Sekolah Dalam kaitannya dengan angka putus sekolah, segala upaya telah dilakukan untuk meniadakan anak putus sekolah. Angka Putus 11 - 70 SekolahpadaTahun2023 untukjenjangSD/MIsebesar0,2%atau sama dengantahun2022 yangsebesar0,2%.TingkatSMP/MTs mengalami peningkatan darisebesar0,5%pada tahun2022 menjadi 0,75%padatahun2023.Secara rinci perkembanganangka putussekolahsebagaimana tabel berikut: Tabel2.16PerkembanganAngkaPutusSekolahTahun2022-2023 Tahun NoTingkatan Sekolah 2021 2022 2023 SD/MI0,30 0,200,2 1. 2.SMP/MTs0,600,500,75 Sumber:DinasPendidikanKab.TulangBawang 10)Angka Melanjutkan Angkamelanjutkan(AM)sekolahmerupakanperbandinganantara jumlahsiswa yangmelanjutkanpendidikanketingkat berikutnya dengan jumlahlulusanpadatahunsebelumnya padatingkat pendidikan sebelumnya.Angkamelanjutkaninimenunjukkan seberapabesar minat masyarakatuntukmelanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.Data angka melanjutkandiKabupaten TulangBawangdisajkan dalam tabel berikut: Tabel2.17Angka Melanjutkan di Kabupaten Tulang Bawang Tahun2021-2023 JenjangPendidikan2021 2022 2023 No PAUD/TK keSD/MI 92,00 10090,69 1. 77,26 SD/MIkeSMP/MTs99,94 99,95 2. SMP/MTskeSMA/SMK/MA98,97 99,00 71,03 3. Sumber:Dinas Pendidikan Kab.TulangBawang Berdasarkan TabeldiatasAngka Melanjutkan pada tahun2022 berdasarkan tingkat sekolah yaitu tingkatPAUD/TKke SD/MI mencapai 100%, tingkat SD/MIke SMP/ MTs menurun menjadi 11-71 sebesar 77,26%dantingkatSMP/MTskeSMA/SMK/MAmenurun menjadisebesar71,03%. 11)Guru yang MemenuhiKualifikasiSl/ D-IV Guru memenuhi kualifikasimerupakan perbandinganantarajumlahguruyangberijazalminimalSl/D-IV dengantotal seluruhguruyangada.Guru yang memenuhi Sl/D-IVyang kualifikasipendidikanminimalSl/D-IVtentuakanmemiliki kompetensidan pemahaman tentangmateri yanglebih baik. Kemampuan materiseorangguruakanbertambah seiringdengan latar belakang pendidikanyangditerima,dengan pendidikan yang lebih tinggimakapemahaman akanmateri pendidikanakan menjadi lebih baik.Data guruyangmemenuhi kualifikasiSl/D-IV diKabupaten Tulang Bawang disajikan dalam tabel berikut. Tabel2.18Guru yang MemenuhiKualifikasiS-l/D-IV di KabupatenTulangBawang Tahun2018-2022 Tahun No IndikatorSatuan 20182019 2020 2021 2022 JumlahGuru Berijazah Sl/D-IV 4285 32081327Orang341941801 Jumlah SeluruhGuru (SD/MI, SMP/MTs) 4317 45283840 4122 43922Orang Persentase Guru Berijazah Sl/ D-IV 74.32 29.3Persen88.26 87.1173.933 Sumber:Dinas Pendidikan Kab.TulangBawang(dialah) Rata-rata persentase guru berijazahSl/D-IVdengan persentase paling tinggi sebesar 88,26% pada tahun2018 sedangkan pada tahun 2022memilikipersentase sebesar29,3%. Sedangkan persentase guru yang telah memiliki sertifikat pendidik pada tahun 2018 sebesar 34,48% dan pada tahun 2022 sebesar 29,48%. 11-72 Tabel 2.19 Guru yang telah Bersertifikat Pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2018-2022 Tahun XndikatorNo Satuan 2018 2019 2020 2021 2022 Jumlah Seluruh Guru (SD/ MI , SMP/ MTs) 1 3840 4122 43174392 4528orang Jumlah Guru Bersertifikasi 2 1324 2761 2427 1234 1335orang Persentase Guru Bersertifikasi 3 34.48 66.98 55.26 28.58 29.48person Surnber : Dinas Pendidikan Kab. Tulang Bawang (diolah) 12) Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah SD/ MI dan SMP/ MTs Rasio ketersediaan sekolah terhadap penduduk usia sekolah merupakan perbandingan antara jumlah sekolah dan penduduk usia sekolah tersebut dalam setiap 10.000 penduduk. Pada indikator ini yang digunakan adalah jumlah sekolah jenjang pendidikan SD / MI dan SMP/ MTs dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 7-12 tahun dan 13-15 tahun. Rasio ketersediaan sekolah terhadap penduduk usia sekolah SD/ MI dan SMP/ MTs di Kabupaten Tulang Bawang selengkapnya dijelaskan pada tabel berikut: Tabel 2.20 Rasio Ketersediaan Sekolah / Penduduk Usia Sekolah SD/ MI dan SMP/ MTs di Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2018 -2022 Tahun IndikatorNo Satuan 2018 2019 2020 2021 2022 Jumlah Sekolah SD/ MI dan SMP/ MTs Unit1 331 338 339 346 348 Jumlah penduduk usia 7- 12 dan 13- 15 tahun 2 64426 69458 59208 59053 60828orang Rasio Ketersediaan Sekolah SD/ MI dan SMP/ MTs 51 57 59 5749 Sumber : Dinas Pendidikan Kab. Tulang Bawang (diolah) 11 - 73 Berdasarkan tabel di atas, rasio ketersediaan sekolah SD/ MI dan SMP/ MTs di Kabupaten Tulang Bawang dalam kurun waktu 2018- 2022 mengalami angka yang fluktuatif. Pada tahun 2022 rasio ketersedian sekolah SD/ MI dan SMP/ MTs di Kabupaten Tulang Bawang sebesar 57 sekolah, kurangnya murid di beberapa sekolah disebabkan karena tingginya persaingan kualitas sekolah yang mengakibatkan orang tua memilih untuk menyekolahkan anaknya di sekolah yang dianggap paling baik dan terjangkau. Jumlah sekolah mengalami peningkatan dari tahun 2021 ke tahun 2022 menjadi 348 unit. 13) Rasio Guru/ Murid SD/ MI dan SMP/ MTs Rasio guru / murid merupakan perbandingan antara jumlah guru dengan jumlah murid pada suatu jenjang pendidikan. Rasio ini mengindikasikan ketersediaan tenaga pendidik atau guru. Selain itu , rasio ini digunakan untuk mengukur jumlah ideal murid untuk satu guru agar mutu pengajaran tercapai. Jumlah keseluruhan guru SD/ MI dan SMP/ MTs yang dihitung adalah baik guru PNS maupun swasta (non-PNS). Berikut data rasio guru / murid SD/ MI dan SMP/ MTs di Kabupaten Tulang Bawang. Tabel 2.21 Rasio Guru/ Murid SD / MI dan SMP/ MTs di Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2018-2022 Tahun No Indikator Satuan 2018 2019 2020 2021 2022 Murid/ 1 guru 1 SD/ MI 18.34 34.82 21.7 18.2 12.05 Murid/ 1 guru 2 SMP/ MTs 14.64 13.91 13.2 15.22 14.9 Sumber : Dinas Pendidikan Kab. Tidang Bawang (diolaii) Berdasarkan tabel di atas, rasio guru / murid SD/ MI di Kabupaten Tulang Bawang pada tahun 2022 mencapai 12,05 yang berarti bahwa satu orang guru mengajar 12 sampai 13 murid. Sedangkan 11 - 74 rasioguru/muridSMP/MTspadatahun2022mencapai 14,9yang berartisatuguru mengajar14sampai15murid.Haltersebut dikarenakan guru yangdiperlukanuntuk mengajarsiswaSMP/MTs tidaksamahalnyasepertiguruSD/MIyangcenderung merupakan gurukelas,tetapi merupakanguru matapelajaran,sehingga membutuhkanlebihbanyak guru dalamsatukelasuntukmengajar matapelajaran yang berbeda.Semakinrendahnyarasioguru terhadapmurid,akan berpengaruh padasemakinbesamya perhatian guru terhadapmuridyang diasuhnya.Olehkarenaitu , diharapkan kualitas muridakansemakinlebihbaikkarena murid akanbelajar denganbaikdan guru dapat mengajar denganlebih efektif. 14)Rombongan BelajarSD/MIdanSMP/ MTs Indikator rombongan belajarSD/MIdi KabupatenTulangBawang digunakan untuk mengetahui jumlah kebutuhan kelas yang ada. Idealnya,dalamsatukelas terdapat saturombongan belajar,atau saturombongan belajar menempatisaturuang kelas.Data rasio jumlah kelasperrombongan belajarSD/MIdiKabupaten Tulang Bawang disajikanpada tabelberikut. Tabel2.22Rombongan Belajar SD/MITahun2018-2022 diKabupatenTulang Bawang Tahun NoIndikator Satuan 2018 2019 20202021 2022 1 JumlahKelas unit1702 17071688 2518 2862 Jumlah Rombongan Belajar 2 kelompok1720 1685 1708 2570 2578 Rasio Jumlah Kelas per Rombongan Belajar unit/ kelompok 30.99 1.01 0.99 1.05 1.03 Sumber:Dinas Pendidikan Kab. Titlang Bawang Berdasarkan tabel diatas,jumlah kelas per rombongan belajar SD/MIdi Kabupaten Tulang Bawang dalam kurun waktu 2018- 11- 75 2022 terus mengalami peningkatan menjadi 2578 kelompok pada tahun 2022. Peningkatan ini dipengaruhi meningkatnya jumlah rombongan belajar yang diimbangi dengan peningkatan jumlah kelas. Semakin mendekati angka 1 maka akan semakin ideal (efektif ) karena terdapat kesesuaian antara jumlah kelas dan jumlah rombongan belajar. Pada tahun 2022 rasio jumlah kelas per rombongan belajar sudah mengalami peningkatan menjadi sama dengan atau lebih dari 1, yang menunjukkan seluruh rombongan belajar sudah mempunyai kelas masing-masing atau kebutuhan kelas sudah tercukupi. 15 ) Sekolah Dalam Kondisi Bangunan Baik Sekolah atau bangunan pendidikan dalam kondisi baik merupakan perbandingan antara gedung atau bangunan dalam kondisi baik dengan total seluruh gedung atau bangunan. Data mengenai sekolah dalam kondisi bangunan yang baik tidak didapatkan. Data pada indikator ini diganti dengan data kelas dalam kondisi baik. Data jumlah kelas dalam kondisi baik di Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2018-2022 disajikan pada tabel berikut. Tabel 2.23 Ruang Kelas dengan Kondisi Baik Tahun 2018-2022 di Kabupaten Tulang Bawang Tahun No Indikator Satuan 2018 | 2019 2020 2021 2022 Jumlah Kelas Kondisi Baik SD/ MI Unit 1551 14751 1582 1762 2 SMP/ MTs Unit 612 644 519 625 Jumlah Seluruh Kelas SD/ MI Unit 1786 1645 1726 1843 2081 2 SMP/ MTs Unit 699 713 675641 781 Persentase Ruang Kelas Kondisi Baik 1 SD/ MI Unit 86.84 89.66 85.84 84.67 2 SMP/ MTs Unit 87.55 90.32 76.89 80.03 Sumber : Dinas Pendidikan Kab. Tulang Bawang 11 - 76 Berdasarkandatapadatabeldiatasdapatdilihatbahwahampir keseluruhan ruangkelaspada semuajenjang pendidikansudah berada padakondisi baik.Haltersebutdapatdilihatdari persentase ruang kelas dengan kondisibaik yangsemuanyamenunjukkan peningkatan.Hasildari indikator ini menunjukkankondisi yang cukupbaik.Hanyasaja perlu ditingkatkanhinggamencapaiangka 100 persen agar parapelajardiKabupaten TulangBawangdapat terfasilitasidenganbaik,khususnyadalam kegiatan belajar mengajar. B.Kesehatan Kualitashidup masyarakattidaksajaditentukanolehtingkat pendapatan danpendidikanyangdicapaiolehmasyarakat,tetapi jugakualitas kesehatanmasyarakat turutmenentukankualitas hidup masyarakat.Pembangunanfasilitas kesehatan merupakan salahsatuprogrampembangunan pemerintah daerah. Pembangunan fasilitas kesehatandiKabupatenTulang Bawang meningkat yaitudengan adanya puskesmasdan posyanduyang tersebardi seluruh kecamatan.Haltersebuttentunya mendukung bagiterciptanya kesehatan dimasyarakat luas.Namunhal ini juga harusdidukung dengan kesadaran masyarakatsendiriuntukselalu berpola hidup sehat. 1)RasioPosyandu perSatuan Balita Posyandu merupakan wadah peransertamasyarakat untuk menyampaikan danmemperolehpelayanan kesehatan dasamya, sehingga diharapkan strategi operasional pemeliharaan dan perawatan kesejahteraan ibu dan anaksecara dini,dapat dilakukan di setiap posyandu.Pembentukan posyandu sebaiknya tidak terlalu dekat dengan puskesmas agar pendekatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat lebih tercapai. Posyandu di Kabupaten Tulang 11-77 Bawangdibedakan menjadi4(empat)macam,yaitu posyandu pratama,madya,pumama,danmandiri.Posyandumerupakan salahsatubentuk upayakesehatan bersumber dayamasyarakat (UKBM)yang dikeloladandiselenggarakan dari,oleh,untuk,dan bersamamasyarakat, dalamrangkapenyelenggaraan pembangunankesehatan.Haltersebut ditujukan guna memberdayakanmasyarakat danmemberikankemudahan kepada masyarakat,dalammemperolehpelayanankesehatan dasar, untuk mempercepat penurunan angkakematianibudanbayi.Berikut ini merupakandatarasio posyandupersatuanbalita diKabupaten Tulang Bawang. Tabel2.24RasioPosyanduPer SatuanBalita Tahun2019-2023 diKabupaten TulangBawang Tahun NoIndikator Satuan 20202021202220232019 Jumlah Posyandu 314Unit292292264162 1 Jumlah Balita 468274575834270 42293Anak454762 Rasio PosyanduPer 0.7 0.836.026.42 5.761.000 balita per satuan balita Sumber:Dinas Kesehatan Kab.TulangBawang BerdasarkanTabel diatas,rasio posyandu persatuanbalita di Kabupaten Tulang Bawangcenderung mengalami penurunan dari tahun2019sampai dengan tahun2023, rasio posyandu persatuan balita pada tahun2022 sebesar 0,7 menjadi sebesar 0,8 pada tahun 2023.Selain itu,pada tahun 2023,terjadi peningkatan jumlah posyandu danpeningkatan jumlah balita dibandingkan tahun sebelumnya. 11-78 2)RasioPuskesmasperSatuan Penduduk Puskesmasmerupakan salahsatusaranapenunjang kesehatan dalamrangka meningkatkan derajatkesehatanmasyarakat. Semakin banyak jumlahketersediaannya,maka semakin memudahkanmasyarakatdalam menjangkaupelayanan kesehatan.Indikator rasiopuskesmasper 100.000 penduduk adalah salahsatuindikatoryangdigunakanuntukmengetahui keteijangkauanpenduduk terhadap puskesmas.Rasiopuskesmas persatuanpendudukdiKabupaten TulangBawangdisajikandalam tabelberikut. Tabel2.25Rasio Puskesmas perSatuanPenduduk diKabupatenTulang BawangTahun2019-2023 Tahun NoIndikatorSatuan 2022 2023201920202021 1Puskesmas 66777•RawatInap unit •NonRawat Inap 1312 121313unit 18 18 202020Total Jumlah Penduduk 471654450902 4300214306304312032 jiwa Rasio Puskesmas, perSatuan Penduduk Per 25.0521.5321.53 21.5323.893100.000 jiwa Sumber:Dinas Kesehatan Kab.Tulang Bawang Berdasarkan tabel diatas,rasiopuskesmasdiKabupaten Tulang Bawangdalam periode 2019-2023 mengalami angka rasio yang fluktuatif. Pada tahun 2023, rasiopuskesmas, memilikiangka rasio yang sama pada tahun2022 yaitu sebesar 21,53.Stabilnya jumlah puskesmasdi Kabupaten Tulang Bawang adalah hal yang sangat baik.Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan dasar memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung terwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. 11-79 Harapannyapadatahunyangakan datangrasio inidapatsemakin meningkatuntukmemenuhi kebutuhanmasyarakatakan pelayanan kesehatan. 3)Rasio RumahSakitPerSatuanPenduduk Rumahsakitmerupakansalahsatusarana kesehatanyang berfungsimenyelenggarakan pelayanan kesehatan rujukan,asuhan keperawatansecaraberkesinambungan,diagnosisserta pengobatan penyakityangdideritaolehpasien.Rumahsakit sebagai sarana pelayanan kesehatan yangmemilikitenagamedis profesionalsertasaranakedokteran yang permanen,dan asuhan keperawatanyangberkesinambungan.Semakin banyak rumah sakityang tersedia,akansemakinmudahbagimasyarakatdalam mengakses layanan kesehatan,sehingga rumah sakitmemiliki peranan penting dalam peningkatanderajatkesehatan masyarakat. Data rasiorumah sakitpersatuanpendudukdiKabupaten Tulang Bawang disajikan dalam tabel berikut. Tabel2.26 RasioRumahSakit perSatuanPenduduk di Kabupaten Tulang BawangTahun2019-2023 Tahun IndikatorSatuanNo 20202021202220232019 Jumlah Rumah Sakit 343331 unit Jumlah Penduduk 431203471654450902 4300214306302jiwa RasioRumah Sakitper Satuan Penduduk 0.00001 0.00001 0.00001 0.000010.00001 Sumber:DinasKesehatan Kab. TulangBawang Data rasiorumah sakitpersatuan penduduk menunjukkan tingkat cakupan pelayanan kesehatan berupa rumah sakit terhadap jumlah penduduk di wilayah tertentu.Berdasarkandatadiatas, rasio rumah sakit persatuanpenduduk di Kabupaten Tulang Bawang dalam periode tahun 2019-2023 tidak mengalami perubahan.Rasio 11-80 rumah sakit per satuan penduduk dari tahun 2019-2023 sebesar 0,00001, yang berarti bahwa untuk setiap 100.000 penduduk dilayani 1 rumah sakit. RSUD Menggala telah ditetapkan menjadi Rumah Sakit Tipe B dan menjadi Rujukan Regional Ill yang meliputi 6 (enam ) kabupaten di Lampungyaitu Kabupaten Mesuji, Tulang Bawang Barat, Lampung Utara, Way Kanan , Lampung Barat, dan Pesisir Barat. Hal ini menuntut agar RSUD Menggala dapat memberikan pelayanan yang bermutu dan teijangkau masyarakat, sehingga dapat mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Tulang Bawang dan sekitamya yaitu dengan meminimalkan rujukan ke Rumah Sakit provinsi. Sepanjang tahun 2023 Rumah Sakit Umum Daerah Menggala telah memberikan pelayanan kesehatan dengan perincian kunjungan pasien rawat inap sebanyak 7.898 pasien dan kunjungan pasien rawat jalan sebanyak 47.857 pasien. Secara rinci perkembangan pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Menggala sebagaimana tabel berikut: Tabel 2.27 Perkembangan Jumlah Pasien RSUD Menggala Tahun 2019 - 2023 Jumlah Pasien No Uraian Satuan 2019 2020 2021 2022 2023 Pasien Rawat Inap 1 6089 5994 5254 9212 7898orang Pasien Rawat Jalan 2 17600 26233 40166 274601 47857orang Sumber : Rumah Sakit Umum Daerah Menggala Salah satu bagian dari statistik rumah sakit adalah indikator pelayanan rawat inap rumah sakit. Indikator ini merupakan gambaran untuk mengetahui tingkat pemanfaatan, mutu dan efisiensi pelayanan rawat inap di rumah sakit. Perkembangan 11 - 81 indikatorpelayananrawat inapRSUDMenggalaselamatahun 2019-2023sebagai berikut: Tabel2.28IndikatorPelayananRawatInapRSUD Menggala Tahun2019-2023 BORTOILOSBTONDR (/lOOO) GDR (/lOOO) TahunNo. (%)(Hari)(Hari)(Han) 201912,548,9623,3131,2318,3935,5 220202,594,8536,31 47,9418,0239,55 3202135,972,614,9247,5418,4241,22 420228,1531,762,8230,5717,24 33,19 5 202331,762,327,1828,617,6441,22 Sumber:Rumah SakitUmumDaerahMenggala BOR(BedOccupancyRatio),LOS(IjengtOfStay), TOI(Him OverInterval), B'lO(BedTurnOver),NDR(NetDeathRate),GDR(GrossDeathRate) 4)RasioDokter PerSatuanPenduduk Dokter umumdan dokter spesialis yang dimaksudmerupakan dokteryangmemberikan pelayanankesehatandiKabupaten Tulang Bawang,baikberstatusPNSmaupunbukan.Keberhasilan pelayanan kesehatandiKabupatenTulangBawangtidak terlepas dariperantenagamedis dokter.Jumlahdokterdihitung berdasarkanSuratIzinPraktik(SIP)dokterdiKabupaten Tulang Bawang.Rasiopraktek dokter persatuanpendudukdiKabupaten TulangBawangdisajikan dalam tabelberikut. Tabel2.29RasioDokter perSatuanPenduduk di Kabupaten Tulang Bawang Tahun2019-2023 Tahun IndikatorNoSatuan 2020 2022 20232019 2021 Jumlah Dokter 5187159108Orang108 Jumlah Penduduk 2 Jiwa450902 430021 430630 431203 471654 Rasio Dokter per Satuan Penduduk Per 1.000 jiwa 30.2 0.13 2.5 2.20.11 Sumber:DinasKesehatan Kab.Tulang Bawang 11-82 Berdasarkan tabel di atas, rasio praktik dokter (baik dokter umum maupun spesialis) per satuan penduduk di Kabupaten Tulang Bawang dalam kurun waktu 2019-2023 cenderung mengalami sedikit penurunan. Pada tahun 2023 rasio dokter mengalami penurunan dari tahun 2022 sebesar 2,5 menjadi 2,2. Jumlah dokter umum dan dokter spesialis di Kabupaten Tulang Bawang belum memenuhi kebutuhan sesuai rasio jumlah penduduk di Kabupaten Tulang Bawang. Selain itu distribusi dokter umum dan dokter spesialis tidak merata serta kualitasnya masih perlu ditingkatkan. 5) Rasio Perawat dan Bidan per Satuan Penduduk Rasio perawat, dan bidan dihitung berdasarkan perbandingan jumlah perawat dan bidan terhadap jumlah penduduk dalam setiap 100.000 penduduk. Perawat dan bidan merupakan tenaga medis non dokter yang juga dapat memberikan pelayanan dengan kapasitas dan spesialisasi yang berbeda. Semakin besar rasio perawat dan bidan maka dapat merepresentasikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan lebih efektif. Berikut merupakan rasio perawat di Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2019-2023. Tabel 2.30 Rasio Perawat per Satuan Penduduk di Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2019-2023 Tahun IndikatorNo Satuan 20232020 2021 20222019 Jumlah Perawat 127 496 368348 329Orang1 Jumlah Penduduk 430021 431203 471654Jiwa 450902 4306302 Per Rasio Perawat per Satuan Penduduk 11577.33 76.51 29.49 102100.000 jiwa Sumber : Dinas Kesehatan Kab. Tulang Bawang Rasio perawat di Kabupaten Tulang Bawang cenderung mengalami sedikit penurunan. Jumlah perawat pada tahun 2023 sebanyak 368 11 - 83 orangmenurun dibandingkanpadatahun2022sebanyak 496 orang.Rasioperawatpersatuan pendudukidealnyaadalah117per 100.000penduduk,sementaraitudiKabupatenTulangBawang rasioperawatpersatuanpendudukpadatahun2023 sebesar102 orangperawatper100.000 penduduk. Disamping perawat,tenagamedisberupabidanjuga diperlukan untukmemberikanpelayanan kesehatanyangoptimal, khususnya untukibudan anak.DefinisibidanmenurutIkatan Bidan Indonesia