Neraca sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) huruf c per 31 Desember 2021 sebagai berikut:a. SAL (Awal) Rp. 358.435.448.619 ,79 b. Penggunaan SAL sebagai Penerimaan Pembiayaan Tahun Berjalan Rp. 358.472.473.490,79 SUBTOTAL -37.024.871,00 c. Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (SILPA/SIKPA) Rp. 824 .604 .048.457 ,29 SUBTOTAL 824 .567 .023.586,29 d. Koreksi kesalahan pembukuan tahun sebelumnya Rp. 0,00 e. Lain-lain Rp. 0,00 f. SAL (Akhir) Rp. 824 .604.048.457 ,29 9 a. Saldo awal kas di BUD dan Bendahara per 1 Januari 2021 Rp. 358.477 .770.467,79 b. Arus kas dari aktivitas operasi Rp. l.280.145.942.469,50 c. Arus kas dari aktivitas investasi Rp. - l.271.764.995.714,00 non-keuangan d. Arus kas dari aktivitas pendanaan Rp. 457.750.628.211,00 e. Arus kas dari aktivitas Transitoris Rp. 282.673.008,00 f. Saldo Akhir Kas di BUD dan Bendahara per 31 Desember 2021 Rp. 824.892.018.442,29 g. Saldo Akhir Kas Di BUD Rp. 738.303.284. 708,83 h. Kas di Bendahara Penerimaan Rp. 46.144.000,00 l. Kas di Bendahara Pengeluaran Rp. 211.328.243,00 j. Kas di Bendahara BLUD Rp. 82.249. 791.635,46 k. Kas Lainnya (Sisa Dana BOS) Rp. 4.077.445.946,00 1. Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran Rp. 4.023.909,00 m. Saldo Akhir Kas per 31 Desember 2021 Rp. 824.892.018.442,29 Pasal 7 Laporan Arus Kas sebagaimana dirnaksud dalam