6.Menjadi sarana pertukaran pengalaman dan pembelajaran. Adapun yang menjadi Top 10 Inovasi Pelayanan Publik KOIN-YANLIK termuat dalam tabel 4 . 1 9 berikut: RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 IV-133 Tabel 4.19 Top 10 lnovasi KOIN-YANLIK Provinsi NTT Tahun 2024 No Judul Inovasi Pengusul Dinas Pendidikan dan 1 Alat Tenun Lepas Pasang Kebudayaan Provinsi NTT UPTD SMKN Kupang Gerakan Masyarakat Sehat Jiwaku UPT Puskesmas Tana Rawa 2 (Gema Sejiwaku) Kabupaten Sikka Jalan Lain Desa Tubu Menuju Bumdes Pala Opat Desa Tubu, 3 Kecamatan Bikomi Nilulat Sejahtera (Jalin Satu Mesra) Kabupaten Timor Tengah Utara 4 Lapar Pak Lurah Kelurahan Balela Kabupaten Flores Timur Dinas Pendidikan dan 5 Mangrover SMANTIG BERSINAR Kebudayaan Provinsi NTT UPTD SMA 3 Waingapu Dinas Pendidikan dan 6 Pelopor Karakter Nilai Canossa (PKNC) Kebudayaan Kota Kupang (SD Katolik Canossa) 7 SIMPONIVET UPYD Veteriner Dinas Peternakan Provinsi NTT Dinas Pendidikan dan 8 Spenia Peduli Bumi, Sampahku Kebudayaan Kota Kupang UPTD Tanggung Jawabku. SMP Negeri 8 Kupang 9 Tane Hoe SMPK St. Isidorus Lewotala Kubupaten Flores Timur Pemerintah Desa Taperiah 10 Tapenpah Just Klik (TAJUK) Kecamatan Insana Kabupaten Timar Tengah Utara 10 inovasi tersebut selanjutnya diprioritaskan untuk mengkuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) di tingkat Nasional. Selanjutnya, di tahun 2025 akan dilaksanakan beberapa kegiatan serupa yaitu KOIN-YANLIK dengan pendaftaran berbasis WEB dengan tetap mengedepankan aspek keberlanjutan dan revitalisasi WEB Lopo Inovasi Flobamorata. RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 IV-134 , « B AB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KABUPATEN/KOTA BAB ini berisi rencana kerja pembangunan daerah yang secara lebih mendetail mencakup arahan kebijakan umum Pembangunan kabupaten/Kota yang perlu dilaksanakan pada Tahun rencana 2026. Bab III dan Bab V dalam RKPD Provinsi NTT Tahun 2026 memiliki hubungan yang erat dan saling melengkapi. Keduanya berfokus pada aspek perencanaan pembangunan daerah, namun dari sudut pandang yang berbeda. Apabila pada Bab III bertugas menganalisis kondisi ekonomi dan keuangan daerah saat ini, dan memproyeksikan kondisi ekonomi dan keuangan daerah ke depan, Bab V bertugas memberikan arahan kepada Kabupaten Kota terkait target-target makro Pembangunan yang akan memberikan kontribusi terhadap capaian target Pembangunan NTT secara agregat, dan arahan kebijakan Pembangunan yang perlu dilaksanakan Kabupaten/Kota dalam rangka memenuhi target target terse but. 5 . 1 . TARGET INDIKATOR MAKRO KABUPATEN/KOTA SE-NTT Arab Kebijakan Pembangunan Kota Kupang Kota kupang adalah wilayah perkotaan dengan dominasi aktivitas sektor jasa, karena "keuntungan"nya sebagai ibukota Provinsi NTT. Kota Kupangjuga menunjukkan performa yangjauh lebih tinggi dibandingkan dengan kabupaten lain yang ada di NTT. Indikator-indikator makro ekonomi utama daerah pada Kota Ku pang umumnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kabupaten lain di NTT. Pada Tahun rencana 2026, Kota Kupang diharapkan meneruskan performanya, sambil dapat memberikan dampak positif kepada wilayah-wilayah lain yang berada di sekitarnya. Kota Kupang juga harus bisa menjadi pusat demand, mampu menyerap komoditas dan produk yang telah dihasilkan oleh kabupaten/kota di NTT. Dengan denikian, Kota Kupang harus menjadi pusat pengolahan sekaligus pemasaran bagi produk unggulan yang dihasilkan di NTT. Hal ini memungkinkan dengan karakteristik Kota Ku pang yang sudah bergerak ke arah jasa dan perdagangan, serta sarana prasarana infrastruktur yang tersedia, seperti transportasi darat, udara dan laut, listrik, air, dan telekomunikasi (IT). Adapun target indikator Pembangunan makro yang ditetapkan untuk kota Kupang pada Tahun rencana 2026 adalah sebagai berikut: Tabel. 5.1 Target Indikator Pembangunan Makro Kota Kupang Tahun 2026 lndikator makro Target 2026 Pertumbuhan ekonomi (%) 7 Tingkat Pengangguran Terbuka 8,02 (TPT) (%) Tingkat Kemiskinan (%) 7,31 Indeks Pembangunan Manusia 85,19 (Point) Sumber data olahan Bapperida Prov NTT Tahun 2026 Pada Tahun rencana 2026, Ekonomi Kota Kupang diproyeksikan tumbuh sebesar 7%, tingkat pengangguran terbuka diproyeksikan akan berada pada kisaran 8,02%, dan persentase penduduk miskin yang pada Tahun 2023 tercatat sebesar 8,61% diproyeksikan dapat ditekan menjadi 7,31 % dari total populasi. Pada Tahun rencana 2026, IPM Kota Kupang diproyeksikan akan RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 V - 1 � , mencapai 85, 19 capaian yang memang sangat jauh jika dibandingkan dengan Kabupaten lain yang ada di NTT. Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Kupang Kabupaten Kupang merupakan salah satu kabupaten di NTT dengan luas wilayah danjumlah pendudukyang besar. Pada Tahun 2023,jumlah penduduk di Kabupaten Kupang mencapai ±376 ribujiwa atau merupakan Kabupaten ke dua di NTT dengan jumlah penduduk terbesar, setelah kabupaten Timor Tengah Selatan. Posisi geografisnya yang berdekatan dengan Kota Ku pang sebagai pusat pemerintahan dan pusat bisnis di NTT dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi Kabupaten Kupang untuk dapat meningkatkan produktivitas ekonominya dan mendorong meningkatnya kesejahteraan Masyarakat. Luas wilayah Kabupaten Ku pang yang besar juga merupakan salah satu keuntungan tersendiri. Kabupaten Kupang diarahkan untuk pengembangan peternakan, khususnya sapi dan babi, juga unggas, khususnya ayam. Usaha-usaha pertanianjuga memiliki potensi besar untuk dikembangkan pada Kabupaten ini seperti pengembangan hortikultura dan tanaman pangan (jagung dan padi) dan pengembangan pertanian lahan kering mengingat situasi hidrologi dan klimatologi di wilayah ini yang kering. Pengembangan perikanan baik perikanan laut dan perikanan darat juga potensial di kembangkan di Kabupaten Ku pang. Kabupaten Kupang merupakan salah satu penghasil rumput laut dengan kualitas tinggi di NTT. Pembangunan Observatorium Timau di Amfoang bisa menjadi salah satu keunggulan untuk pengembangan wisata Langit Gelap, selain potensi wisata lainnya. Upaya-upaya untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat -tetap harus dilakukan mengingat masih banyak penduduk miskin di daerah ini. Pada Tahun 2023, di Kabupaten Kupang tercatat persentase penduduk miskin mencapai 28,08%. Target makro Pembangunan daerah untuk Kabupaten Kupang pada Tahun rencana 2026 adalah sebagaimana terlihat pada tabel berikut: Tabel. 5.2 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Kupang Tahun 2026 Indikator Makro Target 2026 Pertumbuhan ekonomi (%) 5,41 Tingkat Pengangguran Terbuka 2,47 (TPT) (%) Tingkat Kemiskinan (%) 1 8 , 2 1 Indeks Pembangunan Manusia 63,60 - 63,89 Sumber data olahan Bapperida Prov NTT Tahun 2026 Pada Tahun 2026, ekonomi Kabupaten Kupang diproyeksikan akan tumbuh sebesar 5,41%. Tingkat pengangguran terbuka diproyeksikan akan turun menjadi 2,47% dan tingkat kemiskinan dapat ditekan menjadi 18,21% % turun dari 21,78% pada Tahun 2023. Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Kupang diproyeksikan akan berada pada kisaran 63,60 - 63,89. Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Timor Tengah Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan merupakan wilayah yang sangat luas, dengan jumlah Angkatan kerja yang besar ditambah dengan potensi pengembangan pertanian dan peternakan yang juga besar mengingat situasi geografis dan iklim yang relatif mendukung. Kabupaten TIS diarahkan untuk pengembangan pertanian khususnya tanaman pangan (padi, jagung), perkebunan dan pengembangan peternakan khususnya sapi. Untuk Tahun 2026, pengentasan dan pencegahan wabah rabies juga menjadi prioritas. RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 V - 2 � f Pendayagunaan potensi Kabupaten TI'S dengan baik dipercaya akan memberi daya dorong yang besar terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pengentasan kemiskinan yang masih tinggi di Kabupaten ini (pada Tahun 2023 tercatat persentase penduduk miskin di TI'S mencapai 25,18%. Kabupaten ITS ditargetkan untuk dapat mencapai target makro Pembangunan pada Tahun rencana 2026 sebagai berikut: Tabel. 5.3 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2026 Indikator makro Target 2026 Pertumbuhan ekonomi (%) 4 , 5 0 - 5,00 Tingkat Pengangguran Terbuka 1,03 - 0,71 (TPT) (%) Tingkat Kemiskinan (%) 24,64 - 24,37 lndeks Pembangunan Manusia 63,60,63,89 Sumber data olahan Bapperida Prov NIT Tahun 2026 Ekonomi Kabupaten ITS pada Tahun rencana 2026 diproyeksikan tumbuh sebesar 4,50 - 5,00 % dari Tahun 2024. Tingkat pengangguran terbuka juga diharapkan dapat ditekan menjadi 1,03% - 0,71%. Persentase penduduk miskin yang besar di daerah ini, yaitu sebesar 25,18% pada Tahun 2023 diproyeksikan akan dapat ditekan menjadi 24,64% - 63,89% pada Tahun rencana 2026. Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Timor Tengah Utara Seperti wilayah lain di daratan Timor, situasi hidrologi dan klimatologi Timor Tengah Utara mendukung bagi pertumbuhan vegetasi yang mendukung usaha usaha pertanian, perkebunan dan peternakan besar seperti Sapi,kerbau dan Kuda. Usaha-usaha pertanian dan peternakan dipercaya akan dapat memerikan kontribusi terhadap upaya meningkatkan kesejahteraan Masyarakat. Pada Tahun 2026 kabupaten Timor Tengah Utara ditargetkan untuk dapat mencapai target-target makro berikut ini. Tabel. 5.4 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Timor Tengah Utara Tahun 2026 Indikator makro Target 2026 Pertumbuhan ekonomi (%) 3,25 Tingkat Pengangguran Terbuka 1 , 8 (TPT) (%) Tingkat Kemiskinan (%) 20,49 Indeks Pembangunan Manusia 66,1 Sumber data olahan Bappenda Prov NTT Tahun 2026 Ekonomi TIU pada Tahun rencana 2026 diproyeksikan akan mencapai 3,25% dengan tingkat pengangguran terbuka ditekan menjadi 1,8% . persentase penduduk miskin di daerah ini yang cukup tinggi yaitu sebesar 21,85% pada Tahun 2023 dapat ditekan menjadi 20,49% pada Tahun rencana 2026. Indeks pembangunan manusia di TIU diproyeksikan berada pada kisaran 66,1 Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Belu Kabupaten Belu termasuk salah satu kabupaten di NIT yang memiliki catatan perkembangan indikator Pembangunan yang relatif baik dari Tahun ke Tahun sehingga potensial untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan baru. Situasi yang mendukung perkembangan positif dari Belu antara lain lokasinya yang merupakan salah satu Kabupaten terdepan yang berbatasan langsung dengan Negara Tetangga Timor Leste. Posisi geopolitik yang strategis RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 V - 3 � , « ' yang membuat Kabupaten ini cenderung lebih cepat berkembang dibandingkan dengan Kabupaten tetangga. Selain potensi geo-politik dan geo-ekonomi nya yang strategis, kabupaten Belu memiliki potensi pengembangan pertanian, peternakan dan kelautan perikanan. Belu juga potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata penting di NTT mengingat daya tarik alam dan wisata minat khusus (wisata religi) yang dimilikinya. Oleh karena performa yang ditunjukkan oleh Kabupaten Belu, maka pada Tahun 2026, target indikator makro Pembangunan kabupaten Belu adalah sebagaimana terlihat dalam tabel berikut Tabel. 5.5 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Belu Tahun 2026 Indikator makro Pertumbuhan ekonomi % Tingkat Pengangguran Terbuka TPT % Tin kat Kemiskinan % Indeks Pemban unan Manusia Tar et 2026 5 , 1 2 14,7 64,51 Sumber data olahan Bapperida Prov NTI Tahun 2026 Ekonomi Kab. Belu diproyeksikan akan tumbuh sebesar 5 , 1 % pada Tahun rencana 2026. Tingkat pengangguran terbuka diproyeksikan turun menjadi 2% dan tingkat kemiskinan dapat ditekan menjadi 14,7%. IPM belu diproyeksikan tumbuh menjadi 64,51. Arab Kebijakan Pembangunan Kabupaten Malaka Malaka merupakan kabupaten "bungsu di Provinsi N'IT, mekar dari kabupaten Induk Belu pada Tahun 2 0 1 3 seperti juga belu dan 'ITU, malaka merupakan salah satu kabupaten di NTT yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Timor Leste. Oleh karena merupakan daerah otonom baru, infrastruktur pembangunan belum se "siap kabupaten-kabupaten tetangganya, sehingga berpengaruh terhadap capaian daerah ini yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan daerah tetangga. Namun dengan memanfaatkan potensi yang dimilikinya, diantara-nya adalah potensi pertanian dan peternakan yang relatif besar, Kabupaten Malaka akan segera dapat mengejar ketertinggalannya. Pada Tahun 2026, kabupaten Malaka dipercaya akan dapat merealisasikan target-target makro pembangunan sebagaimana tertera pada tabel di bawah ini. Tabel. 5.6 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Malaka Tahun 2026 lndikator makro Pertumbuhan ekonomi % Tingkat Pengangguran Terbuka TPT % Tin kat Kemiskinan % Indeks Pemban nan Manusia Tar et 2026 3,73 - 3,94 3 , 3 2 - 3,50 15,29 - 10,00 6 3 , 2 1 - 65,00 Sumber data olahan Bapperida Prov NTT Tahun 2026 Pada Tahun rencana 2026, ekonomi Malaka diproyeksikan tumbuh cepat sebesar 3,73%- 3,94% dan tingkat pengangguran terbuka diproyeksikan turun manjadi 3,32% - 3,50%. Tingkat kemiskinan di Malaka diproyeksikan turun menjadi 15,29% - 10,00% dan Indeks Pembangunan Manusia meningkat menjadi 63,21 - 65,00. RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 V - 4 � f Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Manggarai Barat Manggarai Barat merupakan Kabupaten yang berbatasan langsung dengan provinsi tetangga, Nusa Tenggara Barat. Kabupaten paling barat di Nusa Tenggara Timur ini lebih dikenal karena potensi pariwisata yang dimilikinya. Tidak juga mengherankan jika kabupaten Manggarai barat meskipun merupakan kabupaten yang relatif "baru" (mekar dari Kabupaten Induk Kabupaten Manggarai pada Tahun 2003), namun maju sangat pesat, mengingat karena selain ditetapkan sebagai kawasan pariwisata super premium, proyek proyek strategis nasional banyak yang berlokasi di Manggarai Barat. Selain pariwisata, potensi pertanian, khususnya pertanian tanaman pangan di Kabupaten Manggarai Barat juga harus dikembangkan. Manggarai Baratjuga bisa bekerja sama dengan kabupaten tetangga untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan untuk pariwisata. Kabupaten manggarai Barat harus bersama Kota Kupang dan Kabupaten Belu harus bisa menjadi pusat demand yang menyerap produk yang dihasilkan di Provinsi NTT. Untuk bisa seperti ini, maka perlu menjaga dan menetapkan kawasan peruntukan untuk pertanian, sekaligus juga memperbaiki kapasitas sumber daya manusia di Kabupaten Manggarai Barat, dengan memperbaiki tingkat pendidikan tenaga kerja di Kabu paten Manggarai Barat, baik melalui sekolah formal, maupun dengan pendidikan vokasi dan keahlian tenaga kerja sesuai yang dibutuhkan pasar kerja. Dengan demikian kebutuhan tenaga kerja terampil di Kabupaten Manggarai Barat bisa dipenuhi dari Kabupaten Manggarai Barat dan sekitarnya. Menimbang kinerja pembangunan selama ini, target makro pembangunan Kabupaten Manggarai Barat pada Tahun 2026 adalah sebagaimana tercantum pada tabel beriku t : Tabel. 5.7 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2026 Indikator makro Target 2026 Pertumbuhan ekonomi (%) 5,87 Tingkat Pengangguran Terbuka 3 (TPT) (%) Tingkat Kemiskinan {%) 1 6 , 1 3 Indeks Pembangunan Manusia 69 Sumber data olahan Bapperida Prov NTT Tahun 2026 Ekonomi Manggarai Barat diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,87%, tingkat pengangguran terbuka diproyeksikan dapat ditekan menjadi 3 %. Persentase penduduk miskin yang masih cukup tinggi di wilayah ini diproyeksikan dapat ditekan menjadi 16,13%, dan indeks Pembangunan Manusia ditargetkan untuk berada pada kisaran 69. Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Manggarai Kabupaten Manggarai merupakan salah satu Kabupaten paling "tua" di NTT, yang lahir bersamaan dengan lahimya Nusa Tenggara Timur sebagai provinsi otonom, mekar dari Provinsi Sunda Kecil. Dari Kabupaten Manggarai telah mekar dua Kabupaten Otonom baru: Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai Timur. Kabupaten Manggaraiyang lebih dikenal sebagai Kabupaten dengan iklim yang sejuk ini memiliki kinerja pembangunan yang relatif baik. Manggarai sendiri memiliki potensi pengembangan yang besar terutama tanaman pangan dan perkebunan. Secara tradisional Manggarai sering dianggap sebagai lumbung padi NTT. Dengan potensi pertanian dan perkebunan yang ada, Kabupaten Manggarai dapat menjalin kerja sama dengan RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 V - 5 � Kabupaten Manggarai Barat untuk memenuhi kebutuhan pariwisata akan pangan segar di Kabupaten Manggarai Barat. Potensi Manggarai sendiri tidak terbatas pada sektor pertanian dan perkebunan. Manggarai juga memiliki potensi pengembangan wisata minat khusus karena memiliki beberapa destinasi wisata yang masih dapat dikembangkan. Karena itu, Kabupaten Manggarai dapat bekerja sama dengan Kabupaten Manggarai Barat melalui pelaksanaan event-event pariwisata dan paket pariwisata yang terintegrasi antara Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat, sehingga wisatawan yang datang ke Kabupaten Manggarai Barat dapat juga melanjutkan ke Kabupaten Manggarai. Selain itu, Manggaraijuga memiliki Potensi energi terbarukan khsusunya panas bumi yang telah mulai di kelola. Oleh karena potensi pengembangannya yang cukup besar, target-target makro pembangunan yang ditetapkan untuk Kabupaten Manggarai Tahun 2026, sebagaimana tercantum dalam tabel berikut, dipercaya akan dapat dicapai. Tabel. 5.8 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Manggarai Tahun 2026 Indikator makro Target 2026 Pertumbuhan ekonomi (%) 5,23 Tingkat Pengangguran Terbuka 2,08 (TPT) (%) Tingkat Kemiskinan (%) 1 7 , 1 2 Indeks Pembangunan Manusia 69,3 Sumber data olahan Bappenda Prov NIT Tahun 2026 Pada Tahun rencana 2026, Ekonomi Kabupaten Manggarai diproyeksikan tumbuh sebesar 5,23% dan tingkat pengangguran terbuka dapat ditekan menjadi 2,08%. Tingkat kemiskinan yang masih cukup tinggi di daerah ini ditargetkan turun menjadi 1 7, 12%. Dan indeks pembangunan manusia Manggarai ditargetkan berada pada kisaran 69,3 Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Manggarai Timur Sebagai Kabupaten yang mekar paling akhir dari kabupaten Induk Manggarai, kabupaten Manggarai Timur termasuk dalam kelompok Kabupaten yang berusia relatif muda. "Konsekuensi" dari relatif mudanya usia Kabupaten Manggarai Timur ini diantara-nya adalah masih relatif minimnya infrastruktur pembangunan yang terbangun dan berfungsi dengan baik untuk dapat mendorong potensi yang besar di kabupaten agar dapat berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan kesejahteraan, dan pengentasan kemiskinan. Kabupaten Manggarai Timur sendiri memiliki potensi yang besar dalam bidang pertanian dan perkebunan. Situasi tanah dan iklim yang baik menyebabkan tanah di kabupaten Manggarai Timur subur dan cocok untuk ditanami dengan tanaman-tanaman pertanian dan perkebunan yang berharga tinggi di pasar hasil bumi. Kabupaten Manggarai Timur juga memiliki potensi pariwisata. Dengan adanya tumbuhan teratai terbesar kedua di dunia, setelah di India, selain potensi pariwisata lainnya. Dengan potensi pengembangan yang demikian besar, Kabupaten Manggarai Timur diyakini akan dapat mencapai target pembangunan daerah Tahun 2026 sebagaimana tercantum dalam tabel berikut 1n1: « RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 , Tabel. 5.9 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Manggarai Timur Tahun 2026 Indikator makro T a r· e t 2026 Pertumbuhan ekonomi % 5,23 3 69 1 6 , 1 3 Sumber data olahan Bapperida Prov NTT Tahun 2026 Indeks Pemban nan Manusia L Tin kat Kemiskinan % � Tingkat Pengangguran Terbuka TPT % � Ekonomi Manggarai Timur diproyeksikan akan tumbuh sebesar 45,23% pada Tahun rencana 2026. Tingkat pengangguran terbuka di targetkan dapat ditekan manjadi 3% dan tingkat kemiskinan yang masih tinggi di daerah ini ditargetkan turun menjadi 16, 13%. 1PM Manggarai timur ditargetkan meningkat menjadi 69. Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Ngada Seperti Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ngada merupakan wilayah yang memiliki potensi besar pengembangan tanaman perkebunan. Lokasi dari Kabupaten yang berada di bawah kaki Gunung Inerie memberikan keuntungan dalam bentuk tanah yang subur dan iklim yang baik yang sangat membantu dalam mengupayakan tanaman-tanaman perkebunan berharga tinggi. Selain potensi di sektor perkebunan, Ngada sendiri memiliki potensi untuk pengembangan tanaman hortikultura dan peternakan khususnya ternak babi. Selain itu, Kabupaten Ngadajuga dapatdikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata yang pen ting di NTT. Daya tarik alam dan adat istiadat di Ngada telah menarik ribuan turis untuk berkunjung setiap Tahunnya. Situs-situs budaya yang masih terjaga baik di Ngada masih dapat dikembangkan untuk dapat secara lebih besar memberikan dorongan bagi perkembangan industri pariwisata di daerah ini. Selain itu Penetapan Kawasan Wolobobo sebagai Kebun Raya melalui SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor SK.438/Men.lhk/Setjen/PLA.0/6/2016 tentang Penetapan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus sebagai Kebun Raya Wolobobo untuk Hutan Penelitian, Pengembangan dan Pendidikan Lingkungan pada Kawasan Hutan Produksi Tetap di Kabupaten Ngada Provinsi NTT seluas ± 100 Ha, memberikan "keuntungan tersendiri bagi Kabupaten Ngada, karena kawasan Kebun Raya Wolobobo juga menjadi salah satu destinasi paariwisata minat khusus, yang tidak ada di kabupaten/kota lain di Provinsi NTT. Lokasi Wolobobo yang berada di gunung tertinggi di Pulau Flores memungkinkan untuk itu. Membesarnya pariwisata di Ngada diharapkan dapat memberikan insentif bagi berkembangnya industri kreatif di daerah ini yang akan banyak menciptakan lapangan kerja baru. Kabupaten Ngada juga termasuk dalam wilayah yang memiliki kinerja pembangunan yang cukup baik relatif sehingga diyakini akan dapat merealisasikan target makro pembangunan pada Tahun 2026 sebagaimana tercantum dalam tabel di bawah i n i : Tabel. 5.10 Target lndikator Pembangunan Makro Kabupaten Ngada Tahun 2026 Indikator makro Tar:et 2026 Pertumbuhan ekonomi % I Tingkat Pengangguran Terbuka TPT % 5 , 1 7 2,58 Tin kat Kemiskinan % I Indeks Pemban unan Manusia . 9,54 7 1 , 1 Sumber data olahan Bapperida Prov NTT Tahun 2026 RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 V-7'--' , Ekonomi Ngada ditargetkan tumbuh sebesar 5, 1 7% pada Tahun rencana 2026 dan tingkat pengangguran terbuka ditargetkan berkisar antara 2,58%. Tingkat kemskinan di daerah ini termasuk kecil relatif dibandingkan dengan wilayah lain di NTT, dan ditargetkan turun menjadi 9,54%, sementara 1PM ditargetkan berkisar antara 7 1 , 1. Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Nagekeo Kabupaten Nagekeo merupakan Kabupaten pemekaran dari kabupaten Induk Ngada. Sebagaimana beberapa kabupaten baru yang ada di NTT, infrastruktur pembangunan yang terbangun masih belum selengkap sebagaimana yang ada di Kabupaten-Kabupaten yang sudah lama berdiri. Ini berakibat pada performa/kinerja pembangunannya yang relatif masih sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di NTT. Meskipun demikian, Nagekeo memiliki potensi pengembangan yang tidak kalah besar. Luasan wilayah yang masih memungkinkan untuk mendorong perkebunan skala besar mengingat situasi tanahnya yang subur. Potensi pariwisata dan perikanan kelautan juga merupakan potensi yang dapat didorong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada Tahun 2026, Negeko dipercaya akan dapat memenuhi target makro pembangunan sebagaimana tampak dalam tabel.. beriku t : Tabel. 5 . 1 1 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Nagekeo Tahun 2026 Indikator makro Target 2026 Pertumbuhan ekonomi (%) 3,52 Tingkat Pengangguran Terbuka 3,3 (TPT) (%) Tingkat Kemiskinan (%) 12 Indeks Pembangunan Manusia 66,70 Sumber data olahan Bapperida Prov NIT Tahun 2026 Ekonomi Nagekeo ditargetkan tumbuh sebesar 3,52% pada Tahun rencana 2026. Tingkat pengangguran terbuka diproyeksikan turun menjadi 3,3% dan tingkat kemiskinan ditargetkan turun menjadi 12%. Indeks Pembangunan Manusia Nagekeo ditargetkan berkisar antara 66,70 Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Ende Kabupaten Ende terletak di tengah pulau Flores. Namun bukan lokasinya saja yang terletak pada sentral Flores, peran Ende dalam perdagangan di Flores juga cukup sentral. Ini tidak lepas dari lokasi dan ketersediaan infrastruktur perhubungan di Ende yang selama ini menjadi pintu masuk utama ke daratan Flores. Peran sentral Ende dalam perdagangan regional Flores menjadi salah satu modal utama dalam mengakselerasi pembangunan daerahnya selain potensi pertanian yang memang didukung oleh situasi tanah dan iklim. Kabupaten Ende juga memiliki potensi pengembangan perikanan yang besar yang dapat dimaksimalkan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Mengingat angka kemiskinan yang relatif tinggi di kabupaten ini (22,86% pada Tahun 2023), dibutuhkan upaya bersama untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengurangan kemiskinan di Kabupaten ini. Dengan performa pembangunan sepanjang beberapa Tahun terakhir, Ende dipercaya akan dapat merealisasikan target pembangunan sebagaimana tercantum dalam tabel berikut ini. RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 V - 8 � , « Tabel. 5.12 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Ende Tahun 2026 Indikator makro Target 2026 Pertumbuhan ekonomi (%) 4 , 1 9 Tingkat Pengangguran Terbuka 1,234 (TPT) (%) Tingkat Kemiskinan (%) 2,196 Indeks Pembangunan Manusia 69,01 Sumber data olahan Bapperida Prov NTT Tahun 2026 Kabupaten Ende ditargetkan dapat mendorong ekonominya tumbuh sebesar 4, 19% pada Tahun rencana 2026. Tingkat pengangguran terbuka ditargetkan untuk dapat diturunkan menjadi 1,234% dan tingkat kemiskinan diturunkan menjadi 2,196%. Indeks Pembangunan Manusia ditargetkan dapat ditingkatkan pada kisaran 69,01 pada Tahun rencana 2026. Arab Kebijakan Pembangunan Kabupaten Sikka Kabupaten Sikka, berlokasi di bagian barat-tengah pulau Flores kaya akan potensi yang dapat didayagunakan untuk mendorong kemajuan dan perbaikan kesejahteraan masyarakat di daerah ini. Beberapa potensi yang dimiliki antaranya potensi pertanian yang cukup besar, terutama dalam produksi jagung, kopi, kelapa, dan kemiri. Selain itu, komoditas pertanian lainnya seperti coklat, vanili, dan padi juga dapat dikembangkan. Di sektor perikanan, Wilayah ini juga kaya akan sumber daya perikanan, baik laut maupun darat. Berbagaijenis ikan dan hasil laut lainnya menjadi potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Di sektor pariwisata, Kabupaten Sikka memiliki potensi pariwisata yang menarik, terutama dengan keindahan alamnya seperti pantai-pantai yang eksotis, pulau-pulau cantik, serta keberagaman budaya dan adat istiadat. Pariwisata budaya dan religi juga merupakan daya tarik tersendiri. Kabupaten Sikka adalah salah satu dari sedikit wilayah di NTT yang mulai mengembangkan industri pertaniannya, Potensi industri di Kabupaten Sikka terutama berfokus pada pengolahan hasil pertanian dan perikanan, seperti pengolahan kopi, kelapa, dan ikan. Selain itu, industri kreatif seperti kerajinan tangan juga memiliki peluang untuk dikembangkan. Dengan potensi yang dimilikinya, Sikka dipercaya akan dapat mencapai target pembangunan pada Tahun rencana 2026 seperti yang tercantum dalam ta bel beriku t ini. Tabel. 5.13 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Sikka Tahun 2026 Indikator makro Target 2026 Pertumbuhan ekonomi (%) 4,3 Tingkat Pengangguran Terbuka 4,42 (TPT) (%) Tingkat Kemiskinan (%) 1 1 , 5 9 Indeks Pembangunan Manusia 67,5 Sumber data olahan Bapperida Prov NTT Tahun 2026 Ekonomi Sikka ditargetkan untuk tumbuh sebesar 4,3% pada Tahun 2026, dan tingkat pengangguran terbuka dapat ditekan menjadi 4,42%. Persentase penduduk miskin di daerah ini ditargetkan untuk dapat diturunkan ke level 11,59% dan Indeks Pembangunan Manusia diproyeksikan akan mencapai kisaran 67,5. RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 v-•- , Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Flores Timur Kabupaten Flores Timur, merupakan kabupaten yang berada di daratan ( mainland) Flores yang paling timur, memiliki potensi yang dapat dikembangkan dalam berbagai sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kabupaten Flores Timur memiliki potensi pariwisata yang besar, terutama karena keindahan alamnya yang memukau, dan sejarahnya yang unik yang membuatnya menjadi destinasi wisata religi yang mungkin paling terkenal di NTT. Pengembangan infrastruktur pariwisata, akomodasi, dan fasilitas pendukung lainnya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat. Potensi pertanian di Kabupaten Flores Timur meliputi tanaman pangan seperti padi, jagung, dan ubi kayu, serta komoditas hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan. Selain itu, potensi besar Flores Timur adalah perikanan dan kelautan. Wilayah pesisir Kabupaten Flores Timur juga kaya akan sumber daya perikanan. Pengembangan sektor perikanan melalui pembangunan pelabuhan, fasilitas pengolahan, serta peningkatan kapasitas nelayan lokal dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi daerah. Akhir-akhir ini seiring dengan membesarnya potensi pariwisata di daerah, industri kreatif di Flores Timur juga makin berkembang. Potensi industri kreatif seperti kerajinan tangan tradisional, tekstil, dan tenun ikat dikembangkan di Kabupaten Flores Timur. Dukungan dalam pengembangan keterampilan, pemasaran, dan akses pasar dapat membantu meningkatkan pendapatan bagi para pengrajin lokal. Dengan potensi pengembangan yang besar, target capaian indikator pembangunan kabupaten Flores timur pada Tahun rencana 2026 adalah sebagaimana terlihat pada tabel di bawah ini Tabel. 5-14 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Flores Timur Tahun 2026 lndikator makro Target 2026 Pertumbuhan ekonomi (%) 4,71 Tingkat Pengangguran Terbuka 2,82 (TPT) (%) Tingkat Kemiskinan (%) 9,5 Indeks Pembangunan Manusia 66,2 Sumber data olahan Bapperida Prov NTT Tahun 2026 Pada Tahun rencana 2026, ekonomi Flores Timur ditargetkan untuk tumbuh sebesar 4,71% dengan tingkat pengangguran terbuka ditekan menjadi 2,82%. Tingkat kemiskinan ditargetkan menurun menjadi 9 ,5% dan Indeks Pembangunan Manusia meningkat di kisaran 66,2. Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Lembata Kabupaten Lembata, terletak di sebelah timur kabupaten Flores Timur, merupakan kabupaten yang relatif muda, mekar dari induknya Kabupaten Flores Timur pada Tahun 2006. meskipun relatif muda, kabupaten Lembata memiliki potensi yang dapat dikembangkan dalam beberapa sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya. Kabupaten Lembata memiliki potensi pertanian yang cukup menjanjikan, terutama dalam produksi tanaman pangan seperti padi, jagung, dan ubi kayu. Selain itu, komoditas pertanian lainnya seperti kelapa, kakao, dan kopi juga dapat dikembangkan lebih lanjut. Wilayah pesisir Kabupaten Lembata kaya akan sumber daya perikanan. Pengembangan sektor perikanan melalui pembangunan infrastruktur penangkapan, pengolahan, dan pemasaran ikan dapat memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi lokal. Selain bergantung RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 f kepada hasil bumi dan laut, terdapat potensi pengembangan Pariwisatadi daerah ini yang didukung oleh keindahan alamnya yang menakjubkan, termasuk pantai-pantai yang eksotis, pemandangan gunung, serta keberagaman budaya dan tradisi lokal. Dengan segala potensi yang dimilikinya, maka kabupaten Lembata dipercaya akan dapat mencapai target makro pembangunan Tahun rencana 2026 sebagaimana terlihat dalam tabel berikut ini. Tabel. 5-15 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Lembata Tahun 2026 Indikator makro Target 2026 Pertumbuhan ekonomi (%) 5 , 5 - 6 , 7 5 Tingkat Pengangguran Terbuka 1 , 5 - 2 , 0 0 (TPT) (%) Tingkat Kemiskinan (%) 19 - 20,0 Indeks Pembangunan Manusia 70,5 Sumber data olahan Bapperida Prov NTT Tahun 2026 Ekonomi Lembata ditargetkan tumbuh sebesar 5,5 - 6 , 7 5 % pada Tahun rencana 2026, dengan tingkat pengangguran terbukja yang ditekan menjadi 1,5% - 2,00%. Tingkat kemiskinan yang masih cukup tinggi ditargetkan dapat diturunkan menjadi 19 - 20,0% sementara Indeks pembangunan Manusia diproyeksikan akan dapat mencapai kisaran 70,5. Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Alor Kabupaten Alor adalah Kabupaten paling Timur di NTT. Kabupaten ini memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya. Sebagai kabupaten kepulauan, Alor kaya akan sumber daya perikanan. Pengembangan sektor perikanan, baik perikanan tangkap maupun budidaya, dapat memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Dukungan untuk pengembangan infrastruktur penangkapan, pengolahan, dan pemasaran ikan akan meningkatkan potensi sektor ini. Selain itu, potensi pariwisata di daerah ini juga potensial untuk dikembangkan. Potensi pariwisata di Kabupaten Alor terletak pada keindahan alamnya yang menakjubkan, termasuk pantai-pantai yang eksotis, terumbu karang yang indah, serta budaya dan tradisi unik masyarakat lokal. Destinasi wisata seperti Pulau Alor dan Pantai Takpala, menawarkan potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Selain itu, Kabupaten Alor juga memiliki potensi dalam industri kreatif, seperti kerajinan tangan tradisional, anyaman, dan tenun ikat. Dukungan dalam pengembangan keterampilan, promosi, dan pemasaran produk-produk kreatif lokal dapat meningkatkan pendapatan bagi pengrajin dan pelaku usaha kecil. Potensi energi terbarukan seperti energi surya, angin, dan hidro juga dapat dikembangkan di Kabupaten Alor. Pemanfaatan sumber daya alam ini tidak hanya dapat meningkatkan ketersediaan energi, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Pada Tahun rencana 2026, Kabupaten Alor diproyeksikan dapat mencapai target makro pembangunan sebagaimana tercantum dalam tabel berikut ini. RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 V - 11 � , Tabel. 5-16 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Alor Tahun 2026 Indikator makro Target 2026 Pertumbuhan ekonomi (%) 5,24 Tingkat Pengangguran Terbuka 2,08 (TPT) (%) Tingkat Kemiskinan (%) 1 9 , 1 1 Indeks Pembangunan Manusia 69,99 Sumher data olahan Bapperida Prov NTT Tahun 2026 Pada Tahun rencana 2026, ekonomi alor ditargetkan tumbuh pada kisaran 5,24 % dengan tingkat pengangguran terbuka yang dapat ditekan menjadi 2,08 %. Tingkat kemiskinan diproyeksikan akan dapat dikurangi menjadi 1 9 , 1 1 % dan Indeks Pembangunan Manusia diproyeksikan akan mencapai kisaran 69, 99% Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Rote Ndao Kabupaten Rote Ndao merupakan Kabupaten paling selatan di NTT, berbatasan langsung dengan perairan batas negara Indonesia dan Australia. Sebagai daerah terdepan, Rote Ndao memiliki nilai strategis bagi Indonesia dan perlu mendapatkan perhatian untuk pengembangannya. Rote Ndao memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut pada beberapa sektor : Pariwisata: Rote Ndao memiliki pantai-pantai yang indah dan potensi untuk pengembangan ekowisata. Pariwisata pantai, selam, dan surfing bisa menjadi daya tarik utama. Promosi pariwisata yang lebih aktif, pengembangan infrastruktur yang mendukung, dan pelatihan bagi masyarakat lokal untuk menjadi pemandu wisata dapat menjadi langkah-langkah dalam pengembangan sektor pariwisata. Di sektor pertanian, terutama dalam produksi padi dan jagung merupakan komoditi pertanian utama di Rote Ndao. Pengembangan teknologi pertanian yang lebih modem, pelatihan bagi petani, dan pengembangan rantai pasok yang efisien dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani. Dengan lokasinya yang berada di dekat laut, perikanan merupakan sektor yang berpotensi untuk dikembangkan di Rote Ndao. Peningkatan teknologi perikanan, pembangunan infrastruktur pendukung seperti pelabuhan, serta pengembangan pasar lokal dan ekspor dapat meningkatkan potensi sektor perikanan. Rote Ndao memiliki budaya yang kaya, termasuk musik tradisional dan kerajinan lokal seperti tenun ikat. Pengembangan industri kreatif seperti pengolahan kerajinan tangan tradisional dan promosi seni dan budaya lokal dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat dan meningkatkan pariwisata budaya. Pada Tahun rencana 2026, Rote Ndao diproyeksikan akan mencapai target-target makro pembangunan sebagaimana tertera dalam tabel berikut: Tabel. 5-17 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026 Indikator makro Target 2026 Pertumbuhan ekonomi (%) 4,5 Tingkat Pengangguran Terbuka 3 (TPT) (%) Tingkat Kemiskinan (%) 25 Indeks Pembangunan Manusia 67,21 Sumber data olahan Bapperida Prov NTT Tahun 2026 RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 V-12� , Ekonomi Rote Ndao ditargetkan tumbuh berkisar 4,5% pada Tahun rencana 2026 dengan tingkat pengangguran terbuka dapat ditekan menjadi 3%. Tingkat kemiskinan yang masih tinggi di Kabupaten ini diproyeksikan akan dapat menurun menjadi 25% dan Indeks pembangunan manusia ditargetkan akan mencapai rentang 67,21. Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Sabu Raijua Kabupaten Sabu raijua merupakan salah satu Kabupaten termuda di NTT. Sebagai sebuah kabupaten yang masih muda, masih banyak hal yang perlu mendapatkan perhatian untuk pembenahannya. Tentu saja ini tidak mudah, tetapi juga bukan sesuatu yang mustahil mengingat hanyaknya potensi pengembangan yang dimiliki oleh daerah ini. Dengan keindahan alamnya, seperti pantai-pantai yang eksotis dan terumbu karang yang menakjubkan, Sahu Raijua memiliki potensi besar untuk pengemhangan pariwisata. Promosi pariwisata yang lebih aktif, pengemhangan infrastruktur pariwisata, dan pelatihan bagi pelaku pariwisata lokal dapat meningkatkan daya tarik pariwisata di daerah ini. Sebagai Kabupaten kepulauan, perikanan juga memiliki potensi besar di Sahu Raijua. Pengembangan infrastruktur perikanan seperti pelabuhan dan fasilitas pengolahan ikan, serta peningkatan kapasitas nelayan melalui pelatihan, dapat meningkatkan produksi dan nilai tambah sektor perikanan. Budaya dan kerajinan tradisional, seperti tenun ikat dan kerajinan tangan lainnya, merupakan kekayaan budaya Sabu Raijua yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Pengemhangan industri kreatif melalui pelatihan keterampilan, promosi produk lokal, dan pemhukaan pasar haru dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi populasi penduduk miskin di sabu raijua yang sangat tinggi. Pada Tahun 2023, tercatat di wilayah ini terdapat sebesar 28,37% penduduk miskin diantara total penduduknya. Dengan melihat performa Sahu Raijua di Tahun-Tahun sebelumnya, kabupaten sabu raijua dipercaya akan dapat mencapai target makro pembangunan Tahun rencana 2026 sebagaimana tercantum dalam tabel berikut Tabel. 5-18 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2026 lndikator makro Target 2026 Pertumbuhan ekonomi (%) 5,25 Tingkat Pengangguran Terbuka 2 , 0 9 - 1,90 (TPT) (%) Tingkat Kemiskinan (%) 25 Indeks Pembangunan Manusia 67,21 Sumber data olahan Bapperida Prov NTT Tahun 2026 Pada Tahun rencana 2026, ekonomi Sahu Raijua ditargetkan tumbuh sebesar 5,25% dengan tingkat pengangguran terbuka dapat diturunkan menjadi 2,09 - 1,90%. Tingkat kemiskinan yang masih cukup tinggi di daerah ini ditargetkan untuk dapat diturunkan ke level 25% dan Indeks Pembangunan Manusia ditargetkan dapat ditingkatkan menjadi 6 7 , 2 1 . Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Sumba Timur Kabupaten Sumba Timur terletak pada bagian timur pulau sumba. Wilayah ini memiliki berbagai potensi pengemhangan diantaranya Pariwisata, didukung oleh keindahan alam yang memikat, pantai-pantai yang eksotis, serta RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 V-13� f kekayaan budaya yang khas, seperti tradisi adat dan tenun ikat Sumba. Pengembangan infrastruktur pariwisata yang memadai, promosi destinasi wisata, dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas layanan pariwisata bisa menjadi langkah-langkah yang ditempuh untuk menambah daya dorongnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Kabupaten Sumba Timur memiliki potensi pertanian yang masih dapat dikembangkan lagi karena didukung oleh ketersediaan lahan yang besar dan angkatan kerja yang cukup. Pengembangan pertanian organik atau pertanian berkelanjutan dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian daerah apabila didukung dengan penyediaan sumberdaya air yang memadai. Pemanfaatan potensi sumber daya laut seperti perikanan dan budidaya rumput laut dapat menjadi sektor yang menjanjikan di Sumba Timur. Pengembangan infrastruktur penangkapan dan pengolahan ikan, serta pelatihan untuk meningkatkan keterampilan nelayan, bisa membantu mengoptimalkan potensi ini. Selain itu wilayah yang luas dan vegetasi yang mendukung memungkinkan sumba Timur untuk menjadi salah satu daerah produsen temak-temak besar seperti sapi, kerbau dan kuda. Di sektor ekonomi kreatif, Tenun ikat Sumba merupakan warisan budaya yang sangat berharga dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk kreatif yang memiliki nilai jual tinggi. Pelatihan dan pendampingan bagi para pengrajin lokal dapat membantu meningkatkan kualitas produk dan akses pasar. Upaya-upaya pembangunan sumba timur memang harus terus dilaksanakan mengingat persentase penduduk miskin yang tinggi di daerah ini, yang pada Tahun 2023 tercatat sebesar 28,08% dari total penduduk Sumba Timur. Dengan potensi pengembangannya yang besar, Sumba Timur diproyeksikan dapat mencapai target pembangunan makro daerah sebagaimana tercantum dalam tabel berikut. Tabel. 5-19 Target lndikator Pembangunan Makro Kabupaten Sumba Timur Tahun 2026 lndikator makro Target 2026 Pertumbuhan ekonomi (%) 3,72 Tingkat Pengangguran Terbuka 2 , 1 8 (TPT) (%) Tingkat Kemiskinan (%) 26,51 Indeks Pembangunan Manusia 68,69 Sumber data olahan Bappenda Prov NIT Tahun 2026 Pada Tahun rencana 2026, ekonomi Sumba Timur ditargetkan tumbuh sebesar 3, 72%. Tingkat pengangguran terbuka ditargetkan menurun menjadi 2 , 1 8 % sementara tingkat kemiskinan yang masih cukup tinggi dapat diturunkan menjadi 26,51%. Indeks Pembangunan Manusia Sumba Timur ditargetkan mencapai 68,69 pada Tahun rencana 2026. Arab Kebijakan Pembangunan Kabupaten Sumba Tengah Kabupaten Sumba Tengah merupakan salah satu Kabupaten termuda di Provinsi Nusa Tenggara Timur, mekar dari Kabupaten Induk Sumba Barat pada Tahun 2007. Kabupaten Sumba Tengah juga memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Beberapa potensi pengembangan yang dapat dipertimbangkan diantaranya adalah Pariwisata: Sumba Tengah memiliki keindahan alam yang luar biasa, termasuk pantai-pantai yang mernukau, dan keanekaragarnan budaya. Potensi wisata alam dan budaya dapat dikernbangkan melalui promosi destinasi wisata, pembangunan fasilitas pariwisata, dan RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 V-14' , 11111111 pengembangan paket wisata yang menarik. Selain itu, daerah ini memiliki lahan pertanian yang subur dan potensial untuk pengembangan berbagai jenis tanaman seperti dan buah-buahan tropis lainnya. Pengembangan teknologi pertanian modern dan pelatihan bagi petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.Sumba Tengah juga memiliki potensi perikanan yang dapat dikembangkan, baik melalui peningkatan kapasitas penangkapan ikan maupun pengembangan budidaya ikan air tawar dan air laut seperti keramba ikan atau rumput laut. Seperti Sumba Timur, Kabupaten Sumba Tengah juga memiliki tradisi tenun ikat yang khas dan berharga. Pengembangan industri kreatif melalui promosi dan pengembangan produk-produk tenun ikat serta kerajinan tangan lainnya dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi masyarakat setempat. Sumba tengah adalah salah satu kabupaten dengan catatan kemiskinan yang tinggi. Pada Tahun 2023 tercatat persentase penduduk miskin di Kabupaten ini mencapai 3 1 , 78% dari total populasinya sehingga upaya-upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat harus terus didorong. Pada Tahun rencana 2026, proyeksi beberapa indikator makro pembangunan Sumba Tengah adalah sebagaimana tercantum dalam table berikut: Tabel. 5-20 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Sumba Tengah Tahun 2026 Indikator makro Target 2026 Pertumbuhan ekonomi (%) 5,5 Tingkat Pengangguran Terbuka 1 , 1 8 (TPT) (%) Tingkat Kemiskinan (%) 26 Indeks Pembangunan Manusia 66,07 Sumber data olahan Bapperida Prov NTT Tahun 2026 Pada Tahun rencana 2026, ekonomi sumba tengah ditargetkan dapat mencapai 5,5% dengan tingkat pengangguran terbuka yang dapat ditekan menjadi 1 , 1 8 %. Dengan tingkat kemiskinan yang sangat tinggi, diharapkan pada Tahun rencana 2026 sumba tengah dapat menurunkannya menjadi 26% dan Indeks Pembangunan Manusia berkisar pada 66,07 Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Sumba Barat Kabupaten Sumba Barat, adalah salah satu Tertua di NTT, dan telah mengalami pemekaran menjadi tiga Kabupaten: Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Barat Daya. Seperti kabupaten lain di Sumba, juga memiliki potensi yang menjanjikan untuk dikembangkan seperti Pariwisata, Pertanian dan kelautan perikanan. Kabupaten ini memiliki lahan pertanian yang cukup besar dan potensial untuk berbagaijenis tanaman. Potensi pengembangan pertanian organik atau pertanian berkelanjutan dapat meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk pertanian daerah. Diversifikasi produk pertanian juga dapat menjadi strategi untuk meningkatkan pendapatan petani. Sumba Barat memiliki potensi perikanan yang dapat dikembangkan baik di sektor penangkapan ikan maupun budidaya. Investasi dalam infrastruktur perikanan seperti dermaga dan fasilitas pengolahan ikan, serta pelatihan untuk meningkatkan keterampilan nelayan lokal, dapat meningkatkan produktivitas dan nilai tambah sektor perikanan. Sumba Barat juga memiliki potensi besar untuk pengembangan peternakan karena vegetasi dan hamparan alamnya yang mendukung usaha-usaha peternakan. Seperti daerah lain di Sumba, tenun ikat merupakan warisan budaya yang penting di Sumba Barat. Pengembangan industri kreatif melalui promosi produk tenun ikat dan kerajinan lokal dapat RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 V-1.- , memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Upaya-upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan untuk dapat menurunkan tingkat kemiskinan di daerah ini yang pada Tahun 2023 mencapai 27,17% Pada Tahun rencana 2026, target capaian indikator makro pembagnunan di Sumba Barat adalah sebagaimana terlihat dalam tabel berikut: Tabel. 5-21 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Sumba Barat Tahun 2026 Indikator makro Target 2026 Pertumbuhan ekonomi {%) 5,37 Tingkat Pengangguran Terbuka 1 , 1 {TPT) {%) Tingkat Kemiskinan (%) 28,27 - 27 ,82 Indeks Pembangunan Manusia 66 Sumber data olahan Bapperida Prov NTT Tahun 2026 Target pertumbuhan ekonomi sumba barat pada Tahun rencana 2026 adalah sebesar 5,37% dengan tingkat pengangguran terbuka ditekan menjadi 1 , 1 %. Tingkat kemiskinan yang masih tinggi di daerah ini ditargetkan untuk dapat diturunkan menjadi 28,27 - 27,82% dan Indeks Pembangunan Manusia ditargetkan untuk meningkat menjadi 66 Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Sumba barat Daya Kabupaten Sumba Barat Daya secara geografis merupakan bagian paling barat dari pulau Sumba. Kabupaten ini mekar dari Kabupaten Sumba Barat pada Tahun 2007. Sebagai kabupaten dengan usia yang relatif "muda potensi pengembangan Sumba Barat daya masih sangat luas. Potensi pengembangan kabupaten ini diantaranya: Pariwisata Berkelanjutan. Kabupaten Sumba Barat Daya memiliki pantai-pantai yang eksotis, pemandangan alam yang menakjubkan, dan kekayaan budaya yang unik. Pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan memperhatikan pelestarian lingkungan, budaya lokal, serta kesejahteraan masyarakat setempat dapat menjadi salah satu arah utama. Investasi dalam infrastruktur pariwisata, promosi destinasi wisata, dan pelatihan tenaga kerja di sektor pariwisata dapat meningkatkan daya tarik dan pengelolaan destinasi wisata. Pertanian merupakan sektor utama di Sumba Barat Daya. Dengan memperkenalkan teknologi pertanian yang modem, penerapan praktik pertanian berkelanjutan, serta diversifikasi tanaman, seperti tanaman pangan, tanaman hortikultura, dan tanaman perkebunan, pertanian dapat ditingkatkan secara signifikan. Selain itu, pelatihan dan pendampingan untuk petani dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian juga penting. Potensi perikanan dan kelautan di wilayah pantai Sumba Barat Daya sangat besar. Pengembangan budidaya ikan, peningkatan kapasitas penangkapan ikan secara berkelanjutan, serta pengembangan industri pengolahan hasil perikanan dapat menjadi fokus pengembangan dalam sektor ini. Warisan budaya seperti tenun ikat dan kerajinan tangan tradisional merupakan aset yang berharga di Sumba Barat Daya. Pengembangan industri kreatif melalui promosi dan pengembangan produk-produk lokal dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat. Pelatihan dalam pengembangan keterampilan dan manajemen bisnis juga dapat meningkatkan daya saing produk-produk lokal di pasar. RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 V - 1 � f Pada Tahun rencana 2026, Sumba Barat daya dipercaya akan dapat mencapai target indikator makro pembangunan sebagaimana tertera pada tabel dibawa ini. Tabel. 5-22 Target Indikator Pembangunan Makro Kabupaten Sumba Barat Daya Tahun 2026 Indikator makro Target 2026 Pertumbuhan ekonomi (%) 4,5 Tingkat Pengangguran Terbuka 1 , 1 3 (TPT) (%) Tingkat Kemiskinan (%) 2 5 , 1 1 Indeks Pembangunan Manusia 63,71 Sumber data olahan Bappenda Prov NTT Tahun 2026 Ekonomi Sumba Barat Daya ditargetkan untuk tumbuh 4,5% pada Tahun rencana 2026 dengan tingkat pengangguran terbuka ditekan menjadi 1,13%. Tingkat kemiskinan yang tinggi ditargetkan untuk dapat diturunkan menjadi 25, 1 1 % sementara Indeks Pembangunan Manusia ditargetkan meningkat pada kisaran 63, 7 1 . 5.2. PENGEMBANGAN RANTAI NILAI EKONOMI Pengembangan rantai nilai ekonomi mengacu pada upaya untuk meningkatkan nilai tambah dalam setiap tahapan produksi atau penyediaan barang danjasa, dari bahan mentah hingga produkjadi atau layanan yang siap digunakan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan daya saing produk atau layanan tersebut di pasar. Bagi Nusa Tenggara Timur pengembangan rantai nilai ekonomi mutlak diperlukan dalam rangka meningkatkan nilai tambah komoditi-komoditi yang dihasilkan di NTT agar memberi manfaat bagi peningkatan pendapatan masyarakat di NTT yang sebagian besarnya bekerja pada lapangan usaha primer (pertanian, peternakan, kelautan perikanan). Proses ini menuju kepada apa dalam istilah yang lebih umum sering disebut sebagai "hilirisasi. Untuk kepentingan hilirisasi ini kabupaten/Kota di NTT dibagi kedalam tiga kluster pembangunan yaitu cluster-Flores-Lembata-Alor ; Cluster Timor Rote Ndao; dan Cluster Sumba-Sabu Raijua, dengan masing-masing peran yang diharapkan dapat dijalankan oleh masing-masing Kabupaten/Kota dalam rangka mendorong peningkatan nilai tambah. Pengembangan wilayah yang berada dalam tiga cluster ekonomi ini dilaksanakan melalui pengembangan ekonomi hijau, yaitu model ekonomi yang bertujuan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan mengurangi ketimpangan, tanpa membahayakan kelestarian lingkungan hidup untuk generasi mendatang; dan ekonomi biru yaitu konsep pembangunan ekonomi yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan melestarikan kesehatan laut. 5.2.1. PENGEMBANGAN CLUSTER FLORES-LEMBATA-ALOR Cluster Flores - Lembata - Alor terdiri dari kabupaten-Kabupaten yang yang berada di daratan Flores yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores, Lembata dan Alor. Cluster ini selain memiliki lokasi yang berdekatan, juga memiliki kemiripan dalam hal potensi pertanian, perkebunan, potensi kelautan-Perikanan. Cluster Flores-Lembata Alor juga diarahkan untuk mendukung superhub pariwisata Bali-Nusra dan RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 V-17� , Cluster Flores-Lembata-Alor diarahkan untuk mendukung penciptaan, dan mendapatkan keuntungan dari perkembangan industri pariwisata NTT. Lokus pariwisata diarahkan pada empat Kabupaten : Manggarai barat, Ende, Flores Timur dan Alor. Kabupaten tetangga berfungsi sebagai pendukung lewat peran sebagai sentra pengembangan pangan, petemakan, dan perikanan serta pengolahan hasil pertanian, peternakan dan perikanan untuk kemudian menjadi pemain utama dalam pasokan kebutuhan pangan pada empat titik pusat pariwisata daerah. Kabupaten Manggarai Barat di proyeksikan akan menjadi sentral industri pariwisata Flores bagian barat. Investasi yang terus masuk akan meningkatkan permintaan terhadap tenaga kerja dan komoditas-komoditas pangan. Peluang peluang usaha yang muncul seiring dengan berkembangnya industri pariwisata di Manggarai Barat akan membuka peluang penciptaan lapangan kerja dan berkembangnya industri kreatif. Kabupaten Manggarai adalah merupakan Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Manggarai Barat dapat memainkan peran untuk menyuplai kebutuhan pangan, menjadi pusat pendidikan dan pelatihan tenaga kerja pariwisata dan membangun hub pariwisata Flores. Ini sangat dimungkinkan karena secara tradisional Manggarai sering dianggap sebagai lumbung padi NTT, memiliki tanah dan iklim yang memadai untuk usaha-usaha pertanian dan perkebunan, sehingga dapat menjadi pemain kunci untuk menyediakan pangan yang permintaannya akan semakin membesar seiring membesarnya industri pariwisata di Manggaai barat. Kabupaten Manggarai juga memiliki institusi pendidikan tinggi yang dapat menjadi pusat pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang dibutuhkan di pusat industri pariwisata di Manggarai Barat. Selain itu, Manggarai sendiri memiliki beberapa destinasi wisata yang menarik, seperti niang todo, danau ranamese. Pengembangan pariwisata di Manggarai sendiri akan memberikan kontribusi terhadap terbangunnya saluran pariwisata yang menghubungkan seluruh daratan Flores sampai ke Kabupaten Alor. Kabupaten Manggarai juga memiliki potensi pengembangan EBT yaitu potensi Geo Thermal di PLTG Ulumbu yang saat ini sudah beroperasi dan melayani kebutuhan listrik di Manggarai dan beberapa Kabupaten sekitarnya. Apabila Kabupaten Manggarai menjadi salah satu penyedia kunci bahan pangan untuk titik pusat pariwisata Manggarai Barat, Manggarai Timur diproyeksikan akan menjadi pusat penghasil dan pengolahan hasil-hasil perkebunan seperti vanili dan cengkeh. Produk-produk perkebunan yang dihasilkan di Manggarai Timur, yang selama ini dijual mentah ke pasar hasil bumi di luar NTT, perlu untuk diolah terlebih dahulu untuk meningkatkan nilai tambahnya. Hasil produksi tanaman perkebunan jadi / setengah jadi dapat menyuplai kebutuhan bukan saja terhadap permintaan pada pusat pariwisata Manggarai barat, tetapi juga seluruh permintaan dari zona tiga Manggarai: Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur, yang memiliki pasar yang cukup besar. Seperti kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ngada memiliki potensi pengembangan perkebunan yang sangat besar. Tanaman-tanaman seperti kopi, vanili, cengkeh dan jahe memiliki potensi pengembangan yang besar. Ngada diproyeksikan akan menjadi pusat penghasil dan pengolahan hasil-hasil perkebunan untuk menyuplai kebutuhan pasar pariwisata yang berpusat di Ende, dan kebutuhan akan hasil perkebunan olahan di wilayah Ngada, Nagekeo dan Ende. Selain itu, potensi pariwisata yang dimiliki Ngada perlu untuk terus dikembangkan untuk dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan "hub" pariwisata Flores-alor. Kabupaten Nagekeo memiliki potensi perikanan dan kelautan yang besar. Potensi yang perlu terus dikembangkan untuk dapat menjadi salah satu pemain RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 V - 1 � , kunci dalam penyediaan pangan laut pada sentra pariwisata di Manggarai Barat dan Ende. Peluang Permintaan akan pangan laut yang terus membesar seiring dengan membesarnya industri pariwisata di Manggarai barat dan Ende perlu untuk ditangkap oleh Nagekeo dengan mengembangkan potensi kelautan dan perikanannya. selain itu, Nagekeo berpotensi dikembangkan sebagai sentra pengolahan komoditas kelautan agar komoditas-komoditas kelautannya memiliki nilai tambah yang lebih besar. Selain perikanan dan kelautan, potensi pertanian dan perkebunan yang dimiliki Nagekeo dapat dikembangkan untuk memasok kebutuhan komoditas-komoditas perkebunan mentah pada pusat pusat pengolahan perkebunan di Ngada dan Manggarai Timur. Ende diproyeksikan sebagai sentra pariwisata Flores bagian tengah. Pengembangan Ende sebagai sentra pariwisata pada bagian tengah Flores akan dapat membuka peluang-peluang kerja sama ekonomi pada dua kabupaten tetangganya yaitu Ngada dan Nagekeo. Dua kabupaten tetangga tersebut dapat menjadi penopang permintaan terhadap pangan dan tenaga kerja. Selain itu potensi pertanian, perkebunan dan kelautan perikanan di Ende yang cukup tinggi dapat menjadi pemasok bagi sentra pengolahan perkebunan di Ngada maupun perikanan di Nagekeo selain tentu saja menopang kebutuhan akan komoditas perkebunan dan perikanan di tiga kabupaten tersebut. Kabupaten Sikka diproyeksikan menjadi penopang sentra pariwisata Flores timur dengan menjadi pemain kunci dalam penyediaan kebutuhan pangan dan perkebunan yang dibutuhkan. Industri pengolahan hasil perkebunan seperti coklat yang selama ini sudah ada perlu untuk di replikasi pada komoditas-komoditas perkebunan lainnya agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Posisi Sikka yang berbatasan langsung dengan Ende dan Flotim, dua kabupaten yang diproyeksikan sebagai sentra pariwisata Flores bagian tengah dan timur, membuat pasar terhadap hasil-hasil komoditi perkebunan olahan dari Sikka semakin besar, ini akan mendorong tumbuhnya usaha-usaha kecil dan menengah yang akan membuka lapangan kerja dan membantu usaha penyerapan tenaga kerja dan penurunan pengangguran. Flores Timur diproyeksikan menjadi salah satu pusat pariwisata Flores bagian timur. Daya tarik alam dan adat istiadat Flores timur potensial untuk terus dikembangkan. Salah satu daya tarik terbesar dari Flores timur adalah wisata religi yang berbeda dengan Manggarai Barat dan Ende. Jika Ende dan Manggarai barat menawarkan wisata alam dan minat khusus, maka Flores timur menyediakan wisata religi. Diversifikasi dalam produk pariwisata daerah ini yang membuat Flores dapat membangun hub pariwisata karena dapat memberikan pengalaman yang lebih lengkap kepada wisatawan yang berkunjung pada kabupaten yang satu dengan kabupaten yang lain yang ada di Flores. Selain pariwisata, Flores timur memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Produk-produk perikanan di Flotim akan akan mendapatkan pasar pada pusat-pusat pariwisata di daerah tersebut dan menyuplai kebutuhan pangan laut untuk Flotim dan Sikka. Selain itu, komoditas perikanan Flotim dapat memasok kebutuhan bahan baku pengolahan ikan pada sentra pengolahan perikanan yang di proyeksikan akan ada di kabupaten Lembata. Lembata lebih terkenal dengan tradisi penangkapan pausnya. Hal ini saja merupakan salah satu daya tarik wisata, yang dapat dijual sebagai salah satu paket wisata yang ada di Flores. Namun potensi terbesar Lembata terletak di potensi kelautannya. Meskipun besar, komoditas-komoditas perikanan yang dihasilkan di Lembata hanya dijual mentah untuk memenuhi permintaan pasar hasil laut baik itu pada region Lembata-Flotim-Sikka, maupun untuk di jual keluar NTT. Oleh karena itu, Lembata dipandang potensial untuk dapat dikembangkan sebagai sentra pengolahan hasil pangan laut agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, yang akan dapat mendorong peningkatan masyarakat di daerah tersebut. Pasar hasil olahan pangan laut akan dapat menyuplai « RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 , permintaan pada sentra pariwisata di Flores timur maupun alor, dan juga pada wilayah lain di Flores. Alor diproyeksikan sebagai salah satu pusat pariwisata di cluster Flores Lembata-Alor. Daya tarik pantai eksotik yang ada di alor, keindahan alam bawah lautnya, dan keunikan adat istiadat alor potensial menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke alor. Dalam kacamata hub pariwisata Flores, Alor menjadi destinasi awal/ pintu masuk dan/atau akhir/pintu keluar bagi wisatawan yang berkunjung ke cluster Flores-Lembata-Alor. Pengembangan alor sebagai pusat pariwisata di cluster tersebut akan membuka peluang-peluang kerjasama dengan kabupaten-kabupaten tetangga seperti Lembata dan Flores Timur seiring membesarnya permintaan akan pasokan komoditas pangan, perkebunan dan perikanan. Kabupaten alor, yang juga adalah salah satu produsen perikanan, juga dapat memasok kebutuhan perikanannya sebagai komoditas input pada pusat pengolahan hasil perikanan yang ada di Lembata. 5.2.2. PENGEMBANGAN CLUSTER TIMOR-ROTE Cluster Timor-Rote terdiri dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, dan Rote Ndao. Cluster ini terdiri dari Kabupaten-Kabupaten yang bertetangga dalam daratan Timor kecuali Rote Ndao yang secara lokasi berdekatan namun dipisahkan oleh batas lautan. Selain memiliki kedekatan secara geografis cluster ini juga memiliki kemiripan dalam hal iklim dan vegetasi yang sangat berpotensi untuk pengembangan tanaman-tanaman pangan seperti jagung, dan peternakan ternak besar seperti sapi dan kuda. Potensi pengembangan EBT juga hadir di cluster ini, misalnya potensi pengembangan biomass pada kabupaten Kupang. Cluster dengan potensi pengembangan sektor perikanan dan pertanian perkebunan-peternakan ini diharapkan dapat menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan ekonomi hijau dan ekonomi biru dalam perkembangannya, sehingga dapat bersinergi dengan perkembangan sektor jasa yang dipercaya akan memberikan daya dorong terhadap perkembangan wilayah-wilayah yang ada dalam cluster ini pada Tahun rencana. Strategi Pemerataan Pembangunan Kewilayahan Kota Kupang adalah wilayah dengan aktivitas ekonomi yang didominnasi oleh sektor jasa. Oleh karena Kota Kupang merupakan pusat aktivitas pemerintahan dan jasa, kemajuan kota kupang menjadi sangat tinggi dan timpang jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain di daratan Timor dan NTT secara umum. Oleh karena itu, Kota Kupang perlu untuk menjadi pusat pertumbuhan bagi wilayah-wilayah tetangga dalam hubungan yang saling menguntungkan. Sebagai wilayah dengan jumlah penduduk yang besar dalam luas yang relatif kecil, pasar Kota Kupang terhadap produk-produk pangan sangat tinggi. Ini dapat menjadi peluang bagi wilayah-wilayah tetangga. Selain itu, kota kupang juga memiliki demand yang tinggi terhadap tenaga kerja yang dapat menjadi peluang bagi Kabupaten tetangga dalam menyiapkan dan menyediakan tenaga kerja berkualitas yang dapat memenuhi permintaan pasar kerja di kota Kupang yang semakin besar. Kabupaten Kupang merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Kupang. Ini memberikan keuntungan tersendiri bagi Kabupaten Kupang untuk bisa mendapatkan dampak positif dari perkembangan kota Kupang . Kabupaten Kupang menjadi wilayah yang paling dekat untuk menyuplai kebutuhan pangan pokok seperti beras dan jagung, juga kebutuhan ternak untuk konsumsi dan kebutuhan pangan laut. Karena merupakan wilayah dengan potensi pengembangan pertanian dan kelautan dan perikanan, RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 d , 11111111 Belu ini akan membuat Belu menjadi pusat pertumbuhan baru di Cluster Timor-Rote ini, khususnya pada sektor jasa yang pada beberapa Tahun terakhir ini menampakkan perkembangannya. Belu diproyeksikan akan dapat menjadi kabupaten dengan perkembangan sektor jasa yang tinggi dan Atambua, ibukota Belu berpotensi akan menjadi seperti Kupang, sebagai pusat perdagangan dan jasa. Kabupaten Malaka seperti juga Kabupaten tetangganya memiliki iklim yang cenderung kering namun mendukung untuk pengembangan tanaman pangan altematif seperti jagung, juga tanaman perkebunan dan buah-buahan tropis. Malaka juga memiliki prospek pengembangan petemakan karena memiliki hamparan dan vegetasi yang mendukung. Dengan situasi demikian, Malaka diarahkan untuk dapat menjadi salah satu penopang untuk pusat pertumbuhan baru di Belu. Malaka diharapkan dapat menjadi menyuplai kebutuhan pangan di Malaka sendiri, pada pusat pertumbuhan baru Belu dan kawasan tetangga, maupun menyediakan input bagi pemrosesan komoditi komoditi pangan yang belokasi di Kabupaten TIU. Oleh karena potensi petemakan yang besar, malaka diproyeksikan akan dapat menjadi salah satu kabupaten di cluster Timor-Rote yang mengembangkan industri pengolahan temak. Ini akan memberikan nilai tambah yang besar dan menjamin suplai produk petemakan olahan ke seluruh wilayah Timor -- Rote, bahkan seluruh wilayah NTT, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap produk olahan petemakan dari luar NTT. Rote Ndao merupakan wilayah yang meskipun berada dalam satu cluster dengan cluster Timor-Rote, namun memiliki batas laut. Hal ini membuat Rote memiliki peran yang unik dalam cluster ini. Dengan wilayah yang dikelilingi oleh laut, potensi perikanan Rote Ndao patut menjadi salah satu prioritas pengembangan untuk dapat menjadi pemain kunci dalam menyediakan kebutuhan pangan laut khususnya bagi Kota Kupang. Rote memiliki potensi untuk pengembangan industri pengolahan pangan laut yang akan memberikan nilai tambah yang tinggi bagi usaha kelautan dan perikanan. Pengembangan industri pengolahan kelautan dan perikanan juga akan menjamin suplai bagi pasar produk perikanan olahan yang selama ini masih bergantung pada produk dari luar NTT. Selain itu, Rote Ndao juga memiliki daya tarik wisata yang tidak kalah. Berbagai potensi wisata yang ada di Rote Ndao perlu untuk dikembangkan dalam rangka menjadikan Rote sebagai salah satu destinasi wisata yang penting di NTT, dan khususnya pada cluster Timor-Rote. 5.2.3. PENGEMBANGAN CLUSTER SUMBA-SABU RAIJUA Cluster ini terdiri dari Kabupaten-kabupaten di daratan pulau sumba : Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur; dan Kabupaten Sahu Raijua yang dipisahkan dengan laut namun berada sangat dekat dengan pulau sumba. Selain memiliki posisi yang berdekatan secara geografis, terdapat kemiripan sosial budaya pada cluster ini. iklim dan vegetasi di cluster ini juga memiliki kemiripan. Situasi yang potensial untuk pengembangan petemakan, pariwisata, perikanan dan kelautan. Pengembangan daratan Sumba sebagai lumbung baru pangan NTT juga potensial untuk dikembangkan mengingat Sumba diproyeksikan sebagai lokasi pelaksanaan food estate. Sumba juga sangat berpotensi untuk menjadi penyedia energi baru dan terbarukan. Sumba Iconic Island yang diluncurkan Pada Tahun 2010 dimaksudkan untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Sumba melalui sumber-sumber energi yang ramah lingkungan. Program ini RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 v-••.- , 11111111 berfokus pada pemanfaatan berbagai sumber energi terharukan. Selain membantu kelestarian lingkungan, inisiatif ini juga turut meningkatkan kualitas hidup masyarakat Pulau Sumba. Sejalan dengan hal tersebut, penerapan prinsip ekonomi hijau dan ekonomi biru perlu untuk menjadi alternatif pemanfaatan potensi pertanian perkebunan-peternakan dan potensi kelautan-perikanan yang dipunyai oleh sumba untuk dapat mendorong peningkatan kesejahteraan, menekan tingkat kemiskinan yang masih tinggi pada wilayah yang berada dalam cluster ini. Strategi Pemerataan Pembangunan Kewilayahan Kabupaten Sabu Raijua merupakan Kabupaten dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang relatif kecil dihandingkan dengan kabupaten lain yang berada dalam cluster Sumba Sabu. Namun situasi kesejahteraan di Sahu Raijua mirip dengan apa yang ada di daratan sumba. Sabu Raijua dalam cluster Sumba-Sabu memiliki peran untuk menopang perkemhangan pusat-pusat perkembangan baru di Sumha lewat komoditas yang menjadi andalan Sahu khususnya dari sektor kelautan dan perikanan. Potensi perikanan yang dimiliki sabu akan mendapatkan pasarnya pada wilayah-wilayah yang berada di pulau Sumba. Pengembangan sektor perikanan dan kelautan menjadi salah satu harapan agar Sahu Raijua dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan masyarakat miskin di kabupaten ini. Pembangunan infrastruktur perikanan, seperti pelabuhan, dermaga, pusat distribusi, dan fasilitas pemrosesan ikan sangat direkomedasikan untuk dilaksanakan di Sahu Raijua untuk meningkatkan efisiensi dalam rantai pasok perikanan pada cluster Sumba- Sabu. Hal ini juga akah meningkatkan nilai tambah produk dan memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat Sumba Timur merupakan wilayah dengan luasan area terbesar dalam cluster ini potensial untuk pengembangan pertanian. Dengan jumlah angkatan kerja yang memadai, peningkatan sektor pertanian di Sumba Timur akan dapat dilakukan dengan mendorong diversifikasi tanaman untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan petani. Selain tanaman pangan seperti padi dan jagung, juga dapat ditanam tanaman hortikultura; buah-buahan seperti jambu biji, mangga, nangka jambu mete; rempah-rempah seperti kunyit, dan tanaman keras lainnya yang sesuai dengan kondisi agroekologi setempat. Sumba Timur juga memiliki potensi pengembangan peternakan ternak besar seperti kerbau, Sapi, dan Kuda. Investasi dalam infrastruktur yang mendukung peternakan, seperti akses jalan yang baik, fasilitas penyimpanan dan pengolahan yang modern, dan sistem distribusi yang efisien mutlak diperlukan agar membantu memperlancar rantai pasok peternakan dan meningkatkan nilai tambah produk. Selain itu sumba Timur juga memiliki potensi kelautan dan perikanan seperti perikanan tangkap (ikan tongkol) termasuk rumput laut. Khusus terkait rumput laut, perlu mendorong pengembangan pasar domestik dan internasional untuk produk rumput laut. Ini dapat dilakukan melalui promosi produk, partisipasi dalam pameran dagang, dan pembangunan jaringan distribusi yang efisien. Sumba Timur juga akan menjadi lokasi prioritas pengemhangan hudidaya udang shrimp farm Pengelolaan potensi kelautan yang dimiliki Sumba Timur akan dapat berkontribusi menjadikan cluster Sahu Sumba sebagai cluster kesejahteraan baru di NTT. Satu potensi besar yang belum begitu dieksplorasi di Sum ha Timur adalah sektor pariwisata alam dan hudaya. Festival budaya seperti festival pasola, dan parade kuda sandel merupakan contoh festival budaya pada pulau sumba yang dapat dipromosikan untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Pulau Sumba. Selain festival budaya, Sumba terkenal akan pantainya yang eksotik dan RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 V-23� r f pemandangan alamnya yang memukau. Namun kerja-kerja pengembangan pariwisata daerah bukanlah sesuatu yang mudah dan murah. Diperlukan investasi dalam pembangunan infrastruktur yang mendukung pariwisata, seperti jalan raya, bandara, pelabuhan, akomodasi, fasilitas kesehatan, dan fasilitas publik lainnya. Pengembangan pariwisata di Sumba Timur perlu mendorong keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan dan manajemen pariwisata untuk memastikan partisipasi dan manfaat yang adil. Ini dapat dilakukan melalui pembentukan koperasi pariwisata, pelatihan keterampilan, dan program pengembangan ekonomi lokal. Kabupaten Sumba Tengah diproyeksikan memainkan peran untuk menjamin distribusi dan permintaan pangan lewat usaha pertanian yang dimilikinya. Potensi pertanian sumba tengah termasuk tanaman pangan (padi, danjagung) dan tanaman buah-buahan tropis (jeruk besar), dan tanaman keras lainnya (cendana). Untuk meningkatkan potensi pertanian ini diperlukan upaya untuk meningkatkan dukungan infrastruktur irigasi dan drainase untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mengatasi masalah kekeringan yang sering terjadi. Hal ini akan membantu meningkatkan produktivitas tanaman dan mengurangi risiko gagal panen. Memperkenalkan teknologi pertanian modem seperti sistem irigasi tetes, penggunaan varietas unggul yang tahan terhadap penyakit dan cuaca ekstrem. Seperti kabupaten lain di Sumba, Sumba Tengah juga memiliki potensi pengembangan petemakan. Komoditas petemakan antara lain sapi, kerbau, kuda dan kambing. Potensi perikanan sumba tengah juga cukup besar dengan komoditi ikan cakalang, tongkol dan Tuna. Selain perikanan tangkap, Sumba Tengah memiliki potensi pengembangan rumput laut Cluster Sumba-Sabu akan menjadi pasar yang memadai bagi produk-produk pertanian dari sumba tengah asalkan terdapat jaringan distribusi yang efisien untuk meningkatkan akses petani ke pasar dan nilai tambah produk pertanian/ Kelautan/ Perikanan. Investasi juga perlu dilakukan pada infrastruktur transportasi seperti membuka/ meningkatkan kualitas akses jalan, mendirikan pusat-pusat pengumpulan dan distribusi, dan memfasilitasi akses ke teknologi pemasaran digital. Kabupaten Sumba Tengah diproyeksikan akan dijadikan lokasi food estate, yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi ketergantungan pada impor pangan, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Kabupaten Sumba Tengah juga potensial untuk dikembangkannya Agro Eco Tourism, yaitu bentuk pariwisata yang berfokus pada pengalaman di lingkungan pertanian dan ekosistem alami, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang keberlanjutan, pertanian organik, pelestarian lingkungan, dan kehidupan pedesaan. Karena lokasinya yang berada di tengah-tengah pulau sumba, potensi pembangunan infrastruktur perhubungan yang dapat memicu inisiatif usaha baru juga perlu untuk dilaksanakan di Sumba Tengah, misalnya dengan pembangunan rest area yang dapat dijadikan tempat usaha kecil membuka lapak dagangannya. Ini akan memberikan kesempatan kerja kepada penduduk sekitar. Kabupaten Sumba Barat memiliki potensi pariwisata yang besar. Festival budaya seperti festival pasola, dan parade kuda sandel juga ada di Sumba Barat seperi juga pada em pat Kabupaten yang ada di pulau Sumba. Daya tarik wisata alam dan budaya dipercaya akan membuat Sumba Barat dapat memberikan keuntungan bukan saja bagi masyarakat lokal, namun kepada wilayah-wilayah lain yang berada pada cluster Sumba-Sabu. Investasi perlu dilakukan untuk membuka akses menuju situs-situs pariwisata yang menarik. Infrastruktur pendukung pariwisata, termasukjalan, transportasi umum, akomodasi, tempat makan, fasilitas kesehatan, dan sarana umum lainnya, dipastikan terbangun untuk dapat mengoptimalkan potensi pariwisata yang dimiliki. Masyarakat lokal dan pengunjung perlu mendapatkan edukasi tentang pentingnya konservasi RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 V-24� f 11111111 lingkungan dan warisan budaya, serta perilaku bertanggung jawab saat berkunjung agar warisan budaya yang ada di Sumba Barat tetap terjaga. Pelibatan komunitas lokal dalani pengembangan dan manajemen pariwisata mutlak untuk dilakukan. Juga dukungan terhadap inisiatif lokal untuk menciptakan lapangan kerja, mempromosikan budaya lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain pariwisata, Sumba Barat juga memiliki potensi pertanian yang menjanjikan. Sumba barat memiliki komoditi pertanian tanaman pangan seperti padi dan jagung; komoditi hortikultura seperti bayam, buncis, kangkung petai; dan tanaman perkebunan seperti kopi dan jambu mete. Potensi peternakan juga memiliki prospek baik untuk dikembangkan dengan komoditas utama berupa ternak besar seperti kerbau, sapi, dan kuda. Selain pertanian dan peternakan, potensi kelautan perikanan yang prospektif untuk dikembangkan dengan komoditas unggulan antara lain ikan cakalang dan tongkol. Sumba barat juga memiliki potensi pengembangan rumput laut. Untuk menjamin potensi ini memberikan manfaat kepada masyarakat diperlukan investasi pada pengembangan keterampilan dan kesejahteraan petani, peternak dan nelayan untuk memastikan tenaga kerja yang terampil dan berkomitmen dalam jangka panjang. Seperti juga tiga kabupaten tetangganya, sumba barat memiliki potensi pengembangan pariwisata alam dan budaya yang besar. Pengembangan sektor pariwisata di daerah diharapkan akan mampu menyediakan lapangan kerja yang lebih luas dan mendorong inisiatif-inisiatif ekonomi yang baru yang akan sangat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sumba Barat daya merupakan Kabupaten paling timur dalam cluster Sumba-Sabu, memiliki potensi pengembangan pertanian, perkebunan peternakan dan juga pengembangan ekonomi kreatif. Komoditas pertanian unggul di sumba barat daya antara lain komoditi tanaman pangan (jagung dan kedelai); tanaman hortikulura (buncis, cabai rawit, tomat), tanaman buah buahan tropis (jeruk besar, nangka, mete) dan tanaman keras lainnya (cendana). Potensi peternakan antara lain pengembangan ternak besar (kerbau, sapi dan kuda), sementara potensi kelautan yang potensial dikembangkan di SBD adalah budidaya rumput laut. Terhadap pengembangan cluster Sumba Sabu sendiri, Sumba barat daya dapat berperan sebagai penopang membesarnya industri pariwisata di Sumba Timur, Sumba Barat dan Sumba Tengah dan sumba barat daya sendiri dengan menyuplai permintaan terhadap produk-produk pertanian-perkebunan, dan peternakan . Sumba Barat daya juga potensial dalam pengembangan ekonomi kreatif di daerah. Bentuk dukungan terhadap berkembangnya ekonomi kreatif di SBD dapat dilakukan dengan misalnya membuat kebijakan publik yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif, termasuk perlindungan hak kekayaan intelektual, insentif pajak, dan regulasi yang memfasilitasi operasi bisnis kreatif juga dengan mendorong kolaborasi antara pelaku industri kreatif, pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor lainnya untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Ini dapat dilakukan melalui pembentukan kemitraan, jaringan profesional, dan pertukaran pengetahuan dan sumber daya. RKPD PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2026 V-25� f B AB VI RENCANA KERJA DAN PENDANAAN DAERAH Tujuan dan sasaran pembangunan sebagaimana amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2025-2029 untuk tahun kedua pelaksanaanya diterjemahkan dalam rencana dan pelaksanaan Program, kegiatan dan sub kegiatan prioritas Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2025. Program dan kegiatan yang dilaksanakan ini sejalan dan mendukung pencapaian sasaran dan prioritas nasional sekaligus mendukung pencapaian prioritas daerah. Perencanaan program, kegiatan dan sub kegiatan yang diprioritaskan dalam RKPD Tahun 2026 mengacu pada RPJMD Provinsi NTT Tahun 2025 2029 khususnya Arahan Tahun 2025 dan Renstra Perangkat Daerah Tahun 2024-2026 untuk Tahun rencana 2026 serta disesuaikan dengan kondisi dan potensi serta serta tugas dan fungsi masing-masing perangkat daerah dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah pada tahun 2025. Kemudian, dalam proses perencanaan baik di tingkat nasional yang bersifat jangka panjang yaitu dengan adanya penyusunan RPJPN, maupun di tingkat daerah seperti adanya perubahan nomeklatur Perangkat Daerah dalam Struktur Organisasi yang baru, maka terdapat beberapa perubahan kebijakan dan regulasi baik di tingkat nasional maupun daerah yang akan mempengaruhi proses perencanaan dan penganggaran di tingkat Provinsi NTT Tahun 2025. Perubahan yang dimaksud adalah: 1 . Adanya penyesuaian kembali Indikator Makro di level Nasional yang dibahas pada RAKORTEKRENBANGNAS Regional I sehingga menjadi 3 1 (tiga puluh satu) Indikator Makro yang mempengaruhi penambahan Indikator Makro dan Target perencanaan Tahun 2025 di tingkat Provinsi untuk mendukung pencapaian target nasional. Dimana, perubahan Indikator Makro ini sudah menyesuaikan dengan arah pembangunan berdasarkan RPJMN 2025-2029 sehingga secara imperatif diikuti oleh Provinsi sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah;