7.Pengembangan Sistem Pemulihan Bencana, dengan indikator pencapaian: • Pemulihan pelayanan dasar pemerintah • Pemulihan infrastruktur penting • Perbaikan rumah penduduk • Pemulihan Penghidupan masyarakat Berdasarkan pengukuran indikator pencapaian ketahanan daerah maka kita dapat membagi tingkat tersebut ke dalam 5 (lima) tingkatan, yaitu: • level yang berarti belum ada inisiatif untuk menyelenggarakan/ menghasilkannya. • level 2 yaitu hasil/penyelenggaraan telah dimulai namun belum selesai atau belum dengan kualitas standard. • level 3 yang berarti tersedia/terselenggarakan namun manfaatnya belum terasa menyeluruh. • level 4 yaitu telah dirasakan manfaatnya secara optimal. • level 5 yang mana manfaat dari hasil/penyelenggaraan mewujudkan perubahan jangka panjang. 3.3. HASIL KAJIAN BAHAYA Dari pengkajian setiap jenis bahaya dengan menggunakan parameter-parameter sebagaimana telah diuraikan di atas, diperoleh potensi luas bahaya dan kelas bahaya dari setiap jenis bahaya tersebut. Kelas bahaya tersebut terdiri dari kelas rendah, kelas sedang, dan kelas tinggi. Hasil kajian bahaya lebih detail dapat dilihat pada Album Peta Bahaya Provinsi Nusa Tenggara Timur, sedangkan hasil pengkajian setiap bahaya di Provinsi Nusa Tenggara Timurhingga tingkat kabupaten diuraikan pada sub-bab di bawah ini. 3.3.1. Bahaya Banjir Hasil kajian potensi luas dan kelas bahaya banjir dengan menggunakan parameter parameter sebagaimana telah diuraikan di atas, memberikan output besaran potensi luas dan kelas bahaya banjir di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai berikut: l Tabel 31. Potensi Bahaya Banjir di Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten/Kota Bahaya I Luas (Ha) Kelas Rendah Sedang LuasTotal A Kabupaten 1 Alor 3.502,00 2.169,00 1.017,00 6.688,00 Tinggi 2 Belu 10.718,00 6.492,00 1.299,00 18.509,00 Tinggi 3 Ende 3.071,00 2.732,00 1.065,00 6.868,00 Tinggi 4 Flores Timur 10.953,00 3.881,00 852,00 15.686,00 Tinggi 5 Kabupaten Kupang 153.326,00 44.049,00 7.649,00 205.024,00 Tinggi 6 Lembata 4.660,00 2.109,00 690,00 7.459,00 Tingg 7 Malaka 18.456,00 17.883,00 11.608,00 47.947,00 Tinggi 8 Manggaral 8.860,00 2.079,00 482,00 11.421,00 Sedang 9 Manggarai Barat 10.330,00 6.252,00 6.036,00 22.618,00 Tinggi 10 Manggarai Timur 12.787,00 9.170,00 3.011.00 24.968,00 Tinggi 11 Nagekeo 100.522,00 22.814,00 3.682,00 127.018,00 Rendah 12 Ngada 1.002,00 122,00 . 1.124,00 Rendah 13 Rote Ndao 12.980,00 3.442,00 696,00 17.118.00 Tinggi 14 Sabu Raijua 17.359,00 3.901,00 427,00 21.687,00 Rendah 15 Sikka 32.791,00 12.356,00 1.755,00 46.902,00 Tinggi 16 Sumba Barat . . . . 17 Sumba Barat Daya 48.022,00 17.432,00 2.629,00 68.083,00 Tinggi 18 Sumba Tengah 3.586,00 1.026,00 51,00 4.663,00 Rendah 19 Sumba Timur 267.842,00 76.552,00 10.321,00 354.715,00 Sedang 20 Timor Tengah Selatan 44.345,00 17.113,00 3.515,00 64.973,00 Tinggi 21 Timor Tengah Utara 328.416,00 319.487,00 210.909,00 858.812,00 Tinggi 8 Kota 1 Kota Kupang 43.954,00 8.545,00 415,00 52.914,00 Rendah Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.137.482,00 579.606,00 268.109,00 1.985.197,00 Tiggi Sumber : Hasil Analisis Tahun 2020 Tabel di alas memperlihatkan potensi luas bahaya banjir di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Potensi bahaya banjir pada tabel tersebut memaparkan jumlah luas wilayah yang memiliki kondisi rentan terhadap bencana banjir berdasarkan kajian bahaya. Luas bahaya Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan berdasarkan total luas bahaya banjir seluruh kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timuryang terdampak bahaya banjir. Kelas bahaya banjir Provinsi Nusa Tenggara Timur ditentukan dengan melihat kelas bahaya maksimum seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timuryang terdampak banjir. Total luas bahaya banjir di Provinsi Nusa Tenggara Timur secara keseluruhan adalah 1.985.197,00 Ha dan berada pada kelas tinggi. Luas bahaya banjir tersebut dirinci menjadi 3 kelas bahaya, yaitu luas bahaya dengan kelas rendah adalah 1.137.482,00 Ha, kelas sedang seluas 579.606,00 Ha, sedangkan daerah yang terdampak bahaya banjir pada kelas tinggi adalah seluas 268.109,00Ha. 50,000.00 300.000.00 5 0, 000. 00 200,000.00 150,000 30 1 00, 0 00. 00 50,000.00 Sumber : Hasil Analisis Tahun 2020 • A. L l Gambar 23. Grafl Potensi Bahaya Banjir di Provinsi Nusa Tenggara Timur Dari grafik di atas, dapat terlihat sebaran luas bahaya banjir masing-masing kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang memiliki luas tertinggi bahaya banjir pada kelas rendah adalah Kabupaten Timor Tengah Utara dengan luas 328.416,00 Ha. Pada kelas sedang, kabupaten/kota yang memiliki luas tertinggi bahaya banjir adalah Kabupaten Timor Tengah Utaradengan luas 319.487,00 Ha. Sedangkan untuk kelas tinggi, daerah yang memiliki luas bahaya banjir tertinggi adalah Kabupaten Timor Tengah Utara dengan luas 210.909,00 Ha. 3.3.2. Bahaya Banjir Banclang Berdasarkan hasil kajian potensi luas dan kelas bahaya banjir bandang dengan menggunakan parameter-parameter sebagaimana telah d.iuraikan di atas, diperoleh potensi luas dan kelas bahaya banjir bandang di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai berikut: Tabel 32. Potensi Bahaya Banjir Bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur Bahaya Kabupaten/Kota Luas (Ha) Kelas Rendah Sedang LuasTotal A Kabupaten 1 Alor 32,00 230,00 1.873,00 2.135,00 Tinggi 2 8elu 156,00 793,00 9.804,00 10.753,00 Tinggi 3 Ende 139,00 847,00 21.228,00 22.214.00 Tinggi 4 Flores Timur 349,00 2.118,00 31.086,00 33.553,00 Tinggi 5 Kabupaten Kupang 4,00 51,00 1.253,00 1.308,00 Tinggi 6 Lembata . 3,00 67,00 70,00 Tinggi 7 Malaka 235,00 1.478,00 14.623,00 16.336,00 Tinggi 8 Manggarail 145,00 895,00 20.938,00 21.978,00 Tinggi 9 Manggarai Barat 164,00 853,00 19.413,00 20.430,00 Tinggi 10 Manggarai Timur 45,00 301,00 11.798,00 12.144,00 Tinggi 11 Nagekeo 130,00 717,00 14.558,00 15.405,00 Tinggi 12 Ngada 115,00 685,00 11.080,00 11.880,00 Tinggi 13 Rote Ndao 67,00 217,00 3.074,00 3.358,00 Tinggi 14 Sabu Raijua 33,00 137,00 2.543,00 2.713,00 Tlnggi hi Bahaya Kabupaten/Kota Luas(Ha) Kelas 15 Sikka 147,00 854,00 17.888,00 18.889,00 Tinggi 16 Sumba Barat . . . . . 17 Sumba Barat Daya 39,00 204,00 4.929,00 5.172,00 Tinggi 18 Sumba Tengah 12,00 39,00 1.018,00 1.069,00 Tinggi 19 Sumba Timur 330,00 l.657,00 33.631,00 35.618,00 Tinggi 20 Timor Tengah Sela tan 508,00 2.404,00 32.440,00 35.352,00 Tinggi 21 Timor Tengah Utara 693,00 2.212,00 18.936,00 21.841,00 Tinggi B Kota 1 Kota Kupang 202,00 1.204,00 9.610,00 11.016,00 Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur 3.545,00 17.899,00 281.790,00 303.234,00 Tioggi Sumber : Hasil Analists Tahun 2020 Potensi luas bahaya banjir bandang dari tabel di atas merupakan luasan wilayah yang memiliki kondisi rentan terhadap bencana banjir bandang berdasarkan kajian bahaya banjir bandang. Total luas bahaya Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan berdasarkan rekapitulasi total luas bahaya seluruh kabupaten terdampak banjir bandang, sedangkan kelas bahaya banjir bandang Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan dengan melihat kelas bahaya maksimum dari wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timuryang terdampak bahaya banjir bandang. Potensi luas bahaya banjir bandang adalah 303.234,00Ha dan berada pada kclas tinggi. Luas bahaya banjir bandang tersebut dirinci mcnjadi 3 kelas bahaya, yaitu luas bahaya dengan kelas rendah adalah 3.545,00Ha, kelas sedang seluas17.899,00Ha, sedangkan daerah yang terdampak bahaya banjir bandang pada kelas tinggi adalah dengan luas 281.790,00 Ha. 10,000.00 5000 00 0,000.00 I l 25.000.00 20,000 00 I l .I 5.000.00 I I 10,000.00 . I I I I 5.000.00 II • Sumber : Hasil Analists Tahun 2020 Gambar 24. Grafik Potensi Bahaya Banjir Bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur Grafik di atas memperlihatkan sebaran luas bahaya banjir bandang masing-masing di kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang memilik.i luas tertinggi bahaya banjir bandang pada kelas rendah adalah Kabupaten Timor Tengah Utaradengan luas 693,00 Ha, dan pada kelas sedang dengan luas tertinggi adalah Kabupaten Timor Tengah Selatan seluas 2.404,00 Ha.Kabupaten Sumba Timur merupakan wilayah yang memiliki luas tertinggi bahaya banjir bandang pada kelas tinggi, yaitu 33.631,00 Ha. 3.3.3. Bahaya Cuaca Ekstrim Potensi Juas dan kelas bahaya cuaca ekstrim di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timuryang diperoleh dari hasil kajian dengan menggunakan parameter-parameter sebagaimana telah diuraikan di atas, diuraikan sebagai berikut: Tabel 33. Potensi Bahaya Cuaca Ekstrim di Provinsi Nusa Tenggara Timur Bahaya Kabupaten/Kota Luas (Ha) Kelas Rendah Sedang LuasTotal A Kabupaten 1 Alor 1,00 1.395,00 1.396,00 Sedang 2 Belu - 3.709,00 - 3.709,00 Sedang 3 Ende 5,00 1.812,00 - 1.817,00 Sedang 4 Flores Timur 76,00 6.478,00 - 6.554,00 Sedang 5 Kabupaten Kupang 1.070,00 91.151,00 - 92.221,00 Sedang 6 Lembata 9,00 8.678,00 - 8.687,00 Sedang 7 Malaka 14,00 30.410,00 - 30.424,00 Sedang 8 Manggarai - - - - - 9 Manggarai Barat 43,00 6.119,00 78,00 6.240,00 Sedang 10 Manggarai Timur 1,00 1.106,00 - 1.107,00 Sedang 11 Nagekeo 3,00 12.854,00 - 12.857,00 Sedang 12 Ngada 1,00 3.207,00 3.208,00 Sedang 13 Rote Ndao 495,00 47.168,00 47.663,00 Sedang 14 Sabu Raijua 35,00 3.902,00 3.937,00 Sedang 15 Sikka 3.385,00 3.385,00 Sedang 16 Sumba Barat 32,00 6.055,00 1,00 6.088,00 Sedang 17 Sumba Barat Daya 9,00 52.576,00 52.585.00 Sedang 18 Sumba Tengah 10,00 18.849,00 18.859,00 Sedang 19 Sumba Timur 683,00 205.215,00 205.898,00 Sedang 20 Timor Tengah Selatan 670,00 27.993,00 28.663,00 Sedang 21 Timor Tengah Utara 476,00 22.925,00 23.401,00 Sedang B Kota 1 Kota Kupang 8,00 11.541,00 - 11.549,00 Sedang Provinsi Nusa Tenggara Timur 3.641,00 566.528,00 79,00 570.248,00 Sedang Sumber : Hasil Analists Tahun 2020 Potensi bahaya cuaca ekstrim pada tabel tersebut di atas memaparkan jumlah luas wilayah yang memiliki kondisi rentan terhadap bencana cuaca ekstrim di Provinsi Nuse Tenggara Timur berdasarkan kajian bahaya. Luas bahaya di Provinsi Nusa Tenggara Timur ditentukan berdasarkan total luas bahaya per kabupaten/ kota. Kelas bahaya cuaca ekstrim ditentukan dengan melihat kelas bahaya maksimum wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur terdampak cuaca ekstrim. Dari hasil analisis, total luas bahaya cuaca ekstrim di Provinsi Nusa Tenggara Timursecara keseluruhan adalah 570.248,00Ha dan berada pada kelas sedang. Dari total luas bahaya tersebut, luas bahaya dengan kelas rendah adalah 3.641,00 Ha, pada kelas sedang seluas 566.528,00Ha,sedangkan daerah yang terdampak bahaya banjir pada kelas tinggi adalah seluas 79,00 Ha. endah Sedang Tingg 250,000 Ou 200.000.00 150.000.00 100,000.00 ),000.00 I I • I I I I I I • Sumber : Hasil Analisis Tahun 2020 Gambar 25. Grafik Potensi Bahaya Cuaca Ekstrim di Provinsi Nusa Tenggara Timur Pada grafik di atas, dapat dilihat sebaran luas bahaya cuaca ekstrim masing-masing kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang memiliki luas tertinggi bahaya cuaca ekstrim pada kelas rendah adalah Kabupaten Kupang dengan luas 1.070,00 Ha. Luas tertinggi bahaya cuaca ekstrim pada kelas sedang, yaitu 205.215,00 Ha, terdapat di Kabupaten Sumba Timur, dan wilayah kabupaten/kota yang memiliki luas tertinggi bahaya cuaca ekstrim pada kelas tinggi adalah Kabupaten Manggarai Barat, yaitu 78,00Ha. 3.3.4. Bahaya Gelombang Ekstrim dan Abrasi Dari hasil kajian potensi luas dan kelas bahaya gelombang ekstrim dan abrasi dengan menggunakan parameter-parameter sebagaimana telah diuraikan di atas, diperoleh potensi luas dan kelas bahaya gelombang ekstrim dan abrasi di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai berikut: Tabel 34. Potensi Bahaya Gelombang Ekstrim dan Abrasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten/Kota Kabupaten Rendah Bahaya Luas (Ha) Sedang Luas Total Kelas Bahaya Kabupaten/Kota Luas (Ha) Kelas Rendah Sedang LuasTotal 1 Alor 1.431,00 1.808,00 7.201,00 10.440,00 Tinggi 2 Belu 457,00 12,00 469,00 Rendah 3 Ende 991,00 1482,00 1.789,00 4.262,00 Tinggi 4 Flores Timur 3.081,00 849,00 4.836,00 8.766,00 Tingg 5 Kabupaten Kupang 6.106,00 799,00 778,00 7.683,00 Tinggi 6 Lembata 2.747,00 522,00 3.491,00 6.760,00 Tinggi 7 Malaka 1.097,00 - 12,00 1.109,00 Rendah 8 Manggarai 1.357,00 24,00 282,00 1.663,00 Tinggi 9 Manggarat Barat . 8.920,00 331,00 6.320,00 15.571,00 Tinggi 10 Manggarai Timur 2.302,00 29,00 2.331,00 Tinggi 11 Nagekeo 1.876,00 98,00 139,00 2.113,00 Tinggi 12 Ngada 2.143,00 2.143,00 Rendah 13 Rote Ndao 6.659,00 659,00 845,00 8.163,00 Tingg 14 Sabu Raijua 27,00 76,00 2.407,00 2.510,00 Tinggi 15 Sikka 3.255,00 1.359,00 1.457,00 6.071,00 Tinggi 16 Sumba Barat 937,00 1,00 258,00 1.196,00 Tinggi 17 Sumba Barat Daya 1.687,00 - - 1.687,00 Rendah 18 Sumba Tengah 1.074,00 765,00 32,00 1.871,00 Sedang 19 Sumba Timur 4.860,00 1.388,00 1.330,00 7.578,00 Tinggi 20 Timor Tengah Selatan 1.716,00 2,00 21,00 1.739,00 Rendah 21 Timor Tengah Utara 857,00 - - 857,00 Rendah 8 Kota 1 Kota Kupang 414,00 - 1,00 415,00 Rendah Provinsi Nusa Tenggara Timur 53.994,00 10.163,00 31.240,00 95.397,00 Tioggi Sumber : Hasil Analisis Tahun 2020 Potensi luas bahaya gelombang ekstrim dan abrasi dari tabel di alas merupakan luasan wilayah yang memiliki kondisi rentan terhadap bencana gelombang ekstrim dan abrasi berdasarkan kajian bahaya gelombang ekstrim dan abrasi. Total luas bahaya gelombang ekstrim dan abrasi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur ditentukan berdasarkan rekapitulasi total luas bahaya seluruh kabupaten/kola yang terdampak gelombang ekstrim dan abrasi, sedangkan kelas bahaya gelombang ekstrim dan abrasi di Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan dengan melihat kelas bahaya maksimum dari seluruh wilayah yang terdampak bencana gelombang ekstrim dan abrasi. Potensi luas bahaya gelombang ekstrim dan abrasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah sebesar 95.397,00Ha dan berada pada kelas tinggi. Potensi luas bahay tersebut meliputi luas bahaya dengan kelas rendah seluas 53.994,00 Ha, pada kelas sedangseluas 10.163,00Ha, dan kelas tinggi seluas 31.240,00 Ha. endah Seaang [iggr 10,000.09 9,000 00 '- � I 8,000.00 7000.00 I 6.000.00 all.at. I. 000.00 .I. 4.000.00 3.000 00 1 I I I • I ,000 0o L . I L,000.00 I Smber : Hasll Analists Tahun 2020 Gambar 26. Grafik Potensi Bahaya Gelombang Ekstrim dan Abrasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur Grafik di atas mendeskripsikan sebaran luas bahaya gelombang ekstrim dan abrasi masing-masing kabupaten/kota, di mana Kabupaten Manggarai Barat memiliki luas tertinggi bahaya gelombang ckstrim dan abrasi pada kelas rendah, yaitu seluas 8.920,00 Ha. Kabupaten/kota yang memiliki luas tertinggi bahaya gelombang ekstrim dan abrasi pada kelas sedang adalah Kabupaten Alordengan luas1.808,00Ha, sedangkan kabupaten/kota yang memiliki luas tertinggi bahaya gelombang ekstrim dan abrasi pada kelas tinggi adalah Kabupaten Alor, yaitu 7.201,00Ha. 3.3.5. Bahaya Gempa Bumi Kajian potensi luas dan kelas bahaya gempa bumi dengan menggunakan parameter parameter sebagaimana tclah diuraikan di atas, menghasilkan potensi luas dan kelas bahaya gempa bumi di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai berikut: Tabel 35. Potensi Bahaya Gempa Bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur Bahaya Kabupaten/Kota Luas (Ha) Kelas Rendah Sedang LuasTotal A Kabupaten 1 Alor 110909,00 161.787,00 25.921,00 298.617,00 Tinggi 2 Belu 77.170,00 38.313,00 . 115.483,00 Sedang 3 Ende 199.237,00 14.023,00 - 213.260,00 Sedang 4 Flores Timur 93.510,00 80.989,00 3.754,00 178.253,00 Tinggi 5 Kabupaten Kupang 304.303,00 223.794,00 751,00 528.848,00 Sedang 6 Lembata 55.178,00 53.584,00 20.538,00 129.300,00 Tinggi 7 Malak 47.194,00 68.452,00 2.043,00 117.689,00 Tinggi 8 Manggarat 100.860,00 34.307,00 2.259,00 137.426,00 Tinggi 9 Manggarai Barat 265.747,00 53.426,00 522,00 319.695,00 Sedang 10 Manggarai Timur 156.890,00 70.521,00 18.199,00 245.610,00 Tinggi 11 Nagekeo 112.149,00 27.829,00 6.847,00 146.825,00 Tinggi 12 Ngada 115.453,00 53.194,00 4.049,00 172.696,00 Tingg! Bahaya Kabupaten/Kota Luas (Ha) Kelas Rendah Sedang Luas Total 13 Rote Ndao 100.097,00 32.677,00 . 132.774,00 Sedang 14 Sabu Raijua . . 47.617,00 47.617,00 Tinggi 15 Sikka 150.492,00 19.851,00 769,00 171.112,00 Tinggi 16 Sumba Barat 19.232,00 54.895,00 74.127,00 Sedang 17 Sumba Barat Daya 7.550,00 126.950,00 8.678,00 143.178,00 Tinggi 18 Sumba Tengah 125.037,00 61.333,00 257,00 186.627,00 Sedang 19 Sumba Timur 378.042,00 281.166,00 60.017,00 719.225,00 Tinggi 20 Timor Tengah Selatan 256.489,00 144.887,00 509,00 401.885,00 Sedang 21 Timor Tengah Utara 146.066,00 122.469,00 172,00 268.707,00 Sedang B Kota 1 Kota Kupang 1.712,00 14.033,00 . 15.745,00 Sedang Provinsi Nusa Tenggara 2.823.317,00 1.738.480,00 202.902,00 4.764.699,00 Tioggi Timur Sumber : Hasil Analists Tahuun 2020 Tabel di atas memperlihatkan potensi luas bahaya gempabumi per kabupaten/kotaterpapar bencana gempabumi. Potensi bahaya gempabumi tersebut merupakan luasan wilayah yang memiliki kondisi rentan terhadap bencana gempabumi berdasarkan kajian bahaya. Luas bahaya Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan berdasarkan total luas bahaya per kabupaten. Sedangkan kelas bahaya gempabumi ditentukan dengan melihat kelas bahaya maksimum dari seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timurterdampak bahaya gempa bumi. Potensi luas bahaya gempabumi di Provinsi Nusa Tenggara Timursecara keseluruhan adalah 4.764.699,00 Ha dan berada pada kelas tinggi. Secara lebih rinci, luas bahaya dengan kelas rendah adalah 2.823.317,00 Ha, kelas sedang 1.738.480,00 Ha, dan kelas tinggi seluas 202.902,00 Ha. 100 .000 00 350,000.00 00,000.00 l0.0o0 00 200,000 00 150,000 00 100,000. 0o 50,000.00 Sumber : Hasil Analisis Tahun 2020 Renda e r gxi l . L I Gambar 27. Grafik Potensi Bahaya Gempa Bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur Sebaran potensi luas bahaya gempa bumi masing-masing kabupaten/kota dipersentasikan pada grafik di atas.Kabupaten/kola yang memiliki luas tertinggi bahaya gempa bumi pada kelas rendah adalah Kabupaten Sumba Timurdengan luas 378.042,00Ha, pada kelas sedang adalah Kabupaten Sumba Timurdengan luas281.166,00Ha, dan yang memiliki luas tertinggi bahaya gempa bumi pada kelas tinggi adalah Kabupaten Alordengan luas60.017,00Ha. 3.3.6. Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan Dengan menggunakan parameter-parameter sebagairnana telah diuraikan di atas, keluaran hasil kajian yang berupa potensi luas dan kelas bahaya kebakaran hutan dan lahan di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timursebagai beriku t, diuraikan sebagai berikut: Tabel 36. Potensi Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Nusa Tenggara Timur Bahaya Kabupaten/Kota Luas (Ha) Kelas Rendah Sedang Luas Total A Kabupaten 1 Alor 152.455,00 126.286,00 19.698,00 298.439,00 Tinggi 2 Belu 40.433,00 73.871,00 291,00 114.595,00 Sedang 3 Ende 177.352,00 26.454,00 9.340,00 213.146,00 Tinggi 4 Flores Timur 82.181,00 89.655,00 6.287,00 178.123,00 Tinggi 5 Kabupaten Kupang 338.554,00 178.067,00 11.757,00 528.378,00 Sedang 6 Lembata 55.500,00 61.586,00 11.507,00 128.593,00 Tinggl 7 Malaka 85.438,00 28.131,00 3925,00 117.494,00 Tinggi 8 Manggarai 93.902,00 41.861,00 1.633,00 137.396,00 Tinggi 9 Manggarai Barat 192.605,00 82.847,00 43.716,00 319.168,00 Tinggi 10 Manggarai Timur 148.475,00 83.719,00 13.399,00 245.593,00 Tinggi 11 Nagekeo 63.968,00 33.930,00 48.906,00 146.804,00 Tinggi 12 Ngada 57.293,00 80.855,00 34.485,00 172.633,00 Tinggi 13 Rote Ndao 42.398,00 82.476,00 7.699,00 132.573,00 Tinggi 14 Sabu Raijua 1.085,00 25.239,00 20.828,00 47.152,00 Tinggi 15 Sikka 109.930,00 56.231,00 4.762,00 170.923,00 Sedang 16 Sumba Barat 22.572,00 47.658,00 3.858,00 74.088,00 Tingsi 17 Sumba Barat Daya 39.720,00 93.327,00 10.138,00 143.185,00 Tinggi 18 Sumba Tengah 57.164,00 60.626,00 68.780,00 186.570,00 Tinggi 19 Sumba Timur 154.008,00 250.292,00 314.705,00 719.005,00 Tinggi 20 Timor Tengah Selatan 323.802,00 69.022,00 8.991,00 401.815,00 Tinggi 21 Timor Tengah Utara 198.262,00 57.991,00 11.946,00 268.199,00 Tinggi B Kota 1 Kota Kupang 13.744,00 1.975,00 . 15.719,00 Rendah Provinsi Nusa Tenggara 2450.841,00 1.652.099,00 656.651,00 4.759.591,00 Tinggi Timur Sumber : Hasil Analistis Tahun 2020 Potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan dari tabel di atas merupakan luasan wilayah yang memiliki kondisi rentan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan berdasarkan kajian bahaya kebakaran hutan dan lahan. Total luas bahaya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan berdasarkan rekapitulasi total luas bahaya seluruh kabupaten terdampak kebakaran hutan dan lahan, sedangkan kelas bahaya kebakaran hutan dan lahan Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan dengan melihat kelas bahaya maksimum dari setiap kabupaten/ kota di Provinsi Nusa Tenggara Timuryang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan. Potensi luas bahaya kebakaran hutan dan lahan adalah sebesar 4.759.591,00Ha dan berada pada kelas tinggi, yang meliputi luas bahaya dengan kelas rendahseluas 2.450.841,00 Ha, kelas sedang 1.652.099,00 Ha, dan kelas tinggi dengan luas 656.651 ,00 Ha. 400,000.00 350,000.00 300,000.00 250,000.00 200,000.DO 150,000 00 100,000 0 50,000 00 Sumber : Hasil Analists Tahun 2020 Gambar 28. Grafik Potensi Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Nusa Tenggara Timur Pada grafik di atas, terlihat sebaran luas bahaya kebakaran hutan dan lahan masing-masing kabupaten/kota. Luas tertinggi bahaya kebakaran hutan dan lahan pada kelas rendah adalah 338.554,00 Ha, yaitu Kabupaten Kupang, sedangkan pada kelas sedang, luas tertinggi bahaya kebakaran hutan dan lahan terdapat di Kabupaten Sumba Timurdengan luas 250.292,00 Ha. Kabupaten Sumba Timur adalah wilayah yang memiliki potensi bahaya bencana kebakaran hutan dan lahan yang tertinggi untuk kelas tinggi, yaitu 314.705,00 Ha. 3.3.7. Bahaya Kekeringan Hasil kajian potensi luas dan kelas bahaya kekeringan dengan menggunakan parameter-parameter sebagaimana telah diuraikan di atas, diperoleh potensi luas dan kelas bahaya kekeringan di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai berikut: Tabel 37. Potensi Bahaya Kekeringan di Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten/Kota Kabupaten Bahaya Luas (Ha) f----�---- Sedang Luas Total Kelas Rendah Bahaya Kabupaten/Kota Luas (Ha) Kelas Rendah Sedang Luas Total 1 Alor 298.221,00 298.221,00 Sedang 2 Belu 115.372,00 . 115.372,00 Sedang 3 Ende 189.553,00 23.615,00 213.168,00 Tinggi 4 Flores Timur 134.745,00 43.178,00 177.923,00 Tinggi 5 Kabupaten Kupang . 528.657,00 528.657,00 Tinggi 6 Lembata 128.530,00 500,00 129.030,00 Tinggi 7 Malaka 68.522,00 48.997,00 117.519,00 Tinggi 8 Manggarai . . 137.381,00 137.381,00 Tinggi 9 Manggarai Barat . 319.105,00 319.105,00 Tinggi 10 Manggarai Timur . 245.597,00 245.597,00 Tinggi II Nagekeo . . 146.743,00 146.743,00 Tinggi 12 Ngada . . 172.647,00 172.647,00 Tinggi 13 Rote Ndao . 132.542,00 132.542,00 Tinggi 14 Sabu Raijua . 47.551,00 47.551,00 Tinggi 15 Sikka . 169.468,00 1.464,00 170.932.00 Tinggi 16 Sumba Barat 15.389,00 58.696,00 74.085,00 Tingg 17 Sumba Barat Daya . 5.287,00 137.932,00 143.219,00 Tinggi 18 Sumba Tengah 184.662,00 1.962,00 186.624,00 Tinggi 19 Sumba Timur 718.921,00 . 718.921,00 Sedang 20 Timor Tengah Selatan 401.702,00 401.702,00 Tinggi 21 Timor Tengah Utara . 166.258,00 102.460,00 268.718,00 Tinggi B Kota 1 Kota Kupang . . 15.757,00 15.757,00 Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur 2.194.928,00 2.566.486,00 4.761.414,00 Tiggi Smber : Hasil Analisis Tahun 2020 Tabel di atas memperlihatkan potensi luas bahaya terpapar kekeringan tiap kabupaten. Potensi bahaya kekeringan pada tabel tersebut memaparkan jumlah luas wilayah yang memiliki kondisi rentan terhadap bencana kekeringan berdasarkan kajian bahaya. Luas bahaya Provinsi Nusa Tenggara Timurclitentukan berdasarkan total luas bahaya tiap kabupaten. Kelas bahaya kekeringan Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan dengan melihat kelas bahaya maksimum dari Provinsi Nusa Tenggara Timuryang terdampak kekeringan. Dari hasil kajian dihasilkan total luas bahaya kekeringan di Provinsi Nusa Tenggara Timursecara keseluruhan adalah 4.761.414,00 Ha dan berada pada kelas tinggi. Secara terinci, luas bahaya dengan kelas rendah-Ha kelas sedang seluas 2.194.928,00 Ha dan kelas tinggi seluas 2.566.486,00 Ha. Rendah Sedang Tinggr 800,000.0o 700,000.00 600,000 00 500,000.00 400,000.00 0,000 00 I 400,DO0.0 100,000.00 I s ,. �o L • I I I I I I I • I I I I Sumber : Hasil Analisis Tahun 2020 Gambar 29. Grafik Potensi Bahaya Kekeringan di Provinsi Nusa Tenggara Timur Sebaran luas bahaya kekeringan masing-masing kabupaten/kota yang dipresentasikan pada grafik di atas, memperlihatkan bahawa kabupaten/kota yang memiliki luas tertinggi bahaya kekeringan pada kelas rendah adalah Kabupaten Alor, yaitu -Ha, sedangkan Kabupaten Sumba Timuradalah kabupaten yang memiliki luas tertinggi bahaya kekeringan pada kelas sedang dengan luas 718.921,00 Ha, dan Kabupaten Kupangmerupakan wilayah yang memiliki luas tertinggi potensi bahaya kekeringan dengan kelas tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan Iuas 528.657,00 Ha. 3.3.8. Bahaya Letusan Gunungapi Hasil kajian potensi luas dan kelas bahaya letusan gunungapi dengan menggunakan parameter-parameter sebagaimana telah diuraikan di atas, diperoleh potensi luas dan kelas bahaya letusan gunungapi di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai berikut: Tabel 38. Potensi Bahaya Letusan Gunungapi di Provinsi Nusa Tenggara Timur Bahaya Kabupaten/Kota Luas (Ha) Ke las Rendah Sedang Luas Total A Kabupaten 1 Alor 9.148,00 460,00 482,00 10.090,00 Rendah 2 Belu - - - - 3 Ende 20.586,00 988,00 1.772,00 23.346,00 Tinggi 4 Flores Timur 40.078,00 6.219,00 6.007,00 52.304,00 Tinggi 5 Kabupaten Kupang - - - - 6 Lembata 15.486,00 8.200,00 4.782,00 28.468,00 Tinggi 7 Malaka - - 8 Manggarai 8.332,00 1.462,00 1,00 9.795,00 Sedang 9 Manggarai Barat 7.518,00 3.503,00 988,00 12.009,00 Sedang 10 Manggarai Timur 7.007,00 631,00 322,00 7.960,00 Sedang 11 Nagekeo 16.368,00 3.713,00 844,00 20.925,00 Sedang 12 Ngada 13.636,00 2115,00 2.806,00 18.557,00 Tinggi 13 Rote Ndao - - - Bahaya Kabupaten/Kota Luas (Ha) Kelas Rendah Sedang Luas Total 14 Sabu Raijua . . 15 Sik.ka 7.559,00 2.787,00 2.102,00 12.448,00 Tinggi 16 Sumba Barat . . . 17 Sumba Barat Daya . . . . . 18 Sumba Tengah . . . . 19 Sumba Timur . . . . 20 Timor Tengah Selatan . . . 21 Timor Tengah Utara . . . B Kota 1 Kota Kupang . . . Provinsi Nusa Tenggara Timur 145.718,00 30.078,00 20.106,00 195.902,00 Tiggi Sumber : Hasil Analisis Tahun 2020 Potensi luas bahaya terpapar letusan gunung api tiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur dipresentasikan pada tabel di atas. Potensi bahaya letusan gunungapi pada tabel tersebut memaparkan jumlah luas wilayah yang memiliki kondisi rentan terhadap bencana letusan gunung api berdasarkan kajian bahaya. Luas bahaya di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan berdasarkan total luas bahaya tiap kabupaten/kota. Kelas bahaya letusan gunung ditentukan dengan melihat kelas bahaya maksimum dari Provinsi Nusa Tenggara Timuryang terdampak letusan gunungapi. Total luas bahaya letusan gunungapi di Provinsi Nusa Tenggara Timur hasil kajiansecara keseluruhan adalah 195.902,00Ha dan berada pada kelas tinggi. Secara terinci, luas bahaya dengan kelas rendahadalah 145.718,00Ha kelas sedang seluas 30.078,00 Ha dan kelas tinggi seluas 20.106,00Ha. 45,000.00 40,000.00 35000.00 40,000 00 2 ,000. 0o 20,000.00 15.000.00 10,000 00 .,_00000 I _ s' l I. Re Se ng st lL. I • Suumber : Hasil Analists Tahun 2020 Gambar 30. Grafik Potensi Bahaya Letusan Gunung Api di Provinsi Nusa Tenggara Timur Grafik di atas memperlihatkan sebaran luas bahaya letusan gunungapi masing masing kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang memiliki luas tertinggi bahaya letusan gunungapi pada kelas rendah adalah Kabupaten Flores Timur, yaitu 40.078,00Ha, sedangkan Kabupaten Lembataadalah kabupaten yang memiliki luas tertinggi bahaya letusan gunungapi pada kelas sedang dengan luas 8.200,00Ha, dan Ka bu paten Flores Tirnurmerupakan wilayah yang memiliki Juas tertinggi potensi bahaya letusan gunungapi dengan kelas tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan luas 6.007,00Ha. 3.3.9. Bahaya Tanah Longsor Hasil kajian potensi Juas dan kelas bahaya tanah longsor dengan menggunakan parameter-parameter sebagaimana telah diuraikan di atas, diperoleh potensi luas dan kelas bahaya tanah longsor di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai berikut: Tabel 39. Potensi Bahaya Tanah Longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur Bahaya Kabupaten/Kota Luas (Ha) Kelas Rendah Sedang Luas Total A Kabupaten l Alor 57.045,00 129.130,00 35.880,00 222.055.,00 Tinggi 2 Belu . 48.978,00 1.926,00 50.904,00 Tinggi 3 Ende 13.565,00 136.704,00 31.363,00 181.632,00 Tinggi 4 Flores Timur 44.997,00 56.195,00 10.091,00 111.283,00 Tinggi s Kabupaten Kupang 59.456,00 155.935,00 5.654,00 221.045,00 Sedang 6 Lembata 42.216,00 32.922,00 8.652,00 83.790,00 Tinggi 7 Malaka 8.908,00 22.645,00 146,00 31.699,00 Sedang 8 Manggarai 36.853,00 52.437,00 9.708,00 98.998,00 Tinggi 9 Manggarai Barat 97.846,00 99.118,00 10.917,00 207.881,00 Tinggi 10 Manggarai Timur 61.324,00 109.392,00 18.859,00 189.575,00 Tinggi 11 Nagekeo 23.285,00 51.678,00 9.439,00 84.402,00 Tinggi 12 Ngada 46.557,00 48.737,00 5.543,00 100.837,00 Tinggi 13 Rote Ndao 3.421,00 1.698,00 5.119,00 Sedang 14 Sabu Raijua 4.999,00 1.170,00 6.169,00 Sedang IS Sikka 17.969,00 87.258,00 19.248,00 124.475,00 Tinggi 16 Sumba Barat 14.255,00 3.963,00 25,00 18.243,00 Sedang 17 Sumba Barat Daya 11.463,00 4.677,00 16.140,00 Sedang 18 Sumba Tengah 40.929,00 19.274,00 135,00 60.338,00 Sedang 19 Sumba Timur 122.330,00 138.503,00 3.708,00 264.541,00 Tinggi 20 Timor Tengah Selatan 5.496,00 184.727,00 14.556,00 204.779,00 Tinggi 21 Timor Tengah Utara 3.503,00 95.226,00 10.078,00 108.807,00 Tinggi B Kota 1 Kota Kupang 150,00 617,00 . 767,00 Sedang Provinsi Nusa Tenggara Timur 716.567,00 1.480.984,00 195.928,00 2.393.479,00 Tingei Sumber : Hasil Analisis Tahun 2020 Potensi luas bahaya tanah longsor dari tabel di atas merupakan luasan wilayah yang memiliki kondisi rentan terhadap bencana tanah Iongsor berdasarkan kajian bahaya tanah longsor. Total Juas bahaya Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan berdasarkan rekapitulasi total luas bahaya seluruh kabupaten/kota yang terdampak bahaya tanah longsor, sedangkan kelas bahaya tanah longsor Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan dengan melihat kelas bahaya maksimum dari setiap kabupaten/kota yang terdampak bencana tanah longsor. Potensi luas bahaya tanah longsor adalah 2.393.4 79,00 Ha dan berada pada kelas tinggi.Luasan tersebut dikelompokkan ke dalam potaesi luas bahaya dengan kelas rendah 716.567,00 Ha, kelas sedang seluas 1.480.984,00 Ha, dan kelas tinggi seluas 195.928,00 Ha. Rendah edang a Tinggr 200,00.00 180,000.00 160,000.00 140.0()000 J IW,0IJ000 J j l00,001)00 � Ho,00000 � 60,000.00 m= l i . t . . i . L t Sumber : Hasil Analisis Tahun 2020 Gambar 31. Grafik Potensi Bahaya Tanah Longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur Pada grafik di atas, dapat terlihat sebaran luas bahaya tanah longsor masing-masing kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang memiliki luas tertinggi bahaya tanah longsor pada kelas rendah adalah Kabupaten Sumba Timur dengan luas 122.330,00 Ha, sedangkan kabupaten/kotayang memiliki luas tertinggi bahaya tanah longsor pada kelas sedang adalah Kabupaten Timor Tengah Selatandengan luas184.727,00 Ha, dan kabupaten yang memiliki luas tertinggi bahaya tanah longsor pada kelas tinggi adalah Kabupaten Alordengan luas35.880,00 Ha. 3.3.10. Bahaya Tsunami Hasil kajian potensi luas dan kelas bahaya tsunami dengan menggunakan parameter-parameter sebagaimana telah diuraikan di atas, diperoleh potensi luas dan kelas bahaya tsunami di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai berikut: Tabel 40. Potensi Bahaya Tsunami di Provinsi Nusa Tenggara Timur Bahaya Kabupaten/Kota Luas (Ha) Kelas Rendah Sedang Luas Total A Kabupaten Alor 79,00 204,00 2469,00 2.752,00 Tinggi 2 Belu 5,00 14,00 665,00 684,00 Tinggi Bahaya Kabupaten/Kota Luas [Ha] Kelas Rendab Sedang Luas Total 3 Ende 58,00 102,00 907,00 1.067,00 Tinggi 4 Flores Timur 19,00 54,00 2.094,00 2.167,00 Tinggt 5 Kabupaten Kupang 438,00 457,00 3.167,00 4.062,00 Tinggi 6 Lembata 62,00 137,00 1.060,00 1.259,00 Tinggi 7 Malaka 482,00 328,00 706,00 1.516,00 Tinggi 8 Manggarai 46,00 32,00 2.381,00 2.459,00 Tingg 9 Manggarai Barat 618,00 347,00 17.157,00 18.122,00 Tingg 10 Manggarai Timur 139,00 106,00 5.332,00 5.577,00 Tinggi 11 Nagekeo 268,00 416,00 9.098,00 9.782,00 Tinggi 12 Ngada 7,00 3,00 2.297,00 2.307,00 Tinggi 13 Rote Ndao 492,00 593,00 3.668,00 4.753,00 Tinggi 14 Sabu Raijua 103,00 127,00 1.222,00 1452,00 Tinggi 15 Sikka 167,00 143,00 2.013,00 2.323,00 Tinggi 16 Sumba Barat 116,00 82,00 846,00 1.044,00 Tinggi 17 Sumba Barat Daya 32,00 25,00 865,00 922.00 Tinggi 18 Sumba Tengah 45,00 24,00 985,00 1.054,00 Tinggi 19 Sumba Timur 307,00 982,00 1.500,00 2.789,00 Tnggt 20 Timor Tengah Selatan 145,00 121,00 580,00 846,00 Tinggi 21 Timor Tengah Utara 16,00 21.00 702,00 739,00 Tinggi 8 Kota 1 Kota Kupang 3,00 9,00 135,00 147,00 Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur 3.647,00 4.327,00 59.849,00 67.823,00 Tinggi Sumber : Hasil Analists Tahun 2020 Tabel di atas memperlihatkan potensi luas bahaya terpapar tsunami tiap kabupaten/kota. Potensi bahaya tsunamipada tabel tersebut memaparkan jumlah luas wilayah yang memiliki kondisi rentan terhadap bencana tsunamiberdasarkan kajian bahaya. Luas bahaya Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan berdasarkan total luas bahaya tiap kabupaten/kota. Kelas bahaya tsunami Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan dengan melihat kelas bahaya maksimum dari Provinsi Nusa Tenggara Timuryang terdampak tsunami. Total potensi luas bahaya tsunamidi Provinsi Nusa Tenggara Timursecara keseluruhan adalah 67.823,00Ha dan berada pada kelas tinggi. Total luas ini terdiri dari luas bahaya dengan kelas rendahadalah 3.647,00Ha kelas sedang seluas 4.327,00 Ha dan kelas tinggi seluas 59.849,00Ha. £ Bahaya Kabupateo/Kota Luas (Ha) Kelas Reodab Sedang Luas Total 15 Sikka 1,00 8.235,00 S36,00 8.772,00 Tinggi 16 Sumba Barat . 2.565,00 182,00 2.747,00 Sedang 17 Sumba Barat Daya 98,00 18,00 116,00 Sedang 18 Sumba Tengah . 1.865,00 100,00 1.965,00 Sedang 19 SumbaTimur 25.590,00 1.561,00 27.151,00 Tingg 20 Timor Tengah Selatan 30.290,00 6.844,00 37.134,00 Tingg 21 Timor Tengah Utara . 1S.709,00 994,00 16.703,00 Tingg B Kota 1 Kota Kupang 199,00 S9,00 258,00 Sedang Provinsi Nusa Tenggara Timur 5.775,00 248.517,00 20.375,00 274.667,00 Tinggi Sumber : Hasil Analisis Tahun 2020 Tabel di atas memperlihatkan potensi luas bahaya likuefaksidi setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Potensi bahaya likuefaksi pada tabel tersebut memaparkan jumlah luas wilayah yang memiliki kondisi rentan terhadap bencana likuefaksi berdasarkan kajian bahaya. Luas bahaya Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan berdasarkan total Juas bahayalikuefaksi seluruh kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timuryang terdampak bahaya likuefaksi. Kelas bahaya likuefaksi Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan dengan melihat kelas bahaya maksimum seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timuryang terdampak likuefaksi. Total luas bahaya likuefaksi di Provinsi Nusa Tenggara Timursecara keseluruhan adalah 274.667,00Ha dan berada pada kelas tinggi. Luas bahaya likuefaksi tersebut dirinci menjadi 3 kelas bahaya, yaitu luas bahaya dengan kelas rendah adalah 5.775,00 Ha, kelas sedang seluas 248.517,00Ha, sedangkan daerah yang terdampak bahaya likuefaksi pada kelas tinggi adalah seluas 20.375,00Ha adalah Kabupaten Ngada. 70,000.00 60,000 00 50,00.00 40,000 00 40,000 00 20,000.00 10.,000.00 Sumber : Hasil Analisis Tahun 2020 l L . I I. • t l Gambar 35. Grafik Potensi Bahaya Likuefaksi di Provinsi Nusa Tenggara Timur Dari grafik di atas, dapat terlihat sebaran luas bahaya likuefaksi masing-masing kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang memiliki luas tertinggi bahaya likuefaksi pada kelas rendah adalah Kabupaten Ngadadengan luas 2.832,00Ha. Pada kelas sedang, kabupaten/kota yang memiliki luas tertinggi bahaya likuefaksi adalah Kabupaten Kupangdengan luas57.428,00Ha. Sedangkan untuk kelas tinggi, daerah yang memiliki luas bahaya likuefaksi tertinggi adalah Kabu paten Timor Tengah Selatandengan luas 6.844,00Ha. 3.3.12. Bahaya Pandemi €OVID-19 Berdasarkan hasil kajian potensi luas dan kelas bahayapandemi COVID-19 dengan menggunakan parameter-parameter sebagairnana telah diuraikan di atas, diperoleh potensi luas dan kelas bahaya pandemi COVID-19 di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai berikut: Tabel 42. Potensi Bahaya Pandemi €OVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur Bahaya Kabupaten/Kota Luas (Ha) Kelas Rendah Sedang LuasTotal A Kabupaten 1 Alor 296.260,00 441,00 . 296.701,00 Sedang 2 Belu 114.762.00 414,00 . 115.176,00 Sedang 3 Ende 212.942,00 . 212.942,00 Rendah 4 Flores Timur 177.125,00 325,00 . 177.450,00 Sedang 5 Kabupaten Kupang 527.126,00 767,00 . 527.893,00 Rendah 6 Lembata 124.002,00 559,00 124.561,00 Sedang 7 Malaka 116.613,00 693,00 117.306,00 Sedang 8 Manggarai 136.284,00 1.027,00 137.311,00 Sedang 9 Manggarai Barat 317.051,00 831,00 317.882,00 Rendah 10 Manggarai Timur 245.406,00 33,00 . 245.439,00 Rendah 11 Nagekeo 146.577,00 . 146.577,00 Rendah 12 Ngada 172.389,00 . . 172.389,00 Rendah 13 Rote Ndao 131.657,00 . . 131.657,00 Rendah 14 Sabu Raijua 47.060,00 . 47.060,00 Rendah 15 Sikka 170.070,00 476,00 170.546,00 Sedang 16 Sumba Barat 73.831,00 242,00 74.073,00 Sedang 17 Sumba Barat Daya 142.865,00 210,00 143.075,00 Rendah 18 Sumba Tengah 186.489,00 . 186.489,00 Rendah 19 Sumba Timur 717.527,00 1.090,00 . 718.617,00 Sedang 20 Timor Tengah Selatan 400.922,00 7S8,00 401.680,00 Sedang 21 Timor Tengah Utara 268.202,00 . 268.202,00 Rendah 8 Kota 1 Kota Kupang 7.268,00 4.553,00 3.86S,OO 15.686,00 Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur 4.732.428 12419 3.865 4.748.712 Tinggi Suumber : Hast Analisis Tahun 2020 Potcnsi luas bahaya pandemi COVID-19 dari tabel di atas merupakan luasan wilayah yang memiliki kondisi rcntan terhadap bencana pandemi COVID-19 berdasarkan kajian bahaya pandemi COVID-19. Total luas bahaya Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan berdasarkan rekapitulasi total luas bahaya seluruh kabupaten terdampak pandemi COVID-19, sedangkan kelas bahaya pandemi COVID-19 Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan dengan melihat kelas bahaya maksimum dari wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timuryang terdampak bahaya pandemi COVID 19. Potensi luas bahaya pandemi COVID-19 adalah 4.748.712,00Ha dan berada pada kelas tinggi. Luas bahaya pandemi COVID-19 tersebut dirinci menjadi 3 kelas bahaya, yaitu luas bahaya dengan kelas rendah adalah 4.732.428,00Ha, kelas sedang seluasl2.419,00Ha, sedangkan daerah yang terdampak bahaya pandemi COVID-19 pada kelas tinggi adalah dengan luas 3.865,00 Ha. 8 00. 00i 00 0 000 0o 600,000 00 00,000.00 400,000 00 JOOOOJOO I 200,000.00 0ot 00 I I I I I I • I I I Se • I I • I I I I I Sumber : Hasil Analisis Tahun 2020 Gambar 36. Grafik Potensi Bahaya Pandemi €OVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur Grafik di atas memperlihatkan scbaran luas bahaya pandemi COVID-19 masing masing di kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang memiliki luas tertinggi bahaya pandemi COVID-19 pada kelas rendah adalah Kabupaten Sumba Timurdengan luas717.527,00Ha, dan pada kelas sedang dengan luas tertinggi adalah Kota Kupang seluas4.553,00Ha.Kota Kupangmcrupakan wialyah yang memiliki luas tertinggi bahaya pandemi COVID-19 pada kelas tinggi, yaitu3.865,00Ha. 3.3.13. Rekapitulasi Bahaya Penjabaran kajian bahaya setiap polensi bencana memperlihatkan hasil yang berbeda-beda. Secara umum rekapitulasi hasil pengkajian bahaya setiap kabupaten/kota menentukan hasil kajian tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Rangkuman hasil potensi luas bahaya dan kelas bahaya di Provinsi Nusa Tenggara Timuruntuk setiap bencana di atas adalah sebagai berikut. Tabel 43. Potensi Bahaya di Provinsi Nusa Tenggara Timur Jenis Bencana Luas (Ha) Bahaya Kelas 5 Bahaya Jenis Bencana Luas (Ha) Kelas 1 Banjir 1.985.197,00 Tinggi 2 Banjir Bandang 303.234,00 Tinggi 3 Cuaca Ekstrim 570248 Sedang 4 Gelombang Ekstrim dan Abrasl 95.397,00 Tinggi 5 Gempa Bumi 4.764.699,00 Tinggi 6 Kebakaran Hutan dan Lahan 4.759.591,00 Tingg 7 Kekeringan 4.761.414,00 Ting! 8 Letusan Gunung Api 195.902,00 Tinggi 9 Tanah Longsor 2.393.479,00 Tinggi 10 Tsunami 67.823,00 Tnggi 11 Likuefaksi 274.667,00 Tingg 12 Pandemi C0VI1D-19 4.748.712,00 Tinggi Sumber : Hasil Analisis Tahun 2020 3.3.14. HASIL KAJIAN MULTI BAHAYA Hasil analisis luas multibahaya dilakukan dengan menggabungkan beberapa potensi bencana yang mengancam suatu wilayah. Penggabungan dilakukan dengan mempertimbangkan nilai maksimum dari setiap bencana yang terjadi sehingga gambaran bencana yang tampak pada analisis multibahaya adalah bencana yang memberikan pengaruh terbesar terhadap suatu wilayah. Hasil perhitungan nilai potensi luas bahaya dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut ini. Tabel 48. Potensi Multibahaya di Provinsi Nusa Tenggara Timur Multi Bahaya Kabupaten/Kota Luas (Ha) Kelas Rendah Sedang Total A Kabupaten 1 Alor 8 298.955 57 299.020 Sedang 2 Belu 12 115.625 2 115.639 Sedang 3 Ende 2 213.297 113 213.412 Sedang 4 Flores Timur 8 178.384 208 178.600 Sedang 5 Kabupaten Kupang 4 528.368 704 529.076 Sedang 6 Lembata 21 129.479 45 129.545 Sedang 7 Malaka 2 116.976 768 117.746 Sedang 8 Manggarai 4 137.354 129 137.487 Sedang 9 Manggarai Barat 43 319.772 644 320.459 Sedang 10 Manggarai Timur 3 245.185 551 245.739 Sedang 11 Nagekeo 3 145.059 1.884 146.946 Sedang 12 Ngada 14 172.571 200 172.785 Sedang 13 Rote Ndao 27 133.040 153 133.220 Sedang 14 Sabu Raijua 0 46.589 1117 47.706 Sedang 15 Sikka 4 171.234 122 17L360 Sedang 16 Sumba Barat 2 74.081 60 74.143 Sedang 17 Sumba Barat Daya 0 143.205 38 143.243 Sedang 18 Sumba Tengah 6 186.675 44 186.725 Sedang Multi Bahaya Kabupaten/Kota Luas (Ha) Rendah Sedang 19 Sumba Timur 9 719.059 507 20 Timor Tengah Selatan 0 401.468 431 21 Timor Tengah Utara 10 268.717 109 B Kota Kota Kupang 2 15.762 0 Provinsi Nusa Tenggara Timur 184 4.760.855 7.886 Sumber : Hasil Analists Tahun 2020 Rendah «Se+ img a .ngg Kelas Total 719.575 Sedang 401.899 Sedang 268.836 Sedang 15.764 Sedang 4.768.925 Sedang 800,000 700,000 600,000 0.00o 400.000 300.000 200.000 100.000 I I I I I I I I I I I I I • I I I I I I Sumber : Hasil Analists Tahun 2020 Gambar 37. Grafik Potensi Multibahaya di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tabel dan grafik di atas menunjukkan luasan multibahaya yang mungkin terjadi. Dalam kajian ini nilai luasan total sesuai dengan luas adrninistrasi. Dari tabel dan grafik tersebut juga terlihat sebaran potensi multibahaya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kabupaten Sumba Timur memiliki luasan potensi multi bahaya tertinggi sehingga menjadi daerah dengan pengaruh bencana terbesar. 3.1. HASIL KAJIAN KERENTANAN Komponen-komponen sosial budaya, fisik, ekonomi, dan lingkungan menjadi dasar penentuan indeks penduduk terpapar dan indeks kerugian untuk menghasilkan potensi penduduk terpapar dan potensi kerugian. Penggabungan indeks penduduk terpapar dan indeks kerugian menghasilkan kelas kerentanan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil pengkajian kerentanan lebih detail dapat dilihat pada Album Peta Kerentanan Provinsi Nusa Tenggara Timur, sedangkan hasil pengkajian kerentanan tingkat kabupaten/kota untuk setiap jenis bencana diuraikan pada sub BAB di bawah ini.
2.760.275,45 juta rupiah. Berdasarkan kajian dihasilkan kelas kerugian bencana banjir di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah pada kelas Sedang. Secara terinci, kerugian fisik adalah scbesar 2.739.578,45 juta rupiah, dan kerugian ekonomi sebesar 20.697,00 juta rupiah. Kabupaten/kota dengan kerugian fisik tertinggi adalah Kabupaten Sumba Barat Daya, yaitu sebesar 649.806,59 juta rupiah. Kabupaten/kota dengan kerugian ekonomi tertinggi adalah Kabupaten Kupang sebesar 7.971 juta rupiah, dan kabupaten/kota dengan total kerugian tertinggi adalah Kabupaten Sumba Baral Daya, yaitu sebesar 649.908,59 juta rupiah. Potensi kerusakan lingkungan merupakan lingkungan dari seluruh wilayah terdampak rekapitulasi potensi bencana banjir. Kelas kerusakan kerusakan lingkungan bencana banjir di Provinsi Nusa Tenggara Timur dilihat berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah terdampak bencana banjir. Potensi kerusakan lingkungan bencana banjir di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah 1.798.514,00 Ha dengan kelas kerusakan lingkungan adalah Tinggi. Kabupaten/kota terdampak potensi kerugian lingkungan bencana banjir tertinggi adalah Kabupaten Rote Ndao dengan luas 582.644,00 Ha. 3.3.15. Bencana Banjir Bandang Dari hasil kajian kerentanan, diperoleh potensi penduduk terpapar dan kerugian bencana banjir bandang di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai berikut: Tabel 51. Potensi Penduduk Terpapar Bencana Banjir Bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten/Kota Potensi Penduduk Terpapar (Jiwa) Jumlah Kelompok Rentan Kelas Penduduk Penduduk Penduduk Terpapar Penduduk dengan Umur Miskin Ragam Rentan Disabilitas A Kabupaten I Alor 26.766 2.834 8.999 90 Tinggi 2 Belu 6.094 601 3.877 46 Tinggi 3 Ende 59.422 5.375 42.188 335 Tinggi 4 Flores Timur 41.577 4.664 18.348 307 Tinggi 5 Kabupaten Kupang 20.174 2331 9.704 131 Tinggi 6 Lembata 29.377 3.800 20.712 289 Tinggi 7 Malaka 4.000 370 2.543 9 Tinggi 8 Manggarai 17.335 2.186 14.225 133 Tinggi 9 Manggarai Barat 4.798 434 5.668 53 Tinggi 10 Manggarai Timur 16.425 1.731 15.181 177 Tingg 11 Nagekeo 10.412 1.287 7.662 119 Tinggi 12 Ngada 25.544 3.029 13.991 176 Tinggi 13 Rote Ndao 3.646 462 2.884 42 Tinggi 14 Sabu Raijua 678 118 377 3 Tinggi 15 Sikka 2.877 394 2.264 35 Tinggi 16 Sumba Barat 11.870 1.094 2.452 70 Tnggi 17 Sumba Barat Daya 30.071 2.689 10.913 84 Tinggi 18 Sumba Tengah 3.601 301 200 39 Tinggi 19 Sumba Timur 3.020 264 995 43 Tinggi 20 Timor Tengah Selatan 2.999 142 395 14 Tinggi 21 Timor Tengah Utara 10.835 965 2.131 43 Tinggi B Kota 1 Kota Kupang 2.538 311 682 12 Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur 334.059 35.382 186.391 2.250 Tinggi Sumber: Hasil Analists Tahun 2020 Total penduduk terpapar diperoleh dari rekapitulasi hasil potensi penduduk terpapar dari seluruh wilayah terdampak banjir bandang. Penduduk terpapar bencana banjir bandang terjadi berdasarkan banyaknya aktivitas penduduk yang berada di area rentan terhadap bencana banjir bandang. Kelas penduduk terpapar bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan dengan melihat kelas penduduk terpapar maksimum dari seluruh kabupaten/kota terdampak bencana banjir bandang. Penduduk terpapar bencana banjir bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timurdiperoleh dari total jumlah penduduk terpapar untuk seluruh wilayah, yaitu 334.059 jiwa dan berada pada kelas Tinggi. Secara terinci, potensi penduduk terpapar pada kelompok rentan terdiri dari kelompok umur rentan sejumlah 35.382jiwa, penduduk miskin sejumlah 186.39 ljiwa, dan penduduk dengan ragam disabilitas sejumlah 2.250jiwa. 70,000 60.000 0.000 ¢ 906 30 000 20.0 10.000 l I t . t l . y Sumber : Hasil Analisis Tahun 2020 Gambar 39. Grafik Potensi Penduduk Terpapar Bencana Banjir Bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur Pada grafik di atas, dapat dilihat potensi penduduk terpapar bencana banjir bandang masing-masing kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang memiliki potensi penduduk terpapar tertinggi bencana banjir bandang adalah Kabupaten Ende, yaitu dengan jumlah potensi penduduk terpapar mencapai 59.422 jiwa, kelompok umur rentan sebanyak 5.375jiwa, penduduk miskin sebanyak 42.188 jiwa, dan untuk penduduk cacat adalah 335 jiwa.Sedangkan potensi kerugian bencana banjir bandang dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 52. Potensi Kerugian Bencana Banjir Bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur Kerusakan Kerugian (Juta Rupiah) Lingkungan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Kerugian Total Kelas Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian A Kabupaten 1 Alor 165.758 36 165.794 Sedang 7.216 Tingg 2 Belu 14.662 70 14.732 Sedang 766 Tinggi 3 Ende 89.259 17 89.276 Sedang 329 Tinggi 4 Flores Timur 67.105 990 68.095 Sedang 773 Tingg 5 Kabupaten Kupang 198.288 7.971 206.259 Sedang 2.516 Tinggi 6 Lembata 63.215 8 63.223 Sedang 1.287 Tinggi 7 Malak.a 98.899 1.043 99.942 Sedang 1.873 Tinggi 8 Manggarai 258.355 11 258.366 Sedang 16.600 Tinggi 9 Manggarai Barat 66.910 134 67.044 Sedang 2920 Tinggi 10 Manggarat Timur 37.939 25 37.964 Sedang 8.749 Tingg 11 Nagekeo 22.521 1.245 23.766 Rendah 3.175 Tingg 12 Ngada 52.074 30 52.104 Sedang 1.549 Tigg 13 Rote Ndao 308.021 101 308.122 Sedang 582.644 Tingg 14 Sabu Raijua 141.010 123 141.133 Sedang 424.919 Tinggi 15 Sikka 136.928 10 136.938 Sedang 394.113 Tinggi 16 Sumnba Barat 38.725 43 38.768 Sedang 2.667 Tinggi 17 Sumba Barat Daya 649.807 102 649.909 Sedang 200.821 Tinggi ------------------------------------------------ -- - Sumber: Hasil Analisis Tahun 2020 8 Kerusakan Kerugian (Juta Rupiah) Lingkungan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Kerugian Total Kelas Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian 18 Sumba Tengah 44.894 61 44.955 Sedang 9.760 Tinggi 19 Sumba Timur 46.102 7.539 53.641 Sedang 46.198 Tinggi 20 Timor Tengah Selatan 17.454 635 18.089 Sedang 25.688 Tinggi 21 Timor Tengah Utara 204.951 500 205.451 Sedang 63.950 Tinggi 8 Kota 1 Kota Kupang 5.925 3 5.928 Sedang 187 Tinggi Provinsi Nusa Tenggara 2.438.912 7.893 2.446.805 Sedang 222.857 Tinggi Timur . . Total kerugian bencana banjir bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan rekapitulasi potensi kerugian fisik dan ekonomi dari seluruh wilayah terdampak bencana banjir bandang. Kelas kerugian tinggi bencana banjir bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur dilihat berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah terdampak bencana. Total kerugian untuk bencana banjir bandang adalah sebesar2.446.804,90 juta rupiah. Berdasarkan kajian, dihasilkan kelas kerugian bencana banjir bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Sedang. Secara terinci, kerugian fisik adalab sebesar 2.438.911, 90 juta rupiah, dan kerugian ekonomi sebesar 7.893,00 juta rupiah. Kabupaten/kota dengan kerugian fisik tertinggi adalah Kabupaten Ende, yaitu sebesar 376.315,15 juta rupiah, Kabupaten/kota dengan kerugian ekonomi tertinggi adalah Kabupaten Sumba Tirnuryaitu sebesar 2. 711,00 juta rupiah, dan kabupaten/kota dengan total kerugian tertinggi adalah Kabupaten Ende, yaitu sebesar 376.348,15 juta rupiah. Potensi kerusakan linglrungan merupakan rekapitulasi potensi kerusakan lingkungan dari seluruh wilayah terdampak bencana banjir bandang. Kelas kerusakan lingkungan bencana Provinsi Nusa Tenggara Timur dilihat berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah terdampak bencana banjir bandang. Potensi kerusakan lingkungan bencana banjir bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah 222.857,00Ha dengan kelas kerusakan Jingkungan berada pada kelas Tinggi. Kabupaten/kota terdampak potensi kerugian lingkungan bencana banjir bandang tertinggi adalah Kabupaten Sumba Baral Daya dengan luas 60.347,00 Ha. 3.3.16. Bencana Cuaca Ekatrim Pengkajian kerentanan menghasilkan potensi penduduk terpapar dan potensi kerugian. Potensi penduduk terpapar dan kerugian bencana cuaca ekstrim dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 53. Potensi Penduduk Terpapar Bencana Cuaca Ekstrim di Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten/Kota Potensi Penduduk Terpapar (Jiwa) Kelas Kelompok Rentan Jumlah Penduduk Penduduk Penduduk Penduduk Dengan Urmur Terpapar Miskin Ragan Rentan Disabilitas A Kabupaten 1 Alor 104.233 10.802 6.852 110 Tinggi 2 Belu 2.789 281 2124 15 Tinggi 3 Ende 1.835 143 1.232 8 Tinggi 4 Flores Timur 33.091 3.331 9.236 150 Tinggi 5 Kabupaten Kupang 69.233 8.449 24.831 264 Tinggi 6 Lembata 67.829 6.452 77.424 419 Tingg 7 Malak.a 98.401 8.946 86.076 304 Tinggi 8 Manggarai 138.487 16.001 86.533 469 Tinggi 9 Manggarai Barat 24.951 2.496 19.296 150 Tnggi 10 Manggarai Timur 35.290 3.367 32.515 241 Tinggi 11 Nagekeo 23.676 2573 14.280 166 Tinggi 12 Ngada 17.615 2.247 9.041 117 Tinggi 13 Rote Ndao 84.239 12.190 36.620 325 Tingg 14 Sabu Raijua 26.950 4.674 9.745 64 Tinggi 15 Sikka 20.451 3.084 10.197 83 Tinggi 16 Sumba Barat 50.067 4.801 16.470 296 Tinggi 17 Sumba Barat Daya 227.189 21.098 68.074 862 Ting8i 18 Sumba Tengah 38.669 3.905 4.635 435 Tinggi 19 Sumba Timur 24.786 2.392 12.680 523 Tinggi 20 Timor Tengah Selatan 3.385 241 1.822 34 Tinggi 21 Timor Tengah Utara 8.546 794 5.271 89 Tinggi B Kota 1 Kota Kupang 0 0 0 0 Rendah Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.101.712 118.267 534.954 5.124 Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2020 Total penduduk terpapar diperoleh dari rekapitu.lasi hasil potensi penduduk terpapar dari seluruh wilayah terdampak cuaca ekstrim. Penduduk terpapar bencana cuaca ekstrim terjadi berdasarkan banyaknya aktivitas penduduk yang berada di area rentan terhadap bencana cuaca ekstrim. Kelas penduduk terpapar bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur ditentukan dengan melihat kelas penduduk terpapar maksimum dari seluruh kabupaten/kota terdampak bencana cuaca ekstrim. Penduduk terpapar bencana cuaca ekstrim di Provinsi Nusa Tenggara Timurdiperoleh dari total jumlah penduduk terpapar untuk seluruh wilayah adalah 1.101. 7 12jiwa dan berada pada kelas Tinggi. Secara terinci, potensi penduduk terpapar pada kelompok rentan terdiri dari kelompok umur rentan sejumlah 118.267jiwa, penduduk miskin dengan jumlah 534.954jiwa, dan penduduk dengan ragam disabilitas sebanyak 5. 124jiwa. 50,000 200.000 150,000 100,00o I. 0.00 0 6$ � ■Pi; ,::11 :luklf'rpaJ r ■ll urR m.11 •M,skln w 5umber . Hasil Analists Tahun 2020 Gambar 40. Grafik Potensi Penduduk Terpapar Bencana Cuaca Ekstrim di Provinsi Nusa Tenggara Timur Pada grafik terlihat potensi penduduk terpapar bencana cuaca ekstrim masing masing kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang memiliki jumlah potensi penduduk terpapar tertinggi bencana cuaca ekstrim adalah Kabupaten Sumba Barat Daya, yaitu 227.189 jiwa, yaitu untuk kelompok umur rentan adalah 21.098 jiwa, untuk penduduk miskin adalah 68.074j iwa, dan penduduk dengan ragam disabilitas sebanyak 862 jiwa. Sementara itu, hasil dari potensi kerugian akibat bencana cuaca ekstrim di Provinsi Nusa Tenggara Timurdapat dilihat pada label berikut: Tabel 54. Potensi Kerugian Bencana Cuaca Ekstrim di Provinsi Nusa Tenggara Timur Kerusakan Kerugian (Juta Rupiah) Lingkungan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Kerugian Total Kelas Luas Kelas Fisik Ekonoml Kerugian A Kabupaten 1 Alor 67.951 15 67.966 Sedang 0 . 2 Belu 17.714 28 17.742 Rendah 0 . 3 Ende 17.017 17 17.034 Rendah 0 . 4 Flores Timur 51.802 15 51.817 Sedang 0 5 Kabupaten Kupang 622.851 7.238 630.089 Sedang 0 6 Lembata 89.216 26 89.242 Sedang 0 7 Malaka 331.145 910 332.055 Sedang 0 8 Manggarai 70.469 0 70.469 Sedang 0 . 9 Manggarai Barat 41.223 128 41.351 Sedang 0 10 Manggarai Timur 20.769 18 20.787 Sedang 0 . 11 Nagekeo 103.964 1.799 105.763 Rendah 0 12 Ngada 33.287 35 33.322 Sedang 0 . 13 Rote Ndao 341.390 31 341.421 Sedang 0 14 Sabu Raijua 83.784 0 83.784 Sedang 0 15 Sikka 219.443 0 219.443 Sedang 0 % Kerusakan Kerugian (Juta Rupiah) Lingkungan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Kerugian Total % Kelas Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian 16 Sumba Barat 99.732 45 99.777 Sedang 0 17 Sumba Barat Daya 894.425 271 894.696 Sedang 0 18 Sumba Tengah 37.279 3 37.282 Sedang 0 . 19 SumbaTimur 516.804 27.714 544.518 Sedang 0 . 20 Timor Tengah Selatan 104.456 767 105.223 Sedang 0 21 Timor Tengah Utara 139.164 507 139.671 Sedang 0 . B Kota 1 Kota Kupang 1.509.847 1 1.509.848 Rendah 0 Provinsi Nusa Tenggara 5.413.732 39.568 5.453.300 Sedang 0 . Timur Suumber: Hastl Analisis Tahun 2020 Total kerugian bencana cuaca ekstrim di Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan rekapitulasi potensi kerugian fisik dan ekonomi dari seluruh wilayah terdampak bencana cuaca ekstrim. Kelas kerugian tinggi bencana cuaca ekstrirn di Provinsi Nusa Tenggara Timur ditentukan berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah terdampak bencana. Total kerugian untuk bencana cuaca ekstrim adalah 5.453.299,51 juta rupiah. Berdasarkan kajian, dihasilkan kelas kerugian bencana cuaca ekstrim di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Sedang. Secara terinci, kerugian fisik adalah sebesar 5.413.731,51 juta rupiah, dan kerugian ekonomi sebesar 39.568,00 juta rupiah. Kabupaten/kota dengan kerugian fisik tertinggi adalah Kota Kupang, yaitu sebesar 1.509.846,50 juta rupiah. Kabupaten/kota dengan kerugian ekonomi tertinggi adalah Kabupaten Sumba Timur sebesar 27.714,00 juta rupiah, dan kabupaten/kota dengan total kerugian tertinggi adalah Kota Kupang, yaitu sebesar 1.509.847,50 juta rupiah. Khusus potensi kerusakan lingkungan tidak dihasilkan oleh bencana cuaca ekstrim karena cuaca ekstrim tidak memberikan pengaruh atau pun berdampak pada fungsi lingkungan. 3.3.17. Bencana Gelombang Ekstrim dan Abrasi Pengkajian kerentanan menghasilkan potensi penduduk terpapar dan potensi kerugian fisik, ekonomi, dan lingkungan. Potensi penduduk terpapar dan kerugian bencana gelombang ekstrim dan abrasi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 55. Potensi Penduduk Terpapar Bencana Gelombang Ekstrim dan Abrasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten/Kota Kabupaten Kelompok Rentan Jumlah Penduduk Penduduk Penduduk Umur Terpapar Miskin Rentan Penduduk Dengan Ragam Disabilitas Kelas Potensi Penduduk Terpapar (liwa) Potensi Penduduk Terpapar (Jiwa) Kelompok Rentan Jumlah Penduduk Kabupaten/Kota Penduduk Kelas Penduduk Penduduk Dengan Umur Terpapar Miskin Ragam Rentan Disabilitas 1 Alor 10.588 1.176 5.312 92 Tinggi 2 Belu 2.787 265 3.547 19 Tingg 3 Ende 7.582 685 5.165 69 Tingg 4 Flores Timur 14.468 1.704 5.657 91 Tinggi 5 Kabupaten Kupang 30.713 3.614 14.862 156 Tinggi 6 Lembata 15.497 2.089 10.878 144 Tinggi 7 Malak.a 429 46 344 5 Tngg! 8 Manggarai 3.662 449 2201 23 Tinggi 9 Manggarat Barat 1632 208 1.246 24 Tinggi 10 Manggarat Timur 1.587 161 1.567 15 Tinggi II Nagekeo 668 73 455 10 Tinggi 12 Ngada 2515 312 1.082 5 Tinggi 13 Rote Ndao 3.837 465 1.554 16 Tinggi 14 Sabu Raijua 249 47 0 0 Rendah 15 Sikka 22.073 2.288 13.151 362 Tinggt 16 Sumba Barat 21.265 1.876 6.709 159 Tings 17 Sumba Barat Daya 80.826 7.517 23.257 497 Tinggi 18 Sumba Tengah 6.267 503 178 5 Tinggi 19 Sumba Timur 713 68 574 47 Tinggi 20 Timor Tengah Selatan 0 0 0 0 Rendah 21 Timor Tengah Utara 33.306 2945 19.895 382 Tings e Kota 1 Kota Kupang 6.447 956 0 0 Rendah Provinsi Nusa Teng&ara Timur 267.111 27.447 117.634 2.121 Tisi Sumber: Hasil Analists Tahun 2020 Total penduduk terpapar diperoleh dari rekapitulasi hasil potensi penduduk terpapar dari seluruh wilayah terdampak gelombang ekstrim dan abrasi. Penduduk terpapar bencana gelombang ekstrim dan abrasi terjadi berdasarkan banyaknya aktivitas penduduk yang berada di area rentan terhadap bencana gelombang ekstrim dan abrasi. Kelas penduduk terpapar bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan dengan melihat kelas penduduk terpapar maksimum dari seluruh kabupaten/kota terdampak bencana gelombang ekstrim dan abrasi. Penduduk terpapar bencana gelombang ekstrim dan abrasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur diperoleh dari total jumlah penduduk terpapar untuk seluruh wilayah, yaitu 267.11 ljiwa dan berada pada kelas Tinggi. Secara terinci, potensi penduduk terpapar pada kelompok rentan terdiri dari kelompok umur rentan, yaitu sebanyak 27.447 jiwa, penduduk miskin sejumlah 117.634jiwa, dan penduduk dengan ragam disabilitas sekitar 2.121 jiwa. 90,000 000o 70,000 60.000 50,000 0, 00 30,000 20.000 10,0oo IU . · l t l I. I I Penduduk Terpapar tlmur Rentan ,.,,skin - Sumber : Hasil Analisis Tahun 2020 Gambar 41. Grafik Potensi Penduduk Terpapar Bencana Gelombang Ekstrim dan Abrasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur Pada grafik terlihat potensi penduduk terpapar bencana gelombang ekstrim dan abrasi masing-masing kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang memiliki potensi penduduk terpapar tertinggi gelombang ekstrim dan abrasi adalah Kabupaten Sumba Barat Daya, yaitu jumlah potensi penduduk terpapar adalah 80.826jiwa, kelompok umur rentan sebanyak 7.517jiwa, penduduk miskin sebanyak 23.257jiwa, dan untuk penduduk dengan ragam disabilitas adalah 497jiwa. Sedangkan potensi kerugian bencana gelombang ekstrim dan abrasi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 56. Potensi Kerugian Bencana Gelombang Ekstrim dan Abrasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur Kerusakan Kerugian (Juta Rupiah) Lingkungan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Kerugian Total Kelas Luas Kelas Flsik Ekonomi Kerugian A Kabupaten I Alor 330.561 67 330.628 Sedang 6.992 Tinggi 2 Belu 0 0 0 Rendah 4.005 Tinggi 3 Ende 149.857 3 149.860 Sedang 9.568 Tinggi 4 Flores Timur 265.354 40 265.394 Sedang 10.224 Tinggi 5 Kabupaten Kupang 47.726 2 47.728 Sedang 4.014 Tinggi 6 Lembata 136.436 25 136.461 Sedang 7.842 Tinggi 7 Malaka 0 1 t Rendah 338 Tinggi 8 Manggarai 7.964 0 7.964 Rendah 8.683 Tingg 9 Manggarat Barat 30.939 0 30.939 Rendah 4.808 Tinggi 10 Manggarai Timur 0 0 0 Rendah 12.721 Tinggi 11 Nagekeo 8.800 2 8.802 Rendah 12.587 Tinggi 12 Ngada 4.520 0 4.520 Sedang 8.420 Tinggi 13 Rote Ndao 9.581 0 9.581 Sedang 821 Tinggi 14 Sabu Raijua 12.678 18 12.696 Rendah 3.405 Tinggi 15 5ikka 106.316 1 106.317 Rendah 8.747 Tinggi Kerusakan Kerugian (Juta Rupiah) Lingkungan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Kerugian Total Kelas Luas Kelas Flsik Ekonomi Kerugian 16 Sumba Barat 0 3 3 Rendah 4.076 Tings 17 Sumba Barat Daya 9.502 0 9.502 Sedang 60.347 Tinggi 18 Sumba Tengah 0 1 I Rendah 7.523 Tinggi 19 Sumba Timur 14 69 83 Rendah 11.032 Tinggi 20 Timor Tengah Selatan 0 0 0 Rendah 8.420 Tinggi 21 Timor Tengah Utara 18.607 0 18.607 Sedang 28.097 Tinggi B Kota I Kota Kupang 0 0 0 Rendah 187 Tinggi Provinsi Nusa Tenggara 1.138.854 232 1.139.086 Sedang 222.857 Tingei Timur Sumber: Hasil Analisis Tahun 2020 Total kerugian bencana gelombang ekstrim dan abrasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan rekapitulasi potensi kerugian fisik dan ekonomi dari seluruh wilayah terdampak bencana gelombang ekstrim dan abrasi. Kelas kerugian tinggi bencana gelombang ekstrim dan abrasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur ditentukan berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah terdampak bencana. Total kerugian untuk bencana gelombang ekstrim dan abrasi adalah sebesar 1.139.085,78 juta rupiah.Berdasarkan kajian, dihasilkan kelas kerugian bencana gelombang ekstrim dan abrasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalahTinggi. Secara terinci, kerugian fisik adalah sebesar l.138.853,78juta rupiah, dan kerugian ekonomi sebesar 232,00 juta rupiah. Kabupaten/kota dengan kerugian fisik tertinggi adalah Kabupaten Alor, yaitu sebesar 330.561,02 juta rupiah. Kabupaten/kota dengan kerugian ekonomi tertinggi adalah Kabupaten Sumba Timuryaitu sebesar 69,00 juta rupiah, dan kabupaten/kota dengan total kerugian tertinggi adalah Ka bu paten Alor, yaitu sebesar 330.628,02 juta rupiah. Potensi kerusakan lingkungan merupakan rekapitulasi potensi kerusakan lingkungan dari seluruh wilayah terdampak bencana gelombang ekstrim dan abrasi. Kelas kerusakan lingkungan bencana gelombang ekstrim dan abrasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur dilihat berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah terdampak bencana gelombang ekstrim dan abrasi. Potensi kerusakan lingkungan bencana gelombang ekstrim dan abrasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah 222.857,00Ha dengan kelas kerusakan lingkungan berada pada kelas Tinggi.Kabupaten/kota terdampak potensi kerugian lingkungan bencana gelombang ekstrim dan abrasi tertinggi Kabupaten Sumba Barat Daya dengan luas 60.347,00 Ha. 3.3.18. Bencana Gempa Bumi Pengkajian kerentanan menghasilkan potensi penduduk terpapar dan potensi kerugian. Potensi penduduk terpapar dan kerugian bencana gempa bumi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 57. Potensi Penduduk Terpapar Bencana Gempa Bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur Potensi Penduduk Terpapar (liwa) Kelompok Rentan Jumlah Penduduk Kabupaten/Kota Penduduk Kelas Penduduk Penduduk dengan Umur Terpapar Miskin Ragam Rentan Disabilitas A Kabupaten 1 Alor 289.732 30.425 59.856 550 Tinggi 2 Belu 115.102 11.176 64.458 346 Tinggi 3 Ende 488.458 42.496 343.530 2.711 Tinggi 4 Flores Timur 365.780 37.893 158.012 1.955 Tinggi 5 Kabupaten Kupang 297.121 38.406 173.637 1.983 Tinggi 6 Lembata 240.853 28.637 206.081 2.109 Tinggi 7 Malaka 248.768 22.793 257.574 934 Tinggi 8 Manggarai 265.046 31.398 191.881 1.282 Tinggi 9 Manggarai Barat 267.825 29.311 251.982 1.461 Tinggi 10 Manggarai Timur 329.568 34.364 289.830 2101 Tinggi 11 Nagekeo 154.020 17.448 131.738 1.328 Tinggi 12 Ngada 211.849 25.704 122.361 1.476 Tinggi 13 Rote Ndao 88.056 12.744 38.502 343 Tinggi 14 Sabu Raijua 27.481 4.765 9.810 65 Tinggi 15 Sikka 73.032 8.600 36.803 817 Tinggi 16 Sumba Barat 79.812 7.455 26.839 719 Tinggi 17 Sumba Barat Daya 447.472 40.787 122.999 1.792 Tinggi 18 Sumba Tengah 45.990 4.470 5.487 463 Tinggi 19 Sumba Timur 41.755 3.729 23.303 861 Tinggi 20 Timor Tengah Sela tan 54.022 3.599 20.434 363 Tinggi 21 Timor Tengah Utara 82.510 6.957 28.863 503 Tinggi B Kota 1 Kota Kupang 49.987 6.955 11.830 141 Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur 4.264.239 450.112 2.575.810 24.303 Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2020 Total penduduk terpapar diperoleh dari rekapitulasi hasil potensi penduduk terpapar dari seluruh wilayah terdampak gempa bumi. Penduduk terpapar bencana gempa bumi terjadi berdasarkan banyaknya aktivitas penduduk yang berada di area rentan terhadap bencana gempa bumi. Kelas penduduk terpapar bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur ditentukan dengan melihat kelas penduduk terpapar maksimum dari seluruh kabupaten/kota terdampak bencana gempa bumi. Penduduk terpapar bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur diperoleh dari total jumlah . . L .I. I.ttlu. 600,000 500,000 400,000 300,000 l 200,000 100,000 L0 I penduduk terpapar untuk seluruh wilayah yaitu4.264.239 jiwa dan berada pada kelas Tinggi. Secara terinci, potensi penduduk terpapar pada kelompok rentan terdiri dari kelompok umur rentan sejumlah 450.112 jiwa, penduduk miskin sejumlah 2.575.810 jiwa, dan penduduk dengan ragam disabilitas sejumlah 24.303 jiwa. ■Pt>ndu.luk l;-rpap.11 ■lJmurRcnwn '11skin G] 5umber : Hasil Analisis Tahun 2020 Gambar 42. Grafik Potensi Penduduk Terpapar Bencana Gempa Bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur Pada grafik terlihat potensi penduduk terpapar bencana gempa bumi masing-masing kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang memiliki jumlah potensi penduduk terpapar tertinggi bencana gempa bumi adalah Kabupaten Ende, yaitu 488.458 jiwa, untuk kelompok umur rentan adalah 42.496 jiwa, untuk penduduk miskin adalah 343.530 jiwa, dan penduduk dengan ragam disabilitas sebanyak 2. 7 1 1 jiwa. Sedangkan potensi kerugian bencana gempa bumi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 58. Potensi Kerugian Bencana Gempa Bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur I Kerusakan Kerugian (Juta Rupiah) Lingkungan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Kerugian Total Kelas Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian A Kabupaten 1 Alor 1.198.428 1.046 1.199.474 Sedang 0 2 Belu 357.461 442 357.903 Sedang 0 . 3 Ende 245.857 61 245.918 Sedang 0 4 Flores Timur 709.078 2.588 711.666 Sedang 0 . 5 Kabupaten Kupang 1.363.142 8.211 1.371.353 Sedang 0 . 6 Lembata 658.134 135 658.269 Sedang 0 . 7 Malaka 660.804 1.107 661.911 Sedang 0 8 Manggarai 467.427 780 468.207 Sedang 0 . 9 Manggarai Barat 355.023 818 355.841 Sedang 0 . 10 Manggarai Timur 437.075 941 438.016 Sedang 0 11 Nagekeo 252.441 3.586 256.027 Sedang 0 . 12 Ngada 231.189 182 231.371 Sedang 0 13 Rote Ndao 164.785 86 164.871 Sedang 0 Kerusakan Kerugian (Juta Rupiah) Lingkungan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Kerugian Total Kelas Luas Kelas Fisik Ekonomi Kergian 14 Sabu Raijua 418.500 1.751 420.251 Rendah 0 15 Sikka 420.158 21 420.179 Sedang 0 16 Sumba Barat 437.256 432 437.688 Sedang 0 17 Sumba Barat Daya 1.267.815 1.206 1.269.021 Sedang 0 . 18 Sumba Tengah 222.336 122 222458 Sedang 0 19 Sumba Timur 904.470 32.847 937.317 Sedang 0 . 20 Timor Tengah Selatan 737.234 1.079 738.313 Sedang 0 21 Timor Tengah Utara 794.685 827 795.512 Sedang 0 . 8 Kota I Kota Kupang 1530.705 I 1.530.706 Rendah 0 . Provinsi Nusa Tengara 13.834.002 58.269 13.892.271 Sedang 0 . Timur Sumber: Hasil Analisis Tahun 2020 Total kerugian bencana gempabumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan rekapitulasi potensi kerugian fisik dan ekonomi dari seluruh wilayah terdampak bencana gempabumi. Kelas kerugian tinggi bencana gempabumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur dilihat berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah terdampak bencana. Total kerugian untuk bencana gempabumi adalah 13.892.270,97 juta rupiah. Berdasarkan kajian dihasilkan kelas kerugian bencana gempabumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Sedang. Secara terinci, kerugian fisik adalah sebesar 13.834.001,97 juta rupiah, dan kerugian ekonomi sebesar 58.269,00 juta rupiah. Kabupaten/kota dengan kerugian fisik tertinggi adalah Kota Ku pang, yaitu sebesar 1.530. 704,55 juta rupiah, Kabupaten/kota dengan kerugian ekonomi tertinggi adalah Kabupaten Sumba Timur sebesar 32.847,00 juta rupiah, dan Kabupaten/kota dengan total kerugian tertinggi adalah Kota Ku pang, yaitu sebesar 1.530. 705,55 juta rupiah. Khusus potensi kerusakan lingkungan tidak dihasilkan oleh bencana gempabumi karena gempabumi tidak memberikan pengaruh atau pun berdampak pada fungsi lingkungan. 3.3.19. Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Pengkajian kerentanan hanya menghasilkan potensi kerugian kerusakan lingkungan. Kebakaran hutan dan lahan terjadi di luar kawasan permukiman penduduk. Hal tersebut yang menjadi penyebab tidak adanya potensi penduduk terpapar. Kebakaran hutan dan lahan juga tidak menimbulkan kerugian fisik dan ekonomi. Karena bahaya tersebut berada di luar wilayah pemukiman penduduk khususnya sarana dan prasarana fisik penduduk, sehingga tidak berdampak pada kerusakan fisik/bangunan dan kerugian ekonomi. Sementara itu, hasil dari potensi kerugian kerusakan lingkungan akibat bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Nusa Tenggara Timurdapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 59. Potensi Kerugian Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Nusa Tenggara Timur Kerusakan Kerugian (Juta Rupiah) Lingkungan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Kerugian Total Kelas Luas Kelas Flslk Ekonomi Kerugian A Kabupaten I Alor 0 803 803 Rendah 893 Tings! 2 Belu 0 539 539 Rendah 1.726 Tinggi 3 Ende 0 38 38 Rendah 2.664 Tinggi 4 Flores Timur 0 1.738 1.738 Rendah 3.598 Tinggi 5 Kabupaten Kupang 0 2.976 2.976 Rendah 194 Tinggi 6 Lembata 0 378 378 Rendah 4.338 Tingg 7 Malaka 0 47 47 Rendah 0 Rendah 8 Manggarat 0 602 602 Rendah 0 Rendah 9 Manggarai Barat 0 555 555 Rendah 0 Rendah 10 Manggarai Timur 0 652 652 Rendah 0 Rendah 11 Nagekeo 0 138 138 Rendah 0 Rendah 12 Ngada 0 320 320 Rendah 0 Rendah 13 Rote Ndao 0 315 315 Rendah 0 Rendah 14 Sabu Raijua 0 944 944 Rendah 0 Rendah 15 Sikka 0 22 22 Rendah 0 Rendah 16 Sumba Barat 0 500 500 Rendah 0 Rendah 17 Sumba Barat Daya 0 944 944 Rendah 0 Rendah 18 Sumba Tengah 0 111 111 Rendah 0 Rendah 19 Sumba Timur 0 67.874 67.874 Rendah 0 Rendah 20 Timor Tengah Selatan 0 786 786 Rendah 0 Rendah 21 Timor Tengah Utara 0 163 163 Rendah 0 Rendah B Kota I Kota Kupang 0 11 II Rendah 1.099 Tinggi Provinsi Nusa Tenggara 0 80.456 80.456 Rendah 14.512 Tinge Timur Sumber: Has#l Analists Tahun 2020 Potensi kerusakan lingkungan merupakan rekapitulasi potensi kerusakan lingkungan dari seluruh wilayah terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan. Kelas kerusakan lingkungan bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Nusa Tenggara Timur dilihat berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan. Potensi kerusakan lingkungan bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi adalah 14.512,00Ha dengan kelas kerusakan Tinggi.Kabupaten/kota yang terdampak potensi kerugian Nusa Tenggara Timur lingkungan adalah lingkungan bencana kebakaran hutan dan lahan tertinggi adalah Kabupaten Lembata dengan luas 4.338,00 Ha. 3.3.20. Bencana Kekeringan Pengkajian kerentanan menghasilkan potensi penduduk terpapar dan potensi kerugian. Potensi penduduk terpapar dan kerugian bencana kekeringan dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 60. Potensi Penduduk Terpapar Bencana Kekeringan di Provinsi Nusa Tenggara Timur Potensi Penduduk Terpapar (liwa) Kelompok Rentan Jumlah Penduduk Kabupaten/Kota Penduduk Kelas Penduduk Pendud uk Dengan Umur Terpapar Miskin Ragam Rentan Disabilitas A Kabupaten 1 Alor 288.834 30.319 59.356 542 Tinggi 2 Belu 115.020 11.169 64.310 346 Tinggi 3 Ende 488.047 42.463 343.244 2.706 Tinggi 4 Flores Timur 365.478 37.854 157.865 1.953 Tinggi 5 Kabupaten Kupang 295.876 38.260 172.905 1.976 Tngt 6 Lembata 240.238 28.553 205.745 2.106 Tnggi 7 Malak 248.762 22.793 257.574 934 Tinggi 8 Manggarai 264.805 31.374 191.735 1.281 Tinggi 9 Manggarat Bar at 267.741 29.303 251.940 1.460 Tngg 10 Manggarai Timur 329.505 34.362 289.781 2101 Tingg 11 Nagekeo 154.000 17.448 131.738 1.328 Ting8i 12 Ngada 211839 25.704 122.361 1.476 Tinggi 13 Rote Ndao 88.055 12.744 38.502 343 Tinggi 14 Sabu Raijua 27.476 4.765 9.810 65 Tinggl 15 Sikka 71.573 8.454 35.726 779 Tinggi 16 Sumba Barat 79.232 7.404 26.673 717 Tinggi 17 Sumba Barat Daya 444.876 40.543 122.086 1.762 Tinggi 18 Sumba Tengah 45.920 4.465 5.476 463 Tinggi 19 Sumba Timur 41.755 3.729 23.303 861 Tingsi 20 Tmor Tengah Selatan 54.018 3.599 20.434 363 Tinggi 21 Timor Tengah Utara 80.466 6.788 27.896 478 Tinggt B Kota 1 Kota Kupang 49.696 6.914 11.830 141 Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur 4.253.212 449.007 2.570.290 24.181 Toggi Sumber: Hasil Analists Tahun 2020 Total penduduk terpapar diperoleh dari rekapitulasi hasil potensi penduduk terpapar dari seluruh wilayah terdampak kekeringan. Penduduk terpapar bencana kekeringan terjadi berdasarkan banyalcnya aktivitas penduduk yang berada di area rentan terhadap bencana kekeringan. Kelas penduduk terpapar bencana kekeringan di Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan dengan melihat kelas penduduk terpapar maksimum dari seluruh kabupaten/kota yang terdampak bencana kekeringan. Penduduk terpapar bencana kekeringan di Provinsi Nusa Tenggara Timurdiperoleh dari total jumlah penduduk terpapar untuk seluruh wilayah, yaitu 4.253.212 jiwa dan berada pada kelas Tinggi. Secara terinci, potensi penduduk terpapar pada kelompok rentan terdiri dari kelompok umur rentan sejumlah 449.007jiwa, penduduk miskin sejumlah 2.570.290 jiwa, dan penduduk dengan ragam disabilitas sejumlah 24.181 jiwa. 600,000 00.000 100 000 •Pen<IU<hk lc.p ,,Jr ■1Jmu¥Ren n ■'11skm [;] - t [ l u l l l . L. I I I I • I Sumber : Hasil Analists Tahun 2020 Gambar 43. Grafik Potensi Penduduk Terpapar Bencana Kekeringan di Provinsi Nusa Tenggara Timur Pada grafik terlihat potensi penduduk terpapar bencana kekeringan masing-masing kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang memiliki jumlah potensi penduduk terpapar tertinggi bencana kekeringan adalah Kabupaten Endedengan jumlah potensi penduduk terpapar mencapai 488.047 jiwa. Kelompok rentan yang berpotensi terpapar, yaitu kelompok umur rentan adalah sebanyak 42.463 jiwa, dan penduduk miskinsekitar343.244 jiwa, sedangkan penduduk dengan ragam disabilitas sebanyak 2.706jiwa. Potensi kerugian bencana kekeringan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 61. Potensi Kerugian Bencana Kekeringan di Provinsi Nusa Tenggara Timur Kerusakan Kerugian (Juta Rupiah) Lingkungan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Keruglan Total Kelas Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian A Kabupaten Alor 0 989 989 Rendah 893 Tinggi 2 Belu 0 859 859 Rendah 1.726 Tinggi 3 Ende 0 153 153 Rendah 2.664 Tinggi ii Kerusakan Kerugian (Juta Rupiah) Lingkungan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Kerugian Total Kelas Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian 4 Flores Timur 0 3.693 3.693 Rendah 3.598 Tinggi 5 Kabupaten Kupang 0 21.692 21.692 Rendah 194 Tinggi 6 Lembata 0 455 455 Rendah 4.338 Tinggi 7 Malaka 0 1.934 1.934 Rendah 0 Rendah 8 Manggarai 0 2.803 2.803 Rendah 0 Rendah 9 Manggarai Barat 0 4.624 4.624 Rendah 0 Rendah 10 Manggarai Timur 0 3.209 3.209 Rendah 0 Rendah 11 Nagekeo 0 4.017 4.017 Rendah 0 Rendah 12 Ngada 0 910 910 Rendah 0 Rendah 13 Rote Ndao 0 910 910 Rendah 0 Rendah 14 Sabu Raijua 0 1.751 1.751 Rendah 0 Rendah 15 Sikka 0 68 68 Rendah 0 Rendah 16 Sumba Barat 0 1.112 1112 Rendah 0 Rendah 17 Sumba Barat Daya 0 2.410 2410 Rendah 0 Rendah 18 Sumba Tengah 0 199 199 Rendah 0 Rendah 19 Sumba Timur 0 49.565 49.565 Rendah 0 Rendah 20 Timor Tengah Selatan 0 3.928 3.928 Rendah 0 Rendah 21 Timor Tengah Ut:ara 0 1.033 1.033 Rendah 0 Rendah B Kota 1 Kota Kupang 0 28 28 Rendah 1.099 Tinggi Provinsi Nusa Tenggara 0 106.342 106.342 Rendah 14.512 Tiggi Timur Sumber: Hasil Analisis Tahun 2020 Total kerugian bencana kekeringan di Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan rekapitulasi potensi kerugian fisik dan ekonomi dari seluruh wilayah terdampak bencana kekeringan. Kelas kerugian tinggi bencana kekeringan di Provinsi Nusa Tenggara Timur dilihat berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah terdampak bencana. Total kerugian untuk bencana kekeringan adalah sebesar106.342,00 juta rupiah. Berdasarkan kajian, dihasilkan kelas kerugian bencana kekeringan di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Rendah. Secara terinci, kerugian fisik tidak ada, karena bencana kekeringan tidak memberikan dampak pada kerugian fisik, sedangkan kerugian ekonomi adalah sebesar 106.342,00 juta rupiah. Kabupaten/kota dengan kerugian ekonomi tertinggi adalah Kabupaten Sumba Timuryaitu sebesar 49.565,00 juta rupiah, dan kabupaten/kota dengan total kerugian tertinggi adalah Kabupaten Sumba Timur, yaitu sebesar 49.565,00 juta rupiah. Potensi kerusakan lingkungan merupakan rekapitulasi potensi kerusakan lingkungan dari seluruh wilayah terdampak bencana kekeringan. Kelas kerusakan lingkungan bencana Provinsi Nusa Tenggara Timur dilihat berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah terdampak bencana kekeringan. Potensi kerusakan lingkungan bencana kekeringan di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah 14.512,00Ha dengan kelas kerusakan lingkungan bencana kekeringan adalah Tinggi. Kabupaten/kota terdampak potensi kerugian lingkungan bencana kekeringan tertinggi adalah Kabupaten Lembata dengan luas 4.338,00Ha. 3.3.21. Bencana Letusan Gunungapi Pengkajian kerentanan menghasilkan potensi penduduk terpapar dan potensi kerugian. Potensi penduduk terpapar dan kerugian bencana letusan gunungapi dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 62. Potensi Penduduk Terpapar Bencana Letusan Gunungapi di Provinsi Nusa Tenggara Timur Potensi Penduduk Terpapar (Jiwa) Kelompok Rentan Jumlah Penduduk Kabupaten/Kota Penduduk Kelas Penduduk Penduduk Dengan Umur Terpapar Miskin Ragam Rentan Disabilitas A Kabupaten 1 Alor 1.117 148 2.314 8 Tinggi 2 Belu 1.709 186 1.879 32 Tinggi 3 Ende 60.817 5.585 47.514 245 Tinggi 4 Flores Timur 75.104 8.677 35.967 465 Tinggi 5 Kabupaten Kupang 2.376 364 1.616 37 Tinggi 6 Lembata 13.796 1.869 12.054 122 Tinggi 1 Malaka 0 0 0 0 Rendah 8 Manggarai 0 0 0 0 Rendah 9 Manggarai Barat 0 0 0 0 Rendah 10 Manggarai Timur 0 0 0 0 Rendah 11 Nagekeo 0 0 0 0 Rendah 12 Ngada 0 0 0 0 Rendah 13 Rote Ndao 0 0 0 0 Rendah 14 Sabu Raijua 0 0 0 0 Rendah 15 Sikka 0 0 0 0 Rendah 16 Sumba Barat 0 0 0 0 Rendah 17 Sumba Barat Daya 0 0 0 0 Rendah 18 Sumba Tengah 0 0 0 0 Rendah 19 Sumba Timur 0 0 0 0 Rendah 20 Timor Tengah Selatan 0 0 0 0 Rendah 21 Timor Tengah Utara 0 0 0 0 Rendah B Kota 1 Kota Kupang 5.638 907 1.773 12 Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur 160.557 17.736 103.117 921 Tioggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2020 Total penduduk terpapar diperoleh dari rekapitulasi hasil potensi penduduk terpapar dari seluruh wilayah terdampak letusan gunungapi. Penduduk terpapar bencana letusan gunungapi terjadi berdasarkan banyaknya aktivitas penduduk yang berada di area rentan terhadap bencana letusan gunungapi. Kelas penduduk terpapar bencana letusan gunungapi di Provinsi Nusa Tenggara Timur ditentukan dengan melihat kelas penduduk terpapar maksimum dari seluruh kabupaten/kota terdampak bencana letusan gunungapi. Penduduk terpapar bencana letusan gunungapi di Provinsi Nusa Tenggara Timur diperoleh dari total jumlah penduduk terpapar untuk seluruh wilayah, yaitu 160.557 jiwa dan berada pada kelas Tinggi. Secara terinci, potensi penduduk terpapar pada kelompok rentan terdiri dari kelompok umur rentan, yaitu sejumlah 160.557 jiwa, penduduk mi skin sejumlah 103.117 jiwa, dan penduduk dengan ragam disabilitas scjumlah 921 jiwa. HO,0oo 0,00o 60,000 0,000 0,000 40,000 .I 20,0o0 10,00 II . ■P ,:j ;lukTc-rp.1J r ■IJ urRirit.t ■'-i•"'klll - Sumber : Hasil Analisis Tahun 2020 Gambar 44. Grafik Potensi Penduduk Terpapar Bencana Letusan Gunungapi di Provinsi Nusa Tenggara Timur Pada grafik terhihat potensi penduduk terpapar bencana letusan gunungapi masing masing kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang memiliki jumlah potensi penduduk terpapar tertinggi bencana letusan gunungapi adalah Kabupaten Flores Timurdengan jumlah potensi penduduk terpapar mencapai 75.104 jiwa. Kelompok rentan yang berpotensi terpapar, yaitu kelompok umur rentan adalahsebanyak 8.677jiwa, dan penduduk miskinsekitar 35.967jiwa, sedangkan penduduk dengan ragam disabilitas sebanyak 465 jiwa.Sedangkan potensi kerugian bencana letusan gunungapi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 63. Potensi Kerugian Bencana Letusan Gunungapi di Provinsi Nusa Tenggara Timur Kerusakan Kergian (Juta Rupiah) Lingkungan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Kerugian Total Kelas Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian Kabupaten Alor 173 s 178 Rendah 893 Tinggi Keru.sakan Kerugian (Juta Rupiah) Lingkungan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Kerugian Total Kelas Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian 2 Belu 663 0 663 Rendah 1.726 Tinggi 3 Ende 15.225 0 15.225 Sedang 2.664 Tinggi 4 Flores Timur 96.221 428 96.649 Sedang 3.598 Tinggi 5 Kabupaten Kupang 2.834 0 2.834 Sedang 194 Tinggi 6 Lembata 62.028 13 62.041 Sedang 4.338 Tinggi 7 Malaka 0 0 0 Rendah 0 Rendah 8 Manggarai 2.950 0 2.950 Rendah 0 Rendah 9 Manggarai Barat 13.500 2 13.502 Rendah 0 Rendah 10 Manggarai Timur 0 0 0 Rendah 0 Rendah 11 Nagekeo 18.513 0 18.513 Rendah 0 Rendah 12 Ngada 20.971 33 21.004 Rendah 0 Rendah 13 Rote Ndao 0 0 0 Rendah 0 Rendah 14 Sabu Raijua 0 0 0 Rendah 0 Rendah 15 Sikka 17.500 0 17.500 Rendah 0 Rendah 16 Sumba Barat 0 0 0 Rendah 0 Rendah 17 Sumba Barat Daya 0 0 0 Rendah 0 Rendah 18 Sumba Tengah 0 0 0 Rendah 0 Rendah 19 Sumba Timur 0 0 0 Rendah 0 Rendah 20 Tmor Tengah Selatan 0 0 0 Rendah 0 Rendah 21 Timor Tengah Utara 0 0 0 Rendah 0 Rendah B Kota 1 Kota Kupang 1.465 0 1.465 Rendah 1.099 Tinggi Provinsi Nusa Tenggara 252.041 481 252.522 Sedang 14.512 Tinggi Timur Sumber: Hasil Analisis Tahun 2020 Dari tabel di atas dapat dilihat total kerugian secara keseluruhan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Potensi kerugian akibat letusan gunungapidi Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah sebesar 252.522,40 juta rupiah sehingga berada pada kelas Sedang. Kerugian ini meliputikerugian fisik sebesar 252.04 l,40juta rupiah, dan kerugian ekonomi sebesar 481,00juta rupiah. Kabupaten/kota dengan kerugian fisik tertinggi adalah Kabupaten Flores Timur, yaitu sebesar 96.221,10juta rupiah, Kabupaten/kota dengan kerugian ekonomi tertinggi adalah Kabupaten Flores Timursebesar 428,00juta rupiah, dan kabupaten/kota dengan total kerugian tertinggi adalah Kabupaten Flores Timur, yaitu sebesar 96.649, 10juta rupiah. Sedangkan potensi kerusakan lingkungan bencana letusan gunungapidi Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah 14.512,00Ha yang merupakan rekapitulasi potensi kerusakan lingkungan dari seluruh wilayah terdampak bencana letusan gunungapi XXX. Kelas kerusakan lingkungan adalah Tinggi. Kelas kerusakan lingkungan bencana letusan gunungapi di Provinsi Nusa Tenggara Timur dilihat berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah terdampak bencana letusan gunungapi. Kabupaten/kota terdampak potensi kerugian lingkungan bencana letusan gunungapi tertinggi adalah Kabupaten Lembata dengan luas 4.338,00 Ha. 3.3.22. Bencana Tanah Longsor Pengkajian kerentanan menghasilkan potensi penduduk terpapar dan potensi kerugian fisik, ekonomi, dan lingkungan. Potensi penduduk terpapar dan kerugian bencana tanah longsor dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 64. Potensi Penduduk Terpapar Bencana Tanah Longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur Potensi Penduduk Terpapar (liwa) Kelompok Rentan Jumlah Penduduk Kabupaten/Kota Penduduk Kelas Penduduk Penduduk Dengan Umur Terpapar Miskin Ragan Rentan Disabiitas A Kabupaten 1 Alor 72.724 7.736 S8.712 725 Tinggi 2 Belu 31.268 3.683 19.974 401 Tnggi 3 Ende 137.634 14.633 105.093 1.139 Tingg 4 Flores Timur 75.313 10.212 41.656 679 Tinggi 5 Kabupaten Kupang 23.280 2.303 15.345 198 Tinggi 6 Lembata 49.422 7.103 32.506 561 Tinggi 7 Malak.a 13.080 1449 0 0 Rendah 8 Manggarai 150.135 13.889 109.555 1.041 Tinggi 9 Manggarai Barat 91.156 7.727 75.647 548 Tnggi 10 Manggarai Timur 158.255 12.368 85.100 728 Tinggi 11 Nagekeo 51.174 6.549 2S.277 441 Tinggi 12 Ngad.a 34.536 4.278 12.297 156 Tingi 13 Rote Ndao 5.267 582 2450 48 Tngg 14 Sabu Raijua 9.390 1.371 8.216 116 Tinggi 15 Sikka 92.134 12.232 72.309 924 Tinggi 16 Sumba Barat 11.1S8 1.321 12.498 101 Tinggi 17 Sumba Barat Daya 15.320 1426 26.818 93 Tinggi 18 Sumba Tengah 8176 1.101 8.690 61 Tinggi 19 Sumba Timur 20.790 2.702 18.610 184 Tinggi 20 Tmor Tengah Selatan 145.741 16.216 147.181 1.353 Tinggt 21 Timor Tengah Utara 27.795 3.840 18.779 3S0 Tinggi B Kota 1 Kota Kupang 70 7 16 1 Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur 1.223.818 132.728 896.729 9.848 Tinggi Samber: Hasil Analists Tahum 2020 Total penduduk terpapar diperoleh dari rekapitulasi hasil potensi penduduk terpapar dari seluruh wilayah tcrdampak tanah longsor. Penduduk terpapar bencana tanah longsor terjadi berdasarkan banyaknya aktivitas penduduk yang berada di area rentan terhadap bencana tanah longsor. Kelas penduduk terpapar bencana tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan dengan melihat kelas penduduk terpapar maksirnum dari seluruh kabupaten/kota terdampak bencana tanah longsor. Penduduk terpapar bencana tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timurdiperoleh dari total jumlah penduduk terpapar untuk seluruh wilayah, yaitu 1.223.818jiwa dan berada pada kelas Tinggi. Secara terinci, potensi penduduk terpapar pada kelornpok rentan terdiri dari kelompok umur rentan scjumlah 132.728 jiwa, penduduk miskin sejumlah 896.729jiwa, dan penduduk dengan ragam disabilitas sejumlah 9.848jiwa. I. I I. ■l'r 1d1 ,luk T, p1pJf· ■llmur)<rnldll ■ M1�k111 [;] 180,000 60,000 140,000 I 120,000 100,000 0,00o lt. ll h t 60,000 l , I 40,000 20,000 I.0 I . " I I Sumber : Hasil Analisis Tahun 2020 Gambar 45. Grafik Potensi Penduduk Terpapar Bencana Tanah Longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur Pada grafik terlihat potensi penduduk terpapar bencana tanah longsor masing masing kabupatcn/kota. Kabupaten/kota yang memiliki jumlah potensi penduduk terpapar tertinggi bencana tanah longsor adalah Kabupaten Manggarai Timur dengan jumlah potensi penduduk terpapar mencapai 158.255jiwa. Kelompok rentan yang berpotensi terpapar, yaitu kelompok umur rentan adalahsebanyak 12.368jiwa, dan penduduk miskinsekitar85. 100jiwa, sedangkan penduduk dengan ragam disabilitas sebanyak 728 jiwa. Sedangkan potensi kerugian bencana tanah longsor dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 65. Potensi Kerugian Bencana Tanah Longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur Kerusakan Kerugian (Juta Rupiah) Lingkungan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Kerugian Total Kelas Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian A Kabupaten Alor 191.452 223 191.675 Rendah 744 Tinggi 2 Belu 87.400 226 87.626 Sedang 1.557 Tinggi Kerusakan Kerugian (luta Rupiah) Lingkungan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Kerugian Total Kelas Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian 3 Ende 575.552 50 575.602 Sedang 2.230 Tinggi 4 Flores Timur 161.918 679 162.597 Sedang 2.695 Tinggi 5 Kabupaten Kupang 43.928 L306 45.234 Sedang 90 Ting! 6 Lembata 113.313 249 113.562 Sedang 2516 Tinggi 7 Malaka 20.987 30 21.017 Rendah 0 Rendah 8 Manggarai 275.825 562 276.387 Rendah 0 Rendah 9 Manggarai Barat 188.794 851 189.645 Rendah 3.593 Rendah 10 Manggarai Timur 497.472 743 498.215 Sedang 0 Rendah 11 Nagekeo 118876 68 118.944 Sedang 0 Rendah 12 Ngad.a 78.282 91 78.373 Sedang 0 Rendah 13 Rote Ndao 0 1 l Rendah 7.086 Rendah 14 Sabu Raijua 2900 6 2.906 Rendah 101 Rendah 15 Sikka 209.467 29 209.496 Sedang 0 Rendah 16 Sumba Barat 9.736 36 9.772 Rendah 0 Rendah 17 Sumba Barat Daya 24.173 44 24.217 Sedang 0 Rendah 18 Sumba Tengah 11.226 15 11.241 Sedang 0 Rendah 19 Sumba Timur 52.217 4.487 56.704 Sedang 0 Rendah 20 Timor Tengah Selatan 402.727 623 403.350 Sedang 0 Rendah 21 Timor Tengah Utara 134.658 80 134.738 Sedang 0 Rendah B Kota 1 Kota Kupang 127 8 135 Rendah 599 Tnggi Provinsi Nusa Tenggara 3.201.032 10.407 3.211.439 Sedang 21.211 Tigei Timur Samber: Has#l Analisis Tahu 2020 Total kerugian bencana tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan rekapitulasi potensi kerugian fisik dan ekonomi dari seluruh wilayah terdampak bencana tanah longsor. Kelas kerugian tinggi bencana tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur dilihat berdasarkan kelas maksimum dari basil kajian seluruh wilayah terdampak bencana. Total kerugian untuk bencana tanah Jongsor adalah scbesar3.211.439, 15juta rupiah. Berdasarkan kajian dihasilkan kelas kerugian bencana tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Sedang. Secara terinci, kerugian fisik adalah 3.201.032, 15 juta rupiah, dan kerugian ekonomi scbesar 10.407,00 juta rupiah. Kabupaten/kota dengan kerugian fisik tertinggi adalah Kabupaten Ende, yaitu sebesar 575.552,04 juta rupiah. Kabupaten/kota dengan kerugian ekonomi tertinggi adalah Kabupaten Sumba Timur sebesar 4.487,00 juta rupiah, dan kabupaten/kota dengan total kerugian tertinggi adalah Kabupaten Ende, yaitu scbesar 575.602,04 juta rupiah. Potensi kerusakan lingkungan merupakan rekapitulasi potensi kerusakan lingkungan dari seluruh wilayah terdampak bencana tanah longsor. Kelas kerusakan lingkungan bencana Provinsi Nusa Tenggara Timur dilihat berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah terdampak bencana tanah longsor. Potensi kerusakan lingkungan bencana tanah longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah 21.211,00 ha dengan kelas kerusakan lingkungan adalah Tinggi. Kabupaten/kota terdampak dengan potensi kerugian lingkungan bencana tanah longsor tertinggi adalah Kabupaten Rote Ndao dengan luas 7.086,00 ha. 3.3.23.Bencana Tsunami Dari hasil kajian kerentanan, diperoleh potensi penduduk terpapar dan kerugian bencana tsunami di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai berikut: Tabel 66. Potensi Penduduk Terpapar Bencana Tsunami di Provinsi Nusa Tenggara Timur Potensi Penduduk Terpapar (Jiwa) Kelompok Rentan Jumlah Penduduk Kabupaten/Kota Penduduk Kelas Penduduk Penduduk Dengan Umur Terpapar Miskin Ragam Rentan Disabilitas A Kabupaten 1 Alor 18.327 1.939 9921 134 Tinggi 2 Belu 4.476 431 4.319 21 Sedang 3 Ende 25.940 2.289 16.839 186 Sedang 4 Flores Timur 30.753 3.253 12.299 189 Tinggi s Kabupaten Kupang 13.643 L607 7.546 111 Tinggi 6 Lembata 4.157 570 3.322 48 Tinggi 7 Malak.a 843 77 880 3 Tinggi 8 Manggarai 980 114 702 13 Tingg 9 Manggarai Barat 993 119 807 13 Sedang 10 Manggarai Timur 79 8 BS 2 Sedang 11 Nagekeo 241 27 178 6 Tinggi 12 Ngada 201 22 142 4 Sedang 13 Rote Ndao 9.099 1.138 6.776 57 Tingi 14 Sabu Raijua 40 10 0 0 Rendah 15 Sikka 1.603 174 804 29 Tingsi 16 Sumba Barat 17.754 1.570 4.838 79 Ting8i 17 Sumba Barat Daya 69.477 6.443 18.747 127 Tinggi 18 Sumba Tengah 5.877 464 22 0 Rendah 19 Sumba Timur 342 48 184 11 Tinggi 20 Timor Tengah Selatan 0 0 0 0 Rendah 21 Timor Tengah Utara 6.543 595 3.844 95 Tinggi B Kota 1 Kota Kupang 4.281 583 0 0 Rendah Provinsi Nusa Tenggara Timur 215.649 21.481 92.255 1.128 Tinggi Total penduduk terpapar diperoleh dari rekapitulasi hasil potensi penduduk terpapar dari seluruh wilayah terdampak tsunami. Penduduk terpapar bencana tsunami terjadi berdasarkan banyaknya aktivitas penduduk yang berada di area rentan terhadap bencana tsunami. Kelas penduduk terpapar bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan dengan melihat kelas penduduk terpapar maksimum dari seluruh kabupaten/kota terdampak bencana tsunami. Penduduk terpapar bencana tsunami di Provinsi Nusa Tenggara Timurdiperoleh dari total jumlah penduduk terpapar untuk seluruh wilayah, yaitu 215.649 jiwa dan berada pada kelas Tinggi. Secara terinci, potensi penduduk terpapar pada kelompok rentan terdiri dari kelompok umur rentan sejumlah 21.48ljiwa, penduduk miskin sejumlah 92.255jiwa, dan penduduk dengan ragam disabilitas sejumlah l. l 28jiwa. 80,000 70 000 60,000 50,000 40,000 310.000 20.00o 10000 I 0 • l . I I I I I I • • ■l'l'n,1u,Juk l<'rJ>,1p.1r ■ll nurR,·nt..1n "11�k, - Samber : Hasl Analists Tahun 2020 Gambar 46. Grafik Potensi Penduduk Terpapar Bencana tsunamidi Provinsi Nusa Tenggara Timur Pada grafik terlihat potensi penduduk terpapar bencana tsunami masing-masing kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang memiliki potensi penduduk terpapar tertinggi bencana tsunami adalah Kabupaten Sumba Barnt Daya, dengan jumlah potensi penduduk terpapar mencapai69.4 77jiwa, kelompok umur rentan sebesar6.443jiwa, penduduk miskin sebanyak 18.747jiwa, dan penduduk dengan ragam disabilitas yang berjumlah 127jiwa. Sedangkan potensi kerugian bencana tsunami dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 67. Potensi Kerugian Bencana Tsunami di Provinsi Nusa Tenggara Timur Kerusakan Kerugian (Juta Rupiah) Lingkugan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Kerugian Total Kelas Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian A Kabupaten Alor 130.488 11 130.499 Sedang 893 Tinggi 2 Belu 10.531 4 10.535 Sedang 1.726 Tinggi 3 Ende 91.421 0 91421 Sedang 2.664 Tinggi 4 Flores Timur 155.295 19 155.314 Sedang 3.598 Tinggi 5 Kabupaten Kupang 35.628 159 35.787 Sedang 194 Tinggi Kerusakan Kerugian (Juta Rupiah) Lingkungan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Kerugian Total Kelas Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian 6 Lembata 22.745 4 22.749 Sedang 4.338 Tinggi 7 Malaka 3.406 276 3.682 Rendah 0 Rendah 8 Manggarai 32453 95 32.548 Rendah 0 Rendah 9 Manggarai Barat 128948 108 129.056 Rendah 0 Rendah 10 Manggarai Timur 140.756 102 140.858 Rendah 0 Rendah 11 Nagekeo 55.057 3.466 58.523 Rendah 0 Rendah 12 Ngada 58.224 SI 58.275 Rendah 0 Rendah 13 Rote Ndao 35.895 9 35.904 Sedang 0 Rendah 14 Sabu Raijua 0 4 4 Rendah 0 Rendah IS Sikka 30.084 3 30.087 Rendah 0 Rendah 16 Sumnba Barat 33.162 IS 33.177 Sedang 0 Rendah 17 Sumba Barat Daya 98.474 9 98.483 Sedang 0 Rendah 18 Sumba Tengah 13.493 I 13.494 Sedang 0 Rendah 19 Sumba Timur 3.632 130 3.762 Sedang 0 Rendah 20 Timor Tengah Selatan 0 21 21 Rendah 0 Rendah 21 Timor Tengah Utara 11.175 21 11.196 Sedang 0 Rendah B Kota I Kota Kupang 12.134 0 12.134 Sedang 1.099 Tinggi Provinsi Nusa Tenggara 1.103.002 4.508 1.107.510 Sedang 14.512 Tiggi Timur Suber. Hasit Amalisis Ta2626 Total potensi kerugian bcncana tsunami di Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan rekapitulasi potensi kerugian fisik dan ekonomi dari seluruh wilayah terdampak bencana tsunami. Kelas kerugian tinggi bencana tsunami di Provinsi Nusa Tenggara Timur dilihat berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah terdampak bencana. Total kerugian untuk bencana tsunami adalah scbesar1.107.509,67 juta rupiah. Berdasarkan kajian dihasilkan kelas kerugian bencana tsunami di Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah pada kelas Sedang. Secara terinci, kerugian fisik adalah sebesar 1.103.001,67 juta rupiah, dan kerugian ekonomi sebesar 4.508,00 juta rupiah. Kabupaten/kota dengan kerugian fisik tertinggi adalah Kabupaten Flores Timur, yaitu sebesar 155.294,66 juta rupiah. Kabupaten/kota dengan kerugian ekonomi tertinggi adalah Kabupaten Nagekeosebesar 3.466 juta rupiah, dan kabupaten/kota dengan total kerugian tertinggi adalah Kabupaten Flores Timur, yaitu sebesar 155.313,66 juta rupiah. Potensi kerusakan lingkungan merupakan rekapitulasi potensi kerusakan lingkungan dari seluruh wilayah terdampak bencana tsunami. Kelas kerusakan lingkungan bencanatsunami di Provinsi Nusa Tenggara Timur dilihat berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah terdampak bencana tsunami. Potensi kerusakan lingkungan bencana tsunami cti Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah 14.512,00Ha dengan kelas kerusakan lingkungan adalah Tinggi. Kabupaten/kota terdampak potensi kerugian lingkungan bencana tsunami tertinggi adalah Kabupaten Lembata dengan luas 4.338,00 Ha. 3.3.24. Bencana Likuefaksi Dari hasil kajian kerentanan, diperoleh potensi penduduk terpapar dan kerugian bencana hikuefaksi di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai berikut: Tabel 70. Potensi Penduduk Terpapar Bencana Likuefaksi di Provinsi Nusa Tenggara Timur Potensi Penduduk Terpapar (Jiwa) Kelompok Rentan Jumlah Pendud uk Kabupaten/Kota Penduduk Kelas Pendud uk Penduduk Dengan Urmur Terpapar Miskin Ragam Rentan Disabilitas A Kabupaten 1 Alor 106.878 11.118 7.627 71 Tinggi 2 Belu 18.833 1.737 4.559 42 Tinggi 3 Ende 25.464 2.137 15.226 121 Tinggi 4 Flores Timur 45.012 4.389 12.896 211 Tinggi 5 Kabupaten Kupang 58.813 7.069 20.802 260 Tinggi 6 Lembata 34.668 4.181 20.879 274 Tingg 7 Malaka 0 0 0 0 Rendah 8 Manggarai 43.540 5.129 29.903 159 Tinggi 9 Manggarai Barat 14.110 1.777 12.613 120 Tinggi 10 Manggarat Timur 37.728 3.732 34.857 268 Tinggi 11 Nagekeo 22.508 2436 13.926 170 Tinggi 12 Ngada 10.420 1.181 7.060 63 Tinggi 13 Rote Ndao 70.938 9.921 33.394 269 Tinggi 14 Sabu Raijua 11.625 1.796 6.037 39 Tinggi 15 Sikk.a 18.903 2921 8.428 94 Tnggi 16 Sumba Barat 49.703 4.845 16.222 321 Tinggi 17 Sumba Barat Daya 204.994 18.639 57.030 734 Tinggi 18 Sumba Tengah 38.735 3.899 4.895 433 Taggi 19 Sumba Timur 23.564 2.296 10.812 559 Tinggi 20 Tmor Tengah Selatan 7.983 446 1.750 35 Tinggi 21 Tmor Tengah Utara 8.700 746 4.074 77 Tinggi B Kota 1 Kota Kupang 0 0 0 0 Rendah Provinsi Nusa Tenggara Timur 853.119 90.395 322.990 4.320 Tiggi Total penduduk terpapar diperoleh dari rekapitulasi hasil potensi penduduk terpapar dari seluruh wilayah terdampak likuefaksi. Penduduk terpapar bencana likuefaksi terjadi berdasarkan banyaknya aktivitas penduduk yang berada di area rentan terhadap bencana likuefaksi. Kelas penduduk terpapar bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timurditentukan dengan melihat kelas penduduk terpapar maksimum dari seluruh kabupaten/kota terdampak bencana likuefaksi. Penduduk terpapar bencana likuefaksi di Provinsi Nusa Tenggara Timur diperoleh dari total ju.mlah penduduk terpapar untuk seluruh wilayah, yaitu 853.119 jiwa dan berada pada kelas Tinggi. Secara terinci, potensi penduduk terpapar pada kelompok rentan terdiri dari kelompok umur rentan sejumlah 90.395 jiwa, penduduk miskin sejumlah 322.990jiwa, dan penduduk dengan ragam disabilitas sejumlah 4.320 jiwa. 50,DO 2O0,DOK 150,000 IOOO<HJ l 50,000 n I L L 1 L I I. . . L i t I ' • ■P,·nduJul I(• 1rar ■llraurlknt.1n Ml'�m - Samber : Hastl Analisis Tahun 2020 Gambar 49. Grafik Potensi Penduduk Terpapar Bencana likuefaksi di Provinsi Nusa Tenggara Timur Pada grafik terlihat potensi penduduk terpapar bencana likuefaksi masing-masing kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang memiliki potensi penduduk terpapar tertinggi bencana likuefaksi adalah Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan jumlah potensi penduduk terpapar mencapai204.994jiwa, kelompok umur rentan sebesar18.639jiwa, penduduk miskin sebanyak 57.030jiwa, dan penduduk dengan ragam disabilitas yang berjurnlah734jiwa.Sedangkan potensi kerugian bencana likuefaksi dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 71. Potensi Kerugian Bencana Likuefaksi di Provinsi Nusa Tenggara Timur Kerusakan Kerugian (Juta Rupiah) Lingkungan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Kerugian Total Kelas Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian A Kabupaten I Alor 281.454 45 281.499 Sedang 0 2 Belu 26.073 23 26.096 Sedang 0 - 3 Ende 109.821 34 109.855 Sedang 0 - 4 Flores Timur 65.102 I 65.103 Sedang 0 5 Kabupaten Kupang 298.316 7.355 305.671 Sedang 0 - 6 Lembata 147.295 5 147.300 Sedang 0 - 7 Malak.a 276.397 1.073 277.470 0 - 8 Manggarai 53.301 59 53.360 Sedang 0 - Kerusakan Kerugian (Juta Rupiah) Lingkungan (Ha) Kabupaten/Kota Kerugian Kerugian Total Kelas Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian 9 Manggarai Barat 82.360 387 82.747 Sedang 0 - 10 Manggarai Timur 149.411 96 149.507 Sedang 0 - 11 Nagekeo 126.285 1.865 128.150 Rendah 0 - 12 Ngada 16.029 30 16.059 Rendah 0 - 13 Rote Ndao 40.877 9 40.886 Sedang 0 14 Sabu Raijua 25.442 41 25.483 Rendah 0 - 15 Sikka 221950 14 221.964 Sedang 0 16 Sumba Barat 69.685 24 69.709 Sedang 0 17 Sumba Barat Daya 154.810 0 154.810 Sedang 0 18 Sumba Tengah 28.744 5 28.749 Sedang 0 - 19 Sumba Timur 171.969 1.512 173.481 Sedang 0 20 Timor Tengah Selatan 147.344 1.139 148.483 Rendah 0 - 21 Timor Tengah Utara 88.850 398 89.248 Sedang 0 - 8 Kota 1 Kota Kupang 10.842 0 10.842 0 Provinsi Nusa Tenggara 2.592.357 14.115 2.606.472 Sedang 0 - Timur Total potensi kerugian bencana likuefaksi di Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan rekapitulasi potensi kerugian fisik dan ekonomi dari seluruh wilayah terdampak bencana likuefaksi. Kelas kerugian tinggi bencana likuefaksi di Provinsi Nusa Tenggara Timur dilihat berdasarkan kelas maksimum dari hasil kajian seluruh wilayah terdampak bencana. Total kerugian untuk bencana likuefaksi adalah sebesar2.760.275,45 juta rupiah. Berdasarkan kajian dihasilkan kelas kerugian bencana likuefaksi di Provinsi Nuse Tenggara Timur adalah pada kelas Sedang. Secara terinci, kerugian fisik adalah sebesar 2.592.357juta rupiah, dan kerugian ekonomi sebesar 14.115,00 juta rupiah. 3.3.25.Bencana Pandemi €OVID-19 Dari hasil kajian kerentanan, diperoleh potensi penduduk terpapar dan kerugian bencana pandemi COVID-19 di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nuse Tenggara Timur sebagai berikut: Tabel 72. Potensi Penduduk Terpapar Bencana Pandemi €OVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten/Kota Jumah Penduduk Terpapar Penduduk Urur Rentan Kelompok Rentan Penduduk Miskin Penduduk Dengan Ragam Disabitas Kelas Potensi Penduduk Terpapar (iwa) Potensi Penduduk Terpapar (liwa) Kelompok Rentan Jumlah Penduduk Kabpaten/Kota Penduduk Kelas Pendud uk Penduduk Dengan Umur Terpapar Miskin Ragan Rentan Disabitas A Kabupaten 1 Alor 0 0 0 0 Rendah 2 Belu 0 0 0 0 Rendah 3 Ende 93 9 0 0 Rendah 4 Flores Timur 131 16 85 1 Tingg 5 Kabupaten Kupang 0 0 0 0 Rendah 6 Lembata 0 0 0 0 Rendah 1 Malak.a 0 0 0 0 Rendah 8 Manggarat 0 0 0 0 Rendah 9 Manggarai Barat 177 25 196 2 Tinggi 10 Manggarai Timur 0 0 0 0 Rendah 11 Nagekeo 0 0 0 0 Rendah 12 Ngada 0 0 0 0 Rendah 13 Rote Ndao 1.170 136 896 4 Tinggi 14 Sabu Raijua 0 0 0 0 Rendah 15 Sikk.a 0 0 0 0 Rendah 16 Sumba Barat 365 36 93 I Tings 17 Sumba Barat Daya 552 55 0 1 Rendah 18 Sumba Tengah 0 0 0 0 Rendah 19 Sumba Timur 0 0 0 0 Rendah 20 Timor Tengah Selatan 0 0 0 0 Rendah 21 Tmor Tengah Utara 0 0 0 0 Rendah B Kota 1 Kota Kupang 0 0 0 0 Rendah Provinsi Nusa Tenggara Timur 2.488 277 1.270 9 Tiggi Samber: Has#l Analisis Tahn 2020 Total penduduk terpapar diperoleh dari rekapitulasi hasil potensi penduduk terpapar dari seluruh wilayah terdampak pandemi €OVID-19. Penduduk terpapar bencana pandemi COVJD-19 terjadi berdasarkan banyaknya aktivitas penduduk yang berada di area rentan terhadap bencana pandemi COVID-19. Kelas penduduk terpapar bencana di Provinsi Nuse Tenggara Timur ditentukan dengan melihat kelas penduduk terpapar maksimum dari seluruh kabupaten/kota terdampak bencana pandemi COVID-19. Penduduk terpapar bencana pandemi COVID-19 di Provinsi Nuse Tenggara Timurdiperoleh dari total jumlah penduduk terpapar untuk seluruh wilayah, yaitu 2.488 jiwa dan berada pada kelas Tinggi. Secara terinci, potensi penduduk terpapar pada kelompok rcntan terdiri dari kelompok umur rcntan sejumlah 227 jiwa, dan penduduk miskin sejumlah 1.270 jiwa dan penduduk dengan ragam disabilitas 9 jiwa. Penduduk Terpapat Umur Rentan «Miskt GJ 1,400 1.200 1 00o 800 600 400 l I. 200 I0 l Sumber : Hasil Analists Tahun 2020 Gambar 50. Grafik Potensi Penduduk Terpapar Bencana Pandemi €OVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur Pada grafik di atas, dapat dilihat potensi penduduk terpapar bencana pandemi COVID-19 masing-masing kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang memiliki potensi penduduk terpapar tertinggi bencana pandemi COVID-19 adalah Kabupaten Ende, yaitu dengan jumlah potensi penduduk terpapar mencapai487.942 jiwa, kelompok umur rentan sebanyak 42.453 jiwa, penduduk miskin sebanyak 343.175 jiwa, dan untuk penduduk dengan ragam disabilitas adalah 2.704 jiwa. 3.3.26. Rekapitulasi Kerentanan Penjabaran di atas merupakan rekapitulasi potensi penduduk terpapar dan potensi kerugian setiap bencana hingga tingkat kabupaten/kota. Rekapitulasi dari keseluruhan tingkat kabupaten/kota menghasilkan potensi kerentanan untuk tingkat kabupaten/kota. Rangkuman hasil rekapitulasi potensi penduduk terpapar dan potensi kerugian untuk keseluruhan jenis bencana yang berpotensi di Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 73. Rekapitulasi Potensi Penduduk Terpapar Bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur Potensi Penduduk Terpapar (Jiwa) Ke lom p o k Rentan Jumlah Penduduk Jenis Bencana Penduduk Kelas Penduduk Penduduk dengan Umur Terpapar Miskin Ragam Rentan disabilitas Banjir 1.635.532 176.212 884.939 8.054 Tinggi 2 Banjir Bandang 334.059 35.382 186.391 2.250 Tinggi 3 Cuaca Ekstrim 1101.712 118.267 534.954 5.124 Tinggi 4 Gelombang Ekstrim dan Abrasi 267.111 27.447 117.634 2121 Tinggi 5 Gempa Bumi 4.264.239 450.112 2.575.810 24.303 Tinggi 6 Kebakaran Hutan dan Lahan 927.442 592.545 648.470 2168.457 Tinggi 7 Kekeringan 4.253.212 449.007 2570.290 24.181 Tinggi Jenis Bencana Potensi Penduduk Terpapar (Jiwa) Kelas 8 Letusan Gunungapi 160.557 17.736 103.117 921 Tinggi 9 Tanah Longsor 1.223.818 12.368 896.729 9.848 Tinggi 10 Tsunami 215.649 21.481 92.255 1.128 Tinggi 11 Likuefaksi 853.119 90.395 322.990 4.320 Tinggi 12 Pandemi C0OVID-19 4.199.743 444.308 2547.160 23.649 Tinggi Sumber: Hasil Analisis Tahun 2020 Tabel 74. Rekapitulasi Potensi Kerugian Bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur Kerusakcan Kergian (luta Rupiah) Lingkungan (Ha) Jenis Bencana Kerugian Kerugian Total Kelas Luas Kelas Fisik Ekonomi Kerugian 1 Banjir 2.739.578,45 20.697,00 2.760.275,45 Sedang 1.798.514,00 Tinggi 2 Banjir Bandang 2438.911,90 7.893,00 2446.804,90 Sedang 222857,00 Tinggi 3 Cuaca Ekstrim 5.413.731,51 39.568,00 5.453.299,51 Sedang . 4 Gelombang Ekstrim dan Abrasi 1138.853,78 232,00 1.139.085,78 Sedang 222.857,00 Tinggi 5 Gempa Bumi 13.834.001,97 58.269,00 13.892.270,97 Sedang . . 6 Kebakaran Hutan dan Lahan . 80.456,00 80.456,00 Rendah 14.512,00 Tinggi 7 Kekeringan . 106.342,00 106.342,00 Rendah 14.512,00 Tinggi 8 Letusan Gunungapi 252041,40 481,00 252522.40 Sedang 14.512,00 Tinggi 9 Tanah Longsor 3.201.032.15 10.407,00 3.211439,15 Sedang 21.211,00 Tinggi 10 Tsunami 1.103.001,67 4.508,00 1.107.509,67 Sedang 14.512,00 Tinggi 11 Likuefaksi 2.739.578,45 20.697,00 2.760.275,45 Sedang 1.798.514,00 Tinggi 12 Pandemi C0VID-19 2438,911,90 7.893,00 2446.804,90 Sedang 222.857,00 Tinggi Sumber: Hasit Analtsis Tahun 2020 3.4.16. HAIL KAJIAN KERENTANAN MULTIBAHAYA Hasil kajian kerentanan multibahaya dilakukan untuk mengetahui potensi penduduk tcrpapar dan potensi kerugian sebagai dampak dari multibahaya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Rekapitulasi potensi penduduk terpapar dan potensi kerugian yang ditimbulkan ak:ibat multi bahaya di Provinsi Nusa Tenggara Timurdapat dilihat pada tabel-tabel dan grafik berikut ini. Tabel 75. Potensi Kerentaan Multibahaya di Provinsi Nusa Tenggara Timur Multi Kerentanan Kabupaten/Kota Luas (Ha) Kelas - Sedang Total A Kabupaten 1 Alor 244.559 2.072 0 246.631 Sedang 2 Belu 83.942 1.928 0 85.870 Sedang 3 Ende 182.072 1.774 183.847 Sedang 4 Flores Timur 121.440 1.777 0 123.217 Sedang 5 Kabupaten Kupang 436.289 6.812 0 443.101 Sedang 6 Lembata 97.401 1.329 0 98.730 Sedang 7 Malaka 96.227 0 0 96.227 Rendah Multi Kerentanan Kabupaten/Kota Luas (Ha) Kelas Sedang Total. 8 Manggarai 116.658 1.410 0 118.068 Sedang 9 Manggarai Barat 225.646 900 0 226.546 Sedang 10 Manggarai Timur 151.203 664 0 151.867 Rendah 11 Nagekeo 74.377 1.714 0 76.091 Sedang 12 Ngada 93.622 577 0 94.199 Sedang 13 Rote Ndao 114.175 1.668 0 115.843 Sedang 14 Sabu Raijua 31.854 2497 0 34.351 Sedang 15 Sikka 109.808 1.937 2 111.747 Sedang 16 Sumba Barat 51.147 458 0 51.605 Sedang 17 Sumba Barat Daya 90.909 1.332 0 92.241 Sedang 18 Sumba Tengah 93.433 642 0 94.075 Sedang 19 Sumba Timur 420.469 3.136 0 423.605 Sedang 20 Timor Tengah Selatan 353.698 2.568 0 356.266 Rendah 21 Tmor Tengah Utara 226.609 3125 0 229.734 Sedang e Kota 1 Kota Kupang 3.333 5.015 0 8.348 Sedang Provinsi Nusa Tenggara Timur 3.418.871 43.335 3 3.462.209 Sedang Sumber : Hasil Analisis Tahun 2020 Rendah Sedang Tinggi 500,000 450,000 400,000 50,000 I 3100,000 250,000 I 200,000 I I 150,000 I I 100,00o I I I I I I I I 50,000 I I I I0 Sumber : Hasil Analisis Tahu 2020 Gambar 21. Grafik Potensi Kerentanan Multibahaya di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tabel dan grafik di atas menunjukkan luasan multibahaya yang mungkin terjadi. DaJam kajian ini nilai luasan total sesuai dengan luas administrasi. Dari tabel dan grafik tersebut juga terlihat sebaran potensi kerentanan multibahaya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kabupaten Kupang memiliki luasan potensi kerentanan multibahaya tertinggi 3.1. HASIL KAJIAN KAPASITAS Pengkajian ketahanan daerah diperoleh dengan melaksanakan metode Focus Group Discusion (FGD) dengan melibatkan seluruh OPD terkait penanggulangan bencana di Provinsi NTT. berdasarkan hasil FGD tersebut menghasilkan kajian ketahanan daerah Provinsi NTT seperti terlihat pada Tabel 76 Tabel 76. Kajian Kapasitas di Provinsi Nusa Tenggara Timur No Prioritas Indeks Indeks Tingkat Prioritas Kapasitas Kapasitas Daerah Daerah I PERKUATAN KEBIJAKAN DAN KELEMBAGAAN 0,97 2 PENGKA)IAN RISIKO DAN PERENCANAAN TERPADU 0,90 3 PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI, DIKLAT DAN 0,73 LOGISTIK 4 PENANGANAN TEMATIK KAWASAN RAWAN BENCANA 0,68 0,79 Sedang 5 PENINGKATAN EFEKTIVITAS PENCEGAHAN DAN MITIGASI 0,79 BENCANA 6 PERKUATAN KESIAPSIAGAAN DAN PENANGANAN DARURAT 0,72 BENCANA 7 PENGEMBANGAN SISTEM PEMULIHAN BENCANA 0,96 Surber: HailAnalise Thun 2021 Tabel di atas memperlihatkan bahwa secara keseluruhan ketahanan daerah Provinsi NTT dalam menghadapi potensi bencana yang ada berada pada tingkat Sedang. Tingkat tersebut ditentukan berdasarkan indeks kapasitas daerah 0,79. Adapun penentuan tingkat tersebut didasarkan pada nilai indeks, yakni indeks 0-0,4 adalah rendah, >0,4-0,8 adalah sedang, dan >0,8-1 adalah tinggi. Tingkat ketahanan daerah tersebut menunjukan bahwa Provinsi NTT telah melakukan beberapa upaya penanggulangan bencana, namun masih dibutuhkan peningkatan dan perkuatan agar upaya yang dilakukan dapat memberikan rnanfaat secara optimal terutama pada Priorotas Pengembangan Sistem informasi, diklat dan logistic, prioritas Perkuatan Kesiapsiagaan Dan Penanganan Darurat Bencana, prioritas Penanganan Tematik Kawasan Rawan Bencana dan Prioritas Peningkatan Efektivitas Pencegahan Dan Mitigasi Bencana. 3.1. PETA RISIKO BENCANA Peta risiko bencana adalah peta petunjuk zonasi tingkat risiko bencana di suatu daerah pada waktu tertentu. Penyusunan peta risiko bencana dapat dilakukan dengan melakukan penggabungan (ouerlay) peta bahaya, peta kerentanan dan peta kapasitas bencana. Dari hasil kajian peta risiko, dapat ditentukan tingkat risiko bencana yang berpotensi terjadi di daerah. Metode dalam pemetaan risiko dan kajian risiko bencana dapat dilihat pada Gambar 52. Gambar 52 memperlihatkan bahwa keselarasan antara peta risiko dan kajian risiko bencana. Peta risiko dihasilkan berdasarkan peta bahaya, peta kerentanan dan peta kapasitas. Sedangkan kajian dihasilkan berdasarkan tingkat yang diturunkan dari peta-peta tersebut, peta bahaya (menghasilkan tingkat bahaya), peta kerentanan (rnenghasilkan tingkat kerentanan), dan peta kapasitas (menghasilkan tingkat l I I I I I I I kapasitas). Tingkat-tingkat yang dihasilkan tersebut digunakan dalam pengkajian risiko bencana hingga menghasilkan kebijakan dalam rencana penanggulangan bencana daerah. - z e l Ka:-.Of,t(;I( INAN �- ] l cc4.4 id J l 6o.44 «Mt J 6 t 0044 I 44 er 0t too4, nrit disc er4At4, o f 4 i 44 4