1.Kesesuain Lahan Padi Padi dapat dibudidayakan dibawah berbagai kondisi iklim baik di daerah sedang maupun di tropika yang panas, dan dataran rendah sampai dataran tinggi. Penyinaran matahari yang panjang adalah esensial untuk memperoleh hasil yang tinggi. Produksi berkenaan erat dengan energi surya yang diterima atau panjang penyinaran selama 45 hari menjelang panen. Pertumbuhan optimal pada suhu udara antara 24 dan 30oC. Perbedaan suhu antara siang dan malam hendaknya minimal selama pembungaan dan pengeringan. Suhu air irigasi yang diperlukan >18oC. Presipitasi optimum untuk padi ladang > 1600 mm/thn dan kekeringan selama 8 sampai 12 hari pada waktu pembungaan atau pemasakan dapat sangat mempengaruhi hasil. Padi dapat dibudidayakan pada banyak jenis tanah. Tanah dengan tekstur liat berat bahkan lempung berpasir dapat digunakan untuk budidaya padi. Tanah pada endapan alluvial; dengan tekstur berat umumnya lebih sesuai dibanding dengan yang bertekstur ringan. Tanah-tanah dengan drainase terhambat sampai agak baik dinilai sesuai untuk padi. Permeabilitas tanah yang optimal dari subsoil adalah < 0,5 cm/jam, kisaran pH 4,5-8,2 dan optimum pada pH 5,5-7,5 salinitas yang dianggap sesuai adalah < 3 ds/m - 1,5 ds/m. Hasil analisis kesesuaian lahan yang membandingkan antara data karakteristik lahan wilayah kecamatan dalam Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat dengan kriteria kesesuaian lahan komoditi tanaman padi menujukkan bahwa sebagian besar wilayah ini tidak sesuai untuk pengembangan komoditas padi dengan proporsi sebesar 60,54%. Namun demikian, wilayah ini memiliki kawasan sebesar 30,46% yang sesuai untuk pengembangan padi yang sebagian besar memiliki tingkat kesesuaian S3 (cukup marjinal) dan S2 (cukup sesuai) masing-masing seluas 327,568.65 ha atau 19.96% dan 303,241.77 ha, atau 18.48% (Gambar 5.26). Hasil tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar lahan di wilayah sesuai untuk pengembangan komoditas padi tetapi terdapat faktor pembatas yang harus diantisipasi agar daya dukung lahan dapat lebih baik. Lahan-lahan tersebut memiliki pembatas yang agak berat hingga sangat berat sehingga membutuhkan penangan dan biaya yang lebih tinggi. Disamping tingkat kesesuaian lahan S2 dan S3, diwilayah ini terdapat daerah seluas 16,548.20 ha atau 1.01%yang memiliki tingkat kesesuaian S1 (sangat sesuai) untuk pengembangan komoditas padi. Lahan tersebut tidak mempunyai pembatas yang berat untuk penggunaan lahan secara berkelanjutan atau hanya mempunyai pembatas yang tidak berarti atau tidak berpengaruh secara nyata terhadap produksinya/pemanfaatannya untuk penggunaan budidaya padi serta tidak membutuhkan penanganan khusus. Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 26 Luas wilayah berdasarkan tingkat kesesuaian lahan padi di Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Pada wilayah Provinsi Sulawesi Barat, hanya dua kabupaten yang memiliki daerah dengan tingkat kesesuaian lahan S1 untuk pengembangan komoditas padi, yaitu Kabupaten Mamuju Tengah dan Polewali Mandar dengan proporsi terbesar atau sekitar 99,01% di Kabupaten Mamuju Tengah (Gambar 5.27). Lahan-lahan yang tingkat kesesuaiannya S2 dan S3 di wilayah ini tersebar pada semua wilayah kabupaten, kecuali Kabupaten Mamasa yang tidak memiliki area dengan tingkat kesesuaian S2. Tingkat kesesuaian lahan kategori Cukup Sesuai terluas terdapat di wilayah Kabupaten Mamuju yaitu sebesar 115.619,29 ha atau 38,13%, diikuti Kabupaten Polewali Mandar dan Mamuju Tengah. Sedang yang Sesuai Marjinal dominan terdapat di wilayah Kabupaten Pasangkayu, Polewali Mandar, dan Mamuju Tengah. Distribusi tingkat kesesuaian lahan padi berdasarkan kecamatan pada setiap kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat disajikan pada Tabel 5.10 dan Gambar 5.28 0 5 0 0 1 0 0 01 5 0 02 0 0 02 5 0 03 0 0 03 5 0 0 M a j e n e M a m a s a M a m u j u M a m u j u T e n g a h P a s a n g k a y u P o l e w a l i M a n d a r 5 0 0 0 1 0 0 0 01 5 0 0 02 0 0 0 02 5 0 0 03 0 0 0 03 5 0 0 04 0 0 0 04 5 0 0 05 0 0 0 0 1 0 0 0 0 01 5 0 0 0 02 0 0 0 0 02 5 0 0 0 03 0 0 0 0 0 L u a s a r e a ( h a ) S 1 S 2 S 3 N1 N2 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 27 Distribusi tingkat kesesuaian lahan padi menurut wilayah kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Tabel 5. 10 Tingkat kesesuaian lahan padi menurut wilayah kecamatan di Provinsi Sulawesi Barat, 2023 KECAMATAN/ KABUPATEN LUAS AREA (ha) S1 S2 S3 N1 N2 MAJENE Banggae 1,942.21 147.51 Banggae Timur 416.32 3,093.28 316.97 109.11 Malunda 6,724.74 180.14 976.90 13,760.38 Pamboang 2,653.61 2,271.61 1.10 1,959.67 Sendana 4,398.08 2,602.52 5,428.66 Tammerodo 3,639.62 0.71 511.59 1,844.69 Tubo Sendana 4,482.12 67.71 20.13 1,925.83 Ulumanda 5,781.19 4,575.55 1,147.21 18,949.63 Total Majene - 28,095.68 14,733.73 3,121.41 43,977.97 MAMASA Aralle 151.47 11,529.50 38.31 15,187.44 Balla 178.84 6,007.81 Bambang 4.29 421.97 14,362.07 BuntuMalangka 975.62 36.62 9,759.49 Mamasa 146.01 1,412.85 250.17 22,932.68 Mambi 6,987.79 2,741.18 7,080.17 Mehalaan 512.77 3,068.46 1,419.56 7,516.84 Messawa 98.58 3,616.98 492.84 8,505.73 Nosu 706.60 10,609.95 Pana 101.54 19,413.09 KECAMATAN/ KABUPATEN LUAS AREA (ha) S1 S2 S3 N1 N2 RantebulahanTimur 1,205.49 1,869.90 Sesenapadang 969.81 330.25 14,157.46 Sumarorong 180.39 1,486.75 2,475.72 18,658.91 Tabang 108.40 602.23 28,679.82 Tabulahan 9,386.68 2,183.89 868.67 40,595.13 TandukKalua 1,255.74 10,856.64 Tawalian 1,169.68 3,723.86 Total Mamasa - 10,588.59 36,463.37 10,063.69 239,916.99 MAMUJU Balabalakang Bonehau 29,726.71 1,519.31 5,848.43 57,333.23 Kalukku 17,784.03 1,150.97 1,897.18 26,242.81 Kalumpang 12,338.71 942.84 11,042.28 122,392.23 Mamuju 8,878.14 2,513.26 271.50 8,923.15 Papalang 9,231.96 3,470.44 2,844.34 4,212.61 Sampaga 3,732.38 6,303.78 689.79 Simboro 6,422.09 3,701.43 962.68 Tapalang 9,427.91 4,676.61 345.63 13,463.99 Tapalang Barat 888.00 9,038.27 2,824.14 Tommo 17,189.36 22,382.12 5,905.67 37,127.10 Total Mamuju - 115,619.29 55,699.03 28,155.03 274,171.73 MAMUJU TENGAH Budong-Budong 6,523.92 13.58 14,140.99 587.32 413.67 Karossa 376.52 21,666.24 2,473.33 15,428.84 73,717.29 Pangale 0.03 10,394.96 31.33 734.27 Tobadak 5,727.90 24,096.17 3,585.97 4,630.49 14,958.18 Topoyo 3,756.05 19,131.45 174.98 5,168.86 52,874.40 Total Mamuju Tengah 16,384.42 64,907.44 30,770.23 25,846.84 142,697.81 PASANGKAYU Bambaira 3,074.23 2,738.83 Bambalamotu 19,877.75 3,871.14 Baras 10,811.16 5,609.70 5,008.27 BuluTaba 7,893.91 34,399.14 24,080.37 Dapurang 12,884.14 14,014.61 50,843.25 Duripoku 6,505.67 5,314.63 3,674.02 Lariang 8,211.10 454.38 Pasangkayu 25,975.68 425.78 Pedongga 10,995.38 486.93 Sarjo 1,981.53 1,655.38 Sarudu 5,298.66 4,200.06 TikkeRaya 20,489.95 3,406.52 Total Pasangkayu - - 133,999.16 59,338.08 100,844.93 POLEWALI MANDAR KECAMATAN/ KABUPATEN LUAS AREA (ha) S1 S2 S3 N1 N2 Alu 8,362.36 787.39 1,017.79 8,957.93 Anreapi 3,453.52 100.78 276.57 6,607.53 Balanipa 2,821.53 530.77 126.65 Binuang 163.78 3,895.26 2,385.42 157.56 7,255.28 Bulo 3,490.82 11,920.53 548.70 7,728.14 Campalagian 4,876.49 6,329.51 103.62 64.84 Limboro 4,927.27 866.02 150.34 536.22 Luyo 7,926.16 3,313.29 20.34 Mapilli 5,662.41 3,419.93 78.09 Matakali 4,353.95 411.60 730.20 2,449.80 Matangnga 369.79 9,157.06 2,387.23 9,429.16 Polewali 2,170.15 351.66 Tapango 4,359.92 5,144.36 9.24 2,873.55 Tinambung 1,049.88 296.33 258.53 TubbiTaramanu 19,002.66 11,240.14 1,211.94 11,536.80 Wonomulyo 7,308.60 355.37 Total Polewali Mandar 163.78 84,030.77 55,903.13 6,851.72 58,371.36 Grand Total 16,562.06 304,471.76 332,930.99 134,477.95 887,576.06 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 28 Peta sebaran kesesuaian lahan pengembangan komoditas padi di Provinsi Sulawesi Barat, 2023
2.Kesesuaian Lahan Jagung Jagung dapat dibudidayakan pada kondisi iklim yang berbeda sepanjang dalam siklus pertumbuhan tidak terdapat suhu dibawah 0oC. Suhu yang optimal untuk perkecambahan adalah18-21oC dan jagung dapat tumbuh pada suhu 14- 40oC dan pertumbuhan optimal pada suhu 18oC-32oC. Rata-rata suhu minimum berada pada 12-24oC sementara rata-rata suhu maksimum 26-29oC. Curah hujan dimana jagung dapat tumbuh adalah antara 500-5.000 mm/thn. Suplai air optimal dapat diperoleh pada daerah dengan curah hujan 1.000-1.500 mm/tahun/musim tumbuh. Jagung sangat peka terhadap cekaman air mulai dari awal pembungaan sampai akhir pembentukan biji (50-100 hari setelah tanam). Jagung dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. Tanah dengan drainase yang baik, dalam, lempung dan lempung berdebu dengan bahan organik yang cukup adalah sangat sesuai dengan jagung. Maksimum kedalaman perakaran adalah 2.0 m. Drainase terhambat yang diperlihatkan oleh adanya motling pada kedalaman 1.0 m dari permukaan hendaknya tidak digunakan. Muka air tanah harus berada pada kedalaman >0.75 m dari permukaan tanah dan 6 minggu seterusnya genangan selama 1 sampai 2 hari dapat mematikan tanaman. Kisaran pH yang diperlukan 5.2 sampai 8.5 namun jagung yang tumbuh optimal pada pH 5.8 sampai 7.8.Salinitas < 3.8 ds/m. Hasil analisis kesesuaian lahan wilayah Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan wilayah tersebut memiliki tingkat kesesuaian lahan S2 (cukup sesuai) dan S3 (sesuai marjinal) untuk pengembangan tanaman jagung. Lahan yang cukup sesuai untuk pengembangan komoditas jagung di wilayah ini sekitar 159.325,.35 ha atau 9.72% dan sesuai marjinal 356.187.95 ha atau 21,74% dari total wilayah pengembangan jagung (Gambar 5.29). Sekitar 68,54% kawasan di wilayah ini tidak memiliki kesesuaian untuk pengembangan komoditas jagung. Gambar 5. 29 Luas wilayah berdasarkan tingkat kesesuaian lahan jagung di Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Semua wilayah kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat memiliki area yang tingkat kesesuaian lahannya kategori S2 dan S3 untuk pengembangan komoditas jagung (Gambar 5.30). Wilayah yang memiliki area kesesuaian lahan tertinggi untuk pengembangan komoditas jagung kategori cukup sesuai adalah Kabupaten Polewli Mandar yaitu seluas 55.509,17 ha atau 34,84%, disusul Kabupaten Pasangkayu seluas 40.355,79 ha atau 25,33%. Sedangkan yang memiliki kesesuaian lahan S3 yang tinggi adalah Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu. Distribusi tingkat kesesuaian lahan menurut kecamatan setiap kabupaten disajikan pada Tabel 5.11 dan Gambar 5.31. 0 5 0 1 0 0 M a j e n e M a m a s a M a m u j u M a m u j u T e n g a h P a s a n g k a y u P o l e w a l i M a n d a r 5 0 0 0 1 0 0 0 01 5 0 0 02 0 0 0 02 5 0 0 03 0 0 0 03 5 0 0 04 0 0 0 04 5 0 0 05 0 0 0 05 0 0 0 0 1 0 0 0 0 01 5 0 0 0 02 0 0 0 0 02 5 0 0 0 03 0 0 0 0 0 L u a s a r e a ( h a ) S 2 S 3 N1 N2 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 30 Luas area tingkat kesesuaian lahan jagung menurut wilayah kecamatan di Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Tabel 5. 11 Tingkat kesesuaian lahan jagung menurut wilayah kecamatan di Provinsi Sulawesi Barat, 2023 KECAMATAN LUAS AREA (ha) S2 S3 N1 N2 MAJENE Banggae 1,263.13 826.58 Banggae Timur 416.71 2,503.00 906.87 109.11 Malunda 5,500.33 215.58 2,165.84 13,760.38 Pamboang 2,654.66 1,986.63 285.04 1,959.67 Sendana 6,182.85 253.61 564.13 5,428.66 Tammerodo 3,521.63 0.71 629.57 1,844.69 Tubosendana 4,549.83 20.13 1,925.83 Ulumanda 6,039.35 4,317.39 1,147.21 18,949.63 TOTAL MAJENE 28,865.36 9,276.92 5,718.79 43,977.97 MAMASA Aralle 11,680.97 38.31 15,187.44 Balla 178.84 6,007.81 Bambang 421.97 14,366.36 Buntu Malangka 975.62 36.62 9,759.49 Mamasa 527.33 24,214.41 Mambi 6,987.79 1,779.98 8,041.38 Mehalaan 3,581.22 1,178.46 7,757.94 Messawa 98.58 3,616.98 492.84 8,505.73 Nosu 706.60 10,609.95 Pana 101.54 19,413.09 Rantebulahan Timur 1,205.49 1,869.90 KECAMATAN LUAS AREA (ha) S2 S3 N1 N2 Sesenapadang 969.81 14,487.71 Sumarorong 1,610.65 2,475.72 18,715.39 Tabang 522.47 28,867.97 Tabulahan 11,561.97 868.67 40,603.69 Tandukkalua 1,255.74 10,856.64 Tawalian 1,169.68 3,723.86 TOTAL MAMASA 98.58 45,744.06 8,201.21 242,988.76 MAMUJU Balabalakang Bonehau 30,441.88 5,848.43 58,137.38 Kalukku 52.43 13,084.53 9,090.87 24,847.19 Kalumpang 13,163.94 11,042.28 122,509.84 Mamuju 8,006.70 2,539.62 1,116.58 8,923.15 Papalang 12,140.25 6,367.76 1,251.32 Sampaga 6,586.33 3,999.18 140.43 Simboro 5,929.72 3,701.43 492.37 962.68 Tapalang 8,057.88 4,966.66 1,425.61 13,463.99 Tapalang Barat 9,038.27 888.00 2,824.14 Tommo 2,875.13 15,622.85 26,979.18 37,127.10 TOTAL MAMUJU 24,921.86 111,285.76 67,250.26 270,187.22 MAMUJU TENGAH Budong-Budong 12,107.68 9,184.11 387.69 Karossa 466.20 26,417.11 13,071.06 73,707.84 Pangale 5,522.75 5,637.85 Tobadak 7,671.17 9,665.78 20,703.59 14,958.18 Topoyo 1,437.22 8,791.06 18,199.26 52,678.23 TOTAL MAMUJU TENGAH 9,574.59 62,504.38 66,795.87 141,731.94 PASANGKAYU Bambaira 3,073.77 549.11 2,190.16 Bambalamotu 13,519.88 2,811.10 3,546.78 3,871.14 Baras 7,640.38 10,265.18 3,523.59 Bulutaba 3,211.86 22,658.25 16,422.95 24,080.37 Dapurang 2,070.39 19,542.93 7,322.13 48,806.57 Duripoku 1,504.06 7,302.46 3,013.78 3,674.02 Lariang 1,620.99 492.86 6,551.62 Pasangkayu 7,389.09 10,368.01 8,218.57 425.78 Pedongga 9.19 3,531.35 7,675.21 266.57 Sarjo 1,979.49 2.04 1,655.38 Sarudu 3.38 3,347.34 2,133.57 4,014.41 Tikkeraya 5,973.69 958.24 16,535.52 429.03 TOTAL PASANGKAYU 40,355.79 78,652.92 82,236.46 92,937.02 POLEWALI MANDAR Alu 7,737.58 438.11 1,991.85 8,957.93 Anreapi 2,017.92 100.78 1,712.17 6,607.53 KECAMATAN LUAS AREA (ha) S2 S3 N1 N2 Balanipa 2,821.53 135.55 395.22 126.65 Binuang 2,177.25 1,902.58 2,921.67 6,855.81 Bulo 3,185.44 12,225.90 548.70 7,728.14 Campalagian 4,623.81 820.61 5,865.18 64.84 Limboro 3,928.57 701.66 1,313.40 536.22 Luyo 7,146.09 1,969.26 2,124.10 20.34 Mapilli 1,571.94 2,569.86 4,940.55 78.09 Matakali 413.51 411.60 4,670.65 2,449.80 Matangnga 9,526.85 2,387.23 9,429.16 Polewali 202.24 2,306.83 12.73 Tapango 632.01 6,120.62 2,760.91 2,873.55 Tinambung 507.56 101.44 995.74 Tubbi Taramanu 18,543.72 11,699.09 1,211.94 11,536.80 Wonomulyo 7,663.97 TOTAL POLEWALI MANDAR 55,509.17 48,723.91 43,810.11 57,277.59 GRAND TOTAL 161,612.84 360,639.88 277,407.75 876,358.40 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023
3.Kesesuaian Lahan Kedelai Kedelai dapat dikembang di lahan sawah maupun di lahan kering, bergantung kepada iklim dan ketersediaan lahan. Tanaman Kedelai dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah asal drainase (tata air) dan aerasi (tata udara) tanah cukup baik, curah hujan 100-400 mm/bulan, suhu udara 23-30°C, kelembaban 60-70%, pH tanah 5,8-7 dan ketinggian kurang dari 600 m dpl. Berdasarkan hasil analisis kesesuaian lahan, kawasan wilayah Provinsi Sulawesi Barat yang memiliki kesesuaian lahan untuk pengembangan kedelai sebesar 39,46% dari total luas wilayah (Gambar 5.32). Daerah yang sesuai untuk pengembangan kedelai tersebut sebagian besar termasuk kategori S3 (sesuai marginal) dan hanya sebagian kecil termasuk kategori S2 (cukup sesuai) dan S1 (Sangat sesuai). Ketiga kategori tersebut secara berurutan masing-masing seluas 569.018,28 ha atau 34,68%, 71.927,86 ha atau 4,38%, dan 6.470,68 atau 0,39% ha. Dengan demikian terdapat sekitar 60,54% daerah yang tidak cocok untuk pengembangan kedelai di wilayah ini. Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 31 Peta sebaran kesesuaian lahan pengembangan komoditas jagung di Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 32 Luas wilayah berdasarkan tingkat kesesuaian lahan kedelai di Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Polewali Mandar dan Majene merupakan wilayah kabupaten dalam Provinsi Sulawesi Barat yang memiliki area dengan tingkat kesesuaian lahan kedelai kategori S1 dengan luas area lebih besar di Kabupaten Polewali Mandar (Gambar 5.33). Sedangkan area dengan tingkat kesesuaian lahan S2 tertinggi terdapat di Kabupaten Polewali Mandar disusul Mamuju Tengah, Pasangkayu, Majene, dan Mamuju Tengah, sementara kesesuaian lahan S3 terluas di Kabupaten Mamuju diikuti Mamuju Tangah, Pasangkayu, dan Polewali Mandar. Distribusi tingkat kesesuaian lahan kedelai menurut wilayah kecamatan di Provinsi Sulawesi Barat disajikan pada Tabel 5.12 dan Gambar 5.34. 0 5 0 0 1 0 0 01 5 0 02 0 0 02 5 0 03 0 0 0 M a j e n e M a m a s a M a m u j u M a m u j u T e n g a h P a s a n g k a y u P o l e w a l i M a n d a r 5 0 0 0 1 0 0 0 01 5 0 0 02 0 0 0 02 5 0 0 03 0 0 0 03 5 0 0 04 0 0 0 04 5 0 0 05 0 0 0 05 5 0 0 06 0 0 0 0 1 0 0 0 0 01 5 0 0 0 02 0 0 0 0 02 5 0 0 0 03 0 0 0 0 0 L u a s a r e a ( h a ) S 1 S 2 S 3 N1 N2 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 33 Luas area tingkat kesesuaian lahan kedelai menurut wilayah kecamatan di Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Tabel 5. 12 Tingkat kesesuaian lahan kedelai menurut wilayah kecamatan di Provinsi Sulawesi Barat, 2023 KECAMATAN LUAS AREA (ha) S1 S2 S3 N1 N2 MAJENE Banggae 1,942.21 147.51 Banggae Timur 21.59 3,074.64 730.33 109.11 Malunda 6,904.87 976.90 13,760.38 Pamboang 2,554.88 2,370.36 1.10 1,959.67 Sendana 33.82 2,317.01 4,649.76 5,428.66 Tammerodo 3,640.33 511.59 1,844.69 Tubo Sendana 4,549.83 20.13 1,925.83 Ulumanda 10,356.74 1,147.21 18,949.63 TOTAL MAJENE 55.41 9,888.74 33,202.22 2,804.44 43,977.97 MAMASA Aralle 11,680.97 38.31 15,187.44 Balla 178.84 6,007.81 Bambang 426.26 14,362.07 Buntu Malangka 975.62 36.62 9,759.49 Mamasa 1,558.86 250.17 22,932.68 Mambi 6,987.79 1,779.98 8,041.38 Mehalaan 3,581.22 1,178.46 7,757.94 Messawa 3,715.55 492.84 8,505.73 Nosu 11,316.54 Pana 101.54 19,413.09 Rantebulahan Timur 1,205.49 1,869.90 Sesenapadang 969.81 330.25 14,157.46 Sumarorong 1,667.13 84.53 21,050.12 Tabang 108.40 479.94 28,802.11 Tabulahan 11,570.53 868.67 40,595.13 Tanduk Kalua 1,255.74 10,856.64 Tawalian 1,169.68 3,723.86 TOTAL MAMASA - - 47,051.89 5,641.31 244,339.39 MAMUJU Balabalakang Bonehau 31,246.02 5,848.43 57,333.23 Kalukku 20,330.62 1,897.18 24,847.19 Kalumpang 13,281.55 11,042.28 122,392.23 Mamuju 11,391.39 271.50 8,923.15 Papalang 15,663.69 2,844.34 1,251.32 Sampaga 10,585.52 140.43 Simboro 10,123.53 962.68 Tapalang 14,104.53 345.63 13,463.99 Tapalang Barat 9,926.27 2,824.14 Tommo 2,254.38 37,317.10 5,905.67 37,127.10 TOTAL MAMUJU - 2,254.38 173,970.22 28,155.03 269,265.46 MAMUJU TENGAH Budong-Budong 20,704.48 587.32 387.69 KECAMATAN LUAS AREA (ha) S1 S2 S3 N1 N2 Karossa 31,835.23 7,797.34 74,029.65 Pangale 11,129.26 31.33 Tobadak 9,211.98 24,198.03 4,630.49 14,958.18 Topoyo 2,016.60 21,591.79 4,818.70 52,678.65 TOTAL MAMUJU TENGAH - 11,228.58 109,458.79 17,865.18 142,054.17 PASANGKAYU Bambaira 1,784.17 1,181.44 657.29 2,190.16 Bambalamotu 2,345.84 7,740.00 9,791.91 3,871.14 Baras 10,556.50 6,300.64 4,571.98 Bulu Taba 2,302.93 13,848.39 0.02 50,222.09 Dapurang 19,764.23 5,580.15 52,397.61 Duripoku 7,426.12 2,543.26 5,524.94 Lariang 2,488.00 6,031.45 146.02 Pasangkayu 11,196.63 15,156.63 48.19 Pedongga 9,116.93 2,365.40 Sarjo 1,979.49 2.04 1,655.38 Sarudu 5,281.33 3,029.30 1,188.09 Tikke Raya 3,719.43 11,963.09 6,421.61 1,792.34 TOTAL PASANGKAYU - 14,619.86 104,108.15 51,992.23 123,461.92 POLEWALI MANDAR Alu 349.28 751.57 8,048.90 1,017.79 8,957.93 Anreapi 1,435.60 2,118.70 276.57 6,607.53 Balanipa 395.22 2,957.08 126.65 Binuang 577.37 6,395.24 28.89 6,855.81 Bulo 3,104.50 12,306.84 548.70 7,728.14 Campalagian 3,997.75 252.68 6,955.53 103.62 64.84 Limboro 116.87 1,717.97 3,958.44 150.34 536.22 Luyo 1,406.25 853.67 8,979.54 20.34 Mapilli 466.43 6,046.05 2,569.86 78.09 Matakali 3,940.44 825.09 730.20 2,449.80 Matangnga 9,526.85 2,387.23 9,429.16 Polewali 1,967.91 541.17 12.73 Tapango 3,383.66 6,120.62 9.24 2,873.55 Tinambung 78.69 1,051.00 475.04 Tubbi Taramanu 1,150.06 29,092.74 1,211.94 11,536.80 Wonomulyo 7,308.60 355.37 TOTAL POLEWALI MANDAR 6,415.27 33,936.30 101,227.01 6,464.52 57,277.59 GRAND TOTAL 6,493.45 72,400.97 574,807.97 114,932.84 907,383.45 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 34 Peta sebaran kesesuaian lahan pengembangan komoditas kedelai di Provinsi Sulawesi Barat, 2023 B. Kesesuaian Lahan Hortikultura
1.Cabai Pada umumnya tanaman cabai merah dapat ditanam di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah, yaitu lebih dari 250 - 1200 m di atas permukaan laut. Untuk pertumbuhan optimum cabai memerlukan iklim tropis yang hangat dan lembab dengan suhu berkisar antara 18 - 32 ℃ . Pembentukan buah yang maksimum memerlukan suhu antara 15,5 C – 21 C. Pada suhu di bawah 15,5 ℃ dan di atas 32 ℃ buah yang dihasilkan kurang baik. Suhu yang tinggi pada siang hari menyebabkan tanaman layu dan bunga gugur. Selain itu viabilitas serbuk sari akan berkurang pada suhu diatas 30 ℃. Perkecambahan biji cabai memerlukan suhu optimum sekitar 30 ℃, sedangkan untuk pertumbuhan optimum tanaman diperlukan suhu rata-rata harian 20-30 ℃. pada suhu kurang dari 15 ℃ atau lebih dari 32 ℃, perkecambahan benih dan pertumbuhan tanaman umumnya terhambat (Susiana, 2006). Curah hujan yang tinggi dan iklim yang basah dapat menyebabkan tanaman terserang penyakit. Sebaliknya, curah hujan yang rendah dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman cabai terhambat dan dapat mempengaruhi ukuran buah. Intensitas curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman adalah 600-1250 mm per tahun. Cabai sensitif terhadap sinar matahari yang terik tetapi menghendaki penyinaran penuh sepanjang hari. Cabai rentan terhadap hujan yang terlalu deras dan cuaca yang mendung. Namun demikian cabai toleran terhadap naungan hingga 45%. Tanaman cabai merupakan tanaman yang memerlukan penyinaran matahari minimal 8 jam per hari. Intensitas cahaya yang rendah dapat mempengaruhi orientasi kloroplas tanaman. Tanaman cabai yang kekurangan cahaya mengakibatkan tanaman menjadi lemah, pucat, dan pertumbuhannya cenderung memanjang. Cabai merupakan tanaman yang memiliki daya adaptasi yang luas sehingga cabai dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah dari tanah berpasir sampai berliat, asalkan terdapat aerasi dan drainase yang baik. Bila diharapkan panen yang lebih cepat, cabai merah sebaiknya ditanam pada tanah lempung berpasir; dan bila diharapkan panen lebih lambat cabai merah lebih sesuai ditanam pada tanah yang lebih berat atau tanah liat. Tanah juga harus mengandung cukup bahan organik, unsur hara dan air serta bebas dari gulma, nematoda dan bakteri layu. Kisaran pH yang ideal adalah antara 5,5 – 6,8 karena pada pH di bawah 5,5 atau di atas 6,8 hanya akan menghasilkan produksi yang sedikit (Kusandriani dan Muharam, 2005). Hasil analisis kesesuaian lahan yang membandingkan antara data karakteristik lahan wilayah kecamatan dalam Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat dengan kriteria kesesuaian lahan komoditi tanaman cabai menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah ini tidak sesuai untuk pengembangan komoditas cabai dengan proporsi sebesar 78,54% (Gambar 5.35). Namun demikian, wilayah ini memiliki kawasan sebesar 21,46% yang sesuai untuk pengembangan cabai yang sebagian besar memiliki tingkat kesesuaian S3 (cukup marjinal) yaitu seluas 356,.1873,95 ha, atau 21.74%, sisanya seluas 159,325.35 ha atau 9.72% merupakan daerah yang memiliki tingkat kesesuaian S2 (cukup sesuai). Gambar 5. 35 Luas area kesesuaian lahan cabai di wilayah Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Semua wilayah kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat memiliki area yang tingkat kesesuaian lahannya kategori S2 dan S3 untukk pengembangan komoditas cabai (Gambar 5.36). Wilayah yang memiliki area kesesuaian lahan tertinggi untuk pengembangan komoditas jagung kategori cukup sesuai adalah Kabupaten Polewli Mandar yaitu seluas 159,325.35 ha atau 34,84%, disusul Kabupaten Pasangkayu seluas 40,355.79 ha atau 25,33%. Sedangkan yang memiliki kesesuaian lahan S3 yang tinggi adalah Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu. Distribusi tingkat kesesuaian lahan cabai menurut kecamatan setiap kabupaten disajikan pada Tabel 5.13 dan Gambar 5.37. 0 5 0 1 0 0 M a j e n e M a m a s a M a m u j u M a m u j u T e n g a h P a s a n g k a y u P o l e w a l i M a n d a r 5 0 0 0 1 0 0 0 01 5 0 0 02 0 0 0 02 5 0 0 03 0 0 0 03 5 0 0 04 0 0 0 04 5 0 0 05 0 0 0 05 0 0 0 0 1 0 0 0 0 01 5 0 0 0 02 0 0 0 0 02 5 0 0 0 03 0 0 0 0 0 S 2 S 3 N 1 N 2 Gambar 5. 36 Luas area kesesuaian lahan cabai menurut wilayah kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Gambar 5. 37 Peta sebaran kesesuaian lahan pengembangan komoditas cabai di Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Tabel 5. 13 Tingkat kesesuaian lahan cabai menurut kecamatan di Provinsi Sulawesi Barat KECAMATAN LUAS AREA (ha) S2 S3 N1 N2 MAJENE Banggae 1,263.13 826.58 Banggae Timur 416.71 2,503.00 906.87 109.11 Malunda 5,500.33 215.58 2,165.84 13,760.38 Pamboang 2,654.66 1,986.63 285.04 1,959.67 KECAMATAN LUAS AREA (ha) S2 S3 N1 N2 Sendana 6,182.85 253.61 564.13 5,428.66 Tammerodo 3,521.63 0.71 629.57 1,844.69 Tubo Sendana 4,549.83 20.13 1,925.83 Ulumanda 6,039.35 4,317.39 1,147.21 18,949.63 TOTAL MAJENE 28,865.36 9,276.92 5,718.79 43,977.97 MAMASA Aralle 11,680.97 38.31 15,187.44 Balla 178.84 6,007.81 Bambang 421.97 14,366.36 Buntu Malangka 975.62 36.62 9,759.49 Mamasa 527.33 24,214.41 Mambi 6,987.79 1,779.98 8,041.38 Mehalaan 3,581.22 1,178.46 7,757.94 Messawa 98.58 3,616.98 492.84 8,505.73 Nosu 706.60 10,609.95 Pana 101.54 19,413.09 Rantebulahan Timur 1,205.49 1,869.90 Sesenapadang 969.81 14,487.71 Sumarorong 1,610.65 2,475.72 18,715.39 Tabang 522.47 28,867.97 Tabulahan 11,561.97 868.67 40,603.69 Tanduk Kalua 1,255.74 10,856.64 Tawalian 1,169.68 3,723.86 TOTAL MAMASA 98.58 45,744.06 8,201.21 242,988.76 MAMUJU Balabalakang Bonehau 30,441.88 5,848.43 58,137.38 Kalukku 52.43 13,084.53 9,090.87 24,847.19 Kalumpang 13,163.94 11,042.28 122,509.84 Mamuju 8,006.70 2,539.62 1,116.58 8,923.15 Papalang 12,140.25 6,367.76 1,251.32 Sampaga 6,586.33 3,999.18 140.43 Simboro 5,929.72 3,701.43 492.37 962.68 Tapalang 8,057.88 4,966.66 1,425.61 13,463.99 Tapalang Barat 9,038.27 888.00 2,824.14 Tommo 2,875.13 15,622.85 26,979.18 37,127.10 TOTAL MAMUJU 24,921.86 111,285.76 67,250.26 270,187.22 MAMUJU TENGAH Budong-Budong 12,107.68 9,184.11 387.69 Karossa 466.20 26,417.11 13,071.06 73,707.84 Pangale 5,522.75 5,637.85 Tobadak 7,671.17 9,665.78 20,703.59 14,958.18 Topoyo 1,437.22 8,791.06 18,199.26 52,678.23 TOTAL MAMUJU 9,574.59 62,504.38 66,795.87 141,731.94 KECAMATAN LUAS AREA (ha) S2 S3 N1 N2 TENGAH PASANGKAYU Bambaira 3,073.77 549.11 2,190.16 Bambalamotu 13,519.88 2,811.10 3,546.78 3,871.14 Baras 7,640.38 10,265.18 3,523.59 Bulu Taba 3,211.86 22,658.25 16,422.95 24,080.37 Dapurang 2,070.39 19,542.93 7,322.13 48,806.57 Duripoku 1,504.06 7,302.46 3,013.78 3,674.02 Lariang 1,620.99 492.86 6,551.62 Pasangkayu 7,389.09 10,368.01 8,218.57 425.78 Pedongga 9.19 3,531.35 7,675.21 266.57 Sarjo 1,979.49 2.04 1,655.38 Sarudu 3.38 3,347.34 2,133.57 4,014.41 Tikke Raya 5,973.69 958.24 16,535.52 429.03 TOTAL PASANGKAYU 40,355.79 78,652.92 82,236.46 92,937.02 POLEWALI MANDAR Alu 7,737.58 438.11 1,991.85 8,957.93 Anreapi 2,017.92 100.78 1,712.17 6,607.53 Balanipa 2,821.53 135.55 395.22 126.65 Binuang 2,177.25 1,902.58 2,921.67 6,855.81 Bulo 3,185.44 12,225.90 548.70 7,728.14 Campalagian 4,623.81 820.61 5,865.18 64.84 Limboro 3,928.57 701.66 1,313.40 536.22 Luyo 7,146.09 1,969.26 2,124.10 20.34 Mapilli 1,571.94 2,569.86 4,940.55 78.09 Matakali 413.51 411.60 4,670.65 2,449.80 Matangnga 9,526.85 2,387.23 9,429.16 Polewali 202.24 2,306.83 12.73 Tapango 632.01 6,120.62 2,760.91 2,873.55 Tinambung 507.56 101.44 995.74 Tubbi Taramanu 18,543.72 11,699.09 1,211.94 11,536.80 Wonomulyo 7,663.97 TOTAL POLEWALI MANDAR 55,509.17 48,723.91 43,810.11 57,277.59 GRAND TOTAL 161,612.84 360,639.88 277,407.75 876,358.40 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023
2.Bawang Merah Tanaman bawang merah cocok tumbuh di dataran rendah sampai tinggi (0–1000 m dpl) dengan ketinggian optimum 0-450 m dpl. Syarat tumbuh lainnya adalah cahaya matahari minimum 70%, suhu udara 25-320C, dan kelembaban nisbi 50-70%. Struktur tanah remah, tekstur sedang sampai tinggi, drainase dan aerasi yang baik, mengandung bahan organik yang cukup, dan pH tanah netral (5,6– 6,5). Jenis tanah yang paling cocok untuk tanaman bawang merah ialah tanah Aluvial atau kombinasinya dengan tanah Glei-Humus atau Latosol. Hasil analisis kesesuaian lahan di wilayah Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan bahwa area yang memiliki kesesuaian untuk pengembangan bawang merah seluas 123,855 ha. Sekitar 7,53% setara 123.537 ha dari luasan tersebut merupakan tingkat kesesuaian S3 (sesuai marjinal) dan sisanya tingkat kesesuaian S2 (cukup sesuai) dengan luas area sekitar 318 ha atau 0,02% (Gambar 5.38). Dari total luas wilayah provinsi Sulawesi Barat, sekitar 92,45% merupakan kawasan yang tidak cocok untuk pengembangan bawang merah. Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 38 Luas area kesesuaian lahan bawang merah di wilayah Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Tingkat kesesuaian lahan S2 yang hanya sekitar 0,02% terdapat di wilayah Kabupaten Mamuju dan Mamasa dengan proporsi luas area yang lenih besar di wilayah Kabupaten Mamuju (Gambar 5.39). Area yang memiliki tingkat kesesuaian S3 tersebar pada semua kabupaten dengan luas area yang dominan di Kabupaten Mamasa dan Mamuju.. Demikian juga area yang tidak memiliki kesesuaian lahan untuk pengembangan bawang merah tersebar pada semua wilayah kabupaten yang dominan terletak di Kabupaten Mamuju. Distribusi tingkat kesesuaian lahan untuk pengembangan bawang merah berdasarkan kecamatan setiap kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat disajikan pada Tabel 5.14 dan Gambar 5.40. 0 1 0 02 0 03 0 0 M a j e n e M a m a s a M a m u j u M a m u j u T e n g a h P a s a n g k a y u P o l e w a l i M a n d a r 5 0 0 0 1 0 0 0 01 5 0 0 02 0 0 0 02 5 0 0 03 0 0 0 03 5 0 0 04 0 0 0 04 5 0 0 05 0 0 0 0 1 0 0 0 0 01 5 0 0 0 02 0 0 0 0 02 5 0 0 0 03 0 0 0 0 03 5 0 0 0 04 0 0 0 0 04 5 0 0 0 05 0 0 0 0 0 L u a s a r e a ( h a ) S 2 S 3 N2 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 39 Luas area kesesuaian lahan bawang merah menurut wilayah kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat Tabel 5. 14 Tingkat kesesuaian lahan bawang merah menurut kecamatan di Provinsi Sulawesi Barat KECAMATAN/KABUPATEN LUAS AREA (ha) S2 S3 N2 MAJENE Banggae 2,090.00 Banggae Timur 6.00 3,931.00 Malunda 1,620.00 20,021.00 Pamboang 145.00 6,742.00 Sendana 461.00 11,969.00 Tammerodo 1.00 5,996.00 Tubo Sendana 6,496.00 Ulumanda 6,537.00 23,917.00 TOTAL MAJENE - 8,770.00 81,162.00 MAMASA Aralle 11,565.00 15,338.00 Balla 179.00 6,007.00 Bambang 424.00 14,363.00 Buntu Malangka 1,011.00 9,761.00 Mamasa 1,809.00 22,933.00 Mambi 9,722.00 7,091.00 Mehalaan 4,409.00 8,109.00 Messawa 99.00 4,111.00 8,506.00 Nosu 707.00 10,610.00 Pana 101.00 19,415.00 Rantebulahan Timur 1,205.00 1,870.00 Sesenapadang 1,299.00 14,156.00 Sumarorong 4,040.00 18,763.00 Tabang 709.00 28,680.00 Tabulahan 3,051.00 49,981.00 Tanduk Kalua 1,255.00 10,856.00 Tawalian 1,169.00 3,724.00 TOTAL MAMASA 99.00 46,766.00 250,163.00 MAMUJU Balabalakang Bonehau 5,260.00 89,166.00 Kalukku 1,611.00 45,466.00 Kalumpang 51.00 9,163.00 137,501.00 Mamuju 2,980.00 17,608.00 Papalang 245.00 19,514.00 Sampaga 10,728.00 Simboro 11,087.00 Tapalang 4,916.00 22,997.00 Tapalang Barat 12,751.00 KECAMATAN/KABUPATEN LUAS AREA (ha) S2 S3 N2 Tommo 168.00 5,392.00 77,043.00 TOTAL MAMUJU 219.00 29,567.00 443,861.00 MAMUJU TENGAH Budong-Budong 21,681.00 Karossa 6,662.00 107,001.00 Pangale 11,157.00 Tobadak 4,039.00 48,960.00 Topoyo 3,155.00 77,950.00 TOTAL MAMUJU TENGAH - 13,856.00 266,749.00 PASANGKAYU Bambaira 5,812.00 Bambalamotu 467.00 23,283.00 Baras 21,428.00 Bulu Taba 3,314.00 63,062.00 Dapurang 5,520.00 72,223.00 Duripoku 540.00 14,963.00 Lariang 8,666.00 Pasangkayu 26,400.00 Pedongga 11,489.00 Sarjo 3,638.00 Sarudu 9,501.00 Tikke Raya 23,897.00 TOTAL PASANGKAYU - 9,841.00 284,362.00 POLEWALI MANDAR Alu 553.00 18,578.00 Anreapi 368.00 10,072.00 Balanipa 17.00 3,460.00 Binuang 28.00 13,831.00 Bulo 646.00 23,042.00 Campalagian 4.00 11,374.00 Limboro 127.00 6,353.00 Luyo 11,260.00 Mapilli 9,160.00 Matakali - 7,944.00 Matangnga 2,388.00 18,955.00 Polewali 2,521.00 Tapango 9.00 12,381.00 Tinambung 1,606.00 Tubbi Taramanu 10,597.00 32,398.00 Wonomulyo 7,663.00 TOTAL POLEWALI MANDAR - 14,737.00 190,598.00 GRAND TOTAL 346.00 126,697.00 1,549,010.00 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 40 Peta sebaran kesesuaian lahan pengembangan komoditas bawang merah di Provinsi Sulawesi Barat
3.Jeruk Jeruk dapat tumbuh di sembarang tempat, namun, tanaman ini akan memberikan hasil optimum bila ditanam di lokasi yang sesuai. Ketinggian tempat yang sesuai untuk tanaman ini yaitu dataran rendah sampai 700 m di atas permukaan laut. Jeruk yang ditanam di atas ketinggian tersebut rasa buahnya lebih asam. Suhu optimum yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya berkisar antara 25-30° C. Sedangkan sinar matahari harus penuh agar produksinya optimum. Tanah yang disukai tanaman jeruk ialah jenis tanah gembur, porous, dan subur. Kedalaman air tanahnya tidak lebih dari 1,5 m pada musim kemarau dan tidak boleh kurang dari 0,5 m pada musim hujan. Tanah tidak boleh tergenang air karena akar akan mudah terserang penyakit. Hasil analisis kesesuaian lahan di wilayah Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan bahwa area yang memiliki kesesuaian lahan untuk pengembangan jeruk seluas 546.230,85 ha atau 33.29%, sedangkan kawasan yang tidak sesuai untuk pengembangan jeruk seluas 1.094.485,19 ha atau 66.71% dari total luas wilayah (Gambar 5.41). Kawasan yang memiliki kesesuaian tersebut terdiri dari kategori S1 (sangat sesuai), S2 (cukup sesuai) dan S3 (sesuai marjinal) yang didominasi oleh kategori S2 dengan luas sebesar 364.065,8 ha atau 22,19%. Area yang sangat sesuai (S1) dan sesuai marginal (S3) secara berurutan masing- masing seluas 5.109,95 ha atau 0.31% dan 177.055,1 ha atau10.79%. Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 41 Luas area kesesuaian lahan jeruk di wilayah Provinsi Sulawesi Barat Semua wilayah kabupaten memiliki area dengan tingkat kesesuaian lahan jeruk S1 – S3, kecuali Kabupaten Mamasa, Majene, dan Pasangkayu yang tidak memiliki area dengan tingkat kesesuaian lahan S1 (Gambar 5.42). Tingkat kesesuaian lahan S1 dominan secara berurutan terdapat di Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, dan Polewali Mandar. Wilayah kabupaten yang memiliki area kesesuaian lahan S2 yang tinggi terutama di Kabupaten Polewali Mandar, Mamuju, Nanuju Tengah, dan Pasangkayu, sementara daerah yang dominan S3 adalah Mamuju, Polewali Mandar, dan Majene. Distribusi tingkat kesesuaian lahan jerukberdasarkan kecamatan dalam setiap kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat disajikan pada Tabel. 5.15 dan Gambar 5.43. 0 1 0 0 02 0 0 03 0 0 04 0 0 05 0 0 06 0 0 07 0 0 08 0 0 0 M a j e n e M a m a s a M a m u j u M a m u j u T e n g a h P a s a n g k a y u P o l e w a l i M a n d a r 1 0 0 0 01 5 0 0 02 0 0 0 02 5 0 0 03 0 0 0 03 5 0 0 04 0 0 0 04 5 0 0 05 0 0 0 05 0 0 0 0 1 0 0 0 0 01 5 0 0 0 02 0 0 0 0 02 5 0 0 0 03 0 0 0 0 0 L u a s a r e a ( h a ) S 1 S 2 S 3 N1 N2 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 42 Luas area kesesuaian lahan jeruk menurut wilayah kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat Tabel 5. 15 Tingkat kesesuaian lahan jeruk menurut kecamatan di Provinsi Sulawesi Barat KECAMATAN/ KABUPATEN LUAS AREA (ha) S1 S2 S3 N1 N2 MAJENE Banggae 1,942.21 147.51 Banggae Timur 3,410.25 416.32 109.11 Malunda 75.11 7,806.67 13,760.38 Pamboang 2,554.88 2,371.46 1,959.67 Sendana 2,001.72 4,998.88 5,428.66 Tammerodo 4,151.90 1,844.69 Tubo Sendana 4,569.97 1,925.83 Ulumanda 1,984.74 9,519.21 18,949.63 TOTAL MAJENE - 11,968.91 33,981.92 - 43,977.97 MAMASA Aralle 11,680.97 38.31 15,187.44 Balla 178.84 6,007.81 Bambang 421.97 4.29 14,362.07 Buntu Malangka 975.62 36.62 9,759.49 Mamasa 1,809.03 22,932.68 Mambi 6,987.79 1,779.98 961.21 7,080.17 Mehalaan 3,581.22 1,178.46 241.10 7,516.84 Messawa 3,715.55 492.84 8,505.73 Nosu 706.60 10,609.95 Pana 101.54 19,413.09 Rantebulahan Timur 1,205.49 1,869.90 Sesenapadang 1,300.06 14,157.46 Sumarorong 1,610.65 141.01 2,391.19 18,658.91 Tabang 588.34 122.30 28,679.82 KECAMATAN/ KABUPATEN LUAS AREA (ha) S1 S2 S3 N1 N2 Tabulahan 11,561.97 877.23 40,595.13 Tanduk Kalua 332.35 923.38 10,856.64 Tawalian 1,169.68 3,723.86 TOTAL MAMASA - 42,073.58 10,619.61 4,422.40 239,916.99 MAMUJU Balabalakang Bonehau 30,441.88 6,652.58 57,333.23 Kalukku 1,336.31 16,910.06 1,949.61 636.18 26,242.81 Kalumpang 13,163.94 11,159.89 122,392.23 Mamuju 602.73 10,482.26 577.91 8,923.15 Papalang 9,714.40 2,844.34 562.14 6,638.45 Sampaga 5,113.36 2,093.82 3,518.76 Simboro 10,123.53 962.68 Tapalang 2,031.64 12,418.54 13,463.99 Tapalang Barat 9,481.28 444.99 2,824.14 Tommo 1,977.73 18,205.01 7,017.23 17,731.84 37,672.44 TOTAL MAMUJU 3,314.04 96,183.02 72,129.26 22,046.88 279,971.88 MAMUJU TENGAH Budong-Budong 12,365.20 1,608.17 7,292.44 413.67 Karossa 5,055.16 3,505.32 31,384.46 73,717.29 Pangale 1,915.88 5,483.98 3,026.48 734.27 Tobadak 996.35 19,207.80 4,630.49 13,205.85 14,958.18 Topoyo 28.52 13,984.86 4,623.88 9,594.09 52,874.40 TOTAL MAMUJU TENGAH 1,024.87 52,528.90 19,851.84 64,503.32 142,697.81 PASANGKAYU Bambaira 2,416.95 3,396.10 Bambalamotu 9,061.42 2,346.71 2,223.06 10,117.69 Baras 6,819.83 420.09 9,180.94 5,008.27 Bulu Taba 1,100.89 25,213.78 40,058.77 Dapurang 7,202.29 41.20 19,655.26 50,843.25 Duripoku 3,838.75 7,981.56 3,674.02 Lariang 2,429.84 4,160.26 2,075.37 Pasangkayu 9,722.32 11,394.95 5,284.20 Pedongga 4,118.87 6,867.34 496.12 Sarjo 1,981.53 1,655.38 Sarudu 3,347.34 1,951.30 4,200.06 Tikke Raya 1,260.14 13,256.11 9,380.21 TOTAL PASANGKAYU - 48,901.69 7,206.48 101,884.56 136,189.44 POLEWALI MANDAR Alu 1,419.32 8,748.21 8,957.93 Anreapi 3,554.30 276.57 6,607.53 Balanipa 2,159.12 1,193.16 126.65 Binuang 771.04 5,561.84 269.13 7,255.28 KECAMATAN/ KABUPATEN LUAS AREA (ha) S1 S2 S3 N1 N2 Bulo 15,411.36 548.70 7,728.14 Campalagian 10,076.36 1,233.23 64.84 Limboro 3,245.62 2,697.99 536.22 Luyo 10,862.55 376.89 20.34 Mapilli 9,082.35 78.09 Matakali 4,765.55 730.20 2,449.80 Matangnga 9,526.85 2,387.23 9,429.16 Polewali 2,170.15 351.66 Tapango 9,504.28 9.24 2,873.55 Tinambung 1,580.36 24.37 Tubbi Taramanu 16,181.09 14,795.44 12,015.01 Wonomulyo 7,308.60 355.37 TOTAL POLEWALI MANDAR 771.04 112,409.70 33,265.99 - 58,873.94 GRAND TOTAL 5,110.45 368,333.15 178,606.78 193,808.94 930,159.37 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 43 Peta sebaran kesesuaian lahan pengembangan komoditas jeruk di Provinsi Sulawesi Barat
4.Manggis Manggis merupakan tanaman buah yang eksotik dan memiliki syarat tumbuh yang relaitf mudah serta dapat mengasilkan buah yang memiliki kualitas yang cukup. Manggis dapat tumbuh dari dataran rendah hingga ketinggian 800 m dpl dengan tipe iklim basah dengan curah hujan berkisar 1.500-2.300 mm/tahun. Jenis tanaman ini membutuhkan penyinaran matahari 40-70% dengan suhu udara rata-rata 20-30℃. Untuk tumbuh dengan baik, tanaman manggis memerlukan media tanah subur, gembur, banyak mengandung bahan organik (humus), drainasenya baik, dan pH tanah 5-7. Hasil analisis kesesuaian lahan di wilayah Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan bahwa kawasan yang memiliki kesesuaian untuk pengembangan manggis di wilayah ini seluas 563,063.32 ha atau 35.61% dari total luas wilayah (Gambar 5.44). Tingkat kesesuaian lahan tersebut meliputi kategori S3 hingga S1 dengan proporsi tingkat kesesuaian S3 yang jauh lebih besar dibanding dua tingkat kesesuaian lainnya yaitu sebesar 33,83% atau setara 534,922.50 ha. Kesuaian lahan manggis S1 hanya terdapat pada tiga wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengan dan Polewali Mandar (Gambar 5.45). Sedangkan kesesuaian lahan S3 dan S2 terdapat pada semua wilayah kabupaten, kecuali pada Kabupaten Mamasa dan Pasangkayu tidak ditemukan area tingkat kesesuaian lahan manggis S2. Distribusi tingkat kesesuaian lahan manggis menurut kecamatan setiap kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat disajikan pada Tabel 5.16 dan Gambar 5.46. Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 44 Luas area kesesuaian lahan manggis di wilayah Provinsi Sulawesi Barat 0 5 0 1 0 0 M a j e n e M a m a s a M a m u j u M a m u j u T e n g a h P a s a n g k a y u P o l e w a l i M a n d a r 1 0 0 02 0 0 03 0 0 04 0 0 0 1 0 0 0 02 0 0 0 03 0 0 0 04 0 0 0 05 0 0 0 06 0 0 0 07 0 0 0 08 0 0 0 09 0 0 0 0 1 0 0 0 0 01 1 0 0 0 01 2 0 0 0 01 3 0 0 0 01 4 0 0 0 01 5 0 0 0 01 6 0 0 0 01 7 0 0 0 01 8 0 0 0 01 9 0 0 0 02 0 0 0 0 02 1 0 0 0 02 2 0 0 0 02 3 0 0 0 02 4 0 0 0 02 5 0 0 0 0 L u a s a r e a ( h a ) S 1 S 2 S 3 N1 N2 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 45 Luas area kesesuaian lahan manggis menurut wilayah kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat Tabel 5. 16 Tingkat kesesuaian lahan manggis menurut kecamatan di Provinsi Sulawesi Barat KECAMATAN/ KABUPATEN LUAS AREA (ha) S1 S2 S3 N1 N2 MAJENE Banggae 1,263.13 826.58 Banggae Timur 2,945.84 880.74 45.71 63.40 Malunda 7,881.77 3,590.22 10,170.16 Pamboang 2,270.93 2,655.39 684.58 1,275.09 Sendana 1,786.69 5,213.90 1,486.60 3,942.07 Tammerodo 4,151.90 347.90 1,496.79 Tubo Sendana 4,569.97 1,279.89 645.94 Ulumanda 35.04 11,468.91 2,535.61 16,414.01 TOTAL MAJENE - 35.04 11,468.91 2,535.61 16,414.01 MAMASA Aralle 11,719.28 3,565.08 11,622.37 Balla 178.84 954.47 5,053.35 Bambang 426.26 1,800.29 12,561.78 Buntu Malangka 1,012.23 3,163.98 6,595.51 Mamasa 1,809.03 4,758.35 18,174.33 Mambi 9,728.97 697.00 6,383.15 Mehalaan 5,000.78 822.86 6,693.99 Messawa 4,208.39 695.83 7,809.90 Nosu 706.60 3,469.67 7,140.27 Pana 101.54 4,978.88 14,434.23 Rantebulahan Timur 1,205.49 259.01 1,610.89 Sesenapadang 1,300.06 3,184.72 10,972.73 Sumarorong 4,142.85 6,500.98 12,157.91 Tabang 710.63 5,530.38 23,149.46 Tabulahan 12,439.20 1,962.73 38,632.40 Tanduk Kalua 1,255.74 2,502.54 8,354.11 Tawalian 1,169.68 778.34 2,945.53 TOTAL MAMASA - - 57,115.57 45,625.11 194,291.91 MAMUJU Balabalakang Bonehau 37,094.44 4,561.81 52,771.42 Kalukku 21,591.62 2,015.06 23,468.31 Kalumpang 24,323.83 22,124.46 100,267.78 Mamuju 11,084.99 626.03 8,875.03 Papalang 17,945.89 562.14 1,251.32 Sampaga 8,895.40 1,690.12 140.43 Simboro 10,123.53 523.62 439.07 Tapalang 14,450.16 3,652.80 9,811.19 Tapalang Barat 9,481.28 1,933.81 1,335.33 KECAMATAN/ KABUPATEN LUAS AREA (ha) S1 S2 S3 N1 N2 Tommo 3,827.59 2,814.15 21,456.22 31,124.72 23,381.56 TOTAL MAMUJU 3,827.59 2,814.15 176,447.36 68,814.57 221,741.44 MAMUJU TENGAH Budong-Budong 1,002.71 12,996.63 7,292.44 387.69 Karossa 24,215.35 12,430.26 77,016.61 Pangale 8,799.61 2,361.00 Tobadak 996.35 7,917.15 15,921.14 19,083.61 9,080.43 Topoyo 28.52 1,143.08 17,940.22 20,443.44 41,550.50 TOTAL MAMUJU TENGAH 1,024.87 10,062.94 79,872.95 61,610.75 128,035.23 PASANGKAYU Bambaira 3,622.90 284.54 1,905.62 Bambalamotu 17,654.70 1,934.83 4,159.37 Baras 7,239.92 4,736.32 9,452.88 Bulu Taba 4,312.74 5.33 62,055.37 Dapurang 7,244.44 4,757.80 65,739.50 Duripoku 3,838.75 2,621.03 9,034.83 Lariang 4,196.17 1,981.23 2,488.08 Pasangkayu 13,532.30 48.20 12,820.97 Pedongga 4,118.87 211.68 7,151.78 Sarjo 1,981.53 1,655.38 Sarudu 3,348.14 2,136.15 4,014.41 Tikke Raya 1,260.38 7,700.79 14,935.31 TOTAL PASANGKAYU - - 72,350.84 26,417.90 195,413.50 POLEWALI MANDAR Alu 126.80 10,040.75 4,843.37 4,114.58 Anreapi 3,830.87 1,478.47 5,129.04 Balanipa 395.22 2,957.08 126.65 Binuang 7,001.50 2,049.99 4,805.82 Bulo 3,025.33 12,934.70 665.33 7,062.80 Campalagian 1,504.36 9,805.22 64.84 Limboro 671.77 5,271.84 497.68 38.54 Luyo 62.21 84.78 11,092.45 20.34 Mapilli 1,571.94 7,510.41 4.49 73.61 Matakali 5,495.76 535.18 1,914.62 Matangnga 11,914.08 9,429.16 Polewali 2,509.07 12.73 Tapango 632.01 8,881.51 113.74 2,759.80 Tinambung 250.15 1,354.58 Tubbi Taramanu 2,051.66 29,403.08 5,402.94 6,133.88 Wonomulyo 7,663.97 TOTAL POLEWALI MANDAR 62.21 10,314.02 137,666.87 15,782.68 41,494.92 GRAND TOTAL 4,914.67 31,596.62 567,784.75 233,713.34 838,009.40 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 46 Peta sebaran kesesuaian lahan pengembangan komoditas manggis di Provinsi Sulawesi Barat C. Kesesuaian Lahan Peternakan Pengembangan peternakan di kawasan pertanian harus mempertimbangkan ketersediaan sumber pakan ternak, khususnya ternak besar, berupa padang rumput. Hasil analisis kesesuaian lahan rumput untuk pengembangan padang penggembalaan dan produksi pakan hijauan ternak menunjukkan bahwa sekitar 90,80% atau setara 260.068,74 Ha merupakan tingkat kesesuaian lahan S2 (Cukup sesuai) dan sisanya merupakan tingkat kesesuan S3 (sesuai marginal) dan S1 (sangat sesuai) dengan proporsi masing masing 5,18% dan 4,01% (Gambar 5.47). Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 47 Luas area menurut tingkat kesesuaian lahan produksi rumput pakan ternak di Provinsi Sulawesi Barat Kesuaian lahan produksi rumput S1 terdapat pada semua wilayah kabupaten dalam wilayah rencana pengembangan kawasan, kecual Kabupaten Mamasa yang tidak memiliki area kesesuaian S1 (Gambar 5.48). Sedangkan tingkat kesesuaian lahan S3 dan S2 terdapat pada semua wilayah kabupaten.. Distribusi tingkat kesesuaian lahan rumput menurut kecamatan setiap kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat disajikan pada Tabel 5.17. 0 2 55 0 M a j e n e M a m a s a M a m u j u M a m u j u T e n g a h M a m u j u U t a r a P o l e w a l i M a n d a r 5 0 0 1 0 0 01 5 0 02 0 0 02 5 0 03 0 0 03 5 0 04 0 0 04 5 0 05 0 0 05 5 0 06 0 0 0 1 5 0 0 03 0 0 0 04 5 0 0 06 0 0 0 07 5 0 0 0 L u a s S 1 S 2 S 3 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 48 Luas area kesesuaian lahan produksi rumput pakan ternak menurut wilayah kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat Tabel 5. 17 Tingkat kesesuaian lahan rumput pakan ternak menurut kecamatan di Provinsi Sulawesi Barat KABUPATEN/KECAMATAN LUAS AREA (ha) S1 S2 S3 MAJENE Banggae 1,039.07 15.12 Banggae Timur 529.41 125.60 Malunda 3,140.67 124.35 Pamboang 332.34 2,589.07 Sendana 1,584.19 2,566.00 Tammerodo Sendana 2,652.52 456.28 Tubo Sendana 1,534.07 Ulumanda 4,355.33 591.78 TOTAL MAJENE 1,916.53 18,406.14 1,313.13 MAMASA Aralle 2,231.51 Balla 176.74 Bambang 250.33 Buntu Malangka 494.97 18.75 Mamasa 767.17 130.73 Mambi 3,473.74 350.23 Mehalaan 2,324.72 724.77 Messawa 2,431.67 274.53 Nosu 214.66 Pana 99.20 Rantebulahan Timur 582.07 Sesenapadang 836.72 Sumarorong 1,340.49 Tabang 19.10 398.00 Tabulahan 3,189.82 549.23 Tanduk Kalua 735.86 Tawalian 967.18 TOTAL MAMASA - 20,036.75 2,545.44 MAMUJU Bonehau 10,119.78 98.41 Kalukku 655.85 4,203.47 244.23 Kalumpang 4,758.91 2,824.05 Mamuju 3,859.03 Papalang 181.92 2,210.68 1,711.07 Sampaga 3,097.65 3.74 KABUPATEN/KECAMATAN LUAS AREA (ha) S1 S2 S3 Simboro Dan Kepulauan 5,073.74 Tapalang 3,878.16 210.36 Tapalang Barat 2,741.55 Tommo 3,543.37 5,405.14 TOTAL MAMUJU 4,381.14 45,348.11 5,091.86 MAMUJU TENGAH Budong-Budong 1,372.80 15,999.80 450.50 Karossa 12,613.14 824.53 Pangale 1,326.48 249.73 Tobadak 2,099.86 8,178.77 11.48 Topoyo 975.96 4,002.55 12.05 TOTAL MAMUJU TENGAH 4,448.62 42,120.74 1,548.29 MAMUJU UTARA Bambaira 1,705.18 290.61 Bambalamotu 4,314.36 Baras 6,595.62 1,721.75 Bulutaba 4,424.96 431.41 Dapurang 2,487.78 Duripoku 3,971.96 Lariang 5,234.11 Pasangkayu 42.78 12,757.20 Pedongga 6,385.96 Sarjo 1,382.50 Sarudu 4,012.40 Tikke Raya 17,602.83 TOTAL MAMUJU UTARA 42.78 70,874.86 2,443.77 POLEWALI MANDAR Alu 1,528.73 Anreapi 2,778.39 2.86 Balanipa 3,052.80 Binuang 705.15 2,854.56 56.89 Bulo 5,939.22 257.17 Campalagian 7,016.57 98.71 Limboro 3,244.45 146.37 Luyo 9,515.15 Mapilli 2,565.40 Matakali 2,029.81 155.71 Matangnga 5,022.88 461.76 Polewali 643.53 22.03 KABUPATEN/KECAMATAN LUAS AREA (ha) S1 S2 S3 Tapango 4,158.82 36.39 Tinambung 1,210.93 41.34 Tubbitaramanu 11,618.18 590.76 Wonomulyo 102.72 33.00 TOTAL POLEWALI MANDAR 705.15 63,282.14 1,902.99 GRAND TOTAL 11,494.22 260,068.74 14,845.48 Gambar 5.49 Peta Sebaran Potensi Peternakan Sapi Potong Gambar 5.50 Peta Sebaran Potensi Peternakan Kebau Gambar 5.51 Peta Sebaran Potensi Peternakan Kambing Gambar 5.52 Peta Sebaran Potensi Peternakan Babi Analisis Kesenjangan Kawasan Padi A. Kawasan Padi I Berdasarkan daya dukung dan daya tampung (DDDT) untuk kawasan pengembangan Padi I yang meliputi Kabupaten Majene, Mamasa dan Polewali Mandar berada pada wilayah ekosistem pengembangan penyedia pangan dan penyedia air tinggi serta memiliki potensi rawan gempa yang sangat rendah, kecuali Kecamatan Malunda yang relatif rawan terhadap gempa (Tabel 5.18). Sebagian besar wilayah kecamatan dalam kawasan pengembangan Padi I tersebut tidak rawan terhadap bahaya banjir dan longsor, kecuali wilayah kecamatan Mapilli dan Wonomulyo di Kabupaten Polewali Mandar yang rawan terhadap bahaya banjir. Berdasarkan hasil evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman padi (S1,S2 dan S3) beberapa Kecamatan masih memiliki potensi yang besar untuk pengembangan tanaman padi bila dibandingkan kondisi luas lahan eksisting yang ada saat ini yaitu Kecamatan Malunda, Mesawa, Campalagian, Luyo dan Wonomulyo (Gambar 5.49). Sebagian kecamatan memiliki luas sawah eksisting yang lebih besar bila dibandingkan dengan potensi lahan berdasarkan keseuaian lahan (S1,S2 dan S3) untuk tanaman padi seperti pada kecamatan; Ulumanda, Sumarorong. Mapilli, Matakali dan Tapango (Gambar 5.49). Wilayah yang memiliki nilai kesenjangan negatif pada kelima wilayah kecamatan tersebut mengindikasikan bahwa di wilayah tersebut terdapat area yang diusahakan untuk pengembangan padi yang kondisi lahannya tidak sesuai untuk pengembangan tanaman padi. Wilayah yang masih memiliki potensi lahan untuk pengembangan padi dapat lebih dikembangkan untuk meningkatkan produksi tanaman padi melalui kegiatan ekstensifikasi, peningkatan produktivitas lahan dan peningkatan indeks panen. Untuk wilayah yang kondisi luas lahan eksistingnya sudah lebih besar dari lahan padi potensil berdasarkan kesesuain lahan yang ada maka yang perlu dilakukan adalah intensifikasi, peningkatan produktivitas lahan dan peningkatan indeks panen sehingga produksi padi dapat lebih meningkat M a l u n d a U l u m a n d aM e s s a w a S u m a r o r o n gC a m p a l a g i a n L u y o M a p i l l i M a t a k a l iT a p a n g o W o n o m u l y o - 3 0 0 0 - 2 5 0 0 - 2 0 0 0 - 1 5 0 0 - 1 0 0 0 - 5 0 0 0 5 0 0 1 0 0 0 1 5 0 0 2 0 0 0 2 5 0 0 3 0 0 0 K e c a m a t a n L u a s A r e a G a p ( h a ) Gambar 5. 49 Kesenjangan (gap) antara luas area eksisting dan luas area kesesuaian lahan padi di Kawasan Pengembangan Padi I Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Tabel 5. 18 Luas dan kesenjangan (gap) area lahan eksisting dengan area kesesuaian lahan padi di wilayah rencana pengembangan kawasan Padi I berdasarkan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Kabupaten Kecamatan Luas Area (Ha) Jasa Ekosistem Kerawanan Bencana Lahan Sawah Eksisting Kesesuaian Lahan Sawah Potensial (S1,S2,S3) Gap Penyediaan Pangan (Ha) Penyediaan Air (Ha) Banjir Longsor Gempa Tsunami Majene Malunda 2047 2,811.46 764.46 7,935.90 206.24 Tidak Rawan Tidak rawan Rendah Rawan Ulumanda 2063 119.99 (1,943.01) 12,944.05 234.97 Tidak Rawan Tidak rawan Sangat Rendah Tidak Rawan Mamasa Messawa 634 2,962.56 2,328.56 10,833.63 110.50 Tidak Rawan Tidak rawan Sangat Rendah Tidak Rawan Sumarorong 872 607.67 (264.33) 5,759.09 63.80 Tidak Rawan Tidak rawan Sangat Rendah Tidak Rawan Polewali Mandar Campalagian 2227 3,647.57 1,420.57 8,815.56 10.29 Rawan Tidak rawan Sangat Rendah Rawan Luyo 116 1,788.24 1,672.24 3,115.32 170.02 Rawan Tidak rawan Sangat Rendah Rawan Mapilli 6973.8 4,365.77 (2,608.03) 8,097.30 220.28 Rawan Tidak rawan Sangat Rendah Rawan Matakali 4340.9 2,481.93 (1,858.97) 4,892.14 28.48 Tidak Rawan Tidak rawan Sangat Rendah Rawan Tapango 3416 1,695.14 (1,720.86) 13,366.45 4.56 Tidak Rawan Tidak rawan Sangat Rendah Rawan Kabupaten Kecamatan Luas Area (Ha) Jasa Ekosistem Kerawanan Bencana Lahan Sawah Eksisting Kesesuaian Lahan Sawah Potensial (S1,S2,S3) Gap Penyediaan Pangan (Ha) Penyediaan Air (Ha) Banjir Longsor Gempa Tsunami Wonomulyo 3308 5,026.91 1,718.91 6,943.06 58.59 Rawan Tidak rawan Sangat Rendah Rawan Total Kawasan Padi I 21656.8 25,507.24 1,368.51 82,702.50 1,107.73 Keterangan: Angka dalam kurung menunjukkan nilai negatif (luas lahan eksisting lebih tinggi dari luas lahan potensil) B. Kawasan Padi II. Hasil analisis daya dukung dan daya tampung pada area rencana kawasan pengembangan Padi II yang meliputi Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu menunjukkan bahwa kawasan ini berada pada wilayah jasa ekosistem penyedia pangan dan penyedia air yang tinggi serta memiliki potensi rawan gempa yang rendah (Tabel 5.19). Sebagian besar wilayah kecamatan dalam kawasan pengembangan Padi II tersebut tidak rawan terhadap bahaya banjir dan longsor, namun wilayah ini rawan terhadap gempa dengan level rendah dan relatif rawan tsunami. Kemampuan lahan kawasan potensil untuk pertanaman padi umumnya berada pada kelas IV dengan faktor pembatas utama kemiringan lereng kecuali area di Kecamatan Kalukku dan Bambalamotu berada pada kelas V dengan faktor pembatas utama batuan (Tabel 5.20). Di samping itu, dikawasan ini terdapat area dengan kemampuan lahan III yang faktor pembatasnya berupa kemiringan lereng. Rencana pengembangan Kawasan Padi II ini berdasarkan hasil evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman padi memiliki area potensial seluas 16,974.50 ha, namun demikian sebagian besar wilayah kecamatan memiliki luas area eksisting yang lebih besar dari luas area potensialnya (Gambar 5.50). Pada Kawasan ini, wilayah kecamatan yang memiliki luas lahan potensial lebih besar dari luas lahan eksisting hanya pada Kecamatan Budong-Budong dan Tobadak masing-masing dengan gap atau lahan potensil belum diusahakan seluas 635.80 ha dan 433.84ha. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa lahan pada rencana pengembangan Kawasan Padi II selain pada kedua kedua wilayah tersebut tidak relevan dilakukan ekstensfikasi untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi.. Tabel 5. 19 Luas dan kesenjangan (gap) area lahan eksisting dengan area kesesuaian lahan padi di wilayah rencana pengembangan kawasan Padi II berdasarkan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Kabupaten Kecamatan Luas Area (Ha) Jasa Ekosistem Kerawanan Bencana Lahan Sawah Eksisting Kesesuaian Lahan Sawah Potensial (S1,S2,S3) Gap Penyediaan Pangan (Ha) Penyediaan Air (Ha) Banjir Longsor Gempa Tsunami Mamuju Kalukku 10584.4 3,325.68 (7,258.72) 33,916.03 357.24 Rawan Tidak rawan Sangat Rendah Rawan Papalang 5494.9 2,234.19 (3,260.71) 12,009.04 132.33 Tidak Rawan Tidak rawan Sangat Rendah Rawan Sampaga 3922.3 3,394.84 (527.46) 8,429.42 218.47 Rawan Tidak rawan Sangat Rendah Rawan Tommo 9255.5 1,614.59 (7,640.91) 33,769.92 504.25 Rawan Tidak rawan Sangat Rendah Rawan Mamuju Tengah Budong- Budong 1398.5 2,034.30 635.80 1,248.02 280.19 Tidak Rawan Tidak rawan Sangat Rendah Rawan Pangale 3854.6 2,228.06 (1,626.54) 2,991.79 125.31 Rawan Tidak rawan Sangat Rendah Rawan Tobadak 1146.2 2,142.84 996.64 23,979.01 333.10 Tidak Rawan Tidak rawan Sangat Rendah Rawan Total Kawasan Padi II 35656.4 16,974.50 (18,681.90) 116,343.23 1,950.89 Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Keterangan: Angka dalam kurung menunjukkan nilai negatif (luas lahan eksisting lebih tinggi dari luas lahan potensil) K a lu k k uP a p a la n gS a m p a g a T o m m o B u d o n g - B u d o n g P a n g a leT o b a d a k - 8 0 0 0 - 7 0 0 0 - 6 0 0 0 - 5 0 0 0 - 4 0 0 0 - 3 0 0 0 - 1 0 0 0 - 5 0 0 0 5 0 0 1 0 0 0 K e c a m a t a n L u a s A r e a G a p ( h a ) Sumber: Hasil analisis Tim GIS, 2023 Gambar 5. 50 Kesenjangan (gap) antara luas area eksisting dan luas area kesesuaian lahan padi di Kawasan Pengembangan Padi II Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Ketersediaan sarana dan prasana pertanian di wilayah perencanaan pengembangan Kawasan Padi Provinsi Sulawesi Barat masih beragam dan belum tersebar merata. Hasil pemetaan Alat dan Sarana Petanian (alsintan) Provinsi Sulawesi Barat tahun 2023 menunjukkan beberapa wilayah kabupaten masih kekurangan dan sebagian lainnya dianggap sudah jenuh ketersediannya (Tabel 5.27). Status kecukupan alsintan) di suatu wilayah dihitung dengan membagi jumlah alsintan yang ada dengan jumlah alsintan yang dibutuhkan di wilayah tersebut dikalikan 100 persen. Nilai yang diperoleh dikelompokkan menjadi : sangat kurang sekali (< 40%), sangat kurang (40-60%), kurang (60-80%), cukup (80-100%), dan jenuh (>100%). Tabel 5. 20 Kebutuhan dan ketersediaan alat dan sarana pertanian (alsintan) serta status kecukupan untuk produksi padi di Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Tabel 5.20 (Lanjutan) Sumber: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, 2021. Kebutuhan alsintan di suatu wilayah ditentukan oleh luas lahan atau areal tanaman, indeks penggunaan alsintan, Titik Impas atau break even point (BEP), dan jumlah alsintan yang ada serta komponen keuntungan yang diinginkan, yang dihitung dengan rumus sebagaimana disajikan pada Tabel 5.21. Perhitungan kebutuhan alsintan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan Aplikasi Interaktif Kebutuhan Alsin Versi 3.1 yang merupakan bagian dari Sistem Informasi Kalender Tanam (SI KATAM) Terpadu yang dirilis Litbang Pertanian Kementerian Pertanian. Sistem dalam aplikasi tersebut mengatur dan mempertimbangkan indeks mekanisasi dan coverage area menurut pulau di mana wilayah pertanian berada. Hasil perhitungan kebutuhan alsintan berdasarkan luas area dan produktivitas lahan kondisi eksisting wilayah perencanaan pengembangan Kawasan Padi menunjukkan jumlah kebutuhan yang relatif lebih tinggi dibanding jumlah kebutuhan hasil pemetaan litbang pertanian 2023 (Tabel 5.22). Berdasarkan data eksisting tersebut, maka akan ditemukan kesenjangan yang cukup tinggi antara ketersediaan dengan kebutuhan alsintan pada setiap wilayah kabupaten dalam wilayah perencanaan Pengembngan Kawasan Padi (Tabel 5.23). Beberapa area di Kawasan ini memiliki luas area eksisting lebih tinggi dari luas area potensial untuk pengembangan padi yang merupakan area dengan tingkat kesesuaian yang cocok untuk pengembangan padi. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah alsintan pada area eksisting di wilayah tertentu jumlahnya lebih tinggi dibanding kebutuhan untuk area potensial. Kebutuhan alisintan produksi padi area potensial pengembangan komoditas padi disajikan pada Tabel 5.24 dan selisih kebutuhan dan status kecukupan alsintan pada area eksisting dan area potensial disajikan pada Tabel 5.25. Tabel 5. 21 Formula perhitungan kebutuhan alat dan mesin produksi padi, jagung dan kedelai Sumber: Litbang Pertanian, 2021 Tabel 5. 22 Kebutuhan alat dan sarana pertanian produksi padi di wilayah eksisting rencana pengembangan Kawasan Padi I Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Kabupaten Kecamatan Luas Area (Ha) Produktivitas (ton/ha) Traktor Roda 2 Traktor Roda 4 Tranplanter Kebutuhan (Unit) Ketersedia an (un it) Kecukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersedia an (unit) Kecukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersedia an (unit) Kecukupan (%) Staus Kecukupan Majene Malunda 2,047.00 4.11 93 2 9 Ulumanda 2,063.00 4.53 93 2 9 Sub Total Majene 4,110.00 186 141 75.81 4 10 250.00 18 21 116.67 Mamasa Messawa 634.00 3.82 29 1 3 Sumarorong 872.00 3.82 40 1 4 Sub Total Mamasa 1,506.00 69 262 379.71 2 5 250.00 7 14 200.00 Polewali Mandar Campalagian 2,227.00 7.00 101 2 9 Luyo 116.00 7.00 6 1 1 Mapilli 6,973.80 7.00 314 5 28 Matakali 4,340.90 7.00 196 3 18 Tapango 3,416.00 7.00 154 3 14 Wonomulyo 3,308.00 7.00 149 3 14 Sub Total Polewali Mandar 20,381.70 920 1190 129.35 17 43 252.94 84 89 105.95 Total Kawasan Padi I 25,997.70 . 1,175 1,593 585 23 58 753 109 124 422.62 Keterangan: = Sangat Kurang = Kurang = Sedang = Cukup = Jenuh Tabel 5.22 (Lanjutan) Kabupaten Kecamatan Luas Area (Ha) Produktivitas (ton/ha) Perontok Padi/Power Trhesher Combine Hervester Dryer Kebutuhan (Unit) Ketersedia an (unit) Kecukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersedia an (unit) Ke cukupan (%) Staus Kec ukupan Kebutuhan (Unit) Ketersedia an (unit) Kecukupan (%) Staus Kecukupan Majene Malunda 2,047.00 4.11 165 90 43 Ulumanda 2,063.00 4.53 184 100 47 Sub Total Majene 4,110.00 349 18 5.16 190 49 25.79 90 4 4.44 Mamasa Messawa 634.00 3.82 48 26 13 Sumarorong 872.00 3.82 66 36 17 Sub Total Mamasa 1,506.00 114 136 119.30 62 82 132.26 30 2 6.67 Polewali Mandar Campalagian 2,227.00 7.00 306 167 78 Luyo 116.00 7.00 16 9 5 Mapilli 6,973.80 7.00 957 521 245 Matakali 4,340.90 7.00 596 325 152 Tapango 3,416.00 7.00 469 256 120 Wonomulyo 3,308.00 7.00 454 247 116 Sub Total Polewali Mandar 20,381.70 2798 317 11.33 1525 129 8.46 716 5 0.70 Total Kawasan Padi I 25,997.70 . 3,261 471 136 1,777 260 167 836 11 12 Keterangan: = Sangat Kurang = Kurang = Sedang = Cukup = Jenuh Tabel 5.22 (Lanjutan) Kabupaten Kecamatan Luas Area (Ha) Produktivitas (ton/ha) Rice Milling Unit (RMU) Pompa Kebutu han (Unit) Ketersediaan (unit) Kecukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersediaan (unit) Kecukupan (%) Staus Kecukupan Majene Malunda 2,047.00 4.11 156 110 Ulumanda 2,063.00 4.53 174 111 Sub Total Majene 4,110.00 330 64 19.39 221 121 54.75 Mamasa Messawa 634.00 3.82 45 34 Sumarorong 872.00 3.82 62 47 Sub Total Mamasa 1,506.00 107 517 483.18 81 114 140.74 Polewali Mandar Campalagian 2,227.00 7.00 289 119 Luyo 116.00 7.00 16 7 Mapilli 6,973.80 7.00 905 372 Matakali 4,340.90 7.00 563 232 Tapango 3,416.00 7.00 443 183 Wonomulyo 3,308.00 7.00 429 177 Sub Total Polewali Mandar 20,381.70 2645 454 17.16 1090 389 35.69 Total Kawasan Padi I 25,997.70 . 3,082 1,035 520 1,392 624 44.83 Keterangan: = Sangat Kurang = Kurang = Sedang = Cukup = Jenuh Tabel 5. 23 Kebutuhan alat dan sarana pertanian produksi padi di wilayah eksisting rencana pengembangan Kawasan Padi II Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Kabupaten Kecamatan Luas Area (Ha) Produktivitas (ton/ha) Traktor Roda 2 Traktor Roda 4 Tranplanter Kebutuhan (Unit) Ketersedia an (unit) Kecukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersedia an (unit) Kecukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersedia an (unit) Kecukupan (%) Staus Kecukupan Mamuju Kalukku 10,584.40 4.12 477 7 43 Papalang 5,494.90 4.14 248 4 22 Sampaga 3,922.30 4.14 177 3 16 Tommo 9,255.50 4.07 417 6 38 Sub Total Mamuju 29,257.10 1319 507 38.44 20 13 65.00 119 90 75.63 Mamuju Tengah Budong-Budong 1,398.50 3.70 63 1 6 Sub Total Mamuju Tengah 1,398.50 63 206 326.98 1 17 1700.00 6 43 716.67 Pasangkayu Bambalamotu 2,853.00 3.70 129 2 12 Pasangkayu 1,709.00 3.70 77 2 7 Sub Total Pasangkayu 4,562.00 206 1190 577.67 4 4 100.00 19 8 42.11 Total Kawasan Padi I 35,217.60 1,588 1,396. 87.91 25.00 21.00 84.00 144 141 97.92 Grand Total (Kawasan Padi I + II) 61,215.30 2,763 2,989. 108.18 48.00 79.00 164.58 253 265 104.74 Keterangan: = Sangat Kurang = Kurang = Sedang = Cukup = Jenuh Tabel 5.23 (Lanjutan) Kabupaten Kecamatan (Ha) Luas Area (Ha) Produktivitas (ton/ha) Perontok Padi/Power Trhesher Combina Hervester Dryer Kebutuhan (Unit) Ketersediaan (unit) Kecukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersediaan (unit) Kecukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersediaan (unit) Kecukupan (%) Staus Kecukupan Mamuju Kalukku 10,584.40 4.12 855 466 219 Papalang 5,494.90 4.14 446 243 114 Sampaga 3,922.30 4.14 319 174 82 Tommo 9,255.50 4.07 739 402 189 Sub Total Mamuju 29,257.10 2359 110 4.66 1285 120 9.34 604 3 0.50 Mamuju Tengah Budong-Budong 1,398.50 3.70 102 56 26 Sub Total Mamuju Tengah 1,398.50 102 33 32.35 56 116 207.14 26 6 23.08 Pasangkayu Bambalamotu 2,853.00 3.70 207 113 53 Pasangkayu 1,709.00 3.70 124 68 32 Sub Total Pasangkayu 4,562.00 331 71 21.45 181 71 39.23 85 5 5.88 Total Kawasan Padi I 35,217.60 2792 214 7.66 1,522 307 20.17 715 14 1.96 Grand Total 61,215.30 6,053 685 11.32 3,299 567 17.19 1,551 25 1.61 Keterangan: = Sangat Kurang = Kurang = Sedang = Cukup = Jenuh Tabel 5.23 (Lanjutan) Kabupaten Kecamatan (Ha) Luas Area (Ha) Produktivitas (ton/ha) RMU Pompa Ke butuhan(Unit) Ketersediaa n (unit) Kecukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersediaa n (unit) Kecukupan (%) Staus Kecukupan Mamuju Kalukku 10,584.40 4.12 808 565 Papalang 5,494.90 4.14 422 294 Sampaga 3,922.30 4.14 301 210 Tommo 9,255.50 4.07 698 494 Sub Total Mamuju 29,257.10 2229 352 15.79 1563 158 10.11 Mamuju Tengah Budong- Budong 1,398.50 3.70 96 75 Sub Total Mamuju Tengah 1,398.50 96 0 0.00 75 223 297.33 Pasangkayu Bambalamotu 2,853.00 3.70 196 153 Pasangkayu 1,709.00 3.70 118 92 Sub Total Pasangkayu 4,562.00 314 449 142.99 245 76 31.02 Total Kawasan Padi I 35,217.60 2,639 801 30.35 1,883 457 24.27 Grand Total 61,215.30 5,721 1,836 32.09 3,275 1,081 33.01 Keterangan: = Sangat Kurang = Kurang = Sedang = Cukup = Jenuh Tabel 5. 24 Kebutuhan alat dan sarana pertanian produksi padi di wilayah Potensil rencana pengembangan Kawasan Padi I Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Kabupaten Kecamatan Luas Area (Ha) Produktivitas (ton/ha) Traktor Roda 2 Traktor Roda 4 Transplanter Kebutuhan (Unit) Ketersediaa n (unit) Ke cukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersediaa n (unit) Kecukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersediaa n (unit) Kecukupan (%) Staus Kecukupan Majene Malunda 2,047.00 4.11 127 2 9 Ulumanda 2,063.00 4.53 6 1 9 Sub Total Majene 4,110.00 133 141 106.02 Jenuh 3 10 333.33 Jenuh 18 21 116.67 Jenuh Mamasa Messawa 634.00 3.82 134 2 3 Sumarorong 872.00 3.82 28 1 4 Sub Total Mamasa 1,506.00 162 262 161.73 Jenuh 3 5 166.67 Jenuh 7 14 200.00 Jenuh Polewali Mandar Campalagian 2,227.00 7.00 165 3 9 Luyo 116.00 7.00 6 2 1 Mapilli 6,973.80 7.00 314 3 28 Matakali 4,340.90 7.00 196 2 18 Tapango 3,416.00 7.00 154 2 14 Wonomulyo 3,308.00 7.00 149 4 14 Sub Total Polewali Mandar 20,381.70 984 1190 120.93 Jenuh 16 43 268.75 Jenuh 28 89 317.86 Jenuh Total Kawasan Padi I 25,997.70 . 1,279 1,593 389 Jenuh 22 58 769 Jenuh 134 124 635 Jenuh Keterangan: = Sangat Kurang = Kurang = Sedang = Cukup = Jenuh Tabel 5.24 (Lanjutan) Kabupaten Kecamatan Luas Area (Ha) Produktivitas (ton/ha) Perontok Padi/Power Trhesher Combina Hervester Dryer Kebutuhan (Unit) Ketersediaan (unit) Kecukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersediaan (unit) Kecukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersediaan (unit) Kecukupan (%) Staus Kecukupan Majene Malunda 2,047.00 4.11 227 124 58 Ulumanda 2,063.00 4.53 11 6 3 Sub Total Majene 4,110.00 238 18 7.56 130 49 37.69 61 4 6.56 Mamasa Messawa 634.00 3.82 222 121 57 Sumarorong 872.00 3.82 46 25 12 Sub Total Mamasa 1,506.00 268 136 50.75 146 82 56.16 69 2 2.90 Polewali Mandar Campalagian 2,227.00 7.00 501 273 128 Luyo 116.00 7.00 246 134 63 Mapilli 6,973.80 7.00 599 326 153 Matakali 4,340.90 7.00 341 186 87 Tapango 3,416.00 7.00 233 127 60 Wonomulyo 3,308.00 7.00 690 376 176 Sub Total Polewali Mandar 20,381.70 2610 317 12.15 1422 129 9.07 667 5 0.75 Total Kawasan Padi I 25,997.70 . 3,116 471 70 1,698 260 103 797 11 10 Keterangan: = Sangat Kurang = Kurang = Sedang = Cukup = Jenuh Tabel 5.24 (Lanjutan) Kabupaten Kecamatan Luas Area (Ha) Produktivitas (ton/ha) RMU Pompa Kebutuhan (Unit) Ketersediaan (unit) Kecukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersediaan (unit) Kecukupan (%) Staus Kecukup an Majene Malunda 2,047.00 4.11 214 150 Ulumanda 2,063.00 4.53 11 7 Sub Total Majene 4,110.00 225 64 28.44 157 121 77.07 Mamasa Messawa 634.00 3.82 210 159 Sumarorong 872.00 3.82 43 33 Sub Total Mamasa 1,506.00 253 517 204.35 192 114 59.38 Polewali Mandar Campalagian 2,227.00 7.00 473 195 Luyo 116.00 7.00 232 96 Mapilli 6,973.80 7.00 566 233 Matakali 4,340.90 7.00 322 133 Tapango 3,416.00 7.00 220 91 Wonomulyo 3,308.00 7.00 652 269 Sub Total Polewali Mandar 20,381.70 2465 454 18.42 1017 389 38.25 Total Kawasan Padi I 25,997.70 . 2,943 1,035 251 1,366 624 45.68 Keterangan: = Sangat Kurang = Kurang = Sedang = Cukup = Jenuh Tabel 5. 25 Kebutuhan alat dan sarana pertanian produksi padi di wilayah Potensil rencana pengembangan Kawasan Padi II Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Kabupaten Kecamatan Luas Area (Ha) Produktivitas (ton/ha) Traktor Roda 2 Traktor Roda 4 Transplanter Keb utuhan (Unit) Ketersediaa n (unit) Kecukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersediaa n (unit) Kecukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersediaa n (unit) Kecukupan (%) Staus Kecukupan Mamuju Kalukku 10,584.40 4.12 150 7 43 Papalang 5,494.90 4.14 101 4 22 Sampaga 3,922.30 4.14 153 3 16 Tommo 9,255.50 4.07 73 6 38 Sub Total Mamuju 29,257.10 477 507 106.29 20 13 65.00 54 90 166.67 Mamuju Tengah Budong- Budong 1,398.50 3.70 92 1 6 Sub Total Mamuju Tengah 1,398.50 92 206 223.91 1 17 1700.00 6 43 716.67 Pasangkayu Bambalamot u 2,853.00 3.70 101 2 12 Pasangkayu 1,709.00 3.70 97 2 7 Sub Total Pasangkayu 4,562.00 198 1190 601.01 4 4 100.00 19 8 42.11 Total Kawasan Padi II 35,217.60 767 1,903 248.11 25 34 136.00 79 141 178.48 Grand Total 61,215.30 2,046 3,496 170.87 47 92 195.74 213 265 124.41 Keterangan: = Sangat Kurang = Kurang = Sedang = Cukup = Jenuh Tabel 5.25 (Lanjutan) Kabupaten Kecamatan Luas Area (Ha) Produktivitas (ton/ha) Perontok Padi/Power Trhesher Combina Hervester Dryer Kebutuhan (Unit) Ketersediaan (unit) Kecukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersediaan (unit) Kecukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersediaan (unit) Kecukupan (%) Staus Kecukupan Mamuju Kalukku 10,584.40 4.12 269 147 69 Papalang 5,494.90 4.14 182 99 47 Sampaga 3,922.30 4.14 276 150 71 Tommo 9,255.50 4.07 129 71 33 Sub Total Mamuju 29,257.10 856 110 12.85 467 120 25.70 220 3 1.36 Mamuju Tengah Budong- Budong 1,398.50 3.70 148 81 38 Sub Total Mamuju Tengah 1,398.50 148 33 22.30 81 116 143.21 38 6 15.79 Pasangkayu Bambalamotu 2,853.00 3.70 162 88 42 Pasangkayu 1,709.00 3.70 156 85 40 Sub Total Pasangkayu 4,562.00 318 71 22.33 173 71 41.04 82 5 6.10 Total Kawasan Padi I 35,217.60 1,322 214 16.19 721 307 42.58 340 14 4.12 Grand Total 61,215.30 4,438 685 15.43 2,419 567 23.44 1,137 25 2.20 Keterangan: = Sangat Kurang = Kurang = Sedang = Cukup = Jenuh Tabel 5.25 (Lanjutan) Kabupaten Kecamatan Luas Area (Ha) Produktivitas (ton/ha) RMU Pompa Kebutuhan (Unit) K etersedia an (unit) Kecukupan (%) Staus KecukupanKebutuhan (Unit) Ketersediaan (unit) Kecukupan (%) Staus Kecukupan Mamuju Kalukku 10,584.40 4.12 254 178 Papalang 5,494.90 4.14 172 120 Sampaga 3,922.30 4.14 261 182 Tommo 9,255.50 4.07 122 87 Sub Total Mamuju 29,257.10 809 352 43.51 567 158 27.87 Mamuju Tengah Budong-Budong 1,398.50 3.70 140 109 Sub Total Mamuju Tengah 1,398.50 140 0 0.00 109 223 204.59 Pasangkayu Bambalamotu 2,853.00 3.70 153 119 Pasangkayu 1,709.00 3.70 147 115 Sub Total Pasangkayu 4,562.00 300 449 149.67 234 76 32.48 Total Kawasan Padi I 35,217.60 1,249 801 64.13 910 457 50.22 Grand Total 61,215.30 4,192 1,836 43.80 2,276 1,081 47.50 Keterangan: = Sangat Kurang = Kurang = Sedang = Cukup = Jenuh Status Kecukupan alsintan di wilayah perencanaan pengembangan Kawasan Padi di Provinsi Sulawesi Barat sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 5.26 menunjukkan bahwa semua jenis alsintan pada area kawasan padi masih kurang, kecuali beberapa jenis alsintan yang menunjukkan jumlah jenuh atau melebihi kebutuhan. Jenis alat pengolah tanah merupakan alsintan padi yang jumlahnya relatif tinggi yang walaupun belum tersebar merata pada semua wilayah namun sarana tersebut relatif bisa memenuhi kebutuhan petani dalam satu kawasan, khususnya di Kawasan satu yang memiliki jumlah traktor roda 4 yang jumlah jenuh sehingga dapat menutupi kekurangan jumlah traktor roda 2. Jenis alsintan lainnya menunjukkan jumlah yang masih kurang pada semua wilayah, kecuali dryer yang jumlahnya melebihi kebutuhan di wilayah Kabupaten Mamasa dan Pasangkayu dan pompa yang jumlahnya berlebih di Kabupaten Mamuju Tengah. Jenis alasintan yang jumlahnya berlebih tersebut masih lebih rendah dari jumlah alisntan yang dibutuhkan dalam kawasan. Tabel 5. 26 Status kebutuhan alat dan sarana pertanian produksi padi di wilayah perencanaan pengembangan Kawasan Padi Provinsi Sulawesi Barat, 2023 Kawasan Kabupaten Traktor Roda 2 Traktor Roda 4 Transplanter Perontok Padi/Power Trhesher Combina Hervester Dryer RMU Pompa Kebutuhan Status KecukupanKebutuhan Status KecukupanKebutuhan Status KecukupanKebutuhan Status KecukupanKebutuhan Status KecukupanKebutuhan Status KecukupanKebutuhan St atus KecukupanKebutuhan Status Kecukupan PADI I Majene 133 (3) 0 331 141 86 266 157 Mamasa (31) 0 (4) 246 126 69 (157) 159 Polewali Mandar 714 (10) 11 2610 1422 711 2465 1017 Total Kawasan Padi I 816 (13) 7 3187 g 1689 866 2574 1333 PADI II Mamuju 812 20 29 2249 1165 601 1877 1405 Mamuju Tengah