1.GAMBARAN UMUM . 1.1. Sejarah KPHP Gularaya . 1.2. Gambaran Singak Bisinis . 1.3. Visi dan Misi .. I. RINGKASAN EKSEKUTIF 3 II. RENCANA ORGANISASI 4 4 4 1.5. Filisofi 6 1.6. Model Bisnis 6
2.ANALISIS LINGKUNGAN 7 2.1. Analisis Internal 7 2.2. Analisis Eksternal 8
3.ISU STRATEGIS 8
4.STRATEGI 9
5.TUJUAN 9
6.SASARAN DAN TARGET STRATEGIS 10
7.POTENSI PASAR 10
8.ESTIMASI PERMINTAAN 11
9.ESTIMASI PEMBIAYAAN DAN TARGET PENDAPATAN 12 9.1. Target Pembiayaan dan Target Pendapatan 2016 13 9.2. Target Pembiayaan dan Target Pendapatan 2017 15 9.3. Target Pembiayaan dan Target Pendapatan 2018 18 9.4. Target Pembiayaan dan Target Pendapatan 2019 19 9.5. Target Pembiayaan dan Target Pendapatan 2020 ... 21
10.SISTEM AKUNTANSI 21
11.MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA........................... 21
12.PENGELOLAAN HUTAN 23 Ill. RENCANA STRATEGI PEMASARAN 31 IV. DOKUMEN KEUANGAN 50 LAMPIRAN I. RINGKASAN EKSEKUTIF Kesatuan Pengetolaan Hutan Produksi (KPHP) Gularaya merupakan Unit Kerja Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara yang diserahi tugas dibidang pengelolaan kawasan hutan produksi dan hutan lindung dengan menerapkan PPK BLUD dalam pengelolaannya. Wilayah kerja KPHP Gularaya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan No. P.61/Menhut-1I/2011 tanggal 28 Februari 2011 seluas +136.441,9 ha dan sesuai Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.465/Menhut-I/2011 tanggal 9 September 2011, maka luas wilayah kelola KPHP Gularaya mengalami perubahan menjadi ± 115.363,01 Ha yang terdiri Kabupaten Konawe Selatan seluas ± 112.439,13 ha dan Kota Kendari seluas ± 2.923,88ha. Dalam Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP), KPHP Gularaya akan membangun 3 bisnis utama (core business) yaitu; (1) Usaha hutan tanaman jati unggul seluas 20.000 ha (2) Usaha tanaman bambu seluas 10.000 ha (3) Walacea Health Center Air berbasis Ekowisata Air Panas Kaindi. Selain 3 bisnis utama tersebut, KPHP Gularaya akan mengembangkan pula produk/jasa sesuai potensi KPHP Gularaya, yaitu (1) Usaha Hasil hutan kayu dan industri pengolahannya (2) Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) diantaranya pengembanga budi daya lebah madu, rotan dan hasil hutan lainnya (3) Pengembangan usaha yang mendukung program ketahanan pangan dan energi nasional melalui pola wana tani (agroforestri). Berdasarkan analisis lingkungan strategis, finansial dan ekonomi, dengan asumsi tidak terjadi miss menejemen faktor-faktor produksi, menunjukkan bahwa mulai tahun ke-3 KPHP Gularaya dapat melaksanakan revolving fund pada biaya operasional Kantor. Dengan analisa pembiayaan yang lebih dalam, mulai tahun ke -- 8 KPHP Gularaya secara mandiri dapat membiayai kegiatan pengelolaan hutan, sehingga dapat memperbaiki kinerja pelayanan kepada masyarakat dalam rangka pengelolaan hutan yang efisien dan produktif. Dokumen Rencana Strategi Bisnis ini memuat proyeksi pendapatan dan pembiayaan, serta program dan kegiatan yang akan dilakukan untuk jangka waktu 5 tahun kedepan. Dokumen ini diharapkan menjadi acuan penyusunan Rencana Bisnis Anggaran (RBA). Penerapan PpK BLUD yang transparan dan akuntabel didukung SDM yang kompeten, professional dan mempunyai komitmen serta strategi pasar yang tepat diharapkan mampu mewujudkan visi KPHP Gularaya yaitu Menjadi Pengelola Hutan Lestari Tingkat Tapak Yang Mandiri dan Berdaya Saing Tahun 2014-- 2034. Sehingga cita-cita untuk mewujudkan Hutan lestari dan masyarakat sejahtera dalam kerangka pengelolaan hutan di wilayah KPHP Gularaya akan tercapai. 3] Rencana strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016- 2020 II. RENCANA ORGANISASI
1.GAMBARAN UMUM 1.1 . Sejarah KPHP Gularaya Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Gularaya merupakan unit kerja SKPD Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara. Nama KPHP GULARAYA merupakan akronim dari GU (DAS WANGGU), LA (DAS LAEYA) dan RAYA (DAS RORAYA) yang merupakan cakupan wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam wilayah kerja KPHP Gularaya, nama KPHP Gularaya ditetapkan dalam Peraturan Gubemur Sulawesi Tenggara nomor 42 tahun 2011 tanggal 11 Oktober 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja KPHP Gularaya. Dalam perkembangannya, organisasi KPHP Gularaya ditetapkan dengan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor 13 Tahun 2014 tanggal 21 Oktober 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Gularaya. Sejarah kawasan hutan yang menjadi wilayah kelola Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Gularaya dimulai dengan penunjukan berdasarkan surat Swapraja Laiiwoi pada tahun 1934, dan pada tahun 1982 diperkuat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 639/Kpts-ll-Um/1982 tanggal 1 September 1982 tentang Tata Guna Hutan Kesepakatan, Selanjutnya pada tahun 1999 yang wilayah kelola KPHP Gularaya ditunjuk dan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 454/Kpts-11/1999 tanggal 16 Juni 1999 tentang Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan di Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. Wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Unit XXIV Sulawesi Tenggara ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor P.61/Menhut-11/2011 tangga 28 Pebruari 2011 seluas ± 134.419 Ha. Selanjutnya tahun 2012 kawasan hutan provinsi Sulawesi Tenggara mengalami perubahan luas berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.465/Menhut-11/2011 tanggal 9 September 2011 tentang Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan Menjadi Bukan Kawasan Hutan dan Perubahan Antar Fungsi Kawasan Hutan di Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara sehingga luas kawasan hutan wilayah kelola Kesatuan Pengelolaan hutan Produksi (KPHP) Gularaya menjadi ± 115.379,91 Ha. 1.2. Gambaran Singkat Bisnis Prinsip bisnis KPHP Gularaya adalah pemanfaatan seluruh potensi sumber daya hutan sesuai fungsi hutan dan peruntukannya dengan menganut prinsip - prinsip pengelolaan hutan lestari yaitu terwujudnya keseimbangan fungsi ekonomi, sosial, dan ekologi/lingkungan bagi kesejahteraan masyarakat. Dalam Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP), KPHP Gularaya akan membangun 3 bisnis utama (core business) yaitu;
1.Usaha hutan tanaman jati unggul selaus 20.000 ha
2.Usaha tanaman bambu seluas 10.000 ha
3.Ekowisata Walacea Health Center Air Panas Kaindi 4 Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016- 2020 l Selain pada 3 bisnis utama tersebut, akan dikembangkan pula produk/jasa sesuai potensi KPHP Gularaya, yaitu :
1.Usaha Hasil hutan kayu, termasuk industri pengolahan kayu.
2.Usaha Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yaitu, melalui pengembanga budi daya lebah madu, rotan dan hasil hutan lainnya.
3.Usaha yang mendukung program ketahanan pangan dan energi nasional melalui pemanfaatan lahan hutan dengan pola wana tani atau agroforestry dengan prinsip kelestarian potensi sumber daya hutan, yang dapat dibagi rnenjadi:
a.Pemanfaatan lahan hutan untuk pangan dan energi
b.Silvopastural yaitu pemanfaatan lahan hutan dengan mengkombinasikan pemilihan jenis tanaman pokok kehutanan dan petemakan.
c.Silvofishery yaitu program hutan tambak pada kawasan hutan mangrove.
4.Usaha Jasa Lingkungan dan Ekowisata yang teridir dari :
a.Pemanfaatan potensi sumber daya air;
b.Agrowisata yaitu wisata alam antara desa melalui pengembangan desa- desa organik disekitar kawasan hutan. 1.3. Visi dan Misi A. Visi " Menjadi Pengelola Hutan Lestari Tingkat Tapak Yang Mandiri dan Berdaya Saing Tahun 2014 - 2034" Mengelola SDH yang optimal dengan prinsip pengelolaan hutan lestari berdasarkan Karakteristik dan daya dukung DAS. Meningkatkan manfaat hasil hutan kayu melalui pengembangan unit bisnis hutan tanaman jati seluas 20.000 ha Meningkatkan manfaat hasil hutan bukan kayu melalui pengembangan unit bisnis hutan tanaman bambu seluas 10.000 ha, Meningkatkan jasa lingkungan melalui pengembangan unit bisnis Wallacea Health Center ( WHC ) di Kaendi Lainea Mengembangkan unit bisnis lain selain bisnis utama yang berbasis kehutanan dengan model PPK BLUD. Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui program kemitraan dengan kelompok Tani Hutan HTR, dan Hkm. Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui program pengembangan matapencaharian altematif pada tahap awal melalui tumpang sari tanaman di sela-sela jati unggul maupun tanaman bambu sesuai ruang tumbuh tanaman.
8.Meningkatkan fungsi lingkungan DAS Wanggu, Laeya dan Roraya untuk mencegah bahaya banjir dan erosi.
9.Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui unit bisnis utama KPH dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar hutan. 5 Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 B. Misi 1. 2. 3. 4. ' \_, 5. 6. 7. L 1.4. Nilai-Nilai KPHP Gularaya Nilai-nilai dasar yang dianut KPHP Gularaya Prov.Sultra adalah merupakan sikap kerja karyawan KPHP Gularaya Prov.Sultra dalam memberikan pelayanan pengelolaan kehutanan dengan berdasarkan kepada: Ketu/usan adalah kebersihan hati dalam memberikan pelayanan sebagai ibadah yang berkenaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa; Kepedulian kepada sesama manusia adalah sikap kerja karyawan KPHP Gularaya Prov.Sultra sebagai bukti terhadap pelayanan yang diberikan; Kejujuran adalah salah satu landasan kerja dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat dan mitra kerja; Kerja keras adalah kesungguhan hati mengaktualisasikan diri dalam bekerja dan mengabdi untuk mencapai hidup sejahtera; Disiplin adalah perwujudan sikap mental dan perilaku karyawan KPHP Gularaya yang taat dan patuh terhadap ketentuan peraturan dan hukum yang berlaku; Profesionalisme adalah kunci utama terciptanya pelayanan KPHP Gularaya Prov.Sultra yang prima berdasarkan kompetensi profesi untuk mencapai kepuasan masyakat dan mitra kerja; Integritas adalah menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga merupakan potensi dan kemampuan dari karyawan KPHP Gularaya Prov.Sultra yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran; 1.5. Motto KPHP Gularaya Moto KPHP Gularaya Prov.Sultra adalah "Melayani dengan adil, cepat dan tepat'. 1.6. Filosofi Melayani dengan baik merupakan kewajiban dan tanggung jawab
2.ANALISIS LINGKUNGAN 2.1. Analisis Internal Kekuatan : ❖ Kepastian hukum wilayah kelola KPHP Gularaya berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor: SK.61/Menhut-11/2011 adalah seluas 134.419 ha. ❖ Pengesahan Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang KPHP Gularaya sebagai bentuk pelimpahan kewenangan kepada Kepala KPHP Gularaya dalam rangka pengembangan usaha kehutanan pada wilayah tertentu sesuai Keputusan Menteri Kehutanan No 3564/Menhut-I1/2014. ❖ Ditetapkannya kelembagaan KPHP Gularaya sebagai unit kerja Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara yang diberi tugas dan kewenangan 6 Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 a. b. C. d. e. f. ! g. - ; dibidang pengelolaan hutan di wilayah kerjanya dengan menerapkan PPK BLUD. ❖ Potensi sumber daya hutan dengan luasan optimal untuk pengembangan usaha tanaman Jati, bambu, ekowisata, lebah madu, dan ketersedian lahan hutan dalam rangka pengembangan usaha agroforestry, potensi savana untuk pengembangan agrosilfopasture dan kawasan mangrove untuk pengembangan bisnis silvofilshery ❖ Akse wilayah dan sarana infrastruktur dalam pengelolaan hutan yang dekat dan muda diakses. Kelemahan ❖ Luas wilayah dan beban kerja KPHP Gularaya belum didukung dengan jumlah personil dan SOM yang memadai. ❖ Sarana dan prasarana pengelolaan hutan belum cukup dan belum tersedia sesuai kebutuhan dalam rangka usaha dan pengelolaan hutan yang efektif. ❖ Masih diperlukan sinkronisasi dan konsolidasi kebijakan pemerintah dan peraturan perundan-undangan untuk mendukung usaha yang akan dikembangkan oleh KPHP Gularaya. ❖ Sistem -- sistem manajemen masih memerlukan pengembangan Analisis Eksternal Peluang ❖ Besaranya potensi penerimaan negara dari pemanfaatan sumber daya hutan. ❖ Pelibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan KPHP Gularaya. ❖ Dukungan masyarakat, NGO/LSM dan Perguruan Tinggi kepada KPHP Gularaya melalui wadah forum multi pihak dan kebijakan pemerintah pusat dan daerah bagi pembanguan bisnis KPHP Gularaya. ❖ Paradigma pengelolaan hutan yang memandang bahwa hutan bukan hanya menghasilkan kayu tetapi juga non kayu, dan potensi produk campuran kehutanan dengan pertanian, petemakan dan perikanan. ❖ Pembanguan KPH sejalan dengan skenario global bagi pengelolaan hutan secara lestari (sustainable forest management) Ancaman ❖ Perubahan Mindset kewirausahaan bagi staf KPHP Gularaya. ❖ Sinkronisasi para pemangku kepentingan dalam pengelolaan hutan di wilayah KPHP Gularaya, dan pada tingkat kebijakan dalam penggunaan lahan hutan untuk tujuan non kehutanan. ❖ Perrnasalahan perambahan dalam kawasan hutan KPHP Gularaya yang mencapai ± 24.600 ha yang membutuhkan penanganan secara terpadu. ❖ Tingginya pembalakan liar, ancaman kebakaran hutan dan lahan, yang membutuhkan keterpaduan berbagai pihak. ❖ Perubahan kebijakan yang dapat mengganggu usaha sektor kehutanan. 7 Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 N Of GRAFIKSWOT 'Off 4 , ' 6 Penielasan_; • lido • - le (le] Berdasarkan analisis SWOT, KPHP Gularaya berada dalam kuadran I yaitu dalam kondisi agresif, yang mengandung arti bahwa KPHP Gularaya memiliki kekuatan yang cukup untuk mengembangkan usaha - usaha sektor kehutanan hulu dan hilir sesuai tujuan pengelolaan hutan lestari berdasarkan prinsip efisiensi dan produktifitas. Skenario Siklus Kehidupan Bisnis KPHP Gularaya �100% l / I ¥ \ 75% 7 I I � 50% I I J 25% I J I 7 25% 7 I L_ Membangun Mengambil Membangun Memanen Tahapan Keputusan Konsep, Keputusan keunggulan surplus Pembaruan investasi formula kembangkan kompartaif anggaran terhadap (tambah atau keberhasilan formula tidak) keberhasilan
3.ISU STRATEGIS ❖ Pemantapan kawasan hutan, perambahan dan pembalakan liar serta tingginya laju degradasi hutan menjadi masalah -- masalah yang dihadapi dalam penyelenggaran tugas dan fungsi KPHP Gularaya ❖ Tingkat kesehjateraan masyarakat disekitar kawasan hutan yang relatif masih rendah, dimana hutan telah menjadi salah satu sumber mata pencaharian bagi masyarakat 8]Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 I l' lokal. • Kebijakan pemerintah dalam pengelolaan hutan melalui kehadiran negara di tingkat lapangan, KPH menjadi mainstraem kebijakan pengelolaan hutan. ❖ Minimnya sarana dan prasaran pendukung pengelolaan hutan serta mindset keproyekan dalam kegiatan anggaran pengelolaan hutan masih menjadi masalah yang dihadapi oleh KPHP Gularaya ❖ Jumlah personil dan kompetensi SOM KPHP Gularaya tidak sebanding dengan beban tugas dan luasnya wilayah kerja KPHP Gularaya.
4.STRATEGI Berdasarkan hasil analisis situasi internal dan ekstemal serta analisis SWOT, maka isu strategis bagi pengembangan unit usaha di KPHP Gularaya adalah :
1.Ada peluang untuk pengembangan unit usaha potensial pada core business dan potensi lainnya dilihat dari sisi kepastian wilayah kelola, kebijakan dan regulasi bidang pengelolaan hutan.
2.Sumber daya hutan memiliki potensi bagi usaha pengembangan pemanfaatan lahan kehutanan secara terpadu;
3.Ada peluang untuk pengembangan unit usaha Jati Unggul {JU) di areal KPHP Gularaya dilihat dari aspek pengembangan kelembagaan usaha JU yaitu kepastian luas lahan tanaman, pemanfaatan limbah produk kayu, dan adanya permintaan pasar kayu jati.
4.Ada peluang untuk pengembangan unit usaha bambu di areal KPHP Gularaya melalui pengembangan industri bambu skala usaha kecil dan menengah.
5.Peluang pengembangan industri bambu ini berkaitan dengan adanya peningkatan konsumen di pasar internasional terhadap produk-produk bukan kayu (seperti bambu dan produk olahan turunannya), serta dukungan kebijakan pemerintah terhadap pengembangan industri kecil dan menengah.
6.Peluang pengembangan industri bambu skala besar harus bersinergi dengan industri bambu skala kecil dan menengah dengan skema kerjasama dan kemitraan berusaha dari hulu -- tengah dan hilir.
7.Peluang pasar yang ditunjukan kebutuhan panen bambu dipasar Eropa (8,4 juta ton/tahun) dan pasar Amerika 20 juta ton/tahun. Namun demikian peluang yang ada masih diperhadapkan kebijakan yang mengatur mengenai investasi serta adanya pesaing kompetitif dari China sebagai pengekspor bambu terbesar.
8.Unit Usaha Wallacea Health Center Berbasis Ekowisata {WHC) berpotensi meningkatkan lapangan kerja dan perkonomian masyarakat, memperkaya keanekaragaman hayati dan meningkatkan upaya konservasi kawasan hutan di areal kerja KPHp Gularaya.
5.TUJUAN
1.Terwujudnya pelayanan prima kepada masyarakat melalui pengelolaan hutan yang efisien dan produktif sesuai fungsi, potensi dan peruntukkan sumber daya hutan KPHP Gularaya.
2.Terwujudnya manajemen KPHP Gularaya menyelenggarakan sistem pengelolaan hutan lestari, yang mandiri dan menghasilkan produk -- produk kehutanan yang berdaya saing.
3.Terwujudnya tiga unit bisnis utama yaitu usaha HHK-HT jati unggul seluas 20.000 ha, Usaha HHBK bambu seluas 10.000 ha, dan usaha pengelolaan jasa lingkungan - Wallacea Health Center dan bisnis potensial lainnya dengan menerapkan PPK BLUD dalam pengelolaannya. 9]Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020
6.SASARAN DAN TARGET STRATEGIS NO. 1. 2. SASARAN Leaming and Growth
a.Pemenuhan kebutuhan minimun tenaga teknis pada RPH dan Unit Bisnis.
b.Peningkatan kapasitas SOM KPHP Gularaya.
c.Membangun budaya kerja Internal Business Process
a.Pembangunan 3 unit bisnis utama KPHP Gularaya.
b.Pemanfatan potensi sumber daya hutan KPHP Gularaya.
c.Sistem perencanaan pada unit- unti bisnis INDIKATOR Terpenuhinya jumlah minimal, kemampuan tenaga teknis yang memadai, dan pola pelayanan yang baik kepada masyarakat. lnvestasi jati, bambu dan walacea health center, dan ditetapkannya dasar hukum penyelenggaran bisnis Pemanfaatan potensi madu, rotan, dan hasil hutan ikutan. Memiliki SAP, Annual plan, Programing,GIS planing. TARGET 100% 75% 50% 100%
d.Standar Operasional Prosedur
e.Pengakuan Manajemen KPHP Gularaya menerapkan Pengelolaan Hutan Produksi Lestari standard dan target 100% startegis pada seluruh unit - unit usaha KPHP Gularaya seluruh unit bisnis dan peleyanan pengelolaan 100% hutan memiliki SOP Laporan, sertifikasi PHPL dari Oirjen PHPL Kernen LHK 3. 4 Pemangku Kepentingan
a.Pemantapan kawasan hutan dan penyelesaian masalah kawasan
b.Terbentuknya forum multi pihak bagi para pemangku kepentingan
c.Penyelenggaran investasi Finance
a.Pendapatan
b.Pembiayaan Pelayanan dan penyelesaian masalah kawasan hutan Pertemuan para pihak Kepastian hukum bagi bisnis di KPHP Gularaya Pendapatan pada unit bisnis yang direncanakan tercapai Cost Recovery perbulan 50% 100% 100% 100% l
7.POTENSI PASAR Semua produk hulu dan hilir pada setiap unit bisnis merupakan produk yang berorientasi pasar yang dilakukan melui metedologi analisis potensi pasar. 10 ] Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 k L ❖ Untuk unit bisnis usaha hutan tanaman jati, HHBK Bambu dan walacea health center disusun dalam suatu rencena bisnis tersendiri yang didalamnya telah dilakukan perhitungan analis potensi pasar, ❖ Untuk unit bisnis potensial lainnya dilaksanakan berdasarkan kontark permintaan pasar dalam jangka waktu minimal 5 tahun, hal ini dilakukan untuk menjamin kepastian bisnis dan keberlangsungan usaha/bisnis
8.TARGET STRAETGIS Target strategis ini untuk mendukung penyelenggaraan pengelolaan hutan yang menjadi kebutuhan untuk pelayanan publik ditingkat unit bisnis. Pelaksanaan Kegiatan No Unit Kegiatan Unit Target (Unit Kuantitas) 2016 2017 2018 2019 2020 1 Sarana dan Prasarana BDH /Unit Bisnis 1 9 11 0 0 Pengelolaan Hulan dan Resort RPH (unit) Pembukaan 1 2 2 2 2 Wilayah Hutan (unit keaiatan) Penyusunan 10 10 10 10 10 Rencana (unit keqiatan)
2.Pengembangan SOM Jumlah SOM 32 68 85 133 136 (orang) Bintek/Pelatihan 7 10 15 15 15 (unit keaiatan) 3 Inventarisasi Berkala Kelas 0 2 3 5 0 Wilayah Kelola dan Perusahaan Penataan Batas (unit keaiatan) Sosail Ekonomi 0 1 0 1 0 (unit kegiatan) 4 Pemberdayaan Masyarakat 140 250 300 350 400 Masyarakat sekitar hutan (unit keaiatan) 5 Perlindungan dan Patroli, 75 150 180 200 300 Pengamanan Hutan pengendalian kebakaran hutan dan konservasi hutan (unit keaiatan)
6.Rehabilitasi Hutan dan Hutan Lindung 20 250 300 1000 1.000 Lahan (luas ha) Hutan Produksi 300 2.500 3.500 5.000 5.000 (luas ha)
7.Pembinaan dan HTR 45 100 150 150 150 Pemantauan (unit keaiatan) HKM 45 100 150 150 150 (unit keaiatan) Pemegang IUP 25 50 50 50 75 (unit kegiatan)
8.Kordinasi dan Pertemuan Forum 1 2 2 2 2 Sinkronisasi Multi Piahk HKM 45 100 150 150 150 (unit kegiatan) 9 Pengembangan Kemitraan Kelas 0 1 Investasi Perusahaan Jati (unit kemitraan) 11]Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 ± Kemitraan Industri 1 1 1 1 1 Pengolahan Jati (unit kemitraan) Kelas 4 25 25 25 25 Perusahaan HHBKBambu (unit kemitraan) Kemitraan 0 1 2 3 4 Ekowisata Pengembangan 3 4 4 4 4 usaha lainnva 10 Unit Bisnis Usaha hutan 0 1 tanaman iati Usaha tanaman 0 1 bambu seluas Ekowisata 0 1 Walacea Health Usaha Hasil 1 1 1 1 1 hutan kayu, Usaha Hasil 0 1 Hutan Bukan Kayu (HHBK Pemanfaatan 15 40 40 40 40 lahan hutan Silvopastural 1 1 1 1 1 Silvofishery 0 1 1 1 1 Agrowisata 1 4 5 7 10
9.ESTIMASI PEMBIAYAAN DAN TARGET PENDAPATAN 9.1. Target Pendapatan dan Pembiayaan Tahun 2016 No Unit Kegiatan Driver Target Quantity Estimasi Estimasi Driver Biaya Penerimaan Target 1 Sarana dan BDH /Unit Bisnis dan 1 150.000.000 0 Prasarana ResortRPH Pengelolaan Hutan (unit) Pembukaan Wilayah Hutan 1 59.000.000 0 (unit keaiatan) Operasional Kantor 1 260.000.000 0 Penyusunan Rencana 10 5.000.000 0 (unit keqiatan)
2.Pengembangan Jumlah SDM 32 0 0 SDM (orana) Bintek/Pelatihan 7 112.000.000 0 (unit keaiatan) 3 Inventarisasi Berkala Kelas Perusahaan 0 0 0 Wilayah Kelola dan (unit kegiatan) Penataan Batas Sosail Ekonomi 0 0 0 (unit kegiatan) 4 Pemberdayaan Masyarakat sekitar hutan 140 98.000.000 0 Masvarakat (unit keaiatan) 5 Pertindunoan dan Patroli penaendalian 75 232.000.000 25.000.000 12]Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 -2020 I '--' Pengamanan Hulan kebakaran hutan dan konservasi hutan (unit keaiatan)
6.Rehabilitasi Hutan Hulan Lindung 20 148.000.000 0 dan Lahan (luas ha) Hutan Produksi 300 780.000.000 0 (luas ha)
7.Pembinaan dan HTR 45 15.000.000 0 Pemantauan (unit keaiatan) HKM 45 10.000.000 0 (unit keaiatan) Pemegang IUP 25 10.000.000 0 (unit kegiatan)
8.Kordinasi dan Pertemuan Forum Multi 1 35.000.000 0 Sinkronisasi Piahk HKM 45 10.000.000 0 (unit kegiatan) 9 Pengembangan Kemitraan Kelas 0 0 0 Investasi Perusahaan Jati (unit kemitraan) Kemitraan Industri 1 500.000 0 Pengolahan Jati (unit kemitraan) Kelas Perusahaan HHBK 0 0 0 Bambu (unit kemitraan) Kemitraan Ekowisata 0 0 0 Pengembangan usaha 3 500.000 0 lainnva to Unit Bisnis Usaha hutan tanaman jati 0 0 0 Usaha tanaman bambu 0 0 0 seluas Ekowisata Walacea Health 0 0 0 Usaha Hasil hutan kayu, 1 324.000.000 890.000.000 Usaha Hasil Hutan Bukan 4 170.000.000 26.000.000 Kavu (HHBK) Pemanfaatan lahan hutan 15 190.000.000 560.000.000 Silvopastural 1 25.000.000 112.000.000 Silvofishery 0 0 0 Agrowisata 1 0 2,5000.000 Jumlah (total) 2.634.000.000 1.613.000.000 T h 2016tP d ta d P bi91 T ' ' at el enapa n an em ayaan a un No Unit Kegiatan Driver Target Quantity Estimasi Estimasi Driver Biaya Penerlrnaan Target 1 Sarana dan BDH /Unit Bisnis dan 9 1.800.000.000 0 Prasarana Resort RPH Pengelolaan (unit) Hutan Pembukaan Wilayah 2 30.000.000 0 Hutan ( unit kegiatan) Operasional Kantor 1 260.000.000 0 13] Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 ------------------- It 7 Penyusunan Rencana 10 5.000.000 0 ( unit kegiatan)
2.Pengembangan JumlahSDM 68 0 0 SDM (orang) Bintek/Petatihan 10 34.000.000 0 ( unit kegiatan) 3 lnventarisasi Kelas Perusahaan 2 215.000.000 0 Berkala Wilayah Kelola (unit kegiatan) dan Penataan Batas Sosail Ekonomi 1 50.000.000 0 (unit kegiatan) 4 Pemberdayaan Masyarakat sekitar hutan 250 100.000.000 0 Masyarakat (unit kegiatan) 5 Per1indungan Patroli, pengendalian 150 231.200.000 25.000.000 dan kebakaran hutan dan Pengamanan konservasi hulan Hutan (unit kegiatan)
6.Rehabilitasi Hutan Lindung 250 148.000.000 0 Hutan dan (luas ha) Lahan Hutan Produksi 25000 780.000.000 0 (luas ha)
7.Pembinaan dan HTR 100 15.000.000 0 Perantauan (unit kegiatan) HKM 100 10.000.000 0 (unit kegiatan) Pemegang IUP 50 10.000.000 0 (unit kegiatan)
8.Kordinasi dan Pertemuan Forum Multi 2 35.000.000 0 Sinkronisasi Piahk HKM 100 10.000.000 0 (unit kegiatan) 9 Pengembangan Kemitraan Kelas 1 5.000.000 0 Investasi Perusahaan Jati (unit kemitraan) Kemitraan lndustri 1 5.000.000 0 Pengolahan Jati (unit kemitraan) Kelas Perusahaan HHBK 256 5.000.000 0 Bambu (unit kemitraan) Kemitraan Ekowisata 1 5.000.000 0 Pengembangan usaha 4 5.000.000 0 lainnva 10 Unit Bisnis Usaha hutan tanaman 1 230.000.000 iati 1.500.000.000 Usaha tanaman bambu 1 98.000.000 seluas 212.000.000 14 ] Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 Ekowisata Walacea 1 0 Health 10.000.000 Usaha Hasil hutan kayu, 1 445.000.000 979.000.000 Usaha Hasil Hulan 25 16.000.000 370.000.000 Bukan Kayu (HHBK) Pemanfaatan lahan 40 212.000.000 530.000.000 hutan Silvopastural 1 45.000.000 150.000.000 Silvofishery 1 25.000.000 10.000.000 Agrowisata 4 0 2,5000.000 Jumlah (total) 4.829.200.000 3.786.000.000 9.2. Target Pendapatan dan Pembiayaan Tahun 2017 No Unit Kegiatan Driver Target Quantity Estimasi Estimasi Driver Biaya Penerimaan Target 1 Sarana dan BDH /Unit Bisnis dan 11 2.420.000.000 0 Prasarana Resort RPH Pengelolaan (unit) Hutan Pembukaan Wilayah 2 30.000.000 0 Hutan (unit kegiatan) Operasional Kantor f 260.000.000 0 Penyusunan Rencana 10 5.000.000 0 (unit kegiatan)
2.Pengembangan JumlahSDM 85 0 0 SDM (orang) Bintek/Pelatihan 15 34.000.000 0 (unit kegiatan) 3 lnventarisasi Kelas Perusahaan 3 215.000.000 0 Berkala Wilayah Kelola (unit kegiatan) dan Penataan Batas Sosail Ekonomi 0 50.000.000 0 (unit kegiatan) 4 Pemberdayaan Masyarakat sekitar hutan 300 100.000.000 0 Masyarakat (unit kegiatan) 5 Perlindungan Patroli, pengendalian 180 231.200.000 25.000.000 dan kebakaran hutan dan Pengamanan konservasi hutan Hutan (unit kegiatan)
6.Rehabilitasi Hutan Lindung 300 148.000.000 0 Hutan dan (luas ha) Lahan Hutan Produksi 3500 780.000.000 0 (luas ha)
7.Pembinaan dan HTR 150 15.000.000 0 Pemantauan (unit kegiatan) 15] Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 L _ l HKM 150 10.000.000 0 (unit kegiatan) Pemegang IUP 50 10.000.000 0 (unit kegiatan)
8.Kordinasi dan Pertemuan Forum Multi 2 35.000.000 0 Sinkronisasi Piahk HKM 150 10.000.000 0 (unit kegiatan) 9 Pengembangan Kemitraan Kelas f 5.000.000 0 Investasi Perusahaan Jati (unit kemitraan) Kemitraan Industri 1 5.000.000 0 Pengolahan Jati (unit kemitraan) Kelas Perusahaan HHBK 25 5.000.000 0 Bambu (unit kemitraan) Kemitraan Ekowisata 1 5.000.000 0 Pengembangan usaha 1 5.000.000 0 lainnya 10 Unit Bisnis Usaha hulan lanaman 1 300.000.000 iati 1.800.000.000 Usaha tanaman bambu f 120.000.000 seluas 250.000.000 Ekowisata Walacea 1 356.000.000 Health 25.000.000 Usaha Hasil hulan kayu, 1 445.000.000 1.335.000.000 Usaha Hasil Hutan 25 16.000.000 64.000.000 Bukan Kayu (HHBK) Pemanfaatan lahan 40 212.000.000 636.000.000 hutan Silvopastural 1 45.000.000 150.000.000 Silvofishery f 25.000.000 10.000.000 Agrowisata 4 0 2.500.000 Jumlah (total) 5.897.200.000 4.297.500.000 9.3. Target Pendapatan dan Pembiayaan Tahun 2018 No Unit Kegiatan Driver Target Quantity Estimasi Estimasi Driver Biaya Penerimaan Target f Sarana dan BDH /Unit Bisnis dan 0 0 0 Prasarana ResortRPH Pengelolaan (unit) Hutan Pembukaan Wilayah 2 50.000.000 0 Hutan (unit kegiatan) 16 ] Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 Operasional Kantor 1 300.000.000 0 Penyusunan Rencana 10 5.000.000 0 (unit kegiatan) 2 Pengembangan JumlahSDM 85 0 0 SDM (orang) BintekIPelatihan 15 34.000.000 0 (unit kegiatan) 3 lnvenlarisasi Keiss Perusahaan 3 215.000.000 0 Berkala Wilayah Kelola dan Penataan Batas (unit kegiatan) Sosail Ekonomi 0 50.000.000 0 (unit kegiatan) 4 Pemberdayaan Masyarakat sekitar 300 100.000.000 0 Masyarakat hutan (unit kegiatan) 5 Pertindungan Patroli, pengendalian 180 231.200.000 25.000.000 dan kebakaran hutan dan Pengarnanan konservasi hutan Hutan (unit kegiatan)
6.Rehabilitasi Hulan Lindung 300 148.000.000 0 Hutan dan (luas ha) Lahan Hulan Produksi 3500 780.000.000 0 (luas ha)
7.Pembinaan dan HTR 150 15.000.000 0 Pemanlauan (unit kegiatan) HKM 150 10.000.000 0 (unit kegiatan) Pemegang IUP 50 10.000.000 0 (unit kegiatan)
8.Kordinasi dan Pertemuan Forum Multi 2 35.000.000 0 Sinkronisasi Piahk HKM 150 10.000.000 0 (unit kegiatan) 9 Pengembangan Kemitraan Keiss 1 5.000.000 0 lnvestasi Perusahaan Jati (unit kemitraan) Kemitraan lndustri 1 5.000.000 0 Pengolahan Jati (unit kemitraan) Kelas Perusahaan 25 5.000.000 0 HHBKBambu (unit kemitraan) Kemitraan Ekowisata 1 5.000.000 0 Pengembangan usaha 1 5.000.000 0 lainnva 10 Unit Bisnis Usaha hutan tanaman 1 300.000.000 iati 1.800.000.000 17] Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 Usaha tanaman bambu f 120.000.000 seluas 250.000.000 Ekowisata Walacea 1 356.000.000 Health 25.000.000 Usaha Hasil hutan 1 500.000.000 1.500.000.000 kayu, Usaha Hasit Hutan 25 18.000.000 72.000.000 Bukan Kayu (HHBK) Pemanfaatan lahan 40 250.000.000 750.000.000 hutan Silvopastural f 45.000.000 150.000.000 Silvofishery 1 25.000.000 25.000.000 Agrowisata 4 0 2.500.000 Jumlah (total) 3.632.200.000 4.599.500.000 9.4. Target Pendapatan dan Pemblayaan Tahun 2019 No Unit Kegiatan Driver Target Quantity Estimasi Estimasi Driver Biaya Penerimaan Target 1 Sarana dan BDH /Unit Bisnis dan Resort 0 0 0 Prasarana RPH Pengelolaan (unit) Hutan Pembukaan Wilayah Hutan 2 50.000.000 0 (unit kegiatan) Operasional Kantor f 300.000.000 0 Penyusunan Rencana 10 5.000.000 0 (unit kegiatan) 2 Pengembangan Jumlah SDM 85 0 0 SDM (orang) BintekIP elatihan 15 34.000.000 0 (unit kegiatan) 3 Inventarisasi Kelas Perusahaan 3 215.000.000 0 Berkala Wilayah Kelola (unit kegiatan) dan Penataan Batas Sosail Ekonomi 0 50.000.000 0 (unit kegiatan) 4 Pemberdayaan Masyarakat sekitar hutan 300 100.000.000 0 Masyarakat (unit kegiatan) 5 Perlindungan Patroli, pengendalian 180 231.200.000 25.000.000 dan kebakaran hutan dan Pengamanan konservasi hutan Hutan (unit kegiatan)
6.Rehabilitasi Hutan Lindung 300 148.000.000 0 Hutan dan (luas ha) Lahan Hutan Produksi 3500 780.000.000 0 (luas ha)
7.Pembinaan dan HTR 150 15.000.000 0 Pemantauan(unitkegiatan) HKM15010.000.0000 (unitkegiatan) PemegangIUP5010.000.0000 (unitkegiatan) 8.KordinasidanPertemuanForumMultiPiahk235.000.0000 Sinkronisasi HKM15010.000.0000 (unitkegiatan) 9Pengembangan KemitraanKelasPerusahaan15.000.0000 lnvestasiJati (unitkemitraan) KemitraanIndustri15.000.0000 PengolahanJati (unitkemitraan) KalasPerusahaanHHBK255.000.0000 Bambu (unitkemitraan) KemitraanEkowisataf5.000.0000 Pengembanganusaha15.000.0000 lainnva 10UnitBisnisUsahahutantanamanjati1300.000.000 2.000.000.000 Usahatanamanbambuf120.000.000 300.000.000 EkowisataWalaceaHealthf356.000.000 120.000.000 UsahaHasilhutankayu,f500.000.0001.700.000.000 UsahaHasilHulanBukan2518.000.00072.000.000 Kayu(HHBK) Pemanfaatanlahanhutan40250.000.0001.500.000.000 Silvopasturalf45.000.000150.000.000 Silvofisheryf25.000.000 25.000.000 Agrowisata40 2.500.000 Jumlah(total)3.632.200.0005.894.500.000 9.5.TargetPendapatandanPemblayaan Tahun2020 NoUnitKegiatanDriver Target QuantityEstimasiBiaya Estimasi DriverPenerimaan Target 1SaranadanBDH IUnitBisnisdan 0 0 0 PrasaranaResortRPH Pengelolaan (unit) Hutan PembukaanWilayahHutan 2 50.000.0000 (unitkegiatan) Operasional Kantorf300.000.0000 19]RencanaStrategiBisnis KPHP Gularaya 2016- 2020 I\.._, L. PenyusunanRencana 10 5.000.000 0 ( unit kegiatan)
2.Pengembangan JumlahSDM 85 0 0 SDM (orang) Bintek/Petatihan 15 34.000.000 0 (unit kegiatan) 3 lnventarisasi Kelas Perusahaan 3 215.000.000 0 Berkala Wilayah Kelola (unit kegiatan) dan Penataan Batas Sosail Ekonomi 0 50.000.000 0 (unit kegiatan) 4 Pemberdayaan Masyarakat sekitar hutan 300 100.000.000 0 Masyarakat (unit kegiatan) 5 Per1indungan Patroli, pengendalian 180 231.200.000 25.000.000 dan kebakaran hutan dan Pengamanan konservasi hutan Hutan ( unit kegiatan)
6.Rehabilitasi Hutan Lindung 300 148.000.000 0 Hutan dan (luas ha) Lahan Hulan Produksi 3500 780.000.000 0 (luas ha)
7.Pembinaan dan HTR 150 15.000.000 0 Pemantauan (unit kegiatan) HKM 150 10.000.000 0 (unit kegiatan) Pemegang IUP 50 10.000.000 0 (unit kegiatan)
8.Kordinasi dan Pertemuan Forum Multi 2 35.000.000 0 Sinkronisasi Piahk HKM 150 10.000.000 0 ( unit kegiatan) 9 Pengembangan Kemitraan Kelas 1 5.000.000 0 lnvestasi Perusahaan Jati (unit kemitraan) Kemitraan Industri 1 5.000.000 0 Pengolahan Jati (unit kemitraan) Kelas Perusahaan HHBK 25 5.000.000 0 Bambu (unit kemitraan) Kemitraan Ekowisata f 5.000.000 0 Pengembangan usaha 1 5.000.000 0 lainnya 10 Unit Bisnis Usaha hutan tanaman jati 1 300.000.000 2.000.000.000 Usaha tanaman bambu 1 120.000.000 580.000.000 Ekowisata Walacea Health 1 356.000.000 212.000.000 20 ] Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 L_ Usaha Hasil hutan kayu, f 500.000.000 1.700.000.000 Usaha Hasil Hutan Bukan 25 18.000.000 87.000.000 Kayu (HHBK) Pemanfaatan lahan hutan 40 250.000.000 1.700.000.000 Silvopastural f 45.000.000 150.000.000 Silvofishery 1 25.000.000 25.000.000 Agrowisata 4 0 2.500.000 Jumlah (total) 3.632.200.000 6.481.500.000
10.SISTEM AKUNTASI Sistem akuntasi yang digunakan adalah berbasis accrual, mengingat sistem akuntasi BLUD pada KPH hingga saat ini belum ditetapkan, maka sistem akuntasi pada KPHP Gularaya akan mengacu pada sistem akuntasi yang berlaku pada pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.
11.MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA 11.1. Proyeksi Kebutuhan SOM Proyeksi Jumlah kebutuhan SDM Tahun 2016-2020 Jumlah Saat ini Kebutuhan Sumber Daya Manusia No Uraian
3.Wallacea Health Center Berbasis Ekowisata A. Jenis Produk dan Analisis Peluang Pasar • Bentuk Prociuk dan Pasar : Sulawesi Tenggara mempunyai potensi permandian air panas yang terlerak di Kaindi, potensi lebah madu hutan dan potensi pemanfaatan sarang semut yang ada di KPH Gularaya Kabupaten Konawe Selatan. Pengembangan usaha pengelolaan pemandian air panas dalam bentuk SPA, pengelolaan lebah madu dalam bentuk Terapi lebah dan hasil madunya, pengelolaan sarang semut dalam bentuk obat herbal, yang di kemas dalam bentuk bisnis ekowisata Wallacea Health Center memberikan keunggulan baik dari segi produk yang ditawarkan maupun dari segmen pasar yang dapat di raih. Konsep pengembangan terpadu Walacea Helath Center menggabungkan potensi alam yang ada dengan jasa terapi kesehatan serta produk herbal yang dihasilkan dari sumber daya local yang ada. Produk wisata yang ditawarkan oleh Wallacea health center berupa : • Wisata pemandian air panas • Rumah sauna/spa center • Cottage dan penginapan • Terapi lebah • Wisata outdor (camping ground, tracking zone) • Terapi sengat lebah • Produk lebah (madu, bee polen, lilin/malam) • Produk herbal sarang semut Hasil Produksi dan Pelayanan Bisnis Wallacea Health Center Berbasis Ekowisata Permandian Air Panas Kaindi di KPH Gularaya No Kegiatan Bentuk Produksi Bentuk Pelayanan f Paket permandian air panas - Sauna (SPA) 2 Paket terapi lebah - Terapi Lebah 3 Paket home stay - Penginapan 4 Pengelolaan sarang semut Obat Herbal (Kapsul an] serbu) - 5 Pengelolaan lebah madu Madu - 6 Pengelolaan Produk lilin madu Lilin Madu - Jumlah Dengan beragamnya produk wisata yang ditawarkan, maka segmen pasar yang dapat dicapai pun semakin luas. Sasaran utama bagi pengunjung di kawasan Ekowisata Wallacea Health Center adalah penduduk Sulawesi Tenggara, namun selain itu produk produk yang dihasilkan juga diharapkan dapat dijual untuk konsumen secara luas baik wisatawan lokal, wisatawan nasional, maupun wisatawan mancanegara. Secara garis besar pangsa pasar yang dibidik adalah kalangan menengah sampai kalangan atas dengan usia 21-55 tahun, terutama yang sudah berkeluarga, dengan pendapatan diatas 2,5jt perbulan. Segrnen pasar ini biasanya diisi oleh kalangan eksekutif dan sebagian pegawai negeri, dengan jam kerja yang cukup padat sehingga mereka membutuhkan suatu lokasi wisata yang memberikan relaksasi, hiburan, serta pelayanan yang prima. 35 ] Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 I\._,, I •.__, I L Kondisi Pasar : Gambaran Umum Sosial, Ekonomi, dan Kependudukan di Sulawesi Tenggara Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki total luas wilayah 153.019 km, meliputi luas daratan 38.140 km 2 dan luas laut 114.879 km. Panjang garis pantai 1.740 km, jumlah pulau 651 buah, 361 pulau diantaranya telah memiliki nama, 290 pulau belum memiliki nama dan hanya 86 pulau yang berpenghuni. 39% penduduk Sulawesi Tenggara bermukim di kepulauan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mengklaim jumlah wisatawan yang berkunjung ke provinsi ini selama tahun lalu mencapai 2.076.261 orang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan drastis sejak dilakukan pendataan wisatawan mulai tahun 2008 lalu hanya mencapai 1.291.840 orang. Disebutkan, dari jumlah kunjungan wisatawan 1.291.840 orang itu pada 2012, sebanyak 2.061.536 orang di antaranya merupakan wisatawan domestik atau wisatawan nusantara dan 14.725 orang lainnya merupakan wisatawan mancanegara. Berdasarkan kondisi umum social ekonomi masyarakat dan perkembangan pembangunan serta peningkatan jumlah pengunjung yang datang ke Sulawesi Tenggara untuk menikmati berbagai objek daya tarik wisata merupakan modal besar yang dapat menjadi factor pendorong dan berkembangnya bisnis yang akan dikembangkan di KPH Gularaya dengan model pengembangan awasan wisata Bisnis Wallacea Health Center Berbasis Ekowisata Permandian Air panas Kaindi yang didalamnya terdapat beberapa model pengelolaan yang memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang tersedia yang dikemas dalam paket-paket wisata. • Kondisi persaingan : Pemandian air panas telah lama dikenal keberadaanya di Indonesia, terutama di wilayah Jawa dan Sumatera. Usaha pengembangan kawasan wisata pemandian air panas berpusat di dua wilayah tersebut, tertuma di wilayah Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Beberpa lokasi yang sudah eksis dan terkelola dengan baik antara lain pemandian air panas Banyu Wedang, Tirta Sanita, Ciparay, Batu Raden dan Ciater, yang kesemuanya terletak di wilayah Jawa Bali. Untuk wilayah Sulawesi belum ada lokasi wisata pemandian air panas dan pusat kesehatan yang dikelola. Untuk itu, peluang pengembangan usaha pemandian air panas dan pusat kesehatan masih sangat tinggi. Terapi Kesehatan dengan menggunakan sengat lebah dalam metode terapi sengat lebah memanfaatkan bee venom(racun lebah) lewat sengatnya untuk mengobati penyakit. Selama ini mungkin terapi sengat lebah belum begitu dikenal oleh masyarakat padahal sejarah terapi sengat lebah sudah digunakan untuk pengobatan pada zaman mesir kuno bahkan jauh sebelum itu lebah adalah serangga ciptaan Tuhan yang sangat istimewa yang mana lebah menghasilkan banyak produk yang sangat bermanfaat bagi manusia bahkan lebah adalah makhluk yang bermanfaat bagi tanaman dan hewan. Lebah membantu penyerbukan tanaman- tanaman agar berbuah dengan baik.lebah menghasilkan banyak produk yang bermanfaat antara lain:madu,royal jelly,bee pollen, propolis, bee venom dan masih sangat banyak lagi produk dari lebah madu ciptaan Tuhan ini. Pengobatan dengan terapi lebah dibeberapa daerah telah berkembang terutama di Pulau Jawa dan Sumatra, dimana masyarakat diwilayah tersebut menyadari arti pentingnya kesehatan dengan model pengobatan yang herbal untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Pengobatan terapi sengat lebah di wilayah Sulawesi, belum berkembang dengan baik dan hal ini dapat menjadi peluang besar yang bisa di kembangkan di Wilayah KPH Gularaya Kabupaten Konawe Selatan Propinsi Sulawesi Tenggara. Bisnis Wallacea Health Center yang berbasis ekowisata di permandian air panas Kaindi, dalam pengembangan strategi bisnisnya dapat menghasilkan produksi dan jasa dalam bentuk pelayanan dengan jumlah tertentu. Adapun rencana bisnis yang dikembangkan dan menghasilkan beberapa produk yang dapat langsung di konsumsi oleh konsumen adalah bisnis madu dan bisnis sarang semut, sedangkan bentuk jasa pelayanan adalah pemanfaatan 36 ] Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 L pemandangan alam permandian air panas Kaindi, penggunaan sauna oleh pengunjung, pengobatan terapai lebah, pemanfaatan sarana home stay dan sarana prasarana penunjang lainnya. Target Produksi dan Pelayanan Bisnis Wallacea Health Center Berbasis Ekowisata Permandian Air Panas Kaindi di KPH Gularaya. No Rencana Kegiatan Bisnis Harga Target Produksi/ Jumlah(Orang/Tahun) (Rp) Pelayanan 1 2 3 4 5 1 Tiket masuk wisata 10000 200 org/bin 0 1000 2000 2000 2000 2 Paket permandian air panas 50000 1000 org/bin 0 5000 10000 15000 15000 3 Paket terapi lebah 75000 400 org/bin 0 0 1000 2000 4000 4 Paket home slay 250000 40 org/bin 0 0 300 500 700 5 Pengelolaan sarang semut 60000 20 buahlbln 0 200 200 200 200 6 Pengelolaan Lebah Madu 45000 30 liter/bin 0 0 400 400 400 7 Pengelolaan produk lilin 250000 madu 5buahlbln 0 0 30 30 30 Dalam pengembangan bisnis untuk market place diharapkan melihat beberapa factor yang menjadi penunjang keberhasilan bisnis Wallacea Health Center berbasis Ekowisata Permandian Air Panas Kaindi di KPH Gularaya adalah sebagai berikut : • Kondisi politik - Perizinan - Dukungan - Stabilitas • Kondisi ekonomi: Pertumbuhan ekonomi, Inflasi dan pendanaan • Kondidi social/budaya - Sikap/preferensi Adopsi budaya Pengetahuan/keterampilan • Teknologi adaptasi Menjelaskan potensi peluang-peluang pasar yang ada, baik local, nasional maupun intemasional. • Analisis lingkungan pemasaran penting sekali untuk meraih peluang-peluang dari setiap perubahan-perubahan yang terjadi. B. Prioritas Pasar, Segementasi Pasar dan Upaya Memposisikan Pasar
1.Prioritas Pasar Sasaran Pasar Bisnis Wallacea Health Center Berbasis Ekowisata Permandian Air Panas Kaindi di KPH Gularaya Pasar No Kegiatan Lokal Nasional Domestik 1 Paket permandian air panas v ¥ v 2 Paket terapi lebah v V v 3 Paket home stay v v v 4 Pengelolaan sarang semut v v v 5 Pengelolaan lebah madu v v - 6 Pengelolaan Produk lilin madu v v - 37 ] Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 « l Target Produksi dan Pelayanan Bisnis Wallacea Health Center Berbasis Ekowisata Permandian Air Panas Kaindi di KPH Gularaya. Harga Target Jumlah(Orang/Tahun) No Rencana Kegiatan Bisnis Produksi/ (Rp) Pelayanan 1 2 3 4 5 1 Tiket masuk wisata 10000 200 org/bin 0 1000 2000 2000 2000 2 Paket permandian air panas 50000 1000 org/bln 0 5000 10000 15000 15000 3 Pake! terapi lebah 75000 400 org/bin 0 0 1000 2000 4000 4 Paket home stay 250000 40 orgbin 0 0 300 500 700 5 Pengelolaan sarang semut 60000 20 buahlbln 0 200 200 200 200 6 Pengelolaan Lebah Madu 45000 30 liter/bin 0 0 400 400 400 7 Pengelolaan produk lilin 250000 5 buat/bin madu 0 0 30 30 30
2.Segmentasi Pasar Segmentasi Geografik Segmentasi geografik membagi pasar menjadi beberapa unit secara geografik seperti negara, regional, propinsi, kota, wilayah kecamatan, wilayah kelurahan dan kompleks perumahan. Segmentasi Demografi Segmentasi pasar demografik membagi pasar menjadi kelompok berdasarkan pada variabel seperti jenis kelamin, umur, status perkawinan, pendapatan, jabatan, lokasi geografi, mobilitas, pendidikan, agama, ras atau kebangsaan. Segmentasi Psikografik Segmentasi psikografik membagi pembeli menjadi kelompok berbeda berdasarkan pada karakteristik kelas sosial, gaya hidup atau kepribadian. Segmentasi Tingkah Laku Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan a1au reaksi mereka terhadap suatu produk. Proses Segmentasi Pasar Proses segmentasi mempunyai beberapa langkah. (1) identifikasi basis segmentasi pasar, (2) mengumpulkan informasi pasar, (3) mengembangkan komposisi profil segmen, (4) penetapan konsekuensi pemasaran, (5) estimasi masing-masing potensi segmen pasar, (6) analisis peluang pasar, dan (7) penetapan penguasaan pasar.
a.Targettlng Bisnis Wallacea Health Center pada awalnya melihat peluang pasar yang ada, sejauh mana memberikan keuntungan dibidang pertumbuhan, profitabilitas, skala ekonomi, resiko yang rendah dan lain-lain. 38 ] Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020
3.Pemosisian dan Differensiasi Bisnis Wallacea Health Center
a.Positioning Dalam memposisikan produknya, bisnis Wallacea Health Center menerapkan 2 langkah utama, yakni:
1.Positioning menurut manfaat. Produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu. Bisnis Wallacea Health Center mencoba strategi ini dengan mengutamakan manfaat yang akan diterima oleh konsumen saat menggunakan dan setelah menggunakan layanan. Hal ini diaplikasikan oleh bisnis Wallacea Health Center sehubungan dengan masih kurangnya bisnis ini yang berbasis ekowisata di Indonesia, kalaupun ada, masih sangat minim dalam hal memikirkan manfaat bagi konsumen penggunanya.
2.Positioning menurut harga/ kualitas. Produk diposisikan sebagai nilai (harga dan kualitas) terbaik. Bisnis Wallacea Health Center memposisikan produk dan layanannya juga melalui harga dan kualitas tinggi. Hal ini dilihat dari sasarannya yaitu kelas menengah sampai menenga ke atas yang akan mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk kualitas terbaik. Sehingga tertanam dalam pikiran pelanggan bahwa kualitas tinggi identik dengan harga tinggi. Ketika produk bisnis Wallacea Health Center ditawarkan dengan harga rendah, maka pelanggan akan kurang berminat/ragu menggunakan lagi.
b.Differensiasi Diferensiasi yang dilakukan bisnis Wallacea Health Center adalah melalui lima dimensi berikut ini:
1.Diferensiasi Produk, membedakan produk utama berdasarkan keistimewaan, kinerja, kesesuaian, daya tahan, keandalan, gaya dan rancangan produk. Produk bisnis Wallacea Health Center lebih awet, memberikan kualitas yang baik yang belum banyak diproduksi dalam negeri serta lebih terfokus pada pelayanannya.
2.Diferensiasi Pelayanan, membedakan pelayanan utama berdasarkan kemudahan pemesanan, pengiriman, konsultasi pelanggan, pemeliharaan dan perbaikan. Dalam hal pelayanan, bisnis Wallacea Health Center terkesan memberikan hal-hal baru. Seperti customer care yang mengecek pelanggan setelah pemakaian jasa dan produk melalui telepon, serta mempekerjakan banyak karyawan yang telah ditraining guna menjaga kenyamanan pelanggan.
3.Diferensiasi Personil, membedakan personil perusahaan/pengelolah berdasarkan kemampuan, kesopanan, kredibilitas, dapat diandalkan, cepat tanggap dan komunikasi yang baik. Setiap karyawan telah difasilitasi pendidikan dari perusahaan/pengelolah guna peningkatan pelayanan. Bisnis Wallacea Health Center sangat menghindari terjadinya antrian dalam penggunaan jasa dan pembelian produk, sehingga ini menjadi salah satu bahan pertimbangan konsumen dalam menentukan pilihannya.
4.Diferensiasi Saluran, langkah pembedaan melalui cara membentuk saluran distribusi, jangkauan, keahlian dan kinerja saluran-saluran tersebut. Dalam hal pemenuhan produk dari kebutuhan dan keinginan konsumen, bisnis Wallacea Health Center tidak menggunakan saluran distribusi. Cukup dengan menjalin hubungan baik dengan konsumen atau pemakai produk secara langsung.
5.Diferensiasi Citra, membedakan citra perusahaan/pengelolah berdasarkan perbedaan identitas melalui penetapan posisi, perbedaan lambang dan perbedaan iklan. Jika dilihat dari officenya saja, bisnis Wallacea Health Center sudah menampakkan citra eksklusif yang menandakan bahwa pengelolah merupakan perusahaan yang bersegmentasi 39 ] Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 k kelas menengah sampai menengah ke atas. Lambang perusahaan yang didesain simple menambah nilai elegan bagi perusahaan. C. Strategi Memasuki Pasar dan Target Kinerja Strategi memasuki Pasar Berdasarkan karakteristik sosio-demografis pasar kawasan Ekowisata Wallacea Health Center Permandian Air Panas Kaindi meliputi :
1.Wisatawan berusia menengah/produktif atau berkisar antara 15-54 tahun, meskipun ada variasi usia berdasarkan kegiatan wisata
2.Unsur penting yang menjadi tujuan kunjungan adalah untuk berekreasi dan mernelihara kesehatan dan kebugaran/terapi kesehatan
3.Menikmati kehangatan mineral spring sebagai bagian dari perjalanan hidupnya, oleh karena dalam mineral spring terdapat kandungan kimia yang dapat memberikan optimisme dalam kesehatan dan kebugaran.
4.Menikmati dan menjalani pengobatan terapi lebah sebagai salah satu alternative pengobatan untuk mengobati berbagai macam penyakit yang dapat disembuhkan dengan metode kesehatan terapi lebah.
5.Menikmati pemandangan dan menikmati suasana dan pengalaman baru. Sejalan dengan karakteristik psikografis wisatawan maka dalam upaya pemasaran apa yang selalu dikaitkan dengan rekreasi yang menumbuhkan kepercayaan wisatawan akan makna dan manfaat berkunjung ke kawasan Ekowisata Wallacea Health Center baik bagi kesehatan maupun kesegaran jasmani dan rohani. Pemasaran dengan bentuk media periklanan adalah satu cara yang tepat yang dapat memikat minat wisatawan untuk berkunjung ke kawasan Ekowisata Wallacea Health Center. Sedangkan segmen pasar kawasan Ekowisata Wallacea Health Center pada umumnya adalah Wisatawan local, wisatawan nusantara dan segmen pasar terbatas wisatawan mancanegara.
1.Strategi Umum adalah pengembangan dan pengelolaan sebagai tempat wisata dengan konsep ekowisata yang berwawasan lingkungan dan berbasis masyarakat local, dengan meningkatkan infrastruktur, mengembangkan pelayanan health center, meningkatkan kompetensi SDM dan pemenuhan standar pelayanan minimal pada pengunjung.
2.Strategi memenangkan pasar dengan pelayanan prima yang tetap cost leadership, artinya tetap dengan tarif terjangkau walaupun memperhitungkan unitcost/ biaya satuan. Tarif ini menggunakan Peraturan Gubemur sehingga cukup flexibel terhadap kenaikan inflasi.
3.Strategi deferensiasi diperlukan untuk mewujudkan pelayanan yang membedakan dengan pelayanan diantara paket wisata yang ada, berbeda dalam hal pelayanannya menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih manusiawi, lebih mementingkan pengunjung, lebih ramah dan selalu menjaga kebersihan lingkungan.
4.Strategi memasuki pasar dengan kemitraan, menjalin hubungan mitra kerja dengan berbagai stake holder dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Prov. Sultra sebagai target pasar. I L__ -40 I Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 IV. DOKUMEN KEUANGAN
1.RENCANA STRATEGI KEGIATAN DAN ANGGARAN Program dan Keglatan KPHP Gularaya A. Summber Dana APBD
1.Program penyedlan gaji dan tunjangan pegawai;
a.Kegiatan penyedian gaji dan tunjangan pegawai
2.Program pelayanan admnistrasi perkantoran
a.Pemyedian jasa surat menyurat
b.Penyedian jasa komunikasi, suber air dan listrik
c.Penyedian jasa admnistrasi keuangan
d.Penyedian jasa kebersihan kantor
e.Penyedian alaty tulis kantor
f.Penyedian barang cetakan dan penggandaan
g.Penyedian perfatan dan perfengkapan kantor \ h. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan per UU , e
i.Penyedian makanan dan miniman
j.Rapat-rapat kordinasi dan konsultasi
k.Peningkatan pelayanan admnistrasi perkantoran
3.Program peningkatan Sarana dan prasarana aparatur
a.Pembangunan gedung kantor
b.Pengadaan kendaraan dinas/operasional C. Pengadaan peralatan gedung kantor
d.Pengadaan mebeuler
e.Pemeliharaan berkala gedung kantor
f.Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dirias/operasional
4.Program Penlngkatan Disiplin Aparatur
a.Pengadaan pakaian dinas beserta kelengkapannya
b.Pengadaan pakaian kerja lapangan -� k c. Pengadaan pakaian Korps ASN +
d.Pengadaan pakaian olah raga
e.Pengadaan pakain Polhut dan perfengkapannya
5.Program penlngkatan kapasitas sumber daya aparatur
a.Pendidikan dan pelatihan formal
b.Bimtek lmplementasi peraturan Per UU
c.Pendidikan dan pelatihan non formal
6.Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan;
a.Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun
b.Penyusunan laporan inventarisasi peralatan,personel, pendanaan dan dokumen
7.Program peningkatan sistem perencanaan Tahunan
a.Penyusunan rencana kerja 41 ] Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 L
b.Program pemanfaatan potensi sumber daya hutan
c.Optimalisasi PNBP
d.Pengawasan dan pengendalian penyaluran dan penggunaan dokumen sahnya hasil hutan
e.Program peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan
f.Perpanjangan surat izin senjata api
8.Program rehabilitasi hutan dan lahan
a.Pembuatan bibit/benih tanaman kehutanan
b.Monitoring, evaluasi dan pelaporan
c.Pengembangan jati lokal dan pemeliharaan kebun pangkas
d.Penghijauan, reboisasi, pemeliharaan tanaman dan pengadaan sarpras pendukung RHL
e.Pembinaan dan pengendalian hutan kemasyarakatan dan hutan desa
9.Program perlindungan dan konservasi sumber daya hutan
a.Penyidikan dan pengamanan kawasan hutan
10.Program perencanaan dan pengembangan hutan
a.Penyiapan perubahan fungsi kawasan hutan
b.Penyusunan data perencanaan kehutanan/ data base kehutanan, dan statistik kehutanan
c.Rapat koordinasi perencanaan pembangunan kehutanan daerah
d.Pemeliharaan batas kawasan hutan
e.Pembinaan penyusunan rencana pengelolaan hutan jangka panjang (RPHJP) KPH
11.Program peningkatan kualitas dan akses Informasi SDH dan LH
a.Ekspose/pameran/promosi hasil hutan sultra B. Sumber Dana APBN
1.Program pengelolaan hutan produksi
a.Fasilitas Sarana dan Prasarana
b.Operasional Kegiatan Kantor Penyusunan Rencana Pengelola Hutan lnventarisasi Berkala Wilayah Kelola dan Penataan Batas Pemanfaatan Hutan pada Wilayah Tertentu Pemberdayaan Masyarakat Pembinaan dan Pemantauan (Controlling) pada areal KPH yang telah ada lzin Pemanfaatan maupun Penggunaan Kawasan Hutan Penyelenggaraan Rehabilitasi Hutan dan Lahan pada Areal di Luar lzin Pembinaan dan Pemantauan (Contro/ing) Pelaksanaan Rehabilitasi dan Reklamasi pada Areal yang Sudah Ada Hak atau lzin Pemanfaatan dan Penggunaan Kawasan Hutannya
j.Perlindungan dan Pengamanan Hutan
k.Koordinasi dan Sinkronisasi antar Pemegang lzin I. Koordinasi dan Sinergi dengan lnstansi dan Pemangku Kepentingan
m.Pengembangan Data Base
n.Pengembangan lnvestasi. 42 ] Rencana Strategi Bisnis KPHP Gularaya 2016 - 2020 C. k d. e. f. g. h. i. BABII PENUTUP Pasal 7 PeraturanGubemurinimulaiberlakupada tanggaldiundangkan. Agarsetiaporangmengetahuinyamemerintahkanpengundangan,Peraturan GubemurinidenganpenempatannyadalamSeritaDaerahProvinsiSulawesi Tenggara. Dr.lr.[#etpspA]a. ADAAb1TptsI • Rs=ooa.elksos.r/y DitetapkandiKendari Padatanggal4-5- 2016 GUBERNURSUJ.J..-ESItelGGARA, � NURALAM DiundangkandiKendari Padatanggal4--2016 SEKRETARISDA SULAWTG -LUKMANABUNAWAS I....,,, SERITADAERAHPROVINS!SULAWESI TENGGARA TAHUN2016 NOMOR: \ \ C. Sumber dana Hibah, Hasil kerja sama dengan pihak lain
1.Program pemberdayaan masyarakat
a.Pemberdayaan ekonomi masyarakat desa mitra KPHP Gularaya melalui pemanfaatan hasil hutan kayu dan non kayu
b.Pendidikan, pelalihan dan peningkatan kapasitas masyarakat mitra KPHP Gularaya
c.Pengembangan HTR, HKm dan bisnis kemilraan D. Sumber Pendapatan Operasional KPHP Gularaya
1.Program Usaha Pemanfaatan hutan
a.Hasil hutan kayu (kayu jati dan kayu rimba)
b.Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yaitu ; bambu, madu, rotan dan potensi lainnya.
c.Hasil dari pengembangan model usaha pertanian dan kehutanan (agroforestry), pertanian, kehutanan dan petemakan (agrosilfopasture), kehutanan dan perikanan (si/fofilshery).
d.Pelayanan produk/jasa ; Ekowisata, jasa lingkungan, pendidikan dan penelitian, sumber daya air dan ekologi/perdagangan karbon . ESI TENGGARA � t NURALAM GUBERNUR SUL at KADISHT I p».T «err&p] ] ApAA, ATP [r. (sAoro,IP l --- Ep±evo AL1Loo k,SH, A+H l 43 I Rencana Strategl Bisnis KPHP Gularaya 2016- 2020 4 G cf Fi 5 .3i rr c 3 c 8 = - ) < z 0 UI 0 C: C: > z z z 0 0 oC= m m ; 0 0 m c: U r 'm � z .,.. -I 00 g 0 7 I g 0 o r 0 ll p 3 @ 0 o g 0 7 ,... cccccc 8 3o 3 £ � � l [! > � f 3 t &&£&8'£ • ? a 3 iii 33 23 ! ! 3 3 3 � 333838 s 3 o .. G £ i a Eg 1 i 0 i f .. :::r 3 )· i t 2[g'Pl± � g= %3[3 BIR]f g 5 3i m g :, ::a. 0 g-::r � 3 - 5 E @5ll [5[3 9 $ = : 59 8 ::, g 2[I [5IP 'lil 3 l $8 i' 5 ... $ c- z g Fz 5 c e , 0 ::, 51 [#»[~/s' g° a 3 ::, s :, f ( ;5llil5lg 3 r i I ; E e c 0 z = 4 = 3 :, f .£ 8 a rI5\8[ill 0 [ :1 £ • r % 0 t i. i a £ - 5 f'i' SI5IEIS\&ls c .. r $ 5 0 s � $ :i ; a - 5 5[g3\pl°[z :, i :, l s :, 0 � .( z I & 8 C ,.. ::, =3 8 3 0 - a sllzl I ; 3 s' 0 ; A 2 l%[' I% 0 0 = � i :, • :, 555 I ... l • 1 $ E' 5lay p G) $ 0 i z ; s c 3 3 • f z5l21el% [3 : a :::r t 0 ; 8 a z]ilk' l i £ 5 f f 9 ::, :, 0::, •u z0 p ~ 5 :, .. 5 5 g 1'[8 2 st 5th G .r C 2g [ml 5 ,.. c 5 5 3 - 3 ~] I' ts 5 ;II. ; o' g [E 3 :, ;s [8, 33 £ i - i 5 � i 0 5 £ - HE I! z $ � "' {% 2 a UI • ::, to = - I 2 • :, ; 3:t,.Q 0 rt 5 0 F
o.9 ' @ a • g I ;- @. • • s go ii, • £ & I i% r 0 p 1 - r :, • or ± 2 0 S .. $ -c 3 9 - $ It 8 - c 3: V\ "' • 0 J 8 » ;., 8' 'I 8 8 8 p 0 8 3 3l. 3 & 0 0 0 0 0 ' ' ' ' ' ' ' ' ' ' 1 I vi u I L - "' c 5 -L - g • d • - � c %8 "' 8 8 + 8 - 8 8 s ... 0 8 8 3 8 s 8 8 -.d - % $ 8 8 3 8 8 8 3 3l. o 3 ' ' ' ' ' ' 8 ' ' ' I % • -- - d - - "Cl - - 6 $ -6 3 - t o 0 0 3 8 s $ 0 o 8 cc - - o 8 c 0 "' s ; C: 8 g 8 8 8 g o 3 - 5 0 8 8 .. ... m 8 8 8 8 8 8 8 3 8 o I 2 8 £z ' ' ' ' ' ' ' o ' ' 'C: 0 - iri - - "' g - 58 g g g 8 &8 %8 ° 0 - 3; c g 0 "' N e1 3 3 8 8& % 3 o o "' 8 • - � 8 «o 8 8 8 8 8 8 3 8 o t ' ' ' ' ' ' ' ' ' 8 'm z - 8 - "' $» o "' .d 3 al d - % s % 8 C ; - 9 8 - - "' � 5 o d 8 g 8 g g 8 8 8 & • ,.,..- c 8 3 8 8 8 3 .., 3l. o 38 ' ' ' ' ' ' 8 ' ' '