2.Punksi / lrigasi Asites Xlll. Pelayanan Orthopedi dan Traumatologi A. Tindakan Medis Kelompok A
1.Angkat K-Wire
2.Debredement Open Fracture
3.Debredement Osteomyelitis
4.Pasang dan Buka NOT
5.Pasang dan Buka Ransel Verband
6.Realesse Triger Finger / De Quarvem
7.Repair Tendon Sederhana
8.Secunder Hecting B. Tindakan Medis Kelompok B
1.Angkat K-Wire dengan Hecting
2.Biopsi Tulang
3.Ekstirpasi Ganglion Carpi
4.Pasang dan Buka Gips
5.Reposisi Tertutup Ekstremitas Atas
6.Reposisi Tertutup Ekstremitas Bawah C. Tindakan Medis Kelompok C
1.Amputasi Jari Kaki atau Tangan(tanpa narkose)
2.Punksi / Irigasi Cairan Sendi XIV. Pelayanan Onkologi / Bedah Tumor A. Tindakan Medis Kelompok A
1.Aspirasi Thyroid
2.Jahitan Luka
3.Secunder Hecting B. Tindakan Medis Kclompok B
1.Biopsi (Pcngambilan Jaringan)
2.FNA(Fine Needle Aspiration)
3.lnsisi Abses Marnmae (Besar)
4.Pengangkatan Neuro Fibroma
5.Pengangkatan Nevus
6.Pengangkatan Skin tag C. Tindakan Medis Kelompok C
1.Ekstirpasi Fibroma
2.Pemasangan WSD
3.Tindakan Bedah Beku
4.Tindakan Bedah Flap
5.'l'indakan Cryosurgery XV. Pelayanan Bedah Urologi A. Tindakan Med is Kelompok A
1..Jahitan Luka
2.Pemasangan Kateter [kasus non Operasi)
3.Punksi Buli-buli
4.Secunder Hecting
5.Visum ct repertum korban hidup B. Tindakan Medis Kelompok B
1.Biopsi (Pengambilan Jaringan)
2.Dilatasi Phimosis
3.FNA(Fine Needle Aspiration) C. Tindakan Medis Kelompok C 1 . Eksisi Keloid
2.Insisi Mucocele
3.Sistostomi
4.Vasektomi
5.Vena secsi XVI. Pelayanan Bedah Digestive A. Tindakan McctisKelompok A
1.Jahitan Luka
2.Klisma
3.Secunder Heeling
4.Tindakan Anoscopy
5.Tindakan Businasi
6.Visum et repertum korban hidup B. Tindakan Medis Kelompok B
1.Biopsi (Pengambilan Jaringan)
2.Eksisi Syringoma
3.FNA(Fine Needle Aspiration)
4.Insisi Intraoral C. Tindakan Medis Kelompok C
1.Eksisi Keloid
2.Fistulectomi
3.Reposisi dengan Anestesi Lokal
4.Suntikan Haemoroid
5.Tindakan Deepening Sulcus
6.Vena secsi XVTT. Pelayanan Bedah Plastik A. Tindakan Medis Kelompok A
1.Jahitan Luka
2.Angkat K-Wire
3.Debredement Open Fracture
4.Debredcment Osteomyelitis
5.Repair Tendon Sederhana
6.Klisma
7.Secunder Hecting
8.Tindakan Anoscopy
9.Tindakan Businasi
10.Visum ct repertum korban hidup
8.Tindakan Medis Kelompok B
1.Biopsi (Pengambilan Jaringan)
2.Angkat K-Wire dengan Hecting
3.Biopsi Tulang
4.Ekstirpasi Ganglion Carpi
5.Eksisi Syringoma
6.FNA (Fine Needle Aspiration)
7.Insisi lntraoral C. Tindakan Medis Kelompok C
1.Eksisi Keloid
2.Fistulectorni
3.Reposisi dengan Anestesi Lokal
4.Suntikan Haemoroid
5.Tindakan Deepening Sulcus
6.Vena secsi XVIII. Pelayanan Bedah Saraf A. Tindakan Medis Kelompok A
1.Jahitan Luka
2.Klisma
3.Secunder Hectiog
4.Tindakan Anoscopy
5.Tindakan Businasi
6.Visum et repertum korban hidup B. Tindakan Medis Kelompok B
1.Biopsi (Pengambilan Jaringan)
2.Eksisi Syringoma
3.FNA (Fine Needle Aspiration)
4.lnsisi lntraoral C. Tindakan Mcdis Kelompok C l . Eksisi Keloid
2.Fistulectomi
3.Reposisi dengan Anestesi Lokal
4.Suntikan Haemoroid
5.Tindakan Deepening Sulcus
6.Vena secsi XlX. Pelayanan Gigi dan Mulut A. Tindakan Medis Kelompok A
1.Trepanasi
2.Grinding
3.Tambal sementara
4.Perawatan saluran akar perkunjungan
5.Tambal amalgan/GIC
6.Cabut gigi susu dengan topikal / intraligament anestesi
7.Cabut gigi permanen tanpa komplikasi
8.Jahit Iuka 1 • 3 jahitan
9.Insisi intra oral
10.Tamponisasi
11.Curretage pocket per gigi B. Tindakan Medis Kelompok B
1.Apek Reseksi
2.Insisi ekstra oral
3.Pencabutan gigi dengan komplikasi
4.Alveolectomyper regio gigi
5.Operculectomy
6.Open flap per gigi
7.Reposisi dislokasi TMJ
8.Splinting gigi avulsi
9.Lepas intermaxillary wire
10.Jahit Iuka 4 - 10 jahitan ALI MAZl ttd GUBERNUR SULAWESI TENGGARA, C. Tindakan Medis Kelompok C
1.Odontectomy
2.Alveolectomy per kuadran
3.Open flap per kuadran
4.Reposisi dan fiksasi fraktur dento alveolar · dengan aslinya o Hukum, ALI MAZI ttd GUBERNUR SULAWESI TENGGARA, KLASIFIKASI PELAYANAN PERSALINAN PERVAGINAM DENGAN PENYULIT I. Persalinan Pervaginam dengan Penyulit/Derajat Ringan
1.Ketuban Pecah Dini
2.Disertai tindakan episiotomy
3.Penjahitan rupture perineum tk 1 dan tk 2
11.Persalinan Pervaginam dengan Penyulit/Derajat Sedang
1.Persalinan dengan induksi persalinan
2.Disertai penjaitan dengan rupture perineum tk 3
3.Persalinan dengan infeksi intrapartum
4.Persalinan pada pasien dengan preek.lampsia ringan
5.Persalinan discrtai anemia defisiensi Fe
6.Pcrsalinan dengan bayi yang !UFO ill. Persalinan Pervaginam dengan Penyulit/Derajat Berat
1.Disertai penjahitan rupture perineum tk 4
2.Persalinan dengan Vakum Ekstraksi
3.Persalinan dengan Ekstraksi Forceps
4.Persalinan dengan distosia bahu
5.Persalinan Sungsang
6.Persalinan dengan robekan serviks disertai penjahitan
7.Persal.inandisertai dengan tindakan manual plasenta
8.Persalinan pervaginam pada pasien dengan riwayat SC
9.Persalinan dengan hipertensi kronis
10.Persalinan pada pasien dengan preeklampsia berat
11.Persalinan pada pasien dengan eklampsia
12.Persalinan pada pasien dengan HELP syndrome
13.Persalinan dengan perdarahan postpartum
14.Persalinan disertai dengan infeksi menular
15.Persalinan pervaginam dengan HN-AIDS
16.Persalinan dengan ASMA
17.Persalinan dengan penyakit jantung
18.Persalinan pada pasien dengan penyakit cndokrin
19.Persalinan pada pasien dengan penyakit karsinoma
20.Persalinan pada pasien dengan kehamilan premature LAMPIRAN CV PERATURAN GUBERNUR SULAWESI TENGGARA NOMOR 3 TAHUN 2023 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN GUBERNUR SULAWESI TENGGARA NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG POLA TARIF PELAYANAN PADA RUMAH SAKlT UMUM DAERAH BAHTERAMAS PROVINS! SULAWESITENGGARA
2.Setelah 24 jam pasca operasi mayor
3.Pasien dalam keadaan tidak sadar
4.Keadaan pasien tidak stabil
5.Observasi tanda-tanda vital setiap 2 jam
6.Perawatan Iuka bakar
7.Perawatan kolostorni
8.Menggunakan alat bantu pernapasan
9.Menggunakan WSD lll. Total Care
1.Pasien membutuhkan bantuan perawat sepenuhnya dan memerlukan waktu perawat yang lebih lama