2.Dokumen Perencanaan kinerja telah memenuhi standar yang baik, yaitu untuk mencapai hasil dengan ukuran kinerja yang SMART, menggunakan pcnyelarasan ( cascading) di setiap level secara logis, serta memperhatikan kinerja bidang lain (crosscutting)
1.Terdapat pedoman teknis perencanaan kinerja.
2.Terdapat dokumen perencanaan kinerja jangka panjang.
3.Terdapat dokumen perencanaan kinerja jangka menengah.
4.Terdapat dokumen perencanaan kinerja jangka pendek.
5.Terdapat dokumen perencanaan aktivitas yang mendukung kinerja.
6.Terdapat dokumen perencanaan anggaran yang mendukung kinerja.
7.Setiap unit satuan kerja merumuskan dan menetapkan Perencanaan Kineria. 1 . Dokumen Perencanaan Kinerja telah difonnalkan.
2.Dokumen Perencanaan Kinerja telah dipublikasikan tepat waktu.
3.Dokumen Perencanaan Kinerja telah menggambarkan kebutuhan atas kinerja kinerja sebenarnya yang perlu dicapai.
4.Kualitas Rumusan Hasil (Tujuan/Sasaran) telah jelas menggambarkan kondisi kinerja yang akan dicapai.
5.Ukuran keberhasilan (Indikator Kinerja) telah memenuhi kriteria SMART.
6.lndikator Kinerja Utama (!KU) telah menggambarkan kondisi Kinerja Utarna yang harus dicapai, tertuang secara berkelanjutan (sustainable - tidak sering - 2 2 I diganti dalam 1 periode Perencanaan Strategis).
7.Target yang ditetapkan dalam Perencanaan Kinerja dapat dicapai (achieveable), menantang, dan realistis.
8.Setiap Dokumen Perencanaan Kinerja menggambarkan hubungan yang berkesinambungan serta selaras an tara kondisi/hasil yang akan dicapai di setiap level jabatan (Cascading).
9.Perencanaan kinerja dapat memberikan informasi tentang hubungan kinerja, strategi, kebijakan, bahkan aktivitas antar bidang/ dengan tu gas clan fungsi lain yang berkaitan (Crosscutting). 10.Setiap pegawai merumuskan dan menetapkan Perencanaan Kinerja.
3.Perencanaan I. Anggaran yang ditetapkan Kinerja telah telah mengacu pada kinerja dimanfaatkan yang ingin dicapai. untuk mewujudkan 2. Aktivitas yang hasil yang dilaksanakan telah berkesinambungan mendukung kinerja yang dicapai.
3.Target yang ditetapkan dalam Perencanaan Kincrja telah dicapai dengan baik, atau setidaknya masih on the right track.
4.Ren can a aksi kinerja dapat berjalan dinamis karena capaian kinerja selalu dipantau secara berkala.
5.Terdapat perbaikan/ penyempumaan Dokumen Perencanaan Kinerja yang ditetapkan dari hasil analisis perbaikan kinerja sebelumnya.
6.Terdapat perbaikan/ penyempurnaan Dokumen Perencanaan Kinerja dalam mewujudkan kondisi/hasil yang lebih baik.
7.Setiap unit/satuan kerja memahami dan peduli, serta berkomitmen dalam mencapai kineria vang - 2 3 telah direncanakan.
8.Setiap pegawai memahami dan peduli, serta berkomitmen dalam mencapai kinerja yang telah direncanakan. �
2.Pengukuran 1 . Pengukuran Kinerja/ 1. Terdapat pedoman teknis Kinerja telah dilakukan pengukuran kinerja dan pengumpulan data kinerja.
2.Terdapat definisi operasional yang jelas atas kinerja dan cara mengukur indikator kinerja.
3.Terdapat mekanisme yang jelas terhadap pengumpulan data kinerja vans dapat diandalkan.
2.Pengukuran Kinerja 1 . Pimpinan selalu terlibat telah menjadi sebagai pengambil kebutuhan dalam keputusan (Decision Maker) mewujudkan dalarn mengukur capaian Kinerja secara kinerja. Efektif dan Efisien 2. Data kinerja yang dan telah dilakukan dikumpulkan telah relevan secara berjenjang untuk mengukur capaian dan berkelanj utan. kinerja yang diharapkan.
3.Data kinerja yang dikumpulkan telah mendukung capaian kinerja yang diharapkan.
4.Pengukuran kinerja telah dilakukan secara berkala.
5.Setiap level organisasi melakukan pemantauan atas pengukuran capaian kinerja unit di bawahnya secara berjenjang.
6.Pengumpulan data kinerja telah memanfaatkan Teknologi Infomasi (Aplikasi).
7.Pengukuran capaian kinerja telah memanfaatkan Teknologi Informasi (Aplikasil
3.Pengukuran Kinerja 1 . Pengukuran Kinerja telah telah dijadikan menjadi dasar dalam dasar dalam penyesuaian (pemberian/ pemberian Reward pengurangan) tunjangan dan Punishment, kinerja/penghasilan. serta penyesuaian 2. Pengukuran Kinerja telah strategi dalam menjadi dasar dalam mencapai kinerja penempatan/ penghapusan yang efektif dan Jabatan baik struktural efisien maupun fungsional.
3.Pengukuran kineria telah - 2 4 I mempengaruhi penyesuaian (Refocusing) Organisasi.
4.Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Strategi dalam mencapai kinerja.
5.Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Kebijakan dalam mencapai Kinerja.
6.Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Aktivitas dalam mencapai Kinerja.
7.Pengukuran kinerja telah mempengaruhi penyesuaian Anggaran dalam mencapai Kinerja.
8.Terdapat efisiensi atas penggunaan anggaran dalam mencapai kinerja.
9.Setiap unit/satuan kerja memahami dan ped uli atas hasil pengukuran kinerja. I O.Setiap pegawai memahami dan peduli atas hasil pengukuran kinerja.
3.Pelaporan 1 . Terdapat Dokumen 1 . Dokumen Laporan Kinerja Kinerja Laporan yang telah disusun. menggambarkan 2. Dokumen Laporan Kinerja Kinerja telah disusun secara berkala.
3.Dokumen Laporan Kinerja tclah diformalkan.
4.Dokumen Laporan Kinerja telah direviu.
5.Dokumen Laporan Kinerja telah dipublikasikan.
6.Dokumen Laporan Kinerja telah disampaikan tepat waktu.
2.Dokumen Laporan I . Dokumen Laporan Kinerja Kinerja telah disusun secara berkualitas memenuhi standar sesuai dengan standar menggambarkan 2. Dokumen Laporan Kinerja kualitas atas telah mengungkap seluruh Pencapaian Kinerja, informasi tentang informasi pencapaian kinerja. keberhasilan/ 3. Dokumen Laporan Kinerja kegagalan kinerja telah menginfokan serta upaya perbandingan realisasi perbaikan/ kinerja dengan target penyempumaannya tahunan.
4.Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi - 2 5 kinerja dengan target jangka menengah.
5.Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi kinerja dengan realisasi kinerja tahun-tahun sebelumnya.
6.Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan perbandingan realisasi kinerja dengan realisasi kinerja di level nasional/ internasional (Benchmark Kinerja).
7.Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan kualitas atas capaian kinerja beserta upaya nyata dan/atau hambatannya.
8.Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan efisiensi alas penggunaan sumber daya dalam mencapai kinerja.
9.Dokumen Laporan Kinerja telah menginfokan upaya perbaikan dan penyempumaan kinerja ke depan (Rekomendasi perbaikan kineria).
3.Pelaporan Kinerja 1 . lnformasi dalam laporan telah memberikan kinerja selalu menjadi dampak yang besar perhatian utama pimpinan dalam penyesuaian (Bertanggung Jawab). strategi/kebijakan 2. Penyajian informasi dalarn dalam mencapai laporan kinerja menjadi kinerja berikutnya kepedulian seluruh pegawai.
3.Informasi dalam laporan kinerja berkala telah digunakan dalam penyesuaian aktivitas untuk mencapai kinerja.
4.lnformasi dalam laporan kinerja berkala telah digunakan dalam penyesuaian penggunaan anggaran untuk mencapai kinerja.
5.lnformasi dalam laporan kinerja telah digunakan dalam evaluasi pencapaian keberhasilan kinerja.
6.Informasi dalam laporan kinerja telah digunakan dalam oenvesuaian - 2 6 perencanaan kerja yang akan dihadapi berikutnya.
7.Informasi dalam laporan kinerja selalu mempengaruhi perubahan budava kineria organisasi.
4.Evaluasi 1 . Evaluasi 1 . Terdapat pedoman teknis Akuntabilitas Akuntabilitas Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Kinerja Internal Kinerja Instansi Pemerintah Internal telah dilaksanakan Internal.
2.Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Internal telah dilaksanakan pada seluruh unit kerja/perangkat daerah.
3.Evaluasi Akuntabilitas Kinerja lnstansi Pemerintah Internal telah dilaksanakan secara berieniang
2.Evaluasi • Evaluasi Akuntabilitas Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kinerja Internal Internal telah dilaksanakan telah dilaksanakan sesuai standar. secara berkualitas 2. Evaluasi Akuntabilitas dengan Sumber Kinerja lnstansi Pemerintah Daya yang memadai Internal telah dilaksanakan oleh SOM yang memadai.
3.Evaluasi Akuntabilitas Kinerja lnstansi Pemerintah Internal telah dilaksanakan dengan pendalaman yang memadai.
4.Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Internal telah dilaksanakan pada seluruh unit kerja/ perangkat daerah.
5.Evaluasi Akuntabilitas Kinerja lnstansi Pemerintah Internal telah dilaksanakan menggunakan Teknologi lnformasi (Aolikasil
3.Implementasi 1. Seluruh rekomendasi atas Sistem hasil evaluasi Akuntabilitas Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kinerja Instansi Internal telah Pemerintah telah ditindaklanjuti. meningkat karena 2. Telah terjadi peningkatan evaluasi implementasi Sistem Akuntabilitas Akuntabilitas Kinerja Kinerja Internal Instansi Pemerintah sehingga dengan melaksanakan memberikan kesan tindak lanjut atas yang nyata rekomendasi hasil evaluasi (dampak) dalam Akuntabilitas Kinerja efektivitas dan lnstansi Pemerintah - 2 7 Internal.
3.Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja lnstansi Pemerintah Internal telah dimanfaatkan untuk perbaikan dan peningkatan akuntabilitas kinerja.
4.Hasil dan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja lnstansi Pemerintah Internal telah dimanfaatkan dalam mendukung efektifitas dan efisiensi kinerja.
5.Telah terjadi perbaikan dan peningkatan kinerja dengan memanfaatkan hasil evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Internal. �------�---------���===�--------
2.Evaluator Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Pelaksana evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Perangkat Daerah adalah Tim Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang ditugaskan oleh lnspektur Daerah untuk melaksanakan evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Perangkat Daerah Provinsi. Tim Evaluator Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah setidaknya terdiri dari Penanggung Jawab, Pengendali Teknis/Supervisor (Pengawas), Ketua Tim, dan Anggota Tim yang akan rnembagi tugas melaksanakan evaluasi Akuntabilitas Kinerja lnstansi Pemerintah Perangkat Daerah dengan mengisi LKE dan Menyusun LHE, serta menyampaikannya kepada pihak yang dievaluasi (Evaluatan). Setiap kriteria yang dinilai pada LKE ini membutuhkan Professional Judgements" dari evaluator karena terkait dengan penilaian kualitatif. LKE disusun dengan maksud sebagai kertas kerja evaluator dalam melakukan pengumpulan, penilaian, analisis, serta penyimpulan data dan informasi.
3.Evaluatan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Evaluatan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Perangkat Daerah terdiri dari Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
4.Pengisian LKE Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Penilaian dilakukan pada sub-komponen evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Perangkat Daerah, dan setiap sub komponen dinilai berdasarkan pemenuhan kualitas dari kriteria. Sub komponen akan dinilai dengan pilihan jawaban AA/A/BB/B/CC/C/D/E, jika kondisi atau gambaran kriteria sesuai dengan gradasi nilai sebagai berikut: