1.Provinsi Aceh 22.914.463
2.Kab. Aceh Barat 22.823.757
3.Kab. Aceh Singkil 11.607.976
4.Kota Banda Aceh 11.577.276
5.Kota Sabang 11.437.877
6.Kota Langsa 11.350.840
7.Kota Lhokseumawe 11.495.501
8.Kota Subulussalam 11.708.396
9.Provinsi Sumatera Utara 11.482.557
10.Kota Medan 11.500.663
11.Kota Sibolga 12.048.078
12.Kota Padangsidimpuan 11.490.939
13.Kota Gunungsitoli 23.281.923
14.Provinsi Riau 11.439.759
15.Kab. Indragiri Hilir 11.891.772
16.Kab. Rokan Hulu 11.448.933
17.Kota Dumai 11.497.572
18.Provinsi Kepulauan Riau 11.335.420
19.Kab. Karimun 11.439.270
20.Kota Tanjung Pinang 11.509.778
21.Provinsi Jambi 11.762.146
22.Kab. Bungo 11.937.841
23.Kab. Tanjung Jabung Barat 11.445.780
24.Kab. Tanjung Jabung Timur 11.348.612
25.KotaJambi 11.808.335
26.Kota Sungai Penuh 11.496.197
27.Provinsi Sumatera Selatan 11.401.219
28.Kab. Musi Rawas 11.365.783
29.Kab. Ogan Komering Ilir 11.678.590
30.Kota Pagar Alam 23.304.804 A. RINCIAN ALOKASI DANA INSENTIF DAERAH KINERJA TAHUN BERJALAN PERIODE KEDUA MENURUT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA (dalarn ribuan rupiah) LAMPIRAN PERATURANMENTER! KEUANGANREPUBLIK INDONESIA NOMOR 170 /PMK.07 /2022 TENTANG DANA INSENTIF DAERAH UNTUK PENGHARGMN KINERJA TAHUN BERJALAN PERIODE KEDUA PADA TAHUN 2022 jdih.kemenkeu.go.id l No. Pemerintah Daerah Total
31.Kota Lubuk Linggau 22.838.540
32.Kab. Ogan Komering Ulu Timur 11.878.289
33.Kab. Empat Lawang 11.438.388
34.Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 23.132.780
35.Kab. Belitung 11.879.433
36.Kata Pangkal Pinang 11.554.741
37.Provinsi Bengkulu 22.720.792
38.Kab. Bengkulu Tengah 11.421.112
39.Kab. Pesisir Barat 11.386.272
40.Kata Metro 11.328.721
41.Provinsi DKI Jakarta 11.383.390
42.Provinsi J awa Barat 11.303.152
43.Kah.Bandung 11.474.359
44.Kab. Ciamis 11.416.101
45.Kab. Cirebon 11.452.448
46.Kata Bogar 11.695.203
47.Kata Sukabumi 11.679.438
48.Kata Tasikmalaya 11.255.413
49.Provinsi Banten 11.476.064
50.Kata Serang 11.546.076
51.Provinsi Jawa Tengah 22.703.741
52.Kata Salatiga 22.548.682
53.Provinsi DI Yogyakarta 11.493.605
54.Kab. Kulon Progo 11.967.872
55.Kota Y ogyakarta 11.359.741
56.Provinsi Jawa Timur 11.590.765
57.Kata Blitar 22.924.258
58.Kata Kediri 11.235.836
59.Kota Mojokerto 11.626.256
60.Kata Pasuruan 11.261.686
61.Kab. Sanggau 11.312.656
62.Kata Singkawang 11.818.184
63.Provinsi Kalimantan Tengah 23.175.704
64.Kab. Kotawaringin Timur 11.979.749
65.Kab. Pulang Pisau 11.616.042
66.Kab. Lamandau 11.393.695
67.Provinsi Kalimantan Selatan 11.868.309
68.Kab. Tabalong 11.432.867
69.Kab. Mahakam Ulu 11.955.586 jdih.kemenkeu.go.id No. Pemerintah Daerah Total
70.Kab. Penajam Paser Utara 11.397.974
71.Provinsi Kaliman tan Utara 11.577.988
72.Kab. Bulungan 11.553.159
73.Kota Tarakan 11.498.439
74.Provinsi Sulawesi Utara 22.823.739
75.Kota Bitung 23.332.130
76.Provinsi Gorontalo 34.894.593
77.Kab. Pohuwato 22.856.337
78.Provinsi Sulawesi Tengah 34.353.513
79.Kab. Banggai 11.763.055
80.Kab. Morowali Utara 11.496.501
81.Kota Palu 11.485.484
82.Kah.Bone 11.431.881
83.Kab. Luwu 11.427.427
84.Provinsi Sulawesi Barat 23.214.554
85.Kab. Mamuju 11.487.588
86.Provinsi Sulawesi Tenggara 11.724.948
87.Provinsi Bali 11.671.417
88.Kab. Buleleng 11.454.514
89.Kab. Jembrana 11.427.374
90.Provinsi Nusa Tenggara Barat 11.356.221
91.Kota Bima 11.731.644
92.Kab. Sikka 11.583.998
93.Kab. Sumba Barat 11.531.329
94.Kab. Sumba Timur 11.441.664
95.Provinsi Maluku 23.517.809
96.KotaAmbon 11.661.999
97.Kota Tual 22.895.290
98.Kab. Maluku Barat Daya 11.458.840
99.Provinsi Maluku Utara 23.445.659
100.Kota Ternate 11.789.245
101.Kota Tidore Kepulauan 23.217.085
102.Provinsi Papua 11.485.688
103.Kab. Merauke 11.489.486
104.Kab. Mimika 11.448.929
105.Kota Jayapura 11.582.731
106.Kab. Sarmi 11.388.825
107.Kab. Manokwari 11.742.940 JUMLAH PROVINS! 461.249.995 jdih.kemenkeu.go.id l No. Pemerintah Daerah Total
a.Gubernur atau wakil Gubernur untuk Daerah provinsi;
b.Bupati atau wakil Bupati untuk Daerah kabupaten;
c.Wali Kota atau wakil Wali Kota untuk Daerah kota; atau
d.Sekretaris Daerah untuk Daerah provinsi/kabupaten/kota.
3.Diisi dengan nomor Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mengenai Dana lnsentif Daerah Kinerja Tahun Berjalan Periode Kedua.
4.Diisi sesuai dengan kegiatan yang akan dilaksanakan.
5.Diisi pagu anggaran yang akan dilaksanakan.
6.Diisi jumlah pagu anggaran yang akan dilaksanakan.
7.Diisi jumlah output yang akan dihasilkan dalam satu jenis kegiatan.
8.Diisi satuan output yang akan dihasilkan dalam satu jenis kegiatan.
9.Diisi sesuai dengan tempat dan tanggal pengajuan penandatanganan laporan.
10.Ditandatangani dan di cap basah oleh Kepala Daer ah/ wakil Kepala Daerah atau sekretaris Daerah bersangkutan.
11.Diisi sesuai dengan nama Kepala Daerah/wakil Kepala Daerah atau sekretaris Daerah bersangkutan. PETUNJUKPENGISIAN jdih.kemenkeu.go.id 1 ••••••••••••••••••••••••••••••••••••••• (15) ........................ (14) Kepala Daerah/wakil Kepala Daerah atau pejabat pengelola keuangan Daerah [I] • . ••. • •• • • • ••••••• •• ••• , •••••..•..••••••.•..•••.•••• ,(13) Bukti-bukti realisasi pembayaran kepada pihak ketiga yang tercantum dalam laporan ini (sejumlah Rp (10!), disimpan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan untuk kelengkapan administrasi dan keperluan pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Demikian laporan ini dibuat dengan sebenarnya . Jenis Kegiatan Jumlah Realisasi Output Jumlah Satuan ..................................... (8) ......................... (9) ........ , •• (11) ........... (12) Jumlah •• , ••••••••••••••••• , •• , ,(10) : Rp (6) .•....••...•........ 01o (7) Penggunaan Dana
a.Realisasi Penggunaan Dana
b.Persentase Penggunaan Dana : Rp (3) : Rp (4) : Rp (5) Realisasi Penyaluran dari RKUN:
a.Periode Pertama
b.Periode Kedua Jumlah Yang bertanda tangan di bawah ini (2J menyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas kebenaran laporan realisasi penggunaan Dana Insentif Daerah Kinerja Tahun Berjalan Tahun Anggaran 2022 ini, dengan rincian sebagai berikut: PROVINSI/KABUPATEN/KOTA (1) TAHUN 2022 LAPORAN REALISASI PENYERAPAN DANA INSENTIF DAERAH KINERJA TAHUN BERJALAN PERIODE KEDUA C. FORMAT LAPORAN REALISASI PENYERAPAN DANA INSENTIF DAERAH KINERJA TAHUN BERJALAN PERIODE KEDUA jdih.kemenkeu.go.id MAS SOEHAR~ ~ ~- NIP 1969092219~~~~ I Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Umum u.b. Kepala Bagian A.,,.·"c-...-.n, \.~~.-- ....... » @ MENTER! KEUANGANREPUBLIKINDONESIA, ttd. SRI MULYANIINDRAWATI No. Uraian
1.Diisi sesuai dengan Daerah yang bersangkutan.
2.Diisi sesuai dengan pejabat yang berwenang di Daerah yang bersangkutan, yakni:
a.Gubernur atau wakil Gubernur untuk Daerah provinsi;
b.Bupati atau wakil Bupati untuk Daerah kabupaten;
c.Wali Kota atau wakil Wali Kota untuk Daerah kota; atau
d.Pejabat pengelola keuangan Daerah.
3.Diisi sesuai dengan jumlah dana yang diterima RKUD dari RKUN pada penyaluran Periode Pertama.
4.Diisi sesuai dengan jumlah dana yang diterima RKUD dari RKUN pada penyaluran Periode Kedua.
5.Diisi sesuai dengan jumlah keseluruhan dana yang diterima RKUD dari RKUN sampai dengan periode laporan.
6.Diisi sesuai dengan jumlah realisasi penggunaan keseluruhan dana yang diterima RKUD dari RKUN sampai dengan periode laporan.
7.Diisi sesuai dengan persentase penyerapan keseluruhan DID yang diterima RKUD terhadap jumlah keseluruhan dana yang diterima RKUD dari RKUN sampai dengan periode laporan.
8.Diisi jenis kegiatan yang sudah dilaksanakan.
9.Diisi jumlah realisasi kegiatan.
10.Diisi sesuai dengan jumlah realisasi pembayaran dari RKUD melalui surat perintah pencairan dana sampai dengan periode laporan.
11.Diisi jumlah output yang dihasilkan dalam satu jenis kegiatan.
12.Diisi jenis satuan untuk kegiatan yang dilaksanakan.
13.Diisi sesuai dengan tempat dan tanggal pengajuan penandatanganan la po ran.
14.Ditandatangani dan dicap basah oleh Kepala Daerah / wakil Kepala Daerah atau pejabat pengelola keuangan Daerah bersangkutan.
15.Diisi sesuai dengan nama Kepala Daerah / wakil Kepala Daerah atau pejabat pengelola keuangan Daerah bersangkutan. PETUNJUK PENGISIAN jdih.kemenkeu.go.id