Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 15 Januari 2014 MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA TIFATUL SEMBIRING Diundangkan di Jakarta pada tanggal 21 Januari 2014 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2014 NOMOR 100 No Jabatan Paraf
a.Sistem alat dan perangkat penerima televisi siaran digital harus mempunyai menu untuk memasukkan dan menyimpan kode lokasi dimana sistem alat bantu penerima siaran televisi digital (set top box) dan penerima televisi siaran digital berada.
b.Sistem alat dan perangkat penerima televisi siaran digital harus bisa memproses konten yang memiliki PID untuk EWS yang ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pemrosesan konten sebagaimana dimaksud tercantum dalam poin 2.
c.Sistem alat dan perangkat penerima televisi siaran digital harus bisa menampilkan pesan EWS pada layar televisi sesuai dengan informasi hasil pemrosesan konten pada huruf b di atas. Tampilan pesan EWS sebagaimana dimaksud tercantum dalam poin 2.
d.Sistem alat dan perangkat penerima televisi siaran digital harus dilengkapi sistem dan speaker buzzer EWS.
2.Fitur EWS Pemrosesan konten yang memiliki PID untuk EWS Gambar 1. Pemrosesan konten EWS pada alat dan perangkat penerima televisi siaran digital (DVB-T2). Alat dan perangkat penerima televisi siaran digital melakukan proses filter informasi EWS yaitu dengan melakukan Filter Sub Sistem Service Information, dalam bentuk tabel-tabel EWS berupa Private Section Table. Tabel-tabel EWS harus dapat mengakomodir informasi-informasi yang akan diinformasikan ke pemirsa. Informasi (dalam format teks) yang harus disampaikan diantaranya adalah sebagai berikut:
a.otoritas pengirim informasi bencana
b.jenis bencana
c.waktu terjadinya bencana
d.posisi terjadinya bencana
e.karakteristik dari bencana
f.pesan atau keterangan dari bencana
g.status dari bencana
h.lokasi-lokasi yang berpotensi terkena bencana Tabel yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: Tabel ID dan alokasi untuk Ekstensi tabel ID No. Tabel Ekstensi Tabel ID 1 TRDW (TABLE REGION OF DISASTER WARNING) 0x01 2 TCDW (TABLE CODE OF DISASTER WARNING) 0x02 3 TMDW (TABLE MESSAGE OF DISASTER WARNING) 0x03 Sintak tabel Table Region of Disaster Warning (TRDW) yang berfungsi untuk menambahkan region peringatan bencana. Tabel ini memiliki id extension = 0x01. Syntax (After Standard Header) Of Bits Mnemonic TRDW_section() { table_id section_syntax_indicator private_indicator reserved private_section_length table_id_extension reserved version_number current_next_indicator section_number last_section_number disaster_code location_type_code package_id number_of_location_code for (i=0;i<N;i++){ location_code length_location_code for (j=0;j<C;j++){ char_location_code } 8 1 1 2 12 16 2 5 1 8 8 16 8 8 8 24 8 8 uimsbf bslbf bslbf bslbf uimsbf uimsbf bslbf uimsbf bslbf uimsbf uimsbf uimsbf uimsbf uimsbf uimsbf * uimsbf uimsbf } CRC_32 } 32 rpchof Keterangan : section_number : nomor dari tiap-tiap section. last_section_number : jumlah total section data yang dibuat. disaster_code : menunjukan kode dari jenis disaster. location_type_code : merupakan field untuk menunjukan bahwa data yang mempunyai location_type_code yang sama akan mempunyai beberapa location_code dengan satu disaster_code tertentu. Tabel Kode jenis level bencana (location_type_code) No. Jenis level Bencana location_type_code 1 Awas 0x01 2 Siaga 0x02 3 Waspada 0x03 package_id : menunjukkan total keseluruhan package_id yang akan dibuat. number_of_location_code : menunjukkan jumlah location_code yang akan dibuat pada setiap section. location_code : adalah kode untuk sebuah lokasi. length_location_code : adalah panjang karakter untuk deskripsi dari location_code. char_location_code : adalah deskripsi dari location_code. Tabel Sintaks Tabel Code of Disaster Warning (TCDW) yang berfungsi untuk menambahkan kode peringatan bencana. Tabel ini memiliki nomor id extension = 0x02. Syntax (After Standard Header) Of Bits Mnemoni c TCDW_section() { table_id section_syntax_indicator private_indicator reserved private_section_length table_id_extension reserved version_number current_next_indicator section_number last_section_number number_of_disaster_code for (i=0;i<N;i++){ 8 1 1 2 12 16 2 5 1 8 8 8 uimsbf bslbf bslbf bslbf uimsbf uimsbf bslbf uimsbf bslbf uimsbf uimsbf uimsbf package_ authority disaster_code length_ for (j=0; char_disaster_code } length_disaster_position for (k=0; char_disaster_position } length_disaster_date for (l=0; char_disaster_date } length_disaster_characteristic for ( char_disaster_characteristic } } CRC_32 } Keterangan : section_number last_section_number number_of_disaster_code package_id Authority Tabel Kode otoritas (authority) bencana No. Lembaga yang Berwenang 1 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( 2 Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) disaster_code: code dari tiap Tabel Simbol No Warning 1 Gempa Bumi package_id authority disaster_code length_disaster_code for (j=0;j<O;j++){ har_disaster_code length_disaster_position for (k=0;k<P;k++){ har_disaster_position length_disaster_date for (l=0;l<Q;l++){ har_disaster_date length_disaster_characteristic for (m=0;m<R;m++){ har_disaster_characteristic CRC_32 8 8 16 8 8 8 8 8 8 8 8 32 : nomor dari tiap-tiap section. last_section_number : jumlah total section data yang dibuat (3). number_of_disaster_code : merupakan jumlah disaster_code dibuat. : menunjukkan total keseluruhan akan dibuat. : merupakan kode untuk otoritas bencana Tabel Kode otoritas (authority) bencana Lembaga yang Berwenang Simbol/logo Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) adan Nasional enanggulangan encana (BNPB) code dari tiap-tiap disaster. Tabel Simbol-simbol untuk masing-masing bencana yang ada Warning Simbol Kode 16 32 uimsbf uimsbf uimsbf uimsbf uimsbf uimsbf uimsbf uimsbf uimsbf uimsbf uimsbf rpchof tiap section. jumlah total section data yang dibuat (3). disaster_code yang akan menunjukkan total keseluruhan package_id yang merupakan kode untuk otoritas bencana Tabel Kode otoritas (authority) bencana Simbol/logo Kode otoritas 0x01 0x02 masing bencana yang ada Kode warning (Heksa) 0x01 2 Tsunami 0x02 3 Letusan Gunung Berapi 0x03 4 Gerakan Tanah 0x04 5 Banjir 0x05 6 Kekeringan 0x06 7 Kebakaran Hutan dan Lahan 0x07 8 Erosi 0x08 9 Kebakaran Gedung dan Pemukiman 0x09 10 Gelombang Ekstrim dan Abrasi 0x0A 11 Cuaca Ekstrim 0x0B 12 Kegagalan Teknologi 0x0C 13 Epidemi dan Wabah Penyakit 0x0D 14 Konflik Sosial 0x0E 15 Cadangan 0xFF Keterangan : Untuk masing-masing symbol seperti yang terlihat pada tabel di atas ukuran frame minimal 108 x 108 piksel length_disaster_code : merupakan panjang deskripsi dari char_disaster_code. char_disaster_code : adalah deskripsi kode bencana. length_disaster_position : merupakan panjang deskripsi dari char_disaster_position. char_disaster_position : adalah deskripsi posisi bencana. length_disaster_date : merupakan panjang deskripsi dari char_disaster_date. char_disaster_date : adalah deskripsi tanggal dari bencana length_disaster_ characteristic : merupakan panjang deskripsi dari char_disaster_characteristic . char_disaster_ characteristic : adalah deskripsi karateristik dari bencana Tabel Sintaks Table Message of Disaster Warning (TMDW) yang berfungsi untuk menambahkan pesan peringatan bencana. Tabel ini memiliki nomor id extension = 0x03 Keterangan : section_number : nomor dari tiap-tiap section. last_section_number : jumlah total section data. location_type_code : field untuk menunjukan bahwa data yang mempunyai location_type_code yang sama akan mempunyai beberapa location_code dengan satu disaster_code tertentu. Syntax (After Standard Header) Of Bits Mnemoni c TMDW_section() { table_id section_syntax_indicator private_indicator reserved private_section_length table_id_extension reserved version_number current_next_indicator section_number last_section_number location_type_code package_id for (i=0;i<N;i++){ length_information_message for (j=0;j<C;j++){ char_information_message } } CRC_32 } 8 1 1 2 12 16 2 5 1 8 8 8 8 16 8 32 uimsbf bslbf bslbf bslbf uimsbf uimsbf bslbf uimsbf bslbf uimsbf uimsbf uimsbf uimsbf uimsbf uimsbf rpchof package_id : menunjukkan total keseluruhan package_id yang akan dibuat. length_information_message : adalah panjang dari deskripsi informasi pesan char_information_message : adalah deskripsi dari informasi pesan.
3.Proses pembuatan dan pendeteksian kode lokasi
a.kode lokasi perangkat alat dan perangkat penerima televisi digital berbasis standar digital dijelaskan sebagai variabel penunjuk keberadaan perangkatalat bantu penerima siaran televisi digital (set top box) dan penerima televisi digital berbasis standar digital saat digunakan oleh pengguna.
b.jumlah digit kode lokasi sebanyak 5 (lima) digit angka yaitu: .
c.kode lokasi bencana yang terkandung dalam TS EWS diletakkan pada variabel sintaks Tabel TRDW.
d.proses pendeteksian lokasi bencana dari Transport Stream EWS berdasarkan struktur dan alur seperti yang diilustrasikan sebagai berikut:
e.Jumlah digit pendeteksian kode lokasi wilayah bencana didasarkan pada sintaks location_code pada tabel TRDW. 1 432 5
f.Menu untuk pengisian kode lokasi dijalankan dan ditampilkan pada saat pengguna pertama kali menggunakan perangkat alat bantu penerima siaran televisi digital (set top box) dan penerima televisi siaran digital berbasis standar digital dan atau pengguna saat melakukan pengaturan untuk mencari kanal program siaran.
4.Tampilan Pesan EWS Tampilan pesan EWS pada layar TV didasarkan pada informasi kode status Bencana yang diterima seperti pada tabel 1 dibawah ini Tabel Korelasi Status Bencana dengan location_type_code Status Bencana location_type_code Awas 0x01 Siaga 0x02 Waspada 0x03
a.Tampilan Pesan EWS dengan Status AWAS Tampilan dengan status awas ini dimunculkan, apabila variabel lokasi sistem alat dan perangkat penerima televisi siaran digital (DVB-T2) sama dengan salah satu nilai dari sintaks location_code pada tabel TRDW, dimana nilai dari location_type_code = 0x01. Dibawah ini adalah ilustrasi template tampilan pesan EWS dengan Status AWAS; Gambar Template tampilan pesan EWS pada layar TV dengan Status AWAS Keterangan : 1) Logo/simbol bencana – simbol dari kode bencana (disaster_code) sesuai dengan Tabel Simbol-simbol untuk masing-masing bencana yang ada. 2) Logo/simbol otoritas bencana–simbol dari authority sesuai dengan Tabel Kode otoritas (authority) bencana. 3) Status wilayah bencana–Status wilayah bencana yang bersesuaian dengan location_type_code sesuai dengan Tabel Kode jenis level bencana (location_type_code). Status wilayah bencana ditulis dengan huruf font berwarna merah. 4) Lokasi dari wilayah bencana - char_location_code. 5) Jenis bencana – char_disaster_code. 6) Tanggal dan waktu kejadian bencana - char_disaster_date. 7) Posisi dari kejadian bencana - char_disaster_position. 8) Karakteristik dari kejadian bencana-char_disaster_ characteristic. 9) Keterangan/saran untuk wilayah bencana- char_information_message. Disamping menampilkan pesan EWS pada layar TV seperti ilustrasi pada Gambar Template tampilan pesan EWS pada layar TV dengan Status AWAS, alat bantu penerima siaran televisi digital (set top box) dan penerima televisi siaran digital (DVB-T2) diharuskan memicu fungsi sistemnya untuk menyalakan sirine buzzer.
b.Tampilan Pesan EWS dengan Status Siaga Tampilan dengan status Siaga ini dimunculkan, apabila Variabel lokasi sistem alat dan perangkat penerima televisi siaran digital (DVB-T2) sama dengan salah satu nilai dari sintaks location_code padatabel TRDW, dimana nilai dari location_type_code = 0x02. Dibawah ini adalah ilustrasi template tampilan pesan EWS dengan Status SIAGA. Gambar Template tampilan pesan EWS pada layar TV dengan status SIAGA. Keterangan: 1) logo/simbol bencana– simbol dari kode bencana (disaster_code) sesuai dengan tabel simbol-simbol untuk masing-masing bencana yang ada. 2) logo/simbol otoritas bencana – simbol dari authority sesuai dengan. 3) tabel kode otoritas (authority) bencana. 4) status wilayah bencana–Status wilayah bencana yang bersesuaian dengan location_type_code sesuai dengan Tabel kode jenis level bencana (location_type_code). Status wilayah bencana ditulis dengan huruf font berwarna oranye. 5) lokasi dari wilayah bencana - char_location_code. 6) jenis bencana – char_disaster_code. 7) tanggal dan waktu kejadian bencana - char_disaster_date. 8) posisi dari kejadian bencana - char_disaster_position. 9) karakteristik dari kejadian bencana-char_disaster_ characteristic. 10) keterangan/saran untuk wilayah bencana- char_information_message. Disamping menampilkan pesan EWS pada layar TV seperti ilustrasi pada Gambar Template tampilan pesan EWS pada layar TV dengan status SIAGA, alat bantu penerima siaran televisi digital (set top box) dan penerima televisi siaran digital (DVB-T2) diharuskan memicu fungsi sistemnya untuk menyalakan sirine buzzer.
c.Tampilan Pesan EWS dengan Status WASPADA Tampilan pesan EWS dengan status Waspada ini dimunculkan, apabila variabel lokasi sistem alat dan perangkat penerima televisi siaran digital (DVB-T2) sama dengan salah satu nilai dari sintaks location_code pada tabel TRDW, dimana nilai dari location_type_code = 0x03. Dibawah ini adalah ilustrasi template tampilan pesan EWS dengan Status Waspada; Gambar Template tampilan pesan EWS pada layar TV dengan status WASPADA. Keterangan: 1) logo/simbol bencana – simbol dari kode bencana (disaster_code) sesuai dengan Tabel Simbol-simbol untuk masing-masing bencana yang ada. 2) logo/simbol otoritas bencana – simbol dari authority sesuai dengan tabel kode otoritas (authority) bencana . 3) status wilayah bencana – Status wilayah bencana yang bersesuaian dengan location_type_code sesuai dengan tabel kode jenis level bencana (location_type_code). Status wilayah bencana ditulis dengan huruf font berwarna hijau 4) lokasi dari wilayah bencana - char_location_code. 5) jenis bencana – char_disaster_code. 6) tanggal dan waktu kejadian bencana - char_disaster_date. 7) posisi dari kejadian bencana - char_disaster_position. 8) karakteristik dari kejadian bencana - char_disaster_ characteristic. 9) keterangan/saran untuk wilayah bencana- char_information_message. Catatan: 1) kode-kode sintaks yang digunakan pada lampiran ini menggunakan referensi tabel-tabel yang tersedia 2) simbol bencana, simbol authority, dan status wilayah bencana tersimpan di dalamalat dan perangkat penerima televisi siaran digital (DVB-T2) 3) tampilan dengan status waspada dapat juga ditampilkan dalam mode TEKS BERJALAN, seperti yang terlihat pada gambar berikut: Gambar. Template tampilan pesan EWS pada layar TV dengan status WASPADA mode teks berjalan 1) Jenis karakter huruf ditetapkan menggunakan huruf Arial yang ukurannya disesuaikan oleh masing masing pabrikan. 2) ID untuk TS dengan konten Early Warning System (EWS) Penetapan ID yang terkandung dalam TS EWS sebagai berikut: 1) Program ID EWS : 911 = 0x38F 2) Paket ID EWS : 128 = 0x80 3) Service Type : 128 = 0x80 4) Elementary Stream ID : 128 = 0x80 Penetapan ID EWS sebagai ID khusus, agar pemanfaatannya tidak berbenturan terhadap penggunaan ID layanan pada penyelenggara MUX, Serta penetapan ID EWS ini dapat dipakai oleh industri alat dan perangkat penerima televisi siaran digital (DVB-T2)dalam proses filterisasi data EWS. Gempa, Tanggal 20/9/2011:Jam 23.21 wib, posisi 108LS 25BT, kekuatan 5S STATUS WASPADA :TEGAL Arah teks berjalan Keterangan ID EWS adalah sebagai berikut: 1) Program ID EWS : adalah PMT PID dari Transport Stream 2) Paket ID EWS : adalah ID dari paket data yang terkandung dalam PES EWS 3) Service Type : adalah Tipe dari konten Paket, berupa data,audio atau video untuk Service type EWS yang dideklarasikan sebagai privat data. 4) Paket ID dan Program ID tidak boleh sama.
d.Perubahan location_code Perubahan konten kode lokasi Bencana diberikan dalam bentuk data Biner BCD (Binary Code Decimal) dengan panjang data sebesar 24 bit. Sebagai contoh sebagai berikut: Pada data lokasi bencana dengan kode 43567, maka deretan data yang dikirimkan adalah: 4 3 5 6 7 --> 0x4 0x3 0x5 0x6 0x7 0xF 4bit 4bit 4bit 4bit 4bit 4bit Dimana sisa 0xF adalah sebagai 4bit cadangan, yang dapat diabaikan.
e.Prosedur menampilkan dan menjalankan kode lokasi dari perangkatalat dan perangkat penerima televisi siaran digital (DVB-T2). Menu pengisian Kode Lokasi wajib ditampilkan pada saat alat dan perangkat penerima televisi siaran digital (DVB-T2) berfitur EWS pertama kali dijalankan oleh pengguna. 1) pengguna dapat dengan mudah memasukkan kode lokasi alat dan perangkat penerima televisi siaran digital (DVB-T2) sebesar 5 (lima) Digit kode lokasi sesuai dengan lokasi kode pos setempat. 2) alat bantu penerima siaran televisi digital (set-top-box) dan perangkat penerima televisi siaran digital juga menyediakan menu pengisian dan penggantian lokasi kode pos yang dapat diakses sewaktu-waktu oleh pengguna, apabila pengguna menginginkan perubahan terhadap kode lokasinya.
f.Prosedur menampilkan kejadian bencana 1) perangkat alat dan perangkat penerima televisi siaran digital (DVB- T2) berfitur EWS menampilkan Informasi Bencana apabila kode lokasi alat dan perangkat penerima televisi digital (DVB-T2) sesuai dengan area kode lokasi daerah bencana yang terkandung dalam data EWS. 2) perangkat tidak boleh merespon segala jenis aktifitas tombol remote kontrol pada saat mendeteksi dan menampilkan informasi EWS yang berisi informasi berstatus AWAS dan SIAGA, peraturan tidak berlaku untuk kondisi WASPADA. 3) perangkat alat dan perangkat penerima televisi siaran digital (DVB- T2) berfitur EWS tidak diperbolehkan menjalankan alarm serta menampilkan informasi bencana sebelum proses pengolahan dan pemfilteran informasi EWS yang dilakukan oleh perangkat tersebut berhasil/suksesmenerima dan mengolah semua tabel/data/konten dari data EWS yang dikirimkan oleh otoritas bencana. 4) perangkat alat dan perangkat penerima televisi siaran digital (DVB- T2) berfitur EWS pada saat kondisi (sedang) menampilkan informasi bencana akan berhenti menampilkan informasi bencana tersebut apabila ada perubahan package_id bernilai 0XFF dan serta area Kode lokasi bencana tidak sesuai dengan area kode lokasi perangkat. MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA ttd TIFATUL SEMBIRING No Jabatan Paraf
1.Sekjen Kemkominfo
2.Dirjen SDPPI
3.Kepala Biro Hukum