menetapkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian www.peraturan.go.id 2017, No.1228 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 12 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyiapan Infrastruktur Prioritas; Mengingat : 1. Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2014 tentang Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 164) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 122 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2014 tentang Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 363);
2.Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8);
3.Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2015 tentang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 9);
4.Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 5 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 768);
5.Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 12 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyiapan Infrastruktur Prioritas (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 47); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG PERCEPATAN PENYIAPAN INFRASTRUKTUR PRIORITAS. www.peraturan.go.id 2017, No.1228 Pasal I Lampiran dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 12 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyiapan Infrastruktur Prioritas (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 47) diubah, sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri Koordinator ini. Pasal II Peraturan Menteri Koordinator ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. www.peraturan.go.id 2017, No.1228 Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri Koordinator ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Agustus 2017 MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN ttd DARMIN NASUTION Diundangkan di Jakarta pada tanggal 6 September 2017 DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA ttd WIDODO EKATJAHJANA www.peraturan.go.id 2017, No.1228 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG PERCEPATAN PENYIAPAN INFRASTRUKTUR PRIORITAS DAFTAR INFRASTRUKTUR PRIORITAS No. Proyek Prioritas Lokasi
1.Jalan Tol Serang – Panimbang Provinsi Banten
2.Jalan Tol Manado – Bitung Provinsi Sulawesi Utara
3.Jalan Tol Balikpapan – Samarinda Provinsi Kalimantan Timur
4.Jalan Tol Trans Sumatera
a.Jalan Tol Medan – Binjai - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera;
b.Jalan Tol Palembang – Simpang Indralaya - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera;
c.Jalan Tol Pekanbaru – Kandis – Dumai - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera;
d.Jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar – bagian dari 8 ruas Trans Sumatera;
e.Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera;
f.Jalan Tol Pematang Panggang –
a.Provinsi Sumatera Utara;
b.Provinsi Sumatera Selatan;
c.Provinsi Riau;
d.Provinsi Lampung;
e.Provinsi Lampung – Provinsi Sumatera Selatan;
f.Provinsi Sumatera Selatan; www.peraturan.go.id 2017, No.1228 Kayu Agung - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera;
g.Jalan Tol Palembang – Tanjung Api- Api - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera;
h.Jalan Tol Kisaran – Tebing Tinggi - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera;
i.Jalan Tol Binjai – Langsa - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera;
j.Jalan Tol Langsa – Lhokseumawe - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera;
k.Jalan Tol Lhokseumawe – Sigli - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera;
l.Jalan Tol Sigli – Banda Aceh - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera;
m.Jalan Tol Pekanbaru – Bangkinang – Payakumbuh – Bukit Tinggi - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera;
n.Jalan Tol Bukittinggi – Padang Panjang – Lubuk Alung – Padang - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera; dan
o.Jalan Tol Tebing Tinggi – Pematang Siantar – Prapat Tarutung – Sibolga - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera.
g.Provinsi Sumatera Selatan;
h.Provinsi Sumatera Utara;
i.Provinsi DI Aceh – Provinsi Sumatera Utara;
j.Provinsi DI Aceh;
k.Provinsi DI Aceh;
l.Provinsi DI Aceh;
m.Provinsi Riau – Provinsi Sumatera Barat;
n.Provinsi Sumatera Barat; dan
o.Provinsi Sumatera Utara.
5.Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi Provinsi Jawa Timur
6.Jalan Tol Yogyakarta – Bawen Provinsi DI Yogyakarta – Provinsi Jawa Tengah
7.Pembangunan Rel Kereta Api Provinsi Kalimantan Timur Provinsi Kalimantan Timur
8.Kereta Api Makassar – Parepare (Tahap I dari pengembangan jalur Lintas Barat Sulawesi Bagian Selatan) Provinsi Sulawesi Selatan
9.Kereta Api Ekspres SHIA (Soekarno Provinsi DKI Jakarta – Provinsi www.peraturan.go.id 2017, No.1228 Hatta – Sudirman) Banten
10.Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Koridor North – South Provinsi DKI Jakarta
11.Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/ Light Rail Transit (LRT) Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi Provinsi DKI Jakarta – Provinsi Jawa Barat
12.Light Rail Transit (LRT) Provinsi Sumatera Selatan (Metro Palembang) Provinsi Sumatera Selatan
13.Penyelenggaraan Perkeretaapian Umum di Wilayah Provinsi DKI Jakarta Provinsi DKI Jakarta
14.Pengembangan Pelabuhan Hub Internasional Kuala Tanjung Provinsi Sumatera Utara
15.Pengembangan Pelabuhan Hub Internasional Bitung Provinsi Sulawesi Utara
16.Pembangunan Pelabuhan Patimban Provinsi Jawa Barat
17.Inland Waterways/CBL Cikarang – Bekasi – Laut Provinsi Jawa Provinsi DKI Jakarta – Provinsi Jawa Barat
18.Pelapa Ring Broadband di 57 Kab/Kota melalui Pola Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur (KPBU) Nasional
19.Central Java Power Plant (CJPP)/PLTU Batang Provinsi Jawa Tengah
20.PLTU Indramayu Provinsi Jawa Barat
21.PLTU Mulut Tambang a. Provinsi Sumatera Selatan;
b.Provinsi Jambi;
c.Provinsi Riau;
d.Provinsi Kalimantan Timur; dan
e.Provinsi Kalimantan Tengah.
22.Pembangkit Listrik Berbasis Tenaga Gas di 18 Provinsi
a.Provinsi Riau;
b.Provinsi Kep. Bangka www.peraturan.go.id 2017, No.1228 Belitung;
c.Provinsi Banten;
d.Provinsi Jawa Barat;
e.Provinsi Jawa Tengah;
f.Provinsi Jawa Timur;
g.Provinsi Kalimantan Tengah;
h.Provinsi Kalimantan Timur;
i.Provinsi Kalimantan Utara;
j.Provinsi Sulawesi Tengah;
k.Provinsi Sulawesi Selatan;
l.Provinsi Sulawesi Tenggara;
m.Provinsi Nusa Tenggara Barat;
n.Provinsi Nusa Tenggara Timur;
o.Provinsi Maluku;
p.Provinsi Maluku Utara;
q.Provinsi Papua; dan
r.Provinsi Papua Barat.
23.Central – West Java Transmission Line Provinsi Jawa Tengah – Provinsi Jawa Barat
24.Transmisi Sumatera 500 kV a. Provinsi Sumatera Selatan;
b.Provinsi Jambi;
c.Provinsi Riau; dan
d.Provinsi Sumatera Utara.
25.Kilang Minyak Bontang Provinsi Kalimantan Timur
26.Kilang Minyak Tuban (ekspansi) Provinsi Jawa Timur
27.Upgrading kilang-kilang eksisting (RDMP)
a.Provinsi Jawa Tengah;
b.Provinsi Riau;
c.Provinsi Sumatera Selatan;
d.Provinsi Jawa Barat; dan
e.Provinsi Kalimantan Timur. www.peraturan.go.id 2017, No.1228
28.Pengembangan Lapangan Abadi Wilayah Kerja Masela Provinsi Maluku
29.Pengembangan Lapangan Gendalo, Maha, Gandang, Gahem, dan Bangka (Indonesian Deep Water Development/IDD) Provinsi Kalimantan Timur
30.Proyek Tangguh LNG Train 3 Provinsi Papua Barat
31.Pengembangan Lapangan Unitisasi Gas Jambaran – Tiung Biru Provinsi Jawa Timur
32.Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat Provinsi Jawa Tengah
33.Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur Provinsi Jawa Barat
34.Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung
35.Jakarta Sewerage System Pengolahan Limbah Jakarta Provinsi DKI Jakarta
36.Tanggul Laut (Fase A) Provinsi DKI Jakarta
37.Energi Asal sampah kota-kota besar (Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar)
a.Provinsi DKI Jakarta;
b.Provinsi Banten;
c.Provinsi Jawa Barat;
d.Provinsi Jawa Tengah;
e.Provinsi Jawa Timur;
f.Provinsi Bali; dan
g.Provinsi Sulawesi Selatan. MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN ttd. DARMIN NASUTION www.peraturan.go.id