Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 April 2019 MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. SITI NURBAYA Diundangkan di Jakarta pada tanggal 10 Mei 2019 DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA ttd. WIDODO EKATJAHJANA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2019 NOMOR 521 Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM, ttd. KRISNA RYA LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/4/2019 TENTANG SPESIFIKASI TEKNIS KANDANG TRANSPOR DAN KANDANG TRANSIT SATWA LIAR CONTOH KANDANG TRANSPOR SATWA LIAR
1.KANDANG TRANSPOR KARNIVORA BESAR. TAMPAK DEPAN TAMPAK BELAKANG Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 180 cm x 65 cm x 120 cm Bahan Dinding : Besi/aluminium plat berpori sebagian atau seluruhnya (plat pervorated), ketebalan 2-3 mm, bagian dalam smooth. Rangka : Besi hollow stainless, ukuran batang besi 2 mm (30 x 30 mm). Lantai : Besi hollow ukuran sekurang-kurangnya 20 mm x 40 mm ketebalan 2 mm, disusun parallel dengan celah 1 cm atau besi/aluminum plat dengan model yang sama. Model Kandang berbentuk kotak (box) dengan tulangan; Akses satwa berupa pintu sebanyak 2 buah dengan sistem slide/geser ke atas dengan pengunci/gembok; Pintu observasi (2 buah) ukuran 10x25 cm pada bagian atas kandang sebagai akses perawat; Dilengkapi dengan ring bulat dan batang besi untuk menggotong atau mengangkat menggunakan crane; Pembuangan kotoran terbuat dari bahan besi/aluminium yang dapat dilepas; Bagian bawah kandang dibuat dengan sistem kaki – kaki (open board) dan jika perlu, dapat ditambahkan dengan roda dilengkapi pengunci. Keterangan Contoh satwa liar karnivora besar yang sesuai dengan ukuran ini adalah Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Macan tutul (Panthera pardus melas)dan karnivora lainnya yang seukuran; Untuk mengurangi temperature kandang, bahan dapat dikombinasikan antara besi plat dan kayu/papan lapis dengan ketebalan sekurang-kurangnya 18 mm. TAMPAK SAMPING TAMPAK ATAS
2.KANDANG TRANSPOR KARNIVORA SEDANG. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 80 cm x 40 cm x 50 cm Bahan Dinding : Besi/aluminium plat berpori sebagian atau seluruhnya (plat pervorated), ketebalan 2-3 mm, bagian dalam smooth. Rangka : Besi hollow stainless, ukuran batang besi 2 mm (30 x 30 mm). Lantai : Besi hollow ukuran sekurang-kurangnya 20 mm x 40 mm ketebalan 2 mm, disusun parallel dengan celah 1 cm. Model Kandang berbentuk kotak (box) dengan tulangan; Akses satwa berupa pintu sebanyak 2 buah dengan sistem slide/geser ke atas dengan pengunci/gembok; Pintu observasi (2 buah) ukuran 10 cm x 25 cm pada bagian atas kandang sebagai akses perawat; Dilengkapi dengan ring bulat dan batang besi untuk menggotong atau mengangkat menggunakan crane; Pembuangan kotoran terbuat dari bahan besi/aluminium yang dapat dilepas dan dicuci; Bagian bawah kandang dibuat dengan sistem kaki – kaki (open board) dan jika perlu dapat ditambahkan dengan roda dengan pengunci. Keterangan Contoh satwa liar karnivora sedang yang sesuai dengan ukuran ini adalah Macan Dahan (Neofelis nebulosa diardi), Beruang Madu (Helarctos malayanus) dan karnivora lainnya yang seukuran; Untuk mengurangi temperature kandang, bahan dapat dikombinasikan antara besi plat dan kayu/papan lapis dengan ketebalan sekurang-kurangnya 18 mm.
3.KANDANG TRANSPOR PRIMATA TIPE A. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 100 cm x 80 cm x 75 cm Bahan Dinding :Besi/aluminium plat berpori sebagian atau seluruhnya (plat pervorated), ketebalan 2-3 mm, bagian dalam smooth. Rangka :Besi hollow stainless, ukuran batang besi 2 mm (30 x 30 mm). Lantai :Besi hollow ukuran sekurang-kurangnya 20 mm x 40 mm ketebalan 2 mm, disusun parallel dengan celah 1 cm atau besi/aluminum plat dengan model yang sama. Model Kandang berbentuk kotak (box) dengan tulangan; Akses satwa berupa pintu sebanyak 2 buah dengan sistem slide/geser ke atas dengan pengunci/gembok; Pintu observasi (2 buah) ukuran 10 cm x 10 cm pada bagian atas kandang; Jendela berjeruji berukuran 30x 15 cm di kedua pintu kandang; Dilengkapi dengan ring bulat dan batang besi untuk menggotong atau mengangkat menggunakan crane; Pembuangan kotoran terbuat dari bahan besi/aluminium yang dapat dilepas dan dicuci; Bagian bawah kandang dibuat dengan sistem kaki – kaki (open board) dan jika perlu, dapat ditambahkan dengan roda dilengkapi pengunci. Keterangan Contoh satwa liar Primata Tipe A adalah Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dan primata lain yang seukuran; Pori-pori pada dinding tidak terlalu besar untuk menghindari orang utan mengeluarkan jari; Untuk mengurangi temperature kandang, bahan dapat dikombinasikan antara besi plat dan kayu/papan lapis dengan ketebalan sekurang-kurangnya 18 mm.
4.KANDANG TRANSPOR PRIMATA TIPE B. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 45 cm x 60 cm x 65 cm Bahan Dinding : Besi/aluminium plat berpori (plat pervorated), ketebalan 2- 3 mm atau papan/kayu lapis tahan air dengan ketebalan 12 mm dengan bagian dalam smooth. Rangka : Besi hollow stainless, ukuran batang besi 2 mm (30 x 30 mm) atau Besi L (M.S.Angle) 2 mm (30 mm x 30 mm). Lantai : Papan/kayu lapis tahan air berpori (plat pervorate) dengan ketebalan sekurang-kurangnya 12 mm. Model Kandang berbentuk kotak (box) dengan tulangan; Akses satwa berupa pintu sebanyak 1 buah dengan sistem slide/geser ke atas dengan pengunci/gembok; Pintu observasi 1 (satu) buah ukuran 10 cm x 10 cm pada bagian atas kandang; Kandang yang terbuat dari besi/aluminium plat harus dilengkapi dengan jendela berjeruji/wiremesh berukuran 30x 15 cm di pintu kandang; Dilengkapi dengan ring bulat dan batang besi untuk menggotong dan tali tas berbahan polyester atau yang sejenis untuk menggendong; Pembuangan kotoran yang terbuat dari bahan besi/aluminium yang dapat dilepas dan dicuci; Bagian bawah kandang dibuat dengan sistem kaki – kaki. Keterangan Contoh satwa liar Primata Tipe B adalah semua primata berukuran kecil seperti Monyet Yaki (Macaca nigra), Surili (Presbytis comate), Owa Jawa (Hylobates moloch) termasuk Tarsius Lariang (Tarsius lariang) dan Kukang (Nycticebus coucang); Kandang berdinding papan/kayu lapis yang tahan air digunakan untuk kegiatan pengangkutan yang harus dilaksanakan dengan menggendong kandang.
5.KANDANG TRANSPOR PRIMATA TIPE B (GENDONG). Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 45 cm x 60 cm x 65 cm Bahan Dinding : Besi/aluminium plat berpori (plat pervorated), ketebalan 2- 3 mm atau papan/kayu lapis tahan air dengan ketebalan 12 mm dengan bagian dalam smooth. Rangka : Besi hollow stainless, ukuran batang besi 2 mm (30 x 30 mm) atau Besi L (M.S.Angle) 2 mm (30 mm x 30 mm). Lantai : Papan/kayu lapis tahan air berpori (plat pervorate) dengan ketebalan sekurang-kurangnya 12 mm. Model Kandang berbentuk kotak (box) dengan tulangan; Akses satwa berupa pintu sebanyak 1 buah dengan sistem slide/geser ke atas dengan pengunci/gembok; Pintu observasi 1 (satu) buah ukuran 10 cm x 10 cm pada bagian atas kandang; Kandang yang terbuat dari besi/aluminium plat harus dilengkapi dengan jendela berjeruji/wiremesh berukuran 30x 15 cm di pintu kandang; Dilengkapi dengan ring bulat dan batang besi untuk menggotong dan tali tas berbahan polyester atau yang sejenis untuk menggendong; Pembuangan kotoran yang terbuat dari bahan besi/aluminium yang dapat dilepas dan dicuci; Bagian bawah kandang dibuat dengan sistem kaki – kaki. Keterangan Contoh satwa liar Primata Tipe B adalah semua primata berukuran kecil seperti Monyet Yaki (Macaca nigra), Surili (Presbytis comate), Owa Jawa (Hylobates moloch) termasuk Tarsius Lariang (Tarsius lariang) dan Kukang (Nycticebus coucang); Kandang berdinding papan/kayu lapis yang tahan air digunakan untuk kegiatan pengangkutan yang harus dilaksanakan dengan menggendong kandang.
6.KANDANG TRANSPOR UNGULATA BUKAN MAMALIA BESAR. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 1) 120 cm x 65 cm x 80 cm 2) 150 cm x 70 cm x 120 cm (bertanduk) Bahan Dinding : Papan/kayu lapis tahan air dengan ketebalan sekurang- kurangnya 18 mm, bagian dalam smooth. Rangka : Kayu kelas I (50 mm x 70 mm) atau besi hollow stainless, ukuran batang besi 2 mm (30 x 30 mm) Lantai : Papan/kayu lapis tahan air dengan ketebalan sekurang- kurangnya 18 mm Model Kandang berbentuk kotak (box) dengan tulangan (spesifikasi sekurang-kurangnya sama dengan spesifikasi rangka) Akses satwa berupa pintu sebanyak 2 (dua) buah dari bahan kayu/papan lapis atau besi/aluminium plat dengan sistem slide/geser ke atas dan dilengkapi pengunci/gembok. Pintu observasi (2 buah) ukuran 10x25 cm pada bagian atas kandang sebagai akses perawat. Ventilasi : Lubang sebanyak ≥10 lubang dengan Ø =20 mm, atau bagian terbuka pada 2 (dua) sisi dinding yang berseberangan dengan lebar 40-60 mm Dilengkapi dengan ring bulat dan batang besi untuk menggotong atau mengangkat menggunakan crane Bagian bawah kandang dibuat dengan sistem kaki – kaki (open board) dan jika perlu, dapat ditambahkan dengan roda dilengkapi pengunci. Keterangan Contoh satwa liar Ungulata adalah Rusa Timor (Rusa timorensis), Kijang Muncak (Muntiacus muntjak) dan satwa ungulata lain yang seukuran. Dilengkapi label pintu Masuk (In) dan Keluar (Out) dibagian samping atas kandang. Pada saat akan digunakan, serbuk kayu atau material lain yang berfungsi sebagai penyerap (absorber) diletakkan di atas lantai, agar satwa tidak terjatuh/tergelincir.
7.KANDANG TRANSPOR MAMALIA BESAR TIPE A. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 300 cm x 120 cm x 250 cm Bahan Dinding : Besi/aluminium plat berpori (plat pervorated), ketebalan sekurang-kurangnya 2 mm, bagian dalam smooth. Rangka : Besi hollow stainless, ukuran batang besi 2 mm (30 x 30 mm) Lantai : Papan/kayu lapis tahan air dengan ketebalan sekurang- kurangnya 25 mm Model Kandang berbentuk kotak (box) dengan tulangan (spesifikasi sekurang-kurangnya sama dengan spesifikasi rangka) Pintu terdiri atas pintu bagian depan dan bagian belakang. Pintu bagian depan berupa pintu 2 (dua) sisi sebagai akses memasukkan makanan dan minuman dan juga berfungsi sebagai pintu observasi. Pintu bagian belakang sebagai pintu akses masuk satwa yang terdiri atas pintu berjeruji dengan sistem slide/geser ke atas di bagian dalam dan pintu 2 (dua) sisi di bagian luar. Penghalang portable berupa pipa besi sekurang-kurangnya berdiameter 2 inci dengan ketebalan 2 mm disusun secara vertikal dengan jarak 40 cm dari pintu bagian depan. Ventilasi masing-masing 2 (dua) buah pada bagian samping kandang dengan ukuran 30 cm x 40 cm (LxT) Lantai kandang terbuat dari bahan dari papan/kayu lapis tahan air 18 mm. Bagian bawah kandang dibuat dengan sistem kaki – kaki (open board) dan jika perlu, dapat ditambahkan dengan roda dilengkapi pengunci. Keterangan Contoh satwa liar Mamalia Besar Tipe A adalah Gajah Sumatera (Elephas maximus) dan Mamalia besar lainnya yang seukuran. Dilengkapi label pintu Depan (Front) dan Belakang (Back) di bagian samping atas kandang. Pada saat akan digunakan, serbuk kayu atau material lain yang berfungsi sebagai penyerap (absorber) diletakkan di atas lantai. Jika diperlukan dapat dibuatkan tangga permanen di bagian samping kandang.
8.KANDANG TRANSPOR MAMALIA BESAR TIPE B. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 300 cm x 120 cm x 180 cm Bahan Dinding : Papan/kayu lapis tahan air dengan ketebalan sekurang- kurangnya 18 mm, bagian dalam smooth. Rangka : Besi L , ukuran batang besi 2 mm (50 x 50 mm) Lantai : Papan/kayu lapis tahan air dengan ketebalan sekurang- kurangnya 4 cm dengan karet busa. Model Kandang berbentuk kotak (box) dengan tulangan (sekurang kurangnya berupa besi/aluminium plat 50 mm x 50 mm dengan ketebalan 2 mm mengelilingi kandang). Akses satwa berupa pintu sebanyak 1 (satu) buah, model pintu dibuka dari arah samping. memiliki 2 bagian, bagian bawah untuk pembersihan dan bagian atas untuk observasi dan komunikasi. Pintu observasi (2 buah) ukuran 10x25 cm pada sudut bawah sisi samping dan 2 (dua) buah di bagian atas kandang sebagai akses perawat. Bagian bawah kandang dibuat dengan sistem kaki–kaki (open board) dan jika perlu, dapat ditambahkan dengan roda dilengkapi pengunci. Keterangan Contoh satwa liar Mamalia Besar Tipe B adalah Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) dan Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Banteng (Bos javanicus) dan mamalia besar lainnya yang seukuran dapat menggunakan kandang dengan bahan dan model yang sama dengan kandang transpor ini. Dilengkapi label pintu Masuk (In) dan Keluar (Out) di bagian samping atas kandang. Pada saat akan digunakan, serbuk kayu atau material lain yang berfungsi sebagai penyerap (absorber) diletakkan di atas lantai.
9.KANDANG TRANSPOR MAMALIA LAUT. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 60 cm x 40 cm x 30 cm Bahan Dinding : Papan/kayu lapis tahan air (ketebalan sekurang- kurangnya 12 mm) dengan bagian dalam smooth. Rangka : Besi pipa 2 inchi dengan ketebalan 2 mm dilapis dengan busa . Model Kandang berbentuk kotak (box). Akses satwa berupa pintu papan/kayu lapis tahan air (ketebalan sekurang-kurangnya 12 mm) dengan sistem engsel di bagian atas dan tidak lepas dari kandang pada saat dibuka . Dilengkapi dengan ring bulat atau batang besi untuk menggotong atau mengangkat. Media tempat meletakkan mamalia laut terbuat dari kain beludru yang cukup tebal pada bagian dalam dan dilapis dengan terpal kanvas di bagian luar. Kandang ditutup dengan terpal plastik. Keterangan Contoh satwa liar Mamalia Laut adalah yang termasuk dalam family Delphinidae seperti Lumba Lumba Moncong Panjang (Delphinus capensis), Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) dan family Dugongidae seperti Duyung (Dugong dugon).
10.KANDANG TRANSPOR BURUNG BERUKURAN BESAR NON-RAPTOR TIPE A (JANTAN). Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 75 cm x 60 cm x 150 cm Bahan Dinding : Besi/aluminium plat (ketebalan sekurang-kurangnya 2 mm) atau papan/kayu lapis tahan air dengan (ketebalan sekurang-kurangnya 12 mm untuk satwa jantan atau 10 mm untuk satwa betina) dan berpori (plat pervorated), serta bagian dalam smooth. Rangka : Kayu ukuran 30 x 30 mm atau Besi hollow stainless (ukuran 30 x 30 mm ketebalan 2 mm) atau Besi L (ukuran30 mm x 30 mm, ketebalan 2 mm). Lantai : Papan/kayu lapis tahan air dengan ketebalan sekurang- kurangnya 12 mm. Model Kandang berbentuk kotak (box) dengan tulangan. Akses satwa berupa pintu sebanyak 1 (dua) buah di bagian belakang kandang dengan sistem slide/geser ke atas dan dilengkapi pengunci/gembok. Bagian depan kandang menggunakan jeruji atau wiremesh. Jendela observasi berukuran 15 cm x 10 cm di kedua sisi kandang. Dilengkapi dengan ring bulat dan batang besi untuk menggotong atau mengangkat. Keterangan Contoh satwa liar Burung Berukuran Besar Non-Raptor Tipe A adalah Burung Kasuari Gelambir-Ganda (Casuarius casuarius) dan burung lain yang seukuran. Pada saat akan digunakan, serbuk kayu atau material lain yang berfungsi sebagai penyerap (absorber) diletakkan di atas lantai.
11.KANDANG TRANSPOR BURUNG BERUKURAN BESAR NON-RAPTOR TIPE A (BETINA). Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 75 cm x 60 cm x 75 cm Bahan Dinding : Besi/aluminium plat (ketebalan sekurang-kurangnya 2 mm) atau papan/kayu lapis tahan air dengan (ketebalan sekurang-kurangnya 12 mm untuk satwa jantan atau 10 mm untuk satwa betina) dan berpori (plat pervorated), serta bagian dalam smooth. Rangka : Kayu ukuran 30 x 30 mm atau Besi hollow stainless (ukuran 30 x 30 mm ketebalan 2 mm) atau Besi L (ukuran30 mm x 30 mm, ketebalan 2 mm). Lantai : Papan/kayu lapis tahan air dengan ketebalan sekurang- kurangnya 12 mm. Model Kandang berbentuk kotak (box) dengan tulangan. Akses satwa berupa pintu sebanyak 1 (dua) buah di bagian belakang kandang dengan sistem slide/geser ke atas dan dilengkapi pengunci/gembok. Bagian depan kandang menggunakan jeruji atau wiremesh. Jendela observasi berukuran 15 cm x 10 cm di kedua sisi kandang. Dilengkapi dengan ring bulat dan batang besi untuk menggotong atau mengangkat. Keterangan Contoh satwa liar Burung Berukuran Besar Non-Raptor Tipe A adalah Burung Kasuari Gelambir-Ganda (Casuarius casuarius) dan burung lain yang seukuran. Pada saat akan digunakan, serbuk kayu atau material lain yang berfungsi sebagai penyerap (absorber) diletakkan di atas lantai.
12.KANDANG TRANSPOR BURUNG BERUKURAN BESAR NON-RAPTOR TIPE B (JANTAN). Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 60 cm x 250 cm x 75 cm Bahan Dinding : Papan/kayu lapis tahan air (ketebalan sekurang- kurangnya 12 mm) atau besi/aluminium plat (ketebalan sekurang-kurangnya 2 mm) dengan bagian dalam smooth. Rangka : Kayu ukuran 30 x 30 mm atau Besi hollow stainless (ukuran 30 x 30 mm ketebalan 2 mm) atau Besi L (ukuran30 mm x 30 mm, ketebalan 2 mm).. Lantai : Papan/kayu lapis tahan air dengan ketebalan sekurang- kurangnya 12 mm. Model Kandang berbentuk kotak (box) dengan tulangan. Akses satwa berupa pintu berjeruji sebanyak 2 buah (burung jantan) dan 1 buah pintu berjeruji (burung betina) dengan sistem slide/geser ke atas dengan pengunci/gembok. Jendela observasi 2 (dua) buah ukuran 20 cm x 10 cm pada kedua sisi kandang. Dilengkapi dengan ring bulat dan batang besi untuk menggotong atau mengangkat. Bagian bawah kandang dibuat dengan sistem kaki – kaki (open board) dan jika perlu, dapat ditambahkan dengan roda dilengkapi pengunci (kandang burung jantan. Keterangan Contoh satwa liar Burung Berukuran Besar Non-Raptor Tipe B adalah Merak Hijau (Pavo muticus), Kuau Raja (Argusianus argus) dan burung besar lainnya yang seukuran. Pada saat akan digunakan, serbuk kayu atau material lain yang berfungsi sebagai penyerap (absorber) diletakkan di atas lantai.
13.KANDANG TRANSPOR BURUNG BERUKURAN BESAR NON-RAPTOR TIPE B (BETINA). Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 75 cm x 60 cm x 75 Bahan Dinding : Papan/kayu lapis tahan air (ketebalan sekurang- kurangnya 12 mm) atau besi/aluminium plat (ketebalan sekurang-kurangnya 2 mm) dengan bagian dalam smooth. Rangka : Kayu ukuran 30 x 30 mm atau Besi hollow stainless (ukuran 30 x 30 mm ketebalan 2 mm) atau Besi L (ukuran30 mm x 30 mm, ketebalan 2 mm).. Lantai : Papan/kayu lapis tahan air dengan ketebalan sekurang- kurangnya 12 mm. Model Kandang berbentuk kotak (box) dengan tulangan. Akses satwa berupa pintu berjeruji sebanyak 2 buah (burung jantan) dan 1 buah pintu berjeruji (burung betina) dengan sistem slide/geser ke atas dengan pengunci/gembok. Jendela observasi 2 (dua) buah ukuran 20 cm x 10 cm pada kedua sisi kandang. Dilengkapi dengan ring bulat dan batang besi untuk menggotong atau mengangkat. Bagian bawah kandang dibuat dengan sistem kaki – kaki (open board) dan jika perlu, dapat ditambahkan dengan roda dilengkapi pengunci (kandang burung jantan. Keterangan Contoh satwa liar Burung Berukuran Besar Non-Raptor Tipe B adalah Merak Hijau (Pavo muticus), Kuau Raja (Argusianus argus) dan burung besar lainnya yang seukuran. Pada saat akan digunakan, serbuk kayu atau material lain yang berfungsi sebagai penyerap (absorber) diletakkan di atas lantai.
14.KANDANG TRANSPOR BURUNG RAPTOR DAN PARUH BENGKOK BERUKURAN BESAR. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 60 cm x 60 cm x 75 cm Bahan Dinding : Besi/aluminium plat (ketebalan sekurang-kurangnya 2 mm) dengan bagian dalam smooth. Rangka : Besi hollow stainless (ukuran 30 x 30 mm ketebalan 2 mm) atau Besi L (ukuran30 mm x 30 mm, ketebalan 2 mm). Lantai : Stainless steel wiremesh (diameter sekurang-kurangnya 2 mm). Model Kandang berbentuk kotak (box) dengan tulangan. Akses satwa berupa pintu berjeruji sebanyak 2 buah (burung jantan) dan 1 buah pintu berjeruji (burung betina) dengan sistem slide/geser ke atas dengan pengunci/gembok. Jendela observasi 2 (dua) buah ukuran 20 cm x 10 cm pada kedua sisi kandang. Dilengkapi dengan ring bulat dan batang besi untuk menggotong atau mengangkat. Pembuangan kotoran yang terbuat dari bahan besi/aluminium yang dapat dilepas. Memiliki tenggeran burung. Keterangan Contoh satwa liar Burung Raptor adalah Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), Rajawali Totol (Clanga clanga) dan burung raptor lainnya yang seukuran. Contoh satwa liar Burung Paruh Bengkok Berukuran Besar adalah termasuk pada family Cacatuidae seperti Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea), Kakatua Raja (Probosciger aterrimus) dan burung paruh bengkok lainnya yang seukuran. Kandang ini juga dapat digunakan sebagai kandang burung family Bucerotidae seperti Rangkong Gading (Rhinoplax vigil), Julang Emas (Rhyticeros undulates) dan burung lainnya yang seukuran.
15.KANDANG TRANSPOR BURUNG KECIL ATAU SEDANG. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 100 cm x 40 cm x 22.5 cm Bahan Dinding : Papan/kayu lapis tahan air (ketebalan sekurang- kurangnya 12 mm) dengan bagian dalam smooth. Lantai : Stainless steel wiremesh (diameter sekurang-kurangnya 2 mm). Model Kandang berbentuk trapesium. Bagian dalam kandang menggunakan adjustable partition system. Setiap partisi hanya untuk 1 (satu) ekor burung, namun apabila burung yang diangkut harus berpasangan maka partisi dapat dibuka. Akses satwa berupa pintu berbahan kayu/papan lapis tahan air atau plat besi/aluminium sebanyak 1 buah pintu berjeruji dengan sistem slide/geser ke atas dengan pengunci/gembok. Dilengkapi dengan ring bulat untuk menggotong atau mengangkat. Besi Wire mesh (1-2 mm)di bagian atas dinding samping yang miring Dilengkapi penutup dari kain. Memiliki tenggeran. Keterangan Contoh Burung Berukuran Kecil Tunggal adalah dari family Psittacidae seperti Nuri raja Ambon (Alisterus amboinensis) dan Serindit Jawa (Loriculus pusillus) serta burung kecil lainnya dalam kandang tunggal. Contoh Burung Berukuran Sedang Tunggal dan atau Berpasangan adalah dari family Sturnidae seperti Curik/Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) atau dari family Muscicapidae.
16.KANDANG TRANSPOR BURUNG KECIL BERKELOMPOK. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 75 cm x 60 cm x 75 cm Bahan Dinding : Papan/kayu lapis tahan air (ketebalan sekurang- kurangnya 12 mm) atau besi/aluminium plat (ketebalan sekurang-kurangnya 2 mm) dengan bagian dalam smooth. Rangka : Kayu ukuran 30 x 30 mm atau Besi hollow stainless (ukuran 30 x 30 mm ketebalan 2 mm) atau Besi L (ukuran30 mm x 30 mm, ketebalan 2 mm). Lantai : Stainless steel wiremesh (diameter sekurang-kurangnya 2 mm). Model Kandang berbentuk kotak (box) dengan tulangan. Akses satwa berupa pintu berbahan stainless steel wiremesh sebanyak 1 buah pintu berjeruji dengan sistem slide/geser ke atas dengan pengunci/gembok. Jendela observasi 2 (dua) buah ukuran 20 cm x 10 cm pada kedua sisi kandang. Dilengkapi dengan ring bulat dan batang besi untuk menggotong atau mengangkat. Pembuangan kotoran yang terbuat dari bahan besi/aluminium yang dapat dilepas dan dicuci. Memiliki tenggeran. Keterangan Contoh satwa liar Burung Berukuran Kecil dan Berkelompok adalah burung dari family Nectariniidae, Estrildidae dan Alcedinidae serta burung kecil lain yang seukuran. Kapasitas kandang muat untuk burung kecil berkelompok dengan jumlah sebanyak-banyaknya 20 ekor.
17.KANDANG TRANSPOR REPTIL BESAR. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 400 cm x 60 cm x 40 cm Bahan Dinding : Papan/kayu lapis tahan air (ketebalan sekurang- kurangnya 18 mm) atau besi/aluminium plat (ketebalan sekurang-kurangnya 2 mm) dengan bagian dalam smooth. Rangka : Kayu ukuran 30 x 30 mm atau Besi hollow stainless (ukuran 30 x 30 mm ketebalan 2 mm) atau Besi L (ukuran30 mm x 30 mm, ketebalan 2 mm). Lantai : Papan/kayu lapis tahan air (ketebalan sekurang- kurangnya 18 mm). Model Kandang berbentuk kotak (box) dengan tulangan. Akses satwa berupa pintu besi/aluminium plat (ketebalan sekurang-kurangnya 2 mm) sebanyak 2 buah dengan sistem slide/geser ke atas dengan pengunci/gembok. Jendela observasi 2 (dua) buah ukuran 20 cm x 20 cm pada bagian atas kandang. Dilengkapi dengan ring bulat atau batang besi untuk menggotong atau mengangkat. Lantai kandang menggunakan sistem slide/geser yang berfungsi memasukkan dan mengeluarkan satwa ke dan dari dalam kandang. Keterangan Contoh satwa liar Reptil Besar adalah Biawak Komodo (Varanus komodoensis), dan reptil yang termasuk family Crocodilidae seperti Buaya Muara (Crocodylus porosus) serta reptile lain yang seukuran. Jika diperlukan, dapat ditambahkan pintu pada bagian atas kandang. Opsi Bahan : Besi/Aluminium Plat
18.KANDANG TRANSPOR REPTIL LAIN DAN AMPHIBI. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) Disesuaikan dengan jenis satwa Bahan Dinding : Papan/kayu lapis tahan air (ketebalan sekurang- kurangnya 12 mm) dengan bagian dalam smooth. Rangka : Papan/kayu solid ukuran sekurang-kurangnya 25 x 25 mm atau Besi L (ukuran 25 mm x 25 mm, ketebalan 2 mm). Lantai : Papan/kayu lapis tahan air (ketebalan sekurang- kurangnya 12 mm). Model Kandang berbentuk kotak (box). Akses satwa berupa pintu papan/kayu lapis tahan air (ketebalan sekurang-kurangnya 12 mm) dengan sistem engsel di bagian atas dan tidak lepas dari kandang pada saat dibuka. Dilengkapi dengan ring bulat atau batang besi untuk menggotong atau mengangkat. Keterangan Contoh satwa liar Reptil Lain adalah semua jenis-jenis reptil kecil seperti family Cheloniidae, Chelidae, Dermochelyidae dan Pythonidae termasuk Herpetofauna serta semua reptil lain yang seukuran. Sedangkan contoh ampibi adalah Kodok Merah (Leptophryne cruuentata) dan semua jenis ampibi yang seukuran. Kandang hanya merupakan wadah setelah satwa dimasukkan ke dalam karung berbahan kain yang cukup kuat dan tebal atau media lain yang sesuai dengan ukuran kandang. Untuk satwa yang tidak langsung diletakkan ke dalam kotak, maka pada saat akan digunakan, serbuk kayu atau material lain yang berfungsi sebagai penyerap (absorber) diletakkan di atas lantai.
19.KANDANG TRANSPOR IKAN. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 60 cm x 40 cm x 40 cm Bahan Dinding : Papan/kayu lapis tahan air (ketebalan sekurang- kurangnya 12 mm) dengan bagian dalam smooth. Rangka : Papan/kayu solid ukuran sekurang-kurangnya 25 x 25 mm atau Besi L (ukuran 25 mm x 25 mm, ketebalan 2 mm). Lantai : Papan/kayu lapis tahan air (ketebalan sekurang- kurangnya 12 mm). Model Kandang berbentuk kotak (box). Akses satwa berupa pintu papan/kayu lapis tahan air (ketebalan sekurang-kurangnya 12 mm) dengan sistem engsel di bagian atas dan tidak lepas dari kandang pada saat dibuka . Dilengkapi dengan ring bulat atau batang besi untuk menggotong atau mengangkat. Keterangan Contoh satwa liar ikan adalah semua jenis-jenis ikan yang berukuran sedang dan kecil. Kandang hanya merupakan wadah setelah satwa dimasukkan ke dalam kantong air berisi oksigen yang sesuai dengan ukuran kandang. Salinan sesuai dengan aslinya MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEPALA BIRO HUKUM, KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. ttd. KRISNA RYA SITI NURBAYA LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/4/2019 TENTANG SPESIFIKASI TEKNIS KANDANG TRANSPOR DAN KANDANG TRANSIT SATWA LIAR CONTOH KANDANG TRANSIT SATWA LIAR
1.KANDANG TRANSIT BADAK. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 400 cm x 400 cm x 200 cm (tidak termasuk atap) Bahan Dinding : Pagar dari besi (diameter 4 inci dan tebal 3 mm) Lantai : Beton Atap : Seng/genteng (menutupi seluruh bangunan kandang) Model Kandang berbentuk kotak (box) tanpa bagian yang bersudut. Pintu sebanyak 1 (satu) buah berukuran sekurang-kurangnya (LxT) 180 cm x 200 cm dengan sistem engsel buka ke samping dengan pengunci/gembok. Pagar dibuat dengan jarak lebih kurang 20 cm. Keterangan Pintu keluar-masuk satwa dapat disesuaikan dengan ukuran pintu kandang transpor. Dilengkapi saluraran pembuangan air. Model kandang transit ini dapat digunakan oleh satwa ungulata lainnya termasuk gajah dengan mempertimbangkan ukuran satwa. Dilengkapi dengan selang air yang berfungsi untuk menyiram satwa.
2.KANDANG TRANSIT MAMALIA. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 800 cm x 400 cm x 200 cm Bahan Dinding : Bagian samping dan belakang berbahan bangunan tembok dan bagian depan berbahan jeruji. Lantai : Beton, khusus jenis-jenis primata, menggunakan pondasi gantung berbahan jeruji. Atap : Seng/genteng (menutupi seluruh bangunan kandang) Model Kandang berbentuk kotak (box). Pintu sebanyak 1 (satu) buah berukuran sekurang-kurangnya (LxT) 80 cm x 180 cm dengan sistem engsel buka ke samping dengan pengunci/gembok. Pintu terdiri atas 2 (dua) bagian. Pintu bagian bawah berukuran (LxT) 80 cm x 75 cm berfungsi sebagai pintu memasukkan dan mengeluarkan satwa. Pintu bagian atas berukuran (LxT) 80 cm x 105 cm. Jeruji dibuat dengan jarak selebar-lebarnya 10 cm untuk mamalia berukuran besar dan 5 cm untuk mamalia berukuran sedang dan kecil. Bila diperlukan dapat dilapis dengan wiremesh untuk memastikan satwa tidak dapat keluar dari dalam kandang. Kolam air permanen berukuran sekurang-kurangnya (PxL) 100 cm x 50 cm. Dilengkapi dengan tempat tidur satwa berbahan kayu/papan lapis berukuran sekurang-kurangnya 150 cm x 100 cm yang diletakkan menggantung pada dinding beton. Memiliki saluran pembuangan. Bila diperlukan, di bagian depan kandang dibuatkan pagar setinggi sekurang-kurangnya 50 cm dengan jarak sekurang- kurangnya 50 cm dari kandang. Keterangan Pintu keluar-masuk satwa memiliki ukuran yang disesuaikan dengan ukuran kandang transpor. Dilengkapi saluraran pembuangan air.
3.KANDANG TRANSIT BURUNG. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 400 cm x 200 cm x 200 cm Bahan Dinding : Wiremesh atau kominasi wiremesh dengan bahan tembok. Lantai : Beton atau tanah. Atap : Seng/genteng atau kombinasi seng/genteng dan wiremesh. Model Kandang berbentuk kotak (box) dengan tulangan. Pintu sebanyak 1 (satu) buah berukuran sekurang-kurangnya (LxT) 80 cm x 180 cm dengan sistem engsel buka ke samping dengan pengunci/gembok dilengkapi tirai. Dinding terbuat dari wiremesh 2 (dua) lapis untuk memastikan satwa tidak dapat keluar dari dalam kandang. Dilengkapi dengan tempat air permanen berukuran sekurang- kurangnya (PxL) 100 cm x 50 cm. Dilengkapi dengan tempat bersarang (nest box) dan bertengger. Memiliki saluran pembuangan. Keterangan Diperlukan pengkayaan kandang dengan menanam tanaman perdu yang rindang. Dilengkapi saluran pembuangan air.
4.KANDANG TRANSIT REPTIL. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 600 cm x 300 cm x 200 cm Bahan Dinding : Beton Lantai : Beton Atap : Seng/genteng Model Kandang berbentuk kotak (box). Pintu besi sebanyak 1 (satu) buah berukuran sekurang- kurangnya (LxT) 80 cm x 150 cm dengan sistem engsel buka ke samping dengan pengunci/gembok. Dilengkapi dengan kolam air permanen berukuran sekurang-kurangnya (PxL) 300 cm x 300 cm. Memiliki saluran pembuangan. Struktur atap menutupi ½ bagian kandang Keterangan Dilengkpai dengan saluran pembuangan air.
5.KANDANG TRANSIT IKAN. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 100 cm x 100 cm x 50 cm Bahan Dinding : Beton, plastik atau kaca Lantai : Beton, plastik atau kaca Model Kandang berbentuk kotak (box). Memiliki saluran pembuangan air untuk memudahkan pembersihan kolam. Jika diperlukan dapat dibuatkan atap seng/genteng atau wiremesh untuk mencegah ikan melompat keluar dari kandang. Keterangan Dapat dilengkapi mesin/pompa untuk sirkulasi air dan lubang pembuangan air
6.KANDANG TRANSIT PRIMATA. Ukuran sekurang-kurangnya (Panjang x Lebar x Tinggi) 200 cm x 300 cm x 300 cm (termasuk lantai panggung 50 s/d 60 cm) Bahan Dinding : Besi jeruji atau beton Lantai : Besi jeruji Model Kandang berbentuk kotak (box) dan konstruksi panggung. Akses berupa pintu dari bahan jeruji besi/ aluminium dengan sistem slide/geser ke samping dengan pengunci gembok. Jumlah pintu sebanyak 2 buah dengan ukuran paling kecil sesuai dengan pintu kandang angkut primata tipe A dan primate tipe B. Memiliki jendela untuk memasukkan makanan dan minuman. Struktur atap menutupi ½ bagian kandang. Keterangan Jarak interval jeruji disesuaikan dengan ukuran primata. Perlu dibuatkan tempat satwa bergelantung. Khusus untuk primata kecil dan nokturnal seperti genus Tarsius, perlu dibuatkan kotak shelter yang pencahayaannya sangat terbatas. Pada bagian bawah kandang perlu dibuatkan saluran pembuangan kotoran. Salinan sesuai dengan aslinya MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEPALA BIRO HUKUM, KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. ttd. KRISNA RYA SITI NURBAYA