(3)Penanganan bencana, melalui (a) meningkatkan anggaran mitigasi dan penanggulangan bencana, termasuk memutakhirkan sistem peringatan dini bencana; (b) memperkuat sistem deteksi bencana (early warning system) dengan penerapan teknologi terkini; (c) meningkatkan anggaran penanganan bencana untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah yang terdampak bencana dan mengembalikan kesejahteraan rakyat di wilayah tersebut; (d) membangun infrastruktur yang berorientasi pada kesiapan dan ketahanan untuk menghadapi situasi bencana; (e) menata koordinasi antarlembaga terkait untuk mempercepat penanggulangan dan penanganan bencana; (f) mencegah penguasaan dan pengurasan sumber daya alam secara tidak bertanggung jawab yang berpotensi mengakibatkan timbulnya bencana; (g) menata sinergi antara pemerintah dengan swasta, kelompok masyarakat, dan lembaga donor asing dalam penanganan dan penanggulangan bencana; (h) pemanfaatan ruang budi daya yang berorientasi pada kesiapan dan ketahanan bencana; (i) mengembangkan riset, inovasi, dan teknologi bidang penanggulangan bencana; (j) mengurangi kerugian ekonomi akibat dampak perubahan iklim khususnya pada empat sektor, yaitu kelautan dan pesisir, air, pertanian, dan kesehatan dengan melakukan intervensi aksi ketahanan iklim; serta (k) meningkatkan keandalan pencarian dan pertolongan serta meningkatkan keamanan dan keselamatan seluruh moda transportasi. 3.8.3 Highlight Intervensi Sebagai penjabaran arah kebijakan, disusun intervensi kegiatan yang secara konkret dapat berkontribusi terhadap pencapaian sasaran pembangunan Prioritas Nasional 8. Beberapa highlight intervensi kegiatan beserta wilayah prioritas dijabarkan sebagai berikut. No Highlight Intervensi Wilayah Prioritas 1 Peningkatan literasi keagamaan yang moderat, inklusif, dan bermaslahat seluruh provinsi 2 Peningkatan bimbingan keagamaan dan bimbingan perkawinan seluruh provinsi 3 Pencegahan, advokasi, dan mitigasi konflik seluruh provinsi 4 Peningkatan kerukunan umat beragama seluruh provinsi 5 Peningkatan peran lembaga agama dan keagamaan dalam layanan keagamaan seluruh provinsi 6 Revitalisasi layanan KUA yang berkualitas, merata, dan inklusif seluruh provinsi 7 Transformasi layanan penyelenggaraan ibadah haji seluruh provinsi 8 Penjaminan produk halal seluruh provinsi 9 Pengembangan dana sosial keagamaan untuk mendukung program pembangunan seluruh provinsi 10 Penguatan pendidikan karakter dan pendidikan kewargaan, serta pembinaan ideologi Pancasila seluruh provinsi 11 Pengelolaan terpadu cagar budaya seluruh provinsi 12 Pelestarian nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal seluruh provinsi 13 Pengembangan produk dan jasa berbasis seni budaya seluruh provinsi 14 Pengelolaan terpadu festival seni budaya daerah berkelas internasional seluruh provinsi 84 No Highlight Intervensi Wilayah Prioritas 15 Pengembangan kawasan pemajuan kebudayaan seluruh provinsi 16 Pelindungan hutan adat dan tanah ulayat serta pemberdayaan masyarakat dan komunitas adat seluruh provinsi 17 Pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional seluruh provinsi 18 Pelestarian bahasa, sastra, dan aksara daerah seluruh provinsi 19 Transformasi kearsipan untuk mengembangkan memori kolektif bangsa dan tata kelola pemerintahan seluruh provinsi 20 Melaksanakan peningkatan peran lembaga dan kapasitas sumber daya manusia bidang penanggulangan bencana seluruh provinsi 21 Membangun sistem peringatan dini multi ancaman bahaya dan pusat pengendali operasi penanggulangan bencana terpadu seluruh provinsi 22 Memulihkan pelayanan dasar bidang fisik, sosial, dan ekonomi di daerah terdampak bencana seluruh provinsi 23 Meningkatkan layanan literasi dan edukasi kebencanaan berbasis masyarakat, termasuk melalui desa tangguh bencana seluruh provinsi 24 Melakukan peningkatan keandalan dan kebermanfaatan infrastruktur tahan bencana, termasuk penguatan perijinan bangunan gedung seluruh provinsi 25 Melakukan pembangunan pusat logistik dan peralatan berbasis kewilayahan seluruh provinsi 26 Menyediakan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana, pencarian dan pertolongan (SAR) 35 provinsi (seluruh provinsi di Indonesia, kecuali Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan) 27 Penetapan dan penyelenggaraan rencana aksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan (RAK LLAJ) secara komprehensif dan sinergis seluruh provinsi dan kabupaten/kota 28 Peningkatan penanganan daerah rawan kecelakaan (DRK) lokasi prioritas penanganan daerah rawan kecelakaan (status jalan provinsi dan kabupaten/kota) 29 Peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi udara, laut, dan darat seluruh provinsi 30 Meningkatkan ketahanan pesisir dan laut lokasi prioritas pembangunan berketahanan iklim sektor kelautan dan pesisir khususnya pada sentra kelautan dan perikanan terpadu 31 Meningkatkan pembangunan dan konservasi sumber daya air lokasi prioritas pembangunan berketahanan iklim sektor air terutama pada wilayah rentan kekeringan dan banjir 32 Mengembangkan pertanian ramah iklim lokasi prioritas pembangunan berketahanan iklim sektor pertanian khususnya yang termasuk pada lokasi sentra produksi padi 85 No Highlight Intervensi Wilayah Prioritas 33 Mencegah dan mengendalikan penyakit sensitif iklim lokasi prioritas pembangunan berketahanan iklim sektor kesehatan khususnya lokasi yang rentan terhadap DBD, pneumonia dan malaria 34 Tata kelola dan kegiatan pendukung pencapaian target pembangunan berketahanan iklim lokasi prioritas pembangunan berketahanan iklim 3.8.4 Kerangka Regulasi dan Kerangka Kelembagaan Kebutuhan regulasi pada Prioritas Nasional 8 “Memperkuat Penyelarasan Kehidupan yang Harmonis dengan Lingkungan Alam dan Budaya, Peningkatan Toleransi Antarumat Beragama untuk Mencapai Masyarakat yang Adil dan Makmur”, yaitu Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf. 86 Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, ditetapkan tema, target pertumbuhan dan kontribusi per wilayah pulau untuk Tahun 2025 sebagaimana termuat pada infografis di bawah ini. Penetapan ini menjadi landasan strategis dalam membangun fondasi yang kokoh bagi Indonesia Emas 2045. 87 Dalam membangun fondasi pemerataan kewilayahan, dibutuhkan intervensi kebijakan berbasis pulau melalui penyiapan tema pembangunan wilayah sesuai dengan keunggulan daerah. Kebijakan tersebut didetailkan sampai level provinsi dengan tujuan untuk mengurangi kesenjangan wilayah melalui pelaksanaan delapan Prioritas Nasional yaitu (1) memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia; (2) memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru; (3) melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro-maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi; (4) memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas; (5) melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri; (6) membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan; (7) memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba; serta (8) memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Implementasi Prioritas Nasional didukung pula dengan penerapan kebijakan umum yang berfokus pada Penguatan Ekosistem Percepatan Pembangunan Daerah serta Pemenuhan Infrastruktur dan Layanan Dasar sebagai fondasi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Penuntasan Rencana Tata Ruang Wilayah di semua hierarki (Nasional, Kawasan Strategis Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota) serta integrasi Rencana Detil Tata Ruang dengan sistem Online Single Submission Pengendalian pemanfaatan ruang yang efektif untuk menjamin keberlanjutan pembangunan Percepatan reforma agraria, penuntasan sertipikasi tanah menuju sistem pendaftaran tanah stelsel positif, dan percepatan pelayanan pertanahan modern berbasis digital Penyediaan data dan informasi geospasial dasar dan tematik yang lengkap, akurat, serta didukung dengan penguatan tata kelola untuk meningkatkan akses dan pemanfaatannya Penataan otonomi daerah menyasar pada penguatan harmonisasi regulasi pusat-daerah dan kebijakan kerja sama multi aktor; peningkatan kapasitas dan tata kelola sumber daya manusia pemerintah daerah, kelembagaan daerah, dan keuangan daerah. Selain itu, diperlukan optimalisasi penerapan desentralisasi asimetris dengan memperhatikan tipologi wilayah (geografis, kapasitas, dan kinerja daerah) Penguatan fondasi keuangan daerah melalui intensifikasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, peningkatan kualitas belanja daerah, akses pemanfaatan pendanaan alternatif, serta tata kelola dan transparansi keuangan daerah 88 Upaya mengurangi kesenjangan di wilayah yang memiliki keterbatasan kuantitas dan kualitas aksesibilitas sumber daya pembangunan diarahkan prioritas intervensi yang berbasis pembangunan perdesaan dan daerah afirmasi sesuai karakteristik wilayah. Selain itu, peningkatan pengelolaan urbanisasi, perkotaan, dan pusat pertumbuhan juga menjadi prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional dan nasional. Pemenuhan akses air minum dan sanitasi yang aman, berkelanjutan, dan berketahanan iklim Menuntaskan pemerataan pelayanan ketenagalistrikan termasuk melalui penyediaan bantuan dan subsidi tenaga listrik tepat sasaran Peningkatan akses rumah tangga terhadap hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan Pengembangan konektivitas dasar (komersial dan non komersial) serta fasilitas keselamatan keamanan transportasi termasuk peningkatan kualitas dan kuantitas SDM Transportasi Penuntasan konektivitas digital, perluasan jangkauan layanan komunikasi, dan peningkatan literasi digital Peningkatan ketahanan sumber daya air berbasis alam (nature-based solution) melalui peningkatan infrastruktur tampungan air, penyediaan pasokan air, dan pengelolaan risiko daya rusak air Memperkuat sarana dan prasarana publik dan hunian berketahanan bencana Reformasi pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu ke hilir menuju ekonomi sirkular Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (TK/RA/BA), SMP/MTs/sederajat, dan SMA/MA/sederajat diutamakan pada provinsi dengan tingkat partisipasi pendidikan yang masih rendah Peningkatan Kesehatan dan Gizi Masyarakat, pengendalian penyakit dan pembudayaan hidup sehat, dan penguatan pelayanan kesehatan dan tata kelola Peningkatan kemandirian perdesaan berkelanjutan melalui diversifikasi ekonomi, peningkatan ketahanan sosial, pelestarian lingkungan, pengembangan SDM, penguatan tata kelola, serta pembangunan kawasan perdesaan Pengembangan kawasan transmigrasi melalui peningkatan produksi dan nilai tambah produk unggulan Pembangunan kawasan perbatasan dengan fokus mendorong stabilitas pertahanan dan keamanan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, optimalisasi tata kelola pemerintahan, dan menjaga keberlanjutan lingkungan Percepatan pembangunan daerah lambat tumbuh yang terdiri dari daerah tertinggal dan sangat tertinggal yang didorong untuk bertransformasi menjadi daerah berkembang, maju, hingga mandiri, dengan fokus pada peningkatan akses layanan pendidikan dan kesehatan, pengembangan ekonomi lokal, peningkatan akses infrastruktur dasar dan konektivitas, penguatan tata kelola pembangunan, serta peningkatan ketahanan pangan, mitigasi bencana, dan perlindungan dan pengelolaan lingkungan 89 Selain kebijakan umum yang telah disampaikan sebelumnya, juga terdapat intervensi-intervensi spesifik yang akan diimplementasikan pada setiap provinsi untuk mendukung setiap prioritas nasional yang termuat dalam subbab 4.2 hingga 4.8. Dalam dokumen Rancangan RKP Tahun 2025 ini, intervensi yang termuat masih bersifat indikatif dan akan dimutakhirkan dalam Peraturan Presiden tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025. 4.2 Wilayah Sumatra 4.2.1 Pokok-pokok Intervensi Kewilayahan dan Sarana Prasarana Pulau Sumatra Tahun 2025 Gambar 4.1 Kawasan Pusat Pertumbuhan dan Daerah Afirmasi Pengelolaan urbanisasi melalui pengembangan wilayah metropolitan, kota besar dan kawasan perkotaan lainnya sebagai pusat pertumbuhan yang berkelanjutan dan didukung oleh konektivitas yang memadai dan kelembagaan yang adaptif Pengembangan pusat pertumbuhan baru sesuai dengan potensi keunggulan daerah (industri pengolahan sumber daya alam, agropolitan, wisata alam dan budaya) serta penguatan dan optimalisasi pusat pertumbuhan eksisting Penuntasan dan pemanfaatan proyek strategis nasional yang bersifat kawasan melalui percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional, evaluasi dan penyiapan carry over proyek strategis nasional serta penguatan kerjasama pengelolaan proyek strategis nasional 90 4.2.2 Provinsi Aceh Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penguatan Pangkalan Angkatan Laut Sabang sebagai garda barat maritim Indonesia, sekaligus penguatan pengamanan bagian barat Selat Malaka/Alur Laut Kepulauan Indonesia-1 • Pengembangan perbankan syariah di Aceh • Lanjutan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air Peusangan • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan sampah berupa tempat pengolahan sampah terpadu Regional Aceh • Peremajaan tanaman kopi di Kabupaten Bener Meriah • Peremajaan tanaman kakao di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya • Perluasan tanaman cengkeh di Kabupaten Aceh Besar • Rehabilitasi tanaman pala di Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Aceh Barat Daya • Pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nagan Raya • Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Pulau Rondo Kota Sabang • Optimalisasi Sistem Pengembangan Air Minum Ibu Kota Kecamatan Lawe Harum Kabupaten Aceh Tenggara • Sistem pengelolaan persampahan skala kota melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Kabupaten Bireuen • Sistem pengelolaan persampahan skala kota melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Kota Sabang • Pengadaan cold storage protable di Kabupaten Aceh Utara 4,28–4,51 12,00–13,00 4,60–5,28 0,55 0,290–0,293 36,08 91 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pembangunan Jalan Jantho-Keumala (Missing Link) • Penataan dan rehabilitasi tempat pemrosesan akhir serta pembangunan tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi • Subsidi angkutan udara perintis penumpang di Kota Sabang, Kabupaten Simeulue, Kabupaten Aceh Singkil, dan Kabupaten Aceh Tengah • Bendungan yang direhabilitasi/ditingkatkan kapasitasnya (Embung Air Baku Krueng Raya Kabupaten Aceh Besar) • Pembangunan Jalan Strategis (penggantian jembatan Kr. Uning) Kabupaten Aceh Tengah • Pembangunan Jalan Strategis (Preservasi Jalan Keumala – Geumpang di Kabupaten Pidie) • Prasarana pengendali daya rusak air yang dibangun (Sungai Krueng Singkil, Kabupaten Aceh Singkil) • Prasarana irigasi permukaan dan irigasi rawa yang dibangun (Daerah Irigasi Alue Ubay dari Bendungan Keureuto Kabupaten Aceh Utara) Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Peningkatan kapasitas layanan unggulan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak di rumah sakit di tingkat provinsi dan kabupaten/kota • Pengendalian penyakit menular lainnya (eliminasi malaria) • Pembangunan kualitas keluarga • Percepatan penurunan ketimpangan gender, khususnya di bidang pendidikan dan ekonomi yang didukung oleh penyediaan infrastruktur serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan dari kekerasan • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Penguatan industri kimia dasar • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pengembangan Bandara Syekh Hamzah Fansuri di Kabupaten Aceh Singkil Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Selaut di Kabupaten Simeulue dalam mendukung pemerataan ekonomi • Pembangunan kawasan perbatasan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional Sabang dan enam kecamatan perbatasan prioritas di Provinsi Aceh 92 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Penataan dan penyempurnaan regulasi dan kelembagaan otonomi khusus Aceh • Penguatan integritas partai politik lokal di Aceh • Pengembangan inklusi keuangan di Aceh Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.2.3 Provinsi Sumatra Utara Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Peningkatan produktivitas sawit dan karet secara berkelanjutan di Sumatra Utara • Lanjutan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air Asahan III • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumatra Utara terutama di Wilayah Metropolitan Medan • Penguatan Pangkalan Utama Angkatan Laut Medan dan Pangkalan Angkatan Laut Tanjungbalai guna penguatan keamanan laut di Selat Malaka • Pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan sampah berupa tempat pengolahan sampah terpadu, penataan dan rehabilitasi tempat pemrosesan akhir serta pembangunan tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, recycle • Kawasan Sentra Produksi Pangan Sumatra Utara 5,2–5,4 6,96–7,46 5,27–5,56 0,53 0,303–0,305 1,00 93 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Pengembangan kawasan padi di Kabupaten Serdang Bedagai • Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Regional Seriti (Serdang Bedagai – Tebing Tinggi) • Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat Skala Kota Girsang Sipangan Bolon/Parapat di Kabupaten Simalungun • Sistem pengelolaan persampahan skala kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Kota Padangsidempuan Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pengembangan Bandara Hub dan Aerocity Kualanamu dan Bandara Sibisa di Kabupaten Toba • Penguatan produktivitas industri makanan • Penguatan ekosistem film, animasi, visual arts, seni, budaya, kerajinan, kuliner, dan pemampu ekonomi kreatif • Peningkatan cakupan layanan infrastruktur konektivitas regional dan penguatan konektivitas digital • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi • Penguatan ekosistem pengembangan aplikasi dan gim • Prasarana pengendali daya rusak air yang dibangun di Sungai Moro'o Kabuaten Nias Barat • Prasarana irigasi permukaan dan irigasi rawa yang direhabilitasi Daerah Irigasi Batang Gadis • Pembangunan Jalan Strategis Simpang Kota Pinang - Simpang PAL XI • Preservasi pemeliharaan rutin Jalan bts. Kabupaten Toba - Siborong Borong • Penyediaan pintu perlintasan sebidang di Jalan Nasional ruas akses Tol Medan – Belawan • Peningkatan Terminal Penumpang Tipe A di Kota Sibolga • Pembangunan Jembatan Batahan akses Pelabuhan Palimbungan Ketek di Kabupaten Mandailing Natal Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Penurunan kematian ibu dan bayi • Pengendalian penyakit menular lainnya (eliminasi malaria) • Eliminasi penyakit tropis terabaikan lainnya (rabies) • Pembangunan kualitas keluarga • Percepatan penurunan ketimpangan gender, khususnya terkait perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan serta pencegahan tindak pidana perdagangan orang • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan; industri pengolahan; perdagangan besar dan eceran; reparasi serta perawatan mobil dan sepeda motor • Peningkatan kapasitas layanan unggulan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan 94 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* anak di rumah sakit di tingkat provinsi dan kabupaten/kota • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Penguatan industri logam dasar • Hilirisasi industri bauksit • Penguatan tata kelola, promosi investasi, dan perluasan insentif Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei dan Kawasan Industri Kuala Tanjung • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pengembangan sistem angkutan umum massal perkotaan di Wilayah Metropolitan Medan • Percepatan pemerataan layanan dasar kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur di daerah lambat tumbuh, dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, dan Kabupaten Nias Barat • Percepatan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produksi dan produktivitas komoditas unggulan dan ekonomi lokal di daerah lambat tumbuh, dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, dan Kabupaten Nias Barat • Pengembangan sistem perumahan publik yang terpadu dengan layanan infrastruktur dasar perkotaan dan disertai dengan penguatan tata kelola • Peremajaan kota (urban renewal) secara inklusif dan terpadu dalam rangka mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh • Pembangunan kawasan perbatasan di dua kecamatan prioritas perbatasan di Provinsi Sumatra Utara • Pembangunan infrastruktur permukiman berbasis masyarakat di Perkotaan Medan • Penataan permukiman pesisir di Kota Sibolga Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Pencegahan penyalahgunaan narkotika dan penguatan pendidikan antinarkoba di Sumatra Utara • Pengembangan pelayanan terpadu satu pintu daerah berbasis online single submission dan mal pelayanan publik digital guna memudahkan investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta penciptaan lapangan kerja di Sumatra Utara • Reviu dan penyusunan peraturan/regulasi yang relevan dengan pengembangan kawasan perkotaan Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Peningkatan tata kelola cagar budaya Istana Maimun dan Istana Niat Lima Laras • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan • Penyediaan Early Warning System pada sungai kewenangan pusat di Kota Medan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 95 4.2.4 Provinsi Sumatra Barat Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Peningkatan produktivitas padi, kelapa, hortikultura, dan peternakan secara berkelanjutan • Penguatan Pangkalan Utama Angkatan Laut Padang dalam rangka pengamanan dan penegakan kedaulatan maritim Indonesia di Samudra Hindia • Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya terpusat di Kabupaten Solok Selatan • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Pembangunan sistem pengelolaan persampahan skala kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Tua Pejat • Pembangunan Sistem Pengembangan Air Minum Ibu Kota Kecamatan Sontang di Kabupaten Pasaman • Pembangunan Intake dan Jaringan Transmisi Air Baku Sirilanggai • Pengembangan perbankan syariah di Sumatra Barat Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Penguatan ekosistem film, animasi, visual arts, seni, budaya, kerajinan, kuliner, dan pemampu ekonomi kreatif • Penguatan ekosistem pengembangan aplikasi dan gim • Pembangunan Daerah Irigasi Batang Sinamar • Pembangunan infrastruktur pengendali banjir pada Batang Agam, Batang Lembang, Batang Suliti, dan Kabupaten Dharmasraya • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi • Penanganan Jalan Daerah Ruas Lubuk Lasiah – Surian • Penataan Kelok Sembilan 4,69–5,19 4,50–5,10 5,37–5,76 0,57 0,274–0,279 52,62 96 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Pengembangan perguruan tinggi science, technology, engineering, art, and mathematics unggulan pada Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. • Pengendalian penyakit menular lainnya (eliminasi malaria) • Pembangunan kualitas keluarga • Percepatan penurunan ketimpangan gender, khususnya terkait peningkatan partisipasi perempuan pada ketenagakerjaan dan ekonomi • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan; industri pengolahan; dan perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor • Fasilitasi literasi digital • Peningkatan kapasitas layanan unggulan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak di rumah sakit di tingkat provinsi dan kabupaten/kota • Penguatan tata kelola manajemen, kompetensi, serta manajemen talenta dan karier aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan daerah di Sumatra Barat Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Pengembangan sarana dan prasarana peralatan laboratorium minyak atsiri • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Lunang Silaut di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kawasan Transmigrasi Muara Takung-Kamang Baru di Kabupaten Sijunjung dalam mendukung pemerataan ekonomi • Penanganan jalan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Pengembangan pelayanan terpadu satu pintu daerah berbasis online single submission dan mal pelayanan publik digital Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan yang berbasis pada penguatan nilai budaya matrilineal di Perkampungan Adat Jorong Padang Ranah dan Tanah Bato Nagari Sijunjung • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan • Pembangunan prasarana pengaman pantai (seawall dan bangunan pengaman pantai) pada Pantai Sikabaluan dan Pantai Pokai Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 97 4.2.5 Provinsi Riau Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Peningkatan produktivitas perkebunan sawit, karet, kelapa, dan sagu rakyat secara berkelanjutan di Riau • Penguatan Pangkalan Angkatan Laut Dumai dan Pos Angkatan Laut Selat panjang guna penguatan keamanan laut di choke point Selat Malaka • Sarana pascapanen tanaman perkebunan di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Rokan Hilir • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Sarana pengolahan tanaman perkebunan di Kabupaten Indragiri Hilir Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Duplikasi Jembatan Tratak Buluh • Pembangunan infrastruktur penyediaan air baku untuk Kawasan Industri Tanjung Buton • Rehabilitasi daerah irigasi: Daerah Irigasi Kelayang di Kabupaten Indragiri Hulu, Daerah Irigasi Rawa Sei Upih di Kabupaten Pelalawan, dan Daerah Irigasi Rawa Kualasebatu di Kabupaten Indragiri Hilir • Pembangunan Daerah Irigasi Osaka • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi • Prasarana pengendali daya rusak air yang dibangun di Kota Dumai (Pembangunan Turap Sheet Pile (kiri-kanan)) • Prasarana irigasi permukaan dan irigasi rawa yang direhabilitasi di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Indragiri Hulu • Prasarana air baku yang dibangun di Kabupaten Siak • Rekonstruksi Jalan Simpang Lago - Sorek (Konstruksi Pile Slab) • Preservasi Jalan Marpoyan - Bts. Kuansing 3,90–4,23 5,19–6,19 3,55–3,66 0,56 0,318–0,324 46,88 98 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Pengembangan Balai Latihan Kerja di Kota Dumai • Pengendalian penyakit menular lainnya (eliminasi malaria) • Pembangunan kualitas keluarga • Percepatan penurunan ketimpangan gender, khususnya di bidang ekonomi yang didukung oleh penciptaan lingkungan kerja yang aman bagi pekerja perempuan • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor industri pengolahan; pertanian, kehutanan, dan perikanan; serta pertambangan dan penggalian • Fasilitasi literasi digital • Peningkatan kapasitas layanan unggulan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak di rumah sakit di tingkat provinsi dan kabupaten/kota Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Penguatan tata kelola, promosi investasi, dan perluasan insentif Kawasan Industri Tenayan • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pembangunan Pelabuhan Dorak, Selat Panjang • Pengembangan industri perikanan yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pembangunan kawasan perbatasan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional Bengkalis dan enam Kecamatan Perbatasan Prioritas di Provinsi Riau • Pembangunan jalan trans pada 18 pulau tertinggal, terluar, dan terdepan di Pulau Rangsang (Ruas Tanjung Samak - Repan) Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Pengembangan pelayanan terpadu satu pintu daerah berbasis one single submission dan mal pelayanan publik digital guna memudahkan investasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta penciptaan lapangan kerja di Riau • Pembangunan Depo Arsip Nasional di Pekanbaru • Pencegahan penyalahgunaan narkotika dan penguatan pendidikan antinarkoba di Riau Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Pengembangan khazanah kebudayaan Melayu Riau melalui revitalisasi Cagar Budaya Istana Siak • Pembangunan pengaman pantai di pulau terluar • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan • Prasarana pengaman pantai yang dibangun di Kabupaten Kampar dan Kabupaten Bengkalis Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 99 4.2.6 Provinsi Jambi Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum Kabupaten Tebo dan Kabupaten Bungo • Optimalisasi perhutanan sosial di Jambi • Pengembangan perbankan syariah di Jambi • Penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di kawasan perkotaan Jambi Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra Betung – Tempino – Jambi • Rehabilitasi kawasan mangrove di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur • Pembangunan Daerah Irigasi Batang Asai dan Rehabilitasi Daerah Irigasi Batanghari • Pengendalian banjir Sungai Batanghari • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui pelatihan intensif upskilling dan reskilling • Pembangunan kualitas keluarga • Percepatan penurunan ketimpangan gender, khususnya di bidang pendidikan dan pencegahan perkawinan anak • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan 4,81–5,11 6,30–6,80 4,27–4,38 0,55 0,337–0,341 78,5 100 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Fasilitasi literasi digital • Peningkatan kapasitas layanan unggulan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak di rumah sakit di tingkat provinsi dan kabupaten/kota • Penguatan tata kelola manajemen, kompetensi, serta manajemen talenta dan karier aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan daerah di Jambi Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Hilirisasi industri sawit dan karet • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pengembangan Bandara Depati Parbo,Kerinci Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Penyediaan hunian layak untuk aparatur sipil negara tenaga medis pada Rumah Sakit Umum Daerah Kolonel Abunjani di Kabupaten Merangin Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Peningkatan mutu dan layanan standar pelayanan minimum Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Pengayaan keberagaman melalui pengembangan Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi • Penguatan pemberdayaan masyarakat hukum adat di Jambi • Peningkatan kapasitas Forum Peduli Daerah Aliran Sungai • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.2.7 Provinsi Sumatra Selatan Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik 5,3–5,5 9,37–10,37 3,82–3,93 0,53 0,316–0,320 69,97 101 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Peningkatan produktivitas perkebunan cabai rakyat yang berkelanjutan di Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan Kabupaten Banyuasin • Peningkatan produktivitas perkebunan jagung rakyat di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur • Lanjutan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Lumut Balai • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama pada ranah siber dan area rentan • Pengembangan kawasan sentra produksi pangan padi di Sumatra Selatan yang didukung Kawasan Transmigrasi Telang di Kabupaten Banyuasin • Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum Kabupaten Empat Lawang • Kawasan padi Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, dan Kabupaten Musi Rawas Utara • Alat dan mesin pertanian pra panen sub sektor tanaman pangan di Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Kabupaten OganIlir, Kabupaten EmpatLawang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kota Pagar Alam, dan Kota Lubuk Linggau • Sistem Pengelolaan Persampahan Skala Kota di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra Betung–Tempino– Jambi • Penyelenggaraan layanan perintis Light Rapid Transit Palembang (subsidi operasional light rapid transit dan feeder light rapid transit) • Penuntasan pembangunan Bendungan Tiga Dihaji • Modernisasi Daerah Irigasi Komering • Pembangunan infrastruktur pengendali banjir Sungai Lematang • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi • Bendungan yang direhabilitasi/ditingkatkan kapasitasnya di Danau Ranau • Prasarana pengendali daya rusak air yang direhabilitasi di Kota Palembang 102 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Infrastruktur Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga di Kabupaten Musi Banyuasin • Prasarana irigasi premium yang dibangun di Kabupaten Lahat dan Kota Pagar Alam • Prasarana air baku yang direhabilitasi berupa bangunan Intake Sistem Pengembangan Air Minum Ibu Kota Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim • Irigasi Perpipaan Provinsi Sumatra Selatan • Penguatan produktivitas industri makanan dan minuman Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Pembangunan kualitas keluarga • Percepatan penurunan ketimpangan gender, terutama melalui perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan serta pencegahan perkawinan anak • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertambangan dan penggalian; dan pertanian, kehutanan, dan perikanan • Pengembangan perguruan tinggi science, technology, engineering, art, and mathematics unggulan pada Universitas Sriwijaya • Fasilitasi literasi digital • Peningkatan kapasitas layanan unggulan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak di rumah sakit di tingkat Provinsi dan kabupaten/kota Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Hilirisasi industri kelapa dan karet • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pengembangan Bandara Silampari di Lubuklinggau Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pengelolaan urbanisasi Wilayah Metropolitan Palembang • Penyusunan panduan dan rencana pengembangan untuk kota dan kawasan perkotaan Wilayah Metropolitan Palembang • Penataan kawasan perkotaan, peremajaan kota, serta penguatan ketangguhan bencana dan adaptasi perubahan iklim Wilayah Metropolitan Palembang • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Parit Rambutan di Kabupaten Ogan Ilir, Kawasan Transmigrasi Telang di Kabupaten Banyuasin, Kawasan Transmigrasi Kikim di Kabupaten Lahat, dan Kawasan Transmigrasi Petata di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dalam mendukung pemerataan ekonomi • Pembangunan rumah susun khusus masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin • Pengembangan sistem perumahan publik yang terpadu dengan layanan infrastruktur dasar perkotaan dan disertai dengan penguatan tata kelola 103 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Peningkatan cakupan layanan infrastruktur konektivitas regional dan penguatan konektivitas digital Wilayah Metropolitan Palembang • Peremajaan kota (urban renewal) secara inklusif dan terpadu dalam rangka mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh • Bantuan Pembangunan Rumah Swadaya di Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Lahat, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Empat Lawang, dan Kota Palembang Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Pengembangan pelayanan terpadu satu pintu daerah berbasis online single submission dan mal pelayanan publik digital • Pencegahan penyalahgunaan narkotika dan penguatan pendidikan antinarkoba di Sumatra Selatan • Reviu dan penyusunan peraturan/regulasi yang relevan dengan pengembangan kawasan perkotaan Wilayah Metropolitan Palembang Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penguatan wawasan peradaban maritim nusantara berbasis sejarah Kerajaan Sriwijaya • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.2.8 Provinsi Bengkulu Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan Hak Asasi Manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik 4,55–4,86 13,1–13,6 3,30–3,41 0,53 0,327–0,332 57,74 104 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Peningkatan produktivitas kopi, hortikultura, dan peternakan secara berkelanjutan di Bengkulu • Penguatan Lanal Bengkulu dalam rangka pengamanan dan penegakan kedaulatan maritim Indonesia di Samudra Hindia • Pembangunan pembangkit listrik energi baru terbarukan berbasis panas bumi, terutama pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Hululais • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Pembangunan sistem penyediaan air minum kabupaten/kota (Instalasi Pengolahan Air Minum Air Siapang Kecamatan Lebong Sakti) • Pembangunan Sistem Pengembangan Air Minum Ibu Kota Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara • Revitalisasi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Sawah Lebar Baru • Sarana Produksi Usaha yang disalurkan ke masyarakat (pembudidaya ikan - bioflok) Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Preservasi Pemeliharaan Rutin Jalan Bintunan – Lais • Preservasi Pemeliharaan Rutin Jalan Lais – Kerkap • Preservasi Pemeliharaan Rutin Jalan Nakau – Air Sebakul • Penyiapan Readiness Criteria Pengalihan Jalan Nasional di dalam Bandara Mukomuko • Penyiapan non fisik pembangunan Jalan Tol Bengkulu – Lubuk Linggau Seksi 2 Taba Penanjung - Kepahiang • Penggantian Jembatan Pulau Baai 1B • Rehabilitasi Daerah Irigasi Air Seluma di Kabupaten Seluma • Rehabilitasi Daerah Irigasi Air Nipis Seginim di Kabupaten Bengkulu Selatan • Penguatan produktivitas industri makanan dan minuman • Pengendalian banjir Air Bengkulu dan Air Manjuto • Pembangunan Embung Integrated Nursery Farming System Kabupaten Bengkulu Utara • Prasarana air baku yang dibangun (Air Baku Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan) • Peningkatan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Kecamatan Selagan Raya Kabupaten Mukomuko • Optimasi Bangunan Air Baku di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara • Rounding up (Rehabilitasi) Jaringan Tersier Kanan Daerah Irigasi Air Manjunto Kabupaten Mukomuko • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi • Penataan Kawasan Destinasi Wisata Danau Dendam Tak Sudah 105 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Pengembangan perguruan tinggi science, technology, engineering and mathematics unggulan pada Universitas Bengkulu melalui proyek Pinjaman Luar Negeri Saudi Fund for Development “Establishment of University of Bengkulu’s Hospital” • Pembangunan kualitas keluarga • Percepatan penurunan ketimpangan gender, pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan, dan pencegahan perkawinan anak • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan • Perluasan akses perguruan tinggi keagamaan melalui pengembangan Institut Agama Islam Negeri Curup • Pengembangan perguruan tinggi keagamaan unggulan pada Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno Bengkulu • Fasilitasi literasi digital • Peningkatan kapasitas layanan unggulan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak di rumah sakit di tingkat provinsi dan kabupaten/kota • Penguatan tata kelola manajemen, kompetensi, serta manajemen talenta dan karir aparatur sipil negara Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Penguatan industri kimia dasar • Hilirisasi industri kelapa dan karet • Peningkatan logistik dan perdagangan berbasis biru berkelanjutan • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pengembangan Bandara Enggano Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Lagita di Kabupaten Bengkulu Utara dalam mendukung pemerataan ekonomi. Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Penguatan budaya antikorupsi, guna mewujudkan good and clean governance dalam penyelenggaraan pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota • Pengembangan inklusi keuangan • Pengembangan inklusi perbankan syariah di Bengkulu 106 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penguatan literasi sejarah kebangsaan melalui pengembangan dan pemanfaatan situs Cagar Budaya Rumah Kediaman Bung Karno, Benteng Malborough, dan Benteng York • Pembangunan infrastruktur pengaman pantai di kawasan pesisir Kabupaten Kaur • Pembangunan infrastruktur pengamanan pantai kritis di Kabupaten Bengkulu Utara • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.2.9 Provinsi Lampung Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publikteng Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penguatan Lanal Lampung guna penguatan keamanan global maritime trade route di Selat Sunda (Alur Laut Kepulauan Indonesia-1) • Penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama pada ranah siber dan area rentan • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Peningkatan produktivitas tebu, kopi, ragam tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan secara berkelanjutan, terutama di Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Pringsewu, dan Kabupaten Pesisir Barat • Penguatan ketahanan pangan daerah dan nasional melalui upaya peningkatan produktivitas padi dan pangan nabati lainnya, terutama pada Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, 4,90–5,30 9,50–10,00 3,86–4,00 0,54 0,318–0,321 62,79 107 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Mesuji • Area penyaluran benih padi pada beberapa kabupaten/kota di Provinsi Lampung • Sarana pascapanen padi untuk mendukung pengembangan kawasan padi • Pengembangan kawasan peternakan kambing di Kabupaten Pringsewu • Pengembangan kawasan kopi di Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Way Kanan Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Preservasi Jalan dan Jembatan Ruas Bts. Kota Baturaja - Bts. Prov. Lampung • Rehabilitasi Daerah Irigasi Way Sekampung • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi • Perencanaan dan Pengawasan Teknik / Survei Topografi Tugu Cokelat, Pesawaran – Gedongtataan • Penguatan produktivitas industri makanan dan minuman Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Pengendalian penyakit menular lainnya (eliminasi malaria) • Peningkatan kemitraan sekolah menengah kejuruan dengan dunia usaha dan dunia industri pada Sekolah Menengah Kejuruan Unggul Terpadu Anak Tuha di Kabupaten Lampung Tengah • Penguatan tata kelola manajemen, kompetensi serta manajemen talenta dan karir aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan daerah di Lampung • Pembangunan kualitas keluarga • Percepatan penurunan ketimpangan gender, terutama di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Way Kanan, dan Tanggamus • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan • Pengembangan perguruan tinggi science, technology, engineering and mathematics unggulan pada Universitas Lampung melalui proyek Pinjaman Luar Negeri Asian Development Bank (ADB) “Higher Education for Technology and Innovation Project” • Perluasan akses perguruan tinggi keagamaan melalui pengembangan Institut Agama Islam Negeri Metro Lampung. • Fasilitasi literasi digital • Peningkatan kapasitas layanan unggulan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak di rumah sakit di tingkat provinsi dan kabupaten/kota 108 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Masyarakat yang memperoleh fasilitasi dan pembinaan dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata di Kabupaten Pesisir Barat • Guru kejuruan dan kepala sekolah yang mengikuti upskilling dan reskilling berstandar industri • Sekolah menengah kejuruan yang mengembangkan proyek kreatif dan kewirausahaan di Kabupaten Lampung Tengah Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Hilirisasi industri kelapa • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pengembangan Bandara Gatot Subroto Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin di Kabupaten Lampung Utara dan Kabupaten Pesisir Barat • Pemberdayaan masyarakat miskin untuk pengurangan beban terkait kebutuhan dasar di Kabupaten Pesisir Barat dan Kabupaten Lampung Utara • Pemberdayaan masyarakat miskin untuk peningkatan pendapatan dengan program pendampingan usaha di Kabupaten Pesisir Barat dan Kabupaten Lampung Utara • Pembangunan Rumah Susun Aparatur Sipil Negara/Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia di Kota Bandar Lampung Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Pencegahan penyalahgunaan narkotika dan penguatan pendidikan antinarkoba di Lampung Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penguatan wawasan kesejarahan berbasis budaya gotong royong dan optimalisasi potensi ekonomi kreatif melalui pengembangan dan pemanfaatan situs megalitik dan nilai tradisi Begawi • Pengamanan Pantai Pesisir Barat • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.2.10 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka 4,46–5,10 2,92–3,92 3,98–4,33 0,54 0,239–0,242 54,55 109 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penguatan Lanal Bangka Belitung guna penguatan keamanan global maritime trade route di Selat Karimata (Alur Laut Kepulauan Indonesia-1) • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Sistem pengelolaan persampahan skala kota Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Trafo Mayang di Kabupaten Belitung Timur dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Jongkong di Kabupaten Bangka Tengah Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pengembangan pariwisata bahari, melalui peningkatan 6A (atraksi, aktivitas, aksesibilitas, amenitas, ancillary, dan available package), terutama di Kabupaten Belitung, Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Tengah, dan Kota Pangkalpinang • Penataan Kawasan Destinasi Wisata Kawasan Kota Tua Muntok Kluster Eropa di Kabupaten Bangka Barat dan Kawasan Bukit Peramun di Kabupaten Belitung • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi • Prasarana air baku Sungai Selindung di Kota Pangkalpinang yang dibangun • Perlengkapan Jalan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung • Prasarana pengendali banjir Kota Pangkalpinang yang direhabilitasi Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, serta penurunan stunting, terutama di Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka Tengah, dan Kabupaten Belitung • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor industri pengolahan; pertanian, kehutanan, dan perikanan; dan perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor • Pembangunan kualitas keluarga • Percepatan penurunan ketimpangan gender, khususnya terkait peningkatan kesehatan reproduksi perempuan dan partisipasi perempuan di ekonomi dan ketenagakerjaan • Fasilitasi literasi digital • Peningkatan kapasitas layanan unggulan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak di rumah sakit di tingkat provinsi dan kabupaten/kota 110 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Hilirisasi industri timah • Hilirisasi industri pengolahan lada • Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Mantung dan Bakit • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang di Kabupaten Bangka Selatan dalam mendukung pemerataan ekonomi • Rumah Susun Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung di Kabupaten Bangka Tengah dan Yayasan Insan Bestari Belitung di Kabupaten Belitung • Bantuan Pembangunan Rumah Susun Hunian Tentara Nasional Indonesia Komando Resor Militer 045 Garuda Jaya di Kota Pangkal Pinang Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Pengembangan pelayanan terpadu satu pintu daerah berbasis online single submission dan mal pelayanan publik digital guna memudahkan investasi Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penguatan literasi kebangsaan dan pendidikan karakter melalui peningkatan tata kelola Cagar Budaya Pesanggrahan Menumbing dan Muntok serta Warisan Budaya Takbenda Tenun Cual • Pengamanan Pantai Arung Dalam • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan • Prasarana pengaman pantai Kabupaten Bangka Tengah yang dibangun 4.2.11 Provinsi Kepulauan Riau Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik 5,25–5,53 4,4–4,9 6,08–6,47 0,60 0,321–0,334 1,00 111 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penguatan Lantamal Batam guna penguatan keamanan laut di choke point Selat Malaka (Alur Laut Kepulauan Indonesia-1) • Penguatan Lanal Ranai guna penguatan kedaulatan maritim Indonesia di Laut Natuna Utara • Pengembangan data centre di Batam • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum Kabupaten/Kota Tanjung Pinang • Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum Regional Pulau Bintan • Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum Kabupaten Natuna • Pengembangan kawasan aneka cabai Kabupaten Natuna • Koordinasi pengelolaan pilar batas negara wilayah laut dan udara, dan difokuskan pada dua titik prioritas (Pulau Berakit dan Pulau Malang Berdaun) Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Penguatan Destinasi Regeneratif Greater Kepulauan Riau • Pengembangan pariwisata bahari, melalui peningkatan 6A (atraksi, aktivitas, aksesibilitas, amenitas, ancillary, dan available package), terutama di Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Natuna • Penyiapan pembangunan Jembatan Batam-Bintan • Pengembangan industri elektronik dan digital • Penguatan ekosistem film, animasi, visual arts, seni, budaya, kerajinan, kuliner, dan pemampu ekonomi kreatif • Penguatan ekosistem pengembangan aplikasi dan gim • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi • Peningkatan kecepatan dan keandalan akses internet untuk menciptakan fondasi utama transformasi digital pada pengembangan Batam sebagai kota industri digital dan information and communication technology Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Akreditasi lembaga kesejahteraan sosial di Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, dan Kabupaten Lingga • Asistensi rehabilitasi sosial kelompok masyarakat lanjut usia di Kota Batam dan Kota Tanjungpinang • Pengembangan program link and match tenaga kerja melalui kerja sama antara pendidikan vokasi dan perguruan tinggi dengan industri strategis • Peningkatan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri strategis melalui program pelatihan dan sertifikasi • Pengembangan politeknik pariwisata, ekonomi kreatif dan digital • Pembangunan kualitas keluarga • Percepatan penurunan ketimpangan gender, khususnya terkait pemberdayaan perempuan, perlindungan 112 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi perempuan dan anak dari kekerasan, dan pencegahan tindak pidana perdagangan orang • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor industri pengolahan • Pengembangan perguruan tinggi science, technology, engineering, art, and mathematics unggulan pada Universitas Maritim Raja Ali Haji • Perluasan akses perguruan tinggi keagamaan melalui pengembangan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kepulauan Riau • Fasilitasi literasi digital • Peningkatan kapasitas layanan unggulan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak di rumah sakit di tingkat provinsi dan kabupaten/kota • Kemitraan antara satuan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri Kota Batam • Pembinaan lembaga dan sumber daya manusia kesejahteraan sosial Provinsi Kepulauan Riau • Lanjut usia yang mendapatkan asistensi rehabilitasi sosial Provinsi Kepulauan Riau • Pelaksanaan pelatihan penanggulangan stunting dan gerakan masyarakat sehat di kawasan perbatasan Pulau Berakit dan Pulau Malang Berdaun Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Hilirisasi industri bauksit • Hilirisasi industri kakao • Pengembangan industri pengolahan limbah, khususnya limbah bahan berbahaya dan beracun • Pengembangan industrialisasi perikanan, terutama di kawasan perkotaan Batam dan Ranai • Pengembangan industri alat angkut termasuk electric vehicle dan kedirgantaraan • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah-Karimun Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pembangunan kawasan perbatasan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional Ranai dan 11 Kecamatan Perbatasan Prioritas di Provinsi Kepulauan Riau • Pembangunan Pos Lintas Batas Negara di Serasan, Kabupaten Natuna Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Pengembangan pelayanan terpadu satu pintu daerah berbasis online single submission dan mal pelayanan publik digital • Reformasi administrasi sistem insentif perpajakan • Penguatan sosialisasi dan komunikasi terkait regulasi insentif fiskal kepada pelaku usaha/investor 113 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Peningkatan pemanfaatan khazanah bahasa dan sastra melayu di Kawasan Cagar Budaya Nasional Pulau Penyengat dan kawasan Istana Damnah Lingga • Pengamanan pantai terluar Provinsi Kepulauan Riau • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan • Penataan Bangunan Kawasan Cagar Budaya dan Permukiman Tradisional Kota Tanjung Pinang • Rehabilitasi Balai Adat Pulau Penyengat Kota Tanjung Pinang 4.3 Wilayah Jawa 4.3.1 Pokok-pokok Intervensi Kewilayahan dan Sarana Prasarana Pulau Jawa Tahun 2025 Gambar 4.2 Peta Kawasan Pusat Pertumbuhan dan Daerah Afirmasi 114 4.3.2 Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Insentif guna mendorong competitiveness dan peningkatan investasi skala global dalam sektor perdagangan, jasa keuangan dan asuransi, jasa informasi dan komunikasi, real estate, jasa pendidikan dan jasa kesehatan • Penguatan Pangkalan Utama Angkatan Laut Jakarta dalam rangka penguatan pengamanan maritim terhadap Jakarta • Penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama pada ranah siber dan area rentan • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan sampah berupa tempat pengolahan sampah terpadu serta pembangunan tempat pengolahan sampah reduce-reuse- recycle Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pembangunan Jalan Akses Pelabuhan Tanjung Priok Timur Baru/New Priok Eastern Access (NPEA) • Penguatan produktivitas industri makanan dan minuman • Penguatan destinasi regeneratif Greater Jakarta • Penguatan ekosistem film, animasi, visual arts, seni, budaya, kerajinan, kuliner, dan pemampu ekonomi kreatif • Pengembangan sistem perumahan publik yang terpadu dengan layanan infrastruktur dasar perkotaan dan disertai dengan penguatan tata kelola • Penguatan ekosistem pengembangan aplikasi dan gim • Pembangunan JSS (Jakarta Sewerage System) • Pembangunan infrastruktur pengendali banjir dan normalisasi pada Kali Ciliwung • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi 4,98–5,23 3,55–3,85 5,54–6,40 0,62 0,425–0,430 14,65 115 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Peningkatan kapasitas layanan unggulan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak di rumah sakit di tingkat provinsi dan kabupaten/kota • Pengembangan kapasitas, penguatan manajemen, dan peningkatan pelayanan kefarmasian pada fasilitas kesehatan rujukan di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) dan sekolah menengah atas/sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah/sederajat • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor • Peningkatan kualitas dan pengembangan perguruan tinggi riset sains (science), teknologi (technology), teknik (engineering), seni (art), dan matematika (mathematics) unggulan bertaraf internasional pada Universitas Indonesia melalui proyek Pinjaman Luar Negeri Asian Development Bank (ADB) “Promoting Research and Innovation Though Modern and Efficient STP Project” (PRIME STeP) • Pembangunan kualitas keluarga • Percepatan penurunan ketimpangan gender, khususnya terkait pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan, dan pencegahan tindak pidana perdagangan orang • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Pengembangan industri kimia hilir dan farmasi • Pengembangan industri alat angkut termasuk electric vehicle dan kedirgantaraan • Pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Penyusunan panduan dan rencana pengembangan untuk kota dan kawasan perkotaan Wilayah Metropolitan Jakarta • Peremajaan kota (urban renewal) secara inklusif dan terpadu dalam rangka mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh • Pengembangan transportasi publik perkotaan Wilayah Metropolitan Jakarta yang terintegrasi dengan pengembangan kawasan Transit Oriented Development, antara lain melalui perluasan jaringan BRT terintegrasi, peningkatan layanan KA komuter, pengembangan LRT Jakarta, serta pengembangan MRT Jakarta Utara-Selatan dan MRT Timur-Barat 116 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Penataan dan penyempurnaan regulasi dan kelembagaan otonomi khusus Jakarta guna mendukung pencapaian visi Jakarta sebagai kota global • Reviu dan penyusunan peraturan/regulasi yang relevan dengan pengembangan kawasan perkotaan Wilayah Metropolitan Jakarta Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penguatan identitas Jakarta sebagai kota kosmopolitan budaya melalui pemanfaatan urban heritage dan penyelenggaraan ajang kebudayaan berkelas internasional • Peningkatan pengelolaan kualitas udara melalui pengendalian pencemaran udara di Kota Metropolitan Jakarta • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.3.3 Provinsi Jawa Barat Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama pada ranah siber dan area rentan • Lanjutan Pembangunan pembangkit listrik tenaga air Pumped Storage Upper Cisokan • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Pembangunan tempat pembuangan sampah terpadu, tempat pengolahan sampah reduce-reuse-recycle, atau fasilitas pengolahan sampah lainnya di Kota Depok, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Cirebon • Peningkatan produktivitas hortikultura dan peternakan yang berkelanjutan 4,96–5,37 5,85–6,46 6,42–6,99 0,55 0,383–0,390 6,61 117 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Prasarana irigasi air tanah atau irigasi lainnya yang dibangun pada sistem penyediaan air minum perkotaan Majalengka • Bendungan yang direhabilitasi/ditingkatkan kapasitasnya pada sistem penyediaan air minum Kota Cimahi • Prasarana air baku yang dibangun pada sistem penyediaan air minum Palabuhanratu • Bendungan yang direhabilitasi/ditingkatkan kapasitasnya pada Bendung Cariang di Kabupaten Sumedang • Prasarana air baku yang dibangun pada sistem penyediaan air minum Patimban • Sistem pengelolaan persampahan skala kota berupa pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu pada tempat pemrosesan akhir eksisting di Provinsi Jawa Barat • Sistem Pengelolaan Persampahan Skala Kota berupa Pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir Ciminyak di Kabupaten Ciamis • Sistem pengelolaan persampahan skala kota berupa pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir Ciminyak di Kabupaten Ciamis • Sertifikat benih hortikultura di Kabupaten Kuningan • Pengembangan sentra hortikultura berbasis ekspor untuk Kawasan Manggis di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis • Pengembangan sentra cabai pada Kawasan Aneka Cabai di Kabupaten Bandung • Pengembangan sentra hortikultura berbasis ekspor untuk Kawasan Manggis di Kabupaten Sukabumi • Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional Legok Nangka di Kab. Bandung Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pengembangan Kertajati Aerocity • Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban • Penguatan produktivitas industri makanan dan minuman • Penguatan produktivitas industri tekstil dan produk tekstil, serta alas kaki • Penguatan ekosistem film, animasi, visual arts, seni, budaya, kerajinan, kuliner, dan pemampu ekonomi kreatif • Penguatan ekosistem pengembangan aplikasi dan gim • Pembangunan instalasi pengolahan air tahap II Sistem Penyediaan Air Minum Regional Bandung Raya • Penuntasan Pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijurey • Modernisasi Daerah Irigasi Rentang • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi • Bendungan yang direhabilitasi/ditingkatkan kapasitasnya berupa pembangunan Embung Ranca Hilir di Kabupaten Subang • Layanan perencanaan dan pengawasan teknik berupa pembangunan Fly Over di Lemah Abang Kabupaten Bekasi 118 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Pembangunan jalan strategis di Jalan Lingkar Timur Selatan • Sarana Kerja Bidang Konektivitas Perkeretaapian pada Kereta Api Cipatat-Togog Apu-Padalarang di Kabupaten Bandung Barat • Pembangunan jalan strategis (padat karya) berupa perbaikan pedestrian dan drainase pada jalan nasional di Kota Bogor • Prasarana pengendali daya rusak air yang dibangun berupa penanganan tanggul kritis Sungai Citarum di Kabupaten Bekasi • Bendungan yang direhabilitasi/ditingkatkan kapasitasnya berupa pembangunan transmisi air baku Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) dan sekolah menengah atas/sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah/sederajat • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor industri pengolahan • Penurunan kematian ibu dan bayi • Pembangunan kualitas keluarga • Percepatan penurunan ketimpangan gender, khususnya melalui pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan; pencegahan perkawinan anak, khususnya di Kabupaten Garut, Ciamis, Indramayu, dan Cirebon; dan pencegahan tindak pidana perdagangan orang, utamanya pada wilayah kantong pekerja migran • Peningkatan kualitas dan pengembangan perguruan tinggi riset sains (science), teknologi (technology), teknik (engineering), seni (art), dan matematika (mathematics) unggulan bertaraf internasional pada Institut Teknologi Bandung dan Institut Pertanian Bogor melalui proyek Pinjaman Luar Negeri Asian Development Bank (ADB) “Promoting Research and Innovation Though Modern and Efficient STP Project” (PRIME STeP) • Peningkatan kualitas dan pengembangan perguruan tinggi sains (science), teknologi (technology), teknik (engineering), seni (art), dan matematika (mathematics) unggulan di tingkat regional pada Universitas Singaperbangsa Karawang • Peningkatan kapasitas layanan unggulan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak di RS di tingkat provinsi dan kabupaten/kota • Fasilitasi literasi digital • Digital Pembangunan Kampus II Politeknik Manufaktur (POLMAN) di Kota Depok • Sarana perguruan tinggi yang direvitalisasi berupa pengembangan Kampus ITB Cirebon Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Penguatan industri kimia dasar dan logam dasar • Hilirisasi industri tembaga dan bauksit • Hilirisasi industri kelapa dan karet • Pengembangan industri kimia hilir dan farmasi 119 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Pengembangan industri alat angkut termasuk electric vehicle dan kedirgantaraan • Pengembangan industri elektronik dan digital • Pembangunan Pelabuhan Patimban • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pembangunan rumah susun sederhana sewa masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Purwakarta • Pengembangan sistem angkutan umum massal perkotaan di Wilayah Metropolitan Bandung (Bus Rapid Transit Bandung Raya, Elektrifikasi Kereta Api Komuter Bandung) • Pengembangan sistem perumahan publik yang terpadu dengan layanan infrastruktur dasar perkotaan dan disertai dengan penguatan tata kelola • Peremajaan kota (urban renewal) secara inklusif dan terpadu dalam rangka mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh • Pembangunan jalan bebas hambatan berupa pembebasan lahan untuk pembangunan Fly Over Kiaracondong- Buahbatu di Kota Bandung • Pembangunan Area Traffic Control System/Intelligent Transportation System berupa penyediaan angkutan umum massal perkotaan Bus Rapid Transit di Bandung Raya • Pembangunan baru kawasan permukiman berupa rumah susun khusus masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Purwakarta • Penyusunan panduan dan rencana pengembangan untuk kota dan kawasan perkotaan Wilayah Metropolitan Bandung Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Reviu dan penyusunan pengaturan/regulasi yang relevan dengan pengembangan kawasan perkotaan Wilayah Metropolitan Bandung • Pengembangan pelayanan terpadu satu pintu daerah berbasis online single submission dan mal pelayanan publik digital Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Pengembangan ekonomi berbasis kebudayaan di Cagar Budaya Batu Jaya dan Keraton Cirebon • Peningkatan pengelolaan kualitas udara melalui pengendalian pencemaran udara di kota metropolitan Bandung • Pengamanan Pantai Eretan dan Kabupaten Cirebon • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 120 4.3.4 Provinsi Jawa Tengah Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Peningkatan produktivitas hortikultura dan peternakan yang berkelanjutan • Penguatan Pangkalan Angkatan Laut Cilacap dalam rangka pengamanan dan penegakan kedaulatan maritim Indonesia di Samudra Hindia • Pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan sampah berupa tempat pengolahan sampah terpadu di Kabupaten Temanggung, Kabupaten Rembang, Kabupaten Jepara, dan Regional Magelang serta tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Pembangunan instalasi pengolahan air limbah Regional Kabupaten Purbalingga – Kabupaten Banjarnegara • Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Regional Bregas Sistem Banyumudal di Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak • Pengembangan industri elektronik dan digital • Penguatan produktivitas industri makanan dan minuman • Penguatan produktivitas industri tekstil dan produk tekstil dan alas kaki • Penguatan ekosistem film, animasi, visual arts, seni, budaya, kerajinan, kuliner, dan pemampu ekonomi kreatif • Rehabilitasi Daerah Irigasi Kumisik, Jragung, Logung, dan Glapan • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi • Desain and Build Cekdam pengendali sedimen Sungai Merawu DAS Serayu, Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo 4,90–5,60 9,00–9,66 4,42–4,81 0,59 0,362–0,367 0,32 121 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Penggantian Jembatan Beringin, Kota Semarang • Pembangunan, rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana pasar di Kota Surakarta, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Boyolali • Pengerukan kolam pelabuhan di Kabupaten Kendal • Pembangunan duplikasi jembatan di Kabupaten Cilacap • Pembangunan sistem pengendalian banjir rob di Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, dan Kota Pekalongan • Peningkatan jalur kereta api di Kabupaten Cilacap • Pembangunan fasilitas pendukung dan integrasi moda Terminal Tipe A di kota Surakarta • Penyelesaian Destinasi Pariwisata Prioritas Borobudur- Yogyakarta-Prambanan Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Optimalisasi pelaksanaan wajib belajar 13 tahun di semua jenjang pendidikan • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor industri pengolahan • Peningkatan kapasitas layanan unggulan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak di rumah sakit di tingkat provinsi dan kabupaten/kota • Penurunan kematian ibu dan bayi • Pengendalian penyakit menular lainnya (eliminasi malaria) • Penguatan tata kelola manajemen aparatur sipil negara, kompetensi aparatur sipil negara, serta manajemen talenta dan karir aparatur sipil negara di lingkungan pemerintahan daerah di Jawa Tengah • Pembangunan kualitas keluarga • Percepatan penurunan ketimpangan gender, khususnya melalui pemberdayaan perempuan, peningkatan ketahanan keluarga, serta perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan, dan pencegahan tindak pidana perdagangan orang pada wilayah kantong pekerja migran • Peningkatan kualitas dan pengembangan perguruan tinggi sains (science), teknologi (technology), teknik (engineering), seni (art), dan matematika (mathematics) unggulan pada Universitas Jenderal Soedirman • Pengembangan perguruan tinggi keagamaan unggulan pada UIN Salatiga dan UIN Walisongo Semarang • Fasilitasi Literasi Digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Hilirisasi Industri Bauksit • Penguatan industri logam dasar • Pengembangan industri alat angkut termasuk electric vehicle dan kedirgantaraan • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Peningkatan cakupan layanan infrastruktur konektivitas regional konektivitas digital, serta sarana dan prasarana 122 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Pengembangan sistem perumahan publik yang terpadu dengan layanan infrastruktur dasar perkotaan dan disertai dengan penguatan tata kelola • Peremajaan kota (urban renewal) secara inklusif dan terpadu dalam rangka mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh • Pengelolaan urbanisasi melalui pembagian peran dan kewenangan penyediaan layanan dasar serta pengaturan penataan desa berkarakteristik urban dan pengembangan keterkaitan perdesaan • Pengembangan sistem angkutan umum massal di Wilayah Metropolitan Semarang dan Kota Surakarta berbasis jalan • Penyusunan panduan dan rencana pengembangan untuk kota dan kawasan Wilayah Metropolitan Semarang Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Reviu dan penyusunan peraturan/regulasi yang relevan dengan pengembangan kawasan Wilayah Metropolitan Semarang Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Pembangunan Tanggul Laut Sayung • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan (search and rescue) Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.3.5 Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik 5,30–5,80 10,00–10,50 3,12–3,51 0,70 0,443–0,447 62,14 123 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama pada area rentan di kawasan perkotaan Yogyakarta • Pengembangan ekonomi dan inklusivitas keuangan syariah di Daerah Istimewa Yogyakarta • Penguatan ekosistem ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, film, animasi, visual arts, seni, budaya, kerajinan, kuliner, dan pemampu ekonomi kreatif • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan sampah berupa tempat pengolahan sampah terpadu di Kabupaten Gunung Kidul serta tempat pengolahan sampah reduce- reuse-recycle • Penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama pada area rentan di kawasan perkotaan Yogyakarta Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta – New Yogyakarta International Airport • Pembangunan groundsill Sungai Srandakan • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi • Penguatan ekosistem pengembangan aplikasi dan gim • Insentif guna mendorong competitiveness dan peningkatan investasi dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif • Pembelian layanan (Buy The Services) angkutan massal berbasis jalan di Daerah Istimewa Yogyakarta • Pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan di Jalur Jalan Lintas Selatan dan Jaringan Ringroad Perkotaan Yogyakarta • Insentif guna mendorong competitiveness dan peningkatan investasi dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Peningkatan kapasitas layanan unggulan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak di Rumah Sakit di tingkat provinsi dan kabupaten/kota • Optimalisasi pelaksanaan wajib belajar 13 tahun di semua jenjang pendidikan • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor industri pengolahan • Peningkatan kualitas dan pengembangan perguruan tinggi riset sciences, technology, engineering, art, dan mathematics unggulan bertaraf internasional pada Universitas Gadjah Mada melalui proyek Pinjaman Luar Negeri Asian Development Bank (ADB) “Promoting Research and Innovation Though Modern and Efficient STP Project” (PRIME STeP) • Pembangunan kualitas keluarga • Pencegahan perilaku berisiko pemuda 124 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Penguatan inklusi sosial, khususnya bagi lansia dan penyandang disabilitas • Fasilitasi literasi digital • Koordinasi penyelenggaraan pelatihan dan pemagangan bersama industri Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pengembangan Bandara Hub New Yogyakarta International Airport Kulon Progo Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pemasangan sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak mampu atau berada di daerah terdepan, tertinggal, terluar • Pengembangan sistem angkutan umum massal di perkotaan Yogyakarta berbasis jalan • Bantuan stimulan perumahan swadaya di Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Sleman • Pemugaran kawasan kumuh, khususnya di Kelurahan Joho, Kelurahan Condongcatur, dan Kelurahan Depok Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Penataan dan penyempurnaan regulasi dan kelembagaan otonomi khusus/keistimewaan Yogyakarta • Pendampingan percepatan integrasi rencana detail tata ruang dengan sistem online single submission untuk Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman • Penanganan akses Reforma Agraria Kategori I Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Pelestarian dan pengembangan Warisan Budaya Dunia Sumbu Filosofi Yogyakarta yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat • Pengamanan Pantai Congot • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.3.6 Provinsi Jawa Timur Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka 5,10–5,41 7,58–8,08 3,90–4,49 0,61 0,381–0,386 1,00 125 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik • Pembangunan dan revitalisasi Museum PETA (Pembela Tanah Air) Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum Mojolagres (100 liter/detik) • Pembangunan Intake Sungai Rejoso (1.000 liter/detik) dan Jaringan Pipa Transmisi Sistem Penyediaan Air Minum Regional Umbulan • Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Kali Rejoso (1.000 liter/detik) Sistem Penyediaan Air Minum Regional Umbulan • Revitalisasi Pipa Jaringan Distribusi Utama Kabupaten- Kota Probolinggo • Pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Kabupaten Mojokerto • Peningkatan logistik dan perdagangan berbasis biru berkelanjutan • Penguatan industri manufaktur berbasis kelautan – perkapalan dan garam • Pengembangan industrialisasi perikanan yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan • Penguatan Pangkalan Utama Angkatan Laut Surabaya dalam rangka penguatan pengamanan maritim terhadap Surabaya dan garda maritim Indonesia bagian timur • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan sampah berupa tempat pengolahan sampah terpadu di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Banyuwangi serta tempat pengolahan sampah reduce-reuse-recycle Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Penguatan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan menengah vokasi yang memiliki interlinkage and Match yang Kuat dengan Kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri • Lanjutan Pengendalian Banjir Sungai Buntung (akses Bandara Juanda) • Lanjutan Pengendalian Banjir Sungai Lamong • Revitalisasi pelatihan vokasi di Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja Surabaya • Pembangunan Rumah Susun Masyarakat Berpenghasilan Rendah • Pembangunan dan revitalisasi Pasar Beran • Pembangunan Jalan Pansela • Preservasi Jalan mendukung Java Integrated and Industrial Port Estate Gresik Ruas Sadang (Bts. Kabupaten Lamongan) - Bts. Kota Gresik • Preservasi Jembatan Manyar mendukung Java Integrated and Industrial Port Estate Gresik • Penggantian dan Duplikasi Jembatan Modangan • Rehabilitasi dan Pelebaran Jalan Nasional Ruas Bulu (Bts. Kab. Jateng) - Bts. Kota Tuban 126 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Pelebaran Jalan Nasional Situbondo-Ketapang • Pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan di Jalan Nasional • Sentra Pengolahan Perikanan Bengkorok (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Terpadu) • Peningkatan sarana dan prasarana Bandara Abdurrachman Saleh • Penguatan produktivitas industri makanan dan minuman • Penguatan produktivitas industri tekstil dan produksi tekstil dan alas kaki • Penguatan ekosistem kuliner • Pengembangan sistem perumahan publik yang terpadu dengan layanan infrastruktur dasar perkotaan dan disertai dengan penguatan tata kelola • Revitalisasi Pipa Jaringan Distribusi Utama Kabupaten- Kota Probolinggo • Rehabilitasi Daerah Irigasi Pondok dan Pacal • Pengendalian banjir Kali Jeroan, Ring Ngotok Kanal, dan Kali Konto Hilir • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi • Penguatan ekosistem film, animasi, visual arts, seni, budaya, kerajinan, kuliner, dan pemampu ekonomi kreatif • Penguatan ekosistem pengembangan aplikasi dan gim Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Optimalisasi pelaksanaan wajib belajar 13 tahun di semua jenjang pendidikan • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor industri pengolahan • Peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui sistem pemagangan dalam negeri • Penurunan kematian ibu dan bayi • Pengendalian penyakit menular lainnya (eliminasi malaria) • Pembangunan kualitas keluarga • Percepatan penurunan ketimpangan gender melalui pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan, dan pencegahan tindak pidana perdagangan orang pada wilayah kantong pekerja migran • Peningkatan kualitas dan pengembangan perguruan tinggi sciences, technology, engineering, art, dan mathematics unggulan bertaraf internasional pada Institut Teknologi Sepuluh Nopember melalui proyek Pinjaman Luar Negeri Asian Development Bank (ADB) “Higher Education for Technology and Innovation Project” (HETI) dan Universitas Brawijaya melalui proyek Pinjaman Luar Negeri KfW “Quality Improvement of Academic Hospital of Brawijaya University” • Peningkatan kualitas dan pengembangan politeknik sciences, technology, engineering, art, dan mathematics unggulan pada Politeknik Negeri Madura, Politeknik Negeri Madiun, dan Politeknik Negeri Malang 127 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Perluasan akses perguruan tinggi keagamaan melalui pengembangan IAIN Kediri • Peningkatan kapasitas layanan unggulan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak di RS di tingkat provinsi dan kabupaten/kota • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Hilirisasi industri tembaga dan bauksit • Hilirisasi industri sawit, kelapa, dan karet • Hilirisasi industri rumput laut • Pengembangan industri kimia hilir dan farmasi • Penguatan industri kimia dasar dan logam dasar • Pengembangan industri elektronik dan digital • Pengembangan industri alat angkut termasuk electric vehicle dan kedirgantaraan • Pengadaan kapal perintis • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pengembangan Bandara Hub Juanda Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Peremajaan kota (urban renewal) secara inklusif dan terpadu dalam rangka mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh • Pemasangan sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak mampu atau berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar di Wilayah Madura • Surabaya Regional Railway Line • Pengembangan sistem angkutan umum massal perkotaan di Metropolitan Surabaya Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Pengembangan pelayanan terpadu satu pintu daerah berbasis online single submission dan mal pelayanan publik digital Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan • Rehabilitasi kerusakan lahan • Pengembangan perhutanan sosial melalui sarana ekonomi produktif, penyediaan tenaga pendamping, fasilitasi penyusunan dan pengesahan rencana kerja/pengelolaan kelompok perhutanan sosial, dan fasilitasi peningkatan kelompok usaha perhutanan sosial ke kelas gold • Pengendalian lahar Gunung Semeru Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 128 4.3.7 Provinsi Banten Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Pengembangan industri elektronik dan digital • Penguatan Pangkalan Angkatan Laut Banten guna penguatan keamanan global maritime trade route di Selat Sunda (Alur Laut Kepulauan Indonesia-1) • Pembangunan pembangkit listrik energi baru terbarukan berbasis tenaga panas bumi, terutama untuk eksplorasi Wilayah Kerja Pertambangan Rawadano • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama pada area rentan di kawasan perkotaan • Pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan sampah berupa tempat pengolahan sampah terpadu, tempat pengolahan sampah reduce-reuse-recycle, atau fasilitas pengolahan sampah lainnya di Kota Cilegon • Sistem Pengelolaan Persampahan Skala Regional Banten • Pembangunan Sistem Pengelolaan Persampahan Skala Regional tempat pengolahan sampah terpadu Bangkonol • Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Cilegon • Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Regional Karian Barat • Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat Skala Kota Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Balaraja • Optimalisasi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Dengung • Pembangunan Jalan Usaha Tani 5,28–5,33 4,50–5,50 6,87–7,24 0,54 0,344–0,365 43,56 129 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Penyusunan kajian terkait penyiapan pembangunan konektivitas langsung Sumatra–Jawa via Selat Sunda • Lanjutan pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang • Penguatan produktivitas industri tekstil dan produk tekstil dan alas kaki • Pengembangan industri perikanan yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan • Penguatan produktivitas industri makanan dan minuman • Penguatan ekosistem film, animasi, visual arts, seni, budaya, kerajinan, kuliner, dan pemampu ekonomi kreatif • Penguatan ekosistem pengembangan aplikasi dan gim • Pembangunan sarana dan prasarana Air Baku Karian • Pengendalian banjir Sungai Cidurian • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi • Koordinasi pengembangan Destinasi Pariwisata Agrowisata Cikapek • Pengadaan Lahan Lintas Rangkasbitung-Labuhan • Perpanjangan sarana kerja bidang konektivitas perkeretaapian Light Rail Transit dan Mass Rapid Transit • Pengerukan muara sungai di Pelabuhan Penyeberangan Angkutan Orang dan Barang di Cituis • Prasarana pengendali daya rusak air yang direhabilitasi di Kawasan Sungai Cibanten • Pembangunan Fly Over Jalan Jenderal Soedirman - Lebak Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) dan sekolah menengah atas/sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah/sederajat • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor industri pengolahan • Peningkatan kapasitas layanan unggulan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak di rumah sakit di tingkat provinsi dan kabupaten/kota • Pembangunan kualitas keluarga • Percepatan penurunan ketimpangan gender terutama di Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kota Tangerang dan Kota Cilegon • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Hilirisasi industri sawit dan karet • Pengembangan industri alat angkut termasuk electric vehicle dan kedirgantaraan • Penguatan industri kimia dasar dan logam dasar • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pengembangan Bandara Hub Soekarno-Hatta dan Pengembangan Bandara Budiarto, Tangerang 130 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pengembangan sistem perumahan publik yang terpadu dengan layanan infrastruktur dasar perkotaan dan disertai dengan penguatan tata kelola • Pembangunan kawasan permukiman di Kawasan Kumuh Cigondang Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Pengembangan pelayanan terpadu satu pintu daerah berbasis online single submission dan mal pelayanan publik digital Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Peningkatan pengelolaan kualitas udara melalui pengendalian pencemaran udara di kota besar • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.4 Wilayah Bali – Nusa Tenggara 4.4.1 Pokok-pokok Intervensi Kewilayahan dan Sarana Prasarana Pulau Bali – Nusa Tenggara Tahun 2025 Gambar 4.3 Peta Kawasan Pusat Pertumbuhan dan Daerah Afirmasi 131 4.4.2 Provinsi Bali Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penguatan Pangkalan TNI Angkatan Laut Denpasar guna penguatan keamanan global maritime trade route di Selat Lombok (Alur Laut Kepulauan Indonesia-2) • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu, tempat pengolahan sampah reduce-reuse-recycle, atau fasilitas pengolahan sampah lainnya di Kabupaten Gianyar • Pembangunan pusat daur ulang di Desa Adat Bonjaka di Kabupaten Gianyar Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Peningkatan cakupan infrastruktur digital Bali sebagai lokasi remote working • Proses penyiapan pembangunan Jalan Tol Gilimanuk– Mengwitani • Revitalisasi Zona 1A Ulapan • Penguatan produktivitas industri tekstil dan produk tekstil, serta alas kaki • Penguatan destinasi regeneratif Bali • Pengembangan Bali Maritime Tourism Hub • Penguatan ekosistem film, animasi, visual arts, seni, budaya, kerajinan, kuliner, dan pemampu ekonomi kreatif • Penguatan ekosistem pengembangan aplikasi dan gim • Pengembangan konektivitas jalan dan pelabuhan Nusa Lembongan, Nusa Ceningan, dan Nusa Penida • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi 5,30–6,30 3,57–3,93 1,87–2,35 0,59 0,355–0,359 5,36 132 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Peningkatan kapasitas layanan unggulan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak di rumah sakit di tingkat provinsi dan kabupaten/kota • Peningkatan kualitas dan pengembangan perguruan tinggi unggulan di tingkat regional pada Universitas Pendidikan Ganesha • Eliminasi penyakit tropis terabaikan lainnya (rabies) • Pemutakhiran kurikulum pelatihan balai latihan kerja, seperti pelatihan digital dan perbaikan solar panel • Pengembangan kurikulum pendidikan kejuruan/vokasi berbasis experience-based learning untuk modernisasi pertanian dan pertanian organik • Pembangunan kualitas keluarga • Percepatan penurunan ketimpangan gender, melalui pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan, termasuk tindak pidana perdagangan orang • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan yang difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Pengembangan industri berbasis komoditas pertanian dan perkebunan di Jembrana dan Buleleng • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Peremajaan kota (urban renewal) secara inklusif dan terpadu dalam rangka mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh • Penataan kawasan kumuh di Suwung dan Pantai Kusamba • Pengembangan sistem perumahan publik yang terpadu dengan layanan infrastruktur dasar perkotaan dan disertai dengan penguatan tata kelola • Pengembangan sistem angkutan umum massal perkotaan di Wilayah Metropolitan Sarbagita Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Pengembangan pelayanan terpadu satu pintu daerah berbasis online single submission dan mal pelayanan publik digital 133 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Pengembangan pusat kebudayaan Bali di Klungkung • Revitalisasi nilai budaya dan tradisi Bali, serta pengelolaan terpadu warisan budaya dunia Subak dan tiga genre Tari Bali (Wali, Bebali, Balih-balihan) • Pembangunan infrastruktur pengamanan Pantai Sedayu– Kusamba, Nusa Penida, Tegal Besar • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan • Penyediaan sirine peringatan dini tsunami portable Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.4.3 Provinsi Nusa Tenggara Barat Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Perluasan penegakan regulasi, pertahanan keamanan, penguatan kolaborasi dan kerja sama antarpihak terutama dalam memberantas illegal, unreported and unregulated fishing pada perairan di Wilayah Pengelolaan Perikanan 573; pengembangan pengelolaan lintas wilayah (transboundary management); serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan wilayah • Peningkatan sistem penyediaan air minum kabupaten/kota di Kabupaten Lombok Barat, Kota Bima, dan Kabupaten Bima • Peningkatan perlindungan sumber daya pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil dengan menerapkan prinsip rendah karbon dan berketahanan iklim, untuk mewujudkan masyarakat tangguh iklim dan lingkungan hidup yang berkelanjutan • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Penyediaan benih dan bibit serta peningkatan produksi ternak yang berkelanjutan 6,00–6,50 11,68–12,18 2,19–2,79 0,54 0,369–0,373 25,99 134 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pembangunan infrastruktur permukiman berbasis masyarakat di perkotaan di Kabupaten Bima • Penataan bangunan kawasan destinasi wisata di kawasan Danau Lebo Taliwang • Penyelesaian destinasi pariwisata prioritas • Pembangunan/revitalisasi pasar rakyat di Kabupaten Dompu • Pengembangan jaringan tersier irigasi permukaan dan irigasi rawa yang dibangun di Kabupaten Bima, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Sumbawa • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi • Pembangunan Jembatan Lewamori di Kabupaten Bima Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Pengendalian penyakit menular lainnya (eliminasi malaria) • Percepatan peningkatan sumber daya manusia aparatur sipil negara berkualitas • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan • Peningkatan kualitas dan pengembangan perguruan tinggi science, technology, engineering, art and mathematics unggulan pada Universitas Mataram • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Percepatan hilirisasi industri berbasis komoditas nilai tambah tinggi, antara lain industri tembaga dan rumput laut • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pengembangan Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, Bima Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Mataram • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Selaparang di Kabupaten Lombok Timur dalam mendukung pemerataan ekonomi Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Pengembangan smart government serta penguatan kapasitas aparatur daerah dan lembaga Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan • Pengamanan pantai di tiga Gili Kabupaten Lombok Utara Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 135 4.4.4 Provinsi Nusa Tenggara Timur Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penyiapan pengembangan kawasan terintegrasi rumput laut dengan indikasi lokasi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Flores Timur, dan Kabupaten Sumba Timur dengan dukungan produksi dari kabupaten sekitarnya, melalui: - Penyiapan sentra-sentra produksi rumput laut - Penyediaan bibit unggul, serta sarana dan prasarana produksi dan pascapanen - Peningkatan konektivitas dan aksesibilitas antara pusat produksi, pengolahan, dan pemasaran berupa penggantian jembatan Oesapa Besar di Kota Kupang dan peningkatan ruas Jalan Waingapu–Melolorumput • Penyiapan pengembangan kawasan integrasi food, energy, and water nexus untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pemanfaatan energi, air, dan pangan • Pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pembangunan dan peningkatan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Pulau Sumba • Optimalisasi pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna dan penuntasan pengelolaan sampah di kawasan wisata Labuan Bajo • Pembangunan, perluasan, peningkatan sistem penyediaan air minum dengan lokasi prioritas di Kabupaten Belu, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Flores Timur, Kota Kupang, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Alor, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Lembata • Fasilitasi business matchmaking startup digital, fasilitasi digital technopreneur, pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan • Peningkatan kerja sama antarpihak dalam penguatan regulasi untuk pemberantasan illegal, unreported and unregulated fishing di Wilayah Pengelolaan Perikanan 573 4,75–5,65 15,32–15,82 2,49–2,99 0,47 0,319–0,324 61,82 136 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* dan negara tetangga untuk pengelolaan lintas wilayah (transboundary management) • Penguatan ketahanan pangan yang ditopang salah satunya melalui pembangunan sentra produksi pakan ternak di Kabupaten Kupang • Pengembangan kawasan sentra produksi pangan/food estate di Kabupaten Belu dan Kabupaten Sumba Tengah yang didukung Kawasan Transmigrasi Tasifeto-Mandeu di Kabupaten Belu, melalui: - Penyediaan bantuan alat dan mesin pertanian, pupuk, serta benih unggul - Pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi dan jalan usaha tani - Pengembangan sarana prasarana pengolahan dan pemasaran hasil kawasan sentra produksi pangan • Percepatan pemenuhan akses sanitasi aman, berkelanjutan, dan inklusif salah satunya melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja di Kota Kupang • Penguatan pengelolaan area dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi, baik di dalam dan di luar kawasan konservasi Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Penyiapan kawasan pariwisata rintisan di Pulau Sumba sebagai fondasi pariwisata berorientasi global dan pariwisata lainnya, melalui: - Pengembangan daya tarik wisata berbasis minat khusus berupa destinasi wisata megalitik dan kampung adat, serta destinasi berbasis alam - Pengembangan konektivitas dan aksesibilitas menuju kawasan pariwisata - Penyiapan sumber daya manusia pariwisata unggul - Pembangunan gedung ekonomi kreatif salah satunya di Kota Kupang • Percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas destinasi pada kawasan pariwisata premium Labuan Bajo melalui: - Penguatan daya tarik wisata berbasis alam, budaya, dan buatan di dalam key tourism area - Peningkatan upaya promosi dan pemasaran wisata - Peningkatan konektivitas dan aksesibilitas pariwisata: o Pembangunan jalan lintas Flores dan ruas jalan Labuan Bajo–Boleng–Terang–Kedindi o Pengembangan Bandara Komodo • Peningkatan infrastruktur konektivitas jalan trans Flores melalui peningkatan ruas Maumere–Wairunu dan jalan trans Timor mendukung perbatasan melalui penanganan longsoran di ruas Motaain–Henes–Motamasin. • Prasarana pendayagunaan air tanah untuk penyediaan air baku yang dibangun di Kota Kupang • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi • Pengendalian banjir terpadu di wilayah pariwisata 137 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Pemerataan dan peningkatan akses serta kualitas fasilitas dan pelayanan kesehatan dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Alor, dan Kabupaten Rote Ndao • Penyiapan sarana, prasarana, dan sistem pelayanan kesehatan berupa sistem rujukan kepulauan, telemedicine, serta sistem sister hospital dengan lokasi indikasi prioritas di Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Kupang, Kabupaten Alor, Kabupaten Rote Ndao, dan Kabupaten Sabu Raijua • Pengendalian penyakit (tuberkulosis, malaria, hepatitis, infeksi saluran pernafasan akut, kusta, dan rabies) dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Lembata, dan Kabupaten Flores Timur • Percepatan penurunan stunting dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Alor, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Sumba Barat Daya • Penyiapan sarana, prasarana, dan penyediaan layanan pendidikan berkualitas dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Manggarai Barat • Penurunan kematian ibu dan bayi • Pembangunan kualitas keluarga • Penurunan ketimpangan gender melalui pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan; pencegahan perkawinan anak; dan pencegahan tindak pidana perdagangan orang, utamanya pada wilayah kantong pekerja migran • Fasilitasi literasi digital • Perluasan jaminan kesehatan dalam rangka mendukung transformasi sosial Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Peningkatan keterkaitan ekonomi dan rantai nilai domestik, antar daerah, dan global Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Percepatan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produksi dan produktivitas komoditas unggulan dan ekonomi lokal di daerah lambat tumbuh, dengan indikasi lokasi prioritas Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Sabu Raijua • Percepatan pemerataan layanan dasar kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur di daerah lambat tumbuh, dengan indikasi lokasi prioritas Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Sabu Raijua • Peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan di Kabupaten Belu, Kabupaten Kupang, 138 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Kabupaten Malaka, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan Kabupaten Alor • Pembangunan perkotaan melalui peremajaan kota (urban renewal) secara inklusif dan terpadu dalam rangka mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh salah satunya di Kabupaten Sikka • Pembangunan Kawasan Perbatasan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional Kefamenanu, Pusat Kegiatan Strategis Nasional Atambua, dan Pusat Kegiatan Strategis Nasional Kalabahi dan 13 kecamatan perbatasan prioritas di Provinsi Nusa Tenggara Timur • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kobalima Timur di Kabupaten Malaka, Kawasan Transmigrasi Ponu di Kabupaten Timor Tengah Utara, dan Kawasan Transmigrasi Tasifeto-Mandeu di Kabupaten Belu dalam mendukung pemerataan ekonomi Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Percepatan digitalisasi layanan publik dan pelaksanaan audit sistem pemerintahan berbasis elektronik untuk penguatan aspek pemerintahan digital Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Perlindungan pulau-pulau kecil dari risiko abrasi • Penguatan kerja sama dan pelibatan tokoh adat/ agama sebagai penggerak masyarakat dan mitra utama pemerintah dalam perencanaan dan penyelenggaraan pembangunan • Pengelolaan risiko bencana melibatkan multiaktor pentahelix dalam pembangunan dengan memperkuat kesadaran masyarakat akan potensi bahaya dan pengembangan mitigasi struktural dan non-struktural di wilayah rawan bencana tinggi • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.5 Wilayah Kalimantan 4.5.1 Pokok-pokok Intervensi Kewilayahan dan Sarana Prasarana Pulau Kalimantan Tahun 2025 139 Gambar 4.4 Peta Kawasan Pusat Pertumbuhan dan Daerah Afirmasi *Daerah Afirmasi (Kawasan Perbatasan) dan PKSN masih dalam penentuan lokasi prioritas untuk RPJMN 2025-2029 4.5.2 Provinsi Kalimantan Barat Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Pembangunan sistem penyediaan air minum regional di Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas • Pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat skala kota di Kota Pontianak • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian 5,30–5,65 5,65–6,15 4,73–4,86 0,50 0,315–0,321 67,73 140 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pembangunan pusat layanan usaha terpadu di Kabupaten Sambas • Pembangunan Jalan Nanga Pinoh–Batas Kalimantan Tengah • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Eliminasi penyakit tropis terabaikan lainnya (rabies) • Pembangunan kualitas keluarga • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) dan sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah/sederajat • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan; dan industri pengolahan • Fasilitasi literasi digital • Penurunan ketimpangan gender, khususnya melalui perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan serta pencegahan perkawinan anak dan tindak pidana perdagangan orang Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Percepatan hilirisasi industri berbasis komoditas nilai tambah tinggi, antara lain industri sawit, kelapa, dan karet • Peningkatan investasi pabrik hilirisasi bauksit • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pengembangan Bandara Singkawang • Pengembangan Pelabuhan Kijing Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Rasau Jaya di Kabupaten Kubu Raya, Kawasan Transmigrasi Gerbang Mas Perkasa di Kabupaten Sambas, Kawasan Transmigrasi Sekayam-Entikong di Kabupaten Sanggau, dan Kawasan Transmigrasi Ketungau Hulu di Kabupaten Sintang dalam mendukung pemerataan ekonomi • Pembangunan kawasan perbatasan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional Paloh-Aruk, Pusat Kegiatan Strategis Nasional Entikong, Pusat Kegiatan Strategis Nasional Nangabadau, dan Pusat Kegiatan Strategis Nasional Jagoi Babang dan enam kecamatan perbatasan prioritas di Provinsi Kalimantan Barat • Bantuan pembangunan rumah susun untuk hunian Aparatur Sipil Negara/Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Republik Indonesia di Kota Pontianak Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Pengembangan smart government serta penguatan kapasitas aparatur daerah dan lembaga 141 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan • Pengamanan pantai Kabupaten Sambas Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.5.3 Provinsi Kalimantan Tengah Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Kawasan Sentra Produksi Pangan Kalimantan Tengah didukung Kawasan Transmigrasi Lamunti-Dadahup di Kabupaten Kapuas • Pengadaan benih tanaman pangan bersertifikat untuk kawasan padi di Kabupaten Katingan dan Kabupaten Kotawaringin Timur • Pengembangan lahan pertanian pangan produktif di Kabupaten Lamandau • Reforma agraria (redistribusi tanah dan pemberdayaan tanah masyarakat) yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Tengah • Peningkatan instalasi pengolahan air bersih kapasitas 50 liter/detik di Kota Muara Teweh • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Pengadaan surat tanda daftar budidaya sawit rakyat di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Seruyan, dan Kabupaten Katingan 5,60 4,11–4,61 3,32–3,91 0,54 0,311–0,315 76,00 142 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pembangunan drainase utama pengendali banjir Kota Sampit • Pembangunan sarana dan prasarana air baku Kabupaten Kotawaringin Barat • Peningkatan jalan nasional di segmen Tumbang Samba– Simpang Rabambang • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Penyediaan peralatan kesehatan dan pendukungnya untuk layanan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Doris Sylvanus • Pengendalian penyakit menular lainnya (eliminasi malaria) • Pelatihan berbasis kompetensi • Peningkatan kualitas dan pengembangan perguruan tinggi science, technology, engineering, art, and mathematics unggulan pada Universitas Palangka Raya • Pembangunan kualitas keluarga • Penurunan ketimpangan gender, khususnya melalui perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan serta pencegahan perkawinan anak • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Percepatan hilirisasi industri berbasis komoditas nilai tambah tinggi, antara lain industri bauksit • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pengembangan Bandara H. Asan Sampit Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Lamunti–Dadahup di Kabupaten Kapuas, Kawasan Transmigrasi Jelai (Pulau Nibung) di Kabupaten Sukamara, serta Kawasan Transmigrasi Arut Selatan dan Kota Warigin Lama di Kabupaten Kotawaringin Barat dalam mendukung pemerataan ekonomi • Peningkatan kualitas perumahan swadaya di 14 kabupaten/kota Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Pengembangan smart government serta penguatan kapasitas aparatur daerah dan lembaga • Peningkatan kapasitas fiskal daerah, khususnya intensifikasi pendapatan pajak daerah dan retribusi daerah serta pemanfaatan pembiayaan alternatif 143 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.5.4 Provinsi Kalimantan Selatan Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Peningkatan keamanan untuk mengurangi tingkat kriminalitas lokal dan lintas batas • Pengembangan kawasan karet di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Balangan • Pengembangan sarana dan prasarana pascapanen tanaman perkebunan untuk komoditas kopi di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, serta komoditas karet di Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah • Bantuan penyediaan bibit ikan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, dan Kabupaten Tanah Bumbu • Pengembangan sistem pengelolaan persampahan skala regional di Kota Banjarbaru • Pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan sampah berupa tempat pengolahan sampah terpadu, tempat pengolahan sampah reduce-reuse-recycle, atau fasilitas pengelolaan sampah lainnya di Kabupaten Tabalong • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian 4,97–5,28 3,60–3,94 3,86–4,25 0,55 0,307–0,311 75,97 144 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Fasilitasi pembangunan sarana dan prasarana pendukung ruang kreatif pada kawasan wisata bawah jembatan di Kabupaten Barito Kuala • Pembangunan prasarana air baku Kabupaten Barito Kuala • Fasilitasi peningkatan kapasitas badan usaha milik desa untuk mendukung destinasi pariwisata agropolitan di Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Tanah Bumbu • Pembangunan pusat layanan usaha terpadu di Kota Banjarbaru • Perkuatan Tebing Sei Tabalong • Insentif guna mendorong competitiveness dan peningkatan investasi dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Dukungan peningkatan pemenuhan standar sarana prasarana dan alat kesehatan untuk Rumah Sakit Umum Daerah Ulin dan Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moch. Ansari Saleh di Kota Banjarmasin • Pengendalian penyakit menular lainnya (eliminasi malaria) • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses sekolah menengah atas/sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah/sederajat • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan yang difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertambangan dan penggalian • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Hilirisasi industri nikel • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Cahaya Baru di Kabupaten Barito Kuala dalam mendukung pemerataan ekonomi • Penyediaan perlengkapan jalan di Wilayah Metropolitan Banjarmasin, meliputi Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar • Bantuan pembangunan rumah susun untuk hunian Aparatur Sipil Negara dan mahasiswa di Kota Banjarbaru • Peremajaan kota (urban renewal) secara inklusif dan terpadu dalam rangka mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh • Pengembangan sistem angkutan umum massal di perkotaan Banjarmasin • Penyusunan panduan dan rencana pengembangan untuk kota dan Kawasan Perkotaan Banjarmasin 145 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Pengembangan sistem perumahan publik yang terpadu dengan layanan infrastruktur dasar perkotaan dan disertai dengan penguatan tata kelola Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Reviu dan penyusunan peraturan/regulasi yang relevan dengan pengembangan kawasan perkotaan Banjarmasin • Pengembangan smart government serta penguatan kapasitas aparatur daerah dan lembaga Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penguatan instrumen peringatan dini bencana di 13 lokasi kabupaten/kota • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan • Pembangunan early warning system Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.5.5 Provinsi Kalimantan Timur Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Pengembangan lahan pertanian pangan produktif di Kabupaten Kutai Kartanegara • Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya off grid di Kabupaten Mahakam Ulu • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Pengembangan sumber energi biogas di Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, dan Kabupaten Berau 6,28–6,58 4,24–5,05 4,50–5,14 0,57 0,310–0,321 40,82 146 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pembangunan awal (inisiasi) klaster-klaster ekonomi prioritas pengembangan superhub ekonomi Nusantara, antara lain ekowisata di daerah mitra Ibu Kota Nusantara • Penguatan ekosistem ekonomi kreatif, antara lain ekosistem film, animasi, visual arts, seni, budaya, kerajinan, kuliner, dan pemampu ekonomi kreatif, serta ekosistem pengembangan aplikasi dan gim • Preservasi Jalan Simpang Blusuh–Batas Kalimantan Tengah • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi • Penyediaan akses jaringan internet di Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, dan Kabupaten Penajam Paser Utara Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Peningkatan kualitas dan pengembangan politeknik science, technology, engineering, art, and mathematics unggulan pada Politeknik Pertanian Negeri Samarinda • Pengembangan sarana pusat kesehatan masyarakat, pusat kesehatan masyarakat pembantu, dan pos pelayanan terpadu di 10 kabupaten/kota • Pengendalian penyakit menular lainnya (eliminasi malaria) • Peningkatan kapasitas lembaga pendidikan eksisting dan pembangunan sarana pendidikan baru di daerah mitra Ibu Kota Nusantara • Pembangunan kualitas keluarga • Penurunan ketimpangan gender, khususnya melalui peningkatan kesehatan reproduksi perempuan dan peningkatan partisipasi perempuan di bidang ekonomi dan ketenagakerjaan • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertambangan dan penggalian • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Penguatan industri dasar, antara lain industri kimia dasar • Percepatan hilirisasi industri berbasis komoditas nilai tambah tinggi, antara lain industri sawit • Pengembangan industri teknologi menengah tinggi, seperti industri elektronik dan digital, serta industri kimia hilir dan farmasi • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pengembangan Bandara Sultan Aji Muhammad Sepinggan Balikpapan dan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto Samarinda 147 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kerang di Kabupaten Paser dalam mendukung pemerataan ekonomi • Pengembangan sistem angkutan umum massal di Perkotaan Balikpapan • Pembangunan kawasan perbatasan di dua kecamatan perbatasan prioritas di Provinsi Kalimantan Timur Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Pengembangan smart government serta penguatan kapasitas aparatur daerah dan lembaga • Peningkatan kapasitas fiskal daerah dan sinergi perencanaan dan penganggaran prioritas daerah dengan prioritas nasional, serta perluasan pemanfaatan pembiayaan alternatif seperti dana jasa ekosistem dan pasar karbon Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Pengembangan mitigasi struktural dan non struktural untuk adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana • Pengamanan Pantai Manggar dan Pantai AURI Kota Balikpapan • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.5.6 Provinsi Kalimantan Utara Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penyelesaian permasalahan outstanding boundary problems di Kalimantan Utara • Peningkatan keamanan untuk mengurangi tingkat kriminalitas lokal dan lintas batas • Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya terpadu di Kabupaten Nunukan • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian 5,31–5,60 4,33–5,07 3,90–3,94 0,54 0,263 55,77 148 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Bantuan pembangunan rumah susun untuk hunian Aparatur Sipil Negara/Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Republik Indonesia di Kabupaten Bulungan • Penuntasan dan peningkatan infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Peningkatan kualitas dan pengembangan politeknik science, technology, engineering, art, and mathematics unggulan pada Politeknik Negeri Nunukan • Penyediaan peralatan kesehatan dan pendukungnya untuk rumah sakit jiwa di Kabupaten Bulungan • Pengendalian penyakit menular lainnya (eliminasi malaria) • Pembangunan kualitas keluarga • Penurunan ketimpangan gender, khususnya melalui perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan serta pencegahan tindak pidana perdagangan orang • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertambangan dan penggalian • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Percepatan hilirisasi industri berbasis komoditas nilai tambah tinggi, antara lain industri bauksit dan rumput laut • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pengembangan Bandara Juwata, Kota Tarakan Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Salim Batu di Kabupaten Bulungan dalam mendukung pemerataan ekonomi • Pembangunan Kawasan Perbatasan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional Long Nawang, Pusat Kegiatan Strategis Nasional Nunukan dan Pusat Kegiatan Strategis Nasional Tou Lumbis dan 12 Kecamatan Perbatasan Prioritas di Provinsi Kalimantan Utara • Pemasangan sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak mampu atau berada pada daerah terdepan, terluar, tertinggal di Kabupaten Malinau, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Nunukan, dan Kota Tarakan Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Pengembangan smart government serta penguatan kapasitas aparatur daerah dan lembaga 149 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penguatan instrumen peringatan dini bencana di wilayah Sungai Sesayap, Kabupaten Nunukan • Pengamanan pantai Kabupaten Nunukan • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan • Penyediaan early warning system di wilayah Sungai Sesayap Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.5.7 Daerah Khusus Ibu Kota Nusantara Catatan: Sasaran Daerah Khusus Ibu Kota Nusantara masih menjadi bagian dari perhitungan sasaran pembangunan Provinsi Kalimantan Timur Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Implementasi ekonomi sirkular melalui daur ulang dan pengelolaan sampah terintegrasi di waste nexus atau waste hub • Pengembangan tahap awal kawasan integrasi food, energy, and water nexus untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pemanfaatan energi, air, dan pangan Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pengembangan dan pembangunan jalan yang terintegrasi dengan daerah mitra sekitar seperti jalan bebas hambatan/jalan tol, pembangunan jalan dalam kawasan inti pusat pemerintahan, duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek II • Perluasan pemanfaatan pembiayaan kreatif seperti urun dana (crowd funding), dana dari filantropi, tanggung jawab sosial dan lingkungan (corporate social responsibility), dan perdagangan karbon (carbon trade) • Pengembangan simpul transportasi utama 150 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Integrasi pendekatan struktural dan nonstruktural dengan menerapkan konsep sponge city (nature based solution) untuk mereduksi banjir di Ibu Kota Nusantara • Perluasan kawasan perkantoran pemerintahan pusat serta kawasan permukiman aparatur sipil negara dan personel pertahanan dan keamanan (Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Republik Indonesia) • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Pengembangan pelayanan kesehatan unggulan berstandar internasional di Wilayah Ibu Kota Nusantara • Pengendalian penyakit menular lainnya (eliminasi malaria) • Peningkatan kapasitas lembaga pendidikan eksisting dan pembangunan sarana pendidikan baru • Pembentukan center of excellence di Ibu Kota Nusantara • Pemindahan aparatur sipil negara dan pegawai negara tahap I ke Ibu Kota Nusantara • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal), sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah/sederajat, dan sekolah menengah atas/sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah/sederajat • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor unggulan • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Mengembangkan produk turunan dari sumber daya hutan produksi • Pembangunan awal (inisiasi) klaster-klaster ekonomi prioritas, antara lain ekowisata dan meetings, incentives, conferences, and exhibitions tourism di Ibu Kota Nusantara, termasuk pengembangan economic dan financial centre • Penyediaan infrastruktur jalan akses rusun aparatur sipil negara, hunian pekerja konstruksi, serta rumah tapak jabatan menteri dan jalan akses logistik • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Percepatan pemerataan layanan dasar di Ibu Kota Nusantara Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Pengembangan smart government dengan transformasi cara kerja baru yang didukung oleh penataan manajemen Aparatur Sipil Negara di Ibu Kota Nusantara • Pengembangan smart city untuk mendorong tata kelola perkotaan yang cerdas • Percepatan penataan kelembagaan dan tata kelola penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Khusus Ibu Kota Nusantara 151 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Peningkatan kapasitas fiskal untuk mendukung persiapan, pembangunan, dan pemindahan Ibu Kota Negara, serta penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Khusus Ibu Kota Nusantara • Sinergi perencanaan dan penganggaran dengan prioritas agenda pembangunan Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.6 Wilayah Sulawesi 4.6.1 Pokok-pokok Intervensi Kewilayahan dan Sarana Prasarana Pulau Sulawesi Tahun 2025 Gambar 4.5 Peta Kawasan Pusat Pertumbuhan dan Daerah Afirmasi 152 4.6.2 Provinsi Sulawesi Utara Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penguatan kerja sama regional dengan negara tetangga untuk menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan • Pengadaan benih jagung dan padi, serta ternak babi yang berkelanjutan di Sulawesi Utara • Pembangunan sistem penyediaan air minum di Kota Manado • Pembangunan sistem pengelolaan persampahan skala regional Mamitarang • Optimalisasi instalasi pengolahan air limbah kawasan boulevard Kota Manado • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Penguatan pengelolaan area dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi, baik di dalam dan di luar kawasan konservasi Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Penataan wisata alam Pulau Likri Minahasa • Pembangunan pusat layanan usaha terpadu usaha mikro, kecil, dan menengah di Kabupaten Minahasa Utara • Pembangunan Jalan Manado Outer Ring Road III Tahap 4 • Pembangunan Jembatan Tololiu Supit di Kota Manado • Peningkatan Ruas Jalan Worotican–Poopo–Sinisir; Worotican–Poigar • Penyelesaian destinasi pariwisata prioritas Manado– Likupang • Pembangunan Bendungan Sawangan di Kabupaten Minahasa • Urban flood control system improvement di Sungai Tondano, Sungai Sario, dan Sungai Tikala • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi 5,43–5,85 5,59–6,19 5,01–5,56 0,51 0,339–0,352 54,9 153 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Pemenuhan alat kesehatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di Sulawesi Utara • Pengendalian penyakit menular lainnya (eliminasi malaria) • Eliminasi penyakit tropis terabaikan lainnya (rabies) • Peningkatan kualitas dan pengembangan politeknik science, technology, engineering, art, and mathematics unggulan pada Politeknik Negeri Manado dan Politeknik Negeri Nusa Utara • Pembangunan kualitas keluarga • Penurunan ketimpangan gender, khususnya melalui peningkatan kesehatan reproduksi dan peningkatan partisipasi perempuan di bidang ekonomi dan ketenagakerjaan • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan yang difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Hilirisasi industri kelapa • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pembangunan pelabuhan laut Pulau Bangka • Pengembangan Bandara Sam Ratulangi Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Peningkatan kualitas rumah tidak layak huni di 15 kabupaten/kota • Pembangunan rumah susun di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara • Penyusunan panduan dan rencana pengembangan untuk kota dan Wilayah Metropolitan Manado • Pengembangan sistem perumahan publik yang terpadu dengan layanan infrastruktur dasar perkotaan dan disertai dengan penguatan tata kelola • Peremajaan kota (urban renewal) secara inklusif dan terpadu dalam rangka mewujudkan kota tanpa permukiman kumuh • Pembangunan kawasan perbatasan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional Tahuna dan Pusat Kegiatan Strategis Nasional Melonguane dan tiga kecamatan perbatasan prioritas di Provinsi Sulawesi Utara Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik melalui harmonisasi regulasi, pengembangan smart government, dan peningkatan kapasitas aparatur • Diversifikasi sumber pendapatan daerah dan pengelolaan belanja daerah dalam mendukung kemandirian fiskal • Reviu dan penyusunan peraturan/regulasi yang relevan dengan pengembangan Wilayah Metropolitan Manado 154 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penguatan instrumen peringatan dini bencana di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro • Pengamanan Pantai Amurang Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.6.3 Provinsi Sulawesi Tengah Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penyediaan alat dan mesin pertanian prapanen subsektor tanaman pangan di 13 kabupaten • Pembangunan sistem penyediaan air minum di Kabupaten Tojo Una-Una dan optimalisasi sistem penyediaan air minum ibu kota kecamatan di Kabupaten Donggala dan Kabupaten Banggai • Pembangunan instalasi pengolahan air minum di sistem penyediaan air minum ibu kota kecamatan di Kabupaten Buol dan Kabupaten Toli Toli • Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bahodopi dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Morowali Utara • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Penguatan pengelolaan area dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi baik di dalam dan di luar kawasan konservasi 12,72–13,28 11,06–11,56 2,25–2,94 0,51 0,298–0,302 77,96 155 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Rekonstruksi dan rehabilitasi ruas jalan dalam kota Palu • Rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi Sausu Atas dan Daerah Irigasi Lambunu • Pembangunan prasarana air baku Paisu Lamolo • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan yang difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor industri pengolahan • Eliminasi penyakit tropis terabaikan (kusta dan schistosomiasis) • Pengendalian penyakit menular lainnya (eliminasi malaria) • Penurunan kematian ibu dan bayi • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Peningkatan kualitas dan pengembangan perguruan tinggi science, technology, engineering, art, and mathematics unggulan di tingkat regional pada Universitas Tadulako • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Penguatan industri logam dasar • Hilirisasi industri kelapa dan kakao • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Penanganan jalan mendukung Kawasan Strategis Morowali (preservasi Ruas Jalan Bungku–Bahodopi–Batas Sulawesi Tenggara dan Ruas Jalan Tinombo Sinei di Kabupaten Parigi Moutong; serta rehabilitasi Ruas Jalan Tolai–Sausu, Jalan Tagolu–Tentena, dan Ruas Jalan Rajamoili–Cut Mutia Kota Palu) • Pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Palolo di Kabupaten Sigi, Kawasan Transmigrasi Bungku di Kabupaten Morowali, dan Kawasan Transmigrasi Tampolore di Kabupaten Poso dalam mendukung pemerataan ekonomi • Pembangunan dua kecamatan perbatasan prioritas di Provinsi Sulawesi Tengah Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik, melalui harmonisasi regulasi, pengembangan smart government, dan peningkatan kapasitas aparatur • Diversifikasi sumber pendapatan daerah dan pengelolaan belanja daerah dalam mendukung kemandirian fiskal 156 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.6.4 Provinsi Sulawesi Selatan Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penyediaan sarana pendukung untuk ternak (terutama kontainer untuk inseminasi buatan) di Kabupaten Maros • Bantuan benih ikan, terutama di Kabupaten Takalar • Pengembangan Kawasan Tebu di Kabupaten Takalar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Bone • Pengembangan kawasan hutan yang dikelola oleh masyarakat dalam skema hutan desa, hutan kemasyarakatan, hutan tanaman rakyat, dan kemitraan kehutanan di 12 kabupaten • Rehabilitasi hutan dan lahan secara vegetatif di 12 kabupaten untuk meningkatkan ketahanan bencana • Pengembangan kawasan hortikultura di Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Gowa • Pengembangan tempat pengolahan sampah terpadu di area Metropolitan Mamminasata • Penyiapan dan pengembangan perhutanan sosial • Pembangunan jaringan distribusi utama Sistem Penyediaan Air Minum Regional Mamminasata • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian 5,50–6,30 7,30–7,89 3,80–4,10 0,52 0,371–0,376 37,00 157 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat skala permukiman di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (prioritas), Kabupaten Luwu, dan Kabupaten Luwu Utara • Penguatan pengelolaan area dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi baik di dalam dan di luar kawasan konservasi Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pengembangan sarana prasarana Pelabuhan Perikanan Pontap di Kota Palopo • Penyempurnaan pembangunan jalur kereta api Trans Sulawesi Makassar–Parepare • Pengembangan sarana pengelolaan rumah produksi bersama komoditi garam terpadu di Pangkep dan Jeneponto • Penguatan ekosistem pengembangan aplikasi dan gim • Peningkatan cakupan layanan infrastruktur konektivitas regional dan penguatan konektivitas digital • Pengadaan sarana prasarana dalam rangka pengembangan sentra usaha kecil dan menengah di Kabupaten Jeneponto • Rehabilitasi ballroom celebes convention center gedung sentra industri kecil menengah di Kota Makassar • Pengembangan jejaring desa wisata di Provinsi Sulawesi Selatan • Pengendalian sedimen Sungai Radda • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan yang difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan • Pengendalian penyakit menular lainnya (eliminasi malaria) • Eliminasi penyakit tropis terabaikan lainnya (rabies) • Pembangunan, rehabilitasi, dan renovasi sarana prasarana olahraga • Pengembangan perguruan tinggi keagamaan unggulan pada Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar • Pembangunan kualitas keluarga • Penurunan ketimpangan gender, khususnya melalui peningkatan pendidikan perempuan, pencegahan perkawinan anak, dan peningkatan partisipasi perempuan di bidang ekonomi dan ketenagakerjaan • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Penguatan industri logam dasar • Hilirisasi industri kakao • Hilirisasi industri rumput laut • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pengembangan Bandara Hub Sultan Hasanuddin 158 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pemugaran permukiman kumuh di Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Wajo • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Mahalona di Kabupaten Luwu Timur dan Kawasan Transmigrasi Pitu Riase di Kabupaten Sidenreng Rappang dalam mendukung pemerataan ekonomi • Penyusunan panduan dan rencana pengembangan untuk kota dan Wilayah Metropolitan Makassar • Pengembangan sistem angkutan umum massal di Wilayah Metropolitan Makassar Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Pengembangan smart government serta penguatan kapasitas aparatur daerah dan lembaga • Peningkatan kapasitas fiskal daerah dan sinergi perencanaan dan penganggaran prioritas daerah dengan prioritas nasional • Reviu dan penyusunan peraturan/regulasi yang relevan dengan pengembangan Wilayah Metropolitan Makassar Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Fasilitasi promosi pelaksanaan kegiatan (events) nasional dan internasional di Geopark Maros Pangkep • Bantuan pelaksanaan giat warisan budaya di Kota Makassar • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.6.5 Provinsi Sulawesi Tenggara Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik 5,96–6,46 10,04–10,54 2,54–3,04 0,54 0,365–0,371 28,93 159 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Sarana produksi usaha perikanan yang disalurkan ke masyarakat di Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Bombana • Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya terpadu di Kabupaten Bombana dan Kabupaten Wakatobi • Pengembangan lahan pertanian pangan produktif di Kabupaten Muna • Peningkatan sistem penyediaan air minum di Kota Baubau • Kelembagaan ekonomi petani yang dikembangkan di tujuh kabupaten sentra produksi pangan • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Penguatan pengelolaan area dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Fasilitasi peningkatan kapasitas kelompok usaha kehutanan • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Pencegahan dan penanggulangan anemia remaja putri • Penyediaan tenaga medis pada rumah sakit jantung di Kota Kendari • Pendayagunaan dokter spesialis di Kota Kendari • Sertifikasi kompetensi guru dan siswa sekolah menengah kejuruan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri • Pengendalian penyakit menular lainnya (eliminasi malaria) • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan yang difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta pertambangan dan penggalian • Pengembangan fasilitas rujukan Kawasan Indonesia Timur di rumah sakit umum daerah • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Hilirisasi industri nikel • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pengembangan Bandara Matahora dan Bandara Betoambari, Kota Baubau • Pengembangan Bandara Hub Sultan Hasanuddin 160 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Penanganan kawasan kumuh Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Kolaka • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Asinua di Kabupaten Konawe, Kawasan Transmigrasi Mutiara di Kabupaten Muna, dan Kawasan Transmigrasi Anawua di Kabupaten Kolaka dalam mendukung pemerataan ekonomi Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Pengembangan sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik (Online Single Submision) di 17 kabupaten/kota • Pelayanan koneksitas warehouse berbasis nomor induk keluarga nasional di Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan, Kabupaten Buton Tengah, dan Kabupaten Buton Selatan • Diversifikasi sumber pendapatan daerah dan pengelolaan belanja daerah dalam mendukung kemandirian fiskal Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.6.6 Provinsi Gorontalo Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penyediaan alat dan mesin pertanian prapanen subsektor tanaman pangan • Penyediaan sarana pascapanen tanaman pangan • Penyediaan sarana produksi usaha perikanan yang disalurkan ke masyarakat • Pengembangan kawasan jagung berkelanjutan • Pengembangan kawasan aneka cabai di lima kabupaten • Fasilitasi business matchmaking startup digital 5,23–5,46 14,21–14,50 2,87–3,08 0,50 0,394–0,400 59,58 161 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian • Pembangunan prasarana pengendali daya rusak air di Sungai Bolango • Rehabilitasi hutan dan lahan secara vegetative • Penguatan pengelolaan area dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi baik di dalam dan di luar kawasan konservasi Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan • Penurunan kematian ibu dan bayi • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah/sederajat • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Peningkatan keterkaitan ekonomi dan rantai nilai domestik, antar daerah, dan global • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Sumalata di Kabupaten Gorontalo Utara dalam mendukung pemerataan ekonomi • Pembangunan rumah susun pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial di Kabupaten Bone Bolango • Pembangunan kawasan perbatasan di dua kecamatan perbatasan prioritas di Provinsi Gorontalo Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik • Peningkatan kapasitas fiskal daerah melalui Intensifikasi pendapatan pajak daerah dan retribusi daerah, pemanfaatan pembiayaan alternatif, peningkatan kualitas belanja daerah untuk mendukung potensi komoditas unggulan, optimalisasi pemanfaatan transfer ke daerah, serta sinergi perencanaan dan penganggaran prioritas daerah dengan prioritas nasional Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 162 4.6.7 Provinsi Sulawesi Barat Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penyediaan sarana pembibitan ternak di Kabupaten Polewali Mandar • Penyediaan sarana benih tanaman perkebunan di Kabupaten Polewali Mandar • Pengembangan sarana prasarana produksi pembudidayaan ikan yang disalurkan ke masyarakat di Kabupaten Mamuju • Revitalisasi tambak udang di Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamuju Tengah, dan Kabupaten Pasangkayu • Eskalasi produksi garam rakyat di Kabupaten Majene • Penerapan smart digital farming • Pengembangan kawasan padi kaya gizi di Kabupaten Majene • Pengembangan kawasan bawang merah di Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar • Fasilitasi business matchmaking startup digital • Fasilitasi digital technopreneur • Pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pengembangan kawasan bawang merah di Kabupaten Majene dan Kabupaten Polewali Mandar • Pengendalian banjir di Sungai Karema, Lumu, Mandar, dan Kalukku • Preservasi jalan di Kabupaten Mamuju (Jalan H. Abd. Malik Pattana Endeng, Jalan Martadinata, Jalan Yos Sudarso, Ruas Salubatu–Bonehau–Kalumpang–Batas Luwu Utara), Kabupaten Mamasa (Ruas Mamasa–Tabang, Tabone–Nosu–Pana), serta Ruas Karossa–Topoyo • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi 5,23–5,79 9,00–9,73 1,41–2,00 0,50 0,345–0,349 61,65 163 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Penanganan anak tidak sekolah (penyediaan moda transportasi) • Pembangunan unit sekolah baru di Kabupaten Pasangkayu • Penurunan kematian ibu dan bayi • Pengendalian penyakit menular lainnya (eliminasi malaria) • Pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang berfokus pada percepatan peningkatan layanan akses pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak/raudhatul athfal/bustanul athfal) dan sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah/sederajat • Pengembangan bidang keahlian jenjang sekolah menengah kejuruan yang difokuskan untuk mendorong potensi daerah setempat pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Penyediaan perlengkapan pengujian mutu barang di Kabupaten Mamuju • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik • Pengembangan Bandara Tampa Padang, Mamuju Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Tobadak di Kabupaten Mamuju Tengah, Kawasan Transmigrasi Sarudu Baras di Kabupaten Mamuju Utara, Kawasan Transmigrasi Tubbi Taramanu di Kabupaten Polewali Mandar, Kawasan Transmigrasi Mambi Mehalaan di Kabupaten Mamasa, dan Kawasan Transmigrasi Ulumanda di Kabupaten Majene dalam mendukung pemerataan ekonomi • Pemasangan sambungan baru listrik bagi rumah tangga belum berlistrik yang tidak mampu atau berada pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar di enam kabupaten/kota Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik melalui harmonisasi regulasi, pengembangan smart government, dan peningkatan kapasitas aparatur • Diversifikasi sumber pendapatan daerah dan pengelolaan belanja daerah dalam mendukung kemandirian fiskal Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Pengembangan ekonomi budaya melalui pemanfaatan cagar budaya sebagai ruang ekspresi budaya dan revitalisasi warisan budaya sastra • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 164 4.7 Wilayah Maluku 4.7.1 Pokok-pokok Intervensi Kewilayahan dan Sarana Prasarana Pulau Maluku tahun 2025 Gambar 4.6 Peta Kawasan Pusat Pertumbuhan dan Daerah Afirmasi 4.7.2 Provinsi Maluku Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka 5,26–5,51 13,01–13,51 5,55–6,03 0,49 0,282–0,287 42,88 165 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penyiapan pengembangan kawasan terintegrasi perikanan (komoditas tuna-cakalang-tongkol, udang, dan lobster) dengan indikasi lokasi di Kota Ambon dan Kota Tual yang didukung oleh kontribusi produksi dari kabupaten sekitarnya, melalui: - Identifikasi wilayah tangkap (fishing ground) - Penguatan rantai pasok dingin dan food grade untuk produk perikanan • Peningkatan kerja sama antarpihak dalam penguatan regulasi, terutama di pulau-pulau belum bernama dan perbatasan laut untuk pemberantasan praktik Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing di Wilayah Pengelolaan Perikanan 714 dan 718 • Percepatan pemenuhan akses air minum serta sanitasi aman, berkelanjutan, dan inklusif, serta pengelolaan sampah yang terpadu sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan • Penguatan pengelolaan area dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi • Pemanfaatan energi baru terbarukan, melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di Kabupaten Kepulauan Aru • Penguatan ketahanan pangan, di antaranya berbasis pangan akuatik/bluefood melalui penyaluran benih ikan kerapu • Fasilitasi business matchmaking startup digital, fasilitasi digital technopreneur, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Penyiapan kawasan pariwisata rintisan dengan indikasi lokasi di Kabupaten Maluku Tengah (Bandaneira), melalui: - Penyiapan atraksi wisata Bandaneira - Peningkatan konektivitas dan aksesibilitas menuju kawasan wisata - Perancangan strategi investasi pariwisata • Pengembangan infrastruktur konektivitas berupa Bandara K.S. Tubun di Kabupaten Maluku Tenggara dan Bandara Gorom di Kabupaten Seram Bagian Timur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan • Pembangunan Jalan Popjetur–Batu Goyang di Kabupaten Kepulauan Aru; dan preservasi Jalan Ruas Piru–Simpang Tiga Kotania, Simpang Tiga Kotania–Waisala, Simpang Pelita Jaya–Taniwel di Kabupaten Seram Bagian Barat • Penanganan infrastruktur konektivitas Trans Seram melalui pembangunan Jalan Ruas Kota Baru–Air Nanang dan Ruas Werinama–Kota Baru di Kabupaten Seram LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Penguatan kebebasan masyarakat sipil untuk berkumpul, berekspresi, berserikat, dan berpendapat • Penguatan kesetaraan masyarakat atas informasi publik Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penyiapan pengembangan kawasan terintegrasi perkebunan (komoditas pala dan kelapa) dengan indikasi lokasi di Kota Sofifi (Kota Tidore Kepulauan) yang didukung oleh kontribusi produksi dari kabupaten sekitarnya, melalui: - Penyiapan sentra produksi dan industri pengolahan - Penyediaan bibit unggul, alat pertanian modern dan tepat guna, serta sarana peremajaan tanaman - Fasilitasi sertifikasi hak kekayaan intelektual bagi pelaku usaha kecil dan menengah • Peningkatan kerja sama antarpihak dalam penguatan regulasi, terutama di pulau-pulau belum bernama dan perbatasan laut untuk pemberantasan praktik Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing di Wilayah Pengelolaan Perikanan 716 dan 717 • Percepatan pemenuhan akses air minum serta sanitasi aman, berkelanjutan, dan inklusif, serta pengelolaan sampah yang terpadu sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan • Penguatan pengelolaan area dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi, di antaranya melalui pengadaan sarana berkelanjutan di Kota Tidore Kepulauan, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi • Penyiapan kawasan sentra produksi pangan berbasis tanaman pangan di Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Halmahera Timur, serta indikasi lokasi prioritas lainnya di Kabupaten Halmahera Tengah dan Kabupaten Pulau Morotai • Fasilitasi business matchmaking startup digital, fasilitasi digital technopreneur, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan 14,90–16,00 4,95–5,15 3,80–4,00 0,49 0,297–0,280 86,35 168 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Penguatan kawasan pariwisata eksisting di Kabupaten Pulau Morotai serta penyiapan kawasan pariwisata rintisan dengan indikasi lokasi di Kabupaten Halmahera Selatan, melalui: - Penyiapan amenitas dan atraksi wisata pada kawasan wisata - Perancangan strategi investasi pariwisata - Peningkatan konektivitas dan aksesibilitas menuju kawasan wisata termasuk pengembangan Bandara Pitu Morotai • Peningkatan infrastruktur konektivitas Jalan Trans Halmahera, melalui peningkatan Ruas Jalan Weda–Mafa– Matuting–Saketa • Penguatan ketahanan air, melalui pembangunan prasarana air baku di Kabupaten Halmahera Selatan dan Kabupaten Pulau Taliabu, serta Bendungan Wairoro di Kabupaten Halmahera Tengah • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Penyiapan pelayanan kesehatan bergerak (mobile health services) dan sistem telemedicine berbasis gugus pulau dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, dan Kabupaten Pulau Taliabu • Percepatan penurunan stunting dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, dan Kabupaten Halmahera Timur • Pengendalian penyakit (TBC, malaria, ISPA, pneumonia, dan kusta) dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, dan Kota Tidore Kepulauan • Penyiapan sistem sekolah terbuka, serta pengadaan sekolah berpola asrama dan pembelajaran jarak jauh untuk melayani penduduk dari pulau-pulau kecil terluar berbasis gugus pulau • Penurunan kematian ibu dan bayi • Pembangunan kualitas keluarga • Penurunan ketimpangan gender, khususnya perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan serta pencegahan perkawinan anak Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Penguatan hilirisasi industri hasil pertambangan nikel di Kawasan Industri Teluk Weda di Kabupaten Halmahera Tengah dan Kawasan Industri Pulau Obi di Kabupaten Halmahera Selatan, melalui: - Peningkatan kegiatan eksplorasi nikel dan mineral terkait industri nikel - Penyiapan sekolah vokasi bidang industri dan pengolahan nikel - Penyiapan industri katoda berbahan baku nikel 169 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Optimalisasi pengembangan Kota Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara, melalui: - Pembangunan rumah susun Aparatur Sipil Negara - Optimalisasi sistem penyediaan air minum perkotaan - Pembangunan rusun tenaga medis Rumah Sakit Jiwa Kusu Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Percepatan digitalisasi layanan publik dan pelaksanaan audit sistem pemerintahan berbasis elektronik untuk penguatan aspek pemerintahan digital Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Pelestarian dan penguatan tradisi budaya serta norma hukum adat masyarakat melalui penguatan ikatan antarkelompok masyarakat, pelibatan tokoh adat/agama sebagai mitra utama pemerintah • Adaptasi perubahan iklim (di antaranya sea level rise di wilayah pesisir dan gelombang laut tinggi) salah satunya melalui penguatan sarana prasarana (green infrastructure dan nature-based solutions), serta tata kelola risiko • Penguatan sistem peringatan dini kebencanaan • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.8 Wilayah Papua 4.8.1 Pokok-pokok Intervensi Kewilayahan dan Sarana Prasarana Pulau Papua Tahun 2025 170 Gambar 4.7 Peta Kawasan Pusat Pertumbuhan dan Daerah Afirmasi 4.8.2 Provinsi Papua Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Peningkatan ruang dialog dan pelibatan aktif tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan dan penyelesaian konflik sosial Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penyiapan pengembangan kawasan terintegrasi perikanan (komoditas tuna-cakalang-tongkol) dengan indikasi lokasi di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Jayapura dengan dukungan produksi dari kabupaten sekitarnya, melalui: - Identifikasi wilayah tangkap (fishing ground) - Penguatan rantai pasok dingin dan food grade untuk produk perikanan - Fasilitasi dan pembinaan industri pengolahan dan pemasaran produk perikanan • Peningkatan penegakan regulasi serta kolaborasi antarpihak dalam mewujudkan kedaulatan, melalui pengawasan pulau-pulau belum bernama dan perbatasan laut, serta pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing, terutama pada perbatasan perairan 4,4–4,9 16,0–16,5 6,3–6,8 0,45 0,380–0,383 59,28 171 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* di Wilayah Pengelolaan Perikanan 717 • Percepatan pemenuhan akses air minum dan pengelolaan sampah sesuai karakteristik daerah • Pengembangan kawasan sentra produksi pangan (kawasan jagung) di Kabupaten Keerom melalui penyediaan sarana dan prasarana, sumber daya manusia unggul, serta modernisasi teknologi pertanian dan irigasi yang terintegrasi dengan Kawasan Transmigrasi Senggi • Penguatan ketahanan pangan berbasis pangan hewani, melalui penyediaan sarana pembibitan ternak • Pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya terpadu di Kabupaten Mamberamo Raya • Fasilitasi business matchmaking startup digital, fasilitasi digital technopreneur, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pengembangan kawasan pariwisata dengan indikasi lokasi di Kabupaten Biak Numfor sebagai destinasi pariwisata bahari, melalui: - Peningkatan kualitas amenitas, aksesibilitas, dan atraksi wisata berbasis bahari - Peningkatan fasilitas penunjang pariwisata yang aman dan berkualitas - Pelaksanaan kegiatan bertaraf nasional dan internasional dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Waropen • Peningkatan infrastruktur konektivitas, melalui: - Replacement fasilitas Pelabuhan Sarmi di Kabupaten Sarmi - Pelaksanaan preservasi dan peningkatan jalan nasional di Kabupaten Mamberamo Raya dan Kabupaten Waropen - Pembangunan infrastruktur konektivitas transportasi udara di Kabupaten Biak Numfor • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, termasuk penyelenggaraan layanan publik bidang pos, telekomunikasi, dan penyiaran, serta peningkatan tata kelola komunikasi publik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan, serta peningkatan literasi digital Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Penyiapan sarana, prasarana, dan sistem pelayanan kesehatan bergerak (mobile health services) serta peningkatan pelayanan telemedicine dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Supiori, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom • Percepatan penurunan stunting dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom, dan Kabupaten Supiori • Pengendalian penyakit (TBC, malaria, HIV/AIDS, kusta, filariasis, dan frambusia) dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Supiori, 172 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom • Penyiapan sarana, prasarana, dan penyediaan layanan pendidikan dengan pendekatan sekolah berpola asrama, serta pengembangan kurikulum kontekstual Papua • Pemenuhan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan tenaga pendidik dengan mengutamakan orang asli Papua, melalui: - Perluasan cakupan beasiswa untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendidik disertai dengan penempatan wajib pascakelulusan - Pemerataan dan redistribusi tenaga kesehatan dan tenaga pendidik - Penugasan khusus tenaga kesehatan pada fasyankes primer di Wilayah Papua • Kemitraan antara satuan pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Biak Numfor dan Kota Jayapura • Pembangunan kualitas keluarga serta penurunan ketimpangan gender, khususnya di kesehatan dan pendidikan, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan • Perluasan akses perguruan tinggi keagamaan melalui pengembangan Institut Agama Islam Negeri Papua • Percepatan pemenuhan layanan sanitasi yang aman, berkelanjutan, dan inklusif sebagai salah satu upaya percepatan penurunan kematian ibu dan bayi Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Peningkatan keterkaitan ekonomi dan rantai nilai domestik, antardaerah, dan global Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Percepatan pertumbuhan ekonomi, melalui peningkatan produksi dan produktivitas komoditas unggulan dan ekonomi lokal di daerah lambat tumbuh, dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Waropen, Kabupaten Supiori dan Kabupaten Keerom • Percepatan pemerataan layanan dasar kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur di daerah lambat tumbuh, dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Waropen, Kabupaten Supiori dan Kabupaten Keerom • Percepatan penyediaan akses rumah layak huni di Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Waropen, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Biak Numfor, dan Kabupaten Supiori • Peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan melalui percepatan pembangunan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional Jayapura dan Pusat Kegiatan Strategis Nasional Biak serta 21 kecamatan perbatasan prioritas di Provinsi Papua • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Senggi di Kabupaten Keerom dalam mendukung pemerataan ekonomi wilayah 173 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Peningkatan tata kelola pemerintahan, melalui: - Peningkatan smart government - Penguatan kapasitas aparatur daerah dan lembaga dalam manajemen data, keamanan informasi, dan pengelolaan aset daerah • Optimalisasi pemanfaatan dana otonomi khusus berbasis kinerja, serta sinergi perencanaan dan penganggaran dalam mendukung peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat • Peningkatan peran distrik dan kampung dalam perluasan jangkauan pelayanan publik di bidang administrasi pemerintahan, kesehatan, dan pendidikan terutama pada orang asli Papua, hingga ke tingkat kampung • Percepatan penyusunan regulasi terkait pengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dan tanah adat/ulayat Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penguatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pengurangan risiko kebencanaan melalui penguatan mitigasi, kesiapsiagaan, dan sistem peringatan dini bencana • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.8.3 Provinsi Papua Barat Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Peningkatan ruang dialog dan pelibatan aktif tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan dan penyelesaian konflik sosial Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Peningkatan pertahanan, keamanan, dan ketertiban wilayah, melalui strategi penguatan komunikasi sosial yang inklusif • Penyiapan pengembangan kawasan terintegrasi perkebunan (komoditas kakao) di Kabupaten Manokwari Selatan dan komoditas lainnya (pala di Kabupaten 5,19–5,48 19,62–20,12 3,75–4,06 0,46 0,370–0,380 1,08 174 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Kaimana) yang didukung oleh kontribusi produksi dari kabupaten sekitarnya, melalui: - Ekstensifikasi dan intensifikasi lahan termasuk peremajaan kebun menggunakan bibit unggul lokal - Penyediaan sarana prasarana pascapanen dan pengolahan termasuk peningkatan jalan usaha tani dan jalan akses menuju sentra perkebunan - Fasilitasi dan pembinaan industri pengolahan serta percontohan penerapan teknologi pertanian • Penyiapan pengembangan kawasan terintegrasi perikanan (komoditas udang) dengan indikasi lokasi di Kabupaten Kaimana yang didukung oleh kontribusi produksi dari kabupaten sekitarnya, melalui: - Penyiapan sentra produksi serta penyediaan dan distribusi bibit unggul - Penguatan rantai pasok dingin dan food grade untuk produk perikanan - Fasilitasi dan pembinaan industri pengolahan dan pemasaran produk perikanan • Reformasi subsidi melalui peningkatan penerima pupuk bersubsidi yang divalidasi dan diverifikasi • Penyiapan pangan lokal jagung, sagu, dan padi dalam rangka pengembangan kemandirian pangan, yang didukung oleh sarana dan prasarana serta sumber daya manusia unggul dan kompeten, salah satunya melalui penyaluran benih jagung • Percepatan pemenuhan akses air minum dan pengelolaan sampah sesuai karakteristik daerah melalui pembangunan sistem penyediaan air minum di Kabupaten Fakfak, Kabupaten Teluk Wondama, dan Kabupaten Manokwari Selatan serta pembangunan tempat pemrosesan akhir di Kabupaten Manokwari • Penguatan pengelolaan area dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi • Percontohan penerapan teknologi pertanian dalam mendukung pengembangan komoditas unggulan • Fasilitasi business matchmaking startup digital, fasilitasi digital technopreneur, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Penyiapan kawasan pariwisata rintisan Teluk Triton di Kabupaten Kaimana sebagai destinasi pariwisata bahari, melalui: - Penyiapan amenitas, aksesibilitas, dan atraksi wisata berbasis bahari - Peningkatan fasilitas penunjang pariwisata yang aman dan berkualitas (listrik, telekomunikasi, dan kapal wisata yang memenuhi standar) - Fasilitasi dan pembinaan masyarakat dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata • Peningkatan infrastruktur konektivitas, melalui: - Pembangunan Jalan Windesi–Ambuni 175 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* - Pengembangan Bandara Rendani di Kabupaten Manokwari untuk mendukung konektivitas Kabupaten Manokwari sebagai ibu kota provinsi - Pengembangan Bandara Anggi di Kabupaten Pegunungan Arfak untuk mendukung pengembangan Kabupaten Pegunungan Arfak sebagai model pengembangan kota kecil berkelanjutan • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Penyiapan sarana, prasarana, dan sistem pelayanan kesehatan bergerak (mobile health services) serta peningkatan pelayanan telemedicine dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Kaimana, Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Teluk Bintuni, dan Kabupaten Pegunungan Arfak • Penguatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Teluk Wondama, dan Kabupaten Kaimana • Pengendalian penyakit (TBC, malaria, HIV/AIDS, kusta, filariasis, dan frambusia) dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Kaimana, Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Teluk Bintuni, dan Kabupaten Pegunungan Arfak • Penurunan kematian ibu dan bayi • Penyiapan sarana, prasarana, dan penyediaan layanan pendidikan dengan pendekatan sekolah berpola asrama, serta pengembangan kurikulum kontekstual Papua • Pemenuhan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan tenaga pendidik dengan mengutamakan orang asli Papua, melalui: - Peningkatan program fellowship dan bantuan program pendidikan dokter dan dokter gigi spesialis/subspesialis dengan wajib penempatan - Perluasan cakupan beasiswa bagi tenaga pendidik - Pemerataan dan redistribusi tenaga kesehatan dan pendidik • Pembangunan kualitas keluarga • Perluasan akses perguruan tinggi keagamaan melalui pengembangan Institut Agama Islam Negeri Papua • Penurunan ketimpangan gender, khususnya di kesehatan dan pendidikan, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan • Percepatan pemenuhan layanan sanitasi yang aman, berkelanjutan, dan inklusif • Peningkatan produktivitas tenaga kerja lokal melalui pendidikan dan pelatihan tenaga kerja di Provinsi Papua Barat, serta pemberian bantuan peralatan dan penyediaan instruktur tenaga kerja pada balai latihan kerja di Kabupaten Manokwari Selatan • Fasilitasi literasi digital 176 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Percepatan pembangunan Kawasan Industri Teluk Bintuni dan Kawasan Industri Fakfak mendukung penguatan industri kimia dasar, melalui: - Percepatan pembebasan lahan Kawasan Industri Teluk Bintuni serta percepatan pembangunan Kawasan Industri Fakfak - Peningkatan pelatihan berbasis kompetensi • Pengembangan Bandara Babo di Kabupaten Teluk Bintuni untuk mendukung pengembangan Kawasan Industri Teluk Bintuni • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Percepatan pemerataan layanan dasar kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur di daerah lambat tumbuh, dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Manokwari Selatan, dan Kabupaten Pegunungan Arfak • Percepatan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produksi dan produktivitas komoditas unggulan dan ekonomi lokal di daerah lambat tumbuh, dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Manokwari Selatan, dan Kabupaten Pegunungan Arfak • Pembangunan Bandara Baru Wasior Izaak Samuel Kijne dalam mendukung konektivitas di daerah lambat tumbuh di Kabupaten Teluk Wondama Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Peningkatan tata kelola pemerintahan, melalui: - Peningkatan smart government - Penguatan kapasitas aparatur daerah dan lembaga dalam manajemen data, keamanan informasi, dan pengelolaan aset daerah • Peningkatan peran distrik dan kampung dalam perluasan jangkauan pelayanan publik di bidang administrasi pemerintahan, kesehatan, dan pendidikan terutama pada orang asli Papua, hingga ke tingkat kampung • Optimalisasi pemanfaatan dana otonomi khusus berbasis kinerja, serta sinergi perencanaan dan penganggaran dalam mendukung peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat • Percepatan penyusunan regulasi terkait pengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dan tanah adat/ulayat • Pengembangan model kota kecil pegunungan berkelanjutan berbasis wisata alam dan hortikultura di Kabupaten Pegunungan Arfak Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penguatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pengurangan risiko kebencanaan, melalui penguatan mitigasi, kesiapsiagaan, dan sistem peringatan dini bencana • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan • Pengembangan Situs Aitumeiri di Kabupaten Teluk Wondama dalam mendukung penguatan budaya asli Papua Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 177 4.8.4 Provinsi Papua Tengah Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Peningkatan ruang dialog dan pelibatan aktif tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan dan penyelesaian konflik sosial Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Peningkatan penegakan regulasi serta kolaborasi antarpihak dalam mewujudkan kedaulatan, melalui pengawasan pulau-pulau belum bernama dan perbatasan laut, serta pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing, terutama pada perbatasan perairan di Wilayah Pengelolaan Perikanan 718 • Peningkatan pertahanan, keamanan, dan ketertiban wilayah melalui strategi penguatan komunikasi sosial yang inklusif • Penyiapan pengembangan kawasan terintegrasi perkebunan (komoditas kopi) di Kabupaten Dogiyai serta indikasi lokasi lainnya di Kabupaten Mimika yang didukung oleh kontribusi produksi dari kabupaten sekitarnya, melalui: - Penyiapan sentra produksi, ekstensifikasi dan intensifikasi lahan, serta pengadaan dan distribusi benih unggul - Penyediaan sarana prasarana pascapanen dan pengolahan termasuk peningkatan jalan usaha tani dan jalan akses menuju sentra perkebunan - Fasilitasi dan pembinaan industri pengolahan termasuk pengembangan kemitraan badan usaha milik desa dan korporasi petani • Penyiapan pengembangan kawasan terintegrasi perikanan (komoditas tuna-cakalang-tongkol) dengan indikasi lokasi di Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika yang didukung oleh kontribusi produksi dari kabupaten sekitarnya, melalui: - Identifikasi wilayah tangkap (fishing ground) - Penguatan rantai pasok dingin dan food grade untuk produk perikanan - Fasilitasi dan pembinaan industri pengolahan dan fasilitasi pemasaran produk perikanan 6,17–6,87 26,50–27,00 1,75–2,10 0,43 0,380–0,383 59,28 178 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Percepatan pemenuhan akses air minum dan pengelolaan sampah sesuai karakteristik daerah • Penyiapan pangan lokal padi, sagu, dan ubi dalam rangka pengembangan kemandirian pangan, yang didukung oleh sarana dan prasarana serta sumber daya manusia unggul dan kompeten, salah satunya melalui penyaluran benih padi di Kabupaten Nabire dan Kabupaten Mimika • Fasilitasi business matchmaking startup digital, fasilitasi digital technopreneur, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pengembangan kawasan pariwisata dengan indikasi lokasi di Kabupaten Nabire sebagai destinasi pariwisata bahari, melalui: - Peningkatan kualitas amenitas, aksesibilitas, dan atraksi wisata berbasis bahari - Peningkatan fasilitas penunjang pariwisata yang aman dan berkualitas • Peningkatan infrastruktur konektivitas, melalui: - Pengembangan Bandara Mozes Kilangin di Kabupaten Mimika - Pembangunan dan peningkatan jalan Enarotali– Sugapa–Ilaga–Mulia - Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Penyiapan sarana, prasarana, dan sistem pelayanan kesehatan bergerak (mobile health services) serta peningkatan pelayanan telemedicine dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Deiyai, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kabupaten Intan Jaya • Penguatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Puncak, Kabupaten Intan Jaya, dan Kabupaten Dogiyai • Penurunan kematian ibu dan bayi • Pengendalian penyakit (TBC, malaria, HIV/AIDS, kusta, filariasis, dan frambusia) dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Deiyai, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kabupaten Intan Jaya • Penyiapan sarana, prasarana, dan penyediaan layanan pendidikan dengan pendekatan sekolah alam (culture based learning), sekolah berpola asrama, serta pengembangan kurikulum kontekstual Papua • Pemenuhan tenaga kesehatan dan tenaga pendidik dengan mengutamakan orang asli Papua (OAP), melalui: - Perluasan cakupan beasiswa untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendidik disertai dengan penempatan wajib pascakelulusan - Pemerataan dan redistribusi tenaga kesehatan dan tenaga pendidik • Pembangunan kualitas keluarga • Penurunan ketimpangan gender, khususnya di kesehatan dan pendidikan, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan • Percepatan pemenuhan layanan sanitasi yang aman, berkelanjutan, dan inklusif 179 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Peningkatan produktivitas tenaga kerja lokal, melalui pemberian bantuan peralatan dan penyediaan instruktur tenaga kerja pada balai latihan kerja di Kabupaten Nabire • Fasilitasi literasi digital Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Pengembangan hilirisasi industri tembaga melalui peningkatan produktivitas dan daya saing industri di Kabupaten Mimika • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pengembangan Kabupaten Nabire sebagai ibu kota provinsi daerah otonom baru, melalui: - Pembangunan kawasan pusat pemerintahan Provinsi Papua Tengah dan sarana prasarana pendukung lainnya, di antaranya melalui pembangunan unit air baku Karadiri serta peningkatan jalan primer dan sekunder di kawasan pusat pemerintahan - Penyiapan sarana prasarana dan penataan kawasan perkotaan - Peningkatan kualitas layanan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Nabire serta penyiapan dokumen perencanaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Papua Tengah • Percepatan pemerataan layanan dasar kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur di daerah lambat tumbuh, dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Puncak Jaya • Percepatan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produksi dan produktivitas komoditas unggulan dan ekonomi lokal di daerah lambat tumbuh, dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Puncak Jaya • Peningkatan jalan Trans Papua ruas Wagete–Timika • Pembangunan rumah layak huni yang diutamakan bagi orang asli Papua Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Peningkatan tata kelola pemerintahan daerah otonom baru, melalui: - Pemenuhan Aparatur Sipil Negara pada pemerintahan daerah otonom baru - Penyiapan smart government - Penguatan kapasitas aparatur daerah dan lembaga dalam manajemen data, keamanan informasi, dan pengelolaan aset daerah • Peningkatan peran distrik dan kampung dalam perluasan jangkauan pelayanan publik di bidang administrasi pemerintahan, kesehatan, dan pendidikan terutama pada orang asli Papua, hingga ke tingkat kampung • Percepatan penyusunan regulasi terkait pengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dan tanah adat/ulayat • Optimalisasi pemanfaatan dana otonomi khusus berbasis kinerja, serta sinergi perencanaan dan penganggaran 180 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* dalam mendukung peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penguatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pengurangan risiko kebencanaan melalui penguatan mitigasi, kesiapsiagaan, dan sistem peringatan dini bencana Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.8.5 Provinsi Papua Pegunungan Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Peningkatan ruang dialog dan pelibatan aktif tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan dan penyelesaian konflik sosial Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penyiapan pengembangan kawasan terintegrasi perkebunan (komoditas kopi) dengan indikasi lokasi di Kabupaten Jayawijaya dengan dukungan produksi dari kabupaten sekitarnya, melalui: - Penyiapan sentra produksi, ekstensifikasi dan intensifikasi lahan, serta pengadaan dan distribusi benih unggul - Penyediaan sarana prasarana pascapanen dan pengolahan tanaman, termasuk peningkatan jalan usaha tani dan jalan akses menuju sentra perkebunan - Fasilitasi dan pembinaan industri pengolahan termasuk pengembangan kemitraan badan usaha milik desa dan korporasi petani • Penyiapan pengembangan sentra produksi perkebunan hortikultura sayuran dengan indikasi lokasi di Kabupaten Jayawijaya • Peningkatan pertahanan dan keamanan wilayah, melalui strategi penguatan komunikasi sosial yang inklusif • Penyiapan pangan lokal sagu dan padi dalam rangka pengembangan kemandirian pangan yang didukung oleh 4,87–5,38 30,00–31,00 0,84–1,00 0,42 0,377–0,383 59,28 181 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* sarana dan prasarana serta sumber daya manusia unggul dan kompeten • Percepatan pemenuhan akses air minum dan pengelolaan sampah sesuai karakteristik daerah • Fasilitasi business matchmaking startup digital, fasilitasi digital technopreneur, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Penyiapan kawasan pariwisata rintisan dengan indikasi lokasi di Kabupaten Jayawijaya sebagai destinasi pariwisata berbasis minat khusus, melalui: - Penyiapan amenitas, aksesibilitas, dan atraksi wisata rintisan berbasis minat khusus - Peningkatan fasilitas penunjang pariwisata yang aman dan berkualitas - Pelatihan sumber daya manusia bidang pariwisata dan kebudayaan • Peningkatan infrastruktur konektivitas, melalui: - Pengembangan Bandara Wamena di Kabupaten Jayawijaya, Bandara Oksibil, dan Bandara Nop Goliat Dekai • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi serta peningkatan tata kelola komunikasi publik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan, serta peningkatan literasi digital Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Penyiapan sarana, prasarana, dan sistem pelayanan kesehatan bergerak (mobile health services) serta peningkatan pelayanan telemedicine dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Nduga, dan Kabupaten Yalimo • Percepatan penurunan stunting dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Nduga, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Mamberamo Tengah, dan Kabupaten Yalimo • Pengendalian penyakit (TBC, malaria, HIV/AIDS, kusta, filariasis, dan frambusia) dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Nduga, dan Kabupaten Yalimo • Penyiapan sarana, prasarana, dan penyediaan layanan pendidikan dengan pendekatan sekolah alam (culture based learning), sekolah berpola asrama, serta pengembangan kurikulum kontekstual Papua • Pemenuhan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan tenaga pendidik dengan mengutamakan orang asli Papua, melalui: - Perluasan cakupan beasiswa untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendidik disertai dengan penempatan wajib pascakelulusan - Pemerataan dan redistribusi tenaga kesehatan dan tenaga pendidik - Peningkatan upaya preventif penyakit, melalui pemerataan imunisasi masyarakat 182 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Pembangunan kualitas keluarga serta penurunan ketimpangan gender, khususnya di kesehatan dan pendidikan, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan • Percepatan pemenuhan layanan sanitasi yang aman, berkelanjutan, dan inklusif sebagai salah satu upaya penurunan kematian ibu dan bayi Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Peningkatan keterkaitan ekonomi dan rantai nilai domestik, antardaerah, dan global Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Percepatan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produksi dan produktivitas komoditas unggulan dan ekonomi lokal di daerah lambat tumbuh, dengan indikasi lokasi prioritas Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Nduga, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Mamberamo Tengah, dan Kabupaten Yalimo • Percepatan pemerataan layanan dasar kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur di daerah lambat tumbuh, dengan indikasi lokasi prioritas Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Nduga, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Mamberamo Tengah, dan Kabupaten Yalimo • Peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan melalui percepatan pembangunan pusat pertumbuhan di Kabupaten Pegunungan Bintang • Penanganan Jalan Trans Papua pada ruas preservasi Jalan Ruas Karubaga–Ilu–Mulia dan pembangunan Jembatan Oksibil Iwur II dalam mendukung percepatan pembangunan daerah lambat tumbuh • Pengembangan Kabupaten Jayawijaya sebagai ibu kota provinsi daerah otonom baru, melalui: - Pembangunan kawasan pusat pemerintahan - Penyiapan sarana prasarana dan penataan kawasan perkotaan - Peningkatan kualitas layanan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jayawijaya - Pembangunan rumah khusus reguler Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Peningkatan tata kelola pemerintahan daerah otonom baru, melalui: - Pemenuhan Aparatur Sipil Negara pada pemerintahan daerah otonom baru - Peningkatan smart government - Penguatan kapasitas aparatur daerah dan lembaga dalam manajemen data, keamanan informasi, dan pengelolaan aset daerah - Penyusunan dokumen kebijakan internal Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik • Peningkatan peran distrik dan kampung dalam perluasan jangkauan pelayanan publik di bidang administrasi 183 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* pemerintahan, kesehatan, dan pendidikan terutama pada orang asli Papua, hingga ke tingkat kampung • Optimalisasi pemanfaatan dana otonomi khusus berbasis kinerja, serta sinergi perencanaan dan penganggaran dalam mendukung peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat • Percepatan penyusunan regulasi terkait pengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dan tanah adat/ulayat Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penguatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pengurangan risiko kebencanaan, melalui penguatan mitigasi, kesiapsiagaan, dan sistem peringatan dini bencana Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.8.6 Provinsi Papua Selatan Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Peningkatan ruang dialog dan pelibatan aktif tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan dan penyelesaian konflik sosial Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Peningkatan penegakan regulasi serta kolaborasi antarpihak dalam mewujudkan kedaulatan, melalui pengawasan pulau-pulau belum bernama dan perbatasan laut, serta pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing, terutama pada perbatasan perairan di Wilayah Pengelolaan Perikanan 718 • Penyiapan pengembangan kawasan terintegrasi perkebunan (komoditas sagu) dengan indikasi lokasi di Kabupaten Merauke dengan dukungan produksi dari kabupaten sekitarnya, melalui: - Ekstensifikasi dan intensifikasi lahan termasuk peremajaan kebun menggunakan bibit unggul - Penyediaan sarana prasarana pascapanen dan pengolahan tanaman, termasuk peningkatan jalan usaha tani dan jalan akses menuju sentra perkebunan 4,91–5,3 16,50–17,00 2,65–3,12 0,44 0,372 59,00 184 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* - Fasilitasi dan pembinaan industri pengolahan serta percontohan penerapan teknologi pertanian • Penyiapan pengembangan kawasan terintegrasi perikanan (komoditas tuna-cakalang-tongkol) dengan indikasi lokasi di Kabupaten Merauke dengan dukungan produksi dari kabupaten sekitarnya, melalui: - Identifikasi wilayah tangkap (fishing ground) - Penguatan rantai pasok dingin dan food grade untuk produk perikanan - Fasilitasi dan pembinaan industri pengolahan dan pemasaran produk perikanan • Percepatan pemenuhan akses air minum dan pengelolaan sampah sesuai karakteristik daerah • Pengembangan kawasan sentra produksi pangan (kawasan padi) dengan indikasi lokasi di Kabupaten Merauke yang didukung Kawasan Transmigrasi Salor di Kabupaten Merauke, melalui penyediaan sarana dan prasarana, sumber daya manusia unggul, serta modernisasi teknologi pertanian dan irigasi • Penguatan ketahanan pangan berbasis pangan hewani melalui penyediaan benih dan bibit serta peningkatan produktivitas ternak • Fasilitasi business matchmaking startup digital, fasilitasi digital technopreneur, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Penyiapan kawasan pariwisata rintisan dengan indikasi lokasi di Kabupaten Asmat sebagai destinasi pariwisata budaya, melalui: - Peningkatan kualitas amenitas, aksesibilitas, dan atraksi wisata rintisan berbasis budaya - Peningkatan fasilitas penunjang pariwisata yang aman dan berkualitas (listrik, air, telekomunikasi, dan kapal wisatawan yang memenuhi standar) • Peningkatan infrastruktur konektivitas, melalui: - Pengembangan Bandara Ewer di Kabupaten Asmat - Peningkatan Jalan Base Transceiver Station Kota Merauke, Kumbe, Bian, dan Okaba • Peningkatan ketersediaan air baku melalui pembangunan sumur air tanah • Peningkatan kualitas usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi, melalui: - Pendampingan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia usaha mikro - Penguatan pengelolaan dan perlindungan usaha mikro • Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan teknologi serta peningkatan tata kelola komunikasi publik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan, serta peningkatan literasi digital 185 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Penyiapan sarana, prasarana, dan sistem pelayanan kesehatan bergerak (mobile health services), serta peningkatan pelayanan telemedicine dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Asmat, Kabupaten Boven Digoel, dan Kabupaten Mappi • Percepatan penurunan stunting dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Asmat, Kabupaten Mappi, dan Kabupaten Boven Digoel • Pengendalian penyakit (TBC, malaria, HIV/AIDS, kusta, filariasis, dan frambusia) dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Asmat dan Kabupaten Mappi • Pemenuhan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan tenaga pendidik dengan mengutamakan orang asli Papua, melalui: - Perluasan cakupan beasiswa untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendidik disertai dengan penempatan wajib pascakelulusan - Pemerataan dan redistribusi tenaga kesehatan dan tenaga pendidik - Penugasan khusus tenaga medis dan tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan primer • Penyiapan sarana, prasarana, dan penyediaan layanan pendidikan dengan pendekatan sekolah berpola asrama, serta pengembangan kurikulum kontekstual Papua • Peningkatan cakupan penduduk penerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional/Kartu Indonesia Sehat • Pembangunan kualitas keluarga serta penurunan ketimpangan gender, khususnya di kesehatan dan pendidikan, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan • Percepatan pemenuhan layanan sanitasi yang aman, berkelanjutan, dan inklusif sebagai salah satu upaya percepatan penurunan kematian ibu dan bayi Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Peningkatan keterkaitan ekonomi dan rantai nilai domestik, antardaerah, dan global Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Percepatan pemerataan layanan dasar kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur di daerah lambat tumbuh, dengan indikasi lokasi prioritas Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi dan Kabupaten Asmat • Percepatan pertumbuhan ekonomi, melalui peningkatan produksi dan produktivitas komoditas unggulan dan ekonomi lokal di daerah lambat tumbuh, dengan indikasi lokasi prioritas Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, dan Kabupaten Asmat • Pengembangan Kawasan Transmigrasi Salor dan Kawasan Transmigrasi Muting di Kabupaten Merauke dalam mendukung pemerataan ekonomi • Peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan, melalui percepatan pembangunan pusat pertumbuhan di Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel serta pembangunan kawasan perbatasan di Pusat Kegiatan Strategis Nasional Merauke dan Pusat Kegiatan Strategis Nasional Tanah Merah 186 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Pengembangan Kabupaten Merauke sebagai ibu kota provinsi daerah otonom baru, melalui: - Pembangunan kawasan pusat pemerintahan serta penyiapan sarana prasarana dan penataan kawasan perkotaan - Pengembangan sistem integrasi angkutan perkotaan yang menjangkau pusat pertumbuhan, pemukiman, pemasaran, dan ibukota kabupaten/distrik/kampung - Peningkatan kualitas layanan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Merauke - Penyediaan rumah khusus reguler Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Peningkatan tata kelola pemerintahan daerah otonom baru, melalui: - Pemenuhan Aparatur Sipil Negara pada pemerintahan daerah otonom baru - Peningkatan smart government - Penguatan kapasitas aparatur daerah dan lembaga dalam manajemen data, keamanan informasi, dan pengelolaan aset daerah • Peningkatan peran distrik dan kampung dalam perluasan jangkauan pelayanan publik di bidang administrasi pemerintahan, kesehatan, dan pendidikan terutama pada orang asli Papua, hingga ke tingkat kampung • Optimalisasi pemanfaatan dana otonomi khusus berbasis kinerja, serta sinergi perencanaan dan penganggaran dalam mendukung peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat • Percepatan penyusunan regulasi terkait pengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dan tanah adat/ulayat Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penguatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pengurangan risiko kebencanaan, melalui penguatan mitigasi, kesiapsiagaan, dan sistem peringatan dini bencana Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 4.8.7 Provinsi Papua Barat Daya Sasaran Pembangunan Daerah Keterangan: LPE: Laju Pertumbuhan Ekonomi; IMM: Indeks Modal Manusia; TPT: Tingkat Pengangguran Terbuka 3,7–4,5 17,60–18,00 6,00–6,40 0,47 0,300 1,08 187 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) • Peningkatan ruang dialog dan pelibatan aktif tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan dan penyelesaian konflik sosial Prioritas Nasional 2: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi syariah, ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru • Penyiapan pengembangan kawasan terintegrasi perikanan (komoditas udang) dengan indikasi lokasi di Kabupaten Sorong yang didukung oleh kontribusi produksi dari kabupaten/kota sekitarnya, melalui: - Identifikasi wilayah tangkap (fishing ground) - Penguatan rantai pasok dingin dan food grade untuk produk perikanan - Fasilitasi dan pembinaan industri pengolahan serta pemasaran produk perikanan • Peningkatan pertahanan, keamanan, dan ketertiban wilayah, melalui strategi penguatan komunikasi sosial yang inklusif • Percepatan pemenuhan akses air minum melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum Regional Provinsi Papua Barat Daya dan pengelolaan sampah sesuai karakteristik daerah • Penguatan pengelolaan area dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi, baik di dalam maupun di luar kawasan konservasi • Penyiapan pangan lokal padi dan ubi dalam rangka pengembangan kemandirian pangan dengan indikasi lokasi di Kabupaten Sorong yang terintegrasi dengan pengembangan Kawasan Transmigrasi Klamono–Segun yang didukung oleh sarana dan prasarana serta sumber daya manusia unggul dan kompeten • Penyiapan pengembangan kawasan terintegrasi perkebunan (komoditas kelapa) dengan indikasi lokasi di Kabupaten Tambrauw yang didukung oleh kontribusi produksi dari kabupaten sekitarnya, melalui: - Penyiapan sentra produksi, ekstensifikasi dan intensifikasi lahan, serta pengadaan dan distribusi benih unggul - Penyediaan sarana prasarana pascapanen dan pengolahan termasuk peningkatan jalan usaha tani dan jalan akses menuju sentra perkebunan - Fasilitasi dan pembinaan industri pengolahan termasuk pengembangan kemitraan badan usaha milik desa dan korporasi petani • Fasilitasi business matchmaking startup digital, fasilitasi digital technopreneur, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan Prioritas Nasional 3: Melanjutkan pengembangan infrastruktur dan meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif serta mengembangkan agro- maritim industri di sentra produksi melalui peran aktif koperasi • Pengembangan kawasan pariwisata dengan indikasi lokasi di Kabupaten Raja Ampat sebagai destinasi pariwisata bahari premium yang berkelanjutan, melalui: - Peningkatan kualitas amenitas, aksesibilitas, dan atraksi wisata berbasis bahari premium, salah satunya melalui pengembangan kawasan Pantai Waisai Torang Cinta - Peningkatan fasilitas penunjang pariwisata yang aman dan berkualitas 188 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* • Peningkatan infrastruktur konektivitas, melalui: - Pengembangan Bandara Domine Eduard Osok di Kota Sorong untuk mendukung Kota Sorong sebagai gerbang pariwisata Raja Ampat serta ibu kota daerah otonom baru Provinsi Papua Barat Daya - Preservasi Jalan Ruas Kamundan–Akwey - Pembangunan fasilitas Pelabuhan Sausapor untuk mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Tambrauw - Penuntasan dan peningkatan kualitas infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi Prioritas Nasional 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas • Penyiapan sarana, prasarana, dan sistem pelayanan kesehatan bergerak (mobile health services), serta peningkatan pelayanan telemedicine dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Maybrat, dan Kabupaten Tambrauw • Penguatan sistem layanan kesehatan rujukan khususnya layanan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi pada Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten Sorong, Kota Sorong, dan Kabupaten Sorong Selatan • Penguatan pencegahan dan percepatan penurunan stunting dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Tambrauw, dan Kabupaten Maybrat • Pengendalian penyakit (TBC, malaria, HIV/AIDS, kusta, filariasis, dan frambusia) dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Maybrat, dan Kabupaten Tambrauw • Penurunan kematian ibu dan bayi • Penyiapan sarana, prasarana, dan penyediaan layanan pendidikan dengan pendekatan sekolah alam (culture based learning), sekolah berpola asrama, serta pengembangan kurikulum kontekstual Papua • Pemenuhan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan pendidik yang mengutamakan orang asli Papua, melalui: - Perluasan cakupan beasiswa untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendidik disertai dengan penempatan wajib pascakelulusan - Pemerataan dan redistribusi tenaga kesehatan dan pendidik • Pembangunan kualitas keluarga • Penurunan ketimpangan gender, khususnya di kesehatan dan pendidikan, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan • Percepatan pemenuhan layanan sanitasi yang aman, berkelanjutan, dan inklusif • Peningkatan produktivitas tenaga kerja lokal, melalui pelatihan berbasis kompetensi di Kota Sorong • Fasilitasi literasi digital 189 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* Prioritas Nasional 5: Melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri • Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sorong untuk mendukung industrialisasi perikanan, melalui: - Peningkatan upaya promosi dan pemasaran kawasan pada investor di bidang perikanan - Fasilitasi kerja sama antara kawasan dan sentra perikanan • Penyiapan pengembangan kawasan terintegrasi perkebunan (komoditas kelapa) dengan indikasi lokasi di Kabupaten Tambrauw yang didukung oleh kontribusi produksi dari kabupaten sekitarnya, melalui: - Penyiapan sentra produksi, ekstensifikasi dan intensifikasi lahan, serta pengadaan dan distribusi benih unggul - Penyediaan sarana prasarana pascapanen dan pengolahan termasuk peningkatan jalan usaha tani dan jalan akses menuju sentra perkebunan - Fasilitasi dan pembinaan industri pengolahan termasuk pengembangan kemitraan badan usaha milik desa dan korporasi petani • Pemanfaatan teknologi digital di sektor logistik Prioritas Nasional 6: Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan • Pengembangan Kota Sorong sebagai ibu kota provinsi daerah otonom baru, melalui: - Pembangunan kawasan pusat pemerintahan, serta penyiapan sarana prasarana dan penataan kawasan perkotaan Provinsi Papua Barat Daya - Pengembangan sistem integrasi angkutan perkotaan yang menjangkau pusat pertumbuhan, pemukiman, pemasaran, dan ibukota kabupaten/distrik/kampung - Peningkatan kualitas layanan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Sorong • Percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis komoditas unggulan di daerah lambat tumbuh, dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Sorong, Kabupaten Tambrauw, dan Kabupaten Maybrat • Percepatan pemerataan layanan dasar kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur di daerah lambat tumbuh, dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Sorong, Kabupaten Tambrauw, dan Kabupaten Maybrat • Percepatan pertumbuhan ekonomi, melalui peningkatan produksi dan produktivitas komoditas unggulan dan ekonomi lokal di daerah lambat tumbuh, dengan indikasi lokasi prioritas di Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Sorong, Kabupaten Tambrauw, dan Kabupaten Maybrat • Pembangunan rumah layak huni terutama bagi masyarakat terdampak konflik sosial di Kabupaten Maybrat Prioritas Nasional 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba • Peningkatan tata kelola pemerintahan daerah otonom baru, melalui: - Pemenuhan aparatur sipil negara pada pemerintahan daerah otonom baru - Penyiapan smart government 190 Prioritas Nasional Highlight Indikasi Intervensi* - Penguatan kapasitas aparatur daerah dan lembaga dalam manajemen data, keamanan informasi, dan pengelolaan aset daerah • Peningkatan peran distrik dan kampung dalam perluasan jangkauan pelayanan publik di bidang administrasi pemerintahan, kesehatan, dan pendidikan terutama pada orang asli Papua, hingga ke tingkat kampung • Percepatan penyusunan regulasi terkait pengakuan dan perlindungan hukum atas masyarakat adat dan tanah adat/ulayat • Optimalisasi pemanfaatan dana otonomi khusus berbasis kinerja, serta sinergi perencanaan dan penganggaran dalam mendukung peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Prioritas Nasional 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur • Penguatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pengurangan risiko kebencanaan, melalui penguatan mitigasi, kesiapsiagaan, dan sistem peringatan dini bencana salah satunya melalui pembangunan pengaman pantai di Pulau Fani, Kabupaten Raja Ampat • Penyediaan sumber daya manusia berkompeten, sarana, dan prasarana pencarian dan pertolongan Keterangan: *) Highlight Indikasi Intervensi masih bersifat indikatif 191 Sumber-sumber pendanaan tersebut digunakan sesuai peruntukan yang proporsional dengan memperhatikan substansi dan tujuan, skala/besaran kebutuhan pembiayaan, kompleksitas, nilai keekonomian dan keuangan, serta kewenangan pengelolaan proyek berdasarkan peraturan perundangan. Pemanfaatan sumber-sumber pendanaan tersebut dilakukan secara sinergi dan terintegrasi melalui beberapa langkah yaitu (1) perumusan yang cermat rencana struktur pendanaan/pembiayaan proyek (project financing structure); (2) perencanaan yang rinci dan penyiapan kegiatan yang matang dengan memperhatikan karakteristik, serta proses bisnis masing-masing sumber dan skema pendanaan; (3) koordinasi lintas kementerian/lembaga dan antartingkat pemerintahan pada semua tahapan kegiatan dimulai dari perencanaan, penyiapan, penganggaran, pengadaan hingga ke tahap operasionalisasi kegiatan; (4) pengembangan integrasi sistem dan data pada dokumen perencanaan dan penganggaran; serta (5) evaluasi melalui pemanfaatan basis data yang sama dan termutakhir. Hal ini sekaligus akan memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemanfaatan belanja negara. Untuk mengoptimalkan sumber-sumber pendanaan tersebut dilakukan melalui (1) percepatan pada proyek yang sedang berjalan; (2) pengakomodasian kegiatan pembangunan yang mempunyai urgensi tinggi dengan cara penajaman/realokasi kegiatan pada kegiatan yang lebih prioritas, memaksimalkan penggunaan sisa dana pinjaman, dan mengoptimalkan alokasi yang telah tersedia pada dokumen perencanaan pendanaan jangka menengah; serta (3) meningkatkan kesiapan proyek baik teknis, kelembagaan, dan manajemen. 5.2 Prioritas Pendanaan Pembangunan Pendanaan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025 menjadi landasan yang krusial dalam menentukan arah pembangunan negara ke depan. Pendanaan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025 diarahkan untuk mendukung tahapan awal penguatan fondasi transformasi menuju pencapaian sasaran Indonesia Emas 2045.