c.Verifikasidilakukan melalui kegiatan pemeriksaan dokumen, catatan data dan bukti pendukung yang terkait, meliputi: 1)SDSdari pemasok; dan 2) CoAdari pemasok atau basil pengujian laboratorium internal. 2.3 Penanganan Bahan Penolong
a.Aktivitas di dalam pabrik dimulai dari penerimaan Bahan Penolong dari pemasok, disirnpan, hingga penanganan tumpahan dan ceceran. Bahan Penolong harus ditangani dengan baik agar tidak mengubah kualitas yang akan berdampak pada kualitas proses produksi. -�-- ---- Sumber data/informasi dapat diperoleh dari: 1) data primer dengan melakukan diskusi terkait Bahan Penolong, b. SOP penanganandokumen penerapan, pengawasan, dan evaluasi; dan data sekunder dengan meminta dokumen SOP penanganan bahan penolong serta pelaksanaannya di lapangan. 2) dilakukan melalui kegiatan pemeriksaanVerifikasi dokumen SOP penanganan Bahan Penolong meliputi penyimpanan, c. danpengangkutan, penerimaan, pemakaian serta pelaksanaan SOP di lapangan. Aspek Energi pada Persyaratan Teknis SIH untuk Baja Lembaran Lapis Tabel 3. Metode Verifikasij Kriteria Batasan., Verifikasi data: Energi 3.1 Konsumsi Energi Total Spesifik per Lini Produksi (Production Line) 3.
a.penggunaan energi listrik dan energi untukpanas memproduksi Baja Lembaran
a.Untuk mesin dapat 3.1.1 Bj LS untuk Konstruksi Lapis setiap bulannya selama yang menghasilkan produk dengan ketebalan 0,20 12 belas)(dua bulanmm-1,20 mm: maksimum 1,27 GJ/ton
b.Untuk terakhir; dan
b.produksi Baja Lembaran Lapis setiap bulannya selama (dua belas) bulan terakhir. riil mesin dapat yang menghasilkan produk dengan ketebalan 0,20 12 mm-3,00 mm: maksimum 1,92 GJ/ton 2,40Maksimum GJ/ton 3.1.2 Bj LS untuk Engineering b.Sumberdata/informasidapatdiperoleh dari: 1)dataprimer dengan melakukan diskusi terkait dokumenSOPpenanganan BahanPenolong, penerapan,pengawasan,danevaluasi;dan 2)datasekunderdengan meminta dokumenSOP penanganan bahanpenolongserta pelaksanaannyadi lapangan. c.Verifikasidilakukanmelaluikegiatan pemeriksaan dokumenSOPpenanganan BahanPenolongmeliputi penerimaan, penyimpanan,pengangkutan, dan pemakaianserta pelaksanaanSOP dilapangan. Tabel3.Aspek Energipada PersyaratanTeknisSIHuntukBaja L bL.emaran apis NoAspek KriteriaBatasanMetode Verifikasi 3.Energi3.1KonsumsiVerifikasidata: EnergiTotala.penggunaan Spesifikperenergilistrik LiniProduksidanenergi (Productionpanasuntuk Line)memproduksi Baja 3.1.1BjLSuntuka.Untukmesin Lembaran Konstruksi yangdapatLapis setiap menghasilkan bulannya produk dengan selama12 ketebalan 0,20{duabelas) mm-1,20mm:bulan maksimum terakhir;dan 1,27GJ/tonb.produksiriil b.Untuk mesinBaja yangdapatLembaran menghasilkanLapissetiap produk dengan bulannya ketebalan 0,20 selama12 mm-3,00mm:{duabelas) maksimum buIan 1,92GJ/tonterakhir. 13.1.2 Bj LSuntukMaksimum 2,40 EngineeringGJ/ton -----�------ Metode Verifikasn Batasan'Tssaw-t-asi- 1*1^- 3.1.3 Bj LAS a. Untuk mesin dapat yang menghasilkan produk dengan ketebalan 0,20 mm-1,20 mm: maksimum 2,00 GJ/ton.
b.Untuk mesin dapatyang menghasilkan produk dengan ketebalan 0,20 mm-3,00 mm: maksimum 1,49 GJ/ton.
a.Untuk mesin dapat 3.1.4 Bj LS dan Bj LAS Wama yang menghasilkan produk dengan lebar 762 mm- 914 mm: 1,35 GJ/ton
b.Untuk mesin dapat yang menghasilkan produk dengan lebar 762 mm- 1219 mm: 2,84 GJ/ton 1,37Maksimum GJ/ton. 3.1.5 Bj LTE Verifikasi dokumen perencanaan penggunaan EBT berdasarkan laporan perusahaan. Adanya Perencanaan Penggunaan EBT. 3.2 Penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) Penjelasan
3.Energi Konsumsi Energi Total Spesifik Per Uni Produksi (Production Line) 3.1 Indikator kinerja energi yang umum digunakan ad^ah konsumsi energi listrik spesifik dan energi panas spesifik. Perhitungan konsumsi energi listrik dan panas untuk setiap lini produksi [production line). a. NoAspekKriteriaBatasanMetodeVerifikasi 3.1.3BjLASa.Untukmesm yangdapat menghasilkan produk dengan ketebalan 0,20 mm-1,20mm: maksimum 2,00GJ/ton. b.Untukmes in yangdapat menghasilkan produk dengan ketebalan 0,20 mm-3,00mm: maksimum 1,49GJ/ton. 3.1.4Bj LSdanBja.Untukrnesin LASWarna yangdapat menghasilkan produk dengan lebar 762mm- 914mm: 1,35 GJ/ton b.Untukmesin yangdapat menghasilkan produk dengan lebar 762mm- 1219 mm:2,84 GJ/ton �.1.5 Bj LTEMaksimum 1,37 GJ/ton. t3.2Penggunaan AdanyaVerifikasi Energi Baru Perencanaan dokumen dan PenggunaanEBT.perencanaan Terbarukan penggunaanEBT (EBT)berdasarkan laporan perusahaan. Penjelasan
3.Energi 3.1 Konsumsi Energi Total Spesifik Per LiniProduksi (Production Line)
a.Indikator kinerja energi yang umum digunakan adalah konsumsi energi listrik spesifik dan energi panas spesifik. Perhitungan konsumsi energi listrik dan panas untuk setiap lini produksi (production line).
b.Perhitungan energi total spesifik pada SIH ini adalahdari energi listrik dan energi panas untuk proses produksidan utilitas.
c.Sumberdata/informasidiperolehdari: 1) data primer dengan melakukan diskusi terkait sumber energi listrik dan panas dan penggunaan energi listrik dan panas pada peralatan pemanfaat energi; dan data sekunder dengan meminta data penggunaan dan listrik untuk memprodusi Baja 2) energi panas Lembaran Lapis dan produksi riil setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir. melalui kegiatan pemeriksaandilakukanVerifikasi dokumen, catatan data, dan bukti pendukung yang terkait, meliputi: , i • data penggunaan energi listrik untuk memproduksi Baja Lembaran Lapis setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir; data penggunaan energi panas untuk memproduksi Baja Lembaran Lapis setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir; data produksi riil Baja Lembaran Lapis setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir; dan perhitungan konsumsi energi total spesifik untuk memproduksi Baja Lembaran Lapis dengan rumus sebagai berikut: d. 1) 2) 3) 4) KEts = KEls + KEps Keterangan: KEts KEls KEps ; konsumsi energi total spesifik (GJ/ton); : konsumsi listrik spesifik (GJ/ton); dan : konsumsi panas spesifik (GJ/ton). Perhitungan energi listrik dengan rumus sebagai berikut: a) KL KEls = Prill Keterangan: KEls : konsumsi energi listrik spesifik (GJ/ton); : konsumsi listrik setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir (GJ); : jumlah produksi riil setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir (ton). KL Priil dengan rumus sebagai b) Perhitungan energi panas berikut: KEp. KEPS ^riii Keterangan: KEps KEp : konsumsi energi panas spesifik (GJ/ton); : jumlah konsumsi energi panas setiap bulannya b.PerhitunganenergitotalspesifikpadaSIHiniadalahdari energi listrikdanenergipanasuntukproses produksi dan utilitas. c.Sumberdata/informasidiperoleh dari: 1)dataprimer dengan melakukan diskusi terkait sumberenergilistrikdanpanas danpenggunaan energi listrikdanpanas pada peralatan pemanfaat energi;dan 2)datasekunderdengan memintadatapenggunaan energipanasdan listrikuntukmemprodusiBaja LembaranLapisdanproduksiriilsetiap bulannya selama12(duabelas)bulan terakhir. d.Verifikasidilakukanmelaluikegiatan pemeriksaan dokumen, catatan data, danbukti pendukungyang terkait,meliputi: 1)datapenggunaanenergilistrikuntukmemproduksi Baja LembaranLapissetiapbulannyaselama12(dua belas)bulan terakhir; 2)datapenggunaanenergipanasuntukmemproduksi Baja LembaranLapissetiapbulannya selama12(dua belas)bulan terakhir; 3)dataproduksiriilBajaLembaranLapissetiap bulannya selama12(duabelas)bulan terakhir; dan 4)perhitungan konsumsienergi total spesifikuntuk memproduksiBajaLembaranLapisdenganrumus sebagai berikut: KETS=KE1..5+KEPS Keterangan: KETskonsumsienergi total spesifik(GJ/ton); KEL.5konsurnsi listrik spesifik(GJ/ton);dan KEpskonsumsipanasspesifik(GJ/ton). a)Perhitunganenergilistrik denganrumussebagai berikut: KL l(Erc,-- !A)Priil Keterangan: KE1..5konsumsi energi listrik spesifik(GJ/ton); KLkonsumsi listrik setiap bulannya selama12(dua belas)bulan terakhir(GJ); Prii!jumlah produksiriilsetiap bulannya selama12 (dua belas)bulan terakhir(ton). b)Perhitungan energipanas dengan rumus sebagai berikut: Keterangan: KEpskonsumsi energi panas spesifik (GJ /ton); KEpjumlah konsumsi energi panas setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir (GJ); : jumlah produk riil setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir (ton). Priil Penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) Pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia perlu percepatan demi mewujudkan ketahanan energi dalam negeri serta sebagai dukungan dari sektor industri untuk mengendalikan emisi gas rumah kaca. EBT sebagai pengganti bahan bakar fosil 3.2 a. Penggunaan merupakan salah satu kriteria dalam SIH ini. EBT perusahaan yang dilihat Perencanaan penggunaan _ pada saat audit awal harus ada kemajuan (progress)pada saat audit berikutnya. Sumber data/informasi diperoleh dari: 1) data primer dengan melakukan diskusi terkait perencanaan penggunaan EBT; dan 2) data sekunder dengan i- perencanaan penggunaan EBT; Verifikasi dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan dokumen, catatan data, dan bukti pendukung yang terkait EBT berdasarkan laporan b. c. dokumenmeminta d. perencanaan penggunaan perusahaan. Aspek Air pada Persyaratan Teknis SIH untuk Industri Baja Lembaran Lapis Tabel 4. Metode Venfikasi Verifikasi data:
a.penggunaan Make-up Fresh Water setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir; dan
b.produksi riil Baja Lembaran Lapis setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir. KriteriaAspekNo 4.1 Konsumsi Make-Up Fresh Water Spesifik per Lini Produksi (Production Line) Air4.
a.Untuk me sin yang dapat menghasilka n produk dengan ketebalan 0,20 mm- 1,20 mm: maksimum 0,54 m^/ton.
b.Untuk mesin yang dapat menghasilka n produk dengan ketebalan 0,20 mm- 4.1.1 Bj LS untuk Konstruksi selama12(duabelas)bulan terakhir(GJ); Prilljumlahprodukriilsetiapbulannyaselama12(dua belas)bulan terakhir(ton). 3.2PenggunaanEnergiBarudanTerbarukan(EBT) a.Pemanfaatanenergibaru dan terbarukan(EBT)di Indonesia perlu percepatandemimewujudkanketahanan energidalamnegerisertasebagaidukungandari sektor industriuntukmengendalikanemisi gasrumahkaca. PenggunaanEBTsebagai penggantibahan bakarfosil merupakan salahsatukriteria dalamSIHini. b.Perencanaan penggunaanEBTperusahaanyangdilihat padasaatauditawalharusada kemajuan(progress)pada saatauditberikutnya. c.Sumberdata/inforrnasi diperoleh dari: 1)dataprimer denganmelakukan diskusi terkait perencanaanpenggunaanEBT;dan 2)datasekunderdenganmeminta dokumen perencanaan penggunaanEBT; d.Verifikasidilakukanmelaluikegiatan pemeriksaan dokumen,catatandata, dan buktipendukungyang terkait perencanaanpenggunaanEBTberdasarkanlaporan perusahaan. AspekAirpada PersyaratanTeknisSIHuntukIndustri B.LbLa1aemaranapis NoAspek KriteriaBatasanMetode Veriftkasi 4.Air4.1Konsumsi Verifikasi data: Make-Up a.penggunaan Fresh Water Make-up Fresh Spesifik perWatersetiap LiniProduksi bulannya (Productionselama12(dua Line)belas)bulan terakhir; dan 4.1.1BjLSuntuka.Untukb.produksiriil Konstruksi mesin yangBaja Lembaran dapatLapissetiap menghasilka bulannya n produk selama12(dua denganbelas)bulan ketebalan terakhir. 0,20mm- 1,20 mm: maksimum 0,54 m3/ton. b.Untuk mesin yang dapat menghasilka n produk dengan ketebalan 0,20 mm- Tabel4. ;etode Verifikasi Kriterii o 3,00 mm: maksimum 0,72 m^/ton. Maksimum 2,55 m^/ton. .1.2 Bj LS untuk Engineering d . Untuk mesin yang dapat menghasilka n produk dengan ketebalan 0,20 mm- 1,20 mm: maksimum 0,88 m3/ton; D. Untuk mesin yang dapat menghasilka n produk dengan ketebalan 0,20 mm- 3,00 mm: maksimum 0,58 m3/ton. .1.3 Bj LAS ad
a.Untuk mesin yang | dapat menghasilka n produk dengan lebar 762 mm-914 mm: maksimum 0,09 m3/ton.
b.Untuk mesin yang dapat menghasilka n produk dengan lebar 762 mm-1219 mm: 4.1.4 Bj LS dan Bj LAS Warna NoAspek KriteriaBatasanMetode Verifikasi 3,00mm: maksimum 0,72 m3/ton. 14.1.2 BjLSuntukMaksimum Engineering2,55 m3/ton. 14.1.3BjLASa.Untuk mesinyang dapat menghasilka nproduk dengan ketebalan 0,20mm- 1,20 mm: maksimum 0,88 m3/ton; �-Untuk mesin yang dapat menghasilka n produk dengan ketebalan 0,20mm- 3,00mm: maksimum 0,58 m3/ton. f4.l.4Bj LSdanBj�-Untuk LASWarna mesm yang dapat menghasilka n produk dengan lebar 762 mm-914 mm: maksimum 0,09 m3/ton. b.Untuk mesin yang dapat menghasilka n produk dengan lebar 762 mm-1219 mm: Metode VerifikasiBatasan.spe] maksimum 0,37 m3/ton. Maksimum 3,80 m3/ton. 4.1.5 Bj LTE Penjelasan Air4. 4.1 Konsumsi Make-up Fresh Water Spesifik per LiniProduksi (Production Line) Efisiensi penggunaan air merupakan salah satu upaya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air dan keberlanjutan industri. Efisiensi penggunaan air dapat diartikan dengan penggunaan air lebih sedikit untuk menghasilkan jumlah produk yang sama. Perhitungan konsumsi air dalam SIH ini adalah air yang ditambahkan ke sistem produksi sebagai Make-up Water.
b.Dalam SIH ini hanya mengatur Make-up Water yang berasal dari Fresh Water, tidak termasuk Make-up Water berasal dari Pemanfaatan Kembali (Reuse) dan Daur Ulang a. (Recycle).
c.Sumber data/informasi diperoleh dari; 1) data primer dengan melakukan diskusi terkait penggunaan air; dan 2) data sekunder dengan meminta data penggunaan Make-up Fresh Water yang digunakan untuk proses produksi dan utilitas, serta data produksi riil Baja Lembaran Lapis setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir. dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan
d.Verifikasi dokumen, catatan data, dan bukti pendukung yang terkait, meliputi: 1) data penggunaan Make-up bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir; 2) data produksi riil Baja Lembaran Lapis setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir; perhitungan konsumsi Make-up Fresh Water spesifik dengan rumus sebagai berikut: Fresh Water setiap 3) KA KAS=- Keterangan: KAS : konsumsi Make-up Fresh Water spesiUk (m^/ton produk); ; konsumsi Make-up Fresh Water selama 12 (dua belas) bulan terakhir (m^); dan : jumlah produk selama 12 (dua belas) bulan terakhir (ton). KA P NoAspek KriteriaBatasanMetodeVerifikasi maksimum 0,37 m3/ton. f4..l.5Bj LTEMaksimum 3,80m3/ton. Penjelasan 4.Air 4.1KonsumsiMake-up FreshWaterSpesifikperLiniProduksi (ProductionLine) a.Efisiensipenggunaan air merupakan salahsatuupaya untukmenjagakeberlanjutan sumber daya air dan keberlanjutan industri.Efisiensipenggunaan air dapat diartikandengan penggunaan airlebihsedikituntuk menghasilkanjumlah produk yang sama. Perhitungan konsumsi air dalamSIHiniadalah air yang ditambahkan kesistem produksisebagaiMake-upWater. b.DalamSIHinihanya mengaturMake-upWateryang berasaldariFreshWater,tidaktermasukMake-upWater berasaldariPemanfaatanKembali(Reuse)dan DaurUlang (Recycle). c.Sumberdata/informasi diperoleh dari: 1)dataprimer dengan melakukan diskusi terkait penggunaanair;dan 2)data sekunderdengan memintadatapenggunaan Make-up Fresh Wateryangdigunakanuntukproses produksi dan utilitas, sertadataproduksiriilBaja LembaranLapissetiapbulannya selama12(dua belas)bulan terakhir.
d.Verifikasidilakukanmelalui kegiatan pemeriksaan dokumen,catatan data, dan bukti pendukungyang terkait, meliputi: 1)data penggunaanMake-up FreshWatersetiap bulannya selama12(dua belas)bulan terakhir; 2)data produksiriil Baja LembaranLapissetiap bulannya selama12(duabelas)bulan terakhir; 3)perhitungan konsumsiMake-up Fresh Waterspesifik dengan rumussebagai berikut: KA KAS=p Keterangan: KASkonsumsiMake-up Fresh Waterspesifik(m-/ton produk); KAkonsumsiMake-up Fresh Waterselama12(dua belas)bulan terakhir(m3);dan Pjumlah produk selama12 {dua belas) bulan terakhir(ton). Aspek Proses Produksi pada Persyaratan Teknis SIH untuk Industri Baja Lembaran ; ■ Batasaii 1^. " a. Bj LS ^ untuk konstruksi: minimum 85% (delapan puluh lima persen) Tabel 5. - ^ -miode Verifftt Knteria ■■ ' Verifikasi data:
a.waktu produksi riil/ aktual setiap bulannya (jam/bulan) selama 12 (dua belas) bulan terakhir;
b.waktu yang direncanakan untuk produksi setiap bulannya (jam/bulan) selama 12 (dua belas) bulan terakhir;
c.realisasi production rate untuk gabungan seiuruh variasi produk setiap bulannya (ton/jam) selama 12 (dua belas) bulan terakhir;
d.produksi riil dan jumlah produk reject setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir; dam
e.penentuan Best Demonstratec Performance (BDP). 5.1 Kinerja Peralatan yang Dinyatakan dalam OEE per Lini Produksi (Production Line) Proses Produksi 5.
b.Bj LS untuk engineering: minimum 85% (delapan puluh lima persen)
c.Bj LAS: minimum 83% (delapan puluh tiga persen)
d.Bj LS dan Bj LAS Warna: minimum 82% (delapan puluh dua persen)
e.Bj LTE: minimum 85% (delapan puluh lima persen) AspekProses Produksipada PersyaratanTeknisSIH tukidtriBaiLebLa. Tabel5. unnusnaramaran.pis NoAspekKriteriaBatasanMetodeVerifikasi 5.Proses5.1Kinerja a.BjLSVerifikasidata: ProduksiPeralatanuntuka.waktu yang konstruksi: produksi riil/ Dinyatakanrmrumumaktualsetiap dalamOEE 85%bulannya perLini(delapan Uam/bulan) Produksipuluhlimaselama12 (Productionpersen) (duabelas) Line)bulan
b.Bj LSterakhir; untukb.waktuyang engmeenng:direncanakan minimumuntuk 85%produksi (delapansetiap puluhlimabulannya persen) (jamj'bulan) selama12 c.BjLAS:(duabelas) minimum buIan 83%terakhir; (delapanc.realisasi puluhtiga production persen)rateuntuk gabungan d.BjLSdan seluruh Bj LASvariasi Warna:produk setiap minimum bulannya 82%(ton/jam) (delapan selama12 puluh dua(duabelas) persen)bulan terakhir; e.BjLTE:d.produksiriil rrurumumdanjumlah 85%produkreject (delapan setiap puluhlima bulannya persen) selama12 (duabelas) bulan terakhir; dan e.penentuan Best Demonstrated Performance (BDPJ. Penjelasan Proses Produksi 5.1 Kinerja Peralatan yang Produksi (Production Line) OEE merupakan kesempumaan proses produksi. Proses yang sempurna adalah proses yang menghasilkan output yang baik, dalam waktu secepat mungkin, sama atau mendekaU waktu yang direncanakan untuk produksi. OEE adalah matriks yang mengidentifikasi persentase waktu produktif digunakan untuk 5. Dinyatakan dalam OEE per Lini metode untuk mengetahui tingkat a. waktu yangdari keseluruhan menyelesaikan aktivitas produksi.
b.Dalam SIH ini, perhitungan komponen OEE dilakukanper bulan karena variasi bauran produk (mix product) yang sangat beragam dan bergantung pada demand (job order).
c.Komponen perhitungan OEE mencakup: yaitu waktu waktu produksi yang produksi riil 1) Availability Index, dibandingkan dengan direncanakan. Nilai AvailabiUty Index 100% (seratus persen) menunjukkan bahwa proses selalu berjalan dalam waktu yang sesuai dengan waktu produksi telah direncanakan (tidak pemah ada down time yang tidak terencana). . i •Production Performance Index, yaitu tingkat produksi riil dibandingkan dengan tingkat produksi yang terbaik Best Demonstrated Performance (BDP). Quality Performance Index (QPI)> yaitu jumlah produksi yang sesuai dengan standar (good products) dibandingkan dengan total produksi. Nilai 100% (seratus persen) untuk QPI menunjukkan bahwa produksi tidak menghasilkan produk gagal (reject) atau produk yang tidak memenuhi standar.
d.Sumberdata/informasidiperolehdari: 1) data primer dengan melakukan diskusi terkait kinerja mesin/peralatan; dan 2) data sekunder dengan meminta: data waktu produksi riil/nctual/jam operasional setiap bulannya (jam/bulan) selama 12 (dua belas) bulan terakhir; b) data waktu yang direncanakan untuk produksi setiap bulannya (jam/bulan) selama 12 (dua belas) bulan terakhir; data realisasi production rate untuk gabungan seluruh variasi produk dalam setiap bulannya (ton/jam) selama 12 (dua belas) bulan terakhir, data produksi riil dan jumlah produk reject setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir; dan data penentuan best demonstrated performance (BDPj. yang 2) 3) a) c) d) e) dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan data, dan bukti pendukung yang Verifikasi dokumen, catatan terkait, meliputi: , , . , data waktu produksi riil/aktual/setiap bulannya (jam/bulan) selama 12 (dua belas) bulan terakhir. e. 1) Penjelasan 5.Proses Produksi 5.1KinerjaPeralatanyang Dinyatakan dalamOEEperLini Produksi(ProductionLine) a.OEEmerupakanmetodeuntukmengetahui tingkat kesempurnaanproses produksi.Prosesyangsempurna adalahproses yang menghasilkanoutputyangbaik, dalam waktu secepat mungkin,samaataumendekati waktu yangdirencanakanuntukproduksi.OEEadalah matriksyang mengidentifikasipersentase waktu produktif darikeseluruhanwaktu yang digunakanuntuk menyelesaikan aktivitas produksi. b.DalamSIH ini,perhitungankomponenOEEdilakukan per bulan karenavariasibauranproduk(mix product)yang sangatberagam dan bergantungpadademandijoborder). c.KomponenperhitunganOEEmencakup: 1)Availability Index,yaitu waktu produksiriil dibandingkan dengan waktu produksiyang direncanakan.NilaiAvailabilityIndex100%(seratus persen)menunjukkanbahwa proses selalu berjalan dalam waktu yang sesuai dengan waktu produksi yang telahdirencanakan(tidakpernah adadowntime yang tidak terencana). 2)Production PerformanceIndex,yaitu tingkat produksi riildibandingkan dengan tingkat produksiyang terbaikBestDemonstrated Performance(BDP). 3)Quality PerformanceIndex(QPI),yaitu jumlah produksiyangsesuai denganstandar(goodproducts) dibandingkan dengan total produksi.Nilai 100% (seratuspersen)untukQPImenunjukkanbahwa produksi tidak menghasilkan produkgagal(reject) atauproduk yang tidak memenuhistandar. d.Sumberdata/informasi diperoleh dari: 1)dataprimer dengan melakukan diskusi terkait kinerja mesin/peralatan; dan 2)data sekunder dengan meminta: a)datawaktu produksi riil/actual/jam operasional setiap bulannya(jamj'bulan]selama12(dua belas)bulan terakhir; b)datawaktu yang direncanakan untukproduksi setiap bulannya Uam/bulan) selama12(dua belas)bulan terakhir; c)data realisasiproduction rateuntukgabungan seluruh variasi produk dalam setiap bulannya (ton/jam) selama12(dua belas) bulan terakhir; d)data produksiriildan jumlah produkreject setiap bulannya selama12(dua belas)bulan terakhir; dan e)data penentuan best demonstrated performance (BDPJ.
e.Verifikasi dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan dokumen, catatan data, dan bukti pendukung yang terkait, meliputi: 1)data waktu produksi riil/ aktual/ setiap bulannya (jamj bulan] selama12(dua belas) bulan terakhir; direncanakan untuk produksi data waktu yang setiap bulannya (jam/bulan) selama 12 (dua belas) bulan terakhir; data realisasi production rate untuk gabungan seluruh variasi produk setiap bulannya (ton/jam) selama 12 (dua belas) bulan terakhir; data produksi riil dan jumlah produk reject setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir, data penentuan best demonstrated performance (BDP); dan perhitungan berikut: 2) 3) 4) 5) OEE tahunan dengan rumus sebagai 6) (a) rumus perhitungan Availability Index (AI) APTi ^ jam ) X 100% jam AI = PPTii bulan perhitungan Production Performance Index (b) rumus (PPI) APRi—) ^ X 100%PP/ = BDP (—) jam Untuk nilai APR (ton/jam) dapat diisi dengan data riil atau dihitung menggunakan rumus berikut: ton 3 Total Product ( ton bulan X 100% APR (■:—) = ja?n APT (jam bulan (c) rumus perhitungan Quality Performance Index (QPI) Good Product { ) huta-n ton X 100% QPI = Total Product { bulan OEE tahunan menggunakan Selanjutnya, dihitung rumus berikut: OEE = Alavg X PPlavg X QPIavg Keterangan: : dihitung untuk setiap bulannya dalam 12 (dua belas) bulan terakhir; : Actual Production Time yaitu realisasi waktu produksi setiap bulannya atau jam operasional selama 12 (dua belas) bulan terakhir; : Planned Production Time yaitu waktu direncanakan untuk produksi setiap AI APT PPT yang . bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir; 2)datawaktuyangdirencanakanuntukproduksi setiap bulannya(jam Zbulan)selama12(duabelas) bulanterakhir; 3)datarealisasiproduction rateuntukgabungan seluruhvariasi produk setiap bulannya(ton/jam) selama12(duabelas)bulan terakhir; 4)dataproduksiriildan jumlahprodukrejectsetiap bulannyaselama12(duabelas)bulanterakhir; 5)data penentuanbest demonstratedperformance (BDP);dan 6)perhitunganOEEtahunandenganrumussebagai berikut: (a)rumusperhitunganAvailabilityIndex(AI) APT(jam) Al=Q�ianX100% PPT(Jam) bulan (b)rumus perhitunganProduction PerformanceIndex (PPI) APR(:on) PP!= 1:,::: x100% BDP(-.) Jam UntuknilaiAPR(ton/jam)dapatdiisidengandatarii1 ataudihitung menggunakanrumusberikut: tonTotal Product(ton) APR(-)=.bulanX100% jamAPT(Jam) bulan (c)rumus perhitunganQuality PerformanceIndex(QPI) GoodProduct(�) QPT = 21�!!"" x100% TotalProduct(--) bul0-n Selanjutnya, dihitungOEEtahunanmenggunakan rumusberikut: OEE=AlavgxPPiavgxQPiavg Keterangan: AI APT PPT dihitung untuksetiap bulannya dalam12 (dua belas)bulan terakhir; Actual Production Timeyaitu realisasi waktu produksi setiap bulannya atau jam operasional selama12(dua belas) bulan terakhir; Planned Production Timeyaitu waktu yang direncanakan untuk produksi setiap bulannya selama12(dua belas}bulan terakhir; : Production Performance Index dihitung untuk setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir; : Actual Production Rate atau Laju Produksi (ton/jam), production rate untuk seluruh variasi produk dalam setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir (ton/jam) ; best demonstrated performance, yaitu rata-rata 5 (lima) bulan APR tertinggi dengan deviasi minimum selama 12 (dua belas) bulan terakhir; ; Quality Performance Index dihitung untuk setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir; : Overall Equipment Effectiveness yang merupakan perkalian dari rerata AI (Alavg). PPI (PPIavg), dan QPI (QPUvg). Product bagi produk yang diberlakukan SNI secara wajib adalah produk yang memenuhi SNI. Good Product bagi produk yang belum diberlakukan SNI secara wajib adalah produk yang sesuai dengan SNI dan/atau spesifikasi teknis tertentu. Aspek Produk pada Persyaratan Teknis SIH untuk Industri Baja Lembaran Lapis Kriteria PPI APR realisasiyaituAktual BDP QPI OEE Good Tabel 6. :asi^ I6 Aspek Produk iif- Verifikasi: Dokumen SPPT- SNI yang masih berlaku dan/atau hasil uji yang mengacu pada SNI oleh laboratorium yang terakreditasi ISO 17025 pada periode 12 (dua belas) bulan terakhir. Mutu produk memenuhi SNI:
a.SNI 07- 2053-2006 Baja Lembaran Lapis Seng dan/atau revisinya; 6.1 Standar Mutu Produk 6.
b.SNI 4096: 2007 Baja Lembaran dan Gulungan Lapis Paduan Aluminium - Seng (Bj LAS) dan/atau revisinya;
c.SNI 602:2020 Baja Lembaran Tipis Lapis PPIProductionPerformanceIndexdihitung untuksetiapbulannyaselama12(dua belas)bulan terakhir; APRActualProductionRateatauLajuProduksi Aktual(ton/jam), yaitu realisasi productionrateuntukseluruhvariasi produkdalam setiap bulannyaselama12 (duabelas)bulan terakhir(ton/jam) BDPbest demonstratedperformance,yaitu rata-rata5 (lima)bulanAPRtertinggi dengandeviasiminimum selama12(dua belas)bulan terakhir; QPIQuality PerformanceIndexdihitunguntuk setiap bulannya selama12(duabelas) bulan terakhir; OEE OverallEquipmentEffectivenessyang merupakan perkalian darirerataAI (Alavg),PPI(PPlavg),danQPI(QPiavg). GoodProductbagiproduk yangdiberlakukanSNIsecara wajibadalah produk yang memenuhiSNI.Good Product bagiproduk yang belumdiberlakukanSNIsecarawajib adalah produk yang sesuai denganSNIdan/atau spesifikasi teknis tertentu. Aspek Produkpada PersyaratanTeknisSIHuntuk IdtriBaiLebL. Tabel6. nusa1amaran apis NoAspekKriteriaBatasanMetodeVerifikasi 6.Produk 6.1StandarMutu produkVerifikasi: Mutu Produk memenuhiSNI:DokumenSPPT- a.SNI07-SNIyang masih 2053-2006 berlakudan/ atau Bajabasiluji yang Lembaran mengacu pada Lapis SengSNIoleh dan/ataulaboratorium yang revisinya;terakreditasiISO 17025pada b.SNI4096: periode12(dua 2007 Bajabelas)bulan Lembaran terakhir. dan Gulungan Lapis Paduan Aluminium- Seng(Bj LAS) dan/atau revisinya;
c.SNI 602:2020 Baja Lembaran Tipis Lapis V( KriteriaAspeko Timah Elektrolisa (Bj LTE) dan/atau revisinya;
d.SNI 66:2019 Baja Lembaran Lapis Seng Warna (Bj LS Warna) dan/atau revisinya; dan
e.SNI 8305: 2019 Baja Lembaran dan Gulungein Lapis Paduan Aluminium- Seng dan Lapis Paduan Aluminium- Magnesium Lapis Cat Warna (Bj LAS Warna- BjLAM Warna) dan/atau revisinya. Penjelasan
6.Produk 6.1 Standar Mutu Produk Dalam rangka perlindungan konsumen dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan, produk yang dihasilkan suatu perusahaan hams memenuhi standar mutu yang berlaku, dapat bempa SNI dan/atau spesifikasi teknis menumt peraturan yang berlaku.
b.Sumber data/informasi diperoleh dari: 1) data primer, meliputi diskusi dan wawancara terkait standar mutu produk; dan data sekunder, meliputi dokumen SPPT-SNI yang masih berlaku dan/atau hasil uji yang mengacu kepada SNI oleh laboratorium yang terakreditasi ISO 17025. Verifikasi dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan dokumen SPPT-SNI yang masih berlaku dan/atau hasil uji yang a. 2) c. NoAspek KriteriaBatasanMetode Verifikasi Timah Elektrolisa (Bj LTE) dan/atau revisinya; d.SNI66:2019 Baja Lembaran LapisSeng Warna(BjLS Warna) dan/atau revisinya; dan
e.SNI8305: 2019 Baja Lembaran dan Gulungan Lapis Paduan Aluminium- Sengdan Lapis Paduan Aluminium- Magnesium LapisCat Warna(Bj LASWarna- BjLAM Warna) dan/atau revisinva. Penjelasan 6.Produk 6.1StandarMutu Produk
a.Dalam rangka perlindungan konsumen dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan, produk yang dihasilkan suatu perusahaan harus memenuhi standar mutu yang berlaku, dapat berupaSNIdan/ atauspesifikasi teknis menurut peraturan yang berlaku. b.Sumber data/informasicliperoleh dari: 1)data primer, meliputi diskusi dan wawancara terkait standar mutu produk; dan 2)data sekunder, meliputi dokumenSPPT-SNIyang masih berlaku dan/ atau hasil uji yang mengacu kepadaSNI oleh laboratorium yang terakreclitasi ISO 17025.
c.Verifikasi dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan dokumen SPPT-SNI yang masih berlaku dan/ atau hasil uji yang mengacu kepada SNI oleh laboratorium yang terakreditasi ISO 17025 pada periode 12 (dua belas) bulan terakhir. Aspek Kemasan pada Persyaratan Teknis SIH untuk Industri Baja Lembaran Lapis Tabel 7. Metode Verifikasi Kriteria Verifikasi:
a.daftar atau informasi material kemasan yang digunakan (faktur pembelian bahan, manifes pengadaan bahan dari supplier)',
b.berbagai referensi atau pustaka yang tersedia terkait material input ramah lingkungan; dan/atau
c.pemyataan tertulis dari pemasok tentang bahan kemasan yang digunakan untuk kemasan yang berasal dari ekstemal perusahaan. 100% (seratus persen) 7.1. Material Kemasan yang Bersifat Dapat Dipakai Ulang {Reuseable) atau Dapat Didaur Ulang {Recycleable) atau Mudah Terurai secara Alamiah [Biodegradable) 7 Kemasan Penjelasan
7.Kemasan 7.1 Material Kemasan yang (Reuseable) atau dapat Didaur Ulang (Recycleable) atauMudah Terurai secara Alamiah (Biodegradable). Aspek kemasan dalam SIH ini antara lain berupa kertas, plastik, kayu, dan sisa-sisa potongan baja.
b.Batasan 100% (seratus persen) yang dimaksud dalamSIH ini adalah bahwa setiap jenis kemasan yang digunakan bersifat dapat dipakai ulang (reuseable) atau dapatdidaur ulang (recycleable) atau mudah terurai secara alamiah (biodegradable). Sumber data/informasi dapat diperoleh dengan mencan sumber data, meliputi: data primer, berupa diskusi dan wawancara terkait penggunaan kemasan; dan 2) data sekunder, terdiri dari: Bersifat Dapat Dipakai Ulang a. c. 1) mengacu kepadaSNIolehlaboratorium yang terakreditasi ISO17025padaperiode12(duabelas)bulanterakhir. Aspek Kemasanpada PersyaratanTeknisSIHuntuk IdtriBaiLebLa. Tabel7. nusa1amaranPlS NoAsoekKriteria BatasanMetodeVerifikasi 7Kemasan7.1. Material100% Verifikasi: Kemasan yang(seratusa.daftaratau BersifatDapatpersen) informasi Dipakai Ulangmaterial (Reuseable)kemasanyang atauDapatdigunakan DidaurUlang(faktur (Recycleable)pembelian atauMudahbahan,manifes Teruraisecara pengadaan Alamiahbahandari (Biodegradable) supplier); b.berbagai referensiatau pustakayang tersedia terkait materialinput ramah lingkungan; dan/atau c.pemyataan tertulis dari pemasok tentang bahan kemasan yang digunakan untukkemasan yang berasal dari eksternal perusahaan. Penjelasan 7.Kemasan 7.1Material Kemasan yang Bersifat Dapat Dipakai Ulang (Reuseable)atau dapat Didaur Ulang(Recycleable)atauMudah Terurai secaraAlamiah(Biodegradable).
a.Aspekkemasan dalamSIHiniantaralainberupa kertas, plastik, kayu, dan sisa-sisa potongan baja. b.Batasan100%(seratus persen) yang dimaksud dalamSIH ini adalah bahwa setiap jenis kemasan yang digunakan bersifat dapat dipakai ulang(reuseable)atau dapat didaur ulang(recycleable)a tau mudah terurai secara alamiah (biodegradable). c.Sumber data/informasi dapat diperoleh dengan mencan sumber data, meliputi: 1)data primer, berupa diskusi dan wawancara terkait penggunaan kemasan; dan 2)data sekunder, terdiri dari: daftar atau informasi material kemasan yang digunakan (faktur pembelian bahan, manifest pengadaan bahan dari supplier); berbagai referensi atau pustaka yang tersedia input ramah lingkungan; a) b) terkait material dan/atau pemyataan tertulis dari pemasok tentang bahan kemasan yang digunakan untuk kemasan yang berasal dari eksternal perusahaan. dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan c) Verifikasi dokumen, catatan data dan bukti pendukung yang terkait, meliputi: 1) daftar atau informasi digunakan (faktur pembelian bahan, pengadaan bahan dari supplier); berbagai referensi atau pustaka yang tersedia terkait material input ramah lingkungan; dan/atau pemyataan tertulis dari pemasok tentang bahan kemasan yang digunakan untuk kemasan yang berasal dari eksternal perusahaan. d. material kemasan yang manifest 2) 3) Aspek Pengelolaan Limbah pada Persyaratan SIH untuk Industri Baja Lembaran Lapis Tabel 8. Metode Verifikasi Verifikasi ceberadaan IPAL, kondisi operasional IPAL (berfungsi atau tidak) BatasanKriteriaAspek A'4 , Memiliki IPAL mandiri atau IPAL yang dikelola oleh pihak ketiga yang memiliki izin 8.1 Sarana Pengelolaan Limbah Cair Limbah8. Verifikasi dokumen IPLC/ Persetujuan Teknis (Pertek) untuk Pemenuhan Baku Mutu Limbah Cair yang masih berlaku Memiliki IPLC / Persetujuan Teknis (Pertek) untuk Pemenuhan Baku Mutu Limbah Cair yang dikeluarkan Pemerintah Pusat, Pemerinteih Provinsi, Pemerintah Kabupaten/ Kota. Verifikasi sertifikat PPPA dan sertifikat POPAL yang masih berlaiku Memiliki personil yang tersertifikasi sebagai PPPA dan POPAL. Verifikasi laporan hasil uji dari laboratorium terakreditasi ISO Memenuhi baku mutu sesuai ketentuan peraturan perundang- 8.2 Pemenuhan Parameter Limbah Cair terhadap a)daftaratauinformasimaterialkemasanyang digunakan(faktur pembelianbahan,manifest pengadaanbahandarisupplier); b)berbagai referensiatau pustakayang tersedia terkaitmaterialinputrarnahlingkungan; dan/atau c)pernyataan tertulis dari pemasoktentang bahan kemasan yangdigunakanuntukkemasanyang berasal dariekstemal perusahaan. d.Verifikasidilakukanmelaluikegiatan pemeriksaan dokumen,catatan datadan buktipendukungyang terkait, meliputi: 1)daftaratauinformasimaterial kemasanyang digunakan(faktur pembelianbahan,manifest pengadaan bahandarisupplier); 2)berbagaireferensiatau pustakayang tersedia terkait materialinputramahlingkungan;dan/atau 3)pernyataantertulis dari pemasoktentang bahan kemasanyang digunakanuntukkemasanyang berasaldarieksternalperusahaan. Tabel8.Aspek Pengelolaan Limbahpada PersyaratanSIHuntuk Idtri BaiaLbLnusria1aemaranapis NoAspek KriteriaBatasanMetode Verifikasi 8.Limbah8.1SaranaMemilikiIPALVerifikasi PengelolaanmandiriatauIPALkeberadaan Limbah yangdikelola olehIPAL,kondisi Cairpihakketiga yang operasionalIPAL memiliki izin (berfungsiatau tidak) Memiliki Verifikasi IPLC/Persetujuan dokumenIPLC/ Teknis(Pertek)Persetujuan untukPemenuhan Teknis(Pertek) Baku Mutu Limbahuntuk Cair yang Pemenuhan dikeluarkan Baku Mutu Pemerintah Pusat,Limbah Cair Pemerintah yang masih Provinsi,berlaku Pemerintah Kabupaten/Kota. Memilikipersonil Verifikasi yang tersertifikasi sertifikatPPPA sebagaiPPPAdan dan sertifikat POPAL.POPALyang masih berlaku 8.2 Pemenuhan Memenuhi baku Verifikasi Parameter mutu sesuai laporan hasil uji Limbah ketentuan dari Cair peraturan laboratorium terhadap perundang- terakreditasi ISO ■Sj IlMetode Verifikasi 17025 dan teregistrasi sebagai laboratorium lingkungan yang tercantum dalam dokumen pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup pada periode 2 (dua) semester terakhir. Dalam hal belum terdapat laboratorium KriteriaAspek undangan.Baku Mutu Lingkungan yang terakreditasi, dapat menggunakan laboratorium lain yamg telah mendapat penunjukan dari gubemur sebagai laboratorium lingkungan. VerifikasiMemiliki sarana pengelolaan emisi gas buang dan udara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. 8.3 Sarana Pengelolaan Emisi Gas Buang Dan Udara keberadaan dan operasional (berfungsi atau tidak) sarana pengelolaan emisi gas buang dan udara dan/atau pengelolaan emisi yang mengacu kepada dokumen lingkungan. Verifikasi sertifikat PPPU dan sertifikat POPEU yang masih berlaku. Verifikasi laporan basil uji dari laboratorium terakreditasi ISO Memiliki personil yang tersertifikasi sebagai PPPU dan POPEU Memenuhi baku mutu sesuai ketentuan peraturan perundang- 8.4 Pemenuhan Parameter Emisi Gas Buang, Udara NoAspekKriteriaBatasanMetode Verifikasi Baku Mutuundangan.17025dan Lingkunganteregistrasi sebagai laboratorium lingkungan yang tercantumdalam dokumen pengelolaandan pemantauan lingkungan hidup pada periode2(dua) semester terakhir.Dalam halbelum terdapat laboratorium yang terakreditasi, dapat menggunakan laboratoriumlain yang telah mendapat penunjukandari gubernur sebagai laboratorium lingkungan. 8.3SaranaMemilikisaranaVerifikasi Pengelolaan pengelolaan emisikeberadaan dan Emisi Gas gas buang danoperasional Buang Danudara sesuai(berfungsiatau Udara denganketentuantidak)sarana peraturanpengelolaan perundang-emisi gas buang undangan. dan udara dan/atau pengelolaan ermsiyang mengacu kepada dokumen linzkunzan. Mernilikipersonil Verifikasi yang tersertifikasi sertifikatPPPU sebagaiPPPUdan sertifikat danPOPEU POPEUyang masih berlaku. 8.4 Pemenuhan Memenuhi baku Verifikasi Parameter mutu sesuai laporan hasil uji Emisi Gas ketentuan dari Buang, peraturan laboratorium Udara perundang- terakreditasi ISO MetodeVerifto^ 7025 dan teregistrasi yang tercantum dalam dokumen Dengelolaan dan Deman tauan ingkungan lidup pada Deriode 2 (dua) semester terakhir. Dalam hal belum terdapat aboratorium yang :erakreditasi dan teregistrasi, dapat menggunakan aboratorium lain yang telah mendapat Denunjukan dari i^bernur sebagai aboratorium lingkungan. Verifikasi:
a.izin pengelolaan limbah B3/ persetujuan teknis (pertek) pengelolaan limbah B3 dan standar teknis/rincian teknis Penyimpanan Limbah B3 yang dikeluarkan oleh pihak berwenang dan masih berlaku;
b.izin pengangkutan limbah B3 oleh pihak ketiga yang memiliki izin dan masih BatasKriteria .J - -o undanganAmbien, dan Gangguan Terhadap Baku Mutu Lingkungan Memiliki izin pengelolaan limbah B3/ persetujuan teknis (pertek) pengelolaan limbah B3 dan standar teknis/rincian teknis Penyimpanan Limbah B3 yang diintegrasikan ke dalam Persetujuan Lingkungan dan/atau diserahkan pada pihak ketiga yang memiliki izin Pengelolaan Limbah B3/ Persetujuan Teknis Pengelolaan Limbah B3. 8.5 Pengelola an Limbah B3 NoAspek KriteriaBatasanMetode Verifikasi Ambien,undangan17025dan danteregistrasi yang Gangguantercan tum dalam Terhadap dokumen BakuMutu pengelolaandan Lingkunganpemantauan lingkungan hidup pada periode2(dua) semester terakhir.Dalam hal belum terdapat laboratorium yang terakreditasi dan teregistrasi, dapat menggunakan laboratoriumlain yang telah mendapat penunjukan dari gubemur sebagai laboratorium lingkungan. 8.5 Pengelola-Memiliki izin Verifikasi: anLimbah pengelolaan limbaha.izm B3 B3/ persetujuanpengelolaan teknis(pertek)limbahB3/ pengelolaan limbahpersetujuan 83 danstandarteknis(pertek) teknis/rincian pengelolaan teknis limbah 83 Penyimpanan dan standar Limbah83yang teknis/rincian diintegrasikanketeknis dalam Persetujuan Penyimpanan Lingkungan LimbahB3 dan/atauyang diserahkan pada dikeluarkan pihak ketiga yang olehpihak memiliki izin berwenang Pengelolaan dan masih Limbah83/berlaku; Persetujuan Teknisb. izin Pengelolaan pengangkutan Limbah B3. limbah 83 oleh pihak ketiga yang memiliki izin dan masih m iMetode VerifikasiiKriti berlaku; dan
c.dokumen manifest pengangkutan limbah B3 pada periode 12 (dua belas) bulan terakhir. Verifikasi keberadaan dan operasional dari TPS Limbah B3 (berfungsi atau tidak). Memiliki tempat penyimpancin sementara (TPS) limbah B3 yang dilengkapi dengan izin TPS Limbah B3/standar teknis/ rincian teknis Penyimpanan Limbah B3 yang diintegrasikan ke dalam Persetujuan Lingkungan Verifikasi pengelolaan limbah non-B3 dan ketentuan yang tertuang dalam dokumen lingkungan pada periode 2 (dua) semester terakhir serta keberadaaan dan kondisi operasional sarana pengelolaan limbah non-B3. Verifikasi data:
a.penggunaan total limbah padat (scrap, dross, dan/atau sludge] yang dihasilkan setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir; dan
b.penggunaan Mengacu pada8.6 Pengelolaan Limbah Non-B3 rencana pengelolaan limbeih non-B3 yang tertuang dalam dokumen lingkungan yang telah disetujui. Minimum 97% (sembilan puluh tujuh persen) 8.7 Tingkat Daur Ulang dan/atau Daur Pakai Limbah Padat NoAspekKriteriaBatasanMetode Verifikasi berlaku;dan c.dokumen manifest pengangkutan limbahB3 padaperiode 12(duabelas) bulan terakhir. MemilikitempatVerifikasi penyimpanan keberadaan dan sementara(TPS)operasional dari limbahB3yangTPSLimbahB3 dilengkapidengan(berfungsiatau izin TPSLimbah tidak). B3/standar teknis/ rincian teknis Penyimpanan LimbahB3yang diintegrasikanke dalam Persetujuan Lingkungan 8.6 Pengelolaan MengacupadaVerifikasi Limbahrencanapengelolaan Non-B3pengelolaan limbah limbah non-B3 non-83 yangdan ketentuan tertuang dalam yangtertuang dokumen dalam dokumen lingkungan yang lingkunganpada telah disetujui. periode2(dua) semester terakhir serta keberadaaan dan kondisi operasional sarana pengelolaan limbah non-83. 8.7TingkatMinimum 97% Verifikasidata: DaurUlang (sembilanpuluha.penggunaan dan/atautujuhpersen) total limbah Daur Pakaipadat(scrap, Limbahdross, Padat dan/atau sludge)yang dihasilkan setiap bulannya selama12 (dua belas) bulan terakhir; dan
b.penggunaan 11^ total limbah padat {scrap, dross, dan/atau sludge) yang dimanfaatkan beiik internal maupun ekstemal perusahaan setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir. BatasanKriteriao' Penjelasan
8.Limbah 8.1 Sarana Pengelolaan Limbah Cair
a.Pengelolaan limbah dimaksudkan untuk menurunkan tingkat cemaran yang terdapat dalam limbah sehinggaaman untuk dibuang ke lingkungan. Oleh sebab, itu industn perlu memiliki sarana pengelolaan limbah yang sesuai dengan jenis limbah yang dihasilkan.
b.Sumber data/informasi diperoleh dari: 1) data primer dengan melakukan diskusi terkait sarana pengelolaan limbah cair dan observasi lapangan; dan 2] data sekunder dengan meminta bukti dokumen IPL dan/atau persetujuan teknis (pertek) untuk Pemenuhan Baku Mutu Limbah Cair, serta sertifikat PPPA dan sertifikat POPAL. Verifikasi dilakukan meladui kegiatan pemeriksaan yang meliputi: . 1] keberadaaan dan kondisi operasional IPAL, ^ t \ 2] dokumen IPLC dan/atau persetujuan teknis (Perteld untuk pemenuhan baku mutu limbah cair yang masih berlaku; dan sertifikat PPPA dan sertifikat POPAL yang berlaku. 8.2 Pemenuhan Parameter c. masih 3) Limbah Cair terhadap Baku Mutu Penentuan terjadinya pencemaran lingkungan hidup diukur melalui baku mutu lingkungan hidup. Perusahaan Industn diperbolehkan untuk membuang limbah ke media lingkungan hidup dengan persyaratan memenuhi b^u lingkungan hidup dan mendapat izin dan nienten, bupati/walikota sesuai dengan a. mutu gubernur, kewenangannya.
b.Sumber data/informasi diperoleh dan: , data primer dengan melakukan diskusi terkait upaya pemenuhan baku mutu limbah cair, dan atau 1) NoAspek KriteriaBatasanMetode Verifikasi totallimbah padat(scrap, dross, dan/atau sludge)yang dimanfaatkan baikinternal maupun ekstemal perusahaan setiap bulannya selarna12 (duabelas) bulan terakhir. Penjelasan 8.Limbah 8.1SaranaPengelolaan Limbah Cair a.Pengelolaan limbahdimaksudkanuntukmenurunkan tingkat cemaranyangterdapat dalam limbah sehinggaaman untukdibuangkelingkungan.Olehsebab, itu industri perlumemilikisaranapengelolaan limbah yang sesuai denganjenislimbah yang dihasilkan. b.Sumberdata/informasi diperoleh dari: 1)dataprimer dengan melakukan diskusi terkait sarana pengelolaan limbah cair danobservasi lapangan;dan 2)data sekunderdengan meminta bukti dokumenIPLC dan/ataupersetujuan teknis(pertek)untukPemenuhan Baku MutuLimbah Cair,serta sertifikatPPPAdan sertifikatPOPAL. c.Verifikasidilakukanmelalui kegiatan pemeriksaanyang meliputi: 1)keberadaaan dankondisi operasionalIPAL; 2)dokumenIPLCdan/atau persetujuan teknis(Pertek) untukpemenuhan baku mutu limbah cair yang masih berlaku; dan 3)sertifikatPPPAdan sertifikatPOPALyang masih berlaku. 8.2 Pemenuhan Parameter Limbah Cairterhadap Baku Mutu Lingkungan a.Penentuan terjadinya pencemaran lingkungan hidup diukur melalui baku mutu lingkungan hidup. Perusahaan Industri diperbolehkanuntukmembuang limbah ke media lingkungan hidup dengan persyaratan memenuhi baku mutu lingkungan hidup dan mendapatizindari menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. b.Sumber data/informasi diperoleh dari: 1)data primer dengan melakukan diskusi terkait upaya pemenuhan baku mutu limbah cair; dan data sekunder dengan meminta dokumen pemenuhan baku mutu untuk limbah cair. c Verifikasi dilakukan melalui kegiatan pemeriksaandokumen laporan basil uji dari laboratorium terakreditasi ISO 17025 dan teregistrasi sebagai laboratorium lingkungan yang tercantum dalam dokumen pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup pada periode 2 (dua) semester terakhir. Dalam hal belum terdapat laboratorium yang terakreditasi dan teregistrasi, dapat menggunakan laboratorium lainyang telah mendapat penunjukan dari gubernur sebagai laboratorium lingkungan. Sarana Pengelolaan Emisi Gas Buang dan Udara Perusahaan Industri yang mengeluarkan emisi wajib menaati ketentuan persyaratan teknis, yaitu persyaratan pendukung dalam kaitannya dengan penaatan baku mutu emisi. Contohnya cerobong asap yang dilengkapi dengan persyaratan teknis sesuai dengan peraturan yang berlaku. b Sumber data/informasi diperoleh dari. . , 1) data primer dengan melakukan diskusi terkait sarana pengelolaan emisi gas buang dan udara dan observasi lapangan; dan 2) data sekunder dengan meminta dokumen lingkungan hidup dan sertifikat PPPU dan sertifikat POPEU yang masih berlaku.
c.Verifikasi terhadap pemenuhan kepemilikan: sarana pengelolaan emisi gas buang d^ udara dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan keberadaaan dan kondisi operasional (berfungsi atau tidak) s^ana buang dan udara dan/atau kepada dokumen 2) 8.3 a. 1) pengelolaan emisi gas pengelolaan emisi yang mengacu 2, 'peSfyant” *1^ melalui kegiatan pemeriksaan dokumen sertifikat PPPU dan POPEU yang masih berlaku. Pemenuhan Parameter Emisi Gas Buang, Udara Ambien dan Gangguan terhadap Baku Mutu Lingkungan Unkn a Perlindungan mutu udara ambien didasarkari pada baku mutu udara ambien, baku mutu gangguan. Baku tingkat gangguan sumber tidak berger^ terdiri atas baku tingkat kebisingan, baku tingkatgetaran, dan baku tingkat kebauan.
b.Sumber data/informasi diperoleh dan: 1) data primer dengan melakukan diskusi terkait upy pemenuhan baku mutu emisi gas buang, udara ambien, dan ganeguan; dan sekunder dengan meminta bukti pemenuhan baku buang, udara ambien, dan 8.4 2) data mutu untuk emisi gas gangguan terhadap baku mutu lingkungan. Veriffkasi dilakukan melalui kegiatan Pe^enksaan ^Immen laporan basil uji dari laboratorium terakreditasi ISO 1702P dan teregistrasi yang tercantum dalam dokumen dan pemantauan lingkungan hidup pada periode 2 (du^ semester terakhir. Dalam hal belum terdapat laboratorium terakreditasi dan teregistrasi, dapat menggunakan c. yang 2)datasekunderdengan meminta dokumen pemenuhan baku mutuuntuklimbahcair. c.Verifikasidilakukanmelalui kegiatanpemeriksaan dokumen laporan hasilujidari laboratoriumterakreditasiISO17025 dan teregistrasisebagailaboratorium lingkungan yang tercantumdalam dokumen pengelolaan danpemantauan lingkungan hiduppadaperiode2(dua)semesterterakhir. Dalamhalbelumterdapatlaboratorium yangterakreditasi danteregistrasi,dapatmenggunakan laboratoriumlain yang telahmendapat penunjukan dari gubernursebagai laboratoriumlingkungan. 8.3SaranaPengelolaanEmisi GasBuang danUdara a.PerusahaanIndustriyang mengeluarkanerrusiwajib menaatiketentuan persyaratan teknis,yaitupersyaratan pendukungdalam kaitannya denganpenaatanbakumutu emisi.Contohnyacerobongasapyang dilengkapidengan persyaratanteknis sesuai denganperaturanyang berlaku. b.Sumberdata/informasi diperoleh dari: 1)dataprimer dengan melakukan diskusi terkait sarana pengelolaanemisigasbuang danudaradanobservasi lapangan; dan 2)datasekunderdengan meminta dokumen lingkungan hidup dan sertifikatPPPUdan sertifikatPOPEUyang masih berlaku. c.Verifikasiterhadap pemenuhankepemilikan: 1)saranapengelolaan emisigasbuang danudara dilakukanmelalui kegiatan pemeriksaan keberadaaan dankondisi operasional(berfungsiatautidak}sarana pengelolaan emisi gasbuang danudaradan/atau pengelolaan emisi yang mengacu kepada dokumen lingkungan; dan 2)personil yang tersertifikasi sebagaiPPPUdanPOPEU melalui kegiatan pemeriksaan dokumen sertifikatPPPU danPOPEUyang masih berlaku. 8.4Pemenuhan ParameterEmisi Gas Buang, UdaraAmbiendan Gangguan terhadapBaku Mutu Lingkungan a.Perlindunganmutu udaraambien didasarkan pada baku mutu udaraarnbien,baku mutuemisi,dan baku tingkat gangguan. Baku tingkat gangguan sumber tidak bergerak terdiriatas baku tingkat kebisingan,baku tingkat getaran, dan baku tingkat kebauan. b.Sumberdata/informasi diperoleh dari: 1)dataprimer dengan melakukan diskusi terkait upaya pemenuhan baku mutuernisi gas buang,udaraarnbien, dan gangguan; dan 2)data sekunder dengan meminta bukti pemenuhan baku mutu untukemisi gas buang,udaraarnbien, dan gangguan terhadap baku mutu lingkungan. c.Verifikasi dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan dokumen laporan hasil uji dari laboratorium terakreditasiISO17025 dan teregistrasi yang tercantum dalam dokumen pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup pada periode2(dua) semester terakhir. Dalam hal belum terdapat laboratorium yang terakreditasi dan teregistrasi, dapat menggunakan laboratorium lain yang telah mendapat penunjukan dan gubernur sebagai laboratorium lingkungan. 8.5 Pengelolaan Limbah B3 Pengelolaan limbah B3 adalah kegiatan yang meliputi pengurangan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan, dan/atau penimbun^. Perusahaan Industri yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya. Pengelolaan limbah B3 wajib mendapat izin dari menteri, bupati/walikota sesuai dengan a. gubernur, kewenangannya.
b.Sumber data/informasi diperoleh dari: data primer dengan melakukan diskusi terkait sarana pengelolaan limbah B3 dan observasi lapangan; dan data sekunder dengan meminta bukti pengelolaan atau 1) 2) limbah B3.
c.Verihkasi dilakukan melalui kegiatan pemeriksaanyang meliputi: 1) dokumen izin pengelolaan limbah B3/persetujuan teknis pengelolaan limbah B3 dan standar teknis/rincian teknis Penyimpanan Limbah B3 yang dikeluarkan oleh pihak berwenang dan masih berlal^, 2) dokumen izin pengangkutan limbah B3 oleh pihak ketiga yang memiliki izin dan masih berlaku; dokumen manifest pengangkutan limbah B3 pada periode 12 (dua belas) bulan terakhir; dan kondisi operasional tempat 3) 4) keberadaaan dan penyimpanan sementara (TPS) limbah B3. 8.6 Pengelolaan Limbah Non-B3 o v 4-*Penyelenggaraan pengelolaan limbah non-B3 meliputi pengurangan, penyimpanan, pemanfaatan, penimbunan, pengangkutan, dan perpindahan lintas batas Limbah non- B3. Perusahaan Industri wajib melakukan pengelolaan sesuai dengan ketentuan peraturan a. limbah non-B3 perundang-undangan. Pengurangan limbah non-B3 dapat dilakukan sebelum dan/atau sesudah limbah non-B3 dihasilkan. Pengurangan limbah non-B3 sebelum limbah non-B3 dihasilkan dapat dilakukan dengan cara modifikasi proses dan/atau penggunaan teknologi ramah lingkungan. Pengurangan limbah non-B3 sesudah limbah non-B3 dihasilkan dapat dilakukan dengan cara penggilingan (grinding), pencacahan (shredding), pemadatan (compacting), termal dan/atausesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). ^ , Pengelolaan limbah non-B3 juga dapat dilakukan dengan cara penyimpanan limbah non-B3 yang dihasilkan sebelum dilakukan pengelolaan lebih lanjut sesuai dengan peraturan yang berlaku. . , , i t. Pemanfaatein limbah non-B3 dapat dilakukan oleh para sesuai dengan b. c. d. non-B3pemanfaat langsung limbah ketentuan peraturan perundang-und^gan. Sumber data/informasi diperoleh dari: e. laboratoriumlain yang telahmendapat penunjukandari gubernursebagailaboratorium lingkungan. 8.5 Pengelolaan LimbahB3 a.Pengelolaan limbahB3adalah kegiatanyang meliputi pengurangan,penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan,pengolahan,dan/ataupenimbunan. PerusahaanIndustriyang menghasilkanlimbahB3wajib melakukanpengelolaan limbahB3yangclihasilkannya. Pengelolaan limbahB3wajibmendapatizindari menteri, gubernur,ataubupati/walikota sesuaidengan kewenangannya. b.Sumberdata/informasi diperoleh dari: 1)dataprimer dengan melakukan diskusi terkaitsarana pengelolaan limbahB3danobservasi lapangan; dan 2)datasekunderdengan meminta bukti pengelolaan limbahB3. c.Verifikasidilakukanmelaluikegiatan pemeriksaanyang meliputi: 1)dokumenizinpengelolaan limbahB3/persetujuan teknispengelolaanlimbahB3danstandar teknis/rincian teknis PenyimpananLimbahB3yang dikeluarkanolehpihak berwenangdan masih berlaku; 2)dokumenizinpengangkutan limbahB3olehpihak ketiga yangmemilikiizindan masih berlaku; 3)dokumenmanifestpengangkutanlimbahB3pada periode12(duabelas)bulan terakhir; dan 4)keberadaaan dankondisi operasional tempat penyimpanan sementara(TPS)limbah83. 8.6 Pengelolaan LimbahNon-B3 a.Penyelenggaraan pengelolaan limbah non-B3 meliputi pengurangan, penyimpanan, pemanfaatan, penimbunan, pengangkutan, dan perpindahan lintasbatasLimbah non- B3.Perusahaan Industriwajibmelakukanpengelolaan limbah non-83 sesuai denganketentuan peraturan perundang-undangan. b.Pengurangan limbah non-B3dapat dilakukan sebelum dan/ atau sesudahlimbah non-B3 clihasilkan. Pengurangan limbahnon-83sebelum limbah non-B3 dihasilkan dapat dilakukan dengan caramodifikasiprosesdan/atau penggunaanteknologiramah lingkungan. Pengurangan limbah non-83 sesudahlimbah non-83 dihasilkan dapat dilakukan dengan carapenggilingan(grinding),pencacahan (shredding),pemada tan(compacting),termal dan/a tau sesuai dengan perkembangan ilmupengetahuan danteknologi (IPTEK). c.Pengelolaan limbah non-B3juga dapat dilakukan dengan cara penyimpanan limbah non-83 yang dihasilkan sebelum dilakukan pengelolaan lebih lanjut sesuai dengan peraturan yang berlaku. d.Pemanfaatan limbah non-83 dapat dilakukan oleh para pemanfaat langsung limbah non-B3 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. e.Sumber data/informasi diperoleh dari: terkait 1) data primer dengan melakukan diskusi pengelolaan limbah non-B3 dan observasi lapangan, dan . j 1 2) data sekunder dengan memeriksa bukti dokumen lingkungan hidup.
f.Verifikasi dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan pelaksanaan pengelolaan limbah non-B3 yang sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam dokumen lingkungan pada periode 2 (dua) semester terakhir serta keberadaaandan kondisi operasional sarana pengelolaan limbah non-B3. Tingkat Daur Ulang dan/atau Daur Pakai Limbah Padat
a.Kewajiban industri untuk melakukan pengelolaan limbah (cair, padat, emisi udara) merupakan upaya pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan dan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan secara berkesinambungan. Untuk meminimalisasi dampak limbah terhadap lingkungan dapat mengacu pada baku mutu yang telah ditetapkan. , • i- u u
b.Batasan tingkat daur ulang dan/atau daur pakai limbah pada SIH ini dibatasi pada limbah padat berupa scrap, dross, dan/atau sludge yang dimanfaatkan pada proses produksi internal Baja Lembaran Lapis dan/atau dimanfaatkan oleh pihak eksternal dengan adanya bukti 8.7. kerja sama. ^ , , j
c.Sumber data/informasi dapat diperoleh dengan sumber data, meliputi: • 4. i u i;rr,Ka>i1) data primer dengan melakukan diskusi terkait limb dihasilkan dan pemanfaatannya; dan total mencari padat yang data sekunder dengan meminta data peng^naan limbah padat (scrap, dross, dan/atau siudge) yang dihasilkan dan dimanfaatkan. Untuk limbah yang dimanfaatkan oleh pihak eksternal hams disertai dengan dokumen bukti kerja sama terkait pemanfaatan limbah dan dilengkapi dengan izin pemanfaatan dan kementerian terkait.
d.Verifikasi dilakukan melalui kegiatan pemeriksaandata yang meliputi: 2) penggunaan total limbah padat (scrap, dross, d^n/atau sludge) yang dihasilkan setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir (ton); penggunaan total limbah padat (scrap, dross, dan/atau sludge) yang dimanfaatkan baik intern^ maupun eksternal setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir (ton); dan perhitungan tingkat daur ulang dan/atau daur p^ai limbah padat industri pada proses produksi Baja Lembaran Lapis dengan mmus berikut. 1) 2) 3) ^ xl00%I? dv TL Keterangan: Rdu limbah padat industri Baja : tingkat pemanfaatan Lembaran Lapis (%); dross, total limbah padat (scrap, dimanfaatkan baik internal L<ii : penggunaan dan/ atau sludge) yang 1)dataprimer denganmelakukan diskusi terkait pengelolaan limbahnon-B3danobservasi lapangan; dan 2)data sekunderdengan memeriksabukti dokumen lingkungan hidup. f.Verifikasidilakukanmelaluikegiatan pemeriksaan pelaksanaanpengelolaanlimbahnon-B3yang sesuaidengan ketentuanyangtertuangdalam dokumen lingkungan pada periode2(dua)semester terakhir serta keberadaaandan kondisi operasionalsaranapengelolaan limbahnon-B3. 8.7.TingkatDaurUlangdan/atauDaurPakai LimbahPadat a.Kewajibanindustriuntukmelakukanpengelolaan limbah (cair,padat,emisi udara)merupakan upaya pengurangan dampaknegatifterhadaplingkungan dan upaya perlindungan danpengelolaanlingkungan secara berkesinambungan. Untuk meminimalisasi dampaklimbah terhadaplingkungandapatmengacupada baku mutuyang telah ditetapkan. b.Batasan tingkatdaurulangdan/ atau daurpakai limbah padaSIHinidibatasi padalimbahpadat berupascrap, dross,dan/ atausludgeyangdimanfaatkan padaproses produksi internalBajaLembaranLapisdan/atau dimanfaatkanolehpihak eksternal dengan adanya bukti kerja sama. c.Sumberdata/informasi dapatdiperoleh dengan mencari sumber data,meliputi: 1)dataprimer dengan melakukan diskusi terkaitlimbah padatyang dihasilkan dan pemanfaatannya; dan 2)data sekunder dengan memintadatapenggunaantotal limbahpadat(scrap,dross,dan/atausludge)yang dihasilkan dan dimanfaatkan. Untuklimbah yang dimanfaatkanolehpihak eksternal harusdisertai dengan dokumen bukti kerja sama terkait pemanfaatan limbah dandilengkapi denganizinpemanfaatandari kementerian terkait.
d.Verifikasidilakukanmelalui kegiatan pemeriksaandatayang meliputi: 1)penggunaan total limbahpadat(scrap,dross,dan/atau sludge)yang dihasilkan setiap bulannya selama12(dua belas)bulan terakhir(ton); 2)penggunaan total limbahpadat(scrap,dross,dan/atau sludge)yang dimanfaatkan baikinternal maupun eksternal setiap bulannya selama12(dua belas)bulan terakhir(ton);dan 3)perhitungan tingkat daur ulang dan/ a tau daurpakai limbah padat industri pada proses produksi Baja Lembaran Lapis dengan rumus berikut: Keterangan: Rctutingkat pemanfaatan limbah padat industri Baja Lembaran Lapis(%); Ldupenggunaan total limbah padat (scrap, dross, dan/ atausludge) yang dimanfaatkan baik internal eksternal setiap bulannya selama 12 (dua maupun belas) bulan terakhir (ton); : total limbah padat (scrap, dross, dan/atau sludge) yang dihasilkan setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir (ton). TL Aspek Emisi Gas Rumah Kaca pada Persyaratan Teknis SIH untuk Industri Baja Lembaran Lapis Tabel 9. ^tode VerifikasKritefil•SpekO km Verifikasi dibuktikan 9.1 Emisi CO2 Ekuivalen Spesifik Emisi Gas Rumah Kaca 9. dengan:
a.Data penggunaan energi fosil sebagai bahan bakar untuk proses produksi Baja Lembaran Lapis pada setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir; data produksi riil pada setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir;
c.faktor emisi setiap bahan bakar fosil digunakan; dan
d.data Global Warming Potential (GWP) masing- masing jenis GRK. Bj LS untuk : construksi
a.untuk mesin yang dapat menghasilkan produk dengan ketebalan 0,20 mm-1,20 mm: maksimum 0,063 ton C02eq/ton produk
b.untuk mesin yang dapat menghasilkan produk dengan ketebalan 0,20 mm-3,00 mm: maksimum 0,085 ton C02eq/tOn produk 9.1.1 Direct emission b Bj LS untuk engineering: maksimum 0,091 ton C02eq/ton produk Bj LAS:
a.untuk mesin yang dapat menghasilkan produk dengan ketebalan 0,20 mm-1,20 mm: maksimum 0,076 ton C02eq/tOn produk
b.untuk mesin yang dapat maupuneksternal setiap bulannya selama12(dua belas)bulan terakhir(ton); TLtotal limbahpadat(scrap,dross,dan/atausludge) yangdihasilkan setiapbulannya selama12(duabelas) bulan terakhir(ton). Tabel9.Aspek Emisi Gas RumahKaeapadaPersyaratanTeknis skd.b.IHuntuInustriBaiaLemaranLapis NoAsoekKriteriaBatasanMetodeVerifikasi 9.EmisiGas9.1Ernisi C02 Verifikasi RumahEkuivalendibuktikan Kaea Spesifikdengan: a.Data 9.1.1DirectBjLSuntukpenggunaan emissionkonstruksienergifosil a.untukmesinsebagaibahan yangdapatbakaruntuk menghasilkan proses produk dengan produksiBaja ketebalan 0,20Lembaran mm-1,20mm: Lapispada maksimum setiap 0,063 bulannya tonC02eq/ton selama12 produk(duabelas) b.untukmesin bulan yangdapatterakhir; menghasilkanb.dataproduksi produk denganriilpada ketebalan 0,20 setiap mm-3,00mm:bulannya maksimum selama12 0,085 ton (duabelas) C02eq/tonbulan produk terakhir; c.faktor emisi BjLSuntuksetiap bahan engineering:bakarfosil maksimum 0,091 digunakan; tonC02eq/tondan produkd.dataGlobal Wanning Bj LAS:Potential a.untukmesin(GWP) yangdapatmasmg- menghasilkan masing jenis produk denganGRK. ketebalan 0,20 mrn-1,20 mm: maksimum 0,076 ton C02eq/ton produk b.untuk mesin vanz dapat Metode ikasiBatasan menghasilkan produk dengan ketebalan 0,20 mm-3,00 mm: maksimum 0,054 ton C02eq/ton produk Bj LS dan Bj LAS Warna:
a.untuk mesin yang dapat menghasilkan produk dengan lebar 762 mm- 914 mm: maksimum 0,070 ton C02eq/ton produk
b.untuk mesin yang dapat menghasilkan produk dengan lebar 762 mm- 1219 mm: maksimum 0,131 ton C02eq/ton produk. Bj LTE: maksimum 0,039 ton C02eq/ ton produk Bj LS untuk konstruksi
a.untuk mesin yang dapat menghasilkan produk dengan ketebalan 0,20 mm - 1,20 mm: maksimum 0,048 ton C02eq/ton produk Verifikasi dibuktikan dengan:
a.data penggunaan energi listrik dan/atau energi lain yang dibeli dari pihak ketiga pada setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir;
b.data produksi 9.1.2 Indirect Emission
b.untuk mesin yang dapat menghasilkan produk dengan NoAsoek KriteriaBatasanMetode Verifikasi menghasilkan produk dengan ketebalan0,20 mm-3,00mm: maksimum 0,054 ton C02eq/ton produk BjLSdanBjLAS Warna: a.untukmesin yangdapat menghasilkan produk dengan lebar 762mm- 914mm: maksimum 0,070 ton C02eq/ton produk b.untukmesin yangdapat menghasilkan produk dengan lebar 762 mm- 1219 mm: maksimum 0,131 ton C02eq/ton produk. Bj LTE: maksimum 0,039 tonC02eq/ton produk 9.1 .2IndirectBj LSuntukVerifikasi Emissionkonstruksi dibuktikan a.untukmesin dengan: yangdapata.data menghasilkan penggunaan produk dengan energi listrik ketebalan 0,20dan/atau mm-1,20 energi lain mm: yang dibeli maksimum dari pihak 0,048 ton ketiga pada C02eq/ton setiap produk bulannya selama12 b.untuk mesin (dua belas) yang dapat bulan menghasilkan terakhir; oroduk denzanb.data produksi 5^ Batasan etoae veriiiKasiCriteria riil pada setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir; dan
c.faktor emisi yang digunakan. ketebalan 0,20 mm - 3,00 mm: maksimum 0,097 ton C02eq/ton produk Bj LS untuk engineering: maksimum 0,177 ton C02eq/ton produk Bj LAS:
a.untuk mesin yang dapat menghasilkan produk dengan ketebalan 0,20 mm-1,20 mm: maksimum 0,160 ton C02eq/ton produk.
b.untuk mesin yang dapat menghasilkan produk dengan ketebalan 0,20 mm-3,00 mm: maksimum 0,143 ton C02eq/ton produk. Bj LS dan Bj LAS Warna:
a.untuk mesin yang dapat menghasilkan produk dengan lebar 762 mm- 914 mm: maksimum 0,079 ton C02eq/ton produk.
b.untuk mesin yang dapat menghasilkan produk dengan lebar 762 mm- 1219 mm: NoAspekKriteriaBatasanMetode Verifikasi ketebalan0,20riilpada mm-3,00setiap mm:bulannya maksimum selama12 0,097 ton (duabelas) C02eq/tonbulan produk terakhir; dan c.faktoremisi BjLSuntukyang enquieennq:digunakan. maksimum0, 177 tonC02cq/ton produk Bj LAS: a.untukmesin yangdapat menghasilkan produk dengan ketebalan 0,20 mm-1,20mm: maksimum 0,160 ton C02eq/ton produk. b.untukmesin yangdapat menghasilkan produk dengan ketebalan 0,20 mm-3,00mm: maksimum 0,143 ton C02eq/ton produk. Bj LSdanBj LAS Warna: a.untukmesin yangdapat menghasilkan produk dengan lebar 762 mm- 914 mm: maksimum 0,079 ton C02eq/ton produk. b.untuk mesin yang dapat menghasilkan produk dengan lebar 762 mm- 1219 mm: Metbde Vei: Batasan maksimum 0,122 ton C02eq/tOn produk. Kritgria.. m Aspek Bj LTE; maksimum 0,190 ton C02eq/ton produk Penjelasan
9.Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) , „ ^ i • d • t 9.1. Emisi CO2 Ekuivalen Spesifik untuk Produksi BajaLembara Lapis Keeiatan industri merupakan salah satu penyumbang emi^ GRK diantaranya emisi CO2 yang diyakini menjadi penye a global. Emisi dari sektor industn industri, dan a. terjadinya pemanasan berasal dari penggunaan energi, proses produk/industria/ processes and production use penggunaan _ (IPPU) dan limbah yang dihasilkan. _ . . , Penetapan batasan emisi GRK pada SIH mi hanya bersumber dari penggunaan energi, sedangkan limbah diabaikan karena nilainya b. emisi yang emisi dari IPPU dan UntSc*" emisi CO2 yang bersumber dari penggunaan ener^ dibagi atas emisi langsung (direct emission) dan emisi tidak lanesune (indirect emission). . .Emisi langsung (direct emission) adalah sernua emisi y^g dihasilkan dibawah kendali perusahaan diantaranya emisi dari pembakaran bahan bakar fosil untuk proses produksi. Emisi tidak langsung (indirect emission) adalah sernuaemis yang berasal dari listrik, uap (steam), panas (heat)yang dibeli dari pihak lain. Sumber data/informasi diperoleh dan: , j * data primer dengan melakukan diskusi terkait data penggunaan total energi pada proses produksi Baja Lembaran Lapis; dan data sekunder dengan meminta data pengguna^ energi fosil sebagai bahan bakar dan energi listrik dan/atau energi lain yang dibeli dari pihak ketiga, serta produtei riil pada setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir. . Verifikasi dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan dokumen. catatan data, dan bukti pendukung yang terkait, Ij^^'^data penggunaan energi fosil sebagai bahan bakard^ energi listrik dan/atau energi lam yang dibeli danpihak ketiga untuk proses produksi Baja Lembaran Lapis pada setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan 2) date'produksi riil pada setiap bulannya selama 12 (dua belas) bulan terakhir; . 3) faktor emisi untuk penggunaan ener^ Perusahaan Listrik Negara mengacu kepada faktor c. d. e. f. 1) 2) g- NoAspekKriteriaBatasanMetode Verifikasi maksimum 0,122 ton C02eq/ton produk. BjLTE: maksimum0,190 tonC02eq/ton produk Penjelasan 9.EmisiGas RumahKaea(GRK) 9.1. Emisi C02Ekuivalen SpesifikuntukProduksi Baja Lembaran Lapis
a.Kegiatanindustri merupakan salah satupenyumbangemisi GRKdiantaranyaemisiC02yang diyakinimenjadi penyebab terjadinya pemanasanglobal.Emisidari sektor industri berasal dari penggunaanenergi,proses industri, dan penggunaanproduk/industrialprocesses andproductionuse (IPPU)danlimbah yang dihasilkan. b.PenetapanbatasanernisiGRKpadaSIHinihanyauntuk emisi yang bersumber dari penggunaanenergi,sedangkan emisidariIPPUdanlimbahdiabaikan karenanilainya sangatkecil. c.UntukemisiC02yangbersumberdari penggunaanenergi dibagiatasemisilangsung(directemission)danemisitidak langsung(indirectemission). d.Emisilangsung(directemission)adalah semuaemisiyang dihasilkandibawah kendaliperusahaan diantaranyaemisi dari pembakaran bahan bakarfosiluntukproses produksi. e.Emisitidak langsung(indirectemission)adalah semuaemisi yang berasal darilistrik,uap(steam),panas(heat)yang dibelidari pihaklain. f.Sumber data/inforrnasidiperoleh dari: 1)dataprimer dengan melakukan diskusi terkait data penggunaantotal energipada proses produksiBaja LembaranLapis;dan 2)data sekunder dengan memintadata penggunaanenergi fosil se bagaibahan bakar danenergi listrik dan/a tau energi lain yang dibelidari pihak ketiga,sertaproduksi riil pada setiap bulannya selama12(duabelas)bulan terakhir. g.Verifikasidilakukan melalui kegiatan pemeriksaan dokumen, catatan data, dan bukti pendukung yang terkait, meliputi: 1)data penggunaan energifosilsebagai bahan bakar dan energi listrikdan/ atauenergi lain yang dibelidari pihak ketigauntuk proses produksi Baja Lembaran Lapis pada setiap bulannya selama12(dua belas) bulan terakhir; 2)data produksiriilpada setiap bulannya selama12(dua belas) bulan terakhir; 3)faktor emisi untuk penggunaan energi listrik dari Perusahaan Listrik Negara mengacu kepada faktor emisi GRK yang dikeluarkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang energi, sedangkan untuk penggunaan energi listrik dan atau energi lainya dari pihak ketiga selain Perusahaan Listrik Negara, maka menggunakan data Faktor Emisi dari pihak penyedia energi tersebut; 4) faktor emisi untuk penggunaan bahan bakar mengacu kepada 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories] 5) untuk perhitungan direct emission, ditambahkan data Global Warming Potential (GWP) masing-masing jenis GRK; dan 6) perhitungan emisi CO2 ekuivalen spesifik bersumber dari: (a) emisi tidak langsung [indirect emission): Emisi CO2 i = AD x EF Emisi CO2 spesifik = Y, emisi C02 i produksi riil Keterangan: : data aktivitas dari penggunaan listrik, [steam], panas [heat) yang dibeli dari pihak lain; ; Emission Factor (Faktor Emisi): - untuk AD uap EF ketenagalistrikansistem berdasarkan provinsi (kg C02/kWh) (menggunakan data faktor emisi dikeluarkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Mineral terbaru yang tautandenganDaya (https: / /gatrik.esdm.go.id/frontend/ download Jndex/?kode_categoiy=emi sLpl) ^ , . untuk yang mendapatkan suplai listrik dari pihak ketiga selain Perusahaan Listrik Negara, maka menggunakan data Faktor Emisi dari pihak penyedia listrik tersebut. Emisi CO2 i : jumlah emisi CO2 untuk setiap energi listrik, uap [steam), panas [heat) yang dibeli dari pihak lain; dan total uap ZEmisi CO2 i: jumlah emisi CO2 dari penggunaan energi listrik, [steam), panas [heat) yang dibeli dari pihak lain, (b) emisi langsung [direct emissions): — Direct Emission CO2 Ekuivalen spesifik (kg CO2 eq). CO2 eq spesifik = CO2 spesifik + (GWPch, * Cii, spesifik) + (GWP„jO XN2O spesifik) emisiGRKyangdikeluarkanolehmenteri yang menyelenggarakanurusanpemerintahandibidang energi,sedangkanuntukpenggunaanenergilistrikdan atauenergilainyadari pihakketiga selainPerusahaan ListrikNegara,maka menggunakandataFaktorEmisi dari pihakpenyedia energitersebut; 4)faktoremisiuntukpenggunaanbahan bakarmengacu kepada2006IPCCGuidelinesforNationalGreenhouse GasInventories; 5)untukperhitungandirectemission,ditambahkan data Global Wanning Potential(GWP)masing-masing jenis GRK;dan 6)perhitunganemisiC02ekuivalen spesifikbersumber dari: (a)emisi tidaklangsung(indirectemission): Emisi C02i=ADxEF EemisiC02i Emisi C02spesifik produksiriii dataaktivitas dari penggunaanlistrik, uap(steam),panas(heat)yangdibeli dari pihaklain; Emission Factor (FaktorEmisi): -untuksistem ketenagalistrikan berdasarkanprovinsi(kgC02/kWh) (menggunakandatafaktoremisi terbaruyang dikeluarkanoleh KernenterianEnergidan Sumber Daya Mineraldengan tautan (https://gatrik.esdm.go.id/frontend/ download_index/ ?kode_category=emi si_pl) -untukyang mendapatkansuplai listrik dari pihakketiga selain PerusahaanListrik Negara,maka menggunakan data FaktorEmisi dari pihak penyedia listrik tersebut. jumlahemisi C02untuksetiap energi listrik,uap(steam),panas (heat)yang dibelidari pihaklain; dan IEmisiC02 i:jumlahermsi C02dari total penggunaan energi listrik, uap (steam),panas(heat)yang dibeli dari pihak lain. (b)emisi langsung (direct emissions): -Direct Emission C02 Ek:uivalenspesifik(kgC02 eq): C02 eq spesifik=C02 spesifikt(GWPcH4 xCH4 spesifik)+ (GWPN2ox N20 spesifik) EF Emisi C02i Keterangan: AD Keterangan CO2 eq spesifik Emisi CO2 dari berbagai jenis GRK dalam satu unit yang sama per satuan produk; Emisi CO2 per satuan produk; Emisi CH4 per satuan produk; Emisi N2O per satuan produk; indeks yang membandingkan potensi suatu GRK untuk memanaskan bumi dengan potensi karbon dioksida. Untuk nilai GWP masing- GRK dapat CO2 spesifik CH4 spesifik N2O spesifik GWP masing jenis dilihat pada Tabel 11. - Emisi CO2 spesifik: Emisi CO2 i = AD x EF Emisi CO2 spesifik = J] emisi C02 i produksiriil Keterangan: data aktivitas dari penggunaan bahan bakar fosil; Emission Factor (Faktor Emisi) CO2 untuk bahan bakar (lihat Tabel 12); jumlah emisi CO2 dari setiap penggunaan bahan bakar; jumlah penggunaan AD EF Emisi CO2 i CO2 dari total bahan bakar fosil. SEmisi CO2 i emisi - Emisi CH4 spesifik: Emisi CH4 i = AD x EF emisi CH^ i Emisi CH4 spesifik =■ produksi riil Keterangan: dari penggunaandata aktivitasAD bahan bakar fosil; Emission Factor (Faktor Emisi) CH4 untuk bahan bakar (lihat Tabel 12); jumlah emisi CH4 penggunaan bahan bakar fosil; CH4 dari total EF dari setiapEmisi CH4 i jumlah emisi penggunaan bahan bakar fosil. LEmisi CH4 i - Emisi N2O spesifik: Emisi N2O i = AD x EF emisi N2O i Emisi N2O spesifik = produksi riil Keterangan C02eqspesifik C02spesifik CH4spesifik N20spesifik GWP Ernisi C02dariberbagaijenis GRKdalamsatuunityang samapersatuanproduk; Emisi C02persatuanproduk; EmisiCH4persatuanproduk; EmisiN20persatuanproduk; indeks yang membandingkan potensisuatuGRKuntuk memanaskanbumi dengan potensi karbondioksida. UntuknilaiGWPmasing- masingjenisGRKdapat dilihatpadaTabel11. -EmisiC02 spesifik: EmisiC02i=ADxEF LemisiC02i EmisiC02spesifik=----- produksiriil Keterangan: AD EF EmisiC02i IEmisiC02i dataaktivitas dari penggunaan bahan bakarfosil; Emission Factor (FaktorEmisi) C02 untukbahan bakar(lihat Tabel12); jumlaherrusi C02dari setiap penggunaanbahanbakar; jumlaherrusiC02daritotal penggunaan bahan bakarfosil. -EmisiCH4 spesifik: EmisiCH4i=ADx EF LemisiCH4i EmisiCH4spesifik produksiriil Keterangan: AD EF Emisi CH4i IErnisiCH4i data aktivitas dari penggunaan bahan bakarfosil; Emission Factor (Faktor Emisi) CH4 untuk bahan bakar(lihat Tabel12); jumlah ermsiCH4dari setiap penggunaan bahan bakarfosil; jumlaherrusr CH4dari total penggunaan bahan bakarfosil. -Emisi N20 spesifik: Emisi N20 i=AD x EF I:emisiN20i Emisi N20 spesifikd k.··z pro u siru Keterangan: : data aktivitas dari penggunaan bahan bakar fosil; : Emission Factor (Faktor Emisi) N2O untuk bahan bakar (lihat Tabel 12); : jumlah emisi N2O dari Setiap Penggunaan bahan bakar fosil; dan : jumlah emisi N2O dari total penggunaan bahan bakar fosil.
h.Konversi satuan energi untuk masing-masing jenis energi dapat dilihat pada Tabel 13. Terkait dengan produksi steam dan Thermal Oil Heat (TOH) yang menghasilkan emisi, dan perhitungannya adalahtC02 dapat mengikuti jumlah bahan bakar yang digunakan untuk menghasilkan steam dan TOH. AD EF Emisi N2O i SEmisi N2O i 1. ■ Konsumsi Bahan Bakar (ton/tahun) ■ Komposisi Bahan Bakar (% karbon) • Nilai Kalor Bahan Bakar LHV (KJ/Kg) • Kebutuhan Listrik (MWh/Tahun) ■ Kapasitas Produksi (ton/tahun) • Waktu Operasi (hari/tahun) ■ Jumlah emisi (ton C02/tahun) • Intensitas emisi (ton C02/produk) ■ Intensitas Enei^ (GJ/ton produk\ton) Perhitungan Emisi GRK dari Sistem Energi Data - data pendukung (Literartur) Gambar 1 - Neraca Massa Emisi di Industri dari Penggunaan Energi Faktor Emisi GRK (tC02) berdasarkan Sumber Bahan Bakar Tabel 10. Standar Fa fkg GRK per TJ)* ;misi Bahan Bakar Fosil CO2 N2OCH4 0.673.300 3 Minyak mentah 0.677.000 3 Orimulsion 0.664.200 3 Gas Alam Cair 0.669.300 3Motor Gasoline 0.673.000 3Aviation GasolineGasoline 0.673.000 3Jet Gasoline 0.671.500 3 Jet Kerosene 0.671.900 3 Minyak tanah 0.673.300 3 Shale Oil 0.674.100 3 Minyak diesel 0.677.400 3 Minyak residu 0.161.600 1 Ethane 0.673.300 3 Naphtha 0.680.700 3 Bitumen 0.673.300 3 Lubricants Oik Keterangan: AD EF dataaktivitas dari penggunaan bahan bakarfosil; EmissionFactor(FaktorEmisi)N20 untukbahan bakar(lihatTabel12); jumlaherrusiN20dariSetiap Penggunaanbahan bakarfosil;dan jumlaherrusiN20daritotal penggunaanbahan bakarfosil. h.Konversisatuanenergiuntukmasing-rnasingjenisenergi dapatdilihat padaTabel13. 1.Terkait dengan produksisteamdanThermal Oil Heat(TOH) yang menghasilkanemisi,dan perhitungannya adalahtC02 dapatmengikutijumlah bahan bakaryangdigunakanuntuk menghasilkansteamdanTOH. •KonsumsiBahan Balcar(ton/tahun) •Jwnlahcmi.si(ton• Komposi.siBahan Balcar{% lc.arbon)�rhirunpn C02/tahun) •NilAiKalorBahanEmisiORK•lntenSitascmlsl(ton BakarWW(K.J/Kg)darl Sbtem C02/produk) •KebutuhanLlslnk Enttgi•lntcnsitasEocrgi (MWb/Tahunj(OJ/ton •Ka-pasltaSProduks1produk\tOD) (to.n/tabun) •Wa.ktuOpcmsi Chari/tahunl l Data-datapcndulrung {Uteranu&1 Gambar1-Neraca Massa Emisi diIndustri dari Penggunaan Energi Tabel10.FaktorEmisiGRK (tC02)berdasarkan Sumber Bahan Bakar StandarFaktor Emisi Bahan BakarFosil(k�ORKper TJl* C02CH4N20 Minyakmentah 73.30030.6 Orimulsion 77.00030.6 Gas AlamCair 64.20030.6 Motor Gasoline69.30030.6 GasolineAviationGasoline73.0003 0.6 JetGasoline73.0003 0.6 Jet Kerosene71.5003 0.6 Minyaktanah 71.90030.6 ShaleOil73.30030.6 Minyak diesel 74.1003 0.6 Minyak residu 77.40030.6 Ethane 61.60010.1 Naphtha 73.30030.6 Bitumen 80.7003 0.6 Lubricants 73.3003 0.6 Standar FaktbrEmisi fkgGRKperTJ)* CO2 I CH4 I N2O Bahan Bakar Fosil^ £ 1 0.1 63.100 LPG 3 0.6 97.500Petroleum coke 3 0.6 1 0.1" 73.300 57.600 Refinery Feedstocks Refinery Gas 3 0.6 73.300Paraffin Waxes White Spirit and SBP Other Oil 3 0.6 73.300 3 0.6 10 1-5 73.300 98.300 Other Petroleoum Products Batubara Anthrasit 10 1.5 94.600 Cooking coal Batubara Bituminous Batubara Sub-bituminous Lignit Oil Shale and Tar Sands Brown Coal Briquettes Patent Fuel 1.5 1.5 10 10 94.600 96.100 1.510101.000 1.5 1.5 107.000 97.500 10 10 1.51097.500 1.510107.000Coke Oven Coke and Lignite Coke Coke 1.5107.000 10 Gas Coke 1.51080.700 Coal Tar 0.11 44.400 Gas Works Gas 0.11 1 44.400 260.000 Coke Oven Gas Blast Furnace Gas 0.1Derived Gases 0.11 182.000Oxygen Steel Furnace Gas 0.156.100 1 Gas bumi 4 430 91.700 143.000 Municipal Wastes (non-biomass fraction) Industrial Wastes 43073.300 Waste Oils 1.5 4 106.000 2 112.000 30 Peat Wood / Wood Waste 2395.300Sulphite lyes (Black Liquor) Other Primary Solid 4 100.000 30Solid Biofuels Biomass 112.000 200 4 70.800 I 3 I 0.6 Charcoal Biogasoline 0.6370.800 BiodieselsLiquid Biofuels 0.6379.600Other Liquid Biofuels 0.11 54.600 Landfill Gas Sludge Gas 0.11 54.600 Gas Biomass 54.600 1 0.1 100.000 30 I 4" Other Biogas Municipal Wastes (biomass fraction) Other non- I fossil fuels * Faktor-faktor ini diasumsikan NCASI, 2005) karbon tidak teroksidasi (Sumber: StandarFaktorEmisi BahanBakarFosil(kgGRKperTJ)* C02CH4N20 LPG63.10010.1 Petroleumcoke97.50030.6 RefineryFeedstocks73.30030.6 RefineryGas57.60010.1 OtherOil ParaffinWaxes73.30030.6 White SpiritandSEP73.30030.6 Other Petroleoum Products73.30030.6 BatubaraAnthrasit98.300101.5 Cooking coal94.600101.5 BatubaraBituminous94.600101.5 BatubaraSub-bituminous96.10010 1.5 Lignit101.000101.5 OilShaleandTarSands107.00010 1.5 BrownCoalBriquettes97.500101.5 Patent Fuel97.500101.5 Coke Oven Cokeand 107.00010 1.5 Coke Lianite Coke Gas Coke107.00010 1.5 CoalTar80.70010 1.5 Gas Works Gas44.40010.1 DerivedGases Coke Oven Gas44.40010.1 BlastFurnace Gas260.00010.1 Oxygen Steel Furnace Gas182.00010.1 Gas bumi 56.10010.1 MunicipalWastes(non-biomass fraction)91.700 304 Industrial Wastes 143.000 304 WasteOils73.300304 Peat106.00021.5 WoodIWoodWaste112.000 304 Sulphitelyes(BlackLiquor)95.3003 2 SolidBiofuels Other Primary Solid100.000 304 Biomass Charcoal112.000 2004 Bioqasoline70.80030.6 LiquidBiofuels Biodiesels70.80030.6 Other Liquid Biofuels79.60030.6 Landfill Gas54.60010.1 Gas Biomass Sludge Gas54.60010.1 Other Biagas54.60010.1 Other non- Municipal Wastes (biomass 100.000 30 4 fossil fuelsfraction) *Fakior-fakiormzdiasumsikari karbon tidak teroksidasi (Sumber: NCASI,2005) Nilai GWP GRKTabel 11. J^nis 1 Karbon Dioksida (CO2)1. 21 Metana (CH4)2. 310Dinitrogen Oksida (N2Q)3. Nilai Kalor Bahan Bakar Indonesia Tabel 12 Kalor 33xlO-^TJ/lito 36x10-6 TJ/liter [an Beik Kendaraan bermotor Kendaraan bermotor, Pembangkit listrik _ Boiler industri, Premium' Solar (HSD, ADO) 38x10-6 TJ/literMinyak Diesel (IDO) MFO pembangkit listrik Pembangkit listrik 40x10-6 TJ/liter 4.04x10-2 TJ/ton Industri, rumah tangga, restoran Rumah tangga, restoran Pembangkit listrik, industri 1.055xlO-6TJ/SCF 38.5xlO-6TJ/Nm3 Gas Bumi 47.3xlO-6TJ/kg 18.9x10-3 TJ/ton LPG Batubara *termasuk Pertamax dan Pertamax Plus Konversi Satuan Ener^i pada Jenis Energi Tabel 13. Besaran 3,6 MJ/kWh Tenaga Air (Hidro) Tenaga Nuklir Listrik MJ/kWh MJ.kg 11,6 2,33 MJ/m3 MJ/lt 37,23 Gas bumi 18,36 Ethana (cair) Propana (cair) Antrasit Bituminous Sub-bituminous Lignit Rata-rata yang digunakan di dalam LPG 25.53 MJ/lt 27.7 MJ/kg Batu Bara 18.8 MJ/kg MJ/kg14,4 MJ/kg22,2 negen Avtur MJ/lt33,62 Produk BBM MJ/lt34,66 37,68 Gasolin (bensin) Kero sin MJ/lt 38.68 MJ/lt 38.68 MJ/lt Solar (diesel) Liht fuel oil fno.2) Heavj^ fuel oil (no.6) 41.73 I MJ/lt energi yang digunakan Faktor konversi untuk satuan penggunaan dalam Standar Industri Hijau secara umum, sebagai benkut. I Gigajoule {GJ) = 0,001 Terajoule {TJ 1000 Megajoule (MJ) 1x10^ Joule (J) 277,8 kilo Watt hour (kWh) 948170 BTU Tabel11.NilaiGWPGRK No.JenisGRKGWP 1.Karbon Dioksida(C02)1 2.Metana(CH4)21 3.Dinitrogen Oksida(N20)310 Tabel12.NilaiKalerBahan Bakar Indonesia Bahan BakarNilaiKalorPenggunaan Premium* 33x1Q-6TJ /liter Kendaraan bermotor Solar(HSD,ADO)36x1Q-6TJ/literKendaraanbermotor, Pembangkit listrik Minyak Diesel38x1Q-6TJ/literBoilerindustri, (IDO)pembangkit listrik MFO40x1Q-6TJ/liter Pembangkit listrik 4.04x1Q-2TJ/ton GasBumil.055x1Q-6TJ/SCFIndustri,rumahtangga, 38.Sxl0-6 TJ /Nm3restoran LPG4 7.3x1Q-6TJ /kgRumah tangga,restoran Batubara18.9xl0-3TJ/tonPembangkitlistrik, industri *iermasuk:Pertamax dan Pertamax Plus Tabel13.KonversiSatuanEnergipadaJenisEnergi JenisEnergi Sum ber EnerziBesaran Satuan Listrik TenagaAir (Hidro)3,6 MJ/kWh Tenaga Nuklir11,6MJ/kWh Uap 2,33MJ.kg Gas bumi 37,23 MJ/m3 LPGEthana(cair) 18,36MJ/lt Propana(cair)25,53MJ/lt Batu Bara Antrasit 27,7MJ/kg Bituminous 27,7MJ/kg Sub-bituminous 18,8MJ/kg Lignit 14,4MJ/kg Rata-rata yang digunakandidalam 22,2MJ/kg negeri ProdukBBMAvtur 33,62MJ/lt Gasolin (bensin) 34,66MJ/lt Keros in37,68MJ/lt Solar(diesel)38,68MJ/lt Liht fueloil (no.2)38,68MJ/lt Heavyfueloil (no.6)41,73MJ/lt Faktor konversiuntuk satuan penggunaan energi yang digunakan dalam Standar lndustri Hijau secara umum, sebagai berikut: 1Gigajoule (GJ)=0,001 Terajoule(TJ) 1000 Megajoule(MJ) =lxl09 Joule(J) =277,8 kilo Watt hour(kWh) =948170BTU F. PERSYARATAN MANAJEMEN Tabel 14. Persyaratan Manajemen SIH untuk Industri Baja Lembaran Lapis Batasan ^ ^erusahaan ndustri wajib memiliki kebijakan tertulis terkait penerapan prinsip Industri Hijau Metode KriteriaAspek Verifikasi dokumen kebijakan penerapan prinsip Industri Hijau yang memuat:
a.penggunaan sumber daya: bahan baku, energi, air, penurunan emisi GRK; dan 1.1. Kebijakan Industri Hijau Cebijakan dan Organisasi 1.
b.pengurangan limbah (B3 dan non-B3) yang ditetapkan oleh pimpinan puncak. VerifikasiKeberadaan unit pelaksana dan/atau personil yang memiliki tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk penerapan prinsip Industri Hijau dalam struktur organisasi Perusahaan Industri yang bertanggung jawab langsung kepada pimpinan puncak. Program pelatihan/ peningkatan kapasitas sumber daya manusia tentang prinsip Industri Hijau 1.2. Organisasi Industri Hijau dokumen struktur organisasi dan /atau personil yang memiliki tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk penerapan prinsip Industri Hijau yang ditetapkan oleh pimpinan puncak. Verifikasi sertifikat/ bukti pelatihan/ peningkatan kapasitas sumber daya manusia tentang prinsip Industri Hijau selama 12 (dua belas) bulan terakhir. Verifikasi laporanTerdapat1.3. Sosialisasi ema ran apis NoAspek KriteriaBatasanMetode Verifikasi 1.Kebijakan1.1.KebijakanPerusahaanVerifikasi dan IndustriIndustriwajibdokumen OrganisasiHijau memilikikebijakan kebijakanpenerapanprinsip tertulis terkait IndustriHijau penerapanyang memuat: prinsipIndustria.penggunaan Hijausum berdaya: bahanbaku, energi, air, penurunan emisiGRK;dan b.pengurangan limbah(B3dan non-B3)yang ditetapkanoleh pimpinan puncak. 1.2.Organisasi KeberadaanVerifikasi lndustriunitpelaksanadokumenstruktur Hijaudan/atauorganisasi dan personil yang/ataupersonil memilikitugas, yangmemiliki tanggung jawab tugas, tanggung danwewenangjawab dan untukwewenanguntuk penerapan penerapan prinsip prinsip Industri IndustriHijau Hijaudalam yang ditetapkan strukturolehpimpinan orgarnsasi puncak. Perusahaan Industri yang bertanggung jawab langsung kepada pimpinan puncak. Program Verifikasi pelatihan/ sertifikat/ bukti peningkatan pelatihan/ kapasitas peningkatan sumber daya kapasitas sumber manusia daya manusia tentang prinsip tentang prinsip Industri Hijau Industri Hijau selama12(dua belas) bulan terakhir. 1.3. Sosialisasi Terdapat Verifikasi laporan F.PERSYARATANMANAJEMEN Tabel14.PersyaratanManajemenSIHuntukIndustriBaja LbL Verifikasi r-t Kriteria kegiatan berikut dokumentasi atau salinan media sosialisasi tentang kebijakan dan penerapan prinsip Industri Hijau di Perusahaan ndustri selama 12 (dua belas) 3ulan terakhir Verifikasi dokumen terkait penetapan tujuan dan sasaran yang terukur dari penerapan prinsip Industri Hijau di Perusahaan Industri paling sedikit memuat target;
a.penghematan/ efisiensi penggunaan sumber daya berupa bahan baku, energi, air;
b.penurunan emisi GRK; dan
c.pengurangan limbah (B3 dan non-B3), selama 12 (dua belas) terakhir. Verifikasi kesesuaian dokumen renstra dan program selama 12 (dua belas) bulan terakhir dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, paling sedikit mencakup:
a.efisiensi penggunaan bahan baku;
b.efisiensi kegiatan sosialisasi kebijakan dan penerapan prinsip Industri Hijau di Perusahaan Industri Kebijakan dan Prinsip Industri Hijau Perusahaan Industri menetapkan tujuan dan sasaran yang terukur dari kebijakan penerapan prinsip Industri Hijau 2.1. Tujuan dan Sasaran Industri Hijau
2.Perencana- an Strategis bulan Perusahaan Industri memiliki rencana strategis (renstra) dan program untuk mencapai tujuan dan sasaran yang terukur dari kebijakan penerapan prinsip Industri Hijau 2.2. Perencana- an Strategis dan Program NoAspek KriteriaBatasanMetode Verifikasi Kebijakankegiatan kegiatan berikut danPrinsip sosialisasidokurnentasiatau Industrikebijakandan salinanmedia Hijaupenerapansosialisasitentang prinsipIndustrikebijakan dan Hijaudipenerapanprinsip Perusahaan IndustriHijaudi Industri Perusahaan Industri selama 12(duabelas) bulan terakhir 2.Perencana-2.1.Tujuan dan PerusahaanVerifikasi anSasaran Industridokurnenterkait Strategis Industri menetapkan penetapan tujuan Hijautujuan dan dansasaranyang sasaranyangterukurdari terukurdari penerapan prinsip kebijakan IndustriHijaudi pen erapan Perusahaan prinsipIndustri Industripaling Hijausedikit memuat target: a.penghematan/ efisiensi penggunaan sumber daya berupa bahan baku,energi, air; b.penurunan emisiGRK;dan c.pengurangan limbah (83dan non-B3}, selama12(dua belas)bulan terakhir. 2.2. Perencana- PerusahaanVerifikasi an Strategis Industri kesesuaian danmemiliki dokumen renstra Programrencana dan program strategis selama12(dua (renstra) danbelas)bulan programuntuk terakhir dengan mencapai tujuan dan tujuan dan sasaran yang sasaran yang telah ditetapkan, terukur dari paling sediki t kebijakan mencakup: pen era pan a. efisiensi prinsip Industri penggunaan Hijau bahan baku;
b.efisiensi Kriteriai penggunaan energi;
c.efisiensi penggunaan air;
d.pengurangan emisi GRK;
e.pengurangan limbah {B3 dan non-B3); dan
f.jadwal pelaksanaan, penanggung jawab Verifikasi buktiProgram dilaksanakan dalam bentuk kegiatan yang sesuai dengan jadwal dan dilaporkan secara berkala kepada manajemen 3.1. Pelaksanaan Program Pelakseina- an dan Pemantau- 3. pelaksanaan program:
a.dokumentasi pelaksanaan program, paling sedikit mencakup: 1) efisiensi penggunaan bahan baku; 2) efisiensi penggunaan energi; 3) efisiensi penggunaan air; 4) pengurangan emisi GRK; dan 5) pengurangan limbah (B3 dan non-B3), pada periode 12 (dua belas) bulan terakhir;
b.dokumentasi realisasi alokasi anggaran untuk pelaksanaan program yang telah direncanakan; dan
c.bukti persetujuan pelaksanaan program dari pimpinan puncak. an NoAspekKriteria BatasanMetodeVerifikasi penggunaan energi; c.efisiensi penggunaan air; d.pengurangan emisiORK; e.pengurangan limbah(B3dan non-B3);dan f.jadwal pelaksanaan, penanggung jawab 3.Pelaksana-3.1.PelaksanaanProgramVerifikasibukti andanProgramdilaksanakan pelaksanaan Pemantau-dalambentukprogram: an kegiatan yanga.dokumentasi sesuai dengan pelaksanaan jadwal danprogram, paling dilaporkan sedikit secara berkala mencakup: kepada1)efisiensi manajemen penggunaan bahan baku; 2)efisiensi penggunaan energi; 3)efisiensi penggunaan air; 4)pengurangan emisiGRK; dan S)pengurangan limbah(B3 dannon-B3), padaperiode 12(dua betas) bulan terakhir; b.dokumentasi realisasi alokasi anggaran untuk pelaksanaan program yang telah direncanakan; dan c.bukti persetujuan pelaksanaan program dari pimpman puncak. L Metode Verifikas^ ^ Veriflkasi:
a.laporan hasil pemantauan program dan bukti pendukung, baik yang dilakukan secara internal maupun ekstemal; dan
b.laporan yang dilakukan secara internal, divalidasi oleh pimpinan puncak dan/atau personil yang memiliki tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk penerapan prinsip Industri Hijau. Veriflkasi laporan hasil pelaksanaan audit internal dan tinjauan manajemen pada periode 12 (dua belas) bulan terakhir. Veriflkasi:
a.laporan sebelum dan sesudah tindak lanjut Perusahaan Industri berupa pelaksanaan perbaikan atau peningkatan kinerja SIH pada periode 12 (dua belas) bulan terakhir; dan
b.dokumen — BatasanKriteria Pemantauan program dilaiksanakan secara berkala dan hasilnya dilaporkan sebagai bahan tinjauan manajemen puncak dan masukan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan 3.2. Pemantauan Program Perusahaan Industri melakukan audit internal dan tinjauan manajemen secara berkala 4.1. Pelaksanaan Audit Internal dan Tinjauan Manajemen Audit Internal dan Tinjauan Manajemen 4. Perusahaan Industri menggunakan laporan hasil pemantauan, hasil audit, atau hasil tinjauan manajemen sebagai pertimbangan dalam upaya perbaikan dan peningkatan kinerja prinsip Industri Hijau 4.2. Konsistensi Perusahaan Industri terhadap Pemenuhan Persyaratan Teknis dan Persyaratan Manajemen sesuai SIH yang Berlaku NoAspekKriteria BatasanMetodeVerifikasi 3.2.Pemantauan PemantauanVerifikasi: Programprograma.laporan hasil dilaksanakan pemantauan secara berkalaprogramdan dan hasilnya bukti dilaporkan pendukung, sebagaibahanbaik yang tinjauandilakukan manajemen secarainternal puncak dan maupun masukandalam eksternal; dan melakukanb.laporan yang perbaikan dilakukan berkelanjutan secara internal, divalidasi oleh pimpinan puncak dan/atau personil yang memiliki tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk penerapan prinsip IndustriHiiau. 4.Audit4.1.Pelaksanaan PerusahaanVerifikasilaporan InternalAuditlndustrihasilpelaksanaan dan Internal dan melakukan audit internal dan Tinjauan Tinjauanaudit internal tinjauan Manajemen Manajemendan tinjauan manajemen pada manajemen periode12(dua secara berkalabelas)bulan terakhir. 4.2. KonsistensiPerusahaanVerifikasi: Perusahaan Industria.laporan Industri menggunakan sebelum dan terhadap laporan hasil sesudah tindak Pemenuhan pernantauan, Ianjut Persyaratan hasil audit, Perusahaan Teknis dan atau hasil Industri berupa Persyaratan tinjauan pelaksanaan Manajemen manajemen perbaikan atau sesuaiSIHsebagai peningkatan yang pertimbangan kinerjaSIH Berlaku dalam upaya pada periode12 perbaikan dan (dua belas) peningkatan bulan terakhir; kinerja prinsip dan Industri Hiiau b.dokumen - 45 >5 Metode Verifikas Knte ; Aspek T.y.i pelaksanaan tindak lanjut yang ditetapkan oleh pimpinan puncak. secara konsisten dan berkelanjutan. VerifikasiMempunyai program CSR berkelanjutan yang berkaitan I berkelanjutan dengan prinsip yang berkaitan Industri Hijau. dengan prinsip Contoh 1 Industri Hijau dan program dapat I laporan pelaksanaan kegiatan pada periode 12 (dua belas) bulan terakhir. 5.1 Peran Serta Perusahaan Industri terhadap Lingkungan Sosial Tanggung Jawab Sosial Perusaha- 5. dokumentasi program CSR an (Corporate Social Responsibi lity - CSR) berupa:
a.kegiatan pendidikan;
b.lingkungan;
c.kemitraan;
d.pengembang- an industri kecil dan industri menengah lokal;
e.pelatihan peningkatan kompetensi;
f.bantuan pembangun- an infrastruktur; Menyediakan fasilitas dan program ketenagakerja- an paling sedikit:
a.pelatihan tenaga kerja;
b.pemeriksa- Verifikasi bukti fisik, pelaporan, dan/atau pelaksanaanya pada periode 12 (dua belas) bulan terakhir. Penyediaan Fasilitas dan Program Ketenagakerjaan Ketenaga- kerjaan 6. an kesehatan;
c.pemantauan lingkungan tempat kerja;
d.penyediaan alat pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat NoAspekKriteriaBatasanMetodeVerifikasi secara pelaksanaan konsistendan tindak lanjut berkelanjutan.yangditetapkan olehpimpinan puncak. 5.Tanggung5.1Peran SertaMempunyai Verifikasi Jawab PerusahaanprogramCSRdokumentasi SosialIndustri berkelanjutanprogramCSR Perusaha-terhadapyangberkaitan berkelanjutan anLingkungandengan prinsip yang berkaitan (CorporateSosialIndustriHijau.dengan prinsip SocialContohIndustriHijaudan Responsibiprogramdapatlaporan lity-CSR'}berupa:pelaksanaan a.kegiatan kegiatanpada pendidikan;periode12(dua b.lingkungan;belas)bulan c.kemitraan; terakhir. d.pengernbang- anindustri kecildan industri menengah lokal; e.pelatihan peningkatan kompetensi; f.bantuan pernbangun- an infrastruktur; z.dll. 6.Ketenaga- Penyediaan Menyediakan Verifikasibukti kerjaan Fasilitas danfasilitas danfisik,pelaporan, Program programdan/atau Ketenagakerjaanketenagakerj a-pelaksanaanya anpaling padaperiode12 sedikit: (dua belas)bulan a.pelatihan terakhir. tenagakerja; b.pemeriksa- an kesehatan; c.pemantauan lingkungan tempat kerja; d.penyediaan alat pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat Meto3e Verifikas atasan, .. kerja (P3K); dan
e.penyediaan alat pelindung diri, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. Penjelasan
1.Kebijakan dan Organisasi 1.1, Kebijakan Industri Hijau
a.Untuk melihat komitmen dari perusahaan industriuntuk pembangunan Industri Hijau salah satunya dengan adanya komitmen pimpinan puncak yang dituangkan ke dalam suatu kebijakan Industri Hijau yang berkelanjutan yaitu kebijakan perusahaan yang dapat mendukung penerapan efisiensi produksi khususnya antara lain penghematan penggunaan material input/bahan baku bahan penolong, energi, dan air. Kebijakan perusahaan ini tertuang dalam bentuk Key Performance Indicator (KPI) atau target yang terukur.
b.Sumber data dan informasi: 1) data primer dengan melakukan kebijakan yang terkait efisiensi proses produksi; dan data sekunder dengan meminta dokumen pendukung, meliputi-kebijakan penerapan prinsip Industri Hijau.
c.Verifikasi dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan dokumen, catatan data dan bukti pendukung yang terkait, meliputi dokumen kebijakan penerapan prinsip Industri Hijau yang memuat penggunaan sumber daya berupa bahan baku, energi, air, penurunan emisi GRK, dan pengurangan limbah (B3 dan non-B3) yang ditetapkanoleh pimpinan puncak. 1.2. Organisasi Industri Hijau
a.Organisasi dalam sebuah perusahaan berpengaruh besar bagi keberlangsungan bisnis itu sendiri. Bisnis yang dijalankan akan lebih terarah dan fokus mencapai tujuan dan dapat berkembang lebih cepat. Keberadaan sebuah organisasi tentu tidak dapat terlepas dari sebuah tujuan tertentu. Ada sebuah korelasi yang tidak dapat terpisahkan keduanya. Namun tidaklah mudah untuk mencapai baik tanpa disertai diskusi terkait 2) antara tujuan sebuah organisasi yang keterlibatan dan hubungan komponen pendukung lamnya.
b.Keberadaan unit pelaksana Industri Hijau untuk menerapkan prinsip-prinsip Industri Hijau di suatu perusahaan industri menjadi poin penting untuk mempercepat penerapan prinsip industri hijau Perusahaan Industri, namun peranan ini dapat juga digantikan dengan adanya personil yang memiliki tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk penerapan prinsip di NoAspekKriteriaBatasanMetodeVerifikasi kerja(P3K); dan e.penyediaan alat pelindung diri, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undanzan. Penjelasan 1.KebijakandanOrganisasi 1.1.KebijakanIndustriHijau a.Untuk melihatkomitmen dariperusahaanindustriuntuk pembangunan IndustriHijausalahsatunyadengan adanya komitmen pimpinanpuncakyangdituangkankedalam suatukebijakan IndustriHijauyang berkelanjutan yaitu kebijakanperusahaanyangdapat mendukung penerapan efisiensiproduksikhususnya antaralain penghernatan penggunaan materialinput/bahanbaku dan bahan penolong, energi,danair. Kebijakanperusahaaninitertuang dalam bentukKeyPerformance Indicator(KPI)atautarget yangterukur. b.Sumberdata daninforrnasi: 1)dataprimer dengan rnelakukan diskusi terkait kebijakan yang terkaitefisiensiproses produksi;dan 2)data sekunderdengan merninta dokumen pendukung, meliputi-kebijakanpenerapan prinsip IndustriHijau. c.Verifikasidilakukanrnelalui kegiatan perneriksaan dokumen,catatan datadan bukti pendukungyang terkait, rneliputi dokurnen kebijakanpenerapan prinsip Industri Hijau yang rnernuat penggunaan surnber daya berupa bahan baku,energi, air,penurunanernisiGRK,dan pengurangan limbah (83dannon-83) yang ditetapkanoleh pimpinan puncak. 1.2.Organisasi IndustriHijau a.Organisasi dalam sebuah perusahaan berpengaruh besar bagikeberlangsungan bisnis itu sendiri. Bisnis yang dijalankan akanlebihterarah dan fokus rnencapaitujuan dan dapat berkernbang lebih cepat. Keberadaan sebuah organisasi tentu tidak dapat terlepas dari sebuah tujuan tertentu.Adasebuah korelasi yang tidak dapat terpisahkan antara keduanya. Namun tidaklah mudah untukmencapai tujuan sebuah organisasi yang baik tanpa disertai keterlibatan dan hubungan komponen pendukung lainnya. b.Keberadaan unit pelaksana Industri Hijauuntuk menerapkan prinsip-prinsip Industri Hijau disuatu perusahaan industri menjadi poin penting untuk mempercepat penerapan prinsip industri hijau di Perusahaan Industri, namun peranan inidapat juga digantikan dengan adanya personil yang memiliki tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk penerapan prinsip I I I I I I I I dalam menjalankan sebuah Industri Hijau. Karena organisasi dibutuhkan personil yang memiliki kompetensi dan kredibilitas serta perfoma yang memadai agar dapat menjalankan kemudi organisasi dengan sebaik-baiknya.
c.Pengembangan kapasitas sumber daya manusia merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menghadapi perubahan sesuai dengan tuntutan jaman. Tanpa adanya pengembangan kapasitas, suatu organisasi tidak akandapat bertahan lama dalam menghadapi kompetisi. Untuk itu, perusahaan industri harus memiliki program-program pelatihan/peningkatan kapasitas sumber daya manusia tentang prinsip industri hijau baik diselenggarakan oleh internal perusahaan maupun oleh ekstemal.
d.Sumber data dan informasi: 1) data primer dengan melakukan diskusi terkait struktur organisasi perusahaan dan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia tentang prinsip Industri Hijau; dan data sekunder dengan meminta dokumen pendukung, meliputi struktur organisasi perusahaan, unit pelaksana industri hijau dan tugas pokok masing- masing personil pendukung penerapan industri hijau, serta program pelatihan/peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
e.Verifikasi dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan dokumen, catatan data dan bukti pendukung yang terkait. 2) meliputi: dokumen struktur organisasi dan/atau personil yang memiliki tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk penerapan prinsip Industri Hijau yang ditetapkan oleh pimpinan puncak; dan program pelatihan/peningkatan kapasitas sumber daya Industri Hijau yang 1) 2) manusia tentang prinsip diselenggarakan oleh internal perusahaan maupun oleh eksternal dalam periode 12 (dua belas) bulan terakhir. 1.3. Sosialisasi Kebijakan dan Prinsip Industri Hijau Sosialisasi bertujuan untuk pemahaman dan upaya penyebarluasan informasi ataupun kebijakan dan prinsip Industri Hijau yang telah dibuat agar semua pihak mampu menjalankan perannya dalam men5njikseskan tujuan sebagaimana tercantum dalam kebijakan tersebut. Sosialisasi kebijakan Industri Hijau dapat melaluiberbagai media promosi seperti banner, pamflet, spanduk, website, melalui awareness a. b. online system dan lain-lain, maupun meeting sehingga semua personil yang mendukung mengetahui terkait kebijakan Industri Hijau. Kegiatan sosialisasi diselenggarakan perusahaan maupun bekerja sama dengan pihak eksternal. Sumber data dan informasi: data primer dengan melakukan diskusi terkait program sosialisasi kebijakan Industri Hijau; dan data sekunder dengan meminta dokumen pendukung, meliputi kegiatan sosialisasi yang diselenggarakanoleh internal/eksternal perusahaan. oleh internal c. d. 1) 2) IndustriHijau.Karena dalammenjalankan sebuah organisasidibutuhkanpersonilyangmemilikikompetensi dankredibilitassertaperfomayang memadaiagar dapat menjalankankemudi organisasi dengan sebaik-baiknya. c.Pengembangankapasitassumber dayamanusiamerupakan salahsatucarayangdigunakanuntukmenghadapi perubahansesuaidengantuntutanjaman.Tanpa adanya pengembangankapasitas,suatuorganisasi tidakakan dapat bertahanlama dalam menghadapi kompetisi.Untukitu, perusahaanindustriharusmernilikiprogram-program pelatihan/peningkatan kapasitas surnberdayamanusia tentangprinsipindustri hijaubaik diselenggarakanoleh internalperusahaan maupunoleheksternal. d.Sumberdatadaninformasi: 1)dataprimer dengan melakukan diskusi terkaitstruktur organisasiperusahaandanprogrampeningkatan kapasitassumber dayamanusia tentang prinsip lndustriHijau;dan 2)data sekunderdengan meminta dokumen pendukung, meliputistrukturorganisasiperusahaan, unit pelaksana industri hijau dan tugaspokok masing- masing personilpendukung penerapan industrihijau, sertaprogrampelatihan/ peningkatan kapasitassumber daya manusia. e.Verifikasidilakukanmelalui kegiatan pemeriksaan dokurnen,catatan data dan bukti pendukungyang terkait, meliputi: 1)dokumenstrukturorganisasidan/ ataupersonil yang memilikitugas, tanggung jawab, danwewenanguntuk penerapan prinsip Industri Hijau yangditetapkanoleh pimpinan puncak;dan 2)programpelatihan/peningkatan kapasitas sumber daya manusia tentang prinsip lndustriHijau yang diselenggarakanolehinternal perusahaan maupunoleh eksternal dalam periode12(duabelas)bulan terakhir. 1.3.Sosialisasi Kebijakandan PrinsiplndustriHijau a.Sosialisasi bertujuanuntukpemahaman dan upaya penyebarluasaninformasiataupunkebijakan dan prinsip lndustriHijau yang telahdibuat agar semua pihak mampu rnenjalankan perannya dalam menyukseskan tujuan sebagaimana tercantum dalam kebijakan tersebut. b.Sosialisasi kebijakan IndustriHijaudapatmelalui berbagai media promosi sepertibanner,pamflet,spanduk,website, onlinesystem dan lain-lain, maupunmelalui awareness meetingsehingga semua personil yang mendukung mengetahui terkait kebijakan Industri Hijau. c.Kegiatan sosialisasi diselenggarakan oleh internal perusahaan maupun bekerja sama dengan pihak eksternal. d.Sumber data dan informasi: 1)data primer dengan melakukan diskusi terkait program sosialisasi kebijakan Industri Hijau; dan 2)data sekunder dengan meminta dokumen pendukung, meliputi kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh internal/ eksternal perusahaan.
e.Verifikasi dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan dokumen, catatan data, dan bukti pendukung yang terkait, meliputi laporan kegiatan berikut dokumentasi atausalinan media sosialisasi tentang kebijakan dan penerapan prinsip Industri Hijau di Perusahaan Industri yang dilengkapi dengan dokumentasi, absensi dan laporan kegiatan sosialisasi dalam periode 12 (dua belas) bulan terakhir.
2.Perencanaan Strategis 2.1 Tujuan dan Sasaran Industri Hijau
a.Tujuan dan sasaran menjadi kebijakan strategis yang menunjukkan tingkat prioritas tertinggi dalam suatu Tujuan dan sasaran mempunyai peran perencanaan. penting sebagai rujukan utama dalam perencanaan yang ditetapkan dengan memperhatikan visi dan misi serta strategis perusahaan.
b.Sumber data dan informasi: 1) data primer dengan melakukan diskusi terkait tujuan dan sasaran industri hijau; dan data sekunder dengan meminta dokumen pendukung, meliputi dokumen terkait penetapan tujuan dan terukur dari penerapan prinsip Industri isu 2) sasaran yang Hijau di Perusahaan Industri.
c.Verifikasi dilakukan melalui kegiatan pemeriksa^ dokumen, catatan data dan bukti pendukung yang terkait, meliputi dokumen terkait penetapan tujuan dan sasaran yang terukur dari penerapan prinsip Industri Hijaudi Perusahaan Industri, paling sedikit memuat: target penghematan/efisiensi penggunaan sumber daya berupa Bahan Baku, energi, dan air; penurunan emisi GRK; dan pengurangan limbah (B3 dan non B3), selama 12 (dua belas) bulan terakhir. 2.2 Perencanaan Strategis dan Program Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukansuatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai strategi ini. Fungsi perencanaan ini juga sangat berguna untuk menentukan anggaran dari sebu^ kegiatan organisasi, baik itu untuk kegiatan yang rutin maupun kegiatan yang tidak rutin. Perusahaan Industri harus memiliki rencana strategis (renstra) dan program untuk mencapai tujuan dan sasaran yang terukur dari kebijakan penerapan prinsip Industri Hijau.
b.Sumber data dan informasi: data primer dengan melakukan diskusi terkait rencana strategis (renstra) dan program industri hijau; dan data sekunder dengan meminta dokumen pendukung, meliputi dokumen terkait renstra dan program yang disesuaikan dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
c.Verifikasi dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan kesesuaian dokumen, catatan data dan bukti pendukung yang terkait renstra dan program pada periode 12 (dua 1) 2) 3) a. 1) 2) e.Verifikasidilakukanmelaluikegiatan pemeriksaan dokurnen,catatandata, dan buktipendukungyang terkait, meliputilaporan kegiatan berikut dokumentasiatausalinan media sosialisasitentangkebijakan dan penerapanprinsip IndustriHijaudiPerusahaan Industriyangdilengkapi dengan dokumentasi, absensi danlaporankegiatan sosialisasi dalamperiode12(duabelas)bulan terakhir. 2.Perencanaan Strategis 2.1Tujuan dan SasaranIndustriHijau a.Tujuan dan sasaranmenjadikebijakan strategis yang menunjukkan tingkat prioritastertinggidalamsuatu perencanaan. Tujuan dansasaranmempunyai peran penting sebagairujukan utamadalamperencanaanyang ditetapkandengan memperhatikanvisidanrnisisertaisu strategisperusahaan. b.Sumberdata daninformasi: 1)dataprimer dengan melakukan diskusi terkait tujuan dan sasaranindustrihijau;dan 2)datasekunderdengan meminta dokumen pendukung, meliputi dokumen terkait penetapan tujuandan sasaranyangterukurdaripenerapan prinsip Industri Hijau diPerusahaanIndustri. c.Verifikasidilakukanmelalui kegiatan pemeriksaan dokumen,catatandata dan buktipendukungyang terkait, meliputi dokumen terkait penetapan tujuan dan sasaran yangterukurdaripenerapan prinsip IndustriHijaudi Perusahaan Industri,paling sedikit memuat: 1)target penghematan/efisiensi penggunaan sumberdaya berupaBahan Baku,energi,danair; 2)penurunanemisiGRK;dan 3)penguranganlimbah(83dan nonB3}, selama12(duabelas)bulan terakhir. 2.2Perencanaan StrategisdanProgram a.Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan suatu organisasiuntukmenentukan strategiatau arahan, sertamengambilkeputusanuntukmengalokasikan sumber dayanya (termasuk modaldan sumberdaya manusia)untuk mencapai strategiini.Fungsi perencanaaninijuga sangat bergunauntukmenentukan anggaran dari sebuah kegiatan organisasi, baik ituuntukkegiatan yang rutin maupun kegiatan yang tidak rutin. Perusahaan Industri harus memilikirencana strategis (renstra)danprogramuntuk mencapaitujuan dan sasaranyangterukur dari kebijakan penerapan prinsip lndustriHijau. b.Sumber data daninformasi: 1)data primer dengan melakukan diskusi terkait rencana strategis (renstra) dan program industri hijau; dan 2)data sekunder dengan meminta dokumen pendukung, meliputi dokumen terkait renstra dan program yang disesuaikan dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. c.Verifikasi dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan kesesuaian dokumen, catatan data dan bukti pendukung yang terkait renstra dan program pada periode 12 (dua belas) bulan terakhir dengan tujuan dan sasaran yangtelah ditetapkan, paling sedikit mencakup: efisiensi penggunaan bahan baku; 2) efisiensi penggunaan energi; 3) efisiensi penggunaan air; pengurangan emisi GRK; 5) pengurangan limbah (B3 dan non-B3); 6) jadwal pelaksanaan dan penanggung jawab.
3.Pelaksanaan dan Pemantauan 1) 4) 3.1 Pelaksanaan Program Pelaksanaan adalah suatu tindakan dari sebuah rencana matang dan terperinci. a. sudah disusun secarayang Perusahaan Industri melaksanakan program sesuai dengan renstra dan program yang telah disusun untuk mencapai tujuan dan sasaran yang terukur dari kebijakan penerapan prinsip Industri Hijau sesuai dengan jadwal dan dilaporkan berkala kepada manajemen puncak, sebagai bahan dan masukan dalam melakukan perbaikan secara tinjauan berkelanjutan. Sumber data dan informasi: data primer dengan melakukan diskusi terkait program- program penerapan prinsip industri hijau; dan data sekunder dengan meminta dokumen pendukung, meliputi pelaksanaan program sesuai dengan rencana strategis untuk mencapai tujuan dan sasaran yang Industri b. 1) 2) terukur dari kebijakan penerapan prinsip Hijau.
c.Verifikasi dilakukan melalui kegiatan pemeriksaandokumen terkait pelaksanaan progam dengan menyampaikan: pelaksanaan program, paling sedikitdokumentasi1) mencakup: efisiensi penggunaan bahan baku; b) efisiensi penggunaan energi; c) efisiensi penggunaan air; d) pengurangan emisi GRK; dan e) pengurangan limbah (B3 dan non-B3), pada periode 12 (dua belas) bulan terakhir; dokumentasi realisasi alokasi anggaran pelaksanaan program yang telah direncanakan dalam periode 12 (dua belas) bulan terakhir; dan bukti perse tujuan pelaksanaan program dari pimpinan puncak. a) untuk2) 3) 3.2 Pemantauan Program mengamati dengan dilakukan untuk program Pemantauan program perkembangan mengidentifikasi serta mengantisipasi permasalahanyang timbul dan/atau akan timbul untuk dapat mengambil tindakan sedini mungkin yang dilaksanakan secara berkala dan hasilnya dilaporkan sebagai bahan tinjauan manajemen puncak dan masukan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan. Tujuan utama pemantauan program adalah untuk menyajikan informasi tentang pelaksanaan program sebagai umpan balik bagi para pengelola dan pelaksana a. pelaksanaan program. Sumber data dan informasi:b. belas)bulan terakhirdengantujuan dan sasaranyang telah ditetapkan,paling sedikit mencakup: 1)efisiensipenggunaanbahanbaku; 2)efisiensipenggunaanenergi; 3)efisiensipenggunaanair; 4)penguranganemisiGRK; 5)penguranganlimbah(B3dannon-B3); 6)jadwalpelaksanaan danpenanggung jawab. 3.Pelaksanaandan Pemantauan 3.1PelaksanaanProgram a.Pelaksanaan adalahsuatutindakan darisebuah rencana yangsudah disusunsecara matang danterperinci. PerusahaanIndustri melaksanakanprogramsesuaidengan renstradanprogram yang telahdisusununtukmencapai tujuan dansasaranyangterukurdari kebijakan penerapan prinsip IndustriHijausesuai dengan jadwal dan dilaporkan secaraberkala kepada manajemenpuncak,sebagaibahan tinjauandan masukandalam melakukan perbaikan berkelanjutan. b.Sumberdata daninformasi: 1)dataprimer dengan melakukan diskusi terkaitprogram- programpenerapan prinsipindustrihijau;dan 2)data sekunderdengan meminta dokumen pendukung, meliputipelaksanaanprogramsesuaidenganrencana strategisuntukmencapaitujuandansasaranyang terukur darikebijakanpenerapan prinsip Industri Hijau. c.Verifikasidilakukanmelaluikegiatan pemeriksaan dokumen terkait pelaksanaanprogamdengan menyampaikan: 1)dokumentasi pelaksanaanprogram, paling sedikit mencakup: a)efisiensipenggunaan bahan baku; b)efisiensipenggunaanenergi; c)efisiensi penggunaanair; d)penguranganemisiGRK;dan e)pengurangan limbah(B3dannon-B3), padaperiode12(duabelas)bulan terakhir; 2)dokumentasi realisasi alokasi anggaranuntuk pelaksanaanprogram yang telah direncanakan dalam periode12(duabelas)bulan terakhir; dan 3)bukti persetujuan pelaksanaan program dari pimpinan puncak. 3.2PemantauanProgram a.Pemantauan program dilakukanuntukmengamati perkembangan pelaksanaan program dengan mengidentifikasi serta mengantisipasi permasalahan yang tirnbu1dan/ atau akan timbuluntuk dapat mengambil tindakan sedini mungkin yang dilaksanakan secara berkala dan hasilnya dilaporkan sebagai bahan tinjauan manajemen puncak dan masukan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan. Tujuan utama pemantauan program adalah untuk menyajikan informasi tentang pelaksanaan program sebagai umpan balik bagi para pengelola dan pelaksana program.
b.Sumber data dan informasi: -so il data primer dengan melakukan diskusi terkmt lapor^ basil pemantauan program penerapan prinsip mdustn hiiau; dan _ , . sekunder dengan meminta dokumen pendukung, dan bukti 2) data meliputi laporan basil pemantauan program pendukung baik yang dilakukan secara maupun ekstemal perusabaan. dilakukan melalui internal pemeriksaankegiatan data dan bukti pendukung yang terkait, Verifikasi dokumen, catatan c. meliputi: , _ 11 laporan basil pemantauan program dan pendukung baik yang dilakukan secara internal maupun ekstemal; dan 21 laporan yang dilakukan secara pimpinan puncak dan/atau personil yang tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk penerapan prinsip Industri Hijau. 4 Audit Internal dan Tinjauan Manajemen . Pelaksanaan Audit Internal dan Tinjauan Manajemen ...
a.Audit internal dilakukan di dalam orpnisasi oleh audito internal yang juga karyawan organisasi sei^dm un^^^^ kepentingan internal orgamsasi sendiri. ntern^ tidak memiliki tanggung jawab hukum kepada publik a
p.dilakukan dan dilaporkannya sebagai temuan. internal Auditor internal dapat berbentuk orang, adanya audit internal dapat kinerja sebingga dapat menjadi bukti internal, divalidasi oleb memiliki 4.1 apa yang Auditor : unit, atau panitia. Dengan diidentifikasi kesenjangan ' „„„„p,Tir,i,maan masukan untuk melakukan perbaikan dan penyempuma^ baik pada sistem pelayanan maupun sistem manajemen Audit internal ini dapat diintegrasikan dengan audit internal pada sistem lainya.
b.Tinjauan manajemen terbadap kesesuaian berb.g.1 pih.t Setiap pelaksanaan pertemuan tinjauan memiliki bukti pelaksanaan yang terdiri d^ daftar hadir, notulen rapat, agenda pertemuan, maten tinjauan, dan rencana tindak lanjut.
c.Sumber data dan informasi: 1) data primer dengan i- internal dan tinjauan manajemen; dan 2) data sekunder dengan meminta dokuinen pendukung meliputi laporan basil pelaksanaan audit internal dan tinjauan manajemen. , . A Verifikasi dilakukan melalui kegiatan dokumen, catatan data dan bukti pendu^ng ^erk^ meliputi laporan basil pelaksanaan audit internal Um tinjauan manajemen pada periode 12 (dua belas) bulan terakbir. evaluasi merupakan suatu proses dan efektifitas pelaksanaan sistem melakukan pembabasan secara terkait. melakukan diskusi terkait audit pemeriksaan Pemenuban sesuai SIH yang terbadapIndustriPerusabaan Teknis dan Persyaratan Manajemen 4.2. Konsistensi Persyaratan Berlaku Penerapan praktik terbaik dilakukan secara terus ^^^nems sebingga proses produksi semakin efisien dalam penggunaan a. 1)dataprimer denganmelakukan diskusi terkaitlaporan hasilpemantauanprogrampenerapanprinsipindustri hijau;dan 2)datasekunderdenganmeminta dokumen pendukung, meliputilaporan hasilpemantauanprogramdan bukti pendukungbaik yangdilakukan secara internal maupun eksternal perusahaan. c.Verifikasidilakukanmelaluikegiatan pemeriksaan dokumen,catatan datadan buktipendukungyang terkait, meliputi: 1)laporan hasilpemantauanprogramdan bukti pendukungbaik yangdilakukan secara internal maupuneksternal;dan 2)Iaporan yang dilakukansecara internal,divalidasioleh pimpinanpuncakdan/ataupersoni1yangmemiliki tugas, tanggung jawab danwewenanguntukpenerapan prinsiplndustriHijau. 4.AuditInternal dan TinjauanManajemen 4.1.PelaksanaanAuditInternaldanTinjauanManajemen
a.AuditinternaldiJakukandidaJamorganisasiolehauditor internal yangjugakaryawan organisasisendiri,untuk kepentingan internalorganisasi sendiri. Auditorinternal tidakmemilikitanggung jawabhukum kepadapublikatas apayang dilakukan dan dilaporkannya sebagai temuan. AuditorinternalAuditorinternaldapat berbentukorang, unit,ataupanitia.Denganadanya audit internal dapat diidentifikasi kesenjangan kinerja sehinggadapatmenjadi masukan untukmelakukan perbaikan dan penyempurnaan baik pada sistem pelayananmaupun sistem manajemen. Audit internalinidapatdiintegrasikan denganauditinternal padasistemlainya. b.Tinjauan manajemen merupakansuatuproses evaluasi terhadap kesesuaian danefektifitaspelaksanaansistem manajemen, dengancara melakukan pembahasan secara berkala dengan melibatkan berbagaipihak yang terkait. Setiap pelaksanaan pertemuan tinjauan manajemenharus memilikibukti pelaksanaanyang terdiri dari undangan, daftar hadir, notulen rapat, agenda pertemuan, materi tinjauan, dan rencana tindak lanjut. c.Sumber data daninformasi: 1)dataprimer dengan melakukan diskusi terkait audit internal dan tinjauan manajemen; dan 2)data sekunder dengan meminta dokumen pendukung, meliputi laporan hasil pelaksanaan audit internal dan tinjauan manajemen.
d.Verifikasidilakukan melalui kegiatan pemeriksaan dokurnen, catatan data dan bukti pendukung yang terkait, meliputi laporan hasil pelaksanaan audit internal dan tinjauan manajemen pada periode12(dua belas) bulan terakhir. 4.2. Konsistensi Perusahaan Industri terhadap Pemenuhan Persyaratan Teknis dan Persyaratan Manajemen sesuaiSIH yang Berlaku
a.Penerapan praktik terbaik dilakukan secara terus menerus sehingga proses produksi semakin efisien dalam penggunaan bahan baku, energi, dan air serta pengelolaan limbah.Hal ini dilakukan sebagai upaya konsistensi Perusahaan Industri terhadap pemenuhan persyaratan teknis dan persyaratan manajemen pada SIH. Sebagai pertimbangan dalam upaya perbaikan dan peningkatan kinerja prinsip Industri Hijau secara konsisten dan berkelanjutan, Perusahaan Industri dapat menggunakan laporan hasil pemantauan, hasil audit, atau hasil tinjauan manajemen. Sumber data dan informasi: data primer dengan melakukan diskusi terkait laporan hasil pelaksanaan tindak lanjut yang ditetapkan oleh pimpinan puncak; dan data sekunder dengan meminta dokumen pendukung, meliputi laporan sebelum dan sesudah tindak lanjut dari hasil pemantauan program,
c.Verifikasi dilakukan melalui kegiatan pemeriksaan dokumen, catatan data, dan bukti pendukung yang terkait, b. 1) 2) meliputi: laporan sebelum dan sesudah tindak lanjut Perusahaan Industri berupa pelaksanaan perbaikan atau peningkatan kineija Standar Industri Hijau pada periode 12 (dua belas) bulan terakhir; dan dokumen pelaksanaan tindak lanjut ditetapkan oleh pimpinan puncak.
5.Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate SocialResponsibility- CSR) . ^ . 5.1. Peran Serta Perusahaan Industri terhadap LingkunganSosial Corporate Social Responsibility (CSR) bukan hanya perihal kegiatan sukarela perusahaan untuk memenuhi tanggung dan lingkungan, namun 1) 2) a. jawabnya terhadap sosial diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan sosialdan lingkungan yang terjadi dan berdampak. Program CSRyang dilakukan bukan hanya berupa pemberian sumbangan atau kegiatan sosial. Namun berupa program CSR berkelanjutan memiliki keterkaitan dengan kegiatan usaha yang bisa manfaat bagi perusahaan, lingkungan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Program CSR yang berkelanjutan diharapkan akan dapat membentuk atau menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri. Setiap kegiatan tersebut akan melibatkan semangat sinergi dari semua pihak secara terns menerus membangun dan menciptakan kesejahteraan dan pada akhimya akan tercipta kemandirian dari masyarakat yang terlibat dalam program tersebut.
b.Bermacam-macam cara perusahaan mewujudkan tanggung jawab sosial pada lingkungannya diantaranya dengan memiliki program CSR yang berkelanjutan dan berkaitan dengan prinsip Industri Hijau, diantaranya kegiatan kemitraan, pengembangan industri kecil dan industri menengah lokal, pelatihan peningkatan kompetensi, bantuan pembangunan infrastruktur, dan lain-lain; Sumber data dan informasi: data primer dengan melakukan diskusi terkait program- program CSR berkelanjutan; dan yang member! c. 1) bahanbaku,energi,dan air sertapengelolaanlimbah.Hal inidilakukansebagaiupaya konsistensi Perusahaan lndustri terhadap pemenuhan persyaratanteknisdan persyaratanmanajemenpadaSIH.Sebagaipertimbangan dalamupaya perbaikan dan peningkatan kinerja prinsip IndustriHijausecara konsistendanberkelanjutan, Perusahaan Industri dapatmenggunakan laporan hasil pemantauan,hasil audit,atauhasiltinjauanmanajemen. b.Sumberdatadaninformasi: 1)dataprimer denganmelakukan diskusiterkaitlaporan hasilpelaksanaan tindak lanjutyangditetapkanoleh pimpinan puncak; dan 2)datasekunderdengan meminta dokumen pendukung, meliputi laporan sebelumdansesudah tindak lanjut dari hasilpemantauanprogram. c.Verifikasidilakukanmelaluikegiatan pemeriksaan dokumen,catatandata, danbuktipendukungyang terkait, meliputi: 1)laporan sebelumdan sesudah tindaklanjut Perusahaan Industri berupa pelaksanaan perbaikanatau peningkatan kinerjaStandar IndustriHijaupada periode12(duabelas)bulan terakhir;dan 2)dokumen pelaksanaan tindak lanjut ditetapkanoleh pimpinan puncak. 5.TanggungJawabSosialPerusahaan(Corporate Social Responsibility-- CSR) 5.1.Peran Serta Perusahaan Industri terhadapLingkungan Sosial
a.CorporateSocialResponsibility(CSR)bukan hanyaperihal kegiatan sukarela perusahaanuntukmemenuhi tanggung jawabnya terhadapsosial dan lingkungan,namun diharapkanmampu menyelesaikanpermasalahansosialdan lingkungan yang terjadi dan berdampak. ProgramCSRyang dilakukan bukan hanya berupa pemberian sumbangan atau kegiatansosial. Namunberupa programCSRberkelanjutan yangmemilikiketerkaitan dengan kegiatanusahayang bisa memberimanfaatbagiperusahaan,lingkungan dan pertumbuhanekonomimasyarakat.ProgramCSRyang berkelanjutan diharapkan akan dapat membentuk atau menciptakan kehidupan masyarakatyang lebihsejahtera danmandiri. Setiap kegiatantersebut akan melibatkan semangatsinergi dari semua pihak secara terus menerus membangun dan menciptakan kesejahteraan dan pada akhirnya akan tercipta kemandirian dari masyarakatyang terlibat dalam program tersebut. b.Bermacam-rnacam cara perusahaan mewujudkan tanggung jawab sosial pada lingkungannya diantaranya dengan memiliki programCSRyang berkelanjutan dan berkaitan dengan prinsip lndustriHijau,diantaranya kegiatan kemitraan, pengembangan industrikecil dan industri menengah lokal, pelatihan peningkatan kompetensi, bantuan pembangunan infrastruktur, dan lain-lain; c.Sumber data dan informasi: 1)data primer dengan melakukan diskusi terkait program- program CSR berkelanjutan; dan data sekunder dengan meminta dokumen pendukung, meliputi dokumentasi program CSR berkelanjutan yang berkaitan dengan prinsip industri hijau dan laporan pelaksanaan kegiatan. d Verifikasi dilakukan melalui _ dokumen, catatan data dan bukti pendukung yang terkait, CSR berkelanjutan yang 2) pemeriksaankegiatan meliputi: dokumentasi program berkaitan dengan prinsip industri hijau dan laporan pelaksanaan kegiatan pada periode 12 (dua belas) bulan terakhir.
6.Ketenagakerjaan . Penyediaan Fasilitas dan Program Ketenagakerjaan Perusahaan Industri menyediakan fasilitas dan program vane terkait keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja. Penyediaan fasilitas dan program Ketenagakerjaan paling sedikit berupa pelatihan tenaga kerja, pemeriksa^ kesehatan, pemantauan lingkungan tempat kerja penyediaan alat pertolongan pertama pada kecelakaandi tempat kerja (P3K), dan penyediaan alat pelindung din.
b.Sumber data dan informasi: 1) data primer dengan melakukan diskusi terkait fasilita fasilitas ketenagakerjaan; dan sekunder dengan meminta dokumen pendukung, dan/atau 6.1. a. 2) data pelaporan.fisik.buktimeliputi pelaksanaanya. dilakukan pemeriksaankegiatan data dan bukti pendukung yang terkait, melalui Verifikasic. dokumen, catatan _ meliputi bukti fisik, pelaporan dan/atau pelaksanaanya pada periode 12 (dua belas) bulan terakhir. 2)datasekunderdenganmemintadokumen pendukung, meliputidokurnentasiprogramCSRberkelanjutanyang berkaitandengan prinsipindustri hijau dan laporan pelaksanaankegiatan. d.Verifikasidilakukanmelaluikegiatanpemeriksaan dokumen,catatan datadan buktipendukungyang terkait, meliputi:dokumentasiprogramCSRberkelanjutanyang berkaitandengan prinsip industri hijau dan laporan pelaksanaankegiatanpadaperiode12(duabelas)bulan terakhir. 6.Ketenagakerjaan 6.1.Penyediaan FasilitasdanProgramKetenagakerjaan a.PerusahaanIndustri menyediakan fasilitasdanprogram yang terkait keamanan, kesehatan, dan keselamatankerja. Penyediaan fasilitasdanprogram Ketenagakerjaanpaling sedikit berupa pelatihan tenagakerja,pemeriksaan kesehatan, pemantauanlingkungan tempatkerja, penyediaanalatpertolonganpertama pada kecelakaandi ternpatkerja(P3K),danpenyediaanalatpelindungdiri. b.Sumber data daninformasi: 1)dataprimer dengan melakukan diskusi terkaitfasilitas- fasilitas ketenagakerjaan; dan 2)datasekunder dengan meminta dokumen pendukung, meliputibuktiIisik,pelaporan,dan/a tau pelaksanaanya. c.Verifikasidilakukanmelalui kegiatan pemeriksaan dokurnen,catatan datadan bukti pendukungyang terkait, meliputi buktifisik,pelaporandan/ataupelaksanaanya padaperiode12(dua belas)bulan terakhir. Bagan AlirG. Add Cbmictd Sn& Owmical Finisfa Product Electroli PasivtfiReflow Mddng RmoSm'OilerBahan BakuCRC CTMB) Pickling Section Cleaning Section tic onUncoOer Tinning:■ TT^ ■?* ♦1 iT +PASIVATION CHEMICAL Cutting Medline T Oil Alkaline I1 Ustrik PLN BoilerGAS Air Gambar 2 - Bagan Alir Produksi untuk Produk Bj LTE G.BaganAlir sna Chtndcal 1 FlnlJh Pl'Oduo - Cuntna M1thint Recolltr1---,,-..+1Oiler i : I : :� I,,, ! I I ! : i l: I!. .:. ••'•••a.o••••••••••••••••••••••J.•••••••••••••••••••••••••••'••••••••••••••' .,.. I ! l Elt<tn>li tic Tlnnl11& .... Picldlna s.alon I Otantna1---� S«rion Alblll.. Cbea,lal Bah.an B•kuCRC1----"Unco�tr1---"'°' (TI,18) ,ASIVATIOII CJ11'>1ICAl. T T IlI !'1: [:]1��--------+-TI�-+-+-+!�----�----__, Ii !I iIi.! I�·�--···---j-····-·-····· LJ.__·-·····.i.-·····--··-······-·········-···· Boiler II Air r Gambar 2-Bagan Alir Produksi untuk ProdukBj LTE Air I t I ! Ntiur^ te jt.XXX Btnlgh Prodxu^ I%)lsb OvenCoat« Seo^rBdwn tty Off Co(^i^*Oeaning Section Cbentical Cooto- ■» Unrailer Oven Piiiit T Feed 'T ■ST TTT iWa>tan I tPaint (I 4 I I a k i I I4( :< 1 I I I4 a a1 « j 4 ABeaUM QlHBleal A I i I4 I1 1.1 t Ustiik PLN Generator Selor Gambar 3 - Bagan Alir Produksi untuk Produk Bj LS Konstruksi ........ -- -- -- . - -- - ......... - -·· ...... - - - - ---- - - - ----· - -- - --·--- -- --�----- --· -�----· ... --- - ·----- --- -- .. - : ! ' ' : I • ' !' . ' '••"'•••••••�••••••••• ••••••-•••••-•• I•••••*'••�•••••••••••'•••••••-••.,••-•••••••••••••••-••••••••••••••• I•••-•••••-•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••,..,. ••• t • l ' ': : I o ' '. . - -· ·r-····· ······· ··- .: 1 ' ' ' I : ! : -·········-········-····· ·--------+----·· ··············+······ ··············· : .... -······. ········· ···-········· ---····· "! I I I t f • I •I I I t t ' l I �--··· .. .. • � .!. B�ao Baku Cle<1nlog Ch<1mlcal Dry Off Paint - Finish - Recoller Finish PaJnt . Uncoller Section - Co1ter Oven Coat« . Oven Cooling . Product FHCI i 't ' • . ' � I I ' . ' l . I ' I ' : Bah an . ' ' l ' . l . . Baku I ' . ' 1 I : ! ' . Paint ' ' ' I ' I ' . ' i ' ' : ! ; ' . l ' ! . I ' . i ' Balun . . l . Baku I . . Chtmlal ' I I l I ' ' I . l . ' I I . . Gambar 3- Bagan Alir Produksi untuk Produk Bj LS Konstruksi 'i; I Air Natural •V Gas +Al&Zn Block XX A Finidi Product hsdvalfMt Coattr RecoUerCoatingBaban Cleaning Section Cooling Furnace PotUncoilerBaku CRC T TX B^un Baku Pasivatl0ii ADcaline Chemical Listrik PLN GeDwator S<dar Gambar 4 - Bagan Alir Produksi untuk Produk Bj LS danBj LAS Wama ' .'?• . .. .. . i: ;i 1 1 Narural Gas Al&Zn Block [:]···--·····---······---···················· ············ ··················-······r······················1 !1.... 1� :j : ! :: j i Bahan Baku CRC Unc:oller .Cleaning Furnace Coating Cooling - ... SoctlonPotc:o.... r .. ·� i : 1---.... Recoller Finish Produa Puslv.atfoa . ! E] :i :: ....................................·�···...-................. ......... ..... . ..� �l[ 1:JI , r-:::-1l i!lj �-·········-···l__.Lt_-L: Gambar 4-Bagan Alir Produksi untuk ProdukBj LSdanBj LASWarna Air NsOiral Gas Al&Zn Block ■ : Li X. Finish Product Resin Coater Passivado n Coater * RecoflerCooling Section CoatingBahan Baku Cleaning Section Furnace PotUncoiler TCRC TTTTT Bahan Baku Resin Bitbiin Baku Pasaivalioo I Alkaline Chemical Listrik i. PLN Gaoetetor Solar Gambar 5 - Bagan Alir Produksi untuk Produk Bj LAS -----�r-----� ------ ,--------� r-----� [�}-·-.-···...··1 I··c·�:-f·· ··············· · · · · · · ··········· ··· ···· · ········ · ·· ······· -I II _AJ_e_�_Zn_k�i----------------------------.�,--------------�:---------------1�1l ,--------�r------�r-------� Finish Product ..__., Reconer1-----�1---H Re.In Coater ----- --- P.s11v�no nCoaler ..__-r____. I ---- Coolina s.ctton .._.., 1------...iCoaling Pot "---...-.___, ! 1---HFu11i.1ce ..___, 1----H .....--.-.__.., I ! ! i I I il,,, 1 !i ! �: Ii iI ..................................................................:·················-··········..·········-······..····._ti..-� : Cl•aning S�crlon1-------Uncolltr .....--...---' ! I ··············i· I 1---H e..11..n Baku R..in B•han Baku CRC """'"Baku P.uflYlltsOO §JL��k .••••.•••••••••••••i. --- - '-------- Gambar 5-Bagan Alir Produksi untuk ProdukBj LAS KdnnI Gas -» Boikr AI&Zd Block ±XX X j Water Codisi ^ Spedal Iteament rinish^ Coadng ^ GahaneaQeaaisgBabaaBaku CRC/HRC Racoiler4 TtimmiagMilling * Produa-0 Uncofler Fnnuce Sedka Fat Jt *■ TT T TT TTT Air AM& Pkldi^ Omkal listiik ffbrang linrindo Gambar 6 - Bagan Alir Produksi untuk Produk Bj LS Engineering MENTERI PERINDUSTRIAN Salinan sesuai dengan aslinya Seicfetariat Jenderal Perindustrian ro Hukum, a: ttd. m: ingnrten m ; S AGUS GUMIWANG KARTASASMITA tc A Ardianingsih Al&Zn 8lock [�}---------------r--·--·--·-·-,······--·-···-···-·-···········-------·-········1 I ' : : �r r ! : I : • I •............................_..,,.__ ,_,,..J...-.., ...., •.u,.,,,_,,uHo••• •••-•n-ooouo••••- .., ...... ,,,-H-•••-••-•n•••-----··----•••--•-•---••-•-••••.. : : : : : : : : : : Saban Baku CRC/HRC Ull(OIJer 1--..+-..i Fum.ice ,___ '°;!>g Gal\'3llea 1---- Water Ding Cooling Milling Special l'reatmeDI Trimming RecoDer Fsnish Product : t : . : : j: : i: j: Air � ; : o : I : : I ; 1 ! i i ! ! ! : H ! 1 I l I i 1 I f I •--•�•••••••••i-•••••�••••�oo,,,,,,,,.,_,_,� i . . t . . . t : t : . i I ' • , ' , ' I t I I : : : : : : : : � �}---- ! I !_ i ___! ----··---! --··--·--l····-----···-L-·---···-·--·.1. 1 Gambar 6 - Bagan Alir Produksi untuk Produk Bj LS Engineering MENTERI PERINDUSTRIAN ttd. AGUS GUMIWANG KARTASASMITA