6.Kebijakan RB. Keberhasilan pelaksanaan pembangunan industri nasional tidak hanya bergantung pada keberhasilan pelaksanaan program dan kegiatan Kementerian Perindustrian saja, akan tetapi juga keberhasilan Kementerian/Lembaga maupun instansi lain yang mendukung dan menjadi aspek penting lainnya, karena sektor industri pengolahan nonmigas bukan sektor yang dapat berdiri sendiri melainkan sangat berhubungan erat dengan sektor lain. Kesuksesan pembangunan industri nasional membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, baik dari pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat luas. jdih.kemenperin.go.id BAGAN 1 POHON KINERJA RENSTRA KEMENPERIN 2020-2024 jdih.kemenperin.go.id jdih.kemenperin.go.id 2.093 5.000 5.000 5.000 5.000 Tujuan 1 Pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas Persen 5,3 5,8 6,8 7,8 8,4 - - - - - IA, ILMATE, IKFT dan IKMA 2 Kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap PDB Persen 17,8 18,0 18,3 18,6 18,9 - - - - - IA, ILMATE, IKFT dan IKMA 3 Tenaga kerja di sektor industri nonmigas Juta Orang 19,2 19,9 20,6 21,5 22,5 - - - - - IA, ILMATE, IKFT dan IKMA 4 Nilai ekspor produk industri pengolahan nonmigas US$ Miliar 133,1 141,6 151,9 164,9 181,6 - - - - - IA, ILMATE, IKFT dan IKMA SS1 1 Persentase tenaga kerja di sektor industri terhadap total pekerja Persen 15 15,2 15,4 15,5 15,7 - - - - - IA, ILMATE, IKFT dan IKMA 2 Produktivitas tenaga kerja sektor industri nonmigas Rp Juta /orang/tahun 111,8 113,8 116,7 120,3 124,7 - - - - - IA, ILMATE, IKFT dan IKMA 3 Produktivitas sektor industri pengolahan nonmigas Nilai 1,99 2,03 2,06 2,11 2,15 - - - - - IA, ILMATE, IKFT dan IKMA 4 Nilai investasi sektor industri pengolahan nonmigas Rp. Triliun 256,3 326,7 425,3 566,2 769,1 - - - - - IA, ILMATE, IKFT dan KPAII 5 Persentase hasil riset 5(lima) tahun terakhir yang telah dimanfaatkan oleh industri Persen 15 17 20 25 30 - - - - - BPPI 6 Persentase lulusan pendidikan vokasi yang mendapatkan pekerjaan dalam 1 tahun setelah kelulusan Persen 75 79 82 85 88 - - - - - BPSDMI 7 Lulusan pelatihan vokasi industri berbasis kompetensi Orang 36.000 74.000 110.000 137.000 157.000 (kumulatif) - - - - - BPSDMI SS2 1 Perusahaan dengan nilai Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) > 3.0 Perusahaan 30 36 44 52 60 - - - - - IA, ILMATE, IKFT dan BPPI KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN Meningkatnya Peran Industri dalam Perekonomian Nasional Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Pengolahan Nonmigas Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 2023 2024 2020 2021 TABEL 1 MATRIK KINERJA dan ANGGARAN RENSTRA KEMENPERIN 2020-2024 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 2 Kontribusi ekspor produk industri berteknologi tinggi Persen 13 13,15 13,30 13,50 13,70 - - - - - IA, ILMATE, IKFT, dan IKMA 3 Tumbuhnya IKM startup berbasis teknologi IKM 20 60 100 160 260 (kumulatif) - - - - - IKMA 4 Sumber Daya Manusia Industri 4.0 yang kompeten Orang 500 500 500 500 500 - - - - - BPSDMI SS3 1 Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) (rerata tertimbang) Persen 49,0 49,9 50,9 52,0 53,0 - - - - - IA, ILMATE, IKFT, dan IKMA 2 Persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah Persen 46,63 48,02 49,47 50,95 52,48 - - - - - Setjen 3 Produk tersertifikasi TKDN > 25% yang masih berlaku Produk 6.200 6.630 7.130 7.640 8.400 (kumulatif) - - - - - Setjen 4 Persentase SNI bidang industri yang diterapkan Persen 5 7 10 15 20 - - - - - BPPI SS4 1 Pertumbuhan ekspor industri pengolahan nonmigas Persen 5,3 6,4 7,3 8,6 10,1 - - - - - IA, ILMATE, IKFT, dan IKMA 2 Kontribusi ekspor produk industri pengolahan nonmigas terhadap terhadap total ekspor Persen 74,3 74,9 75,5 76 76,5 - - - - - IA, ILMATE, IKFT, dan IKMA 3 Rasio impor bahan baku sektor industri terhadap PDB sektor industri nonmigas Persen 37,80 37,30 37,10 37,00 36,80 - - - - - IA, ILMATE, IKFT, dan IKMA 4 Penambahan jenis produk industri pengolahan nonmigas yang di ekspor Persen 27 28 29 30 32 - - - - - KPAII SS5 1 Proporsi nilai tambah IKM terhadap total nilai tambah industri pengolahan nonmigas Persen 18,60 18,80 19,20 19,60 20 - - - - - IKMA Meningkatnya Penguasaan Pasar Industri Penguatan Kewirausahaan dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Meningkatnya Kemampuan Industri Dalam Negeri jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 2 Wirausaha industri kecil yang tumbuh WUB 4000 8000 12000 16000 20.000 (kumulatif) - - - - - IKMA 3 IKM yang melakukan kemitraan dengan industri besar sedang dan sektor ekonomi lainnya IKM 50 120 190 265 340 (kumulatif) - - - - - IKMA 4 Proporsi nilai penyaluran pinjaman perbankan kepada IKM Persen 2,40 2,75 3,35 4,05 5 - - - - - IKMA SS6 1 KI prioritas di luar Jawa yang beroperasi dan meningkatkan investasi KI 11 13 15 16 17 (kumulatif) - - - - - KPAII 2 KI yang dikembangkan KI 18 22 26 30 33 (kumulatif) - - - - - KPAII 3 KI dengan zona tematik yang beroperasi KI 2 2 3 3 3 (kumulatif) - - - - - KPAII 4 Persentase nilai tambah sektor industri yang diciptakan di luar Jawa Persen 29,9 30,7 31,5 32,3 33,1 - - - - - KPAII 5 Sentra industri kecil dan menengah (IKM) di luar Jawa yang beroperasi Sentra IKM 17 23 29 38 44 - - - - - IKMA SS7 1 Efektivitas regulasi bidang industri yang ditetapkan Persen 72 74 76 78 80 - - - - - Setjen SS8 1 Perusahaan industri menengah besar yang tersertifikasi Standar Industri Hijau (SIH) berdasarkan SIH yang ditetapkan Perusahaan 33 37 46 61 71 (kumulatif) - - - - - BPPI 2 Infrastruktur kompetensi industri SKKNI 20 20 20 20 20 - - - - - BPSDMI SS9 1 Batas toleransi temuan pengawasan eksternal Persen 1,5 1,4 1,3 1,2 1 - - - - - Itjen Meningkatnya Persebaran Industri Tersedianya Regulasi Pembangunan Industri yang Efektif Terselenggaranya Urusan Pemerintahan di Bidang Perindustrian yang Berdaya saing dan Berkelanjutan Tercapainya Pengawasan Internal yang Efektif dan Efisien jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 2 Rekomendasi hasil pengawasan internal telah ditindaklanjuti oleh satker Persen 91 91,5 92 92,5 93 - - - - - Itjen 3 Index Penerapan Manajemen Risiko (MRI) Kementerian Perindustrian Level 3 3 3 4 4 - - - - - Itjen SS10 1 Indeks kompetensi, profesional, dan integritas pegawai Kementerian Perindustrian Nilai 70 71 73 76 80 - - - - - Setjen 2 ASN yang meningkat kompetensinya Orang 500 550 600 650 700 - - - - - Setjen SS11 1 Data dan informasi sesuai dengan kebutuhan pengambil keputusan Skala 3 3,1 3,12 3,15 3,18 - - - - - Setjen 2 Tingkat ketepatan waktu penyampaian informasi baku secara periodik Persen 100 100 100 100 100 - - - - - Setjen SS12 1 Tingkat akuntabilitas laporan keuangan dan BMN Predikat WTP WTP WTP WTP WTP - - - - - Setjen 2 Indeks RB Kementerian Perindustrian Nilai 78 78,5 79 79,5 80 - - - - - Setjen SS13 1 Tingkat kesesuaian dokumen perencanaan dengan rencana program dan kegiatan prioritas nasional Persen 95,5 96 96,5 97 97,5 - - - - - Setjen 2 Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kementerian Perindustrian Nilai 78 78,5 79 79,5 80 - - - - - Setjen 195 570 570 570 570 Tujuan 1 Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Kementerian Perindustrian Nilai 78 78 79 79 80 - - - - - Setjen dan Itjen Terwujudnya ASN Kementerian Perindustrian yang Professional dan Berkepribadian Terwujudnya Sistem Informasi Industri yang Berkualitas Terwujudnya Birokrasi yang Efektif, Efisien, dan Berorientasi pada Layanan Prima Tersusunnya Perencanaan Program, Pengelolaan Keuangan serta Pengendalian yang Berkualitas dan Akuntabel Program Dukungan Manajemen Kementerian Perindustrian Terwujudnya Dukungan Manajemen Kementerian Perindustrian yang Efektif jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 SP1 1 Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kementerian Perindustrian Nilai 78 78,5 79 79,5 80 - - - - - Rocana 2 Efektivitas regulasi bidang industri yang ditetapkan Persen 72 74 76 78 80 - - - - - Rokum SP2 1 Persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah Persen 46,63 48,02 49,47 50,95 52,48 - - - - - P3DN 2 Produk tersertifikasi TKDN ≥25% yang masih berlaku Produk 6.200 6.630 7.130 7.640 8.400 (kumulatif) - - - - - P3DN SP3 1 Tingkat kesesuaian data dan informasi industri terhadap permintaan eksternal Skala (1-4) 2,8 2,81 2,82 2,83 2,85 - - - - - Pusdatin 2 Persentase jumlah media partner yang mempublikasikan kinerja Kementerian Perindustrian Nilai 80 81 82 83 84 - - - - - Rohumas SP4 1 Batas toleransi temuan material pengawasan eksternal Persen 1,5 1,4 1,3 1,2 1 - - - - - Ir 1, Ir 2, Ir 3, dan Ir 4 2 Maksimum rekomendasi hasil pengawasan yang tidak dapat ditindaklanjuti Persen 10 8 6 4 2 - - - - - Ir 1, Ir 2, Ir 3, dan Ir 4 3 Pengaduan masyarakat berkadar pengawasan ditindaklanjuti Persen 80 85 90 95 100 - - - - - Ir 1, Ir 2, Ir 3, dan Ir 4 4 Rekomendasi hasil pengawasan internal telah ditindaklanjuti oleh satker (sesuai dengan rencana aksi yang telah ditetapkan) Persen 91 91,5 92 92,5 93 - - - - - Ir 1, Ir 2, Ir 3, dan Ir 4 SP5 1 Peningkatan nilai RB area penguatan pengawasan Persen 70 71 72 73 74 - - - - - Set Itjen Terwujudnya Tata Kelola Kementerian yang Efektif dan Efisien Meningkatnya Penggunaan Produk Dalam Negeri Terwujudnya Sistem Informasi Industri yang Andal dan Efektivitas Publikasi Kinerja Industri Terwujudnya Efektifitas dan Efisiensi Pelaksanaan Program Kementerian Perindustrian Terwujudnya Tata Kelola Pemerintahan yang Baik jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 2 Index penerapan manajemen risiko (MRI) Kementerian Perindustrian Level 3 3 3 4 4 - - - - - Ir 1, Ir 2, Ir 3, dan Ir 4 6,00 22,41 22,41 22,41 22,41 SK1 1 Efektivitas regulasi bidang industri yang ditetapkan Persen 72 74 76 78 80 - - - - - Rokum 2 Persentase kasus hukum yang diselesaikan Persen 100 100 100 100 100 - - - - - Rokum 32,48 54,13 54,13 54,13 54,13 SK1 1 Indeks audit kearsipan Nilai BB BB BB BB A - - - - - Romum 2 Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Nilai 3,2 3,4 3,5 3,7 4,0 - - - - - Romum 6,00 18,88 18,88 18,88 18,88 SK1 1 Indeks kompetensi, profesional, dan integritas pegawai Kemenperin Persen 70 71 73 76 80 - - - - - RoSDM 2 Indeks kesesuaian organisasi Persen 71 72 73 74 75 - - - - - RoSDM 3 Indeks kesesuaian tata laksana Persen 71 72 73 74 75 - - - - - RoSDM 55,21 68,27 68,27 68,27 68,27 SK1 1 Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Kementerian Perindustrian Nilai 78 78 79 79 80 - - - - - Rokeu 2 Nilai kinerja IKPA Kementerian Perindustrian Nilai 85 86 87 88 89 - - - - - Rokeu 3 Tingkat akuntabilitas laporan keuangan dan BMN Opini WTP WTP WTP WTP WTP - - - - - Rokeu 12,46 80,04 80,04 80,04 42,03 SK1 1 Tingkat kesesuaian dokumen perencanaan dengan rencana program dan kegiatan prioritas nasional Persen 95 95 95 96 96 - - - - - Rocana 2 Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kementerian Nilai 78 78,5 79 79,5 80 - - - - - Rocana Meningkatnya Kualitas dan Efektivitas Perencanaan Program, Anggaran, dan Evaluasi Kinerja Industri Mewujudkan Layanan Administrasi yang Modern, Efisien, dan Akuntabel Kegiatan Pengembangan Organisasi dan Sumber Daya Manusia Meningkatnya Kinerja ASN dan Efektivitas Organisasi Kegiatan Peningkatan Sistem Tata Kelola Keuangan dan Barang Milik Negara Yang Profesional Mewujudkan Pelayanan Prima dalam Pengelolaan Keuangan dan BMN Kegiatan Peningkatan Kualitas Perencanaan dan Pelaporan Kegiatan Peningkatan Layanan Legislasi, Advokasi, Dokumentasi, dan Informasi Hukum Meningkatnya Layanan Legislasi dan Advokasi yang Andal Kegiatan Peningkatan Layanan Administrasi, Layanan Pengadaan, Layanan Kesehatan dan Manajemen Perkantoran Berbasis Teknologi jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 19,71 78,09 78,09 78,09 100,00 SK1 1 Tersedianya data dan informasi sesuai dengan kebutuhan pengambil keputusan Skala (1-4) 3,0 3,10 3,12 3,15 3,18 - - - - - Pusdatin 2 Tingkat ketepatan waktu penyampaian informasi baku secara periodik Persen 100 100 100 100 100 - - - - - Pusdatin 13,45 56,02 56,02 56,02 56,02 SK1 1 Tingkat Interaksi (Engagement Rate ) akun media sosial Kemenperin dengan masyarakat persen 2 2,2 2,4 2,6 3 - - - - - Rohumas 2 Peningkatan pemberitaan dan publikasi di media massa persen 5 7 9 10 12 - - - - - Rohumas 3 Persentase jumlah media partner yang mempublikasikan kinerja Kemenperin Nilai 80 81 82 83 84 - - - - - Rohumas 11,60 36,91 36,91 36,91 36,91 SK1 1 Persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah Persen 46,63 48,02 49,47 50,95 52,48 - - - - - P3DN 2 Nilai produk dalam negeri yang digunakan dalam proses pengadaan pemerintah Triliun 1,0 1,25 1,5 1,7 2,0 - - - - - P3DN SK2 1 Jumlah produk tersertifikasi TKDN ≥25% yang masih berlaku Produk 6.200 6.630 7.130 7.640 8.400 (kumulatif) - - - - - P3DN 2 Jumlah sertifikasi TKDN Sertifikat 1000 2000 2300 2500 2700 - - - - - P3DN Kegiatan Pembangunan Sistem Informasi Industri yang Terintegrasi dan Handal Tersedianya Sistem Informasi Industri yang Berkualitas Kegiatan Peningkatan Kualitas Kehumasan Meningkatnya Pemberitaan Media Massa dan Interaksi Media Sosial Terhadap Kinerja Industri Kegiatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Meningkatnya Penggunaan Produk Dalam Negeri Meningkatnya Nilai TKDN Produk Industri jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 7,94 75,25 75,25 75,25 91,35 SK1 1 Indeks kepuasan ketersediaan sarana dan prasarana Indeks 3 3,2 3,5 3,8 4 - - - - - Romum 2 Efisiensi energi gedung kantor pusat Kementerian Perindustrian Persen 41 41 41 42 42 - - - - - Romum 1,71 8,33 8,33 8,33 8,33 SK1 1 Batas toleransi temuan material pengawasan eksternal pada cakupan tugas Inspektorat I Persen 1,5 1,4 1,3 1,2 1 - - - - - Ir 1 2 Maksimum rekomendasi hasil pengawasan yang tidak dapat ditindaklanjuti sesuai cakupan tugas Inspektorat I Persen 10 8 6 4 2 - - - - - Ir 1 3 Pengaduan masyarakat berkadar pengawasan ditindaklanjuti pada cakupan tugas Inspektorat I Persen 80 85 90 95 100 - - - - - Ir 1 4 Rekomendasi hasil pengawasan internal yang ditindaklanjuti oleh Satker sesuai dengan rencana aksi yang telah ditetapkan pada cakupan tugas Inspektorat I Persen 91 91,5 92 92,5 93 - - - - - Ir 1 SK2 1 Index penerapan manajemen risiko (MRI) cakupan tugas Inspektorat I Level 3,0 3,0 3,0 4,0 4,0 - - - - - Ir 1 1,21 8,33 8,33 8,33 8,33 SK1 1 Batas toleransi temuan material pengawasan eksternal pada cakupan tugas Inspektorat II Persen 1,5 1,4 1,3 1,2 1,0 - - - - - Ir 2 Kegiatan Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Pelaksanaan Program Pengembangan Industri Inspektorat II Terwujudnya Keefektifan dan Keefisienan Program Kerja Unit Kerja Cakupan Tugas Inspektorat II Kegiatan Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Pelaksanaan Program Pengembangan Industri Inspektorat I Terwujudnya Keefektifan dan Keefisienan Program Kerja Unit Kerja Cakupan Tugas Inspektorat I Terwujudnya Tata Kelola Pemerintahan Unit Kerja Cakupan Tugas Inspektorat I yang Baik Kegiatan Pembangunan, Pengadaan, Perbaikan dan Peningkatan Sarana dan Prasarana Kerja Mewujudkan Sarana dan Prasarana yang Efisien dan Memadai jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 2 Maksimum rekomendasi hasil pengawasan yang tidak dapat ditindaklanjuti sesuai cakupan tugas Inspektorat II Persen 10 8 6 4 2 - - - - - Ir 2 3 Pengaduan masyarakat berkadar pengawasan ditindaklanjuti pada cakupan tugas Inspektorat II Persen 80 85 90 95 100 - - - - - Ir 2 4 Rekomendasi hasil pengawasan internal yang ditindaklanjuti oleh Satker sesuai dengan rencana aksi yang telah ditetapkan pada cakupan tugas Inspektorat II Persen 91 91,5 92 92,5 93 - - - - - Ir 2 SK2 1 Index penerapan manajemen risiko (MRI) cakupan tugas Inspektorat II Level 3,0 3,0 3,0 4,0 4,0 - - - - - Ir 2 1,33 8,33 8,33 8,33 8,33 SK1 1 Batas toleransi temuan material pengawasan eksternal pada cakupan tugas Inspektorat III Persen 1,5 1,4 1,3 1,2 1,0 - - - - - Ir 3 2 Maksimum rekomendasi hasil pengawasan yang tidak dapat ditindaklanjuti sesuai cakupan tugas Inspektorat III Persen 10 8 6 4 2 - - - - - Ir 3 3 Pengaduan masyarakat berkadar pengawasan ditindaklanjuti pada cakupan tugas Inspektorat III Persen 80 85 90 95 100 - - - - - Ir 3 4 Rekomendasi hasil pengawasan internal yang ditindaklanjuti oleh Satker sesuai dengan rencana aksi yang telah ditetapkan pada cakupan tugas Inspektorat III Persen 91 91,5 92 92,5 93 - - - - - Ir 3 Terwujudnya Tata Kelola Pemerintahan Unit Kerja Cakupan Tugas Inspektorat II yang Baik Kegiatan Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Pelaksanaan Program Pengembangan Industri Inspektorat III Terwujudnya Keefektifan dan Keefisienan Program Kerja Unit Kerja Cakupan Tugas Inspektorat III jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 SK2 1 Index penerapan manajemen risiko (MRI) cakupan tugas Inspektorat III Level 3,0 3,0 3,0 4,0 4,0 - - - - - Ir 3 1,06 8,43 8,43 8,43 8,43 SK1 1 Batas toleransi temuan material pengawasan eksternal pada cakupan tugas Inspektorat IV Persen 1,5 1,4 1,3 1,2 1,0 - - - - - Ir 4 2 Maksimum rekomendasi hasil pengawasan yang tidak dapat ditindaklanjuti sesuai cakupan tugas Inspektorat IV Persen 10 8 6 4 2 - - - - - Ir 4 3 Pengaduan masyarakat berkadar pengawasan ditindaklanjuti pada cakupan tugas Inspektorat IV Persen 80 85 90 95 100 - - - - - Ir 4 4 Rekomendasi hasil pengawasan internal yang ditindaklanjuti oleh Satker sesuai dengan rencana aksi yang telah ditetapkan pada cakupan tugas Inspektorat IV Persen 91 91,5 92 92,5 93 - - - - - Ir 4 SK2 1 Index penerapan manajemen risiko (MRI) cakupan tugas Inspektorat IV Level 3,0 3,0 3,0 4,0 4,0 - - - - - Ir 4 24,80 46,60 46,60 46,60 46,60 SK1 1 Rekomendasi hasil pengawasan internal telah ditindaklanjuti oleh Satker sesuai dengan rencana aksi Persen 91 91,5 92 92,5 93 - - - - - Ses Itjen SK2 1 Peningkatan nilai RB area penguatan pengawasan Persen 70 71 72 73 74 - - - - - Ses Itjen Terwujudnya Tata Kelola Pemerintahan Unit Kerja Cakupan Tugas Inspektorat IV yang Baik Kegiatan Dukungan Manajemen, Pembinaan, Pemantauan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Serta Dukungan Teknis Lainnya Inspektorat Jenderal Terwujudnya Keefektifan dan Keefisienan Program Kerja Unit Kerja di Lingkungan Kementerian Perindustrian Terwujudnya Tata Kelola Pemerintahan Unit Kerja yang Baik Terwujudnya Tata Kelola Pemerintahan Unit Kerja Cakupan Tugas Inspektorat III yang Baik Kegiatan Peningkatan Pengawasan dan Akuntabilitas Pelaksanaan Program Pengembangan Industri Inspektorat IV Terwujudnya Keefektifan dan Keefisienan Program Kerja Unit Kerja Cakupan Tugas Inspektorat IV jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 2 Penilaian index penerapan manajemen risiko (MRI) Kementerian Perindustrian Level 3,0 3,0 3,0 4,0 4,0 - - - - - Ses Itjen 576 2.147 2.157 2.166 2.175 Tj 1 Pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas Persen 5,3 5,8 6,8 7,8 8,4 - - - - - ILMATE, IA, IKFT, dan IKMA 2 Kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap PDB Persen 17,8 18,0 18,3 18,6 18,9 - - - - - ILMATE, IA, IKFT, dan IKMA 3 Tenaga kerja di sektor industri nonmigas Juta Orang 19,2 19,9 20,6 21,5 22,5 - - - - - ILMATE, IA, IKFT, dan IKMA 4 Nilai ekspor produk industri pengolahan nonmigas US$ Miliar 133,1 141,6 151,9 164,9 181,6 - - - - - ILMATE, IA, IKFT, dan IKMA SP 1 1 Persentase tenaga kerja di sektor industri terhadap total pekerja Persen 15 15,2 15,4 15,5 15,7 - - - - - ILMATE, IA, IKFT, dan IKMA 2 Produktivitas tenaga kerja sektor industri nonmigas Rp Juta /orang/tahun 111,8 113,8 116,7 120,3 124,7 - - - - - ILMATE, IA, IKFT, dan IKMA 3 Produktivitas sektor industri pengolahan nonmigas Nilai 1,99 2,03 2,06 2,11 2,15 - - - - - ILMATE, IA, IKFT, dan IKMA 4 Nilai investasi sektor industri pengolahan nonmigas Rp. Triliun 256,3 326,7 425,3 566,2 769,1 - - - - - ILMATE, IA, IKFT, dan IKMA SP 2 1 Perusahaan dengan nilai Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) > 3.0 Perusahaan 30 36 44 52 60 - - - - - ILMATE, IA, IKFT, dan IKMA 2 Kontribusi ekspor produk industri berteknologi tinggi Persen 13,00 13,15 13,30 13,50 13,70 - - - - - ILMATE, IA, IKFT, dan IKMA Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Pengolahan Nonmigas Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 Program Nilai Tambah dan Daya Saing Industri Meningkatnya Peran Industri Nonmigas dalam Perekonomian Nasional jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 SP3 1 Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) (rerata tertimbang) Persen 49,0 49,9 50,9 52,0 53,0 - - - - - ILMATE, IA, IKFT, dan IKMA SP 4 1 Pertumbuhan ekspor industri pengolahan nonmigas Persen 5,3 6,4 7,3 8,6 10,1 - - - - - ILMATE, IA, IKFT, dan IKMA 2 Kontribusi ekspor produk industri pengolahan nonmigas terhadap terhadap total ekspor Persen 74,3 74,9 75,5 76 76,5 - - - - - ILMATE, IA, IKFT, dan IKMA 3 Rasio impor bahan baku sektor industri terhadap PDB sektor industri nonmigas Persen 37,80 37,30 37,10 37,00 36,80 ILMATE, IA, IKFT, dan IKMA 4 Penambahan jenis produk industri pengolahan nonmigas yang di ekspor Persen 27 28 29 30 32 - - - - - KPAII SP 5 1 Proporsi nilai tambah IKM terhadap total nilai tambah industri pengolahan nonmigas Persen 18,60 18,80 19,20 19,60 20 - - - - - IKMA 2 Wirausaha industri kecil yang tumbuh WUB 4000 8000 12000 16000 20.000 (kumulatif) - - - - - IKMA 3 IKM yang melakukan kemitraan dengan industri besar sedang dan sektor ekonomi lainnya IKM 50 120 190 265 340 (kumulatif) - - - - - IKMA 4 Proporsi nilai penyaluran pinjaman perbankan kepada IKM Persen 2,40 2,75 3,35 4,05 5 - - - - - IKMA SP6 1 KI prioritas di luar Jawa yang beroperasi dan meningkatkan investasi KI 11 13 15 16 17 (kumulatif) - - - - - KPAII 2 KI yang dikembangkan KI 18 22 26 30 33 (kumulatif) - - - - - KPAII 3 KI dengan zona tematik yang beroperasi KI 2 2 3 3 3 (kumulatif) - - - - - KPAII Meningkatnya Kemampuan Industri Dalam Negeri Meningkatnya Penguasaan Pasar Industri Penguatan Kewirausahaan dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Meningkatnya Persebaran Industri jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 4 Persentase nilai tambah sektor industri yang diciptakan di luar Jawa Persen 29,9 30,7 31,5 32,3 33,1 - - - - - KPAII 5 Sentra industri kecil dan menengah (IKM) di luar Jawa yang beroperasi Sentra IKM 17 23 29 38 44 - - - - - IKM 7,00 105,96 105,96 105,96 105,96 Tj 1 Pertumbuhan PDB industri maritim, alat transportasi, dan alat pertahanan Persen 4,86 5,41 6,71 7,74 8,46 - - - - - IMATAP 2 Kontribusi PDB industri maritim, alat transportasi, dan alat pertahanan terhadap PDB nasional Persen 1,70 1,70 1,70 1,70 1,70 - - - - - IMATAP 3 Jumlah tenaga kerja di sektor industri maritim, alat transportasi, dan alat pertahanan Ribu Orang 510,22 524,22 541,41 561,80 584,56 - - - - - IMATAP 4 Nilai ekspor produk industri maritim, alat transportasi, dan alat pertahanan US$ Miliar 10,69 11,34 12,14 13,10 14,30 - - - - - IMATAP SK1 1 Persentase tenaga kerja di sektor industri maritim, alat transportasi, dan alat pertahanan terhadap total pekerja Persen 0,40 0,40 0,40 0,41 0,41 - - - - - IMATAP 2 Produktivitas tenaga kerja sektor industri maritim, alat transportasi, dan alat pertahanan Rp Juta /orang/tahun 434,87 444,87 458,35 474,58 493,29 - - - - - IMATAP 3 Nilai realisasi investasi industri maritim, alat transportasi, dan alat pertahanan Rp. Triliun 25,81 32,75 42,40 56,12 75,72 - - - - - IMATAP Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Meningkatnya Peran Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan dalam Perekonomian Nasional jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 SK2 1 Jumlah perusahaan dengan nilai Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) > 3.0 di sektor industri maritim, alat transportasi, dan alat pertahanan Perusahaan 6 7 8 9 10 - - - - - IMATAP 2 Kontribusi ekspor produk industri maritim, alat transportasi dan alat pertahanan berteknologi tinggi Persen 3,16 3,22 3,28 3,38 3,48 - - - - - IMATAP SK3 1 TKDN industri maritim, alat transportasi, dan alat pertahanan (rerata tertimbang) Persen 60,51 61,71 62,95 64,20 65,49 - - - - - IMATAP SK4 1 Pertumbuhan ekspor produk industri maritim, alat transportasi, dan alat pertahanan Persen 4,03 6,03 7,05 7,92 9,17 - - - - - IMATAP 2 Kontribusi ekspor produk industri maritim, alat transportasi, dan alat pertahanan terhadap total ekspor Persen 5,97 6,00 6,03 6,04 6,02 - - - - - IMATAP 3 Rasio impor bahan baku industri maritim, alat transportasi, dan alat pertahanan terhadap PDB sektor industri maritim, alat transportasi, dan alat pertahanan Persen 0,06 0,07 0,07 0,07 0,07 - - - - - IMATAP Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 di Sektor Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Meningkatnya Kemampuan Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Meningkatnya Penguasaan Pasar Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 7,34 105,38 105,38 105,38 105,38 Tj 1 Pertumbuhan PDB industri elektronika dan telematika Persen 2,45 3,09 4,41 5,57 6,67 - - - - - IET 2 Kontribusi PDB industri elektronika dan telematika terhadap PDB nasional Persen 0,42 0,41 0,41 0,41 0,41 - - - - - IET 3 Jumlah tenaga kerja di sektor industri elektronika dan telematika Ribu Orang 180,37 184,67 189,99 196,28 203,26 - - - - - IET 4 Nilai ekspor produk industri elektronika dan telematika US$ Miliar 8,07 8,66 9,40 10,35 11,55 - - - - - IET SK1 1 Persentase tenaga kerja di sektor industri elektronika dan telematika terhadap total pekerja Persen 0,14 0,14 0,14 0,14 0,14 - - - - - IET 2 Produktivitas tenaga kerja sektor industri elektronika dan telematika Rp Juta /orang/tahun 311,62 312,87 316,62 322,64 331,41 - - - - - IET 3 Nilai realisasi investasi industri elektronika dan telematika Rp. Triliun 5,77 7,24 9,27 12,16 16,32 - - - - - IET SK2 1 Jumlah perusahaan dengan nilai Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) > 3.0 di sektor industri elektronika dan telematika Perusahaan 1 1 1 1 1 - - - - - IET 2 Kontribusi ekspor produk industri elektronika dan telematika berteknologi tinggi Persen 2,9 2,93 2,96 2,99 3,02 - - - - - IET SK3 1 TKDN industri elektronika dan telematika (rerata tertimbang) Persen 32,14 32,78 33,44 34,10 34,79 - - - - - IET Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Industri Elektronika dan Telematika Meningkatnya Peran Industri Elektronika dan Telematika dalam Perekonomian Nasional Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Elektronika dan Telematika Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 di Sektor Industri Elektronika dan Telematika Meningkatnya Kemampuan Industri Elektronika dan Telematika jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 SK4 1 Pertumbuhan ekspor produk industri elektronika dan telematika Persen 4,66 7,26 8,57 10,08 11,62 - - - - - IET 2 Kontribusi ekspor produk industri elektronika dan telematika terhadap total ekspor Persen 4,51 4,58 4,67 4,77 4,87 - - - - - IET 3 Rasio impor bahan baku industri elektronika dan telematika terhadap PDB sektor industri elektronika dan telematika Persen 0,04 0,05 0,05 0,05 0,05 - - - - - IET 7,00 104,77 104,77 104,77 104,77 Tj 1 Pertumbuhan PDB industri permesinan dan alat mesin pertanian Persen 3,91 4,62 6,23 7,55 8,60 - - - - - IPAMP 2 Kontribusi PDB industri permesinan dan alat mesin pertanian terhadap PDB nasional Persen 0,80 0,79 0,79 0,79 0,79 - - - - - IPAMP 3 Jumlah tenaga kerja di sektor industri permesinan dan alat mesin pertanian Ribu Orang 569,91 581,14 595,19 611,70 629,87 - - - - - IPAMP 4 Nilai ekspor produk industri permesinan dan alat mesin pertanian US$ Miliar 4,46 4,91 5,47 6,20 7,11 - - - - - IPAMP SK 1 1 Persentase tenaga kerja di sektor industri permesinan dan alat mesin pertanian terhadap total pekerja Persen 0,44 0,44 0,44 0,44 0,44 - - - - - IPAMP 2 Produktivitas tenaga kerja sektor industri permesinan dan alat mesin pertanian Rp Juta /orang/tahun 151,58 155,08 160,40 167,39 176,05 - - - - - IPAMP Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Meningkatnya Penguasaan Pasar Industri Elektronika dan Telematika Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Meningkatnya Peran Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian dalam Perekonomian Nasional jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 3 Nilai realisasi investasi industri permesinan dan alat mesin pertanian Rp. Triliun 6,60 8,30 10,72 14,19 19,23 - - - - - IPAMP SK 2 1 Kontribusi ekspor produk industri permesinan dan alat mesin pertanian berteknologi tinggi Persen 0,17 0,18 0,19 0,21 0,23 - - - - - IPAMP SK 3 1 TKDN industri permesinan dan alat mesin pertanian (rerata tertimbang) Persen 42,81 43,66 44,54 45,43 46,34 - - - - - IPAMP SK 4 1 Pertumbuhan ekspor produk industri permesinan dan alat mesin pertanian Persen 3,95 10,04 11,49 13,22 14,73 - - - - - IPAMP 2 Kontribusi ekspor produk industri permesinan dan alat mesin pertanian terhadap total ekspor Persen 2,49 2,60 2,72 2,85 2,99 - - - - - IPAMP 3 Rasio impor bahan baku industri permesinan dan alat mesin pertanian terhadap PDB sektor industri permesinan dan alat mesin pertanian Persen 1,03 1,03 1,03 1,02 1,01 - - - - - IPAMP 7,80 108,49 108,49 108,49 108,49 Tj 1 Pertumbuhan PDB industri logam Persen 5,35 5,91 7,22 8,25 8,95 - - - - - IL 2 Kontribusi PDB industri logam terhadap PDB nasional Persen 1,61 1,63 1,67 1,70 1,73 - - - - - IL 3 Jumlah tenaga kerja di sektor industri logam Ribu Orang 895,73 914,99 938,94 967,19 998,38 - - - - - IL 4 Nilai ekspor produk industri logam US$ Miliar 15,12 15,57 16,17 16,94 17,96 - - - - - IL Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 di sektor Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Meningkatnya Kemampuan Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Meningkatnya Penguasaan Pasar Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Industri Logam Meningkatnya Peran Industri Logam dalam Perekonomian Nasional jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 SK 1 1 Persentase tenaga kerja di sektor industri logam terhadap total pekerja Persen 0,70 0,70 0,70 0,70 0,70 - - - - - IL 2 Produktivitas tenaga kerja sektor industri logam Rp Juta /orang/tahun 244,19 252,46 263,05 275,68 290,15 - - - - - IL 3 Nilai realisasi investasi industri logam Rp. Triliun 41,96 54,21 71,47 96,32 132,32 - - - - - IL SK 2 1 TKDN industri logam (rerata tertimbang) Persen 61,34 62,56 63,82 65,09 66,40 - - - - - IL SK 3 1 Pertumbuhan ekspor produk industri logam Persen 3,65 2,95 3,89 4,74 6,04 - - - - - IL 2 Kontribusi ekspor produk industri logam terhadap total ekspor Persen 8,44 8,23 8,04 7,80 7,57 - - - - - IL 3 Rasio impor bahan baku industri logam terhadap PDB sektor industri logam Persen 11,36 10,92 10,44 9,92 9,36 - - - - - IL 37,55 60,40 60,40 60,40 60,40 Tj 1 Tingkat kepuasan pegawai atas pelayanan Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Nilai 81 82 83 84 85 - - - - - Ses ILMATE SK1 1 Efektifitas Regulasi Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika yang Efektif Persen 72 74 76 78 80 - - - - - Ses ILMATE SK2 1 Indeks kompetensi, professional, dan integritas pegawai Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Indeks 70 71 73 76 80 - - - - - Ses ILMATE Meningkatnya Kualitas Pelayanan Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Tersedianya Regulasi Pembangunan Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika yang Efektif Terwujudnya ASN Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika yang Profesional dan Berkepribadian Kegiatan Penyusunan dan Evaluasi Program Penumbuhan dan Pengembangan Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Logam Meningkatnya Kemampuan Industri Logam Meningkatnya Penguasaan Pasar Industri Logam jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 SK3 1 Indeks kepatuhan terhadap regulasi dalam IKPA Indeks 90 90,5 91 91,5 92 - - - - - Ses ILMATE 2 Nilai Laporan Keuangan Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Nilai 83 84 85 86 87 - - - - - Ses ILMATE 3 Nilai maturitas SPIP Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Nilai 3,26 3,265 3,27 3,275 3,28 - - - - - Ses ILMATE 4 Persentase nilai pengelolaan BMN terhadap total aset lancar Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Persen 76 77 78 79 80 - - - - - Ses ILMATE 5 Nilai kearsipan Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Nilai 78 78 79 79 80 - - - - - Ses ILMATE SK4 1 Tingkat kesesuaian dokumen perencanaan Program Nilai Tambah dan Daya Saing Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika dengan rencana program dan kegiatan prioritas nasional Persen 95 96 96 96 96 - - - - - Ses ILMATE 2 Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Nilai 78 78,5 79 79,5 80 - - - - - Ses ILMATE Terwujudnya Birokrasi Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika yang Efektif, Efisien, dan Berorientasi Pada Layanan Prima Tersusunnya Perencanaan Program, Pengelolaan Keuangan serta Pengendalian yang Berkualitas dan Akuntabel jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 SK5 1 Data dan informasi sesuai dengan kebutuhan pengambil keputusan di lingkungan Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Skala 3 3,1 3,12 3,15 3,18 - - - - - Ses ILMATE 5,43 110,40 190,40 130,40 130,40 Tj 1 Pertumbuhan PDB industri hasil hutan dan perkebunan Persen 2,75 3,13 3,97 4,76 5,17 - - - - - IHHP 2 Kontribusi PDB industri hasil hutan dan perkebunan terhadap PDB nasional Persen 1,39 1,35 1,32 1,28 1,25 - - - - - IHHP 3 Jumlah tenaga kerja di sektor industri hasil hutan dan perkebunan Juta Orang 3,30 3,41 3,55 3,72 3,91 - - - - - IHHP 4 Nilai ekspor produk industri hasil hutan dan perkebunan US$ Miliar 15,87 17,49 19,34 21,43 23,75 - - - - - IHHP SK1 1 Persentase tenaga kerja di sektor industri hasil hutan dan perkebunan terhadap total pekerja Persen 2,56 2,60 2,64 2,69 2,73 - - - - - IHHP 2 Produktivitas tenaga kerja sektor industri hasil hutan dan perkebunan Juta Rupiah/ Orang/Tahun 50,54 51,46 52,77 54,76 57,38 - - - - - IHHP 3 Nilai realisasi investasi industri hasil hutan dan perkebunan Rp Trilyun 35,35 43,73 55,25 71,21 93,68 - - - - - IHHP SK2 1 Kontribusi ekspor produk industri hasil hutan dan perkebunan berteknologi tinggi Persen 1,67 1,68 1,69 1,70 1,71 - - - - - IHHP Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Meningkatnya Peran Industri Hasil Hutan dan Perkebunan dalam Perekonomian Nasional Peningkatan Daya Saing dan Iklim Investasi Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 di Sektor Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Meningkatnya Kualitas Pelayanan Data dan Informasi Sektor Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 SK3 1 Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) (rerata tertimbang) Persen 54,75 55,85 56,97 58,10 59,27 - - - - - IHHP 2 Peningkatan jumlah produk hilir industri hasil hutan dan perkebunan Diversifikasi Produk 2 2 2 2 2 - - - - - IHHP SK4 1 Pertumbuhan ekspor produk industri hasil hutan dan perkebunan Persen 9,61 10,23 10,60 10,79 10,82 - - - - - IHHP 2 Kontribusi ekspor produk industri hasil hutan dan perkebunan terhadap total ekspor Persen 8,82 9,22 9,57 9,85 10,01 - - - - - IHHP 3 Rasio impor bahan baku industri hasil hutan dan perkebunan terhadap PDB sektor industri nonmigas Persen 2,23 2,13 2,02 1,91 1,79 - - - - - IHHP 6,89 179,50 105,10 143,70 138,30 Tj 1 Pertumbuhan PDB industri makanan, hasil laut, dan perikanan Persen 7,22 7,49 8,37 9,44 9,95 - - - - - IMHLP 2 Kontribusi PDB industri makanan, hasil laut, dan perikanan terhadap PDB nasional Persen 6,42 6,69 7,02 7,34 7,68 - - - - - IMHLP 3 Jumlah tenaga kerja di sektor industri makanan, hasil laut, dan perikanan Juta Orang 4,89 5,08 5,31 5,58 5,89 - - - - - IMHLP 4 Nilai ekspor produk industri makanan, hasil laut, dan perikanan US$ Miliar 32,93 35,73 38,93 42,53 46,52 - - - - - IMHLP SK1 1 Persentase tenaga kerja di sektor industri makanan, hasil laut, dan perikanan terhadap total pekerja Persen 3,80 3,87 3,95 4,03 4,11 - - - - - IMHLP Meningkatnya Kemampuan Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Dalam Negeri Meningkatnya Penguasaan Pasar Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Meningkatnya Peran Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan dalam Perekonomian Nasional jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 2 Produktivitas tenaga kerja sektor industri makanan, hasil laut, dan perikanan Juta Rupiah/ Orang/Tahun 155,2 162,4 168,9 175,3 182,2 - - - - - IMHLP 3 Nilai realisasi investasi industri makanan, hasil laut, dan perikanan Rp Trilyun 41,79 55,51 75,23 104,20 147,02 - - - - - IMHLP SK2 1 Jumlah perusahaan dengan nilai Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) > 3.0 di sektor industri makanan, hasil laut, dan perikanan Perusahaan 5 6 7 8 10 - - - - - IMHLP SK3 1 Peningkatan jumlah produk hilir industri makanan, hasil laut, dan perikanan Diversifikasi Produk 1 1 1 1 1 - - - - - IMHLP SK4 1 Pertumbuhan ekspor produk industri makanan, hasil laut, dan perikanan Persen 7,85 8,49 8,95 9,24 9,40 - - - - - IMHLP 2 Kontribusi ekspor produk industri makanan, hasil laut, dan perikanan terhadap total ekspor Persen 18,31 18,84 19,27 19,54 19,62 - - - - - IMHLP 3 Rasio impor bahan baku industri makanan, hasil laut, dan perikanan terhadap PDB sektor industri nonmigas Persen 3,15 3,18 3,20 3,21 3,20 - - - - - IMHLP 7,35 83,00 78,40 93,80 94,20 Tj 1 Pertumbuhan PDB industri minuman, hasil tembakau, dan bahan penyegar Persen 3,29 3,75 4,62 5,40 5,77 - - - - - Mintemgar 2 Kontribusi PDB industri minuman, hasil tembakau, dan bahan penyegar terhadap PDB nasional Persen 1,18 1,17 1,17 1,16 1,16 - - - - - Mintemgar Meningkatnya Kemampuan Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Dalam Negeri Meningkatnya Penguasaan Pasar Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Meningkatnya Peran Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar dalam Perekonomian Nasional Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 di Sektor Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 3 Jumlah tenaga kerja di sektor industri minuman, hasil tembakau, dan bahan penyegar Juta Orang 0,83 0,86 0,89 0,92 0,96 - - - - - Mintemgar 4 Nilai ekspor produk industri minuman, hasil tembakau, dan bahan penyegar US$ Miliar 3,56 3,83 4,15 4,50 4,89 - - - - - Mintemgar SK1 1 Persentase tenaga kerja di sektor industri minuman, hasil tembakau, dan bahan penyegar terhadap total pekerja Persen 0,65 0,65 0,66 0,67 0,67 - - - - - Mintemgar 2 Produktivitas tenaga kerja sektor industri minuman, hasil tembakau, dan bahan penyegar Juta Rupiah/ Orang/Tahun 145,67 148,33 152,09 157,85 165,38 - - - - - Mintemgar 3 Nilai realisasi investasi industri minuman, hasil tembakau, dan bahan penyegar Rp Trilyun 13,59 17,18 22,15 29,14 39,16 - - - - - Mintemgar SK2 1 Jumlah perusahaan dengan nilai Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) > 3.0 di sektor industri minuman, hasil tembakau, dan bahan penyegar Perusahaan 6 7 8 10 11 - - - - - Mintemgar SK3 1 Peningkatan jumlah produk hilir industri minuman, hasil tembakau, dan bahan penyegar Diversifikasi Produk - 1 1 1 1 - - - - - Mintemgar SK4 1 Pertumbuhan ekspor produk industri minuman, hasil tembakau, dan bahan penyegar Persen 7,07 7,70 8,17 8,50 8,70 - - - - - Mintemgar Meningkatnya Kemampuan Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Dalam Negeri Meningkatnya Penguasaan Pasar Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 di Sektor Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 2 Kontribusi ekspor produk industri minuman, hasil tembakau, dan bahan penyegar terhadap total ekspor Persen 1,98 2,02 2,05 2,07 2,06 - - - - - Mintemgar 3 Rasio impor bahan baku industri minuman, hasil tembakau, dan bahan penyegar terhadap PDB sektor industri nonmigas Persen 0,43 0,43 0,43 0,42 0,41 - - - - - Mintemgar 34,43 77,10 76,10 82,10 87,10 Tj 1 Tingkat kepuasan pegawai Direktorat Jenderal Industri Agro atas pelayanan Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Agro Persen 81 82 83 84 85 Ses Ditjen IA SK1 1 Peningkatan pemenuhan kebutuhan bahan baku industri agro Komoditi - 1 1 1 1 - - - - - Ses Ditjen IA SK2 1 Persentase perusahaan yang melakukan tindaklanjut peningkatan ekspor Persen 5 5 5 5 5 - - - - - Ses Ditjen IA SK3 1 Indeks kompetensi, professional, dan integritas pegawai Direktorat Jenderal Industri Agro Indeks 70 71 73 76 80 - - - - - Ses Ditjen IA SK4 1 Permintaan data dan informasi stakeholder yang dapat dipenuhi Persen 71 72 73 74 75 - - - - - Ses Ditjen IA 9,32 141,00 141,00 141,00 141,00 Tj 1 Pertumbuhan PDB industri tekstil, kulit, dan alas kaki Persen 4,40 4,88 5,89 6,76 7,31 - - - - - ITKAK Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Meningkatnya Peran Industri Tekstil, Kulit,dan Alas Kaki dalam Perekonomian Nasional Kegiatan Penyusunan dan Evaluasi Program Penumbuhan dan Pengembangan Industri Berbasis Agro Meningkatnya Kualitas Pelayanan Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Agro Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Agro Meningkatnya Penguasaan Pasar Industri Agro Terwujudnya ASN Direktorat Jenderal Industri Agro yang Profesional dan Berkepribadian Meningkatnya Kualitas Pelayanan Data dan Informasi Sektor Industri Agro jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 2 Kontribusi PDB industri tekstil, kulit, dan alas kaki terhadap PDB nasional Persen 1,40 1,38 1,37 1,36 1,36 - - - - - ITKAK 3 Jumlah tenaga kerja di sektor industri tekstil, kulit, dan alas kaki Juta Orang 4,90 5,03 5,19 5,38 5,60 - - - - - ITKAK 4 Nilai ekspor produk industri tekstil, kulit, dan alas kaki US$ Miliar 19,07 20,08 21,36 23,10 25,35 - - - - - ITKAK SK 1 1 Persentase tenaga kerja di sektor industri tekstil, kulit, dan alas kaki terhadap total pekerja Persen 3,81 3,84 3,86 3,88 3,90 - - - - - ITKAK 2 Produktivitas tenaga kerja sektor industri tekstil, kulit, dan alas kaki Rp Juta /orang/tahun 34,58 35,21 36,02 36,98 38,05 - - - - - ITKAK 3 Nilai realisasi investasi industri tekstil, kulit, dan alas kaki Rp. Triliun 16,84 21,20 27,27 35,82 48,01 - - - - - ITKAK SK 2 1 Perusahaan dengan nilai Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) > 3.0 di sektor industri tekstil, kulit, dan alas kaki Perusahaan 3,00 4,00 4,00 5,00 5,00 - - - - - ITKAK SK3 1 Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) (rerata tertimbang) Persen 62,1 63,4 64,6 65,9 67,2 - - - - - ITKAK SK4 1 Pertumbuhan ekspor produk industri tekstil, kulit, dan alas kaki Persen 5,56 5,32 6,38 8,12 9,74 - - - - - ITKAK 2 Kontribusi ekspor produk industri tekstil, kulit, dan alas kaki terhadap total ekspor Persen 10,64 10,62 10,61 10,64 10,68 - - - - - ITKAK Meningkatnya Kemampuan Industri Tekstil, Kulit,dan Alas Kaki Dalam Negeri Meningkatnya Penguasaan Pasar Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 di Sektor Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 3 Rasio impor bahan baku industri tekstil, kulit, dan alas kaki terhadap PDB sektor industri nonmigas Persen 4,27 4,20 4,13 4,04 3,94 - - - - - ITKAK 7,23 102,47 102,47 102,47 102,47 Tj 1 Pertumbuhan PDB industri kimia hilir dan farmasi Persen 4,45 4,86 5,68 6,63 7,12 - - - - - IKHF 2 Kontribusi PDB industri kimia hilir dan farmasi terhadap PDB nasional Persen 1,08 1,08 1,08 1,08 1,08 - - - - - IKHF 3 Jumlah tenaga kerja di sektor industri kimia hilir dan farmasi Juta Orang 0,75 0,78 0,81 0,85 0,90 - - - - - IKHF 4 Nilai ekspor produk industri kimia hilir dan farmasi US$ Miliar 6,99 7,48 8,14 8,94 9,99 - - - - - IKHF SK 1 1 Persentase tenaga kerja di sektor industri kimia hilir dan farmasi terhadap total pekerja Persen 3,90 3,96 4,04 4,12 4,21 - - - - - IKHF 2 Produktivitas tenaga kerja sektor industri kimia hilir dan farmasi Rp Juta /orang/tahun 195,46 196,85 198,59 200,92 203,48 - - - - - IKHF 3 Nilai realisasi investasi industri kimia hilir dan farmasi Rp. Triliun 16,46 20,88 27,03 35,81 48,41 - - - - - IKHF SK 2 1 Jumlah perusahaan dengan nilai Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) > 3.0 di sektor industri kimia hilir dan farmasi Perusahaan 3,00 3,00 4,00 5,00 6,00 - - - - - IKHF 2 Kontribusi ekspor produk industri kimia hilir dan farmasi berteknologi tinggi Persen 1,48 1,49 1,50 1,51 1,52 - - - - - IKHF SK3 1 Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) (rerata tertimbang) 53 54 55,1 56,2 57,4 - - - - - IKHF Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Industri Kimia Hilir dan Farmasi Meningkatnya Peran Industri Kimia Hilir dan Farmasi dalam Perekonomian Nasional Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Kimia Hilir dan Farmasi Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 di Sektor Industri Kimia Hilir dan Farmasi Meningkatnya Kemampuan Industri Kimia Hilir dan Farmasi Dalam Negeri jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 SK4 1 Pertumbuhan ekspor produk industri kimia hilir dan farmasi Persen 7,71 6,96 8,75 9,95 11,72 - - - - - IKHF 2 Kontribusi ekspor produk industri kimia hilir dan farmasi terhadap total ekspor Persen 3,90 3,96 4,04 4,12 4,21 - - - - - IKHF 3 Rasio impor bahan baku industri kimia hilir dan farmasi terhadap PDB sektor industri nonmigas Persen 2,07 2,06 2,04 2,02 1,99 - - - - - IKHF 7,58 111,00 111,00 111,00 111,00 Tj 1 Pertumbuhan PDB industri kimia hulu Persen 5,33 6,70 7,90 8,46 9,03 - - - - - IKHu 2 Kontribusi PDB industri kimia hulu terhadap PDB nasional Persen 1,08 1,09 1,10 1,11 1,12 - - - - - IKHu 3 Jumlah tenaga kerja di sektor industri kimia hulu Juta Orang 0,46 0,48 0,50 0,53 0,56 - - - - - IKHu 4 Nilai ekspor produk industri kimia hulu US$ Miliar 7,05 7,33 7,65 7,95 8,28 - - - - - IKHu SK 1 1 Persentase tenaga kerja di sektor industri kimia hulu terhadap total pekerja Persen 0,36 0,36 0,37 0,38 0,39 - - - - - IKHu 2 Produktivitas tenaga kerja sektor industri kimia hulu Rp Juta /orang/tahun 275,24 280,90 288,08 295,04 302,61 - - - - - IKHu 3 Nilai realisasi investasi industri kimia hulu Rp. Triliun 31,85 40,72 53,12 70,85 96,34 - - - - - IKHu SK 2 1 Jumlah perusahaan dengan nilai Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) > 3.0 di sektor industri kimia hulu Perusahaan 3,00 3,00 4,00 4,00 5,00 - - - - - IKHu 2 Kontribusi ekspor produk industri kimia hulu berteknologi tinggi Persen 3,45 3,47 3,49 3,51 3,53 - - - - - IKHu Meningkatnya Penguasaan Pasar Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Industri Kimia Hulu Meningkatnya Peran Industri Kimia Hulu dalam Perekonomian Nasional Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Kimia Hulu Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 di sektor Industri Kimia Hulu jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 SK3 1 Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) (rerata tertimbang) Persen 39,90 40,70 41,50 42,40 43,20 - - - - - IKHu SK4 1 Pertumbuhan ekspor produk Industri kimia hulu Persen 10,26 3,87 4,43 3,88 4,20 - - - - - IKHu 2 Kontribusi ekspor produk industri kimia hulu terhadap total ekspor Persen 3,94 3,87 3,80 3,66 3,49 - - - - - IKHu 3 Rasio impor bahan baku Industri Kimia Hulu terhadap PDB sektor industri nonmigas Persen 13,06 12,76 12,42 12,04 11,62 - - - - - IKHu 4,82 64,20 64,20 64,20 64,20 Tj 1 Pertumbuhan PDB industri semen, keramik, dan pengolahan bahan galian nonlogam Persen 3,87 4,21 4,99 5,90 6,37 - - - - - ISKPBGNL 2 Kontribusi PDB industri semen, keramik, dan pengolahan bahan galian nonlogam terhadap PDB nasional Persen 0,59 0,57 0,56 0,54 0,53 - - - - - ISKPBGNL 3 Jumlah tenaga kerja di sektor industri semen, keramik, dan pengolahan bahan galian nonlogam Juta Orang 1,27 1,28 1,31 1,33 1,36 - - - - - ISKPBGNL 4 Nilai ekspor produk industri semen, keramik, dan pengolahan bahan galian nonlogam US$ Miliar 1,02 1,08 1,14 1,20 1,28 - - - - - ISKPBGNL SK 1 1 Persentase tenaga kerja di sektor industri semen, keramik, dan pengolahan bahan galian nonlogam terhadap total pekerja Persen 0,99 0,98 0,97 0,96 0,95 - - - - - ISKPBGNL Meningkatnya peran Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Nonlogam dalam perekonomian nasional Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Nonlogam Meningkatnya Kemampuan Industri Kimia Hulu Dalam Negeri Meningkatnya Penguasaan Pasar Industri Kimia Hulu Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Nonlogam jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 2 Produktivitas tenaga kerja sektor industri semen, keramik dan pengolahan bahan galian nonlogam Rp Juta /orang/tahun 60,65 62,18 63,98 66,25 68,84 - - - - - ISKPBGNL 3 Nilai realisasi investasi industri semen, keramik, dan pengolahan bahan galian nonlogam Rp. Triliun 19,50 24,05 30,23 38,84 50,87 - - - - - ISKPBGNL SK 2 1 Jumlah perusahaan dengan nilai Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) > 3.0 di sektor Industri Semen, Keramik dan Pengolahan Bahan Galian Nonlogam Perusahaan 2,00 3,00 3,00 4,00 5,00 - - - - - ISKPBGNL SK3 1 Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) (rerata tertimbang) Persen 37,9 38,7 39,4 40,2 41,0 - - - - - ISKPBGNL SK4 1 Pertumbuhan ekspor produk industri semen, keramik dan pengolahan bahan galian nonlogam Persen 3,88 5,00 5,83 5,81 6,42 - - - - - ISKPBGNL 2 Kontribusi ekspor produk industri semen, keramik, dan pengolahan bahan galian nonlogam terhadap total ekspor Persen 0,57 0,57 0,57 0,55 0,54 - - - - - ISKPBGNL 3 Rasio impor bahan baku industri semen, keramik, dan pengolahan bahan galian nonlogam terhadap PDB sektor industri nonmigas Persen 0,91 0,92 0,92 0,93 0,93 - - - - - ISKPBGNL Meningkatnya Kemampuan Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Nonlogam Dalam Negeri Meningkatnya Penguasaan Pasar Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Nonlogam Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 di sektor Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Nonlogam jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 37,34 66,33 66,33 66,33 66,33 Tj 1 Tingkat kepuasan pegawai atas pelayanan Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Nilai 81,00 82,00 83,00 84,00 85,00 - - - - - Ses Ditjen IKFT SK1 1 Efektifitas Regulasi Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil yang Efektif Persen 72 74 76 78 80 - - - - - Ses Ditjen IKFT SK2 1 Indeks kompetensi, professional, dan integritas pegawai Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Indeks 70,00 71,00 73,00 76,00 80,00 - - - - - Ses Ditjen IKFT SK3 1 Indeks kepatuhan terhadap regulasi dalam IKPA Indeks 90,00 90,50 91,00 91,50 92,00 - - - - - Ses Ditjen IKFT 2 Nilai laporan keuangan Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Nilai 83,00 84,00 85,00 86,00 87,00 - - - - - Ses Ditjen IKFT 3 Nilai maturitas SPIP direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Nilai 3,26 3,27 3,27 3,28 3,28 - - - - - Ses Ditjen IKFT 4 Persentase nilai pengelolaan BMN terhadap total aset lancar Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Persen 76,00 77,00 78,00 79,00 80,00 - - - - - Ses Ditjen IKFT 5 Nilai kearsipan Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Nilai 76,00 77,00 78,00 79,00 80,00 - - - - - Ses Ditjen IKFT SK4 1 Tingkat kesesuaian dokumen perencanaan dengan rencana program dan kegiatan prioritas nasional Persen 95,00 96,00 96,00 96,00 96,00 - - - - - Ses Ditjen IKFT Kegiatan Penyusunan dan Evaluasi Program Penumbuhan dan Pengembangan Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Meningkatnya Kualitas Pelayanan Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Terwujudnya ASN Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil yang Profesional dan Berkepribadian Terwujudnya Birokrasi Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil yang Efektif, Efisien, dan Berorientasi pada Layanan Prima Tersusunnya Perencanaan Program, Pengelolaan Keuangan, serta Pengendalian yang Berkualitas dan Akuntabel Tersedianya Regulasi Pembangunan Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil yang Efektif jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 2 Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kementerian Perindustrian Nilai 77,00 78,00 79,00 80,00 81,00 - - - - - Ses Ditjen IKFT SK5 1 Data dan informasi sesuai dengan kebutuhan pengambil keputusan di lingkungan Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Skala 3 3,1 3,12 3,15 3,18 - - - - - Ses Ditjen IKFT 47,10 92,00 108,00 111,00 109,00 Tj 1 Laju pertumbuhan PDB industri kecil dan menengah pangan, barang dari kayu, dan furnitur Persen 7,2-7,6 7,5-7,9 7,7-8,0 7,9-8,3 8,2-8,6 - - - - - PBKF 2 Penyerapan tenaga kerja industri kecil dan menengah pangan, barang dari kayu, dan furnitur Juta orang 6,2-6,5 6,4-6,7 6,5-6,8 6,7-6,8 6,9-7,2 - - - - - PBKF SK 1 1 Terlaksananya pembinaan IKM pangan, barang dari kayu, dan furnitur dalam penggunaan e – business (e- smart IKM ) baik melalui workshop, pendampingan, maupun pembinaan lainnya IKM 1500 1500 1500 1500 1500 - - - - - PBKF SK2 1 Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) industri aneka (rerata tertimbang) Persen 37,70 38,46 39,23 40,01 40,81 - - - - - PBKF SK3 1 Proporsi nilai tambah IKM pangan, barang dari kayu, dan furnitur terhadap total nilai tambah industri pengolahan nonmigas Persen 18,50 18,80 19,20 19,60 20,00 - - - - - PBKF Penguatan Kewirausahaan dan Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 di Sektor Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur Meningkatnya Kemampuan Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur Dalam Negeri Meningkatnya Peran Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur Meningkatnya Kualitas Pelayanan Data dan Informasi Sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 2 Wirausaha baru industri kecil pangan, barang dari kayu, dan furnitur yang tumbuh WUB (Kumulatif) 1.400 2.800 4.200 5.600 7.000 - - - - - PBKF 3 IKM pangan, barang dari kayu, dan furnitur yang melakukan kemitraan dengan industri besar sedang dan sektor ekonomi lainnya IKM (Kumulatif) 10 20 40 65 80 - - - - - PBKF 4 Proporsi nilai penyaluran pinjaman perbankan kepada IKM pangan, barang dari kayu, dan furnitur Persen 2,4 2,75 3,35 4,05 5 - - - - - PBKF SK4 1 Sentra industri kecil dan menengah pangan, barang dari kayu, dan furnitur di luar Jawa yang beroperasi Sentra IKM 1 2 2 2 3 - - - - - PBKF 2 Jumlah sentra industri kecil dan menengah pangan, barang dari kayu, dan furnitur yang direvitalisasi Sentra IKM 37 37 39 39 39 - - - - - PBKF 48,36 100,00 115,00 119,00 118,00 Tj 1 Pertumbuhan industri aneka Persen 0,69 0,72 0,95 1,23 1,71 - - - - - KSKIA 2 Kontribusi industri aneka terhadap PDB Persen 0,11 0,12 0,13 0,14 0,15 - - - - - KSKIA 3 Jumlah tenaga kerja di sektor industri aneka Ribu Orang 747,43 782,21 819,58 860,16 903,61 - - - - - KSKIA 4 Nilai ekspor produk industri aneka US$ Juta 8.801 9.197 9.743 10.431 11.263 - - - - - KSKIA 5 Laju pertumbuhan PDB industri kecil dan menengah kimia, sandang, dan kerajinan Persen 4,7-5,0 5,1-5,5 5,5-5,8 5,9-6,3 6,2-6,6 - - - - - KSKIA Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Kerajinan, dan Industri Aneka Meningkatnya Peran Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Kerajinan, dan Industri Aneka Meningkatnya Persebaran Industri Kecil dan Menengah Pangan, Barang dari Kayu, dan Furnitur jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 6 Penyerapan tenaga kerja industri kecil dan menengah kimia, sandang, dan kerajinan Juta orang 3,4-3,5 3,4-3,5 3,5-3,6 3,6-3,7 3,7-3,8 - - - - - KSKIA SK1 1 Persentase tenaga kerja di sektor industri aneka terhadap total pekerja Persen 0,58 0,60 0,61 0,63 0,65 - - - - - KSKIA 2 Produktivitas tenaga kerja sektor industri aneka Rp Juta /orang/tahun 20,02 20,39 20,90 21,70 22,76 - - - - - KSKIA 3 Nilai investasi sektor industri aneka Rp. Triliun 1,80 2,10 2,45 2,85 3,31 - - - - - KSKIA SK2 1 Terlaksananya pembinaan IKM kimia, sandang, kerajinan, dan industri aneka dalam penggunaan e – business (e-smart IKM) baik melalui workshop, pendampingan, maupun pembinaan lainnya IKM 1500 1500 1500 1500 1500 - - - - - KSKIA 2 Kontribusi ekspor produk industri Aneka berteknologi tinggi Persen 0,15 0,16 0,17 0,18 0,19 - - - - - ITKAK SK3 1 Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) industri aneka (rerata tertimbang) Persen 37,70 38,46 39,23 40,01 40,81 - - - - - KSKIA SK4 1 Pertumbuhan ekspor industri aneka Persen 3,47 4,51 5,93 7,07 7,97 - - - - - KSKIA 2 Kontribusi ekspor produk industri aneka terhadap total ekspor Persen 4,74 4,65 4,55 4,42 4,29 - - - - - KSKIA 3 Rasio impor bahan baku sektor industri aneka terhadap PDB sektor industri nonmigas Persen 0,36 0,35 0,34 0,33 0,32 - - - - - KSKIA Meningkatnya Penguasaan Pasar Industri Aneka Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Aneka Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 di Sektor Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Kerajinan, dan Industri Aneka Meningkatnya Kemampuan Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Kerajinan, dan Industri Aneka Dalam Negeri jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 SK5 1 Proporsi nilai tambah IKM kimia, sandang, dan kerajinan terhadap total nilai tambah industri pengolahan nonmigas Persen 18,50 18,80 19,20 19,60 20 - - - - - KSKIA 2 Wirausaha baru industri kecil kimia, sandang, dan kerajinan yang tumbuh WUB (Kumulatif) 1400 2800 4200 5600 7000 - - - - - KSKIA 3 IKM kimia, sandang, dan kerajinan yang melakukan kemitraan dengan industri besar sedang dan sektor ekonomi lainnya IKM (Kumulatif) 20 60 90 120 160 - - - - - KSKIA 4 Proporsi nilai penyaluran pinjaman perbankan kepada IKM kimia, sandang, dan kerajinan Persen 2,4 2,75 3,35 4,05 5 - - - - - KSKIA SK6 1 Sentra industri kecil dan menengah kimia, sandang, dan kerajinan di luar Jawa yang beroperasi Sentra IKM 1 2 2 2 3 - - - - - KSKIA 2 Jumlah sentra IKM kimia, sandang, dan kerajinan yang direvitalisasi Sentra IKM 35 35 37 37 37 - - - - - KSKIA 46,17 90,00 105,00 109,00 107,00 Tj 1 Laju pertumbuhan PDB industri kecil dan menengah logam, mesin, elektronika, dan alat angkut Persen 3,9-4,3 4,5-4,9 4,8-5,2 5,3-5,7 5,7-6,0 - - - - - LMEA 2 Penyerapan tenaga kerja industri kecil dan menengah logam, mesin, elektronika, dan alat angkut Juta orang 0,70-0,79 0,75-0,84 0,80-0,89 0,85-0,94 0,94-1,0 - - - - - LMEA Penguatan Kewirausahaan dan Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Meningkatnya Persebaran Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, Kerajinan, dan Industri Aneka Meningkatnya Peran Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 SK1 1 Tumbuhnya startup IKM logam, mesin, elektronika, dan alat angkut berbasis teknologi IKM 20 60 100 160 260 (kumulatif) - - - - - LMEA 2 Terlaksananya pembinaan IKM logam, mesin, elektronika, dan alat angkut dalam penggunaan e – business (e-smart IKM) baik melalui workshop, pendampingan, maupun pembinaan lainnya IKM 1500 1500 1500 1500 1500 - - - - - LMEA SK2 1 Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) industri aneka (rerata tertimbang) Persen 37,70 38,46 39,23 40,01 40,81 - - - - - LMEA SK3 1 Proporsi nilai tambah IKM logam, mesin, elektronika, dan alat angkut terhadap total nilai tambah industri pengolahan nonmigas Persen 18,5 18,8 19,2 19,6 20 - - - - - LMEA 2 Wirausaha baru industri kecil logam, mesin, elektronika, dan alat angkut yang tumbuh WUB (Kumulatif) 1200 2400 3600 4800 6000 - - - - - LMEA 3 IKM logam, mesin, elektronika, dan alat angkut yang melakukan kemitraan dengan industri besar sedang dan sektor ekonomi lainnya IKM (Kumulatif) 20 40 60 80 100 - - - - - LMEA 4 Proporsi nilai penyaluran pinjaman perbankan kepada IKM logam, mesin, elektronika, dan alat angkut Persen 2,40 2,75 3,35 4,05 5 - - - - - LMEA SK4 1 Sentra industri kecil dan menengah logam, mesin, elektronika, dan alat angkut di luar Jawa yang beroperasi Sentra IKM 1 2 2 2 3 - - - - - LMEA Meningkatnya Persebaran Industri Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 di Sektor Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Meningkatnya Kemampuan Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Dalam Negeri Penguatan Kewirausahaan dan Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat angkut jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 2 Jumlah sentra IKM logam, mesin, elektronika, dan alat angkut yang direvitalisasi Sentra IKM 22 24 26 29 32 - - - - - LMEA 145,22 273,00 227,00 216,00 221,00 Tj 1 Tingkat kepuasan pegawai atas pelayanan Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Nilai 81,00 82,00 83,00 84,00 85,00 - - - - - Set Ditjen IKMA SK1 1 Terlaksananya IKM dalam penggunaan e – business (e-smart IKM ) melalui workshop, pendampingan, maupun pembinaan lainnya IKM 1500 1500 1500 1500 1500 - - - - - Set Ditjen IKMA 2 Terbentuknya platform pusat bantuan IKM (service center ) Unit 1 1 1 1 1 - - - - - Set Ditjen IKMA SK2 1 Proporsi nilai tambah IKM terhadap total nilai tambah industri pengolahan nonmigas Persen 18,5 18,8 19,2 19,6 20 - - - - - Set Ditjen IKMA (Pusat, BPIPI, Dekonsentrasi IKM) SK3 1 Jumlah regulasi/ peraturan Regulasi 1 1 1 1 1 - - - - - Set Ditjen IKMA 2 Jumlah usulan insentif dan disinsentif bagi IKMA Dokumen 1 1 1 1 1 - - - - - Set Ditjen IKMA 3 Alternatif skema pembiayaan khusus IKM Skema 1 1 1 1 1 - - - - - Set Ditjen IKMA 4 Jumlah IKM yang dilayani di klinik HKI dan kemasan IKM 200 250 300 300 300 - - - - - Set Ditjen IKMA SK4 1 Jumlah kerjasama yang dilakukan dan tindak lanjut Kerjasama 3 3 4 4 4 - - - - - Set Ditjen IKMA 2 Penyediaan dan pemberdayaan tenaga penyuluh (TPL, penyuluh) Penyuluh 240 240 240 240 240 - - - - - Set Ditjen IKMA Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 di Sektor Industri Kecil Menengah, dan Aneka Penguatan Kewirausahaan dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Berkembangnya Ekosistem Bisnis yang Kondusif dan Mendukung Pemberdayaan IKM Kegiatan Penyusunan dan Evaluasi Program Penumbuhan dan Pengembangan Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Meningkatnya Kualitas Pelayanan Sekretariat Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Meningkatkan Kerjasama dengan Lembaga Pendidikan, Lembaga Litbang, Lembaga Pembiayaan, Asosiasi Industri, Asosiasi Profesi dan lainnya serta Penguatan Kelembagaan jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 SK5 1 Indeks kompetensi, professional, dan integritas pegawai Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Indeks 70,00 71,00 73,00 76,00 80,00 - - - - - Set Ditjen IKMA SK6 1 Indeks kepatuhan terhadap regulasi dalam IKPA Indeks 90,00 90,50 91,00 91,50 92,00 - - - - - Set Ditjen IKMA 2 Nilai Laporan Keuangan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Nilai 83,00 84,00 85,00 86,00 87,00 - - - - - Set Ditjen IKMA 3 Nilai maturitas SPIP Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Nilai 3,26 3,27 3,27 3,28 3,28 - - - - - Set Ditjen IKMA 4 Persentase nilai pengelolaan BMN terhadap total aset lancar Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Persen 76,00 77,00 78,00 79,00 80,00 - - - - - Set Ditjen IKMA 5 Nilai kearsipan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Nilai 76,00 77,00 78,00 79,00 80,00 - - - - - Set Ditjen IKMA SK7 1 Tingkat kesesuaian dokumen perencanaan dengan rencana program dan kegiatan prioritas nasional Persen 95,00 96,00 96,00 96,00 96,00 - - - - - Set Ditjen IKMA 2 Nilai SAKIP Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Nilai 77,00 78,00 79,00 80,00 81,00 - - - - - Set Ditjen IKMA 5,92 14,00 16,50 18,50 21,50 SK1 1 Rekomendasi kebijakan teknis dalam meningkatkan ketahanan dan iklim usaha industri Rekomendasi 9 10 10 11 12 - - - - - KIUI Kegiatan Peningkatan Ketahanan dan Iklim Usaha Industri Fasilitasi dan Pendampingan Industri Tersusunnya Perencanaan Program, Pengelolaan Keuangan, serta Pengendalian yang Berkualitas dan Akuntabel Terwujudnya ASN Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka yang Profesional dan Berkepribadian Terwujudnya Birokrasi Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka yang Efektif, Efisien, dan Berorientasi pada Layanan Prima jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 2 Industri Dalam Negeri (IDN) yang mendapatkan fasilitasi dan pendampingan peningkatan daya tahan industri IDN 12 12 13 14 15 - - - - - KIUI 3 Rekomendasi penyelesaian hambatan ekspor NTB - 2 2 2 2 - - - - - KIUI 4 Kebijakan yang diharmonisasikan Kebijakan - 2 3 3 4 - - - - - KIUI 38,04 25,10 29,40 33,90 36,50 SK1 1 Kesepakatan industri dalam jaringan produksi global Kesepakatan 10 2 2 2 2 - - - - - ASDIPI 2 Industri yang difasilitasi kemitraan jaringan produksi global Perusahaan - 10 10 10 10 - - - - - ASDIPI 3 Peningkatan kemampuan ekspor industri Perusahaan - 500 500 500 500 - - - - - ASDIPI SK2 1 Peningkatan peluang investasi sektor industri LoI 3 3 4 5 5 - - - - - ASDIPI 2 Layanan pendampingan investasi perusahaan multinasional Investor 2 3 3 4 5 - - - - - ASDIPI SK3 1 Fasilitasi dan penjajagan kerjasama SDI dengan negara mitra Negara mitra 2 4 4 5 5 - - - - - ASDIPI 2 Pemanfaatan SDI luar negeri oleh industri SDI - 2 3 4 4 - - - - - ASDIPI 4,69 11,50 14,00 16,00 17,00 SK1 1 Utilisasi tarif preferensi FTA/PTA/EPA Persen 30 35 40 45 50 - - - - - AII 2 Rekomendasi inisiasi FTA/PTA Rekomendasi 1 1 1 1 1 - - - - - AII Kebutuhan Sumber Daya Industri yang Terfasilitasi Kegiatan Pengembangan Akses Industri Internasional Ekspansi Produk dan Jasa Industri di Luar Negeri Kegiatan Pengembangan Akses Sumber Daya Industri Internasional Pemasaran Global Investasi Perusahaan Multinasional jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 6,5 54,0 35,0 35,2 35,5 SK1 1 Kawasan Industri (KI) prioritas di luar pulau Jawa yang beroperasi dan meningkatkan investasi KI 11 13 15 16 17 - - - - - PI 2 KI yang dikembangkan KI 18 22 26 30 33 - - - - - PI 3 KI dengan zona tematik yang beroperasi KI 2 2 3 3 3 - - - - - PI 4 Persentase nilai tambah yang diciptakan di luar pulau Jawa Persen 29,9 30,7 31,5 32,3 33,1 - - - - - PI 4 Database Kawasan Industri Persen 0 30 50 70 80 - - - - - PI 5 Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) yang dikembangkan WPPI 3 3 3 3 3 - - - - - PI 6 Kawasan Peruntukan Industri (KPI) yang dikembangkan KPI 3 10 10 10 10 - - - - - PI SK2 1 Regulasi pengembangan wilayah industri Kebijakan 2 2 2 2 2 - - - - - PI 46,82 67,40 87,10 87,40 89,50 SK1 1 Nilai SAKIP Ditjen KPAII Nilai 80 81 82 83 85 - - - - - Set Ditjen KPAII SK2 1 Kerjasama selatan-selatan dan triangular Kerjasama 1 2 3 3 3 - - - - - Set Ditjen KPAII SK3 1 Rekomendasi industrial & market intelligent Rekomendasi 6 8 10 10 12 - - - - - Set Ditjen KPAII SK4 1 Helpdesk industri akses global Modul - 1 6 8 10 - - - - - Set Ditjen KPAII Kegiatan Penyusunan dan Evaluasi Program Peningkatan Ketahanan, Pengembangan Perwilayahan Industri serta pengembangan Akses Industri Internasional Akuntabilitas Manajemen Organisasi Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular Industrial intelligence dan peluang kerja sama industri di luar negeri Informasi akses industri global Kegiatan Pengembangan Wilayah Industri Penyebaran Industri di Luar Jawa Tersedianya NSPK Pengembangan Wilayah Industri jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 568 1.298 1.288 1.279 1.270 Tj 1 Efisiensi perusahaan industri yang memanfaatkan hasil riset/inovasi Persen 5 6 7 8 10 - - - - - Puslitbang IA, Puslitbang IKFTLMATE, Balai Besar, Baristand, BPPSI SP1 1 Persentase hasil riset lima tahun terakhir yang telah dimanfaatkan oleh industri Persen 15 17 20 25 30 - - - - - Balai Besar, Baristand, BPPSI 2 Perusahaan industri/badan usaha yang memanfaatkan paket teknologi/supervisi/ konsultasi Perusahaan (akumulasi) 50 100 160 220 280 - - - - - Puslitbang IA, Puslitbang IKFTLMATE, Balai Besar, Baristand, BPPSI SP2 1 Persentase litbangyasa yang memanfaatkan teknologi 4.0 dibandingkan total litbangyasa pada tahun berjalan Persen 20 22 25 28 35 - - - - - Balai Besar, Baristand, BPPSI SP3 1 Persentase SNI bidang industri yang diterapkan Persen 5 7 10 15 20 - - - - - PSI 2 Efisiensi perusahaan industri yang menerapkan prinsip industri hijau Persen 3 4 5 6 7 - - - - - PIH SP4 1 Persentase rancangan kebijakan yang telah diusulkan untuk ditindaklanjuti/ diharmonisasi Persen 50 50 50 50 50 - - - - - Puslitbang IA, Puslitbang IKFTLMATE, PSI, PIH Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Pengolahan Nonmigas Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 Meningkatnya Kemampuan Industri Dalam Negeri Tersedianya Kebijakan Pembangunan Industri yang Efektif Program Riset dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Meningkatnya Kontribusi Inovasi dalam rangka Mendukung Pertumbuhan PDB Industri Pengolahan Nonmigas jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 SP5 1 Perusahaan industri menengah besar yang tersertifikasi Standar Industri Hijau (SIH) berdasarkan SIH yang ditetapkan Persen 9 9 9 10 10 - - - - - PIH 2 Kepatuhan Lembaga Sertifikasi Industri Hijau terhadap regulasi dalam melaksanakan proses sertifikasi Persen 100 100 100 100 100 - - - - - PIH 3 Kepatuhan Lembaga Penilaian Kesesuaian dalam menerbitkan SPPT SNI/sertifikat kesesuaian sesuai regulasi Persen 100 100 100 100 100 - - - - - PSI 4 Rata-rata Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap layanan jasa industri Indeks 3,5 3,5 3,6 3,6 3,6 - - - - - Balai Besar, Baristand, BPPSI, BSI 5 Proporsi riset berbasis kerjasama/kolaborasi Persen 50 75 100 100 100 - - - - - Puslitbang IA, Puslitbang IKFTLMATE,6 Wirausaha Industri (WI) yang berhasil diinkubasi Persen 10 10 10 10 10 - - - - - Balai Besar, Baristand 7,82 155,00 54,12 55,12 54,34 SK1 1 Persentase SNI bidang industri yang diterapkan Persen 5 7 10 15 20 - - - - - PSI 6,11 31,05 33,80 36,45 40,15 SK1 1 Efisiensi perusahaan industri yang menerapkan prinsip industri hijau Persen 3 4 5 6 7 - - - - - PIH 41,61 183,22 167,44 124,51 139,63 SK1 1 Rata-rata indeks profesionalitas ASN Indeks 71 74 76 78 81 - - - - - Set BPPI 2 Nilai disiplin pegawai Nilai 79 79,5 80 80,5 81 - - - - - Set BPPI Kegiatan Pengembangan, Penerapan dan Pengawasan Standardisasi Industri Meningkatnya Kemampuan Industri dalam Negeri Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau Meningkatnya kemampuan industri dalam negeri Kegiatan Penyusunan rencana dan evaluasi program pengembangan teknologi dan kebijakan industri Meningkatnya Kemampuan Industri dalam Negeri Terselenggaranya Urusan Pemerintahan di Bidang Perindustrian yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 SK2 1 Rata-rata tingkat kepatuhan Satker terhadap Standar Operasional Aparatur Administrasi Pemerintah (SOP AP) Persen 60 70 80 90 100 - - - - - Set BPPI 2 Persentase Satker yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Pelayanan Publik Terpadu Persen 21 42 63 83 100 - - - - - Set BPPI SK3 1 Satker yang memperoleh tingkat maturitas pengendalian internal (SPIP) mencapai minimal level 3,8 Persen 56 60 64 72 80 - - - - - Set BPPI 2 Satker yang memperoleh nilai akuntabilitas kinerja minimal A Persen 75 80 83 86 90 - - - - - Set BPPI 3 Satker yang memperoleh nilai laporan keuangan minimal 90 Persen 72 80 84 88 92 - - - - - Set BPPI 4,26 140,03 149,05 149,75 150,15 SK1 1 Perusahaan industri/badan usaha yang memanfaatkan hasil riset/inovasi/paket teknologi/konsultasi Perusahaan (akumulasi) 14 25 40 55 70 - - - - - Puslitbang IA SK2 1 Rancangan kebijakan terkait implementasi industri 4.0 Rancangan Kebijakan (akumulasi) 1 2 3 4 5 - - - - - Puslitbang IA 4,02 248,24 246,39 247,19 246,39 SK1 1 Perusahaan industri/badan usaha yang memanfaatkan hasil riset/inovasi/paket teknologi/konsultasi Perusahaan/ badan usaha (akumulasi) 9 25 40 55 70 - - - - - Puslitbang IKFTLMATE SK2 1 Perusahaan industri yang bertransformasi menuju industri 4.0 Perusahaan (akumulasi) 3 6 9 12 15 - - - - - Puslitbang IKFTLMATE Meningkatnya Kinerja Litbangyasa dalam Rangka Mendukung Daya Saing dan Kemandirian Industri Pengolahan Nonmigas Meningkatnya Penerapan Teknologi 4.0 untuk Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 Membangun Sistem Manajemen dan Informasi Terintegrasi Memperkuat Akuntabilitas Kinerja Organisasi Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Industri Agro Meningkatnya Kinerja Litbangyasa dalam Rangka Mendukung Daya Saing dan Kemandirian Industri Meningkatnya Penerapan Teknologi 4.0 untuk Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 504,42 540,46 637,19 665,98 639,34 SK1 1 Persentase hasil riset/inovasi lima tahun terakhir yang dimanfaatkan perusahaan industri/badan usaha Persen 15 17 20 25 30 - - - - - Balai Besar, Baristand, BPPSI 2 Perusahaan industri/badan usaha yang memanfaatkan paket teknologi/supervisi/ konsultasi Perusahaan/ badan usaha (akumulasi) 31 50 80 110 140 - - - - - Balai Besar, Baristand, BPPSI SK2 1 Persentase litbangyasa yang memanfaatkan teknologi 4.0 dibandingkan total litbangyasa pada tahun berjalan Persen 20 22 25 28 35 - - - - - Balai Besar, Baristand, BPPSI 754 985 985 985 985 SP1 1 Lulusan pelatihan vokasi industri berbasis kompetensi Orang 36.000 38.000 36.000 27.000 20.000 - - - - - Pusdiklat Industri 2 Calon tenaga kerja program dual system yang meningkat kompetensinya Orang 3.200 4.000 5.000 5.900 6.400 - - - - - PPKVI 3 Calon tenaga kerja yang memiliki sertifikasi internasional Orang 1.000 1.100 1.200 1.300 1.400 - - - - - PPKVI 4 Persentase lulusan pendidikan vokasi yang mendapatkan pekerjaan dalam 1 tahun setelah kelulusan Persen 75 79 82 85 88 - - - - - PPKVI SP2 1 Perusahaan yang memanfaatkan layanan industri Perusahaan 170 180 190 200 210 - - - - - PPKVI 2 Nilai minimum akreditasi program studi di Politeknik Nilai B B B B A - - - - - PPKVI Meningkatkan Tenaga Kerja Industri yang Kompeten Meningkatkan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Industri Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri Meningkatnya Kinerja Litbangyasa dalam Rangka Mendukung Daya Saing dan Kemandirian Industri Pengolahan Nonmigas Meningkatnya Penerapan Teknologi 4.0 untuk Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 3 Penelitian yang didesiminasikan melalui seminar nasional dan internasional Penelitian 140 160 200 230 250 - - - - - PPKVI 4 Tenaga pengajar yang meningkat kemampuan dan kompetensinya Orang 125 140 190 220 260 - - - - - PPKVI 5 Implementasi industri 4.0 pada pendidikan vokasi Pilot Project 34 44 55 66 77 - - - - - Set.BPSDMI SP3 1 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang industri SKKNI 20 20 20 20 20 - - - - - Pusdiklat Industri 2 Fasilitasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUP) bidang industri LSP dan TUK 20 20 20 20 20 - - - - - Pusdiklat Industri 3 Asesor kompetensi dan lisensi Asesor 290 300 310 320 330 - - - - - Pusdiklat Industri 4 Wirausaha industri yang tumbuh WUB 150 180 200 220 240 - - - - - Pusdiklat Industri 42,32 55,71 57,30 59,08 60,71 SK1 1 Tingkat kepuasan pegawai atas pelayanan Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Nilai 70 72 74 76 78 - - - - - Set. BPSDMI SK2 1 Indeks kompetensi, professional, dan integritas pegawai Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Indeks 70 71 73 76 80 - - - - - Set. BPSDMI SK3 1 Nilai Laporan Keuangan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Nilai 70 72 74 76 78 - - - - - Set. BPSDMI Terwujudnya Birokrasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri yang Efektif, Efisien, dan Berorientasi pada Layanan Prima Meningkatkan Infrastruktur Kompetensi Industri Kegiatan Penyusunan dan Evaluasi Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Meningkatnya Kualitas Pelayanan Sekretariat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Terwujudnya ASN Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 2 Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Internal Pemerintah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Persen 70 72 74 76 78 - - - - - Set. BPSDMI 149,45 274,47 265,97 223,99 190,90 SK1 1 Tenaga kerja industri yang mendapatkan Sertifikasi Kompetensi Orang 20.000 20.000 10.000 10.000 5.000 - - - - - Pusdiklat Industri 2 Pelatihan 3 in 1 bagi calon tenaga kerja industri Orang 36000 38000 36000 27000 20000 - - - - - Pusdiklat Industri SK2 1 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang industri SKKNI 20 20 20 20 20 - - - - - Pusdiklat Industri 2 Fasilitasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUP) bidang industri LSP dan TUK 20 20 20 20 20 - - - - - Pusdiklat Industri 3 Asesor kompetensi dan lisensi Asesor 290 300 310 320 330 - - - - - Pusdiklat Industri 4 Wirausaha industri yang tumbuh WUB 150 180 200 220 240 - - - - - Pusdiklat Industri 341,12 391,15 384,95 406,21 421,62 SK1 1 Tenaga kerja industri tingkat ahli yang kompeten Orang 2.500 2.600 2.800 2.900 2.900 - - - - - PPKVI 2 Tenaga kerja industri lulusan D1 industri yang kompeten Orang 700 800 900 1000 1000 - - - - - PPKVI 3 Calon tenaga kerja program dual system yang meningkat kompetensinya Orang 3200 4000 5000 5900 6400 - - - - - PPKVI SK2 1 Implementasi industri 4.0 pada pendidikan vokasi Pilot Project 9 12 17 22 27 - - - - - PPKVI 2 Pusat inovasi dan pengembangan industri 4.0 Utilisasi 30% 50% 70% 90% 95% - - - - - Set.BPSDMI Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 Kegiatan Peningkatan Kualitas SDM Industri Terselenggaranya Urusan Pemerintahan di Bidang Perindustrian yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan Terselenggaranya Pembangunan Infrastruktur Kompetensi Industri Kegiatan Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi Vokasi Industri Berbasis Kompetensi Menuju Dual System Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Pengolahan Nonmigas jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 3 ASN dan tenaga kerja industri yang kompeten di bidang industri 4.0 Orang 500 600 700 800 500 - - - - - Set.BPSDMI SK3 1 Ijin pendirian dan penyelenggaraan pendidikan Akademi Komunitas / Politeknik Industri di WPPI / KI Unit 3 4 5 6 7 - - - - - PPKVI 2 Terbangunnya sarana dan prasarana pendidikan Akademi Komunitas / Politeknik Industri berbasis kompetensi di WPPI / KI Unit 1 2 3 4 5 - - - - - PPKVI 3 Penelitian yang didesiminasikan Penelitian 140 160 200 230 250 - - - - - PPKVI 4 Nilai minimum akreditasi program studi di Politeknik Nilai B B B B A - - - - - PPKVI 5 Prosentase lulusan program studi keteknikan industri Persen 97% 97% 97% 98% 99% - - - - - PPKVI 6 Prosentase lulusan sekolah industri yang terserap oleh sektor industri Persen 78 81 85 86 89 - - - - - PPKVI 7 Tenaga pengajar yang meningkat kemampuan dan kompetensinya Orang 125 140 190 220 260 - - - - - PPKVI 8 Perusahaan yang memanfaatkan layanan Industri Perusahaan 170 180 190 200 210 - - - - - PPKVI 207,37 248,28 261,39 280,33 296,38 SK1 1 Tenaga kerja industri terampil yang kompeten Orang 2000 2100 2200 2400 2000 - - - - - PPKVI 2 Calon tenaga kerja program dual system yang meningkat kompetensinya Orang 1000 1200 1500 1800 2100 - - - - - PPKVI 3 Calon tenaga kerja yang memiliki sertifikasi internasional Orang 1000 1100 1200 1300 1400 - - - - - PPKVI Terselenggaranya Urusan Pemerintahan di Bidang Perindustrian yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan Kegiatan Peningkatan Kualitas Pendidikan Menengah Kejuruan Industri Berbasis Kompetensi Menuju Dual System Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Pengolahan Nonmigas jdih.kemenperin.go.id 2023 2024 2020 2021 Program/ Kegiatan Sasaran Strategis / Sasaran Program / Sasaran Kegiatan / IKU / IK Satuan Target Alokasi (dalam milyar rupiah) Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 20242022 2023 4 Prosentase lulusan program studi keteknikan industri Persen 97% 97% 97% 98% 99% - - - - - PPKVI 5 Prosentase lulusan sekolah industri yang terserap oleh sektor industri Persen 73 76 80 84 86 - - - - - PPKVI 6 Pengembangan SMK berbasis kompetensi yang Link and Match dengan industri SMK 965 965 965 965 965 - - - - - PPKVI 7 Guru produktif kompeten yang mengikuti pelatihan dan pemagangan Orang 4160 4160 2080 2080 2080 - - - - - PPKVI 8 Insentif Silver Expert Orang 144 144 144 144 144 - - - - - PPKVI SK2 Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 1 Implementasi industri 4.0 pada pendidikan vokasi Pilot Project 25 32 38 44 50 - - - - - Set. BPSDMI 13,77 15,39 15,39 15,39 15,39 SK1 1 ASN yang meningkat kompetensinya ASN 500 550 600 650 700 - - - - - Pusdiklat Industri Kegiatan Peningkatan Kompetensi ASN Terwujudnya ASN Kementerian Perindustrian yang Professional dan Berkepribadian jdih.kemenperin.go.id TABEL 2 PEDOMAN KINERJA RENSTRA KEMENPERIN 2020-2024 Kode Indikator Kinerja Baseline 2019 Target 2020 2021 2022 2023 2024 Tj Meningkatnya Peran Sektor Industri dalam Perekonomian Nasional Tj.1 Pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas 4,3 5,3 5,8 6,8 7,8 8,4 DEFINISI/DESKRIPSI Peran industri dalam perekonomian diindikasikan melalui perkembangan laju pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas, peningkatan kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap PDB, tenaga kerja di sektor industri, dan nilai ekspor produk industri pengolahan nonmigas. PDB industri pengolahan merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan sektor industri pengolahan dalam jangka waktu tertentu. PDB industri pengolahan terdiri dari sektor industri batubara dan pengilangan migas yang dikelola oleh Kementerian ESDM dan sektor industri pengolahan nonmigas yang dikelola oleh Kementerian Perindustrian. Sehingga Kementerian Perindustrian mengupayakan peningkatan nilai PDB industri pengolahan nonmigas setiap tahunnya. Data pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas menggunakan data yang dipublikasikan oleh BPS pada awal tahun anggaran berikutnya. SUMBER DATA Data pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). CARA MENGHITUNG (FORMULA) Pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas = (PDB Atas Dasar Harga Konstan Industri Pengolahan Nonmigas Periode (t) - PDB Atas Dasar Harga Konstan Industri Pengolahan Nonmigas Periode (t-1))/PDB Atas Dasar Harga Konstan Industri Pengolahan Nonmigas Periode (t-1) dikali 100%. SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA Persen Maksimasi Ditjen IA, ILMATE, IKFT dan IKMA jdih.kemenperin.go.id Kode Indikator Kinerja Baseline 2019 Target 2020 2021 2022 2023 2024 Tj Meningkatnya Peran Sektor Industri dalam Perekonomian Nasional Tj.2 Kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap PDB 17,5 17,8 18,0 18,3 18,6 18,9 DEFINISI/DESKRIPSI Menurut tren pertumbuhan PDB tahun 2015-2019, sektor industri pengolahan nonmigas merupakan sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam perkembangan PDB nasional sehingga diharapkan pertumbuhan PDB sektor industri pengolahan nonmigas terus didorong dapat tumbuh pesat. SUMBER DATA Data distribusi PDB yang dipublikasikan oleh BPS. CARA MENGHITUNG (FORMULA) Kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap PDB dihitung dengan membagi nilai PDB Atas Dasar Harga Berlaku Industri Pengolahan Nonmigas dengan total PDB Atas Dasar Harga Berlaku dikali 100%. SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA Persen Maksimasi Ditjen IA, ILMATE, IKFT dan IKMA Kode Indikator Kinerja Baseline 2019 Target 2020 2021 2022 2023 2024 Tj Meningkatnya Peran Sektor Industri dalam Perekonomian Nasional Tj.3 Tenaga kerja di sektor industri nonmigas 18,9 19,2 19,9 20,6 21,5 22,5 DEFINISI/DESKRIPSI Sehubungan dengan sektor industri merupakan kontributor terbesar dalam PDB, sektor industri diharapkan menjadi leading sector yang mampu mengungkit sektor lainnya serta membuka lapangan pekerjaan. Jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor industri dihitung menggunakan data Sakernas. SUMBER DATA Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dipublikasikan oleh BPS. CARA MENGHITUNG (FORMULA) Berdasarkan jumlah tenaga kerja yang terserap di sektor industri pengolahan dari Sakernas. SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA Juta Orang Maksimasi Ditjen IA, ILMATE, IKFT dan IKMA jdih.kemenperin.go.id Kode Indikator Kinerja Baseline 2019 Target 2020 2021 2022 2023 2024 Tj Meningkatnya Peran Sektor Industri dalam Perekonomian Nasional Tj.4 Nilai ekspor produk industri pengolahan nonmigas 126,6 133,1 141,6 151,9 164,9 181,6 DEFINISI/DESKRIPSI Nilai ekspor produk industri pengolahan nonmigas berdasarkan data yang dikeluarkan BPS. SUMBER DATA Data ekspor produk industri pengolahan nonmigas yang dipublikasikan oleh BPS. CARA MENGHITUNG (FORMULA) Berdasarkan nilai ekspor produk industri pengolahan nonmigas dari BPS. SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA US$ Miliar Maksimasi Ditjen IA, ILMATE, IKFT dan IKMA Kode Indikator Kinerja Baseline 2019 Target 2020 2021 2022 2023 2024 S1 Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Pengolahan Nonmigas S1.1 Persentase tenaga kerja di sektor industri nonmigas terhadap total pekerja 14,9 15,0 15,2 15,4 15,5 15,7 DEFINISI/DESKRIPSI Meningkatnya daya saing dan kemandirian industri pengolahan nonmigas dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan produk dalam negeri dibandingkan dengan seluruh pangsa pasar baik dalam negeri maupun luar negeri. Peningkatan daya saing dan kemandirian dilakukan melalui pengembangan inovasi dan penguasaan teknologi industri yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, nilai tambah, daya saing, dan kemandirian industri nasional. Dengan semakin tingginya penyerapan tenaga kerja di sektor industri nonmigas merupakan salah satu indikasi bahwa industri nasional semakin mandiri, maju, dan berdaya saing. Persentase tenaga kerja di sektor industri nonmigas terhadap total pekerja dihitung menggunakan data Sakernas. SUMBER DATA Data Sakernas yang dipublikasikan oleh BPS. CARA MENGHITUNG (FORMULA) Jumlah Tenaga Kerja Sektor Industri nonmigas dibagi Total Tenaga Kerja dikali 100%. SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA Persen Maksimasi Ditjen IA, ILMATE, IKFT dan IKMA jdih.kemenperin.go.id Kode Indikator Kinerja Baseline 2019 Target 2020 2021 2022 2023 2024 S1 Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Pengolahan Nonmigas S1.2 Produktivitas tenaga kerja sektor industri nonmigas 109,1 111,8 113,8 116,7 120,3 124,7 DEFINISI/DESKRIPSI Semakin tinggi tingkat produktivitas tenaga kerja sektor industri, maka semakin tinggi efisiensi perusahaan dalam memproduksi barang/jasa. Untuk itu, maka penyediaan SDM industri yang terampil menjadi salah satu yang menjadi prioritas untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan daya saing industri nasional. Nilai produktivitas tenaga kerja sektor industri nonmigas merupakan pembagian antara nilai tambah sektor industri nonmigas dan jumlah tenaga kerja di sektor industri nonmigas. SUMBER DATA Data PDB dan Sakernas yang dipublikasikan oleh BPS dan diolah oleh Pusdatin. CARA MENGHITUNG (FORMULA) Produktivitas tenaga kerja sektor industri nonmigas didapatkan dengan pembagian antara PDB industri nonmigas harga konstan dan jumlah tenaga kerja di sektor industri nonmigas dari Sakernas. SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA Rp. Juta/Orang/Tahun Maksimasi Ditjen IA, ILMATE, IKFT dan IKMA jdih.kemenperin.go.id Kode Indikator Kinerja Baseline 2019 Target 2020 2021 2022 2023 2024 S1 Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Pengolahan Nonmigas S1.3 Produktivitas sektor industri pengolahan nonmigas 2,02 1,99 2,03 2,06 2,11 2,15 DEFINISI/DESKRIPSI Produktivitas sektor industri pengolahan nonmigas merupakan pembagian antara nilai output dengan nilai input antara (intermediate input) di sektor industri besar sedang. Nilai output adalah nilai keluaran yang dihasilkan dari proses kegiatan industri meliputi: barang yang dihasilkan; tenaga listrik yang dijual; jasa industri yang diterima dari pihak lain; selisih nilai stok barang setengah jadi; dan penerimaan lain dari jasa nonindustri. Sedangkan nilai input antara meliputi: biaya bahan baku; bahan bakar, tenaga listrik dan gas; dan sewa gedung, mesin dan alat- alat. SUMBER DATA Data Input dan Output Sektor Industri Skala Menengah Besar yang dipublikasikan oleh BPS dan diolah oleh Pusdatin CARA MENGHITUNG (FORMULA) Nilai Output Sektor Industri Skala Menengah Besar dibagi Nilai Input Antara Sektor Industri Skala Menengah Besar. Nilai Output dan Input Antara Industri Skala Menengah Besar mempunyai lag/keterlambatan 2 (dua) tahun. Untuk itu dilakukan prognosa dilakukan sebagai berikut: Output (t) = Output (t-2)*(1+ i (t-1))(1+i(t)) dimana Output(t)= output pada periode (t) dan i(t)= pertumbuhan indeks produksi IBS pada periode ke (t). Input (t) = Input (t-2)*(1+d(t-1))(1+d(t) dimana Input (t)= input antara pada periode (t) dan d(t)= pertumbuhan deflator pada periode ke (t). SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA Nilai Maksimasi Ditjen IA, ILMATE, IKFT dan IKMA jdih.kemenperin.go.id Kode Indikator Kinerja Baseline 2019 Target 2020 2021 2022 2023 2024 S1 Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Pengolahan Nonmigas S1.4 Nilai Investasi sektor industri pengolahan nonmigas 215,9 256,3 326,7 425,3 566,2 769,1 DEFINISI/DESKRIPSI Nilai Investasi sektor industri pengolahan nonmigas merupakan gabungan dari investasi PMA dan PMDN dimana nilai investasi PMA dikonversi menjadi rupiah. Nilai realisasi investasi di sektor industri pengolahan nonmigas berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). SUMBER DATA Data investasi yang dipublikasikan oleh BKPM. CARA MENGHITUNG (FORMULA) Jumlah investasi PMA dan PMDN sektor industri pengolahan nonmigas. SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA Rp. Triliun Maksimasi Ditjen IA, ILMATE, IKFT dan IKMA Kode Indikator Kinerja Baseline 2019 Target 2020 2021 2022 2023 2024 S1 Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Pengolahan Nonmigas S1.5 Persentase hasil riset lima tahun terakhir yang telah dimanfaatkan oleh industri 13 15 17 20 25 30 DEFINISI/DESKRIPSI Persentase hasil riset/inovasi yang dimanfaatkan perusahaan industri/badan usaha pada lima tahun terakhir. Persentase hasil riset/inovasi yang dimanfaatkan perusahaan industri/badan usaha ini bukan merupakan uji coba hasil litbangyasa, akan tetapi perusahaan telah menggunakan/membeli produk/alat/proses, atau telah terdapat perusahaan industri yang memproduksi prototipe litbangyasa. SUMBER DATA Laporan verifikasi pemanfaatan hasil litbangyasa. CARA MENGHITUNG (FORMULA) Menghitung (akumulasi) dan memverifikasi jumlah prototipe/alat/mesin/teknologi proses hasil litbangyasa/inovasi Balai Besar/Baristand yang telah dimanfaatkan perusahaan industri/badan usaha (termasuk IKM) selama lima tahun terakhir, dibagi dengan jumlah total akumulasi litbangyasa yang telah dihasilkan selama lima tahun terakhir (Litbangyasa multiyears dihitung satu riset). Adapun litbangyasa yang diterapkan dapat merupakan hasil litbang tahun-tahun yang lalu (maksimal 5 tahun). SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA Persen Maksimasi BPPI jdih.kemenperin.go.id Kode Indikator Kinerja Baseline 2019 Target 2020 2021 2022 2023 2024 S1 Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Pengolahan Nonmigas S1.6 Persentase lulusan pendidikan vokasi yang mendapatkan pekerjaan dalam 1 tahun setelah kelulusan 63 75 79 82 85 88 DEFINISI/DESKRIPSI Ketersediaan tenaga kerja yang kompeten merupakan prasyarat terwujudnya industri nasional yang mandiri, maju, dan berdaya saing. Tantangan perkembangan ekonomi internasional tidak lagi terbatas pada perdagangan komoditi tetapi juga pasar bebas tenaga kerja yang diberlakukan di regional ASEAN sejak tahun 2015 dengan terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Untuk itu, pembangunan tenaga kerja industri kompeten menjadi kebutuhan mendesak yang dilakukan melalui pendidikan vokasi, pendidikan dan pelatihan, serta pemagangan. Presentase lulusan program studi keteknikan industri ditargetkan untuk meningkat setiap tahunnya dengan strategi meningkatkan kualitas pendidikan program studi keteknikan industri untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten. SUMBER DATA Data presentase lulusan program studi keteknikan industri dari BPSDMI, CARA MENGHITUNG (FORMULA) Jumlah siswa didik yang berhasil lulus program studi keteknikan industri dibagi jumlah seluruh siswa didik yang mengikuti ujian kelulusan program studi keteknikan industri dikali 100%, SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA Persen Maksimasi BPSDMI jdih.kemenperin.go.id Kode Indikator Kinerja Baseline 2019 Target 2020 2021 2022 2023 2024 S1 Meningkatnya Daya Saing dan Kemandirian Industri Pengolahan Nonmigas S1.7 Lulusan Pelatihan Vokasi Industri berbasis kompetensi 35.000 36.000 74.000 110.000 137.000 157.000 DEFINISI/DESKRIPSI Program pelatihan 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan) SDM Industri, merupakan program penyiapan tenaga kerja industri yang kompeten dengan dilatih kemudian disertifikasi dan lulusannya langsung ditempatkan dan bekerja di sektor industri. Penyediaan SDM yang kompeten dan bersertifikat dilaksanakan melalui penyelenggaraan pendidikan pada balai diklat industri di lingkungan Kementerian Perindustrian. Capaian target ini merupakan jumlah peserta program pelatihan 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan). Jumlah lulusan pelatihan diklat sistem 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan) pada 7 Balai Diklat Industri dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri. SUMBER DATA Database Jumlah lulusan diklat dan tenaga kerja yang terserap oleh industri dari BPSDMI CARA MENGHITUNG (FORMULA) Menghitung jumlah peserta diklat 3 in 1 pada Balai Diklat Industri dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri pada tahun berjalan SATUAN KLASIFIKASI PENANGGUNG JAWAB DATA Orang Maksimasi BPSDMI jdih.kemenperin.go.id Kode Indikator Kinerja Baseline 2019 Target 2020 2021 2022 2023 2024 S2 Penguatan Implementasi Making Indonesia 4.0 S2.1 Perusahaan dengan nilai Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) > 3.0 24 30 36 44 52 60 DEFINISI/DESKRIPSI INDI 4.0 adalah sebuah indeks acuan yang digunakan oleh industri dan pemerintah untuk mengukur tingkat kesiapan perusahaan menuju industri 4.0. INDI 4.0 terdiri atas lima pilar, yaitu manajemen dan organisasi (management and organization), orang dan budaya (people and culture), produk dan layanan (product and services), teknologi (technology), dan operasi pabrik (factory operation). Adapun level dalam INDI 4.0 terdiri dari :