1.meningkatkan daya saing Industri Halal; dan
2.mengintegrasikan Industri Halal nasional ke dalam rantai nilai halal global. D. SASARAN Sasaran pengembangan Industri Halal antara lain:
1.Meningkatnya Jumlah dan Output Perusahaan Industri Halal Jumlah perusahaan di Industri Halal ditargetkan meningkat dari 3.081.461 unit (tiga juta delapan puluh satu ribu empat ratus enam puluh satu unit) menjadi 3.964.626 unit (tiga juta sembilan ratus enam puluh empat ribu enam ratus dua puluh enam unit), dengan laju pertumbuhan tahunan yang ditargetkan dari 5,05% (lima koma nol lima persen) pada tahun 2025 menjadi 7,4% (tujuh koma empat persen) pada tahun 2029, menandakan prospek perkembangan Industri Halal yang semakin kuat di berbagai subsektor. Subsektor industri makanan dan minuman mendominasi dengan jumlah perusahaan terbesar, diikuti dengan industri tekstil dan pakaian jadi, dan kulit, barang dari kulit dan alas kaki. Berikut adalah sasaran peningkatan jumlah perusahaan Industri Halal dan pertumbuhannya untuk tahun 2025-2029 yang dirinci menurut sektor: Tabel 8. Sasaran Jumlah Perusahaan Industri Halal Menurut Subsektor Tahun 2025-2029 (Unit) Subsektor Industri Target 2025 2026 2027 2028 2029 Makanan dan Minuman 1.971.691 2.075.528 2.199.968 2.347.798 2.521.594 Tekstil dan Pakaian Jadi 996.796 1.057.004 1.128.774 1.209.213 1.299.709 Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 48.956 53.642 58.792 64.607 71.194 Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional 15.711 16.840 18.203 19.744 21.491 Perlengkapan/ Peralatan Rumah Tangga 48.307 48.761 49.310 49.933 50.638 Industri Halal (secara keseluruhan) 3.081.461 3.251.775 3.455.046 3.691.295 3.964.626 Tabel 9. Sasaran Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Industri Halal Menurut Subsektor Tahun 2025-2029 (Persen) Subsektor Industri Target 2025 2026 2027 2028 2029 Makanan dan Minuman 4,63 5,27 6,00 6,72 7,40 Tekstil dan Pakaian Jadi 5,87 6,04 6,79 7,13 7,48 Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 9,27 9,57 9,60 9,89 10,20 Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional 7,47 7,19 8,09 8,46 8,85 Perlengkapan/Peral atan Rumah Tangga 0,74 0,94 1,13 1,26 1,41 Industri Halal (secara keseluruhan) 5,05 5,53 6,25 6,84 7,40 Sementara itu, output Industri Halal ditargetkan meningkat dari Rp4.667,81 triliun (empat ribu enam ratus enam puluh tujuh koma delapan satu triliun rupiah) menjadi Rp5.959,49 triliun (lima ribu sembilan ratus lima puluh sembilan koma empat sembilan triliun rupiah), dengan laju pertumbuhan tahunan yang ditargetkan dari 4,46% (empat koma empat enam persen) pada tahun 2025 menjadi 7% (tujuh persen) pada tahun 2029, yang juga menandakan prospek perkembangan Industri Halal yang semakin kuat di berbagai subsektor. Subsektor industri makanan dan minuman mendominasi dengan output terbesar, diikuti dengan industri tekstil dan pakaian jadi, dan kimia, farmasi, dan obat tradisional. Dikarenakan output mencerminkan seluruh penerimaan bruto yang diperoleh dari hasil kegiatan ekonomi, baik dari produk utama maupun barang/jasa terkait lainnya, termasuk perubahan nilai barang/jasa dalam proses, output Industri Halal digunakan sebagai alat ukur untuk mengukur daya saing Industri Halal. Oleh karena itu, indikator sasaran berupa “pertumbuhan output Industri Halal” itu dimaknai sama dengan “persentase peningkatan daya saing industri yang memproduksi produk halal” yang tercantum dalam dokumen RPJMN Tahun 2025-2029 dan Rencana Strategis Kementerian Perindustrian Tahun 2025-2029. Berikut adalah sasaran peningkatan output Industri Halal dan pertumbuhannya untuk tahun 2025-2029 yang dirinci menurut subsektor: Tabel 10. Sasaran Nilai Output Industri Halal Menurut Subsektor Tahun 2025-2029 (Rp Triliun) Subsektor Industri Target 2025 2026 2027 2028 2029 Makanan dan Minuman 2.712,75 2.853,58 3.033,97 3.236,99 3.463,62 Tekstil dan Pakaian Jadi 1.042,40 1.096,04 1.164,75 1.242,08 1.328,39 Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 278,91 294,32 314,05 336,27 361,10 Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional 433,18 455,92 485,04 517,83 554,43 Perlengkapan/Perala tan Rumah Tangga 200,56 210,20 222,55 236,45 251,95 Industri Halal (secara keseluruhan) 4.667,81 4.910,06 5.220,38 5.569,62 5.959,49 Tabel 11. Sasaran Pertumbuhan Output Industri Halal Menurut Subsektor Tahun 2025-2029 (Persen) Subsektor Industri Target 2025 2026 2027 2028 2029 Makanan dan Minuman 4,46 5,19 6,32 6,69 7,00 Tekstil dan Pakaian Jadi 4,42 5,15 6,27 6,64 6,95 Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 4,77 5,53 6,71 7,08 7,38 Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional 4,51 5,25 6,39 6,76 7,07 Subsektor Industri Target 2025 2026 2027 2028 2029 Perlengkapan/Peralatan Rumah Tangga 4,11 4,81 5,88 6,24 6,55 Industri Halal (secara keseluruhan) 4,46 5,19 6,32 6,69 7,00
2.Meningkatnya Nilai Tambah dan Peran Industri Halal dalam Perekonomian Nasional Sasaran pengembangan Industri Halal Indonesia pada periode 2025– 2029 menunjukkan tren peningkatan yang konsisten, baik dari sisi nilai tambah maupun kontribusinya terhadap PDB nasional. Secara keseluruhan, nilai tambah Industri Halal ditargetkan naik dari Rp2.055,65 triliun (dua ribu lima puluh lima koma enam lima triliun rupiah) menjadi Rp3.186,11 triliun (tiga ribu seratus delapan puluh enam koma satu satu triliun rupiah) atas dasar harga berlaku (tabel 12), serta dari Rp1.214,93 triliun (seribu dua ratus empat belas koma sembilan tiga triliun rupiah) menjadi Rp1.662,44 triliun (seribu enam ratus enam puluh dua koma empat empat triliun rupiah) berdasarkan harga konstan (Tabel 13). Subsektor industri makanan dan minuman menjadi penyumbang utama, dengan kontribusi terhadap PDB nasional yang ditargetkan naik dari 6,48% (enam koma empat delapan persen) pada 2025 menjadi 6,99% (enam koma sembilan sembilan persen) pada 2029, diikuti oleh subsektor industri lainnya seperti tekstil dan pakaian jadi, kimia, farmasi dan obat tradisional, perlengkapan rumah tangga, serta kulit dan alas kaki (Tabel 14). Secara keseluruhan, kontribusi Industri Halal terhadap PDB nasional ditargetkan meningkat dari 8,61% (delapan koma enam satu persen) menjadi 9,01% (sembilan koma nol satu persen) selama periode tersebut. dari sisi pertumbuhan, Industri Halal ditargetkan tumbuh dari 6,18% (enam koma satu delapan persen) pada tahun 2025 menjadi 9,07% (sembilan koma nol tujuh persen) pada tahun 2029 (Tabel 15), mencerminkan potensi subsektor ini sebagai motor pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Berikut adalah sasaran peningkatan nilai tambah/PDB Industri Halal, pertumbuhan, dan kontribusinya terhadap PDB nasional untuk tahun 2025-2029 yang dirinci menurut subsektor: Tabel 12. Sasaran Nilai Tambah/PDB Industri Halal Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Subsektor Tahun 2025-2029 (Rp Triliun) Subsektor Industri Target 2025 2026 2027 2028 2029 Makanan dan Minuman 1.547,13 1.722,02 1.933,25 2.181,89 2.470,96 Tekstil dan Pakaian Jadi 235,10 252,06 272,29 294,96 320,46 Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 50,47 55,47 60,96 67,15 74,18 Subsektor Industri Target 2025 2026 2027 2028 2029 Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional 115,04 125,61 138,37 152,79 169,15 Perlengkapan/ Peralatan Rumah Tangga 107,91 116,47 126,74 138,31 151,36 Industri Halal (secara keseluruhan) 2.055,65 2.271,63 2.531,61 2.835,10 3.186,11 Tabel 13. Sasaran Nilai Tambah/PDB Industri Halal Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Subsektor Tahun 2025-2029 (Rp Triliun) Subsektor Industri Target 2025 2026 2027 2028 2029 Makanan dan Minuman 895,91 963,27 1.045,86 1.142,79 1.254,25 Tekstil dan Pakaian Jadi 148,81 155,88 164,61 174,41 185,42 Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 29,22 31,25 33,46 35,93 38,71 Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional 70,24 74,70 80,19 86,36 93,29 Perlengkapan/ Peralatan Rumah Tangga 70,76 74,63 79,40 84,75 90,77 Industri Halal (secara keseluruhan) 1.214,93 1.299,73 1.403,52 1.524,23 1.662,44 Tabel 14. Sasaran Kontribusi Industri Halal terhadap PDB Menurut Subsektor Tahun 2025-2029 (Persen) Subsektor Industri Target 2025 2026 2027 2028 2029 Makanan dan Minuman 6,48 6,60 6,70 6,84 6,99 Tekstil dan Pakaian Jadi 0,98 0,97 0,94 0,92 0,91 Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 0,21 0,21 0,21 0,21 0,21 Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional 0,48 0,48 0,48 0,48 0,48 Perlengkapan/Peralatan Rumah Tangga 0,45 0,45 0,44 0,43 0,43 Subsektor Industri Target 2025 2026 2027 2028 2029 Industri Halal (secara keseluruhan) 8,61 8,70 8,78 8,89 9,01 Tabel 15. Sasaran Pertumbuhan Industri Halal Menurut Subsektor Tahun 2025-2029 (Persen) Subsektor Industri Target 2025 2026 2027 2028 2029 Makanan dan Minuman 6,58 7,52 8,57 9,27 9,75 Tekstil dan Pakaian Jadi 4,50 4,76 5,60 5,95 6,31 Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 6,90 6,97 7,05 7,39 7,74 Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional 6,10 6,35 7,36 7,69 8,03 Perlengkapan/Peralatan Rumah Tangga 4,65 5,47 6,39 6,74 7,10 Industri Halal (secara keseluruhan) 6,18 6,98 7,99 8,60 9,07
3.Meningkatnya Realisasi Investasi di Industri Halal Target investasi di Industri Halal Indonesia selama periode 2025–2029 menunjukkan tren yang meningkat secara bertahap, dari Rp192,09 triliun (seratus sembilan puluh dua koma nol sembilan triliun rupiah) pada tahun 2025 menjadi Rp281,43 triliun (dua ratus delapan puluh satu koma empat tiga triliun rupiah) pada tahun 2029. Subsektor industri makanan dan minuman kembali menjadi penerima investasi (PMDN dan PMA) terbesar, ditargetkan mencapai Rp165,73 triliun (seratus enam puluh lima koma tujuh tiga triliun rupiah) pada akhir periode. Sementara itu, subsektor industri lainnya seperti tekstil dan pakaian jadi, kulit dan alas kaki, kimia, farmasi dan obat tradisional, serta perlengkapan rumah tangga juga menunjukkan pertumbuhan investasi yang positif. Berikut adalah sasaran peningkatan realisasi investasi (PMDN dan PMA) di Industri Halal tahun 2025-2029 yang dirinci menurut subsektor: Tabel 16. Sasaran Investasi (PMDN dan PMA) di Industri Halal Menurut Subsektor Tahun 2025-2029 (Rp Triliun) Subsektor Industri Target 2025 2026 2027 2028 2029 Makanan dan Minuman 112,16 123,83 136,62 150,56 165,73 Tekstil dan Pakaian Jadi 21,74 23,75 25,75 27,76 29,77 Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 14,88 17,31 19,63 21,87 24,08 Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional 21,81 23,87 25,93 27,99 30,05 Perlengkapan/Peralatan Rumah Tangga 21,49 24,07 26,65 29,23 31,81 Industri Halal (secara keseluruhan) 192,09 212,83 234,58 257,40 281,43
4.Meningkatnya Tenaga Kerja di Industri Halal Sasaran ketenagakerjaan di Industri Halal Indonesia selama periode 2025–2029 menunjukkan peningkatan yang konsisten, baik dari sisi jumlah tenaga kerja maupun persentasenya terhadap total pekerja nasional. Jumlah tenaga kerja di Industri Halal ditargetkan naik dari sekitar 11.652.800 orang (sebelas juta enam ratus lima puluh dua ribu delapan ratus orang) di tahun 2025 menjadi 14.659.700 orang (empat belas juta enam ratus lima puluh sembilan ribu tujuh ratus orang) di tahun 2029, dengan subsektor industri makanan dan minuman menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, diikuti oleh tekstil dan pakaian jadi, serta kulit dan alas kaki. Sementara itu, persentase tenaga kerja Industri Halal terhadap total pekerja nasional juga ditargetkan meningkat dari 8% (delapan persen) menjadi 9,29% (sembilan koma dua sembilan persen) dalam kurun waktu yang sama. Berikut adalah sasaran peningkatan jumlah tenaga kerja di Industri Halal dan kontribusi untuk tahun 2025-2029 yang dirinci menurut subsektor: Tabel 17. Sasaran Jumlah Tenaga Kerja di Industri Halal Menurut Subsektor Tahun 2025-2029 (Ribu Orang) Subsektor Industri Target 2025 2026 2027 2028 2029 Makanan dan Minuman 6.259,44 6.652,73 7.134,04 7.707,30 8.378,78 Tekstil dan Pakaian Jadi 4.010,89 4.157,72 4.273,74 4.412,76 4.513,29 Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 856,96 1.018,53 1.103,92 1.158,73 1.215,66 Subsektor Industri Target 2025 2026 2027 2028 2029 Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional 164,56 168,69 172,97 183,58 184,47 Perlengkapan/Peralatan Rumah Tangga 361,00 362,62 364,25 365,87 367,50 Industri Halal (secara keseluruhan) 11.652,8 12.360,3 13.048,9 13.828,2 14.659,7 Tabel 18. Sasaran Persentase Tenaga Kerja di Industri Halal Terhadap Total Pekerja Nasional Menurut Subsektor Tahun 2025- 2029 (Persen) Subsektor Industri Target 2025 2026 2027 2028 2029 Makanan dan Minuman 4,30 4,47 4,70 4,98 5,31 Tekstil dan Pakaian Jadi 2,75 2,80 2,82 2,85 2,86 Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 0,59 0,68 0,73 0,75 0,77 Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional 0,11 0,11 0,11 0,12 0,12 Perlengkapan/Peralatan Rumah Tangga 0,25 0,24 0,24 0,24 0,23 Industri Halal (secara keseluruhan) 8,0 8,31 8,60 8,93 9,29
5.Meningkatnya Ekspor Produk Industri Halal Sasaran ekspor produk Industri Halal Indonesia tahun 2025–2029 menunjukkan arah peningkatan yang stabil, baik dari sisi nilai maupun kontribusinya terhadap total ekspor nasional. Nilai ekspor ditargetkan tumbuh dari 72,88 miliar USD (tujuh puluh dua koma delapan delapan miliar dolar Amerika Serikat) di tahun 2025 menjadi 91,18 miliar USD (sembilan puluh satu koma satu delapan miliar dolar Amerika Serikat) di tahun 2029, dengan subsektor industri makanan dan minuman sebagai kontributor utama, diikuti oleh tekstil dan pakaian jadi, serta kulit dan alas kaki. Pada saat yang sama, kontribusi ekspor produk Industri Halal terhadap total ekspor nasional juga mengalami kenaikan dari 24,76% (dua puluh empat koma tujuh enam persen) menjadi 25,09% (dua puluh lima koma nol sembilan persen). Tren ini mencerminkan peran strategis Industri Halal dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Berikut adalah sasaran peningkatan nilai ekspor produk Industri Halal dan kontribusinya terhadap total ekspor nasional tahun 2025-2029 yang dirinci menurut subsektor: Tabel 19. Sasaran Nilai Ekspor Produk Industri Halal Menurut Subsektor Tahun 2025-2029 (Miliar USD) Subsektor Industri Target 2025 2026 2027 2028 2029 Makanan dan Minuman 43.27 45.96 48.67 51.36 54.14 Tekstil dan Pakaian Jadi 13.36 14.19 15.02 15.85 16.71 Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 7.78 8.27 8.75 9.24 9.74 Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional 5.46 5.80 6.14 6.48 6.83 Perlengkapan/Peralatan Rumah Tangga 3.01 3.19 3.38 3.57 3.76 Industri Halal (secara keseluruhan) 72.88 77.41 81.97 86.50 91.18 Tabel 20. Sasaran Kontribusi Ekspor Produk Industri Halal terhadap Total Ekspor Menurut Subsektor Tahun 2025-2029 (Persen) Subsektor Industri Target 2025 2026 2027 2028 2029 Makanan dan Minuman 14.70 14.75 14.80 14.84 14.90 Tekstil dan Pakaian Jadi 4.54 4.55 4.57 4.58 4.60 Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki 2.64 2.65 2.66 2.67 2.68 Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional 1.86 1.86 1.87 1.87 1.88 Perlengkapan/Peralatan Rumah Tangga 1.02 1.03 1.03 1.03 1.04 Industri Halal (secara keseluruhan) 24.76 24.85 24.93 24.99 25.09 E. ARAH KEBIJAKAN Pengembangan Industri Halal diarahkan untuk:
1.Penguatan ekosistem halal: menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan Industri Halal secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, termasuk ketersediaan bahan baku halal, infrastruktur, regulasi yang mendukung, dan kesadaran konsumen.
2.Peningkatan daya saing: meningkatkan kualitas, inovasi, dan efisiensi produk dan layanan Industri Halal agar mampu bersaing di pasar domestik dan global.
3.Pengembangan sumber daya manusia: memastikan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten dan profesional di seluruh rantai nilai Industri Halal.
4.Perluasan pasar: mengembangkan pasar produk dan layanan halal baik di dalam negeri maupun di pasar ekspor.
5.Penguatan kerja sama: membangun sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan di tingkat nasional dan internasional F. STRATEGI DAN TAHAPAN
1.Strategi Pengembangan Industri Halal Strategi dalam pelaksanaan pengembangan Industri Halal dilakukan melalui: