SehatSatli

KebijakanLayanan Publik LangsungBerlaku2017

SehatSatli

Sistem Informasi Kesehatan Satwa Liar

1 lembagaDiperbarui 1 minggu lalu

Deskripsi

SehatSatli adalah sistem informasi berbasis web yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup untuk memantau, mengelola, dan melindungi kesehatan satwa liar di Indonesia. Sistem ini berfungsi sebagai peringatan dini terhadap penyakit zoonosis dan penyakit infeksi baru yang berasal dari satwa liar.

Penjelasan

Negara bertanggung jawab menjaga kesehatan satwa liar karena satwa liar merupakan bagian dari kekayaan hayati yang dilindungi sekaligus mata rantai penting dalam ekosistem yang menentukan kesehatan manusia dan lingkungan. Pendekatan One Health yang menyatukan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan menuntut kehadiran negara dalam mengawasi potensi penyakit yang dapat menular dari satwa liar kepada manusia. Tanpa kehadiran negara, risiko wabah zoonosis akan dibiarkan tanpa deteksi dini dan penanganan yang terkoordinasi.

Kegagalan program ini berakibat serius. Penyakit zoonosis dan penyakit infeksi baru yang tidak terdeteksi pada satwa liar dapat menyebar ke manusia dan memicu wabah yang membahayakan keselamatan publik. Kematian satwa liar yang tidak terpantau juga dapat menandakan kerusakan ekosistem yang lebih luas, sementara hilangnya data kesehatan satwa menghambat pengambilan keputusan konservasi dan kesehatan masyarakat. Dampak lanjutannya adalah kerugian ekonomi, sosial, dan lingkungan yang jauh lebih besar daripada biaya pencegahan.

Dasar hukum pengembangan SehatSatli adalah komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk meningkatkan kapasitas teknis dan personel lapangan dalam pencegahan dan pengendalian zoonosis serta penyakit infeksi baru melalui pendekatan One Health. Sistem ini dikembangkan pada tahun 2017 melalui kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan USAID dan FAO. Nomor peraturan khusus yang menjadi dasar sistem ini tidak disebutkan secara pasti dalam catatan yang tersedia.

SehatSatli bekerja dengan memfasilitasi surveilans aktif dan pasif terhadap kesehatan satwa liar, baik di habitat alami (in-situ) maupun di luar habitat alami (ex-situ). Sistem ini memungkinkan pelaporan insiden secara waktu nyata, termasuk dugaan penyakit, perburuan, kecelakaan, dan kejadian lain yang menimpa satwa liar. Data yang masuk dianalisis sebagai bahan peringatan dini dan dasar tindakan pengendalian. Sistem ini juga diarahkan untuk terintegrasi dengan sistem pelaporan kesehatan nasional lain seperti SKDR, i-SIKHNAS, dan SIZE.

Secara operasional, petugas lapangan dari unsur PEH, POLHUT, dan penyuluh menjadi pelapor utama di tingkat bawah dan mengirimkan data melalui SMS serta platform berbasis web. Petugas struktural bertindak sebagai administrator web pada tingkat subnasional dan nasional. Pengguna utama sistem ini adalah unit pelaksana teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, seperti Balai Taman Nasional dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam. Pelaporan dilakukan secara berkala dan sewaktu-waktu ketika terjadi insiden yang melibatkan satwa liar.

Manfaat program ini diterima masyarakat secara tidak langsung melalui perlindungan kesehatan publik yang lebih baik. Ketika petugas lapangan melaporkan dan sistem menganalisis data kesehatan satwa liar, risiko penularan penyakit dari satwa ke manusia dapat dicegah lebih awal. Masyarakat di sekitar kawasan konservasi dan masyarakat luas pada akhirnya terlindungi dari potensi wabah zoonosis berkat kewaspadaan yang dibangun oleh sistem ini.