Nezar Patria

Tokoh

Nezar Patria

Jurnalis dan aktivis yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital.

1 jabatanDiperbarui 12 minggu lalu

Biografi

Nezar Patria, lahir di Sigli, Pidie, Aceh, pada 5 Oktober 1970, adalah seorang tokoh publik Indonesia yang dikenal sebagai jurnalis, aktivis, dan penyair. Ia saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Prabowo Subianto, setelah sebelumnya menduduki posisi yang sama sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) di Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Joko Widodo. Selain itu, Nezar juga dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (Kagama) untuk periode 2024-2029.

Nezar berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang kuat di bidang pers. Ayahnya, Sjamsul Kahar, adalah tokoh pers senior Aceh dan pemimpin umum harian Serambi Indonesia, yang merupakan bagian dari grup media Kompas Gramedia. Pendidikan formal Nezar meliputi gelar sarjana dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1997, serta gelar Master of Science (M.Sc.) di bidang Sejarah Hubungan Internasional dari London School of Economics (LSE), Universitas London. Ia juga menyelesaikan pendidikan MBA di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2022.

Lintasan karier Nezar Patria mencerminkan kombinasi antara aktivisme, jurnalisme, dan pengalaman di pemerintahan. Pada masa mudanya, ia aktif dalam gerakan mahasiswa pro-demokrasi dan menjadi Sekretaris Jenderal Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID). Ia menjadi salah satu korban penculikan aktivis pada masa Orde Baru. Setelah reformasi 1998, Nezar terjun ke dunia jurnalistik dan pernah bekerja di Majalah Tempo, mendirikan portal berita VIVA.co.id, menjadi wakil pemimpin redaksi CNN Indonesia, dan pemimpin redaksi The Jakarta Post. Sebelum menjabat sebagai Wamenkominfo, Nezar sempat menjadi Staf Khusus V Menteri BUMN.

Nezar memiliki pengalaman yang luas dalam organisasi wartawan dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia periode 2008-2011. Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Pers selama dua periode. Gaya kepemimpinan Nezar Patria cenderung menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dalam kebijakan pemerintah. Ia berpendapat bahwa strategi komunikasi yang baik sangat penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan akurat.

Pandangan

Nezar Patria memiliki latar belakang kuat sebagai aktivis pro-demokrasi dan jurnalis investigasi. Ia dikenal memiliki komitmen terhadap kebebasan pers dan jurnalisme berkualitas. Sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, ia aktif mendorong kebijakan terkait kecerdasan buatan (AI) dan Publisher Right untuk mendukung jurnalisme berkualitas serta mengantisipasi penyalahgunaan teknologi. Ia juga menunjukkan perhatian terhadap isu-isu digitalisasi dan inovasi, seperti memperkenalkan perusahaan rintisan berbasis AI di forum internasional. Posisi politiknya cenderung berpihak pada tata kelola digital yang profesional, transparan, dan mendukung ekosistem media yang sehat.

Riwayat Jabatan

  1. ? – Sekarang
    Wakil Menteri

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital

    Kementerian Komunikasi dan Digital