Jumlah Penduduk Hasil SP2020 menurut Wilayah dan Jenis Kelamin Indonesia 2015 - 2025
Visualisasi
Keterangan
Angka buta aksara penduduk Indonesia usia 10 tahun ke atas diukur dalam persen, mencerminkan proporsi penduduk yang tidak mampu membaca dan menulis. Data ini bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Pada tahun 2015, angka buta aksara tercatat 2,61 persen, kemudian meningkat ke puncaknya di 2,83 persen pada 2016. Setelah itu, tren menurun terlihat hingga mencapai 2,05 persen pada 2023, meskipun sempat naik tipis pada 2020-2022. Penurunan paling tajam terjadi pada 2024 ke 2025, yaitu dari 2,13 persen menjadi 1,69 persen.
Secara keseluruhan, angka buta aksara berhasil ditekan sebesar 0,92 poin persentase atau turun 35,25 persen selama periode 2015-2025. Capaian ini menunjukkan efektivitas program pemberantasan buta aksara di Indonesia, meskipun masih terdapat fluktuasi tahunan yang perlu diwaspadai.