menetapkanKeputusanMenteriKelautandanPerikanantentang RencanaPengelolaanPerikananWilayahPengelolaanPerikananNegara Mengingat :1.Undang-UndangNomor31Tahun2004tentangPerikanan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 118, Tambahan LembaranNegaraRepublikIndonesiaNomor4433),sebagaimanatelah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan(LembaranNegaraRepublikIndonesiaTahun2009Nomor154, TambahanLembaranNegaraRepublikIndonesiaNomor5073); 2.Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi KementerianNegara(LembaranNegaraRepublikIndonesiaTahun2015 Nomor8); 3.PeraturanPresidenNomor63Tahun2015tentangKementerianKelautan danPerikanan(LembaranNegaraRepublikIndonesiaTahun2015Nomor 111); 4.KeputusanPresidenNomor121/P Tahun2014tentangPembentukan KementeriandanPengangkatanMenteriKabinetKerjaPeriodeTahun 2014-2019,sebagaimanatelahbeberapakali diubahterakhirdengan Keputusan Presiden Nomor83/P Tahun 2016 tentang Penggantian BeberapaMenteriNegaraKabinetKerjaPeriodeTahun2014-2019; 5.PeraturanMenteriKelautandanPerikananNomorPER.29/MEN/2012 tentangPedomanPenyusunanRencanaPengelolaanPerikanandiBidang PenangkapanIkan(BeritaNegaraRepublikIndonesiaTahun2013Nomor 46); 6.PeraturanMenteriKelautandanPerikananNomor18/PERMEN-KP/2014 tentang Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (BeritaNegaraRepublikIndonesiaTahun2014Nomor503); 7.PeraturanMenteriKelautandanPerikananNomor23/PERMEN-KP/2015 tentangOrganisasidanTataKerjaKementerianKelautandanPerikanan (BeritaNegaraRepublikIndonesiaTahun2015Nomor1227); 8.KeputusanMenteriKelautandanPerikananNomor47/KEPMEN-KP/2016 tentangEstimasiPotensi,JumlahTangkapanyangDiperbolehkan,dan Tingkat Pemanfaatan Sumber Daya Ikan di Wilayah Pengelolaan PerikananNegaraRepublikIndonesia; MEMUTUSKAN: Menetapkan :KEPUTUSANMENTERIKELAUTANDANPERIKANANTENTANGRENCANA PENGELOLAAN PERIKANAN WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN NEGARAREPUBLIKINDONESIA717. KESATU :Menetapkan Rencana Pengelolaan Perikanan Wilayah Pengelolaan PerikananNegaraRepublikIndonesia717,yangselanjutnyadisebutRPP WPPNRI717sebagaimanatercantum dalam Lampiranyangmerupakan bagiantidakterpisahkandariKeputusanMenteriini. KEDUA :RPP WPPNRI717 sebagaimanadimaksud diktum KESATU merupakan acuanbagiPemerintah,pemerintahdaerah,danpemangkukepentingan dalam melaksanakanpengelolaanperikanandiWPPNRI717. KETIGA :KeputusanMenteriinimulaiberlakupadatanggalditetapkan. DitetapkandiJakarta padatanggal29Desember2016 MENTERIKELAUTANDANPERIKANAN ttd. SUSIPUDJIASTUTI LembarPengesahan JABATAN PARAF KabagPUUI LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR84/KEPMEN-KP/2016 TENTANG RENCANA PENGELOLAAN PERIKANAN WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA717 BABI PENDAHULUAN A. LatarBelakang KetentuanPasal33ayat(3)Undang-UndangDasarNegaraRepublikIndonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa bumi,air,dan kekayaan yang terkandung di dalamnyadikuasaiolehnegaradandipergunakanuntuksebesar-besarnyakemakmuran rakyat.SumberdayaikandiWPPNRI717merupakankekayaanalam yangterkandungdi dalam airdanolehsebabitusudahseharusnyadikuasaiolehnegaradandipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Sumber daya ikan tersebut harus didayagunakanuntukmendukungterwujudnyakedaulatanpangankhususnyapasokan proteinikanyangsangatbermanfaatuntukmencerdaskananakbangsa.Indonesiaharus memastikankedaulatannyadalam memanfaatkansumberdayaikandiWPPNRI717. Kedaulatan tersebutjuga akan memberikan kontribusiyang sangatbesarterhadap potensipenyerapantenagakerjadiataskapal,belum termasuktenagakerjapadaunit pengolahanikan,dankegiatanpendukunglainnyadidarat. BerdasarkanketentuanPasal1angka1Undang-UndangNomor31Tahun2004 tentangPerikanan,sebagaimanatelahdiubahdenganUndang-UndangNomor45Tahun 2009tentangPerubahanatasUndang-UndangNomor31Tahun2004tentangPerikanan, disebutkan bahwa perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulaidari praproduksi,produksi,pengolahansampaidenganpemasaranyangdilaksanakandalam suatusistem bisnisperikanan.Selanjutnyadalam Pasal1angka7disebutkanbahwa pengelolaanperikananadalahsemuaupayatermasukprosesyangterintegrasidalam pengumpulaninformasi,analisis,perencanaan,konsultasi,pembuatankeputusan,alokasi sumberdayaikan,danimplementasi,sertapenegakanhukum dariperaturanperundang- undangandibidangperikanan,yangdilakukanolehPemerintahatauotoritaslainyang diarahkanuntukmencapaikelangsunganproduktivitassumberdayahayatiperairandan tujuanyangtelahdisepakati.Ketentuantersebutmengandungmaknabahwapengelolaan perikananmerupakanaspekyangsangatpentinguntukmengupayakanagarsumberdaya ikandapatdimanfaatkansecaraberkelanjutan. WPPNRI717yangmeliputiPerairanTelukCendrawasihdanSamuderaPasifik, merupakansalahsatudaerahpenangkapanikanyangstrategisdiIndonesia.Halini karenaposisigeografisyangsangatmenentukanyaitubesarnyapotensidanluaswilayah pengelolaannyayangmelingkupi3(tiga)provinsi,yaituProvinsiMalukuUtara,Provinsi Papua,dan Provinsi Papua Barat serta berbatasan langsung dengan perairan internasionaldan beberapa negara tetangga.Estimasipotensisumberdaya ikan di WPPNRI717mencapai603,688ton/tahun. DalamArticle6.2CodeofConductforResponsibleFisheries(CCRF),FAO1995 mengamanatkan bahwa pengelolaan perikanan harus menjamin kualitas, keanekaragaman,danketersediaansumberdayaikandalam jumlahyangcukupuntuk generasisaatinidangenerasiyangakandatang,dalam konteksmewujudkanketahanan pangan,pengurangankemiskinan,danpembangunanberkelanjutan.Haltersebutsejalan dengancita-citanasionalIndonesia.Mengingattingginyapotensisumberdayaikandi WPPNRI717,makaIndonesiaharusmelakukanupayamaksimum agarpotensisumber daya ikan diWPPNRI 717 dimanfaatkan oleh Negara Republik Indonesia dan dipergunakansebesar-besarnyabagikemakmuranrakyat. Sehubungandenganhaltersebutdiatas,Pemerintah,pemerintahdaerah,dan pemangku kepentingan lainnya harus bersama-sama melakukan upaya pengelolaan sumberdayaikandanlingkungannyayangberkelanjutandiWPPNRI717.Dalam upaya pengelolaanperikanansecaraberkelanjutan,makaPemerintah,pemerintahdaerah,dan pemangku kepentingan lainnya harus bersama-sama mewujudkan cita-cita nasional sebagaimanadiuraikandiatas.Halinipenting,mengingatdalamArticle6.1CCRF,FAO 1995,hakuntukmenangkapikan(bagipelakuusaha)harusdisertaidengankewajiban menggunakan cara-cara yang bertanggung jawab,untuk memastikan efektivitas pelaksanaantindakankonservasidanpengelolaansumberdayaikan. Mengacu pada tugas,fungsi,dan wewenang yang telah dimandatkan oleh peraturan perundang-undangan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan dan penjabaran dari misi pembangunan nasional, maka upaya untuk mewujudkan pembangunan kelautan dan perikanan yang menitikberatkan pada kedaulatan (sovereignty),keberlanjutan(sustainability),dankesejahteraan(prosperity)harusmelalui prosesterencana,terpadu,danberkesinambungan. Olehkarenaitu,dalam penyusunanrencanapengelolaanperikanantelahmengacu pada misi pembangunan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui prinsip pengelolaanperikanandenganpendekatanekosistem (Ecosystem ApproachtoFisheries Management/EAFM)yangdirancangolehFAO(2003).Pendekatandimaksudmencoba menyeimbangkan antara tujuan sosial ekonomi dalam pengelolaan perikanan (kesejahteraannelayan,keadilanpemanfaatansumberdayaikan,danlain-lain)dengan mempertimbangkan ilmu pengetahuan dan ketidakpastian tentang komponen biotik, abiotik,manusia,daninteraksinyadalam ekosistem perairanmelaluisebuahpengelolaan perikananyangterpadu,komprehensif,danberkelanjutan. B. MaksuddanTujuan RPPWPPNRI717dimaksudkandalam rangkamendukungkebijakanpengelolaan sumberdayaikandanlingkungannyadiWPPNRI717sebagaimanadiamanatkandalam Pasal7ayat(1)hurufaUndang-UndangNomor31Tahun2004tentangPerikanan, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor45 Tahun 2009 tentang PerubahanatasUndang-UndangNomor31Tahun2004tentangPerikanan. TujuanRPPWPPNRI717sebagaiarahdanpedomanbagiPemerintah,pemerintah daerah,danpemangkukepentingandalam pelaksanaanpengelolaansumberdayaikan danlingkungannyadiWPPNRI717. C. VisiPengelolaanPerikanan Visipengelolaan perikanan diWPPNRI717 yaitu mewujudkan pengelolaan perikanan yang berkedaulatan dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat perikananIndonesiapadaumumnyadanmasyarakatpesisirpadakhususnya. D. RuangLingkupdanWilayahPengelolaan
1.RuanglingkupRPPinimeliputi: a.statusperikanan;dan b.rencanastrategispengelolaandiWPPNRI717.
2.WilayahPengelolaan BerdasarkanPeraturanMenteriKelautandanPerikananNomor18/PERMEN- KP/2014 tentang Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia, WPPNRI717mencakupwilayahperairanTelukCendrawasihdanSamuderaPasifik. LetakgeografisWPPNRI717sebagaimanatercantum padaGambar1. Gambar1.WilayahPengelolaanPerikananperairanTelukCendrawasih danSamuderaPasifik Sumber:Peraturan MenteriKelautan dan Perikanan Nomor18/PERMEN-KP/2014 tentangWilayahPengelolaanPerikananNegaraRepublikIndonesia Secaraadministratifdaerahprovinsiyangmemilikikewenangandantanggung jawabmelakukanpengelolaansumberdayaikandiWPPNRI717terdiridari3(tiga) pemerintahprovinsiyangmeliputiProvinsiPapua,ProvinsiPapuaBarat,danProvinsi MalukuUtara,sedangkandalam bidangpemberdayaannelayankecil,pengelolaan danpenyelenggaraanTempatPelelanganIkan(TPI)menjadikewenangandari20 pemerintah kabupaten/kotayang meliputiKabupaten HalmaheraUtara,sebagian Kabupaten Halmahera Barat,sebagian Kabupaten Halmahera Timur,sebagian KabupatenMorotai,KabupatenSarmi,KabupatenNabire,KabupatenMamberamo Raya,KabupatenKepulauanYapen,KabupatenBiakNumfor,KabupatenJayapura, KotaJayapura,KabupatenWaropen,KabupatenSupiori,sebagianKabupatenRaja Ampat,sebagianKabupatenSorong,KotaSorong,KabupatenManokwari,Kabupaten ManokwariSelatan,KabupatenTambrauw,danKabupatenTelukWondama. BABII STATUSPERIKANAN A. Potensi,Komposisi,Distribusi,danTingkatPemanfaatanSumberDayaIkan KelompoksumberdayaikanyangdapatdiestimasipotensinyadiperairanWPPNRI 717terdiridari9(sembilan)kelompok,yaitu: 1.ikanpelagiskecil; 2.ikanpelagisbesar; 3.ikandemersal; 4.ikankarang; 5.udangpenaeid; 6.lobster; 7.kepiting; 8.rajungan;dan 9.cumi-cumi. BerdasarkanhasilkajianKomisiNasionalPengkajianSumberDayaIkan(Komnas KAJISKAN)yangdilaksanakanpadaTahun2016,estimasipotensikelompoksumberdaya ikandiWPPNRI717sebagaimanatercantum padaTabel1. Tabel1.EstimasiPotensiKelompokSumberDayaIkandiWPPNRI717 No KelompokSumberDayaIkan Potensi(ton/tahun) 1 Ikanpelagiskecil 391,126 2 Ikanpelagisbesar 56,067 3 Ikandemersal 111,619 4 Ikankarang 32,376 5 Udangpenaeid 8,669 6 Lobster 1,065 7 Kepiting 620 8 Rajungan 22 9 Cumi-cumi 2,124 Total 603,688 Sumber: Keputusan MenteriKelautan dan Perikanan Nomor47/KEPMEN-KP/2016 tentang EstimasiPotensi,JumlahTangkapanyangDiperbolehkan,danTingkatPemanfaatan SumberDayaIkandiWilayahPengelolaanPerikananNegaraRepublikIndonesia PadaTabel1terlihatbahwa5(lima)kelompoksumberdayaikandiWPPNRI717 adalahikanpelagiskecilsebesar391,126ton/tahun,ikandemersalsebesar111,619 ton/tahun,ikanpelagisbesarsebesar56,067ton/tahun,ikankarang32,376ton/tahun, danudangpenaeidsebesar8,669ton/tahun. Berdasarkanurutantersebutdiatas,berikutinidiuraikanperkembanganhasil tangkapannyadiWPPNRI717. 1.Ikanpelagiskecil HasiltangkapanikanpelagiskecildiWPPNRI717antaralainadalahjenisikan layang(Decapterusrusselli,Decapterusmacrosoma,Decapterusmacaraleus),ikan teri(Stolephorus spp.),ikan kembung(Rastrelligerbrachysoma),ikan banyar (Rastrelligerkanagurta),ikantembang(Sardinellaspp.),danikantude(Selarspp.). PerkembanganhasiltangkapanikanpelagiskecilpadaperiodeTahun2005- 2014sebagaimanatercantum padaGambar2. Gambar2.PerkembanganHasilTangkapanIkanPelagisKecilpadaPeriodeTahun2005-2014 Sumber:StatistikPerikananTangkap,2015 PadaGambar2terlihatbahwahasiltangkapanikanpelagiskecilpadaperiode Tahun2005-2014berkisarantara26,081-44,170ton/tahundenganrata-rata37,915 ton/tahun. BerdasarkanKeputusanMenteriKelautandanPerikananNomor47/KEPMEN- KP/2016tentangEstimasiPotensi,JumlahTangkapanyangDiperbolehkan,dan TingkatPemanfaatanSumberDayaIkandiWilayahPengelolaanPerikananNegara RepublikIndonesia,potensiikanpelagiskecildiWPPNRI717sebesar391,126 ton/tahundantingkatpemanfaatan0.73yangberartitingkatpemanfaatanberada padakondisifully-exploited.Selanjutnyadisarankanagarupayapenangkapanikan pelagiskecildiWPPNRI717dipertahankandenganmonitorketat. 2.Ikandemersal HasiltangkapanikandemersaldiWPPNRI717antaralainadalahikankakap putih (Lates carcarifer),ikan kakap merah (Lutjanus sp.),ikan kuwe (Caranx sexfasciatus),ikanmanyung(Netumasp.),ikansebelah(Psettodeserumei),ikan lolosibiru(Caesiocaerulaurea),ikanbawalputih(Pampusargentus),ikanlencam (Lethrinusspp.),ikankuniran(Upeneussulphureus),danikanlayur(Trichiurusspp.). PerkembanganhasiltangkapanikandemersalpadaperiodeTahun2005-2014 sebagaimanatercantum padaGambar3. Gambar3.PerkembanganHasilTangkapanIkanDemersalpadaPeriodeTahun2005-2014 Sumber:StatistikPerikananTangkap,2015 PadaGambar3terlihatbahwahasiltangkapanikandemersalpadaperiode Tahun2005-2014berkisarantara21,071-45,573ton/tahundenganrata-rata33,836 ton/tahun. BerdasarkanKeputusanMenteriKelautandanPerikananNomor47/KEPMEN- KP/2016tentangEstimasiPotensi,JumlahTangkapanyangDiperbolehkan,dan TingkatPemanfaatanSumberDayaIkandiWilayahPengelolaanPerikananNegara Republik Indonesia,potensiikan demersaldiWPPNRI717 sebesar111,619 ton/tahundantingkatpemanfaatan0.45yangberartitingkatpemanfaatanberada pada kondisimoderate.Selanjutnya disarankan agarupaya penangkapan ikan demersaldiWPPNRI717dapatditambah. 3.Ikanpelagisbesar HasiltangkapanikanpelagisbesardiWPPNRI717antaralainadalahikan cakalang (Katsuwonus pelamis),ikan madidihang (Thunnus albacares),ikan tenggiri(Scomberomorusspp.),danikantongkol(Euthynnussp.). Perkembanganhasiltangkapanikanpelagisbesarpada periodeTahun2005- 2014sebagaimanatercantum padaGambar4. Gambar4.PerkembanganHasilTangkapanIkanPelagisBesarpadaPeriodeTahun2005-2014 Sumber:StatistikPerikananTangkap,2015 PadaGambar4terlihatbahwahasiltangkapanikanpelagisbesarpadaperiode Tahun2005-2014berkisarantara41,462-61,587ton/tahundenganrata-rata50,139 ton/tahun. BerdasarkanKeputusanMenteriKelautandanPerikananNomor47/KEPMEN- KP/2016tentangEstimasiPotensi,JumlahTangkapanyangDiperbolehkan,dan TingkatPemanfaatanSumberDayaIkandiWilayahPengelolaanPerikananNegara RepublikIndonesia,potensiikanpelagisbesardiWPPNRI717sebesar56,067 ton/tahundantingkatpemanfaatan0.95yangberartitingkatpemanfaatanberada padakondisifully-exploited.Selanjutnyadisarankanagarupayapenangkapanikan pelagisbesardiWPPNRI717dipertahankandenganmonitorketat. 4.Ikankarang HasiltangkapanikankarangdiWPPNRI717antaralainadalahikanekorkuning (Caesiocuning),ikannapoleon(Cheilinusundulatus),ikankerapu(Epinephelus spp.),danikanbaronang(Siganusspp.). PerkembanganhasiltangkapanikankarangpadaperiodeTahun2005-2014 sebagaimanatercantum padaGambar5. Gambar5.PerkembanganHasilTangkapanIkanKarangpadaPeriodeTahun2005-2014 Sumber:StatistikPerikananTangkap,2015 PadaGambar5terlihatbahwahasiltangkapanikankarangpadaperiode Tahun2005-2014berkisarantara2,058-7,277ton/tahundenganrata-rata4,242 ton/tahun. BerdasarkanKeputusanMenteriKelautandanPerikananNomor47/KEPMEN- KP/2016tentangEstimasiPotensi,JumlahTangkapanyangDiperbolehkan,dan TingkatPemanfaatanSumberDayaIkandiWilayahPengelolaanPerikananNegara RepublikIndonesia,potensiikankarang diWPPNRI717sebesar32,376ton/tahun dan tingkatpemanfaatan 0.81 yang berartitingkatpemanfaatan berada pada kondisifully-exploited.Selanjutnyadisarankanagarupayapenangkapanikankarang diWPPNRI717dipertahankandenganmonitorketat. 5.Udangpenaeid HasiltangkapanudangpenaeiddiWPPNRI717antaralainadalahudangwindu (Penaeus monodon),udang dogol(Metapenaeus monoceros),udang putih (Penaeusmerguiensis),udangkrosok(Parapenaeopsissculptitis),danudangratu (Penaeuslatisulcatus). PerkembanganhasiltangkapanudangpenaeidpadaperiodeTahun2005-2014 sebagaimanatercantum padaGambar6. Gambar6.PerkembanganHasilTangkapanUdangPenaeidpadaPeriodeTahun2005- 2014 Sumber:StatistikPerikananTangkap,2015 PadaGambar6terlihatbahwahasiltangkapanudangpenaeidpadaperiode Tahun2005-2014berkisarantara1,660-5,978ton/tahundenganrata-rata2,947 ton/tahun. BerdasarkanKeputusanMenteriKelautandanPerikananNomor47/KEPMEN- KP/2016tentangEstimasiPotensi,JumlahTangkapanyangDiperbolehkan,dan TingkatPemanfaatanSumberDayaIkandiWilayahPengelolaanPerikananNegara RepublikIndonesia,potensiudangpenaeiddiWPPNRI717sebesar8,669ton/tahun dan tingkatpemanfaatan 0.25 yang berartitingkatpemanfaatan berada pada kondisimoderate.Selanjutnyadisarankanagarupayapenangkapanudangpenaeid diWPPNRI717dapatditambah. Secarakeseluruhan,tingkatpemanfaatansumberdayaikandiWPPNRI717 sebagaimanatercantum padaTabel2. Tabel2.TingkatPemanfaatanSumberDayaIkandiWPPNRI717 NO KelompokSDI TingkatPemanfaatan Keterangan 1 Ikanpelagiskecil 0.73Fully-exploited 2 Ikanpelagisbesar 0.95Fully-exploited 3 Ikandemersal 0.45Moderate 4 Ikankarang 0.81Fully-exploited 5 Udangpenaeid 0.25Moderate 6 Lobster 1.21Over-exploited 7 Kepiting 0.90Fully-exploited 8 Rajungan 1.45Over-exploited 9 Cumi-cumi 0.70Fully-exploited Sumber:Keputusan MenteriKelautan dan Perikanan Nomor47/KEPMEN-KP/2016 tentang EstimasiPotensi,JumlahTangkapanyangDiperbolehkan,danTingkatPemanfaatan SumberDayaIkandiWilayahPengelolaanPerikananNegaraRepublikIndonesia PadaTabel2terlihatbahwatingkatpemanfaatansumberdayaikandiWPPNRI 717sebagianbesarberadapadastatusfully-exploited,kecualiikandemersaldanudang penaeidberstatusmoderate,sertalobsterdanrajunganberstatusover-exploited. B. LingkunganSumberDayaIkan WPPNRI717meliputiperairanTelukCendrawasihdanSamuderaPasifik.Wilayah initermasukKepulauanPadaidodansebagianRajaAmpatyaituKepulauanWaigeodan KepulauanAyauAsia.PadabagianpesisirpantaiPulauWaigeobagianbarathampir didominasiolehmangrovedengansebagiankecilpantaiberbatudanpantaiberpasir putih.Sebagianterdapatpadanglamundandibeberapatempatterdapatmangroveyang langsungberbatasandenganlamundanterumbukarangdidepannya.Tipeterumbu karangdipesisirPulauWaigeoBaratadalahtipeterumbukarangtepi(fringingreef) dengankonturlandaihinggacuram.Terumbukaranghanyaterdapatdidangkalandari0- 15m,selebihnyaadalahberlumpuratauberpasir.Persentasepenutupankaranghidup berkisarantara5-50%denganrata-ratapersentasepenutupansebesar20,86%.Rata-rata penutupankarangmatisebesar21,28%,patahankarangsebesar19,06%,pasirsebesar 28,53%,danpenutupanbiotalainsebesar10,28%. DiperairanTelukCendrawasihpotensikarangtercatat150jenisdari15familidan tersebarditepian 18 pulau besardan kecil.Persentase penutupan karang hidup bervariasiantara30,40%sampaidengan65,64%.Umumnya,ekosistem terumbukarang terbagimenjadi2(dua)zonayaituzonarataanterumbu(reefflat)danzonalereng terumbu(reefslope).Jenis-jeniskarangyangdapatdilihatantaralainkolonikarangbiru (Helioporacoerulea),karanghitam(Antiphatessp.),familiFaviidaedanPectiniidae,serta berbagaijeniskaranglunak.Ditelukinitercatat209jenisikandiantaranyabutterflyfish, angelfish,damselfish,parrotfish,rabbitfish,dananemonefish.Jenismoluskaantaralain keongcowries(Cypraeaspp.),keongstrombidae(Lambisspp.),keongkerucut(Conus spp.),tritonterompet(Charoniatritonis),dankimaraksasa(Tridacnagigas).Terdapat empatjenispenyuyangseringmendaratdidaerahiniyaitupenyusisik(Eretmochelys imbricata),penyuhijau(Cheloniamydas),penyulekang(Lepidochelysolivaceae),dan penyu belimbing(Dermochelys coriacea). Duyung(Dugong dugon), paus biru (Balaenopteramusculus),ketam kelapa(Birguslatro),lumba-lumba(Dolphinidae),danhiu paus(Rhincodontypus)seringterlihatdiperairanTelukCendrawasih. DiKepulauanPadaido,keragamankarangcukuptinggiterdiridari90jenisyang tergolong dalam 41 genera dan 13 familiserta beberapa jenis karang lunak,yaitu Sinularia polydactyla, Sacrophyton trocheliophorum, Lobophytum strictum, dan Lobophytum crassum.JeniskarangdominanadalahFaviidae,Fungidae,Pocilloporidae, danAcroporidae.DiKepulauanPadaidoditemukankuranglebih127jenisikantarget (ikanyangmempunyainilaiekonomisyangdikonsumsiolehmasyarakat),34jenisikan indikator(ikanyangmenjadiparameterterhadapkesehatanterumbukarang),dan185 jenisikanmayor(ikanyangberperansecaraumum dalam sistem rantaimakanandi daerahterumbukarang).DiKepulauanPadaidoditemukan7(tujuh)jenismangroveyaitu: Bruguieragymnorhiza,Rhizophoraapiculata,Rhizophorastylosa,Sonneratiaalba,Ceriops tagal,Lumnitzeralittorea,danAviceniaalba.Padalokasiiniditemukan10(sepuluh)jenis lamun,antara lain:Thalassia hemprichii,Enhalus acoroides,Cymodocea serrulata, Halodule universis,Halodule pinifolia,Holophila ovalis,Holophila spinulosa,dan Syringodium isoetifolium.Padalokasiiniditemukanditemukan58(limapuluhdelapan) jenisrumputlaut,11jenisdiantaranyabernilaiekonomis,seperti:Euchema,Glacilaria, Hypnea,Laurencia,Gelidiella,Halimenia,Caulerpa,Chaetomorpha,Sargassum,dan Turbinaria. Penyusunan RPP inimengintegrasikan kawasan konservasiperairan yang merupakanimplementasiprinsippengelolaanperikanandenganpendekatanekosistem (Ecosystem ApproachtoFisheriesManagement/EAFM).Kawasankonservasimerupakan perairan yang dilindungidan dikelola dengan sistem zonasiuntuk mewujudkan pengelolaansumberdayaikandanlingkungannyasecaraberkelanjutan.Pengelolaan kawasankonservasidilakukanberdasarkan rencanapengelolaandansistem zonasi melalui3 (tiga)strategipengelolaan yaitu strategipenguatan kelembagaan,strategi penguatanpengelolaansumberdayakawasan,sertastrategipenguatansosial,ekonomi, danbudaya. BentangLautKepalaBurung(BLKB)terkenalakankeanekaragamanhayati,habitat -habitatterumbukarang,danpopulasi-populasibiotalaut.Meskipunkayaakansumber dayaalam,tetapilebihdari40%masyarakatyangtinggaldiPapuaBaratberadadibawah gariskemiskinan.Mata pencaharian dan sumberpangan utama pendudukdiBLKB berasaldarisektorperikanan,termasukmasyarakatdipulau-pulauterpencildandaerah padatpendudukdiSorongdanManokwari.Sementaraekosistem diBLKBsudahtidak murnilagidanstokperikanandibeberapatempatmulaiberkurang.Rendahnyakepadatan populasimanusia dan faktorlingkungan menyebabkan ekosistem lauttetap dalam kondisiyangtergolongsehatdibandingkandenganbanyaklokasilaindiwilayahAsia Tenggara.Walaupun demikian,eksploitasiterhadap sumberdaya alam secara legal maupulilegal,kegiatanpembangunanyangtidakbertanggungjawab,danpertumbuhan penduduk yang sangatpesatdiPapua Baratsebesarlebih dari5,5% pertahun, mengancam kelangsungan hidup ekosistem beserta dengan masyarakat yang bergantungpadanya. BLKBadalahsebuahkawasanyangmenjadiprioritaskonservasilauttidakhanya ditingkatregional,tetapijuganasional,danbahkandunia.Daerahinimemilikiterumbu karangyangpalingberagam diduniadenganlebihdari1.600jenisikankarangdanlebih dari600jeniskarang,dimanatermasukyangmungkindapatbertahandaridampak negatifperubahaniklim.PerairanTelukCendrawasihmemilikitamanlautterluasyang adadiIndonesia.Keunikansejarahgeologisdanoseanografisnyayangmenyebabkan perairanTelukCendrawasihmengalamiprosesisolasiyangberulang-ulangsehingga menjadikannyasebagaipusatbagiberagam spesiesendemik.Abunmerupakanlokasi terpentingdiduniasebagaitempatbertelurnyaPenyuBelimbingterbesaryangmasih tersisa diwilayah Pasifik,sedangkan Kaimana dikenaldengan hutan bakau dan keberadaanpopulasikelompokmamalialautyang terancam punah.KepulauanRaja Ampatmerupakanlokasiwisatayangterkenaldiduniadengankeanekaragamanterumbu karangnya.Menjagaperairandanhabitatyangberanekaragam sangatpentinguntuk sektorpembangunanyangmemerlukankeberlanjutandarisumberdayaalam seperti perikanan,pariwisata,danbudidayaair.Selainitu,perlindunganterumbukarang,padang lamun,danhutanbakausangatpentingsebagaimekanismepenyimpanankarbonyang mungkindapatmemperlambatperubahaniklim,naiknyapermukaanlaut,danpemanasan suhusamudera. Pemerintah Indonesia saatinisedang membuatberbagaikebijakan penting tentang bagaimana mempromosikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan untuk masyarakatlokaldanmelindungikarakteristikalami(termasukkeanekaragamanhayati yangtinggi),sertaprosesalamiyangmampumenjagakelangsunganjasaekosistem BLKB.PemerintahProvinsiPapuaBarattelahberkontribusisecaranyatadalam upaya pengelolaansumberdayalautberkelanjutandengancaramembentukjejaring12(dua belas)Kawasan KonservasiPerairan seluaslebih dari3,6 jutahektaryang meliputi wilayahperairandanpulau-pulaukecil.KawasanKonservasiPerairantersebutmeliputi TamanNasionalLautTelukCenderawasih,KawasanKonservasiPerairanAbun,7(tujuh) KawasanKonservasiPerairandiRajaAmpat,dan KawasanKonservasiPerairanyang luasdiKaimana.Kebijakan pengelolaan sumberdaya alam yang dibuatBLKB agar memperhatikankaidahPengelolaanBerbasisEkosistem (PBE),antaralain:
1.Pengelolaan Kawasan KonservasiPerairan untuk jejaring Kawasan Konservasi PerairanBLKB;
2.Pengelolaanperikananpadatingkatprovinsidanpusat;
3.Rencanatataruanguntukwilayahpesisirdanlautditingkatprovinsidanpusat;dan
4.Pengelolaanjenisuntukjenis-jenissatwaterancam punahsepertipenyu,duyung, paus,lumba-lumba,danhiupaus. Saatiniterdapatbeberapa kawasan konservasiperairan dan konservasilaut lainnyadiWPPNRI717sebagaimanatercantum padaGambar7. Gambar7.PetaSebaranPrioritasPotensiKawasanKonservasiPerairandiWPPNRI717 Sumber:DirektoratPerencanaanRuangLaut,DitjenPengelolaanRuangLaut PadaGambar7terlihatbahwaterdapat8(delapan)KawasanKonservasiPerairan Nasional(KKPN)diwilayahkajianKawasanBentangLautPapua,dan3(tiga)diantaranya telahditetapkanolehMenteriKelautandanPerikananpadatanggal3September2009. Secaranasional,delapanKKPN tersebut,merupakankawasansuakaalam dan/atau kawasan pelestarian alam (KSA/KPA)yang telah diserahterimakan dariDepartemen KehutanankepadaDepartemenKelautandanPerikanantanggal4Maret2009.Kawasan konservasiperairanyangberadadiKawasanBentangLautPapuatersebutadalah:
1.KawasanKonservasiPerairanNasionalKepulauanRajaAmpatdanLautdisekitarnya diProvinsiPapuaBaratyangditetapkanberdasarkanKeputusanMenteriKelautan danPerikananNomorKEP.64/MEN/2009;
2.KawasanKonservasiPerairanNasionalKepulauanWaigeoSebelahBaratdanLautdi sekitarnyadiProvinsiPapuaBaratyangditetapkanberdasarkanKeputusanMenteri KelautandanPerikananNomorKEP.65/MEN/2009;
3.KawasanKonservasiPerairanNasionalKepulauanPadaidodanLautdiSekitarnyadi ProvinsiPapuaTamanWisataPerairanKepulauanPadaidobesertalautdisekitarnya diProvinsiPapuayangditetapkanberdasarkanKeputusanMenteriKelautandan PerikananNomorKEP.68/MEN/2009;
4.Pencadangan Kawasan Taman Pesisir Jamursba Medidan sekitarnya yang ditetapkanberdasarkanKeputusanBupatiTambrauwNomor46Tahun2013;
5.KawasanKonservasiLautDaerahSorongyangditetapkanberdasarkanSK Bupati SorongNomor142Tahun2005;dan
6.Kawasan KonservasiLautDaerah BiakNumforyang ditetapkan berdasarkan SK BupatiBiakNumforNomor21Tahun2009. SelainituterdapatbeberapakawasankonservasilautlainnyadiWPPNRI717,yaitu: 1.TamanNasionalTelukCendrawasihyangdikelolaolehKementerianKehutanan;dan 2.SuakaMargasatwaPantaiJamursbaMediyangdikelolaolehKementerianKehutanan. C. TeknologiPenangkapan KeputusanMenteriKelautandanPerikananNomorKEP.06/MEN/2010tentang AlatPenangkapanIkandiWilayahPengelolaanPerikananNegaraRepublikIndonesia mengelompokkan alatpenangkapan ikan dalam 10 (sepuluh)kelompok.Khusus di WPPNRI717alatpenangkapanikanyangdigunakanmeliputipukatcincinpelagisbesar, pukatcincinpelagiskecil,jaringinsangtetap,jaringinsanghanyut,rawaitetap,pancing tonda,danpancing,rawaidasar. PerairanTelukCendrawasihdanSamuderaPasifikmerupakandaerahdengan potensiperikananpelagiskecildanpelagisbesaryangsangattinggi.NelayandiProvinsi MalukuUtara,ProvinsiPapua,danProvinsiPapuaBaratpadaumumnyamenggunakan gillnet(jaringinsangtetapdanjaringinsanghanyut)danpancing(rawaitetap,pancing tonda,danpancing,danrawaidasar)dalam memanfaatkansumberdayaikandiwilayah ini. Jumlahkapalpenangkapikandilautmenurutkategorikapalpenangkapikandi WPPNRI717sebagaimanatercantum padaTabel3. Tabel3.Jumlahkapalpenangkapikandilautmenurutkategorikapalpenangkapikandi WPPNRI717 Kategoriperahu/kapal - Sizeof Boats WPPNRI717:TelukCendrawasihdanSamuderaPasifik-CendrawasihBayandPacificOcean 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 Jumlah- Total 36.447 24.783 27.864 29.276 26.379 25.268 24.831 35.963 25.059 18.928 Perahu Sub Jumlah - SubTotal 34.437 21.397 22.638 21.374 19.244 17.938 17.485 9.839 17.009 10.673 Tanpa Motor Jukung-Dugoutboat 17.707 10.689 10.972 10.905 12.868 11.867 11.728 2.752 11.327 4.553 Non Perahu Papan - Kecil- Small 7.819 7.470 7.687 7.272 4.136 3.977 3.542 4.767 3.192 3.672 Powered Plankbuilt - Sedang- Medium 6.952 1.865 2.330 1.894 1.683 1.484 1.467 1.277 1.725 1.724 Boatboat - Besar- Large 1.960 1.374 1.649 1.303 557 610 748 1.043 765 724 MotorTempel- Outboard Motor 976 2.856 4.023 6.318 6.186 6.247 6.129 18.977 7.035 7.216 Kapal Motor- Inboard Motor Sub Jumlah - SubTotal 1.034 529 1.203 1.584 949 1.083 1.217 7.147 1.015 1.039 Ukuran kapal motor- Sizeof boat <5GT 517 165 224 383 311 352 393 5.307 354 370 5-10GT 146 258 319 366 194 212 258 1.345 268 287 10-20GT 151 75 163 259 146 162 196 280 199 203 20-30GT 178 17 47 126 38 46 60 114 67 71 30-50GT 14 3 71 71 17 43 51 41 26 14 50-100 7 9 234 234 156 190 190 51 69 60 GT 100-200 GT 16 2 108 108 65 52 49 9 26 22 200-300 GT 4 - 18 18 8 10 8 - 4 5 300-500 GT - - 9 9 8 7 5 - 1 4 500-1000 GT - - 9 9 5 8 7 - 1 3 >1000 GT - - 1 1 1 1 - - - - Sumber:StatistikPerikananTangkap,2015 PadaTabel3terlihatbahwaterdapatfluktuasijumlahkapalpenangkapikandari Tahun2005-2014denganjumlahkapalpenangkapikandiWPPNRI717dominankategori perahutanpamotor. D. SosialdanEkonomi
1.Sosial Banyaknyapemangkukepentinganyangterlibatdalam pemanfaatansumber dayaikandiWPPNRI717,dengankarakteristiksosial,ekonomi,danbudayayang berbeda merupakan aspek yang harus menjadibahan pertimbangan dalam penyusunan rencana pengelolaan perikanan diwilayah ini.Karakteristik sosial, ekonomi,danbudayadimasing-masingprovinsiakandipaparkanlebihlanjut. ProvinsiMaluku Utara memilikiluas wilayah mencapai140.255,32 km². Sebagian besarmerupakan wilayah perairan laut,yaitu seluas 106.977,32 km² (76,27%).Sisanyaseluas33.278km²(23,73%)adalahdaratan.Secaraadministratif, provinsiiniterdiridaridaerahotonom baruyangdisahkanmelaluiUndang-Undang Nomor1Tahun2003tentangPembentukanKabupatenHalmaheraUtara,Kabupaten HalmaheraTimur,KabupatenHalmaheraSelatan,KabupatenKepulauanSula,dan KotaTidore. ProvinsiMalukuUtaraterdiridari395pulaubesardankecil.Pulauyangdihuni sebanyak64pulaudanyangtidakdihunisebanyak331pulau.Pulau-pulautersebut adalahPulauHalmahera,PulauCibi,PulauTaliabu,PulauBacan,PulauMorotai,Pulau Ternate,PulauObi,PulauTidore,PulauMakian,PulauKayoa,PulauGebe.Provinsi MalukuUtarameliputi2(dua)kotadan8(delapan)kabupatenyaituKotaTernate, KotaTidoreKepulauan,KabupatenHalmaheraBarat,KabupatenHalmaheraTengah, KabupatenHalmaheraUtara,KabupatenHalmaheraSelatan,KabupatenHalmahera Timur,KabupatenKepulauanSula,KabupatenPulauMorotai,danKabupatenPulau Talibu. DiProvinsiMaluku Utara,terdapatkearifan lokalyang dinamai”Pamali MamanciIkang”dalam pengelolaansumberdayaperikanan (pesisirdanlaut)secara umum adalahlarangatauboboso,tetapipengertiannyadalam pengelolaanikanteri dancumi-cumimenyangkutpadabeberapabatasan,sepertipelaranganpadamusim pemijahan,pembatasan jumlah alatpenangkapan ikan,pembatasan frekuensi penangkapanikan,tidakdibenarkanorangluarmemilikiusahabagan,pelarangan penebangan hutan bakau (soki)karena luluhan daun,dan dahan pohon bakau dianggapsebagaiasal-usulikanteri.Pengaturan“PamaliMamanciIkang”merupakan suatu kebijakan yang arif walaupun hanya dihasilkan melaluisuatu proses musyawarahditingkatdesa.Penetapanwaktupelaksanaannyadisesuaikandengan musim cengkeh,dimanamasyarakatmulaimeninggalkanlautdanberalihkelahan pertanian dan perkebunan cengkehnya.Panen cengkeh dilakukan secaragotong royong(bari),sehinggabaginelayanyangtidakmemilikikebunturutterlibatdalam panentersebutuntukmenutupibiayahidupnyaselamadilarangmelaut.Konsepini sangatmemperhitungkankondisisosialekonomimasyarakat,sehinggapadasaat pelaksanaantradisinya,masyarakatnelayantidakkehilanganmatapencahariannya, sebaliknyamasyarakatpetanijugaikutmerasadibantu. ProvinsiPapuaBaratterletakantara0-4derajatLintangSelatandan124-132 derajatBujurTimur,tepatdibawahgariskatulistiwadenganketinggian0-100meter daripermukaanlaut.LuaswilayahProvinsiPapuaBaratsebesar126.093km 2 dengan batasUtara:SamuderaPasifik,BatasBarat:LautSeram ProvinsiMaluku,Batas Selatan:LautBandaProvinsiMaluku,BatasTimur:ProvinsiPapua. ProvinsiPapuaBaratadalahsebuahprovinsiyangterletakdibagianbarat PulauPapuadenganibukotanyaManokwari.Namaprovinsiinisebelumnyaadalah IrianJayaBaratyangditetapkandalam Undang-UndangNomor45Tahun1999. BerdasarkanPeraturanPemerintahNomor24Tahun2007tanggal18April2007, namaprovinsiinidiubahmenjadiPapuaBarat.PapuaBaratdanPapuamerupakan provinsiyangmemperolehstatusotonomikhusus. ProvinsiPapuaBaratsecaraadministratif,terdiridari8(delapan)kabupaten dan1(satu)kotayaituKabupatenFakfak,KabupatenKaimana,KabupatenTeluk Wondama,Kabupaten Teluk Bintuni,Kabupaten Manokwari,Kabupaten Sorong Selatan,KabupatenSorong,KabupatenRajaAmpat,danKotaSorongyangterdiridari 124Kecamatan,48Kelurahan,dan1173Kampung. Salahsatuwisataalam yangmenjadiandalanProvinsiPapuaBaratadalah TamanNasionalTelukCendrawasihyangberlokasidikabupatenTelukWondama. TamanNasionalinimembentangdaritimurSemenanjungKwatisoresampaiutara PulauRumberpondenganpanjanggarispantai500km,luasdaratmencapai68.200 ha,luaslaut1.385.300hadenganrincian80.000hakawasanterumbukarangdan 12.400halautan. Padatahun1990jumlahpendudukdiProvinsiPapuaBarattercatatsebanyak 385.509jiwa,sedangkanpadatahun2000tercatat717.107jiwa,dantahun2007 telahmencapai722.981jiwa. ProvinsiPapua adalah sebuah provinsiterluas Indonesia yang terletakdi bagiantengahPulauPapuaataubagianpalingtimurWestNew Guinea(IrianJaya). BelahantimurnyamerupakannegaraPapuaNuginiatauEastNew Guinea.Provinsi Papuamemilikiluas808.105km 2 dantermasukpulauterbesarkeduadiduniadan pulauterbesarpertamadiIndonesia.Secarageografis,ProvinsiPapuamemilikiluas sekitar421.981km 2 .Sebagaidaerahtropisdanwilayahkepulauan,ProvinsiPapua memilikikelembapan udara relatiflebih tinggiberkisarantara 80-89%.Kondisi geografisyangbervariasiinimempengaruhikondisipenyebaranpendudukyangtidak merata.ProvinsiPapuamerupakankawasankonservasiterluasdiAsiatenggara, beradapadaketinggian0-4.884mdpldantersebardi4(empat)Kabupaten,yaitu KabupatenJayawijaya,KabupatenMimika,KabupatenPuncakJaya,danKabupaten Asmat.ProvinsiPapuaterdiridariKotaJayapuradan28Kabupaten,yaituKabupaten Biak Numfor,Kabupaten Boven Digoel,Kabupaten Deiyai,Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Asmat, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Jayawijaya,KabupatenKeerom,KabupatenKepulauanYapen,KabupatenLannyJaya, KabupatenMamberamoRaya,KabupatenMamberamoTengah,KabupatenMappi, Kabupaten Merauke,Kabupaten Mimika,Kabupaten Nabire,Kabupaten Nduga, KabupatenPaniai,KabupatenPuncak,KabupatenPuncakJaya,KabupatenSarmi, KabupatenSupiori,KabupatenTolikara,KabupatenWaropen,KabupatenYahukimo, KabupatenPegununganBintang,danKabupatenYalimo.MasyarakatPapuaterbagi menjadilebihdari255sukudiantaranyaMarindanim,Yah'ray,Asmat,Mandobo,Dani, danAfyat.Merekayangtinggaldidatarantinggidanmasihmempertahankanadat dantradisimerekayanghampirtaktersentuholehpengaruhluar.Sebagianbesar suku yang berbeda tersebuthidup dalam terisolasisatu sama lain sehingga menghasilkansuatucampuranbudayayangsangatberagam. Berdasarkanuraiankondisisosialtersebut,dapatdigambarkanjumlahnelayan diWPPNRI717sebagaimanatercantum padaTabel4. Tabel4.JumlahNelayanyangBerdomisilidiProvinsisekitarWPPNRI717 No. Tahun JumlahNelayan(orang)
1.2009 76.135
2.2010 82.799
3.2011 86.681
4.2012 69.197
5.2013 69.172
6.2014 52.989 Sumber:StatistikPerikananTangkap,2015 PadaTabel4terlihatbahwajumlahnelayanyangberdomisilidiWPPNRI717 daritahun 2009-2014 secara umum perkembangannya fluktuatifdengan jumlah tertinggipadatahun2011sebesar86.681orangdanterendahpadatahun2014 sebesar52.989orang.
2.Ekonomi Untukmengetahuipendapatan nelayan diProvinsiMaluku Utara,Provinsi PapuaBarat,danProvinsiPapua,makadapatdiadakansurveikepadanelayandi ketigaProvinsiyangmasukkedalam WPPNRI717mengingatdatapendapatan nelayandiWPPNRI717belum tersedia.AdapundatadariBadanPusatStatistik(BPS) tentangnilaitukarnelayandanpengeluaranrumahtangganelayanyangtersediasaat inimasih perlu untukdisempurnakan,agardapatdiketahuisecara pastitingkat pendapatannelayandiWPPNRI717.Meskipundemikian,upahminimum awakkapal berkewarganegaraanIndonesiaseharusnyasesuaidenganupahminimum provinsi (UMP)yangberlakudi3(tiga)provinsisebagaimanatercantum padaTabel5. Tabel5.UpahMinimum ProvinsidiWPPNRI717 No Provinsi UMP2013 (Rp) UMP2014 (Rp) UMP2015 (Rp) UMP2016 (Rp) 1 MalukuUtara 1.200.622,00 1.440.746,00 1.577.000,00 1.681.000,00 2 Papua 1.710.000,00 1.900.000,00 2.193.000,00 2.450.770,00 3 PapuaBarat 1.720.000,00 1.870.000,00 2.015.000,00 2.237.000,00 Sumber: KeputusanGubernurMalukuUtara,KeputusanGubernurPapua,Keputusan GubernurPapua Barat PadaTabel5terlihatbahwapadatahun2013,UMPyangberadapadaWPPNRI 717berkisarantaraRp1.200.622,00hinggaRp1.720.000,00.UMPterendahterdapat diProvinsiMalukuUtaradantertinggidiProvinsiPapuaBarat.Sedangkanpadatahun 2016,UMPyangberadapadaWPPNRI717berkisarantaraRp1.681.000,00hingga Rp2.450.770,00.UMP terendahadalahdiProvinsiMalukuUtara dantertinggidi ProvinsiPapua. KapalpenangkapikanyangberoperasidiWPPNRI717berbasisdibeberapa pelabuhanperikananberdasarkanKeputusanMenteriKelautandanPerikananNomor 45/KEPMEN-KP/2014tentangRencanaIndukPelabuhanPerikananNasional,yang terdiridari: 1.PPIBiak; 2.PPIDotir; 3.PPIWasior; 4.PPISanggeng; 5.PPIHamadi; 6.PPITanjungRia; 7.PPIFandoi; 8.PPIKorem; 9.PPISauribu; 10.PPIWadibu 11.PPIWaharia; 12.PPIWaiyaDepapre; 13.PPIDemta;dan 14.PPIWaropen. E. KelompokJenisIkanPrioritasYangAkanDikelola Berdasarkan kelompok jenis ikan yang terdapatdiWPPNRI717 yang akan dilakukan pengelolaan meliputiseluruh kelompok jenis ikan.Namun pada Rencana PengelolaanPerikanan(RPP)ini,kelompokjenisikanyangdiprioritasdikelolaadalah kelompokjenisikanpelagiskecildanikandemersal.Prosespenentuanjenisikanyang prioritasdikeloladilakukanmelaluiidentifikasijenisikanhasiltangkapan,inventarisasi jumlaharmadapenangkapanikanmenurutjenisalatpenangkapanikan,dananalisis komposisiikanhasiltangkapanmenurutjenisalatpenangkapanikan.
1.IdentifikasiJenisIkanHasilTangkapandiWPPNRI717 Hasilidentifikasiterhadap jenis ikan hasiltangkapan diWPPNRI717, menunjukanbahwaterdapat26jenisikandominansebagaimanatercantum pada Tabel6. Tabel6.JenisIkanHasilTangkapanDominandiWPPNRI717 No. JenisIkanHasilTangkapan Kontribusi (%)NamaLokal NamaIlmiah 1 CakalangKatsuwonuspelamis 20,57 2 Ikanlainnya- 13,25 3 MadidihangThunnusalbacares 9,91 4 LayangDecapterusspp. 5,33 5 TeriStolephorusspp. 4,39 6 TongkolkomoEuthynnusaffinis 4,38 7 TenggiriScomberomorusspp. 4,35 8 Kembung Rastrelligerspp. 3,47 9 Kakapmerah/Bambangan Lutjanidae 3,01 10 SelarSelarspp. 2,65 11 KakapputihLatescarcarifer 2,42 12 Ekorkuning/Pisang-pisangCaesiospp. 2,13 13 TembangSardinellafimbriata 1,85 14 KuweCaranxsexfasciatus 1,63 15 TongkolkraiAuxisthazard 1,21 16 Julung-julungHemiramphusfar 1,10 17 SotongSepiaspp. 0,95 18 BijiNangka Mullidae 0,87 19 SunglirElagatisBipinnulata 0,82 20 KerapuKarangEpinephelusspp. 0,81 21 Kurisi Nemipteridae 0,78 22 Gulamah/TigaWaja Solanidae 0,76 23 UdangWinduPenaeusmonodon 0,75 No. JenisIkanHasilTangkapan Kontribusi 24 LayurTrihiurusavala 0,73 25 TenggiriPapanScomberomorusguttatus 0,72 26 ManyungNetumathalassina 0,69 27 Kuro/SenanginEleutheronema tetradactylum 0,62 Totalkomulatifkontribusi 90,15 Sumber:StatistikPerikananTangkap,2015 PadaTabel6terlihatbahwahasiltangkapandiWPPNRI717yangdominan, yaitucakalang,madidihang,layang,teri,dantongkolkomo.
2.InventarisasiJumlahArmadaPenangkapanIkanMenurutJenisAlatPenangkapan Ikan. Inventarisasi jumlah armada penangkapan ikan menurut jenis alat penangkapanikansebagaimanatercantum padaTabel7. Tabel7.JumlahUnitPenangkapanIkanMenurutKategoriKapalPenangkapIkandi WPPNRI717 No AlatPenangkapanIkan Jumlah (unit) 1 JaringLingkar 145 2 JaringAngkat 343 Baganberperahu 319 Boukeami 14 Bagantancap 10 3 AlatyangDijatuhkan 1.029 Jalajatuhberkapal 1.029Jalatebar 4 JaringInsang 8.968 JaringInsangTetap 5.922 JaringInsangHanyut 3.021 Jaringinsangberlapis 25 5 Perangkap 199 Bubu 145 Sero 51 Muroami 3 6 Pancing 18.222 Pancingulur 1.076 Pancingberjoran 8.257 Huhate 379 Rawaidasar 2.673 Rawaituna 183 Rawaicucut 176 Tonda 5.478 Total 28.906 Sumber:StatistikPerikananTangkap,2015 Pada Tabel7 terlihatbahwa jumlah kapalperikanan yang beroperasidi WPPNRI717 sebanyak 28.906 unit,dengan 6 (enam) kelompok jenis alat penangkapanikan.Berdasarkantabeltersebut,jugadapatdiketahuibahwaterdapat2 (dua)jenisalatpenangkapanikanyangdominan yaitupancingdanjaringinsang denganjumlahkapalsebanyak27.190unit.Olehsebabitu,kelompokjenisikanyang akandikelolaadalahjenisikanyangdominantertangkapdengan2(dua)kelompok jenisalatpenangkapanikantersebutdiatas.
3.AnalisisKomposisiJenisIkanHasilTangkapanMenurutJenisAlatPenangkapan Ikan. Komposisijenis ikan dianalisis berdasarkan jumlah ikan hasiltangkapan dominandari2(dua)kelompokjenisalatpenangkapanikan,yaitupancingdanjaring insang. a.pancing Komposisihasiltangkapanpancingsebagaimanatercantum padaTabel8. Tabel8.KomposisiIkanHasilTangkapanPancing AlatPenangkapan Ikan Spesies Komposisihasil tangkapan(%)NamaIkan NamaIlmiah Longline(RawaiTuna) TunaMataBesarThunnusobesus 25 MadidihangThunnusalbacares 32.5 AlbacoreThunnusallalunga 15 MarlinMakairaMazara 10 Meka 5 IkanLainnya 12.5 Bottom LongLine (PancingRawai Dasar)SelainPantura Kakap Lutjanidae 30 Kuwe,SelarCaranxsexfasciatus 3 ManyungNetumasp. 5 Cucut Hemigalidae 15 KerapuEpinephelusspp. 15 Kurisi Nemipteridae 10 Pari Rhinobatidae 10 RemangCongresoxTalabon 5 IkanLainnya 7 PoleandLine (Huhate) CakalangKatsuwonuspelamis 75 YellowfinThunnusalbacares 20 IkanLainnya 5 HandLineDemersal KakapMerah Lutjanidae 19 KerapuSunuEpinephelusspp. 17 AlatPenangkapan Spesies Komposisihasil Kurisi Nemipteridae 25 LencamLethrinusspp. 21 Swanggi Holocentridae 17 HandLineTuna CakalangKatsuwonuspelamis 61 TongkolAuxisthazard 10 BabyTuna/CakalangKatsuwonuspelamis 29 Sumber:KeputusanMenteriKelautandanPerikananNomor61/KEPMEN-KP/2014 tentang ProduktivitasKapalPenangkapIkan Pada Tabel8 terlihatbahwa komposisiikan hasiltangkapan dengan menggunakanalatpenangkapanikanpancingyaituikanpelagisbesardanikan demersal. b.jaringinsang Komposisihasiltangkapanjaringinsangsebagaimanatercantum padaTabel 9. Tabel9.KomposisiIkanHasilTangkapanJaringInsang Alat penangkapan ikan Spesies Komposisihasil tangkapan(%)NamaIkan NamaIlmiah JaringInsang (GillNet)Pantai TongkolAuxisthazard 30 TenggiriScomberomorusspp. 15 Cucut Hemigalidae 10 BawalHitamFormioniger 10 Kakap Lutjanidae 5 Pari Rhinobatidae 7 TetengkekMegalaspisCordyla 5 IkanLainnya 18 JaringInsang (GillNet)Dasar TongkolAuxisthazard 30 TenggiriScomberomorusspp. 15 Cucut Hemigalidae 10 BawalHitamFormioniger 10 Kakap Lutjanidae 5 Pari Rhinobatidae 7 TetengkekMegalaspisCordyla 5 IkanLainnya 18 JaringInsang (GillNet)Dasar (Cucut- Pari)/LiongBun Cucut Hemigalidae 25 Pari Rhinobatidae 75 JaringInsang (GillNet) Oceanik TongkolAuxisthazard 10 TenggiriScomberomorusspp. 5 Cucut Hemigalidae 5 IkanLainnya 20 Sumber: KeputusanMenteriKelautandanPerikananNomor 61/KEPMEN- KP/2014tentangProduktivitasKapalPenangkapIkan Pada Tabel9 terlihatbahwa komposisiikan hasiltangkapan dengan menggunakanalatpenangkapanikanjaringinsangyaituikanpelagisbesar,ikan demersal,danikanpelagiskecil. Berdasarkanhasilanalisistersebutdiatas,makauntuktahapawalditetapkan satuanpengelolaanperikanandalam RPPWPPNRI717adalahikanpelagiskecildan ikandemersal. F. TataKelola Secara nasional,kebijakan pengelolaan perikanan ditetapkan oleh Pemerintah dalam haliniKementerianKelautandanPerikanantermasukolehpemerintahprovinsi sesuaidengankewenangannya.BerdasarkanPeraturanMenteriKelautandanPerikanan Nomor23/PERMEN-KP/2015tentangOrganisasidanTataKerjaKemeterianKelautandan Perikanan,KementerianKelautandanPerikananmempunyaiunitkerjaeselonIyang mempunyaitugassebagaiberikut: 1.Sekretariat Jenderal (Setjen) mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi pelaksanaantugas,pembinaan,danpemberiandukunganadministrasikepadaseluruh unsurorganisasidilingkunganKKP; 2.Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dibidang pengelolaan ruang laut,pengelolaan konservasidan keanekaragaman hayatilaut,pengelolaan pesisirdanpulau-pulaukecil; 3.DirektoratJenderalPerikananTangkap(DJPT)mempunyaitugasmenyelenggarakan perumusandanpelaksanaankebijakandibidangpengelolaanperikanantangkap; 4.DirektoratJenderalPengawasanSumberDayaKelautandanPerikanan(DJPSDKP) mempunyaitugasmenyelenggarakanperumusandanpelaksanaankebijakandibidang pengawasanpengelolaansumberdayakelautandanperikanan; 5.Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) mempunyaitugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan dibidang kelautandanperikanan; 6.Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP) mempunyai tugas menyelenggarakan pengembangansumberdayamanusiadanpemberdayaanmasyarakatkelautandan perikanan;dan 7.BadanKarantianaIkan,PengendalianMutu,danKeamananHasilPerikanan(BKIPM) mempunyaitugasmenyelenggarakanperkarantinaanikan,pengendalianmutu,dan keamananhasilperikanan,sertakeamananhayatiikan. DiKementerian Kelautan dan Perikanan terdapatKomisiNasionalPengkajian SumberdayaIkan(KomnasKAJISKAN)yangmempunyaitugasmemberikanmasukan dan/ataurekomendasikepadaMenteriKelautandanPerikananmelaluipenghimpunan danpenelaahanhasilpenelitian/pengkajianmengenaisumberdayaikandariberbagai sumber,termasukbuktiilmiahyangtersedia(bestavailablescientificevidence),dalam rangkapenetapanestimasipotensidanjumlahtangkapanyangdiperbolehkan,sebagai bahankebijakandalam pengelolaanyangbertanggungjawab(responsiblefisheries)di WPPNRI. Selain itu,terdapat kementerian/lembaga terkait yang dapat menentukan efektivitaspencapaiantujuanpengelolaanperikananikanpelagiskecildanikandemersal antaralain:
1.KementerianKoordinatorBidangKemaritiman;
2.KementerianPerhubungan;
3.KementerianPerdagangan;
4.KementerianPekerjaanUmum danPerumahanRakyat;
5.KementerianLingkunganHidupdanKehutanan;
6.KementerianLuarNegeri;
7.BadanKeamananLaut;
8.KepolisianNegaraRepublikIndonesia;
9.TentaraNasionalIndonesiaAngkatanLaut;dan
10.LembagaIlmuPengetahuanIndonesia. Peningkatan efektivitas koordinasi pelaksanaan pengelolaan perikanan dilaksanakan melalui pertemuan tahunan Forum Koordinasi Pengelolaan dan PemanfaatanSumberDayaPerikanan(FKPPS)baiktingkatregionaldannasional,dengan melibatkan perwakilan dariunitkerja eselon Ilingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan,KomnasKAJISKAN,pemerintahprovinsi,penelitiperikanan,akademisidari berbagaiperguruantinggi,termasukasosiasiperikanan,pelakuusahaperikanantangkap, danpelakuusahaindustripengolahanikan. G. PemangkuKepentingan Pemangku kepentingan adalah semua pihak yang mempengaruhidan/atau dipengaruhioleh keberlangsungan sumberdaya ikan diWPPNRI717 baik secara peroranganataukelompok.Pemangkukepentinganmemilikikarakteristikyangberbeda dankompleks,makadibutuhkananalisispemangkukepentingandanketerlibatanmereka mulaidariprosesperencanaan,pelaksanaan,pengembangan,hinggaevaluasi,danreviu RPP. Analisis pemangku kepentingan adalah proses mengidentifikasipemangku kepentingandankepentinganmereka,danmenilaipengaruhdanhubunganpemangku kepentingan.Analisispemangkukepentinganbertujuanuntukmenyatukanpersepsidan komitmen,mengurangikonflik kepentingan,dan mengembangkan strategiuntuk mempercepatpencapaianhasiltermasukmemperolehdukungansumberdaya(manusia, pendanaan,fasilitas,danlain-lain)secaraberkelanjutan. Secara umum pemangku kepentingan yang terlibatdalam RPP WPPNRI717 berdasarkanhasilanalisisdibagimenjadi2(dua)kelompok: 1.Pemerintah:
a.KementerianKelautandanPerikanan: 1) membuat dan menetapkan peraturan terkait dengan pengelolaan/pemanfaatansumberdayaikan; 2) melakukanupayapengendalianterhadappemanfaatansumberdayaikan; 3) membantudanmenyediakaninfrastuktur/saranabaginelayan;dan 4) menjadimediatorantaraasosiasi,pelakuusaha,dannelayan.
b.Kementeriandanlembagaterkait: 1) dukunganinfrastruktur;dan 2) kemudahanperdagangan.
c.Tentara NasionalIndonesia Angkatan Lautdan Kepolisian Negara Republik Indonesia,melakukanupayapenegakanhukum dibidangperikanan;
d.PemerintahDaerah: 1) membuat dan menetapkan peraturan terkait dengan pengelolaan/pemanfaatansumberdayaikansesuaikewenangannya; 2) melakukan upaya pengendalian terhadap pemanfaatan sumberdaya ikan sesuaikewenangannya; 3) membantu dan menyediakan infrastuktur/sarana bagi nelayan sesuai kewenangannya;dan 4) menjadi mediator antara asosiasi,pelaku usaha,dan nelayan sesuai kewenangannya.
e.KelompokIlmiah: 1) menyediakandatadaninformasiyangakuratdantepatwaktubagipembuat kebijakan; 2) menyediakansumberdayamanusiaungguluntukpendidikandanindustri; 3) menyediakantenagakerjaterampildanberdayasaing; 4) pengutamaantransformasikelembagaandaripadapengembanganorganisasi; 5) kontribusiinovasidanteknologibaru;dan 6) menyediakanlayananpublikasidanedukasipublik. 2.Non-Pemerintah:
a.Nelayan: 1) penyediabahanbakuikan; 2) bertindaksebagaipengolahprodukperikanantradisional; 3) pelakukuncidalam mendukungRPP; 4) harusmematuhiperaturanyangterkaitdenganpenangkapanikan;dan 5) perlu peningkatan keterampilan/kompetensisumberdaya manusia melalui pelatihandanpenyuluhan.
b.Penyedia: 1) membelibahanbakuikanlangsungdarinelayan; 2) penyediabahanbaku; 3) menjualbahanbakuikankeperusahaanpengolahanikanataupasarlokal; 4) memberikanpinjaman/kreditkepadanelayan;dan 5) menentukanhargaikan.
c.IndustriPenangkapan: 1) melakukankegiatanpenangkapanikandilautsesuaidenganperaturan; 2) membeliikanhasiltangkapannelayan;dan 3) menjualhasiltangkapankepadaindustripengolahanikan.
d.IndustriPengolahanIkan: 1) membelibahanbakuikandarinelayanatausumberlainuntukpengolahanikan; 2) harus mematuhipersyaratan keamanan produk (lokal,internasional,dan pembeli)ataupersyaratanlainketikamelakukanpengolahanikan; 3) melakukanpengolahanikanuntukpengembanganproduk/nilaitambah;dan 4) menjualprodukolahankepasardomestikataupasarinternasional.
e.AsosiasiPerusahaan: 1) mediatorantarapemerintahdannelayan;dan 2) menyampaikanaspirasinyakepadapemerintahmelaluiasosiasi.
f.LembagaSwadayaMasyarakat: 1) mitrapemerintahdanpemerintahdaerah; 2) mediatorantarapemerintah,pemerintahdaerah,danmasyarakat;dan 3) melakukanadvokasikepadamasyarakatperikanan.
g.PemimpinAdat: 1) mediatorantarapemerintah,pemerintahdaerah,danmasyarakat;dan 2) membantu membangun konsensus dan memberikan saran dalam memecahkanmasalah.
h.MitraKerjaSama: 1) membantu membangun konsensus, memperkuat kemitraan, dan meningkatkankerjasamayangsalingmenguntungkan;dan 2) membantu meningkatkan pemahaman dan kesadaran publik terhadap pentingnyapengelolaansumberdayaikan. BABIII RENCANASTRATEGISPENGELOLAAN A.IsuPengelolaan Untukmendukungefektivitaspelaksanaanpengelolaanikanpelagiskecildanikan demersaldiWPPNRI717,makadilakukaninventarisasiberbagaiisuyangterkaitdengan sumberdaya ikan dan lingkungan,sosial,ekonomi,dan tata kelola,sebagaimana tercantum padaTabel10. Tabel10.IsuPengelolaanPerikanandiWPPNRI717 ISU A SumberDayaIkandanLingkungan 1 Belum diterapkannyalogbookpenangkapanikan 2 Degradasistokikandanhabitatsumberdayaikan B SosialEkonomi 1 Belum optimalnyaperanmasyarakatlokal(termasukkearifanlokal)dalam pengelolaanperikanansecaraberkelanjutan C TataKelola 1 Belum optimalnyapengawasandanpenegakanhukum dibidangpengelolaan sumberdayaikan 2 Belum optimalnyapengelolaan rumpon sehinggaberpotensimengancam kelestariansumberdayaikan B.TujuandanSasaran Tujuan pengelolaan perikanan diWPPNRI717 ditetapkan dan diarahkan untuk memecahkanisupengelolaanperikanansecaraluasdalam jangkapanjang,selanjutnya sasarandiarahkanuntukmewujudkantujuanyangingindicapaidalam waktu5(lima) tahunsesuaidenganisuprioritas.Penetapansasarandilakukandenganpendekatan SMARTyaknispecific(rinci),measurable(dapatdiukur),agreed(disepakatibersama), realistic(realistis),dantimedependent(pertimbanganwaktu). Tujuanpengelolaanperikanandenganpendekatanekosistem terdiridari3(tiga) komponenutama,yaitu: 1.sumberdayaikandanhabitat; 2.sosialdanekonomi;dan 3.tatakelola. Tujuan1:“Mewujudkanpengelolaansumberdayaikandanhabitatnya secaraberkelanjutan” Untukmewujudkantujuan1tersebutdiatas,ditentukansasaranyangharusdicapai, sebagaiberikut: 1.lebih dari5% jumlah kapalpenangkap ikan (izin pusat)dipelabuhan perikanan melaksanakanketentuanlogbookpenangkapanikandalam waktu5(lima)tahun;dan 2.berkurangnya laju kerusakan habitatsumberdaya ikan sebesar10% darilaju kerusakansaatinidalam waktu5(lima)tahun. Tujuan2:“Meningkatnyamanfaatekonomidariperikananberkelanjutan untukmenjaminkesempatankerjadanpengentasankemiskinan” Untukmewujudkantujuan2tersebutdiatas,ditentukansasaranyangharusdicapai yaituberperannyakearifanlokaldalam pengelolaanperikananberkelanjutandalam waktu 5(lima)tahun. Tujuan3:“Meningkatnyapartisipasiaktifdankepatuhanpemangku kepentingandalam rangkamemberantaskegiatanIUUFishing” Untukmewujudkantujuan3tersebutdiatas,ditentukansasaranyangharusdicapai, sebagaiberikut: 1.meningkatnyapengawasandalam pengelolaanperikanandiWPPNRI717dalam waktu 5(lima)tahun;dan 2.terkelolanyarumponsecaraoptimalsesuaidenganketentuanperaturanperundang- undangandalam waktu5(lima)tahun. C.IndikatordanTolokUkur Untukmemastikankeberhasilanpencapaiansasarandiatas,ditetapkanindikatordan tolokukuruntukikanpelagiskecildanikandemersal.Indikatoradalahsuatupeubahyang terukuryangdapatdipantaudalam menentukanstatussuatusistem perikananpada suatusaattertentu(FAO,2003). IndikatordanTolokUkuruntukmencapaiTujuan1:“Mewujudkanpengelolaan sumberdayaikandanhabitatnyasecaraberkelanjutan” Untuk memastikan keberhasilan pencapaian sasaran pada Tujuan 1,ditetapkan indikatordantolokukuruntuksetiapsasaranyangingindicapaisebagaimanatercantum padaTabel11. Tabel11.IndikatordanTolokUkurTujuan1 No Sasaran Indikator TolokUkur 1 Lebih dari 5% jumlah kapal penangkap ikan(izinpusat)di pelabuhan perikanan melaksanakan ketentuanlog bookpenangkapanikandalam waktu5(lima)tahun Jumlah kapal penangkap ikan yang melaksanakan ketentuanlog book penangkapanikan Persentase kapal penangkap ikan yangmelaksanakan ketentuanlogbook penangkapan ikan kurangdari5% 2 Berkurangnya laju kerusakan habitat sumber daya ikan sebesar 10% dari laju kerusakansaatinidalam waktu 5(lima)tahun Laju kerusakan habitat sumberdayaikan Laju kerusakan habitat sumber dayaikantinggi IndikatordanTolokUkurSasaranuntukmencapaiTujuan2: "Meningkatnyamanfaatekonomidariperikananberkelanjutan untukmenjaminkesempatankerjadanpengentasankemiskinan“ Untuk memastikan keberhasilan pencapaian sasaran pada tujuan 2,ditetapkan indikatordantolokukuruntuksetiapsasaranyangingindicapaisebagaimanatercantum padaTabel12. Tabel12.IndikatordanTolokUkurTujuan2 No Sasaran Indikator TolokUkur 1 Berperannyakearifanlokal dalam pengelolaan perikananberkelanjutan dalam waktu5(lima)tahun Tingkatperananmasyarakat lokaldalam pengelolaan perikananberkelanjutan Peranmasyarakat lokaldalam pengelolaan perikananmasih rendah IndikatordanTolokUkurSasaranuntukmencapaiTujuan3: “Meningkatnyapartisipasiaktifdankepatuhanpemangkukepentingan dalam rangkamemberantaskegiatanIUUFishing“ Untuk memastikan keberhasilan pencapaian sasaran pada Tujuan 3,ditetapkan indikatordantolokukuruntuksetiapsasaranyangingindicapaisebagaimanatercantum padaTabel13. Tabel13.IndikatordanTolokUkurTujuan3 No Sasaran Indikator TolokUkur 1 Meningkatnya pengawasan dalam pengelolaanperikanan di WPPNRI717 dalam waktu 5 (lima)tahun Frekuensipengawasan Pengawasan pengelolaan perikanan masih kurang 2 Terkelolanya rumpon secara optimal sesuai dengan ketentuanperaturanperundang- undangandalam waktu5(lima) tahun Rumpon terkelola secara optimal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan Sebagian besar tidak terkelola secara optimal sesuai dengan ketentuanperaturan perundang- undangan D.Kelembagaan RPPWPPNRI717memuatrencanapenataankelembagaan,denganmaksudagar RPP dapatdijalankan dengan sebaik-baiknya.Beberapa prinsip yang dianutdalam penataankelembagaan,yaitu: 1.kejelasankewenanganwilayahpengelolaan; 2.keterlibatanpemangkukepentingan; 3.strukturyangefisiendenganjenjangpengawasanyangefektif; 4.adanyakelengkapanperangkatyangmengatursistem; 5.adopsi tata kelola yang dilakukan secara profesional, transparan, dapat dipertanggungjawabkan,danadil; 6.perwujudansistem yangmampumengakomodasikandanmemfasilitasinormadan lembagasetempat;dan 7.pengelolaandilakukansecaralegaldantaathukum. Penataan kelembagaan RPP WPPNRI717 mencakup bentuk daristruktur kelembagaandantatakelola.Strukturkelembagaandibentukdenganmelibatkanseluruh pemangkukepentingan,denganharapanagarkinerjakelembagaannantinyaakandapat mengakomodirkepentingan para pemangku kepentingan.Unsurpembentuk struktur kelembagaanpengelolaanWPPNRI717terdiriataspemangkukepentinganperikanan pelagiskecildanperikanandemersalyangadadikawasanini,yaitumeliputikelompok:(1) pengusahaatauindustri,(2)pemerintah(3)akademisi/peneliti,(4)pemodal,dan(5) masyarakat. Kelembagaan bekerja menjalankan fungsi manajemen (pengelolaan) perikananWPPNRI717,yaitumembuatperencanaanpengelolaandanprogram kerja, melaksanakanprogram kerja,melakukanpengawasan,pengendalian,danevaluasi,serta memberikankontribusikebijakanpengelolaanyangtepatkepadaPemerintah. E.RencanaAksiPengelolaan Rencanaaksipengelolaandisusundenganmaksuduntukmencapaisasaranyang ditentukan dalam rangka mewujudkan tujuan pengelolaan perikanan.Rencana aksi ditetapkandenganpendekatanwho(siapayangakanmelakukankegiatan),when(waktu pelaksanaankegiatan),where(tempatpelaksanaankegiatan),danhow(caramelakukan kegiatan).Rencanaaksisebagaimanatercantum padaTabel16,Tabel17,danTabel18. Tabel16.RencanaAksiTujuan1:“MewujudkanPengelolaanSumberDayaIkandan HabitatnyaSecaraBerkelanjutan” No Sasaran RencanaAksi Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan 1 Lebihdari5% jumlahkapal penangkapikan (izinpusat)di pelabuhan perikanan melaksanakan ketentuanlog book penangkapan ikandalam waktu5(lima) tahun 1.Sosialisasidan pembinaankepada pelakuusahaagar melakukanpelaporan hasiltangkapanmelalui pengisianlogbook penangkapanikansecara benar,jujur,lengkap,dan tepatwaktu DJPTdan pemerintah daerah 2016-2020 2.Peningkatansaranadan prasaranapengelolaan datalogbook penangkapanIkan DJPTdan daerah 2016-2020 3.Melakukanbimbingan tekniskepadapetugas logbook,petugasdata DJPTdan pemerintah daerah 2016-2020 No Sasaran RencanaAksi Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan entry,danverifikator 4.Evaluasiterhadap pengisianlogbook penangkapanikan DJPTdan pemerintah daerah 2016-2020 5.Penaatanperaturan terhadappengisianlog bookpenangkapanikan DJPSDKPdan pemerintah daerah 2017-2020 6.Sosialisasidan pelaksanaanlogbook penangkapanikan kepadapelabuhan perikananagarmenjamin prosespengisianlog bookpenangkapanikan denganbenardantepat waktu DJPTdan pemerintah daerah 2016-2020 7.Melakukankoordinasi danvalidasidatalog bookpenangkapanikan DJPTdan pemerintah daerah 2016-2020 2 Berkurangnya lajukerusakan habitatsumber dayaikan sebesar10% darilaju kerusakansaat inidalam waktu 5(lima)tahun 1.Identifikasidan inventarisasikerusakan habitatsumberdayaikan (mangrove,lamun, terumbukarang,dan lingkunganperairan) DJPRL, BalitbangKP, danpemerintah daerah 2016-2020 2.Melakukankoordinasi lintassektordalam melakukanrehabilitasi ekosistem DJPRLdan pemerintah daerah 2016-2020 3.Menyusunkerangkakerja bersamaantar- pemangkukepentingan terkaitpengendalian pencemarandan rehabilitasiekosistem DJPRLdan pemerintah daerah 2017-2020 4.Melakukankegiatan bersamadalam program rehabilitasiekosistem DJPRL, BalitbangKP, danpemerintah daerah 2017-2020 5.Melakukanpengelolaan kawasankonservasi perairandiWPPNRI717 DJPRLdan pemerintah daerah 2016-2020 6.Sosialisasipengelolaan habitatsumberdayaikan (mangrove,padang lamun,terumbukarang, danlingkunganperairan) BPSDMPKP danDJPRL 2017-2020 7.Pengawasandan DJPSDKPdan 2016-2020 No Sasaran RencanaAksi Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan penegakanhukum terhadapkegiatanyang merusakhabitatsumber dayaikan(mangrove, lamun,terumbukarang, danlingkunganperairan) pemerintah daerah Tabel17.RencanaAksiTujuan2:“MeningkatnyaManfaatEkonomidariPerikanan BerkelanjutanuntukMenjaminKesempatanKerjadanPengentasanKemiskinan” No Sasaran RencanaAksi Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan 1 Berperannya kearifanlokaldalam pengelolaan perikanan berkelanjutandalam waktu5(lima) tahun. 1.Identifikasidan evaluasiperankearifan lokaldalam pengelolaanperikanan DJPRL, BalitbangKP, dan pemerintah daerah 2016-2020 2.Mendorongpartisipasi aktifmasyarakatlokal dalam pengelolaan perikanan; DJPT,DJPRL, dan pemerintah daerah 2016-2020 3.Mengikutsertakan Pokmaswasdalam pengelolaanperikanan; dan DJPSDKPdan pemerintah daerah 2016-2020 4.Memfasilitasi legalisasi kelembagaankearifan lokalyangmendukung pengelolaanperikanan berkelanjutan. DJPRLdan pemerintah daerah 2016-2020 Tabel18.RencanaAksiTujuan3:“MeningkatnyaPartisipasiAktifdanKepatuhanPemangku Kepentingandalam RangkaMemberantasKegiatanIUUFishing” No Sasaran RencanaAksi Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan 1 Meningkatnya pengawasandalam pengelolaan perikanandi WPPNRI717dalam waktu5(lima) tahun 1.Penambahansarana danprasarana pengawasan DJPSDKPdan pemerintah daerah 2016-2020 2.Penambahan pengawasperikanan DJPSDKP, Setjen,dan pemerintah daerah 2016-2020 3.Pelatihanpengawas perikanan BPSDMPKP, DJPSDKP,dan pemerintah daerah 2016-2020 4.Meningkatkan koordinasidengan instansiterkaitdalam rangkaoperasi pengawasan DJPSDKP 2016-2020 No Sasaran RencanaAksi Penanggung Jawab Waktu Pelaksanaan 5.Meningkatkanperan aktifPokmaswas DJPSDKPdan pemerintah daerah 2016-2020 2 Terkelolanya rumponsecara optimalsesuai denganketentuan peraturan perundang- undangandalam waktu5(lima) tahun 1.Melakukanevaluasi implementasi peraturanperundang- undanganterkait rumpon DJPT 2016 2.Melakukanrevisi PeraturanMenteri Kelautandan PerikananNomor 26/PERMEN-KP/2014 tentangRumpon DJPTdan Setjen 2016-2017 3.Melakukansosialisasi peraturanperundang- undanganterkait rumpon DJPT,Setjen, dan pemerintah daerah 2017-2020 4.Melakukan pengumpulandata danevaluasitentang statusdan penyebaranrumpon DJPT, BalitbangKP, dan pemerintah daerah 2016-2020 5.Melakukan pengawasandan penegakanhukum terhadappelaku usahaperikananyang tidakmelaksanakan peraturanperundang- undanganterkait rumpon DJPSDKPdan pemerintah daerah 2016-2020 BABIV PERIODEPENGELOLAAN,EVALUASI,DANREVIU A. PeriodePengelolaan Guna memperoleh hasilyang optimum,maka periode pengelolaan untuk melaksanakan rencana aksiditetapkan selama 5 (lima)tahun terhitung sejak RPP WPPNRI717ditetapkan. B. Evaluasi RPP WPPNRI 717 dievaluasi setiap tahun untuk mengukur keberhasilan pelaksanaanRPPyangterkaitdengan:
1.inputyangdibutuhkanterkaitdana,sumberdayamanusia,fasilitas,dankelembagaan untukmelaksanakanrencanaaksi;
2.pencapaiansasaran;
3.pelaksanaanrencanaaksiyangtelahditetapkan;dan
4.perlutidaknyadilakukanperubahanrencanaaksiuntukmencapaitujuanyangtelah ditetapkan. Kegiatan evaluasidikoordinasikan oleh DirektoratJenderalPerikanan Tangkap denganpendekatanpartisipatifsemuaunsurpemangkukepentingan. C. Reviu RPP WPPNRI717 ditinjau ulang setiap 5 (lima)tahun dengan menggunakan indikatorpengelolaanperikanandenganpendekatanekosistem yangmeliputi:
1.sumberdayaikan;
2.habitatdanekosistem perairan;
3.teknikpenangkapan;
4.ekonomi;
5.sosial;dan
6.kelembagaan. Pelaksanaantinjauulangdilakukanberdasarkan:
1.perkembanganperikananpelagiskecildanperikanandemersalsecaraglobal;
2.informasiilmiahterkini;
3.perubahankebijakannasionaldanperubahanperaturanperundang-undangan;
4.perubahantindakanpengelolaan(rencanaaksi);
5.hasilyangdicapaisertapermasalahanyangdihadapi;dan
6.faktorlainyangmempengaruhikegiatanpenangkapanikanpelagiskecildanikan demersal. KegiatanreviudikoordinasikanolehDirektoratJenderalPerikananTangkapdengan pendekatanpartisipatifsemuaunsurpemangkukepentingan. BABV PENUTUP RencanaPengelolaanPerikanandiWPPNRI717inimerupakanpedomanpelaksanaan pengelolaan perikanan diWPPNRI717.Pemerintah,pemerintah daerah,dan pemangku kepentingan mempunyaikewajiban yang sama untuk melaksanakan rencana aksiyang diadopsidalam RPPWPPNRI717secarakonsisten. MENTERIKELAUTANDANPERIKANAN ttd. SUSIPUDJIASTUTI LembarPengesahan JABATAN PARAF KabagPUUI