2.Peraturan Daerah Kabupaten Rokan Hulu Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah. 1.4. SISTEMATIKA PENULISAN Dokumen Pemutakhiran Strategi Sanitasi Kabupaten Rokan Hulu tahun 2024 terdiri dari 6 (enam) Bab. Substansi masing-masing Bab dapat dijabarkan sebagai berikut : BAB 2 PROFIL SANITASI KABUPATEN Menjelaskan secara rinci gambaran wilayah Kabupaten Rokan Hulu, profil sanitasi saat ini berdasarkan hasil pengisian instrumen SSK dan peta area beresiko sanitasi serta permasalahan mendesak sanitasi. BAB 3 VISI DAN MISI PEMBANGUNAN SANITASI KABUPATEN Pada bab ini menjelaskan visi dan misi sanitasi Kabupaten Rokan Hulu, serta ditetapkannya tujuan dan sasaran pembangunan sanitasi yang merupakan skenario pembangunan sanitasi Kabupaten Rokan Hulu, pentahapan pengembangan sanitasi serta kemampuan pendanaan sanitasi daerah. BAB 4 STRATEGI PEMBANGUNAN SANITASI KABUPATEN Memuat strategi pengembangan sanitasi untuk sub sektor air limbah domestik, pengelolaan persampahan. BAB 5 KEBIJAKAN PEMBANGUNAN SANITASI Pada bab ini berisi ringkasan, kebutuhan biaya pengembangan sanitasi dengan sumber pendanaan pemerintah, kebutuhan biaya pengembangan sanitasi dengan sumber pendanaan non pemerintah serta antisipasi funding gap. BAB 6 PENUTUP Pada bab 6 ini dirumuskannya strategi untuk monitoring dan evaluasi SSK yang direncanakan untuk 5 (lima) tahun kedepan, serta monitoring dan evaluasi capaian SSK yang telah dirumuskan pada dokumen SSK sebelumnya. BAB 2. PROFIL SANITASI KABUPATEN 2.1. GAMBARAN WILAYAH KABUPATEN ROKAN HULU 2.1.1. Aspek Geografi dan Demografi 2.1.1.1. Geografi Kabupaten Rokan Hulu, dengan Ibu kota Pasirpengaraian, terletak dalam wilayah Provinsi Riau dan terbentuk sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Rokan Hulu. Secara juridis formal, Kabupaten Rokan Hulu terbentuk sejak diberlakukannya Undang-undang Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Sengingi dan Kota Batam sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2008 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1999. Kabupaten Rokan Hulu merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Riau. Secara astronomis Kabupaten Rokan Hulu terletak antara 0o 25’ 20” dan 10o 25’ 41” Lintang Utara serta 100o 02’ 56” dan 100o 56’ 59” Bujur Timur. Kabupaten Rokan Hulu merupakan daerah agraris dengan luas wilayah 7.588,13 km², terdiri dari 16 kecamatan, 139 desa definitif, dan 6 kelurahan. Gambar 2.1 Peta Administrasi Kabupaten Rokan Hulu Sumber : Rencana Tata Ruang Wilayah Kab. Rokan Hulu Tahun 2020-2040 aoe ae gp Sowa Menem + ties Be Sy ae __ — 2 Fier. wero wn wee in ae as Can aN al \ {al Pav Ht (1 4, Wa Lr {i fi i fé i iyty 2.1.1.2. Karakteristik lokasi dan wilayah Rokan Hulu merupakan salah satu Kabupaten dari 12 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Riau. Rokan Hulu memiliki luas wilayah 7.588,13 km 2 yang terbagi dalam 16 kecamatan. kecamatan dengan wilayah paling luas adalah Kecamatan Bonai Darussalam dengan luas wilayah 1.119,49 km 2 (14,75 persen) dari luas wilayah Kabupaten Rokan Hulu, sedangkan kecamatan yang paling sempit adalah Kecamatan Ujung Batu dengan luas wilayah 99,27 km² atau 1,31 persen dari luas wilayah Kabupaten Rokan Hulu. Sedangkan jika dilihat dari jumlah desa/kelurahan, kecamatan dengan jumlah desa/kelurahan yang paling banyak terletak di Kecamatan Rambah, Rambah samo dan Rokan IV Koto dengan jumlah 14 desa dan kecamatan dengan jumlah desa/kelurahan yang paling sedikit adalah Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam dengan jumlah 3 desa. Secara geografis wilayah Kabupaten Rokan Hulu terletak di sebelah barat laut pada peta Provinsi Riau berbatasan dengan : • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hilir dan Provinsi Sumatera Utara; • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Bengkalis Kabupaten Siak dan Kabupaten Rokan Hulu; • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Rokan Hulu dan Provinsi Sumatera Barat; • Sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Sumatera Utara. Tabel 2.1 Luas Wilayah Menurut Kecamatan Di Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2023 No Kecamatan Ibu Kota Kecamata n Luas Total Area (km2/Sq.Km) Persentase Terhadap Luas Kabupaten (Persen%) 1 Kecamatan Bangun Purba Tangun 150,15 1,98 2 Kecamatan Kabun Kabun 355,46 4,68 3 Kecamatan Kepenuhan Kota Tengah 502,81 6,63 4 Kecamatan Kepenuhan Hulu Kepenuhan Hulu 297,33 3,92 5 Kecamatan Kunto Darussalam Kota Lama 777,64 10,25 6 Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam Pagaran Tapah 150,46 1,98 7 Kecamatan Pendalian IV Koto Pendalian 204,24 2,69 8 Kecamatan Rambah Pasir Pengaraian 343,23 4,52 9 Kecamatan Rambah Hilir Muara Rumbai 279,16 3,68 10 Kecamatan Rambah Samo Rambah Samo 352,33 4,64 11 Kecamatan Rokan IV Koto Rokan 952,31 12,55 12 Kecamatan Tambusai Dalu - Dalu 775,16 10,22 13 Kecamatan Tambusai Utara Rantau Kasai 951,48 12,54 14 Kecamatan Tandun Tandun 277,63 3,66 15 Kecamatan Ujung Batu Ujung Batu 99,27 1,31 16 Kecamatan Bonai Darussalam Sontang 1.119,49 14,75 Rokan Hulu Pasir pengaraian 7.588,13 100,00 Sumber : BPS Kabupaten Rokan Hulu, 2024 Persentase luas wilayah menurut kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu disajikan pada gambar dibawah ini. 150,15 Km2, 99,27 Km2, Kecamatan Bangun Purba, 1.98% 502,81 Km2, 355,46 Km2,Kecamatan Kecamatan UjungKecamatan Bonai Batu, 1.31% Darussalam, 14.75% Kecamatan KabunK,epenuhan, 6 2 . 9 6 7 3 , % 3 3 Km2, Kecamatan 4.68% Kepenuhan Hulu, 3.92% 777,64 Km2, 277,63 Km2, Kecamatan Kunto Darussalam, 10.25% Kecamatan Tandun, 3.66% 150,46 Km2, 951,48 Km2, Kecamatan Tambusai Utara, 12.54% 775,16 Km2, Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam, 1.98% 343,23 Km2, Kecamatan Rambah, Kecamatan Tambusai, 10.22% 352,33 Km2, 4.52% 279,16 Km2, Kecamatan RokanKeIVcamatan Rambah Koto, 12.55% Samo, 4.64% Kecamatan Rambah 204,24 Km2, Kecamatan Sumber : BPS Kabupaten Rokan Hulu tahun 2024 Gambar 2.2 Luas wilayah menurut Kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu 2.1.1.3. Kondisi Topografi Keadaan ketinggian tanah di Kabupaten Rokan Hulu cukup beragam dengan ketinggian rata- rata wilayah 72 mdpl. Daerah dataran tinggi di bagian barat daya, merupakan bagian dari rangkaian pegunungan Bukit Barisan yang meliputi Kecamatan Rokan IV Koto,Tandun,Kabun dan Kecamatan Bangun Purba, kemudian Kecamatan Pendalian IV Koto merupakan kecamatan dengan rata-rata tinggi wilayah (111 mdpl). Sedangkan daerah dataran rendah terletak di daerah bagian timur dan daerah rawa terdapat di daerah yang berhadap langsung dengan aliran Sungai Rokan yang meliputi Kecamatan Bonai Darussalam dengan rata-rata tinggi wilayah 21 mdpl.Berdasarkan topografi, wilayah Kabupaten Rokan Hulu sebagian besar kecamatan berada di daerah dataran rendah dengan ketinggian kurang dari 100 meter di atas permukaan laut yang meliputi 15 (lima belas) kecamatan, dengan cakupan luas mencapai 7.375,68 km² atau 97,20 persen dari luas Kabupaten Rokan Hulu. Terdapat 1 Kecamatan berada pada ketinggian lebih dari 100 meter di atas permukaan laut (mdpl), yaitu Kecamatan Pendalian IV Koto (111 mdpl). Tabel 2.2 Tinggi Wilayah dan Jarak Ibukota menurut Kecamatan Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2023 No Kecamatan Jarak Ke Tinggi Wilayah Ibukota (mdpl) Kabupate n (Km) 1 Rokan IV Koto 97 57 2 Pendalian IV Koto 111 73 3 Tandun 70 55 4 Kabun 63 74 5 Ujung Batu 66 35 6 Rambah Samo 69 12 7 Rambah 67 - 8 Rambah Hilir 55 15 9 Bangun Purba 77 14 10 Tambusai 64 34 11 Tambusai Utara 49 64 12 Kepenuhan 29 45 13 Kepenuhan Hulu 49 32 14 Kunto Darussalam 41 55 15 Pagaran tapah Darussalam 52 40 ilil 16 Bonai Darussalam 21 111 Sumber : BPS Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2024 2.1.1.4. Kondisi Geologi Struktur geologi yang terdapat di Kabupaten Rokan Hulu adalah berupa struktur ntiklin, sinklin dan sesar yang umumnya berarah barat laut-tenggara, yaitu searah dengan arah umum pulau Sumatera. Wilayah Kabupaten Rokan Hulu ini sebagian besar termasuk ke dalam liputan Peta Geologi Bersistem Indonesia dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Skala 1 : 250.000 Lembar Dumai dan Bagansiapiapi (N.R. Cameron dkk, 1982). Sebagian lagi terliput ke dalam empat lembar peta geologi, yaitu Lembar Pekanbaru (Clarke, M.C.G., dkk., 1982), Lembar Lubuksikaping (Rock, NMS., dkk., 1983), Lembar Padang Sidempuan dan Sibolga(Aspden, J.A., dkk., 1982) dan Lembar Pematangsiantar (Clarke, M.C.G., dkk., 1982). Daerah Kabupaten Rokan Hulu berada pada cekungan Sumatera Tengah, yang mempunyai batuan dasar berumur pra tersier. Untuk melihat secara rinci peta geologi dapat dilihat pada Gambar dibawah ini: Sumber : Rencana Tata Ruang Wilayah Kab. Rokan Hulu Tahun 2020-2040 Gambar 2.3 Peta Geologi Kabupaten Rokan Hulu : i ae a ei ae (end Bd ak a. #3 Lb hd fi Ht au {i ys i 1. ty au 2.1.1.5. Kondisi Hidrologi Kondisi air permukaan di Kabupaten Rokan Hulu banyak dipengaruhi oleh curah hujan dan sistem sungai. Sungai-sungai yang mengalir di Kabupaten Rokan Hulu bersifat perennial yang dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi, topografi, sifat tanah yang permiabel, dan akifer tebal, sehingga aliran dasar (base flow) yang berasal dari air tanah cukup tinggi. Aliran dasar ini mendukung aliran sungai pada saat kemarau. di sekitar aliran sungai tersebut tidak dapat dimanfaatkan, seperti untuk tambak atau pertanian dan lainnya agar tidak merusak aliran sungai.Oleh karena aktivitas usaha tersebut maka perlu dijaga daerah hulu sungai, sehingga diharapkan dapat mencegah dampak yang merusak pada daerah hilir. Keadaan geomorfologi, topografi dan bentuk wilayah secara bersama akan membentuk pola- pola aliran sungai yang ada. Pola aliran sungai di wilayah Kabupaten Rokan Hulu pada umumnya berpola dendritik atau berbentuk bulu burung, dimana anak-anak sungainya mengalir pada lembah perbukitan menuju sungai utama. Sungai -sungai utama di Kabupaten Rokan Hulu meliputi : Sungai Rokan, Sungai Batang lubuh, sungai Batang sosah, Sungai Batang Kumu, dan Sungai Mahato. Sementara air tanah di Kabupaten Rokan Hulu berasal dari peresapan air hujan, peresapan air sungai dan sebagian peresapan dari air irigasi. Daerah tangkapan air tersebar (recharge area) berasal dari daerah penggunaan lahan hutan. 2.1.1.6. Klimatologi Ada dua musim yang terjadi di Indonesia, yaitu kemarau dan penghujan. Disebut musim kemarau jika curah hujan per bulan berada di bawah 60 mm per bulan dan sebaliknya terjadi di musim penghujan. Kondisi iklim di Rokan Hulu ditunjukkan melalui data suhu udara, kelembapan, kecepatan angin dan curah hujan. Tabel 2.3 Jumlah Curah Hujan dan Hari Hujan Menurut Bulan Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2019 - 2023 Bulan Curah Hujan (mm3) Hari Hujan (hari) 2019 2020 2021 2022 2023 2019 2020 2021 2022 2023 Januari 249,28 1643 2122,70 2234,50 207,72 16,40 126 130 124 16 Februari 178,30 1355 864,00 1553,20 234,09 13,30 116 66 117 15 Maret 126,70 2050 2343,00 2290,30 232,33 10,10 117 112 128 16 April 189,10 2231 1920,50 2475,00 132,33 14,30 120 112 254 13 Mei 177,80 1266 1824,50 1751,50 252,72 10,10 95 127 102 14 Juni 203,90 1853 1523,50 1827,00 152,72 15,10 86 79 108 11 Juli 203,60 1323 2334,50 989,50 221,56 9,70 103 72 75 12 Agustus 221,80 1018 2479,00 2603,50 246,44 6,60 76 127 133 16 September 177,80 2206 2203,00 1158,00 135,44 8,70 138 128 110 9 Oktober 368,10 1012 1108,00 1847,50 329,00 14,80 82 85 145 16 November 527,30 3411 2107,00 2208,50 415,50 16,00 179 119 131 19 Desember 387,10 2763 2631,50 3041,50 486,94 22,30 134 158 166 23 Sumber : BPS Kabupaten Rokan Hulu, 2024 Dari tabel di atas dapat dilihat Pada tahun 2023, rata rata suhu udara tertinggi terjadi pada bulan Juni dan Juli (25,80 o C), sedangkan terendah Co pada bulan Januari (24,00 o C). Kelembapan udara tertinggi di bulan Maret (93,00 %) dan terendah di bulan Oktober (86,00%). Kecepatan angin tertinggi di bulan Februari (8,50 knot) dan terendah di bulan September (4,60). Untuk curah hujan, tertinggi di bulan Desember (486,94 mm) terendah di bulan April (132,33 mm). Jumlah hari hujan tertinggi di bulan Desember (23 hari) dan terendah di bulan September (9 hari). Jumlah curah dan hari hujan merupakan rata-rata dari unit pengamatan pada kecamatan Rambah, Rambah samo,Bangun Purba, Rambah Hilir, Tambusai,Tandun Rokan IV Koto, Ujung Batu dan Kunto Darussalam. Sumber : BPS Kabupaten Rokan Hulu, 2024 Gambar 2.4 Jumlah Curah Hujan menurut Bulan Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2019-2023 Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa curah hujan tinggi terjadi pada tahun 2020, 2021 dan 2022. Saat itu terjadi cuaca ekstrim, berupa peningkatan intensitas hujan, banjir, angin puting beliung yang mengakibatkan terjadinya banjir di beberapa wilayah. Kejadian ini menyebabkan kerusakan sejumlah infrastruktur. 2.1.1.7. Persentase Pemanfaatan Ruang Sesuai RTRW Penggunaan lahan merupakan informasi yang menggambarkan sebaran pemanfaatan lahan yang ada di Kabupaten Rokan Hulu terdiri dari lahan hutan, perkebunan, permukiman, pertanian dan lain-lain. Dari semua itu yang paling mendominasi ada peruntukan perkebunan terutama didominasi untuk penggunaan lahan perkebunan sawit dengan luas lahan 670.098,57 Ha atau hampir 81,43 % dari total luas Kabupaten Rokan Hulu. Tabel 2.4 Penggunaan Lahan Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2017 (Ha) No Penggunaan Lahan Luas (Ha) Persentase 1 Danau/Situ 279,60 0,03 2 Empang/Kolam 1.409,64 0,17 3 Hutan Rimba 25.965,39 3,16 4 Kebun Campuran 34.068,33 4,14 4000.00 3500.00 3000.00 2500.00 2000.00 1500.00 1000.00 20192020202120222023 AS ex Oo RS Sy Ss aN OX SX xX SF £F EF L$ KF $F ["" <) OX ge oeRS 5 Perkebunan/Kebun 670.098,57 81,43 6 Permukiman 18.198,28 2.21 7 Pertambangan 119,18 0,01 8 Rawa 983,42 0,12 9 Sawah 1.854,60 0,23 10 Semak Belukar 48.100,09 5,85 11 Semak Belukar Rawa 8.137,83 0,99 12 Sungai 4.438,24 0,54 13 Tanah Terbuka 4.619,38 0,56 14 Tegalan/Ladang 4.570,73 0,56 15 Waduk 39,31 0,00 Total 822.882,59 100 Sumber : RTRW Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2020-2040