(1)Panitera menerbitkan TTPPT setelah permohonan Pihak Terkait sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) dan keterangan Pihak Terkait sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (3) diterima oleh Mahkamah.
(2)Panitera menyampaikan TTPPT sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Pihak Terkait atau kuasa hukumnya,
(3)Panitera melakukan pendataan dan pemeriksaan kelengkapan keterangan Pihak Terkait setelah TTPPTditerbitkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 12 Pasa128
(1)Panitera mengirimkan salinan permohonan Pemohon yang telah dicatat dalam BRPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) dan Pasal 26 ayat (2) kepada Termohon paling lambat 1 (satu) hari kerja sejak permohonan Pemohon dicatat dalam BRPKdisertai dengan permintaan Jawaban Termohon.
(2)Jawaban Termohon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) telah diterima oleh Mahkamah paling lambat sebelum pelaksanaan Sidang Pleno Pemeriksaan Persidangan. Pasa127 Pasa126
(1)Dalam hal Pemohon telah memperbaiki dan Zatau melengkapi permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (3), Panitera menerbitkan APPKPP.
(2)Ketentuan ten tang penyampaian APTMKsebagaimana diatur dalam Pasal 23 ayat (2) dan pencatatan permohonan Pemohon dalam BRPK, serta penerbitan dan penyampaian ARPK sebagaimana diatur dalam Pasal 24 berlaku secara mutatis mutandis untuk permohonan yang telah diperbaiki dan diJengkapi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasa125
(1)Dalam hal permohonan Pemohon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 belum memenuhi kelengkapan, Panitera menerbitkan APBMK.
(2)Panitera menyampaikan APBMKsebagaimana dimaksud pad a ayat (1) kepada Pemohon atau kuasa hukurnnya.
(3)Pemohon atau kuasa hukumnya memperbaiki danj atau melengkapi permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling lambat 1 x 24 (satu kali dua puluh empat) jam sejak diterimanya APBMKsebagaimana dimaksud pad a ayat (2).
(3)Panitera menyampaikan ARPK sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Pemohon atau kuasa hukumnya. 13 Pasa132
(1)Panitera menerbitkan TTJT setelah Jawaban Termohon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 diterima oleh Mahkamah.
(2)Panitera menyampaikan TTJT sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Termohon atau kuasa hukumnya.
(3)Panitera melakukan pendataan dan pemeriksaan kelengkapan Jawaban Termohon setelah TTJT diterbitkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasa131
(1)Jawaban Termohon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 disertai dengan salinan Jawaban Termohon dalam bentuk dokumen digital dengan aplikasi Word (.doc) yang disimpan dalam 2 (dua) unit penyimpan data.
(2)Dalam hal terdapat perbedaan materi Jawaban Termohon yang disampaikan oleh Termohon an tara dokumen tertulis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 dan dokumen digital sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Jawaban Termohon yang sah adalah dalam dokumen tertulis. Pasa130 Jawaban Termohon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia oleh Termohon atau kuasa hukumnya sebanyak 12 (dua belas) rangkap yang ditandatangani oleh Termohon atau kuasa hukumnya dengan disertai surat kuasa khusus dari Termohon dengan dibubuhi meterai sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
b.uraian Jawaban Termohon yang jelas antara lain ten tang:
1.hasil penghitungan perolehan suara yang diumumkan oleh Termohon sudah benar;
2.permintaan untuk menguatkan penetapan perolehan suara hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden oleh Termohon sudah benar.
(2)Jawaban Termohon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 disertai alat bukti yang mendukung Jawaban Termohon.
(3)Dalam hal alat bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berupa surat atau tulisan, Termohon atau kuasa hukumnya menyampaikan alat bukti sebanyak 3 (tiga)rangkap dengan ketentuan sebagai berikut:
a.1 (satu) rangkap dibubuhi meterai sesuai dengan peraturan perundang- undangan; dan
b.2 (dua) rangkap lainnya merupakan penggandaan dari alat bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (3)huruf a. Pasa129
(1)Jawaban Termohon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 sekurang- kurangnya memuat:
a.nama dan alamat Termohon serta kuasa hukumnya, nomor telepon kantor, nomor faksimili, danjatau surat elektronik; 14
(3)Perbaikan permohonan Pemohon telah diterima oleh Mahkamah paling lambat 1 x 24 jam sejak selesainya Sidang Pleno Pemeriksaan Pendahuluan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) atau sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh Sidang Pleno.
(2)Dalam Sidang Pleno Pemeriksaan Pendahuluan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Mahkamah memeriksa kelengkapan dan kejelasan materi permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, dan Pasal 25 ayat (3), serta memberi nasihat kepada Pemohon atau kuasa hukumnya untuk memperbaiki darr/atau melengkapi permohonan apabila terdapat kekurangan. Pasa135
(1)Mahkamah melaksanakan Pemeriksaan Pendahuluan dalam Sidang Pleno yang bersifat terbuka.
(1)Mahkamah menetapkan hari sidang pertama sejak permohonan Pemohon dicatat dalam BRPK.
(2)Sidang pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan paling lambat 3 (tiga)hari kerja sejak permohonan dicatat dalam BRPK.
(3)Panitera menyampaikan surat panggilan sidang pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Pemohon, Termohon, dan Pihak Terkait atau kuasa hukumnya paling lambat 1 (satu) hari kerja sejak hari sidang pertama ditetapkan.
(1)Panitera mencatat Jawaban Termohon yang telah didata dan diperiksa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (3)dalam BPP.
(2)Panitera menerbitkan APJT setelah Jawaban Termohon dicatat dalam BPP sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3)Panitera menyampaikan APJT sebagaimana dimaksud pada ayat (2) kepada Termohon atau kuasa hukumnya. 15
(3)Dalam hal musyawarah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak tercapai, pengambilan putusan Mahkamah dilakukan berdasarkan suara terbanyak. Pasa138
(1)Pengambilan putusan Mahkamah dilakukan dalam RPH yang bersifat tertutup setelah pemeriksaan persidangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dipandang cukup.
(2)Pengambilan putusan Mahkamah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara musyawarah mufakat setelah mendengarkan pendapat hukum para Hakim.
(1)Dalam hal dipandang perlu, Mahkamah dapat mengeluarkan putusan sela.
(2)Putusan sela sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah putusan yang dijatuhkan oleh Hakim sebelum putusan akhir untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan objek yang diperselisihkan yang hasilnya akan dipertimbangkan dalam putusan akhir. Pasa136
(1)Pemeriksaan Persidangan dilakukan dalam Sidang Pleno yang bersifat terbuka.
(2)Sidang Pleno Pemeriksaan Persidangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan segera setelah selesainya Sidang Pleno Pemeriksaan Pendahuluan.
(3)Sidang Pleno Pemeriksaan Persidangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
a.Jawaban Termohon;
b.Keterangan Pihak Terkait;
c.Pembuktian oleh Pemohon, Termohon, dan Pihak Terkait; dan
d.Kesimpulan oleh Pemohon, Termohon, dan Pihak Terkait.
(4)Dalam Sidang Pleno Pemeriksaan Persidangan, Mahkamah dapat memanggil Bawaslu untuk didengar keterangannya terkait dengan permohonan yang sedang diperiksa.
(4)Perbaikan perrnohonan Pemohon sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diperoleh Termohon dan Pihak Terkait di Kepaniteraan. 16 Pasa140
(1)Hal-hal teknis yang tidak diatur dalam PMKini akan ditentukan lebih lanjut dalam Sidang Pleno.
(4)Putusan Mahkamah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan putusan pada tingkat pertama dan terakhir yang bersifat final dan mengikat.
(3)Putusan Mahkamah sebagaimana dimaksud pad a ayat (1) disampaikan kepada:
a.Majelis Permusyawaratan Rakyat;
b.Dewan Perwakilan Rakyat;
c.Dewan Perwakilan Daerah;
d.Presiden;
e.Partai politik atau gabungan partai politik yang mengajukan pasangan calon;
f.Pemohon;
g.Termohon;dan
h.Pihak Terkait. Pasa139
(1)Putusan Mahkamah dijatuhkan dan diucapkan dalam Sidang Pleno yang bersifat terbuka paling lambat 14 (empat belas) hari kerja sejak permohonan Pemohon dicatat dalam BRPK.
(2)Amar Putusan Mahkamah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)menyatakan:
a.permohonan tidak dapat diterima apabila tidak memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), dan Zatau Pasal 3, dany atau Pasal 8, darr/atau Pasal 9, darr/atau Pasal 10, dan Zatau Pasal 25 ayat (3) Peraturan ini;
b.permohonan ditolak apabila permohonan terbukti tidak beralasan; atau
c.permohonan dikabulkan apabila permohonan terbukti beralasan. BABVI PUTUSAN
(4)Dalam hal pengambilan putusan Mahkamah sebagaimana dimaksud pada ayat
(3)tidak dapat dilakukan berdasarkan suara terbanyak, suara Ketua RPH menentukan. 17 DR. HAMDAN ZOELVA, S.H., M.H. ~ KETUA, Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 8 Juli 2014
(3)Peraturan Mahkamah Konstitusi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
(2)Dengan berlakunya Peraturan ini, Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 17 Tahun 2009 ten tang Pedoman Beracara dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. KEPANITERAAN DAN SEKRETARIAT JENDERAL __ W_HKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA JL MEOAN MEROEKA BARAT NO.6 JAKARTA 10110 TELP. (62·21) 23529000 FAX. (62·21) 3520177 P.O. BOX. 999 JAKARTA 10000 EMAIL: SEKRETARIAT@MAHKAMAHKONSTITUSI.GO.IO WWW. MAHKAMAHKONSTITUSI.GOJO .. KEPANITERAAN DAN SEKRETARIAT JENDERAL MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA JL. MEDAN MERDEKA BARAT NO.6 JAKARTA 10110 TELP. (62-21) 23529000 FAX. (62-21) 3520177 P.O. BOX. 999 JAKARTA 10000 EMAIL : SEKRETARIAT@MAHKAMAHKONSTITUSI.GO.ID WWWWW. MAHKAMAHKONSTITUSI.GO.ID