menetapkan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-02/MBU/02/2015 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara; Mengingat Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-02/MBU/02/2015 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 283), diubah sebagai berikut: Ketentuan dalam Lampiran BAB I Huruf D, BAB II Huruf C, BAB III Huruf B, Huruf C, Huruf D, BAB IV Huruf A, Huruf B, dan BAB V, diubah sehingga menjadi sebagaimana tercantum MEMUTUSKAN: PERATURAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA NOMOR PER-02/MBU /02/2015 TENTANG PERSYARATANDAN TATA CARA PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DAN DEWAN PENGAWASBADAN USAHA MILIK NEGARA.
6.Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 117, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4556);
7.Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2019 ten tang Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 235);
8.Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER- 02/MBU/02/2015 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 283);
9.Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER- 01/MBU/03/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 340); Menetapkan Pasal II Peraturan Menteri mi mulai berlaku pada tanggal diundangkan. dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. 0 'rj 0 :,::: '"Cl [ ..... ::0 t_'l:j ....... c :E: t_'l:j t_'l:j ~ ::0 Pl ~ to '"Cl ~ t_'l:j rt- p... ....... q Pl t_'l:j 0 c::: t_'l:j Pl ~ ~ >- (/) ::0 0 to z c::: ~ (1~ c::: (1Q ~- ~ ....... 0 ~ >"'j ~ ~ >- ~ t_'l:j ::0 Pl p... 'rj (/) ~ 0 :,::: ~ e.
(1)(1Q ~ Pl ~ z c, ~ Pl ~ ~ z t_'l:j ....... t_'l:j 1--' o, s (1~ "'i t_'l:j ~ z >- '"Cl z o- ..... 0 (/) 0 z t_'l:j c....,
(1)
(1)s2 0 ::0 0 0 ~ to ~ -0 (/) ::r:: t_'l:j :,:;-' p... (/) c c ~ c, z c::: c::: ~ rt-
(1)§
(1)>- t_'l:j z 0 Pl "'i rt- c-. ~- :,::: er "'i ..... ..... ::r:: in 0 rt- rt- (1& Pl to p... ::0 c...., ....... c::: >- r-
(1)Pl Pl 'rj >- ~ "'i z ~ Pl .... .
(1)t_'l:j >- ~ p... ~ ~ ~ z t0
(1)'"Cl § § (1Q 0 0 0 (1Q rt- t0
(1)0 (1Q § rt- >- I ~ "'i to p... c::: 0 Pl "'i z Pl § '"Cl Pl ~ ::r:: z ::0 2" (fl 1--' ••
(1)(/) :,::: 0 'rj 0 "'i (1Q 0 "'i :::-'. >- >- ::0 ~ [ .....
(1)§ 0 z- ~ ....... rt- 'rj z :,::: z t_'l:j t_'l:j
(1)1--' Pl rt- c 0 >- s2 ~ ~ Pl er ~ s § ~ 0 (/) rt- 'rj ....... to t_'l:j § :,:;-' .....
(1)
(1)z >- z :,:;-' ~ ~ t_'l:j o: e- ~ (1Q § ....... rt- (1Q ....... ....... (1Q ~
(1)
(1)co ~ :,::: to e. p... p... "'i rt- s;: ..... ~ ....... >- ..... 0 >- z ..... 0 c, ~ ~ ~ z 0 0 I.O ~
(1)..... c >- (/) ..... ::r:: c::: t_'l:j 0 z 0 ..... p... ~ tr: z ~ Pl
(1)'-<: c s;: ::0 c::: ~ ~ Jl' ....... t_'l:j rt- (1Q z o ::i: 0 Pl co to er Pl :,::: p... ....... >- t0 >-
(1)~ 0 >"'j ::r:: "'i s t0 >- t0 'rj 0 ::r::
(1)
(1)0 ~ 0 ~ s z t0
(1)::r:: ....... 0 s
(1)0 ....... t""' "'i ~ ::0 ...... 'rj ..... :,::: Pl ~ 0 rt- z rt- Pl ::0 t_'l:j § ::r':,:;-' 1--' s2 ~ Pl t0 ~ ~ 0 ~ ---.1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1.Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Negara yang dipisahkan.
2.Perusahaan Perseroan, yang selanjutnya disebut Persero, adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruh atau paling sedikit 51 % (lima puluh satu persen) sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia yang tujuan utamanya mengejar keuntungan.
3.Perusahaan Umum, yang selanjutnya disebut Perum, adalah BUMN yang seluruh modalnya dimiliki negara dan tidak terbagi atas saham, yang bertujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/ atau jasa yang bermutu tinggi dan sekaligus mengejar keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan.
4.Menteri adalah Menteri yang ditunjuk dan/ atau diberi kuasa untuk mewakili pemerintah selaku pemegang saham negara pada Persero dan pemilik modal pada Perum dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan.
5.Wakil Menteri BUMN I dan Wakil Menteri BUMN II, yang selanjutnya disebut Wakil Menteri, adalah pejabat di bawah Menteri yang mempunyai tugas membantu Menteri dalam memimpin pelaksanaan tugas Kementerian BUMN.
6.Sekretaris Kementerian adalah pejabat Eselon I di bawah Menteri yang membidangi fungsi administrasi di Kementerian BUMN.
7.Deputi adalah pejabat Eselon I di bawah Menteri yang membidangi sumber daya manusia BUMN. D. PENGERTIAN