1991.Berbagai konflik di kawasan ini terbukti memberi dampak bagi Indonesia. Disisi lain, munculnya, banyak negara baru juga memberi peluang bagi perluasan pengaruh Indonesia, terutama dalam kaitan pembangunan ekonomi nasional. Kerja sama Indonesia dengan sejumlah negara di Asia Selatan mengalami peningkatan yang cukup signifikan, antara lain di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata. Tren positif ini diperkirakan terus berlanjut seiring dengan menguatnya kerja sama bilateral dan internasional dengan negara- negara kawasan Asia Selatan di berbagai bidang. Pemberian hibah untuk Kawasan Asia Selatan dan Tengah dapat meningkatkan citra, peran penting, serta kepemimpinan dan posisi tawar Indonesia di kawasan. Meski demikian, sejumlah negara di Kawasan Asia Selatan dan Tengah masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan ketidakstabilan. Sehingga bantuan hibah dapat diberikan antara lain dalam rangka mendukung pembangunan untuk membantu mencegah kembalinya krisis, peningkatan kemampuan ekonomi, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat yang tengah dilanda krisis ekonomi. Selain itu, bantuan hibah oleh Indonesia dapat turut menarik negara-negara mitra lainnya untuk turut berkolaborasi dalam pemberian bantuan. Afrika Sub-Sahara Indonesia banyak berperan aktif dalam dekolonisasi di Afrika Sub-Sahara terutama dengan KAA 1955. Kawasan Afrika Sub-Sahara merupakan kawasan dengan jumlah penduduk muda dan produktif yang tinggi namun masih menghadapi tantangan perekonomian dan pembangunan yang ditandai dengan masih rendahnya nilai Produk Domestik Bruto (PDB). Penguatan kerja sama pembangunan di Kawasan Afrika Sub-Sahara menjadi salah satu kesepakatan yang dicanangkan dalam kunjungan tingkat tinggi yang menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung kemandirian negara-negara di Afrika Sub-Sahara di berbagai bidang, terutama di bidang energi, mineral, pertanian, kesehatan, pendidikan, serta civil society development. Kawasan Afrika Sub-Sahara merupakan kawasan yang penting dan strategis untuk masa depan energi dunia. Afrika memiliki 30% (tiga puluh persen) cadangan mineral, 12% (dua belas persen) cadangan minyak, dan 8% (delapan persen) cadangan gas dunia. Sedangkan pada sektor mineral, Afrika juga memiliki cadangan serta produksi terbesar untuk beberapa critical minerals di dunia. Selain itu, sektor pertanian Afrika Sub-Sahara memiliki potensi besar dengan masih banyaknya lahan layak pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kerja sama Pemberian Hibah dengan Afrika Sub-Sahara ditujukan untuk memperkuat citra NKRI dan membuka peluang dan mendorong perdagangan dan investasi dari Indonesia. Khusus untuk Kawasan Afrika Sub-Sahara, Pemberian Hibah juga ditujukan sebagai implementasi komitmen Indonesia baik secara bilateral maupun dalam berbagai forum kerja sama yang melibatkan Indonesia dan negara kawasan Afrika Sub-Sahara. Pemberian Hibah untuk kawasan Afrika Sub-Sahara juga dimaksudkan untuk mendukung tercapainya tujuan Agenda Afrika 2063. Timur Tengah Kawasan Timur Tengah merupakan kawasan yang penting karena sumber daya/cadangan energi dan mineral yang dimilikinya. Kawasan ini juga memiliki nilai strategis sebagai jalur perdagangan internasional yang menghubungkan kawasan Asia, Afrika dan Eropa. Kedua aspek ini berkontribusi pada stabilitas ekonomi global. Kawasan Timur Tengah bersifat dinamis, dan memiliki capaian pembangunan yang beragam. Beberapa negara teluk GCC/Gulf Cooperation Council terus menunjukkan kemajuan perekonomian, sementara bagian lain dari kawasan ini masih menghadapi tantangan pembangunan akibat instabilitas politik dan keamanan. Perjuangan Palestina masih akan menjadi faktor penting bagi stabilitas kawasan yang juga menjadi perhatian publik domestik Indonesia. Selain itu, beberapa negara juga masih rentan terhadap rivalitas politik, perang saudara, krisis kemanusiaan, serta konflik bersenjata dan terorisme. Di satu sisi, kondisi-kondisi tersebut berdampak pada terhambatnya upaya peningkatan pembangunan manusia dan ekonomi di kawasan. Di sisi lain, terbuka peluang bagi Indonesia untuk berkontribusi positif dalam upaya penciptaan stabilitas kawasan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta kesejahteraan masyarakat di kawasan. Sehubungan dengan hal tersebut, tujuan pemberian Hibah dari Indonesia ke Kawasan Timur Tengah akan berfokus utama pada penciptaan perdamaian dan stabilitas serta mendukung berjalannya tata pemerintahan yang baik. Tujuan sekundernya termasuk mengupayakan ketahanan masyarakat setempat dalam kondisi konflik dan pasca-konflik. Sebagai program Pemerintah Republik Indonesia, Hibah juga dapat diarahkan sebagai pintu masuk interaksi atau keterlibatan elemen masyarakat (P-to-P) dan/atau bisnis (B-to-B). Amerika Selatan, Tengah, dan Karibia Kawasan Amerika Selatan, Tengah, dan Karibia memiliki nilai strategis pada beberapa isu yang menjadi prioritas Indonesia seperti energi, ketahanan pangan, mineral kritis, hingga isu kedaulatan. Kondisi geografis, ekonomi, dan sosial kawasan Amerika Selatan, Tengah, dan Karibia secara umum memiliki kemiripan dengan Indonesia dan menghadapi tantangan bencana alam yang serupa, khususnya Kawasan Karibia yang merupakan negara kepulauan. Seluruh negara di kawasan ini masih dalam kategori negara berkembang dengan sebagian besar negara berpenghasilan menengah dan bawah serta banyak mengandalkan hasil alam. Beberapa negara di kawasan ini tercatat pernah dan masih terdampak oleh instabilitas dan konflik internal. Kawasan Amerika Selatan, Tengah, dan Karibia menaruh perhatian pada beberapa isu, diantaranya pembangunan berkelanjutan pada aspek seperti ketahanan pangan, penanganan perubahan iklim, pengembangan transisi energi, hilirisasi produk mentah, pendidikan berkualitas, perlindungan lingkungan, ekonomi hijau, ekonomi biru, isu Small Island and Developing States (SIDS), pemberantasan korupsi, pemberantasan narkotika, dan migrasi. Pemberian hibah ke kawasan Amerika Selatan, Tengah, dan Karibia ditujukan untuk memperkuat postur, citra dan profil Indonesia di kawasan dalam rangka mewujudkan kepentingan Indonesia pada isu-isu kedaulatan, diplomasi ekonomi Indonesia, dan penggalangan dukungan terhadap posisi Indonesia pada fora multilateral. Eropa Timur Secara umum, kondisi politik dan keamanan di kawasan Eropa Timur dan Tenggara cenderung membaik dibandingkan dengan periode awal pasca-perang dingin. Meskipun demikian, beberapa wilayah masih diwarnai oleh isu-isu internal yang mempengaruhi dinamika di beberapa wilayah. Pertumbuhan ekonomi di kawasan ini menunjukkan peningkatan secara bertahap, terutama ditandai oleh kemajuan ekonomi negara-negara yang telah menjadi anggota Uni Eropa maupun negara-negara yang sedang dalam proses keanggotaan. Perkembangan ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk mendukung pembangunan di sebagian negara Eropa Timur dan Tenggara. Bantuan Indonesia di kawasan tersebut dapat dilihat sebagai bentuk investasi politik dan budaya, yang diharapkan akan memberikan manfaat bagi Indonesia, baik dalam konteks hubungan bilateral maupun multilateral. Beberapa negara di kawasan ini juga memiliki karakteristik penduduk yang majemuk. Upaya peningkatan citra Indonesia di kawasan dapat dilakukan melalui bantuan infrastruktur, pemberian beasiswa, bantuan kemanusiaan dan bantuan peningkatan kapasitas di beberapa bidang yang menjadi perhatian seperti sistem demokrasi, nation building, dan penanganan tindak pidana perdagangan manusia. Kawasan Khusus Indo-Pasifik Pemberian Hibah juga untuk mendorong pencapaian visi maritim Indonesia terutama dalam kerangka kerja sama maritim termasuk penanganan kejahatan di laut, kerja sama konektivitas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dan kerja sama untuk pembangunan berkelanjutan untuk mencapai tujuan SDG secara inklusif. Pemberian Hibah dalam kerangka Indo-Pasifik bertujuan juga untuk menguatkan jaringan kerja sama antara wilayah Samudra Hindia dan Samudera Pasifik sebagai Single Geo-Strategic Theatre yang merupakan pusat jalur perdagangan dunia.