11.Peraturan Pemeri ntah Nomor 102 Tah un 2000 temang Standardisasi Nasional [Lernbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 199, Tambahan Lernbaran Negara Rcpublik Indonesia Nomor 4020);
9.Undang-Undang Numor 23 Tahun 2014 lentang Pemerintahan Daerah (Lcrnbaran Negara Rcpublik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagairnana tclah bcbcrapa kali diubah terakhir dengan Undang- Undang Nornor 9 Tahun 2015 (Lcrnbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tarnbahan t.ernbaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); I 0. Peraturan Pernerintah Nornor 69 Tahun 1999 ten tang Label dan lklan Pangan (Lernbaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 131, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik Indonesia Nomor 3867);
8.Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (Lernbaran Negara Rcpublik Indonesia Tahun 2014 Nomor 216, Tarnbahan Lcrnbaran Negara Republik Indonesia Nomor 5584);
7.Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 ten tang Perdagangan [Lernbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 45, Tarnbahan Lcrnbaran Negara Rcpublik Indonesia Nomor 5512);
6.Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 ten tang Perindusrrian (Lcrnbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 4, Tambahan Lcrnbaran Negara Rcpublik Indonesia Nomor 5492);
5.Undang-Undang Nomor 18 Tah un 2012 ternang Pangan (Lcrnbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nornor 227, Tarnbahan Lcmbaran Negara Republik Indonesia Nomor 5360);
4.Undang-Undang Nornor 36 Tahun 2009 reruang Keseharan (Lernbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tarnbahan Lcrnbaran Negara Republik Indonesia Nomor 5062); tentang Republik Lernbaran Undang-Undang Nomor 8 Tah un 1999 Perlindungun Konsumen [Lembaran Negara Indonesia Tahun 1999 Nomor 42, Tarnbahan Negara Republik Indonesia Nomor 3821); 3. · 2 - Pcraturan Mentcri Pcrrndustrian RI Nomor 59/M-IND/PER/7 /2015
22.Peraturan Kcpala Badan Standardisasi Nasional Nomor Tahun 20 I I ten tang Pcdoman Standardisasi Nasional Nomor 301 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Sccara Wajib;
21.Pcraturan Menteri Kesehatan Nomor 033 Tahun 2012 tcruang Bahan Tarnbahan Pangan;
20.Pcratura n Mentcri Perindustrian Nomor 105/M-IND/ PER/ 10/2010 tcntang Organisasi dan Tata Kerja Kemcruerian Per industrian:
19.Pcraturan Mcntcri Perinduatrian Nomor 75/M-lND/ PER/7/2010 Len tang Pedornan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (Good Manufacturing Practices);
18.Peraruran Menteri Perindustrian Nomor 86/M-TNO/ PER/9/2009 Lcntang Standar Nasional Indonesia Bidang lndustri;
17.Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 14/M·DAG/ PER/3/2007 tcntang Standardisasi Jasa Bidang Pcrdagangan dan Pcngawasan Sta ndar Nasional Indonesia (SN!) Wajib tcrhadap Barang dan .Jasa yang Diperdagangkan sebagaimana telah diubah dengan Pera tura n Menteri Perdagangan Nomor 30/M-DAG/ PER/7 /2007;
16.Keput.usan Presiden Nomor 121/P Tahun 2014 tcnlang Pcrnbcn tukan Kerneruerian dan Pengangkatan Mcntcri Kabinct Kcrja Pcriodc Tahun 2014 - 2019;
15.Keputusan Prcsidcn Nomor 78 Tahun 2001 teruang Komit.e Akreditasi Nasional;
14.Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2015 tentang Kcrncnterian Pcrindustrian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nornor 54);
13.Peraturan Prcsiden Nomor 7 TahL111 2015 Lentang Organisasi Kernenterian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nornor 8);
12.Pera turan Pcmcriniah Nomor 28 Ta hun 2004 tcntang Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan (Lcmbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 107, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik Indonesia Nomor 4424); · 3 · Peraturan Mentcri Pcrindu.strian RI Nomor 59/M-IND/PER/7 /2015
5.Sist.em Manajernen Mutu, yang sclanjut.nya disingkat SMM, adalah rangkaian kegiatan dalam rangka penerapan manajemcn mut.u rnenurut SMM SN! ISO 9001 :2008 a tau revisinya.
6.Lembaga Scrtifikasi Sist.em Manajemen Mutu, yang sclanjutnya disingkat LSSMM, adalah lcmbaga yang telah diakrcditasi oleh KAN atau badan akrcditasi negara lain yang Lelah rnelakukan pcrjanjian saling pengakuan atau Multilateral Recognition Arrangement (MLA) dcngan KAN untuk mclakukan kegiatan sertifikasi SMM. selanj utnya disingkat rnelakukan kegiatan
3.Lembaga Scrtifikasi Prociuk, yang LSPro, adalah lcrnbaga yang sertifikasi produk.
4.Laboratorium Uji adalah laboratoriurn yang mclakukan kcgiatan pengujian terhadap coritoh Tepung Terigu seauai mctodc uji SN!. Dalam Peraturan Menteri ini yang dirnaksud dengan:
1.Tcpung Tcrigu scbagai Bahan Makanan, yang sclanjutnya discbut Tcpung Tcrigu, adalah tepung yang diouat dari endospenna biji gandum Triticwn Aestivum L. (club wheat) darr/ atau Triticum Compactum Host atau ca:mpuran kcduanya dcngan penarnbahan Fe, Zn, vitamin BI, vitamin 82, dan asam folat scbagai fortifikan.
2.Scrtifikat Produk Pcnggunaan Tanda SN! Tepung Terigu, yang selanjulnya disebut SPPT-SNI Tepung Terigu, adalah scrtifikat yang dikeluarkan oleh Lernbaga Sertifikasi Prociuk kcpada produsen yang mampu mcmproduksi Tepung Terigu sesuai derigan persyaratan SN! Tcpung Tcrigu. Pasal 1 PEMBERLAKUAN ST/\NDAR N/\SION/\L INDONESIA TEPUNG TERIGU SEBAnAI BAHAN MAKANANSECARA WAJIB. TENTANGMENTER! PERINDUSTRIANPERATURAN