Indeks Harga yang Diterima Petani (IT), Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB), dan Nilai Tukar Petani Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) serta Perubahannya (2018=100) Indonesia 2019 - 2025
Visualisasi
- 2019
- 2020
- 2021
- 2022
- 2023
- 2024
- 2025
Keterangan
Nilai Tukar Petani Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) merupakan rasio antara Indeks Harga yang Diterima Petani (IT) dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (IB) dengan tahun dasar 2018=100. Indikator ini mengukur daya beli petani tanaman pangan di Indonesia, di mana angka di atas 100 menunjukkan harga hasil panen lebih tinggi dibandingkan biaya produksi dan konsumsi.
Data dari 2019 hingga 2025 menunjukkan fluktuasi NTPP dengan tren peningkatan. Nilai terendah tercatat pada 2019 sebesar 105,41, kemudian meningkat ke 109,53 pada 2020, sempat turun ke 107,37 pada 2021, lalu naik bertahap hingga puncak 138,68 pada 2024. Namun, pada 2025 terjadi penurunan menjadi 133,61, dengan perubahan absolut +28,2 poin atau +26,75% selama periode tersebut.
Peningkatan NTPP yang signifikan hingga 2024 mengindikasikan perbaikan kesejahteraan petani tanaman pangan, di mana harga jual hasil panen tumbuh lebih cepat dibandingkan biaya produksi. Penurunan pada 2025 perlu diwaspadai sebagai sinyal awal pelemahan daya beli petani, meskipun angkanya masih jauh di atas level 2019.