DataLine Chart

Inflasi Tahun Kalender (2018=100) Menurut Kelompok dan Sub Kelompok 01 Makanan, Minuman dan Tembakau Indonesia 2020 - 2023

Diperbarui

Inflasi pangan Indonesia menurun tajam sejak 2020, sempat rebound

Sumber: BPS

Periode: 2020 - 2023

Cakupan: Indonesia

Update BPS: 2024-01-02

Visualisasi

  • 2020
  • 2021
  • 2022
  • 2023
Klik titik atau batang untuk melihat nilaiLine Chart

Keterangan

Inflasi tahun kalender kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengukur perubahan harga barang konsumsi pangan dari awal hingga akhir tahun dengan tahun dasar 2018 (2018=100). Data mencakup periode 2020–2023 berdasarkan survei biaya hidup di 90 kota Indonesia, tanpa satuan khusus karena dinyatakan dalam persen.

Pada 2020, inflasi kelompok ini tercatat 1,62 persen, lalu turun signifikan menjadi 0,81 persen pada 2021—titik terendah dalam periode tersebut. Angka kemudian naik ke 1,17 persen pada 2022 dan sedikit menurun menjadi 1,16 persen pada 2023, dengan perubahan absolut dari 2020 hingga 2023 sebesar -0,46 persen atau relatif -28,40 persen.

Penurunan inflasi pangan dari 2020 ke 2021 mencerminkan lemahnya tekanan permintaan, namun kenaikan pada 2022 mengindikasikan adanya gejolak harga pangan. Stabilitas relatif antara 2022 dan 2023 menunjukkan tekanan inflasi pangan mulai terkendali, meski tetap berada di bawah level awal periode.