Tingkat Setengah Pengangguran Menurut Daerah Tempat Tinggal Indonesia 2015 - 2025
Visualisasi
Keterangan
Tingkat setengah pengangguran mengukur proporsi penduduk yang bekerja kurang dari jam kerja normal (di bawah 35 jam per minggu) namun masih bersedia menerima pekerjaan tambahan. Data ini mencakup penduduk usia kerja di seluruh Indonesia, baik di perkotaan maupun perdesaan, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik.
Sepanjang 2015 hingga 2025, tingkat setengah pengangguran bergerak fluktuatif dengan tren menurun secara keseluruhan. Pada 2015 tercatat 7,31 persen, kemudian sempat turun ke 6,29 persen pada 2019, namun melonjak tajam menjadi 8,98 persen pada 2020 akibat dampak pandemi COVID-19. Setelah itu, angkanya berangsur turun hingga mencapai 5,75 persen pada 2025, yang merupakan titik terendah dalam periode tersebut, dengan penurunan relatif sebesar 21,34 persen dari awal periode.
Penurunan yang konsisten pasca-2020 mengindikasikan pemulihan pasar tenaga kerja yang semakin kuat, terutama dalam hal penyerapan jam kerja penuh. Angka 2025 yang hampir setara dengan 2024 (5,79 persen) menunjukkan stabilitas, namun masih terdapat ruang untuk perbaikan karena sebagian pekerja masih berada pada kondisi setengah pengangguran. Kebijakan ke depan perlu fokus pada peningkatan kualitas pekerjaan dan jam kerja produktif untuk menekan angka ini lebih rendah lagi.