Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Jambi. Ditetapkan di Jambi pada tanggal 20 Januari 2015 GUBERNUR JAMBI, ttd H. HASAN BASRI AGUS Diundangkan di Jambi pada tanggal, 20 Januari 2015 SEKRETARIS DAERAH PROVINSI JAMBI, ttd H. RIDHAM PRISKAP BERITA DAERAH PROVINSI JAMBI TAHUN 2015 NOMOR 6 7 LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PENULISAN AKSARA ARAB MELAYU JAMBI PEDOMAN PENULISAN AKSARA ARAB JAMBI Agama Islam sebagai agama samawi yang dipeluk oleh hampir seluruh orang Melayu, bukan kebudayaan, namun merupakan pedoman dan petunjuk hidup yang mampu membudayakan kehidupan manusia, tidak saja dari suku bangsa Melayu, melainkan juga secara universal. Oleh karena itu dalam kebudayaan Melayu, material dan non material pengaruh agama Islam sangat kuat. Diantaranya bahkan tampak pengaruh kebudayaan Arab sebagian manusia/masyarakat pemeluk agama Islam yang pertama, dan kemudian mengembangkan dan menyebarkannya ke seluruh pelosok dunia. Sehubungan dengan itu harus diakui bahwa sangat sulit untuk memisahkan budaya Melayu dengan ajaran Islam yang telah menyatu, justru ajaran Melayu dan banyak suku dan bangsa lain menjadi ajaran islam sebagai budaya. Oleh karena itu agama Islam telah menjadi ciri dari orang Melayu, konsekwensinya, sikap dan perilaku orang melayu didasarkan kepada ajaran dan kaidah Islam yaitu Al-Qur’an dan Hadist. Unsur utama dari budaya Melayu Jambi adalah bahasa Melayu Jambi yang berfungsi sebagai sarana komunikasi dan berinteraksi. Frekuensi interaksi diungkapkan dalam komunikasi sehari-hari di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dalam perkembangannya, bahasa 8 Melayu Jambi digunakan dalam upacara tradisional, ekspresi seni dan budaya dan berbagai keperluan dalam kehidupan masyarakat. Dalam perkembangannya, bahasa Melayu Jambi telah menjadi wahana untuk memberi makna sastra dan budaya Melayu Jambi. Keberadaan bahasa, sastra, dan aksara Melayu Jambi telah berperan dalam mengembangkan budaya Melayu Jambi, yang tidak dapat dipisahkan dengan kebudayaan Indonesia. Salah satu aspek penting yang terkandung dalam budaya Melayu Jambi adalah fungsi dan peranan bahasa, sastra, dan aksara Arab Melayu Jambi dalam kehidupan ber- masyarakat, berbangsa dan bernegara. Fungsi dan peran bahasa Melayu tidak hanya terbatas sebagai sarana komunikasi. Bahasa Melayu Jambi dapat didayagunakan sebagai wahana untuk menggali kearifan budaya lokal yang memiliki nilai-nilai unggul. Selain itu bahasa Melayu Jambi dapat menjadi sarana ekspresi seni dan budaya. Banyak sekali nilai yang terkandung dalam bahasa dan sastra Melayu Jambi, yaitu nilai-nilai moral, etis, dan estetis yang dapat didayagunakan untuk pembangunan watak dan budi pekerti. Pada waktu ini pemahaman dan penggunaan bahasa, sastra, dan aksara Arab Melayu Jambi telah mengalami penurunan karena pengaruh globalisasi. Dalam situasi demikian, telah menimbulkan keprihatinan terhadap kondisi bahasa, sastra, dan aksara Arab Melayu Jambi. Apabila bahasa dan sastra Melayu Jambi kurang dipahami dan ditinggalkan oleh penuturnya, akan berdampak secara sosial dan kultural, antara lain lunturnya etika, moral, sopan santun, dan budi pekerti. Berdasarkan ketentuan Pasal 42 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Dan Lambang Negara, Serta Lagu Ke- bangsaan bahwa Pemerintah Daerah wajib mengembangkan, membina, dan melindungi bahasa dan sastra daerah untuk memenuhi kedudukan dan fungsinya dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan perkembangan zaman, dan agar tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Pemerintah Provinsi Jambi sebagai daerah otonom, sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 7 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Pemerintahan Daerah Provinsi Jambi, maka Pemerintah Provinsi Jambi mempunyai kewajiban untuk 9 melakukan pelindungan, pembinaan, dan pengembangan bahasa, sastra, dan aksara Arab Melayu Jambi. B. RUANG LINGKUP Ruang Lingkup penulisan aksara Arab Melayu Jambi meliputi:
1.Pemahaman dan pengenalan bentuk aksara / huruf dan angka Arab yang merupakan sumber / akar dari aksara / huruf dan angka Arab Melayu Jambi;
2.Pemahaman penulisan dan penyusunan aksara / huruf dan angka Arab Melayu Jambi guna menjadi kata-kata.
3.Kaidah Penulisan aksara Arab Melayu Jambi, Penulisan aksara / huruf Arab Melayu Jambi disesuaikan kaidah penulisan huruf Arab. 10 Berdasarkan ketentuan Pasal 42 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Dan Lambang Negara, Serta Lagu Ke- bangsaan bahwa Pemerintah Daerah wajib mengembangkan, membina, dan melindungi bahasa dan sastra daerah untuk memenuhi kedudukan dan fungsinya dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan perkembangan zaman, dan agar tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Maksud ditetapkannya Peraturan Gubernur ini adalah sebagai pedoman penulisan aksara Arab Melayu Jambi dalam proses pelestarian dan pembelajaran. B. TUJUAN Penyusunan Peraturan Gubernur Jambi tentang Pedoman Penyusunan Budaya Kerja Lingkup Pemerintah Provinsi Jambi bertujuan sebagai berikut :
1.Pelindungan, pembinaan, pengembangan aksara Arab Melayu Jambi.
2.Menjaga dan memelihara kelestarian aksara Arab Melayu Jambi sehingga menjadi faktor penting untuk peneguhan jati diri daerah.
3.Menyelaraskan fungsi aksara Arab Melayu Jambi dalam kehidupan masyarakat sejalan dengan arah pembinaan bahasa dan budaya Indonesia;
4.Mengenali nilai-nilai estetika, etika, moral dan spiritual yang terkandung dalam budaya Melayu Jambi untuk didayagunakan 11 sebagai upaya pembinaan dan pengembangan kebudayaan Nasional.
5.Mendayagunakan aksara Arab Melayu Jambi sebagai wahana untuk pembangunan karakter dan budi pekerti.
6.Membantu memberikan arahan dan petunjuk serta pedoman dalam penulisan aksara Arab Melayu Jambi. 12
1.Aksara Arab Melayu Jambi Aksara Jawi, atau Arab Melayu adalah huruf Arab yang telah dimodifikasi bacaanya menjadi bahasa Melayu, beberapa bentuk dari huruf asli Arab masih digunakan dalam menulis Arab Melayu, tetapi ada sebagian huruf yang dirubah dengan penambahan titik agar bunyi bacaan sesuai dengan bahasa Melayu. Arab Melayu merupakan salahsatu bukti teori dari teori Mekah, yaitu dimana awal Islam masuk ke Indoneisa melalu empat teori. Teori Gujarat, teori Mekah, teori Persia dan teori Cina, teori Gujarat, teori Mekah dan Persia. Nama lain dari dari Arab melayu yaitu aksara Jawi, kata Jawi berasal dari bahasa Melayu Malaysia, yang merupakan nama sejenis tetumbuhan, yaitu Pokok Jawi-jawi atau Jejawi dan pada penamaan jenis beras yaitu beras Jawi, beras Jawi merupakan beras yang berbeda dengan beras pulut. Kata Jawi juga dikenal dalam bahasa Minang untuk menyebut kerbau. Tetapi istilah ini tidak ada hubungannya dengan penamaan aksara Jawi. Begitu juga jika dikatakan bahwa Jawi merupakan perkataan Arab, bukan dari kata Jawa ataupun bahasa Jawa. Pada dasarnya tidak ada kesamaan antara huruf latin daengan huruf Arab, pada huruf x ditulis dengan menggunakan dua huruf, yaitu huruf kaf dengan huruf sin, huruf c ditulis dengan menggabungkan dua huruf ta dan syin. Tetapi pada Arab Melayu pengabungan dua huruf tidak semua dilakukan, tetapi perubahan dengan menambahkan titik pada huruf Arab, huruf x menjadi kaf ditambah dengan titik tiga di bawah. 13 Pembacaan huruf Arab melayu, ada huruf dibaca dengan konsonan, yaitu bunyi bahasa yang arus udara yang keluar dari mulut mengalami proses yang ditentukan oleh tiga faktor yaitu keadaan pita suara merapat atau merenggang - bersuara atau tak bersuara, penyentuhan atau pendekatan berbagai alat bicara seperti bibir, gigi, gusi, lidah dan langit-langit, cara alat bicara tersebut bersentuhan atau berdekatan. Berikut rincian dari huruf Arab yang digunakan dan huruf yang dimodifikasi Huruf Arab dan bacaannya : alif ا — ba ب — ta ت — tsa ث — jim ج — ha ح — kho خ— dal د — dza ذ — ro ر — zai ز — sin س — syinش — shod ص — dhod ض — tho ط — dlo ظ — ‘ain ع — ghin غ — fa ف — qof ق — kaf ك — lam ل — mim م — nun ن — wau و — Ha ه — lam alif ﻻ— hamzah ء — ya ي Tambahan yang digunakan pada huruf Arab cha چ (ha bertitik tiga), nga ڠ (ain bertitik tiga), pa ڤ (fa bertitik tiga), ga ڬ (kaf bertitik) — vaۏ (wau bertitik) — nya ڽ (nun bertitik tiga). Angka Arab yang digunakan 0٠ — 1١ — 2 ٢ — 3 ٣ — 4 ٤ — 5 ٥ — 6 ٦ — 7 ٧ — 8 ٨ — 9 ٩—10 ١٠ Cara Penulisan dan pengucapan
1.Huruf ditulis secara gundul
2.Huruf alif yang berdiri sendiri berbunyi a atau e.
3.Huruf alif yang diikuti wau berbunyi u atau o.
4.Huruf alif yang diikuti ya berbunyi i atau é.
5.Konsonan diikuti huruf alif akan berbunyi fatah (bunyi a).
6.Konsonan diikuti huruf wau akan berbunyi dhomah (bunyi u).
7.Konsonan diikuti huruf ya akan berbunyi kasroh (bunyi i).
8.Konsonan di awal atau di tengah kata tanpa diikuti alif, wau atau ya berbunyi fatah (bunyi a atau e)
9.Konsonan di akhir kata adalah konsonan mati, kecuali diikuti alif, wau atau ya.
10.Huruf ain digunakan sebagai penanda huruf k seperti pada kata rakyat رﻋﯿﺖ 14
2.Ketentuan Penulisan Aksara Arab Melayu Arab melayu adalah bahasa Indonesia atau Melayu yang penulisannya di adaptasi dari aksara Arab yang disesuaikan sesuai kaidah penulisan huruf Arab. Arab melayu berkembang di wilayah yang memiliki budaya melayu, seperti di seluruh daerah di pulau Sumatra terutama yang dahulu pernah berdiri kerajaan kerajaan Islam. Aksara ini dikenal sejak jaman Kerajaan Samudera Pasai dan Kerajaan Malaka. Jambi merupakan salah satu wilayah yang termasuk kedalam rumpun melayu dan dalam penulisannya juga menggunakan aksara arab melayu.
a.Aksara (huruf) Arab yang digunakan adalah : HURUF HURUF HURUF ا Alif خ Kho ش Syin ب Ba د Dal ص Shod ت Ta ذ Dzal ض Dhod ث Tsa ر Ro ط Tho ج Jim ز Zai ظ Dzo ح Kha س Sin ع A'in HURUF HURUF غ Ghain ن Nun ف Fa و wau ق Qof ه Ha ك Kaf ﻻ Lam Alif ل Lam ء Hamzah م Mim ي ya 15
b.Aksara (huruf) Arab yang tambahan adalah : Huruf Bentuk Keterangan چ cha (ha bertitik 3) - ڠ nga (ain bertitik tiga) - ڤ pa (fa bertitik 3) Provinsi Jambi tidak memakai fa’ bertitik 3 ( huruf F, P, V tetap ditulis ف ) ڬ ga (kaf bertitik) - ۏ va (wau bertitik satu) Provinsi Jambi tidak memakai ۏ (wau bertitik satu untuk penulisan Va) ڽ nya (nun bertitik 3) -
c.Pedoman Abjad dan bentuk tulisan tersambung Arab Melayu Jambi No Huruf Dibaca Bentuk posisi tulisan Contoh Bacaan latin Latin Arab Melayu Arab Melayu Latin akhir tengah awal 1 A ا alif a ـﺎ ـ ا اﻛﻮ aku 2 ‘a ع a’in ‘a ـﻊ ـﻌـ ﻋـ ﻋﺎﻟﻢ ‘Alim 3 B ب ba bě ـﺐ ـﺒـ ﺑـ ﺑﻮﻛﻮ Buku 4 C چ ca cě ـچ ـچـ چـ چﺎرا Cara 5 D د dal dě ـﺪ - د دون daun 6 DH ض dhod dh ـﺾ ـﻀـ ﺿـ ﺿﺎﻣﯿﺮ Disesu aikan dgn kaidah bahasa arab 7 E ا e ا ا ا 16 8 Ĕ إ ě إ إ إ 9 F ف fa ěf ـﻒ ـﻔـ ﻓـ 10 G ڬ ga gě ـ ـ ـ ـ ﻮﻧﺎ ـ ـ ـ ـ ـ ـ ـ ـ 11 Gh غ Gh/ ĝhain ـﻎ ـﻐـ ﻏـ ﻏـﯿﺮ Disesu aikan dengan kaidah bahasa arab 12 H ه H/ha ـﮫ ـﮭـ ھـ 13 H/t ة H- /ha/T- ta ـﺔ - - 14 Kha’ /h ح kha ha ـﺢ ـﺤـ ﺣـ 15 I إ ěl ـﻲ ـﯿـ ﯾـ 16 J ج jim jě ـﺞ ـﺠـ ﺟـ 17 K ک kaf ka ـﻚ ـﻜـ ـﻚ 18 Kho’ خ kho ـﺦ ـﺨـ ﺧـ 19 L ل lam ěl ـﻞ ـﻠـ ﻟـ 20 M م mim ěm ـﻢ ـﻤـ ﻣـ 21 N ن nun ěn ـﻦ ـﻨـ ﻧـ 22 Ng ڠ nga ـ ـ ـ ـ 17 23 Ny ڽ nya ـ ـپـ پـ ۑ 24 O ُ و ْ او ْ ا o و' 25 P ف pě ـﻒ ـﻔـ ف 26 Q ق qof qi ـﻖ ـﻘـ ﻗـ 27 R ر ro ěr ـﺮ ر 28 S س sin ـﺲ ـﺴـ ﺳـ 29 Sy ش syin ـﺶ ـﺸـ ﺷـ 30 Sh ص shod ـﺺ ـﺼـ ﺻـ 31 T ت ta tě ـﺖ ـﺘـ ﺗـ 32 Th ط tho ــﻂ ـﻄـ طـ 33 Ts ث tsa ـﺚ ـﺜـ ﺛـ 34 U ُ و ْ او ْ ا u ـﺆ ؤ 35 V ف vě ـﻒ ـﻔـ ﻓـ 36 W و waw wě ـﻮ و 37 X اﻛﺲ ěks اﻛﺲ اﻛﺲ اﻛﺲ 38 Y ي ya yě ـﻲ ـﯿـ ﯾـ ﯾﺎﻛﻦ 39 Z ز zai zet ـﺰ ز ز زﯾﺘﻮن 18 40 Zho ظ zho ـﻆ ـﻈـ ظـ ظﺎﻟﻢ Disesu aikan dgn kaidah bahasa arab 41 Dz ذ dzal ـﺬ ذ ذﻛﺮ Disesu aikan dgn kaidah bahasa arab
d.Penulisan Angka Angka Latin 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 2134 Angka Arab Melayu ٠ ١ ٢ ٣ ٤ ٥ ٦ ٧ ٨ ٩ ١٠ ١١ ٢١٣٤ Catatan : Angka dalam penulisan ‘arab melayu tetap dibaca/ditulis dari kiri ke kanan 19
e.Pedoman penulisan Tanggal/Bulan/Tahun No Bulan Masehi Bulan Hijriyah Latin Arab Melayu Latin Arab 1 Januari ﺟﺎﻧﻮاري Muharram ﻣﺤﺮم 2 Februari ﻓﺒﺮواري Shafar ﺻﻔﺮ 3 Maret ﻣﺎرت Rabiul Awal رﺑﯿﻊ اﻻول 4 April اﻓﺮﯾﻞ Rabiul Akhir راﺑﯿﻊ اﻻﺧﺮ 5 Mei ﻣﺎي Jumadil Awal ﺟﻤﺎدي اﻻوﻟﻰ 6 Juni ﺟﻮﻧﻲ Jumadil Akhir ﺟﻤﺎدي اﻻﺧﯿﺮ 7 Juli ﺟﻮﻟﻲ Rajab رﺟﺐ 8 Agustus أ َﻮﺳﺘﻮس Sya’ban ﺷﻌﺒﺎن 9 September ﺳﻔﺘﻤﺒﺮ Ramadan رﻣﻀﺎن 10 Oktober أُﻛﺘﻮﺑﺮ Syawal ﺷﻮال 11 November ﻧﻮﻓﻤﺒﺮ Dzul qaidah ذواﻟﻘﻌﺪة 12 Desember دﯾﺴﻤﺒﺮ Dzul hijjah ذواﻟﺤﺠﺔ Catatan : Tanggal ,Bulan dan Tahun Hijriyah disesuaikan penanggalan Islam Contoh Penulisan Tanggal, Bulan dan Tahun :
1.Huruf Latin /Indonesia : 25 Oktober 2014 (Bertepatan tanggal)
2.Arab (Penanggalan Hijriyah) : ١ﻣﺤﺮم١٤٣٦ھـ Contoh : Jambi, 25 Oktober 2014 M 1 Muharram 1436 H
3.Kaidah Penulisan Arab Melayu Penulisan huruf Aksara Arab Melayu dapat dirumuskan menjadi beberapa kaidah, yaitu : Kaidah ke-1 : setiap suku kata yang diawali dan diakhiri dengan konsonan, cukup dituliskan konsonannya (tidak diberi saksi). Contoh : 20 No Latin Arab Melayu 1 Tem-pat ﺗﻤﻓﺖ 2 Ham-pir ھﻣﻓﺮ 3 Pin-tar ﻓﻧﺗﺮ 4 Tang-kas ﺗ ﻜﺲ 5 Cer-mat چﺮﻤﺖ Kaidah ke-2 : a) Suku kedua dari berbagai huruf hidup berbunyi “a”, mendapat saksi alif (ا), tetapi suku pertama dari belakang hidup berbunyi “a” tidak mendapat saksi. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 ba-dan ﺑﺎ ﺪ ن 2 ka-lam کﺎ ﻠﻢ 3 ra-ja ﺮاج 4 den-da ﺪ ﻧﺪ 5 la-ba ﻻ ﺐ b) Suku kedua dari belakang hidup berbunyi “e” dan suku pertama dari belakang berbunyi “a”, maka suku kesatu dari belakang mendapat alif saksi. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 ke-ra کﺮا 2 re-da رﺪا 21 3 pe-ta ﻓﺗﺎ 4 je-da ﺠﺪا 5 le-ga ﻠﺎ Kaidah ke-3 : bila suku pertama dan kedua terdiri dari vokal i, o, dan ai, maka huruf atau konsonan Arab itu diberi saksi “yak” )ي(. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 ki-ri کﯿري 2 mi-ni ﻤﯿﻧﻲ 3 se-ri ﺴﯿري 4 ni-lai ﻧﯿﻟﻲ 5 li-hai ﻠﯿﮭﻲ Kaidah ke-4 : bila suku pertama dan atau kedua hidup berbunyi “o”, “u”, dan “au” ditulis dengan wau (و ) saksi. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 ro-da رﻮﺪ 2 lu-bang ﻟﻮﺑ 3 pu-lau ﻓﻮﻟﻮ 4 ki-cau کﯿچﻮ 5 su-rau ﺴﻮرﻮ 22 Kaidah ke-5 : bila suku terakhir berbunyi “wa”, ditulis dengan huruf wau (ﻮ ) dan alif (ا). Contoh : No Latin Arab Melayu 1 de-wa ﺪ ﯿﻮا 2 bah-wa ﺒﮭﻮا 3 ke-ce-wa کچﯿﻮا 4 ji-wa ﺟﯿﻮا 5 Si-wa ﺴﯿﻮا Kaidah ke-6 : bila huruf awal pada suku kata pertama terdiri dari vokal, maka : a) Kalau vokal itu terus diikuti dengan konsonan, maka dituliskan alif saja. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 an-tar اﻧﺗر 2 in-tan اﻧﺗﻦ 3 un-tung اﻧﺗ 4 un-ta اﻧﺖ 5 en-teng اﻧﺗ b) Kalau suku kata pertama itu berbunyi “a” saja ditulis dengan alif. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 a- bang اﺑ 2 a-man اﻤﻦ 23 c). Kalau suku kata pertama berbunyi ”i” atau “e” ditulis dengan huruf alif dan yak. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 i-par اﯿﻓر 2 e-dar اﯿﺪ ر 3 (ni-lai) ﻧﯿﻟﻲ d). Kalau suku kata pertama berbunyi “o” dan “u” ditulis dengan alif dan wau. No Latin Arab Melayu 1 u-bah اﻮﺒﮫ 2 o-bat اﻮﺒﺖ Kaidah ke-7 : bila suku kata satu dengan yang lain berbentuk “a-i” dan tanda hamzah di atas wau sesudah alif saksi untuk bentuk “a-u”. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 ka-il کﺎﯾﻞ 2 sa-ing ﺳﺎﯾ 3 sa-uh ﺳﺎﺆه 4 ma-u ﻣﺎﺆ Kaidah ke-8 : bila suku kata satu dengan yang lain berbentuk “i-a”, maka penulisannya dengan cara menghubungkan huruf yak dengan huruf sesudahnya (atau boleh dengan memberikan tanda alif gantung di atas yak). 24 Contoh : No Latin Arab Melayu 1 di-an ﺪ ﯾﻦ atau دﯾٰﻦ 2 ki-an کﯾﻦ atauٰ کﯾﻦ Kaidah ke-9 : bentuk “u-a” harus dinyatakan dengan huruf alif sesudah huruf wau. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 bu-at ﺒﻮات 2 tu-an ﺗﻮاﻦ Kaidah ke-10 : bentuk “i-u” dinyatakan dengan memberikan huruf wau sesudah yak,. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 li-ur ﻠﯾﻮﺮ 2 be-li-ung ﺒﻠﯾﻮڠ 3 nyi-ur پﯾﻮﺮ Kaidah ke-11 : bentuk “u-i” dinyatakan dengan huruf wau dan yak. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 ku-il کﻮ ﯾﻞ 2 bu-ih ﺒﻮﯾﮫ 3 pu-ing ﻓﻮﯾ 25 Bentuk “o-i” juga dapat memakai cara tersebut, misal : No Latin Arab Melayu 1 bo-ing ﺒﻮﯾ Kaidah ke-12 : Awalan me, ber, per, pe, ter, di, se, ke, ku, dan kau tidak menimbulkan perubahan ejaan, penulisannya dengan merangkaikan saja. Untuk awalan se, ke, dan ku, bila dirangkaikan dengan sesuatu kata yang diawali oleh vokal penulisannya dengan cara menambahkan atau menggantikan alif dengan hamzah. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 mengambil ﻣ ﻤﺒﻞ 2 berbunyi ﺒﺮ ﺒﻮ پﻲ 3 perkasa ﻓﺮکﺎ ﺲ 4 pedagang ﻓﺪا 5 terlepas ﺗﺮﻠﻔﺲ 6 didera ﺪ ﺪ ﺮا No Latin Arab Melayu 1 se-asam ﺳﺄ ﺳﻢ ﺳ—ا ﺳﻢ 2 se-iring ﺳﺄﯾﺮڠﺳ—اﯾﺮڠ 3 ke-ujung کﺆﺟک—اﻮﺟ 4 ku-ambil کﺄﻤﺑﻞ ک—اﻤﺑﻞ 5 kau-ambil کﻮأﻤﺑﻞ کﻮ—اﻤﺑﻞ 26 Kaidah ke-13 : partikel lah, kah, tah dan pun penulisannya tidak mengubah ejaan (tinggal merangkaikan). Contoh : No Latin Arab Melayu 1 baca-lah ﺑﺎ چﻠﮫ 2 makan-kah ﻣکﻧکﮫ 3 apa-tah اﻓﺗﮫ 4 bunyi-pun ﺑﻮپﯿﻓﻮن Penulisannya “pun” tidak mengikuti kaidah ke-1 yaitu (ﻓن ) melainkan dengan ditambahkan wau saksi (ﻓﻮن ), penulisan partikel ini mengalami perkecualian. Kaidah ke-14 : tentang bentuk (klitik) kan, ku, mu, dan nya. 1) Bila suku kata terakhir diawali dan diakhiri oleh konsonan, maka penulisannya tidak mengalami perubahan ejaan. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 ta-nam ﺗﺎ ﻧﻢ tanamkan ﺗﺎﻧﻣکن 2 ram-but ﺮﻤﺑﺖ rambutmu ﺮﻤﺑﺗﻤﻮ 2) Suku kata terakhir berbunyi “ai” dan “au” tidak mengalami perubahan ejaan. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 tu-pai ﺗﻮﻓﻲ tupaiku ﺗﻮﻓﯿکﻮ 2 ker-bau کﺮﺑﻮ kerbaunya کﺮﺑﻮث 3) Suku terakhir terdapat sebuah vokal, perangkaian dengan akhiran itu mengubah ejaan. 27 Contoh : No Latin Arab Melayu 1 bu-ku ﺑﻮکﻮ bukumu ﺑکﻮﻤﻮ 2 ha-ti ھﺎﺗﻲ hatinya ھﺗﯿڽ Kata yang sudah berakhiran an, i, dan kan tidak mengalami perubahan ejaan jika dirangkaikan dengan imbuhan yan lain. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 pergaulan-nya ﻓﺮﺎؤﻟﻧث 2 menjalani-nya ﻤﻧﺠﻼ ﻧﯿث 3 perkataan-mu ﻓﺮکﺗﺄ ﻧﻤﻮ Kaidah ke-15 : perihal akhiran an dan i. 1) Kata yang huruf terakhirnya konsonan berubah ejaan. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 ta-nam ﺗﺎﻧم ta-na-(mi) ﺗﺎﻧﻣﻲ 2 sa-yur ﺳﺎﯿر sa-yu-(ran) ﺳﯿﻮرن 3 ta-nam ﺗﺎﻧم ta-na-(man) ﺗﻧﺎﻣن 2) Kata yang huruf terakhirnya terdiri dari “a“ perubahan ejaan, dan penulisannya disertai dengan huruf hamzah. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 su-ka ﺳﻮک kesuka-an کﺳکﺄن 2 lu-pa ﻟﻮﻒ kelupa-an کﻠﻔﺄن 28 3) Kata yang huruf terakhirnya terdiri dari vokal “u” mengalami perubahan ejaan dan penulisannya disertai dengan penambahan huruf alif. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 ra-mu راﻣﻮ ramu-an رﻣﻮان
b.Akhiran i merubah ejaan bila disambung dengan vokal “u”, penulisannya dirangkaikan saja. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 ra-mu راﻣﻮ ramu-i رﻣﻮي 4) Vokal “i” bersambung dengan akhiran an mengubah ejaan, penulisannya dengan cara merangkaikan saja atau dengan menambah alif gantung. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 duri ﺪﻮري durian ﺪرﯿن 2 gali ﺎﻠﻲ galian ﻠﯿﻦ 5) Akhiran an dan i mengubah ejaan bila disambung dengan diftong ai dan au, tetapi penulisannya ke dalam huruf Melayu a dan i, a dan u dipisahkan menjadi suku baru. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 Pakai ﻔﺎکﻲ pakaian ﻓکﺎﯿن 2 Lampau ﻠﻣﻔﻮ Kelampauan (ke-lam-pa-uan) کﻠﻣﻔﺎﻮن 3 Lampaui (lam-pa-ui) ﻠﻣﻔﺎﻮي 29 6) Akhiran an dan i tidak mengubah ejaan bila suku kata satu dengan yang lain vokal : a/u atau a/i atau yang memakai hamzah. Contoh : No Latin Arab Melayu 1 Laut ﻻﺆﺖ lautan ﻻﺆﺘن 2 Kail کﺎﯿﻞ kaili کﺎﯿﻠﻲ " Pengecualian dari kaedah penulisan yaitu :
a.Yang berasal dari Bahasa Arab Semua kata yang berasal dari Bahasa Arab yang telah dibakukan menjadi bahasa indonesia harus ditulis menurut cara penulisan Bahasa Arab, termasuk dalam penamaan orang. Contoh : No Latin Arab Melayu No Latin Arab Melayu 1 Khusus ﺧﺼﻮص 6 Sifat ﺻﻔﺔ 2 Syukur ﺷﻜﺮ 7 Alamat ﻋﻼ ﻣﺔ 3 Sahih ﺻﺤﯿﺢ 8 Nasib ﻧﺼﯿﺐ 4 Mustahil ﻣﺴﺘﺤﯿﻞ 9 Alam ﻋﺎ ﻟﻢ 5 Masyhur ﻣﺸﮭﻮ ر 10 Manfaat ﻣﻨﻔﻌﺔ
b.Yang bukan berasal dari bahasa Arab No Latin Arab Melayu No Latin Arab Melayu 1 Ini اﻧﻲ 7 Kemudian ﻛﻤﺪﯾﻦ 2 Itu اﺗﻮ 8 Serta ﺳﺮت 3 Pada ﻓﺪا 9 Dan دان 4 Dari داري 10 Kita ﻛﯿﺘﺎ 5 Kepada ﻛﻔﺪا 11 Seperti ﺳﻔﺮﺗﻲ 6 Ialah اﯾﺎﻟﮫ 12 Yang ﯾ 30 RANGKUMAN
1.Setiap suku kata yang diawali dan diakhiri oleh konsonan, cukup dituliskan konsonannya (tidak diberi saksi).
2.Suku kata kedua dari belakang hidup berbunyi “a”, mendapat saksi alif (ا ), tetapi suku kata pertama dari belakang hidup berbunyi “a” tidak mendapat saksi.
3.Suku kedua dari belakang hidup berbunyi “e” dan suku pertama dari belakang berbunyi “a”, maka suku kesatu dari belakang mendapat alif saksi.
4.Bila suku pertama dan kedua terdiri dari vokal i, e dan ai, maka huruf atau konsonan Arab itu diberi saksi “yak” (ي ).
5.Bila suku pertama dan atau kedua hidup berbunyi “o”, “u” dan “au” ditulis dengan “wau” (ﻮ ) saksi.
6.Bila suku terakhir berbunyi “wa”, ditulis dengan huruf wau (ﻮ ) dan alif (ا ).
7.Suku kata pertama terdiri dari vokal “a” ditulis dengan alif.
8.Suku kata pertama terdiri dari vokal “i” dan “e” ditulis dengan alif dan yak.
9.Suku kata pertama terdiri dari vokal “u” dan “o” ditulis dengan alif dan wau.
10.Bila suku kata satu dengan yang lain berbentuk “a-i” atau “a-u”, maka untuk “a-i” ditulis dengan alif dan hamzah di atas yak; bentuk “au” ditulis dengan alif dan hamzah di atas wau.
11.Suku kata satu dengan yang lain berbentuk “i-a” maka penulisannya dengan cara menggabungkan yak dengan konsonan berikutnya atau diperjelas dengan alif gantung di atas yak.
12.Bentuk “u-a” dituliskan dengan huruf wau dan alif, dan bentuk “i-u” dituliskan dengan huruf yak dan wau.
13.Bentuk “u-i” dan “o-i” dituliskan dengan wau dan yak.
14.Awalan me, ber, per, pe, ter, di, se, ke, ku, dan kau tidak menimbulkan perubahan ejaan, sedangkan untuk awalan se, ke, dan ku bila dirangkaikan dengan sesuatu kata yang diawali oleh vokal penulisannya dengan cara menambahkan atau menggantikan alif dengan hamzah.
15.Partikel lah, kah, tah, dan pun penulisannya tidak mengubah ejaan.
16.Penulisan akhiran kan, ku, mu, dan nya tidak mengalami perubahan ejaan bila : diawali dan diakhiri dengan konsonan ; suku kata terakhir berbunyi ai dan au ; suku kedua dari belakang terdiri dari vokal ; dan kata dasar yang sudah berakhiran an dan i 31 Penulisan bahasa Melayu dengan menggunakan abjad Arab, dikenal dengan tulisan Jawi. Seni tulisan ini sudah dikenal berabad-abad lamanya di wilayah Nusantara. Kemunculannya terkait secara langsung dengan kedatangan agama Islam di Nusantara pada awal abad ke 13. Sesuai Peraturan Gubernur Jambi Nomor 73 Tahun 2013 tentang Aksara Arab Melayu Jambi dan Rumah Kajang Lako Jambi, bahwa dalam kegiatan perlindungan, pembinaan, dan pengembangan bahasa, sastra, aksara, dan rumah Khas Melayu Jambi diperlukan pedoman penulisan Aksara Arab Melayu Jambi sebagai panduan serta dilakukan pembelajaran kembali caraka Arab Melayu Jambi, yang dimulai dari aksara Arab Melayu Jambi, sandangan, pasangan dan angka. Strategi kebijakan pelindungan, pembinaan, dan pengembangan bahasa, sastra, aksara Arab Melayu Jambi dilaksanakan melalui upaya di lingkungan pendidikan formal, meliputi:
a.Menyusun dan menyempurnakan kurikulum bahasa dan sastra Melayu Jambi dan Arab Melayu Jambi sesuai dengan perkembangan dan kemajuan masyarakat;
b.Meningkatkan kemahiran berbahasa Melayu Jambi dengan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi tenaga pengajar bahasa dan sastra Melayu Jambi dan Arab Melayu Jambi; 32
c.Menyediakan dan mengangkat guru bahasa Melayu Jambi dan tenaga fungsional sesuai dengan strata pendidikan bidang studi bahasa dan sastra Melayu Jambi serta Arab Melayu Jambi;
d.Meningkatkan kualitas guru bidang studi bahasa, sastra, dan aksara Melayu Jambi dan Arab Melayu Jambi secara profesional melalui sertifikasi;
e.Menyediakan bahan ajar, buku pelajaran, dan buku bacaan sesuai dengan varian-varian dan dialek-dialek yang ada di daerah;
f.Meningkatkan kualitas metodologi mengajar dengan mendayagunakan teknologi informasi dalam proses pembelajaran bahasa, sastra, aksara Melayu Jambi dan Arab Melayu Jambi;
g.meningkatkan kegiatan apresiasi, dan kompetisi mengenai penulisan dan penggunaan bahasa, sastra, aksara Melayu Jambi dan Arab Melayu Jambi;
h.menyusun dan menyempurnakan pedoman tata penulisan bahasa Melayu Jambi dengan huruf latin dan aksara Arab Melayu Jambi;
i.melakukan kegiatan penelitian dan pengajian terhadap tingkat tutur bahasa Melayu Jambi dan Arab Melayu Jambi yang diselaraskan dengan perkembangan kehidupan masyarakat;
j.meningkatkan perhatian dan dukungan terhadap kegiatan transkripsi, dan transliterasi naskah-naskah sastra Melayu Jambi dan Arab Melayu Jambi yang memiliki nilai-nilai unggul. Strategi kebijakan pelindungan, pembinaan, dan pengembangan bahasa, sastra, aksara Arab Melayu Jambi dilaksanakan melalui upaya di lingkungan pendidikan nonformal, keluarga dan masyarakat, meliputi:
a.Meningkatkan perhatian, dukungan dan bantuan kepada paguyuban, yayasan, dan sanggar-sanggar dalam melindungi, membina dan mengembangkan bahasa, sastra, aksara Arab Melayu Jambi ;
b.Meningkatkan kegiatan apresiasi dan kompetisi melalui lomba mengenai pemakaian, penggunaan bahasa Melayu Jambi, serta penulisan aksara Arab Melayu Jambi ;
c.Memberikan penghargaan kepada sastrawan, pelestari, dan pegiat bahasa, sastra, dan aksara Arab Melayu Jambi yang berprestasi;
d.Memberikan perhatian, dorongan, dan dukungan terhadap berkembangnya penerbitan media massa berbahasa Arab Melayu Jambi ; 33
e.Memasyarakatkan penggunaan bahasa Indonesia yang didampingi dengan aksara Arab Melayu Jambi untuk penamaan jalan, papan nama, tempat dan bangunan yang bersifat publik di wilayah Provinsi Jambi;
f.Memasyarakatkan penggunaan bahasa Indonesia yang didampingi dengan aksara Arab Melayu Jambi untuk tata naskah dinas sepanjang tanggal, bulan dan tahun pada institusi, SKPD/lembaga/kantor pada Wilayah Provinsi Jambi;
g.Memasyarakatkan dan membiasakan penggunaan aksara Arab Melayu Jambi dalam situasi yang tidak resmi.
h.Memasyarakatkan penggunaan bentuk Rumah Kajang Lako Jambi pada rumah masyarakat, sekolah, kantor swasta, BUMN/BUMD, instansi pemerintah dan pemerintah daerah yang ada di wilayah Provinsi Jambi, dan papan nama, serta pintu gerbangnya, yang disatukan bentuk dan corak oleh Lembaga Adat Melayu Provinsi Jambi. Ditetapkan di Jambi pada tanggal 20 Januari 2015 GUBERNUR JAMBI, ttd H. HASAN BASRI AGUS 34