MElffElU NEGARA PENDAYACUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI ·10·
b.Hukuman disiplin sedang, kecuali yang ber1<aitandengan ketidakpaluhan jam kerja: 1) sebesar 50% (lima puluh perseratus) selama 1 (satu) bulan, jika Pegawai dijatuihi hukuman disiplin berupa penundaan kenaikan gaji ber1<alaselama 1 (satu) tahun 2) sebesar 50% (lima puluh perseralus) selama 2 (dua) bulan. jika pegawai dijatuhi hukuman dislplin berupa penundaan kenaikan pangkat selama 1 (satu) tahun; dan 3) sebesar 50% (lima puluh perseratus) selama 3 (tiga) bulan, jika Pegawai dijatuhi hukuman disiplin berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 1 (satu) tahun.
c.Hukuman disiplin berat. kecuali yang ber1<aitandengan ketldakpatuhan jam ke~a: 1) sebesar 90% (sembitan puluh perseratus) selama 1 (satu) bulan. jika Pegawal dijatuhi hukuman disiplin berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun; 2) sebesar 90% (sembltan puluh perseralus) selama 2 (dua) bulan. jika Pegawai dijatuhi hukuman disiplin berupa pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah; 3) sebesar 90% (sembilan puluh perseratus) selama 3 (tiga) bulan. jika Pegawai dijatuhl hukuman dlsiplin berupa pembebasandarl jabatan: dan 4) Sebesar 100% (seratus per seratus),jika pegawai dijatuhi hukuman disiplin berupa pemberhentlan dengan hormat Udak atas permintaan sendiri atau pemberhentian tidak dengan hormat dan tidak mengajukan banding administratif ke Badan PertimbanganKepegawaian.
a.Hukuman disiplin ringan. kecuali yang ber1<aitandengan ketidakpatuhan jam kerja: 1) se.besar 15% (lima belas perseratus) selama 1 (satu) bulan. jika pegawai dijatuhi hukuman disiplln berupa teguran IIsan: 2) sebesar 15% (lima belas perseratus) selama 2 (dua) bulan. jika Pegawai dijatuhi hukuman dlslplln berupa teguran tertulis: dan 3) sebesar 15% (lima belas perseratus) selama 3 (tiga) bulan. iika Pegawai dljatuhi hukuman disiplln berupa pemyataan tidak puas secara tertulis. MENTER! NEGARA PENDAVAGUNAAN APARATUR NEGA.RA DAN REFORMAS! 81ROKRASI RI1.PU8UK INDONESIA . II· Pasal 14
(1)Pemotongan Tunjangan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) huruf a, huruf c angka 1), angka 2), angka 3), dan ayat (2) diberlakukan terhitung mulai bulan berikutnya sejak keputusan penjatuhan hukuman disiplin ditetapkan BABV PEMBERLAKUAN PEMOTONGAN TUNJANGAN KINERJA
(2)Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c angka 1), angka 2), dan angka 3), bagi Pegawai yang dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat karena melakukan pelanggaran terhadap Peraturan Pemerinlah yang mengatur mengenai ijin perkawinan dan perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil, maka terhadap Pegawai yang bersangkutan diberlakukan pemotongan Tunjangan Kinerja sebesar 50% (lima puluh perseratus) selama 12 (dua belas) bulan.
(3)Dalam hal banding administratif yang diajukan oleh Pegawai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c angka 4) diterima oleh Badan Pertimbangan Kepegawaian dan hukuman disiplinnya diubah menjadi selain pemberhentian atau hukuman disiplinnya dibatalkan, maka Tunjangan Klnerja Pegawai yang bersangkutan dibayarkan kembali terhitung sejak Pegawai yang bersangkutan diijinkan untuk tetap meiaksanakan tugas.