a.Penataan Organisasi Kementerian Pertanian Pada tahun 2010 Kementerian Pertanian telah rnenetapkan Peraturan Menteri Pcrtnnian Nomor 61 /2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Keruenterian Pertanian yang ditindaklanjuti dengan uraian rincian tugas pckerjaan sarnpai Eselon IV di lingkup Kementerian Pertanian. Di samping itu telah · dilakukan pengcmbangan 10 Rum pun Jabatan Fungsional llmu Hayati dan jabatan fungsional lainnya. Namun dcm ikia n, uraian tu gas ini belurn mengatur secara jelas kedudukan dan tugas pokok dan fungsi pejabat fungsional khusus dan fungsional urnum. Di samping itu, sejalan derigan anggaran berbasi kinerja dan untuk ducrapkannya remunerasi penuh, maka akan disusun uraian tugas hingga ke pegawai secara individual yang dikenal dengan nama Sasaran Kerja Pegawai (SKP). Penataan kelernbagaan juga telah dilakukan terhadap kelembagaan yang bersifat non siruktural di lingkungan Kementerian Pertanian, antara lain; Komisi Pcngawas Pupuk dan Pestisida, Kornisi Minyak Sawit Indonesia, Sadan Benih Nasional, Dewan Gula Indonesia, Dewan Kakao Indonesia, dan Dewan Rernpah Indonesia. Kelembagaan ini berfungsi untuk melaksanakan tugas spesifik atau tugas penunjang dari unit struktural yang secara tidak langsung telah mendukung t.ugas pokok dan fungsi Kementerian Pertanian. Dalarn rangku pelaksanaan urusan ketahanan pangan sebagai urusan wajib di daerah, Kcmenterian Pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian t.cntang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Ketahanan Pangan. Namun demikian dalam operasionalnya SPM Bidang Ketahanan Pangan belum dapat berfungsi sccara optimal dalam mendukung tujuan dan sasaran pcmbangunan pcrtanian, karena rumusan indikator yang dituangkan rnerupakan outcome yang untuk mengoperasionalkannya rnernbutuhkan bimbingan teknis kepada aparat daerah untuk mernahami konsep dan definisi ketahanan pangan. lingkungan kerja; serta {5) penerapan manajemen modern dalam penyelenggaraan manajemen pembangunan pcrtanian. 26 Permasalahan utama ketenagakerjaan di sektor pertanian, yaitu kcberadnan usia teuaja kerja produktif dan tingkat pendidikan. Berdasarkan Sensus Penduduk Tahun 2010, scbanyak 11,5% tcnaga kerja di sektor pertanian sebagian besar rnerupakan tenaga kerja yang berusia antara 40 - 44 tahun dan disusul sebanyak 11,0% tenaga kerja kelompok usia 44 - 45 tahun.
3.Pernbnrigu na n Sumberdaya Insani Pelaku Agribisnis Ditinjau .iari peranannya dalam sumbangan terhadap Prociuk Domestik Regional Gn110 (PDRB) dan serapan tenaga kcrja, surnbangan PDRB sektor pertanian sckitar 15,04%, dengan menanggung lebih dari 36,42% tenaga kerja dapat clikatakan mcmiliki peranan yang· tidak proporsional (BPS, Februari 2014). Rendahnya sumbangan PDRB ini antara lain dipengaruhi oleh rendahnya pendidikan tcnaga kerja di scktor pertanian yang menyebabkan larnbatnya adopsi berbagai teknologi tcpat guna dan minimnya pernanfaatan pcluang-peluang untuk meningkatkan produktivitas,
b.Penaiaan Organisasi UPT Kernenterian Pertanian Kementerian Pertanian telah berupaya mewujudkan keberadaan organisasi UPT di daerah yang mandiri dan dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat sekaligus mendukung otonomi daerah. Upaya tersebut dilaksanakan melalui: penguatan fasilitas prasarana, sarana dan personil, Saat ini UPT Kernenterian Pertanian berju-ulah 158 unit, yang tersebar di masing-masing Eselon I.
c.Perringkatan Efektivitas Kelernbagaan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Bidang Pertanian. Sejalan dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pcmerintah, Pemerintnh Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan Perru uran Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, serta UU Nomor 16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, maka daerah provinsi clan kabupatcn/kota diwajibkan mcnyusun organisasi peranzkat dacrahnya sesuai dengan peraturan perundangan dimaksud. Namun dernikian, pada kenyataannya struktur dan nomcnklatur SKPD lingkup pertanian di daerah sangat beragam dan dukungan pendanaan /\PBD masih relatif terbatas untuk mendukung tujuan dan sasaran pembangunan di daerah. 27 Perpindahan rcnaga kerja dari sektor pertanian ke scktor industri dan jasa dipcrlukan untuk mcngurangi beban tenaga kerja di sektor pertanian. Narnun perpindahan tersebut idealnya proporsional dalam hal umur dan t.ingkat penriidikan sehingga tctap ada regcnerasi yang berkclanjutan. Berdasarkan data BPS, rata-rata pertumbuhan tenaga kcrja di sektor pertanian mengalami peningkatan sebesar 0.64% per tahun pada periode tahun 2005-2009, clan penurunan sebesar 1.49% per tahun antara tahun 2010 sarnpui t ahu n 2014. Penurunan pertumbuhan tenaga kerja terbesar jusiru pads kclornpok urnur pernuda, yaitu antara usia 15 sampai 29 tahun dengan rata-rata pengurangan 3.4 l % per tahun. 2010 201 l 20'. 1 2013 2014 Tabel Tenaga Kcrja di Sektor Pertanian Tahun 2010 - 2014 Dilihat dari sisi pendidikan, berdasarkan basil Survei Angkatan Kerja Nasional (8s1knna:,;) BPS tahun 2012, tenaga kerja di sektor pertanian yang tidak sekolnh sampai yang tamat sekolah dasar mencapai 74,5%, disusul oleh lulusan sekolah menengah pertama sebesar 15,7% dan lulusan sekolah rnenengah atas scbesar 9.15%. Kondisi ini sangat timpang dengan ketenagakerjaan pada sektor industri pengolahan dan jasa. Pada sektor industri pcngolahan sebagian besar tcnaga kcrja berlatar belakang pendidikan sekolah menengah atas dcngan proporsi 14,8% dan pada berbagai sektor jasa sebagian besar tenaga kerja berlatar belakang pcndidikan sekolah menengah atas dengan proporsi 33,4%. Kctimpangan ini yang menycbabkan perbedaan pendapatan rata-rata tcnaga kerja di scktor pcrtanian dcngan sektor industri pcngolahan dan jasa. 28 Untuk mcnumbuhkan minat generasi muda telah dilakukan berbagai upaya terrnasuk mungernbangkan dan memperkenalkan teknologi yang mernberii-an kcmudahan bagi rnasyarakat tani baik laki-laki maupun percmpuan, khu susnya golongan muda dalam mclakukan produksi di tingkat on-farni clan off farm. Sela in itu, dibuka akses yang lebih besar pada pemuda, tcrutama kcpada yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat Penghasilan ruta-rata tenaga kerja di sektor pertanian yang lebih rendah daripada scktor industri clan jasa menjadi faktor utama penyebab sektor pertanian kurnng climinati. Generasi muda lcbih tertarik pada sektor industri dun jasa ynng pada urnurnnya lebih menjanjikan jenjang karir yang lebih pasti. Hal ini sccara tidak langsung meruakan garnbaran pemulihan scbagian petani yang tidak menghendaki generasi pcnerusnya untuk menjadi petani juga. Koridisi ini diperparah clengan besarnya konversi lahan pertanian yang dapat me.iyebabkan usaha pertanian tidak mencapai skala ekonomis. Selain itu banyak gencrasi muda dari rumah tangga petani yang tidak memiliki pcngetahuan dan keterampilan dalam menjalankan agribisnis, termasuk dari sisi kernam punn manajerial. 7 59Rcr:1(,1 301. 261 ~-- Sumber: Badan PPSDMP(2014) 2C.!4 •--. ~·-. ·-· ·-~---- . 2010····--·· ·---~·- _ ... 35.4374, 15 . ··-···-· 279.523 ··-·--···-··3,21 .. --- 30.636 _ 8,24 _ _ 299.759 ···-··---·-··· 7,24 ·- 36.244 ----~l ... ····-~9-7:~9.9.. . . ·-·-···Jl.5~--- ·-. _.}}.23]_ _2.L?4.. ··--·-·· 318.453 ·---- 3,63 37.632 l,06 .. 201.1 .... ,, ..- ... ---····· 2012 2013 Tabel Jumlah Kelornpok Tani Tahun 2010 - 2014 Perturnbuhan__ _.._ _.. _._ .. ·-- -- Sumber : Statieti): Ketenaqakerjaari Pertanian dalarn Badan PPSDMP (2013) -1.25-0.47·0.61-0.45-3.41 2008 "··-·····-··· 2009 2010 201 l 201~ Rerata Tabel Tenaga Kerja di Scktor Pertanian Berdasarkan Tingkat Umur Tahun 2008 - 2012 ... Hif#f2f1fffifflrlffl~-~ 15·29 Tahun 30·44 Tahun 45-59 Tahun >60 Tahun Jumlah ..9.312.562 ... 13.009.636__ 10.706.534 ..• 5.246.159. 38.364.981 9.273.128 13.062.569 10.871.778 5.402.522 38.609.997 8.421.813 13.353.185 11.381.631 5.542.414 .. 38.699.04f 8.416.895 12.782.136 10.484.742 4.858.199 36.541.972 . 8.081.531 . 12.848.562 .. _ __10.402.542 .. _ 5.096.615. 36.429.2._SO 29 Dana pembangunan untuk prasarana clan sarana pertanian mcrupakan kornponen terbesar dari alokasi anggaran untuk Ketahanan Pangan yang dialokasikan kc Kernenterian Pertanian, Kementerian PU dan lainnya. Dari alokasi anggaran untuk Kctahanan Pangan yang di alokasikan pemerintah pada tahun 2014, scbanyak 31,5 triliun atau 43,5% dari total anggaran digunakan unt.uk prasarana dan sarana. Jumlah ini sebenarnya lebih besar lagi, karcria dari alokasi anggaran untuk Kementerian Pertanian di tahun 2014 scbesar 15,5 triliun, sebcsar 3,195 triliun dialokasikan untuk Ditjcn Prasarana dan Sarana Pertanian, dimana scbagian bcsar manclatnya terkait c!engan prasnrana dan sarana pertanian.
4.Pembangunan Prasarana, Pengadaan Sarana dan Manajemen Sumbcrdaya Alam Pertanian Prasarana clan sarana memiliki peranan yang penting sebagai penggerak pernbangunan pertanian. Komponen prasarana dan sarana yang mcliputi lahan, air/irig:1si, bibit/benih, pupuk, pestisida, alsintan, investasi dan pernbiayaan rnerupakan elernen penting dalam proses produksi dan scbagai pendukung utnma kcgiatan usahatani dan usaha lanjutannya. Kementerian Pertanian rnclului kewenangan yang dimilikinya melakukan pengaturan dalarn optimalisasi pemanfaatan prasarana dan sarana ini dcngan rncngcluarkan berbagai regulasi, Selain itu melalui anggaran pembangunan yang ada, tclah dilakukan berbagai inisiatif awal untuk peningkatan kapasitas prasarana dan sarana yang ada. Sl.T'A atau pcrguruan tinggi untuk dapat membuka usaha di bidang pertanian. Dalam meningkatkan keterampilan peta.ni, telah dikembangkan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) sebagai lembaga milik pctani yang secara langsung berperan aktif dalam pembangunan pertanian mclului pcngembangan sumberdaya manusia pertanian dalarn bentuk pelatihan, penyuluhan, dan pendidikan. Lernbaga pclatihan ini rnerupakan Iernbaga yang dimiliki dan dikelola oleh petani secara swadaya baik perorangan maupun kelompok. Selain itu, dikembangkan pula Lernbaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) yang merupakan kegiatan pendidikan moral dan sosial di dalam masyarakat, serta mernpunyai kckuatan dan potensi untuk dikembangkan sebagai penggerak pcrnbangunan pcdesaan. LM3 dikembangkan pada lernbaga-Iembaga keagamaar; scperti pesantren, serninari, paroki, pasraman dan vihara. 30
a.Sum bcrdaya Lahan dan Air Salah s:01<~1 masalah utama terkait dengan sumberdaya lahan adalah akurasi data tentang lahan pertanian. Hal ini rnenjadi pcrhatian khusus Mentcri Pertanian, seningga pada percncanaan awal kegiatan Kernenterian Pertanian rnasalah perbai k an akurasi data lahan ini menjadi salah satu prioritas Secara rind gambaran pengembangan prasarana dan sarana 2010-2014 adalah sebagai bcrikut. __ 2,3 ........1.~ . 1,3 !.!.6 1,8 _JJ_L_;~~-__,2,~6_, . 1,0 _ _]_,§__ 1,5_ -1~.
a.DAK lrignsi b, DAK Pcrranian 0,00,40,30,5 16,08,07,7 Pertanian -~-- ·--··--- 0 0 ·----- ----··-- ---- -·--··---·-4-· -·--·-4·-·-· _,,,. -····-
2.033 Kernenterian PU 5 2 6 _ jirig~s_i) ---· :.~ .. - ---~'.~- ---~--- ·--·~·-1 __ . -.~:___ 6,6 _IJ:..Non ~ll·... 36,9 39,2 37,6 40,8 49,5 .._50,3...
l.Subsid! . .. _ _ 32,9 35,7 33,0 _. 33, l. 40,9 _ 41,4· _
a.Subsidi Pangan 13,0. __ 15t2 16,5 19,1_, __2_1,5 18,8 . __ .. b. Subsidi Pupuk .... __. 18,3 ---· .... 18,4 __ 16,3 14,0 __ ..__ 17,9 21_,0 . ....... ~:-~!;,1sidi Benih ,1,6 ...... _ 2,2 0,1___ __0,1 1,5 _ 1,6 .... 2_. Belal'ljaLain-lain . 1,0 . 1,0 1,5 4,5 ·- 4,4 __ _ 410 __
a.Cadangan beras 1 0 1 0 1 0 2 o 2 o 2 o __ .pemenntah ...... ---···---- __ ' .. ' ....... ·----' ......- ... ------·-------·-----· '--·-·--- b, Cadangnn .......... __ stabilisnsl p:.u1gan .. ----· 1,4
c.Cadangan benih nasional 16,4·18,2 20,2 I. Kernenterian Negara/Lemhaga
1.018 Kcrnenterian 15,5 22,511,1 22,123,312,8 2,02,0
d.Cadangan k h 0,7 .. e.ta Hnnn pung:rn ·····--· .. -· ··----- ·---·----- ------------·-- _ --·. ~~J~~isfcr kc Dacrah -~·-~--- - .. 2·~- ..- -3~~---- ·-- ..~·.~-·--·----~'.~--- .. -----~~? ·-· ~:-~x~ Et11._ (Trilyun rupiah) llllftU5._.i:i~·,·m·. :·:· IIEI! Tabel Anggaran APBN di Lingkup Kemcnterian Pertanian dan Pekerjaan Urr.i.m dalam Mendukung Ketahanan Pangan Tahun 2009-2014 pernbinaan, tasilitasi, koordinasi dan monev kegiatan di seluruh Provinsi. dengan pokok kegiatan mencakupsebagai fasilitator dan regulator Pernbiayaan mclalui Kementerian Pekcrjaan Umum dialokasikan untuk perbaikan rlan pernbangunan sarana irigasi sesuai kewenangannya (primer dan sekundcr). Sedangkan di Kementerian Pertanian dilakukan perbaikan dan pembangunan irigasi di tingkat usahatani (tersier) sekaligus bertindak 31 Dari sisi regulasi, upaya pengendalian alih fungsi lahan melalui Undang- Undang Nornor 41 Tahun 2009 Tentang Perlinctungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, dalarn implementasinya belum sepenuhnya berjalan scbagairnana yang diharapkan. Untuk memantapkan upaya pelaksanaan 297 99,00 720 95,87 415 98,57 8.846 92, 151.553 99,17 0,00 673 102,59139 99,29 202 78,91 ---·- -~ --- -----~-- ... L ..... .,... _ 950 --~'.~- _ .. _~5!7-. ·-·~~·~:. __ '.~~:! :2:.~~-1---2!~ 9-~~o~- __ 202 n, 14 94.087 91,73 237.784 93,22 523.530 99,801542.807 98,69 120.085 24,02 ····--· -·--·--- -·-- - --·---·----··I--··- ..·-----··---·---···----···-·-·- __ ..__ 54.847 77,63 32.000 106,67 72.300 95,26 42.188 64,36 DAK DAI<29\ 99,32442 98,88 1003.157 l.240 100,00 l0.190 91,31 54.993 91,201205.800 100,00 136.750 82,67 6.360 100,00 23.033 93,11 198.184 94,46 253.660 )00,00 118.200 68,80 948 100,00 1.487 89,69 28.892 90,67 103.417 92,48 107.463 91,76 72.175 93,66 36.033 79,38 Pengembangan 7 Jaringan Ha l_rigi:si Pembanguri"an I8 Embung I Pakct Dam Parit __ ,,_ Pengernbanga., 9 Kelcm bagaan Pakct PJA - -Pra Pasca 5 Sertifikasi Persil Lah an !?· ... -~ngelo.laa_!_l A,!r l~j\ai:i 6 Pcngembangan Ur.it Sumbcr_Air _ .... 2 Optirnalisasi Ha Lahan 3 .lalan Km Pertanian..._.... ·-··-· .. ···-· Pen gem bangan tla Metodc SRI Pcrtuasan Areal TP, Horii, Ha -·- .. Bun, dan_Nak_ ... _ .• A.... ,,_ Tabet Rculisasi dari Target Perluasan dan Pengelolaan Lahan serta Pengelolaan Air Irigasi Tahun 2010-2014 !r.::,'.~ o-1l%'Jiigr):J@i§lill'f.ii',*~1•auim~1Y~1n3~••wwe ' . Realisasi L% _ I. Reali sasi l__ % -~alisasi L %_ I RealisRsi J... .. % ... JRealisasi I.,_ % __ ... . __ ., Perluasan dan Pengclolaan Lah an ....- ·- - ---·-· - --·-·--· ··-··- utarna. Selama tahun 2010-2014 pcrbaikan dan penyernpurnaan data lahan, salan satunya cliupayakan melalui kegiatan audit lahan dengan memetakan sebar an luas dun jenis lahan sawah di luar Jawa clan di luar kawasan hutan pad a skala I: I 0.000. Selama tahun 2010-2014, Kementerian pertanian tclah berhasil menceiak areal pertanian baru seluas 347.984 hektar. Bila dilihat kecenderurigan alih Iungsi lahan pertanian kc non-pertanian yang diperkirak ... n sckitar 50-100 ribu hektar setahunnya, rnaka pcncetakan areal pertanian baru ini baru dapat mernpertahankan Juasan areal pertanian pangan yang ada. Sementara itu kualitas lahan yang baru dicetak umumnya produktivitasnya rnasih dibawah lahan yang dialihfungsikan. Upaya pencetakan areal pcrtanian baru banyak mcngalami harnbatan di lapang, terutama sulitnya mendapatkan areal yang siap untuk dicetak sebagai areal pertanian baru. 32 Kebijakan oprirnusi lahan dilakukan melalui pemberdayaan rnasyarakat petani/perernak pada lahan terlantar, dan lahan yang berpotensi untuk ditingkatkan lndeks Pcrtanamannya. Selama tahun 2011-2013 tclah berhasil dilaksanakan upaya optimalisasi seluas 474.707 hektar dengan pencapaian target kcgiatan lebih dari 90 %. Kebijakan peningkatan kesuburan dan produk-ivitas lahan dilaksanakan melalui pengembangan pertanian ramah lingkungan yang dikcnal dcngan System of Rice Intensification (SRI). Selama 2011-20 l 3 luas areal yang bcrhasil dikernbangkan rnelalui pendekatan SRI merungxat dar i 10.440 hektar menjadi 205.450 hektar dengan realisasi Semcntara itu dalam rnendukung sertifikasi lahan, agar petani mendapat kepastian hu kurn terhadap lahan yang diusahakannya serta dapat rnernbantunya untuk mengakses fasilitas pernbiayaan seperti bank, juga diinisiasi dalam bentuk program pra dan pasca sertifikasi lahan. Selama tahun 2011 dun 2012 telah berhasil dilaksanakan pada 32.000 dan 72.300 persil lahan. Narnun pada tahun 2013 jumlah itu berkurang rnenjadi hanya 697 pc, sil lahan. 80/Pcrmentrin/OT.140/8/2013 tentang Kriteria dan Tata Cara Penilaian Petani Berprestusi Tinggi pada Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Permentan Nornor8 I/Permcntan/OT.l40/8/2013 tentang Pcdoman Teknis Tata Ca-a Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkela.njutan. Selanjutnya Kementerian Pertanian ikut sccara aktif dalam pelaksanaan Rencana Tata Ruang dan Wilayah baik Nasional, Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Norn orPermentanPangan,Tan am anKomoditas 79/Permcntan/ OT.140/8/2013 tentang Pedoman Kcsesuaian Lanan pada NomorPermentanBerkelanjutan,PanganPerranianCaclangan diterbitkan berbagai peraturan clan ketentuan lanjutan, diantaranya dcn.gan terbitnya turunan Undang-Undang Nomor 41 / 2009, yaitu PP Nomor 1 Tahun 2011 ten tang Pcnetapan dan Ahli Fungsi Lahan Pertanian Pangan Bcrkelanjutan, PP Nomor 12 Tahun 2012 tentang Insentif Pcrlindungan Lahan Pcrtanian Pangan Berkelanjutan, PP Nomor 25 Tahun 2012 tentang Sistem Informasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, PP Nornor 30 Tahun 2012 icntang Pembiayaan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Permentan Nomor 07 /Permentan/OT.140/2/2012 tentang Pedoma.i Teknis Kriteria dan Persyaratan Kawasan, Lahan dan Lahan berhasilundang-uridang di atas selarna lima tahun terakhir sudah 33 Walaupun secara ketentuan jaringan irigasi tersier menjadi tanggung jawab para petani/P3A, namun kenyataannya tidak semua petani/P3A mampu untuk rnemperbaikinya. Oleh karena itu Pcmerintah melalui Kemcnterian Pertanian mcrnbantu untuk memperbaiki jaringan irigasi yang rusak. Kemcnterian Pckcrjaan Urn urn (PU) melakukan pemcliharaan jaringan irigasi seluas 2,3 jutn hcktar. Rehabilitasi kualitas dan kuantitas jaringan irigasi seluas l,34 juta hcktar. Selain itu, PU melakukan pembangunan daerah irigasi dan rawa seluas 500 ribu hektar. -'.·-~··.-·-i{~Nil~ i , .arm ~ ~1~;; . Pusat Provinsi KabjKota _ _ _ .. ~~~11~~11 f3ai~__(H~) l:~-~-~--~9-~_. SSS.OS? L~2-~~~~- 2~~}988 Jaringan l~usak (Ha) 1.064.900 868.165 1.815.820 3.748.885 ·- -·- -··---·--·- - --· --------------···-- ....--.·-----······· .... ------.---------····--·--------- -------·--- ' Jumlah (Ha) 2.315.000 1.423.222 3.491.961 7.230.183 [__ ---- -- . ----- Sumber: Kenienteriari PU Tabet Kondisi Jaringan Irigasi berdasarkan Kewenangan Penanganan di Indonesia Tahun 2012 Dalam pcngembangan jaringan irigasi, selarna tahun 2010-2014 alokasi anggarannya tcrbagi pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Kernenterian Pertaniar.. Scjulan dengan sernangat Undang-Unclang No 7 tahun 2004 tcntang Surnberrlaya Air bahwa pengembangan sistern irigasi primer dan sekunder mcnjadi wewenang dan tanggung jawab Pcmerintah dan pcmerintah daeruh. Pengembangan sistern irigasi tersier menjadi tanggung jawab perkurnpulan petani pernakai air. surnberdaya air sebanyak 2.567 clan 1,644 unit, namun selama tahun 2013 hanya dikerubangkan sebanyak 432 unit. telah dilakukan pcngembanganAir (P3A). Sclama tahun 2011-2012 program di atas 93 %. Pengembangan jalan pertanian pada tahun 2011 berhasil dilaksanakan sepanjang 1.564 kilometer, scmentara itu pada tahun 2012 dan 20 l J panjang jalan usahatani yang dilaksanakan hanya sekitar 447 dan 204 kilo met.er. Pengclolaan surnberdaya air dilaksanakan melalui pengernbangan surnbcrdaya air, pengcmbangan jaringan irigasi, pernbangunan embung dan dam par' sorta pengembangan kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai 34 Bebcrapa pcrrnasalahan dalarn penyaluran pupuk bcrsubsidi adalah pada Rcncana Dcfinit:if Kebutuhan Keiompok (RDKK) yang belum valid, di mana terdapat iridikasi pcnggelembungan (mark-up) luas lahan dan jurnlah petani .. Pada aspek prnyHluran/distribusi, penjualan pupuk dengan harga di atas HET, penjualan pupuk kepada petani yang tidak tcrdaftar dalam RDKK, tidak dipasangnya spanduk pengurnuman harga, pcnyaluran pupuk yang tidak scsuai rlengan DO (DeliuenJ orrler), kcterlambatan distribusi, Rata-rai a reaiisnsi penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2010-2013 adalah 87,85%. Persentase realisasi subsidi pupuk tertinggi scbesar 102,87% pada tahun 2012 serlangkan dan persentasc realisasi terendah pada tahun 2010 sebesai 77 ,6 l 0/i,.
b.Pupuk, Alsintan dan Pernbiayaan Kementerian Pertanian sebagai pclaku utama di dalam pelaksanaan kebijakan subsidi pupuk berperan penting di dalam: (1) penetapan alokasi kcbutuhan pupuk dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk (HET) bersubsidi per tahunnya; (2) pcnetapan produsen pupuk ber subsidi (bersama kementerian BUMN) dan mrnilai kebenaran data/dokumen pernbayaran subsidi pupuk yang diajukan oleh produsen; dan (3) penyaluran dana subsidi kepada produscn pupuk , Scmentara itu, di dalarn distribusi pupuk, Kementerian Perdagangan sangat berperan di dalam menetapkan mekanisme pengadaan clan penyaluran pupuk bersubsidi, serta mclakukan pengawasan di dalam pengadaan clan pcnyaluran pupuk bersubsidi. Pengernbangan pcngelolaan air di tingkat petani melalui P3A didasarkan pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 79/Permentan/OT.140/12/2012 t.entang Pedoman Pembinaan dan Pemberdayaan Perkurnpulan Petani Pemakai Air (P3A). Selama tahun 2011-2013 telah dilakukan pengcmbangan kelernbs gaan PJA scbanyak 1.595 unit. Perbaikan saluran irigasi yang dilakukan Kementcrian Pertanian selama tahun 2U1.l-201.3 seluas 1.264.053 hektar, realisasi program ini berkisar 91- 99 %. Sclain pcrbaikan saluran irigasi, dilakukan pengernbangan embung dan dam parit yang meliputi 3.157 unit pada tahun 2011, dan 1.553 unit selama tahun ·.w 12 dan 328 unit pad a tahun 2013 dan scbanyok 9600 unit pada tahun 2014. 35 Bcrbagai upaya telah dikcmbangkan Kementerian Pertanian untuk memecahkan masalah yang terkait dengan pupuk. Untuk percdaran pupuk, dengan pengcmbangan sistem penyaluran tertutup terus diupayakan perbaikan dalarn distribusi. Terkait dengan bentuk subsidi kepada petani, selama iahun 2010-2011 tclah dilakukan pengkajian yang komprehensif terhadap pernbcrian subsidi pupu k. Uji coba pernberian subsidi langsung kcpada oetani sebagai pengganti subsidi kcpada pabrik pupuk belurn sepenuhnya berhasil dengan baik, sehingga subsidi kepada pabrikan terus dilakukan, Ket:"} l<ealisasipenyaluran s/d Mei 2014 2013 '"··- -8.611."050- - 8.858.365 102,87 I - _ _._ ---------· --·-----·---· ·-------- .. ·----- L_~-)~-•_ 1.ns.000 _3.9o~~-- 50,22 9.733.224 8.397.134 86,27 -· ···-····-·-··--····-·· .. ---···· --·· ... ------··-· --··· .. -·· _ .. - 10.528.920 8.913.290 84,66 20\ \ 2012 I·-· l 2010 Tabet Pcrkembangan Realisasi Subsidi Pupuk 2010-2014 --1!--Alokasi Realisasi % 9.480.749 7.358.000 77,61 Tabet Alokasi Anggaran Subsidi Pupuk Kernenterian Pertanian Tahun 2010-2014 ammFIMff-MBffa,ma~•liJBil . ---·- -·--- ·-·-- . _{Fp Juta) ..... -·-·····-·-····--·---·-·-- ··· l j····PSOI) ,_14.750.662 __ 15.562.534 13.958.484 15.828.706 _18.047.250 2 BLP2) I l.6~_0.099 405.00~ -· .... 40?,99.Q .. -- ..... - -· 3 Per-zawasun - - - I _ . J~mlah _J_ 16.360.662 lS.·9-67.534 14.36.3.484 is.828.706 18.047:2so Keteranqan: 1) J->SO x Public Service Obligation. PSO merupakan. tugas lauanari publi): yang dilaksanokan. oiet: BUMN. 2) BLP = Bantuan Langsung Pupuk. kelangkaan, pcnggantian kemasan, pcnirnbunan, penjualan di luar wilayab distribusi, dan tcrdapat pengecer yang tidak resmi. Sedangkan terkait aspek pcngawasan, Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KPPP) di tingkat provinsi maupun kabupaten belum menjalankan fungsi pengawasan secara optimal. Mercka dinilai tidak memahami sepenuhnya tugas dan fungsinya, tidak rncmbuat laporan pengawasan, serta kurangnya dana untuk melakukan pengawasan. 36
c.Pcrbenihan Sasarar. strategis kegiatan Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan adalah mcningkatkan penggunaan benih unggul bermutu yang lnisiatif lainnya clalam mernbantu pcmbiayaan usahatani adalah melalui subsidi bunga kredit melalui berbagai program. Selain itu diupayakan menyambungkan petani dengan beragam sumber pernbiayaan lainnya seperti dana tnnggung jawab sosial BUMN dan perusahaan swasta. Untuk mclindungi pcumi dari kegagalan usaha juga telah diinisiasi pengernbangan asuransi pcrranian, yang dalam tiga tahun terakhir telah dilakukan dalam bcntuk pilot project di berbagai lokasi. Dari sisi pembiayaan kcgiatan usahatani dan usaha lanjutannya, Kementerian Pcrtanian memfokuskan kcgiatannya pada Pengembangan Usana Agribisnis Pedesaan (PUAP) serta penguatan Lernbaga Kredit Mandiri Agribisriis (Ll<MA) yang pengernbangannya sejalan dengan program PUAP. Pelaksanaan PUAP rnelanjutkan apa yang telah dirintis sejak lima tahun terakhir dan dilaksanakan di dcsa baru sehingga ditargetkan semua desa yang bcrbasis kegiatan pertanian telah dapat dilayani oleh PUJ\P. Sernentara itu pengcrnbangan LKMA diharapkan dapat membantu penyediaan sumber pcmbiayaan hagi petani dengan muclah dan murah. Selama tahun '}O 11 · 2013 telah dikembangkan kegiatan PUAP di 18.460 desa dari 19.300 yang ditargetkan. Gapoktan penerirna PUAP diharapkan dapat berkernbang dan pada tahun kcdua gapoktan mendapat LKMA. Untuk periode 2011-2014 sudah dilalih 162 gapoktan untuk menjadi LKMA. Pen gem bangan alat dan mcsin pertanian dikembangkan melalui pcngemuangan Usaha Pclayanan Jasa Alsintan (UPJA). Pengembangan dcngan pendckatan UP.Ji\ ini diharapkan akan mcmbantu peredaran alat clan mr-sin pcrtanian di masyarakat. Selarna tahun 2011-2013 telah clikembangkan UPJA mandiri sebanyak 7.133, dimana pada tahun 2011 dikembangkan sebanyak 7.023 paket UPJA mandiri dan tahun 2012 sebanynk 100 paket dan tahun 2013 scbanyak 10 paket. Sementara itu Kcrncntan juga menyalurkan alat dan mesin pertanian kepada beberapa kelompok masvarakat. Selarna tahun 2011-2013 telah disalurkan sebanyak 9.794 alat elm, mesin pertanian. Penyaluran ini lebih berfungsi sebagai stimulan unruk mcnggerakkan swadaya petani. 37 Realisasi penyaluran/penjualan benih bersubsidi untuk benih padi inbrida tahun 2013 m encapai 46.987 ton atau setara dengan 1.879.484 ha. Realisasi pcnyaluran Zpenjualan benih bersubsidi untuk benih padi hibrida tahun 20 LJ scbanyak 1.810 ton a tau setara dengan 120.676 ha. Realisasi Disarnping itu, Direktorat .Jenderal Tanaman Pangan juga · mengelola anggaran suhsidi bcnih, yang bertujuan menyediakan benih unggul bermutu untuk mcnunjang kcgiatan SL-PTT padi, jagung dan kedelai yang disediakan olch JYI' Sang Hyang Seri dan PT Pertani. 110,00564,80367,60 489,50220,95Ha Ha .:}~~~!~$ . - Kcdelai Pcrbanyakan Benih Sumber (BS-BD, 13_Q-.BP).. __ .. Pengawasan dan Sertillkasi Benin·-- --·· - .. . . I - .._ - ---- ·-·-·- -. --· _. . .. _ ·····- .. ···----·-·-··· ·--- -··-· -----·---····-- - Luas.Penangkaran L.. Ha__ 161.0.04 .•. 61 __ 156.795,83 178.899,34 _ 144.196,12_ .. 48.054,66 -. Prcduksi Benin Ton 310.4M,08 _348.997,48 . 359.909,87. _ 249.578,20 _54.669,26_ 1::;~~~i/Uplim~~-~ Unit _11 ~......_ __ __. Kei: tah.un 2011 data sementara 571 ··-----·----~-- -------- ---------··---·~-- ....._.__ ., ·---- 2.332 3.014 9.027 10.257 ...... ···--· ----·- -----1------- .. --·--·-·····-·- --- .. -- .. --····- Ha Pemberdayaan ~nang~~r Benih - Padi Ha Ha Tabel Realisasi Kegiatan Pengelolaan Sistern PcnycdiaanBenih Tanaman Pangan Tahun 2010-2014 (UPB). Realisasi kegiatan pem berdayaan penangkar benih padi pada tahun 2013 seluas 11,.257 ha clan pemberdayaan penangkar benih kedelai seluas 3.014 ha. Kegiatan pcrbanyakan bcnih sumber terealisasi seluas 564,80 ha, sedangkan pengnwasan dan sertifikasi benih mencapai 144.196,12 ha (luas penangkaran] dan 249.578,20 ton (produksi benih). Optimalisasi/revitalisasi UPJ3 tclah teralisasi sebanyak 10 unit. diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas dan produksi komoditas tanaman pangan terutama padi, jagung dan kedelai. Fokus utama kegiatan Pcugelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanarnan Pangan pada tahun 2013 antara lain pernberdayaan penangkar benih padi dan kedelai, perbanyakan benih sumber (BS-BD, BD-BP) tanaman pangan, pengawasan dan sertifikasi benih, dan optimalisasi/revitalisasi Unit Prosesing Benih 38 Penataan dan pernberdayaan kclembagaan perbenihan hortikultura akan bcrdarnpak icrhadap perwujudan industri perbenihan untuk menghasilkan Kelembagaan perbenihan adalah lembaga yang mcndukung pengernbangan perbenihau balk itu clari segi manajemen rnaupun sebagai praktisi penycdia benihnyu aru.ara lain adalah: Balai Benih Hortikultura (BBH), Balai Pengawasan clan Sertifikasi Benih (BPSB), penangkar, produsen dan pedagang benih hortikultura. Dinas di provinsi yang menangani perbenihan hortikultura berperan dalarn pernbinaan penangkar dan menciptakan pcnangkar baru yang ada di wilayah tugasnya, Untuk sub-soktor hortikultura, selama ini kebutuhan benih untuk pengernbangan usaha agribisnis hortikultura dipenuhi dari produksi dalarn negeri [Palai Bcnih Hortikultura, penangkar benih, produsen bcnih swasta) dan pernasukan bcnih clari luar ncgcri. Pcmasukan benih dari luar negeri dilakukan karcna produksi benih dalam negeri belum mencukupi kebutuhan, kcterbatasan keter sediaan varietas atau yang benihnya tidak dapat atau bclum dapat diproduksi di dalarn negeri, 365 14.593 13.904 7.626 3.870 598 39.922 20.408 12.000 12.037 2.426 60.640 7.356 · I
118.56_7~_10_6_.8_1_8~8-'-6_.6_2_6__.__§_t:.!~J_]:.!_l5;3l 5 .... (Ha) __ 1.879.484 120.676 .(T9_~) 46.987 1.810 2012 57.247 2.777 10.695 2011 69.203 5.814 12.175 2010 63.475 6.439 6.985 l 2 1 I Padi Inbrida Padi Hibrida I 3 Padi Laban Kering I 3 .Jagung Kornposit t 4 Jagung Hibrida l 5 !Kedela1 6 · Kacang Tanah _____ Jumlah _ Tabcl Realisasi Penyaluran BLBU 2010-2012 dan Benih Bersubsidi Tahun 2013 penyaluran/ pcnjualan benih bersubsidi untuk benih jagung komposit tahun 2013 scbanyak 365 ton atau setara dengan 14.593 ha. Realisasi penyalurari/ penjualan bcnih bcrsubsidi untuk benih jagung hibrida tahun 2013 sebanyak 598 ton atau setara derigan 39.922 ha dan rcalisasi penyalurnn Zpcnju alan benih bersubsidi untuk bcnih kedelai tahun 2013 sebanyak 2.426 ton atau setara 60.640 ha. 39 - lf§It~-~~~~)l .... :·:l'!""~l·~·· ....··~r'"'~1.,.. ~~·."'~":""'~; y~~-,~ Satuan Tar et Realisasi % ~~ ~_!!sasi __ % Kg 814.169 773.461 95,00 6.871.2391 6.507.352 94,70 Bcnih 8.864.640 8.071.255 91,05 ~3.915 _:_341.645 90,71 Keterscdiaan 13enih Tanaman Savur 2 Ketcrscdina1; Benih Tanaman Floril<ultura ··--··- ·····--··------------- Tuhcl Capaian Kinerja Kegiatan Perbenihan Hortikultura Tahun 2013 Beberapa perrnasalahan dalam pengembangan sistern perbenihan nortikultura antara lain : a) terbatasnya varietas yang diminati dan sclera pasar yang ccpnt berubah; perubahan pcrmintaan pasar yang sangat cepat rnenyebabkan sci·ing terjadinya pelaku usaha tanaman mendatangkan benih dari luar ncgcri yang jenis maupun varietasnya disukai masyarakat; b] lcmahnya pcriguasaan teknologi produksi; khususnya petani/penangkar benih yang mcmproduksi bcnih untuk kebutuhan sendiri belurn menguasai teknologi yang spesifik bagi masing-rnasing jenis tanaman, c) terbatasnya sarana p.oduksi benih; d) lernahnya pcrmodalan penangkar benih, dan e) keterbatasan kernampuan dan pctugas perbenihan yang mengelola sistern informasi manajernen perbenihan, sehingga informasi/data tidak dapat tersedia sctiap saat, serta f) belum optimalnya software perbenihan hortikultura scrta kcterbatasan hardware pcrbenihan hortikultura, baik di BBH, BPSBTP! ! maupun gapoktan/kelompok tani. Secara umum, kondisi kelembagaan perbenihan yang ada sekarang bclum dapat dikategorikan sebagai lcmbaga industri perbenihan yang ideal dan membutuhkan suatu penanganan khusus agar marnpu beroperasi secara profesional, baik yang dikelola oleh perorangan, usaha kelompok, maupun kelernbagaan pcrbcnihan pemerintah. benih berrnutu dari varietas unggul secara bcrkela.njutan. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu pengelolaan atau penataan komponen-komponen prasarana dan sararia pendukung secara harmonis. Komponcn-komponen dirnaksud mcliputi seluruh unsur yang tcrgabung dalam sistcm perbenihan yang rnencakup kegiatan pemuliaan dan pengembangan varietas, produksi clan prosesing benih, penyimpanan, pengawasan mutu dan sertifikasi benih, distribusi clan pernasaran , promosi dan sosialisasi penggunaan benih bermutu kepada petani/konsumen. 40 Beherapa solusi dalam mcnghadapi pcrrnasalahan tersebut antara lain a) pertemuan koordinasi antar pusat, daerah dan instansi terkait (Di.nas Provinsi, BPSBTPH, BBH) yang menangani perbenihan sangat dibutuhkan dalarn rangka penycdiaa.n benih scsuai kebutuhan benih dalam pengernbangan kawasan, b) pembinaan penangkar-penangkar benih buah terutarna di dacrah luar Jawa masih sangat diperlukan, dalarn rangka antisipar.i jumlah SDM yang masih terbatas dan pcningkatan penerapan tcknologi procluksi benih, c) distribusi 13enih sumber tanaman buah sangat dipcrlukan guna mcrangsang penurnbuhan penangkar benih tanaman buah di daers.a clan mengoptimalkan peran Balai Benih Hortikultura di berbagai daerah terutama Balai Benih Hortkutura di luar .Jawa dalarn penyediaan surnber rnata tcmpel untuk perbanyakan benih berikutnya serta scbagai pohon koleksi, cl) rneningkatkan pemanfaatan kcgiatan pengcmbangan perbenihan dalarn mendukung penyediaan benih hortikultura bermutu sepcrt.i pernberdayaan kelembagaan perbenihan, perbaikan sistim informasi 3 Ketersediaan lknih Kg 38.218 37.721 98,70 981.547 870.999 88,74 Tanaman Obar 4 Ketersl!rliaal0knih Batang 1.198.845 1.122.119 93,60 10.828.607 9.950.634 Tnna.,: . an Buah 91,89 --··-·---- 5 Penguaran Lembaga 199 191 95,98 24.664.341 23.606.598 95,71 Kclembagann ____ Pemhinaan Sertifikasi 6 clan Pengawasan Mutu Kali 432 402 93,06 12.485.810 11.604.397 92,94 Bcnih 7 Pemasyarakatnn Benin Kali 2.182 1.920 87,99 48.057.837 42.377.999 88,18 Bermutu ---------·-- 8 Sarana Prasru ana Unit 120 115 95,83 6.755.737 6.463.891 95,68 ·-·---· .. -·-----~-- ---- 9 Pcdoman- peel om an Judul 16 15 93,75 1.117.508 1.059.818 94,84 -- Pembinaan Pcnyediaan 10 dan Penggunaan Bcnih Provinsi 31 31 100 1.420.400 1.399.450 98,53 Buah :.~r.rmutu Pem binaan P~~yediaan. 11 dan Penggunaan !3enih Provinsi 18 18 100 1.579.050 1.542.330 97,67 Sayur dan Obnt Berm .. ,u Pemhinaan Penyediaan 12 dan Penggunann Bcnih Provinsi 17 17 100 1.522.278 1.491.482 97,98 ··-- rl~ik!,!lturn _l.knnulll . ·---··· ------ --- Pcmbinaan 13 Pcngawasan Mutu Provinsi 33 33 100 1.172.082 1.137.295 97,03 Benih 1'l Layannn Perk» ntoran Bulan 12 12 100 5.677.249 5.332.074 93,92 La .anan -- -------·-- ------ ----- 15 Kcndaraan Be uuotor Unit 100 200.000 170.085 85,04 Catatan: Keqiatur: pada matriks di atas sesuai form. PMK 249/2011 41 Semcntara untuk menjaga dan melestarikan serta upaya pengembangan Surnber Daya Gcnetik (SDG) hewan telah dilakukan penetapan Wilayah Surnber Bibit pada tahun 2013 yaitu wilayah sumber bibit ltik Alabio [Kabupatcn Hulu Sungai Utara-Kalimantan Selatan ) dan wilayah surnber bibit s<"•ii Bali (l<abupaten Barru-Sulawesi Selatan]. Selanju tnya akan menyusul wilayah sumber bibit dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (Sapi SO, Kuda Sandel Wood), Kabupaten Keburnen (sapi PO), Elora (Sapi PO). Rernbang [Sapi PO), Banyumas (Kambing PE), Banjarnegara [Kambing PE, Domba Batur) dan Ciamis (Ayam Seritul]. Namun dcrnikian, ada kcgiatan penting yang berhubungan dengan perbeninan di sub-sektor peternakan yaitu uji zuriat, uji performans, dan pengernbangan Sumbcr Daya Genctik (SDG) hcwan. Kegiatan uji zuriat dilakukan uniuk menghasilkan bibit pejantan unggul yang cocok dengan kondisi agroklimat di Indonesia dalam upaya mengurangi ketergantungan pada pejantan impor. Sedangkan uji perforrnans dilakukan untuk menghasilkan bibit, khususnya pejantan dengan meningkatkan produktivitas mclalui pcndekatan faktor genetik. Produksi semen beku dilakukan oleh Balai Besar Inserninasi Buatan (BBIB) Singosari Jawa Timur dan Balai Inserninasi Buatan (BIB) Lembang Jawa Barnt. Scdangkan produksi ernbrio dilakukan oleh Balai Embrio Transfer (BET) Cipclang .lawa Barat. Kinerja kedua produksi benih ternak sangat balk karcna rcalisasi setiap tahunnya melebihi 100%. Untuk sub-scktor petcrnakan, kegiatan perbenihan sub-sektor peternakan yang utama adalah menghasilkan benih ternak berupa semen beku sapi dan ernbrio sapi scrtn bibit hijauan rnakanan tcrnak unggul yang didistribusikan ke masyarakat. Scdangkan kegiatan perbibitan ternak sepcrti menghasilkan bibit ternak unggul dan tatakelolanya dilakukan oleh 10 (sepuluh) UJYf perbibitan yang bcrada di seluruh Indonesia. supply/demand benih, fasilitasi akses modal untuk mendukung pengcrnbaugan perbenihan, penumbuhan penangkar di sentra-sentra produksi, pernberdayaan stakeholder perbenihan untuk menciptakan varietas yang berdaya saing clengan teknologi produksi dan pilot proyek penangkaran hcnih bermutu. 42
5.Pernbangunan pcngolahan dan Pernasaran Hasil Pertanian Pengolahan bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas pertanian. Dalarn periode 20l0-2014 telah dilakukan fasilitasi pengolahan diantaranya (1) revitalisasi penggilingan padi sebanyak 1.373 unit, (2) pengolahan tcpung berbasis bahan baku lokal sebanyak 196 unit yang mengnasilkan tepung cassava, tapioka, sagu. dan ubi jalar, (3) pcngolahan Bahan Olah Karct Rakyat (BOKJ\R) Bersih menjadi lateks segar, sit anqin, sit asap, !~lab, don lump sebanyak 186 unit, (4) pengolahan kakao menjadi kakao Ierrnentasi (5) pcngolahan kelapa rnenjadi Virgin Coconut Oil (VCO), rninyak gorcng, ataupun produk sampingnya se per ti nata de coco, asap cair, sabut dan nrnng aktif/brikct sckitar 110 unit, dan (6) pengolahan susu 110 unit untuk diolnh menjadi susu pasteurisasi, yoghurt, keju, cs krim, kerupuk susu, steak susu , sabun susu, permen/ karamel susu clan dodo! susu. Kincrja pcrnbangunan inclustri perbenihan perkcbunan selama periode 2009- 2013 sudah cukup baik. I-Jal ini ditunjukkan dengan semakin besarnya peran swasra maupun masyarakat dalam mengembangkan usaha perbcnihan perkebunan, namun demikian peran pemerintah baik pusat rnaupun daerah masih diperlukan dalam menfasilitasi pengembangan usaha perbenihan bngi komoditas perkebunan yang kurang diminati oleh swasta, Untuk itu , sejnk limn tahun terakhir Direktorat Jenderal Perkebunan Lelah melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka mcrevitalisasi perbenihan perkebunan antara lain berupa pembangunan kebun surnber bahan tanarnan [kebun induk, kebun entres, blok penghasil tinggi, pohon induk terpilih dan kcbun pcnangkaran) dan pcmeliharaannya serta penguatan kelern bagaan pcrbcn ihan. Untuk sub-sekror perkebunan, telah dibangun sistem usaha perbenihan yang bcrbentuk kclembagaan usaha perbenihan baik berupa Usaha Pembeni+ Be sar (UPB) maupun Usaha Pembenih Kecil (UPK) yang mcmproduksi benih berupa biji/keca.mbah/stck maupun benih siap salur. Produksi bcnih ini rnerupakan bcnih yang bcrkualitas. Untuk mcnjamin kualitas sumber benih perkebunan, secara operasional dilalukan oleh tiga Unit Pelaksanu Tckn is Pusat (UPT Pusat] untuk mengawasi dan menguji · rnutu benih di seluruh Indonesia. 43 Dalarn rangka meningkatkan mutu hasil pertanian, maka beberapa langkah yang telah dilaksanakan sebagai berikut :
a.Selarna tahun 2010-2013, Kementerian Pertanian tclah mcnerbitkan sebanyak 88 Standar Nasional Indonesia (SN!) di sektor pertanian. Penerapan SN! masih bersifat sukarela (uolu.nlary) namun bisa menjacli wajib bila berkaitan dengan keamanan, keselamatan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan hidup, Saat ini komoditi atau produk pertanian yang telah berstatus SNI secara wajib adalah gula kristal mentah dan gula ;,:ristal pu tih.
b.Untuk mendukung pengembangan mutu dan standarisasi bidang pertanian dipcrlukan juga kerjasama dan harmonisasi standarisasi, baik bilateral rn aupu n regional. Harmonisasi dan kerjasarna yang tclah dilakukan antara lain: (a) kerjasama Trade Support Program (TSP Ji) yaitu kerjasama teknis Indonesia dengan Uni Eropa dengan tujuan mendorong Export Qw1/it.y Infrastructure (8QI), {b) harmonisasi standar dan regulasi teknis bertujuan untuk meningkat.kan kesesuaian dengan standar dan regulasi internasional maupun persyaratan mitra dagang, dilaksanakan melalui partisipasi aktif Indonesia di forum regional ASEAN dan APEC serta forum internasional yaitu Codex Alimentariu.s dan ISO. Harrnonisasi standar di tingkat ASEAN utamanya untuk menyiapkan produk pcrt ariia n memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 20 I:'),
c.Pcnerapan Sistcm Jaminan Mutu Kcamanan Pangan (SJMKP) tcrbagi dalarn: (a) organik, dirnana selarna periode 2009-2014 telah dilakukan pernbinaan sistern pertanian organik 246 pclaku usaha/poktan/ gapoxtan dan sertifikasi organik kepada 105 pelaku usaha/poktan/ gapoktan. (b) pembinaan penerapan .Jaminan Mutu dan Kerunanan Pangan kepada 90 pelaku usaha/poktan/gapoktan. cl. Pcngawasan jarninan mutu di rantai produksi dan distribusi (unit kcbun, rumah kemas di gapoktan dan eksportir)
e.Sertifikasi clan pengujian alsintan. I. Pcnerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan Practices Good Manufa.cl11ri11g Practices (GMP)
g.Mengembangkan produk pertanian rarnah lingkungan rnelalui Lcmbaga Serritikasi Organik (LSO), Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO),clan !ndv•iesia Sustainable Palm Oil (ISPO). 44 Mernbangun jcjaring pasar Beberapa langkah yang dilaksanakan dalam membangun jejaring pasar diantaranya adalah a). Mernngkatkan akses petani terhadap pasar. Hal-ha! tersebut antara lain kebijakan harga dan tataniaga bagi komoditas strategis, pengembanga.n pasr> dan promcsi komoditas unggulan yang prospektif, penyediaan sarana dan pengembangan kelembagaan pasar, pengembangan kerjasarna clan kemitraan, dukungan analisis dan inforrnasi pasar yang mernberikan nilai tambah bagi pelaku yang berbasis pada teknologi informasi yang semakin maju. b). Mengembangkan jejaring pasar domestik, melalui pengcmbangan sarana dan kelcrnbaguan pasar yaitu: sub terminal agribisnis, pasar tani, pasnr ternak, unit pemasaran poktan gapoktan, dan pasar lelang. Sclain itu dilakukan pernantauan dan stabilisasi harga, advokasi dan pcnguatan akses pasar domestik dan pelayanan informasi pasar, c). Pengernbangan Inforrnasi Pasar (PIP) mclalui sistem informasi pernasaran yang cepat, tepat, akurat, lengkap, kontinyu dan up to date rncrupakan instrurnen yang vital serta rnemegang peranan yang amat pcnting bagi para pelaku agribisnis. d). Prornosi daiam negeri, mclalui pameran pada urnurnnya diikuti juga dengan berbagai kegiatan lainnya scperti lalkshow, ternu bisnis (buyer meet sellur) clan sosialisasi manfaat produk. e). Me+gembaugkan jejaring pasar internasional, dimaksudkan untuk melakukan percepatan pcrtumbuhan nilai ekspor, mempcriambat laju impor baik dalarn bentuk segar maupun olahan sehingga mendorong pertumbuhan surplus neraca perdagangan produk pertanian antara lain rnelalui kebijakan pencitraan procluk yang lebih baik, meningkatkan
h.Meningkarkan kearnanan pangan melalui kewcnangan Kementerian Pertanian ynng cliamanatkan dalarn PP No. 28 Tahun 2004 tentang Keamanan Pangan, Mutu dan Gizi Pangan, Menteri Pertanian bcrwenang mcngatur, mernbina dan/atau mengawasi kegiatan atau proses produksi pangan dan peredaran pangan segar. Infrastruktur rnutu yang merniliki peran penting dalam pelaksanaan pengawasan kearnanan pangan scgar hasil pertanian adalah Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat dan Daerah (OKKP-P/OKKP-0), Otoritas Kornpetcn Pcrtanian Organik (OKPO) dan Laboratoriurn Penguji. 45 lnovasi Pcngelolaan Sumberdaya Pertanian adalah pedoman identifikasi darnpak dan ar ahan antisipasi, adaptasi serta mitigasi perubahan iklim pada sektor pertanian: roadmap strategi sektor pertanian menghadapi perubahan iklim; serta output berupa Sistcm Informasi Karam Terpadu yang berfungsi sebagai alat dalam perigarnanan produksi dan pencapaian program peningkatan produksi beras untuk surplus 10 juta ton. Berbagai teknologi pcngclolaan sumberdaya lahan yang telah dihasilkan yaitu teknologi sistcm pertanian tcrpadu lahan kering iklim kering; tcknologi pengelolaan tanah, air clan pupuk untuk mcndukung peningkatan produktivitas tanaman; telmologi pengclolaan Iahan suboptimal rnelalui pcnerapan pengelolaan hara terpadu Semcntara su b-sistern lnovasi Produksi Bcrkelanjutan tel ah menghasilkan berbagai output, terutarna teknologi perbaikan sistem usahatani, seperti pcnycmpurnaan teknologi jarak tanam melalui sistem Jajar Legowo (Jarwo), dan berbagai inovasi Iainnya. Output unggulan tersebut didukung hasil-hasi] analisis dan kajian inovasi logistik dan distribusi sarana produksi. Pada subststern inovasi pascapanen dan pengolahan hasil, berbagai output telah dihasilkr-n dengan memanfaatkan advanced technology scpcrti nano technology dalarn inovasi pcngemasan produk pertanian, serta teknologi pengolahan hasil procluk pertanian. Dalam bidang Inovasi Pcngendalian Lingkungan dan Konservasi Sumberdaya Pertanian telah berhasil dikernbangkan model Akselerasi Pembangunan Pertanian Ramah Lingkungan Lestari (m-AP21~L) didukung analisis sistern dinamik.
8.Pernoangunan Sistem lnovasi Penclitian clan pengernbangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pernbangunan pertanian yang telah berhasil dicapai Kcmenterian Per tanian selarna ini. Beberapa hasil inovasi meliputi penciptaan varietas unggul baru, tcknologi budidaya, panen, pasca panen dan pengolahan. Sub Sistem Inovasi Perbenihan Nasional telah menghasilkan beragarn varietas baru terutarna padi. Akan tetapi berbagai varietas unggul baru tersebut [Inpari , inpago, lnpara, dan Hibrida) rnasih bclum menggeser scpenuhnya kcberadaan varietas unggul lama, karena belum optirnalnya fungsi diserninasi clan sistem pcrbcnihan nasional. akses pasar dan perlindungan produk dalam negeri dari dampak pcrsaingan global. 46 Kegiatan pcnolitian dan pcngcrnbangan yang telah dilaksanakan Kemcnterian Pcrtanian selama tahun 2010-2014 mencatat keberhasilan inovasi tcknologi yang mencakup: 49 varietas unggul baru padi, 27 varietas unggul baru jagung clan sercalia, 114 varietas unggul baru tanaman hortikultura, 38 vartetas unggul baru Zklon tanaman perkebunan, serta 47 Hasil-hac.I pcncIitian sosial ekonomi dan kebijakan pertanian, antara lain telah dirnanlaaikan sebagai bahan rekornendasi dalam rnenentukan kebijakan revitalisasi lahan, revitalisasi sistem perbenihan dan perbibitan, revitalisasi inf'rastruktur dan sarana, revitalisasi sumberdaya manusia pertanian, revitalisasi pernbiayaan, dan revitalisasi kelembagaan petani, serta inovasi kebijakan terkait distribusi dan perdagangan produk pertanian. dan konservasi tanah; teknologi pemberdayaan agens hayati tanah untuk pernulihan kcsuburan tanah terdegradasi; teknologi rnitigasi Gas Rumah Kaea (ORK) mdalui pengelolaan tanaman terpadu; teknologi optimalisasi pcmanfaatan l:ihmi rawa; berbagai formula pupuk organik, anorganik, hayati dan pcrnbenah tanah; serta berbagai tools/kit seperti perangkat uji hara tanarnan tebu clan sawit, alat pengukur pH, testkit digital pcrangkat uji pupuk organik. perangkat uji tanah rawa, dan alat analisis residu pestisida. Inovasi kclcrnbngaan serta inovasi koordinasi dan integrasi lintas sektor banyak ..iihasilkan melalui kegiatan pengkajian dan diseminasi teknologi spesifik lokasi di seluruh provinsi melalui Balai Pcngkajian Teknologi (BPTP). Teknologi spesilik lokasi tersebut terutama diterapkan dalam pendampingan program stratcgis Kernenterian Pertanian. Selain itu, output unggulan seperti Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPLJ telah berhasil rneningkatkan pcmanfaatan lahan pekarangan, dan secara ekonomis mampu menekan pengcluaran rurnah tangga masyarakat pedesaan, meningkatkan skor Pole Pangan Harapan (PPHJ masyarakat, serta konservasi sumbcrdaya genetik lokal, Salah satu kegiatan yang secara signifikan marnpu mengakselerasi pemasyarakatan inovasi pertanian spesifik lokasi adalah implementasi Sistim Diserninasi Multi Channel (SDMC), yang marnpu mendckatkan inovasi pertariian ke pertanian lapangan yang produktif, antara lain didukung pengembangan Laboratorium Lapang lnovasi Pertanian (LL!P). Hingga snat ini telah dikernbangkan 12 LLlP pada lahan-lahan suboptimal, wilayah pesisir dan wilayah perbatasan pada sebagian provinsi di Indonesia. 47 Ketcrscdraan cnergi tidak mcnjadi rnasalah selama periode tahun 2010-2014, karena jauh di atas rekomendasi WKPG dengan rata-rata 3.767 kkal per kapita .ier hari, bahkan jumlahnya per tahun rata-rata mcngalami peningkatan dcngan perturnbuhan rata-rata 27 kkal per kap\ta per hari. Rata-rata perturnbuhan kctersediaan energi tersebut mcnurun dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan keterscdiaan cnergi pada periode tahun 2005-2009 yang mencapai 142 kkal per kapita per tahun. Hal ini diduga akibat ketiduksclarasan perturnbuhan penyediaan pangan surnber encrgi derigan per tum bu han jurnlah penduduk. C. Penycdiaan Pangan Masyarakat Keterscdiaan pangan merupakan aspek penting dalam mcwujudkan ketahanan p8ngan. Penyediaan pangan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dan konsurnsi pangan bagi rnasyarakat, rumah tangga, dan perseorangan secara berkelanjutan. Untuk mcmenuhi kebutuhan pangan rnasyarakat clan meningkatkan kuantitas dan kualitas konsurnsi pangan, diperlukan target pcncapaian angka konsumsi pangan per kapita per tahun sesuai c.!rngc1n angka kecukupan gizinya. Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi (WI<PG) tahun 2004 merekornendasikan kriteria kecukupan pangan bagi rata-rata penduduk Indonesia yaitu kcbutuhan kalori minimal 2.000 kkal perkapita/tahun, kebutuhan protein minimal 52 gram perkapita/tahun. Sernentara itu, untuk ketersediaannya ditetapkan kriteria kecukupan minimal 2.200 kkal perkapita/hari untuk encrgi dan minimal 57 gram perkapita/hari untuk protein. Dalam hal discrninasi teknologi, Kementerian Pertanian dalam pcriode 2010- 20 J 4 mendiserninnsi 1307 teknologi ke pengguna. Selain itu juga rnelakukan sejumlah publikasi ilmiah nasional dan internasional dalam rangka dipenyebarluasan hasil penelitian secara luas. Selama tahun 2010-2014, ada sebanyak 453 inovasi Balitbangtan yang telah didaftarkan Hak Kekayaan Intelcktualnya (HKI), dimana 294 diantaranya tclah berupa sertifikat HK!. galur unggul tcrriak, 1222 inovasi teknologi dan rekornendasi kebijakan pernbangunan pcrtanian, 44 teknologi pascapanen hasil pertanian, 139 model keiernbagaan dan rekomendasi kebijakan pengembangan agribisnis dan agroindustri. 48 81,402013 2011 85,60 (O, l) ····--·---·----- -·· --·---------~·-- -·· ---··-----·--·- 2012 83,50 (2,1) (2, 1) 85,702010 -·-------------- ·~ -~~ "-: :;.11. ~·~( '~ -;' ! • ~ .... •r'•: "\ :-,.,.... --;.-> -- • • • .. r Tabel Pola Pangan Harapan Tahun 2010- 2014 Kinerja kecuku pan pangan dari aspek ketersediaan protein mencapai 93, 10 gram per kapit a per hari atau jauh diatas rekomendasi Widya Karya Nasional Pangan dun Gizi, dcngan rata - rata persentase pcningkatan sebcsar 0,53 %. Apabila dibarulingkan dengan pertumbuhan keter sediaan protein pada periode tahun 2005-2009 yang mencapai 3, 11 gram per kapita per tahun, rnaka rata-rata pertumbuhan ketersediaan protein tersebut mengalami penurunan. Hal ini ctiduga akibat ketidakselarasan perturnbuhan penyediaan pangan sumber protein dcngan perturnbuhan jumlah penduduk. _ _Rntn-rnt:1 2010-2014 98,57_. (l,48L_ ll,45) _ Rf..:a-rata 2005-2009 103,25 (0,75) (0,66) r--- - .... Snsru-~~----- ---------· -------- --(1:sr-- *) konsumsi bera« pada tingkat rumah tangga Sumber : Susena» BPS Tahuri 2010 - 2013, diolah dan dijustijikasi BKP, Kementan ·---··--·. 20 LO_ ---------·- 99,70 ··-·· __(2,52) ···--· ·---- (2,47) _ :!O 11 ···---·· ···---- 101,70 ···----- 2,00 ---·- 2,01 _ -··-- --- 2012 _2_f?.6 (5,10) (5,0ll ·--- ·-- 2013 ------- ··-··-·-·- 96,3 -- ·-- (0,30) --··- (0,31) ---·- 2014 Tahel Konsurnsi Beras di Tingkat Rumah Tangga Tahun 2010-2014 Pada sisi konsurnsi energi, capaiannya rnasih 1.987 kkal per kapita per hari atau sedikit di bawuh rekornendasi Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi. Selain itu perturnbuhan konsurnsi tersebut menunjukkan pertumbuhan negatif derigan rata-rata pertumbuhan minus 5 %. Hal ini diduga terkait derigan rcnclahnya daya bcli rnasyarakat. Namun demikian, apabila pertumbuhan konsurnsi tersebut dibandingkan dengan periode tahun 2005- 2009, sebcnarnya terjadi perturnbuhan konsumsi yang positif dari yang sebelumnya minus 32 % rnenjadi minus 5 %. 49 8.281 26.177 76.692 12.956 11.358 7.507 8.843 16.133 24.034 14.651 '""·--·· - .... -........ ____ ,, ______ ------· ----- ·-----· --------- .. -............. ----··--·--- .. 8.587 29.841 92.843 13.232 l l.874 7.597 9.604 17.676 33.853 36.318 . ·- .. -- ... .. 2,01 5,77 3,4?. 2,90 4,12 0,52 2,31 4,38 23,87 16,77 ......... --· --- ... ·-· - ·-· - .. -·· ···-· ..... ... ··-······ ....... <=5 <=10 <=IO <=5 <~5 <=10 <~10 <=10 <225 <=25 i-·-- ..... .. , ... ,1ilS§tsw1®Vi I Ter- Umum murah . 5.4'/7 25.779 59.544 11.025 B.575 7.639 8.408 13.041 26.905 14.542 ·------•-• ,,·--·-•-o•o•··'-H • •••-•" ,.,,.,.-,.,....... _,,.,,,,·• --••• -·---''"""' ••- -·--• -·-·-·•- 6.'130 23.897 62.993 12.029 10.090 7.501 8.702 13.471 23.299 16.852 .. ···-- ----- ----·-·- -----·-·- ...... ·--···--······--~·-··-· ·--·h··--·------- 7.412 ?.3.966 67.077 14.246 10.147 7.538 8.628 15.008 23.763 19.224 H HoOO ----·------ ----~- H --~- -~---- ····--·-··••••••··~0 .. OHH _. __ -------·-- ... 2009 6 .;95 .... -. 2010 8.011 2011 9.341 2012 l0.425 2013 10.857 Raia- l,92 -~ata CV <=5 Tabel Pcrkcrnbangan Harga Pangan Pokok Tahun 2009-2013 Rata-rata konsumsi beras pada periode tahun 2010-2014 sebesar 98,57 kg/kapita/tahun (Tabel 31) dengan laju pcrtumbuhan konsumsi rnenunjukkan pcnurunan 1,48 % per tahun, Perkembangan konsumsi beras pada pcriode tahun 2010-2014 dibandingkan dengan periode tahun 2005- 2009 menunjukkan kecenderungan yang rnenurun. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh rnulai ditetapkannya kebijakan diversifikasi pangan melalui berbagai promosi seperti One Day No Rice dan pengembangan konsumsi pangan pokok lokal. Narnun, penurunan konsumsi bcras ini juga perlu diwaspadvi mcngingat data Susenas yang dilakukan oleh BPS menunjukkan adanya kecendcrungan peningkatan konsumsi terigu. Scperti halnyu ketersediaan protein, konsurnsi protein jauh diatas rekomendasi Wiclya Karya Nasional Pangan dan Gizi yaitu rnencapai 57, 14 gram/kapita/hari. Pcrtumbuhannya juga meningkat rata-rata sebesar 0,711Vo/tah1.1n, terrnasuk apabila dibandingkan dengan perturnbuhan konsumsi protein pada periode 2005-2009 yang menunjukkan pertumbuhan negatif, Peningkatan pertumbuhan konsumsi protein diduga berkaitan dengan poningkatan jumlah masyarakat berpenghasilan menengah kc atas. 91,50 ·--------- _ .. .. ..._ _ Sasaran 2013 ......... ,----------·-· ------- 84,93 1,42 . . . .. ., .. ~ .. 79,50 (0,07) Rata-rata 2010 - 2014 Rata-rata 2005 - 2009 2014 . -- ·-·· -------· --·--- .. --·-· so D. Pertindungan Produk Pertanian Melalui Pcrkarantinaan Sebagai upnya pcrlindungan sumber daya alam hayati khususnya hewan clan turnbuhan di dalarn negeri serta dukungan akselerasi ckspor produk pcrtanian, maka diperlukan adanya penguatan sistcm perkarantinaan dengan menyernpurnakan clan meningkatkan kualitas opcrasional di Stabilitas hu.ga pangan pokok rnerupakan salah satu indika tor kctahanan pangan tahun 2010-2014 yang dicirikan dcngan koefisien variasi (CV) tidak mclebihi target CV rnasing-masing komoditas. Selama periode tahun 2010- 2014, perkcrnbangan harga pangan pokok secara umum stabil dengan CV tidak rnelebihi target. Pangan pokok tersebut meliputi komoditas beras, daging ayam rns, claging sapi, minyak goreng curah, gula, terigu, kcdelai, dan telur ay.im. Hal ini menunjukkan stabilitas harga pangan pada tingkat konsumen, rncskipun harga-harga tersebut stabil pada kisaran harga yang cukup tiuggi, Narnu n derrukian untuk kornoditas cabe merah dan bawang rnerah cenderung rnengalarni gejolak harga yang ditunjukkan dengan CV lebih bcsar dari l.O %. Gejolak ini diakibatkan olch kcterbatasan pasokan barang karena perubahan iklim. Perubahan iklim ini mengakibatkan sejumlah scntra produksi mengalarni kegagalan panen. Target skor PPII Indonesia pada tahun 2015 sesuai dengan Perpres 22 tahun 2009 sebesar 95. Perkembangan skor PPH pada periode 2010-2014 menunju skan pcningkatan skor PPH sebesar 1,42 per tahun, dengan capaian skor PPl-1 pada tahun 2013 sebesar 81,4. lni menujukkan bahwa capaian divcrsifikasi konsumsi pangan masyarakat belurn mencapai sasaran yang diharapkan (PPH == 91,5 pada tahun 2013). Belum tercapainya sasaran tersebut diougu akibat tingginya konsumsi padi-padian, minyak, dan lemak. Selain itu juga disebabkan masih rendahnya konsumsi sayur-buah, urnbi- urnbian, oangan hewani, dan kacang - kacangan. Untuk rnewujudkan masyarakat yang hidup schat, aktif dan produktif, masyarakat haru s mengkonsumsi pangan yang beragarn, bergizi seimbang dan arnan. Para ahli gizi menyarankan kriteria pola pangan yang ideal bagi rnanusia Indonesia yaitu skor Pola Pangan Harapan (PPH) sebesar 100. Konsumsi pangan ideal adalah jika proporsi jumlah asupan karbohidrat dari serealia [termasuk gandum) maksimum 50 %. 51 Dalarn Pcrmcn tan tersebut terdapat pengaturan pintu pcmasukkan guna mcngefektitkan tindakan cegah tangkal introduksi OPTK khususnya lalat buah. Pengaruran pintu pernasukan sekaligus selaras dengan kctcntuan World Trade Organization - Sanitary and Phitosanitary (WTO-SPS) yang tidak bcrtcntangan unt.uk melarang perdagangan bebas khususnya buah asal luar negcri. Adanya penutupan pernasukan rnclalui Pclabuhan Tanjung Prick, Penguatan sistern karantina hewan dan karantina turnbuhan scnantiasa terus dilakukan dari tahun ke tahun. lmplementasi Peraturan Perkarantinaan clan Kearnanan Hayati memberikan pengaruh terhadap menururkan volume importasi buah dan sayur buah segar antara lain adalah :
a.leraturan Mcnreri Pertanian No. 42/Permcntan/OT.140/6/2012 tentang Tindakan Karantina Turnbuhan Untuk Pcmasukan Buah Segar clan Sayuran Buah Segar Ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia tanggal 13 Juni 2012;
b.Peraturan Menteri Pertanian No. 43/Permentan/OT.140/6/2012 tentang Tinc!akan Karantina Turnbuhan Untuk Pcmasukan Sayuran Urnbi Lapis Segar Ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia tanggal 13 Juni 2012. Dalarn kurun waktu 2010-2014 Sadan Karantina Pertanian juga telah melakuka.i cegah tangkal terhadap HPHK bcrbahaya apalagi yang bersifat zoonosis, antara lain: penyakit John's Disease (Paratubercu/osisj, Bouine Sponqiform. Icncephalopnou] (BSE}, Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR), Enzootic Bovine Leukosis (EBLJ, Bouine Viral Diarrhea (BYD). Leptospira, Brucellosis, baik dalam kegiatan impor maupun antara area (domestik). Sebagai tindak lanjut dari temuan OPTK maka dilakukan tindakan karantina pemusnahan dcngan cara pernbakaran produk turnbuhan yang terinfcstasi, karena tindakan perlakuan tidak memungkinkan efektif dilaksanakan. lapangan. Upaya perlindungan produk pertanian sebagai wujud dari Ernpat Target Sukses Kernentcrian Pertanian, yaitu swasernbada dan swasernbada berkelanjutan khusus untuk padi, jagung serta daging sapi ditunjukkan dari kemarnpuan melakukan cegah tangkal terhadap hama dan penyakit hewan karantina (HPHI<) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OP1'K}. 52 E. Pertanian rlalam .Jasa Lingkungan Pertanian mcnyumbangkan beberapa bentuk jasa lingkungan, antara lain mengatur tata air clan mengendalikan banjir pada suatu daerah aliran sungai (D/\S), mcnjaga keberadaan sumberdaya air, mengenclalikan erosi, rnengendalikan longsor, rnernpertahankan suhu udara, mendaur-ulang limbah, mcnjaga kualitas (purifikasi) udara dan rnemitigasi perubahan iklim. Nilai clari rnasing-masing jasa lingkungan yang dapat dihasilkan oleh sektor pcrtanian clit cnt ukan oleh slstem pcnggunaan dan pengelolaan lahan. Berbagai praktck pertanian bisa menghasilkan jasa lingkungan clan Pcnyempurnaan pcnyelenggaran program registrasi terhadap perusahaan fumigasi dan pcrusahaan kemasan kayu dalam rangka penguatan kinerja pelaksanaan tindakan karantina yang dilakukan oleh pihak ketiga. Penguatan kincrja tersebut climaksudkan bahwa dalam Skim Audit Barantan tclah menerapkan standar manajemen mutu. Olch karena itu proses jarninan mutu baik oleh pihak otoritas kompeten (Badan Karantina Pertanii.n], maupu n pclaksana tindakan karantina (pihak ketiga) dapat clipcrtanggu ngjawabkan, Badan Karantina Pertanian untuk rncndukung akselerasi ekspor komoditas pertanian khu susnya tumbuhan dilakukan melalui Skim Audit Badan Karantina Pertaruan (SAS). SAB dibentuk dan ditetapkan olch Kepala Badan Karantina Pcrtanian yang merupakan tata alir proses registrasi melalui proses perncriksaan atas pemenuhan persyaratan yang ditetapkan untuk dapat dipertimbangkan dan disetujui oleh Ketua Otoritas Skim Audit Sadan Karantina Pertnnian kepada pelaksana tindakan karantina/pcrusahaan (pihak kctiga] yang akan diberi mandat untuk melaksanakan Iumigasi standar, sertifikasi marking kernasan kayu. Perlindungau/proteksi produk tumbuhan juga senantiasa dilakukan oleh Baclan Karantinn Pertariian urituk komoditas pertanian ekspor. Kualitas produk tumbuhan scnantiasa harus terjaga terutarna terhadap kesehatan turnbuhan untuk menghindari aclanya catatan tidak kesesuaian (Notificat:ion of Non-Compliance) cli negara tujuan. berimplikasi terhadap penurunan volume impor buah, sayur segar dan umbi lapis sega''. 53 F. Potcnsi, Perrnasalahan dan Tantangan Pembangunan Pertanian Indonesia rncrniliki potensi sumberdaya yang sangat besar dan sangat penting dalarn pernbangunan pertanian. Namun demikian, berbagai rnasalah clan tantangan rnasih dihadapi dalarn pemanfaatan sumberdaya terscbut terrnasuk dalam lima tahun ke depan. Kedua pcndekatan ini pada umumnya ditempuh secara simultan. Mengingat sektor pcrtanian semakin dihadapkan kepada tantangan lokal dan global yang scrnakin scriu s, maka pernilihan inovasi teknologi diarahkan untuk sistem pcnggunaan clan pcngclolaan lahan yang dapat meningkatkan daya adaptabilitas dan ketangguhan (resilience) sistern tersebut dan sekaligus mcmberikan rnanfaat ekonomi dan jasa lingkungan yang lebih tinggi. Ada dua pendckatan yang ditempuh oleh Kernenterian Pertanian untuk meningkatkan [asa lingkungan pertanian:
a.Pendckatan hukurn, dimana pendekatan ini ditujukan untuk rncningkatkan insentif praktek pertanian yang memberikan fungsi lingkungan positif dan disinscntif untuk praktek pertanian yang berdarnpak ncgatif terhadap fungsi lingkungan. Pendekatan hukum juga diberlakukan tcrhadap sektor di luar pertanian yang aktivitasnya mcngurangi atau menghilangkan kemarnpuan sektor pertanian dalam mcnghasilkan jasa lingkungan, sepcrti Undang-Undang 41 tahun 2009 tentang Pcrlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan;
b.lnser.tif Iinansial dan bantuan teknis untuk mengembangkan sistem pertanian yang memberikan peningkatan nilai ekonomi dan sekaiigus jasa lingkungan, multifungsi yang negatif (negative externalities). namun sistem pertanian yang dikelola sccara berkelanjutan akan membcrikan positive externalities. Sistcrn pertanian berbasis pohon, terutama sistem multistrata scperti aqrojoresiri], ccnclerung mcmberikan bcrbagai jasa lingkungan yang positif. Sebaliknya sistern pertanian lahan kering berbasis tanarnan semusim yang dikclola secara intensif di lahan berlereng curarn, cenderung memberikan bcrbagai ckstcrnalitas yang negatif. Sistem sawah mernberikan bcrbagai jasa lingkungan terutama clalam hal mengatur tata air, menurunkan suhu udara mikro dan mcnurunkan bahaya erosi. 54 Indonesia juga merniliki surnberdaya biofisik yang cukup beragam untuk rnendukung pcngernbangan pertanian antara lain adalah ketersedian tanah, hara, cutaran rendah dan tinggi, curah hujan yang merata di sebagian wilayah, sinar matahari yang terus menyinari sepanjang tahun, kclembaban udara dan organisrne-organismc, serta setidaknya mcmiliki 47 ekosistem alarni yang berheda. Kita bisa menjumpai padang es dan padang rumput dataran tinggi di Papua. Bcragarn hutan basah dataran rendah di Kalimantan clan Sumatera. Adapula ckosistern danau yang dalarn dan rawa dangkal. Untuk itu, agar keanekaragaman hayati dan agockosistem tidak terancam kclestariannya, maka kita harus arif (bijaksana) dalarn rn emanfaatknnnya, dengan mcmpertimbangkan aspek manfaat dan aspek kelestariannya. Keanekaragarnan hayati Indonesia sebagian telah dimanfaatkan, scbagian baru diketahui polcnsinya, dan sebagian besar lagi belurn tericlentifikasi. Keanekaragamnn hayati tcr sebut merupakan tumpuan hidup rnanusia, karcna setiap orang mernbutuhkannya untuk menopang kchidupan, sebagai surnber pangan, pakan, bahan balm industri, farmasi dan obat-obatan, Salah satu pcmanfaatan keanekaragaman hayati adalah melalui perdagangan ::.inaman obat clengan nilai perdagangan tanaman obat dan produk berasal dari turnbuhan termasuk suplemcn. Sclain berfungsi untuk menunjang kchidupan manusia, keanekaragaman hayati mcmiliki peranan dalam rnempcrtahankan keberlanjutan ekosistem. Poterisi surnhcrhayati berasal dari tumbuhan ada sekitar 40 ribu yang tcrdiri d:..,i 5000 jenis jamur, 400 jenis tanaman pcnghasil buah, 370 jcnis tanarnan penghasil sayuran, 70 jenis tanaman berumbi, 60 jenis tanaman penyegar dan 55 jcnis tanaman rernpah.
1.Poter-si
a.Keanckaragarnan Hayati dan Agroekosistem Indonesia dikenal sebagai pusat keanekaragarnan hayati dunia dan dikenal scbagai salah snru negara yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Sepuluh per sen dari spesies tumbuhan berbunga, 12 % spesies rnarnalia, 16 'Y., reptil dan amphibi, dan 17 % burung di dunia terdapat di Indonesia, rneskipun Iuas daratan Indonesia hanya 13 % dari total luas daratan ct: dunia. 55
c.Tcknologi Teknologi Pertanian Indonesia scndiri berkembang denga.n pesat, Dari proses produksi di hulu hingga pengolahan di hilir. Banyak aplikasi teknologi yang digunakan dalarn industri pertanian modern di Indonesia guna mcngcjar Masih terscdia areal pertanian dan lahan potensia1 belurn termanfaatkan sccara optimal scperti lahan kering/rawa/lebak/pasang surut/gambut yang merupaxan peluang bagi peningkatan produksi tanarnan pangan. Potensi sumberdaya ini harus dirancang dengan baik pemanfaatannya untuk produk u kornoditas tanaman pangan dan meningkatkan pendapatan petani. Potensi ketcrscdiaan lahan pertanian di Indonesia cukup bcsar dan belum dirnanfaatkan secara optimal. Jumlah luasan dan sebaran hutan, sungai, rawa dan dunau serta curah hujan yang cukup tinggi, sesungguhnya merupakan potcn si alamiah untuk memenuhi kebutuhan air pertanian apabila dikelola clengan baik. Waduk, bendungan, embung clan air tanah serta air pcrrnukaan lainnya sangat potensial untuk mcndukung pengernbangan usaha pertanian. Potensi ini apabila dapat dmanfaatkan secara optimal merupakan peluang bangsa kita untuk mcnjadi lcbih maju dan sejahtera. Dari luaean lahan potensial terscbut sebagian besar sudah dimanfaatkan untuk pertanian, sehingga scbagai lahan cadangan sekitar 34,7 juta hektar, yang berada di kawasan budidaya (APL) seluas 7,45 juta hektar, HPK 6,79 juta hcktar dan sckitar 20,46 juta hektar di kawasan Hutan Produksi (HP). rawa. Berdasarakan data BPS 2013, Indonesia memiliki luas daratan 191,09 juta hektar. Dari luas daratan tersebut, sekitar 95,81 juta hektar yang potensial untuk pertanian, yang terdiri dari 70,59 juta hektar berada di lahan kering, 5,23 juta hekrar di lahan basah non rawa, dan 19,99 juta hektar di lahan
b.Lahan Pertanian Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luas daratan mencapai 1.922.570 km- dan luas perairan mencapai 3.257.483 km2• Luasan dacrah yang mcmiliki potcnsi ketersediaan lahan yang cukup besar dan sangat potensia! pengcrnbangan sektor pertanian. 56 Berbagai macarn paket tcknologi tersebut diharapkan tepat guna sehingga dapat dirnanfaatkan olch petani untuk mcningkatkan kuantitas, kualitas dan produktivitas aneka produk pertanian. Bcrbagai varietas, klon dan bangsa ternak berdaya produksi tinggi; teknologi produksi pupuk dan produk bio; alat dan mesin pertanian: serta aneka teknologi budidaya, pasca panen dan pengolahan hnsil pertanian sudah banyak dihasilkan para peneliti di lcrnbaga penclitian, rnasyarakat petani dan swasta, tapi belum dimanfaatkan secara optimal. Bioteknologi dan teknologi untuk pertanian organik merupakan tulang punggung IPTEK yang belum optimal dikembangkan, perlu diperkuat schingga menghasilkan produk pertanian yang ramah lingkungan. Teknologi informasi yang dikembangkan mcrnbuka kesempatan dikcrnba-rgkannya pertanian ccrmat yang dapat meningkatkan cfisicnsi dan efcktivitas biologis ststem pertanian baik dalam skala nasional, regional, perusahaan hingga usahatani. Hal ini dapat mendukung pengembangan bio- produk Jnng me mpuriyai nilai jual Iebih baik. Selain itu, Kemcnterian pcrtanian menghasilkan berbagai macam prototipe alat dan mesin pertanian yang berrnanfaat bagi petani, Prototipe tersebut rnerupakan hasil dari kegiatan penelitian dan perekayasaan alsintan, rnenghasilkan varietas baru, produk lainnya, seperti vaksin, bibit tcrnak, tool kit, peta, dan sebagainya. Teknologi pascapanen diyakini mcrupakan kunci untuk meningkatkan kualitas produk hasil panen Sclain itu teknologi pengolah-m juga diperlukan sehingga mampu mernberikan nilai tambah dan kualitas dari suatu produk pertanian. Demikian pula teknologi yang terkait dengan pernasaran, misalnya teknologi pengemasan, pcnyimpanan, sortasi dan lainuya yang tentunya menjadi tantangan bagi lembaga penclitian untuk menghasilkan tcknologi yang aplikatif. basil yang tinggi dcngan biaya produksi yang lebih rendah. Berbagai inovasi teknologi telah dihasilkan oleh Kementerian Pertanian. Melalui Balai Pengkaji a, 1 Teknologi Pertanian di daerah yang menghasilkan teknologi pertanian spesilik lokasi, untuk mendorong sistern dan usaha pertanian yang efisien, dengan memanfaatkan sumberdaya pertanian secara optimal. Teknologi terscbut diantaranya adalah pengelolaan sumberdaya air scperti teknologi panen air, teknologi pernanfaatan air secara efisiensi melalui irigasi tctes, jaringan irigasi tingkat desa (JlDES) dan jaringan irigasi tingkat usahatani (JITUT). 57 Secar a kuantit atif tcnaga kcrja untuk sub-sektor tanaman pangan tersedia di pedcsaan, nnmun ada keccndcrungan terus menurun dengan indikasi sernakin bcrkurangnya minat generasi muda di pedesaan untuk bekerja di sub-scktor pcrranian. Jumlah rumah tangga yang berusaha di bidang pcrtanian sclarna satu dekade terakhir (2003-2013) diindikasikan menurun Selain semakin meningkatnya kebutuhan terhadap produk pangan, juga posisi tanaman pangan saat ini rnasih clipandang sebagai komoditas strategis, politis, ckonomis sehingga dipandang perlu upaya peningkatan produktivitas tcnaga kerjanya, Disamping itu kegiatan-kcgiatan yang berorientasi pengernbangan kapasitas SOM dan kclernbagaan terutama petani terus akan menjadi prioritas, mengingat masih rendahnya kualitas SOM perranian. Sub-scktor tanarnan pangan merupakan lapangan usaha yang mcnyerap bagian terbcsar tenaga kerja dan sangat dominan dalam mewarnai struktur ketenagakerjaan sektor pcrtanian maupun nasional. Hampir seluruh penduduk di perdcsaan bekerja di sub-sektor tanaman pangan,
d.Tenaga Kerja Tingginya jumrah penduduk yang sebagian besar berada di pcdesaan clan memiliki budaya kerja keras rnerupakan potensi tenaga kcrja pcrtanian, Sampai saat ini, lebih dari 35 juta tenaga kcrja nasional atau 26,14 juta rurnahtar gga masih menggantungkan hidupnya pada sektor pcrtanian. Besarnya jumlah tenaga kerja tersebut belum tersebar secara proporsional sesuai dcngan sebaran luas potcnsi lahan serta belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk pengembangan pertanian yang berdaya saing. Apabila keberadaan penduduk yang besar cli suatu wilayan dapat ditingkatkan pengetahuan clan keterampilannya untuk dapat bekerja dan berusaha di sckror produksi, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, maka dapat dirnanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi ancka kornoditas pcrtanian bagi pernenuhan kebutuhan pasar nasional dan dunia. Pcningkaran kapasitas penduduk dalam ha! pengetahuan dan keterampilan pertanian dapar juga dilakukan melalui penernpatan tcnaga kerja pertanian tcrlatih di dacrah yang masih kurang penduduknya dan penyediaan fasi!itasi pertanian dalarn bcntuk Iaktor produksi, bimbingan teknologi serta pernberian jaminan pasar yang baik. 58 Sejalan dengan era globalisasi dan pcrnbcrlakuan pasar bebas, produk pertanian Indonesia juga berpeluang untuk dipasarkan ke pasar intcrnas.onal, baik produk scgar maupun olahan. Apabila peluang pasar Perturnbuhan kclas mcnengah yang sangat pesat, mcnurut data Mc Kinsey Global Institute, saat ini kelas mencngah di Indonesia berjumlah 45 juta jiwa dan akan meningkat menjadi 135 juta pada tahun 2030. Hal ini merupakan pasar yang harus kita antisipasi, mengingat ragam pcrrnintaannya terhadap produk pertanian sernakin besar dan spesifik. Selain itu, akan semakin penting dengan ditctapkannya pasar tunggal ASEAN pada tahun akhir 2015, dimana pasar dornestik akan dipenuhi oleh produk negara ASEAN bila tidak mampu mcrighasilkan produk yang diminta kelas menengah tersebut.
e.Pasar Daya beli rnasyarakat yang terus meningkat serta jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar rnerupakan pasar dalarn negeri yang sangat potcnsial oagi produk-produk pertanian yang dihasilkan pet.ani. Berdasarkan Scnsus Pcnduduk tahun 2000 jurnlah pcnduduk Indonesia tercatat sebesar 237 juta jiwa dcngan perturnbuhan 1,49 persen per tahun. Saat ini, tingkat konsumsi anckn produk hasil pertanian Indonesia, kecuali beras, gula clan minyak goreng, masih relatif rendah, Rendahnya tingkat konsumsi produk pertanian ini, terutarna disebabkan masih rcndahnya tingkat pcndapatan per kapita pcndurluk Indonesia sehingga mcmpengaruhi daya beli. Seiring dengan kcbcrhasilan pernbangunan ekonomi yang saat ini tengah giat dijalankan, maka pendapatan per kapita penduduk juga akan rneningkat. Pcningkr.tan pendapatan di satu sisi, maka dapat terjadi pcningkatan pcrrnintaan prcduk terrnasuk pertanian tanaman pangan di sisi lain. Perrnintaan pasar dornestik, di samping jurnlahnya yang scmakin mcningkat, juga rnemburuhkan keragarnan produk yang bervariasi, sehingga akan membuka peluang yang lebih besar terhadap diversifikasi produk. sebanyak 5,096 juta RT dan sckitar 4,527 juta RT (89%) berada di Jawa. Sedarigkan dnri sisi kualitas Sumberdaya Manusia, tenaga kerja ini masih sangat kurang, Hal ini menjadi perhatian pemcrintah untuk dapat mcngupayakan sccara berkelanjutan penycdiaan SDM Pertanian yang bcrkualitas. 59 Pembangunan pcriode 2010-2014 pada dasarnya merupakan kelanjutan clan peningkatan pclaksanaan pembangunan pada pcriode sebelumnya (2005 - 2009). Agar pernbangunan dapat berjalan sesuai dengan yang direncanaka.n
2.Pcr-nasaluhan Penurun..n dan pcnghapusan tarif secara signifikan yang dllakukan oleh pemerintah akan mengakibatkan semakin banyaknya produk impor masuk kc Indonesia. Kondisi inilah yang cukup mengkhawalirkan karena berpengaruh pada eksistensi produk lokal, peningkatan daya saing produk lokal sangat cliperlukan menghadapi pasar bebas ASEAN 2015 mendatang, diantaranya: l) meningkatkan efisiensi, cfektivitas, dan kualitas produksi, 2) rnenciptakan iklirn usaha yang kondusif dalam rangka meningkatkan daya saing, ."{) mernperluas jaringan pernasaran, serta 4) mcningkatkan kemarnpuan dalarn penguasaan teknologi informasi dan komunikasi terrnasuk promosi pcrnasaran. Selain itu, rasa nasionalisrne Bangsa Indonesia perlu ditingkatkan sehingga meningkatkan kecintaan terhadap produk dalarn negeri. Bila perbaikan ini dilakukan oleh pemerintah dan pihak-pihak tcrkait lainnya, maka akan mampu memberikan peluang bagi industri manufaktur Indonesia untuk memasarkan produknya dan mampu bersainz dcngan produk-produk impor baik di dalarn negeri maupun ckspor ke luar negerl. Pada tahun 2015, kesepakatan ASEAN untuk mewujudkan intcgrasi ekonorni AS8/,N akan terealisasikan. Pilar utama dalam AEC adalah rnewujudkan /\SEAN sebagai pasar tunggal yang didukung dengan aliran barang, jasa, modal, clan tcnaga kcrja yang lebih bebas. Lebih bebas yang dirnaksudkan adnlah adanya pengurangan hambatan tarif maupun non tarif dalarn perdagangan antar ncgara ASEAN. AEC akan mernbuka pcluang bagi Indonesia untuk mcmperluas pangsa pasar, mendorong daya saing serta berpotensi menycrap tenaga kerja Indonesia. Pcrwujudan AEC akan mcmbentuk ASl::AN sebagai pasar terbesar ke-3 di dunia setelah China dan India, Indonesia yang jumlah penduduknya 40 persen dari total jumlah pcnduduk kawasan menjadikan Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara yang produktif dalam pasar ASEAN. dalarn negcri d:;1:1 luar negeri dapat dirnanfaatkan, maka hal ini akan rnenjadi pasar yang sangat besar bagi produk pertanian Indonesia. 60 Konversi lahan sawah sekitar 80 '% terjadi di wilayah scntra produksi pangan nasional yaitu Pulau Jawa. Hal ini berdarnpak pada persoalnn kctahanan pangan, mau tidak mau harus didukung oleh lahan yang procluktif. Untuk itu, dij.erlukan pcran aktif pemerintah daerah yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) terutarna dalarn penyediaan · peraturan Laju konversi lahun sawah mencapai 100 ribu hektar per tanun. Sedangkan kernamcuan pcmcrintah dalam pencetakan sawah baru masih terbatas dalarn bcbcrapa tahun terakhir ini dengan kernarnpuan 40 ribu hektar pcrtahun. Dengan dernikian, jurnlah lahan yang tcrkonvcrsi belum dapat diimbangi dcngan laju pencetakan sawah baru. l). Ko1, ,ersi lahan yang tidak terkendali Dewasa ini, keberlanjutan sektor pertanian-tanarnan pangan tengah dihadapkan pacla ancaman scrius, yakni luas lahan pertanian yang terus menyusut akibat konversi lahan pertanian produktif ke penggunaan non- pertanian yang tcrjadi secara masif. Kini lahan sawah lebih menguntungkan untuk dijadikan sebagai real estate, pabrik, atau infrastruktur untuk aktivitas industri lainnya daripada ditanarni tanaman pangan. Beberapa pcrrnasalahan yang dihadapi dalam pcmbangunan pertanian terkait dcngan lahan adalah sebagai berikut:
a.Lahan Berdasar.can haail evaluasi terhadap pernbangunan pertanian t:anaman pangan yang telah dilaksanakan sampai saat ini, persoalan mcndasar yang diperkirakan rnasih dihadapi sektor pertanian di masa yang akan datang, knususnya jangka waktu 2015-2019, mencakup aspek seperti: kerusakan lingkungan <Inn perubahan iklim, infrastruktur, sarana prasarana, lahan dan air; kepernilikan lahan: sistem perbcnihan dan perbibitan nasional; akses petani terhadap permodalan kelcmbagaan petani dan pcnyuluh; keterpaduan antar sektor, dan kinerja pelayanan birokrasi pertanian. Sccara lebih lcngkap, perrnasalahan rnendasar tersebut di atas diuraikan scbagai berikut: clan mcrnenuhi target sasaran yang ditctapkan , dipcrlukan garnbaran pcrmasal than yang akan dihaclapi pada periodc pembangunan jangka waktu lima tahun kc dcpan, 61 3). Penurunan kualitas lahan Sebagian besar lahan pertanian di Indonesia sudah mcngalami penurunan kualitas, bahkun banyak yang terrnasuk kategori kritis. I-la! ini akibat pemakaian bahan kimia anorganik berlebihan. Pernakaian pupuk kimia anorgani': bcrlcbihan menyebabkan struktur tanah mcnjadi padat dan daya clukung tanah bagi perturnbuhan tanaman menurun. Disamping itu, prcduk-produk kirniawi tersebut, selain mengandung bahan yang diperlukan tanarnan, dapat Juga mengandung bahan kirniawi yang bcrbahaya (seperti senyawa klorin clan merkuri) bagi lahan dan makhluk hidup. Pada tahun 2). Keterbatasnn dalam pencetakan lahan baru Kemcnterian Pertanian hanya bisa mencetak sawah baru seluas 330 ribu hektar selarna 2006-2013 atau seluas 40 ribu ha sctiap tahunnya. Kernarnpuan cctak sawah oleh pemerintah memang belum bisa menyamai laju konversi lahan sawah seluas 100 ribu ha per tahun. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan anggaran yang dimiliki pcmerintah. Untuk mcncctak satu hektar sawah sedikitnya dibutuhkan dana sekitar 30 ju ta rupiah. Scluin itu , sangat tergantung dari koordinasi dcngan dacrah dan juga adanya berbagai persoalan yang dihadapi dalam rncrealisasikan , tcrutarna rnasalah status penguasaan dan kepemilikan lahan. Upaya pe.igcndulian terhadap terjadinya alih fungsi lahan pertanian kc non- pertanian tanarnan pangan secara efcktif dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tcntang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkclanjutan (PLP213) dan Pcraturan Pernerintah pcndukungnya, Namun pada kenyataannya konvcrsi lahan pertanian ke perumahan dan industri terus berlangsung. Hal ini menjadi tantangan yang cukup berat bagi keberlanjutan produksi pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan. Oleh karcna sistcm atau cara pcrlindungan yang diberikan terhadap petani rnulai dari aspek proses produksi sarnpai aspek pemasaran hasil dan sistcrn perdagangannya perlu dikcrubangkan lebih lanjut. perlindungan bagi lahan pertanian. Beragam kebijakan dikeluarkan Pernerintah untuk mendorong ketersediaan lahan pertanian berkelanjutan, terrnasuk mernbcrikan insentif dan perlindungan, atau melarang konversi lahan pertanian produktif, agar lahan pertanian tidak terus menerus berkurang tan pa terkendali. 62 5). Ketidakpastian status kepemilikan lahan Berdasarkan Sensus Pertanian tahun 2003, sejak tahun 1993 jurnlah rurnah tanggn petani gurern yang kepernilikan Iahannya kurang clari 0,5 hektar rneningkat dari 10,9 juta rumah tangga menjadi 13,7 juta rumah tangga pada tahun 2003. Hasil penelitian Pu sat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertania.i tahun 2008, rataan kepernilikan lahan petani di pedesaan sebesar 0,41 ha dan 0.96 ha masing-masing di Jawa dan Luar Jawa. Kondisi kepernilikan lahan ini disebabkan oleh: (1) meningkatnya konversi lahan pertanian u11tL1k keperluan pemukiman dan fasilitas umum,(2) terjadinya Iragrnentasi lahnn 'kerena proses pewarisan, dan (3) terjadinya penjualan tanah sawah. Menurunnya rata-rata luas pcmilikan lahan diikuti pula dengan meningkatnya ketimpangan distribusi pemilikan lahan terjadi pada agrockoaistem pcrsawahan di Jawa. Langkah pennnganan untuk mengatasi penurunan kualitas lahan melslui mernanfaatkan produk bioteknologi, seperti pupuk dan pestisida hayati yang mengandung mikroba bersifat ramah lingkungan. Pcnggunaan mikroba sebagai pupuk hayati dapat membantu menyediakan unsur hara yang lengkap l,a1gi tanarnan, meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah dan juga sangat penting dalam memperbaiki struktur tanah, Sedangkan pernakaian pcstisida hayati cliharapkan selain dapat menanggulangi serangan hama clan penyakit dan mampu rnenjaga lingkungan tetap schat. 4). Rata-rnta kcpernilikan lahan yang sernpit Luas penguasaan lahan petani semakin sempit sehingga menyulitkan upaya pcningkaran kcsejahteraan petani. Pada tahun 2012, luas penguasaan lahan per petani yaitu 0,22 hektar clan diperkirakan akan menjadi 0, 18 hcktar pada tahun 2050. Hal ini menyulitkan upaya peningkatan kesejahteraan petani, penyernpitan penguasaan lahan mengakibatkan tidak efisien dalarn berusahatani. 199'2 kurang !d,ih 18 juta hektar lahan di Indonesia tclah mengalami degradasi atau pcnu runari kuaiitasIahan. Pada tahun 2002 Iuasan tersebut meningkar mcnjadi 38,6 juta hektar (BPS, 2002). Bila kondisi ini dibiarkan, maka dapat mcnimbulkan kerusakan lahan semakin luas dan berakibat penurunan produktivitas lahan dan tanarnan. 63
3.Jnfrastruktur Salah satu prasararia pertanian yang saat ini sangat memprihatinkan adalah jaringan irigasi. Kurangnya pembangunan waduk dan jaringan irigasi baru scrta r: rsaknya jaringan irigasi yang ada rnengakibatkan daya dukung irigasi bagi pertanian sangat menurun. Kerusakan ini terutama diakibatkan banjir clan erosi, kerusakan di daerah aliran sungai, serta kurangnya perneliharaan irigasi hingga kc tingkat usahatani. Selain itu, masih terbatasnya jalan usahatani, jalan produksi, petabuhan yang dilcngkapi dengan pcrgudangan bcrpcndingin udara, laboratorium dan kebun percobaan bagi penelitian, Sehubungan hal di atas dan menjamin kebutuhan pangan nasional asal tcrnak, maka usaha petcrnakan harus maju dan berkembang. Salah satu syaratnya adalah peterriakan harus diberi lahan dengan cara memberi kepastian dularn RTRW untuk ruang petcrnakan. b, Bcternak tidak mempunyai lahan Selama ini usaha peternakan menggunakan lahan kosong di pemukiman atau lal.an yang ditanami dengan tanaman pangan rnaupun perkebunan. Penyebab ha! ini kareria tidak ada regulasi sepcrti RTRW [Rencana Tata Ruang Wilayah] yang memberikan ruang untuk peternakan. Akibatnya, sering kawa san peternakan yang mulai maju usahanya terusir untuk kepentingan pcmukiman atau usaha yang lain. Upaya rncnekan laju konversi lahan pertanian ke depan adalah bagaimana melindungi kcberadaan lahan pertanian melalui perencanaan dan pengcndaliun tata ruang: meningkatkan optimalisasi, rchabilitasi dan ekstensifikasi lahan; meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha pertanian serta pcngendalian pcrturnbuhan pcnduduk. Status p.. nguasaan lahan olch pctani sebagian besar belum bersertifikat, sehingga lahan bclurn bisa dijadikan sebagai jaminan mernperoleh krcdit pcrbankan. Pesatnya laju pernbangunan ckoriomi berbasis sumberdaya lahan telah mernhawa implikasi terhadap pelanggaran tata ruang. Otonomi daerah juga mcrnbawa akses peningkatan pemanfaatan Jahan multi sektoral, Kondisi tersebut pada kenyataannya sulit diimbangi dengan pcnyediaan lahan, baik mclalui pemanfaatan lahan pertanian yang ada maupun pembukuan lahan bani. 64 Bcnih rncrupakan sarana penting bagi usaha di bidang pertanian, apabila benih/ bibit yang tersedia tidak baik atau palsu maka hasil yang didapat tidak sesuai clcngan yang diharapkan. Selain itu, pengadaan benih belum
4.Sarana Produksi Di sisi saranu produksi, perrnasalahan yang dihadapi adalah belum cukup tersedirmya benih/bibit unggul .bermutu, pupuk, pakan, pesti.sida/obat- obatan, alat clan rnesin pertanian hingga ke tingkat usahatani, scrta belum berkembangnya kclernbagaan pelayanan penyedia sarana produksi.Belurn pcrkembangnya usaha penangkaran benih/bibit secara luas hingga di sentra produksi mcngakibatkan harga benih/bibit menjadi mahal, bahkan mengakibntkan banyak bercdarnya benih/bibit palsu di masyarakat yang pada akhiruya sangat rnerugikan petani. Disamping itu, masalah transportasi distribusi tcrnak belum optimal, yaitu tata niaga daging sapi domestik masih mengandalkan pada pengiriman sapi hidup dan rnnsih memiliki hambatan, sehingga belum efisien. Penyebab inefisiensi dinntaranya: belum rnemadai nya jumlah dan kapasitas alat angkut [truk clan kapal] dan minimnya kualitas sarana angkutan baik truk rnaupun kapal yang digunakan. Belurn sernua pelabuhan memiliki holding ground untuk tcmpat pengumpulan ternak dan pemeriksaan karantina. Kondisi ini diperburuk lagi dengan adanya retribusi selama proses pengangk.itan mulai dari desa, kecamatan, kabupatcn, provinsi sampai ke daeran tujuan. Iaboratoriurn pelayanan uji standar dan mutu, pos dan laboratorium perkarantinaan, kebun dan kandang penangkaran benih dan bibit, klinik kon sultasi keschatan tanaman dan hewan, balai informasi dan promosi pertanian, balui-balai penyuluhan serta pasar-pasar yang spesifik komoditas. Prasarana usahatani lain yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk menggcrakkan proses produksi dan pernasaran komoditas pertanian namun kebcradaannya masih terbatas adalah jalan usahatani, jalan produksi, pelabuhan y::ing dllengkapi dengan pergudangan. Tantangan yang haru s dihadapi ke depart adalah bagaimana menyediakan semua prasarana yang dibutuhkan pctani ini secara memadai untuk dapat menekan biaya linggi yang tirnbul akibat terbatasnya prasarana transportasi dan logistik pada sentra prcduksi komoditas pertanian tanaman pangan. 1•· . , . .-.··,,,0_,_. 65 Sistcm perbibitan nasiona! dipertukan untuk mcnjamin ketersediaan bibit ternak yang mcrncnuhi kebutuhan dalarn hal jumlah, standar mutu, syarat kesehatan, syarut kearnanan hayati, serta terjaga keberlanjutannya yang Di Indonesia, sistem pcrbibitan ternak sudah rncngalarni kemajuan dalam hal peraturan pemerintah tctapi dalarn pclaksanaanya rnasih belum optimal. Permasalcban pcrnbibitan sapipotong yang dihadapi saat ini adalah : (1) jumlah bibit tcrnak belum terpenuhi: (2) kualitas bibit masih rendah; (3) pelaku u saha pcrnbibitan rnasih kurang respon dalam pembibitan; (4) pcngurasan bctina produktif akibat pemotongan betina produktif;(S) surnber pembibitan ternak rnasih menyebar dengan kepernilikan rcndah sehingga menyulitkan dalam pembinaan dan pengumpulan; serta (6) kelembagaan pembibitan belurn rnemadai, pendukung untara lain Iernbaga perbenihan, sumberdaya manusia, sarana dan prasaranu, kebijakan pemerintah, sistem inforrnasi, dan kesadaran konsumcn dalarn menggunakan benih bermutu. Berdasar.can pcnelitian dan praktek di lapangan, penggunaan benih/ bi bit unggul diakui telah menjadi satu faktor kunci keberhasilan pcningkatan produksi. Swascrnbada beras, jagung dan gula yang telah dicapai selarna ini, utarnanya dikarcnakan penggunaan benih/bibit unggul, Sarnpai saat ini, bcnih unggul banyak diirnpor seperti: pacli hibrida, sayuran dan tanaman hias, serta bibi; sapi. Untuk bibit sapi, belum ada satu lernbaga pcrbibitan yang menonjol. sangat dipcngaruhi oleh komponcnmenggcrakkan scluruh komponen Dalam sistern pcrbenihan didukung oleh beberapa subsistern yang tcrdiri dari: subsistern pengembangan varietas untuk mengantisipasi perubahan dan perkc.nbangan selcra masyarakat; subsistern produksi dan distribusi benih; subsistcrn perbaikan mutu melalui sertifikasi clan pclabelan; dan subsistern kelcmbagaan dan peningkatan SDM. Keberhasilan dalam sesuai dengan musim tanam, biasanya benih sampai dilokasi setelah musim t:anam dart kadangkala benih sudah kadaluarsa. Kondisi dikarenakan infrastr uktur d,,n sistern perbenihan sulit berkernbang karcna memcrlukan investasi yang cuku p besar. Tidak banyak swasta yang mau menanamkan investasi untuk usaha perbcnihan/perbibitan. Di lain pihak, · pcmerintah kurang berdaya menangani perbenihan. 66
5.Rcgulasi Pengernoangan sektor pcrtanian yr:mg bcrsandar pada pcngclolaan surnbcrdaya alum saat ini dihadapkan clengan berbagai macam regulasi yang terkait dengan lingkungan. Sclain itu, untuk mencapai sasaran yang diharapkan perlu regulasi dan kclembagaan untuk mensinergikan upaya Tantangan untuk mengembangkan sarana produksi pertanian ke depan adalah bagairnanu mengembangkan penangkar benih/bibit unggul dan bcrrnutu, menumbuhkembangkan kelernbagaan penyedia jasa alat dan mcsin pertanian, menclorong petani mernproduksi dan mcningkatkan pernakaian pupuk organik, serta mcndorong petani untuk menggunakan pcstisida clan obat-obatan tanaman/hewan yang ramah lingkungan. Pupuk merupaknn kornoditas yang scringkali menjadi langka pada saat dibutuhkan, ierutama pupuk bersubsic\i.Sistem distribusi yang belum baik serta mr rgin bnrga dunia yang relatif tinggi dibandingkan dengan harga pasar dornestik mengakibatkan banyak terjadinya praktek penyelundupan pupuk bersulisidi ke luar negcri.Dengan keterbatasan penyediaan pupuk kimia, ternyat a pengctahuan dan kesadaran petani untuk rnenggunakan dan mengernbangkan pupuk organik sendiri, sebagai pupuk alternatif juga masih sangat kurang, Saat ini, infrastruktur perbenihan sulit bcrkembang karena memcrlukan investasi yang cukup besar.Tidak banyak swasta yang mau mcnanamkan investasi di pengusahaan perbenihan/pcrbibitan.Perlu ada upaya yang serius untuk membangkitkan kelembagaan perbenihan nasional mulai dari pusat sampai daerah, terrnasuk peningkatan kapasitas kemarnpuan penangkar benih lokal, clapat menjamin terseleriggaranya usaha budidaya peternakan. Kelembagaan ·. perbibitan ini untuk memfasilitasi tcrsedianya benih dan bibit ternak sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas benih dan bibit ternak serta pernanfaatan sumberdaya genetik ternak secara berkelanjutan. Dengan adanya kelernbagaan ini maka peternakan rakyat hingga industri akan rnendapatkan manfaatnya. Apabila program perbibitan dalam sebuah kelembagaan meningkat dampaknya peternakan dalarn negeri akan rneningkat juga sehingga mcmpunyai bibit yang memiliki kualitas sangat baik. 67 Perubanan konstalasi pemerintahan dari sentralistik menuju otonomi dacrah tidak serta rnerta dapat rnengaktualisasikan peran kelembagaan petani dan penyuluhan di daerah. Upaya nyata telah dilakukan oleh pemerintah pasca reforrnasi clan otonomi daerah, namun belum dapat menunjukkan hasil yang benar-benar dapat memberikan jarninan berjalannya .sistem budidaya dan penerapan tcknologi untuk dapat rnengakselerasi produksi. Pemerintah rnelalui Kerncnterian Pertanian telah mendorong program pcningkatan prodt.xsi dengan cmpat strategi a) Peningkatan produktivitas, b) perluasan areal tariarn , c) pcngarnanan produksi dari gangguan organisme pcngganggu tanaman, darnpak perubahan iklim dan kehilangan hasil pada saat pancn dan pascapancn, clan d) perbaikan kelcmbagaan dan pcmbiayaan. Penerapan kc ernpat strategi tersebut sarnpai di tingkat lapang masih terkendala bcberapa aspek antara lain yang dirasakan sangat signifikan adalah pcngawalan intensif dari aparat pertanian di daerah produksi [Dinas Dalam era globalisasi dewasa ini, persaingan pasar. antar kornoditas pangan sernakin kctat, Komoditas impor sering membanjiri pasar dalam ncgeri dcngan harga yang lcbih murah. Hal ini dapat rnenghancurkan pengernbangan pangan domestik. Produk impor lcbih murah dari produk clalam negeri, karcna pcmerintah negara-negara eksportir melindungi para petaninya secara baik dengan berbagai cara, sehingga mampu menghasilkan kualitas yang lcbih baik serta kontinuitas pasokan yang lebih terjamin, yang saling mendukung untuk pencapaian sasaran dimaksud. Olch karena itu , rcgulasi clan kelernbagaan dalam pembangunan pertanian mutlak diperlukan, sehingga tidak ada turnpang tindih kewcnangan dan peraturan perundangan dari masing-masing Kcmcnterian/Lembaga. Regulasi juga diperlukan untuk mclindungi pengcmbangan komoditas usaha di bidang pertanian. Pen gem bangan pertanian memerlukan dukungan agar tercipta iklim ya.ig kondu sif melalui formulasi kebijakan dan pengamanan kcbijakan fiskal dan moneter. Namun pada kenyataannya, beberapa kebijakan Pernerintah yang clitetapkan belurn berjalan efektif dan belum berpihak pada sektor pertanian, seperti Harga Pembelian Pemerintah (HPPJ gabah yang hanya sedikit di atas biaya produksi, pcngendalian harga penjualan (beras) agar tidak mernicu kenaikan inflasi, pembebasan tarif bea masuk impor bebcrapa komoditas, serta pencegahan penyelundupan masuknya produk luar ne geri belurn maksimal. 68
6.Kcicmbagaan dan Sumbcr Daya Manusia Kelernbagaan dan sumberdaya manusia mcrupakan dua hal yang saling terkait dr111 rnasih menjacti perrnasalahan dalam proses pembangunan Langkah stratcgis yang harus dilakukan saat ini dan kedepan adalah, dengnn rnenggcrakkan scluruh clcmen di daerah melalui peran stratcgis Pcmimpin Daerah [Guberriur, Bupati/Walikot.a, sarnpai ke tingkat Dcsa], sehingga Program peningkatan produksi Beras Nasional yang telah didukung clcngan fasilitw,i tcknologi, sarpras produksi dan dukungan pembiayaan manajerncn rk,pat menjadi suatu Gerakan Nasional dcngan satu komando kcbijakan untuk dapat mencapai dan mengawal pcningkatan produksi beras nasional sccarn berkelanjutan "Mencmpatkan pangan sebagai bagian rnenempatkan kepcntingan rakyat, hangsa dan negara serta rasa naslonalismc", Uruuk mcncapai hal tersebut dalam jangka pendek dan meneugah pcran Presiden secara scntral sangat pcnting dan dibutuhkan dalam menggerakkan Gubernur, Bupati/Walikota bescrta seluruh jajarannya mengawal program pcningkatan produksi beras nasional. Forum APPSI [Asosiasi Perncrintah Provinsi seluruh Indonesia); API<ASI [Asosiasi Pcmerintan Kabupaten Seluruh Indonesia), scrta pelibatan aktif dunia usaha secara berkeadilan. Hal ini akan sangat besar perannya dalam membangun integrasi clan sinergi program pembarigunan pcrtanian. Dalam jangka panjang h:HUS segera dirancang suatu regulasi yang mampu mengaktualisastkan pangan scbagai kepentingan rakyat, bangsa dan negara serta mcnurnbuhkan rasa nasionalismc selu ruh komponen barigsa. Pcrtanian, Penyuluh, POPT, PST dll) tidak berjalan sebagairnana yang diharapkan, dimana sebagian kewcnangan bidang pertanian tclah dilirnpahkan kcpada daerah, rnelalui PP Nomor 38 Tahun 2007. Hasil idcntifikasi dan pencerrnatan yang dilakukan rnenunjukkan bahwa Program Nasional dalam rnngka peningkatan produksi beras nasional (P2BN) dan pengernbangan kornoditas pangan lainnya, tidak terkawal dengan baik di daerah, karcna dcngan adanya pelimpahan sebagian kewenangan bidang pertanian kepada dacrah sebagaimana tertuang dalam PP NO 38 TAHUN
2007.tidak scrta merta mendapat prioritas dari Pimpinan Daerah, sehingga program dan kegintan tidak terkawal dengan baik, sebagairnana kita alami padn mas.a Birnas yang lalu. Hal ini harus menjadi fokus Pemerintah saat ini clan kc depart. 69 Kelcmbagaan pasar yang dibangun selama ini, seperti kelcmbagaan pasar pada Pasar Lclang, Sub Terminal Agribisnis, Pasar Tcrnak, Pasar Tani (Aspartan, Aso sia si Pasar Tani) dan kelembagaan pada sistcrn resi gudang m asih haru s mcndapatkan pengawalan dalam memanfaatkan peluang pasar clan rncningkatkan posisi tawar petani yang optimal.
a.Kclen.bagaan petani yang belum mempunyai posisi tawar yang kuat Pendekatan kclernbagaan telah menjadi strategi penting dalam pembangunan pertanian. Pengembangan kelembagaan pertanian baik formal maupun informal bclum memberikan pcran berarti di perdesaan. Hal ini disebabkan oleh pcran antar lcmbaga pendidikan dan pelatihan, Balai Penelitian dan Pcnyuluhan (BPP) belurn terkoordinasi dcngan baik, Fungsi dan keberadaan lembaga penyuluhan cenderung tcrabaikan. Koordinasi dan kinerja lembaga keuanga . perbankan perdesaan masih rendah. Koperasi pcrdesaan yang bergerak di sektor pcrtanian masih belum berjalan optimum. Keberadaan lembaga-lembaga tradisiona! di perdesaan belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi organisasi pctani saat ini lcbih bcrsifat sosial budaya dan sebagian besar berorientasi hanya untuk mendapatkan fasilitas pemerintah, belum sepenuhnya diarahkan untuk memanfaatkan peluang ekonomi melalui pemanfaatan peluang akses terhadap berbagai informasi teknologi, permodalan dan pasar yang diperlukan bagi pengembangan usahatani clan usaha pertanian. Di sisi lain, kelembagaan ekonorni petani, scperti koperasi belurn ci-rpat sepenuhnya mengakomodasi kepentingan petani/kelompok tani sebagai wadah pcmbinaan tcknis. Berbagai kelembagaan petani yang sudah ada seperti Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani, Pcrhimpunan Pctani Pernakai Air dan Subak dihadapkan pada tantangan untuk merevitalisasi diri dari kelernbagaan yang saat ini lebih dominan hanya sebagai wadah pembinaan tcknis dan sosial mcnjadi kelernbagaan yang juga bcrfungsi sebagai wadah pengernbangan usaha yang berbadan hukum atau dapat berintcgrasi dalarn koperasi yang ada di pedesaan. pertanian. Beherapa kondisi kelembagaan dan sumberdaya manusia saat ini secara umurn, sebagai berikut: 70
c.Mcnurunnya Minat Generasi Muda F:-1ktR clan pandangan bahwa pertanian sebagai salah satu. sektor yang antara lain kurang rnenjanjikan bagi pcningkatan perckonornian dan kesejahteraan hidup, kurangnya Surnber Daya Manusia (SOM) yang berku alua s, lnhan pertanian yang semakin berkurang,sangat menentukan terhadap minat generasi muda unt.uk memilih pertanian sebagai masa depannya. Mcreka lcbih memilih untuk rnengadu nasib ke luar kota bahkankc luar ncgcri, bekerja di pabrik-pabrik, bidang kedokteran, menjadi Pegawai Negcri Sipil, dan pckerjaan bergengsi lainnya. Selama ini rata-rata pckerja yang bekcrja di sektor pertanian adalah penduduk dengan usia lebih dari 50 tahun. Rcndahnya minat generasi rnuda terhadap scktor pertanian ini menyebabkan senjang regcnerasi di sektor pertanian. Bidang pertanian sebagai pemasok banan pangan bagi manusia dimungkinkan tidak akan meugalami perkembangan, dan akan berirnbas pada menurunnya jumlah bahan pangan ynng dihasilkan. Hilangnya minat generasi muda cerdas terdidik dari du nia pertanian Indonesia akan menyulitkan sektor pcrtanian clalam mclaksanakan mandat menjaga ketahanan pangan yang bcrkelanjutan.
b.Keterbatasan Petani Dalarn Pcmanfaatan Tcknologi Dari sisi surnberdaya manusia, masih rendahnya kualitas sumberdaya manusia pcrtanran merupakan kendala yang serius dalam pcmba.ngunan pertanian, karena mereka yang bcrpendidikan rendah pada umumnya adalah petani yang tinggal di daerah pedesaan. Kondisi ini juga semakin diperparal. derigan kurangnya pendampingan penyuluhan pertanian. Di sisi lain, bagi rnercka yang telah mcngenyam pendidikan formal tingkat menengah clan tinggi, mereka kurang tertarik bekerja dan berusaha di pertanian, schingga mengakibatkan tingginya urbanisasi kc perkotaan. Kondisi ini dapat ditekan dengan mengembangkan agroindustri pcrtanian di pcde saan, karcna akan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan peluang usaha ngrcindustri di pedesaan. Agroindustri di desa ini memegang peran penting dalnrn proses produksi scperti penyediaan dan distribusi sarana produksi, usaha jasa pelayanan alat dan rnesin pertanian, usaha inclusri nasca panen dan pengolahan hasil, usaha jasa transportasi hasil pcrtanian, pcngelolaan lernbaga keuangan mikro, konsultan manajernen agribisnis serra tenaga pernasaran produk agroindustri. 71
6.Pcrrnodalan Permodalan pctani mcrupakan faktor yang mendukung keberhasilan pcngernbangan usahatani. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dengan mengembangkan skema kredit dengan subsidi suku bunga sehingga suku bunga beban petani lebih rendah seperti Krcdit ketahanan Pangan dan Energi (!<KP-E). Kredit Pengernbangan Energi Nabati clan Revitalisasi Tantangan kc dcpan adalah bagaimana mcngubah pola pikir generasi rnuda kita tcrhadap pertnnian, bahwa masih banyak potensi pertanian yang masih belum dimanlaatkan secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tarik generasi rnuda pada sektor pertanian adalah membangun pertanian lebih maju dan modern berbasis inovasi dan teknologi yang mampu mcnghasilkan produk yang bernilai ekonomi tinggi yang dibutuhkan pasar. Membangun pertanian dalam konteks industri yang syarat der gan inovasi dan tekno!ogi yang menangani hulu hingga hilir akan membcrikan pcluang yang besar dalarn rnenghasilkan aneka produk pertanian yang bcrnilai ekonomi tinggi. Pendekatan bioindustri pertanian menjadi sangat penting dan strategis untuk mewujudkan upaya tersebut. Jika kondisi icrsebut dibangun di perdesaan, tentu akan menciptakan kondisi pcrekonomian yang meningkat dan sangat menarik bagi generasi muda untuk tidak lagi pergi ke kota, bahkan generasi muda yang telah bekerja d1 pcrkotaan akan kcmbali kc perdesaan. Untuk itu bebcrapa ha! penting harus dipersiapkan di perdesaan, yaitu (1) rnernbangun dan memperbaiki infrastruktur pertanian di perdcsaan, (2) meningkatkan kapasitas SOM gencrasi muda pcrtanian yang lebih balk, dan (3) mcndorong kebijakan clan rcgulasi yang tepat terutama dalam kaitannya dengan kepastian mcndapatkan lapangan kerja yang sesuai dengan keahlian dan keterampilan para generasi muda. Langkah konkrit untuk ini antara lain adalah menjarrng seluas-luasnya dan sebanyak-banyaknya siswa baru di sckolah-sckolah tinggi pertanian lingkup Kementerian Pertanian, yang diikuti dengan perbaikan kurikulum dan revitalisasi sarana prasarana belajar mengajtv terrnasuk SDM pengajar. Sccara urnum, scktor pertanian belurn marnpu memberikan nilai tambah yang tinggi balk bagi pendapatan, kesejahteaan scrta bagi pengembangan karir. Hal .ni menjadi alasan bahwa minat generasi muda pada sektor pertaruanmenjadi sangat terbatas dan sulit bagi mereka untuk menekuninya. 72 Dengan diterbitkannya Undang-undang nomor 19 tahun 2013 tentang Perhndungan dan Pcmberdayaan Petani, mengamanatkan bahwa Pemerintah menugasi BUMN bidang perbankan dan pernda menugasi BUMD bidang perbankan untuk melayani kebutuhan pernbiyaan usahatani, dengan membcntuk unit khusus pertanian sehingga pelayanan kebutuhan pcrnbiyaan dcngan prosedur mudah dan persyaratan lunak. Tentunya hal ini akan ditin<lnklanjuti untuk dapat diimplentasikan sehingga petani rncndapatkan kcmudahan dalarn mengkascs kredit perbankan. Usaha pcr tanian juga memiliki risiko yang tinggi baik dari gangguan alarn [hanjir, · kckcringan), serangan hama dan penyakit tanaman serta tidak adanya jaminan harga dan pasar hasil produksi pertanian dapat diatasi melalui penger.ibangnn asuransi pertanian. Dengan terbatasnya pernbinaan, pcngawalan dan pendampingan bagi pctani yang mcngajukan kredit kepada perbankan untuk modal usaha tani sorta tingkat: kemauan rnernbayar kcmbali kredit rcndah merupakan salah satu Iaktor penghambat pcrbankan dalam menyalurkan kredit kepada petani. Kondisi petani secara umum memiliki lahan sempit, skala usaha kecil dan letaknya yang mcnyebar dan lebih banyak sebagai buruh tani sehingga lebih mudah dilayani oleh pelepas uang/sumber modal non formal meskipun suku bunga tinggi tetapi waktu perolehannya lebih cepat. pcrkebunnr (l<f-'f':N-RP) , Kredit Usaha Pernbibitan Sapi (KUPS) dan skema kredit dengan penjarninan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Namun demikian skcrna kredit tersebut belum marnpu mengatasi pcrmo<lalan pctani clan dukungan perbankan belum memberikan kontribusi yang optimal bagi pctani. Hal ini disebabkan antara lain surnber dana sepenuhnya dari bank dan risiko diianggung bank, oleh karena itu perbankan menerapkan prudential pcrbankan. Darnpak dari penerapan prudential perbankan dirasakan pctani seperti sulinya akses perrnodalan, persyaratan yang dianggap rurnit clan waktu yang lama, masih diperlukan jaminan tambahan yang rnernbcratkan petani berupa sertifikat lahan, tcrbatasnya sosilaisasi dan informasi kcberadaan skema kredit serta terbatasnya pendampingan dan pcngawalan petani yang membutuhkan perrnodalan dari perbankan. 73 Ballan baknr minyak (BMM) dan bahan bakar gas (880) yang berasal dari sumbcrrlaya fosil merupakan ha! yang tidak tcrlepas dari kegiatan kehidupun, yakni sebagai sumbcr energi penggcrak utama transportasi, industri dan juga pertanian. Pasa saat ini bahan bakar berasal dari fosil jumlahnya semakin tcrbatas, Scjak dieksploitasi rnulai abad 20an diperkirakan sumberdaya ini fosil sernakin Iangka. Dengan tcrbatasnya ketersediaan energi dan fosil, rnaka harus dicarikan sumber energi alternatif lain. Dari hasil penelitian bebcrapa kornoditas pcrtanian yang dapat diolah menjadi sumber energi, sepcrti kelapa suwit, jagung, ubikayu, tebu , kemiri sunan, jarak pagar dan kotoran ternak dapat diolah menjadi surnber energi. Apabila surnber cnergi dari hayati ini atau disebut Bahan Bakar Nabati (BBN) dapat dikcrnbungkan dengan baik, maka ketergantungan terhadap BBM sc-nakin kccil. Di sisi lain dengan bcrkembangnya permintaan Keterscdiaan pangan, encrgi dan sumber lainnya serta perlindungan duri gangguan iklim dan lingkungan tidak hanya menjadi kepentingan nasional, rctapi juga menjadi kornitment global. Untuk itu, pencrapan teknologi tepat guna yang progresif menjadi suatu kcwajiban. Produk dan prosedur yang inovatif dalam dunia usaha mernberi peluang untuk menghasilkan produksi yang berkelanjutan. Tantangan bagi sektor pertanian adalah bagaimana memanfaatkan dan pcngalokasian sumuerdaya alarn dan ekosistem yang terbatas secara efektif dan adaptif dalam memproduksi pangan dan menjamin ketersediaan pangan dan gizi cukup bagi penduduk.
c.Tantangan Pcmbangunan Pertanian 2015-2019 1). Pcmenuhan Pangan Masyarakat, Bahan Baku Industri dan Energi Tantar zan global di masa mendatang adalah bagaimana penyediaan pangan clan cnergi bagi penduduk yang jurnlahnya sernakin meningkat. Pcnduduk dunia diperkirakan akan mencapai 9,5 milyar pada tahun 2050, dan apabila dikaitkan dcngan adanya perubahan prcferensi konsurncn maka ketahanan pangan secara global akan mcnjadi suatu tantangan yang nyata. Di lain pihak, ketersediaan lahan garapan cenderung rcrus rnenurun karena degradasi, intensitas crosi permukaan tanah maupun perluasan industri, perurnahan dan sektor-sektor lainnya. 74 Tantangan kc depan dalam menyikapi dampak perubahan iklim global adalah bagairnana meningkatkan kernampuan pctani dan pctugas lapangan dalarn rnelakukan prakiraan iklim serta melakukan upaya adaptasi dan mitigasi yang diperlukan. Untuk membangun kemampuan ~.~tani dalarn melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap darnpak pcrubahan iklim, salah satunya mclalui Sekolah Lapang lklim (SL!) serta mcmbangun sistcm informasi iklim dan penyesuaian pola dan kalender tanarn yang scsuai rlerigan karakteristik masing-rnasing Sejak tahun 1898 telah terjadi kenaikan suhu yang rnencapai l derajat cclsius, schingga diprediksi akan terjadi lebih banyak curah hujan dcngan perubahan 2-3 % per tahun, Dalam 5 tahun terakhir rata-rata luas lnh.in sawah yang terkena banjir dan kekeringan rnasing-rnasing sebcsar '29.743 Ha terkena banjir(l 1.043 Ha diantaranya puso karena banjir) dan 82.472 Ha terkcna kekcringan (8.497 Ha diantaranya puso karena kckcringan], Kondisi ini cenderung akan terus meningkat pada tahun-tahun ke depan. 2). Perubahan lklim, Kerusakan Lingkungan dan Bencana Alam Ancarnan dan krisis pangan dunia beberapa tahun terakhir memiliki kaitan sangat erat dengan perubahan iklim global. Dampak perubahan iklim glob,,! adalah perubahan pola dan intcnsitas curah hujan, rnakin sering terjadinya fenomena iklim ekstrim El-Nino dan La-Nina yang dapat rnengakibatkan kekeringan dan banjir, kenaikan suhu udara dan perr.iukaan taut, dan peningkatan frekuensi dan intensitas bencana alam. 13agi sektor pertanian, dampak lanjutan dari perubahan iklim adalah bergesernya pola dan kalendcr tanarn, perubahan keanekaragarnan hayati, cksplosi hama dan penyakit tanaman dan hewan, serta pada akhirnya adalah penurunan produksi pertanian. Di tingkat lapangan, kemampuan para petugas lapaugan dan petani dalarn mernahami data dan inforrnasi prakiraan iklim masih sangat terbatas, seh-ngga kurang mampu menentukan awal musim tanam serta melakukan mltigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim yang terjadi. terhadap BON maka akan memberikan pcluang pasar baru bagi produk hasil per! an inn para petani. 75 Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang sering terdampak bencana alam paling besar. Bencana alarn tersebut berdampak buruk dan mengakibatkan rusaknya infrastruktur pertanian yang meliputi ba-rgunan bendung, dam, jaringan irigasi, jalan usahatani, kcrusakan tanarnan clan ternak, hingga penurunan produktivitas dan produksi pangan. Naiknya suhu perrnukaan bumi clan pergeseran pola cu rah hujan menyebabkan terjadinya pcrgcseran pola musirn yang berdarnpak pada pcrubahan pola dan kalender tanam. Cuaca yang tidak menentu sering mengakibatkan petani sulit memperkirakan waktu untuk rnerigolah lahan dan memanen. Akibat pcrubahan iklim,tidak kurang dcri 50 °!., wilayah pertanian di Indonesia menghadapi musim hujan yang cenclcrung mundur dan musirn kemarau yang cenderung maju, sehingga musim tanarn menjadi pendek. Kondisi ini akan sangat bcrdarnpak buruk terhadap intensitas tanam jika tidak ada tcrobosan inovasi d,111 tcknologi yang mampu memecahkan masalah ter scbut. Salah satu inovasi yang telah dihasilkan oleh Badan Litba.ng Pcrtanian, Kcmentcrian Pertanian adalah varictas unggul berurnur gcnjah dan sangnt genjah serta inovasi teknologi pengelolaan tanah, air clan tanamnn pcndukungnya. Selain itu, Indonesia terrnasuk wilayah dengan frekuensi bcncana alam sangat tinggi clan sering disebut sebagai wilayah "rawan bencana". Scjumlah bencana alam kerap terjadi yang meliputi crupsi gunung berapi, gernpa bumi, tsunami, banjir, kekeringan dan rnacam bencana alarr lainnya. Semua bencana alam tersebut berpotensi mengganggu aktivitas perekonomian nasional mulai proses produksi, jalur distribusi, rehabilitnsi ckonorni, masa panen, dan menimbulkan trauma bagi masyarakat korban bencana. Karena itu, kemampuan untuk antisipasi bencana alam, penanganan korban bencana, sorta kemampuan rchabilitasi ckonomi pascabencana mcnjadi penting. wilayah. Disamping itu, inovasi dan tcknologi tepat guna sangat penting dan strategrs untuk dikcmbangkan dalarn rangka untuk upaya adaptasi dan mitignsi terhadap perubahan iklim. Penciptaan varietas unggul yang mcrniliki potensi emisi Gas Rumah Kaea (ORK) rendah, toleran terhadap suhu tinggi maupun rcndah, kekeringan, banjir/genangan dan salinitas menjadi sangat penting. 76 J;ka dilihat dari sisi potensi ekonomi, Indonesia merupakan salah satu e11wroi11a country yang saat ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi tSE/\N. Rata-rata perturnbuhan ekonomi Indonesia 6,3 perscn, dibandingkan dengan Malaysia _S,4 persen, Thailand 5 persen, Tujuan akhir MEA 2015 adalah untuk menjadikan ASEAN sebagai kawasan dengan arus barang, jasa, investasi, pekerja terarnpil dan arus modal yang lcbih bebas, mempunyai daya saing tinggi, dengan tingkat pcrnbangunnn ekonomi yang merata, scrta tcrintcgrasi dalam ekonomi global, Dengan sernakin terbukanya pasar ASEAN bagi para negara nnggotanyn, tingkat pcrsaingan pun akan sernakin tinggi. Di lain pihak, peranan ckspor Indonesia di pasar ekspor ASEAN masih lebih rendah dibandingkan ncgara Singapura, Thailand dan Malaysia; dimana kontribusi ekspor Indonesia terhadap ekspor ncgara /\SEAN [untuk pasar ASl•:J\N) baru mencapai 14,6 % di tahun 2011, sedangkan Singapura, Thailand dan Malaysia berturut-turut membcrikan surnbangan scbcsar 44,2 %; 19,4 %; dan 18,8 %. perekonomian regional, sciring dengan pcrtumbuhan ckonomi yang terus rnclaju serta bcsarnya jumlah penduduk yang mcnjadikannya scbagai modal sosial yang besar maupun pasar yang potcnsial. Sementara itu, pelaksanaan MEA 2015 membcrikan konsckuensi bagi Indonesia terhadap tingkat persaingan yang semakin terbuka dan tajam, terutama dalarn perclagangan barang dan jasa di kawasan ASEAN. Pelaksanaan MEA 2015 telah didahului dengan pcnerapan /\SEAN Free Trade Area (AFTA) pada tahun 1992 yang implementasinya secara bertahap sejak l Januari 1993 sampai dengan tahun 2002. rod apenggernksebagaikekuatannyarncnunjukkanmulai 3). Kondisi Pcrckonomian Global Perker ibangan regional clan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 20i5 Pergeseran pusat kekuatan ekonomi terlihat dari menguatnya peran Asia dalam dckade terakhir. Beberapa negara di Asia, seperti Jepang clan Korea Selatan, telah lebih dulu maju dengan basis perkembangan sektor industrinya. Selanjutnya, China dan India menyusul sebagai penggerak pcrtumbuhan ekonomi regional dengan statusnya sebagai negara emerai11g economic dcngan populasi terbesar dan pertumbuhan ckor-orni yung cinggi. Indonesia dan negara anggota ASEAN lainnya juga 77 .Jumiah penduduk Indonesia yang sangat besar merupakan pasar dalam ncgeri yang potensial bagi produk-produk pertanian yang dihasi!kan pu.ani. Pada tahun 2009 jumlah penduduk Indonesia tercatat sebesar 230,6 jutu jiwa dengan perturnbuhan 1,25 % per tahun. Saat ini, tingkat konsumsi ancka produk hasil pc:rtanian Indonesia, kecuali beras, gula dan minyak goreng, masih rclatif rendah. Rendahnya tingkat konsurnsi produk pcrtanian ini, tcrutama disebabkan maslh renciahnya tingkat pendapatan per kapita penduduk Indonesia schingga mempengaruhi daya beli. Sejalan dengan era globalisasi clan Pcrsaingan antar dacrah atau antar kota tcrgambar dari pcngukuran Global Cities Index 2012, yakni indikator untuk mcngukur tingkat daya saing antar kota dengan variabel seperti aktivitas bisnis, Sumbcr Daya Manu sia, pertukaran informasi, pengalaman budaya dan sumberdaya politik. Hasil dari survci tersebut setidaknya memberikan gambaran bagaimana daya saing satu wilayah dengan wilayah lainnya. Hasil pcr-gukuran index tahun 2012 menunjukan Singapura bcrada pada peringkat 11 dcngan angka (3.20). Beijing 14 (3.05), Bangkok 43 (1.93), Kuala Lumpur 49 (1.55),Manila 51 (1.49). dan Jakarta 54 (1.30) dari 66 kota yang disurvei. Prospek Indonesia sebagai negara dengan perekonornian nomor 16 di dunia, nornor 4 di Asia setclah China, Jepang dan India, scrta terbesar di A:..ia Tenggara, sernakin menjanjikan karena didukung olch rnclimpahnya sumber daya alarn, perturnbuhan konsumsi swasta dan iklim invest.asi yang makin kondusif. Dengan masyarakat ekonomi ASEAN, Indonesia akan berkcsempatan mengenjot ekspor kc bcrbagai negara, di sisi lain bila tidak siap, dunia usaha lokal akan tergulung dit.erpa produk irnpor, masyarakat ekonomi ASEAN akan mcrnbuat pertukaran tcnaga kerja, modal dan perdagangan berlangsung terbuka · antar ncgara ASEAN. Dcngan karakter seperti itu, pcrsaingan tidak Jagi semata-mata dalam konteks antar negara, tetapi juga antar daerah (region) dan bahkan antar individu. Singapura 1,2 pcrscn, Filipina 6,6 pcrsen, dan Vietnam 5,7. Dari sisi jumlah penrluduk, Indonesia adalah ncgara berpenduduk terbesar yakni 247 juta jiwa sebagai pasar potensial dan tenaga kerja. 78 4). Pcningkatan Jumlah Pencluctuk clan Urbanisasi .Jurnlah penduduk Indonesia diperkirakan rnencapai 268,07 juta jiwa pada rahu n 2019 dan 44 % penduduk berada di 'pedesaan dan 56 % dipcrkornan. Sement.ara kapasitas kctersedian lahan pertanian sernakin bcr kurrmg akibat konversi lahan yang cukup tinggi untuk kebutuhan pcrumahan dan indu stri. Untuk itu perlu diupayakan langkah-Iangkah srrategis dalarn rangka menjaga atau mcngurangi laju konvcrsi lahan yang tcru s terjadi. Krisis pangan dunia dimulai sejak tahun 2005 ketika negara-negara dunia rnulai mengkhawatirkan kelangkaan bahan pangan yang rnenimbulkan kenaikan harga pangan. Laporan FAO menyebutkan bahwa diperkirakan sekitar 36 negara mengalami peningkatan harga pangan yang cukup tajam berkisar yaitu dari 75 % sarnpai 200 %. Dalr.m tiga tahun terakhir, harga pangan dunia telah meningkat dua kali lipai dan disusul dengan peningkatan jumlah penduduk miskin yang tirlak rnampu rncngakses bahan pangan. Krisis pangan dikhawatirkan terjadinya gejolak sosial dan politik bagi negara-negara yang mcngalamikrisis pangan, seperti terjadi di Somalia pada awal Mei
2008.Mcngantisipasi krisis pangan dunia kc depan, pernerintah Indonesia harus mempertimbangkan dampak defisit produksi pangan gloLal yang berpotensi mcnganggu perdagangan dan rncmicu gejolak harga, Atas dasar situasi dan pertimbangan di atas, maka peningkatan produksi pangan menjadi jalan kcluar mutlak yang tidak bisa ditawar. Pergerakan harga global berdampak terhadap pengeluaran konsumsi dan biaya hidup, terutama terhadap Negara berkernbang yang cenderuug pangsa pengeluaran pangan sangat bcsar. Kondisi ini harus diantisipasi, bila terjacti gejolak harga pangan kedelai akan mengganggu stabiliras, terutama produsen tahu tempe. Lonjakan harga daging juga meningkatkan inllasi, demikian halnya dengan gcjolak harga bawang dan cabai, pernberlnkuan pasar be bas, produk pertanian Indonesia juga berpeluang untu.: dipnsarkan ke pasar internasional, baik produk segar rnaupun olahan. /\pnbil.i. peluang pasar dalam ncgeri dan luar negeri dapat dimanfa.ukan, maka hal ini akan menjadi pasar yang sangat besar bagi produk pcrtanian Indonesia. 79 Untuk menjamin agar seluruh rurnah tangga dapat memperolch pangan yang cukup clalam jumlah maupun kualitas secara berkelanjutan, merupakan tantangan besar, mengingat masih ada sebagian masyarakat yang tidak mampu mengakses pangan yang cukup, penyebab utamanya adalah kcmiskinan. Sebagian besar penduduk miskin adalah petani di pr rdcsaan yang berperan sebagai produsen dan sekaligus sebagai konsumcn. Selain itu, Indonesia sebagai negara kepulauan, yang jarak anlar wilayah membutuhkan alat/sarana yang cukup dalarn kelancaran distribusi pangan. · SJ. Distribusi dan Pernasaran Produk Pertanian Mcngingut Indonesia sebagai negara kepulauan diperlukan aksesibilitas dan sarana transportasi yang lebih efisien. Distribusi pangan bcrfungsi rncwujudkan sistem distribusi yang efcktif dan efisien, sebagai prasyarat untuk mcnjarnin agar seluruh rumah tangga dapat mcmperoleh pangan dalam jumlah dan kualitas yang cukup scpanjang waktu dengan harga yang tcrjangkau. Scmentara itu, laju urbanisasi yang tinggi dimana generasi muda cenclcrung mcninggalkan perdesaan/pertanian. Sektor pertanian menjadi kurang dirninati generasi penerus. Fenomena urbanisasi dipandang scbagai konsekucnsi dari berkembangnya sektor industri di perkoraan yang memiliki tingkat produktivitas lebih tinggi dibandingkan sektor tradisional perdesaan. Kondisi ini mengakibatkan transfer tenaga kcrja sektor pcrtanian perdcsaan ke scktor industri ke perkotaan. Pada tahun 1990 persentase penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan hanya sckitar 30,5 %, pada tahun 2010 meningkat menjadi 44,3 % dan diperkirakan pada tahun 2030 menjadi sebesar 53,7 %. Laju urbanisasi ini juga berclampak pada semakin Jangkanya ketersediaan tenaga kcrja muda di pcrtanian, karena diserap oleh kegiatan industri di perkotaan. Koncrisi ini makin dominannya petani berusia tua di pedesaan yang rnengusahakan budidaya pertanian. Oleh karena itu tantangan kc depr n perlu mcnciptakan kcgiatan pertanian yang lebih diminati oleh gcnerasi muda, Salah satunya adalah pengembangan agro industri di pedcsaan. 80 Dari surlut pandang produsen pangan dan produk pertanian, pernasaran rnerupakan bagian hilir dari segala upaya yang dilakukan dalam kegiatan prorluksi. Dalam pasar clan pemasaran, Iaktor kualitas, kontinuitas dan kuantitas menjadi faktor kunci. Tantangan ke depan bagi produsen pertanian atau petani adalah bagaimana memproduksi hasil pertanian yang memcnuhi standar mutu, kontinuitas pasokan yang terjarnin serta dalam skala kuantitas yang mcmenuhi permintaan peia-iggan. Dengan memenuhi syarat pemasaran tersebut, maka daya saing dari suatu produk pertanian akan lebih baik. Namun sebaliknya, bila produk dalarn negeri tidak mampu memenuhi syarat kualitas, kontinuitas clan kuantitas yang dirninta, maka pasar dalam negeri akan diisi olch produk sejenis yang berasal dari impor. Masalah yang dijumpai dalarn mendukung kelancaran distribusi dan akses pangan adalah : (1) infrastruktur distribusi, (2) sarana dan praaarana pasca panen, (3) pernasaran dan distribusi antar dan keluar daerai clan isolasi daerah, (4) sistern inforrnasi pasar, (5) keterbatasan lernbaga pcmasaran dacrah, (6) hambatan distribusi karena pungutan resmi dan tidak resrni, (7) kasus penimbunan kornoditas pangan oleh spekulan, (8) adanya penurunan akses pangan karena terkena bencana. Kestabilan pasokan bahan pangan sangat berpengaruh terhadap Kcstabitan pasokan bahan pangan sangat berpengaruh terhadap perkernbangun harga yang terjadi, oleh sebab itu kelancaran sarana dan praserana distribusi sangat berpengaruh terhadap kecepatan distribusi bahau pangan tersebut. 81 Makna dnri misi Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Gizi adalah mclakcanakan pembangunan dalam rangka meningkatkan ketcrscdiaan, keterjangkauan clan pcmanfaatan pangan sebagai pemcnuhan konsurnsi pangan dan gizi rnasyarakat. Dalam rangka mcwujudkan visi ini maka misi Kementerian Pertanian adalah:
1.Mcwujuclkan l<etahanan Pangan dan Gizi,
2.Mcrungkatkan Nilai Tarnbah dan Daya Saing Kornoditas Pertanian,
3.Mewujudkan Kesejahtcraan Petani,
4.Mewujudkan Kementerian Pertanian yang Transparan, Akuntabel, Profesional dan Berintegritas Tinggi
8.Misi Kernent.crian Pertanian rnakna dari Visi adalah : Kcdaulatan Pangan merupakan hak negara dan bangsa yang secara mand.vi mcnentukan kebijakan pangan yang menjamin hak atas pangan bagi rakyat dan yang akan memberikan hak bagi masyarakat untuk rnencntukan sistem pangan yang scsuai dengan potcnsi sumberdaya lokat. Kescjahtcraan petani mcrupakan kondisi hidup layak ba~i pctani dan keluarganya sebagai aktor utama pelaku usaha pertanian yang diperoleh dari kcgiatan di lahan dan usaha yang digelutinya. "Terwujudnya Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani" A. Visi Kerncntcrian Pertanian Kabinet Kerja telah rncnetapkan visi yang harus diacu oleh Kementerr-tn/Lcmbaga, yaitu "Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan IJerkcpribadian Berlandaskan Go tong Royong". Dcngan mempcrhatikan visi pemerintah tersebut dan mempertimbangkan masalah dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan pcrtanian, maka visi Kementerian Pertanian adalah: T.8. Tcrwujudnya rcformasi birokrasi Kementcrian Pertanian Mewujucllrnn Kesejahteraan Petani, yakni: T.7. Meningkutnya kualitas clan pendapatan petani. Mcningkatknn Nilai Tarnbah dan Daya Saing Kornoditas Pertanian, yakni: T.5. Ber xemliangnya komoditas pcrtanian bernilai ekonomi tinggi, T.6. Mcnclorong majunya agrobioindustri. Mewujurtkan Ketahanan Pangan clan Gizi, yakni: T. l. Tcrwujudnya swasernbada padi jagung, kedelai serta meningkatnya produksi daging dan gula, T.2. Terpenuhinya akses masyarakat terhadap pangan, T.3. Bergesernya budaya konsumsi pangan T.4. Meningkatnya stabilitas produksi dalam rangka stabilisasi harga, C. Tujuan Sebagai penjaharan dari Visi dan Misi Kementerian Pertanian, maka tujuan pcrnbangunan pertanian periode 2015-2019 yang ingin dicapai yaitu: Makna dari rnisi Mcwujudkan Kemcnterian Pertanian yang Transparan, Akuntabel, Profesional dan Berintegritas Tinggi adalah meningkatkan tatakelola orgnnisasi Kementerian Pertanian dalam mewujudkan organisasi yang trar sparan, akuntabel, professional dan bcrintegritas tinggi dalam mernberikan layanan kepada rnasyarakat, Malena dari misi Mewujudkan Kesejahteraan Petani adalah meningkatkan kesejahteraan petani dcngan melakukan perlindungan dan pcrnberdayaan pctani. Makna dari misi Meningkatkan Nilai Tarnbah dan Daya Saing l<omoditas Pertanian adalnh mendorong komoditas pertanian memiliki kcunggulan bersaing d,111 nilai yang lebih baik dari hasil produksi, pcnyimparian, pcngolahan dan distribusi. 83 S.1.1. Meningkatnya produksi padi, jagung, kedelai, daging dan gula, dengan lndikator Kinerja: • produksi padi • produksi jagung • prcduksi kedelai • procluksi tcbu • prcduksi Daging Sapi dan Kerbau • rasio swasembada beras • rasio swasembada jagung • rasio swasembada kedclai • rasio swasernbada daging sapi dan kerbau • rasio swasernbada gula S.2.2. ': crjarnirmya distribusi pangan, dengan Indikator Kinerja: • produksi padi per kapita wilayah Sumatera • rnsio produksi padi per kapita wilayah Jawa • rasio produksi padi per kapita wilayah Kalimantan • rasio produksi padi per kapita wilayah Sulawesi • rasio produksi padi per kapita wilayah Bali-Nusa tenggara " rasio produksi padi per kapita wilayah Maluku- Papua Harga gabah kering panen (GI<P) di tingkat produsen S.2.3. Meningkatnya akses dan pemanfaatan pangan dan gizi, dengan lndikator Kinerja: • konsurnsi Kalori perkapita • konsurnsi pangan hewani pcrkapita • Skor Pola Pangan Harapan • penurunan jumlah penduduk rawan pangan S.3.4. Mcningkatnya konsumsi pangan lokal, dengan lndikator Kinerja: • rasio konsumsi pangan lokal non-beras ter'hadap beras S.4.5. Stabilnya produksi cabal dan bawang merah, dengan Indikator Kinerja: • Produksi cabai besar Produksi cabai rawit D. Sasar.cn Strntegis Kement.erian Pertanian Sasarun strat cgis merupakan kondisi yang inginkan dapat dicapai olch Kementcrian Pcrtanian. Sasaran Strategis yang ingin dicapai dalam dalam periode 2015-2019 adalah : Pcrranian, • Prcduks Bawang Merah • koefisicn variasi produksi cabe besar • koefisien var iasi produksi cabe rawit • koefisien variasi produksi bawang merah • Kocfisien variasi harga produk cabc • Kocfisicn variasi harga produk bawang rnerah S.5.6. Berkembangnya komoditas bernilai tambah clan berdaya saing, • prcduksi mangga prod u ksi nenas • prorluksi manggis • produksi salak • produksi kentang • produksi jeruk siam/kcprok • produksi karet • produksi kopi • prcduksi kakao • produksi lada • proctuksi pala produksi cengkch produksi kelapa • produksi teh • procluksi susu • produksi daging kambing clan dornba • produksi daging babi rasio volume ekspor terhadap produksi pertanian stratcgis • penurunan volume impor produk pcrtanian strategis S.6.7. Terscdianya banan baku bioindustri dan bioenergi, produksi kelapa sawit • produksi komoditas ubi kayu S.7.8. Mcningkatnya kualitas surnberdaya insani petani, • jumlah petani yang meningkat kapasitasnya melalui pclatihan • jumlah kclcmbagaan pctani yang meningkat kapasitasnya S.7.9. Meningkatnya pendapatan kcluarga pctani, • PDB pertanian sempit /jumlah TK pertanian • Persenrase petani miskin S.8.10. Mcmngkatnya kualitas aparatur dan layanan kclembagaan 85 Nilai reforrnasi birokrasi • Nilai layanan perkarantinaan • .Jurnlah teknologi yang didiseminasikan ke pengguna S.8.11. Meningkatnya akuntabilitas Kinerja Kementerian Pcrtanian, Opini Laporan Keuangan 86 Pcningkatnn Agroindustri, sebagai bagian dari agenda 6 Nawa Cita (Meningkar.kan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar interriasional]. Sasara.: dari peningkatan agroindustri adalah:
l.meningkntnya PDB lndustri Pcngolahan Makanan dan Minuman scrta produk si komoditas anda!an ekspor dan komoditas prospektif,
2.rneningkarnya jumlan sertifikasi untuk produk pcrtanian yang diekspor, dan Berdasarknn rincian dari Sembilan Agenda Prioritas (Nawa Cita) tersebut, maka agenda prioritas yang tcrkait langsung derigan bidang pcrtanian yaitu